P. 1
PEMERIKSAAN BAKTERI

PEMERIKSAAN BAKTERI

|Views: 11|Likes:
pemeriksaan bakteri streptococus
pemeriksaan bakteri streptococus

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Tembem Anggraeni Rahmatika on Apr 30, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/21/2014

pdf

text

original

[Type the document subtitle

]

PEMERIKSAAN BAKTERI YANG MENIMBULKAN KERACUNAN MAKANAN (FOOD POISONING) DAN BAKTERI YANG MENIMBULKAN SAKIT LEWAT MAKANAN (FOOD BORNE DESEASES)
BAKTERI DAN JAMUR YANG DIPERIKSA A. Food Poisoning 1. Vibrio para haemolyticus (mulai 300.000/gram) 2. Staphylococcus aureus (500.000/gram) 3. Bacillus cereus (1.000.000/gram) 4. Clostridium botulinum, Cl. perfringens (lebih 1.000.000/gram) 5. Aspergillus flavus (60 mg racun / 1 kg sampel) 6. Pseudomonas coccovenenans B. Food Borne Deseases 1. Vibrio cholerae, Vibrio El Tor, Vibrio NAG 2. Salmonella 3. Shigella 4. Escherichia coli (EPEC, ETEC, EIEC, EHEC) 5. Yersinia enterocolitica 6. Campylobacter sp. 7. Aeromonas sp. ISOLASI DAN DIAGNOSE a. Untuk bakteri lihat cara isolasi dan diagnose pada masing-masing bakteri b. Untuk jamur lihat cara pemeriksaan jamur SPESIMEN a. Makanan, minuman, air, muntahan dan feses b. Tempe bongkrek, tempe gembus dan oncom CATATAN a. Di dalam isolasi dan diagnose, apabila diketemukan bakteri lain, harus juga dilaporkan b. Hanya untuk spesimen berupa tempe dan terutama yang berasal dari daerah aliran sungai Serayu, Banyumas dan sekitarnya

Laboratorium Mikrobiologi Kesehatan

Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Jurusan Kedokteran Unsoed-Purwokerto

MPN E. MPN coliform c. terus dibakar. plastiknya diambil dahulu kemudian tutup kaleng dibasahi dengan alkohol. Pengambilan spesimen Pada dasarnya pengambilan spesimen harus dilaksanakan secara aseptis dengan alat yang steril. Mould dan Yeast PEMERIKSAAN AIR Yang diperiksa. B. Enterococci l. Tangan dibersihkan dengan kapas beralkohol.PEMERIKSAAN MAKANAN. sebelum dibuka dikocok dahulu ± 25 kali. deficille k. tinggal ditarik dengan pinset steril. 2. sendok disteril dengan dibakar menggunakan alkohol. tutupnya dibasahi alkohol terus dibakar. Staphylococcus aureus i. Clostridium perfringens. E. Kalau kalengnya sudah dilengkapi dengan tarikan pembuka kaleng. coli patogen h. PEMERIKSAAN MAKANAN DAN MINUMAN Yang diperiksa yaitu : a. Begitu pula kalau minuman di dalam botol. coli d. Bacillus cereus j. gelas ukur. Pembukaan kaleng/botol tempat makanan/minuman 1. botulinum. Setelah dingin dibuka dengan alat pembuka kaleng/botol. bahan yang diambil untuk pemeriksaan adalah yang ada dibawah permukaan atau dibagian tengah (spesimen padat). Angka kuman (TPC) b. Angka kuman (tidak selalu) b. El Tor. Parahaemolyticus e. yang sudah dibakar. Cl. MINUMAN DAN AIR SECARA BAKTERIOLOGIS PENATALAKSANAAN SPESIMEN A. pipet. Untuk spesimen cair. 3. yaitu : a. Cl. MPN coliform tinja d. Vibrio cholera. labu erlenmeyer disteril dengan oven 180 OC selama 1 jam atau 120 OC selama 12 jam. Shigella g. MPN coliform c. Kadang-kadang juga pH dan sisa chlor Laboratorium Mikrobiologi Kesehatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Jurusan Kedokteran Unsoed-Purwokerto . Kalau kaleng tutup plastik. Salmonella f. Setelah dibuka.

Enterococci 2. Jenis media yang dituang untuk pemeriksaan : Laboratorium Mikrobiologi Kesehatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Jurusan Kedokteran Unsoed-Purwokerto . dicocokkan dengan tabel serum biokimia Salmonella. Minimal 50 gram makanan sampel dimasukkan ke dalam 250 ml enrichment media (Selenite Broth. 5. diamkan di atas meja sampai media memadat. Sim dan SC. BAKTERI YAN DIHITUNG 1. PERHITUNGAN BAKTERI ENTEROPATOGENIK DAN BAKTERI INDIKATOR DI DALAM MAKANAN DENGAN METODE PLATE A. 100 x dan 1000 x diambil masing-masing 1ml dimasukkan ke dalam petri dish steril (1 seri pengenceran ada 3 dish) 2. C. Bakteri Enteropatogenik a. Jumlah media yang dituang adalah 15 – 20 ml per dish. PENUANGAN MEDIA DAN MEDIA YANG DIGUNAKAN 1. Dari enrichment media ditanam pada Salmonella Shigella Agar dan Mc Conkey Agar. Clostridium perfringens 3. Staphylococcus aureus c. Kepada 1 seri pengenceran dituang media sesuai dengan jenis pemeriksaan yang akan dilakukan. Bakteri Indikator a. Masuk inkubator 37 OC selama 24 jam 3. Tiap-tiap pengenceran sampel 10 x. Masuk inkubator 37 OC selama 24 jam. Vibrio parahaemolyticus b. 4. 4. Bacillus cereus d. pada suhu 37 OC selama 48 jam. Tetrathionat Broth. Rapport medium) 2. PENGENCERAN SAMPEL Dilakukan seperti pada pemeriksaan angka kuman. atau sisa pengenceran untuk angka kuman boleh juga digunakan. Coliform b. Seterusnya boleh ditanam pada media gula-gula panjang dan media identifikasi yang lainnya. 3.PEMERIKSAAN SALMONELLA MAKANAN STANDART MUTU Di dalam minimal 50 gram makanan yang diperiksa tidak boleh ada Salmonella PELAKSANAAN PEMERIKSAAN 1. Dicampur sampai homogen. Kalau cocok diteruskan dengan slide agglutinasi dengan serum anti Salmonella polyvalent dan monovalen. Mould dan Yeast B. Koloni yang tersangka Salmonella ditanam pada gula-gula pendek TSIA. Di baca dan dicatat pertumbuhan pada TSIA. Kemudian diinkubasi dengan posisi terbalik. Escherichia coli c. SIM dan Simmon’s Citrat Agar.

h. pada dua pengenceran terakhir (10-5 dan 10-6) diambil 0. f. hanya saja koloni yang dihitung adalah koloni yang sesuai dengan ciri-ciri bakteri yang dihitung. coli a. 0. coli pada medium Mac Conkey akan tampak berwarna merah tua dengan koloni besar dan EMBA akan tampak berwarna merah tua dengan kilap logam. e. e. d. Lakukan pengenceran sampai 10-6 . dengan menggunakan jarum ose.1. b. ISOLASI Salmonella dan Shigella a. masukkan dalam medium Selenith Broth (SB) dan diinkubasi selama 1 x 24 jam. inokulasikan pada medium SSA secara streak atau kuadran.1 ml Inkubasi pada suhu 37 OC selama 1 x 24 jam.1 ml dengan mikropipet masukkan dalam medium SSA dan diratakan dengan drugalsky e. Amati terbentuknya gas yang terperangkap pada tabung durham. Jumlah gas pada masing-masing kelompok medium dicocokan dengan tabel MPN untuk mengetahui jumlah bakteri coliform dalam sampel. 3 tabung LBSS diinokulasi dengan 1 ml dan 3 tabung LBSS yang lain diinokulasi dengan 0. Diambil sampel air kemih 5 ml atau feses sebanyak 5 gr b. PERHITUNGAN JUMLAH BAKTERI COLIFORM a. Coliform Escherichia coli Vibrio parahaemolyticus Staphylococcus aureus Bacillus cereus Clostridium perfringens Enterococci Mould dan Yeast : : : : : : : : D. PERHITUNGAN KOLONI Perhitungan seperti angka kuman. b. II. Siapkan 3 tabung berisi LBDS dan 6 tabung LBSS (dibagi dua) Inokulasi tabung LBDS dengan 10 ml air sampel.37 OC selama 4 – 5 hari) Contoh sterilitas dibuat 1 petri dish steril diisi dengan 1 ml pelarut. Inkubasi pada suhu 37 OC selama 2 x 24 jam d. ISOLASI E. Masukkan dalam medium Lactose Broth (LB) dan diinkubasi selama 1 x 24 jam. a. Setelah inkubasi selesai : d. Setelah inkubasi selesai. atau d.2. c. dituang media yang akan digunakan sesuai dengan jenis pemeriksaan.1 ml dengan mikropipet masukkan dalam medium Mac Conkey atau EMBA dan diratakan dengan drugalsky c. 37 OC c. 37 OC d. d. ISOLASI I. Sampel mutahan diambil ± 1 gram dan dihaluskan b. Inkubasi pada suhu 37 OC selama 2 x 24 jam Laboratorium Mikrobiologi Kesehatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Jurusan Kedokteran Unsoed-Purwokerto .6. E. c. Violet Red Bile Agar Tergitol 7 Agar Thiosulfat Citrat Bile Sukrosa Agar + NaCl 6 % Mannitol Salt Agar + 5 % Egg Yolk Bacillus cereus Agar Egg Yolk Handfort Agar modified KF Streptococci Agar Potato Dextrose Agar (inkubasi 30 . Amati pertumbuhan koloni yang terbentuk : E. g.

Kemudian diinkubasi pada suhu 37 OC. Koser’s Citrat : (+) apabila terjadi kekeruhan (bakteri tumbuh dengan memanfaatkan citrat sebagai satu-satunya sumber karbon). (+) apabila terbentuk cincin warna merah (terbentuk indole) b. F. keping. Amati terbentuknya gas pada tabung durham (+) dan perubahan warna media (asam) (+). Pengenceran terakhir dilakukan pemanasan pada air mendidih (membunuh bakteri selain Bacillus) c. sedangkan pada MSAdarah : bulat. Amati pertumbuhan koloni yang terbentuk : koloni warna merah atau bening keruh dan pada bagian tengahnya berwarna hitam menunjukkan adanya koloni Salmonella. Methyle red : ditambah indikator methyle red. inkubasi pada suhu 37 OC selama 1 x 24 jam. coli hasil isolasi disiapkan. (+) apabila berwarna merah (terbentuk asam) c. Amati perubahan warna pada masing-masing medium : a. Inkubasi selama 2 x 24 jam pada suhu 37 OC e. IDENTIFIKASI I. Amati pertumbuhan koloni yang terbentuk : pada media MSA : bulat. cembung. (+) apabila terbentuk warna merah (terbentuk asetil methyl karbinol) d. IDENTIFIKASI Salmonella dan Shigella 1. menjalar IV. Koloni yang di duga E. tepi tidak rata. Masukan dalam medium LB + indikator warna (preenrichment) yang didalamnya terdapat tabung durham. untuk Indole dan Voges Proskauer selama 2 x 24 jam sedangkan Methyl Red dan Koser’s Citrat 4 x 24 jam. putih.ISOLASI Bacillus cereus a. ISOLASI Staphylococcus aureus a. Voges Proskauer : ditambah KOH dan α naftol. Koloni yang terbentuk Salmonella pada media SSA (koloni berwarna merah atau bening keruh dan pada bagian tengahnya berwarna hitam) dan Shigella koloni warna merah atau bening keruh dan pada bagian tengahnya tidak berwarna hitam. coli 1. III. Inkubasi selama 2 x 24 jam pada suhu 37 OC d. 2. berwarna kuning dengan zona kuning disekeliling koloni. Pengenceran terakhir dilakukan penanaman secara streak plate dan spread plate pada media MSA atau MSA-darah c. Amati pertumbuhan koloni yang terbentuk : bulat. Dilakukan penanaman pada media Agar plate d. sedangkan Shigella koloni warna merah atau bening keruh dan pada bagian tengahnya tidak berwarna hitam. putih sampai abu-abu dengan zona jernih disekeliling koloni (hemolisis). Spesimen di lakukan pengenceran sampai tingkatan tertentu b. Indole : ditambah covak indole reagent. II. Laboratorium Mikrobiologi Kesehatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Jurusan Kedokteran Unsoed-Purwokerto . Hasil positif dimasukan sebanyak 1 ose ke dalam medium IMViC (Indole Methyl Red Voges Proskauer Koser’s Citrat). cembung. 3. Spesimen di lakukan pengenceran sampai tingkatan tertentu b.f. 4. IDENTIFIKASI E.

indole (+ / -) dan motiliti (tidak motil / -) (3). 3. koagulase test (inkubasi 37 OC selama 24 jam) dan oksidase test. antrachis B. (3). (2). UA negatif (tidak terjadi perubahan warna media). 1 2 3 4 Spesies B. Koloni yang tersangka Staphylococcus dilakukan pewarnaan gram 2. TSIA lereng merah (alkalis).IDENTIFIKASI Bacillus cereus 1. Salmonella : (1). subtilis B. Apabila dijumpai gram positif berbentuk batang dilanjutkan ke media uji 2. Inkubasi pada suhu 37 OC selama 1 x 24 jam 3. koagulase test (inkubasi 37 OC selama 24 jam) dan uji negatif : oksidase test. SIMA (tusukan) dan UA (tusukan) untuk identifikasi jenis Salmonella. IDENTIFIKASI Staphylococcus aureus 1. dasar kuning (asam) dan gas (+ / -). 3. staphylase test. Tabel Identifikasi Bacillus : No. (2). Hasil pengamatan menunjukkan. staphylase test. thuringensis Mo Lec Glu Lac Man Mal Suc G 6% Sta Nit AnO2 GL + + + + + + + + + + + +/+/+/++ + +/+ + + + + + + + + + + + + Keterangan : ON : oval tidak mengembang Mo : motilitas Lec : lecitinase Glu : glukosa Lac : lactose Man : manitol Mal : maltosa Suc : sukrosa G 6% : kaldu NaCl 6% Sta : starch Nit : reduksi nitrat AnO2 : pertumbuhan pada nutrient agar anaerob GL : globule lipid BS ON ON ON ON Laboratorium Mikrobiologi Kesehatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Jurusan Kedokteran Unsoed-Purwokerto . SIMA : hidrogen sulfida (H2S) positif. Dicocokan dengan table ciri-ciri Bacillus IV. UA negatif (tidak terjadi perubahan warna media). indole (-) dan motiliti (aktif / +). D-Nase test test.2. Jika Staphylococcus gram positif. uji positif : katalase test. Koloni kemudian dilakukan pewarnaan gram. SIMA : hidrogen sulfida (H 2S) negatif. cereus B. Apabila pengamatan menunjukkan batang gram negatif maka dilanjutkan ke uji biokimia. Koloni yang tersangka Bacillus kemudian dilakukan pewarnaan gram. D-Nase test test. 4. III. dasar kuning (asam) dan gas (+ / -). Amati pertumbuhan koloni dan perubahan media identifikasi. Shigella : (1). dilanjut katalase test. Dibaca dan dicatat pertumbuhan pada media uji 4. Koloni tersebut kemudian ditumbuhkan pada media tegak miring TSIA (goresan dan tusukan). Inkubasi pada suhu 35 OC selama 1 x 24 jam. TSIA lereng merah (alkalis).

3 11 15 19 11 15 20 24 16 20 24 29 10 ml 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 1 ml 0 0 0 0 1 1 1 1 2 2 2 2 3 3 3 3 0 0 0 0 1 1 1 1 2 2 2 2 3 3 3 3 0.1 20 26 15 20 27 34 21 28 35 42 29 36 44 53 23 39 64 95 43 75 120 160 93 150 210 290 240 460 1100 >1100 Laboratorium Mikrobiologi Kesehatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Jurusan Kedokteran Unsoed-Purwokerto .4 13 16 19 3.2 11 15 7.Tabel MPN per 100 ml sampel menggunakan 3 seri tabung untuk setiap pengenceran 10 ml 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 ml 0 0 0 0 1 1 1 1 2 2 2 2 3 3 3 3 0 0 0 0 1 1 1 1 2 2 2 2 3 3 3 3 0.1 14.1 ml 0 1 2 3 0 1 2 3 0 1 2 3 0 1 2 3 0 1 2 3 0 1 2 3 0 1 2 3 0 1 2 3 MPN per 100 ml 9.2 9.1 9.3 12 16 9.1 ml 0 1 2 3 0 1 2 3 0 1 2 3 0 1 2 3 0 1 2 3 0 1 2 3 0 1 2 3 0 1 2 3 MPN per 100 ml 3 6 9 3 6.2 12 6.6 7.

dan Vi dari laboratorium. typhi.umnya telah pernah terinfeksi oleh antigen tersebut. Serum penderita yang diduga mengandung suatu antibodi. Reaksi serologi dapat digunakan sebagai : 1. berarti penderita sebel. Aglutinasi Vi berbentuk awan Reaksi Widall adalah reaksi serum (sero-test) untuk mengetahui ada tidaknnya antibodi terhadap Salmonella typhi. dapat direaksikan dengan antigen secara spesifik 4. kelenjar limfa. Antibodi ini dapat berupa antibakteri. Sifat antigen : 1. dikatakan reaksi Widall positif berarti serum orang tersebut mempunyai antibodi terhadap S. juga dapat digunakan untuk menentukan golongan darah sebelum melakukan transfusi darah. antibodi bersifat thermolabil dan tidak tahan apabila kena sinar matahari. Reaksi Widall negatif artinya tidak memiliki antibodi terhadap S. bergantung dari antigen yang masuk. Contoh. virus maupun toksinnya yang terdiri atas protein akan bertindak sebagai antigen apabila sehingga merangsang dibentuknya antibodi. Apabila terjadi aglutinasi. limfa dan sebagainya) Sifat antibodi : 1. Selain dapat dipakai untuk menentukan jenis kuman yang diasingkan dari penderita. setelah sembuh dari penyakit tifus ataupun sedang menderita tifus. antivirus maupun antitoksin. Mengukur titer atau kadar Tes serologi berdasarkan pada terjadinya ikatan antigen antibodi.000 2. peninggian titer aglutinin H disebabkan vaksinasi dan peninggian titer aglutinin Vi menunjukkan karier. Aglutinasi H berbentuk butir-butir pasir yang hilang apabila dikocok 3. tidak mudah hancur dan terurai oleh cairan-cairan tubuh (darah. reaksi Widall dipakai untuk mendiagnosis penyakit typus abdominalis yang disebabkan oleh Salmonella typhi. Pada reaksi aglutinasinya : 1. selalu berupa protein yang mempunyai berat molekul lebih dari 10. Salmonella typhi mempunyai tiga macam antigen. Sel bakteri. Apabila terjadi reaksi (reaksi positif). Beberapa jenis karbohidrat dan lemak. yaitu : O antigen (somatik antigen). Antigen adalah zat yang dapat merangsang terbentuknya antibodi apabila dimasukkan dalam jaringan tubuh Antibodi adalah zat yang dihasilkan tubuh setelah dimasuki suatu antigen. tetapi apabila berikatan dengan suatu protein akan bersifat antigen. liver) 5. sehingga merangsang terbentuknya Laboratorium Mikrobiologi Kesehatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Jurusan Kedokteran Unsoed-Purwokerto . memilih donor yang tepat pada transplantasi jaringan. typhi. apabila masuk dalam jaringan tubuh tidak akan bersifat antigen. direaksikan dengan antigen yang sudah diketahui jenisnya. baik setelah vaksinasi. Jumlah antibodi (titer antibodi) yang terdapat di dalam serum penderita dapat dipakai sebagai dasar untuk diagnosa penyakitnya. H. Peninggian titer aglutinin O menunjukkan adanya infeksi yang aktif. dibuat dalam reticulo endothelial system (sumsum tulang. terdiri dari suatu zat yqang menempel pada gamma globulin 2. karena itu harus disimpan pada tempat yang dingin dan gelap. Menentukan antigen atau antibodi apabila salah satu dari hal tersebut telah diketahui 2. Aglutinasi O berbentuk butir-butir pasir yang tidak hilang apabila dikocok 2. Reaksi Widall dipakai untuk menegakkan diagnosis penyeakit tifus abdominalis.UJI SEROLOGI Serologi adalah telaah ilmu tentang reaksi antara antigen dengan antibodi di dalam serum. dengan jalan mereaksikan serum seseorang dengan antigen O. berada dalam keadaan larut dalam cairan badan (serum) 3. H antigen (flagellar antigen) dan Vi antigen (virulensi antigen) ada juga pustaka menambahkan K antigen (kapsul antigen).

Titer 1/160 Ambil 10 μl serum (antibodi) + 40 μl (1 tetes) reagen Widall (antigen S. apabila terjadi aglutinasi maka reaksi positif. Tujuan Bahan Alat : Menguji secara serologi mikroba patogen yang menyebabkan penyakit : Antigen Salmonella typhi H. pada mulanya dianggap sebagai faktor penting untuk menentukan virulensi kuman. typhi H) 2. Misalnya. Biasanya titer yang diperoleh tidak begitu tinggi karena aglutinasi sel kuman diperlukan lebih banyak molekul antibodi. Karbohidrat atau lemak yang dapat berikatan dengan protein dan bersifat antigen disebut HAPTEN. didapat dengan cara menyuntikan kuman yang masih bergerak dalam bentuk suspensi kuman hidup atau dimatikan dan antigen somatiknya dirusak dengan formalin. Pada manusia. hanya terdapat pada kuman yang baru diasingkan dan terbatas pada Salmonella typhi serta beberapa jenis salmonella lainnya dan kuman enterik non patogen. Amati masing-masing. Vi. pipet tetes Prosedur : 1. tetapi tidak ada hubungannya dengan derajat kekebalan tubuh karena antigen H tidak berhubungan dengan virulensi. antigen somatik) berlainan dengan antigen dari flagel (antigen H) dan hasil aglutinasinya jelas berbeda. Titer yang didapat biasanya tinggi karena antibodi H mempunyai afinitas tinggi terhadap flagela dan mudah menyebabkan bergerombolnya flagela. Antibodi O. dan apabila tidak terjasi aglutinasi (tidak ada antigen Salmonella typhi H pada serum penderita) maka reaksi negatif 5. serum darah penderita tyfus : Objeck glass. Pekerjaan diteruskan hingga reksi negatif. Istilah Reaksi Antigen dengan Antibodi Antigen Antibodi Reaksi Aglutinogen Aglutinin Aglutinasi Precipinogen Precipitin Precipitasi Sel bakteri Bakteriolysin Bakteriolisis Toksin Antitoksin Flokulasi Weil Felix (1971) menemukan bahwa antigen badan kuman (antigen O. typhi H) 4. mikropipet segala ukuran. Antigen Vi dapat dihilangkan dengan cara pembiakkan berulangkali. ke dalam tubuh binatang percobaan. Antibodi Vi. Antibodi H. Obat-obat tertentu apabila diberikan kepada seseorang yang sensitiv.antibodi. titer yang tinggi menunjukkan adanya infeksi atau pernah divaksinasi. Titer 1/320 Ambil 5 μl serum (antibodi) + 40 μl (1 tetes) reagen Widall (antigen S. kependekan dari virulensi. seseorang menjadi alergi terhadap obat sulfa atau penisilin. typhi H) 3. tetapi kemudian ternyata antigen Vi tidak sepenting reaksi aglutinasi dengan serum yang mengandung antibodi O. Laboratorium Mikrobiologi Kesehatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Jurusan Kedokteran Unsoed-Purwokerto . dapat merupakan hapten karena berikatan dengan protein tubuh sehingga merangsang dibentuknya antibodi. Untuk titernya dihitung kelipatannya. didapat dengan cara menyuntikan kuman yang flagelanya telah dirusak dengan mencampur alkohol dan dieram pada suhu 37 OC selama 24-36 jam. Titer 1/80 Ambil 20 μl serum (antibodi) + 40 μl (1 tetes) reagen Widall (antigen S.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->