Sejarah Amandemen UUD 1945 Sebagaimana dijelaskan dalam Penjelasan Umum UUD 1945 ayat 1, undang-undang dasar

suatu negara ialah hanya sebagian dari hukumnya dasar Negara itu. Dimaksud hanya sebagian adalah karena selain UUD (hukum tertulis) juga berlaku hukum tidak tertulis. Sebagai konstitusi negara Indonesia UUD 1945 berada di posisi tertinggi dalam tata urutan perundang-undangan. Semua hukum yang berlaku di Indonesia haruslah sesuai dan berintisari dari UUD 1945. Akan tetapi biar bagaimanapun UUD 1945 adalah hukum yang di ciptakan manusia dan tidak dapat dikatakan sempurna. Setidaknya telah ada 4 sejarah amandemen UUD 1945. Sebelum membahas sejarah amandemen UUD 1945 mungkin ada baiknya kita sedikit mengulang bahasan sebelumnya tentang perbandingan undang-undang dasar sebelum dan sesudah amandemen. Di sana saya sempat menjelaskan 3 macam UUD yang telah digunakan di Indonesia. Yang dimaksud ketiganya adalah UUD 1945, UUD RIS 1949, dan UUDS 1950. Beruntung saat ini kita tetap menggunakan produk pendiri bangsa kita sebagai konstitusi negara, UUD 1945. Namun dalam perjalanannya bangsa Indonesia semakin berkembang dan memiliki kebutuhan yang lebih beragam lagi. UUD 1945 yang diposisikan sebagai dasar negara ternyata memiliki beberapa kelemahan. Wajar saja karena dalam prosesnya penyusunan UUD 1945 ini dilakukan dalam situasi kondisi genting, sama halnya seperti proses perumusan pancasila. Dalam sejarah amandemen UUD 1945 terhitung sudah 4 kali UUD 1945 mengalami amandemen (Amendment, Perubahan, tetapi bukan dalam pengertian Pergantian). Setelah 4 kali diamandemen sebanyak 25 butir tidak dirubah, 46 butir dirubah atau ditambah dengan ketentuan lainnya. Secara keseluruhan saat ini berjumlah 199 butir ketentuan, 174 ketentuan baru. Mengapa harus diamandemen? Berikut ini beberapa alasan mengapa perlu dilakukan amandemen. Alasan dilakukan amandemen 1. Lemahnya checks and balances pada institusiinstitusi ketatanegaraan. 2. Executive heavy, kekuasaan terlalu dominan berada di tangan Presiden (hak prerogatif dan kekuasaan legislatif) 3. Pengaturan terlalu fleksibel (vide:pasal 7 UUD 1945 sebelum amandemen) 4. Terbatasnya pengaturan jaminan akan HAM Berikut ini sejarah amandemen UUD 1945 di Indonesia. Amandemen I Amandemen yang pertama kali ini disahkan pada tanggal 19 Oktober 1999 atas dasar SU MPR 14-21 Oktober 1999. Amandemen yang dilakukan terdiri dari 9 pasal, yakni: Pasal 5, pasal 7, pasal 9, pasal 13, pasal 14, pasal 15, pasal 17, pasal 20, pasal 21. Inti dari amandemen pertama ini adalah pergeseran kekuasaan Presiden yang dipandang terlalu kuat (executive heavy).

Bab X. Amandemen dilakukan pada 5 Bab dan 25 pasal. Inti perubahan yang dilakukan pada amandemen ketiga ini adalah Bentuk dan Kedaulatan Negara. pasal 23E. pasal24C. Bab XIV. BAB XIII. pasal 23B. Inti Perubahan: DPD sebagai bagian MPR. pasal 7A. pasal 28G. Inti dari amandemen kedua ini adalah Pemerintah Daerah. pasal16. pasal 28F. pasal 28I. pasal 7B. pasal 28B. pasal 27. pasal 28D. Ps. Berikut ini rincian perubahan yang dilakukan pada amandemen kedua. pasal 28E. Pasal 2. pasal 31. Kewenangan MPR. Impeachment. perdamaian dan perjanjian. pasal 19. pasal 23. pasal 7C. pasal 26. pasal 24A. pasal 22E. Bab IXA. Perubahan yang terjadi dalam amandemen ketiga ini terdiri dari 3 Bab dan 22 Pasal. pasal 6. Penggantian Presiden. Lambang Negara dan Lagu Kebangsaan. pasal 30. Bab VIIA. pasal 28A. pasal 23F. Pasal 18. Keuangan Negara. perubahan UUD. Amandemen IV Sejarah amandemen UUD 1945 yang terakhir ini disahkan pada tanggal 10 Agustus 2002 melalui ST MPR 1-11 Agustus 2002. pasal 28J. Berikut ini detil dari amandemen ketiga. pasal 8. 36A . pasal 24. pernyataan perang. pasal 23D. Hak Asasi Manusia. pasal 33. pasal24B. pasal 28H. pasal 22D. pasal 11. pasal 22C. . pasal 36C. Bab VIIB. pasal 34. pasal23C. Bab XA. pasal 6A. pasal 24. pasal 6A. pasal 17. pasal 37. mata uang. pendidikan dan kebudayaan. pasal 28C. pasal 20A. Pasal 1. DPR dan Kewenangannya. pasal 3. Perubahan yang terjadi pada amandemen ke-4 ini terdiri dari 2 Bab dan 13 Pasal. pasal 20. pasal 23A. Kekuasaan Kehakiman. pasal 18A. pasal 32. pasal 8. Amandemen III Amandemen ketiga disahkan pada tanggal 10 November 2001 dan disahkan melalui ST MPR 1-9 November 2001. Kepresidenan. perekonomian nasional dan kesejahteraan sosial. Bab VIIIA. Bab XII.Amandemen II Amandemen yang kedua disahkan pada tanggal 18 Agustus 2000 dan disahkan melalui sidang umum MPR 7-8 Agustus 2000. bank sentral. pasal 18B. pasal 11. pasal 36B. pasal 23G. pasal 22A. pasal 22B. pasal 25E. Bab XV.

. serta hal-hal lain yang sesuai dengan perkembangan aspirasi dan kebutuhan bangsa. tetap mempertahankan susunan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Untuk melihat UUD 1945 sebelum dan sesudah amandemen silahkan lihat di sini Perbandingan UUD sebelum dan sesudah amandemen (disajikan dalam bentuk perbandingan). dan juga mempertegas sistem pemerintahan presidensil. pembagian kekuasaan. eksistensi negara demokrasi dan negara hukum. kedaulatan rakyat.Tujuan dari dilakukannya amandemen UUD 1945 yang terjadi hingga 4 kali ini adalah menyempurnakan aturan-aturan mendasar seperti tatanan negara. HAM. Sejarah amandemen UUD 1945 yang dilakukan berdasarkan kesepakatan diantaranya tidak mengubah Pembukaan UUD 1945.

3. 2. Sehingga Tap MPR No. Karena UUD 1945 merupakan hukum dasar tertulis yang dijadikan landasan dalam penyelenggaraan Negara maka harus sesuai dengan aspirasi tuntutan kehidupan masyarakat Indonesia. kekuasaan yang sangat besar pada Presiden. baik politik. 4. Perubahan UUD sudah bisa diprediksi oleh Ir. Jadi ini juga merupakan amanat dari Ir. tapi merupakan tuntutan sejarah. 5. 6. 7. sedangkan pada UUD Negara RI th 1945 sistem pemerintahannya adalah Kesatuan. 2. . Latar belakang tuntutan perubahan UUD 1945 antara lain karena pada masa Orde Baru. Karena perubahan UUD 1945 menghidupkan perkembangan politik ke arah keterbukaan. Dahulu Indonesia pernah memiliki UUD yang isinya sangat berbeda dengan UUD Negara RI tahun1945. yaitu UUD RIS dan UUDS. Karena menghilangkan pandangan adanya keyakinan bahwa UUD 1945 merupakan hal yang sacral. adanya pasal-pasal yang terlalu "luwes" (sehingga dapat menimbulkan mulitafsir). Latar belakang Perubahan UUD 1945 Salah satu tuntutan Reformasi 1998 adalah dilakukannya perubahan (amandemen) terhadap UUD 1945. system pemerintahan dIsentralisasi dan otonomi.1. ekonomi. pada UUDS sistem pemerintahannya adalah Federal. sehingga lembaga Negara. Hal ini diperkuat dengan adanya Tap MPR No. diganti. Perubahan UUD 1945 memiliki arti yang sangat penting dalam kehidupan bangsa Indonesia. Kalaupun terjadi perubahan harus diadakan referendum atau persetujuan dari masyarakat. Perubahan UUD bukan suatu yang ditabukan. Soekarno. badan badan lainnya serta dalam kehidupan masyarakat berkembang jiwa demokrasi. IV/MPR/1993 dicabut. social budaya sehingga dapat mewujudkan kehidupan yang maju dan sejahtera sejajar dengan bangsabangsa lain yang telah maju. Karena perubahan UUD 1945 mendorong para cendekiawan dan berbagai tokoh masyarakat untuk lebih proaktif dan kreatif mengkritisi pemerintah (demi kebaikan) sehingga mendorong kehidupan bangsa yang dinamis (berkembang) dalam segala bidang. serta kenyataan rumusan UUD 1945 tentang semangat penyelenggara negara yang belum cukup didukung ketentuan konstitusi. kekuasaan presiden dibatasi. kekuasaan tertinggi di tangan MPR (dan pada kenyataannya bukan di tangan rakyat). IV/MPR/1993 yang menjelaskan ketidakmungkinan terjadi perubahan. Pada saat pembahasan penetapan UUD sudah dikemukakan bahwa UUD kita memang sudah simple namun jika suatu saat terjadi perkembangan zaman boleh diubah agar bisa menyesuaikan atau beradaptasi. tidak bisa diubah. dikaji mendalam tentang kebenaran seperti doktrin yang diterapkan pada masa orde baru. Alasan UUD 1945 Diamandemen 1. Yang berbeda adalah pada UUD RIS sistem pemerintahannya adalah Serikat. Namun hal ini berbeda sekali dengan Pasal 37 ayat 1 dan 2 yang menyatakan bahwa perubahan boleh dilakukan tanpa adanya referendum. Karena perubahan UUD 1945 menghilangkan kesan jiwa UUD 1945 yang sentralistik dan otoriter sebab dengan adanya amandemen UUD 1945 masa jabatan presiden dibatasi. Karena perubahan UUD 1945 mendidik jiwa demoktrasi yang sudah dipelopori oleh MPR pada waktu mengadakan perubahan UUD itu sendiri. Karena perubahan UUD 1945 memberikan peluang kepada bangsa Indonesia untuk membangun dirinya atau melaksanakan pembangunan yang sesuai dengan kondisi dan aspirasi masyarakat. Pada Orde Baru dituntut tidak adanya perubahan UUD 1945. Mengingat kehidupan masyarakat Indonesia yang selalu tumbuh dan berkembang sesuai dengan peradaban manusia pada umumnya maka UUD 1945 diamandemen oleh MPR. Soekarno.

tanggal 1-11 Agustus 2002 → Perubahan Keempat UUD 1945 . serta hal-hal lain yang sesuai dengan perkembangan aspirasi dan kebutuhan bangsa. Kebebasan pers supaya aspirasi rakyat bisa tersalurkan dengan baik. Untuk mengubah undang-undang dasar sekurang-kurangnya 2/3 dari pada jumlah anggota majelis permusyawaratan rakyat harus hadir. Undang-undang dasar 1945 merupakan hokum dasar yang tertulis bagi kehidupan bangsa Indonesia maka sangat mempengaruhi kehidupan bangsa Indonesia terutama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.Tuntutan Reformasi: Istilah yang baku „amandemen‟ oleh MPR diganti dengan „perubahan‟. Dalam kurun waktu 1999-2002. tanggal 1-9 November 2001 → Perubahan Ketiga UUD 1945 • Sidang Tahunan MPR 2002. Karena adanya tuntutan reformasi ini UUD diubah. eksistensi negara demokrasi dan negara hukum. Perubahan UUD 1945 dengan kesepakatan diantaranya tidak mengubah Pembukaan UUD 1945. yaitu pasal 37 yang berbunyi : 1. anggota MPR tidak dapat mengusulkan pengubahan terhadap Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. tanggal 7-18 Agustus 2000 → Perubahan Kedua UUD 1945 • Sidang Tahunan MPR 2001. Penguatan otonomi daerah agar tidak sentral di Ibukota Jakarta. Dalam mengubah Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Adapun dasar hukum perubahan UUD 1945 adalah UUD 1945 itu sendiri. Dihapusnya dwi fungsi ABRI Pemberantasan KKN dan penegakan hukum. Perubahan UUD 1945 harus bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan bangsa. 3. Putusan diambil dengan persetujuan sekurang-kurangnya 2/3 dari pada jumlah anggota yang hadir. 5. serta mempertegas sistem pemerintahan presidensiil. tetap mempertahankan susunan kenegaraan (staat structuur) kesatuan atau selanjutnya lebih dikenal sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). sesuai dengan aspirasi rakyat serta perkembangan kehidupan bangsa Indonesia. Mengingat pentingnya UUD 1945 bagi bangsa Indonesia maka perlu dipertimbangkan secara matang apabila ingin diadakan perubahan. 4. 2. HAM. Perubahan undang-undang dasar akan menentukan masa depan kehidupan bangsa serta kesejahteraan bangsa tersebut. Agar perubahan UUD 1945 memiliki kekuatan hukum yang sah maka perubahan UUD 1945 harus memiliki landasan / dasar hukum yang jelas. Tujuan perubahan UUD 1945 Tujuan perubahan UUD 1945 waktu itu adalah menyempurnakan aturan dasar seperti tatanan negara. kedaulatan rakyat. MPR sebagai lembaga tertinggi negara menurut pasal 3 ayat 1 berwenang mengubah UUD. tanggal 14-21 Oktober 1999 → Perubahan Pertama UUD 1945 • Sidang Tahunan MPR 2000. pembagian kekuasaan. Landasan hukum diadakannya perubahan / Amandemen UUD 1945 Perubahan undang-undang dasar merupakan suatu peristiwa yang sangat penting bagi kehidupan suatu bangsa karena akan membawa pengaruh yang sangat besar dalam perkembangan sejarah kehidupan bangsa. Demokratisasi terkait HAM. UUD 1945 mengalami 4 kali perubahan yang ditetapkan dalam Sidang Umum dan Sidang Tahunan MPR : • Sidang Umum MPR 1999. Lembaga yang mengubah dan waktu terjadinya perubahan amamdemen UUD 1945 MPR berwenang mengubah dan menetapkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Oleh karena itu ”dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” diganti menjadi ”Yang Maha Esa”. Sebelum perubahan nama UUD kita adalah UUD 1945. dan 2 pasal Aturan Tambahan. dan Trisila dapat diringkas lagi menjadi ”Ekasila” yang intinya adalah gotong royong. Apakah semua dirubah? Tidak semua bagian dalam UUD 1945 mengalami perubahan. UUD 1945 terdiri atas Pembukaan. ini merupakan satu-satunya penyebutan ”Pancasila”. Misalnya dahulu dalam pasal 36A yang berbunyi. Setelah dilakukan 4 kali perubahan. Pancasila tetap merupakan ideologi negara pertama kali yang disebutkan oleh Ir. 170 ayat. . Perubahan UUD 1945 ini tidak dilakukan berkali-kali. pasal dan ayatnya. ”Lambang Negara Indonesia adalah Garuda Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika”. melainkan ‟perubahan‟. antara lain: v Tahap 1 = tahun 1999 v Tahap 2 = tahun 2000 v Tahap 3 = tahun 2001 v Tahap 4 = tahun 2002 Perubahan UUD 1945 banyak menghadirkan hal-hal yang baru. Hasil perubahan Undang-Undang Dasar 1945 Sebelum dilakukan Perubahan. itupun dalam konteks Lambang Negara dan kata ”Bhineka Tunggal Ika” tidak disebut dalam batang tubuh. Jadi yang benar adalah ”Hasil Perubahan UUD 1945”. Soekarno pertama kali mengenalkan Pancasila. Sila ini ditetapkan oleh Panitia Ad Hoc tahun 2004 sampai sekarang. bukan ”Hasil Amandemen UUD 1945. Dalam Risalah Sidang Tahunan MPR Tahun 2002. Misalnya pada nama UUD kita. melainkan hanya satu kali yaitu selama rentang waktu tahun 1999-2002. Batang Tubuh (16 bab. UUD 1945 memiliki 21 bab. 37 pasal. misalnya pada Pembukaan UUD 1945 (Preambule). Pancasila dapat diringkas menjadi ”Trisila”. diterbitkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Dalam Satu Naskah.Soekarno. Hal ini disebabkan karena dalam alenia ke-4 masih tercantum 5 sila Pancasila yang merupakan landasan Ideologi bangsa. Selain itu. dan 2 ayat Aturan Tambahan). Perubahan tersebut meliputi 4 tahap. 3 pasal Aturan Peralihan. Walau sebenarnya ”Pancasila” tidak disebut secara eksklusif tetapi Pancasila tetap menjadi Ideologi bangsa. juga terjadi perubahan dalam bab. 49 ayat. Pada tanggal 1 Juni 1945 Ir. Pada tanggal 18 Agustus 1945 untuk memaksimalkan kemerdekaan Indonesia maka terjadi perubahan dalam Pembukaan UUD 1945 alenia ke-4 yaitu pada penyebutan sila pertama ”Ketuhanan dengan kewajiban melaksanakan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. Selain itu kata ”Pancasila” secara tidak eksklusif dijelaskan dalam pembukaan maupun pasal-pasal dalam UUD. namun sekarang sudah disebut dalam pasal 36A sebagai Semboyan Negara. 4 pasal Aturan Peralihan. “Sebenarnya bukan istilah ‟amandemen‟ lagi yang digunakan. sehingga lahirlah Piagam Jakarta pada tanggal 22 Juni 1945 yang salah satu isinya merupakan cikal bakal Pancasila dan sudah mulai disebutkannya 5 sila Pancasila. tetapi setelah perubahan namanya yang baku menjadi Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Sebagai Naskah Perbantuan dan Kompilasi Tanpa Ada Opini. serta Penjelasan. sehingga secara sempurna Pancasila sila pertama berbunyi ”Ketuhanan Yang Maha Esa”.6. 37 pasal. Perubahan ini terjadi karena ada protes dari seorang pemuka agama yang menyatakan tidak mau bergabung dengan Negara Indonesia jika 7 kata itu belum diganti.

Yang dipentingkan bukan hanya menghafalkan pancasila. Sehingga dapat dibuat kesimpulan yang menyatukan negeri kita adalah: 1. Hal-hal yang diubah terhadap UUD I945 : Dahulu UUD 1945 isinya sederhana namun karena semakin kompleks permasalahan di Indonesia dan majunya perkembangan jaman maka. Semboyan Negara Indonesia juga tidak mengalami perubahan yaitu tetap Bhinneka Tunggal Ika. Pancasila jangan dijadikan tameng untuk menyalah-nyalahkan orang lain. Bhineka Tunggal Ika tidak menyeragamkan perbedaan-perbedaan yang terdapat dalam NKRI. Dahulu UUD memberi kekuasaan sepenuhnya pada presiden untuk membuat UUD sehingga dalam hal ini presiden memiliki fungsi ganda yaitu lembaga eksekutif dan lembaga legislatif.Soekarno pertama kali. yaitu tidak dimulai dengan kata-kata Nasionalisme. Sebelum perubahan pasal 37 hanya terdiri dari 2 ayat. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika 4. namun dimulai dengan Ketuhanan yang sekarang disebut sebagai sila ke-3 yaitu Persatuan dan Internasionalisme. Ditetapkan Bahasa Negara adalah Bahasa Indonesia. serta diakhiri dengan Keadilan Sosial. NKRI sebagai bentuk negara tidak dirubah. UUD pun di ganti. namun sekarang pasal 37 terdiri dari 5 ayat. Berisi bahwa RUUD dapat dijadikan sebagai perubahan dengan ketentuan: v RUUD diusulkan 1/2 dari anggota DPR. Dulu pernah di Indonesia menggunakan sistem federal. Karena negara Indonesia yang berbentuk kepulauan takut agar tidak terceraiberai maka sistem federal diganti lagi menjadi NKRI. UUD juga belum mengcover secara penuh mengenai perkembangan jaman dan otonomi daerah . namun Pancasila harus dimengerti dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. . Sistem NKRI 3. namun kini lebih dirinci dalam pasal 28 A – 28 J. v RUUD dihadari 2/3 dari anggota DPR. Sehingga intinya Pancasila itu tetap sama namun isinya berbeda dengan yang diungkapkan Ir. Namun sekarang presiden tidak secara mutlak diberi wewenang untuk membuat UUD lagi. yang dimaksudkan adalah suatu semboyan yang membingkai kokoh keanekaragaman bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia. Pancasila 2. namun menyatukan perbedaan-perbedaan itu. Dahulu pasal yang mengatur pendidikan hanya pasal 31 ayat 2. karena hal ini tidak sesuai dengan sila ke-2 dari Pancasila itu sendiri. Sebelum perubahan pasal yang mengatur HAM hanya 1 pasal saja.Pada Dekrit Presiden 1959 menyatakan tentang urutan susunan Pancasila. namun sekarang sudah tercantum pada UUD. namun sekarang pendidikan diatur dalam pasal 31 dengan 5 ayat.

DPD. Badan Eksekutif Presiden dan wakil Presiden. c. Perlu dijelaskan pula bahwa susunan ketatanegaraan dalam kelembagaan Negara juga mengalami perubahan. dan Komisi Yudisial (KY) juga lembaga baru. MPR RI tidak lagi diberikan sebutan sebagai lembaga tertinggi Negara dan hanya sebagai lembaga Negara. yaitu sebagai Badan legislative terdiri dari anggota MPR. * Setiap lembaga negara sejajar kedudukannya di bawah UUD 1945. Lembaga Negara lama yang dihapus adalah dewan Pertimbangan Agung (DPA). seperti juga DPR. Tugas Lembaga Tinggi Negara sesudah amandemen ke – 4 : . UUD memberikan ruang pasal-pasal dibawahnya. Mahkamah Agung (MA). dengan pemisahan kekuasaan. yaitu terdiri atas anggota DPR dan Dewan Perakilan Daerah (DPD). Presiden. DPR. a. BPK dan MA. dan Badan pemeriksa keuangan tetap ada hanya diatur tersendiri diluar kesemuanya/dan sejajar. penghormatan kepada hak asasi manusia serta kekuasaan yang dijalankan atas prinsip due process of law. SESUDAH AMANDEMEN KE -4 Sebagai kelembagaan Negara. Majelis Permusyawaran Rakyat hanya dapat memberhentikan presiden dan/atau Wakil Presiden dalam masa jabatannya menurut undang-undang dasar (impeachment). Rakyat boleh mengusulkan perubahan UUD dengan cara memberikan usulan tesebut kepada MK. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). antara lain adanya lembaga Negara yang dihapus maupun lahir baru. Dalam pasal 1 ayat (2) yang telah mengalami perubahan perihal kedaulatan disebutkan bahwa kedaulatan berada ditangan rakyat dan dilaksanakan menurut undang-undang dasar sehingga tampaklah bahwa MPR RI tidak lagi menjadi pelaku/pelaksana kedaulatan rakyat. seperti juga. Rakyat boleh ikut mengadu isi UU di bawah perundang-undangan yang tidak sesuai dengan UUD melalui usulan yang di sampaikan ke MA. * Mengatur mekanisme pengangkatan dan pemberhentian para pejabat negara. UUD memberikan pembagian kekuasaan (separation of power) kepada 6 Lembaga Negara dengan kedudukan yang sama dan sejajar. yaitu Presiden. sedang badan yudikatif terdiri atas kekuasaan kehakiman yaitu mahkamah konstitusi (MK) sebagai lembaga baru. Mahkamah Agung (MA). menurut pasal 3 UUD 1945 ( perubahan Ketiga ). * Penyempurnaan pada sisi kedudukan dan kewenangan maing-masing lembaga negara disesuaikan dengan perkembangan negara demokrasi modern. dan Mahkamah Konstitusi (MK). * Menata kembali lembaga-lembaga negara yang ada serta membentuk beberapa lembaga negara baru agar sesuai dengan sistem konstitusional dan prinsip negara berdasarkan hukum. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Juga susunan MPR RI telah berubah keanggotaanya. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). seperti Hakim. Perubahan (Amandemen) UUD 1945: * Mempertegas prinsip negara berdasarkan atas hukum [Pasal 1 ayat (3)] dengan menempatkan kekuasaan kehakiman sebagai kekuasaan yang merdeka. Majelis Permusyawaran Rakyat melantik Presiden dan/atau Wakil Presiden. Tugas dan kewenagan MPR RI sesudah perubahan.v RUUD disetujui 50%+1 dari anggota DPR sebagai UUD baru. * Sistem konstitusional berdasarkan perimbangan kekuasaan (check and balances) yaitu setiap kekuasaan dibatasi oleh Undang-undang berdasarkan fungsi masing-masing. MK bisa mengkaji UUD itu kalau tidak sesuai dan MK juga bisa menggagalkannya. Undang-Undang Dasar merupakan hukum tertinggi dimana kedaulatan berada di tangan rakyat dan dijalankan sepenuhnya menurut UUD. Dewan Perwakilan Daerah (DPD). yang kesemuanya direkrut melalui pemilu. Majelis Permusyawaran Rakyat berwenang mengubah dan menetapkan UUD b.

DPD • Lembaga negara baru sebagai langkah akomodasi bagi keterwakilan kepentingan daerah dalam badan perwakilan tingkat nasional setelah ditiadakannya utusan daerah dan utusan golongan yang diangkat sebagai anggota MPR. juga mengenai pemberhentian jabatan presiden dalam masa jabatannya. • Menghilangkan kewenangannya mengangkat Presiden (karena presiden dipilih secara langsung melalui pemilu). BPK • Anggota BPK dipilih DPR dengan memperhatikan pertimbangan DPD. RUU lain yang berkait dengan kepentingan daerah. • Dipilih secara langsung oleh masyarakat di daerah melalui pemilu. fungsi anggaran. • Menghilangkan supremasi kewenangannya. • Berkedudukan di ibukota negara dan memiliki perwakilan di setiap provinsi. MAHKAMAH AGUNG • Lembaga negara yang melakukan kekuasaan kehakiman. yaitu: fungsi legislasi. • Mempunyai kewenangan mengajukan dan ikut membahas RUU yang berkaitan dengan otonomi daerah.A. • Berwenang mengawasi dan memeriksa pengelolaan keuangan negara (APBN) dan daerah (APBD) serta menyampaikan hasil pemeriksaan kepada DPR dan DPD dan ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum. • Tetap berwenang menetapkan dan mengubah UUD. • Keberadaanya dimaksudkan untuk memperkuat kesatuan Negara Republik Indonesia. dan fungsi pengawasan sebagai mekanisme kontrol antar lembaga negara. F. • Proses dan mekanisme membentuk UU antara DPR dan Pemerintah. MA. • Mempertegas fungsi DPR. . DPD. hubungan pusat dan daerah. MK. • Memperbaiki syarat dan mekanisme pengangkatan calon presiden dan wakil presiden menjadi dipilih secara langsung oleh rakyat melui pemilu. D. C. BPK. • Kewenangan pengangkatan duta dan menerima duta harus memperhatikan pertimbangan DPR. amnesti dan abolisi harus memperhatikan pertimbangan DPR. • Menghilangkan kewenangannya menetapkan GBHN. yaitu kekuasaan yang menyelenggarakan peradilan untuk menegakkan hukum dan keadilan [Pasal 24 ayat (1)]. sedangkan DPR hanya memberikan persetujuan saja) sementara pemerintah berhak mengajukan RUU. B. • Mengintegrasi peran BPKP sebagai instansi pengawas internal departemen yang bersangkutan ke dalam BPK. • Kewenangan pemberian grasi. DPR. DPR • Posisi dan kewenangannya diperkuat. PRESIDEN • Membatasi beberapa kekuasaan presiden dengan memperbaiki tata cara pemilihan dan pemberhentian presiden dalam masa jabatannya serta memperkuat sistem pemerintahan presidensial. • Membatasi masa jabatan presiden maksimum menjadi dua periode saja. • Kekuasaan legislatif sepenuhnya diserahkan kepada DPR. E. MPR • Lembaga tinggi negara sejajar kedudukannya dengan lembaga tinggi negara lainnya seperti Presiden. • Mempunyai kekuasan membentuk UU (sebelumnya ada di tangan presiden. • Susunan keanggotaanya berubah. yaitu terdiri dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan angota Dewan Perwakilan Daerah yang dipilih secara langsung melalui pemilu.

. memutus sengketa hasil pemilu dan memberikan putusan atas pendapat DPR mengenai dugaan pelanggaran oleh presiden dan atau wakil presiden menurut UUD. lingkungan Peradilan militer dan lingkungan Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN). MAHKAMAH KONSTITUSI • Keberadaanya dimaksudkan sebagai penjaga kemurnian konstitusi (the guardian of the constitution). dan eksekutif. memutus pembubaran partai politik. Memutus sengketa kewenangan antar lembaga negara.• Berwenang mengadili pada tingkat kasasi. • Mempunyai kewenangan: Menguji UU terhadap UUD. sehingga mencerminkan perwakilan dari 3 cabang kekuasaan negara yaitu yudikatif. lingkungan Peradilan Agama. Kepolisian. • Hakim Konstitusi terdiri dari 9 orang yang diajukan masing-masing oleh Mahkamah Agung. H. menguji peaturan perundang-undangan di bawah Undang-undang dan wewenang lain yang diberikan Undang-undang. Advokat/Pengacara dan lain-lain. DPR dan pemerintah dan ditetapkan oleh Presiden. legislatif. • Badan-badan lain yang yang fungsinya berkaitan dengan kekuasaan kehakiman diatur dalam Undang-undang seperti : Kejaksaan. • Di bawahnya terdapat badan-badan peradilan dalam lingkungan Peradilan Umum. G. KOMISI YUDISIAL • Tugasnya mencalonkan Hakim Agung dan melakukan pengawasan moralitas dank ode etik para Hakim.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful