Makalah Hadits Tarbawi tentang Materi Pelajaran

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Aktivitas kependidikan Islam timbul sejak adanya manusia itu sendiri (Nabi Adam dan Hawa), bahkan ayat Quran yang pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad Shollahu ‘alaihi wassalam, adalah bukan perintah tentang sholat, puasa, dan lainnya, tetapi justru perintah iqra’ (membaca, merenung, menelaah, meneliti atau mengaji) atau perintah untuk mencerdaskan kehidupan manusia yang merupakan inti dari aktivitas pendidikan. Menurut Muhaimin, dari sinilah manusia memikirkan, menelaah dan meneliti bagaimana pelaksanaan pendidikan itu, sehingga muncullah pemikiran dan teori-teori pendidikan Islam. Karena itu, menurut Abd al-Gani ‘Ubud, seperti yang dikutip Muhaimin menyatakan bahwa tidak mungkin ada kegiatan pendidikan Islam dan sistem pengajaran Islam, tanpa teori-teori atau pemikiran pendidikan Islam[1] Di Indonesia aktivitas kependidikan Islam pada dasarnya sudah berlangsung dan berkembang sejak sebelum Indonesia merdeka hingga sekarang. Hal ini dapat dilihat dari fenomena tumbuhkembangnya program praktik pendidikan Islam dilaksanakan di Nusantara, baik yang berupa pendidikan Pondok Pesantren, Pendidikan Madrasah, Pendidikan Umum yang bernafaskan Islam, pelajaran Pendidikan Agama Islam yang diselenggarakan di lembaga- lembaga pendidikan umum sebagai suatu mata pelajaran atau mata kuliah, maupun pendidikan agama Islam yang diselenggarakan oleh kelompok-kelompok tertentu di masyarakat, serta di tempat-tempat ibadah dan media massa.[2] Berkaitan dengan materi pengajaran pada pembahasan kali ini, hadits tarbawi dengan sub pembahasan “ Materi Pengajaran” akan menjelaskan hadits-hadits yang berkaitan dengan dunia pendidikan, khususnya pendidikan dan pengajaran.

BAB II PEMBAHASAN A. Aqidah Dalam suatu hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas ra, bahwa rosulullah saw bersabda:

‫يققلا‬ َ )): ‫ل‬ َ ‫قققلا‬ َ ‫ف‬ َ ، ‫لا‬ ً ‫ يومقق‬- ‫ صلى الق عليققه وسققلم‬- ‫ي‬ ّ ‫نّيب‬ َّ ‫ كنت خلف ال‬: ‫ل‬ َ ‫قلا‬ َ ، ‫س رضي ال عنهملا‬ ٍ ‫ن عّيبلا‬ ِ ‫عن اب‬ ‫ذا‬ َ ‫إ‬ ِ ‫ و‬، ‫ل ال ق‬ ِ ‫أ‬ َ ‫فلاس‬ َ ‫ت‬ َ ‫ل‬ ْ‫سأ َك‬ َ ‫ذا‬ َ ‫إ‬ ِ ، ‫ك‬ َ ‫ه‬ َ ‫جلا‬ َ ‫ت‬ ُ ، ‫ه‬ ُ ، ‫د‬ ْ‫ج َك‬ ِ ‫ت‬ َ ‫ل‬ َ ‫ظ ا‬ ِ ‫ف‬ َ ‫ح‬ ْ‫ ا َك‬، (( 2))‫ك‬ َ ‫ظ‬ ْ‫ف َك‬ َ ‫ح‬ ْ‫ي َك‬ َ ‫ل‬ َ ‫ظ ا‬ ِ ‫ف‬ َ ‫ح‬ ْ‫ ا َك‬: ‫ت‬ ٍ ‫ملا‬ َ ‫ل‬ ِ ‫ك‬ َ ‫ك‬ َ ‫لم‬ ّ‫ني أعم‬ ِّ ‫ إ‬، ‫م‬ ُ ، ‫غال‬ ُ ، ُ ، ‫تّيب‬ ‫ه‬ َ ‫ك‬ َ ‫د‬ ْ‫ق َك‬ َ ‫ء‬ ٍ ‫شي‬ َ ‫ب‬ ِ ‫ال‬ َّ ‫ك إ‬ َ ‫عو‬ ُ ، ‫ف‬ َ ‫ن‬ ْ‫ي َك‬ َ ‫م‬ ْ‫ل َك‬ َ ‫ء‬ ٍ ‫شي‬ َ ‫ب‬ ِ ‫ك‬ َ ‫عو‬ ُ ، ‫ف‬ َ ‫ن‬ ْ‫ َ َك‬ ‫ني‬ ْ‫لى أ َك‬ َ ‫ع‬ َ ‫ت‬ ْ‫ع َك‬ َ ‫م‬ َ ‫ت‬ َ ‫ج‬ ْ‫و ا َك‬ ْ‫ل َك‬ َ ‫ة‬ َ ‫م‬ َّ ‫أل‬ ُ ، ‫ن ا‬ َّ ‫ أ‬: ‫م‬ ْ‫ل َك‬ َ ‫ع‬ ْ‫وا َك‬ َ ، ‫ل‬ ِ ‫ن بلا‬ ْ‫ع َك‬ ِ ‫ت‬ َ ‫س‬ ْ‫فلا َك‬ َ ‫ت‬ َ ‫ن‬ ْ‫ع َك‬ َ ‫ت‬ َ ‫س‬ ْ‫ا َك‬ ُ ، ‫ال‬ ‫م‬ َ ‫ق‬ ْ‫أل َك‬ َ ‫ت ا‬ ِ ‫ع ق‬ َ ‫ف‬ ِ ُ ، ‫ر‬،‫ك‬ َ ‫ي ق‬ ْ‫ل َك‬ َ ‫ع‬ َ ‫ل ق‬ ُ ، ‫ه ا‬ ُ ، ‫ّيب ق‬ َ ‫ت‬ َ ‫ك‬ َ ‫د‬ ْ‫ق ق َك‬ َ ‫ء‬ ٍ ‫شي‬ َ ‫ب‬ ِ ‫ال‬ َّ ‫ك إ‬ َ ‫رو‬ ّ‫ض م‬ ُ ، ‫ي‬ َ ‫م‬ ْ‫ل َك‬ َ ‫ء‬ ٍ ‫شي‬ َ ‫ب‬ ِ ‫ك‬ َ ‫رو‬ ّ‫ض م‬ ُ ، ‫ي‬ َ ‫ن‬ ْ‫لى أ َك‬ َ ‫ع‬ َ ‫عوا‬ ُ ، ‫م‬ َ ‫ت‬ َ ‫إن اج‬ ِ ‫و‬ َ ، ‫ك‬ َ ‫ل‬ َ ‫ل‬ ُ ، ‫ا‬ ُ ، ‫صح‬ ‫ف‬ ّ‫ت ال م‬ ِ ‫ف‬ َّ َ ‫وج‬ َ (‫ )) حديث حسن صحيح‬: ‫ل‬ َ ‫وقلا‬ َ ، (‫رواه الترمذي‬ ،‫ة‬ ِ ‫د‬ َّ ‫ش‬ ِّ ‫ك في ال‬ َ ‫رف‬ ِ ‫ع‬ ْ‫ي َك‬ َ ‫ء‬ ِ ‫خلا‬ َ ‫ر‬ َّ ‫ل في ال‬ ِ ‫لى ا‬ َ ِ ‫فإ‬ ْ‫ر َك‬ َّ ‫تع‬ َ ، ‫ك‬ َ ‫م‬ َ ‫ملا‬ َ ‫أ‬ َ ‫ه‬ ُ ، ‫د‬ ْ‫ج َك‬ ِ ‫ت‬ َ ‫ظ ال‬ ِ ‫ف‬ َ ‫ح‬ ْ‫ )) ا َك‬: ‫ر الترمذي‬ ِ ‫وفي رواية غي‬ ،‫ر‬ ِ ‫ّيب‬ ْ‫ص َك‬ َّ ‫ع ال‬ َ ‫م‬ َ ‫ر‬ َ ‫ص‬ ْ‫ن َك‬ َّ ‫ن ال‬ َّ ‫ أ‬: ‫م‬ ْ‫ل َك‬ َ ‫ع‬ ْ‫وا َك‬ َ ، ‫ك‬ َ ‫ئ‬ َ ‫ط‬ ِ ‫خ‬ ْ‫ي َك‬ ُ ، ‫ل‬ ِ ‫ن‬ ْ‫ك َك‬ ُ ، ‫ي‬ َ ‫م‬ ْ‫ل َك‬ َ ‫ك‬ َ ‫ب‬ َ ‫صلا‬ َ ‫ملا أ‬ َ ‫و‬ َ ، ‫ك‬ َ ‫صيّيب‬ ِ ‫ي‬ ُ ، ‫ل‬ ِ ‫ن‬ ْ‫ك َك‬ ُ ، ‫ي‬ َ ‫م‬ ْ‫ل َك‬ َ ‫ك‬ َ ‫طأ‬ َ ‫خ‬ ْ‫أ َك‬ َ ‫ملا‬ َ ‫ن‬ َّ ‫ أ‬: ‫م‬ ْ‫ل َك‬ َ ‫ع‬ ْ‫وا َك‬ َ . [3](( ‫ا‬ ً ‫سر‬ ْ‫ي َك‬ ُ ، ‫ر‬ ِ ‫س‬ ْ‫ع َك‬ ُ ، ‫ع ال‬ َ ‫م‬ َ ‫ن‬ َّ ‫أ‬ َ ‫و‬ َ ، ‫ب‬ ِ ‫ر‬ ْ‫ك َك‬ َ ‫ع ال‬ َ ‫م‬ َ ‫ج‬ َ ‫ر‬ َ ‫ف‬ َ ‫ن ال‬ َّ ‫أ‬ َ ‫و‬ َ
Artinya: Dari Ibnu Abbas ra, ia berkata: “Kali tertentu saya berada dibelakang Nabi saw, kemudian beliau bersabda “Hai anak kecil, aku akan mengajarkan kepadamu nbeberapa kalimat, yaitu: “ Jagalah (perintah) Allah niscaya kamu dapati Allah selalu di hadapanmu. Jika

Kalau ini dilakukan. agar senantiasa memelihara aturanaturan yang sudah ditetapkan oleh Allah Swt. maka mintalah pertolongan kepada Allah. dan sesudah kesulitan. Adapun jika penanaman nilai itu terlambat. Dan ketahuilah. jika umat manusia bersatu untuk memberikan manfaat (kebaikan) kepadamu niscaya mereka tidak akan dapat melakukan hal itu kepadamu kecuali dengan sesuatu hal yang telah ditentukan Allah padamu. menolong kesusahannya. Ketahuilah.maka di waktu susah dan sulit. dan jika engkau meminta pertolongan. meringankan bebannya.[4] A. sesungguhnya sesuatu yang seharusnya luput mengenaimu. niscaya Allah akan mengingatmu diwaktu susahmu. tentulah sesuatu itu tidak akan mengenaimu. justru anak-anak Muslim itu yang disuruh untuk memimpin doa Kristen di kelasnya. niscaya Allah akan memeliharanya juga. manusia tetap ingat pada Allah -dan ini biasanya sulit. Sumber-sumber informasi mengatakan. Sehingga kalaupun seseorang hidup di lingkungan yang sangat jauh dari ajaran Islam. maka Allah senantiasa di hadapanNya. tetapi ideologinya tidak terpengaruh. bila senang. keyakinannya tidak goyah. ia lupa dengan yang memberi nikmat. Betapa teganya seorang ayah memasukkan anaknya ke "sarang harimau" demi mendapatkan pendidikan modern. Pada . sampai akhirnya merekapun murtad dari Islam. maka pada saat manusia membutuhkan bantuan Allah. Sejak kecil anak tidak mendapatkan doktrin Islam. Rasul Saw mengajarkan kepada Ibnu 'Abbas. apalagi setelah kepalanya terisi oleh teori-teori dan doktrin di luar Islam. Pada riwayat lain disebutkan : "Kenalilah Allah di waktu senang. mintalah kepada Allah. doktrin tersebut tertanam dalam benaknya hingga ia tua. Rosulullah saw bersabda: “Peliharalah (perintah) Allah niscaya engkau akan menemui-Nya dihadapanmu. kesenangan itu ada kesudahan. maka kehidupan setelah dewasa dan masa tua banyak dipengaruhi oleh masa muda itu. bahkan menjadikan mereka sebagai mangsa untuk penyebaran misi mereka.karena ia belajar di sekolah-sekolah sekuler. Sekolahsekolah missionaries itu bukan hanya tidak memberikan pendidikan Islam kepada anak-anak Muslim.1 Kandungan dan Penjelasan Hadits serta Kaitannya dengan Dunia Pendidikan Hadits ini mengandung penjelasan tentang 'aqidah Islam. Ketahuilah. niscaya Dia akan mengenalmu di waktu susah. Hendaknya engkau mengingat Allah diwaktu lapang (senang. justru yang tertanam di kepalanya adalah doktrin sekuler -yang memisahkan antara dien dari kehidupan. Bila nilai itu sudah tertanam. akidah mereka terancam dan Iman mereka kian hari kian menipis. maka manusia seperti inilah susah untuk disadarkan dan dibimbing ke jalan Islam. Allah akan menolongnya. pasti ada kemudahan”. karena tabiat manusia. Karena usia inilah yang paling tepat untuk menanamkan nilai. Pelajaran seperti ini memang sangat tepat diajarkan kepada anak. Bahkan yang lebih parah. Telah diangkat pena dan telah keringlah (tinta) lembaran-lembaran itu” (HR. Rasul menyampaikan pelajaran ini kepada Abdullah ibn 'Abbas pada usia mudanya. Dan jika Allah dijaga dalam arti hukumhukumNya ditaati. Yang diharapkan darinya ialah. Dan dalam riwayat selain Tirmidzi dikatakan. sesungguhnya kemenangan itu disertai kesabaran.engkau minta. Dan jika mereka bersatu hendak mencelakakan dirimu niscaya mereka tidak akan dapat mencelakakanmu kecuali dengan sesuatu yang telah ditentukan Allah padamu. Imam Tirmidzi). Ini menunjukkan bahwa pendidikan aqidah sudah ditanamkan kepada seseorang sejak ia kecil." Maksudnya bila di waktu senang. Psikologi anak mudah menerima pendidikan seperti ini dan dengan bahasa seperti hadits ini. anak yang sekolah di sekolah-sekolah missionaris Kristen dan Katolik dengan berbagai sektenya. Sayangnya di masyarakat Muslim sekarang yang terjadi justru seperti ini. tidak melanggar batasan-batasanNya.

apalagi kepada musuh Allah seperti syaitan. Berjalan di gunung tidak selamanya mendaki dan tidak selamanya menurun. [7] Namun menurut pendapat sebagian ulama. tidak bertahan selamanya. surat ini diturunkan dua kali. Ketika kami hendak keluar kami menagih : “Wahai Rosulullah !! engkau tadi berkata “Tentu aku ajarkan kepadamu surat yang paling agung dalam al-Qur’an. Ada waktunya mendaki dan ada waktunya menurun.” (HR Bukhari). Rasulullah Saw mengajarkan di dalam hadits ini dasar-dasar 'aqidah.[6] B. Riwayat lain mengenai hadits ini memberikan tambahan penjelasan bahwa hidup ini ibarat berlayar di lautan. padahal kepada Allah ia tidak meminta bantuan. ia . maka di depannya kesuksesan telah menunggu. Bila ia sabar dalam kepahitan itu. Allah akan menurunkan bantuan dan pertolongan. kadang ombaknya besar. kadang airnya tenang. rosulullah saw bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Sa’id Rafi’ bin al-Mu’alla: ‫ صققلى الق‬.‫عليه وسلم‬ ‫ة فقي‬ ٍ ‫ر‬ َ ‫سققو‬ ُ ، ‫م‬ َ ‫ظق‬ َ ‫ع‬ ْ‫ك أ َك‬ َ ‫نق‬ َّ ‫م‬ َ ‫ل‬ ِّ‫ع‬ َ ‫أل‬ ُ ، : َ ‫لقت‬ ْ‫ق َك‬ ُ ، ‫ك‬ َ ‫نق‬ َّ ‫ إ‬، ‫لق‬ ِ ‫ل ا‬ َ ‫سو‬ ُ ، ‫ر‬ َ ‫يلا‬ َ : ‫ت‬ ُ ، ‫ل‬ ْ‫ق َك‬ ُ ، ، ‫ج‬ َ ‫ر‬ ُ ، ‫خ‬ ْ‫ن َك‬ َ ‫ن‬ ْ‫نلا أ َك‬ َ ‫د‬ ْ‫ر َك‬ َ ‫ملا أ‬ َّ ‫ل‬ َ ‫ف‬ َ ، ‫دي‬ ِ ‫ي‬ َ ‫ب‬ ِ ‫ذي‬ ِ ‫ل ق‬ َّ‫م ا‬ ُ ، ‫ظي ق‬ ِ ‫ع‬ َ ‫ن ال‬ ُ ، ‫رنآ‬ ْ‫ق ق َك‬ ُ ، ‫وال‬ َ ‫ني‬ ِ ‫ثققلا‬ َ ‫م‬ َ ‫ع ال‬ ُ ، ‫ّيب‬ ْ‫َّ ق َك‬ ‫ي الس‬ َ ‫ه ق‬ ِ ، ‫ن‬ َ ‫مي‬ ِ ‫ل‬ َ ‫عققلا‬ َ ‫ب ال‬ ِّ ‫ر‬ َ ‫ل ق‬ ِ ‫د‬ ُ ، ‫م ق‬ ْ‫ح َك‬ َ ‫ )) ال‬: ‫ل‬ َ ‫قققلا‬ َ ‫ن ؟‬ ِ ‫رنآ‬ ْ‫ُ ق َك‬ ، ‫الق‬ [5]. khususnya anak didik yang masih muda agar ia siap menghadapi kehidupan yang penuh dengan ujian kesabaran dan keadaan yang serba sulit. Tempat mengadu hanya Allah Swt. Bahkan di dalam riwayat tersebut disebutkan. “Rosulullah saw bersabda: AL HAMDULILLAHI ROBBIL ‘AALAMIIN (Surat al-Fatihah). Kesusahan tidak terus menerus. ia akan gagal untuk meraih cita-citanya. bahwa kemenangan sering didahului oleh penderitaan. Maka berkat kesabaran. Ia merupakan surat pertama dalam daftar surat Al-Qur’an.‫لق‬ ِ ‫ل ا‬ ُ ، ‫ل لققي رسققو‬ َ ‫قققلا‬ َ : ‫ل‬ َ ‫قققلا‬ َ ، . Manusia tak layak meminta bantuan kepada makhluk Allah.‫لى‬ َّ‫ع‬ َ ‫م‬ ُ ، ‫ل‬ ْ‫ع بن ا َك‬ ِ ‫ف‬ ِ ‫را‬ َ ‫د‬ ٍ ‫عي‬ ِ ‫س‬ َ ‫أبي‬ َ ‫عن‬ َ ‫خ ق‬ ‫ذ‬ َ ‫فأ‬ َ (( ‫د ؟‬ ِ ‫ج‬ ِ ‫س ق‬ ْ‫م َك‬ َ ‫ل‬ ْ‫ن ا َك‬ َ ‫م ق‬ ِ ‫ج‬ َ ‫ر‬ ُ ، ‫خ ق‬ ْ‫ت َك‬ َ ‫ن‬ ْ‫ل أ َك‬ َ ‫ّيب‬ ْ‫ق َك‬ َ ‫رنآن‬ ْ‫ق َك‬ ُ ، ‫ة في ال‬ ٍ ‫ر‬ َ ‫سو‬ ُ ، ‫م‬ َ ‫ظ‬ َ ‫ع‬ ْ‫أ َك‬ َ ‫ك‬ َ ‫م‬ ُ ، ‫ل‬ ِّ‫ع‬ َ ‫أ‬ ُ ، ‫ال‬ َ ‫أ‬ َ )) : . Juga ibarat mendaki gunung. Inilah pelajaran penting dalam aqidah. Di waktu susah. manusia perlu sabar. Tetapi bila ia tidak sabar dan mundur dari jalannya. Hidup ini tidak selamanya konstan. Al-Qur’an Selanjutnya. Orang yang ingin berhasil dan sukses mencapai cita-citanya. ia berkata: Rosulullah saw bersabda kepadaku: sukakah aku ajarkan kepadamu surat yang paling agung dalam al-Qur’an sebelum kamu keluar dari masjid?” beliau lalu menggandeng tanganku. Meski demikian. timbullah kemudahan.waktu ia dewasa ia tetap teringat bahwa apabila seseorang ingin senantiasa mendapat penjagaan dari Allah maka ia harus juga menjaga Allah Swt dalam kesehariannya. Setelah kesulitan. seperti Mujahid. Oleh karenanya Nabi Saw mengajarkan bahwa kemenangan didapat melalui kesabaran. sekali di Madinah. Kesenangan juga tidak selamanya. ia harus berjuang menapaki jalan kesuksesan itu dengan segala kepahitan dan penderitaan.1.‫ رضي ال عنه‬. Dan ini benar bila dirasakan dalam kehidupan. yaitu tempat meminta hanya kepada Allah Swt. karena kesusahan itu sementara. ‫ه (( رواه الّيبخلاري‬ ُ ، ‫ت‬ ُ ، ‫تي‬ ِ ‫أو‬ ُ ، Artinya: Dari Abu Sa’id Rafi’ Al Mu’alla ra. Manusia tidak pantas mengadukan masalahnya kepada manusia apalagi kepada Jin. yaitu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan al-Qur’an yang agung yang diberikan kepadaku. sementara ia tidak mengadu kepada Zat Yang Menciptakannya. Kandungan dan Penjelasan Hadits Al-Fatihah terdiri dari tujuh ayat dan menurut mayoritas ulama diturunkan di Mekkah. surat ini diturunkan di Madinah. Menurut pendapat lain lagi. B. Pelajaran inilah yang perlu ditanamkan kepada setiap manusia. sekali di Mekkah.

mereka dapat bersedekah harta namun kami tidak dapat bersedekah.‫ال عليه وسلم‬ َ ‫رو‬ ‫ن‬ ُ ، ‫ّيبق‬ ِّ‫ك‬ َ ‫ت‬ ُ ، ‫و‬ َ ‫ن‬ َ ‫حو‬ ُ ، ‫ّيب‬ ِّ‫سقق‬ َ ‫ت‬ ُ ، )) : ‫ل‬ َ ‫قققلا‬ َ ، ‫يققلا رسققول الق‬ َ ‫لققى‬ َ ‫ب‬ َ : ‫م ؟ (( ققلالوا‬ ْ‫ت َك‬ ُ ، ‫ع‬ ْ‫ن َك‬ َ ‫صق‬ َ ‫ملا‬ َ ‫ل‬ َ ‫ث‬ ْ‫م َك‬ ِ ‫ع‬ َ ‫ن‬ َ ‫ص‬ َ ‫ن‬ ْ‫م َك‬ َ ‫ال‬ َّ ‫إ‬ ِ ‫م‬ ْ‫ك َك‬ ُ ، ‫ن‬ ْ‫م َك‬ ِ ‫ل‬ َ ‫ض‬ َ ‫ف‬ ْ‫أ َك‬ ‫ صلى ال ق عليققه‬. mereka puasa sebagaimana kami juga berpuasa. Rasulullah saw lalu bersabda kembali: “Itu adalah karunia dari Allah. Rasulullah saw bersabda kembali: “Bacalah tasbih (subhanallaah). Rasulullah saw lalu bersabda kembali: “Maukah aku ajarkan kepada kalian sesuatu di mana kamu dapat mendahului. yang Allah berikan kepada orang yang dikehendakiNya” (HR. ‫وال أعلم‬ َ ، ‫ة‬ ُ ، ‫ر‬ َ ‫ثي‬ ِ ‫ك‬ َ ‫ل ال‬ ُ ، ‫وا‬ َ ‫م‬ ْ‫ األ َك‬: (( ‫ثور‬ ُ ، ‫د‬ ّ‫)) ال م‬ Artinya: Artinya: “Dari Abu Hurairah.‫لى رسول ال‬ َ ‫إ‬ ِ ‫ن‬ َ ‫ري‬ ِ ‫ج‬ ِ ‫هلا‬ َ ‫م‬ ُ ، ‫راء ال‬ َ ‫ق‬ َ ‫ف‬ ُ ، ‫ع‬ َ ‫ج‬ َ ‫ر‬ َ ‫ف‬ َ (( ‫ة‬ ً ‫ر‬ َّ ‫م‬ َ ‫ن‬ َ ‫ثي‬ ِ ‫ثال‬ َ ‫و‬ َ ‫لا‬ ً ‫ثالث‬ َ ‫ة‬ ٍ ‫ال‬ َ ‫ص‬ َ ‫ل‬ ِّ ‫ك‬ ُ ، ‫ر‬ َ ‫ب‬ ُ ، ‫د‬ ُ ، ، ‫ن‬ َ ‫دو‬ ُ ، ‫م‬ ِ ْ‫تحَك‬ َ ‫و‬ َ ‫ صققلى الق عليققه‬. Dalam hadits ini terlihat bahwa Al Fatihah merupakan surat yang teragung dan terbesar serta merupakan pendahuluan dari isi kitab yang mencakup seluruh isi dan maksud Al Qur'an yang biasa disebut Ummul Qur'an (induk kitab). Dengan kata lain.‫ صققلى الق عليققه وسققلم‬. dan tidak akan ada seorang pun yang dapat mengalahkan kebaikan kalian kecuali orang tersebut melakukan sebagaimana yang kalian lakukan?” Mereka menjawab: “Tentu mau ya Rasulullah”. Bukhari Muslim). orangorang kaya dan lapang.bukanlah surat yang pertama kali diturunkan. yaitu tema pujian kepada Allah yang memang berhak untuk mendapatkan pujian. sementara kami tidak dapat melakukannya”. Rasulullah saw lalu bertanya: “Bagaimana bisa demikian?” Mereka menjawab: “Mereka melakukan shalat sebagaimana kami shalat. Dinamakannya Al-Fatihah sebagai Ummul Kitab (Induk Kitab) adalah karena ia mengandung seluruh tema pokok dalam Alquran. dan martabatnya.‫وسلم‬ . karena surah yang pertama kali diturunkan adalah Surah al-Alaq. cara beribadah. tahmid (alhamdulillaah) dan takbir (Allahu akbar) setiap selesai shalat (wajib) sebanyak tiga puluh tiga kali”. Ibadah Sabda Rosulullah saw: ، . al-Fatihah mencakup ajaran-ajaran pokok dalam Islam. pokok bahasan. tema ibadah dalam bentuk perintah maupun larangan. dan petunjuk dalam menjalani hidup. C. telah mengalahkan kebaikan dan pahala kami dengan derajat yang tinggi dan kemewahan yang banyak”. Abu Shalih berkata: “Orang-orang miskin dari kelompok muhajirin lalu kembali lagi menghadap Rasulullah saw sambil berkata: “Kami mendengar bahwa orang-orang kaya itu juga melakukan apa yang telah kami lakukan ya Rasulullah”. kepercayaan terhadap Hari Kiamat. bahwasannya orang-orang miskin dari kelompok muhajirin datang menemui Rasulullah saw sambil mereka berkata: “Wahai Rasulullah saw. bahkan dikatakan juga sebagai Al Qur'an yang Agung dilihat dari segi tilawat. mereka dapat membebaskan budak belian.‫ل رسول الق‬ َ ‫قلا‬ َ ‫ف‬ َ ‫ه ؟‬ ُ ، ‫ل‬ َ ‫مث‬ ِ ‫لوا‬ ُ ،‫ع‬ َ ‫ف‬ َ ‫ف‬ َ ، ‫نلا‬ َ ‫ل‬ ْ‫ع َك‬ َ ‫ف‬ َ ‫ملا‬ َ ‫ب‬ ِ ‫ل‬ ِ ‫موا‬ ْ‫ل األ َك‬ ُ ، ‫نلا أه‬ َ ‫ن‬ ُ ، ‫وا‬ َ ‫خ‬ ْ‫ع إ َك‬ َ ‫م‬ ِ ‫س‬ َ : ‫ فقلالوا‬، . Tidak ada yang mungkin dapat menghalangi pemberian Allah dan tidak mungkin ada yang dapat memberi apa yang Allah . yaitu ajaran tentang tauhid.‫ل رسول ال ق‬ َ ‫قلا‬ َ ‫ف‬ َ ، ‫ق‬ ُ ، ‫ت‬ ِ ‫ع‬ ْ‫ن َك‬ َ ‫ال‬ َ ‫و‬ َ ‫ن‬ َ ‫قو‬ ُ ، ‫ت‬ ِ ‫ع‬ ْ‫ي َك‬ َ ‫و‬ َ ، ‫ق‬ ُ ، ‫د‬ َّ ‫ص‬ َ ‫ت‬ َ ‫ن‬ َ ‫ال‬ َ ‫و‬ َ ‫ن‬ َ ‫قو‬ ُ ، ‫د‬ َّ ‫ص‬ َ ‫ت‬ َ ‫ي‬ َ ‫و‬ َ ، ‫م‬ ُ ، ‫صو‬ ُ ، ‫ن‬ َ ‫ملا‬ َ ‫ك‬ َ ‫ن‬ َ ‫مو‬ ُ ، ‫صو‬ ُ ، ‫ي‬ َ ‫و‬ َ ، ‫لي‬ ِّ‫ص‬ َ ‫ن‬ ُ ، ٌ ‫ح ق أ‬ ‫د‬ َ ‫ن أ‬ ُ ، ‫كققو‬ ُ ، ‫ي‬ َ َ ‫وال‬ َ ، ‫م‬ ْ‫ك َك‬ ُ ، ‫د‬ َ ‫ع‬ ْ‫ب َك‬ َ ‫ن‬ ْ‫م َك‬ َ ‫ه‬ ِ ‫ب‬ ِ ‫ن‬ َ ‫قو‬ ُ ، ‫ّيب‬ ِ ‫س‬ ْ‫ت َك‬ َ ‫و‬ َ ، ‫م‬ ْ‫ك َك‬ ُ ، ‫ق‬ َ ‫ّيب‬ َ ‫س‬ َ ‫ن‬ ْ‫م َك‬ َ ‫ه‬ ِ ‫ب‬ ِ ‫ن‬ َ ‫كو‬ ُ ، ‫ر‬ ِ ‫د‬ ْ‫ت َك‬ ُ ، ‫لا‬ ً ‫يئ‬ ْ‫ش َك‬ َ ‫م‬ ْ‫ك َك‬ ُ ، ‫م‬ ُ ، ‫ل‬ ِّ‫ع‬ َ ‫أ‬ ُ ، ‫فال‬ َ ‫ )) أ‬: .‫وا رسول الق‬ ْ‫ت َك‬ َ ‫ن أ‬ َ ‫جري‬ ِ ‫هلا‬ َ ‫م‬ ُ ، ‫ء ال‬ َ ‫قرا‬ َ ‫ف‬ ُ ، ‫ن‬ َّ ‫ أ‬: . mengalahkan (pahala dan kebaikan) orang-orang sebelum kalian dan sesudah kalian.‫وسلم‬ [8].‫أبي هريرة‬ َ ‫وعن‬ ‫مققلا‬ َ ‫ك‬ َ ‫ن‬ َ ‫لو‬ ّ‫ص قم‬ َ ‫ي‬ ُ ، : ‫قلالوا‬ َ ‫ف‬ َ ((‫ذاك ؟‬ َ ‫ملا‬ َ ‫و‬ َ )) : ‫ل‬ َ ‫قلا‬ َ ‫ف‬ َ ، ‫مقيم‬ ُ ، ‫عيم ال‬ ِ ‫ن‬ َّ ‫وال‬ َ ، ‫لى‬ َ ‫ع‬ ُ ، ‫ت ال‬ ِ ‫جلا‬ َ ‫ر‬ َ ‫د‬ َّ ‫بلال‬ ِ ‫ر‬ ِ ‫ثو‬ ُ ، ‫د‬ ّ‫ل ال م‬ ُ ، ‫ه‬ ْ‫ب أ َك‬ َ ‫ه‬ َ ‫ذ‬ َ : ‫لوا‬ ُ ،‫قلا‬ َ ‫ف‬ َ ‫ صققلى‬. ‫هذا لفظ رواية مسلم‬ َ ‫و‬ َ ، ‫ه‬ ِ ‫ي‬ ْ‫ل َك‬ َ ‫ع‬ َ ‫ق‬ ٌ ‫ء (( متف أ‬ ُ ، ‫شلا‬ َ ‫ي‬ َ ‫ن‬ ْ‫م َك‬ َ ‫ه‬ ِ ‫تي‬ ِ ‫ؤ‬ ْ‫ي َك‬ ُ ، ‫ل‬ ِ ‫ل ا‬ ُ ، ‫ض‬ ْ‫ف َك‬ َ ‫ك‬ َ ‫ل‬ ِ ‫ذ‬ َ )) : . Muhammad bin ‘Ali Asy Syaukani rahimahullah mengatakan.‫ رضي ال عنه‬. serta tema ancaman dan janji tentang hari kiamat. Dan Surat inipun biasa diulangulang dalam bacaan shalat baik yang wajib atau yang sunnat. “Seorang hamba dilebihkan dari yang lainnya sesuai dengan kehendak Allah.

Dari hadits di atas juga bisa diambil kesimpulan bahwa orang yang berpaling dari ilmu-ilmu agama ini secara keseluruhan pertanda bahwa Allah tidak menghendaki kebaikan padanya. hukum-hukum mengenai ibadah. Artinya: Dari Mu'awiyah ra katanya: "Rasulullah saw bersabda: "Barangsiapa yang dikehendaki oleh Allah untuk memperoleh kebaikan. sebagaimana Dia memberikan arahan kepada orang bodoh.[9] Hadits ini merupakan dalil yang agung atas upaya tafaqquh fid din (mempelajari ilmu agama).‫وعن معلاوية‬ ِ ‫ي‬ ‫ه‬ ْ‫ل َك‬ َ ‫ع‬ َ ‫ق‬ ٌ ‫ متف أ‬. Islam dan Ihsan. Pemahaman tersirat ini telah ditegaskan dalam hadits riwayat Abu Ya’la: “Barangsiapa yang tidak difahamkan (agama) maka Allah tidak peduli dengannya. maka sesungguhnya Dia Melihatmu” . karena Allah tidak memberikan padanya hal-hal yang bisa dipakai untuk mendapatkan kebaikan yang banyak. Fikih (pemahaman) dalam masalah agama Islam mencakup pemahaman tentang dasar-dasar keimanan. Al Fiqhu fid din adalah mempelajari kaidah-kaidah Islam dan mengetahui halal-haram.‫ صلى ال عليه وسلم‬. dan tanda bahwa Allah menghendaki kebaikan dengannya. Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya." [Muttafaq 'alaih] D. dan apabila kamu tidak melihat-Nya. muamalah. Nabi menjawab dengan memberikan batasan-batasannya.halangi. dan memaknai Islam dengan rukun-rukunnya yang lima dan memberikan pengertian tentang Ihsan dengan mengatakan: “Yaitu kamu menyembah Allah seolah-olah melihat-Nya. Karena agama ini meliputi ketiga hal tersebut. Termasuk juga pemahaman dalam ilmu fikih. jinayat (kriminal) dan yang lainnya. Makna tersiratnya adalah bahwa barangsiapa yang tidak diberikan pemahaman agama maka dia tidak dikehendaki kebaikan oleh Allah Ta’ala. disertai dengan mengerti dari mana bentuk penentangannya terhadap Al Qur’an dan Sunnah. Fiqih Sabda nabi : ً ‫ير‬ ‫ا‬ ْ‫خ َك‬ َ ‫ه‬ ِ ‫ب‬ ِ ‫ل‬ ُ ، ‫د ا‬ ِ ‫ر‬ ِ ‫ي‬ ُ ، ‫ن‬ ْ‫م َك‬ َ )) : . Allah akan memberikan pemahaman dalam perkara-perkara ini dan membimbing untuknya. Disebutkan di situ bahwa ilmu yang bermanfaat merupakan tanda akan keberuntungan seorang hamba. Allahlah yang benarbenar Maha Mulia. Maha Pemberi dan tidak kikir.‫ل رسول ال‬ َ ‫قلا‬ َ : ‫ل‬ َ ‫قلا‬ َ . yang pokok maupun cabang-cabangnya. Kandungan dan Penjelasan Hadits Hadits ini menunjukkan salah satu keutamaan ilmu agama yang paling besar. Hal itu tidak akan diberikan kecuali untuk orang-orang yang Allah kehendaki kebaikan yang besar. pengertian akan hakikat perjalanan dan suluk menuju kepada Allah yang sesuai dengan Al Qur’an dan Sunnah. Juga mengetahui mazhab-mazhab para penentang akidah tersebut.1.” Hadits ini merupakan dalil yang jelas bahwa kemuliaan Al Fiqhu fid din (pemahaman terhadap agama) dan orang-orang . Juga mendalami tentang hakikat keimanan. D. maka Allah membuat ia menjadi pandai dalam hal keagamaan. (( ‫ن‬ ِ ‫دي‬ ِّ ‫ه في ال‬ ُ ، ‫ه‬ ْ‫ق َك‬ ِّ ‫ف‬ َ ‫ي‬ ُ ، . sebagaimana dalam hadits kisah Jibril tatkala bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang Iman. dan menunjukinya ke derajat yang mulia. Maka masuk dalam pemahaman agama ini adalah mendalami berbagai permasalahan akidah. Di situ Nabi memaknai Iman dengan dasar-dasar Iman (rukun Iman) yang enam.‫ رضي ال عنه‬. dengan mengikuti jalannya kaum salaf serta mewujudkannya dalam kehidupan baik lahir maupun batin. dan meraih keberuntungan hakiki. Demikian juga masuk dalam pemahaman agama ini adalah: mempelajari ilmu yang mendukung pemahaman tentang agama Islam seperti belajar bahasa Arab dengan segala macamnya. Ketahuilah bahwa kebaikan seluruhnya berada di tangan-Nya. syariat dan hukum-hukum Islam dan hakikat Ihsan.

Dan seorang muslim perlu memiliki semangat untuk berjihad di jalan Allah.‫ صلى ال عليه وسققلم‬. ‫ه‬ ُ ، ‫لق‬ َ ‫ّيب‬ ِ ‫ن‬ ْ‫م َك‬ ُ ، ‫ و‬، ‫ه‬ ِ ‫بق‬ ِ ‫ميققي‬ ِ ‫را‬ َّ ‫وال‬ َ ، ‫ر‬ َ ‫يق‬ ْ‫خ َك‬ َ ‫ ِ ال‬ ‫ته‬ ِ ‫ع‬ َ ‫ن‬ ْ‫صق َك‬ َ ‫ب فققي‬ ُ ، ‫سق‬ ِ ‫ت‬ َ ‫ح‬ ْ‫ي َك‬ َ ‫ه‬ ُ ، ‫ع‬ َ ‫ن‬ ِ ‫صققلا‬ َ : ‫ة‬ َ ‫ن‬ َّ ‫ج‬ َ ‫ر ال‬ ٍ ‫ف‬ َ ‫ن‬ َ ‫ة‬ َ ‫ث‬ َ ‫ال‬ َ ‫ث‬ َ ‫د‬ ِ ‫ح‬ ِ ‫وا‬ َ ‫م ال‬ ِ ‫ه‬ ْ‫َّ َك‬ ‫بلالس‬ ِ ٌ ‫مق أ‬ ‫ة‬ َ ‫ع‬ ْ‫ن َك‬ ِ ‫هققلا‬ َ ‫ن‬ َّ ‫فنإ‬ َ ‫ه‬ ُ ، ‫نق‬ ْ‫ع َك‬ َ ‫ة‬ ً ‫ّيبق‬ َ ‫غ‬ ْ‫ر َك‬ َ ‫ه‬ ُ ، ‫مق‬ َ ‫ل‬ ِّ‫ع‬ ُ ، ‫مققلا‬ َ ‫د‬ َ ‫عق‬ ْ‫ب َك‬ َ ‫ي‬ َ ‫مق‬ ْ‫ر َك‬ َّ ‫ك ال‬ َ ‫ر‬ َ ‫ت‬ َ ‫ن‬ ْ‫م َك‬ َ ‫و‬ َ .” Uqbah berkata. dan orang yang memberikan anak panah kepada orang yang memanah. Mengapa? Karena Nabi saw memperingatkan bahwa raibnya semangat berjihad mengindikasikan hadirnya kemunafikan dalam diri. Barang siapa yang meninggalkan/melupakan panahan setelah ia diajari karena benci.[10] E. Hendaklah kalian selalu berlatih memanah dan berkendaraan. kemudian ia meminta Abdullah bin Zaid agar mengikutinya namun sepertinya ia nyaris bosan.1. orang yang memanahkan. Dan yang dimaksud dengannya adalah memahami Al Kitab (Al Quran) dan As Sunnah. di atas segala jenis ilmu dan cendekiawan. Rosulullah saw lebih menekankan kepada umatnya agar lebih memilih untuk berlatih memanah daripada mengendarai kuda. ia berkata: Saya mendengar rosulullah saw bersabda:”Sesungguhnya Allah akan memasukkan tiga orang kedalam syurga dikarnakan satu panah. yaitu pembuatnya yang sewaktu membuat ia hanya mengharapkan kebaikan (pahala). ‫بو داود‬ ُ ، ‫أ‬ َ ‫هلا (( رواه‬ َ ‫ر‬ َ ‫ف‬ َ ‫ك‬ َ )) : ‫ل‬ َ ‫قلا‬ َ ‫و‬ ْ‫أ َك‬ َ (( ‫هلا‬ َ ‫ك‬ َ ‫ر‬ َ ‫ت‬ َ Artinya: Dari Abu Uqbah bin Amir Al-Juhanniy ra.yang mempelajarinya. ‫ّيبوا‬ ُ ،‫ك‬ َ ‫ر‬ ْ‫ت َك‬ َ ‫ن‬ ْ‫ن أ َك‬ ْ‫م َك‬ ِ ‫ي‬ َّ ‫ب إل‬ ّ‫ح م‬ َ ‫موا أ‬ ُ ، ‫ر‬ ْ‫ت َك‬ َ ‫ن‬ ْ‫وأ َك‬ َ ، ‫ّيبوا‬ ُ ،‫ك‬ َ ‫ر‬ ْ‫وا َك‬ َ . Memanah dan berkuda merupakan dua kegiatan yang terkait dengan hal itu.‫ل‬ ِ ‫ل ا‬ َ ‫سو‬ ُ ، ‫ر‬ َ ‫ت‬ ُ ، ‫ع‬ ْ‫م َك‬ ِ ‫س‬ َ : ‫ل‬ َ ‫قلا‬ َ ، . Kandungan Hadits Hadits di atas menggambarkan betapa Rasulullah saw sangat menganjurkan agar seorang muslim peduli dengan persiapan untuk berjihad di jalan Allah. dan berlatih memanah lebih aku sukai. Namun dalam hal keterampilan ini. “Mau. daripada kamu hanya berlatih naik kendaraan. maka sikap seperti itu ibarat suatu nikmat yang diingkari” E. karena sarat dengan berjihad dijalan Allah.‫ رضي ال عنه‬.‫وعنه‬ ‫مققوا‬ ُ ، ‫ر‬ ْ‫وا َك‬ َ . Keterampilan Setiap hari Uqbah bin Amir Al Juhani keluar dan berlatih memanah. “Saya telah mendengar beliau bersabda: ‫ل‬ ُ ، ‫خ‬ ِ ‫د‬ ْ‫يق َك‬ ُ ، ‫لق‬ َ ‫ن ا‬ َّ ‫ )) إ‬: ‫ يقققول‬، . . Maka Uqbah berkata. “Maukah kamu aku kabarkan sebuah hadits yang aku dengar dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?” Ia menjawab. Memanah dan berkuda adalah dua keterampilan yang dianjurkan rosulullah kepada umatnya.

php?2558. Orang yang ingin berhasil dan sukses mencapai cita-citanya. maka di depannya kesuksesan telah menunggu. padahal kepada Allah ia tidak meminta bantuan. (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah. agar mampu mempertahankan keislaman dengan utuh dan terhindar dari pemurtadan. dan meraih keberuntungan hakiki DAFTAR REFERENSI Muhaimin. Inilah pelajaran penting dalam aqidah. Tetapi bila ia tidak sabar dan mundur dari jalannya. .BAB III PENUTUP A. ia harus berjuang menapaki jalan kesuksesan itu dengan segala kepahitan dan penderitaan.Pemahaman-Dalam-MasalahAgama-Merupakan-Salah-Satu-Tanda-Keberuntungan. Manusia tak layak meminta bantuan kepada makhluk Allah. 2006) Muhaimi. Kesimpulan Dari pembahasan diatas. Pendidikan aqidah Islam haruslah ditanamkan kepada manusia dari sejak dini. Mafatih al-Ghaib. f. e. ia akan gagal untuk meraih cita-citanya. Cetakan II (Surabaya: Pustaka Pelajar. Orang yang berpaling dari ilmu-ilmu agama ini secara keseluruhan pertanda bahwa Allah tidak menghendaki kebaikan padanya. b. Manusia tak layak meminta bantuan kepada makhluk Allah. apalagi kepada musuh Allah seperti syaitan. karena Allah tidak memberikan padanya hal-hal yang bisa dipakai untuk mendapatkan kebaikan yang banyak. Terjemahan Riyadhus Shalihiin.‫ دار النشر المصرية‬:‫ سورا با يا‬. Wacana Pengembangan Pandidikan Islam. 1 ‫ ط‬. dapat pemakalah simpulkan bahwa: a. Nuansa Baru Pendidikan Islam Mengurai Benang Kusut Dunia Pendidikan.‫ رياض الصالحين‬. d. 1999 )Jilid 1 Fakhruddin Ar-Razi.org/showthread. Surat al-fatihah adalah surat yang paling agung diantara surat-surat yang lain didalam alqur’an c. padahal kepada Allah ia tidak meminta bantuan. Bila ia sabar dalam kepahitan itu. (Jakarta: Pustaka Amani. Inilah pelajaran penting dalam aqidah. juz 1 http://jubaildawah. 2004) Imam Nawawi. (Jakarta: Rajawali Press. 2000).‫يحي بن شرف النواوي‬. apalagi kepada musuh Allah seperti syaitan.

Juz. Mafatih al-Ghaib. [8] 284. 221. 90 [7] Fakhruddin Ar-Razi. 17. 2004) hal 1.[1] Muhaimin. Nuansa Baru Pendidikan Islam Mengurai Benang Kusut Dunia Pendidikan. Al Maktabah Asy Syamilah .‫ رياض الصالحين‬. (Jakarta: Rajawali Press.‫ ص‬.‫يحي بن شرف النواوي‬ [9] http://jubaildawah. [3] 46 .‫يحي بن شرف النواوي‬ [4] Imam Nawawi.php?2558-Pemahaman-Dalam-Masalah-Agama-MerupakanSalah-Satu-Tanda-Keberuntungan. hlm. 90 [5] 434 . [2] Muhaimi.‫ دار النشر المصرية‬:‫ سورا با يا‬. Terjemahan Riyadhus Shalihiin. Hal.org/showthread. Cetakan II (Surabaya: Pustaka Pelajar.‫ ص‬.‫ رياض الصالحين‬.1 ‫ ط‬. (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah.‫ دار النشر المصرية‬:‫ سورا با يا‬. Terjemahan Riyadhus Shalihiin.‫ رياض الصالحين‬. (Jakarta: Pustaka Amani.1 ‫ ط‬. 1999 )Jilid 1. juz 1.‫ ص‬.‫يحي بن شرف النواوي‬ [6] Imam Nawawi. Wacana Pengembangan Pandidikan Islam . hal. (Jakarta: Pustaka Amani.‫ دار النشر المصرية‬:‫ سورا با يا‬. 7.1 ‫ ط‬. 1999 )Jilid 1. [10] Imam Ash Shan’ani. Subulus Salam. hlm. 2006) hal 15. 2000).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful