P. 1
materi kesehatan dan keselamatan kerja

materi kesehatan dan keselamatan kerja

|Views: 74|Likes:
Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan aspek yang penting dalam aktivitas dunia
industri. Relativitas kadar penting tidaknya akan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) ini tergantung
pada seberapa besar pengaruhnya terhadap subjek dan objek itu sendiri. K3 menjadi wacana industri
abad ini setelah ditemukannya teori – teori yang representative yang mendukung akan improvisasi
dalam konteks keselamatan dan manajemen resiko yang muncul dalam kegiatan industri yang lebih
luas.
Meninjau kembali literatur – literatur yang telah dikenal dan diterapkan mengenai studi kasus
dalam masalah K3 dimana kesempurnaan metoda dan penerapan yang penuh komitmen dan konsistensi
penuh dari semua pihak masih banyak diharapkan. Kendala – kendala makro seperti costibility dan
understanding sering kali banyak ditemui dilapangan akan tetapi tidak berarti pula bahwa program K3
tidak berjalan, ini menuntut komitmen dan kesadaran pada masing – masing pihak.
Sebagai logika dasar tentang pentingnya pemahaman K3 dapat diilustrasikan dengan Historical
perspective yaitu “Apabila seorang pembangun membangun sebuah rumah untuk seseorang dan tidak
membuat konstruksi dan rumah yang ia bangun runtuh akan menyebabkan rumah tersebut rusak dan
meninggal pemiliknya, ternyata pembangun bisa menyebabkan kematian”. Ini artinya bahwa dalam
setiap aktivitas apapun selain perencanaan teknis fisik harus diperhatikan pula aspek – aspek
keamanan yang terkait langsung maupun tidak langsung.
Walaupun hakekat bahaya bersifat labil dan tidak bisa direncanakan akan tetapi setidaknya
dengan program K3 membantu dalam menjamin peminimalisasian bahaya dan manajemen resiko. Hal
ini sangat besar pengaruhnya terhadap dinamika industri.
Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan aspek yang penting dalam aktivitas dunia
industri. Relativitas kadar penting tidaknya akan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) ini tergantung
pada seberapa besar pengaruhnya terhadap subjek dan objek itu sendiri. K3 menjadi wacana industri
abad ini setelah ditemukannya teori – teori yang representative yang mendukung akan improvisasi
dalam konteks keselamatan dan manajemen resiko yang muncul dalam kegiatan industri yang lebih
luas.
Meninjau kembali literatur – literatur yang telah dikenal dan diterapkan mengenai studi kasus
dalam masalah K3 dimana kesempurnaan metoda dan penerapan yang penuh komitmen dan konsistensi
penuh dari semua pihak masih banyak diharapkan. Kendala – kendala makro seperti costibility dan
understanding sering kali banyak ditemui dilapangan akan tetapi tidak berarti pula bahwa program K3
tidak berjalan, ini menuntut komitmen dan kesadaran pada masing – masing pihak.
Sebagai logika dasar tentang pentingnya pemahaman K3 dapat diilustrasikan dengan Historical
perspective yaitu “Apabila seorang pembangun membangun sebuah rumah untuk seseorang dan tidak
membuat konstruksi dan rumah yang ia bangun runtuh akan menyebabkan rumah tersebut rusak dan
meninggal pemiliknya, ternyata pembangun bisa menyebabkan kematian”. Ini artinya bahwa dalam
setiap aktivitas apapun selain perencanaan teknis fisik harus diperhatikan pula aspek – aspek
keamanan yang terkait langsung maupun tidak langsung.
Walaupun hakekat bahaya bersifat labil dan tidak bisa direncanakan akan tetapi setidaknya
dengan program K3 membantu dalam menjamin peminimalisasian bahaya dan manajemen resiko. Hal
ini sangat besar pengaruhnya terhadap dinamika industri.

More info:

Published by: Pipit Pitrianingsih Suryana on May 01, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/26/2013

pdf

text

original

BAHAN AJAR KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) Oleh: Irwan Ridwan, S.

Kom SMK Negeri Manonjaya Tasikmalaya
Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan aspek yang penting dalam aktivitas dunia  industri. Relativitas kadar penting tidaknya akan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) ini tergantung  pada seberapa besar pengaruhnya terhadap subjek dan objek itu sendiri. K3 menjadi wacana industri  abad   ini  setelah ditemukannya teori – teori  yang representative yang mendukung akan  improvisasi  dalam konteks keselamatan dan manajemen resiko yang muncul dalam kegiatan industri yang lebih  luas. Meninjau kembali literatur – literatur yang telah dikenal dan diterapkan mengenai studi kasus  dalam masalah K3 dimana kesempurnaan metoda dan penerapan yang penuh komitmen dan konsistensi  penuh dari semua pihak masih banyak diharapkan. Kendala – kendala makro seperti costibility dan  understanding sering kali banyak ditemui dilapangan akan tetapi tidak berarti pula bahwa program K3  tidak berjalan, ini menuntut komitmen dan kesadaran pada masing – masing pihak. Sebagai logika dasar tentang pentingnya pemahaman K3 dapat diilustrasikan dengan Historical  perspective yaitu “Apabila seorang pembangun membangun sebuah rumah untuk seseorang dan tidak  membuat konstruksi dan rumah yang ia bangun runtuh akan menyebabkan rumah tersebut rusak dan  meninggal pemiliknya, ternyata pembangun bisa menyebabkan kematian”. Ini artinya bahwa dalam  setiap   aktivitas   apapun   selain   perencanaan   teknis   fisik   harus   diperhatikan   pula   aspek   –   aspek  keamanan yang terkait langsung maupun tidak langsung. Walaupun   hakekat   bahaya   bersifat   labil   dan   tidak   bisa   direncanakan   akan   tetapi   setidaknya  dengan program K3 membantu dalam menjamin peminimalisasian bahaya dan manajemen resiko. Hal  ini sangat besar pengaruhnya terhadap dinamika industri.  Tujuan dari penerapan K3 dalam suatu industri adalah : 1. Menerapkan peraturan pemerintah UUD 1945 pasal 27 ayat 2, UU No. 14 Tahun 1969 pasal 9 & 10  Tentang pokok – pokok Ketenagakerjaan, dan UU No. 1 Tahun 1970 Tentang keselematan kerja 2. Menciptakan suatu sistem keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja dengan melibatkan unsur 

 British standard 8800 Guide to OH&SMS (Inggris) 5. serta terciptanya tempat kerja yang aman. sehingga terjadi kecelakaan. 4.  misalnya : 1.   Tidak   ada   santunan   kecelakaan   bagi   pekerja.  Perkembangan terkini mengenai K3 sebagai integrasi dari ISO 9001 : 2000 (Quality) dan ISO  14001   :   1996   (Enviromental)   yang   diterapkan   diseluruh   Negara   didunia   adalah   dengan   munculnya  berbagai macam sistem keamanan dan keselamatan kerja yang disesuaikan dan diselaraskan dengan  kebutuhan dan compatibility dari jenis dan lingkungan di industri masing – masing Negara tersebut. pasal 2 ).  Tanggungan pekerja. dan penyakit akibat kerja. Disebabkan oleh kesalahan tenaga kerja (karyawan) sendiri. SMK3 ( Indonesia ) 4. South African Bureau of Standard (Afrika Selatan) 9. dilakukan kompensasi pertama bagi pekerja yang mengalami  kecelakaan. dalam rangka mencegah  dan mengurangi kecelakaan. (Malaysia) . 3.   pekerja   mendapat   kompensasi   Penyakit   Akibat   Kerja   (PAK). Det Norske Veritas Standard for Certification of OH&SMS (Holland) 8. 2. SIRIM QAS Sdn.  Pekerja   tidak   dilindungi   dengan   hukum. National Standard Authority of Ireland (Irlandia) 7. SAFETY MAP ( Australia ) 3.   Setelah   tahun   1911.   Bila  disebabkan terkena panas (atmosphere) seharusnya panas dalam industri diberi pelindung (safety) dan  inilah   yang   menghasilkan   dasar   pemikiran   mengenai   perkembangan   teknologi   safety   dan   sanitasi  industri. SGS Yarsley ICS & ISMOL ISA 2000 Requirements for S&HMS (Swiss) 6. perusahaan menganggap bahwa kecelakaan itu : 1. NSC ( USA ) 2. Disebabkan teman sekerja sehingga ia (pekerja) mengalami kecelakaan. Bhd.   Bila   terjadi  kecelakaan. Sebelum   tahun   1911.   tentang   keselamatan   kerja   dalam   industri   hampir   tidak   diperhatikan. kondisi dan lingkungan kerja yang terintregasi.manjemen. tenaga kerja. karena menganggap perusahaan merasa sudah membayar (menggaji) maka  resiko kecelakaan menjadi tanggungan pekerja.  (Dan Petersen. Karena pekerja mengalami kelalaian. 1971) Pada tahun 1908 di New York.  efisien dan produktif (SMK3.

 Faktor fisik 2. Faktor biologi 4. Faktor fisiologi 5..  Sedangkan mesin (alat) memerlukan suatu aksesoris khusus dalam menunjang kerjanya agar mampu  beroperasi   secara   aman   tanpa   mengurangi   fungsi   aslinya   dengan   sedikit   sentuhan   teknologi   tidak  . pesawat. Eksternal/pihak – pihak yang terkait Keselamatan   ini   mencakup   akan   semua   aspek. Bahaya  adalah suatu keadaan yang berpotensi untuk terjadinya kecelakaan dan kerugian. dan bahan – bahan serta  energi.   sifat   pekerjaan   dan   proses   produksi   yang   beresiko   akan   munculnya  bahaya. Sumber – sumber resiko adalah: 1. Personel 7. keadaan iklim 9. Lingkungan alam. Kekayaan dan bahan baku 4. alat kerja.   bisa   melalui   Manusia. Teknologi dan peralatan 6.   atau  Lingkungan. manusia dibekali dengan pengetahuan tentang perlengkapan dalam  kegiatan   kerjanya   dengan   melalui   intruksi   kerja   aman   atau   Prosedur   standar. Keselamatan   (safety)   adalah   kemampuan   untuk   mengidentifikasikan   dan   menghilangkan/  mengontrol resiko yang tidak bisa diterima. juga kemungkinan dari  akibat dan kemungkinan bahaya tertentu.   Metode. Perubahan 2. Tempat kerja dan lingkungan 8.10. Faktor psikologi Resiko adalah kesempatan untuk terjadinya kecelakaan atau kerugian. Untuk keselamatan. Faktor – faktor sumber bahaya adalah : 1.  Potensi bahaya dapat berasal dari mesin – mesin. Ketidakberterimaan awalnya berasal dari bahaya.   dari   lingkungan   kerja.   Metode   yang  representative dan compatible juga mampu mendatangkan keselamatan.   Mesin   (alat). Faktor kimia 3. Produk 3. Prosedur dan aktivitas proses 5.OHSAS 18001 dsb.

 antara lain : • Tidak sesuai berat badan. Kesehatan ini sangat  besar   sekali   andilnya   dalam   hal   keselamatan   dan   kecelakaan   kerja. • Posisi tubuh yang dapat menyebabkan mudah lemah • Kepekaan tubuh • Kepekaan panca indera terhadap bunyi • Cacat fisik • Cacat sementara 2. seperti contoh : 1. antara lain : • Rasa takut / phobia • Gangguan emosional • Sakit jiwa • Tingkat kecakapan • Tidak mampu memahami • Sedikit ide (pendapat) • Gerakannya lamban • Ketrampilan kurang. ini dapat kita maksudkan dengan Alat Pelindung Diri (Personal Protective Equipment)  yang diselaraskan dengan fungsi dan jenis bahaya yang sudah disarankan penggunaannya yang efektif . kekuatan dan jangkauan.   Ini   dikaitkan   dengan   kondisi  fisiologis dari manusia. Kesehatan (Health) adalah Derajat/tingkat keadaan fisik dan spikologi individu.  3. Ketidakseimbangan kemampuan psikologis tenaga kerja. Ketidakseimbangan fisik/kemampuan fisik tenaga kerja. antara lain : • Emosi berlebihan • Beban mental berlebihan • Pendiam dan tertutup • Problem sesuatu yang tidak dipahami • Frustasi .  Untuk lingkungan tergantumg pada pengaturan tata letak dan fungsi dalam manajemen yang efektif dan  efisien. Stres mental.menutup   kemungkinan   alat   penunjang   tersebut   dalam   keadaan   tertentu   bisa   sangat   penting   sekali  eksistensinya.

 Bird Peterson . antara lain : • Badan sakit ( tidak sehat badan ) • Beban tugas berlebihan • Kurang istirahat • Kelelahan sensori • Terpapar bahan  • Terpapar panas yang tinggi  • Kekurangan oksigen  • Gerakan terganggu • Gula darah menurun Gangguan – gangguan kesehatan akibat reaksi fisikokimia (terbakar. kerusakan harta benda. kerugian pada proses atau terjadinya kontak dengan suatu benda  atau sumber tenaga yang lebih dari daya tahan tubuh atau struktur. Medical Treatment Injuer (MTI) yaitu Cidera yang memerlukan bantuan petugas kesehatan ) 4. Restricted Duties Injure (RDI) yaitu Cidera yang mengakibatkan Kerja menjadi terbatas. dsb. First Aid Injure (FAI) yaitu Cidera yang memerlukan P3K Ini dapat dituangkan dalam suatu piramida mengenai stratifikasi cidera yang sering  muncul  dalam kegiatan industri sesuai dengan teori K3 dibawah ini :  1 10 30 600 Cacat / cidera serius Cidera tanpa cacat Kerusakan harta benda Insiden tanpa cidera atau kerugian yang tampak Teori Frank E.• Sakit mental 4. Lost Time Injure (LTI) yaitu Cidera yang mengakibatkan hilangnya waktu kerja. 2. 3. Kecelakaan ini dibedakan menjadi  1. Stres Fisik. luka  pada manusia.  Kecelakaan (Accident) adalah kejadian yang tidak diinginkan yang dapat mengakibatkan.)  dalam industri sangat sering kali terjadi dan penyumbang paling banyak dalam catatan kecelakaan kerja  ini menuntut suatu transformasi teknologi klompementer yang aman dan ramah lingkungan. terkena bahan kimia. luka.

Kecelakaan ini semuanya menimbulkan kerugian yang tidak diinginkan . antara lain: 1. Kerugian Non Ekonomis • Penderitaan fisik – Sakit – Cidera – Cacat Permanen – Efek kesehatan jangka panjang – Kematian • Klaim atas kepercayaan – Kepercayaan atas produk – Kepercayaan professional – Kepercayaan pekerja – Klaim yang timbul akibat hubungan industrial • Konsekwensi kehilangan . Kerugian Ekonomis  • Kerusakan bahan dan mesin – Tangible  – Intangible • Hari kerja yang hilang – Hilang pendapatan – Gangguan usaha – Gangguan suplay – Kenaikan premi – Kontrak buruh/mesin – Kehilangan keuntungan atas barang jadi – Biaya pemulihan kepercayaan • Biaya pengobatan  – Status asuransi – Asuransi kecelakaan pribadi – Biaya pemulihan – Biaya tak diasuransikan 2.

 Near Miss. yaitu kejadian ysng dapat menyebabkan kerusakan alat. . menciptakan stress pada suatu struktur  ( barang atau orang ) yang lebih besar daripada yang bisa ditanggungnya.000 insiden industri dapat diintregasikan dalam suatu persentase sebagai berikut • 98% dari insiden itu bisa dicegah • 88% darinya diakibatkan tindakan tidak aman yang dilakukan orang. Kerusakan property. Insiden dibedakan menjadi : 1. yaitu kejadian yang menyebabkan kerusakan pada lingkungan kerja Insiden terjadi saat energi yang tidak bisa dikendalikan. Dari 75. 2. 3. Kerusakan Lingkungan. ( William Haddon ).– Hilang waktu – Hilang kepercayaan – Hilang kemerdekaan – Hilang percaya diri – Gangguan kehidupan – Perubahan kebahagiaan • Rasa tidak aman Ini telah dijabarkan dan direfleksikan dalam suatu teori Iceberg seperti dibawah ini: $ 1 $ 5 to $ 50 $ 1 to $ 3 Teori Gunung Es ( Iceberg) • Biaya – biaya yang diasuransikan : – Perawatan medis – Ganti rugi • Biaya yang tidak diasuransikan  – Kerusakan gedung – Kerusakan peralatan produksi – Pembelian peralatan P3K • Biaya lain – lain – Gaji yang dikeluarkan pada “ waktu hilang “ – Biaya lembur – Waktu penyelidikan kecelakaan – Citra buruk perusahaan Kejadian   (Incident)   adalah   peristiwa   yang   menimbulkan   terjadinya   suatu   kecelakaan   atau  berpotensi terhadap terjadinya suatu kecelakaan. yaitu kejadian yang dapat menyebabkan cidera. • 10% darinya akibat kondisi fisik atau mekanis yang berbahaya.

 mandi.   biaya. Heinrich. Teknis • Eliminasi : penghilangan sumber bahaya • Subtitusi : mengganti dengan bahan yang kurang berbahaya • Isolasi : proses kerja yang berbahaya disendirikan • Enclosing : mengurung / memagari sumber bahaya • Ventilasi • Maintenance 2. ( H. yaitu: 1.• 2% tidak bisa ditentukan ( Herbert Heinrich ): Metode yang paling bernilai dalam pencegahan kecelakaan adalah analog dengan metoda yang  dibutuhkan   untuk   pengendalian   mutu. Administratif • Monitoring lingkungan kerja • Pendidikan dan pelatihan • Labelling • Pemeriksaan kesehatan • Rotasi kerja • Housekeeping: 5S • Sanitasi yang bersih. 3.   dan   kualitas   produksi   tidak   menitik   beratkan   berapa  santunan yang layak diberikan kepada pekerja agar kecelakaan dapat dikurangi. 1931 )  ini dikenal dengan teori domino. fasilitas kesehatan. Alat pelindung diri • Topi pengaman • Pelindung telinga • Face shield • Masker • Respirator • Sarung tangan  . Pengendalian resiko kecelakaan kerja dapat dilakukan dengan berbagai metoda.W.

• sepatu Usaha pencegahan kecelakaan kerja hanya berhasil apabila dimulai dari memperbaiki manajemen  tentang keselamatan dan kesehatan kerja. Bird Peterson) ini dikenal dengan teori manajemen. (Frank E. praktek dan kondisi dibawah standar merupakan  gejala penyebab terjadinya suatu kecelakaan dan merupakan gejala penyebab utama akibat kesalahan  manajemen.  . Kemudian.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->