KATA PENGANTAR

Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2008 tentang Wajib Belajar, Instruksi Presiden nomor 5 tahun 2006 tentang Gerakan Nasional Percepatan Penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun dan Pemberantasan Buta Aksara merupakan indikasi yang sangat nyata upaya Pemerintah Indonesia dalam peningkatan mutu sumberdaya manusia agar mampu bersaing dalam era keterbukaan dan globalisasi. Di lingkungan Direktorat Pembinaan SMP Ditjen Mandikdasmen, Kementerian Pendidikan Nasional, diantara dampak realisasi dari peraturan-peraturan perundangan tersebut dapat diukur dari Angka Partisipasi Kasar (APK) SMP/MTs/Sederajat pada akhir tahun 2009 mencapai 98,11%. Angka ini melebihi target yang diharapkan dapat dicapai akhir tahun 2008, yaitu 95.0%. Dengan telah tercapainya target APK di atas, maka orientasi pembinaan pendidikan pada jenjang SMP lebih ditekankan pada peningkatan mutu pendidikan. Dalam rangka peningkatan mutu tersebut, Direktorat Pembinaan SMP telah menyusun berbagai kebijakan dan strategi yang kemudian dijabarkan dalam bentuk program dan kegiatan yang dilaksanakan secara terpadu dan terkoordinasi. Dengan kebijakan dan program tersebut, diharapkan misi 5 K Kementerian Pendidikan Nasional terkait dengan Ketersediaan, Keterjangkauan, Kualitas, Kesetaraan dan Kepastian juga diharapkan dapat terpenuhi. Agar program dan/atau kegiatan tersebut dapat mencapai target yang telah ditetapkan, sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang ada, Direktorat Pembinaan SMP menerbitkan berbagai Buku Panduan Pelaksanaan untuk masing-masing program dan/atau kegiatan, baik yang pengelolaannya di tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, maupun yang dilaksanakan langsung oleh sekolah. Dengan buku panduan ini diharapkan pihak-pihak terkait dengan penyelenggaraan program di semua tingkatan dapat memahami dan melaksanakan dengan amanah, efektif dan efisien seluruh proses kegiatan mulai dari penyiapan rencana, pelaksanaan, sampai dengan monitoring, evaluasi dan pelaporannya. Akhirnya, kami mengharapkan agar semua pihak terkait mempelajari dengan seksama dan menjadikannya sebagai pedoman serta acuan dalam pelaksanaan seluruh program atau kegiatan pembangunan pendidikan pada jenjang Sekolah Menengah Pertama tahun anggaran 2010. Jakarta, Januari 2010 Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Pertama,

Didik Suhardi, SH., M.Si NIP. 196312031983031004

iii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................................................................. iii DAFTAR ISI .............................................................................................................v BAB I PENDAHULUAN .........................................................................................1 A. Latar Belakang ............................................................................................1 B. Tujuan .........................................................................................................2 C. Landasan Hukum ........................................................................................3 D. Sasaran dan Besar Dana..............................................................................3 E. Persyaratan Penerima BSM ........................................................................4 F. Waktu..........................................................................................................4 BAB II MEKANISME PELAKSANAAN...............................................................5 A. B. C. D. Mekanisme Alokasi dan Seleksi .................................................................5 Mekanisme Penyaluran dan Pengambilan Dana .........................................6 Informasi Penyaluran Dana Beasiswa.........................................................8 Pemanfaatan dan Pembatalan BSM ............................................................8

BAB III ORGANISASI PELAKSANA..................................................................11 A. B. C. Tingkat Provinsi........................................................................................11 Tingkat Kabupaten/Kota ...........................................................................12 Tingkat Sekolah ........................................................................................12

BAB IV TATA TERTIB PENGELOLAAN...........................................................15 A. B. C. Tim Provinsi .............................................................................................15 Tim Kabupaten/Kota.................................................................................15 Sekolah......................................................................................................15

BAB V MONITORING, SUPERVISI DAN PELAPORAN ..................................17 A. B. Monitoring dan Supervisi..........................................................................17 Pelaporan ..................................................................................................19

BAB VI PENGAWASAN DAN SANKSI..............................................................23 A. B. Pengawasan...............................................................................................23 Sanksi........................................................................................................24

LAMPIRAN ............................................................................................................29

v

dimanapun. Keadaan tersebut tentu sangat berpengaruh pada rendahnya angka partisipasi pendidikan penduduk miskin terutama disebabkan oleh banyaknya putus sekolah dan angka tidak melanjutkan hingga ke jenjang SMA/SMK. ataupun masyarakat penyandang cacat. Keadaan tersebut tentu perlu terus diperbaiki sebagai bentuk pemenuhan hak setiap warga negara untuk mendapatkan pendidikan.“Belajar Untuk Masa Depanku” BAB I PENDAHULUAN A. kursus. laki-laki dan perempuan.7 persen) disebabkan oleh alasan ekonomi baik karena tidak memiliki biaya (67. uang saku dan biaya lain-lain.0 persen) maupun karena anak harus bekerja (8. masyarakat yang tinggal di daerah terpencil. seragam. dan alat tulis. Angka Partisipasi Kasar (APK) kelompok masyarakat yang mampu secara ekonomi secara umum lebih tinggi di semua jenjang pendidikan dibandingkan dengan APK bagi keluarga miskin.7 persen). Hal tersebut didukung oleh data SUSENAS 2003 yang mengungkapkan bahwa terjadinya putus sekolah sebagian besar (75.Pa n d ua n Pel a ksa n aa n Be a si swa Si swa Mi ski n 1 . Untuk membantu meningkatkan pendidikan bagi masyarakat miskin. maka kebijakan pembangunan pendidikan dalam kurun waktu 2004-2009 meliputi peningkatan akses masyarakat terhadap pendidikan yang lebih berkualitas melalui peningkatan pelaksanaan Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun dan pemberian akses yang lebih besar kepada kelompok masyarakat yang selama ini kurang dapat menjangkau layanan pendidikan. Biaya langsung meliputi antara lain iuran sekolah. Hal tersebut jelas mengungkapkan bahwa penduduk miskin tidak akan mampu menjangkau pendidikan jika tidak dibantu oleh pemerintah. serta untuk mencapai sasaran-sasaran yang ditetapkan dalam kesepakatan internasional seperti Education For All (EFA) dan Millenium Development Goals (MDGs) yaitu memberikan pendidikan yang merata pada semua anak. masyarakat di daerahdaerah konflik.5 kali lipat biaya untuk jenjang SD. Biaya pendidikan untuk jenjang SMP mencapai sekitar 2. Latar Belakang Disparitas partisipasi sekolah antar kelompok masyarakat di Indonesia masih cukup tinggi. QEC24711 . buku. sementara biaya tidak langsung meliputi antara lain biaya transportasi. seperti masyarakat miskin. Salah satu alasan rendahnya partisipasi pendidikan khususnya pada kelompok miskin adalah tingginya biaya pendidikan baik biaya langsung maupun tidak langsung.

000. Maksud pemberian program Beasiswa Siswa Miskin (BSM) adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat keluarga miskin akan layanan pendidikan jenjang Sekolah Menengah Pertama. B. dan 500 ribu siswa jenjang sekolah menengah. Tujuan Tujuan dari program ini antara lain: 1. yaitu untuk jenjang SMP satuan biaya per siswa sebesar Rp 20. Kelemahan lain yaitu satuan biaya beasiswa per siswa per bulan yang sejak tahun 1998 belum pernah mengalami peningkatan. Pemerintah tetap melanjutkan pemberian beasiswa tersebut melalui PKPS BBM. Program JPS mendapat respon yang positif dari masyarakat dan secara signifikan berhasil mencegah siswa dari putus sekolah. Untuk itu tahun 2010. Namun demikian program tersebut memiliki beberapa kelemahan terutama dalam penetapan sasaran beasiswa terutama di tingkat kabupaten/kota dan sekolah.65 juta siswa SMP. Sejak tahun 2001 jumlah penerima beasiswa terus ditingkatkan dengan adanya tambahan sumber biaya dari Program Kompensasi Pengurangan Subsidi BBM (PKPS-BBM).“Belajar Untuk Masa Depanku” Sejak tahun 1998. Buku petunjuk pelaksanaan ini disusun dalam rangka memberikan panduan bagi pelaksana program di berbagai tingkatan agar program BSM ini dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Membantu siswa untuk memenuhi kebutuhan pribadi siswa selama duduk di bangku sekolah. Meskipun program JPS telah berakhir pada tahun 2003. pemerintah memberikan beasiswa secara besar-besaran kepada siswa dari keluarga miskin yaitu sebanyak 1. 2 Direktorat PSMP - QEC24711 . 1. Saat ini satuan harga tersebut sudah tidak lagi memadai karena daya belinya tidak lagi sebesar pada tahun 1998 yang antara lain disebabkan oleh inflasi yang terjadi selama beberapa tahun terakhir.8 juta siswa SD.-/bulan. Mencegah siswa dari kemungkinan putus sekolah akibat kesulitan ekonomi. melalui program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Bidang Pendidikan. untuk mencegah dampak negatif krisis ekonomi bagi masyarakat miskin dalam mengakses pendidikan. 2. Pemerintah kembali memberikan beasiswa bagi siswa miskin untuk memenuhi kebutuhan pribadi siswa di SMP agar siswa dari keluarga miskin dapat terus melangsungkan pendidikannya.

Sasaran dan Besar Dana Sasaran program Beasiswa Siswa Miskin adalah siswa miskin dan telah dibebaskan dari segala jenis iuran sekolah pada jenjang pendidikan SMP/SMPLB/SMP Satu Atap di seluruh wilayah NKRI.000. C. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah 4. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 044/U/2002 tentang Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah 11. dan biaya satuan Rp 550.156. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 036/U/1995 tentang Pelaksanaan Wajib Belajar Pendidikan Dasar 10. Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 1990 tentang Pendidikan Dasar 6.150. Membantu kelancaran program sekolah. Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah 7.000/ siswa/tahun. Sumber dana berasal dari Pemerintah Indonesia (rupiah murni) yang dengan jumlah sasaran secara nasional untuk tahun 2010 sebesar 751.Pa n d ua n Pel a ksa n aa n Be a si swa Si swa Mi ski n 3 . Peraturan Pemerintah Nomor 106 Tahun 2000 tentang Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan dalam pelaksanaan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan 9. Jadi total dana yang dialokasikan untuk program Beasiswa Siswa Miskin selama 1 tahun tersebut secara nasional sebesar Rp 413. Memberi peluang dan kesempatan yang lebih besar kepada siswa untuk terus bersekolah hingga menyelesaikan pendidikan SMP.“Belajar Untuk Masa Depanku” 3.- QEC24711 . 4. antara lain sebagai berikut: 1. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 060/U/2002 tentang Pedoman Pendirian Sekolah D. Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1994 tentang Pelaksanaan Wajib Belajar Pendidikan Dasar 8. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional 3. Landasan Hukum Landasan hukum dalam pelaksanaan Program Beasiswa Siswa Miskin didasarkan pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah 5.193 siswa. Undang-Undang No 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara 2.

4 Direktorat PSMP - QEC24711 . Persyaratan Penerima BSM 1. b. Telah dibebaskan dari segala jenis iuran sekolah. Tidak sedang menerima beasiswa dari sumber lain. Waktu Pada Tahun Anggaran 2010. Sekolah yang mempunyai siswa yang berasal dari keluarga miskin. Persyaratan Sekolah Peserta Program BSM a. 2. Persyaratan Siswa Penerima BSM Penerima BSM adalah siswa SMP dan SMPLB negeri dan swasta kelas 7 (tujuh) sampai kelas 9 (sembilan) dari keluarga miskin: a. F. b. Yang terancam putus sekolah karena kesulitan biaya. c. Beasiswa Siswa Miskin diberikan untuk periode Januari-Juni dan Juli-Desember (masing-masing 6 bulan).“Belajar Untuk Masa Depanku” E. Khusus untuk siswa kelas 9 hanya mendapatkan BSM untuk 6 bulan. Siswa penerima BSM akan menerima dana BSM untuk 1 tahun. Sekolah yang memiliki surat ijin operasional/kelembagaan yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan untuk sekolah umum.

Bila jumlah usulan dari sekolah melebihi alokasi kabupaten/kota. indikator lokal lainnya (geografis. Penetapan alokasi didasarkan pada indikator jumlah siswa dari keluarga miskin. Tim Kabupaten/Kota meminta seluruh sekolah yang berhak menerima BSM untuk mengirimkan daftar siswa miskin yang akan diusulkan memperoleh beasiswa (Format BSM-01).Pa n d ua n Pel a ksa n aa n Be a si swa Si swa Mi ski n . Jika alokasi BSM yang diterima kabupaten/kota mencukupi untuk seluruh siswa miskin yang diusulkan oleh sekolah. maka Tim Kabupaten/Kota menetapkan alokasi tiap sekolah dengan menggunakan mempertimbangkan tingkat kemiskinan sekolah (Format BSM-02). Langkah 2 Tim Provinsi menentukan alokasi jumlah siswa penerima BSM untuk setiap kabupaten/kota. Penetapan ini didasarkan pada jumlah siswa miskin yang ada di masing-masing sekolah.“Belajar Untuk Masa Depanku” BAB II MEKANISME PELAKSANAAN A. c. jumlah siswa di sekolah. 5 QEC24711 . budaya. Langkah 3 Tim Kabupaten/Kota menetapkan sekolah calon penerima BSM. maka seluruh siswa yang diusulkan otomatis menerima BSM. dan indikator lokal lainnya. b. mata pencaharian. Apabila Tim Kabupaten/Kota telah memiliki data siswa miskin. jarak sekolah. Mekanisme Alokasi dan Seleksi Pengalokasian jumlah siswa penerima BSM dilaksanakan dengan langkahlangkah sebagai berikut: Langkah 1 Tim Pusat menentukan alokasi jumlah siswa penerima BSM masing-masing provinsi. dll). Indikator yang dapat digunakan untuk menetapkan alokasi BSM tiap sekolah antara lain: a. jarak sekolah ke ibukota kabupaten/kota. Untuk keperluan tersebut. atau d. Langkah 4 Tim Kabupaten/Kota menyelenggarakan rapat penetapan alokasi BSM di tiap sekolah. jumlah siswa dari keluarga miskin di sekolah tersebut. maka dapat langsung ke Langkah 4.

Mekanisme Penyaluran dan Pengambilan Dana 1. Langkah 6 Surat Keputusan Penetapan Alokasi di tiap Sekolah dikirim ke Pengelola dana Dekonsentrasi Provinsi. Hasil penetapan siswa penerima BSM tersebut dituangkan dalam bentuk Surat Keputusan Siswa Penerima BSM yang dilengkapi dengan lampiran Berita Acara dan Daftar Siswa Penerima BSM (Format BSM-04. B. anak dari korban PHK. lembaga penyalur (Kantor Pos KPRK/Bank) dan ke sekolah. siswa yang berasal dari keluarga miskin 2.“Belajar Untuk Masa Depanku” Disarankan Tim Kabupaten/Kota melakukan verifikasi keakuratan data usulan penerima BSM yang dibuat oleh sekolah. Langkah 7 Sekolah yang telah menerima Surat Keputusan Alokasi penerima BSM dari Tim Kabupaten/Kota harus melaksanakan hal-hal sebagai berikut: a. jarak tempat tinggal jauh dari sekolah. Kepala Sekolah bersama dengan dewan guru dan Komite Sekolah menyeleksi siswa penerima BSM. Penyaluran Dana Beasiswa Siswa Miskin Dana beasiswa bagi anak miskin ada di DIPA Dinas Pendidikan Provinsi (Dekonsentrasi). pertimbangan lain (misalnya kelainan fisik. dan Format BSM-06). Format BSM-05. Langkah 5 Tim Kabupaten/Kota menerbitkan SK alokasi tiap sekolah penerima BSM yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Pendidikan (Format BSM-03). dan indikator lokal lainnya). Prosedur Penyaluran dan Pengambilan Dana BSM adalah sebagai berikut (Lampiran 2): 6 Direktorat PSMP - QEC24711 . Indikator yang dapat dipakai adalah: 1. Diutamakan bagi siswa yang memiliki Kartu Miskin. korban musibah berkepanjangan. Metode seleksi yang digunakan oleh sekolah untuk menentukan siswa penerima dana BSM ditunjukkan pada Lampiran 1. yatim dan/atau piatu. mempunyai lebih dari tiga orang bersaudara yang berusia di bawah 18 tahun. 3. 5. 4. b.

Pengambilan dana BSM secara langsung oleh siswa lebih diutamakan. Unit terkait di Dinas Pendidikan Provinsi melakukan verifikasi atas SPP-LS dimaksud. QEC24711 . Lembaga penyalur yang ditunjuk mentransfer dana BSM ke siswa. kemudian menerbitkan Surat Perintah Membayar (SPM-LS). Dana BSM harus disalurkan secara utuh. 2. Pengambilan dana BSM dilakukan di lembaga penyalur. d. serta dalam bentuk apapun.Pa n d ua n Pel a ksa n aa n Be a si swa Si swa Mi ski n 7 . Dinas Pendidikan Provinsi selanjutnya mengajukan SPM-LS dimaksud kepada KPPN Provinsi. g. Format BSM-06). f. Pengelola dana dekonsentrasi mengajukan surat permohonan pembayaran langsung (SPP-LS) dana beasiswa sesuai dengan kebutuhan. b. c. Dana BSM yang telah dicairkan dari KPPN ditampung di rekening pengelola dana dekonsentrasi provinsi sesuai dengan MOU dengan lembaga penyalur. Pengambilan dana BSM dilakukan sekaligus untuk 6 (enam) bulan dengan menandatangani bukti penerimaan yang disediakan oleh lembaga penyalur. Pengambilan dana BSM secara kolektif oleh Sekolah harus menggunakan Surat Kuasa kolektif yang sudah ditandatangani siswa penerima dana BSM (Format BSM-07) tanpa meterai. d. Pengambilan Dana BSM Pengambilan Dana BSM dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut: a. Format BSM-05. diketahui oleh Ketua Komite Sekolah. Pengelola dana dekonsentrasi Dinas Pendidikan Provinsi membuat MOU dengan lembaga penyalur (Kantor Pos Wilayah/Bank).“Belajar Untuk Masa Depanku” a. tanpa ada pemotongan atau pungutan biaya apapun dengan alasan apapun dan oleh pihak manapun. e. KPPN Provinsi melakukan verifikasi terhadap SPM-LS untuk selanjutnya menerbitkan SP2D yang dibebankan kepada rekening kas negara. Siswa mengambil secara langsung dana BSM di lembaga penyalur yang ditunjuk dengan membawa salinan SK Penetapan Siswa Penerima BSM dan lampirannya (Format BSM-04. tentang penyaluran dana Beasiswa Siswa Miskin. c. b.

Format BSM-05.“Belajar Untuk Masa Depanku” e. f. serta pihak lain yang terkait. Direktorat PSMP - QEC24711 . dikembalikan oleh lembaga penyalur ke rekening pengelola dana dekonsentrasi untuk selanjutnya disetor ke Kas Negara. 8 Berhenti sekolah. Menerima beasiswa dari instansi/sumber lain. Pembatalan BSM BSM dapat dibatalkan jika penerima BSM: a. maka sekolah harus menyerahkan dana BSM kepada siswa yang berhak paling lambat satu minggu setelah dana diambil dari lembaga penyalur. b. dengan membuat bukti penyerahan dana BSM yang ditandatangani oleh siswa penerima BSM (Format BSM-08). Format BSM-06). 4. terutama yang terkait dengan pendidikan. Pemanfaatan dan Pembatalan BSM 1. Surat Kuasa kolektif harus dilengkapi dengan salinan SK Penetapan Siswa Penerima BSM dan lampirannya (Format BSM-04. C. Untuk pengambilan dana BSM secara kolektif oleh sekolah. Lembaga penyalur di tingkat kabupaten/kota menyampaikan informasi penyaluran dana kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan sekolah. D. g. 2. 2. Dana BSM yang belum diambil oleh sekolah sampai dengan batas waktu yang ditentukan. Informasi Penyaluran Dana Beasiswa 1. Pemanfaatan dana BSM Dana BSM dimanfaatkan oleh siswa untuk pembiayaan keperluan pribadi siswa. 3. Lembaga penyalur yang ditunjuk menginformasikan penyaluran dana kepada perwakilan lembaga penyalur di kabupaten/kota dengan tembusan kepada pengelola dana dekonsentrasi Provinsi. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota melakukan koordinasi dengan lembaga penyalur untuk kesiapan penyaluran dana dan menyampaikan informasi tentang jadwal penyaluran dana BSM kepada sekolah penerima BSM. Pengelola dana dekonsentrasi Provinsi menginformasikan penyaluran dana beasiswa bagi anak miskin melalui Surat Pemberitahuan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan lembaga penyalur yang ditunjuk.

d.Pa n d ua n Pel a ksa n aa n Be a si swa Si swa Mi ski n 9 . Mengundurkan diri. e. Tidak lagi masuk dalam kriteria siswa miskin. QEC24711 . serta memilih siswa pengganti penerima BSM yang dibatalkan.“Belajar Untuk Masa Depanku” c. Telah didakwa dan terbukti melakukan tindakan kriminal. Kepala Sekolah bersama dengan dewan guru dan komite sekolah bertanggung jawab dan berwenang untuk membatalkan BSM. dan dituangkan dalam bentuk SK pengganti.

.

Bertanggungjawab terhadap kasus penyimpangan penyaluran dana.“Belajar Untuk Masa Depanku” BAB III ORGANISASI PELAKSANA A. Mempersiapkan sekretariat dan perlengkapannya di provinsi. Menyalurkan dana BSM ke siswa penerima Merencanakan dan melaksanakan monitoring dan evaluasi ke kabupaten/kota dan sekolah. Melaporkan setiap kegiatan yang dilakukan kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi dan instansi terkait. g. sekolah dan masyarakat melalui surat pemberitahuan. 2. Memberikan pelayanan dan penanganan pengaduan masyarakat. Tingkat Provinsi 1. Merencanakan dan melakukan sosialisasi program di tingkat provinsi. QEC24711 . Menginformasikan proses penyaluran dana BSM kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Berkoordinasi dengan lembaga penyalur dan Tim Kabupaten/Kota dalam penyaluran dana. d.Pa n d ua n Pel a ksa n aa n Be a si swa Si swa Mi ski n 11 . b. Menetapkan alokasi penerima BSM di tiap kabupaten/kota dan menuangkannya dalam SK Penetapan Alokasi Beasiswa Siswa Miskin. i. Organisasi Pelindung Gubernur Pengarah Ketua Bappeda Provinsi Penanggungjawab Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Pelaksana Program Beasiswa Siswa Miskin di tingkat Provinsi berada di bawah pengelolaan Dinas Pendidikan Provinsi dan dilaksanakan oleh Program Dekonsentrasi SMP. h. c. f. yang untuk selanjutnya disebut Tim Provinsi. Tugas dan Tanggungjawab Tim Provinsi a. e.

c. Organisasi Pelindung Bupati/Walikota Pengarah Ketua Bappeda Kabupaten/Kota Penanggungjawab Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota Pelaksana Program Beasiswa Siswa Miskin di tingkat kab/kota berada di bawah pengelolaan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. C. h. Organisasi Penanggungjawab Kepala Sekolah Pelaksana Guru dan Tata Usaha Sekolah 12 Direktorat PSMP - QEC24711 . Memberikan pelayanan dan penanganan pengaduan masyarakat. Mengajukan usulan jumlah siswa miskin kepada Tim Provinsi. Tingkat Kabupaten/Kota 1. Melaporkan setiap kegiatan yang dilakukan kepada Tim Provinsi dan instansi terkait. Tingkat Sekolah 1.“Belajar Untuk Masa Depanku” B. b. Melakukan sosialisasi dan pelatihan kepada sekolah penerima BSM. 2. f. serta dengan sekolah dalam rangka penyaluran dana. Tugas dan Tanggungjawab Tim Kab/Kota a. Bertanggungjawab terhadap kasus penyimpangan penyaluran dana di tingkat sekolah. Menetapkan alokasi penerima BSM untuk setiap sekolah berdasarkan alokasi dari provinsi dan menuangkannya dalam SK Penetapan Alokasi Penerima Dana BSM. Merencanakan dan melaksanakan monitoring dan evaluasi ke sekolah. g. Melakukan koordinasi dengan Tim Provinsi dan lembaga penyalur. d. e.

Memberikan pelayanan dan penanganan pengaduan masyarakat. d.“Belajar Untuk Masa Depanku” 2. c.Pa n d ua n Pel a ksa n aa n Be a si swa Si swa Mi ski n 13 . b. e. Menyeleksi siswa calon penerima BSM sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Membatalkan bantuan apabila terdapat siswa yang tidak lagi memenuhi persyaratan dan membuat SK Pengganti. Melaporkan data penerima BSM kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. QEC24711 . Menerbitkan Surat Keputusan (SK) siswa penerima BSM. Tugas dan Tanggungjawab Sekolah a.

.

6. Sekolah 1. 6. Mengumumkan daftar siswa penerima dana BSM di papan pengumuman sekolah. 2.“Belajar Untuk Masa Depanku” BAB IV TATA TERTIB PENGELOLAAN A. Bersedia untuk di audit oleh lembaga yang berwenang. Tidak diperkenankan melakukan pungutan dalam bentuk apapun dari sekolah dan siswa penerima BSM. Diharuskan mengelola program secara transparan dan bertanggungjawab. QEC24711 . 5. 3. Diharuskan mengelola program secara transparan dan bertanggungjawab. Tim Provinsi 1. Tidak diperkenankan mengurangi anggaran program sejenis dari APBD Kabupaten/Kota yang telah dialokasikan sebelumnya karena adanya program BSM. 6. Usulan data jumlah siswa miskin di tiap sekolah harus didasarkan pada sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. B. 3. 5. sekolah dan siswa penerima BSM. Tidak diperkenankan melakukan intervensi penggunaan dana kepada siswa penerima BSM. Tim Kabupaten/Kota 1. 4. 5. 4. 4.Pa n d ua n Pel a ksa n aa n Be a si swa Si swa Mi ski n 15 . Bersedia untuk diaudit oleh lembaga yang berwenang. Tidak diperkenankan melakukan intervensi penggunaan dana kepada siswa penerima BSM. Bersedia untuk diaudit oleh lembaga yang berwenang. Tidak diperkenankan melakukan pungutan dalam bentuk apapun terhadap Tim Kab/Kota. C. Usulan siswa miskin harus didasarkan pada sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. 2. 3. 2. Tidak diperkenankan untuk merealokasi dana BSM yang telah ditetapkan oleh Depdiknas Pusat pada DIPA Provinsi. Tidak diperkenankan melakukan pungutan dalam bentuk apapun terhadap siswa penerima BSM. Diharuskan mengelola program secara transparan dan bertanggungjawab. Tidak diperkenankan mengurangi anggaran program sejenis dari APBD Provinsi yang telah dialokasikan sebelumnya karena adanya program BSM. Tidak diperkenankan melakukan manipulasi data jumlah siswa miskin dengan maksud untuk memperoleh bantuan yang lebih besar.

.

QEC24711 . 2.Pa n d ua n Pel a ksa n aa n Be a si swa Si swa Mi ski n 17 . kegiatan monitoring dapat dibedakan menjadi monitoring internal dan monitoring eksternal. 2) Responden terdiri dari Tim Provinsi. cara. supervisi dan evaluasi yang dilakukan secara efektif dan terpadu. Tim Kab/Kota. Monitoring oleh Tim Pusat a. dan penggunaan yang tepat. 5. kelemahan dan rekomendasi untuk perbaikan program. Monitoring internal adalah monitoring yang dilakukan oleh Tim Pusat. Monitoring Pelaksanaan Program 1) Monitoring ditujukan untuk memantau: a) Penyaluran dana BSM b) Verifikasi data siswa penerima BSM. Secara umum tujuan kegiatan ini adalah untuk meyakinkan bahwa dana BSM diterima oleh yang berhak dalam jumlah. Alokasi dana sekolah penerima bantuan Penyaluran dan penyerapan dana Pelayanan dan penanganan pengaduan Administrasi keuangan Pelaporan Pelaksanaan kegiatan monitoring dilakukan oleh Tim Pusat. 3. yaitu melakukan monitoring dan ikut menyelesaikan masalah jika ditemukan permasalahan dalam pelaksanaan program BSM. Monitoring internal ini bersifat supervisi klinis. 1.“Belajar Untuk Masa Depanku” BAB V MONITORING. A. Monitoring dan Supervisi Bentuk kegiatan monitoring dan supervisi adalah melakukan pemantauan. Tim Provinsi dan Tim Kabupaten/Kota. 4. pembinaan dan penyelesaian masalah terhadap pelaksanaan program BSM. waktu. Monitoring eksternal lebih bersifat evaluasi terhadap pelaksanaan program dan melakukan analisis terhadap dampak program. 3) Monitoring dilaksanakan pada saat persiapan dan paska penyaluran dana. SUPERVISI DAN PELAPORAN Agar program BSM berjalan lancar dan transparan maka perlu dilakukan monitoring. Berdasarkan sifatnya. Komponen utama yang dimonitor antara lain: 1. Tim Provinsi.

3) Kerjasama dengan lembaga-lembaga terkait dalam menangani pengaduan dan penyimpangan akan dilakukan sesuai kebutuhan. 5) Monitoring dilaksanakan pada saat persiapan penyaluran dana dan paska penyaluran dana b. dan menyelesaikan masalah yang muncul di lapangan. 3. dan menyelesaikan masalah yang muncul di lapangan. Monitoring Kasus Pengaduan dan Penyelewengan Dana 1) Monitoring kasus pengaduan ditujukan untuk melakukan fact finding. Monitoring oleh Tim Kabupaten/Kota a. 2) Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan pelayanan dan penanganan pengaduan. 5) Kegiatan monitoring kasus pengaduan akan dilaksanakan sesuai dengan masalah dan kebutuhan di lapangan. 3) Kerjasama dengan lembaga-lembaga terkait dalam menangani pengaduan dan penyimpangan akan dilakukan sesuai kebutuhan. 5) Kegiatan monitoring kasus pengaduan akan dilaksanakan sesuai dengan masalah dan kebutuhan di lapangan. Monitoring Pelaksanaan Program 1) Monitoring ditujukan untuk memantau: a) Penyaluran dana BSM kepada siswa oleh sekolah b) Penggunaan dana oleh siswa 18 Direktorat PSMP - QEC24711 .“Belajar Untuk Masa Depanku” b. Monitoring Pelaksanaan Program 1) 2) 3) 4) Monitoring ditujukan untuk memantau: Penyaluran dan penyerapan dana BSM Verifikasi data siswa penerima BSM Responden terdiri dari: Tim Kab/Kota. 4) Responden disesuaikan dengan kasus yang terjadi. 2. 4) Responden disesuaikan dengan kasus yang terjadi. investigasi. sekolah. dan Kantor Pos/Bank. 2) Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan pelayanan dan penanganan pengaduan. Monitoring oleh Tim Provinsi a. Monitoring Kasus Pengaduan dan Penyelewengan Dana 1) Monitoring kasus pengaduan ditujukan untuk melakukan fact finding. investigasi.

hasil monitoring evaluasi dan pengaduan masalah. Provinsi. apa yang telah dikerjakan dan apa yang tidak dikerjakan. serta upaya apa yang diperlukan untuk mengatasi hambatan tersebut. hambatan apa saja yang terjadi dan mengapa hal tersebut dapat terjadi. penyaluran dan penyerapan dana BSM. 3) Monitoring akan dilaksanakan pada saat penyaluran dana dan paska penyaluran dana b.“Belajar Untuk Masa Depanku” 2) Responden terdiri dari Sekolah. serta rekomendasi untuk perbaikan program di masa yang akan datang. Sekolah) diwajibklan untuk melaporkan hasil kegiatannya kepada pihak terkait. sejauh mana pelaksanaan program berjalan sesuai dengan yang direncanakan. masing-masing pengelola program di tiap tingkatan (Pusat. Hal-hal yang perlu dilampirkan dalam laporan tersebut adalah: a.Pa n d ua n Pel a ksa n aa n Be a si swa Si swa Mi ski n . hal-hal yang dilaporkan oleh pelaksana program adalah yang berkaitan dengan statistik penerima BSM. status sekolah. B. Tim Pusat menyusun statistik penerima BSM berdasarkan data yang diterima dari Tim Provinsi. Pelaporan Sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban dalam pelaksanaan program BSM. Monitoring Penanganan Pengaduan 1) Monitoring penanganan pengaduan bertujuan untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah yang muncul di sekolah. Tim Pusat harus melaporkan semua kegiatan yang berkaitan dengan perencanaan dan pelaksanaan Program BSM. Statistik Penerima BSM Statistik Penerima BSM mengandung informasi tentang jumlah penerima BSM tiap Provinsi dan tiap kab/kota. serta berapa dana yang telah diserap. Tim Pusat Pada setiap akhir semester. 1. pemanfaatan dana oleh siswa penerima BSM. Kab/Kota. 3) Respondennya disesuaikan dengan kasus yang terjadi. siswa dan/atau orangtua siswa penerima bantuan. 19 QEC24711 . dan Kantor Pos/ Bank. 2) Kerjasama dengan lembaga-lembaga terkait dalam menangani pengaduan dan penyimpangan akan dilakukan sesuai kebutuhan. baik program yang sama maupun program lain yang sejenis. besar dana yang dialokasikan tiap provinsi dan tiap kabupaten/kota untuk setiap jenis sekolah. Secara umum.

kesimpulan. d. seperti kegiatan sosialisasi dan pelatihan. besar dana yang disalurkan per kab/kota dan per sekolah diperinci menurut jenis sekolah. baik program yang sama maupun program lain yang sejenis. Hal-hal yang perlu dilampirkan dalam laporan tersebut adalah: Statistik Penerima BSM Statistik Penerima BSM mengandung informasi tentang jumlah penerima BSM per kab/kota dan per sekolah. Tim Provinsi menyusun statistik penerima BSM berdasarkan pada informasi yang diperoleh dari Kantor Pos/Bank Wilayah Provinsi dan/atau Tim Kab/Kota (Format BSM-11). Laporan ini berisi tentang jumlah responden. Laporan ini antara lain berisi informasi tentang jenis kasus. kemajuan penanganan. pengadaan. serta upaya apa yang diperlukan untuk mengatasi hambatan tersebut. apa yang telah dan tidak dikerjakan. Tim Provinsi Pada setiap akhir semester. sejauh mana pelaksanaan program berjalan sesuai dengan yang direncanakan. serta rekomendasi untuk perbaikan program di masa yang akan datang. Laporan ini berisi tentang jumlah responden. Kegiatan Lainnya Tim Pusat juga harus membuat laporan kegiatan yang berkait dengan pelaksanaan program BSM. hambatan apa saja yang terjadi dan mengapa hal tersebut dapat terjadi. Hasil Monitoring dan Evaluasi Hasil monitoring adalah laporan kegiatan pelaksanaan monitoring oleh Tim Provinsi. 2. dan status penyelesaian. status sekolah. waktu pelaksanaan. hasil monitoring. serta berapa yang telah diserap. 20 Direktorat PSMP - QEC24711 . saran.“Belajar Untuk Masa Depanku” b. a. c. Tim Provinsi harus melaporkan semua kegiatan yang berkaitan dengan perencanaan dan pelaksanaan program BSM. Hasil Monitoring dan Evaluasi Hasil monitoring dan evaluasi adalah laporan kegiatan pelaksanaan monitoring oleh Tim Pusat. dan kegiatan lainnya. Penanganan Pengaduan Masyarakat Tim Pusat merekapitulasi hasil penanganan pengaduan dan perkembangannya baik yang telah dilakukan oleh Tim Pusat maupun rekapitulasi penanganan pengaduan masyarakat yang dikirimkan oleh Tim Provinsi. dan rekomendasi. skala kasus. analisis.

waktu pelaksanaan. skala kasus. serta berapa yang telah diserap. dan kegiatan lainnya. skala kasus. hasil monitoring. hasil monitoring. besar dana yang disalurkan per sekolah diperinci menurut jenis sekolah. c. Tim Kabupaten/Kota Hal-hal yang perlu dilaporkan oleh Tim PKPS-BBM Kab/Kota adalah yang berkaitan dengan: a. kemajuan penanganan. saran.“Belajar Untuk Masa Depanku” waktu pelaksanaan. saran. Penanganan Pengaduan Masyarakat Tim Kabupaten/Kota merekapitulasi hasil penanganan pengaduan dan perkembangannya baik yang telah dilakukan oleh Tim Kabupaten/Kota maupun rekapitulasi penanganan pengaduan masyarakat yang dikirimkan oleh Sekolah. b. Hasil Monitoring dan Evaluasi Hasil monitoring adalah laporan kegiatan pelaksanaan monitoring oleh Tim Kabupaten/Kota. analisis. BSM-13). dan status penyelesaian (Format BSM-12. 3. b. pengadaan. Kegiatan Lainnya Tim Provinsi juga harus membuat laporan kegiatan yang berkait dengan pelaksanaan program BSM. analisis. Penanganan Pengaduan Masyarakat Tim Provinsi merekapitulasi hasil penanganan pengaduan dan perkembangannya baik yang telah dilakukan oleh Tim Provinsi maupun rekapitulasi penanganan pengaduan masyarakat yang dikirimkan oleh Tim Kabupaten/Kota. c. Laporan ini antara lain berisi informasi tentang jenis kasus. dan rekomendasi. Tim Kabupaten/Kota menyusun statistik penerima BSM berdasarkan pada informasi yang diperoleh dari Sekolah (Format BSM-10). Statistik Penerima BSM Statistik Penerima BSM mengandung informasi tentang jumlah penerima BSM per sekolah. status sekolah. dan rekomendasi. dan status penyelesaian (Format BSM-12.Pa n d ua n Pel a ksa n aa n Be a si swa Si swa Mi ski n . BSM-13). kesimpulan. kemajuan penanganan. 21 QEC24711 . kesimpulan. seperti kegiatan sosialisasi dan pelatihan. Laporan ini berisi tentang jumlah responden. Laporan ini antara lain berisi informasi tentang jenis kasus.

e. Nama-nama siswa penerima BSM sesuai dengan Format BSM-6 dan BSM-8 Berita acara pengambilan dana di Kantor Pos/Bank oleh Sekolah dan berita acara penyerahan dana BSM kepada siswa. f. b. c. Sekolah Hal-hal yang perlu dilaporkan oleh Sekolah ke Tim Kab/Kota dan/atau didokumentasi oleh Sekolah meliputi berkas-berkas sebagai berikut: a. 22 Direktorat PSMP - QEC24711 . d. Lembar pencatatan pertanyaan/usul/kritik (Format BSM-12) (4) Lembar pencatatan pengaduan (Format BSM-13). Format BSM-07. Kepala sekolah wajib mengumumkan kepada masyarakat di papan informasi sekolah mengenai dana BSM yang diterima (Format BSM09). Format BSM-06. dan Format BSM-08).“Belajar Untuk Masa Depanku” 4. Format BSM-05. Sekolah melaporkan SK siswa Penerima BSM dan Statistik Siswa Penerima BSM kepada Tim Kabupaten/Kota (Format BSM-04.

pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat. Pengawasan Masyarakat Dalam rangka transparansi pelaksanaan program BSM. Inspektorat Jenderal Depdiknas. agar segera dilaporkan kepada instansi pengawas fungsional atau lembaga berwenang lainnya. program ini juga dapat diawasi oleh unsur masyarakat dan unit-unit pengaduan masyarakat yang terdapat di sekolah. Lembaga tersebut melakukan pengawasan dalam rangka memotret pelaksanaan program BSM di sekolah. serta Badan Pengawas Daerah (Bawasda) Provinsi dan Kabupaten/Kota. Pengawasan Melekat Pengawasan melekat adalah pengawasan yang dilakukan oleh pimpinan masing-masing instansi kepada bawahannya baik di tingkat pusat. Instansi tersebut bertanggung jawab untuk melakukan audit sesuai dengan kebutuhan lembaga tersebut atau permintaan instansi yang akan diaudit. provinsi. Prioritas utama dari pengawasan dalam program BSM adalah pengawasan yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota kepada sekolah. Pengaduan Masyarakat Apabila masyarakat menemukan permasalahan yang perlu diklarifikasi atau penyimpangan dalam pengelolaan program dapat menyampaikannya melalui: QEC24711 . kab/kota maupun sekolah. kebocoran dan pemborosan keuangan negara. Provinsi dan Pusat. Kabupaten/Kota. 3. Apabila terdapat indikasi penyimpangan dalam pengelolaan BSM.Pa n d ua n Pel a ksa n aa n Be a si swa Si swa Mi ski n 23 . 4. Pengawasan Fungsional Instansi pengawas fungsional yang melakukan pengawasan program BSM adalah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). pungutan liar dan bentuk penyelewengan lainnya. 1.“Belajar Untuk Masa Depanku” BAB VI PENGAWASAN DAN SANKSI A. Pengawasan Kegiatan pengawasan yang dimaksud adalah kegiatan yang bertujuan untuk mengurangi atau menghindari masalah yang berhubungan dengan penyalahgunaan wewenang. 2. Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Pengawasan terhadap pelaksanaan program BSM meliputi pengawasan melekat (Waskat). namun tidak melakukan audit.

yaitu mulai proses penyelidikan. Jakarta. Senayan.id Telepon : 021-5725693. penurunan pangkat.“Belajar Untuk Masa Depanku” Tim Pengaduan Direktorat Pembinaan SMP Kompleks Depdiknas Lt 15 Jalan Jend. Sudirman. mutasi kerja). c.57900347 Faksimil : 021-5725707 Waktu : Jam Kerja B.go. penyidikan dan proses peradilan bagi pihak yang diduga atau terbukti melakukan penyimpangan dana BSM. bilamana terbukti pelanggaran tersebut dilakukan secara sengaja dan tersistem untuk memperoleh keuntungan pribadi. atau golongan. Penerapan proses hukum. Pemblokiran dana dan penghentian sementara seluruh bantuan pendidikan yang bersumber dari APBN pada tahun berikutnya kepada Kab/Kota dan Provinsi. misalnya: a. b. Sanksi kepada oknum yang melakukan pelanggaran dapat diberikan dalam berbagai bentuk. Sanksi Sanksi terhadap penyalahgunaan wewenang yang dapat merugikan negara dan/atau sekolah dan/atau siswa akan dijatuhkan oleh aparat/pejabat yang berwenang. yaitu pengembalian dana BSM yang terbukti disalahgunakan kepada siswa yang berhak atau satuan pendidikan. Penerapan sanksi kepegawaian sesuai dengan peraturan dan undangundang yang berlaku (pemberhentian. 021-57900224 021-57900346 . kelompok. Penerapan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. Email : pengaduan@dit-plp. 24 Direktorat PSMP - QEC24711 .

LAMPIRAN .

.

c. Pertimbangan lain (misalnya kelainan fisik.“Belajar Untuk Masa Depanku” Lampiran 1 Seleksi Siswa Penerima BSM PANDUAN PENETAPAN PENERIMA BEASISWA SISWA MISKIN I Tahap Pertama Menyusun daftar siswa kelas 7-9 yang dinilai berhak menerima beasiswa sesuai dengan kriteria: a. Diutamakan bagi siswa yang memiliki Kartu Miskin. anak dari korban PHK. dan indikator lokal lainnya). Tidak sedang menerima beasiswa dari sumber lain Telah dibebaskan dari segala jenis iuran sekolah Tahap Kedua Menyeleksi siswa dari daftar yang dihasilkan dari tahap pertama. II Yang terancam putus sekolah karena kesulitan biaya. korban musibah berkepanjangan. Penetapan Variabel Seleksi Variabel yang dapat digunakan untuk seleksi penentuan siswa penerima BSM adalah: Siswa yang berasal dari keluarga miskin Jarak tempat tinggal jauh dari sekolah. Setelah penentuan tersebut proses penilaian dapat dilakukan seperti contoh pada tabel berikut. B. mempunyai lebih dari tiga orang bersaudara yang berusia di bawah 18 tahun. b. Adapun metode seleksi dilakukan sebagai berikut.Pa n d ua n Pel a ksa n aa n Be a si swa Si swa Mi ski n 27 . sehingga diperoleh jumlah siswa penerima yang sesuai dengan alokasi penerima BSM yang telah ditetapkan. QEC24711 . Yatim dan/atau piatu. A. Penilaian/Skoring Sekolah dan Komite Sekolah menentukan nilai dan bobot seluruh variabel yang digunakan sesuai dengan kondisi sekolah.

• Siswa dari keluarga dengan pendapatan di atas UMR diberi nilai 1. • Memiliki 2 orang saudara di bawah 18 tahun diberi nilai 2. • Siswa dari keluarga dengan pendapatan rata-rata UMR diberi nilai 3. Penentuan nilai pada masing-masing kriteria ditentukan dengan kondisi daerah setempat. 4. • Memiliki 3 orang saudara di bawah 18 tahun diberi nilai 3. 2. anak dari korban PHK. • Memiliki 1 orang saudara di bawah 18 tahun diberi nilai 1. 3. 28 Direktorat PSMP - QEC24711 . • Siswa dari keluaraga dengan pendapatan di bawah UMR diberi nilai 4 Jumlah Saudara • Tidak memiliki saudara di bawah 18 tahun diberi nilai 0.Belajar Untuk Masa Depanku No 1. 1. Variabel Kondisi Keluarga: Memiliki Kartu Miskin Yatim/yatim piatu Penghasilan orangtua Jumlah saudara Jarak rumah ke sekolah Pertimbangan lain seperti kelainan fisik. Penghasilan Orangtua • Siswa dari keluarga mampu diberi nilai 0. Yatim/yatim Piatu • Siswa dengan orang tua yang masih lengkap diberi nilai 1 • Siswa yatim diberi nilai 3 • Siswa yatim piatu diberi nilai 4. korban musibah berkepanjangan. • Memiliki >3 orang saudara di bawah 18 tahun diberi nilai 4. • Memiliki Kartu Miskin diberi nilai 4. Kondisi keluarga Memiliki Kartu Miskin • Tidak memiliki Kartu Miskin diberi nilai 2. dll Berprestasi Bobot 10 4 3 3 2 2 Nilai 2 dan 4 1 s/d 4 1 s/d 4 1 s/d 4 1 s/d 4 1 s/d 4 1 1 s/d 4 Contoh metode pemberian dan perhitungan nilai adalah sebagai berikut.

4. Jarak 500 m s/d 1 km diberi nilai 1. Jarak 1 km s/d 2 km diberi nilai 2.“Belajar Untuk Masa Depanku” 2. Jarak rumah ke sekolah Kurang dari 500 m diberi nilai 0. Berprestasi Tidak memiliki prestasi diberi nilai 0. Memiliki prestasi tingkat kabupaten/kota diberi nilai 2. Memiliki prestasi tingkat sekolah/kecamatan diberi nilai 1. yaitu siswa-siswa dengan nilai terbesar sejumlah alokasi siswa penerima BSM yang diperoleh oleh sekolah. Memiliki prestasi tingkat nasional/internasional diberi nilai 4. QEC24711 . Memiliki prestasi tingkat provinsi diberi nilai 3. 3. maka dapat disusun daftar siswa penerima BSM. Jarak >3 km diberi nilai 4. atau korban musibah berkepanjangan.Pa n d ua n Pel a ksa n aa n Be a si swa Si swa Mi ski n 29 . atau anak dari korban PHK. Jarak 2 km s/d 3 km diberi nilai 3. Siswa dengan kelainan fisik. Pertimbangan lain Tidak ada faktor pertimbangan lain diberi nilai 0. dll diberi nilai 4. Nilai total siswa sesuai dengan kriteria siswa tersebut dapat dihitung dengan rumus berikut: Nilai total = Nilai variabel x bobot variabel Jumlah total bobot seluruh variabel Berdasarkan nilai dari masing-masing siswa yang diusulkan.

Belajar Untuk Masa Depanku Lampiran 2 Proses Penyaluran Dana BSM Dep. Keuangan Tim Pusat KPPN Provinsi SPP -LS SPM SP2D MekanismeDekon Tim Provinsi Alokasi & penerima Lembaga Penyalur (Kantor Pos/Bank) Alokasi kab /kota Jumlah siswa miskin Tim Kab/Kota Pengambilan kolektif oleh sekolah Alokasi sekolah Siswa menerima langsung Jumlah siswa miskin Siswa Penerima Siswa menerima melalui sekolah Sekolah Alurinformasi /data Alur dana 30 Direktorat PSMP - QEC24711 .

Pa n d ua n Pel a ksa n aa n Be a si swa Si swa Mi ski n Alamat Kecamatan Kabupaten/Kota Provinsi No.QEC24711 Daftar Siswa Miskin Yang Diusulkan Untuk Mendapatkan BSM Periode _____________________________ Nama Sekolah Format BSM -01 Diisi ole h Sekola h Dikirim ke Tim Kab/Kota . “Belajar Untuk Masa Depanku” ( __________________________) ( __________________________) 31 . : : : : : Jenis Kelamin L P 1 Kelas 2 3 Nama Orangtua Pekerjaan orang tua Nama Siswa Jumlah Komite Sekolah _______________________ 200_ Kepala Sekolah.

Belajar Untuk Masa Depanku (__________________________) .32 Direktorat PSMP QEC24711 Bahan Rapat Tim Kabupaten/Kota Periode _____________________________ Nama Sekolah Alamat Kecamatan Kabupaten/Kota Provinsi No : : : : : Nama Sekolah Jumlah Siswa Jumlah Siswa Miskin Format BSM-02 Diisi oleh Sekolah Dikirim ke Tim Kab/Kota Indikator lokal (sebutkan) Indeks Kemiskinan sekolah*) *) Indeks Kemiskinan Sekolah (IKS) diolah dari data-data yang tersedia pada kolom sebelumnya ________________________ 200_ Tim Kabupaten/Kota.

No.Pa n d ua n Pel a ksa n aa n Be a si swa Si swa Mi ski n Jumlah Penerima BSM (siswa) Jumlah Uang (Rp) Jumlah ____________________________ 200_ Kepala Dinas Pendidikan Kab/Kota. “Belajar Untuk Masa Depanku” (__________________________) 33 . Kabupaten/Kota Kecamatan : : : Status No. Lembaga Penyalur.QEC24711 Daftar Alokasi Penerima BSM untuk Setiap Sekolah Periode _______________________ Lampiran SK. Nama Sekolah Alamat N S Jumlah Siswa Format BSM-03 Diisi oleh Dinas Pendidikan Kab/Kota Dikirim ke Sekolah. dan Pengelola dekon Provinsi .

.......... ..... TENTANG PENETAPAN SISWA PENERIMA BEASISWA SISWA MISKIN (BSM) TAHUN AJARAN .................... 2......... Tembusan: 1............... dst 34 Direktorat PSMP - QEC24711 .Belajar Untuk Masa Depanku FORMAT BSM-04 Diisi oleh Sekolah Dikirim ke Tim Kab/Kota dan Lembaga Penyalur KEPUTUSAN KEPALA SEKOLAH ............................................................................ SEKOLAH................... PERIODE ................................... NOMOR: ... .................. Menimbang Mengingat Memperhatikan : : : MEMUTUSKAN Menetapkan : Pertama : Kedua : Ketiga dst : Ditetapkan di Pada tanggal : : Mengetahui Ketua Komite Sekolah Kepala Sekolah ................

................... tahun .. seperti tertera pada Format BSM-06........................................................................................................“Belajar Untuk Masa Depanku” FORMAT BSM-05 Diisi oleh Sekolah Dikirim ke Tim Kab/Kota dan Lembaga Penyalur BERITA ACARA SURAT KEPUTUSAN Lampiran SK No............... berdasarkan Surat Keputusan Nomor: ..........Pa n d ua n Pel a ksa n aa n Be a si swa Si swa Mi ski n 35 ................................................................. periode .......... bersama dengan Dewan Guru dan Komite Sekolah telah melakukan seleksi siswa penerima Beasiswa Siswa Miskin (BSM) Tahun Ajaran ............ bulan .................................... tanggal ............................................... Kepala Sekolah menetapkan siswa penerima dana BSM untuk SMP ............................................ periode ....... ........... Sekolah ........ Tahun Ajaran . 1 2 3 4 5 6 Nama Jabatan Tanda Tangan QEC24711 ....... No.......... Kepala Sekolah . dengan berpedoman pada Buku Petunjuk Pelaksanaan Beasiswa Siswa Miskin........... Pada hari ini ........................ Berdasarkan petunjuk pelaksanaan tersebut..

SK Kepala Sekolah No. Nama Sekolah Kecamatan Kabupaten/Kota No.36 Direktorat PSMP QEC24711 Daftar Siswa Penerima BSM Periode ___________________________ Lamp. Belajar Untuk Masa Depanku (_________________________) (___________________________) . Nama Siswa L P 1 2 3 : : : : Format BSM-06 Diisi oleh Kepala Sekolah Dikirim ke Lembaga Penyalur Jenis Kelamin Kelas Jumlah Uang Surat Kuasa Pengambilan Beasiswa Tanda Tangan Siswa Jumlah ______________________200_ Ketua Komite Sekolah Kepala Sekolah.

................................. ...........) di Kantor Pos/Bank ......................................................................... masing-masing Rp.Pa n d ua n Pel a ksa n aa n Be a si swa Si swa Mi ski n 37 ...=Rp .......................“Belajar Untuk Masa Depanku” FORMAT BSM-07 Diisi Kepala Sekolah dan Wakil Siswa Sebagai Syarat Pengambilan Dana di Lembaga Penyalur SURAT KUASA PENGAMBILAN BSM Yang bertandatangan di bawah ini........................................... siswa penerima Beasiswa Siswa Miskin (daftar terlampir/Format BSM-06)...................... ................................................. 200_ Menerima Kuasa........................................ memberi kuasa kepada: Nama NIP Jabatan Alamat Sekolah : : : Kepala Sekolah : untuk mengambilkan dana BSM sebanyak .............................................................. Demikian Surat Kuasa ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya...................... (Wakil dari Siswa) ................................. (....... Memberi Kuasa....................... (Ketua Komite Sekolah) QEC24711 .................. dengan alamat sekolah ............... ................................................................ siswa.... (Kepala Sekolah) Mengetahui.... asal sekolah..............

Nama Siswa Pekerjaan Orangtua Jumlah *) Khusus bagi pengambila n dana BSM secara kolektif Komite Sekolah Direktorat PSMP QEC24711 __________________ 200_ Kepala Sekolah. Belajar Untuk Masa Depanku ( _____________________) ( _____________________) . Nama Sekolah Kecamatan Kabupaten/Kota : : : : Jenis Kelamin L P 1 Kelas 2 3 Jumlah Uang yang Diterima Siswa Tanda tangan siswa bukti penerimaan BSM*) Format BSM-08 Diis i oleh Sekolah Dikirim ke Tim Kabupaten/Kota No. SK Kepala Sekolah No.38 Statistik Siswa Penerima BSM LEMBAR SERAH TERIMA DANA BSM Periode _____________________________ PERIODE Lamp.

................. QEC24711 ........................................... pembelian buku...................... periode ................... tanggal ............................. transportasi ke sekolah....................... dan sejenisnya b.......... 200_ Nama 1.“Belajar Untuk Masa Depanku” FORMAT BSM-09 Diisi Kepala Sekolah Diberikan kepada Orangtua Siswa Ditempel di Papan Pengumuman Sekolah PENGUMUMAN SEKOLAH TENTANG PENERIMAAN DANA BSM Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota........... Dana BSM digunakan oleh siswa untuk: a............... memperoleh alokasi Beasiswa Siswa Miskin (BSM) untuk Tahun Ajaran .............. diberitahukan bahwa: Sekolah Alamat : : ................................Pa n d ua n Pel a ksa n aa n Be a si swa Si swa Mi ski n 39 ......... siswa.................................... ..Nomor……………..... (daftar siswa penerima dana BSM terlampir/Format BSM-08)...................... .......................... (Kepala Sekolah) 2..... Dana tersebut telah diserahkan kepada siswa pada tanggal .......................................... tas sekolah............................................ (Komite Sekolah) Tanda tangan .......... .................................................. . pembelian seragam sekolah..... masing-masing menerima Rp 45............ ....... Demikian untuk diketahui........ dan sejenisnya c................................ bahan dan alat tulis..............................................................830/bulan yang dibayarkan sekaligus selama 6 bulan................................. untuk sejumlah ........

40 Direktorat PSMP QEC24711 Statistik Sekolah Penerima BSM Periode ________________________ Provinsi : Kabupaten/Kota : Status No NSS Nama Sekolah Kecamatan N S L Jumlah Murid P Total 1 2 3 Jumlah Murid Penerima Beasiswa Laki-Laki (Kelas) Total 1 Perempuan (Kelas) 2 3 Total Total Format BSM-10 Diisi oleh Tim Kabupaten/Kota Dikirim ke Tim Provinsi Tembusan Tim Pusat Pekerjaan Orang Tua __________________________ 200_ Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota ……………………….. Belajar Untuk Masa Depanku (____________________________) .

__________________________ 200_ Pengelola dana dekonsentrasi Provinsi …………………………….. Provinsi ……………………………..QEC24711 Statistik Kabupaten/Kota Penerima BSM Periode ________________________ Provinsi : Nama Kabupaten/Kota Status N S Jumlah Siswa L P Total 1 2 Jumlah Siswa Penerima Beasiswa Laki-Laki (Kelas) 3 Total 1 Perempuan (Kelas) 2 3 Total Total Format BSM-11 Diisi oleh Tim Provinsi Dikirim ke Tim Pusat . “Belajar Untuk Masa Depanku” ______________________________ ______________________________ 41 .Pa n d ua n Pel a ksa n aa n Be a si swa Si swa Mi ski n No Kode Pekerjaan Orang Tua Kepala Dinas Pendidikan Provinsi.

.................................... .......... ............................................................................ 4.................................................... 42 Direktorat PSMP - QEC24711 ..........................................Belajar Untuk Masa Depanku FORMAT BSM-12 Diisi Dinas Pendidikan Prov/Kab/Kota dan Sekolah untuk didokumentasi LEMBAR PENCATATAN PERTANYAAN/KRITIK/SARAN 1................................................................................. ............................................................................................. Penerima Pertanyaan/Saran : 2..... ............... .......................... Nama : ....................... Tindak Lanjut Saran: ........................................................................................ Tanggal Penerimaan Pertanyaan/Saran : Uraian Pertanyaan/Saran: .................................................................................................................... .......................................... 5... ....................... b...................200_ Melaporkan: UPM Prov/Kab/Kota/Sekolah............................................................................................................................. Identitas Penanya/Pemberi Saran a.................................. 3...................................................................................... Alamat : ......

....................... 7.......................................................................... ............................................................. 8.................................................................................... Keputusan/Rekomendasi: .................... 3............ b.................................................................................................................. ................................................ ....... ........................................... Penyelidik : ......................... Tanggal Terima Pengaduan : Lokasi Kejadian a...................... Alamat : ................ Nama : ..................... Tanggal Penyelidikan Dilakukan : .......................................................................................................................................................................... ................. Uraian Pengaduan: .... 4. Rt/Rw/Dusun b.................................... QEC24711 ..................................................................................................... ......... 6...................................................................................................... 2....................................................................................................................................................................... ............................................... Pelaksanaan Keputusan .....................................................................Pa n d ua n Pel a ksa n aa n Be a si swa Si swa Mi ski n ............ Kabupaten/Kota d........................................................................................................................... Identitas Pengadu a................................................................. Desa/Keluarahan c.... ......................... 43 5......“Belajar Untuk Masa Depanku” FORMAT BSM-13 Diisi Dinas Pendidikan Prov/Kab/Kota dan Sekolah untuk didokumentasi LEMBAR PENCATATAN PENGADUAN MASYARAKAT 1.................................................................................. ........... 9.............................................................................. Temuan: .............. Provinsi : : : : ......... ..................................................................................................................................................... .............. ............................................................

................................................................................................................................................... 11................................................................................................... ....................200_ Melaporkan: UPM Prov/Kab/Kota/Sekolah........................................... ......................................................................................... Tanggal pemberitahuan kepada Pengadu tentang keputusan/ dan pelaksanaan keputusan : ................................................................................................................................... Dokumen yang diterima: ..................................................................................................................... .......... ...................... .........................................................................Belajar Untuk Masa Depanku ............................................................................................................ 10... .................................... .... 44 Direktorat PSMP - QEC24711 .......

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful