Sejarah Amandemen UUD 1945 Sebagaimana dijelaskan dalam Penjelasan Umum UUD 1945 ayat 1, undang-undang dasar

suatu negara ialah hanya sebagian dari hukumnya dasar Negara itu. Dimaksud hanya sebagian adalah karena selain UUD (hukum tertulis) juga berlaku hukum tidak tertulis. Sebagai konstitusi negara Indonesia UUD 1945 berada di posisi tertinggi dalam tata urutan perundang-undangan. Semua hukum yang berlaku di Indonesia haruslah sesuai dan berintisari dari UUD 1945. Akan tetapi biar bagaimanapun UUD 1945 adalah hukum yang di ciptakan manusia dan tidak dapat dikatakan sempurna. Setidaknya telah ada 4 sejarah amandemen UUD 1945. Sebelum membahas sejarah amandemen UUD 1945 mungkin ada baiknya kita sedikit mengulang bahasan sebelumnya tentang perbandingan undang-undang dasar sebelum dan sesudah amandemen. Di sana saya sempat menjelaskan 3 macam UUD yang telah digunakan di Indonesia. Yang dimaksud ketiganya adalah UUD 1945, UUD RIS 1949, dan UUDS 1950. Beruntung saat ini kita tetap menggunakan produk pendiri bangsa kita sebagai konstitusi negara, UUD 1945. Namun dalam perjalanannya bangsa Indonesia semakin berkembang dan memiliki kebutuhan yang lebih beragam lagi. UUD 1945 yang diposisikan sebagai dasar negara ternyata memiliki beberapa kelemahan. Wajar saja karena dalam prosesnya penyusunan UUD 1945 ini dilakukan dalam situasi kondisi genting, sama halnya seperti proses perumusan pancasila. Dalam sejarah amandemen UUD 1945 terhitung sudah 4 kali UUD 1945 mengalami amandemen (Amendment, Perubahan, tetapi bukan dalam pengertian Pergantian). Setelah 4 kali diamandemen sebanyak 25 butir tidak dirubah, 46 butir dirubah atau ditambah dengan ketentuan lainnya. Secara keseluruhan saat ini berjumlah 199 butir ketentuan, 174 ketentuan baru. Mengapa harus diamandemen? Berikut ini beberapa alasan mengapa perlu dilakukan amandemen. Alasan dilakukan amandemen 1. Lemahnya checks and balances pada institusiinstitusi ketatanegaraan. 2. Executive heavy, kekuasaan terlalu dominan berada di tangan Presiden (hak prerogatif dan kekuasaan legislatif) 3. Pengaturan terlalu fleksibel (vide:pasal 7 UUD 1945 sebelum amandemen) 4. Terbatasnya pengaturan jaminan akan HAM Berikut ini sejarah amandemen UUD 1945 di Indonesia. Amandemen I Amandemen yang pertama kali ini disahkan pada tanggal 19 Oktober 1999 atas dasar SU MPR 14-21 Oktober 1999. Amandemen yang dilakukan terdiri dari 9 pasal, yakni: Pasal 5, pasal 7, pasal 9, pasal 13, pasal 14, pasal 15, pasal 17, pasal 20, pasal 21. Inti dari amandemen pertama ini adalah pergeseran kekuasaan Presiden yang dipandang terlalu kuat (executive heavy).

pernyataan perang. pasal 23G. Bab VIIIA. Hak Asasi Manusia. DPR dan Kewenangannya. pasal 3. pasal 28B. pasal 23E. pasal 28A. Inti dari amandemen kedua ini adalah Pemerintah Daerah. Bab VIIA. Pasal 1. pasal 6A. pasal 8. pasal 22E. Inti Perubahan: DPD sebagai bagian MPR. pasal 17. pasal 31. pasal16. Bab XV. Kekuasaan Kehakiman. pasal 24. pasal 26. pasal 28F. pasal24B. pasal 37. perubahan UUD. perdamaian dan perjanjian. pasal 20. pasal 36C. pendidikan dan kebudayaan. pasal 19. pasal 18A. Pasal 18. Bab XIV. pasal 28H. Inti perubahan yang dilakukan pada amandemen ketiga ini adalah Bentuk dan Kedaulatan Negara. pasal 28J. pasal 11. pasal 22B. Kepresidenan. pasal 28E. . pasal 22C. Impeachment. Perubahan yang terjadi dalam amandemen ketiga ini terdiri dari 3 Bab dan 22 Pasal. pasal 8. Berikut ini rincian perubahan yang dilakukan pada amandemen kedua. pasal 22D. pasal 27. pasal 6A. Keuangan Negara. pasal 30. mata uang. Kewenangan MPR. Lambang Negara dan Lagu Kebangsaan. Bab XA. pasal 25E. Bab VIIB. pasal 28G. pasal 23B. pasal 23D. BAB XIII. Penggantian Presiden. pasal 20A. pasal 7A. Pasal 2. pasal 23A. pasal24C. pasal23C. pasal 36B. Ps. Bab IXA. pasal 7B. pasal 6. Perubahan yang terjadi pada amandemen ke-4 ini terdiri dari 2 Bab dan 13 Pasal. pasal 23F. pasal 7C. pasal 32. pasal 34. pasal 28I. pasal 11. pasal 28C. bank sentral. perekonomian nasional dan kesejahteraan sosial. pasal 28D. Amandemen III Amandemen ketiga disahkan pada tanggal 10 November 2001 dan disahkan melalui ST MPR 1-9 November 2001. pasal 33. 36A . pasal 24. Bab XII. Amandemen dilakukan pada 5 Bab dan 25 pasal. Berikut ini detil dari amandemen ketiga. pasal 23. Bab X.Amandemen II Amandemen yang kedua disahkan pada tanggal 18 Agustus 2000 dan disahkan melalui sidang umum MPR 7-8 Agustus 2000. pasal 18B. pasal 24A. pasal 22A. Amandemen IV Sejarah amandemen UUD 1945 yang terakhir ini disahkan pada tanggal 10 Agustus 2002 melalui ST MPR 1-11 Agustus 2002.

Sejarah amandemen UUD 1945 yang dilakukan berdasarkan kesepakatan diantaranya tidak mengubah Pembukaan UUD 1945.Tujuan dari dilakukannya amandemen UUD 1945 yang terjadi hingga 4 kali ini adalah menyempurnakan aturan-aturan mendasar seperti tatanan negara. eksistensi negara demokrasi dan negara hukum. tetap mempertahankan susunan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). dan juga mempertegas sistem pemerintahan presidensil. . Untuk melihat UUD 1945 sebelum dan sesudah amandemen silahkan lihat di sini Perbandingan UUD sebelum dan sesudah amandemen (disajikan dalam bentuk perbandingan). HAM. serta hal-hal lain yang sesuai dengan perkembangan aspirasi dan kebutuhan bangsa. pembagian kekuasaan. kedaulatan rakyat.

badan badan lainnya serta dalam kehidupan masyarakat berkembang jiwa demokrasi. 3. kekuasaan tertinggi di tangan MPR (dan pada kenyataannya bukan di tangan rakyat). 6.1. Karena perubahan UUD 1945 menghilangkan kesan jiwa UUD 1945 yang sentralistik dan otoriter sebab dengan adanya amandemen UUD 1945 masa jabatan presiden dibatasi. yaitu UUD RIS dan UUDS. Hal ini diperkuat dengan adanya Tap MPR No. serta kenyataan rumusan UUD 1945 tentang semangat penyelenggara negara yang belum cukup didukung ketentuan konstitusi. system pemerintahan dIsentralisasi dan otonomi. kekuasaan presiden dibatasi. Sehingga Tap MPR No. Karena UUD 1945 merupakan hukum dasar tertulis yang dijadikan landasan dalam penyelenggaraan Negara maka harus sesuai dengan aspirasi tuntutan kehidupan masyarakat Indonesia. . Pada Orde Baru dituntut tidak adanya perubahan UUD 1945. 2. Kalaupun terjadi perubahan harus diadakan referendum atau persetujuan dari masyarakat. Soekarno. 2. Perubahan UUD sudah bisa diprediksi oleh Ir. Mengingat kehidupan masyarakat Indonesia yang selalu tumbuh dan berkembang sesuai dengan peradaban manusia pada umumnya maka UUD 1945 diamandemen oleh MPR. dikaji mendalam tentang kebenaran seperti doktrin yang diterapkan pada masa orde baru. Karena perubahan UUD 1945 mendorong para cendekiawan dan berbagai tokoh masyarakat untuk lebih proaktif dan kreatif mengkritisi pemerintah (demi kebaikan) sehingga mendorong kehidupan bangsa yang dinamis (berkembang) dalam segala bidang. Jadi ini juga merupakan amanat dari Ir. diganti. Soekarno. social budaya sehingga dapat mewujudkan kehidupan yang maju dan sejahtera sejajar dengan bangsabangsa lain yang telah maju. Namun hal ini berbeda sekali dengan Pasal 37 ayat 1 dan 2 yang menyatakan bahwa perubahan boleh dilakukan tanpa adanya referendum. IV/MPR/1993 dicabut. adanya pasal-pasal yang terlalu "luwes" (sehingga dapat menimbulkan mulitafsir). Karena perubahan UUD 1945 mendidik jiwa demoktrasi yang sudah dipelopori oleh MPR pada waktu mengadakan perubahan UUD itu sendiri. Karena perubahan UUD 1945 menghidupkan perkembangan politik ke arah keterbukaan. kekuasaan yang sangat besar pada Presiden. sehingga lembaga Negara. Perubahan UUD bukan suatu yang ditabukan. Karena menghilangkan pandangan adanya keyakinan bahwa UUD 1945 merupakan hal yang sacral. 5. 7. tidak bisa diubah. Perubahan UUD 1945 memiliki arti yang sangat penting dalam kehidupan bangsa Indonesia. tapi merupakan tuntutan sejarah. ekonomi. Karena perubahan UUD 1945 memberikan peluang kepada bangsa Indonesia untuk membangun dirinya atau melaksanakan pembangunan yang sesuai dengan kondisi dan aspirasi masyarakat. IV/MPR/1993 yang menjelaskan ketidakmungkinan terjadi perubahan. Alasan UUD 1945 Diamandemen 1. Latar belakang Perubahan UUD 1945 Salah satu tuntutan Reformasi 1998 adalah dilakukannya perubahan (amandemen) terhadap UUD 1945. Dahulu Indonesia pernah memiliki UUD yang isinya sangat berbeda dengan UUD Negara RI tahun1945. sedangkan pada UUD Negara RI th 1945 sistem pemerintahannya adalah Kesatuan. Latar belakang tuntutan perubahan UUD 1945 antara lain karena pada masa Orde Baru. Yang berbeda adalah pada UUD RIS sistem pemerintahannya adalah Serikat. baik politik. Pada saat pembahasan penetapan UUD sudah dikemukakan bahwa UUD kita memang sudah simple namun jika suatu saat terjadi perkembangan zaman boleh diubah agar bisa menyesuaikan atau beradaptasi. 4. pada UUDS sistem pemerintahannya adalah Federal.

Putusan diambil dengan persetujuan sekurang-kurangnya 2/3 dari pada jumlah anggota yang hadir. Tujuan perubahan UUD 1945 Tujuan perubahan UUD 1945 waktu itu adalah menyempurnakan aturan dasar seperti tatanan negara. 3. tanggal 14-21 Oktober 1999 → Perubahan Pertama UUD 1945 • Sidang Tahunan MPR 2000. anggota MPR tidak dapat mengusulkan pengubahan terhadap Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. tanggal 7-18 Agustus 2000 → Perubahan Kedua UUD 1945 • Sidang Tahunan MPR 2001. eksistensi negara demokrasi dan negara hukum. Untuk mengubah undang-undang dasar sekurang-kurangnya 2/3 dari pada jumlah anggota majelis permusyawaratan rakyat harus hadir. Mengingat pentingnya UUD 1945 bagi bangsa Indonesia maka perlu dipertimbangkan secara matang apabila ingin diadakan perubahan. MPR sebagai lembaga tertinggi negara menurut pasal 3 ayat 1 berwenang mengubah UUD. sesuai dengan aspirasi rakyat serta perkembangan kehidupan bangsa Indonesia. Demokratisasi terkait HAM. tanggal 1-9 November 2001 → Perubahan Ketiga UUD 1945 • Sidang Tahunan MPR 2002.Tuntutan Reformasi: Istilah yang baku „amandemen‟ oleh MPR diganti dengan „perubahan‟. Lembaga yang mengubah dan waktu terjadinya perubahan amamdemen UUD 1945 MPR berwenang mengubah dan menetapkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. HAM. Agar perubahan UUD 1945 memiliki kekuatan hukum yang sah maka perubahan UUD 1945 harus memiliki landasan / dasar hukum yang jelas. tanggal 1-11 Agustus 2002 → Perubahan Keempat UUD 1945 . serta hal-hal lain yang sesuai dengan perkembangan aspirasi dan kebutuhan bangsa. Adapun dasar hukum perubahan UUD 1945 adalah UUD 1945 itu sendiri. Kebebasan pers supaya aspirasi rakyat bisa tersalurkan dengan baik. Karena adanya tuntutan reformasi ini UUD diubah. Perubahan undang-undang dasar akan menentukan masa depan kehidupan bangsa serta kesejahteraan bangsa tersebut. yaitu pasal 37 yang berbunyi : 1. tetap mempertahankan susunan kenegaraan (staat structuur) kesatuan atau selanjutnya lebih dikenal sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 4. 5. Perubahan UUD 1945 harus bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan bangsa. Perubahan UUD 1945 dengan kesepakatan diantaranya tidak mengubah Pembukaan UUD 1945. serta mempertegas sistem pemerintahan presidensiil. UUD 1945 mengalami 4 kali perubahan yang ditetapkan dalam Sidang Umum dan Sidang Tahunan MPR : • Sidang Umum MPR 1999. Dalam kurun waktu 1999-2002. Dihapusnya dwi fungsi ABRI Pemberantasan KKN dan penegakan hukum. Undang-undang dasar 1945 merupakan hokum dasar yang tertulis bagi kehidupan bangsa Indonesia maka sangat mempengaruhi kehidupan bangsa Indonesia terutama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. pembagian kekuasaan. 2. Penguatan otonomi daerah agar tidak sentral di Ibukota Jakarta. kedaulatan rakyat. Landasan hukum diadakannya perubahan / Amandemen UUD 1945 Perubahan undang-undang dasar merupakan suatu peristiwa yang sangat penting bagi kehidupan suatu bangsa karena akan membawa pengaruh yang sangat besar dalam perkembangan sejarah kehidupan bangsa. Dalam mengubah Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

170 ayat. namun sekarang sudah disebut dalam pasal 36A sebagai Semboyan Negara. “Sebenarnya bukan istilah ‟amandemen‟ lagi yang digunakan. serta Penjelasan. ”Lambang Negara Indonesia adalah Garuda Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika”. dan Trisila dapat diringkas lagi menjadi ”Ekasila” yang intinya adalah gotong royong. pasal dan ayatnya. UUD 1945 terdiri atas Pembukaan. Pada tanggal 18 Agustus 1945 untuk memaksimalkan kemerdekaan Indonesia maka terjadi perubahan dalam Pembukaan UUD 1945 alenia ke-4 yaitu pada penyebutan sila pertama ”Ketuhanan dengan kewajiban melaksanakan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. Misalnya dahulu dalam pasal 36A yang berbunyi. Batang Tubuh (16 bab. Hasil perubahan Undang-Undang Dasar 1945 Sebelum dilakukan Perubahan. Perubahan tersebut meliputi 4 tahap. Perubahan ini terjadi karena ada protes dari seorang pemuka agama yang menyatakan tidak mau bergabung dengan Negara Indonesia jika 7 kata itu belum diganti. Perubahan UUD 1945 ini tidak dilakukan berkali-kali. 4 pasal Aturan Peralihan.6. Soekarno pertama kali mengenalkan Pancasila. Setelah dilakukan 4 kali perubahan. bukan ”Hasil Amandemen UUD 1945. dan 2 ayat Aturan Tambahan). UUD 1945 memiliki 21 bab. 49 ayat. 37 pasal. 37 pasal. Sebelum perubahan nama UUD kita adalah UUD 1945. Apakah semua dirubah? Tidak semua bagian dalam UUD 1945 mengalami perubahan. ini merupakan satu-satunya penyebutan ”Pancasila”. Selain itu kata ”Pancasila” secara tidak eksklusif dijelaskan dalam pembukaan maupun pasal-pasal dalam UUD. dan 2 pasal Aturan Tambahan. 3 pasal Aturan Peralihan. Jadi yang benar adalah ”Hasil Perubahan UUD 1945”. melainkan hanya satu kali yaitu selama rentang waktu tahun 1999-2002. melainkan ‟perubahan‟. itupun dalam konteks Lambang Negara dan kata ”Bhineka Tunggal Ika” tidak disebut dalam batang tubuh. diterbitkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Dalam Satu Naskah. tetapi setelah perubahan namanya yang baku menjadi Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. sehingga secara sempurna Pancasila sila pertama berbunyi ”Ketuhanan Yang Maha Esa”. Sila ini ditetapkan oleh Panitia Ad Hoc tahun 2004 sampai sekarang. misalnya pada Pembukaan UUD 1945 (Preambule). . Pancasila tetap merupakan ideologi negara pertama kali yang disebutkan oleh Ir. Walau sebenarnya ”Pancasila” tidak disebut secara eksklusif tetapi Pancasila tetap menjadi Ideologi bangsa. Hal ini disebabkan karena dalam alenia ke-4 masih tercantum 5 sila Pancasila yang merupakan landasan Ideologi bangsa. Selain itu. antara lain: v Tahap 1 = tahun 1999 v Tahap 2 = tahun 2000 v Tahap 3 = tahun 2001 v Tahap 4 = tahun 2002 Perubahan UUD 1945 banyak menghadirkan hal-hal yang baru. juga terjadi perubahan dalam bab. Misalnya pada nama UUD kita. Dalam Risalah Sidang Tahunan MPR Tahun 2002. Pancasila dapat diringkas menjadi ”Trisila”. Sebagai Naskah Perbantuan dan Kompilasi Tanpa Ada Opini. Oleh karena itu ”dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” diganti menjadi ”Yang Maha Esa”.Soekarno. sehingga lahirlah Piagam Jakarta pada tanggal 22 Juni 1945 yang salah satu isinya merupakan cikal bakal Pancasila dan sudah mulai disebutkannya 5 sila Pancasila. Pada tanggal 1 Juni 1945 Ir.

Yang dipentingkan bukan hanya menghafalkan pancasila. Dahulu UUD memberi kekuasaan sepenuhnya pada presiden untuk membuat UUD sehingga dalam hal ini presiden memiliki fungsi ganda yaitu lembaga eksekutif dan lembaga legislatif. namun Pancasila harus dimengerti dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Semboyan Negara Indonesia juga tidak mengalami perubahan yaitu tetap Bhinneka Tunggal Ika. Karena negara Indonesia yang berbentuk kepulauan takut agar tidak terceraiberai maka sistem federal diganti lagi menjadi NKRI. namun sekarang pasal 37 terdiri dari 5 ayat. Bahasa Indonesia. namun dimulai dengan Ketuhanan yang sekarang disebut sebagai sila ke-3 yaitu Persatuan dan Internasionalisme.Pada Dekrit Presiden 1959 menyatakan tentang urutan susunan Pancasila. Sehingga intinya Pancasila itu tetap sama namun isinya berbeda dengan yang diungkapkan Ir. NKRI sebagai bentuk negara tidak dirubah. serta diakhiri dengan Keadilan Sosial. v RUUD dihadari 2/3 dari anggota DPR. . Bhineka Tunggal Ika tidak menyeragamkan perbedaan-perbedaan yang terdapat dalam NKRI. namun kini lebih dirinci dalam pasal 28 A – 28 J. namun menyatukan perbedaan-perbedaan itu. Berisi bahwa RUUD dapat dijadikan sebagai perubahan dengan ketentuan: v RUUD diusulkan 1/2 dari anggota DPR. Sistem NKRI 3. UUD pun di ganti. Sebelum perubahan pasal yang mengatur HAM hanya 1 pasal saja. Sehingga dapat dibuat kesimpulan yang menyatukan negeri kita adalah: 1. UUD juga belum mengcover secara penuh mengenai perkembangan jaman dan otonomi daerah .Soekarno pertama kali. yang dimaksudkan adalah suatu semboyan yang membingkai kokoh keanekaragaman bangsa Indonesia. namun sekarang sudah tercantum pada UUD. Pancasila 2. Ditetapkan Bahasa Negara adalah Bahasa Indonesia. namun sekarang pendidikan diatur dalam pasal 31 dengan 5 ayat. Pancasila jangan dijadikan tameng untuk menyalah-nyalahkan orang lain. Dahulu pasal yang mengatur pendidikan hanya pasal 31 ayat 2. Sebelum perubahan pasal 37 hanya terdiri dari 2 ayat. Namun sekarang presiden tidak secara mutlak diberi wewenang untuk membuat UUD lagi. yaitu tidak dimulai dengan kata-kata Nasionalisme. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika 4. Hal-hal yang diubah terhadap UUD I945 : Dahulu UUD 1945 isinya sederhana namun karena semakin kompleks permasalahan di Indonesia dan majunya perkembangan jaman maka. Dulu pernah di Indonesia menggunakan sistem federal. karena hal ini tidak sesuai dengan sila ke-2 dari Pancasila itu sendiri.

Tugas Lembaga Tinggi Negara sesudah amandemen ke – 4 : . * Setiap lembaga negara sejajar kedudukannya di bawah UUD 1945. Rakyat boleh mengusulkan perubahan UUD dengan cara memberikan usulan tesebut kepada MK. dan Komisi Yudisial (KY) juga lembaga baru. * Sistem konstitusional berdasarkan perimbangan kekuasaan (check and balances) yaitu setiap kekuasaan dibatasi oleh Undang-undang berdasarkan fungsi masing-masing. antara lain adanya lembaga Negara yang dihapus maupun lahir baru. * Penyempurnaan pada sisi kedudukan dan kewenangan maing-masing lembaga negara disesuaikan dengan perkembangan negara demokrasi modern. dengan pemisahan kekuasaan. penghormatan kepada hak asasi manusia serta kekuasaan yang dijalankan atas prinsip due process of law. Undang-Undang Dasar merupakan hukum tertinggi dimana kedaulatan berada di tangan rakyat dan dijalankan sepenuhnya menurut UUD. Lembaga Negara lama yang dihapus adalah dewan Pertimbangan Agung (DPA). c. Dewan Perwakilan Daerah (DPD). UUD memberikan ruang pasal-pasal dibawahnya. Majelis Permusyawaran Rakyat hanya dapat memberhentikan presiden dan/atau Wakil Presiden dalam masa jabatannya menurut undang-undang dasar (impeachment). a. yaitu Presiden. MK bisa mengkaji UUD itu kalau tidak sesuai dan MK juga bisa menggagalkannya. Mahkamah Agung (MA). yang kesemuanya direkrut melalui pemilu. dan Mahkamah Konstitusi (MK). menurut pasal 3 UUD 1945 ( perubahan Ketiga ). yaitu terdiri atas anggota DPR dan Dewan Perakilan Daerah (DPD). Badan Eksekutif Presiden dan wakil Presiden. Presiden. Rakyat boleh ikut mengadu isi UU di bawah perundang-undangan yang tidak sesuai dengan UUD melalui usulan yang di sampaikan ke MA. Tugas dan kewenagan MPR RI sesudah perubahan. dan Badan pemeriksa keuangan tetap ada hanya diatur tersendiri diluar kesemuanya/dan sejajar. seperti juga. * Mengatur mekanisme pengangkatan dan pemberhentian para pejabat negara. Perubahan (Amandemen) UUD 1945: * Mempertegas prinsip negara berdasarkan atas hukum [Pasal 1 ayat (3)] dengan menempatkan kekuasaan kehakiman sebagai kekuasaan yang merdeka. Mahkamah Agung (MA). DPD. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). seperti juga DPR. Majelis Permusyawaran Rakyat berwenang mengubah dan menetapkan UUD b.v RUUD disetujui 50%+1 dari anggota DPR sebagai UUD baru. BPK dan MA. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Majelis Permusyawaran Rakyat melantik Presiden dan/atau Wakil Presiden. yaitu sebagai Badan legislative terdiri dari anggota MPR. Perlu dijelaskan pula bahwa susunan ketatanegaraan dalam kelembagaan Negara juga mengalami perubahan. Dalam pasal 1 ayat (2) yang telah mengalami perubahan perihal kedaulatan disebutkan bahwa kedaulatan berada ditangan rakyat dan dilaksanakan menurut undang-undang dasar sehingga tampaklah bahwa MPR RI tidak lagi menjadi pelaku/pelaksana kedaulatan rakyat. * Menata kembali lembaga-lembaga negara yang ada serta membentuk beberapa lembaga negara baru agar sesuai dengan sistem konstitusional dan prinsip negara berdasarkan hukum. Juga susunan MPR RI telah berubah keanggotaanya. SESUDAH AMANDEMEN KE -4 Sebagai kelembagaan Negara. UUD memberikan pembagian kekuasaan (separation of power) kepada 6 Lembaga Negara dengan kedudukan yang sama dan sejajar. MPR RI tidak lagi diberikan sebutan sebagai lembaga tertinggi Negara dan hanya sebagai lembaga Negara. seperti Hakim. sedang badan yudikatif terdiri atas kekuasaan kehakiman yaitu mahkamah konstitusi (MK) sebagai lembaga baru. DPR.

yaitu terdiri dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan angota Dewan Perwakilan Daerah yang dipilih secara langsung melalui pemilu. • Mempertegas fungsi DPR. • Menghilangkan kewenangannya mengangkat Presiden (karena presiden dipilih secara langsung melalui pemilu). DPR • Posisi dan kewenangannya diperkuat. • Mempunyai kewenangan mengajukan dan ikut membahas RUU yang berkaitan dengan otonomi daerah. • Membatasi masa jabatan presiden maksimum menjadi dua periode saja. BPK • Anggota BPK dipilih DPR dengan memperhatikan pertimbangan DPD. yaitu kekuasaan yang menyelenggarakan peradilan untuk menegakkan hukum dan keadilan [Pasal 24 ayat (1)]. MK. BPK. MPR • Lembaga tinggi negara sejajar kedudukannya dengan lembaga tinggi negara lainnya seperti Presiden. fungsi anggaran. DPR. PRESIDEN • Membatasi beberapa kekuasaan presiden dengan memperbaiki tata cara pemilihan dan pemberhentian presiden dalam masa jabatannya serta memperkuat sistem pemerintahan presidensial. • Memperbaiki syarat dan mekanisme pengangkatan calon presiden dan wakil presiden menjadi dipilih secara langsung oleh rakyat melui pemilu. yaitu: fungsi legislasi. • Kewenangan pengangkatan duta dan menerima duta harus memperhatikan pertimbangan DPR. C. • Berkedudukan di ibukota negara dan memiliki perwakilan di setiap provinsi. MAHKAMAH AGUNG • Lembaga negara yang melakukan kekuasaan kehakiman. juga mengenai pemberhentian jabatan presiden dalam masa jabatannya. DPD • Lembaga negara baru sebagai langkah akomodasi bagi keterwakilan kepentingan daerah dalam badan perwakilan tingkat nasional setelah ditiadakannya utusan daerah dan utusan golongan yang diangkat sebagai anggota MPR. sedangkan DPR hanya memberikan persetujuan saja) sementara pemerintah berhak mengajukan RUU. • Mengintegrasi peran BPKP sebagai instansi pengawas internal departemen yang bersangkutan ke dalam BPK. dan fungsi pengawasan sebagai mekanisme kontrol antar lembaga negara. E. • Berwenang mengawasi dan memeriksa pengelolaan keuangan negara (APBN) dan daerah (APBD) serta menyampaikan hasil pemeriksaan kepada DPR dan DPD dan ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum. amnesti dan abolisi harus memperhatikan pertimbangan DPR. • Dipilih secara langsung oleh masyarakat di daerah melalui pemilu. . • Menghilangkan kewenangannya menetapkan GBHN. • Mempunyai kekuasan membentuk UU (sebelumnya ada di tangan presiden. • Kekuasaan legislatif sepenuhnya diserahkan kepada DPR.A. • Susunan keanggotaanya berubah. DPD. RUU lain yang berkait dengan kepentingan daerah. F. • Kewenangan pemberian grasi. • Keberadaanya dimaksudkan untuk memperkuat kesatuan Negara Republik Indonesia. B. • Tetap berwenang menetapkan dan mengubah UUD. • Proses dan mekanisme membentuk UU antara DPR dan Pemerintah. MA. • Menghilangkan supremasi kewenangannya. D. hubungan pusat dan daerah.

• Di bawahnya terdapat badan-badan peradilan dalam lingkungan Peradilan Umum. memutus pembubaran partai politik.• Berwenang mengadili pada tingkat kasasi. • Badan-badan lain yang yang fungsinya berkaitan dengan kekuasaan kehakiman diatur dalam Undang-undang seperti : Kejaksaan. Kepolisian. G. Memutus sengketa kewenangan antar lembaga negara. menguji peaturan perundang-undangan di bawah Undang-undang dan wewenang lain yang diberikan Undang-undang. H. KOMISI YUDISIAL • Tugasnya mencalonkan Hakim Agung dan melakukan pengawasan moralitas dank ode etik para Hakim. • Hakim Konstitusi terdiri dari 9 orang yang diajukan masing-masing oleh Mahkamah Agung. lingkungan Peradilan militer dan lingkungan Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN). • Mempunyai kewenangan: Menguji UU terhadap UUD. lingkungan Peradilan Agama. memutus sengketa hasil pemilu dan memberikan putusan atas pendapat DPR mengenai dugaan pelanggaran oleh presiden dan atau wakil presiden menurut UUD. sehingga mencerminkan perwakilan dari 3 cabang kekuasaan negara yaitu yudikatif. legislatif. DPR dan pemerintah dan ditetapkan oleh Presiden. . MAHKAMAH KONSTITUSI • Keberadaanya dimaksudkan sebagai penjaga kemurnian konstitusi (the guardian of the constitution). Advokat/Pengacara dan lain-lain. dan eksekutif.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful