Sejarah Amandemen UUD 1945 Sebagaimana dijelaskan dalam Penjelasan Umum UUD 1945 ayat 1, undang-undang dasar

suatu negara ialah hanya sebagian dari hukumnya dasar Negara itu. Dimaksud hanya sebagian adalah karena selain UUD (hukum tertulis) juga berlaku hukum tidak tertulis. Sebagai konstitusi negara Indonesia UUD 1945 berada di posisi tertinggi dalam tata urutan perundang-undangan. Semua hukum yang berlaku di Indonesia haruslah sesuai dan berintisari dari UUD 1945. Akan tetapi biar bagaimanapun UUD 1945 adalah hukum yang di ciptakan manusia dan tidak dapat dikatakan sempurna. Setidaknya telah ada 4 sejarah amandemen UUD 1945. Sebelum membahas sejarah amandemen UUD 1945 mungkin ada baiknya kita sedikit mengulang bahasan sebelumnya tentang perbandingan undang-undang dasar sebelum dan sesudah amandemen. Di sana saya sempat menjelaskan 3 macam UUD yang telah digunakan di Indonesia. Yang dimaksud ketiganya adalah UUD 1945, UUD RIS 1949, dan UUDS 1950. Beruntung saat ini kita tetap menggunakan produk pendiri bangsa kita sebagai konstitusi negara, UUD 1945. Namun dalam perjalanannya bangsa Indonesia semakin berkembang dan memiliki kebutuhan yang lebih beragam lagi. UUD 1945 yang diposisikan sebagai dasar negara ternyata memiliki beberapa kelemahan. Wajar saja karena dalam prosesnya penyusunan UUD 1945 ini dilakukan dalam situasi kondisi genting, sama halnya seperti proses perumusan pancasila. Dalam sejarah amandemen UUD 1945 terhitung sudah 4 kali UUD 1945 mengalami amandemen (Amendment, Perubahan, tetapi bukan dalam pengertian Pergantian). Setelah 4 kali diamandemen sebanyak 25 butir tidak dirubah, 46 butir dirubah atau ditambah dengan ketentuan lainnya. Secara keseluruhan saat ini berjumlah 199 butir ketentuan, 174 ketentuan baru. Mengapa harus diamandemen? Berikut ini beberapa alasan mengapa perlu dilakukan amandemen. Alasan dilakukan amandemen 1. Lemahnya checks and balances pada institusiinstitusi ketatanegaraan. 2. Executive heavy, kekuasaan terlalu dominan berada di tangan Presiden (hak prerogatif dan kekuasaan legislatif) 3. Pengaturan terlalu fleksibel (vide:pasal 7 UUD 1945 sebelum amandemen) 4. Terbatasnya pengaturan jaminan akan HAM Berikut ini sejarah amandemen UUD 1945 di Indonesia. Amandemen I Amandemen yang pertama kali ini disahkan pada tanggal 19 Oktober 1999 atas dasar SU MPR 14-21 Oktober 1999. Amandemen yang dilakukan terdiri dari 9 pasal, yakni: Pasal 5, pasal 7, pasal 9, pasal 13, pasal 14, pasal 15, pasal 17, pasal 20, pasal 21. Inti dari amandemen pertama ini adalah pergeseran kekuasaan Presiden yang dipandang terlalu kuat (executive heavy).

pendidikan dan kebudayaan. Amandemen dilakukan pada 5 Bab dan 25 pasal. pasal 7A. pasal 28D. pasal 22A. Bab XA. pasal 22C. Inti perubahan yang dilakukan pada amandemen ketiga ini adalah Bentuk dan Kedaulatan Negara. Bab XV. pasal 24. pasal 23. pasal 28I. Hak Asasi Manusia. Pasal 18. Berikut ini rincian perubahan yang dilakukan pada amandemen kedua. pasal 28B. perekonomian nasional dan kesejahteraan sosial. pasal 20. Pasal 1. pasal 23G. Bab VIIB. pasal 6. pasal 23B. pasal 30. Impeachment. Inti Perubahan: DPD sebagai bagian MPR. pasal23C. pasal 18B. Perubahan yang terjadi pada amandemen ke-4 ini terdiri dari 2 Bab dan 13 Pasal. BAB XIII. pasal 17. bank sentral. Lambang Negara dan Lagu Kebangsaan. pasal 32. pasal24C. Bab VIIIA. Ps. pernyataan perang. pasal 23E. pasal 28C. pasal 27. Berikut ini detil dari amandemen ketiga. pasal 33. DPR dan Kewenangannya. pasal 7B. pasal 28A. Pasal 2. pasal 23A. pasal 28G. Perubahan yang terjadi dalam amandemen ketiga ini terdiri dari 3 Bab dan 22 Pasal. perdamaian dan perjanjian. Keuangan Negara. pasal 22E. Bab XII. pasal 36B. Amandemen IV Sejarah amandemen UUD 1945 yang terakhir ini disahkan pada tanggal 10 Agustus 2002 melalui ST MPR 1-11 Agustus 2002. pasal 26. Kekuasaan Kehakiman. pasal 24A. pasal 18A. pasal 22D. pasal 28H. Inti dari amandemen kedua ini adalah Pemerintah Daerah. pasal 28J. Penggantian Presiden. mata uang. pasal 11. pasal24B. pasal 19. Kepresidenan. pasal 6A. pasal 8. pasal 24.Amandemen II Amandemen yang kedua disahkan pada tanggal 18 Agustus 2000 dan disahkan melalui sidang umum MPR 7-8 Agustus 2000. . Bab X. Amandemen III Amandemen ketiga disahkan pada tanggal 10 November 2001 dan disahkan melalui ST MPR 1-9 November 2001. Kewenangan MPR. pasal 20A. pasal 23F. Bab XIV. pasal 31. pasal 34. pasal 6A. pasal 7C. pasal 8. pasal 28E. Bab VIIA. pasal 28F. pasal 25E. pasal16. Bab IXA. pasal 3. pasal 11. perubahan UUD. pasal 23D. pasal 36C. 36A . pasal 37. pasal 22B.

dan juga mempertegas sistem pemerintahan presidensil. . tetap mempertahankan susunan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). serta hal-hal lain yang sesuai dengan perkembangan aspirasi dan kebutuhan bangsa. eksistensi negara demokrasi dan negara hukum. Sejarah amandemen UUD 1945 yang dilakukan berdasarkan kesepakatan diantaranya tidak mengubah Pembukaan UUD 1945. HAM. kedaulatan rakyat. Untuk melihat UUD 1945 sebelum dan sesudah amandemen silahkan lihat di sini Perbandingan UUD sebelum dan sesudah amandemen (disajikan dalam bentuk perbandingan). pembagian kekuasaan.Tujuan dari dilakukannya amandemen UUD 1945 yang terjadi hingga 4 kali ini adalah menyempurnakan aturan-aturan mendasar seperti tatanan negara.

Perubahan UUD sudah bisa diprediksi oleh Ir. 5. Karena perubahan UUD 1945 menghidupkan perkembangan politik ke arah keterbukaan. ekonomi. yaitu UUD RIS dan UUDS. kekuasaan presiden dibatasi. adanya pasal-pasal yang terlalu "luwes" (sehingga dapat menimbulkan mulitafsir). Perubahan UUD 1945 memiliki arti yang sangat penting dalam kehidupan bangsa Indonesia. 7. Soekarno. pada UUDS sistem pemerintahannya adalah Federal. Yang berbeda adalah pada UUD RIS sistem pemerintahannya adalah Serikat. Jadi ini juga merupakan amanat dari Ir. badan badan lainnya serta dalam kehidupan masyarakat berkembang jiwa demokrasi. Karena UUD 1945 merupakan hukum dasar tertulis yang dijadikan landasan dalam penyelenggaraan Negara maka harus sesuai dengan aspirasi tuntutan kehidupan masyarakat Indonesia. sedangkan pada UUD Negara RI th 1945 sistem pemerintahannya adalah Kesatuan.1. Karena perubahan UUD 1945 memberikan peluang kepada bangsa Indonesia untuk membangun dirinya atau melaksanakan pembangunan yang sesuai dengan kondisi dan aspirasi masyarakat. Latar belakang tuntutan perubahan UUD 1945 antara lain karena pada masa Orde Baru. sehingga lembaga Negara. 2. Pada Orde Baru dituntut tidak adanya perubahan UUD 1945. tidak bisa diubah. Namun hal ini berbeda sekali dengan Pasal 37 ayat 1 dan 2 yang menyatakan bahwa perubahan boleh dilakukan tanpa adanya referendum. baik politik. kekuasaan tertinggi di tangan MPR (dan pada kenyataannya bukan di tangan rakyat). Perubahan UUD bukan suatu yang ditabukan. Karena menghilangkan pandangan adanya keyakinan bahwa UUD 1945 merupakan hal yang sacral. Pada saat pembahasan penetapan UUD sudah dikemukakan bahwa UUD kita memang sudah simple namun jika suatu saat terjadi perkembangan zaman boleh diubah agar bisa menyesuaikan atau beradaptasi. Latar belakang Perubahan UUD 1945 Salah satu tuntutan Reformasi 1998 adalah dilakukannya perubahan (amandemen) terhadap UUD 1945. Mengingat kehidupan masyarakat Indonesia yang selalu tumbuh dan berkembang sesuai dengan peradaban manusia pada umumnya maka UUD 1945 diamandemen oleh MPR. system pemerintahan dIsentralisasi dan otonomi. social budaya sehingga dapat mewujudkan kehidupan yang maju dan sejahtera sejajar dengan bangsabangsa lain yang telah maju. Karena perubahan UUD 1945 mendidik jiwa demoktrasi yang sudah dipelopori oleh MPR pada waktu mengadakan perubahan UUD itu sendiri. 3. Dahulu Indonesia pernah memiliki UUD yang isinya sangat berbeda dengan UUD Negara RI tahun1945. 2. Soekarno. Sehingga Tap MPR No. serta kenyataan rumusan UUD 1945 tentang semangat penyelenggara negara yang belum cukup didukung ketentuan konstitusi. 4. kekuasaan yang sangat besar pada Presiden. . Hal ini diperkuat dengan adanya Tap MPR No. dikaji mendalam tentang kebenaran seperti doktrin yang diterapkan pada masa orde baru. Alasan UUD 1945 Diamandemen 1. 6. tapi merupakan tuntutan sejarah. Karena perubahan UUD 1945 menghilangkan kesan jiwa UUD 1945 yang sentralistik dan otoriter sebab dengan adanya amandemen UUD 1945 masa jabatan presiden dibatasi. Kalaupun terjadi perubahan harus diadakan referendum atau persetujuan dari masyarakat. IV/MPR/1993 yang menjelaskan ketidakmungkinan terjadi perubahan. IV/MPR/1993 dicabut. Karena perubahan UUD 1945 mendorong para cendekiawan dan berbagai tokoh masyarakat untuk lebih proaktif dan kreatif mengkritisi pemerintah (demi kebaikan) sehingga mendorong kehidupan bangsa yang dinamis (berkembang) dalam segala bidang. diganti.

Putusan diambil dengan persetujuan sekurang-kurangnya 2/3 dari pada jumlah anggota yang hadir. Tujuan perubahan UUD 1945 Tujuan perubahan UUD 1945 waktu itu adalah menyempurnakan aturan dasar seperti tatanan negara. MPR sebagai lembaga tertinggi negara menurut pasal 3 ayat 1 berwenang mengubah UUD. tanggal 1-11 Agustus 2002 → Perubahan Keempat UUD 1945 . yaitu pasal 37 yang berbunyi : 1. UUD 1945 mengalami 4 kali perubahan yang ditetapkan dalam Sidang Umum dan Sidang Tahunan MPR : • Sidang Umum MPR 1999. Kebebasan pers supaya aspirasi rakyat bisa tersalurkan dengan baik. Undang-undang dasar 1945 merupakan hokum dasar yang tertulis bagi kehidupan bangsa Indonesia maka sangat mempengaruhi kehidupan bangsa Indonesia terutama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam mengubah Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Mengingat pentingnya UUD 1945 bagi bangsa Indonesia maka perlu dipertimbangkan secara matang apabila ingin diadakan perubahan. Lembaga yang mengubah dan waktu terjadinya perubahan amamdemen UUD 1945 MPR berwenang mengubah dan menetapkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Penguatan otonomi daerah agar tidak sentral di Ibukota Jakarta. Perubahan UUD 1945 dengan kesepakatan diantaranya tidak mengubah Pembukaan UUD 1945. Agar perubahan UUD 1945 memiliki kekuatan hukum yang sah maka perubahan UUD 1945 harus memiliki landasan / dasar hukum yang jelas. anggota MPR tidak dapat mengusulkan pengubahan terhadap Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. serta mempertegas sistem pemerintahan presidensiil. Dihapusnya dwi fungsi ABRI Pemberantasan KKN dan penegakan hukum.Tuntutan Reformasi: Istilah yang baku „amandemen‟ oleh MPR diganti dengan „perubahan‟. tanggal 7-18 Agustus 2000 → Perubahan Kedua UUD 1945 • Sidang Tahunan MPR 2001. Karena adanya tuntutan reformasi ini UUD diubah. tetap mempertahankan susunan kenegaraan (staat structuur) kesatuan atau selanjutnya lebih dikenal sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Demokratisasi terkait HAM. Perubahan UUD 1945 harus bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan bangsa. tanggal 1-9 November 2001 → Perubahan Ketiga UUD 1945 • Sidang Tahunan MPR 2002. kedaulatan rakyat. Adapun dasar hukum perubahan UUD 1945 adalah UUD 1945 itu sendiri. HAM. Untuk mengubah undang-undang dasar sekurang-kurangnya 2/3 dari pada jumlah anggota majelis permusyawaratan rakyat harus hadir. 2. eksistensi negara demokrasi dan negara hukum. Perubahan undang-undang dasar akan menentukan masa depan kehidupan bangsa serta kesejahteraan bangsa tersebut. serta hal-hal lain yang sesuai dengan perkembangan aspirasi dan kebutuhan bangsa. pembagian kekuasaan. 4. Landasan hukum diadakannya perubahan / Amandemen UUD 1945 Perubahan undang-undang dasar merupakan suatu peristiwa yang sangat penting bagi kehidupan suatu bangsa karena akan membawa pengaruh yang sangat besar dalam perkembangan sejarah kehidupan bangsa. sesuai dengan aspirasi rakyat serta perkembangan kehidupan bangsa Indonesia. Dalam kurun waktu 1999-2002. 5. 3. tanggal 14-21 Oktober 1999 → Perubahan Pertama UUD 1945 • Sidang Tahunan MPR 2000.

Selain itu kata ”Pancasila” secara tidak eksklusif dijelaskan dalam pembukaan maupun pasal-pasal dalam UUD. Pancasila dapat diringkas menjadi ”Trisila”. Batang Tubuh (16 bab. Sebelum perubahan nama UUD kita adalah UUD 1945. dan 2 pasal Aturan Tambahan. Oleh karena itu ”dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” diganti menjadi ”Yang Maha Esa”. Setelah dilakukan 4 kali perubahan. Soekarno pertama kali mengenalkan Pancasila. ini merupakan satu-satunya penyebutan ”Pancasila”. 37 pasal. Hal ini disebabkan karena dalam alenia ke-4 masih tercantum 5 sila Pancasila yang merupakan landasan Ideologi bangsa. 49 ayat. Walau sebenarnya ”Pancasila” tidak disebut secara eksklusif tetapi Pancasila tetap menjadi Ideologi bangsa. melainkan hanya satu kali yaitu selama rentang waktu tahun 1999-2002.6. dan Trisila dapat diringkas lagi menjadi ”Ekasila” yang intinya adalah gotong royong. Misalnya pada nama UUD kita. Apakah semua dirubah? Tidak semua bagian dalam UUD 1945 mengalami perubahan. misalnya pada Pembukaan UUD 1945 (Preambule). serta Penjelasan. Hasil perubahan Undang-Undang Dasar 1945 Sebelum dilakukan Perubahan. Misalnya dahulu dalam pasal 36A yang berbunyi. . Selain itu. Pada tanggal 18 Agustus 1945 untuk memaksimalkan kemerdekaan Indonesia maka terjadi perubahan dalam Pembukaan UUD 1945 alenia ke-4 yaitu pada penyebutan sila pertama ”Ketuhanan dengan kewajiban melaksanakan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. juga terjadi perubahan dalam bab. 37 pasal. Dalam Risalah Sidang Tahunan MPR Tahun 2002. Sila ini ditetapkan oleh Panitia Ad Hoc tahun 2004 sampai sekarang. sehingga lahirlah Piagam Jakarta pada tanggal 22 Juni 1945 yang salah satu isinya merupakan cikal bakal Pancasila dan sudah mulai disebutkannya 5 sila Pancasila. Perubahan UUD 1945 ini tidak dilakukan berkali-kali. Pancasila tetap merupakan ideologi negara pertama kali yang disebutkan oleh Ir. 4 pasal Aturan Peralihan. melainkan ‟perubahan‟. UUD 1945 terdiri atas Pembukaan. 170 ayat. Jadi yang benar adalah ”Hasil Perubahan UUD 1945”. Perubahan ini terjadi karena ada protes dari seorang pemuka agama yang menyatakan tidak mau bergabung dengan Negara Indonesia jika 7 kata itu belum diganti. bukan ”Hasil Amandemen UUD 1945. Perubahan tersebut meliputi 4 tahap. dan 2 ayat Aturan Tambahan). diterbitkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Dalam Satu Naskah. sehingga secara sempurna Pancasila sila pertama berbunyi ”Ketuhanan Yang Maha Esa”. Sebagai Naskah Perbantuan dan Kompilasi Tanpa Ada Opini. tetapi setelah perubahan namanya yang baku menjadi Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.Soekarno. Pada tanggal 1 Juni 1945 Ir. 3 pasal Aturan Peralihan. antara lain: v Tahap 1 = tahun 1999 v Tahap 2 = tahun 2000 v Tahap 3 = tahun 2001 v Tahap 4 = tahun 2002 Perubahan UUD 1945 banyak menghadirkan hal-hal yang baru. ”Lambang Negara Indonesia adalah Garuda Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika”. pasal dan ayatnya. UUD 1945 memiliki 21 bab. namun sekarang sudah disebut dalam pasal 36A sebagai Semboyan Negara. itupun dalam konteks Lambang Negara dan kata ”Bhineka Tunggal Ika” tidak disebut dalam batang tubuh. “Sebenarnya bukan istilah ‟amandemen‟ lagi yang digunakan.

Dulu pernah di Indonesia menggunakan sistem federal. karena hal ini tidak sesuai dengan sila ke-2 dari Pancasila itu sendiri. Ditetapkan Bahasa Negara adalah Bahasa Indonesia. UUD pun di ganti. Sebelum perubahan pasal yang mengatur HAM hanya 1 pasal saja. . Semboyan Negara Indonesia juga tidak mengalami perubahan yaitu tetap Bhinneka Tunggal Ika. Dahulu UUD memberi kekuasaan sepenuhnya pada presiden untuk membuat UUD sehingga dalam hal ini presiden memiliki fungsi ganda yaitu lembaga eksekutif dan lembaga legislatif. serta diakhiri dengan Keadilan Sosial. Bahasa Indonesia. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika 4. namun dimulai dengan Ketuhanan yang sekarang disebut sebagai sila ke-3 yaitu Persatuan dan Internasionalisme. namun menyatukan perbedaan-perbedaan itu. Namun sekarang presiden tidak secara mutlak diberi wewenang untuk membuat UUD lagi.Soekarno pertama kali. Sistem NKRI 3. namun sekarang pasal 37 terdiri dari 5 ayat. namun kini lebih dirinci dalam pasal 28 A – 28 J. Pancasila jangan dijadikan tameng untuk menyalah-nyalahkan orang lain. Sebelum perubahan pasal 37 hanya terdiri dari 2 ayat. namun Pancasila harus dimengerti dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. namun sekarang sudah tercantum pada UUD. Bhineka Tunggal Ika tidak menyeragamkan perbedaan-perbedaan yang terdapat dalam NKRI. Karena negara Indonesia yang berbentuk kepulauan takut agar tidak terceraiberai maka sistem federal diganti lagi menjadi NKRI. Sehingga dapat dibuat kesimpulan yang menyatukan negeri kita adalah: 1. Pancasila 2. v RUUD dihadari 2/3 dari anggota DPR. Sehingga intinya Pancasila itu tetap sama namun isinya berbeda dengan yang diungkapkan Ir. Hal-hal yang diubah terhadap UUD I945 : Dahulu UUD 1945 isinya sederhana namun karena semakin kompleks permasalahan di Indonesia dan majunya perkembangan jaman maka. namun sekarang pendidikan diatur dalam pasal 31 dengan 5 ayat. Dahulu pasal yang mengatur pendidikan hanya pasal 31 ayat 2.Pada Dekrit Presiden 1959 menyatakan tentang urutan susunan Pancasila. yaitu tidak dimulai dengan kata-kata Nasionalisme. NKRI sebagai bentuk negara tidak dirubah. UUD juga belum mengcover secara penuh mengenai perkembangan jaman dan otonomi daerah . Yang dipentingkan bukan hanya menghafalkan pancasila. yang dimaksudkan adalah suatu semboyan yang membingkai kokoh keanekaragaman bangsa Indonesia. Berisi bahwa RUUD dapat dijadikan sebagai perubahan dengan ketentuan: v RUUD diusulkan 1/2 dari anggota DPR.

DPD. * Menata kembali lembaga-lembaga negara yang ada serta membentuk beberapa lembaga negara baru agar sesuai dengan sistem konstitusional dan prinsip negara berdasarkan hukum. UUD memberikan pembagian kekuasaan (separation of power) kepada 6 Lembaga Negara dengan kedudukan yang sama dan sejajar. BPK dan MA. Perubahan (Amandemen) UUD 1945: * Mempertegas prinsip negara berdasarkan atas hukum [Pasal 1 ayat (3)] dengan menempatkan kekuasaan kehakiman sebagai kekuasaan yang merdeka. Presiden. Majelis Permusyawaran Rakyat melantik Presiden dan/atau Wakil Presiden. Rakyat boleh ikut mengadu isi UU di bawah perundang-undangan yang tidak sesuai dengan UUD melalui usulan yang di sampaikan ke MA. Tugas Lembaga Tinggi Negara sesudah amandemen ke – 4 : . Badan Eksekutif Presiden dan wakil Presiden. Dalam pasal 1 ayat (2) yang telah mengalami perubahan perihal kedaulatan disebutkan bahwa kedaulatan berada ditangan rakyat dan dilaksanakan menurut undang-undang dasar sehingga tampaklah bahwa MPR RI tidak lagi menjadi pelaku/pelaksana kedaulatan rakyat.v RUUD disetujui 50%+1 dari anggota DPR sebagai UUD baru. menurut pasal 3 UUD 1945 ( perubahan Ketiga ). MPR RI tidak lagi diberikan sebutan sebagai lembaga tertinggi Negara dan hanya sebagai lembaga Negara. Rakyat boleh mengusulkan perubahan UUD dengan cara memberikan usulan tesebut kepada MK. Juga susunan MPR RI telah berubah keanggotaanya. Lembaga Negara lama yang dihapus adalah dewan Pertimbangan Agung (DPA). * Penyempurnaan pada sisi kedudukan dan kewenangan maing-masing lembaga negara disesuaikan dengan perkembangan negara demokrasi modern. * Mengatur mekanisme pengangkatan dan pemberhentian para pejabat negara. Majelis Permusyawaran Rakyat berwenang mengubah dan menetapkan UUD b. * Sistem konstitusional berdasarkan perimbangan kekuasaan (check and balances) yaitu setiap kekuasaan dibatasi oleh Undang-undang berdasarkan fungsi masing-masing. seperti Hakim. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Mahkamah Agung (MA). seperti juga. * Setiap lembaga negara sejajar kedudukannya di bawah UUD 1945. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). UUD memberikan ruang pasal-pasal dibawahnya. seperti juga DPR. dengan pemisahan kekuasaan. c. a. DPR. Majelis Permusyawaran Rakyat hanya dapat memberhentikan presiden dan/atau Wakil Presiden dalam masa jabatannya menurut undang-undang dasar (impeachment). dan Badan pemeriksa keuangan tetap ada hanya diatur tersendiri diluar kesemuanya/dan sejajar. yaitu Presiden. Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). MK bisa mengkaji UUD itu kalau tidak sesuai dan MK juga bisa menggagalkannya. Perlu dijelaskan pula bahwa susunan ketatanegaraan dalam kelembagaan Negara juga mengalami perubahan. antara lain adanya lembaga Negara yang dihapus maupun lahir baru. Tugas dan kewenagan MPR RI sesudah perubahan. dan Mahkamah Konstitusi (MK). Undang-Undang Dasar merupakan hukum tertinggi dimana kedaulatan berada di tangan rakyat dan dijalankan sepenuhnya menurut UUD. Mahkamah Agung (MA). penghormatan kepada hak asasi manusia serta kekuasaan yang dijalankan atas prinsip due process of law. yaitu sebagai Badan legislative terdiri dari anggota MPR. dan Komisi Yudisial (KY) juga lembaga baru. sedang badan yudikatif terdiri atas kekuasaan kehakiman yaitu mahkamah konstitusi (MK) sebagai lembaga baru. yaitu terdiri atas anggota DPR dan Dewan Perakilan Daerah (DPD). SESUDAH AMANDEMEN KE -4 Sebagai kelembagaan Negara. yang kesemuanya direkrut melalui pemilu.

• Kewenangan pemberian grasi. amnesti dan abolisi harus memperhatikan pertimbangan DPR. hubungan pusat dan daerah. dan fungsi pengawasan sebagai mekanisme kontrol antar lembaga negara. F. • Mempertegas fungsi DPR. • Tetap berwenang menetapkan dan mengubah UUD. DPR • Posisi dan kewenangannya diperkuat. yaitu: fungsi legislasi. E. • Kewenangan pengangkatan duta dan menerima duta harus memperhatikan pertimbangan DPR. • Berkedudukan di ibukota negara dan memiliki perwakilan di setiap provinsi. RUU lain yang berkait dengan kepentingan daerah. BPK. MPR • Lembaga tinggi negara sejajar kedudukannya dengan lembaga tinggi negara lainnya seperti Presiden. • Mempunyai kewenangan mengajukan dan ikut membahas RUU yang berkaitan dengan otonomi daerah. juga mengenai pemberhentian jabatan presiden dalam masa jabatannya. yaitu kekuasaan yang menyelenggarakan peradilan untuk menegakkan hukum dan keadilan [Pasal 24 ayat (1)]. • Kekuasaan legislatif sepenuhnya diserahkan kepada DPR. B. fungsi anggaran. DPD • Lembaga negara baru sebagai langkah akomodasi bagi keterwakilan kepentingan daerah dalam badan perwakilan tingkat nasional setelah ditiadakannya utusan daerah dan utusan golongan yang diangkat sebagai anggota MPR. MK. sedangkan DPR hanya memberikan persetujuan saja) sementara pemerintah berhak mengajukan RUU. • Memperbaiki syarat dan mekanisme pengangkatan calon presiden dan wakil presiden menjadi dipilih secara langsung oleh rakyat melui pemilu. • Susunan keanggotaanya berubah. • Menghilangkan kewenangannya menetapkan GBHN. • Membatasi masa jabatan presiden maksimum menjadi dua periode saja. • Mengintegrasi peran BPKP sebagai instansi pengawas internal departemen yang bersangkutan ke dalam BPK. PRESIDEN • Membatasi beberapa kekuasaan presiden dengan memperbaiki tata cara pemilihan dan pemberhentian presiden dalam masa jabatannya serta memperkuat sistem pemerintahan presidensial. • Proses dan mekanisme membentuk UU antara DPR dan Pemerintah. • Mempunyai kekuasan membentuk UU (sebelumnya ada di tangan presiden. • Keberadaanya dimaksudkan untuk memperkuat kesatuan Negara Republik Indonesia. BPK • Anggota BPK dipilih DPR dengan memperhatikan pertimbangan DPD. MAHKAMAH AGUNG • Lembaga negara yang melakukan kekuasaan kehakiman. MA. . D. C. • Dipilih secara langsung oleh masyarakat di daerah melalui pemilu. • Menghilangkan kewenangannya mengangkat Presiden (karena presiden dipilih secara langsung melalui pemilu). DPD. yaitu terdiri dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan angota Dewan Perwakilan Daerah yang dipilih secara langsung melalui pemilu. • Menghilangkan supremasi kewenangannya.A. DPR. • Berwenang mengawasi dan memeriksa pengelolaan keuangan negara (APBN) dan daerah (APBD) serta menyampaikan hasil pemeriksaan kepada DPR dan DPD dan ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum.

KOMISI YUDISIAL • Tugasnya mencalonkan Hakim Agung dan melakukan pengawasan moralitas dank ode etik para Hakim. sehingga mencerminkan perwakilan dari 3 cabang kekuasaan negara yaitu yudikatif. • Badan-badan lain yang yang fungsinya berkaitan dengan kekuasaan kehakiman diatur dalam Undang-undang seperti : Kejaksaan. Kepolisian. DPR dan pemerintah dan ditetapkan oleh Presiden. • Mempunyai kewenangan: Menguji UU terhadap UUD. MAHKAMAH KONSTITUSI • Keberadaanya dimaksudkan sebagai penjaga kemurnian konstitusi (the guardian of the constitution).• Berwenang mengadili pada tingkat kasasi. dan eksekutif. Advokat/Pengacara dan lain-lain. • Hakim Konstitusi terdiri dari 9 orang yang diajukan masing-masing oleh Mahkamah Agung. menguji peaturan perundang-undangan di bawah Undang-undang dan wewenang lain yang diberikan Undang-undang. Memutus sengketa kewenangan antar lembaga negara. G. legislatif. . lingkungan Peradilan militer dan lingkungan Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN). memutus sengketa hasil pemilu dan memberikan putusan atas pendapat DPR mengenai dugaan pelanggaran oleh presiden dan atau wakil presiden menurut UUD. H. memutus pembubaran partai politik. lingkungan Peradilan Agama. • Di bawahnya terdapat badan-badan peradilan dalam lingkungan Peradilan Umum.