ISO 9001 : 2008 Cert. No.

47484/A/0001/UK/En

KTSP
KIMIA
X

TAHUN PELAJARAN 2012 - 2013 SMA SANTA ANGELA JL. MERDEKA 24 BANDUNG
http://\www.santa-angela.sch.id

HALAMAN PENGESAHAN

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan untuk mata pelajaran KIMIA di kelas X ini telah disetujui pada: Hari Tanggal : __________________ : __________________

Yang menyetujui, Kepala Sekolah SMA Santa Angela

Sr. Florentia Mujiati, OSU.

2

A. Pendahuluan
Kita menyadari bahwa kemajuan suatu bangsa akan semakin bergantung pada tingkat sumber daya manusia dan bukan sumber daya alamnya. Oleh karena itu, dalam mengahadapi era globalisasi yang semakin meluas, sistem pendidikan kita harus segera diperbaiki agar dapat menghasilkan manusia cerdas, mandiri, dan dapat bersaing di tingkat internasional. Dalam kaitan itu, salah satu upaya yang dilakukan pemerintah yaitu membenahi kurikulum sekolah dasar dan menengah yang tertuang dalam Peraturan Menteri Penididikan Nasional Republik Indonesia Nomor 22 dan 23 Tahun 2006 tentang standar isi dan standar kompetensi lulusan. Dalam kegiatan pembelajaran Kimia di sekolah, siswa harus aktif dalam membangun pengetahuannya, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator. Selain ranah kognitif, dalam pembelajaran Kimia juga menuntut kompetensi siswa dalam ranah psikomotorik dan afektif. Siswa tidak saja harus mengetahui fakta, konsep atau prinsip tetapi juga harus terampil menerapkan pengetahuannya dalam menghadapi masalah kehidupan dan teknologi. Ciri ilmu kimia sebagai ilmu yang berlandaskan praktik dan eksperimen, siswa tidak cukup dengan merasa mengerti tetapi sungguh-sungguh harus dapt mempraktikannya dalam menyelesaikan soal, memecahkan masalah, atau melakukan suatu ketrampilan ilmiah.

B. Visi dan Misi
VISI Komunitas pembelajar yang kritis, kreatif, dan inovatif dalam mengintegrasikan ilmu, iman, dan nilai-nilai kemanusiaan seturut semangat Santa Angela. MISI 1. Sebagai lembaga pendidikan ( institute of education ), sekolah Ursulin menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas dan terpadu, menyiapkan persertta didik ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan siap bermasyarakat. 2. Sebagai komunitas pembelajar ( community of learning ), sekolah Ursulin mengembangkan potensi dan keterampilan secara kritis, kreatif, dan inovatif. 3. Sebagai sekolah Katolik ( Catholic School), sekolah Ursulin menanamkan semangat Santa Angela pada setiap pribadi agar dapat mengintegrasikan ilmu, iman, dan nilai-nilai kemanusiaan untuk menjawab tantangan zaman dan mewujudnyatakan SERVIAM dalam kehidupan sehari-hari. 4. Sebagai sekolah Ursulin Indonesia ( Ursuline School in Indonesia ), sekolah Ursulin menanamkan kecintaan pada budaya, bangsa, dan tanah air Indonesia dengan menghargai pluraritas budaya dan agama, serta membangun kepedulian terhadap sesama dan alam ciptaan. KTSP Kimia Kelas X 1

Tuntutan pembangunan daerah dan nasional Dalam era otonomi dan desentralisasi untuk mewujudkan pendidikan yang otonom dan demokratis perlu memperhatikan keragaman dan mendorong partisipasi masyarakat dengan tetap mengedepankan wawasan nasional. Acuan Operasional Penyusunan KTSP Pendidikan Kimia di SMA Santa Angela KTSP disusun dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut. 1. Mempersiapkan peserta didik untuk penguasaan materi yang dibutuhkan di Perguruan Tinggi 2. emosional. Peningkatan potensi. kognitif. dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik Pendidikan merupakan proses sistematik untuk meningkatkan martabat manusia secara holistik yang memungkinkan potensi diri (afektif. Membangun motivasi peserta didik dalam kegiatan pembelajaran kimia di kelas 3. sekolah Ursulin Indonesia meningkatkan kerja sama dengan alumni dan sekolah-sekolah Ursulin. dan kinestetik peserta didik. Kurikulum disusun yang memungkinkan semua mata pelajaran dapat menunjang peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia. Oleh karena itu. psikomotor) berkembang secara optimal. minat. kurikulum disusun dengan memperhatikan potensi. kecerdasan. Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia Keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia menjadi dasar pembentukan kepribadian peserta didik secara utuh. Sejalan dengan itu. dan keragaman karakteristik lingkungan. Mengembangkan kompetensi kognitif. 3. psikomotorik dan efektif peserta didik D. kebutuhan. keduanya harus ditampung secara berimbang dan saling mengisi.5. kecerdasan intelektual. C. Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan Daerah memiliki potensi. tingkat perkembangan. Masing-masing daerah memerlukan pendidikan sesuai dengan karakteristik daerah dan pengalaman hidup sehari-hari. spritual. Sebagai bagian dari Ursulin Internasional. KTSP Kimia Kelas X 2 . ( International Ursuline ). tantangan. Tujuan Pendidikan Kimia di SMA Santa Angela Kegiatan pembelajaran kimia di SMA Santa Angela memiliki tujuan pendidikan sebagai berikut: 1. sosial. kurikulum harus memuat keragaman tersebut untuk menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan pengembangan daerah. khususnya di Asia Pasifik. 2. baik di Indonesia maupun di tingkat Internasional. 4. Untuk itu.

Tuntutan dunia kerja Kegiatan pembelajaran harus dapat mendukung tumbuh kembangnya pribadi peserta didik yang berjiwa kewirausahaan dan mempunyai kecakapan hidup. dan seni Pendidikan perlu mengantisipasi dampak global yang membawa masyarakat berbasis pengetahuan di mana IPTEKS sangat berperan sebagai penggerak utama perubahan. teknologi. baik pada individu maupun bangsa. teknologi. yang sangat penting ketika dunia digerakkan oleh pasar bebas. Kesetaraan Jender Kurikulum harus diarahkan kepada terciptanya pendidikan yang berkeadilan dan memperhatikan kesetaraan jender. Dinamika perkembangan global Pendidikan harus menciptakan kemandirian. Hal ini sangat penting terutama bagi satuan pendidikan kejuruan dan peserta didik yang tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. 12. misi. Oleh karena itu. 6. dan seni. tujuan. Pendidikan harus terus menerus melakukan adaptasi dan penyesuaian perkembangan IPTEKS sehingga tetap relevan dan kontekstual dengan perubahan. KTSP Kimia Kelas X 3 . muatan kurikulum semua mata pelajaran harus ikut mendukung peningkatan iman. 7. kurikulum perlu memuat kecakapan hidup untuk membekali peserta didik memasuki dunia kerja. Perkembangan ilmu pengetahuan. kondisi.5. Kondisi sosial budaya masyarakat setempat Kurikulum harus dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik sosial budaya masyarakat setempat dan menunjang kelestarian keragaman budaya. kurikulum harus mendorong berkembangnya wawasan dan sikap kebangsaan serta persatuan nasional untuk memperkuat keutuhan bangsa dalam wilayah NKRI. taqwa dan akhlak mulia. Oleh sebab itu. dan ciri khas satuan pendidikan. Oleh karena itu. kurikulum harus dikembangkan secara berkala dan berkesinambungan sejalan dengan perkembangan Ilmu pengetahuan. 9. 10. 11. Oleh karena itu. Karakteristik satuan pendidikan Kurikulum harus dikembangkan sesuai dengan visi. Agama Kurikulum harus dikembangkan untuk mendukung peningkatan iman dan taqwa serta akhlak mulia dengan tetap memelihara toleransi dan kerukunan umat beragama. 8. Penghayatan dan apresiasi pada budaya setempat harus terlebih dahulu ditumbuhkan sebelum mempelajari budaya dari daerah dan bangsa lain. Pergaulan antar bangsa yang semakin dekat memerlukan individu yang mandiri dan mampu bersaing serta mempunyai kemampuan untuk hidup berdampingan dengan suku dan bangsa lain. Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan Pendidikan diarahkan untuk membangun karakter dan wawasan kebangsaan peserta didik yang menjadi landasan penting bagi upaya memelihara persatuan dan kesatuan bangsa dalam kerangka NKRI.

massa atom relatif. penerapannya hukum-hukum 2. Memahami struktur atom.2 Menjelaskan perkembangan konsep reaksi oksidasireduksi dan hubungannya dengan tata nama senyawa serta penerapannya. 1.3 Menjelaskan proses pembentukan dan teknik pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi serta kegunaannya F. hukum-hukum dasar kimia melalui percobaan serta menerapkan konsep mol dalam menyelesaikan perhitungan kimia.Memahami dasar perhitungan (stoikiometri). X. Memahami sifat-sifat senyawa organik atas dasar gugus fungsi dan senyawa makromolekul.1 Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan kimia dan kimia organik sederhana serta persamaan reaksinya. dan sifatsifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya.1 Memahami struktur atom berdasarkan teori atom sifat-sifat periodik unsur.1 Mengidentifikasi sifat larutan non-elektrolit dan dalam 2. 1. 4. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar X. ikatan kovalen. Semester 1 Standar Kompetensi Kompetensi Dasar 1. 4. Semester 2 Standar Kompetensi 3.1 Mendeskripsikan kekhasan atom karbon dalam membentuk senyawa hidrokarbon. Bohr. 4. 2. Angela 4 . Penentuan Standar Ketuntasan Minimal Per Kompetensi Dasar Dan Indikator Satuan Pendidikan KTSP Kimia Kelas X : SMA St. 3. Kompetensi Dasar 3. Memahami sifat-sifat larutan non-elektrolit dan elektrolit.2 Membandingkan proses pembentukan ikatan ion. sifat-sifat unsur.2 Membuktikan dan mengkomunikasikan berlakunya elektrolit berdasarkan data hasil percobaan. melalui pemahaman konfigurasi elektron.2 Menggolongkan senyawa hidrokarbon berdasarkan strukturnya dan hubungannya dengan sifat senyawa. 4. dan ikatan kimia. serta reaksi oksidasi-redukasi. dan ikatan logam serta hubungannya dengan sifat fisika senyawa yang terbentuk. ikatan koordinasi.E.

4.Mata Pelajaran Kelas Tahun Pelajaran : KIMIA : X : 2012 -2013 2. ikatan koordinasi. Angela 5 KKM Kompetensi Dasar / Indikator Inteks Siswa Kompleksifitas . 2. Rincian Minggu Efektif Satuan Pendidikan KTSP Kimia Kelas X : SMA St. 3. ikatan kovalen.1 Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr.1 Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana serta persamaan reaksinya. hidrokarbon berdasarkan strukturnya dan hubungannya dengan sifat senyawa. 2. elektron. 3. dan sifat-sifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya. massa atom relatif.2 Membandingkan proses pembentukan ikatan ion.3 Menjelaskan proses pembentukan dan teknik pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi serta kegunaannya G. dan ikatan logam serta hubungannya terbentuk. 1. sifat-sifat unsur. 4.2 Menggolongkan kekhasan senyawa atom karbon dalam 65 67 65 68 60 65 65 65 65 66 64 65 65 60 70 65 membentuk senyawa hidrokarbon.1 Mengidentifikasi sifat larutan non-elektrolit dan 65 65 65 65 67 60 65 64 65 65 65 65 dengan sifat fisika senyawa yang 66 65 67 66 melalui pemahaman konfigurasi 60 68 70 66 elektrolit berdasarkan data hasil percobaan.2 Menjelaskan perkembangan konsep reaksi oksidasireduksi dan hubungannya dengan tata nama senyawa serta penerapannya. Penentuan Standar Ketuntasan Belajar Minimal Kriteria Penentuan KKM Sumber Daya Pendukung 1.1 Mendeskripsikan 4.2 Membuktikan dan mengkomunikasikan berlakunya hukum-hukum dasar kimia melalui percobaan serta menerapkan konsep mol dalam menyelesaikan perhitungan kimia.

___________ Mengetahui. Kepala SMA Santa Angela Bandung. Jumlah jam efektif 21 minggu x 3 jam / minggu = 63 jam Bandung. OSU P. Boedisantoso. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. Jumlah minggu efektif Jumlah minggu kalender – jumlah minggu tidak efektif = 20 minggu 4.Mata Pelajaran Kelas Semester Tahun Pelajaran : Kimia : X : 1 : 2012 -2013 1. Florentia Mujiyati.Pd. S. Keterangan jumlah minggu tidak efektif NO 1 2 3 MOS Libur lebaran Libur semester Jumlah 3. Carolus B. KTSP Kimia Kelas X 6 .D.Pd. M. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia KEGIATAN JUMLAH MINGGU 1 1 4 6 BULAN KALENDER 4 5 4 4 4 5 26 TIDAK EFEKTIF 3 1 0 0 0 2 6 EFEKTIF 1 4 4 4 4 3 20 Sr. Jumlah minggu JUMLAH MINGGU NO 1 2 3 4 5 6 Juli Agustus September Oktober November Desember Jumlah 2. Wisnu A.

Pd. Keterangan jumlah minggu tidak efektif NO 1 2 3 4 KEGIATAN Libur Paskah Ujian nasional Ujian sekolah Libur semester Jumlah 3. ___________ Mengetahui. Wisnu A. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia JUMLAH MINGGU 1 1 2 4 8 BULAN KALENDER 4 4 5 4 5 4 26 TIDAK EFEKTIF 1 0 2 2 1 2 8 EFEKTIF 3 4 3 2 4 2 18 Sr. Angela : Kimia : X : 2 : 2012 -2013 1. OSU P. M. Carolus B. Florentia Mujiyati.Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas Semester Tahun Pelajaran : SMA St. Kepala SMA Santa Angela Bandung. PROGRAM TAHUNAN KTSP Kimia Kelas X 7 . S. Boedisantoso. Jumlah jam efektif 20 minggu x 3 jam / minggu = 60 jam Bandung. Jumlah minggu efektif Jumlah minggu kalender – jumlah minggu tidak efektif = 18 minggu 4. Jumlah minggu JUMLAH MINGGU NO 1 2 3 4 5 6 Januari Pebruari Maret April Mei Juni Jumlah 2.Pd.D.

M.Pd. Menjelaskan proses pembentukan dan teknik pemisahan fraksifraksi minyak bumi serta kegunaannya. OSU P. 23 Juli 2012 Guru Mata Pelajaran Kimia Sr.1 4. Wisnu A.Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas Tahun Pelajaran : SMA St.D.Pd. Jumlah Jumlah Bandung.2 20 jam 2.2 4.1 8 jam 2. Membandingkan proses pembentukan ikatan ion. dan ikatan logam serta hubungannya dengan sifat fisika senyawa yang terbentuk.3 Mengidentifikasi sifat larutan non-elektrolit dan elektrolit berdasarkan data hasil percobaan. Angela : KIMIA : X : 2012 -2013 SMT NO TPU/KONSEP/TEMA/TOPIK/KOMPETENSI DASAR Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr. Kepala SMA Santa Angela Bandung. Boedisantoso. Florentia Mujiyati. 1. massa atom relatif. melalui pemahaman konfigurasi elektron. dan sifat-sifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung.2 20 jam 63 jam 6 jam 18 jam 6 jam 24 jam 6 jam 60 jam 123 jam Dibuat oleh 2 3. sifat-sifat unsur. Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana serta persamaan reaksinya. ikatan kovalen. Carolus B. Membuktikan dan mengkomunikasikan berlakunya hukumhukum dasar kimia melalui percobaan serta menerapkan konsep mol dalam menyelesaikan perhitungan kimia.2 4. Menjelaskan perkembangan konsep reaksi oksidasi. Menggolongkan senyawa hidrokarbon berdasarkan strukturnya dan hubungannya dengan sifat senyawa. ___________ Mengetahui. Mendeskripsikan kekhasan atom karbon dalam membentuk senyawa hidrokarbon.1 15 jam 1. KTSP Kimia Kelas X 8 .1 3. S.reduksi dan hubungannya dengan tata nama senyawa serta penerapannya. Jumlah Alokasi Waktu 1. ikatan koordinasi.

ikatan 2 kovalen. melalui pemahaman konfigurasi elektron.PROGRAM SEMESTER Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas Semester Tahun Pelajaran WaktuAlokasi JULI 1 2 3 4 : : : : : SMA St. dan sifat-sifat periodik unsur 1 dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya. dan ikatan logam serta 15 3 3 3 3 3 20 3 3 3 3 3 3 2 hubungannya dengan sifat fisika senyawa yang terbentuk. Angela Kimia X 1 2012 -2013 AGUSTUS 1 2 3 4 5 SEPTEMBER 1 2 3 4 OKTOBER 1 2 3 4 NOVEMBER 1 2 3 4 DESEMBER 1 2 3 4 5 N O TEMA/KONSEP / POKOK BAHASAN Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr. Membandingkan proses pembentukan ikatan ion. massa atom relatif. Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana serta persamaan reaksinya. Membuktikan dan mengkomunikasikan berlakunya hukum- 8 1 3 3 1 4 hukum dasar kimia melalui percobaan serta menerapkan konsep mol dalam menyelesaikan perhitungan kimia. 3 ikatan koordinasi. 20 2 3 3 3 3 3 3 KTSP Kimia Kelas X 9 . sifatsifat unsur.

Menjelaskan perkembangan konsep reaksi oksidasi. Menjelaskan proses pembentukan dan teknik pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi serta kegunaannya. 1 6 3 3 2 18 3 3 3 3 3 3 3 6 24 6 Bandung.PROGRAM SEMESTER Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas Semester Tahun Pelajaran WaktuAlokasi JANUARI 1 2 3 4 : : : : : SMA St. ___________ Disetujui oleh 10 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 5 3 3 Bandung. ___________ Mengetahui. 23 Juli 2012 Dibuat oleh KTSP Kimia Kelas X . Menggolongkan senyawa hidrokarbon berdasarkan strukturnya dan hubungannya dengan sifat senyawa. Bandung.reduksi dan hubungannya dengan tata nama senyawa serta penerapannya. Mendeskripsikan kekhasan atom karbon dalam membentuk senyawa hidrokarbon. Angela Kimia X 2 2012 -2013 PEBRUARI 1 2 3 4 MARET 1 2 3 4 5 APRIL 1 2 3 4 1 2 MEI 3 4 5 1 JUNI 2 3 4 NO TEMA/KONSEP / POKOK BAHASAN Mengidentifikasi sifat larutan non-elektrolit dan elektrolit berdasarkan data hasil percobaan.

SILABUS Satuan Pendidikan Mata Pelajaran KTSP Kimia Kelas X : SMA St.Pd.Pd. Angela : KIMIA 11 . OSU P.D. M. Carolus B. Wisnu A. Boedisantoso.Kepala SMA Santa Angela Wakasek Kurikulum Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. Florentia Mujiyati. S.

massa atom relatif. Memahami struktur atom. sifat-sifat unsur.Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr. Menentukan massa atom relatif berdasarkan kelimpahan isotopnya Menentukan massa molekul relatif. isobar dan isoton.1. Membandingkan perkembangan tabel 2 JP KTSP Kimia Kelas X 12 . melalui pemahaman konfigurasi elektron Materi Pembelajaran o Perkembanga n teori atom. sifat-sifat periodik unsur. Mengkaji literatur tentang perkembangan tabel periodik unsur o • o Senang membaca • Toleransi • Komunikatif • Jujur • Kritis • Saling berbagi • Saling hormat o o o o o o o o o Indikator Pencapaian Kompetensi Menjelaskan perkembangan teori atom untuk menunjukkan kelemahan dan kelebihan masing-masing teori atom berdasarkan fakta eksperimen Mengklasifikasikan unsur ke dalam isotop. Penilaian Jenis tagihan: Tugas kelompok Kuis Ulangan Bentuk instrumen: Laporan tertulis Performans (Kinerja dan sikap) Tes tertulis Alokasi waktu 8 JP Sumber/Ba han/alat Sumber: Buku kimia. Mengkaji literatur tentang perkembangan teori atom (di rumah setelah ditugaskan pada pertemuan sebelumnya) Mempresentasikan dan diskusi hasil kajian Menyimpulkan hasil pembelajaran Mengidentifikasi unsur ke dalam isotop. Mengkaji konfigurasi elektron dan cara penulisannya dalam diskusi kelas. Mengkaji massa atom dan massa atom relatif dalam diskusi kelompok. dan sifat-sifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya. Menentukan konfigurasi elektron dan elektron valensi. mulai dari teori Dalton sampai dengan teori atom modern Nilai akhlak Mulia • Religious o : X : 1 : 2012 -2013 Kegiatan pembelajaran Mengkaji atom sebagai partikel dasar penyusun materi (teori atom Dalton) dalam diskusi kelompok. Tabel periodik LKS o Perkembanga n tabel periodik unsur • religious • mandiri o o o o Mendeskripsikan struktur sistem periodik unsur.Kelas Semester Tahun Pelajaran Standar Kompetensi: 1. Mengkaji sistem periodik untuk memahami makna daftar tersebut melalui diskusi kelas. dan ikatan kimia Kompetensi Dasar 1. isoton dan isoton melalui kerja kelompok.

periodik unsur untuk mengidentifikasi kelebihan dan kekurangannya. dankeelektronegatifanunsurunsurseperiodedansegolonganberdas arkan data ataugrafikdannomor atom o melaluidiskusikelompok. 4 JP KTSP Kimia Kelas X 13 .• rasa ingin tahu • senang membaca • komunikatif • kreatif • kerja keras • Saling berbagi • Saling hormat o Sifatkepriodi kanunsur • religious • senang membaca • rasa ingin tahu • komunikatif • kreatif • kerjasama • kritis • Saling berbagi • o dalam kerja kelompok Presentasi hasil kajian untuk menyimpulkan dasar pengelompokan unsur-unsur. Menganalisis tabel. afinitas elektron dan keelektronegatifan. energiionisasi. Menghubungkan keteraturan sifat jari-jari atom. afinitas elektron. atau sebaliknya. afinitaselektron. energi ionisasi. Mengamati beberapa unsur o untuk membedakan sifat logam. o o o Mengkajiketeraturanjari-jari o atom. Mengklasifikasikan unsur ke dalam logam. dan keelektronegatifan. grafik untuk menentukan keteraturan jari-jari atom. non logam dan metaloid Menentukan letak unsur sistem periodik berdasarkan konfigurasi elektron. energi ionisasi. non logam dan metaloid.

Menjelaskan proses terbentuknya ikatan kovalen koordinasi Jenis tagihan: Kuis Tugas individu Tugas kelompok Ulangan Bentuk instrumen: Laporan tertulis Performans (Kinerja dan sikap) Tes tertulis 6 JP Sumber: Bukukimia Bahan/Alat LKS • o Senang membaca • Komunikatif • Kritis o o o o o o o Senyawakova len polar dan non polar o ikatanlogam o • Religious • Senang membaca • Komunikatif • Toleransi • Kreatif • Kritis • Saling berbagi • Saling hormat Merancang dan melakukan percobaan untuk menyelidiki kepolaran senyawa di laboratorium o Mengidentifikasi sifat fisik logam dan menghubungkannnya dengan proses pembentukan ikatan logam dalam diskusi kelompok di laboratorium. Menggambarkan lambang Lewis melalui diskusi kelas Membandingkan proses pembentukan ikatan ion dan ikatan kovalen dalam diskusi kelas. Menentukan unsur yang dapat melepas elektron atau menerima elektron untuk mencapai kestabilan dalam diskusi kelompok. Mendiskusikan proses terjadinya ikatan kovalen koordinat dari beberapa contoh sederhana o Menjelaskan kecenderungan suatu unsur untuk mencapai kestabilannya. rangkap dan rangkap tiga. serta hubungannnya dengan sifat fisika senyawa yang terbentuk. Membandi-ngkan proses pembentukan ikatan ion. ikatan kovalen. Ikatan kimia o Kestabilan unsur o Struktur lewis Ikatan ion dan ikatan kovalen o Ikatankovalen koordinat o • Religious o Menhgkaji beberapa senyawa untuk menentukan mengapa atomatom membentuk ikatan kimia. o Menyelidiki kepolaran dari beberapa senyawa dan menghubungkannya dengan kelektronegatifan unsurunsur melalui percobaan o Mendeskripsikan proses pembentukan ikatan logam dan hubungannnya dengan sifat fisik logam o Menghubungkan sifat fisis materi dan hubungannnya dengan jenis ikatan kimianya. o 14 JP KTSP Kimia Kelas X 14 . Menggambarkan lambang Lewis unsur gas mulia (duplet dan oktet) dan unsur bukan gas mulia. Menjelaskan proses terbentuknya ikatan ion Menjelaskan proses terbentuknya ikatan kovalen tunggal.2. ikatan kovalen koordinat dan ikatan logam.Saling hormat 1.

Standar Kompetensi: 2. Materi Pembelajaran o Tata nama senyawa Nilai Akhlak Mulia  religious  komunikatif  toleransi  senang membaca  kritis  senang membaca  saling hormat  saling berbagi o o o Kegiatan pembelajaran Menentukan nama senyawa kovalen biner Menentukan nama senyawa ionik biner Menentukan nama senyawa ion poliatomik yang terbentukdari tabel kation (golongan utama dan NH4+) dan anion poliatomik serta memberi namanya dalam diskusi kelompok. Menyimpulkan aturan pemberian nama senyawa biner dan poliatomik. Menginformasikan nama beberapa senyawa organik sederhana o Indikator Pencapaian Kompetensi Menuliskan nama senyawa biner o Menuliskan nama senyawa poliatomik o Menuliskan nama senyawa organik sederhana Penilaian Jenis Tagihan: Tugas individu Kuis Bentuk Instrukmen: Tes tertulis Alokasi waktu 2 JP Sumber/Ba han/alat Sumber: Buku Kimia LKS o o o Persamaan reaksi sederhana  religious  komunikatif  toleransi  disiplin o Mendiskusikan cara menyetarakan reaksi o Latihan cara menyetarakan persamaan reaksi o Menyetarakan persamaan reaksi sedewrhanadengan diberikan nama-nama zat 4 JP KTSP Kimia Kelas X 15 .1 Mendeskripsik-an tata nama senyawa anorganik dan senyawa organik sederhana serta persamaan reaksinya. Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri) Kompetensi Dasar 2.

o o Mengkonversikan jumlah mol dengan jumlah partikel . massa dan volum zat Menentukan kadar zat dalam senyawa Menentukan rumus empiris dan rumus molekul Menentukan banyak zat pereaksi atau hasil Jenis Tagihan: Tugas individu Tugas kelompok Ulangan Bentuk Instrumen: Testertulis Performans Laporantertulis 5 JP Sumber: Buku Kimia Bahan: LKS danbahanunt ukpercobaan . jumlah partikel.2. massa dan volum gas. air kristal. Menganalsissenyawau ntukmembuktikanberlakuny ahukumkelipatanperbanding an (Hukum Dalton) o Menggunakan data percobaan untuk membuktikan hukum perbandingan volum (Hukum gay Lussac) o Menggunakan data percobaan untuk membuktikan hukum Avogadro. danhukum Avogadro dalamdiskusikelompok di kelas o Menghitung volume gas pereaksidanatauhasilreaksiberdasarka nhukum Gay Lussac. rumus molekul. menulis rumus empiris.  Kreatif  Kerja keras  senang membaca  saling hormat saling berbagi 12 JP o o o KTSP Kimia Kelas X 16 . kadar zat dalam senyawa dan pereaksi pembatas. Merancang dan melakukan percobaan untuk membuktikakn hukum Lavoisier dan hukum Proust di laboratorium o Menarik kesimpulan dari data hasilpercobaan o Membuktikan hukum Lavoisier melalui percobaan o Membuktikan hukum Proust melalui percobaan o Mendiskusikan data percobaanuntukmembuktikanhukum Dalton. o Menemukanhubunganantaravol um gas denganjumlahmolekulnya yang diukurpadasuhudantekanan yang sama (HUkum Avogadro) o o o Diskusi informasi konsep mol Menghitung jumlah mol. Hukum Gay Lussac.  Kreatif  Kerja keras  senang membaca  saling hormat  saling berbagi yang terlibat dalam reaksi atau sebaliknya.2 Membuktikan dan mengkomunikasikan berlakunya hukumhukum dasar kimiamelalui percobaan serta menerapkan konsep mol dalam menyelesaikan perhitungan kimia Hukum Dasar Kimia o Hukum Lavoisier o Hukum Proust o Hukum Dalton o Hukum gay Lussac o Hukum Avogadro  senang membaca  saling hormat  saling berbagi  Religious  Kritis  rasa ingin tahu  jujur  kerja keras  senang membaca  saling hormat  saling berbagi  religious  Komunikatif  Kreatif  Toleransi. 3 JP o kimia Perhitungan  religious  Komunikatif  Kreatif  Toleransi.

Angela KIMIA X 2 2012 -2013 KTSP Kimia Kelas X 17 . ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung.Pd. Memahami sifat-sifat larutan non elektrolit dan elektrolit. serta reaksi oksidasi-reduksi Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Nilai Akhlak Mulia Kegiatan pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi Penilaian Alokasi waktu Sumber/ Bahan/alat : : : : : SMA St. OSU P. Florentia Mujiyati.Pd. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. S. Boedisantoso.D. Carolus B. Kepala SMA Santa Angela Bandung. Wisnu A.o o reaksi Menentukan pereaksi pembatas dalam suatu reaksi Menentukan rumus hidrat Bandung. ___________ Mengetahui. SILABUS Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas Semester Tahun Pelajaran Standar Kompetensi: 3. M.

o Mendeskripsika n bahwa larutan elektrolit dapat berupa senyawa ion dan senyaw akovalen polar o Membedakan konsep oksidasireduksi ditinjau dari penggabungan dan pelepasan oksigen. hasiloksidasi. hasil reduksi o 12 JP KTSP Kimia Kelas X 18 . reduktor.3. serta peningkatan dan penurunan bilangan oksidasi o Menentukan bilangan oksidasi atom unsur dalam senyawa atau ion. oksidator. o Menidentifikasi sifat-sifat larutan elektrolit dan non elektrolit melalui percobaan o Mengelompokk an larutan ke dalam larutan elektrolit dan non elektrolit berdasarkan hantaran listriknya o Menjelaskan penyebab kemampuan larutan elektrolit menghantarkan arus listrik. o Menentukan oksidator dan reduktor o Jenis tagihan: Tugas individu Tugas kelompok Ulangan Kuis Responsi (ujian praktek) Bentuk instrumen: Tes tertulis Performans (kinerja dan sikap) Laporan tertulis 6 JP Sumber: Buku kimia Bahan: LKS dan alat serta bahan untuk percobaan 3.1 Mengidentifi-kasi sifat larutan non elektrolit dan elektrolit berdasarkan data hasil percobaan Larutan elektrolit dan non elektrolit o Jenis larutan berdasarkan dayahantar listrik o Jenis larutan elektrolit berdasarkan jenis ikatan o  Religious  Komunikatif  Toleransi  Kritis  senang membaca  saling hormat  saling berbagi Merancang dan melakukan percobaan untuk mengidentifikasi sifat-sifat larutan elektrolit dan non elektrolit dalam diskusi kelompok di laboratorium o Menyimpulkan perbedaan sifat dan jenis larutan elektrolit dan non elektrolit. pelepasan dan penerimaan elektron.2 Menjelaskan o Konsep perkembangan konsep oksidasi-reduksi reaksi oksidasi reduksi o Bilangan dan hubungannnya oksidasi unsur dalam dengan tatanama senyawa atau ion senyawa serta penerapannya  Religious  Komunikatif  Toleransi  Mandiri  Kerja keras  senang membaca  saling hormat  saling berbagi Demonstrasi reaksi pembakaran dan serah terima elektron (misal reaksi antara paku besi dengan air aki) o Menentukan bilangan oksidasi atom unsur dalam senyawa atau ion dalam diskusi di kelas o Berlatih menentukan bilangan oksidasi.

o Mendeskripskan konsep larutan elektrolit dan konsep redoks dalam memecahkan masalah lingkungan. H dan O dalam senyawa karbon melalui percobaan. Memahami sifat-sifat senyawa organik atas dasar gugus fungsi dan senyawa makro molekul.o Aplikasi redoks dalam memecahkan masalah linhkungan  Religious  Toleransi  Komunikatif  Kreatif  Kerja keras  senang membaca  saling hormat  saling berbagi o Menemukan konsep redoks untuk memecahkan masalah lingkungan dalam diskusi kelompok di kelas dalam reaksi redoks o Memberinamase nyawamenurutaturan IUPAC. Kompetensi Dasar 4. Penilaian Jenis tagihan: Tuga skelompok Ulangan Bentuk tagihan: Tes tertulis Performans Laporan tertulis Alokasi waktu 6 JP Sumber/ Bahan/alat Sumber: Buku Kimia Bahan: LKS Alat dan bahan untuk percobaan Molymod Mengidentifi  o Merancang dan kasi atom C.1 Mendeskrips-ikan kekhasan atom karbon dalam membentuk senyawa hidrokarbon Materi Pembelajaran o Nilai Akhlak Mulia Kegiatan pembelajaran o Indikator Pencapaian Kompetensi Mengidentifikasi unsur C. H dan O dalam  senyawa karbon dalam Rasa ingin tahu diskusi kelompok di  laboratorium Komunikatif  Toleransi. H dan Religious melakukan percobaan  O untuk mengidentifikasi Jujur unsur C.  Kritis  senang membaca  saling hormat  saling berbagi KTSP Kimia Kelas X 19 . 4 JP Standar Kompetensi: 4.

diskusi kelompok di kelas o Mengelompokkan senyawa hidrokarbon berdasarkan kejenuhan ikatan Memberi nama senyawa alkana. posisi.2 Menggolon-gkan senyawa hidrokarbon berdasarkan strukturnya dan hubungannya dengan sifat senyawa o Alkana. tertier dan kuarterner 4. dan fungsi atau isomer geormtri (cis-trans) Menuliskan reaksi sederhana Jenis tagihan: Tuga skelompok Kuis Ulangan Bentuk tagihan: Tes tertulis 20 JP Sumber: Buku Kimia Bahan: LKS Molymod o Atom C primer.  mendiskusikan ke khasan komunikatif atom karbon dalam diskusi  kelompok di kelas toleransi  mandiri  kerja jeras  kreatif  kritis  senang membaca  saling hormat  saling berbagi Nilai Akhlak Mulia o Menentukan atom C o Membedakan atom karbon primer. tertier. tertier dan dan kuarterner dalam kuarterner. sekunderm. sekunder. sekunder. Menentukan isomer struktur (kerangka. alkena dan alkuna o Isomer o Reaksi senyawa karbon  o Dengan Religious menggunakan molymod  (dapat diganti dengan Jujur molymod buatan sendiri)  mendiskusikan jenis ikatan Rasa ingin tahu pada atom karbon pada  senyawa alkana. alkena Komunikatif dan alkuna.  o latihan tata nama Toleransi. alkena dan alkuna Menyimpulkan hubungan titik didih senyawa hidrokarbon dengan massa molekul relatifnya dan strutur molekullnya.o Kekhasan atom karbon  o Dengan o Mendeskripsikan kekhasan religious menggunakan molymod atom karbon dalam senyawa karbon. o Menganalisa data  titik didih dan titik leleh Kritis senyawa karbon dalam  senang membaca diskusi kelompok  saling hormat o Dengan o o o o KTSP Kimia Kelas X 20 . alkena dan alkuna o Sifat fisik alkana. primer.

mutu bensin. ___________ Mengetahui. alkena dan alkuna (reaksi oksidasi. fraksi minyak bumi.3 Menjelaskan proses pembentukandanteknil kpemisahanfraksifraksiminyakbumiserta kegunaannya Minyak bumi  religious o Fraksi  minyak bumi komunikatif o Mutu bensin  toleransi o Dampak pembakaran bahan  mandiri bakar  kerja jeras  kreatif  kritis  senang membaca  saling hormat  saling berbagi o menggunakan molymod menentukan isomer senyawa hidrokarbon melalui diskusi kelompok o Merumuskan reaksi sederhana senyawa alkana. Jenis tagihan: Tuga skelompok Kuis Ulangan Bentuk tagihan: Tes tertulis Laporan tertulis (makalah) 6 jP Sumber: Buku Kimia Internet Bahan: LKS LCD/komp. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum 21 Bandung. Membedakan kualitas bensin berdasarkan bilangan oktannya. alkena dan alkuna dalam diskusi kelas. pada senyawa alkana. petrokimia. Bandung. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia . adisi. substitusi dan reaksi eleiminasi) o o o o o Mendeskripsikan proses pembentukan minyak bumi dan gas alam Menjelaskan komponankomponen utama penyusun minyak bumi Menafsirkan bagan penyulingan bertingkat untuk menjelaskan dasar dan teknik pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi. Menganalisis dampak pembakaran bahan bakar terhjadap lingkungan. dan dampak hasil pembakaran nahan bakar o Presentasi hasil kerja kelompok. o Dalam keja kelompok membahas tentang eksplorasi minyak bumi. Kepala SMA Santa Angela KTSP Kimia Kelas X Bandung. saling berbagi 4.

Pd. Carolus B. Boedisantoso. M. Wisnu A. KTSP Kimia Kelas X 22 . OSU P.Pd. Florentia Mujiyati. S.Sr.D.

Hukum-Hukum Dasar Kimia dan Model Atom Dalton a. Uraian Materi Pembelajaran Perkembangan Model Atom 1. Dalton menyatakan bahwa atom–atom dari unsur yang berlainan melakukan ikatan dengan perbandingan numerik yang sederhana dan melahirkan hukum dasar kimia baru yang dikenal dengan sebutan hukum perbandingan berganda KTSP Kimia Kelas X 23 . Standar Kompetensi Memahami struktur atom.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Sub Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Struktur Atom : Perkembangan Model Atom : 2 x 45 menit I. Indikator • • IV. sedangkan atom-atom dari unsur yang berbeda memiliki sifat yang berbeda Berdasarkan hukum perbandingan tetap. John Dalton menyatakan bahwa atom merupakan pertikel terkecil yang tidak bisa dibagi lagi dan tidak bisa dimusnahkan atau diciptakan selama perubahan kimia b. sifat-sifat unsur. sifat-sifat periodik unsur. Menjelaskan cara berpikir Dalton dalam merumuskan konsep-konsep atom sebagai awal perkembangan teori atom Menjelaskan perkembangan teori atom berdasarkan penemuan partikel sub atom Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. dan sifat. massa atom relatif.sifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya. diharapkan siswa dapat: • • • Mengetahui perkembangan model atom Dalton. II. Berdasarkan percobaan hukum kekekalan massa. Dalton menyatakan bahwa semua atom dari suatu unsur yang sama mempunyai sifat yang sama. dan ikatan kimia Kompetensi Dasar Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr. melalui pemahaman konfigurasi elektron III. Menjelaskan perkembangan teori atom untuk menunjukkan kelemahan dan kelebihan masing-masing teori atom Menjelaskan penemuan struktur atom mulai dari teori atom Dalton hingga teori atom modern V. c.

2. Penemuan Partikel-Partikel Penyusun Atom a. Penemuan elektron oleh J.J. Thomson melalui percobaan sinar katoda dan penemuan sinar kanal yang bermuatan positif oleh Eugene Goldstein menjadi dasar teori atom Thomson yang menyatakan bahwa atom merupakan bola bermuatan positif yang pada tempat-tempat tertentu terdapat elektron yang bermuatan negatif. b. Penemuan inti atom oleh Rutherford melalui penembakan lempeng tipis emas oleh hamburan sinar alfa sebagai dasar teori atom Rutherford yang menyatakan bahwa sebagian besar dari atom merupakan ruang kosong yang ditengahnya terdapat pusat massa bermuatan positif yang disebut inti dan dikelilingi oleh elektron-elektron yang bermuatan negatif. c. Penemuan neutron oleh James Chadwick menjawab permasalahan perbandingan massa atom hidrogen dengan atom-atom selain hidrogen dan kestabilan inti atom selain atom hidrogen. VI. Kegiatan Pembelajaran A. Metode dan Pendekatan Metode : Tanya jawab, Ceramah, dan Demonstrasi Pendekatan : Konsep B. Langkah- langkah Pembelajaran No 1. Pembukaan: 1. 2. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai tema dan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan. Siswa menjawab pertanyaan guru mengenai keberadaan atom berdasarkan gambar-gambar yang 2. ditunjukan oleh guru. Kegiatan Inti (pertemuan pertama) 1. Siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan guru yang mengarahkan siswa kepada cara berpikir Dalton dalam merumuskan konsep-konsep atom sebagai awal perkembangan teori atom 2. Siswa kembali menyebutkan sifat-sifat atom menurut Dalton. (pertemuan kedua) 3. Siswa memperhatikan beberapa video demonstrasi dan memperhatikan serta menanggapi penjelasan dan pertanyaan guru mengenai perkembangan teori dan model atom berdasarkan penemuan-penemuan partikel KTSP Kimia Kelas X 24 30 30 15 Kegiatan Alokasi Waktu (menit)

sub-atom yang ditampilkan. 4. Siswa kembali menyebutkan partikel-partikel dasar penyusun atom dan letaknya pada suatu atom yang lebih lanjut menggambarkan model-model atom tersebut 3. menurut gambaran mereka sendiri. Penutup • Siswa guru. • Siswa mengerjakan latihan soal yang ada di buku pegangan siswa. membuat kesimpulan akhir mengenai 15

perkembangan model atom yang dikuatkan kembali oleh

VII.

Alat dan Bahan (Sumber) a. Alat   : Papan tulis LCD
Anonim. Anonim. (2008). (2010). Model Model Atom Atom Thomson. Rutherford. [online]. [online]. Tersedia: Tersedia: http http // // reichmedia-

b. Sumber:
 chemistry.wikispaces.com, zz_plum_pudding. Png. [07 Agustus 2010]  2.web.britannica.com, 22476-004-6DC5AC69 .Gif. [02 Agustus 2010]   Chang, R.. (2004). Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. Jakarta : Penerbit Erlangga. Sunarya, Y., Agus S.. (2009). Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional.

VIII. Penilaian a. b. Aspek yang dinilai c. Jenis Penilaian d. Bentuk Instrumen

Teknik Penilaian : Tes / Assessment : Pengetahuan dan Sikap : Penilaian hasil : Soal

Bandung, ___________ Mengetahui, Kepala SMA Santa Angela

Bandung, ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum

Bandung, 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia

Sr. Florentia Mujiyati, OSU

P.D. Boedisantoso, M.Pd.

Carolus B. Wisnu A, S.Pd.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
KTSP Kimia Kelas X 25

Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Sub Materi Alokasi Waktu

: SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Struktur Atom : Struktur Elektron Atom : 6 x 45 menit

I. II.

Standar Kompetensi Memahami struktur atom, sifat-sifat periodik unsur, dan ikatan kimia. Kompetensi Dasar Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr, sifat-sifat unsur, massa atom relatif, dan sifat- sifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya, melalui pemahaman konfigurasi elektron

III.

Indikator o Menjelaskan struktur elektron pada atom berdasarkan teori atom Bohr o Menentukan jumlah proton, elektron, dan neutron suatu unsur berdasarkan nomor atom dan nomor massa dan sebaliknya. o Menentukan isotop, isobar, dan isoton suatu unsur. o Menentukan elektron valensi unsur dari konfigurasi elektron dan tabel periodik.

IV.

Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, diharapkan siswa dapat: o Menjelaskan struktur elektron pada atom berdasarkan teori atom Bohr. o Menentukan jumlah proton, elektron, dan neutron suatu unsur berdasarkan nomor atom dan nomor massa dan sebaliknya. o Menentukan isotop, isobar, dan isoton suatu unsur.

V.

Uraian Materi Pembelajaran 1. Struktur elektron atom berdasarkan teori atom Bohr a. Menurut Hukum Fisika Klasik, model atom Rutherford yang menggambarkan bahwa elektron bergerak bebas mengelilingi inti tidak stabil, karena elektron akan kehilangan energinya dan akan jatuh ke inti, pada akhirnya atom akan musnah b. Bohr menyatakan bahwa tiap elektron dalam atom hanya dapat menempati kulit tertentu yang memiliki tingkat energi tertentu c. Spektrum atom hidrogen terbentuk akibat energi yang dipancarkan elektron ketika berpindah dari kulit pada keadaan tereksitasi ke kulit pada keadaan dasar d. Elektron dapat berpindah dari kulit dengan tingkat energi rendah ke kulit dengan tingkat energi lebih tinggi dengan menerima energi

KTSP Kimia Kelas X

26

3. Siswa menjawab pertanyaan guru mengenai penemuan partikel dasar penyusun atom. Siswa memperhatikan 30 postulat-postulat yang diajukan Bohr mengenai letak elektron dalam suatu atom dan menuangkan postulat tersebut dalam sebuah gambar model atom. penjelasan guru berdasarkan notasi atom. Langkah. Siswa mengenai memperhatikan konfigurasi elektron. 3. 4. Kegiatan Pembelajaran A. Ceramah. Unsur-unsur yang memiliki jumlah proton sama disebut isotop. dan unsur yang memiliki nomor massa sama disebut isobar. 2.langkah Pembelajaran KTSP Kimia Kelas X 27 . Siswa memperhatikan dan menjawab pertanyaan guru tentang interaksi dua 2. 45 Siswa menjawab pertanyaan guru mengenai materi sebelumnya. Massa atom dan massa molekul bersifat relatif. unsur yang memiliki jumlah neutron sama disebut isoton. magnet. Jumlah proton yang dimiliki atom merupakan nomor atom. pertanyaan-pertanyaan Siswa memperhatikan proses terbentuknya spektrum atom hidrogen dan menjawab guru mengenai pergerakan elektron dalam suatu atom. 2. VI. 2. Metode dan Pendekatan Pendekatan : Konsep Metode No 1. Kegiatan Inti (pertemuan pertama) 1. Pembukaan: 1. 15 : Tanya jawab. sedangkan jumlah proton dan neutron disebut nomor massa. Elektron dapat berpindah dari kulit dengan tingkat energi tinggi ke kulit dengan tingkat energi lebih rendah dengan melepaskan energi. (pertemuan kedua) 3.e. dan Demonstrasi Kegiatan Alokasi Waktu (menit) B.

Jakarta : Penerbit Erlangga. (2010). zz_plum_pudding. b. Y. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. nomor atom. Rutherford. (pertemuan keempat) 6. (2004).(pertemuan ketiga) 4. isotop. isobar dan isoton serta mengelompokan unsur-unsur yang termasuk dalam 3.   . [07 Agustus 2010]  2.com. massa atom relatif.wikispaces.. isoton. isotop. a. 22476-004-6DC5AC69 . nomor massa. Jakarta : Penerbit Erlangga. Kepala SMA Santa Angela KTSP Kimia Kelas X 28 .Gif. c. Siswa memperhatikan 45 30 penjelasan guru mengenai isotop. Agus S.web. Png. ___________ Mengetahui. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Bandung. Anonim. VII.. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. dan isobar.. Alat:    Papan tulis LCD Tabel Periodik Unsur Anonim. Siswa memperhatikan sistem periodik unsur dan menanggapi penjelasan-penjelasan guru mengenai nomor atom dan nomor massa. [online]. isobar dan isoton. a. R. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. d.com. Sunarya. (2008). Tersedia: Tersedia: http http // // reichmedia- 15 Alat dan Bahan (Sumber) a.Sumber:  chemistry. Penilaian Teknik Penilaian Aspek yang dinilai Jenis Penilaian Bentuk Instrumen : Tes / Assessment (waktu 2 x 45 menit) : Pengetahuan dan Sikap : Penilaian hasil : Soal Bandung. VIII.britannica. Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai massa atom relatif dan menghitung masa atom relatif dari suatu unsur. [02 Agustus 2010]  Chang. Penutup • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai letak elektron dalam suatu atom. [online]. 5. (2009). Model Model Atom Atom Thomson.

II. dan energi ionisasi. massa atom relatif. afinitas elektron. Boedisantoso. keelektronegatifan.Sr. melalui pemahaman konfigurasi elektron III. o mendeskripsikan keteraturan jari-jari atom. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. Standar Kompetensi Memahami struktur atom.Pd. dan ikatan kimia. sifat-sifat unsur. IV. Carolus B.Pd. afinitas elektron. Indikator o Membandingkan perkembangan sistem periodik melalui studi kepustakaan. o Menentukan sifat-sifat unsur dan massa atom relatif dari tabel periodik. sifat-sifat periodik unsur. o menjelaskan keteraturan sifat jari-jari atom. Florentia Mujiyati. M.D. diharapkan siswa dapat: o menjelaskan perkembangan sistem periodik unsur dari sistem periodik unsur yang sederhana hingga sistem periodik unsur modern. keelektronegatifan. V. afinitas elektron.sifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya. Uraian Materi Pembelajaran KTSP Kimia Kelas X 29 . o menentukan konfigurasi elektron dan elektron velensi. o Menentukan sifat-sifat unsur dan massa atom relatif dari tabel periodik. o Menentukan golongan dan periode unsur-unsur dalam tabel periodik. S. Kompetensi Dasar Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr. OSU P. dan sifat. dan energi ionisasi). RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Sistem Periodik Unsur : 6 x 45 menit I. Wisnu A. keelektronegatifan. o Menentukan massa atom relatif unsur dan senyawa. o Menganalisis tabel atau grafik sifat keperiodikan unsur (jari-jari atom. dan energi ionisasi unsur-unsur seperiode dan segolongan berdasarkan data atau grafik dan nomor atom.

VI. Langkah. dan Lothar Meyer. Kegiatan Pembelajaran A. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai tema dan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan. sistem siswa periodik mendiskusikan unsur dan 45 perkembangan 45 30 15 : : Konsep Kegiatan Alokasi Waktu (menit) B. c. John Newlands. Dmitri Ivanovich Mendeleev. d. e.langkah Pembelajaran mempresentasikanya di depan kelas KTSP Kimia Kelas X 30 . Siswa menyimak penjelasan guru mengenai sistem periodik modern melalui media presentasi. Siswa menjawab pertanyaan guru mengenai sistem periodik. Konfigurasi elektron digunakan untuk menentukan letak unsur dalam sistem periodik unsur. siswa mendiskusikan hubungan antara konfigurasi elektron dengan golongan dan periode kemudian mempresentasikanya di depan kelas. Siswa menjawab pertanyaan guru mengenai materi 2. b. Elektron dalam atom terletak pada kulit atom. Pembukaan: • Apersepsi: a. b. dan energi ionisasi. Elektron yang ada dalam kulit terluar disebut elektron valensi. afinitas elektron. Dobereiner. Beberapa sifat unsur antara lain jari-jari atom. sebelumnya. Secara berkelompok. (pertemuan ketiga) 4. Susunan elektron dalam mengisi kulit atom disebut konfigurasi elektron. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan No 1. Secara berkelompok. Ilmuwan yang berjasa dalam perkembangan sistem periodik unsur antara lain W.negatifan. Kegiatan Inti (pertemuan pertama) 1.a. 2. (pertemuan kedua) 3. keelektro. f.

. Y. (2004). Teknik Penilaian : Tes / Assessment (waktu 1x45) . (pertemuan kelima) 6. Sunarya. siswa mendiskusikan sifat 30 keperiodikan unsur dan mempresentasikanya di depan 3. VII. 45 berkelompok. Kepala SMA Santa Angela Bandung. Lembar pengamatan Afektif dan Psikomotorik Bandung. Wisnu A. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti.. R.(pertemuan keempat) 5. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. Jakarta : Penerbit Erlangga. Carolus B. Jenis Penilaian : Penilaian Proses dan Penilaian hasil d. OSU P. Florentia Mujiyati. Sumber:    . Alat:   Papan tulis LCD Chang. pengamatan kerja. Siswa diberi tugas di rumah untuk menghapalkan unsurunsur dalam SPU. S. KTSP Kimia Kelas X 31 . M. Aspek yang dinilai : Pengetahuan . Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. Penilaian a.Tugas kelompok. pengamatan perilaku b. Boedisantoso. Siswa memperhatikan penjelaan guru mengenai jari-jari atom dan sifat keperiodikanya. Agus S.Pd. VIII. Alat dan Bahan (Sumber) a. Bentuk Instrumen : Soal. Sikap dan Psikomotorik c.D. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung.. Jakarta : Penerbit Erlangga. ___________ Mengetahui. 15 b. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. (2009).Pd. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. Secara kelas Penutup • • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai sistem periodik unsur yang dikuatkan kembali oleh guru.

Indikator o Menjelaskan kecenderungan suatu unsur untuk mencapai kestabilannya dengan cara berikatan dengan unsur lain.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Sub Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Ikatan Kimia : Struktur Lewis. ikatan kovalen. sifat-sifat periodik unsur. o menyebutkan senyawa ion. suatu unsur melepaskan elektron. o Menggambarkan susunan elektron valensi gas mulia (duplet dan oktet) dan elektron valensi bukan gas mulia (struktur Lewis). o menggambarkan lambang Lewis. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. Lambang Lewis merupakan suatu model yang simpel dan informatif yang dapat digunakan untuk menjelaskan cara penyusunan elektron valensi dalam molekul. Kompetensi Dasar Membandingkan proses pembentukan ikatan ion. Untuk mencapai kestabilannya. ikatan kovalen koordinasi. o menjelaskan proses terjadinya ikatan ion. IV. Standar Kompetensi Memahami struktur atom. menangkap elektron. V. dan ikatan kimia II. dan ikatan logam serta hubungannya dengan sifat fisik senyawa yang terbentuk III. b. diharapkan siswa dapat: o menjelaskan kencenderungan unsur untuk mencapai kestabilan. c. Uraian Materi Pembelajaran a. atau menggunakan elektron bersama. o Menjelaskan proses terjadinya ikatan ion dan contoh senyawanya. Konfigurasi unsur gas mulia merupakan konfigurasi yang stabil. KTSP Kimia Kelas X 32 . o menuliskan konfigurasi unsur gas mulia dan menjelaskan kestabilannya. Ikatan Ion : 6 x 45 menit I.

langkah Pembelajaran No 1.d. menangkap bersama. misalnya unsur alkali berikatan dengan unsur halogen. Dengan menggunakan peristiwa yang ada dalam kehidupan sehari-hari. elektron 45 kestabilannya. guru menjelaskan kestabilan yang diperlukan dalam kehidupan. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai struktur Lewis. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai usaha unsur selain gas antara elektron. 5. Siswa menyebutkan cenderung kestabilan. Siswa menuliskan konfigurasi elektron gas mulia di papan tulis. b. Siswa 2. Kegiatan Inti (pertemuan pertama) 1. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai kestabilan konfigurasi gas mulia. Metode dan Pendekatan Pendekatan : Konsep B. misalnya adanya ikatan antarteman dan ikatan suami istri. mulia lain dan untuk melepaskan menggunakan mencapai elektron. (pertemuan kedua) 3. KTSP Kimia Kelas X 33 unsur-unsur elektron yang untuk cenderung mencapai melepaskan elektron valensinya dan unsur-unsur yang menangkap 45 30 15 Kegiatan Alokasi Waktu (menit) . menjawab pertanyaan guru mengenai konfigurasi elektron. VI. e. (pertemuan ketiga) 4. Ikatan ion adalah ikatan yang terjadi karena serah terima elektron. Ikatan ion merupakan ikatan yang terjadi antara unsur logam dengan unsur nonlogam. Langkah. 2. diskusi A. Pembukaan: • Apersepsi: a. Kegiatan Pembelajaran Metode : Ceramah.

Bentuk Instrumen : Tes / Assessment (waktu 1x45) : Pengetahuan . Alat dan Bahan (Sumber) a. OSU P. Alat:   Papan tulis LCD 45 45 b. Wisnu A. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. Siswa diberi tugas untuk mengerjakan soal latihan pembentukan ikatan ion. (2009). ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. Carolus B. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. Jenis Penilaian d. (2004). Penutup • • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai sistem periodik unsur yang dikuatkan kembali oleh guru. Jakarta : Penerbit Erlangga. Aspek yang dinilai c. Sikap dan Psikomotorik : Penilaian Proses dan Penilaian hasil : Soal. KTSP Kimia Kelas X 34 . Mudah dan Aktif Belajar Kimia. pembentukan ikatan ion. Kepala SMA Santa Angela Bandung.  Sunarya.Pd. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X..(pertemuan keempat) 6. Jakarta : Penerbit Erlangga. Penilaian a. Teknik Penilaian b.D. Sumber:  Chang. Florentia Mujiyati.Pd. Agus S. S. Bandung. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai proses 3. Boedisantoso. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. M. Y. VIII. ___________ Mengetahui. VII. R.  ...

o Menjelaskan proses terbentuknya ikatan kovelen rangkap serta contoh senyawanya. b. dan ikatan kimia II. VI. sifat-sifat periodik unsur. Kompetensi Dasar Membandingkan proses pembentukan ikatan ion. o Menjelaskan proses terbentuknya ikatan kovalen koordinat serta contoh senyawanya. diskusi 35 Pendekatan : Konsep . o menyebutkan contoh-contoh senyawa kovalen. ikatan kovalen koordinasi. Indikator o Menjelaskan proses terbentuknya ikatan kovalen tunggal serta contoh senyawanya. Ikatan kovalen merupakan ikatan yang terjadi antarunsur nonlogam. o menggambarkan strutur lewis ikatan kovalen. o menjelaskan proses terjadinya ikatan kovalen rangkap dan kovalen koordinat o menggambarkan strutur lewis ikatan kovalen. rangkap dan koordinat Alokasi Waktu : 6 x 45 menit I. diharapkan siswa dapat o menjelaskan proses terjadinya ikatan kovalen. Uraian Materi Pembelajaran a. misalnya antar unsur halogen. Ikatan kovalen adalah ikatan yang terjadi karena penggunaan bersama elektron. Metode dan Pendekatan Metode KTSP Kimia Kelas X : Ceramah. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. Standar Kompetensi Memahami struktur atom. Kegiatan Pembelajaran A. V. IV.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Sub Materi Pokok : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Ikatan kimia : Ikatan kovalen tunggal. dan ikatan logam serta hubungannya dengan sifat fisik senyawa yang terbentuk III. ikatan kovalen.

N. 2. Siswa 3. 2. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai konsepkonsep dasar yang menyebabkan terjadinya ikatan kovalen. Langkah. 6. Siswa diberi tugas di rumah untuk membaca materi ikatan kovalen polar dan nonpolar. Siswa menggambarkan struktur lewis dari berbagai unsur non logam (C. Pembukaan: • Apersepsi: a. Cl.B. mengerjakan soal latihan ikatan kovalen koordinasi Penutup • • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai ikatan kovalen yang dikuatkan kembali oleh guru. (pertemuan kedua). dsb) 3. (pertemuan ketiga) 4. Siswa mengerjakan soal latihan yang diberikan oleh guru. dan rangkap tiga. rangkap dua. senyawa organisasi guru kovalen yang menganalogikan seperti saling dalam memberi 15 Kegiatan Alokasi Waktu (menit) kontsribusi dalam bentuk modal bersama. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai ikatan kovalen koordinat.langkah Pembelajaran No 1. KTSP Kimia Kelas X 36 15 75 90 60 30 . (pertemuan keempat) 5. Kegiatan Inti (pertemuan pertama) 1. O. Dengan menggunakan peristiwa yang ada dalam kehidupan pembentukan pembentukan sehari-hari. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai pembentukan ikatan kovalen tunggal.

Jakarta : Penerbit Erlangga. Florentia Mujiyati. (2004).D. Boedisantoso. (2009). Alat dan Bahan (Sumber) a. Wisnu A.. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional.Pd. OSU P.Sumber:    . Mudah dan Aktif Belajar Kimia.Pd. Jakarta : Penerbit Erlangga. Kepala SMA Santa Angela Bandung. Agus S. M. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung.VII.. : c. R. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. ___________ Mengetahui. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. Carolus B. S. Y. Alat   Papan tulis LCD Chang. Bandung.. Alat dan Bahan (Sumber) A. KTSP Kimia Kelas X 37 . Sunarya.

c. diharapkan siswa dapat: o Menjelaskan pengertian senyawa polar dan senyawa nonpolar. ikatan kovalen koordinasi. ikatan kovalen. dan ikatan kimia II. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. VI. dan ikatan logam serta hubungannya dengan sifat fisik senyawa yang terbentuk III. IV.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Ikatan Kovalen polar dan non Polar : 4 x 45 menit I. b. Keelektronegatifan menunjukkan kecenderungan suatu atom untuk menangkap elektron. Kegiatan Pembelajaran A. V. Senyawa polar terjadi jika sepasang elektron yang digunakan untuk berikatan tertarik pada salah satu unsur yang berikatan. Indikator o Menyelidiki kepolaran beberapa senyawa dan hubungannya dengan keelektronegatifan melalui percobaan. diskusi : Konsep KTSP Kimia Kelas X 38 . Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan : Ceramah. Uraian Materi Pembelajaran a. o Membedakan senyawa polar dengan senyawa nonpolar. Senyawa nonpolar terjadi jika sepasang elektron yang digunakan untuk berikatan ditarik sama kuat oleh atom-atom yang berikatan. Kompetensi Dasar Membandingkan proses pembentukan ikatan ion. o Menjelaskan hubungan antara kepolaran dengan keelektronegatifan. Standar Kompetensi Memahami struktur atom. sifat-sifat periodik unsur.

Alat dan Bahan (Sumber) a.B. Siswa bersama guru melakukan percobaan pengujian kepolaran terhadap beberapa larutan. Siswa menjawab pertanyaan guru mengenai ikatan kovalen b.langkah Pembelajaran No 1. Penutup • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai ikatan kovalen polar dan nonpolar serta ikatan logam yang dikuatkan kembali oleh guru. Siswa 2. Pembukaan: • Apersepsi: a. 15 75 30 15 Kegiatan Alokasi Waktu (menit) VII. (pertemuan kedua) 3. (Pertemuan ketiga) 4. 5. Kegiatan Inti (pertemuan pertama) 1. Siswa memperhatikan peragaan yang dilakukan oleh guru mengenai hubungan keelektronegatifan dengan ikatan kimia 2. Siswa menyebutkan beberapa contoh senyawa kovalen 3. polar dan nonpolar. Langkah. • Siswa diberi tugas di rumah untuk mengerjakan evaluasi bab 3 dan membaca materi stoikiometri. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai senyawa kovalen polar dan nonpolar berdasarkan video 45 demonstrasi. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai ikatan kovalen polar dan nonpolar. Alat :   Papan tulis LCD 39 KTSP Kimia Kelas X . menjelaskan kembali mengenai konsep keelektronegatifan yang telah dipelajari pada bab II.

Y. (2009). Penilaian a. Florentia Mujiyati.Pd.Pd. S. Bentuk Instrumen : Soal. (2004). Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Bandung. Kepala SMA Santa Angela Bandung. OSU P. Teknik Penilaian : Tes / Assessment (waktu 2x45) .b. Boedisantoso. Sumber:  Chang.. VIII. Sunarya. Agus S. Sikap dan Psikomotorik c. KTSP Kimia Kelas X 40 . Jenis Penilaian : Penilaian Proses dan Penilaian hasil d.. Jakarta : Penerbit Erlangga. Aspek yang dinilai : Pengetahuan .D. R. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional.Tugas kelompok. M.. pengamatan kerja. ___________ Mengetahui. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. Wisnu A. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. pengamatan perilaku b. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. Carolus B. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. Jakarta : Penerbit Erlangga.   .

kristal logam tersusun atas kation-kation logam yang terpateri di tempat (tidak bergerak) dikelilingi oleh lautan elektron valensi yang bergerak bebas dalam kisi Kristal. ikatan kovalen. a. Oleh karena bergerak bebas. Uraian Materi Pembelajaran 1. Ikatan logam terbentuk antara kation-kation logam dan elektron valensi. Teori Lautan Elektron Menurut teori ini. Indikator o Menjelaskan proses pembentukan ikatan logam dan hubungannya dengan sifat fisik logam. b. Standar Kompetensi Memahami struktur atom. dan ikatan kimia II. o Memprediksi jenis ikatan yang terjadi pada berbagai senyawa dan membandingkan dengan sifat fisiknya. dan ikatan logam serta hubungannya dengan sifat fisik senyawa yang terbentuk III. V. Kompetensi Dasar Membandingkan proses pembentukan ikatan ion. Sifat mengkilap logam KTSP Kimia Kelas X 41 . ikatan kovalen koordinasi. diharapkan siswa dapat: o Menjelaskan proses pembentukan ikatan logam dan hubungannya dengan sifat fisik logam. Elektron-elektron valensi logam bergerak bebas dan mengisi ruangruang di antara kisi-kisi kation logam yang bermuatan positif. IV.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Ikatan Logam : 4 x 45 menit I. Ikatan pada logam Ikatan pada logam berbeda dengan ikatan kimia lainnya sebab elektronelektron dalam kristal logam bergerak bebas. sifat-sifat periodik unsur. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. o Memprediksi jenis ikatan yang terjadi pada berbagai senyawa dan membandingkan dengan sifat fisiknya. elektron-elektron valensi dapat berpindah jika dipengaruhi oleh medan listrik atau panas.

Jika sejumlah kalor (panas) diserap oleh logam. Konduktor listrik dan panas Jika listrik dialirkan melalui logam. sedangkan electron valensi logam bergerak bebas. kalor dapat didistribusikan oleh logam ke seluruh kristal logam sehingga logam menjadi panas. 2. Akibatnya. Lentur (tidak kaku) Kisi-kisi kation bersifat kaku (tetap di tempat). sebagian elektron valensi logam akan tereksitasi. VI. d. tetapi pergeseran ini tidak menyebabkan patah karena selalu dikelilingi oleh lautan electron. jika cahaya tampak (visible) jatuh pada permukaan logam. Ketika elektron yang tereksitasi itu kembali ke keadaan dasar akan disertai pembebasan energi dalam bentuk cahaya atau kilap. diskusi : Konsep KTSP Kimia Kelas X 42 . Kegiatan Pembelajaran A. c. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan : Ceramah. Jika logam ditempa atau dibengkokkan terjadi pergeseran kationkation. Sifat-sifat senyawa Oleh karena ikatan ion dan ikatan kovalen berbeda dalam proses pembentukannya maka senyawa yang dibentuknya juga memiliki sifatsifat fisika dan kimia yang berbeda. elektron-elektron valensi logam akan bergerak lebih cepat dan elektron-elektron tersebut membawa sejumlah kalor yang diserap. elektron-elektron valensi logam akan membawa muatan listrik ke seluruh logam dan bergerak menuju potensial yang lebih rendah sehingga terjadi aliran listrik dalam logam.Menurut teori Drude-Lorentz.

2. dan logam. Siswa memperhatikan video pembelajaran yang 30 ditampilkan oleh guru mengenai ikatan logam. Penutup • • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai ikatan logam yang dikuatkan kembali oleh guru. Siswa memperhatikan dan menanggapi penjelasan guru mengenai sifat-sifat ikatan logam yang mendukung teori lautan elektron yang terdapat dalam video. kovalen. Siswa memperhatikan dan menanggapi penjelasan guru mengenai 3. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai proses terbentuknya ikatan logam yang terdapat dalam video. perbandingan sifat-sifat senyawa ion.langkah Pembelajaran No 1. (pertemuan ketiga) 4. b. Siswa menjawab pertanyaan guru mengenai ikatan kovalen 2. 15 30 45 15 Kegiatan Alokasi Waktu (menit) KTSP Kimia Kelas X 43 . Siswa diberi pengantar tentang sifat-sifat dari logam. Langkah. (pertemuan kedua) 3.B. Pembukaan: • Apersepsi: a. Siswa diberi tugas di rumah untuk mengerjakan evaluasi bab 3 dan membaca materi stoikiometri. Kegiatan Inti (Pertemuan pertama) 1.

Sunarya.Pd. Wisnu A. Jakarta : Penerbit Erlangga. Mudah dan Aktif Belajar Kimia.D. Teknik Penilaian b. Agus S.Pd. Chang..VII. OSU P. (2009). b. Aspek yang dinilai c. Florentia Mujiyati. Jakarta : Penerbit Erlangga.. FPMIPA UPI. Alat dan Bahan (Sumber) a. Evi Lutviana. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. Y. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. S. Alat :   Papan tulis LCD Media pembelajaran ikatan logam ver1. Bandung. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. Sikap dan Psikomotorik : Penilaian Proses dan Penilaian hasil : Soal. Sumber:     . Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. Bentuk Instrumen : Tes / Assessment (waktu 1x45) : Pengetahuan . Jenis Penilaian d. Kepala SMA Santa Angela Bandung. Carolus B. R. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr.0. Boedisantoso. Penilaian a. M. (2004).. ___________ Mengetahui. VIII. KTSP Kimia Kelas X 44 .

diharapkan siswa dapat: o Menuliskan nama-nama senyawa biner dari senyawa anorganik o Menuliskan nama-nama senyawa poli-atomik dari senyawa anorganik V. Untuk kasus ini. NaCO3 (soda kue). III. Senyawa poliatom umumnya mengandung oksigen. Uraian Materi Pembelajaran 1. penambahan kata 'ida' tidak cukup sebab akan muncul senyawa dengan nama yang sama. 2. tri-(tiga). seperti NO. Jika dua unsur dapat membentuk lebih dari satu senyawa. II. di(dua). Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. Kompetensi Dasar Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana serta persamaan reaksinya. nama senyawa ditambah dengan kata mono-(satu). dan N2O4. Tata nama senyawa poliatom yang mengandung oksigen didasarkan pada jumlah KTSP Kimia Kelas X atom oksigen yang 45 . dan H2SO4 (asam sulfat). Penamaan senyawa ini didasarkan pada nama unsur pembentuknya yang ditulis secara berurutan sesuai penulisan rumus kimia (lambang senyawa) dan akhiran dari unsur keduanya diganti -ida. Tata nama senyawa biner Senyawa biner adalah senyawa yang tersusun dari dua macam unsur. NO2. Tata nama senyawa poliatomik Senyawa yang tersusun lebih dari dua unsur digolongkan sebagai senyawa poliatom. atau tetra-(empat) yang menunjukkan jumlah unsur.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Tata Nama Senyawa Anorganik : 2 x 45 menit I. Indikator o Menuliskan nama-nama senyawa biner dari senyawa anorganik o Menuliskan nama-nama senyawa poli-atomik dari senyawa anorganik IV. Standar Kompetensi Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri). seperti Ca(ClO)2 atau kaporit.

Siswa menyimak penjelasan guru mengenai tata nama senyawa biner 2. b. Siswa memperhatikan contoh-contoh senyawa di 2. Siswa mengerjakan latihan penamaan senyawa-senyawa 3. Langkah.dikandungnya. Siswa memperhatikan dan menanggapi penjelasan guru mengenai tata nama senyawa poli atomik (pertemuan kedua) 3. diskusi : Konsep Kegiatan Alokasi Waktu (menit) B. anorganik Penutup • • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai tata nama senyawa anorganik Siswa mengerjakan postest mengenai penamaan 30 senyawa kimia.langkah Pembelajaran KTSP Kimia Kelas X 46 . 15 30 15 : Ceramah. VI. Siswa menjawab pertanyaan guru mengenai jenisjenis senyawa di alam. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan No 1. sedangkan yang paling sedikit diberi akhiran -it. Senyawa yang mengandung jumlah oksigen paling banyak diberi akhiran -at. Tata nama senyawa tersebut tidak memadai setelah ditemukan senyawa yang mengandung atom oksigen lebih banyak atau lebih sedikit dari senyawa tersebut. alam Kegiatan Inti (pertemuan pertama) 1. Pembukaan: • Apersepsi: a. sedangkan senyawa yang lebih sedikit dari contoh senyawa di atas diberi awalan hipo-. senyawa yang mengandung atom oksigen lebih banyak lagi diberi awalan per-. Kegiatan Pembelajaran A. Untuk itu.

. Jakarta : Penerbit Erlangga. Y. Alat dan Bahan (Sumber) a. ___________ Mengetahui.VII. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. Bandung. Agus S.. Wisnu A. S. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. (2004).Pd. Sunarya. KTSP Kimia Kelas X 47 . Sumber:    . M. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. Kepala SMA Santa Angela Bandung.Pd. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. Boedisantoso. b. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. (2009).. OSU P. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. R. Jakarta : Penerbit Erlangga. Alat :   Papan tulis LCD Chang. Florentia Mujiyati. Carolus B.D.

Jadi. Kompetensi Dasar Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana serta persamaan reaksinya. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Persamaan Reaksi Sederhana : 4 x 45 menit I. Persamaan Reaksi Persamaan reaksi didefinisikan sebagai persamaan yang menyatakan kesetaraan jumlah zat-zat yang terlibat dalam reaksi kimia dengan menggunakan rumus kimia. yaitu zat-zat yang terlibat dalam reaksi harus setara. Reaksi penguraian KTSP Kimia Kelas X 48 . Bilangan yang ditambahkan ini dinamakan koefisien reaksi. Uraian Materi Pembelajaran 1. diharapkan siswa dapat: o Menyetarakan reaksi sederhana o Menyebutkan nama-nama zat yang terlibat dalam suatu reaksi kimia atau sebaliknya V. baik jumlah zat maupun muatannya. II. Penyetaraan Persamaan Reaksi Suatu persamaan reaksi dikatakan benar jika memenuhi hukum kimia. III. Standar Kompetensi Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri). 2. Indikator o Menyetarakan reaksi sederhana o Menyebutkan nama-nama zat yang terlibat dalam suatu reaksi kimia atau sebaliknya IV. cara yang benar untuk menyetarakan persamaan reaksi adalah dengan cara menentukan nilai koefisien reaksi. 3. Contoh-contoh persamaan reaksi a. Dalam reaksi kimia terdapat zat-zat pereaksi dan zat-zat hasil reaksi. Cara yang benar untuk menyetarakan persamaan reaksi adalah dengan bilangan di depan setiap rumus kimia dengan angka yang sesuai.

Siswa menjawab pertanyaan guru mengenai 15 fenomena-fenomena perubahan kimia di alam b. penyebab-penyebab terjadinya perubahan kimia Kegiatan Inti 1. Pembukaan: • Apersepsi: a. Reaksi metatesis Reaksi metatesis atau reaksi pertukaran ganda adalah reaksi kimia yang melibatkan pertukaran antar ion-ion dalam senyawa yang bereaksi. Reaksi penggabungan Reaksi penggabungan adalah reaksi dimana dua buah zat atau lebih bergabung membentuk satu jenis zat yang baru. KTSP Kimia Kelas X 49 30 45 75 : Ceramah. guru Penutup • • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai persamaan reaksi dan reaksi kimia Siswa diberi review mengenai hukum-hukum dasar kimia. Reaksi pendesakan Reaksi pendesakan atau disebut juga reaksi pertukaran tunggal adalah reaksi dimana suatu unsur menggantikan posisi unsur lain dalam suatu senyawa. b. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan No 1. d. 2. Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang 2. Siswa bersama guru melakukan percobaan mengenai perubahan kimia.langkah Pembelajaran . diskusi : Konsep Kegiatan Alokasi Waktu (menit) B. c. Langkah. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai definisi persamaan reaksi dan contoh-contohnya (pertemuan kedua) 3. VI. Siswa memperhatikan dan menanggapi penjelasan guru tentang langkah-langkah penyetaraan persamaan reaksi 4.Reaksi penguraian adalah suatu reaksi senyawa tunggal terurai menjadi dua atau lebih zat yang baru. Siswa mengerjakan latihan penyetaraan reaksi bersama 3. Kegiatan Pembelajaran A.

M. Alat :   Papan tulis LCD Chang. Jenis Penilaian h. KTSP Kimia Kelas X 50 . Carolus B. Y.D.Pd. IX.. Aspek yang dinilai g. Agus S. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. OSU P. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. Mudah dan Aktif Belajar Kimia.. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. Jakarta : Penerbit Erlangga.Pd. Penilaian e.VII. Boedisantoso.. Sunarya. S. (2009). Sikap dan Psikomotorik : Penilaian Proses dan Penilaian hasil : Soal. Kepala SMA Santa Angela Bandung. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. Wisnu A. Bentuk Instrumen : Tes / Assessment (waktu 2x45) : Pengetahuan . ___________ Mengetahui. Florentia Mujiyati. R. Teknik Penilaian f. (2004). Jakarta : Penerbit Erlangga. Bandung. Alat dan Bahan (Sumber) c. Sumber:    . d.

Jika dua unsur dapat membentuk lebih dari satu senyawa. V. antara lain hukum kekekalan massa. c. IV. perbandingan massa salah satu unsur KTSP Kimia Kelas X 51 . Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. Uraian Materi Pembelajaran a.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Hukum Dasar Kimia : 5 x 45 menit I. dan hukum Gay Lussac (hukum perbandingan volume) berdasarkan eksperimen atau data hasil eksperimen.dingan (hukum Dalton) pada beberapa peristiwa.kan hukum Gay Lussac.kan data tentang massa dua unsur yang bersenyawa (hukum Proust). o Membuktikan berdasarkan percobaan dan menafsir. hukum Proust (hukum perbandingan tetap). Kompetensi Dasar Membuktikan dan mengomunikasikan berlakunya hukum-hukum dasar kimia melalui percobaan serta menerapkan konsep mol dalam menyelesaikan perhitungan kimia III. yaitu massa sebelum reaksi sama dengan massa sesudah reaksi. o Membuktikan berlakunya hukum kelipatan perban. b. hukum Dalton (hukum kelipatan perbandingan). o Menggunakan data percobaan untuk membuktikan hukum perbandingan volume (hukum Gay Lussac). o Menghitung volume gas reaktan atau produk berdasar. Standar Kompetensi Memahami (stoikiometri) hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia II. Dalam suatu reaksi kimia selalu berlaku hukum kekekalan massa. Perbandingan massa unsur dalam suatu senyawa selalu tetap. diharapkan siswa dapat: o Membuktikan berdasarkan percobaan bahwa massa zat sebelum dan sesudah reaksi tetap (hukum kekekalan massa/hukum Lavoisier). Indikator Menjelaskan hukum dasar kimia.

15 KTSP Kimia Kelas X 52 .pada tiap senyawa merupakan bilangan bulat dan sederhana. • Siswa membahas data hasil pengamatan untuk 75 15 : Ceramah. d. guru melakukan penilaian atau tes hasil belajar dan pemberian tugas untuk mengetahui ketercapaian indikator dan kompetensi. berbanding sebagai bilangan bulat dan sederhana. Kegiatan Inti (pertemuan pertama) • Siswa melakukan eksperimen hukum kekekalan massa. • Menganalisis 3. Kegiatan Awal (Apersepsi) • Melalui diskusi kelas. Langkah. (pertemuan kedua) • Menganalisis membuktikan Proust). Kegiatan Pembelajaran A. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan No 1. data hasil eksperimen untuk data hasil eksperimen untuk 30 data hasil eksperimen untuk 45 data hasil eksperimen untuk hukum perbandingan tetap (hukum membuktikan hukum kelipatan perbandingan (hukum membuktikan hukum perbandingan volume (hukum membuktikan hukum Avogadro. • Menganalisis Dalton). diskusi : Konsep Kegiatan Alokasi Waktu (menit) B.langkah Pembelajaran memperoleh kesimpulan dari hukum kekekalan massa. Penutup Siswa bersama-sama dengan guru membuat kesimpulan tentang hukum-hukum dasar kimia. VII. (pertemuan ketiga) • Menganalisis Gay Lussac). Volume gas yang ikut dalam reaksi kimia jika diukur pada suhu dan tekanan yang sama. Selanjutnya. siswa menyebutkan keteraturan yang ada di alam dengan mengikuti aturan tertentu 2.

(2009). Bandung. Penilaian a. Florentia Mujiyati. Agus S.VIII. Boedisantoso. OSU P.. KTSP Kimia Kelas X 53 . b. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X.Pd. Jenis Penilaian d. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. R. Bentuk Instrumen : Tes / Assessment (waktu 1x45) : Pengetahuan . Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Sikap dan Psikomotorik : Penilaian Proses dan Penilaian hasil : Soal. Sunarya. Jakarta : Penerbit Erlangga. Jakarta : Penerbit Erlangga. M. IX.D. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. Kepala SMA Santa Angela Bandung. Sumber:    . ___________ Mengetahui..Pd. Wisnu A. (2004). Carolus B. Alat dan Bahan (Sumber) a. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. S. Y. Aspek yang dinilai c. Teknik Penilaian b. Alat   : Papan tulis LCD Chang..

Sedangkan massa rumus adalah massa senyawa ion yang dihitung berdasarkan setiap satuan rumus empirisnya. Indikator 1. Massa molekul relatif dan massa rumus relatif Massa molekul ditentukan oleh massa atom-atom penyusunnya. Massa atom relatif diberi lambang Ar dan 12 dirumuskan sebagai berikut: Ar X = massa rata-rata suatu atom X 1/12 x massa 1 atom C-12 Dengan. Massa atom relatif Massa atom relatif suatu unsur adalah perbandingan massa rata-rata suatu atom relatif terhadap 1 kali massa satu atom karbon-12. Analisis Materi Pelajaran A. Kompetensi Dasar Membuktikan dan mengkomunikasikan berlakunya hukum-hukum dasar kimia melalui percobaan serta menerapkan konsep mol dan menyelesaikan perhitungan kimia. II. III. Ar X = massa atom relatif X Massa 1 atom C-12 = 12 sma Massa rata-rata atom X merupakan massa rata-rata dari semua isotop X yang ada di alam. Menjelaskan pengertian mol sebagai satuan jumlah zat. yaitu merupakan jumlah dari massa seluruh atom yang menyusun molekul tersebut. Standar Kompetensi Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri). 2. Materi prasyarat Hukum dasar kimia B. massa dan volum zat.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Materi Pokok Sub Materi Pokok Kelas/ Semester Alokasi Waktu : Sekolah Menengah Atas (SMA) : Kimia : Stoikiometri : Konsep Mol : X/1 : 5 x 45 menit I. 2. Mengkonversikan jumlah zat dengan jumlah mol. Massa KTSP Kimia Kelas X 54 . IV. Materi yang dikembangkan 1. Massa atom relatif tidak mempunyai satuan.

Hukum Charles. Hukum Amonton. sedangkan massa rumus relatif suatu senyawa ion adalah jumlah massa atom relatif dari seluruh atom penyusun satu satuan rumus kimia senyawa ion. 3. Hukum Boyle. didapat: Mr AxBy = massa rata-rata (x atom A + y atom B) 1/12 x massa 1 atom C-12 Mr AxBy = x(massa rata-rata 1 atom A )+ y (massa rata-rata 1 atom B) 1/12 x massa 1 atom C-12 Sehingga dapat disederhanakan menjadi : Mr AxBy = (x Ar A + y Ar B) Jadi. Massa molekul relatif dan massa rumus relatif memiliki lambang yang sama.4 liter c. Mol Satu mol suatu zat adalah sejumlah partikel yang terkandung dalam suatu zat yang jumlahnya sama dengan banyaknya atom yang terdapat dalam 12. yaitu pada suhu tetap dan jumlah mol tetap. berlaku P ≈ 2.602 x 1023 partikel . 1 mol zat = L partikel = 1. Volum molar Volum molar gas menyatakan volum 1 mol gas pada suhu dan tekanan tertentu. maka P ≈ T 3. massa molekul relatif suatu senyawa molekul merupakan jumlah massa atom relatif (Ar) dari seluruh atom penyusun satu molekul senyawa. sehingga 12 . yaitu pada volum dan jumlah mol tetap. jumlah mol. Hukum gas ideal Beberapa hukum tentang gas yang berlaku pada gas ideal adalah : 1. Massa molar Massa molar adalah massa zat itu yang sama dengan massa atom atau massa rumus zat tersebut dinyatakan dalam gram.00 gram C-12. maka V ≈ T KTSP Kimia Kelas X 55 1 V  a  mol  Mr  1 kali massa satu atom C-12. dan massa rumus (Mr) suatu zat adalah : a gram zat =  b. Satuan massa molar adalah gram/mol atau gram mol-1. Hubungan antara massa. yaitu Mr. volum molar gas tersebut sebagai volum molar standar. Jika pengukuran dilakukan pada suhu 0oC dan tekanan 1 atm (STP). L = bilangan Avogadro a. Massa 1 mol AB = (Mr AB) x gram. yaitu pada tekanan dan jumlah mol tetap.molekul massa rumus merupakan perbandingan massa rata-rata suatu molekul atau satuan rumus suatu zat relatif (dibandingkan) terhadap Mr AxBy = massa rata-rata 1 molekul AxBy 1/12 x massa 1 atom C-12 Apabila dijabarkan lebih lanjut. Hubungan antara volum molar gas dan jumlah mol gas dinyatakan sebagai berikut : n mol gas (pada STP) = n x 22.

4. P = tekanan (atmosfer) T = suhu mutlak (kelvin = oC + 273) V = volum (liter) n = jumlah mol (mol) R = tetapan gas ideal (0. yaitu pada tekanan dan suhu tetap. Kegiatan Pembelajaran A. 2. Pembukaan: • Apersepsi: 1. Kemolaran Larutan Kemolaran menyatakan jumlah mol zat terlarut dalam tiap liter larutan. Langkah pembelajaran No 1. guru mengenai: Hukum-hukum dasar kimia Siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan 15 Kegiatan Alokasi Waktu (menit) KTSP Kimia Kelas X 56 .082 L atm K-1 mol-1) 4. M = kemolaran alrutan n = jumlah mol zat terlarut V = volum larutan V. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai tema dan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan. Satuan kemolaran adalah mol L-1 atau mmol mL-1. Metode Model : ceramah bermakna : Induktif-Deduktif Pendekatan : Konsep dan Proses B. Hipotesis avogadro. M = n V Dengan. maka V ≈ n Dari keempat hukum tersebut dapat disimpulkan bahwa pada gas ideal berlaku persamaan : PV = nRT Dengan.

Siswa dengan berdiskusi mengerjakan beberapa latihan soal mengenai konsep mol yang diberikan guru. VI. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai hubungan antara mol dengan volum molar gas 7. Siswa dengan berdiskusi mengerjakan beberapa latihan soal mengenai konsep mol yang diberikan guru. Siswa dengan berdiskusi mengerjakan beberapa latihan soal mengenai konsep mol yang diberikan guru. (pertemuan keempat) 6. Alat dan Bahan (Sumber) 57 KTSP Kimia Kelas X . (pertemuan kedua) 2. • Siswa diberi tugas di rumah untuk mengerjakan latihan pada buku Kimia Mandiri dan membaca materi berikutnya. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai hubungan antara mol dengan jumlah zat 3. 15 30 45 45 45 30 3.2. (pertemuan ketiga) 4. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai hubungan antara mol dengan massa molar. Kegiatan Inti (pertemuan pertama) 1. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai hubungan antara mol dengan kemolaran larutan 9. stoikiometri senyawa dan stoikiometri reaksi yang dikuatkan kembali oleh guru. 5. (pertemuan kelima) 8. Siswa dengan berdiskusi mengerjakan beberapa latihan soal mengenai konsep mol yang diberikan guru. Penutup • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai konsep mol. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai pengertian mol.

Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. Agus S.Pd. (2004). 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. Mudah dan Aktif Belajar Kimia... Carolus B. Sumber:  Chang. Boedisantoso. Bandung. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KTSP Kimia Kelas X 58 .a. Wisnu A. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. Kepala SMA Santa Angela Bandung. Jakarta : Penerbit Erlangga. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X.   . OSU P.D. Y. S. M.Pd. ___________ Mengetahui. Jakarta : Penerbit Erlangga. Sunarya. (2009). Alat   : Papan tulis LCD b. Florentia Mujiyati. R. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung..

Kadar = massa komponen / massa zat x 100% 3. Materi prasyarat Hukum dasar kimia B. 2. Menentukan rumus kimia zat a. Menentukan rumus molekul senyawa. Indikator 1. Analisis Materi Pelajaran A. Materi yang dikembangkan 1. Jika suatu senyawa hidrat dipanaskan. Menentukan kadar unsur dalam senyawa Dengan mengetahui jenis dan massa dari setiap komponen penyusun zat. maka air kristalnya akan lepas. Kompetensi Dasar Membuktikan dan mengkomunikasikan berlakunya hukum-hukum dasar kimia melalui percobaan serta menerapkan konsep mol dan menyelesaikan perhitungan kimia. b. II. kita dapat mengetahui komposisi zat tersebut. Menentukan rumus empiris senyawa. Hidrat adalah zat padat yang mengikat beberapa molekul air sebagai bagian dari struktur kristalnya. III. 3. Rumus empiris merupakan perbandingan paling sederhana dari atom-atom unsur penyusun suatu senyawa. Menentukan rumus kadar unsur dalam suatu senyawa.Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Materi Pokok Sub Materi Pokok Kelas/ Semester Alokasi Waktu : Sekolah Menengah Atas (SMA) : Kimia : Stoikiometri : Stoikiometri Senyawa dan Stoikiometri Reaksi : X/1 : 7 x 45 menit I. Komposisi zat dinyatakan dalam persen massa (% massa) atau disebut juga kadar. 4. b. Jika suatu hidrat dilarutkan dalam air. maka ada sebagian atau seluruh air kristal dapat dilepas (menguap). Pereaksi pembatas KTSP Kimia Kelas X 59 . Rumus molekul merupakan rumus kimia yang menunjukan jumlah atom dari masingmasing unsur dalam suatu senyawa 2. Standar Kompetensi Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri). IV. Menentukan pereaksi pembatas dalam suatu reaksi. Air hidrat dan pereaksi pembatas a.

Siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan guru mengenai: Hukum-hukum dasar kimia Perhitungan mol 2. 2. (pertemuan kedua) 4. Siswa mempresentasikan hasil pengamatan yang telah dirumuskan. Kegiatan Inti (pertemuan pertama) 1. Hal ini menyebabkan ada pereaksi yang akan habis bereaksi lebih dahulu yang disebut sebagai pereaksi pembatas. 3. rumus molekul dan cara menentukan kadar unsur dalam suatu senyawa. V.Pada suatu reaksi kimia. 5. perbandingan mol zat-zat pereaksi yang ditambahkan tidak selalu sama dengan perbandingan koefisien reaksinya. Siswa membuat kesimpulan dari pengertian pereaksi pembatas dan air hidrat. Kegiatan Pembelajaran A. Metode Model No 1. Siswa secara berkelompok dan bersama dengan guru melakukan percobaan pereaksi pembatas dan senyawa hidrat. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai tema dan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan. Langkah pembelajaran . KTSP Kimia Kelas X 60 60 60 75 15 : ceramah bermakna : Induktif-Deduktif Kegiatan Alokasi Waktu (menit) Pendekatan : Konsep dan Proses B. Siswa menyimak penegasan guru mengenai konsep pereaksi pembatas dan senyawa hidrat. (pertemuan ketiga) 6. Siswa dengan berdiskusi mengerjakan beberapa latihan soal mengenai pereaksi pembatas dan senyawa hidrat yang diberikan oleh guru. 2. Pembukaan: • Apersepsi: 1. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai rumus empiris.

Lembar pengamatan Afektif dan Psikomotorik Bandung. Bentuk Instrumen : Soal. Siswa dengan berdiskusi mengerjakan beberapa latihan soal mengenai stoikiometri reaksi tersebut yang yang 3.7. Sikap dan Psikomotorik c. pengamatan perilaku b. OSU P. R. stoikiometri senyawa dan stoikiometri reaksi yang dikuatkan kembali oleh guru. Teknik Penilaian : Tes / Assessment (waktu 2x45) . ___________ Mengetahui. Sunarya. (2004). Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. S. (2009). Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. Alat:   Papan tulis LCD Chang. Penutup • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai konsep mol. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr.. Jenis Penilaian : Penilaian Proses dan Penilaian hasil d. pengamatan kerja. Agus S. Jakarta : Penerbit Erlangga. • Siswa diberi tugas di rumah untuk mengerjakan latihan pada buku Kimia SMA Kelas X dan membaca materi berikutnya. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. Penilaian a. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti.. ada di buku mandiri kimia. Y. Florentia Mujiyati. Wisnu A. Jakarta : Penerbit Erlangga. Boedisantoso.Pd. Carolus B. VI. Aspek yang dinilai : Pengetahuan . RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KTSP Kimia Kelas X 61 .Pd. Alat dan Bahan (Sumber) a. Sumber:    . M. VII.D. Kepala SMA Santa Angela Bandung. 15 b.Tugas kelompok..

larutan dapat dibedakan atas dua jenis. Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat larutan non-elektrolit dan elektrolit. Dalam kehidupan sehari-hari banyak kita jumpai contoh larutan elektrolit dan larutan non-elektrolit. Tujuan Pembelajaran: Siswa dapat:      IV. b. yaitu larutan elektrolit dan larutan non-elektrolit.    Materi Prasyarat Komponen larutan Ionisasi Bentuk molekul dan ion Berdasarkan daya hantar listrik larutan. Menjelaskan penyebab kemampuan larutan larutan elektrolit menghantarkan arus listrik. larutan garam dapur jika diuji dengan alat penguji elektrolit. bola lampu pijar tidak akan menyala dan pada kedua elektrode tidak terjadi perubahan. Menyimpulkan perbedaan sifat dan jenis larutan non-elektrolit dan elektrolit. Kompetensi Dasar Mengidentifikasi sifat larutan non-elektrolit dan elektrolit berdasarkan data hasil percobaan. II. Mengidentifikasi sifat-sifat larutan elektrolit lemah setelah melakukan percobaan. Hal tersebut menunjukkan bahwa larutan garam dapat menghantarkan listrik atau dengan kata lain larutan garam merupakan larutan elektrolit. Jika larutan gula diuji dengan alat penguji elektrolit. Mengidentifikasi sifat-sifat larutan elektrolit kuat setelah melakukan percobaan. Materi a. Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan listrik. bola lampu pijar akan menyala. Dengan demikian larutan gula bukan merupakan larutan elektrolit atau larutan gula merupakan larutan non-elektrolit. Materi yang dikembangkan KTSP Kimia Kelas X 62 .Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/2 : Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit : 6 x 45 menit I. Indikator  Merancang dan melakukan percobaan untuk mengidentifikasi sifat-sifat larutan nonelektrolit dan elektrolit dalam diskusi kelompok di laboratorium. III. Mengidentifikasi sifat-sifat larutan non-elektrolit setelah melakukan percobaan. Larutan non-elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan listrik. serta reaksi oksidasi-reduksi. Misalnya.

larutan pembersih porselen/keramik. Kegiatan Pembelajaran A. larutan elektrolit kuat daya hantar listriknya lebih baik dari pada larutan elektrolit lemah. ilmuwan Swedia 1887 menjelaskan bahwa dalam larutan elektrolit terdapat ion-ion positif dan ion-ion negatif yang bergerak bebas. Bagaimana suatu larutan dapat menghantarkan listrik? Svante Arrhenius. Ion-ion itulah yang menghantarkan arus listrik. Pada katode (kutub negatif) terjadi penangkapan atau penerimaan elektrolit oleh ion-ion positif. larutan elektrolit kuat mempunyai daya hantar listrik yang lebih baik daripada larutan elektrolit lemah. dan larutan amoniak. larutan alkohol. Larutan elektrolit yang daya hantar listriknya relatif baik walaupun konsentrasinya kecil termasuk jenis larutan elektrolit kuat. Pendekatan dan Metode Pendekatan Metode No. Elektron-elektron oleh ionion negatif akan mengalir menuju katode melalui rangkaian sumber arus searah (baterai) seperti yang diperlihatkan oleh gambar berikut: V. Pada anode (kutub positif) terjadi pelepasan elektron oleh ion-ion negatif.Adapun contoh larutan elektrolit dan non-elektrolit dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut: Larutan elektrolit: Larutan garam dapur. air sungai. maka ion-ion positif atau kation yang berbeda dalam larutan akan bergerak menuju kutub negatif (katode). air aki (larutan asam sulfat). air sungai. Larutan non-elektrolit: Larutan gula. Jadi pada konsentrasi yang sama. Jika ke dalam larutan elektrolit dicelupkan elektrode dari sumber arus searah (baterai). air laut. sedangkan larutan elektrolit yang daya hantarlistriknya relatif kurang baik walaupun konsentrasinya besar termasuk jenis larutan elektrolit lemah. sedangkan ion-ion negatif atau anion akan bergerak menuju kutub positif (anode). Pada konsentrasi yang sama. Perbedaan daya hantar listrik larutan dapat dilihat dari menyala atau tidaknya bola lampu. dan larutan urea. : Keterampilan proses : Praktikum. larutan kapur sirih. ceramah dan diskusi Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu 63 B. larutan cuka. Daya hantar larutan elektrolit berbeda-beda tergantung pada jenis larutan dan jumlah zat terlarut. Skenario Pembelajaran KTSP Kimia Kelas X .

listrik ketika tangan kalian Motivasi:  2.  Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok disediakan modul sebagai petunjuk praktikum.(Menit) 1. apa yang dimaksud dengan larutan non-elektrolit? (Sebelumnya siswa sudah ditugaskan untuk membawa peralatan praktikum larutan elektrolit-non elektrolit)  Siswa diberitahu bahwa pada pertemuan kali ini akan melakukan percobaan mengenai larutan elektrolit dan nonelektrolit. misalnya:  Apa pernah kalian tersengat basah?  Apakah kalian pernah melihat orang yang menangkap ikan dengan mencelupkan suatu alat yang dialiri listrik sehingga ikan tersebut tersengat arus listrik dan mati?  Bagaimana semua hal itu dapat terjadi?  Siswa diberi pengarahan bahwa mereka akan menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut setelah melakukan pembelajaran hari ini.  Dengan bimbingan guru siswa menyiapkan peralatan praktikum larutan elektrolit-non elektrolit. Pendahuluan  Guru memberikan salam pembuka. (pertemuan kedua) 75 KTSP Kimia Kelas X 64 . 15 Siswa diberi beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan materi larutan elektrolit-non elektrolit. Kegiatan inti (pertemuan pertama)  Siswa diuji pengetahuan awalnya dengan melemparkan beberapa pertanyaan sebagai berikut:  Apa yang kalian pikirkan ketika mendengar istilah larutan elektrolit?  Lalu apa yang dimaksud dengan larutan elektrolit?  Ada pula yang disebut dengan larutan non-elektrolit.  Dengan bimbingan guru siswa melakukan prosedur percobaan yang sudah tertera dalam LKS.

 (pertemuan ketiga)  Kesimpulan yang dikemukakan oleh siswa. siswa ditunjukkan gambaran mikroskopis sederhana larutan elektrolit untuk memperkuat 3.  Kesimpulan yang dikemukakan oleh siswa.  Guru memberikan salam penutup. Alat dan Bahan (Sumber) 65 KTSP Kimia Kelas X .. bimbingan hasil guru. Penutup  Dengan elektrolit. Perwakilan dari 1 atau 2 kelompok mengemukakan kesimpulan dari hasil percobaan. siswa mengoreksi tiap jawaban dari pertanyaan dalam modul. ion-ion yang bergerak sehingga dapat menghantarkan arus listrik. diperkuat kembali oleh guru   Siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut: Mengapa larutan elektrolit dapat menyebabkan bola lampu menyala?  Atas jawaban siswa guru mengarahkan pertanyaan tersebut ke arah penjelasan mengenai ionisasi. belajar siswa diminta larutan mengemukakan elektrolit-non 15 kesimpulan mengenai 60 VI. Setiap kelompok berdiskusi untuk menyelesaikan soal-soal yang terdapat dalam modul. Siswa perwakilan dari beberapa kelompok bergantian menyebutkan kelompok.  Dengan bantuan charta. diperkuat kembali oleh guru  Siswa diberi tugas membuat laporan praktikum yang telah dilakukan. Perwakilan dari 2 hingga 3 kelompok menuliskan hasil pengamatan di papan tulis. jawaban pertanyaan modul hasil diskusi 60    Dengan bimbingan guru. pemahaman siswa.

a. Alat:    Papan tulis LCD LKS

b. Sumber:
 Chang, R.. (2004). Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. Jakarta : Penerbit Erlangga.


. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. Jakarta : Penerbit Erlangga.
Sunarya, Y., Agus S.. (2009). Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional.

VII. Penilaian a. Teknik Penilaian : Tes / Assessment (waktu 1x45) ,Tugas kelompok, pengamatan kerja, pengamatan perilaku b. Aspek yang dinilai : Pengetahuan , Sikap dan Psikomotorik c. Jenis Penilaian : Penilaian Proses dan Penilaian hasil d. Bentuk Instrumen : Soal, Lembar pengamatan Afektif dan Psikomotorik

Bandung, ___________ Mengetahui, Kepala SMA Santa Angela

Bandung, ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum

Bandung, 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia

Sr. Florentia Mujiyati, OSU

P.D. Boedisantoso, M.Pd.

Carolus B. Wisnu A, S.Pd.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
KTSP Kimia Kelas X 66

Satuan Tingkat Pendidikan : SMA Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : Kimia : X/1 : Perkembangan Reaksi Redox : 2 x 45 menit

I.

Standar Kompetensi Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri).

II. Kompetensi Dasar Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana serta persamaan reaksinya. III. Indikator Menentukan konsep reaksi oksidasi dan reduksi berdasarkan pengikatan dan pelepasan oksigen, penerimaan dan pelepasan electron. IV. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, diharapkan siswa dapat: 1. Menjelaskan konsep redoks berdasarkan pengikatan dan pelepasan oksigen. 2. Menjelaskan konsep redoks berdasarkan penerimaan dan pelepasan elektron. 3. Menentukan reaksi mana yang merupakan redoks dan mana yang bukan. 4. Menentukan oksidator dan reduktor dalam suatu reaksi V. Uraian Materi Pembelajaran 1. Pengikatan Oksigen Sejak dulu, para pakar kimia sudah mengetahui bahwa oksigen dapat bereaksi dengan banyak unsur. Senyawa yang terbentuk dari hasil reaksi dengan oksigen dinamakan oksida sehingga reaksi antara oksigen dan suatu unsur dinamakan reaksi oksidasi. Karat besi adalah senyawa yang terbentuk dari hasil reaksi antara besi dan oksigen (besi oksida). Perkaratan besi merupakan salah satu contoh dari reaksi oksidasi. Persamaan reaksi pembentukan oksida besi dapat ditulis sebagai berikut.
4Fe(s) + 3O2(g) → 2Fe2O3(s)

Pada reaksi tersebut, besi mengalami oksidasi dengan cara mengikatoksigen menjadi besi oksida. Kebalikan dari reaksi oksidasi dinamakan reaksi reduksi. Pada reaksi reduksi terjadi pelepasan oksigen. Besi oksida dapat direduksi dengan
cara direaksikan dengan gas hidrogen, persamaan reaksinya: Fe2O3(s) + 3H2(g) → 2Fe(s) + 3H2O(g)

2. Pelepasan dan Penerimaan Elektron KTSP Kimia Kelas X 67

Konsep redoks yang melibatkan transfer elektron berkembang setelah diketahui adanya elektron dalam atom dan reaksi pembentukan senyawa ion (lihat kembali topik ikatan ion). Tuliskan pembentukan senyawa NaCl dari unsur-unsurnya. Spesi manakah yang melepaskan elektron dan yang menerima elektron? Dalam konsep redoks, peristiwa pelepasan elektron dinamakan oksidasi, sedangkan peristiwa penerimaan elektron dinamakan reduksi. Pada pembentukan senyawa NaCl dari unsur-unsurnya, atom natrium mengalami oksidasi, sedangkan atom klorin mengalami reduksi. Penggabungan kedua proses itu dinamakan reaksi redoks. Reaksi redoks pada peristiwa perkaratan besi dapat dijelaskan dengan reaksi berikut: 2Fe →2Fe3+ + 6e– (oksidasi) 3O2 + 6e– →3O2– (reduksi) 3. Reduktor dan Oksidator Berdasarkan uraian sebelumnya, apa yang dapat Anda simpulkan mengenai zat-zat kimia dihubungkan dengan konsep redoks? Semua zat kimia dapat dikelompokkan ke dalam dua kelompok, yakni zat-zat yang mengalami oksidasi dan zat-zat yang mengalami reduksi. Dalam reaksi redoks, pereaksi yang dapat mengoksidasi pereaksi lain dinamakan zat pengoksidasi atau oksidator. Sebaliknya, zat yang dapat mereduksi zat lain dinamakan zat pereduksi atau reduktor. VI. Kegiatan Pembelajaran A. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan No 1. Pembukaan : Siswa member salam kepada guru. 15 Siswa memahami tujuan pembelajaran yang disampaikan oleh guru. Siswa diperkenalkan mengenai pembelajaran hari ini sehingga termotivasi untuk mengikuti pelajaran dengan atraktif. Siswa memperhatikan demonstrasi yang diperagakan di depan kelas. c. Siswa menjawab pertanyaan guru berdasarkan 2. demonstrasi yang ditunjukan. Pembelajaran inti (konsep redoks berdasarkan pelepasan dan pengikatan 30 KTSP Kimia Kelas X 68 : Ceramah, diskusi : Konsep Kegiatan Alokasi Waktu (menit)

B. Langkah- langkah Pembelajaran

oksigen) Siswa memperhatikan guru yang menampilkan contoh persamaan reaksi redoks yang berhubungan dengan konsep redoks pertama. Alat dan Bahan (Sumber) a. .Siswa mengerjakan post test yang diberikan oleh guru.Siswa dan guru melakukan pembelajaran penguatan yang dan telah 15 menyimpulkan dilaksanakan. Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai reaksi redoks tersebut. Siswa mengajukan pertanyaan berdasarkan 30 penjelasan yang telah disampaikan. Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai reaksi redoks tersebut. Siswa menyampaikan tanggapan terhadap penjelasan tersebut dan mengajukan pertanyaan. Alat :  Papan tulis 69 KTSP Kimia Kelas X . (konsep redoks berdasarkan pelepasan dan pengikatan elektron) Siswa memperhatikan guru yang menampilkan contoh persamaan reaksi redoks yang berhubungan dengan konsep redoks kedua. VII. Penutup . 3. Siswa mengajukan pertanyaan berdasarkan penjelasan yang telah disampaikan. Siswa menyampaikan tanggapan terhadap penjelasan tersebut dan mengajukan pertanyaan.

R. Jakarta : Penerbit Erlangga. S. LCD Chang. Sunarya. Y. Wisnu A. (2004). Agus S. Sumber:    . (2009). Bandung... Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. 21 Maret 2013 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Carolus B.Pd. b. Jakarta : Penerbit Erlangga. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional.. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran KTSP Kimia Kelas X : SMA SANTA ANGELA : Kimia 70 .

V. Menentukan konsep reaksi oksidasi dan reduksi berdasarkan peningkatan dan penurunan bilangan oksidasi. Uraian Materi Pembelajaran 1. Standar Kompetensi Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri). a. Kompetensi Dasar Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana serta persamaan reaksinya. Menentukan tata nama senyawa berdasarkan aturan IUPAC. 3. Menentukan bilangan oksidasi dari atom dalam suatu senyawa netral atau senyawa ion. Menentukan bilangan oksidasi dari suatu atom unsur dalam senyawa ion atau senyawa molekuler. Dalam bentuk unsur dan molekul unsurbilangan oksidasi atom-atomnya sama dengan nol. 4. bilangan oksidasi atom-atom sama dengan muatan kation dan anionnya eg : KTSP Kimia Kelas X biloks Na dalam senyawa ion NaCl = +1 71 . 2. Indikator 1. eg : biloks Na dalam unsur Na = 0 biloks Cl dalam unsur Cl2 = 0 b. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. Menentukan rumus kimia senyawa berdasarkan aturan IUPAC. para pakar kimia bersepakat mengembangkan aturan yang berkaitan dengan biloks unsur. 3. Menjelaskan aturan bilangan oksidasi.Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : X/1 : Bilangan Oksidasi : 4 x 45 menit I. Bilangan Oksidasi dan Penentuan Bilangan Oksidasi Bagaimana menentukan bilangan oksidasi (biloks) atom suatu unsur? Dalam hal ini. yaitu sebagai berikut. II. 5. diharapkan siswa dapat: 1. Menentukan oksidator dan reduktor dalam reaksi redoks. Menjelaskan konsep reaksi redoks berdasarkan kenaikan dan penurunan bilangan oksidasi. 2. III. Dalam senyawa ion. 6. IV. Menentukan tata nama senyawa berdasarkan aturan IUPAC.

kecuali dalam peroksida (H2O2. diskusi : Konsep B. Tata Nama Senyawa dan Biloks Pada bab sebelumnya. Cl. Apa yang dimaksud dengan reaksi disproporsionasi? Reaksi disproporsionasi atau disebut juga reaksi swaredoks adalah suatu reaksi yang mengalami oksidasi dan juga reduksi pada pereaksinya. Reaksi Reduksi Oksidasi dan Bilangan Oksidasi Oleh karena banyak reaksi redoks yang tidak dapat dijelaskan dengan konsep pengikatan oksigen maupun transfer elektron maka para pakar kimia mengembangkan konsep alternatif. Tata nama tersebut berlaku untuk zat molekuler atau senyawa ion yang mengandung kation hanya memiliki satu harga muatan atau biloks logam golongan IA dan IIA. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan : Ceramah. Menurut konsep ini. jika bilangan oksidasinya turun maka atom tersebut mengalami reduksi. Sebaliknya. Biloks atom golongan IIA dalam semua senyawa adalah +2 d. jika dalam reaksi bilangan oksidasi atom meningkat maka atom tersebut mengalami oksidasi. yaitu perubahan bilangan oksidasi. Anda telah belajar tata nama senyawa biner dan senyawa poliatom. Biloks atom-atom unsur halogen (F. HF e. Biloks atom hidrogen dalam senyawa adalah +1. Angka romawi tersebut tidak terpisahkan dari nama kationnya. NaBr. Jumlah total bilangan oksidasi dalam senyawa netral sama dengan nol Jumlah total bilangan oksidasi untuk ion sama dengan muatan ionnya. KI. Biloks atom golongan IA dalam semua senyawa adalah +1. Langkah. kecuali dalam senyawa hidrida sama dengan –1 f. 3.langkah Pembelajaran No Kegiatan Alokasi Waktu (menit) KTSP Kimia Kelas X 72 . VI. Untuk kation-kation logam yang memiliki lebih dari satu harga biloks (khususnya unsurunsur transisi). Kegiatan Pembelajaran A. Br. I) dalam senyawa biner adalah –1. Na2O) sama dengan –1 dan dalam superoksidasama dengan –1/2 g. Biloks atom oksigen dalam senyawa adalah –2. AgCl. eg. 2. tata namanya ditambah angka romawi dalam tanda kurung yang menunjukkan harga biloks.biloks Cl dalam senyawa ion NaCl = -1 c.

Siswa mengerjakan latihan yang berhubungan 60 dengan penentuan bilangan oksidasi dalam suatu senyawa ion dan menuliskanya di papan tulis. 30 Siswa memapehatikan dan memahami tujuan pembelajaran yang disampaikan oleh guru. Siswa memperhatikan penguatan konsep reaksi redoks berdasarkan oksigen dan electron. (reaksi redoks berdasarkan peningkatan dan penurunan bilangan oksidasi) . siswa 90 berdasarkan aturan bilangan menentukan bilangan oksidasi dari masing-masing atom yang tertera pada reaksi tersebut. Siswa diperkenalkan mengenai pembelajaran hari ini sehingga termotivasi untuk mengikuti pelajaran dengan atraktif.Siswa diberikan contooh persamaan oksidasi. Pembelajaran inti (menentukan bilangan oksidasi pada senyawa netral) Siswa memperhatikan contoh senyawa yang 60 diberikan oleh guru. Pembukaan : Siswa member salam kepada guru. Siswa mengerjakan latihan yang berhubungan dengan penentuan bilangan oksidasi dalam suatu senyawa dan menuliskanya di papan tulis. Siswa memperhatikan penjelasaan guru mengenai konsep reaksi redoks berdasarkan konsep perubahan bilangan oksidasi. reaksi. KTSP Kimia Kelas X 73 . Siswa memahami permasalahan yang disampaikan oleh guru. telah dipelajari. (menentukan bilangan oksidasi pada senyawa ionik) Siswa memperhatikan contoh senyawa ion yang diberikan oleh guru.1. tentang kelemahan konsep redoks yang 2.

Siswa secara berkelompok diberikan tugas untuk mencari benda-benda yang berhubungan dengan aplikasi konsep redoks dalam kehidupan sehari-hari. Sumber:    . Boedisantoso. (2004).Pd. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. Kepala SMA Santa Angela Bandung. . M.. Bandung. Carolus B. R.3. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. OSU P.Pd.Siswa mengerjakan posttest yang diberikan oleh guru. Y. Alat dan Bahan (Sumber) a. Alat :   Papan tulis LCD Chang. Wisnu A. (2009). Jakarta : Penerbit Erlangga. Florentia Mujiyati. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. b.D. Sunarya. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. Penutup . Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X.. S.Siswa bersama dengan guru membuat penguatan dan menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Agus S. ___________ Mengetahui. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. 30 VII. . Jakarta : Penerbit Erlangga.. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran KTSP Kimia Kelas X : SMA SANTA ANGELA : Kimia 74 .

Menemukan konsep redoks untuk memecahkan masalah lingkungan dalam diskusi kelompok di kelas. Langkah.Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : X/1 : Aplikasi Redoks : 6 x 45 menit I. III. Uraian Materi Pembelajaran Secara kimia. VI.langkah Pembelajaran KTSP Kimia Kelas X 75 . Sel Volta Komersial Sel Volta adalah sumber energi listrik siap pakai yang dikemas dalam bentuk dan ukuran sesuai kegunaan. Sel Volta terdiri atas electrode (anode dan katode) tempat terjadinya reaksi redoks. Umumnya. dan baterai nikel-kadmium (nicad). Kompetensi Dasar Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana serta persamaan reaksinya. diharapkan siswa dapat: 5. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. Jenis baterai bermacam-macam di antaranya baterai seng-karbon. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan : Ceramah. tetapi dalam reaksi redoks ada perubahan bilangan oksidasi akibat perubahan muatan. reaksi redoks tidak berbeda dengan reaksi-reaksi kimia yang lain. Indikator Mendeskripskan konsep larutan elektrolit dan konsep redoks dalam memecahkan masalah lingkungan IV. Kedua electrode ini dicelupkan ke dalam zat kimia yang berperan sebagai medium aliran listrik dan sebagai oksidator atau reduktor. baterai litium. Standar Kompetensi Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri). sel Volta komersial berupa sel kering baterai dan accumulator (accu). diskusi : Konsep B. V. Kegiatan Pembelajaran A. Jika transfer elektron ini dimanfaatkan akan menghasilkan energi listrik arus searah sebab aliran listrik tiada lain adalah aliran elektron. Perubahan muatan ini disebabkan adanya transfer elektron dari satu atom ke atom lain. II.

R. . Pembukaan : Kegiatan Alokasi Waktu (menit) Siswa memberi salam kepada guru. Jakarta : Penerbit Erlangga. Alat :   Papan tulis LCD Chang. (2004).No 1.Siswa mengerjakan posttest yang diberikan oleh guru. 30 secara 120 VII. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. 3. Sumber:  KTSP Kimia Kelas X 76 . hari. Pembelajaran inti . . Siswa mempersiapkan diri dalam kelompok untuk membahas aplikasi redoks dalam kehidupan sehari2.Siswa bersama dengan guru membuat penguatan dan menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan..Dalam kelompok siswa membahas aplikasi redoks dalam kehidupan sehari-hari. yang dipandun dengan LKS yang telah dibuat oleh guru.Setelah jawaban di dalam LKS selesai.Siswa dari kelompok lain menanggapi berurutan. Alat dan Bahan (Sumber) a. Penutup . Siswa diperkenalkan mengenai pembelajaran hari ini sehingga termotivasi untuk mengikuti pelajaran dengan atraktif. b. Siswa memperhatikan penguatan konsep reaksi redoks yang telah dipelajari. . masingmasing kelompok mempresentasikan hasil jawabanya di depan kelas. 30 Siswa memaperhatikan dan memahami tujuan pembelajaran yang disampaikan oleh guru.

  . S. Wisnu A.Pd. Jakarta : Penerbit Erlangga.D. Jenis Penilaian : Penilaian Proses dan Penilaian hasil d. Florentia Mujiyati. pengamatan perilaku b. Penilaian a. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. pengamatan kerja. VIII. Sunarya. Kepala SMA Santa Angela Bandung. Aspek yang dinilai : Pengetahuan . Agus S. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester KTSP Kimia Kelas X : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 77 .. Mudah dan Aktif Belajar Kimia.Pd. Boedisantoso. (2009). ___________ Mengetahui.Tugas kelompok. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. Sikap dan Psikomotorik c. Carolus B.. M. Y. Teknik Penilaian : Tes / Assessment (waktu 2x45) . OSU P. Lembar pengamatan Afektif dan Psikomotorik Bandung. Bentuk Instrumen : Soal.

 Characteristics of Carbon Atom Carbon atom has four valence electrons. II. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. tersier. C H x KTSP Kimia Kelas X C 78 . tersier. sekunder. One of the most simple carbon compounds are hydrocarbons. 2. III. sekunder. dan kuartener V. Indikator 1. Mengidentifikasi unsur karbon dan hidrogen pada senyawa hidrokarbon melalui percobaan. 2. Menjelaskan kekhasan atom karbon dalam senyawa karbon. dan kuartener IV. 3. Mengidentifikasi unsur karbon dan hidrogen pada senyawa hidrokarbon melalui percobaan. Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat senyawa organik atas dasar gugus fungsi dan senyawa makromolekul. This compound is composed of atoms of carbon and other atoms attached to carbon atoms. Menentukan atom C primer. Materi Prasyarat Konfigurasi electron atom karbon Struktur lewis Reaksi oksidasi B. Materi Inti  Carbon Compound One of the compounds are abundant in nature are carbon compounds. Kompetensi Dasar Mendeskripsikan kekhasan atom karbon dalam membentuk senyawa hidrokarbon. The four electrons are able to form four covalent bonds. Mendeskripsikan kekhasan atom karbon dalam senyawa karbon. 3. Membedakan atom C primer.Materi Pokok Alokasi Waktu : Karakteristik Atom Karbon : 4 x 45 menit I. Uraian Materi Pembelajaran A. diharapkan siswa dapat: 1.

which binds four atom of another C atom C. H  Atom C Primer. usually simle hydrocarbons are used as the raw material for further process of industry to get bigger benefit such us for making polymer. H x H x x H Carbon atoms can also bind to other carbon atoms. Sekunder. Tertier dan Kuartener C d c C C b a C a.. Tertiary C atom is the atom C. quart C atom is the atom C. secondary C atom is the atom C. both the single and double covalent H H C H bonding of two and threefold.Covalently bonded carbon atoms can be single with four hydrogen atoms. branched. or closed). KTSP Kimia Kelas X C C C C C C C C C 79 C C C C C . atom of another C atom primary C atom is the atom C. Materi Pengayaan Hydrocarbons have many benefits in daily life and for industries. In industry. which binds one b. which binds two atom of another C atom c. the tendency of the carbon atoms to bind to other carbon atoms enables the formation of carbon compounds with different structures (open-chain. which binds three atom of another C atom d. H H C H C C H H C C H H H H In addition.

Kegiatan Pembelajaran A. • Guru menampilkan gambar yang berhubungan dengan pembelajaran hari ini. karbon tertier.VI. H. Penutup • Siswa merefleksikan proses pembelajaran yang telah dilakukan dan menyimpulkanya. • Siswa menarik kesimpulan berdasarkan demonstrasi 3.. dan O pada lilin. yang telah dilakukan. sehingga siswa dapat terfokus pada pembelajaran yang akan dilaksanakan. karbon sekunder. KTSP Kimia Kelas X 75 75 15 80 . (karbon primer. • Siswa ditunjukan jenis-jenis atom karbon pada suatu senyawa karbon. karbon kuartener). • Siswa 2.langkah Pembelajaran mengecek kehadiran siswa. menyampaikan jawaban dari pertanyaanpertanyaan yang diberikan guru. Langkah. Pembelajaran inti • Siswa diperkenalkan mengenai senyawa organic di kehidupan sehari-hari. • Siswa mengerjakan posttest yang diberikan oleh guru. • Siswa memperhatikan dan terlibat dalam demonstrasi tentang identifikasi atom C. diskusi : Konsep Kegiatan Alokasi Waktu (menit) B. demonstrasi. • Siswa diminta untuk menjelaskan konfigurasi electron dari atom karbon. • Siswa membuat latihan menentukan jenis-jenis atom karbon dalam senyawa hidrokarbon. • Siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan demonstrasi tersebut. • Siswa ditunjukan kemampuan karbon dalam membentuk empat buah ikatan kovalen. Pembukaan : • Siswa menyampaikan salam pembuka dan guru 15 : Ceramah. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan No 1.

KTSP Kimia Kelas X 81 . Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr.Pd. (2004).D. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. Kepala SMA Santa Angela Bandung. Jakarta : Penerbit Erlangga. M. Carolus B. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. Y.. ___________ Mengetahui. Boedisantoso.   . Alat    : Papan tulis LCD Demonstration equipments and chemical materials.Pd. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. Florentia Mujiyati. OSU P.. Sunarya. i. Sumber:  Chang. R.. Wisnu A.VII. S. (2009). Jakarta : Penerbit Erlangga. Agus S. Bandung. e. Alat dan Bahan (Sumber) a. Test tube Bent pipe Foam cork EQUIPMENTS Spatula 1 pcs Spirtus Stand and clamp 1 pcs 2 pcs 1 pcs 1 pcs Candle CHEMICAL MATERIA LS Lime water solution Copper (II) oxide b.

Materi Prasyarat Kekhasan atom karbon. Kompetensi Dasar Mendeskripsikan kekhasan atom karbon dalam membentuk senyawa hidrokarbon. 3. In other words. Uraian Materi Pembelajaran A. Materi Inti  Saturated aliphatic hydrocarbon In saturated aliphatic hydrocarbon compounds. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. 2. IV. Menentukan nama senyawa alkana yang memiliki rantai lurus dan bercabang berdasarkan aturan tata nama IUPAC. diharapkan siswa dapat: 1. V. II.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Hidrokarbon alifatik jenuh : 5 x 45 menit I. carbon atoms can be binding maximally hydrogen atoms. a saturated aliphatic hydrocarbon compounds that are difficult to react KTSP Kimia Kelas X 82 . Menggambarkan struktur senyawa alkana. Menentukan rumus umum dari senyawa alkana. 3. Menggambarkan struktur senyawa alkana. Menjelaskan konsep isomer dan aplikasi senyawa hidrokarbon dalam kehidupan sehari-hari. Indikator 1. Menentukan nama senyawa alkana yang memiliki rantai lurus dan bercabang berdasarkan aturan tata nama IUPAC. Konfigurasi electron atom karbon Struktur lewis Reaksi oksidasi B. Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat senyawa organik atas dasar gugus fungsi dan senyawa makromolekul. Menentukan rumus umum dari senyawa alkana. 4. 2. Menjelaskan konsep isomer dan aplikasi senyawa hidrokarbon dalam kehidupan seharihari. III. 4.

 Nomenclature of alkanes To determine the name of a compound we need to pay attention to some of the following: a. Main chain is the longest carbon chain of the hydrocarbon true C C C C C C C C C C C C C C false C C C C C C C C b.also increases. Alkyl group : a group which is the branching of the carbon chain with the general formula Cn Hn+1 C C C C C C C C C C C KTSP Kimia Kelas X 83 . with the increasing number of carbon atoms then the number of cluster -CH2. Number of Molecular C formula atoms 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 CH4 C2H6 C3H8 C4H10 C5H12 C6H14 C7H16 C8H18 C9H20 C10H22 Structure Name of alkane CH4 CH3-CH3 CH3-CH2-CH3 CH3-CH2-CH2-CH3 CH3-CH2-CH2-CH2-CH3 CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 methane ethane propane butane pentane hexane heptane octane nonane decane General formula of alkanes is Cn H2n+2 If seen in the table. If in a series of compounds there is as much difference between the total cluster –CH2. as shown below. Alkanes Alkanes structure The structure of alkanes and carbon compounds are generally used to be written in the form of a compressed structure formula.sequentially so these compounds are homologous series.

alkyl group twin if there is more than one alkyl group the same group plus the writing of the name in-front of the word di-(two clusters). tetra-(four groups) followed by the name of alkyl group.5-dietyloctane e. tri(three groups). Numbering the parent chain branching : numbering the parent chain starting from the C atom closest to the branch C 8 C 7 C 6 C 5 C C C 4 C 3 C 2 C 1 C 1 C 2C C 3 C 4 C C C 5 C 6 C 7 C C 8 true false d.The names of the alkyl group on the alkanes main chain Struktur gugus -CH3 -CH2-CH3 -CH2-CH2-CH3 CH3-CH-CH3 -CH2-CH2-CH2-CH3 CH3-CH-CH2-CH3 -CH2-CH-CH3 CH3 CH3 -C-CH3 CH3 Nama Methyl Ethyl Propyl Isopropyl Butyl sec-butyl Isobutyl ter-butyl / butyl t- c. example : KTSP Kimia Kelas X 84 . C 8 C 7 C 6 C 5 C C 4C C 3 C 2 C 1 C C 3. Naming. Order of naming the alkyl group : alkyl group is sorted by alphabetical order butyl – ethyl – isobutyl – isopropyl – methyl – propyl – sek-butyl – ter-butyl 8C 7C 6 C C 5 C C C 4 C 3 C 2 C C 1 5-ethyl–3–methyloctane  Isomers in alkanes Isomers are compounds that are different but have the same molecular formula.

lubricating oil. • Siswa diperkenalkan mengenai senyawa-senyawa alkana 2. among other are as fuel. t.l : -135oC) C.l : -145oC) B. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan No 1. Pembukaan : • Siswa member salam dan guru memeriksa kehadiran siswa. diskusi : Konsep Kegiatan Alokasi Waktu (menit) CH3 – CH – CH3 CH3 isobutane (2-metilpropana) (t. • Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan berlatih penamaan senyawa-senyawa hidrokarbon dan isomer dengan peragaan. Kegiatan Pembelajaran A.d : -10oC. • Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang tata nama senyawa hidrokarbon berdasarkan aturan IUPAC. the major material for petrochemical industries.d : -0.5oC. • Siswa menyimpulkan rumus umum dari senyawa alkana. VI. Alkanes compounds generally are obtained from the petroleum and natural gas manufactures.langkah Pembelajaran sebelumnya mengenai kekhasan atom karbon agar pembelajaran hari ini lebih terfokus. • Siswa diberikan pertanyaan mengenai pelajaran 15 : Ceramah. the major material for alcohol and vinegar and other. • Siswa memperhatikan gambar struktur alkana secara umum. KTSP Kimia Kelas X 85 90 . yang biasa ditemukan pada kehidupan sehari-hari.C4H10. organic solvent. t. Materi Pengayaan Uses of alkanes compounds in everyday life. Pembelajaran inti • Siswa memperhatikan dan memahami tujuan pembelajaran yang disampaikan oleh guru. has two structural isomers CH3 – CH2 – CH2 – CH3 n – butane (t. Langkah.

OSU P.Pd. • Siswa mengerjakan posttest yang diberikan oleh guru. Carolus B.D.3. Boedisantoso. Kepala SMA Santa Angela Bandung. 30 VII. (2009). Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. Jakarta : Penerbit Erlangga. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. (2004).Pd. KTSP Kimia Kelas X 86 . M.. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. Y. Penutup • Siswa merefleksikan seluruh kegiatan pembelajaran yang dilakukan hari ini dan menyusun kesimpulan. b. Sumber:    .. Jakarta : Penerbit Erlangga. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Wisnu A. Florentia Mujiyati.. Bandung. S. R. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. Sunarya. ___________ Mengetahui. Alat   : Papan tulis LCD Chang. Agus S. Alat dan Bahan (Sumber) a. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X.

Menggambarkan struktur senyawa alkanena dan alkuna. Menentukan rumus umum dari senyawa alkena dan alkuna. 2. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. KTSP Kimia Kelas X 87 . Materi Prasyarat Kekhasan atom karbon. 4. 3. Menjelaskan konsep isomer dan aplikasi senyawa hidrokarbon tak jenuh dalam kehidupan sehari-hari. V. diharapkan siswa dapat: 1. Menentukan nama senyawa alkaena dan alkuna yang memiliki rantai lurus dan bercabang berdasarkan aturan tata nama IUPAC. Menjelaskan konsep isomer dan aplikasi senyawa hidrokarbon tak jenuh dalam kehidupan sehari-hari.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Hidrokarbon Alifatik Tak Jenuh : 4 x 45 menit I. Menentukan nama senyawa alkena dan alkuna yang memiliki rantai lurus dan bercabang berdasarkan aturan tata nama IUPAC. III. Indikator 1. Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat senyawa organik atas dasar gugus fungsi dan senyawa makromolekul. 4. Uraian Materi Pembelajaran A. Kompetensi Dasar Mendeskripsikan kekhasan atom karbon dalam membentuk senyawa hidrokarbon. II. Konfigurasi electron atom karbon Struktur lewis Reaksi oksidasi B. 2. Materi Inti  Unsaturated aliphatic hydrocarbons Unsaturated hydrocarbons are hydrocarbons with one or more carbon atoms bind hydrogen atoms have no maximum or double bond (double or triple). Menggambarkan struktur senyawa alkena dan alkuna. IV. Menentukan rumus umum dari senyawa alkena dan alkuna. 3.

37. 7 26. 2 6. Structure 4. if there is more than one unsaturated bond in the one compound the writing of the name in-front of the KTSP Kimia Kelas X 88 . 1-octene CH2=CH-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 36. 1nonene CH2=CH-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2. 16. alkenes are compounds of homologous series. C2H4 7.40. example: Salah C 8 7C 6 C 5C 4C Benar C 3 C 2 C 1C 2C 3C 4C 5C C 6 C 7 C 8 C C C C C C 1 5-ethyl–3–methyl-7-octene 4-ethyl–6–methyl-1-octene  Naming of compounds that have multiple bonds of unsaturated. 3 10. 9 34. C3H6 11. Compounds in the homologous series have similar chemical properties. C10H20 39. 21. 8 30. 1038. as shown below.CH2-CH2-CH3 24. C9H18 35. similar to the alkanes but the determination of the parent chain and the sequence of the parent chain of carbon atoms based on the position of unsaturated bond (double). C4H8 15. 29. but the nature of physics that changed in line with increasing molecular mass. Num 2. 17. 9. 1heptene CH2=CH-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 32. C6H12 23. 5 18. Name of alkane CH2=CH2 CH2=CH-CH3 CH2=CH-CH2-CH3 CH2=CH-CH2-CH2-CH3 ethene propene 1-butene 20. 25.. 4 14. 6 22. 1pentene CH2=CH-CH2-CH2. 13. 3. 1. physical properties of alkenes and alkanes with similar physical properties. C8H16 31. C7H14 27. General formula of alkanes CnH2n As with alkanes. 33. the naming of alkene compounds. 12.CH2-CH2-CH3 28. C5H10 19. Thus. Alkene Alkene structure H C H C H H Structure of alkenes and carbon compounds are generally used to be written in the form of a compressed structure formula. 1-decene CH3 8. 1hexene CH2=CH-CH2-CH2. Molecular ber of formula C atom s 5.  Nomenclature of alkenes In general.

c. 49. as shown below.5-heptatriene  Isomer of alkene C note the following three hydrocarbon compounds : C C C C C C C C C C C a. 52.  Alkyne alkyne structure H C C H Structure alkyne and carbon compounds are generally used to be written in the form of a compressed structure formula. 56. 53. if we draw b compound to the another form. 189 . H3C H CH3 C C C H H3C H trans-2-butene C CH3 H cis-2-butene The above two compounds is an isomer. CCe p 55. 1 C 2C C 3 C 4 C C 5 6C 7C C C 1. C2H4 47. b. Molecul ber of ar formula C atom s 45.word di-(two clusters). Num42. ethyne propyne 1-butyne 60. 5 58. which is isomer that have different at the position of unsaturated bond. 57. KTSP Kimia Kelas X 43. Structure 44.3. Both compounds above said geometric isomers. 3 50. although both compounds butene but these compounds are different compounds. which is isomer that have different at the structure of compound. tetra-(four groups) followed by the name of unsaturated bond. 4 54. C • a and b are isomer position. tri-(three groups). Name of alkane CH≡CH CH≡C-CH3 CH≡C-CH2-CH3 CH≡C-CH2-CH2-CH3 48. 2 46. • a and c are isomer structure. 41. C3H6 51. C5H10 59.

1hexyne 68. but the nature of physics that changed in line with increasing molecular mass. C • a and b are isomer position. alkenes are compounds of homologous series.pentyne 61. C6H12 63. which is isomer that have different at the structure of compound. unsaturated bond. 1decyne General formula of alkyne CnH2n-2 As with alkanes. 69. c.5-heptatriyne  Isomer pada alkuna C C perhatikan ketiga senyawa hidrokarbon berikut : C C C C C C C C C C C C C C a.3. physical properties of alkynes and alkanes with similar physical properties. 8 70. similar to the alkanes and alkenes but the determination of the main chain and the sequence of the parent chain of carbon atoms based on the position of unsaturated bond (triple). the naming of alkyne compounds.  Nomenclature of alkenes In general. 6 62. 1nonyne CH≡C-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 80. 9 74. C7H14 67. Compounds in the homologous series have similar chemical properties. CH≡C-CH2-CH2. 73.CH2-CH2-CH3 CH≡C-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 CH≡C-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 64. 7 66. 77. C9H18 75. which is isomer that have different at the position of . Thus. 1heptyne 72. example: false 8 C 7 C 6 C 5 C 4C 3C 2 true C 1 C 2C 3C 4C 5C 6C C C C C C C C 7 1 C C 8 5-ethyl–3–methyl-7-octyne 4-ethyl–6–methyl-1-octyne • Naming of compounds that have multiple bonds of unsaturated.CH2-CH2-CH3 CH≡C-CH2-CH2. KTSP Kimia Kelas X 90 b. 1 C 2 C 3 C 4 C 5 C 6 C 7 C C C 1. 65. • a and c are isomer structure. 1078. 1-octyne 76. C10H20 79. C8H16 71.

KTSP Kimia Kelas X 91 90 15 : Ceramah. a plastic polymer. Ethene is used to make polyetene (polyethylene). an additive to petrol). and to make alcohol in industries. • Dengan menggunakan molymood. Materi Pengayaan  Uses of One of alkene compounds that have benefit is ethene. • Siswa mengerjakan latihan yang diberikan oleh guru.C.langkah Pembelajaran . Ethene is also used to make ethylene glicol. Pembelajaran inti • Siswa memperhatikan struktur senyawa alkena dan alkuna. VI. • Siswa mempelajari tata nama senyawa alkena dan alkuna berdasarkan aturan tata nama IUPAC. • Siswa mempelajari dan memahami tujuan pembelajaran 2. yang akan dilakukan pada hari ini. diskusi : Konsep Kegiatan Alokasi Waktu (menit) B. • Siswa diberikan pertanyaan mengenai pelajaran sebelumnya mengenai senyawa alkana. • Siswa menyimpulkan rumus umum dari senyawa alkena dan alkuna berdasarkan struktur molekul yang telah ditunjukan.  Ethyne can be used to speed up fruites ripening. • Siswa diberikan beberapa contoh nama senyawa alkena dan alkuna. chloroethane (used to make TEL. siswa mempelajari konsep isomer yang terdapat pada senyawa alkena dan alkuna. Ethyne is used to make vinylchloride (CH2=CHCl) which is the monomer in making polyvinyl chloride (PVC). Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan No 1. Pembukaan : • Siswa membuka pelajaran dengan member salam dan guru memeriksa kehadiran siswa. Kegiatan Pembelajaran A. styrene. Langkah. This gas is a result of caride (CaC 2) reaction with water. kemudian menggambarkan struktur senyawasenyawa tersebut.

Boedisantoso. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. S. (2004). Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. M.. Wisnu A.• Siswa mengerjakan latihan penulisan isomer-isomer dari 3. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Jakarta : Penerbit Erlangga. 30 b.Pd. OSU P. Agus S. Carolus B.. Sumber:    . Y. Alat   : Papan tulis LCD Chang. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. suatu struktur yang diberikan oleh guru. • Siswa mengerjakan posttest yang diberikan oleh guru. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. Alat dan Bahan (Sumber) a.Pd. Penutup • Siswa merefleksikan seluruh kegiatan pembelajaran yang sudah dilakukan dan membuat kesimpulanya. Florentia Mujiyati. ___________ Mengetahui. VII. Kepala SMA Santa Angela Bandung. R. KTSP Kimia Kelas X 92 . 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. Jakarta : Penerbit Erlangga. (2009)..D. Sunarya. Bandung.

4. Menjelaskan kecenderungan sifat fisik dari senyawa hidrokarbon. Uraian Materi Pembelajaran D. 6. 2. 3. II. Menjelaskan reaksi substitusi dalam senyawa hidrokarbon. 2. Physical and chemical properties E. Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat senyawa organik atas dasar gugus fungsi dan senyawa makromolekul. dan reaksi eliminasi). Special characteristic of atomic carbon. Chemical bond 2. Menjelaskan reaksi kimia yang terjadi pada senyawa hidrokarbon (reaksi oksidasi. Physical properties KTSP Kimia Kelas X 93 . reaksi addisi. Hydrocarbon compounds. Menjelaskan reaksi oksidasi dalam senyawa hidrokarbon. Materi Inti 1. 3. Menjelaskan kecenderungan sifat fisik dari senyawa hidrokarbon. Kompetensi Dasar Mendeskripsikan kekhasan atom karbon dalam membentuk senyawa hidrokarbon.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Sifat-Sifat Senyawa Hidrokarbon : 4 x 45 menit I. Menjelaskan pengertian dari sifat fisik dan sifat kimia. Materi Prasyarat 1. Menjelaskan reaksi addisi dalam senyawa hidrokarbon. Menjelaskan reaksi eliminasi dalam senyawa hidrokarbon. Indikator 1. III. V. reaksi substitusi. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. diharapkan siswa dapat: 1. IV. 5. 4.

Compounds in the homologous series have similar chemical properties. especially chlorine. 2. 135. 95. 36. 89.3 119. 72 131. liquid If seen in the table. with the increasing number of carbon atoms then the number of cluster -CH2. 102. liquid 115. 96. 86 117. 130. -90. 72 132. Branched hydrocarbons having a boiling point and melting point lower than the hydrocarbon compounds that are not branched. Formula CH4 C2H6 C3H8 C4H10 87. 136. alkenes and alkynes are compounds of homologous series. 68.5 84. C5H12 111. 99. 106. C7H16 107.7 -138. Oxidation reaction Oxidation reaction is also called as burning reaction. 10 127. 72 112. 93. Mr 123. 142. 97. Phase (25°C) gas gas gas gas 86. Molecular 82. For example. 36 134.also increases.sequentially so these compounds are homologous series. Complete oxidation of alkane is produce of CO2 and H2O. 140.7 118. but the nature of physics that changed in line with increasing molecular mass. 124. that is replacement of H atom with halogen atom.6 110. Melting Point (°C) -182. Substitution reaction Substitution reaction is an atoms or groups of atoms replacement reaction with another atom or groups of atom. C6H14 116.4 109. -129.5 -88. 125. 104.1 113. If in a series of compounds there is as much difference between the total cluster –CH2. 101. -95. 100 108. burning reaction of propane : C3H8 + 5O2 b.6 -42. 103.5 -183. 138. 91. 133. 126.Homologous Series 81. 121. Mr 16 30 44 58 83. Structure 122.1 -0. 90. 94. Boiling Point (° C) 128. 98. Boiling Point (°C) -161. 26 141. One of important substitution reaction of alkane is halogenation. 98.3 -189. 72 139. 100. or there is soot. 88. .4 85. 129.7 114. 92. As with alkanes. Example : KTSP Kimia Kelas X 94 3CO2 + 4 H2O Incomplete oxidation is produce of CO and H2O. 137. Chemical properties Chemical properties of hydrocarbon : a. 105. liquid 120.

the multiple bond compounds receive atoms or groups of atoms so that the bond change into single bond. In the addition reaction. Example : 1) Hydrogen addition to alkenes. halogens (X2). This reaction to symmetric alkenes is produce one product. Elimination reaction H H− C−Cl + HCl H In elimination reaction. from the reaction above. CH3−CHBr−CH3 2-bromopropane CH2= CH-CH3 + HBr CH2Br−CH2−CH3 1-bromopropane In reality. Hydrogen addition to alkenes will form alkanes. single bond compounds will change into multiple bonds by releasing small molecules. C2H4 + H2 Pt/Ni Ni/Pt CH3-CH=CH-CH3 + H2 ∆ H2SO4 CH2=CH2 + H2O C2H6 2) Halogens addition to alkenes.V Markovnikoff (1838-1904) made rule that is called Markofnikoff Rule: “If HX react with asymmetric multiple bond so the main result (A) (B) KTSP Kimia Kelas X 95 . CH2 = CH-CH3 + Cl2 CH2Cl-CHCl-CH3 1. and a hydrogen halide (HX). from experiment by V. the main result is 2-bromopropane (look the B track.2-dicloropropane 3) Halides acid addition (hydrohalogenation). Usually addition reaction in alkenes include reaction with hydrogen (H2).H H− C−H + Cl2 H c. Addition reaction Addition reaction can only happen in compounds with double or triple bonds. Elimination reaction is a reverse of addition reaction. CH2=CH2 + HCl CH3−CH2Cl In asymmetric alkenes produced some possibility addition result as the following. Example : CH3-CH2-CH2-CH3 CH2-CH3 OH d. Halogens addition to alkenes will result in dihaloalkenes.

langkah Pembelajaran penjelasan tersebut. Pembelajaran inti (sifat fisik senyawa hidrokarbon) Siswa memperhatikan tabel sifat fisik senyawa hidrokarbon yang ditampilkan oleh guru. • Siswa menuliskan judul pembelajaran di media presentasi. yang berkaitan dengan senyawa hidrokarbon agar pembelajaran lebih terfokus.is molecule with H atom adding to C atom with multiple bond which have many H atom. hari ini. KTSP Kimia Kelas X 96 . Pembukaan : • Siswa member salam pembuka dan guru memeriksa absen siswa. Siswa menuliskan persamaan reaksi oksidasi berdasarkan penjelasan yang telah diberikan. diskusi : Konsep Kegiatan Alokasi Waktu (menit) B. • Siswa diberikan pertanyaan-pertanyaan oleh guru. Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai sifat fisik dan kecenderunganya pada deret hidrokarbon. Siswa membuat pertanyaan dan pernyataan mengenai tabel yang ditunjukan oleh guru. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan No 1. Langkah. (reaksi oksidasi senyawa hidrokarbon) siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai reaksi oksidasi pada senyawa hidrokarbon. Siswa menyampaikan pertanyaan sesuai dengan 90 15 : Ceramah. Kegiatan Pembelajaran A. • Siswa diberikan informasi mengenai tujuan pembelajaran 2.” VI.

(reaksi addisi senyawa hidrokarbon) Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai reaksi eliminasi pada senyawa hidrokarbon. Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai persamaan reaksi oksidasi. (reaksi substitusi senyawa hidrokarbon) siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai reaksi substitusi pada senyawa hidrokarbon. Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai persamaan reaksi oksidasi. Siswa menuliskan persamaan reaksi eliminasi berdasarkan penjelasan yang telah diberikan. - Siswa membuat pertanyaan berdasarkan penjelasan tersebut. Siswa membuat pertanyaan berdasarkan penjelasan tersebut. (Demonstrasi) Siswa memperhatikan demonstrasi reaksi addisi gas asetilena. Siswa menuliskan persamaan reaksi substitusi berdasarkan penjelasan yang telah diberikan. Siswa membuat pertanyaan berdasarkan penjelasan tersebut.- Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai persamaan reaksi oksidasi. Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai persamaan reaksi oksidasi. Siswa menuliskan persamaan reaksi eliminasi berdasarkan penjelasan yang telah diberikan. (reaksi eliminasi senyawa hidrokarbon) Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai reaksi eliminasi pada senyawa hidrokarbon. Siswa membuat pertanyaan berdasarkan penjelasan tersebut. KTSP Kimia Kelas X 97 .

Boedisantoso.Tugas kelompok. Teknik Penilaian : Tes / Assessment (waktu 2x45) . ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. VII.. (2009). Jakarta : Penerbit Erlangga. Jenis Penilaian : Penilaian Proses dan Penilaian hasil d. • Siswa mengerjakan posttest yang diberikan oleh guru. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. Kepala SMA Santa Angela Bandung. Aspek yang dinilai : Pengetahuan . ___________ Mengetahui.Pd. IX. Y. Sikap dan Psikomotorik c. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. Jakarta : Penerbit Erlangga. Agus S. Alat dan Bahan (Sumber) a. Alat   : Papan tulis LCD Chang. pengamatan perilaku b. (2004).- Siswa menuliskan reaksi kimia berdasarkan demonstrasi tersebut. • Siswa menuliskan reaksi kimia yang terjadi pada animasi 3. OSU P.. M. tersebut. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. Bentuk Instrumen : Soal. KTSP Kimia Kelas X 98 . 30 b. Lembar pengamatan Afektif dan Psikomotorik Bandung. S. Florentia Mujiyati. Carolus B. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. pengamatan kerja. Wisnu A. Siswa memperhatikan materi animasi mengenai pembuatan etena. Penutup • Siswa merefleksikan seluruh kegiatan pembelajaran dan membuat kesimpulan.D. Penilaian a. Sunarya. R.Pd. Sumber:    ..

Pembakaran sempurna hidrokarbon menghasilkan CO2 dan H2O. b. Materi Prasyarat Sifat – sifat Hidrokarbon a. Menyebutkan komposisi minyak bumi. Analisis Materi Pelajaran A. Di antara senyawa – senyawa berisomer. III. sifat. Pembakaran Reaksi pembakaran dapat terjadi pada alkana. Menjelaskan proses pembentukan minyak bumi. titik didih. dan massa jenis alkana. alkena dan alkuna meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah atom karbon dalam molekul. Sifat. Semua hidrokarbon sukar larut dalam air dan lebih mudah larut dalam pelarut yang nonpolar seperti tetraklorometana (CCl4). Pada suhu kamar (25oC). IV. Substitusi 3CO2 + 4 H2O KTSP Kimia Kelas X 99 . Contoh: reaksi pembakaran propana C3H8 + 5O2 2. Menjelaskan proses pengolahan minyak bumi. gas alam dan batu bara. C1 – C4 berwujud gas.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/2 : Minyak Bumi dan petrokimia : 6 x 45 menit I. II.suku nerikutnya berwujud cair dan suku – suku tinggi berwujud padat. suku. c. Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat senyawa organik atas dasar gugus fungsi dan senyawa makromolekul.sifat kimia 1. b. gas alam dan batu bara. Kompetensi Dasar Menjelaskan proses pembentukan dan teknik pemisahan fraksi – fraksi minyak bumi serta kegunaannya. Indikator a. isomer bercabang mempunyai titik leleh dan titik didih yang lebih rendah.sifat fisis Titik leleh. alkena dan alkuna.

B. 3. sehingga adisi hanya dapat terjadi pada alkena dan alkuna. Dengan meningkatnya tekanan dan suhu.sisa jasad renik tersebut dan mengubahnya menjadi minyak dan gas. Batu bara mengandung hidrokarbon suku tinggi dan juga mengandung senyawa belerang. gas alam dan batu bara Minyak bumi. Adisi Adisi merupakan reaksi penjenuhan ikatan rangkap. seangkan hasilnya disebut polimer. dan berbagai senyawa karbon yang mengandung oksigen. komposisi gas alam. Materi yang Dikembangkan Minyak dan Gas Bumi 1. niotrogen dan belerang. Molekul sederhana yang mengalami polimerisasi disebut monomer. etana. gas alam dan batu bara berasa dari pelapukan sisa – sisa organisme sehingga disebut bahan bakar fosil. Perengkahan terjadi pada alkana bila dipanaskan pada suhu dan tekanan tinggi tanpa oksigen. Pengolahan (pemurnian = refining) minyak bumi dilakuikan melalui destilasi bertingkat. Hidrokarbon yang etrdapat dalam minyak bumi utama adalah alkana kemudian sikloalkana. yaitu metana. khususnya klorin. Dan juga terdapat berbagai gas lain seperti karbon dioksida dan hidrogen sulfida. Polimerisasi Polimerisasi merupakan penggabungan molekul-molekul sederhana menjadi molekul besar. yaitu penggantian atom H alkana dengan atom halogen. kemudian tertutup lumpur an lambat laun berubah menjadi batuan. Sedangkan batu bara dipercaya berasal dari pohon – pohon dan pakis yang terkubur sekitar tiga juta tahun yang lalu. 2. Salah satu reaksi substitusi alkana adalah halogenasi. dimana minyak mentah dipisahkan ke dalam kelompok – kelompok dengan rentang titik didih tertentu. Pembentukan minyak bumi. Perengkahan alkana menghasilkan alkena. Sisa – sisa organisme itu mengendap di dasar lautan. Perengkahan Perengkahan ialah pemutusan rantai karbon menjadi potongan – potongan yang lebih pendek. Minyak bumi merupakan suatu campuran kompleks yang sebagian besar terdiri atas hidrokarbon. Minyak bumi dan gas alam diduga berasal dari jasad renik lautan. Pengolahan minyak bumi Minyak bumi biasanya terdapat 3 – 4 km di bawah permukaan dan diperoleh dengan membuat sumur bor. 3. Penggantian atom H oleh atom atau gugus lain disebut reaksi substitusi. propana dan butana dengan metana sebagai komponen utamanya. bakteri anaerob menguraikan sisa. sedikit alkena. 5. 4. Komponen lainnya adalah hidrokarbon aromatik. KTSP Kimia Kelas X 100 .Reaksi substitusi hanya terjadi pada alkana. minyak bumi dan batu bara Komposisi gas alam alakan suku rerndah. baik tumbuhan maupun hewan.

ditetapkan dua janis senyawa sebagai pembanding. Isooktana (nilai oktan = 100) reforming atau zat anti ketukan. 5. sedangkan n-heptana menghasilkan ketukan paling banyak dan diberi nilai oktan nol. dan pertamax plus. Ketiganya mempunyai mutu dan prilaku berbeda yang dikaitkan dengan jumlah ketukan yang ditimbulkannya dan dinyatakan dengan nilai oktan. Komponen yang titik didihnya lebih tinggi akan tetap berupa cairan dan turun ke bawah sednagkan yang titik didihnya labih rendah akan menguap dan naik ke bagian atas melalui sungkuo gelembung. pertamax. semakin baik mutu bensin dan semakin tinggi nilai oktannya. Bensin tersedia atas tiga jenis yaitu premium. akan mengembun dan terpisah sedangkan komponen yang titik didihnya lebih rendah akan terus naik ka bagian yang lebih atas lagi. obat-obatan. Pendekatan dan Metode Metode : Diskusi dan Presentasi kelompok Pendekatan : Konsep KTSP Kimia Kelas X 101 . Isooktana menghasilkan ketukan paling sedikit. pestisida detergen. kosmetik dan sebagai pelarut. seperti plastik.Pengolahan minyak bumi dimulai dengan memanaskan minyak mentah pada suhu sekitar 400oC. Gas alam digunakan terutama sebagai bahan bakar dan sebagai sumber hidrogen dan sebagai bahan dasar untuk berbagai jenis industri. dan diberi nilai oktan 100. Bensin Bensin adalah salah satu jenis bahan bakar minyak yang diamksudkan untuk kendaraan bermotor. karet sintesis. 6. suhu semakin rendah sehingga setiap kali komponen dengan titik didih lebih tinggi naik. Sehingga komponen yang mencapai puncak menara adalah komponen yang suhu kamar berupa gas. Nafta n-heptana (nilai oktan = 0) Sebelum digunakan sebagai bahan bakar. 4. Gas alam Gas alam sebagian besar terdiri atas metana. yaitu isooktana dan n-heptana. digunakan sebagai banhan baku berbagai industri. serat sintesis.C10. nilai oktan bensin harus ditingkatkan melalui Nafta merupakan fraksi ringan dari minyak bumi yang mengandung C6 . kemudian dialirkan ke dalam menara fraksionasi dimana akan terjadi pemisahan berdasarkan perbedaan titik didih. Semakin tinggi ketukan. Untuk menentukan nilai oktan. V. Semakin ke atas. Kegiatan Pembelajaran A. nilon.

6. b. 2. 30 45 60 60 45 30 Kegiatan Alokasi Waktu (menit) KTSP Kimia Kelas X 102 . Siswa dalam kelompok lain menyimak dan mengerjakan 3. 5. Siswa mendiskusikan tema masing – masing di dalam kelompok. LKS yang sesuai dengan tema yang dipresentasikan. Langkah.B. Siswa mengerjakan LKS kelompok dengan cara berdiskusi. 3. Siswa diberi tugas di rumah untuk mengerjakan latihan pada buku Kimia SMA Kelas X dan membaca materi berikutnya. 4. Penutup • • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai minyak bumi dan gas alam dan dikuatkan kembali oleh guru. Perwakilan siswa dalam masing – masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompok.langkah Pembelajaran No 1. Siswa mengerjakan tugas materi sebelumnya dan diperiksa oleh guru. Siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan guru mengenai: Sifat-sifat fisis dan kimia hidrokarbon. c. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai tema dan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai diskusi kelompok yang akan dilaksanakan. Pembukaan: • Apersepsi: a. Kegiatan Inti 1. 2. Siswa dibagi ke dalam 8 kelompok dan diberi tema yang berbeda-beda tiap kelompok.

R. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. M. Boedisantoso. Bandung. Jakarta : Penerbit Erlangga. Florentia Mujiyati. Agus S. Alat dan Bahan (Sumber) a. Y. OSU P. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. Sumber:    . b. (2004).Pd. (2009)...VI. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. S. Alat   : Papan tulis LCD Chang. Carolus B..Pd.D. ___________ Mengetahui. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. KTSP Kimia Kelas X 103 . Kepala SMA Santa Angela Bandung. Jakarta : Penerbit Erlangga. Wisnu A. Sunarya. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful