ISO 9001 : 2008 Cert. No.

47484/A/0001/UK/En

KTSP
KIMIA
X

TAHUN PELAJARAN 2012 - 2013 SMA SANTA ANGELA JL. MERDEKA 24 BANDUNG
http://\www.santa-angela.sch.id

HALAMAN PENGESAHAN

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan untuk mata pelajaran KIMIA di kelas X ini telah disetujui pada: Hari Tanggal : __________________ : __________________

Yang menyetujui, Kepala Sekolah SMA Santa Angela

Sr. Florentia Mujiati, OSU.

2

A. Pendahuluan
Kita menyadari bahwa kemajuan suatu bangsa akan semakin bergantung pada tingkat sumber daya manusia dan bukan sumber daya alamnya. Oleh karena itu, dalam mengahadapi era globalisasi yang semakin meluas, sistem pendidikan kita harus segera diperbaiki agar dapat menghasilkan manusia cerdas, mandiri, dan dapat bersaing di tingkat internasional. Dalam kaitan itu, salah satu upaya yang dilakukan pemerintah yaitu membenahi kurikulum sekolah dasar dan menengah yang tertuang dalam Peraturan Menteri Penididikan Nasional Republik Indonesia Nomor 22 dan 23 Tahun 2006 tentang standar isi dan standar kompetensi lulusan. Dalam kegiatan pembelajaran Kimia di sekolah, siswa harus aktif dalam membangun pengetahuannya, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator. Selain ranah kognitif, dalam pembelajaran Kimia juga menuntut kompetensi siswa dalam ranah psikomotorik dan afektif. Siswa tidak saja harus mengetahui fakta, konsep atau prinsip tetapi juga harus terampil menerapkan pengetahuannya dalam menghadapi masalah kehidupan dan teknologi. Ciri ilmu kimia sebagai ilmu yang berlandaskan praktik dan eksperimen, siswa tidak cukup dengan merasa mengerti tetapi sungguh-sungguh harus dapt mempraktikannya dalam menyelesaikan soal, memecahkan masalah, atau melakukan suatu ketrampilan ilmiah.

B. Visi dan Misi
VISI Komunitas pembelajar yang kritis, kreatif, dan inovatif dalam mengintegrasikan ilmu, iman, dan nilai-nilai kemanusiaan seturut semangat Santa Angela. MISI 1. Sebagai lembaga pendidikan ( institute of education ), sekolah Ursulin menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas dan terpadu, menyiapkan persertta didik ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan siap bermasyarakat. 2. Sebagai komunitas pembelajar ( community of learning ), sekolah Ursulin mengembangkan potensi dan keterampilan secara kritis, kreatif, dan inovatif. 3. Sebagai sekolah Katolik ( Catholic School), sekolah Ursulin menanamkan semangat Santa Angela pada setiap pribadi agar dapat mengintegrasikan ilmu, iman, dan nilai-nilai kemanusiaan untuk menjawab tantangan zaman dan mewujudnyatakan SERVIAM dalam kehidupan sehari-hari. 4. Sebagai sekolah Ursulin Indonesia ( Ursuline School in Indonesia ), sekolah Ursulin menanamkan kecintaan pada budaya, bangsa, dan tanah air Indonesia dengan menghargai pluraritas budaya dan agama, serta membangun kepedulian terhadap sesama dan alam ciptaan. KTSP Kimia Kelas X 1

KTSP Kimia Kelas X 2 . kurikulum harus memuat keragaman tersebut untuk menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan pengembangan daerah. minat. Oleh karena itu. tantangan. Sebagai bagian dari Ursulin Internasional. Mengembangkan kompetensi kognitif. dan keragaman karakteristik lingkungan. 4. psikomotor) berkembang secara optimal. Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan Daerah memiliki potensi. sekolah Ursulin Indonesia meningkatkan kerja sama dengan alumni dan sekolah-sekolah Ursulin. C. khususnya di Asia Pasifik. baik di Indonesia maupun di tingkat Internasional. Tuntutan pembangunan daerah dan nasional Dalam era otonomi dan desentralisasi untuk mewujudkan pendidikan yang otonom dan demokratis perlu memperhatikan keragaman dan mendorong partisipasi masyarakat dengan tetap mengedepankan wawasan nasional. 2. Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia Keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia menjadi dasar pembentukan kepribadian peserta didik secara utuh. Sejalan dengan itu. sosial. ( International Ursuline ). Untuk itu. kebutuhan. Mempersiapkan peserta didik untuk penguasaan materi yang dibutuhkan di Perguruan Tinggi 2. Acuan Operasional Penyusunan KTSP Pendidikan Kimia di SMA Santa Angela KTSP disusun dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut. Kurikulum disusun yang memungkinkan semua mata pelajaran dapat menunjang peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia. 3. emosional. kurikulum disusun dengan memperhatikan potensi. Membangun motivasi peserta didik dalam kegiatan pembelajaran kimia di kelas 3. dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik Pendidikan merupakan proses sistematik untuk meningkatkan martabat manusia secara holistik yang memungkinkan potensi diri (afektif. dan kinestetik peserta didik. kognitif. kecerdasan intelektual. spritual. keduanya harus ditampung secara berimbang dan saling mengisi. tingkat perkembangan. psikomotorik dan efektif peserta didik D. Tujuan Pendidikan Kimia di SMA Santa Angela Kegiatan pembelajaran kimia di SMA Santa Angela memiliki tujuan pendidikan sebagai berikut: 1. 1. Masing-masing daerah memerlukan pendidikan sesuai dengan karakteristik daerah dan pengalaman hidup sehari-hari. kecerdasan.5. Peningkatan potensi.

teknologi. kurikulum perlu memuat kecakapan hidup untuk membekali peserta didik memasuki dunia kerja. Agama Kurikulum harus dikembangkan untuk mendukung peningkatan iman dan taqwa serta akhlak mulia dengan tetap memelihara toleransi dan kerukunan umat beragama. teknologi. dan ciri khas satuan pendidikan. 7. Oleh karena itu. Tuntutan dunia kerja Kegiatan pembelajaran harus dapat mendukung tumbuh kembangnya pribadi peserta didik yang berjiwa kewirausahaan dan mempunyai kecakapan hidup. kurikulum harus dikembangkan secara berkala dan berkesinambungan sejalan dengan perkembangan Ilmu pengetahuan. yang sangat penting ketika dunia digerakkan oleh pasar bebas. Dinamika perkembangan global Pendidikan harus menciptakan kemandirian. Pergaulan antar bangsa yang semakin dekat memerlukan individu yang mandiri dan mampu bersaing serta mempunyai kemampuan untuk hidup berdampingan dengan suku dan bangsa lain. Oleh karena itu. baik pada individu maupun bangsa.5. Penghayatan dan apresiasi pada budaya setempat harus terlebih dahulu ditumbuhkan sebelum mempelajari budaya dari daerah dan bangsa lain. taqwa dan akhlak mulia. 12. dan seni. Oleh sebab itu. Karakteristik satuan pendidikan Kurikulum harus dikembangkan sesuai dengan visi. Oleh karena itu. KTSP Kimia Kelas X 3 . 10. 6. kondisi. muatan kurikulum semua mata pelajaran harus ikut mendukung peningkatan iman. Kesetaraan Jender Kurikulum harus diarahkan kepada terciptanya pendidikan yang berkeadilan dan memperhatikan kesetaraan jender. 11. 8. tujuan. Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan Pendidikan diarahkan untuk membangun karakter dan wawasan kebangsaan peserta didik yang menjadi landasan penting bagi upaya memelihara persatuan dan kesatuan bangsa dalam kerangka NKRI. Perkembangan ilmu pengetahuan. Kondisi sosial budaya masyarakat setempat Kurikulum harus dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik sosial budaya masyarakat setempat dan menunjang kelestarian keragaman budaya. misi. Hal ini sangat penting terutama bagi satuan pendidikan kejuruan dan peserta didik yang tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. dan seni Pendidikan perlu mengantisipasi dampak global yang membawa masyarakat berbasis pengetahuan di mana IPTEKS sangat berperan sebagai penggerak utama perubahan. Pendidikan harus terus menerus melakukan adaptasi dan penyesuaian perkembangan IPTEKS sehingga tetap relevan dan kontekstual dengan perubahan. 9. kurikulum harus mendorong berkembangnya wawasan dan sikap kebangsaan serta persatuan nasional untuk memperkuat keutuhan bangsa dalam wilayah NKRI.

sifat-sifat unsur. Bohr. 1. 1. 4. ikatan kovalen.1 Memahami struktur atom berdasarkan teori atom sifat-sifat periodik unsur. Penentuan Standar Ketuntasan Minimal Per Kompetensi Dasar Dan Indikator Satuan Pendidikan KTSP Kimia Kelas X : SMA St. Semester 2 Standar Kompetensi 3. penerapannya hukum-hukum 2. Angela 4 .2 Membandingkan proses pembentukan ikatan ion.1 Mengidentifikasi sifat larutan non-elektrolit dan dalam 2. Semester 1 Standar Kompetensi Kompetensi Dasar 1. dan sifatsifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya.2 Menggolongkan senyawa hidrokarbon berdasarkan strukturnya dan hubungannya dengan sifat senyawa. 4. X. Kompetensi Dasar 3. 2.1 Mendeskripsikan kekhasan atom karbon dalam membentuk senyawa hidrokarbon.1 Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan kimia dan kimia organik sederhana serta persamaan reaksinya. dan ikatan logam serta hubungannya dengan sifat fisika senyawa yang terbentuk.Memahami dasar perhitungan (stoikiometri). Memahami sifat-sifat senyawa organik atas dasar gugus fungsi dan senyawa makromolekul. hukum-hukum dasar kimia melalui percobaan serta menerapkan konsep mol dalam menyelesaikan perhitungan kimia. ikatan koordinasi. serta reaksi oksidasi-redukasi.2 Menjelaskan perkembangan konsep reaksi oksidasireduksi dan hubungannya dengan tata nama senyawa serta penerapannya. Memahami sifat-sifat larutan non-elektrolit dan elektrolit. 4. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar X.3 Menjelaskan proses pembentukan dan teknik pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi serta kegunaannya F. Memahami struktur atom.2 Membuktikan dan mengkomunikasikan berlakunya elektrolit berdasarkan data hasil percobaan.E. massa atom relatif. 4. melalui pemahaman konfigurasi elektron. 3. dan ikatan kimia.

1 Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr.3 Menjelaskan proses pembentukan dan teknik pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi serta kegunaannya G. 3. 2.1 Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana serta persamaan reaksinya.1 Mendeskripsikan 4. Penentuan Standar Ketuntasan Belajar Minimal Kriteria Penentuan KKM Sumber Daya Pendukung 1.2 Membuktikan dan mengkomunikasikan berlakunya hukum-hukum dasar kimia melalui percobaan serta menerapkan konsep mol dalam menyelesaikan perhitungan kimia. ikatan koordinasi. dan sifat-sifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya. 2. elektron. 3. Rincian Minggu Efektif Satuan Pendidikan KTSP Kimia Kelas X : SMA St.2 Menggolongkan kekhasan senyawa atom karbon dalam 65 67 65 68 60 65 65 65 65 66 64 65 65 60 70 65 membentuk senyawa hidrokarbon.2 Membandingkan proses pembentukan ikatan ion. Angela 5 KKM Kompetensi Dasar / Indikator Inteks Siswa Kompleksifitas . dan ikatan logam serta hubungannya terbentuk.Mata Pelajaran Kelas Tahun Pelajaran : KIMIA : X : 2012 -2013 2. 1. ikatan kovalen.2 Menjelaskan perkembangan konsep reaksi oksidasireduksi dan hubungannya dengan tata nama senyawa serta penerapannya. 4. sifat-sifat unsur. hidrokarbon berdasarkan strukturnya dan hubungannya dengan sifat senyawa.1 Mengidentifikasi sifat larutan non-elektrolit dan 65 65 65 65 67 60 65 64 65 65 65 65 dengan sifat fisika senyawa yang 66 65 67 66 melalui pemahaman konfigurasi 60 68 70 66 elektrolit berdasarkan data hasil percobaan. massa atom relatif. 4.

S.Pd. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. OSU P. ___________ Mengetahui. KTSP Kimia Kelas X 6 .D. Jumlah jam efektif 21 minggu x 3 jam / minggu = 63 jam Bandung.Mata Pelajaran Kelas Semester Tahun Pelajaran : Kimia : X : 1 : 2012 -2013 1. Jumlah minggu JUMLAH MINGGU NO 1 2 3 4 5 6 Juli Agustus September Oktober November Desember Jumlah 2. M. Wisnu A.Pd. Kepala SMA Santa Angela Bandung. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia KEGIATAN JUMLAH MINGGU 1 1 4 6 BULAN KALENDER 4 5 4 4 4 5 26 TIDAK EFEKTIF 3 1 0 0 0 2 6 EFEKTIF 1 4 4 4 4 3 20 Sr. Jumlah minggu efektif Jumlah minggu kalender – jumlah minggu tidak efektif = 20 minggu 4. Keterangan jumlah minggu tidak efektif NO 1 2 3 MOS Libur lebaran Libur semester Jumlah 3. Florentia Mujiyati. Carolus B. Boedisantoso.

OSU P. Angela : Kimia : X : 2 : 2012 -2013 1.Pd. Jumlah jam efektif 20 minggu x 3 jam / minggu = 60 jam Bandung. S. Florentia Mujiyati.D. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia JUMLAH MINGGU 1 1 2 4 8 BULAN KALENDER 4 4 5 4 5 4 26 TIDAK EFEKTIF 1 0 2 2 1 2 8 EFEKTIF 3 4 3 2 4 2 18 Sr. Keterangan jumlah minggu tidak efektif NO 1 2 3 4 KEGIATAN Libur Paskah Ujian nasional Ujian sekolah Libur semester Jumlah 3. PROGRAM TAHUNAN KTSP Kimia Kelas X 7 . Jumlah minggu efektif Jumlah minggu kalender – jumlah minggu tidak efektif = 18 minggu 4. ___________ Mengetahui. Jumlah minggu JUMLAH MINGGU NO 1 2 3 4 5 6 Januari Pebruari Maret April Mei Juni Jumlah 2. Carolus B. Wisnu A.Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas Semester Tahun Pelajaran : SMA St.Pd. M. Boedisantoso. Kepala SMA Santa Angela Bandung. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung.

Pd.2 20 jam 2. ___________ Mengetahui.3 Mengidentifikasi sifat larutan non-elektrolit dan elektrolit berdasarkan data hasil percobaan.D. 23 Juli 2012 Guru Mata Pelajaran Kimia Sr.1 4. Boedisantoso. Wisnu A.2 4. massa atom relatif. Kepala SMA Santa Angela Bandung.2 4. ikatan koordinasi. dan ikatan logam serta hubungannya dengan sifat fisika senyawa yang terbentuk.Pd. dan sifat-sifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya.Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas Tahun Pelajaran : SMA St. Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana serta persamaan reaksinya. Menjelaskan proses pembentukan dan teknik pemisahan fraksifraksi minyak bumi serta kegunaannya.reduksi dan hubungannya dengan tata nama senyawa serta penerapannya. 1. Mendeskripsikan kekhasan atom karbon dalam membentuk senyawa hidrokarbon. Membuktikan dan mengkomunikasikan berlakunya hukumhukum dasar kimia melalui percobaan serta menerapkan konsep mol dalam menyelesaikan perhitungan kimia. Florentia Mujiyati.1 8 jam 2. OSU P. ikatan kovalen. KTSP Kimia Kelas X 8 . Jumlah Jumlah Bandung. Carolus B. Membandingkan proses pembentukan ikatan ion. S. M. sifat-sifat unsur. melalui pemahaman konfigurasi elektron.2 20 jam 63 jam 6 jam 18 jam 6 jam 24 jam 6 jam 60 jam 123 jam Dibuat oleh 2 3. Jumlah Alokasi Waktu 1. Angela : KIMIA : X : 2012 -2013 SMT NO TPU/KONSEP/TEMA/TOPIK/KOMPETENSI DASAR Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung.1 3. Menggolongkan senyawa hidrokarbon berdasarkan strukturnya dan hubungannya dengan sifat senyawa. Menjelaskan perkembangan konsep reaksi oksidasi.1 15 jam 1.

melalui pemahaman konfigurasi elektron. dan ikatan logam serta 15 3 3 3 3 3 20 3 3 3 3 3 3 2 hubungannya dengan sifat fisika senyawa yang terbentuk.PROGRAM SEMESTER Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas Semester Tahun Pelajaran WaktuAlokasi JULI 1 2 3 4 : : : : : SMA St. dan sifat-sifat periodik unsur 1 dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya. Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana serta persamaan reaksinya. 3 ikatan koordinasi. ikatan 2 kovalen. Angela Kimia X 1 2012 -2013 AGUSTUS 1 2 3 4 5 SEPTEMBER 1 2 3 4 OKTOBER 1 2 3 4 NOVEMBER 1 2 3 4 DESEMBER 1 2 3 4 5 N O TEMA/KONSEP / POKOK BAHASAN Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr. Membandingkan proses pembentukan ikatan ion. Membuktikan dan mengkomunikasikan berlakunya hukum- 8 1 3 3 1 4 hukum dasar kimia melalui percobaan serta menerapkan konsep mol dalam menyelesaikan perhitungan kimia. massa atom relatif. sifatsifat unsur. 20 2 3 3 3 3 3 3 KTSP Kimia Kelas X 9 .

___________ Disetujui oleh 10 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 5 3 3 Bandung. Angela Kimia X 2 2012 -2013 PEBRUARI 1 2 3 4 MARET 1 2 3 4 5 APRIL 1 2 3 4 1 2 MEI 3 4 5 1 JUNI 2 3 4 NO TEMA/KONSEP / POKOK BAHASAN Mengidentifikasi sifat larutan non-elektrolit dan elektrolit berdasarkan data hasil percobaan. Bandung. Menjelaskan perkembangan konsep reaksi oksidasi. Menggolongkan senyawa hidrokarbon berdasarkan strukturnya dan hubungannya dengan sifat senyawa.PROGRAM SEMESTER Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas Semester Tahun Pelajaran WaktuAlokasi JANUARI 1 2 3 4 : : : : : SMA St.reduksi dan hubungannya dengan tata nama senyawa serta penerapannya. ___________ Mengetahui. Menjelaskan proses pembentukan dan teknik pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi serta kegunaannya. 23 Juli 2012 Dibuat oleh KTSP Kimia Kelas X . 1 6 3 3 2 18 3 3 3 3 3 3 3 6 24 6 Bandung. Mendeskripsikan kekhasan atom karbon dalam membentuk senyawa hidrokarbon.

S.D. Florentia Mujiyati. Wisnu A. M. OSU P. Boedisantoso. SILABUS Satuan Pendidikan Mata Pelajaran KTSP Kimia Kelas X : SMA St. Carolus B.Kepala SMA Santa Angela Wakasek Kurikulum Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. Angela : KIMIA 11 .Pd.Pd.

melalui pemahaman konfigurasi elektron Materi Pembelajaran o Perkembanga n teori atom. Menentukan massa atom relatif berdasarkan kelimpahan isotopnya Menentukan massa molekul relatif. Memahami struktur atom. Mengkaji sistem periodik untuk memahami makna daftar tersebut melalui diskusi kelas. isobar dan isoton. isoton dan isoton melalui kerja kelompok. dan ikatan kimia Kompetensi Dasar 1. Membandingkan perkembangan tabel 2 JP KTSP Kimia Kelas X 12 .1. sifat-sifat periodik unsur. Tabel periodik LKS o Perkembanga n tabel periodik unsur • religious • mandiri o o o o Mendeskripsikan struktur sistem periodik unsur. Mengkaji literatur tentang perkembangan teori atom (di rumah setelah ditugaskan pada pertemuan sebelumnya) Mempresentasikan dan diskusi hasil kajian Menyimpulkan hasil pembelajaran Mengidentifikasi unsur ke dalam isotop. Mengkaji konfigurasi elektron dan cara penulisannya dalam diskusi kelas. Penilaian Jenis tagihan: Tugas kelompok Kuis Ulangan Bentuk instrumen: Laporan tertulis Performans (Kinerja dan sikap) Tes tertulis Alokasi waktu 8 JP Sumber/Ba han/alat Sumber: Buku kimia. dan sifat-sifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya.Kelas Semester Tahun Pelajaran Standar Kompetensi: 1. massa atom relatif. mulai dari teori Dalton sampai dengan teori atom modern Nilai akhlak Mulia • Religious o : X : 1 : 2012 -2013 Kegiatan pembelajaran Mengkaji atom sebagai partikel dasar penyusun materi (teori atom Dalton) dalam diskusi kelompok. sifat-sifat unsur. Menentukan konfigurasi elektron dan elektron valensi.Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr. Mengkaji massa atom dan massa atom relatif dalam diskusi kelompok. Mengkaji literatur tentang perkembangan tabel periodik unsur o • o Senang membaca • Toleransi • Komunikatif • Jujur • Kritis • Saling berbagi • Saling hormat o o o o o o o o o Indikator Pencapaian Kompetensi Menjelaskan perkembangan teori atom untuk menunjukkan kelemahan dan kelebihan masing-masing teori atom berdasarkan fakta eksperimen Mengklasifikasikan unsur ke dalam isotop.

dan keelektronegatifan. atau sebaliknya. Menghubungkan keteraturan sifat jari-jari atom. energiionisasi. Menganalisis tabel. non logam dan metaloid. periodik unsur untuk mengidentifikasi kelebihan dan kekurangannya. non logam dan metaloid Menentukan letak unsur sistem periodik berdasarkan konfigurasi elektron. dankeelektronegatifanunsurunsurseperiodedansegolonganberdas arkan data ataugrafikdannomor atom o melaluidiskusikelompok. Mengklasifikasikan unsur ke dalam logam. Mengamati beberapa unsur o untuk membedakan sifat logam. afinitas elektron. afinitas elektron dan keelektronegatifan. o o o Mengkajiketeraturanjari-jari o atom.• rasa ingin tahu • senang membaca • komunikatif • kreatif • kerja keras • Saling berbagi • Saling hormat o Sifatkepriodi kanunsur • religious • senang membaca • rasa ingin tahu • komunikatif • kreatif • kerjasama • kritis • Saling berbagi • o dalam kerja kelompok Presentasi hasil kajian untuk menyimpulkan dasar pengelompokan unsur-unsur. 4 JP KTSP Kimia Kelas X 13 . grafik untuk menentukan keteraturan jari-jari atom. energi ionisasi. energi ionisasi. afinitaselektron.

Menentukan unsur yang dapat melepas elektron atau menerima elektron untuk mencapai kestabilan dalam diskusi kelompok. Mendiskusikan proses terjadinya ikatan kovalen koordinat dari beberapa contoh sederhana o Menjelaskan kecenderungan suatu unsur untuk mencapai kestabilannya. o 14 JP KTSP Kimia Kelas X 14 .2. o Menyelidiki kepolaran dari beberapa senyawa dan menghubungkannya dengan kelektronegatifan unsurunsur melalui percobaan o Mendeskripsikan proses pembentukan ikatan logam dan hubungannnya dengan sifat fisik logam o Menghubungkan sifat fisis materi dan hubungannnya dengan jenis ikatan kimianya. ikatan kovalen koordinat dan ikatan logam. Membandi-ngkan proses pembentukan ikatan ion. Menjelaskan proses terbentuknya ikatan kovalen koordinasi Jenis tagihan: Kuis Tugas individu Tugas kelompok Ulangan Bentuk instrumen: Laporan tertulis Performans (Kinerja dan sikap) Tes tertulis 6 JP Sumber: Bukukimia Bahan/Alat LKS • o Senang membaca • Komunikatif • Kritis o o o o o o o Senyawakova len polar dan non polar o ikatanlogam o • Religious • Senang membaca • Komunikatif • Toleransi • Kreatif • Kritis • Saling berbagi • Saling hormat Merancang dan melakukan percobaan untuk menyelidiki kepolaran senyawa di laboratorium o Mengidentifikasi sifat fisik logam dan menghubungkannnya dengan proses pembentukan ikatan logam dalam diskusi kelompok di laboratorium. Menggambarkan lambang Lewis melalui diskusi kelas Membandingkan proses pembentukan ikatan ion dan ikatan kovalen dalam diskusi kelas. Ikatan kimia o Kestabilan unsur o Struktur lewis Ikatan ion dan ikatan kovalen o Ikatankovalen koordinat o • Religious o Menhgkaji beberapa senyawa untuk menentukan mengapa atomatom membentuk ikatan kimia. Menjelaskan proses terbentuknya ikatan ion Menjelaskan proses terbentuknya ikatan kovalen tunggal.Saling hormat 1. rangkap dan rangkap tiga. ikatan kovalen. Menggambarkan lambang Lewis unsur gas mulia (duplet dan oktet) dan unsur bukan gas mulia. serta hubungannnya dengan sifat fisika senyawa yang terbentuk.

Menginformasikan nama beberapa senyawa organik sederhana o Indikator Pencapaian Kompetensi Menuliskan nama senyawa biner o Menuliskan nama senyawa poliatomik o Menuliskan nama senyawa organik sederhana Penilaian Jenis Tagihan: Tugas individu Kuis Bentuk Instrukmen: Tes tertulis Alokasi waktu 2 JP Sumber/Ba han/alat Sumber: Buku Kimia LKS o o o Persamaan reaksi sederhana  religious  komunikatif  toleransi  disiplin o Mendiskusikan cara menyetarakan reaksi o Latihan cara menyetarakan persamaan reaksi o Menyetarakan persamaan reaksi sedewrhanadengan diberikan nama-nama zat 4 JP KTSP Kimia Kelas X 15 . Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri) Kompetensi Dasar 2. Materi Pembelajaran o Tata nama senyawa Nilai Akhlak Mulia  religious  komunikatif  toleransi  senang membaca  kritis  senang membaca  saling hormat  saling berbagi o o o Kegiatan pembelajaran Menentukan nama senyawa kovalen biner Menentukan nama senyawa ionik biner Menentukan nama senyawa ion poliatomik yang terbentukdari tabel kation (golongan utama dan NH4+) dan anion poliatomik serta memberi namanya dalam diskusi kelompok.1 Mendeskripsik-an tata nama senyawa anorganik dan senyawa organik sederhana serta persamaan reaksinya. Menyimpulkan aturan pemberian nama senyawa biner dan poliatomik.Standar Kompetensi: 2.

Menganalsissenyawau ntukmembuktikanberlakuny ahukumkelipatanperbanding an (Hukum Dalton) o Menggunakan data percobaan untuk membuktikan hukum perbandingan volum (Hukum gay Lussac) o Menggunakan data percobaan untuk membuktikan hukum Avogadro. jumlah partikel. danhukum Avogadro dalamdiskusikelompok di kelas o Menghitung volume gas pereaksidanatauhasilreaksiberdasarka nhukum Gay Lussac. menulis rumus empiris.  Kreatif  Kerja keras  senang membaca  saling hormat saling berbagi 12 JP o o o KTSP Kimia Kelas X 16 . o o Mengkonversikan jumlah mol dengan jumlah partikel .2. massa dan volum gas. o Menemukanhubunganantaravol um gas denganjumlahmolekulnya yang diukurpadasuhudantekanan yang sama (HUkum Avogadro) o o o Diskusi informasi konsep mol Menghitung jumlah mol. 3 JP o kimia Perhitungan  religious  Komunikatif  Kreatif  Toleransi. massa dan volum zat Menentukan kadar zat dalam senyawa Menentukan rumus empiris dan rumus molekul Menentukan banyak zat pereaksi atau hasil Jenis Tagihan: Tugas individu Tugas kelompok Ulangan Bentuk Instrumen: Testertulis Performans Laporantertulis 5 JP Sumber: Buku Kimia Bahan: LKS danbahanunt ukpercobaan . Merancang dan melakukan percobaan untuk membuktikakn hukum Lavoisier dan hukum Proust di laboratorium o Menarik kesimpulan dari data hasilpercobaan o Membuktikan hukum Lavoisier melalui percobaan o Membuktikan hukum Proust melalui percobaan o Mendiskusikan data percobaanuntukmembuktikanhukum Dalton. air kristal.2 Membuktikan dan mengkomunikasikan berlakunya hukumhukum dasar kimiamelalui percobaan serta menerapkan konsep mol dalam menyelesaikan perhitungan kimia Hukum Dasar Kimia o Hukum Lavoisier o Hukum Proust o Hukum Dalton o Hukum gay Lussac o Hukum Avogadro  senang membaca  saling hormat  saling berbagi  Religious  Kritis  rasa ingin tahu  jujur  kerja keras  senang membaca  saling hormat  saling berbagi  religious  Komunikatif  Kreatif  Toleransi. rumus molekul. Hukum Gay Lussac.  Kreatif  Kerja keras  senang membaca  saling hormat  saling berbagi yang terlibat dalam reaksi atau sebaliknya. kadar zat dalam senyawa dan pereaksi pembatas.

Carolus B. Kepala SMA Santa Angela Bandung. Wisnu A. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung.Pd. OSU P. Memahami sifat-sifat larutan non elektrolit dan elektrolit. S. Angela KIMIA X 2 2012 -2013 KTSP Kimia Kelas X 17 . Florentia Mujiyati.Pd. M. ___________ Mengetahui. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr.o o reaksi Menentukan pereaksi pembatas dalam suatu reaksi Menentukan rumus hidrat Bandung.D. serta reaksi oksidasi-reduksi Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Nilai Akhlak Mulia Kegiatan pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi Penilaian Alokasi waktu Sumber/ Bahan/alat : : : : : SMA St. Boedisantoso. SILABUS Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas Semester Tahun Pelajaran Standar Kompetensi: 3.

1 Mengidentifi-kasi sifat larutan non elektrolit dan elektrolit berdasarkan data hasil percobaan Larutan elektrolit dan non elektrolit o Jenis larutan berdasarkan dayahantar listrik o Jenis larutan elektrolit berdasarkan jenis ikatan o  Religious  Komunikatif  Toleransi  Kritis  senang membaca  saling hormat  saling berbagi Merancang dan melakukan percobaan untuk mengidentifikasi sifat-sifat larutan elektrolit dan non elektrolit dalam diskusi kelompok di laboratorium o Menyimpulkan perbedaan sifat dan jenis larutan elektrolit dan non elektrolit.3. pelepasan dan penerimaan elektron. oksidator. serta peningkatan dan penurunan bilangan oksidasi o Menentukan bilangan oksidasi atom unsur dalam senyawa atau ion. o Menidentifikasi sifat-sifat larutan elektrolit dan non elektrolit melalui percobaan o Mengelompokk an larutan ke dalam larutan elektrolit dan non elektrolit berdasarkan hantaran listriknya o Menjelaskan penyebab kemampuan larutan elektrolit menghantarkan arus listrik. o Mendeskripsika n bahwa larutan elektrolit dapat berupa senyawa ion dan senyaw akovalen polar o Membedakan konsep oksidasireduksi ditinjau dari penggabungan dan pelepasan oksigen. o Menentukan oksidator dan reduktor o Jenis tagihan: Tugas individu Tugas kelompok Ulangan Kuis Responsi (ujian praktek) Bentuk instrumen: Tes tertulis Performans (kinerja dan sikap) Laporan tertulis 6 JP Sumber: Buku kimia Bahan: LKS dan alat serta bahan untuk percobaan 3. reduktor. hasiloksidasi. hasil reduksi o 12 JP KTSP Kimia Kelas X 18 .2 Menjelaskan o Konsep perkembangan konsep oksidasi-reduksi reaksi oksidasi reduksi o Bilangan dan hubungannnya oksidasi unsur dalam dengan tatanama senyawa atau ion senyawa serta penerapannya  Religious  Komunikatif  Toleransi  Mandiri  Kerja keras  senang membaca  saling hormat  saling berbagi Demonstrasi reaksi pembakaran dan serah terima elektron (misal reaksi antara paku besi dengan air aki) o Menentukan bilangan oksidasi atom unsur dalam senyawa atau ion dalam diskusi di kelas o Berlatih menentukan bilangan oksidasi.

Memahami sifat-sifat senyawa organik atas dasar gugus fungsi dan senyawa makro molekul. H dan Religious melakukan percobaan  O untuk mengidentifikasi Jujur unsur C. Penilaian Jenis tagihan: Tuga skelompok Ulangan Bentuk tagihan: Tes tertulis Performans Laporan tertulis Alokasi waktu 6 JP Sumber/ Bahan/alat Sumber: Buku Kimia Bahan: LKS Alat dan bahan untuk percobaan Molymod Mengidentifi  o Merancang dan kasi atom C. Kompetensi Dasar 4.o Aplikasi redoks dalam memecahkan masalah linhkungan  Religious  Toleransi  Komunikatif  Kreatif  Kerja keras  senang membaca  saling hormat  saling berbagi o Menemukan konsep redoks untuk memecahkan masalah lingkungan dalam diskusi kelompok di kelas dalam reaksi redoks o Memberinamase nyawamenurutaturan IUPAC. 4 JP Standar Kompetensi: 4. H dan O dalam senyawa karbon melalui percobaan.1 Mendeskrips-ikan kekhasan atom karbon dalam membentuk senyawa hidrokarbon Materi Pembelajaran o Nilai Akhlak Mulia Kegiatan pembelajaran o Indikator Pencapaian Kompetensi Mengidentifikasi unsur C.  Kritis  senang membaca  saling hormat  saling berbagi KTSP Kimia Kelas X 19 . H dan O dalam  senyawa karbon dalam Rasa ingin tahu diskusi kelompok di  laboratorium Komunikatif  Toleransi. o Mendeskripskan konsep larutan elektrolit dan konsep redoks dalam memecahkan masalah lingkungan.

sekunder. sekunderm. alkena dan alkuna o Isomer o Reaksi senyawa karbon  o Dengan Religious menggunakan molymod  (dapat diganti dengan Jujur molymod buatan sendiri)  mendiskusikan jenis ikatan Rasa ingin tahu pada atom karbon pada  senyawa alkana. posisi. alkena dan alkuna Menyimpulkan hubungan titik didih senyawa hidrokarbon dengan massa molekul relatifnya dan strutur molekullnya.  o latihan tata nama Toleransi.o Kekhasan atom karbon  o Dengan o Mendeskripsikan kekhasan religious menggunakan molymod atom karbon dalam senyawa karbon. diskusi kelompok di kelas o Mengelompokkan senyawa hidrokarbon berdasarkan kejenuhan ikatan Memberi nama senyawa alkana.2 Menggolon-gkan senyawa hidrokarbon berdasarkan strukturnya dan hubungannya dengan sifat senyawa o Alkana. Menentukan isomer struktur (kerangka. tertier dan dan kuarterner dalam kuarterner. o Menganalisa data  titik didih dan titik leleh Kritis senyawa karbon dalam  senang membaca diskusi kelompok  saling hormat o Dengan o o o o KTSP Kimia Kelas X 20 . alkena dan alkuna o Sifat fisik alkana. tertier. primer. alkena Komunikatif dan alkuna. tertier dan kuarterner 4. sekunder. dan fungsi atau isomer geormtri (cis-trans) Menuliskan reaksi sederhana Jenis tagihan: Tuga skelompok Kuis Ulangan Bentuk tagihan: Tes tertulis 20 JP Sumber: Buku Kimia Bahan: LKS Molymod o Atom C primer.  mendiskusikan ke khasan komunikatif atom karbon dalam diskusi  kelompok di kelas toleransi  mandiri  kerja jeras  kreatif  kritis  senang membaca  saling hormat  saling berbagi Nilai Akhlak Mulia o Menentukan atom C o Membedakan atom karbon primer.

___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum 21 Bandung. Membedakan kualitas bensin berdasarkan bilangan oktannya. mutu bensin.3 Menjelaskan proses pembentukandanteknil kpemisahanfraksifraksiminyakbumiserta kegunaannya Minyak bumi  religious o Fraksi  minyak bumi komunikatif o Mutu bensin  toleransi o Dampak pembakaran bahan  mandiri bakar  kerja jeras  kreatif  kritis  senang membaca  saling hormat  saling berbagi o menggunakan molymod menentukan isomer senyawa hidrokarbon melalui diskusi kelompok o Merumuskan reaksi sederhana senyawa alkana. ___________ Mengetahui. o Dalam keja kelompok membahas tentang eksplorasi minyak bumi. adisi. Kepala SMA Santa Angela KTSP Kimia Kelas X Bandung. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia . saling berbagi 4. alkena dan alkuna (reaksi oksidasi. pada senyawa alkana. fraksi minyak bumi. Jenis tagihan: Tuga skelompok Kuis Ulangan Bentuk tagihan: Tes tertulis Laporan tertulis (makalah) 6 jP Sumber: Buku Kimia Internet Bahan: LKS LCD/komp. Bandung. dan dampak hasil pembakaran nahan bakar o Presentasi hasil kerja kelompok. petrokimia. alkena dan alkuna dalam diskusi kelas. Menganalisis dampak pembakaran bahan bakar terhjadap lingkungan. substitusi dan reaksi eleiminasi) o o o o o Mendeskripsikan proses pembentukan minyak bumi dan gas alam Menjelaskan komponankomponen utama penyusun minyak bumi Menafsirkan bagan penyulingan bertingkat untuk menjelaskan dasar dan teknik pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi.

S. Boedisantoso. KTSP Kimia Kelas X 22 . OSU P.Sr. M. Wisnu A.Pd. Florentia Mujiyati. Carolus B.Pd.D.

diharapkan siswa dapat: • • • Mengetahui perkembangan model atom Dalton. sifat-sifat unsur. sedangkan atom-atom dari unsur yang berbeda memiliki sifat yang berbeda Berdasarkan hukum perbandingan tetap. Dalton menyatakan bahwa semua atom dari suatu unsur yang sama mempunyai sifat yang sama. sifat-sifat periodik unsur. Indikator • • IV.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Sub Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Struktur Atom : Perkembangan Model Atom : 2 x 45 menit I. c. dan sifat. II. massa atom relatif. John Dalton menyatakan bahwa atom merupakan pertikel terkecil yang tidak bisa dibagi lagi dan tidak bisa dimusnahkan atau diciptakan selama perubahan kimia b. Uraian Materi Pembelajaran Perkembangan Model Atom 1. Dalton menyatakan bahwa atom–atom dari unsur yang berlainan melakukan ikatan dengan perbandingan numerik yang sederhana dan melahirkan hukum dasar kimia baru yang dikenal dengan sebutan hukum perbandingan berganda KTSP Kimia Kelas X 23 . melalui pemahaman konfigurasi elektron III. Hukum-Hukum Dasar Kimia dan Model Atom Dalton a.sifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya. Berdasarkan percobaan hukum kekekalan massa. Standar Kompetensi Memahami struktur atom. Menjelaskan cara berpikir Dalton dalam merumuskan konsep-konsep atom sebagai awal perkembangan teori atom Menjelaskan perkembangan teori atom berdasarkan penemuan partikel sub atom Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. dan ikatan kimia Kompetensi Dasar Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr. Menjelaskan perkembangan teori atom untuk menunjukkan kelemahan dan kelebihan masing-masing teori atom Menjelaskan penemuan struktur atom mulai dari teori atom Dalton hingga teori atom modern V.

2. Penemuan Partikel-Partikel Penyusun Atom a. Penemuan elektron oleh J.J. Thomson melalui percobaan sinar katoda dan penemuan sinar kanal yang bermuatan positif oleh Eugene Goldstein menjadi dasar teori atom Thomson yang menyatakan bahwa atom merupakan bola bermuatan positif yang pada tempat-tempat tertentu terdapat elektron yang bermuatan negatif. b. Penemuan inti atom oleh Rutherford melalui penembakan lempeng tipis emas oleh hamburan sinar alfa sebagai dasar teori atom Rutherford yang menyatakan bahwa sebagian besar dari atom merupakan ruang kosong yang ditengahnya terdapat pusat massa bermuatan positif yang disebut inti dan dikelilingi oleh elektron-elektron yang bermuatan negatif. c. Penemuan neutron oleh James Chadwick menjawab permasalahan perbandingan massa atom hidrogen dengan atom-atom selain hidrogen dan kestabilan inti atom selain atom hidrogen. VI. Kegiatan Pembelajaran A. Metode dan Pendekatan Metode : Tanya jawab, Ceramah, dan Demonstrasi Pendekatan : Konsep B. Langkah- langkah Pembelajaran No 1. Pembukaan: 1. 2. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai tema dan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan. Siswa menjawab pertanyaan guru mengenai keberadaan atom berdasarkan gambar-gambar yang 2. ditunjukan oleh guru. Kegiatan Inti (pertemuan pertama) 1. Siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan guru yang mengarahkan siswa kepada cara berpikir Dalton dalam merumuskan konsep-konsep atom sebagai awal perkembangan teori atom 2. Siswa kembali menyebutkan sifat-sifat atom menurut Dalton. (pertemuan kedua) 3. Siswa memperhatikan beberapa video demonstrasi dan memperhatikan serta menanggapi penjelasan dan pertanyaan guru mengenai perkembangan teori dan model atom berdasarkan penemuan-penemuan partikel KTSP Kimia Kelas X 24 30 30 15 Kegiatan Alokasi Waktu (menit)

sub-atom yang ditampilkan. 4. Siswa kembali menyebutkan partikel-partikel dasar penyusun atom dan letaknya pada suatu atom yang lebih lanjut menggambarkan model-model atom tersebut 3. menurut gambaran mereka sendiri. Penutup • Siswa guru. • Siswa mengerjakan latihan soal yang ada di buku pegangan siswa. membuat kesimpulan akhir mengenai 15

perkembangan model atom yang dikuatkan kembali oleh

VII.

Alat dan Bahan (Sumber) a. Alat   : Papan tulis LCD
Anonim. Anonim. (2008). (2010). Model Model Atom Atom Thomson. Rutherford. [online]. [online]. Tersedia: Tersedia: http http // // reichmedia-

b. Sumber:
 chemistry.wikispaces.com, zz_plum_pudding. Png. [07 Agustus 2010]  2.web.britannica.com, 22476-004-6DC5AC69 .Gif. [02 Agustus 2010]   Chang, R.. (2004). Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. Jakarta : Penerbit Erlangga. Sunarya, Y., Agus S.. (2009). Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional.

VIII. Penilaian a. b. Aspek yang dinilai c. Jenis Penilaian d. Bentuk Instrumen

Teknik Penilaian : Tes / Assessment : Pengetahuan dan Sikap : Penilaian hasil : Soal

Bandung, ___________ Mengetahui, Kepala SMA Santa Angela

Bandung, ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum

Bandung, 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia

Sr. Florentia Mujiyati, OSU

P.D. Boedisantoso, M.Pd.

Carolus B. Wisnu A, S.Pd.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
KTSP Kimia Kelas X 25

Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Sub Materi Alokasi Waktu

: SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Struktur Atom : Struktur Elektron Atom : 6 x 45 menit

I. II.

Standar Kompetensi Memahami struktur atom, sifat-sifat periodik unsur, dan ikatan kimia. Kompetensi Dasar Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr, sifat-sifat unsur, massa atom relatif, dan sifat- sifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya, melalui pemahaman konfigurasi elektron

III.

Indikator o Menjelaskan struktur elektron pada atom berdasarkan teori atom Bohr o Menentukan jumlah proton, elektron, dan neutron suatu unsur berdasarkan nomor atom dan nomor massa dan sebaliknya. o Menentukan isotop, isobar, dan isoton suatu unsur. o Menentukan elektron valensi unsur dari konfigurasi elektron dan tabel periodik.

IV.

Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, diharapkan siswa dapat: o Menjelaskan struktur elektron pada atom berdasarkan teori atom Bohr. o Menentukan jumlah proton, elektron, dan neutron suatu unsur berdasarkan nomor atom dan nomor massa dan sebaliknya. o Menentukan isotop, isobar, dan isoton suatu unsur.

V.

Uraian Materi Pembelajaran 1. Struktur elektron atom berdasarkan teori atom Bohr a. Menurut Hukum Fisika Klasik, model atom Rutherford yang menggambarkan bahwa elektron bergerak bebas mengelilingi inti tidak stabil, karena elektron akan kehilangan energinya dan akan jatuh ke inti, pada akhirnya atom akan musnah b. Bohr menyatakan bahwa tiap elektron dalam atom hanya dapat menempati kulit tertentu yang memiliki tingkat energi tertentu c. Spektrum atom hidrogen terbentuk akibat energi yang dipancarkan elektron ketika berpindah dari kulit pada keadaan tereksitasi ke kulit pada keadaan dasar d. Elektron dapat berpindah dari kulit dengan tingkat energi rendah ke kulit dengan tingkat energi lebih tinggi dengan menerima energi

KTSP Kimia Kelas X

26

3. Unsur-unsur yang memiliki jumlah proton sama disebut isotop. Jumlah proton yang dimiliki atom merupakan nomor atom. sedangkan jumlah proton dan neutron disebut nomor massa. VI. 3. 4. Siswa memperhatikan 30 postulat-postulat yang diajukan Bohr mengenai letak elektron dalam suatu atom dan menuangkan postulat tersebut dalam sebuah gambar model atom. 2.langkah Pembelajaran KTSP Kimia Kelas X 27 . dan Demonstrasi Kegiatan Alokasi Waktu (menit) B. Siswa mengenai memperhatikan konfigurasi elektron. Massa atom dan massa molekul bersifat relatif. Kegiatan Pembelajaran A. Langkah. 45 Siswa menjawab pertanyaan guru mengenai materi sebelumnya.e. 2. penjelasan guru berdasarkan notasi atom. 15 : Tanya jawab. Ceramah. Metode dan Pendekatan Pendekatan : Konsep Metode No 1. magnet. Siswa menjawab pertanyaan guru mengenai penemuan partikel dasar penyusun atom. 2. dan unsur yang memiliki nomor massa sama disebut isobar. (pertemuan kedua) 3. Kegiatan Inti (pertemuan pertama) 1. Siswa memperhatikan dan menjawab pertanyaan guru tentang interaksi dua 2. pertanyaan-pertanyaan Siswa memperhatikan proses terbentuknya spektrum atom hidrogen dan menjawab guru mengenai pergerakan elektron dalam suatu atom. Pembukaan: 1. unsur yang memiliki jumlah neutron sama disebut isoton. Elektron dapat berpindah dari kulit dengan tingkat energi tinggi ke kulit dengan tingkat energi lebih rendah dengan melepaskan energi.

22476-004-6DC5AC69 . Penutup • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai letak elektron dalam suatu atom. Sunarya. Kepala SMA Santa Angela KTSP Kimia Kelas X 28 . Y. isoton. isotop. Penilaian Teknik Penilaian Aspek yang dinilai Jenis Penilaian Bentuk Instrumen : Tes / Assessment (waktu 2 x 45 menit) : Pengetahuan dan Sikap : Penilaian hasil : Soal Bandung. R.Gif. c. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Bandung. [online].   .web. isotop. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. (pertemuan keempat) 6.. Rutherford. Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai massa atom relatif dan menghitung masa atom relatif dari suatu unsur. b. nomor atom..Sumber:  chemistry. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. VII. isobar dan isoton serta mengelompokan unsur-unsur yang termasuk dalam 3. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. dan isobar. Agus S. d. Jakarta : Penerbit Erlangga. a. [online]. Tersedia: Tersedia: http http // // reichmedia- 15 Alat dan Bahan (Sumber) a.wikispaces.(pertemuan ketiga) 4. massa atom relatif. Jakarta : Penerbit Erlangga. (2008). (2004). Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. (2010). (2009). ___________ Mengetahui. a.com. [02 Agustus 2010]  Chang. VIII.britannica. Model Model Atom Atom Thomson. Siswa memperhatikan sistem periodik unsur dan menanggapi penjelasan-penjelasan guru mengenai nomor atom dan nomor massa. Alat:    Papan tulis LCD Tabel Periodik Unsur Anonim.com. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. [07 Agustus 2010]  2. isobar dan isoton. zz_plum_pudding. Anonim.. nomor massa. Siswa memperhatikan 45 30 penjelasan guru mengenai isotop. Png. 5.

Florentia Mujiyati. Uraian Materi Pembelajaran KTSP Kimia Kelas X 29 . o Menentukan golongan dan periode unsur-unsur dalam tabel periodik. o Menentukan massa atom relatif unsur dan senyawa. II. diharapkan siswa dapat: o menjelaskan perkembangan sistem periodik unsur dari sistem periodik unsur yang sederhana hingga sistem periodik unsur modern. melalui pemahaman konfigurasi elektron III. massa atom relatif. afinitas elektron. o Menentukan sifat-sifat unsur dan massa atom relatif dari tabel periodik. sifat-sifat unsur. Wisnu A. dan energi ionisasi unsur-unsur seperiode dan segolongan berdasarkan data atau grafik dan nomor atom. Carolus B. dan ikatan kimia. V. OSU P.Sr. dan energi ionisasi. Kompetensi Dasar Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr. o menjelaskan keteraturan sifat jari-jari atom. keelektronegatifan. o Menganalisis tabel atau grafik sifat keperiodikan unsur (jari-jari atom. Boedisantoso.Pd. o menentukan konfigurasi elektron dan elektron velensi.D. dan sifat.sifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya. o mendeskripsikan keteraturan jari-jari atom. keelektronegatifan. keelektronegatifan. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Sistem Periodik Unsur : 6 x 45 menit I. Indikator o Membandingkan perkembangan sistem periodik melalui studi kepustakaan. afinitas elektron. S. dan energi ionisasi). M. afinitas elektron. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. o Menentukan sifat-sifat unsur dan massa atom relatif dari tabel periodik.Pd. IV. sifat-sifat periodik unsur. Standar Kompetensi Memahami struktur atom.

dan energi ionisasi. Konfigurasi elektron digunakan untuk menentukan letak unsur dalam sistem periodik unsur. Kegiatan Inti (pertemuan pertama) 1. sistem siswa periodik mendiskusikan unsur dan 45 perkembangan 45 30 15 : : Konsep Kegiatan Alokasi Waktu (menit) B. sebelumnya. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai tema dan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan. f. Siswa menjawab pertanyaan guru mengenai materi 2. Dmitri Ivanovich Mendeleev. Ilmuwan yang berjasa dalam perkembangan sistem periodik unsur antara lain W. dan Lothar Meyer. b. Elektron yang ada dalam kulit terluar disebut elektron valensi.a. Secara berkelompok.langkah Pembelajaran mempresentasikanya di depan kelas KTSP Kimia Kelas X 30 . Langkah. Secara berkelompok. Beberapa sifat unsur antara lain jari-jari atom. d. 2. (pertemuan kedua) 3. c. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan No 1. b. (pertemuan ketiga) 4. Susunan elektron dalam mengisi kulit atom disebut konfigurasi elektron.negatifan. keelektro. e. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai sistem periodik modern melalui media presentasi. John Newlands. Pembukaan: • Apersepsi: a. VI. Kegiatan Pembelajaran A. siswa mendiskusikan hubungan antara konfigurasi elektron dengan golongan dan periode kemudian mempresentasikanya di depan kelas. Elektron dalam atom terletak pada kulit atom. afinitas elektron. Siswa menjawab pertanyaan guru mengenai sistem periodik. Dobereiner.

Siswa diberi tugas di rumah untuk menghapalkan unsurunsur dalam SPU. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. Aspek yang dinilai : Pengetahuan . ___________ Mengetahui.(pertemuan keempat) 5.Pd. Florentia Mujiyati. (2004). M. Sumber:    .Tugas kelompok. R. KTSP Kimia Kelas X 31 . Alat dan Bahan (Sumber) a.. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. Jakarta : Penerbit Erlangga. Lembar pengamatan Afektif dan Psikomotorik Bandung. Carolus B. S. Wisnu A. Sikap dan Psikomotorik c. Penilaian a. Secara kelas Penutup • • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai sistem periodik unsur yang dikuatkan kembali oleh guru. Jakarta : Penerbit Erlangga. 45 berkelompok. Boedisantoso. siswa mendiskusikan sifat 30 keperiodikan unsur dan mempresentasikanya di depan 3.. Bentuk Instrumen : Soal. Kepala SMA Santa Angela Bandung. (2009). pengamatan perilaku b. VII. Agus S. VIII. 15 b.Pd. Mudah dan Aktif Belajar Kimia.. Sunarya. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. Alat:   Papan tulis LCD Chang. Siswa memperhatikan penjelaan guru mengenai jari-jari atom dan sifat keperiodikanya. Jenis Penilaian : Penilaian Proses dan Penilaian hasil d. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional.D. pengamatan kerja. OSU P. (pertemuan kelima) 6. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. Y. Teknik Penilaian : Tes / Assessment (waktu 1x45) .

Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. c. o menjelaskan proses terjadinya ikatan ion. o menuliskan konfigurasi unsur gas mulia dan menjelaskan kestabilannya. o Menjelaskan proses terjadinya ikatan ion dan contoh senyawanya.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Sub Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Ikatan Kimia : Struktur Lewis. Lambang Lewis merupakan suatu model yang simpel dan informatif yang dapat digunakan untuk menjelaskan cara penyusunan elektron valensi dalam molekul. b. o menggambarkan lambang Lewis. Ikatan Ion : 6 x 45 menit I. ikatan kovalen koordinasi. diharapkan siswa dapat: o menjelaskan kencenderungan unsur untuk mencapai kestabilan. KTSP Kimia Kelas X 32 . menangkap elektron. Untuk mencapai kestabilannya. ikatan kovalen. Indikator o Menjelaskan kecenderungan suatu unsur untuk mencapai kestabilannya dengan cara berikatan dengan unsur lain. atau menggunakan elektron bersama. Uraian Materi Pembelajaran a. V. dan ikatan kimia II. dan ikatan logam serta hubungannya dengan sifat fisik senyawa yang terbentuk III. o Menggambarkan susunan elektron valensi gas mulia (duplet dan oktet) dan elektron valensi bukan gas mulia (struktur Lewis). Kompetensi Dasar Membandingkan proses pembentukan ikatan ion. sifat-sifat periodik unsur. Standar Kompetensi Memahami struktur atom. o menyebutkan senyawa ion. IV. Konfigurasi unsur gas mulia merupakan konfigurasi yang stabil. suatu unsur melepaskan elektron.

misalnya unsur alkali berikatan dengan unsur halogen. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai kestabilan konfigurasi gas mulia. (pertemuan kedua) 3.d. guru menjelaskan kestabilan yang diperlukan dalam kehidupan. misalnya adanya ikatan antarteman dan ikatan suami istri. diskusi A. Metode dan Pendekatan Pendekatan : Konsep B. Pembukaan: • Apersepsi: a. e. 2. Kegiatan Pembelajaran Metode : Ceramah. elektron 45 kestabilannya. menangkap bersama. mulia lain dan untuk melepaskan menggunakan mencapai elektron. menjawab pertanyaan guru mengenai konfigurasi elektron. Kegiatan Inti (pertemuan pertama) 1. b. (pertemuan ketiga) 4. KTSP Kimia Kelas X 33 unsur-unsur elektron yang untuk cenderung mencapai melepaskan elektron valensinya dan unsur-unsur yang menangkap 45 30 15 Kegiatan Alokasi Waktu (menit) . Siswa menyebutkan cenderung kestabilan. Siswa 2. 5. Ikatan ion adalah ikatan yang terjadi karena serah terima elektron. VI. Dengan menggunakan peristiwa yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Ikatan ion merupakan ikatan yang terjadi antara unsur logam dengan unsur nonlogam. Langkah. Siswa menuliskan konfigurasi elektron gas mulia di papan tulis. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai usaha unsur selain gas antara elektron. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai struktur Lewis.langkah Pembelajaran No 1.

 . Bentuk Instrumen : Tes / Assessment (waktu 1x45) : Pengetahuan . Sikap dan Psikomotorik : Penilaian Proses dan Penilaian hasil : Soal.Pd. (2004). Aspek yang dinilai c.. Bandung. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. Siswa diberi tugas untuk mengerjakan soal latihan pembentukan ikatan ion. pembentukan ikatan ion. Penilaian a.(pertemuan keempat) 6.  Sunarya. Florentia Mujiyati. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Y. Boedisantoso.. ___________ Mengetahui.. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai proses 3. Alat:   Papan tulis LCD 45 45 b. M. Jakarta : Penerbit Erlangga. Wisnu A. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. Agus S. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti.D. Carolus B. Teknik Penilaian b. OSU P. (2009).Pd. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. Alat dan Bahan (Sumber) a. Jakarta : Penerbit Erlangga. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. R. KTSP Kimia Kelas X 34 . Sumber:  Chang. VIII. Kepala SMA Santa Angela Bandung. Jenis Penilaian d. S. VII. Penutup • • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai sistem periodik unsur yang dikuatkan kembali oleh guru.

IV. Standar Kompetensi Memahami struktur atom. ikatan kovalen koordinasi. Uraian Materi Pembelajaran a. misalnya antar unsur halogen. o Menjelaskan proses terbentuknya ikatan kovelen rangkap serta contoh senyawanya. VI. b. o menjelaskan proses terjadinya ikatan kovalen rangkap dan kovalen koordinat o menggambarkan strutur lewis ikatan kovalen. Kompetensi Dasar Membandingkan proses pembentukan ikatan ion. dan ikatan logam serta hubungannya dengan sifat fisik senyawa yang terbentuk III. o menyebutkan contoh-contoh senyawa kovalen. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. sifat-sifat periodik unsur. Indikator o Menjelaskan proses terbentuknya ikatan kovalen tunggal serta contoh senyawanya. Ikatan kovalen adalah ikatan yang terjadi karena penggunaan bersama elektron. Metode dan Pendekatan Metode KTSP Kimia Kelas X : Ceramah.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Sub Materi Pokok : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Ikatan kimia : Ikatan kovalen tunggal. rangkap dan koordinat Alokasi Waktu : 6 x 45 menit I. Ikatan kovalen merupakan ikatan yang terjadi antarunsur nonlogam. diskusi 35 Pendekatan : Konsep . o Menjelaskan proses terbentuknya ikatan kovalen koordinat serta contoh senyawanya. ikatan kovalen. V. o menggambarkan strutur lewis ikatan kovalen. Kegiatan Pembelajaran A. dan ikatan kimia II. diharapkan siswa dapat o menjelaskan proses terjadinya ikatan kovalen.

(pertemuan ketiga) 4. 2. Siswa menggambarkan struktur lewis dari berbagai unsur non logam (C.B. rangkap dua. Siswa mengerjakan soal latihan yang diberikan oleh guru. Kegiatan Inti (pertemuan pertama) 1. Dengan menggunakan peristiwa yang ada dalam kehidupan pembentukan pembentukan sehari-hari. dan rangkap tiga. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai pembentukan ikatan kovalen tunggal. KTSP Kimia Kelas X 36 15 75 90 60 30 . senyawa organisasi guru kovalen yang menganalogikan seperti saling dalam memberi 15 Kegiatan Alokasi Waktu (menit) kontsribusi dalam bentuk modal bersama. (pertemuan keempat) 5. 2. Siswa diberi tugas di rumah untuk membaca materi ikatan kovalen polar dan nonpolar. dsb) 3. 6. Cl.langkah Pembelajaran No 1. Langkah. Siswa 3. (pertemuan kedua). Siswa menyimak penjelasan guru mengenai konsepkonsep dasar yang menyebabkan terjadinya ikatan kovalen. O. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai ikatan kovalen koordinat. N. mengerjakan soal latihan ikatan kovalen koordinasi Penutup • • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai ikatan kovalen yang dikuatkan kembali oleh guru. Pembukaan: • Apersepsi: a.

Kepala SMA Santa Angela Bandung. : c. Alat dan Bahan (Sumber) a. KTSP Kimia Kelas X 37 . Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. Alat dan Bahan (Sumber) A.. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Sunarya. Bandung. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. R. OSU P. Jakarta : Penerbit Erlangga. Agus S. Carolus B. Alat   Papan tulis LCD Chang. Jakarta : Penerbit Erlangga.D. (2009). Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. M. ___________ Mengetahui. (2004).. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. S.Pd. Florentia Mujiyati. Y. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung.Sumber:    . Wisnu A. Boedisantoso.Pd.VII..

ikatan kovalen koordinasi. o Membedakan senyawa polar dengan senyawa nonpolar. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan : Ceramah. diharapkan siswa dapat: o Menjelaskan pengertian senyawa polar dan senyawa nonpolar. dan ikatan logam serta hubungannya dengan sifat fisik senyawa yang terbentuk III.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Ikatan Kovalen polar dan non Polar : 4 x 45 menit I. dan ikatan kimia II. Uraian Materi Pembelajaran a. VI. Standar Kompetensi Memahami struktur atom. Keelektronegatifan menunjukkan kecenderungan suatu atom untuk menangkap elektron. diskusi : Konsep KTSP Kimia Kelas X 38 . Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. Senyawa nonpolar terjadi jika sepasang elektron yang digunakan untuk berikatan ditarik sama kuat oleh atom-atom yang berikatan. Indikator o Menyelidiki kepolaran beberapa senyawa dan hubungannya dengan keelektronegatifan melalui percobaan. o Menjelaskan hubungan antara kepolaran dengan keelektronegatifan. ikatan kovalen. c. sifat-sifat periodik unsur. Kegiatan Pembelajaran A. IV. V. b. Senyawa polar terjadi jika sepasang elektron yang digunakan untuk berikatan tertarik pada salah satu unsur yang berikatan. Kompetensi Dasar Membandingkan proses pembentukan ikatan ion.

polar dan nonpolar. 5. Siswa 2. Alat :   Papan tulis LCD 39 KTSP Kimia Kelas X . Kegiatan Inti (pertemuan pertama) 1. Penutup • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai ikatan kovalen polar dan nonpolar serta ikatan logam yang dikuatkan kembali oleh guru.langkah Pembelajaran No 1. Langkah. Siswa bersama guru melakukan percobaan pengujian kepolaran terhadap beberapa larutan. (pertemuan kedua) 3.B. Siswa menjawab pertanyaan guru mengenai ikatan kovalen b. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai ikatan kovalen polar dan nonpolar. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai senyawa kovalen polar dan nonpolar berdasarkan video 45 demonstrasi. (Pertemuan ketiga) 4. • Siswa diberi tugas di rumah untuk mengerjakan evaluasi bab 3 dan membaca materi stoikiometri. 15 75 30 15 Kegiatan Alokasi Waktu (menit) VII. menjelaskan kembali mengenai konsep keelektronegatifan yang telah dipelajari pada bab II. Siswa memperhatikan peragaan yang dilakukan oleh guru mengenai hubungan keelektronegatifan dengan ikatan kimia 2. Pembukaan: • Apersepsi: a. Alat dan Bahan (Sumber) a. Siswa menyebutkan beberapa contoh senyawa kovalen 3.

. pengamatan kerja. Bentuk Instrumen : Soal. Florentia Mujiyati. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Sumber:  Chang. OSU P.Pd. R.   . Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. KTSP Kimia Kelas X 40 . Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. ___________ Mengetahui. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. VIII. Boedisantoso. Bandung.Pd.D. Wisnu A. (2009). S. (2004). Kepala SMA Santa Angela Bandung. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. Jenis Penilaian : Penilaian Proses dan Penilaian hasil d. Agus S. Sunarya. Penilaian a.b.Tugas kelompok.. Jakarta : Penerbit Erlangga.. Sikap dan Psikomotorik c. M. Jakarta : Penerbit Erlangga. pengamatan perilaku b. Y. Teknik Penilaian : Tes / Assessment (waktu 2x45) . Carolus B. Aspek yang dinilai : Pengetahuan .

Elektron-elektron valensi logam bergerak bebas dan mengisi ruangruang di antara kisi-kisi kation logam yang bermuatan positif. a. Uraian Materi Pembelajaran 1. dan ikatan logam serta hubungannya dengan sifat fisik senyawa yang terbentuk III. sifat-sifat periodik unsur. IV. dan ikatan kimia II. Oleh karena bergerak bebas. Sifat mengkilap logam KTSP Kimia Kelas X 41 . diharapkan siswa dapat: o Menjelaskan proses pembentukan ikatan logam dan hubungannya dengan sifat fisik logam. elektron-elektron valensi dapat berpindah jika dipengaruhi oleh medan listrik atau panas. Kompetensi Dasar Membandingkan proses pembentukan ikatan ion. Ikatan pada logam Ikatan pada logam berbeda dengan ikatan kimia lainnya sebab elektronelektron dalam kristal logam bergerak bebas. Teori Lautan Elektron Menurut teori ini. kristal logam tersusun atas kation-kation logam yang terpateri di tempat (tidak bergerak) dikelilingi oleh lautan elektron valensi yang bergerak bebas dalam kisi Kristal. Standar Kompetensi Memahami struktur atom.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Ikatan Logam : 4 x 45 menit I. o Memprediksi jenis ikatan yang terjadi pada berbagai senyawa dan membandingkan dengan sifat fisiknya. Ikatan logam terbentuk antara kation-kation logam dan elektron valensi. o Memprediksi jenis ikatan yang terjadi pada berbagai senyawa dan membandingkan dengan sifat fisiknya. ikatan kovalen koordinasi. Indikator o Menjelaskan proses pembentukan ikatan logam dan hubungannya dengan sifat fisik logam. ikatan kovalen. V. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. b.

tetapi pergeseran ini tidak menyebabkan patah karena selalu dikelilingi oleh lautan electron. elektron-elektron valensi logam akan bergerak lebih cepat dan elektron-elektron tersebut membawa sejumlah kalor yang diserap. jika cahaya tampak (visible) jatuh pada permukaan logam. 2.Menurut teori Drude-Lorentz. Ketika elektron yang tereksitasi itu kembali ke keadaan dasar akan disertai pembebasan energi dalam bentuk cahaya atau kilap. Konduktor listrik dan panas Jika listrik dialirkan melalui logam. Sifat-sifat senyawa Oleh karena ikatan ion dan ikatan kovalen berbeda dalam proses pembentukannya maka senyawa yang dibentuknya juga memiliki sifatsifat fisika dan kimia yang berbeda. diskusi : Konsep KTSP Kimia Kelas X 42 . sebagian elektron valensi logam akan tereksitasi. d. c. Lentur (tidak kaku) Kisi-kisi kation bersifat kaku (tetap di tempat). Kegiatan Pembelajaran A. Akibatnya. Jika sejumlah kalor (panas) diserap oleh logam. kalor dapat didistribusikan oleh logam ke seluruh kristal logam sehingga logam menjadi panas. VI. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan : Ceramah. Jika logam ditempa atau dibengkokkan terjadi pergeseran kationkation. elektron-elektron valensi logam akan membawa muatan listrik ke seluruh logam dan bergerak menuju potensial yang lebih rendah sehingga terjadi aliran listrik dalam logam. sedangkan electron valensi logam bergerak bebas.

kovalen.B. perbandingan sifat-sifat senyawa ion. (pertemuan kedua) 3. Pembukaan: • Apersepsi: a. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai proses terbentuknya ikatan logam yang terdapat dalam video. Langkah. 15 30 45 15 Kegiatan Alokasi Waktu (menit) KTSP Kimia Kelas X 43 . Siswa memperhatikan video pembelajaran yang 30 ditampilkan oleh guru mengenai ikatan logam. b.langkah Pembelajaran No 1. 2. Penutup • • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai ikatan logam yang dikuatkan kembali oleh guru. Siswa diberi tugas di rumah untuk mengerjakan evaluasi bab 3 dan membaca materi stoikiometri. Siswa diberi pengantar tentang sifat-sifat dari logam. Siswa menjawab pertanyaan guru mengenai ikatan kovalen 2. Siswa memperhatikan dan menanggapi penjelasan guru mengenai sifat-sifat ikatan logam yang mendukung teori lautan elektron yang terdapat dalam video. (pertemuan ketiga) 4. Kegiatan Inti (Pertemuan pertama) 1. Siswa memperhatikan dan menanggapi penjelasan guru mengenai 3. dan logam.

(2004). Wisnu A. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. Jakarta : Penerbit Erlangga. Kepala SMA Santa Angela Bandung.D. (2009).. b. Alat :   Papan tulis LCD Media pembelajaran ikatan logam ver1. Jakarta : Penerbit Erlangga. R. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti.0. FPMIPA UPI. ___________ Mengetahui.VII. Sunarya. Boedisantoso... OSU P. Y. VIII. Sumber:     . Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. Florentia Mujiyati. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. KTSP Kimia Kelas X 44 . Aspek yang dinilai c. M. S.Pd. Alat dan Bahan (Sumber) a. Bandung.Pd. Jenis Penilaian d. Agus S. Penilaian a. Chang. Sikap dan Psikomotorik : Penilaian Proses dan Penilaian hasil : Soal. Evi Lutviana. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. Carolus B. Teknik Penilaian b. Bentuk Instrumen : Tes / Assessment (waktu 1x45) : Pengetahuan .

penambahan kata 'ida' tidak cukup sebab akan muncul senyawa dengan nama yang sama. Untuk kasus ini. Penamaan senyawa ini didasarkan pada nama unsur pembentuknya yang ditulis secara berurutan sesuai penulisan rumus kimia (lambang senyawa) dan akhiran dari unsur keduanya diganti -ida. Kompetensi Dasar Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana serta persamaan reaksinya. Indikator o Menuliskan nama-nama senyawa biner dari senyawa anorganik o Menuliskan nama-nama senyawa poli-atomik dari senyawa anorganik IV. nama senyawa ditambah dengan kata mono-(satu). Tata nama senyawa poliatomik Senyawa yang tersusun lebih dari dua unsur digolongkan sebagai senyawa poliatom. Tata nama senyawa poliatom yang mengandung oksigen didasarkan pada jumlah KTSP Kimia Kelas X atom oksigen yang 45 . Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Tata Nama Senyawa Anorganik : 2 x 45 menit I. tri-(tiga). Jika dua unsur dapat membentuk lebih dari satu senyawa. seperti Ca(ClO)2 atau kaporit. NO2. 2. dan H2SO4 (asam sulfat). di(dua). Tata nama senyawa biner Senyawa biner adalah senyawa yang tersusun dari dua macam unsur. seperti NO. Standar Kompetensi Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri). NaCO3 (soda kue). diharapkan siswa dapat: o Menuliskan nama-nama senyawa biner dari senyawa anorganik o Menuliskan nama-nama senyawa poli-atomik dari senyawa anorganik V. III. dan N2O4. Uraian Materi Pembelajaran 1. Senyawa poliatom umumnya mengandung oksigen. II. atau tetra-(empat) yang menunjukkan jumlah unsur.

Untuk itu. Langkah. 15 30 15 : Ceramah. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai tata nama senyawa biner 2. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan No 1. VI. Siswa memperhatikan dan menanggapi penjelasan guru mengenai tata nama senyawa poli atomik (pertemuan kedua) 3. senyawa yang mengandung atom oksigen lebih banyak lagi diberi awalan per-. Pembukaan: • Apersepsi: a. Senyawa yang mengandung jumlah oksigen paling banyak diberi akhiran -at. Kegiatan Pembelajaran A.dikandungnya. Siswa memperhatikan contoh-contoh senyawa di 2. Siswa menjawab pertanyaan guru mengenai jenisjenis senyawa di alam. sedangkan yang paling sedikit diberi akhiran -it.langkah Pembelajaran KTSP Kimia Kelas X 46 . diskusi : Konsep Kegiatan Alokasi Waktu (menit) B. alam Kegiatan Inti (pertemuan pertama) 1. Siswa mengerjakan latihan penamaan senyawa-senyawa 3. anorganik Penutup • • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai tata nama senyawa anorganik Siswa mengerjakan postest mengenai penamaan 30 senyawa kimia. b. Tata nama senyawa tersebut tidak memadai setelah ditemukan senyawa yang mengandung atom oksigen lebih banyak atau lebih sedikit dari senyawa tersebut. sedangkan senyawa yang lebih sedikit dari contoh senyawa di atas diberi awalan hipo-.

Pd. OSU P. Carolus B. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. M. S. Boedisantoso. KTSP Kimia Kelas X 47 .. Y. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. Jakarta : Penerbit Erlangga. Wisnu A. ___________ Mengetahui. (2004). Alat :   Papan tulis LCD Chang. b. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. Jakarta : Penerbit Erlangga.Pd. Sumber:    . Kepala SMA Santa Angela Bandung. Bandung. Agus S.. R. (2009). Sunarya. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. Alat dan Bahan (Sumber) a..VII. Mudah dan Aktif Belajar Kimia.D. Florentia Mujiyati.

yaitu zat-zat yang terlibat dalam reaksi harus setara. Indikator o Menyetarakan reaksi sederhana o Menyebutkan nama-nama zat yang terlibat dalam suatu reaksi kimia atau sebaliknya IV. 3. cara yang benar untuk menyetarakan persamaan reaksi adalah dengan cara menentukan nilai koefisien reaksi. Persamaan Reaksi Persamaan reaksi didefinisikan sebagai persamaan yang menyatakan kesetaraan jumlah zat-zat yang terlibat dalam reaksi kimia dengan menggunakan rumus kimia. Cara yang benar untuk menyetarakan persamaan reaksi adalah dengan bilangan di depan setiap rumus kimia dengan angka yang sesuai. Bilangan yang ditambahkan ini dinamakan koefisien reaksi. Uraian Materi Pembelajaran 1. Jadi. II. Penyetaraan Persamaan Reaksi Suatu persamaan reaksi dikatakan benar jika memenuhi hukum kimia. Dalam reaksi kimia terdapat zat-zat pereaksi dan zat-zat hasil reaksi. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. Contoh-contoh persamaan reaksi a. Reaksi penguraian KTSP Kimia Kelas X 48 . Kompetensi Dasar Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana serta persamaan reaksinya. 2.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Persamaan Reaksi Sederhana : 4 x 45 menit I. diharapkan siswa dapat: o Menyetarakan reaksi sederhana o Menyebutkan nama-nama zat yang terlibat dalam suatu reaksi kimia atau sebaliknya V. Standar Kompetensi Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri). baik jumlah zat maupun muatannya. III.

Siswa menjawab pertanyaan guru mengenai 15 fenomena-fenomena perubahan kimia di alam b. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan No 1. b. guru Penutup • • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai persamaan reaksi dan reaksi kimia Siswa diberi review mengenai hukum-hukum dasar kimia. VI. Pembukaan: • Apersepsi: a. Siswa mengerjakan latihan penyetaraan reaksi bersama 3. 2. Siswa memperhatikan dan menanggapi penjelasan guru tentang langkah-langkah penyetaraan persamaan reaksi 4. Reaksi pendesakan Reaksi pendesakan atau disebut juga reaksi pertukaran tunggal adalah reaksi dimana suatu unsur menggantikan posisi unsur lain dalam suatu senyawa. diskusi : Konsep Kegiatan Alokasi Waktu (menit) B. Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang 2. Langkah.langkah Pembelajaran . KTSP Kimia Kelas X 49 30 45 75 : Ceramah. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai definisi persamaan reaksi dan contoh-contohnya (pertemuan kedua) 3. Reaksi metatesis Reaksi metatesis atau reaksi pertukaran ganda adalah reaksi kimia yang melibatkan pertukaran antar ion-ion dalam senyawa yang bereaksi. c. Siswa bersama guru melakukan percobaan mengenai perubahan kimia. Kegiatan Pembelajaran A.Reaksi penguraian adalah suatu reaksi senyawa tunggal terurai menjadi dua atau lebih zat yang baru. d. Reaksi penggabungan Reaksi penggabungan adalah reaksi dimana dua buah zat atau lebih bergabung membentuk satu jenis zat yang baru. penyebab-penyebab terjadinya perubahan kimia Kegiatan Inti 1.

Carolus B. Jakarta : Penerbit Erlangga. Jakarta : Penerbit Erlangga. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. Sumber:    . Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti.. M. Aspek yang dinilai g. Y. Agus S. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. Penilaian e. Alat :   Papan tulis LCD Chang. Wisnu A. (2009). Florentia Mujiyati. OSU P. Teknik Penilaian f. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. Sunarya. Kepala SMA Santa Angela Bandung.. ___________ Mengetahui. Bandung. Boedisantoso.Pd. Mudah dan Aktif Belajar Kimia.. KTSP Kimia Kelas X 50 .Pd. Sikap dan Psikomotorik : Penilaian Proses dan Penilaian hasil : Soal.VII. IX.D. S. Bentuk Instrumen : Tes / Assessment (waktu 2x45) : Pengetahuan . d. R. Jenis Penilaian h. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. Alat dan Bahan (Sumber) c. (2004).

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Hukum Dasar Kimia : 5 x 45 menit I. c. o Menghitung volume gas reaktan atau produk berdasar. Jika dua unsur dapat membentuk lebih dari satu senyawa. Perbandingan massa unsur dalam suatu senyawa selalu tetap.kan hukum Gay Lussac. IV.kan data tentang massa dua unsur yang bersenyawa (hukum Proust). Kompetensi Dasar Membuktikan dan mengomunikasikan berlakunya hukum-hukum dasar kimia melalui percobaan serta menerapkan konsep mol dalam menyelesaikan perhitungan kimia III. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. hukum Proust (hukum perbandingan tetap).dingan (hukum Dalton) pada beberapa peristiwa. Standar Kompetensi Memahami (stoikiometri) hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia II. yaitu massa sebelum reaksi sama dengan massa sesudah reaksi. V. hukum Dalton (hukum kelipatan perbandingan). o Membuktikan berlakunya hukum kelipatan perban. dan hukum Gay Lussac (hukum perbandingan volume) berdasarkan eksperimen atau data hasil eksperimen. antara lain hukum kekekalan massa. Indikator Menjelaskan hukum dasar kimia. o Menggunakan data percobaan untuk membuktikan hukum perbandingan volume (hukum Gay Lussac). b. o Membuktikan berdasarkan percobaan dan menafsir. Dalam suatu reaksi kimia selalu berlaku hukum kekekalan massa. perbandingan massa salah satu unsur KTSP Kimia Kelas X 51 . diharapkan siswa dapat: o Membuktikan berdasarkan percobaan bahwa massa zat sebelum dan sesudah reaksi tetap (hukum kekekalan massa/hukum Lavoisier). Uraian Materi Pembelajaran a.

Langkah. data hasil eksperimen untuk data hasil eksperimen untuk 30 data hasil eksperimen untuk 45 data hasil eksperimen untuk hukum perbandingan tetap (hukum membuktikan hukum kelipatan perbandingan (hukum membuktikan hukum perbandingan volume (hukum membuktikan hukum Avogadro. d. Kegiatan Awal (Apersepsi) • Melalui diskusi kelas. siswa menyebutkan keteraturan yang ada di alam dengan mengikuti aturan tertentu 2.pada tiap senyawa merupakan bilangan bulat dan sederhana. VII. guru melakukan penilaian atau tes hasil belajar dan pemberian tugas untuk mengetahui ketercapaian indikator dan kompetensi. Selanjutnya. • Menganalisis Dalton). (pertemuan kedua) • Menganalisis membuktikan Proust). Kegiatan Pembelajaran A. 15 KTSP Kimia Kelas X 52 .langkah Pembelajaran memperoleh kesimpulan dari hukum kekekalan massa. • Menganalisis 3. (pertemuan ketiga) • Menganalisis Gay Lussac). Penutup Siswa bersama-sama dengan guru membuat kesimpulan tentang hukum-hukum dasar kimia. diskusi : Konsep Kegiatan Alokasi Waktu (menit) B. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan No 1. • Siswa membahas data hasil pengamatan untuk 75 15 : Ceramah. Kegiatan Inti (pertemuan pertama) • Siswa melakukan eksperimen hukum kekekalan massa. Volume gas yang ikut dalam reaksi kimia jika diukur pada suhu dan tekanan yang sama. berbanding sebagai bilangan bulat dan sederhana.

Y.. Alat dan Bahan (Sumber) a. OSU P. Jenis Penilaian d.Pd. Bentuk Instrumen : Tes / Assessment (waktu 1x45) : Pengetahuan .. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X.D. Aspek yang dinilai c. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. Carolus B. Agus S. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. IX. KTSP Kimia Kelas X 53 . M. Florentia Mujiyati. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. (2004). Bandung. Sikap dan Psikomotorik : Penilaian Proses dan Penilaian hasil : Soal. Wisnu A. Jakarta : Penerbit Erlangga. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta : Penerbit Erlangga. Sumber:    . b. Sunarya.VIII. Kepala SMA Santa Angela Bandung. Boedisantoso. Penilaian a.. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. S. ___________ Mengetahui. (2009). Teknik Penilaian b.Pd. Alat   : Papan tulis LCD Chang. R.

Sedangkan massa rumus adalah massa senyawa ion yang dihitung berdasarkan setiap satuan rumus empirisnya. Massa molekul relatif dan massa rumus relatif Massa molekul ditentukan oleh massa atom-atom penyusunnya. Ar X = massa atom relatif X Massa 1 atom C-12 = 12 sma Massa rata-rata atom X merupakan massa rata-rata dari semua isotop X yang ada di alam. Menjelaskan pengertian mol sebagai satuan jumlah zat. III. Massa atom relatif Massa atom relatif suatu unsur adalah perbandingan massa rata-rata suatu atom relatif terhadap 1 kali massa satu atom karbon-12. Standar Kompetensi Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri). IV. Analisis Materi Pelajaran A. Materi yang dikembangkan 1. Materi prasyarat Hukum dasar kimia B. Mengkonversikan jumlah zat dengan jumlah mol. Indikator 1. 2. Massa atom relatif diberi lambang Ar dan 12 dirumuskan sebagai berikut: Ar X = massa rata-rata suatu atom X 1/12 x massa 1 atom C-12 Dengan.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Materi Pokok Sub Materi Pokok Kelas/ Semester Alokasi Waktu : Sekolah Menengah Atas (SMA) : Kimia : Stoikiometri : Konsep Mol : X/1 : 5 x 45 menit I. Massa KTSP Kimia Kelas X 54 . Kompetensi Dasar Membuktikan dan mengkomunikasikan berlakunya hukum-hukum dasar kimia melalui percobaan serta menerapkan konsep mol dan menyelesaikan perhitungan kimia. yaitu merupakan jumlah dari massa seluruh atom yang menyusun molekul tersebut. II. Massa atom relatif tidak mempunyai satuan. massa dan volum zat. 2.

3. Satuan massa molar adalah gram/mol atau gram mol-1. Hukum Boyle. maka V ≈ T KTSP Kimia Kelas X 55 1 V  a  mol  Mr  1 kali massa satu atom C-12. sedangkan massa rumus relatif suatu senyawa ion adalah jumlah massa atom relatif dari seluruh atom penyusun satu satuan rumus kimia senyawa ion. Hukum gas ideal Beberapa hukum tentang gas yang berlaku pada gas ideal adalah : 1. yaitu pada tekanan dan jumlah mol tetap. massa molekul relatif suatu senyawa molekul merupakan jumlah massa atom relatif (Ar) dari seluruh atom penyusun satu molekul senyawa. sehingga 12 . 1 mol zat = L partikel = 1. Mol Satu mol suatu zat adalah sejumlah partikel yang terkandung dalam suatu zat yang jumlahnya sama dengan banyaknya atom yang terdapat dalam 12. Hukum Amonton. maka P ≈ T 3.molekul massa rumus merupakan perbandingan massa rata-rata suatu molekul atau satuan rumus suatu zat relatif (dibandingkan) terhadap Mr AxBy = massa rata-rata 1 molekul AxBy 1/12 x massa 1 atom C-12 Apabila dijabarkan lebih lanjut. didapat: Mr AxBy = massa rata-rata (x atom A + y atom B) 1/12 x massa 1 atom C-12 Mr AxBy = x(massa rata-rata 1 atom A )+ y (massa rata-rata 1 atom B) 1/12 x massa 1 atom C-12 Sehingga dapat disederhanakan menjadi : Mr AxBy = (x Ar A + y Ar B) Jadi. Massa molekul relatif dan massa rumus relatif memiliki lambang yang sama. Massa 1 mol AB = (Mr AB) x gram. Hukum Charles. jumlah mol. yaitu pada volum dan jumlah mol tetap. Hubungan antara massa.00 gram C-12. yaitu pada suhu tetap dan jumlah mol tetap. dan massa rumus (Mr) suatu zat adalah : a gram zat =  b. berlaku P ≈ 2.602 x 1023 partikel . volum molar gas tersebut sebagai volum molar standar. yaitu Mr. Massa molar Massa molar adalah massa zat itu yang sama dengan massa atom atau massa rumus zat tersebut dinyatakan dalam gram. Volum molar Volum molar gas menyatakan volum 1 mol gas pada suhu dan tekanan tertentu. Hubungan antara volum molar gas dan jumlah mol gas dinyatakan sebagai berikut : n mol gas (pada STP) = n x 22. Jika pengukuran dilakukan pada suhu 0oC dan tekanan 1 atm (STP). L = bilangan Avogadro a.4 liter c.

082 L atm K-1 mol-1) 4. P = tekanan (atmosfer) T = suhu mutlak (kelvin = oC + 273) V = volum (liter) n = jumlah mol (mol) R = tetapan gas ideal (0. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai tema dan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan. 2. Hipotesis avogadro. guru mengenai: Hukum-hukum dasar kimia Siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan 15 Kegiatan Alokasi Waktu (menit) KTSP Kimia Kelas X 56 . yaitu pada tekanan dan suhu tetap.4. maka V ≈ n Dari keempat hukum tersebut dapat disimpulkan bahwa pada gas ideal berlaku persamaan : PV = nRT Dengan. Kemolaran Larutan Kemolaran menyatakan jumlah mol zat terlarut dalam tiap liter larutan. Kegiatan Pembelajaran A. Satuan kemolaran adalah mol L-1 atau mmol mL-1. M = kemolaran alrutan n = jumlah mol zat terlarut V = volum larutan V. Langkah pembelajaran No 1. M = n V Dengan. Metode Model : ceramah bermakna : Induktif-Deduktif Pendekatan : Konsep dan Proses B. Pembukaan: • Apersepsi: 1.

Kegiatan Inti (pertemuan pertama) 1. VI. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai hubungan antara mol dengan jumlah zat 3. Siswa dengan berdiskusi mengerjakan beberapa latihan soal mengenai konsep mol yang diberikan guru. 15 30 45 45 45 30 3. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai hubungan antara mol dengan volum molar gas 7. (pertemuan keempat) 6.2. Siswa dengan berdiskusi mengerjakan beberapa latihan soal mengenai konsep mol yang diberikan guru. 5. (pertemuan kelima) 8. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai hubungan antara mol dengan massa molar. Penutup • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai konsep mol. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai hubungan antara mol dengan kemolaran larutan 9. Siswa dengan berdiskusi mengerjakan beberapa latihan soal mengenai konsep mol yang diberikan guru. • Siswa diberi tugas di rumah untuk mengerjakan latihan pada buku Kimia Mandiri dan membaca materi berikutnya. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai pengertian mol. stoikiometri senyawa dan stoikiometri reaksi yang dikuatkan kembali oleh guru. Alat dan Bahan (Sumber) 57 KTSP Kimia Kelas X . Siswa dengan berdiskusi mengerjakan beberapa latihan soal mengenai konsep mol yang diberikan guru. (pertemuan ketiga) 4. (pertemuan kedua) 2.

Wisnu A. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Alat   : Papan tulis LCD b. (2009). Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. S. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KTSP Kimia Kelas X 58 . Boedisantoso. R. Y. Jakarta : Penerbit Erlangga.Pd.a. Sunarya.D. Bandung. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. Carolus B. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. ___________ Mengetahui. Jakarta : Penerbit Erlangga. Sumber:  Chang. OSU P. (2004). M.. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. Florentia Mujiyati.. Agus S..   . Kepala SMA Santa Angela Bandung.Pd.

Kompetensi Dasar Membuktikan dan mengkomunikasikan berlakunya hukum-hukum dasar kimia melalui percobaan serta menerapkan konsep mol dan menyelesaikan perhitungan kimia. III. Hidrat adalah zat padat yang mengikat beberapa molekul air sebagai bagian dari struktur kristalnya. kita dapat mengetahui komposisi zat tersebut. Menentukan rumus kimia zat a. Menentukan pereaksi pembatas dalam suatu reaksi. maka air kristalnya akan lepas. b. Komposisi zat dinyatakan dalam persen massa (% massa) atau disebut juga kadar. Materi prasyarat Hukum dasar kimia B. Menentukan rumus empiris senyawa. Jika suatu senyawa hidrat dipanaskan. b. Rumus empiris merupakan perbandingan paling sederhana dari atom-atom unsur penyusun suatu senyawa. Menentukan kadar unsur dalam senyawa Dengan mengetahui jenis dan massa dari setiap komponen penyusun zat. Pereaksi pembatas KTSP Kimia Kelas X 59 . 4. Jika suatu hidrat dilarutkan dalam air. Menentukan rumus molekul senyawa.Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Materi Pokok Sub Materi Pokok Kelas/ Semester Alokasi Waktu : Sekolah Menengah Atas (SMA) : Kimia : Stoikiometri : Stoikiometri Senyawa dan Stoikiometri Reaksi : X/1 : 7 x 45 menit I. Rumus molekul merupakan rumus kimia yang menunjukan jumlah atom dari masingmasing unsur dalam suatu senyawa 2. Kadar = massa komponen / massa zat x 100% 3. 3. Menentukan rumus kadar unsur dalam suatu senyawa. IV. 2. Analisis Materi Pelajaran A. Indikator 1. Standar Kompetensi Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri). II. maka ada sebagian atau seluruh air kristal dapat dilepas (menguap). Materi yang dikembangkan 1. Air hidrat dan pereaksi pembatas a.

Kegiatan Inti (pertemuan pertama) 1. 3. (pertemuan kedua) 4. Siswa secara berkelompok dan bersama dengan guru melakukan percobaan pereaksi pembatas dan senyawa hidrat. 2. rumus molekul dan cara menentukan kadar unsur dalam suatu senyawa. V. (pertemuan ketiga) 6. Siswa dengan berdiskusi mengerjakan beberapa latihan soal mengenai pereaksi pembatas dan senyawa hidrat yang diberikan oleh guru. Kegiatan Pembelajaran A. KTSP Kimia Kelas X 60 60 60 75 15 : ceramah bermakna : Induktif-Deduktif Kegiatan Alokasi Waktu (menit) Pendekatan : Konsep dan Proses B. 5. Siswa menyimak penegasan guru mengenai konsep pereaksi pembatas dan senyawa hidrat.Pada suatu reaksi kimia. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai tema dan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan. Siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan guru mengenai: Hukum-hukum dasar kimia Perhitungan mol 2. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai rumus empiris. 2. Pembukaan: • Apersepsi: 1. Siswa mempresentasikan hasil pengamatan yang telah dirumuskan. Hal ini menyebabkan ada pereaksi yang akan habis bereaksi lebih dahulu yang disebut sebagai pereaksi pembatas. Langkah pembelajaran . Siswa membuat kesimpulan dari pengertian pereaksi pembatas dan air hidrat. Metode Model No 1. perbandingan mol zat-zat pereaksi yang ditambahkan tidak selalu sama dengan perbandingan koefisien reaksinya.

Siswa dengan berdiskusi mengerjakan beberapa latihan soal mengenai stoikiometri reaksi tersebut yang yang 3. Penutup • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai konsep mol.. (2004).. VI.. ___________ Mengetahui. S. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. pengamatan perilaku b. Jakarta : Penerbit Erlangga. Lembar pengamatan Afektif dan Psikomotorik Bandung. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. Sikap dan Psikomotorik c.D. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. Jakarta : Penerbit Erlangga. Carolus B. Bentuk Instrumen : Soal.Tugas kelompok. Alat dan Bahan (Sumber) a. ada di buku mandiri kimia. Teknik Penilaian : Tes / Assessment (waktu 2x45) . Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. stoikiometri senyawa dan stoikiometri reaksi yang dikuatkan kembali oleh guru. Kepala SMA Santa Angela Bandung. Aspek yang dinilai : Pengetahuan . Penilaian a. OSU P. VII.Pd. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KTSP Kimia Kelas X 61 . Alat:   Papan tulis LCD Chang. Sumber:    . Wisnu A.7. Y. Jenis Penilaian : Penilaian Proses dan Penilaian hasil d. M. • Siswa diberi tugas di rumah untuk mengerjakan latihan pada buku Kimia SMA Kelas X dan membaca materi berikutnya. Boedisantoso. Agus S. R. 15 b. pengamatan kerja. Sunarya. Mudah dan Aktif Belajar Kimia.Pd. (2009). Florentia Mujiyati.

Materi a. yaitu larutan elektrolit dan larutan non-elektrolit. bola lampu pijar tidak akan menyala dan pada kedua elektrode tidak terjadi perubahan. larutan dapat dibedakan atas dua jenis. Dalam kehidupan sehari-hari banyak kita jumpai contoh larutan elektrolit dan larutan non-elektrolit.Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/2 : Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit : 6 x 45 menit I. Mengidentifikasi sifat-sifat larutan elektrolit kuat setelah melakukan percobaan. serta reaksi oksidasi-reduksi. Menyimpulkan perbedaan sifat dan jenis larutan non-elektrolit dan elektrolit. III. Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan listrik. Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat larutan non-elektrolit dan elektrolit. b. larutan garam dapur jika diuji dengan alat penguji elektrolit. Kompetensi Dasar Mengidentifikasi sifat larutan non-elektrolit dan elektrolit berdasarkan data hasil percobaan. Hal tersebut menunjukkan bahwa larutan garam dapat menghantarkan listrik atau dengan kata lain larutan garam merupakan larutan elektrolit. Materi yang dikembangkan KTSP Kimia Kelas X 62 . Larutan non-elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan listrik. Tujuan Pembelajaran: Siswa dapat:      IV. Indikator  Merancang dan melakukan percobaan untuk mengidentifikasi sifat-sifat larutan nonelektrolit dan elektrolit dalam diskusi kelompok di laboratorium. bola lampu pijar akan menyala. Mengidentifikasi sifat-sifat larutan elektrolit lemah setelah melakukan percobaan. Misalnya. Mengidentifikasi sifat-sifat larutan non-elektrolit setelah melakukan percobaan. Menjelaskan penyebab kemampuan larutan larutan elektrolit menghantarkan arus listrik.    Materi Prasyarat Komponen larutan Ionisasi Bentuk molekul dan ion Berdasarkan daya hantar listrik larutan. Jika larutan gula diuji dengan alat penguji elektrolit. Dengan demikian larutan gula bukan merupakan larutan elektrolit atau larutan gula merupakan larutan non-elektrolit. II.

maka ion-ion positif atau kation yang berbeda dalam larutan akan bergerak menuju kutub negatif (katode). sedangkan ion-ion negatif atau anion akan bergerak menuju kutub positif (anode). Ion-ion itulah yang menghantarkan arus listrik. Elektron-elektron oleh ionion negatif akan mengalir menuju katode melalui rangkaian sumber arus searah (baterai) seperti yang diperlihatkan oleh gambar berikut: V. Daya hantar larutan elektrolit berbeda-beda tergantung pada jenis larutan dan jumlah zat terlarut. Kegiatan Pembelajaran A. ceramah dan diskusi Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu 63 B.Adapun contoh larutan elektrolit dan non-elektrolit dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut: Larutan elektrolit: Larutan garam dapur. Pada anode (kutub positif) terjadi pelepasan elektron oleh ion-ion negatif. larutan kapur sirih. sedangkan larutan elektrolit yang daya hantarlistriknya relatif kurang baik walaupun konsentrasinya besar termasuk jenis larutan elektrolit lemah. Jadi pada konsentrasi yang sama. air aki (larutan asam sulfat). larutan elektrolit kuat mempunyai daya hantar listrik yang lebih baik daripada larutan elektrolit lemah. Pada konsentrasi yang sama. larutan elektrolit kuat daya hantar listriknya lebih baik dari pada larutan elektrolit lemah. larutan pembersih porselen/keramik. Pada katode (kutub negatif) terjadi penangkapan atau penerimaan elektrolit oleh ion-ion positif. Larutan non-elektrolit: Larutan gula. larutan cuka. air laut. larutan alkohol. Jika ke dalam larutan elektrolit dicelupkan elektrode dari sumber arus searah (baterai). Pendekatan dan Metode Pendekatan Metode No. : Keterampilan proses : Praktikum. ilmuwan Swedia 1887 menjelaskan bahwa dalam larutan elektrolit terdapat ion-ion positif dan ion-ion negatif yang bergerak bebas. Perbedaan daya hantar listrik larutan dapat dilihat dari menyala atau tidaknya bola lampu. air sungai. Larutan elektrolit yang daya hantar listriknya relatif baik walaupun konsentrasinya kecil termasuk jenis larutan elektrolit kuat. air sungai. Skenario Pembelajaran KTSP Kimia Kelas X . Bagaimana suatu larutan dapat menghantarkan listrik? Svante Arrhenius. dan larutan urea. dan larutan amoniak.

Pendahuluan  Guru memberikan salam pembuka. 15 Siswa diberi beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan materi larutan elektrolit-non elektrolit.(Menit) 1.  Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok disediakan modul sebagai petunjuk praktikum. listrik ketika tangan kalian Motivasi:  2. misalnya:  Apa pernah kalian tersengat basah?  Apakah kalian pernah melihat orang yang menangkap ikan dengan mencelupkan suatu alat yang dialiri listrik sehingga ikan tersebut tersengat arus listrik dan mati?  Bagaimana semua hal itu dapat terjadi?  Siswa diberi pengarahan bahwa mereka akan menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut setelah melakukan pembelajaran hari ini.  Dengan bimbingan guru siswa menyiapkan peralatan praktikum larutan elektrolit-non elektrolit. (pertemuan kedua) 75 KTSP Kimia Kelas X 64 . Kegiatan inti (pertemuan pertama)  Siswa diuji pengetahuan awalnya dengan melemparkan beberapa pertanyaan sebagai berikut:  Apa yang kalian pikirkan ketika mendengar istilah larutan elektrolit?  Lalu apa yang dimaksud dengan larutan elektrolit?  Ada pula yang disebut dengan larutan non-elektrolit.  Dengan bimbingan guru siswa melakukan prosedur percobaan yang sudah tertera dalam LKS. apa yang dimaksud dengan larutan non-elektrolit? (Sebelumnya siswa sudah ditugaskan untuk membawa peralatan praktikum larutan elektrolit-non elektrolit)  Siswa diberitahu bahwa pada pertemuan kali ini akan melakukan percobaan mengenai larutan elektrolit dan nonelektrolit.

 Setiap kelompok berdiskusi untuk menyelesaikan soal-soal yang terdapat dalam modul. Siswa perwakilan dari beberapa kelompok bergantian menyebutkan kelompok. ion-ion yang bergerak sehingga dapat menghantarkan arus listrik. Perwakilan dari 2 hingga 3 kelompok menuliskan hasil pengamatan di papan tulis. Alat dan Bahan (Sumber) 65 KTSP Kimia Kelas X . siswa mengoreksi tiap jawaban dari pertanyaan dalam modul. jawaban pertanyaan modul hasil diskusi 60    Dengan bimbingan guru. diperkuat kembali oleh guru  Siswa diberi tugas membuat laporan praktikum yang telah dilakukan. Perwakilan dari 1 atau 2 kelompok mengemukakan kesimpulan dari hasil percobaan. Penutup  Dengan elektrolit.  Guru memberikan salam penutup.  Dengan bantuan charta. diperkuat kembali oleh guru   Siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut: Mengapa larutan elektrolit dapat menyebabkan bola lampu menyala?  Atas jawaban siswa guru mengarahkan pertanyaan tersebut ke arah penjelasan mengenai ionisasi.  Kesimpulan yang dikemukakan oleh siswa.. belajar siswa diminta larutan mengemukakan elektrolit-non 15 kesimpulan mengenai 60 VI. pemahaman siswa. bimbingan hasil guru. siswa ditunjukkan gambaran mikroskopis sederhana larutan elektrolit untuk memperkuat 3.  (pertemuan ketiga)  Kesimpulan yang dikemukakan oleh siswa.

a. Alat:    Papan tulis LCD LKS

b. Sumber:
 Chang, R.. (2004). Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. Jakarta : Penerbit Erlangga.


. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. Jakarta : Penerbit Erlangga.
Sunarya, Y., Agus S.. (2009). Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional.

VII. Penilaian a. Teknik Penilaian : Tes / Assessment (waktu 1x45) ,Tugas kelompok, pengamatan kerja, pengamatan perilaku b. Aspek yang dinilai : Pengetahuan , Sikap dan Psikomotorik c. Jenis Penilaian : Penilaian Proses dan Penilaian hasil d. Bentuk Instrumen : Soal, Lembar pengamatan Afektif dan Psikomotorik

Bandung, ___________ Mengetahui, Kepala SMA Santa Angela

Bandung, ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum

Bandung, 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia

Sr. Florentia Mujiyati, OSU

P.D. Boedisantoso, M.Pd.

Carolus B. Wisnu A, S.Pd.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
KTSP Kimia Kelas X 66

Satuan Tingkat Pendidikan : SMA Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : Kimia : X/1 : Perkembangan Reaksi Redox : 2 x 45 menit

I.

Standar Kompetensi Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri).

II. Kompetensi Dasar Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana serta persamaan reaksinya. III. Indikator Menentukan konsep reaksi oksidasi dan reduksi berdasarkan pengikatan dan pelepasan oksigen, penerimaan dan pelepasan electron. IV. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, diharapkan siswa dapat: 1. Menjelaskan konsep redoks berdasarkan pengikatan dan pelepasan oksigen. 2. Menjelaskan konsep redoks berdasarkan penerimaan dan pelepasan elektron. 3. Menentukan reaksi mana yang merupakan redoks dan mana yang bukan. 4. Menentukan oksidator dan reduktor dalam suatu reaksi V. Uraian Materi Pembelajaran 1. Pengikatan Oksigen Sejak dulu, para pakar kimia sudah mengetahui bahwa oksigen dapat bereaksi dengan banyak unsur. Senyawa yang terbentuk dari hasil reaksi dengan oksigen dinamakan oksida sehingga reaksi antara oksigen dan suatu unsur dinamakan reaksi oksidasi. Karat besi adalah senyawa yang terbentuk dari hasil reaksi antara besi dan oksigen (besi oksida). Perkaratan besi merupakan salah satu contoh dari reaksi oksidasi. Persamaan reaksi pembentukan oksida besi dapat ditulis sebagai berikut.
4Fe(s) + 3O2(g) → 2Fe2O3(s)

Pada reaksi tersebut, besi mengalami oksidasi dengan cara mengikatoksigen menjadi besi oksida. Kebalikan dari reaksi oksidasi dinamakan reaksi reduksi. Pada reaksi reduksi terjadi pelepasan oksigen. Besi oksida dapat direduksi dengan
cara direaksikan dengan gas hidrogen, persamaan reaksinya: Fe2O3(s) + 3H2(g) → 2Fe(s) + 3H2O(g)

2. Pelepasan dan Penerimaan Elektron KTSP Kimia Kelas X 67

Konsep redoks yang melibatkan transfer elektron berkembang setelah diketahui adanya elektron dalam atom dan reaksi pembentukan senyawa ion (lihat kembali topik ikatan ion). Tuliskan pembentukan senyawa NaCl dari unsur-unsurnya. Spesi manakah yang melepaskan elektron dan yang menerima elektron? Dalam konsep redoks, peristiwa pelepasan elektron dinamakan oksidasi, sedangkan peristiwa penerimaan elektron dinamakan reduksi. Pada pembentukan senyawa NaCl dari unsur-unsurnya, atom natrium mengalami oksidasi, sedangkan atom klorin mengalami reduksi. Penggabungan kedua proses itu dinamakan reaksi redoks. Reaksi redoks pada peristiwa perkaratan besi dapat dijelaskan dengan reaksi berikut: 2Fe →2Fe3+ + 6e– (oksidasi) 3O2 + 6e– →3O2– (reduksi) 3. Reduktor dan Oksidator Berdasarkan uraian sebelumnya, apa yang dapat Anda simpulkan mengenai zat-zat kimia dihubungkan dengan konsep redoks? Semua zat kimia dapat dikelompokkan ke dalam dua kelompok, yakni zat-zat yang mengalami oksidasi dan zat-zat yang mengalami reduksi. Dalam reaksi redoks, pereaksi yang dapat mengoksidasi pereaksi lain dinamakan zat pengoksidasi atau oksidator. Sebaliknya, zat yang dapat mereduksi zat lain dinamakan zat pereduksi atau reduktor. VI. Kegiatan Pembelajaran A. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan No 1. Pembukaan : Siswa member salam kepada guru. 15 Siswa memahami tujuan pembelajaran yang disampaikan oleh guru. Siswa diperkenalkan mengenai pembelajaran hari ini sehingga termotivasi untuk mengikuti pelajaran dengan atraktif. Siswa memperhatikan demonstrasi yang diperagakan di depan kelas. c. Siswa menjawab pertanyaan guru berdasarkan 2. demonstrasi yang ditunjukan. Pembelajaran inti (konsep redoks berdasarkan pelepasan dan pengikatan 30 KTSP Kimia Kelas X 68 : Ceramah, diskusi : Konsep Kegiatan Alokasi Waktu (menit)

B. Langkah- langkah Pembelajaran

. Alat :  Papan tulis 69 KTSP Kimia Kelas X . Siswa mengajukan pertanyaan berdasarkan penjelasan yang telah disampaikan. 3. Siswa mengajukan pertanyaan berdasarkan 30 penjelasan yang telah disampaikan. Penutup . Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai reaksi redoks tersebut. VII. Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai reaksi redoks tersebut.Siswa dan guru melakukan pembelajaran penguatan yang dan telah 15 menyimpulkan dilaksanakan. Siswa menyampaikan tanggapan terhadap penjelasan tersebut dan mengajukan pertanyaan. (konsep redoks berdasarkan pelepasan dan pengikatan elektron) Siswa memperhatikan guru yang menampilkan contoh persamaan reaksi redoks yang berhubungan dengan konsep redoks kedua.Siswa mengerjakan post test yang diberikan oleh guru.oksigen) Siswa memperhatikan guru yang menampilkan contoh persamaan reaksi redoks yang berhubungan dengan konsep redoks pertama. Siswa menyampaikan tanggapan terhadap penjelasan tersebut dan mengajukan pertanyaan. Alat dan Bahan (Sumber) a.

R.. Sunarya. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. Mudah dan Aktif Belajar Kimia... LCD Chang. Agus S. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran KTSP Kimia Kelas X : SMA SANTA ANGELA : Kimia 70 .Pd. Jakarta : Penerbit Erlangga. (2009). b. Jakarta : Penerbit Erlangga. 21 Maret 2013 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Carolus B. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. Y. Bandung. Sumber:    . (2004). S. Wisnu A.

Kompetensi Dasar Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana serta persamaan reaksinya. Dalam senyawa ion. Standar Kompetensi Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri). III. V. 2. Menentukan tata nama senyawa berdasarkan aturan IUPAC. Menjelaskan aturan bilangan oksidasi. a. IV. Menentukan bilangan oksidasi dari atom dalam suatu senyawa netral atau senyawa ion. diharapkan siswa dapat: 1. Uraian Materi Pembelajaran 1. yaitu sebagai berikut. 6. eg : biloks Na dalam unsur Na = 0 biloks Cl dalam unsur Cl2 = 0 b.Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : X/1 : Bilangan Oksidasi : 4 x 45 menit I. 5. bilangan oksidasi atom-atom sama dengan muatan kation dan anionnya eg : KTSP Kimia Kelas X biloks Na dalam senyawa ion NaCl = +1 71 . Menentukan konsep reaksi oksidasi dan reduksi berdasarkan peningkatan dan penurunan bilangan oksidasi. Menentukan tata nama senyawa berdasarkan aturan IUPAC. Menentukan bilangan oksidasi dari suatu atom unsur dalam senyawa ion atau senyawa molekuler. Dalam bentuk unsur dan molekul unsurbilangan oksidasi atom-atomnya sama dengan nol. II. 3. 2. Indikator 1. Menentukan oksidator dan reduktor dalam reaksi redoks. Menjelaskan konsep reaksi redoks berdasarkan kenaikan dan penurunan bilangan oksidasi. 4. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. Menentukan rumus kimia senyawa berdasarkan aturan IUPAC. 3. para pakar kimia bersepakat mengembangkan aturan yang berkaitan dengan biloks unsur. Bilangan Oksidasi dan Penentuan Bilangan Oksidasi Bagaimana menentukan bilangan oksidasi (biloks) atom suatu unsur? Dalam hal ini.

Apa yang dimaksud dengan reaksi disproporsionasi? Reaksi disproporsionasi atau disebut juga reaksi swaredoks adalah suatu reaksi yang mengalami oksidasi dan juga reduksi pada pereaksinya. Biloks atom golongan IIA dalam semua senyawa adalah +2 d. Jumlah total bilangan oksidasi dalam senyawa netral sama dengan nol Jumlah total bilangan oksidasi untuk ion sama dengan muatan ionnya. Biloks atom hidrogen dalam senyawa adalah +1. Anda telah belajar tata nama senyawa biner dan senyawa poliatom. Biloks atom golongan IA dalam semua senyawa adalah +1. Biloks atom-atom unsur halogen (F. AgCl. kecuali dalam peroksida (H2O2. Langkah. Br. HF e. KI. jika bilangan oksidasinya turun maka atom tersebut mengalami reduksi. I) dalam senyawa biner adalah –1. yaitu perubahan bilangan oksidasi. Cl. Biloks atom oksigen dalam senyawa adalah –2.biloks Cl dalam senyawa ion NaCl = -1 c. Menurut konsep ini. Angka romawi tersebut tidak terpisahkan dari nama kationnya. VI. Kegiatan Pembelajaran A.langkah Pembelajaran No Kegiatan Alokasi Waktu (menit) KTSP Kimia Kelas X 72 . jika dalam reaksi bilangan oksidasi atom meningkat maka atom tersebut mengalami oksidasi. kecuali dalam senyawa hidrida sama dengan –1 f. tata namanya ditambah angka romawi dalam tanda kurung yang menunjukkan harga biloks. Reaksi Reduksi Oksidasi dan Bilangan Oksidasi Oleh karena banyak reaksi redoks yang tidak dapat dijelaskan dengan konsep pengikatan oksigen maupun transfer elektron maka para pakar kimia mengembangkan konsep alternatif. Na2O) sama dengan –1 dan dalam superoksidasama dengan –1/2 g. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan : Ceramah. Sebaliknya. Tata Nama Senyawa dan Biloks Pada bab sebelumnya. NaBr. Untuk kation-kation logam yang memiliki lebih dari satu harga biloks (khususnya unsurunsur transisi). 2. eg. diskusi : Konsep B. Tata nama tersebut berlaku untuk zat molekuler atau senyawa ion yang mengandung kation hanya memiliki satu harga muatan atau biloks logam golongan IA dan IIA. 3.

30 Siswa memapehatikan dan memahami tujuan pembelajaran yang disampaikan oleh guru. (menentukan bilangan oksidasi pada senyawa ionik) Siswa memperhatikan contoh senyawa ion yang diberikan oleh guru. reaksi. Siswa mengerjakan latihan yang berhubungan dengan penentuan bilangan oksidasi dalam suatu senyawa dan menuliskanya di papan tulis. Siswa diperkenalkan mengenai pembelajaran hari ini sehingga termotivasi untuk mengikuti pelajaran dengan atraktif. Siswa memperhatikan penjelasaan guru mengenai konsep reaksi redoks berdasarkan konsep perubahan bilangan oksidasi.Siswa diberikan contooh persamaan oksidasi. Siswa mengerjakan latihan yang berhubungan 60 dengan penentuan bilangan oksidasi dalam suatu senyawa ion dan menuliskanya di papan tulis. Pembukaan : Siswa member salam kepada guru. Pembelajaran inti (menentukan bilangan oksidasi pada senyawa netral) Siswa memperhatikan contoh senyawa yang 60 diberikan oleh guru. tentang kelemahan konsep redoks yang 2. siswa 90 berdasarkan aturan bilangan menentukan bilangan oksidasi dari masing-masing atom yang tertera pada reaksi tersebut. Siswa memperhatikan penguatan konsep reaksi redoks berdasarkan oksigen dan electron. KTSP Kimia Kelas X 73 . Siswa memahami permasalahan yang disampaikan oleh guru.1. telah dipelajari. (reaksi redoks berdasarkan peningkatan dan penurunan bilangan oksidasi) .

Boedisantoso. Sunarya. R. b. Bandung. S. Florentia Mujiyati. Penutup . Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. OSU P. Wisnu A. (2009). . . Carolus B. (2004). Mudah dan Aktif Belajar Kimia.Siswa bersama dengan guru membuat penguatan dan menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Kepala SMA Santa Angela Bandung. ___________ Mengetahui.Pd. Alat :   Papan tulis LCD Chang.D. Sumber:    .. Alat dan Bahan (Sumber) a.Siswa mengerjakan posttest yang diberikan oleh guru. 30 VII..Pd. Agus S. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung.Siswa secara berkelompok diberikan tugas untuk mencari benda-benda yang berhubungan dengan aplikasi konsep redoks dalam kehidupan sehari-hari. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran KTSP Kimia Kelas X : SMA SANTA ANGELA : Kimia 74 . Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti..3. Jakarta : Penerbit Erlangga. M. Y. Jakarta : Penerbit Erlangga. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr.

Kompetensi Dasar Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana serta persamaan reaksinya. V. Jika transfer elektron ini dimanfaatkan akan menghasilkan energi listrik arus searah sebab aliran listrik tiada lain adalah aliran elektron. Sel Volta Komersial Sel Volta adalah sumber energi listrik siap pakai yang dikemas dalam bentuk dan ukuran sesuai kegunaan. Perubahan muatan ini disebabkan adanya transfer elektron dari satu atom ke atom lain. Menemukan konsep redoks untuk memecahkan masalah lingkungan dalam diskusi kelompok di kelas.Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : X/1 : Aplikasi Redoks : 6 x 45 menit I. reaksi redoks tidak berbeda dengan reaksi-reaksi kimia yang lain. Umumnya. III. diskusi : Konsep B. Langkah. baterai litium. Sel Volta terdiri atas electrode (anode dan katode) tempat terjadinya reaksi redoks. Standar Kompetensi Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri). II. tetapi dalam reaksi redoks ada perubahan bilangan oksidasi akibat perubahan muatan. dan baterai nikel-kadmium (nicad). Indikator Mendeskripskan konsep larutan elektrolit dan konsep redoks dalam memecahkan masalah lingkungan IV.langkah Pembelajaran KTSP Kimia Kelas X 75 . Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan : Ceramah. VI. Kegiatan Pembelajaran A. sel Volta komersial berupa sel kering baterai dan accumulator (accu). diharapkan siswa dapat: 5. Jenis baterai bermacam-macam di antaranya baterai seng-karbon. Kedua electrode ini dicelupkan ke dalam zat kimia yang berperan sebagai medium aliran listrik dan sebagai oksidator atau reduktor. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. Uraian Materi Pembelajaran Secara kimia.

Penutup . . hari. 30 secara 120 VII.Dalam kelompok siswa membahas aplikasi redoks dalam kehidupan sehari-hari. R. . (2004).No 1. Siswa diperkenalkan mengenai pembelajaran hari ini sehingga termotivasi untuk mengikuti pelajaran dengan atraktif.. 3. Alat :   Papan tulis LCD Chang. 30 Siswa memaperhatikan dan memahami tujuan pembelajaran yang disampaikan oleh guru.Siswa mengerjakan posttest yang diberikan oleh guru. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti.Siswa dari kelompok lain menanggapi berurutan. . Siswa mempersiapkan diri dalam kelompok untuk membahas aplikasi redoks dalam kehidupan sehari2. Alat dan Bahan (Sumber) a. b.Siswa bersama dengan guru membuat penguatan dan menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Pembelajaran inti . Siswa memperhatikan penguatan konsep reaksi redoks yang telah dipelajari. masingmasing kelompok mempresentasikan hasil jawabanya di depan kelas.Setelah jawaban di dalam LKS selesai. Sumber:  KTSP Kimia Kelas X 76 . Pembukaan : Kegiatan Alokasi Waktu (menit) Siswa memberi salam kepada guru. Jakarta : Penerbit Erlangga. yang dipandun dengan LKS yang telah dibuat oleh guru.

Bentuk Instrumen : Soal. pengamatan kerja. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. Carolus B. ___________ Mengetahui. OSU P. Y. Lembar pengamatan Afektif dan Psikomotorik Bandung. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. M. Boedisantoso. S. Jakarta : Penerbit Erlangga. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester KTSP Kimia Kelas X : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 77 . Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X.D. Sikap dan Psikomotorik c.. Aspek yang dinilai : Pengetahuan . Florentia Mujiyati. Kepala SMA Santa Angela Bandung. Agus S. Wisnu A.. VIII. Penilaian a.Tugas kelompok. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. Teknik Penilaian : Tes / Assessment (waktu 2x45) .  . Sunarya. Jenis Penilaian : Penilaian Proses dan Penilaian hasil d. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional.Pd.Pd. (2009). pengamatan perilaku b.

Menentukan atom C primer. dan kuartener V. This compound is composed of atoms of carbon and other atoms attached to carbon atoms. Materi Inti  Carbon Compound One of the compounds are abundant in nature are carbon compounds. dan kuartener IV. Mengidentifikasi unsur karbon dan hidrogen pada senyawa hidrokarbon melalui percobaan.  Characteristics of Carbon Atom Carbon atom has four valence electrons.Materi Pokok Alokasi Waktu : Karakteristik Atom Karbon : 4 x 45 menit I. 2. One of the most simple carbon compounds are hydrocarbons. 2. II. Kompetensi Dasar Mendeskripsikan kekhasan atom karbon dalam membentuk senyawa hidrokarbon. sekunder. Mengidentifikasi unsur karbon dan hidrogen pada senyawa hidrokarbon melalui percobaan. tersier. The four electrons are able to form four covalent bonds. III. Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat senyawa organik atas dasar gugus fungsi dan senyawa makromolekul. 3. tersier. Membedakan atom C primer. Menjelaskan kekhasan atom karbon dalam senyawa karbon. Materi Prasyarat Konfigurasi electron atom karbon Struktur lewis Reaksi oksidasi B. diharapkan siswa dapat: 1. Uraian Materi Pembelajaran A. C H x KTSP Kimia Kelas X C 78 . Indikator 1. Mendeskripsikan kekhasan atom karbon dalam senyawa karbon. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. sekunder. 3.

or closed). H  Atom C Primer. H H C H C C H H C C H H H H In addition.. which binds three atom of another C atom d. In industry. Materi Pengayaan Hydrocarbons have many benefits in daily life and for industries. which binds two atom of another C atom c. quart C atom is the atom C. atom of another C atom primary C atom is the atom C.Covalently bonded carbon atoms can be single with four hydrogen atoms. both the single and double covalent H H C H bonding of two and threefold. KTSP Kimia Kelas X C C C C C C C C C 79 C C C C C . which binds four atom of another C atom C. usually simle hydrocarbons are used as the raw material for further process of industry to get bigger benefit such us for making polymer. branched. secondary C atom is the atom C. Tertiary C atom is the atom C. the tendency of the carbon atoms to bind to other carbon atoms enables the formation of carbon compounds with different structures (open-chain. H x H x x H Carbon atoms can also bind to other carbon atoms. Sekunder. which binds one b. Tertier dan Kuartener C d c C C b a C a.

• Siswa membuat latihan menentukan jenis-jenis atom karbon dalam senyawa hidrokarbon. • Siswa diminta untuk menjelaskan konfigurasi electron dari atom karbon. diskusi : Konsep Kegiatan Alokasi Waktu (menit) B. • Siswa ditunjukan jenis-jenis atom karbon pada suatu senyawa karbon. • Siswa memperhatikan dan terlibat dalam demonstrasi tentang identifikasi atom C. • Siswa mengerjakan posttest yang diberikan oleh guru. • Siswa 2. dan O pada lilin. yang telah dilakukan. • Siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan demonstrasi tersebut. demonstrasi. sehingga siswa dapat terfokus pada pembelajaran yang akan dilaksanakan. • Guru menampilkan gambar yang berhubungan dengan pembelajaran hari ini. menyampaikan jawaban dari pertanyaanpertanyaan yang diberikan guru.langkah Pembelajaran mengecek kehadiran siswa. H. KTSP Kimia Kelas X 75 75 15 80 . Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan No 1.VI. karbon tertier. Penutup • Siswa merefleksikan proses pembelajaran yang telah dilakukan dan menyimpulkanya. • Siswa ditunjukan kemampuan karbon dalam membentuk empat buah ikatan kovalen. • Siswa menarik kesimpulan berdasarkan demonstrasi 3. Langkah. Pembelajaran inti • Siswa diperkenalkan mengenai senyawa organic di kehidupan sehari-hari.. karbon sekunder. Pembukaan : • Siswa menyampaikan salam pembuka dan guru 15 : Ceramah. karbon kuartener). Kegiatan Pembelajaran A. (karbon primer.

Agus S. KTSP Kimia Kelas X 81 . Sunarya. Y. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. (2009). Kepala SMA Santa Angela Bandung. ___________ Mengetahui. Bandung. Alat dan Bahan (Sumber) a. i. S.. Alat    : Papan tulis LCD Demonstration equipments and chemical materials.VII. Test tube Bent pipe Foam cork EQUIPMENTS Spatula 1 pcs Spirtus Stand and clamp 1 pcs 2 pcs 1 pcs 1 pcs Candle CHEMICAL MATERIA LS Lime water solution Copper (II) oxide b.Pd. Sumber:  Chang. Jakarta : Penerbit Erlangga. Wisnu A. M. OSU P.. Carolus B.D.Pd. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. Jakarta : Penerbit Erlangga. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr.   . e. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. Florentia Mujiyati. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. (2004). Boedisantoso.. R.

Menentukan nama senyawa alkana yang memiliki rantai lurus dan bercabang berdasarkan aturan tata nama IUPAC. Konfigurasi electron atom karbon Struktur lewis Reaksi oksidasi B. IV. 3. Menentukan nama senyawa alkana yang memiliki rantai lurus dan bercabang berdasarkan aturan tata nama IUPAC. II. Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat senyawa organik atas dasar gugus fungsi dan senyawa makromolekul. Menggambarkan struktur senyawa alkana. Indikator 1. Menentukan rumus umum dari senyawa alkana. 2. Materi Inti  Saturated aliphatic hydrocarbon In saturated aliphatic hydrocarbon compounds. V.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Hidrokarbon alifatik jenuh : 5 x 45 menit I. Menjelaskan konsep isomer dan aplikasi senyawa hidrokarbon dalam kehidupan seharihari. Menjelaskan konsep isomer dan aplikasi senyawa hidrokarbon dalam kehidupan sehari-hari. In other words. Menentukan rumus umum dari senyawa alkana. Uraian Materi Pembelajaran A. 4. 3. Kompetensi Dasar Mendeskripsikan kekhasan atom karbon dalam membentuk senyawa hidrokarbon. diharapkan siswa dapat: 1. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. Menggambarkan struktur senyawa alkana. Materi Prasyarat Kekhasan atom karbon. carbon atoms can be binding maximally hydrogen atoms. 2. a saturated aliphatic hydrocarbon compounds that are difficult to react KTSP Kimia Kelas X 82 . III. 4.

with the increasing number of carbon atoms then the number of cluster -CH2. Alkanes Alkanes structure The structure of alkanes and carbon compounds are generally used to be written in the form of a compressed structure formula. Main chain is the longest carbon chain of the hydrocarbon true C C C C C C C C C C C C C C false C C C C C C C C b. as shown below. If in a series of compounds there is as much difference between the total cluster –CH2.  Nomenclature of alkanes To determine the name of a compound we need to pay attention to some of the following: a. Alkyl group : a group which is the branching of the carbon chain with the general formula Cn Hn+1 C C C C C C C C C C C KTSP Kimia Kelas X 83 .sequentially so these compounds are homologous series. Number of Molecular C formula atoms 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 CH4 C2H6 C3H8 C4H10 C5H12 C6H14 C7H16 C8H18 C9H20 C10H22 Structure Name of alkane CH4 CH3-CH3 CH3-CH2-CH3 CH3-CH2-CH2-CH3 CH3-CH2-CH2-CH2-CH3 CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 methane ethane propane butane pentane hexane heptane octane nonane decane General formula of alkanes is Cn H2n+2 If seen in the table.also increases.

Order of naming the alkyl group : alkyl group is sorted by alphabetical order butyl – ethyl – isobutyl – isopropyl – methyl – propyl – sek-butyl – ter-butyl 8C 7C 6 C C 5 C C C 4 C 3 C 2 C C 1 5-ethyl–3–methyloctane  Isomers in alkanes Isomers are compounds that are different but have the same molecular formula. Naming. example : KTSP Kimia Kelas X 84 . tri(three groups). tetra-(four groups) followed by the name of alkyl group. alkyl group twin if there is more than one alkyl group the same group plus the writing of the name in-front of the word di-(two clusters). C 8 C 7 C 6 C 5 C C 4C C 3 C 2 C 1 C C 3. Numbering the parent chain branching : numbering the parent chain starting from the C atom closest to the branch C 8 C 7 C 6 C 5 C C C 4 C 3 C 2 C 1 C 1 C 2C C 3 C 4 C C C 5 C 6 C 7 C C 8 true false d.The names of the alkyl group on the alkanes main chain Struktur gugus -CH3 -CH2-CH3 -CH2-CH2-CH3 CH3-CH-CH3 -CH2-CH2-CH2-CH3 CH3-CH-CH2-CH3 -CH2-CH-CH3 CH3 CH3 -C-CH3 CH3 Nama Methyl Ethyl Propyl Isopropyl Butyl sec-butyl Isobutyl ter-butyl / butyl t- c.5-dietyloctane e.

lubricating oil. diskusi : Konsep Kegiatan Alokasi Waktu (menit) CH3 – CH – CH3 CH3 isobutane (2-metilpropana) (t. organic solvent. • Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan berlatih penamaan senyawa-senyawa hidrokarbon dan isomer dengan peragaan. • Siswa memperhatikan gambar struktur alkana secara umum. Kegiatan Pembelajaran A.langkah Pembelajaran sebelumnya mengenai kekhasan atom karbon agar pembelajaran hari ini lebih terfokus. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan No 1. has two structural isomers CH3 – CH2 – CH2 – CH3 n – butane (t.d : -0. the major material for petrochemical industries.5oC. t. • Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang tata nama senyawa hidrokarbon berdasarkan aturan IUPAC. the major material for alcohol and vinegar and other. • Siswa menyimpulkan rumus umum dari senyawa alkana. Alkanes compounds generally are obtained from the petroleum and natural gas manufactures.l : -135oC) C. • Siswa diberikan pertanyaan mengenai pelajaran 15 : Ceramah.l : -145oC) B. among other are as fuel. Pembelajaran inti • Siswa memperhatikan dan memahami tujuan pembelajaran yang disampaikan oleh guru. t. yang biasa ditemukan pada kehidupan sehari-hari. Langkah. KTSP Kimia Kelas X 85 90 . Pembukaan : • Siswa member salam dan guru memeriksa kehadiran siswa. Materi Pengayaan Uses of alkanes compounds in everyday life.d : -10oC. VI. • Siswa diperkenalkan mengenai senyawa-senyawa alkana 2.C4H10.

. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. ___________ Mengetahui. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. KTSP Kimia Kelas X 86 ..Pd. S. (2009). Sumber:    . Alat dan Bahan (Sumber) a. Jakarta : Penerbit Erlangga. b. OSU P. Alat   : Papan tulis LCD Chang. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. • Siswa mengerjakan posttest yang diberikan oleh guru. Jakarta : Penerbit Erlangga. Florentia Mujiyati. Kepala SMA Santa Angela Bandung. Penutup • Siswa merefleksikan seluruh kegiatan pembelajaran yang dilakukan hari ini dan menyusun kesimpulan. Sunarya. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr.D. 30 VII. Wisnu A.3. Boedisantoso. Y. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. M.. (2004). R. Agus S.Pd. Carolus B. Bandung.

KTSP Kimia Kelas X 87 . 4. Indikator 1. Konfigurasi electron atom karbon Struktur lewis Reaksi oksidasi B. Menentukan rumus umum dari senyawa alkena dan alkuna.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Hidrokarbon Alifatik Tak Jenuh : 4 x 45 menit I. Menentukan rumus umum dari senyawa alkena dan alkuna. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. Menentukan nama senyawa alkaena dan alkuna yang memiliki rantai lurus dan bercabang berdasarkan aturan tata nama IUPAC. 4. Menjelaskan konsep isomer dan aplikasi senyawa hidrokarbon tak jenuh dalam kehidupan sehari-hari. Menggambarkan struktur senyawa alkena dan alkuna. Materi Inti  Unsaturated aliphatic hydrocarbons Unsaturated hydrocarbons are hydrocarbons with one or more carbon atoms bind hydrogen atoms have no maximum or double bond (double or triple). Menentukan nama senyawa alkena dan alkuna yang memiliki rantai lurus dan bercabang berdasarkan aturan tata nama IUPAC. Menjelaskan konsep isomer dan aplikasi senyawa hidrokarbon tak jenuh dalam kehidupan sehari-hari. 3. IV. II. 2. 2. Uraian Materi Pembelajaran A. diharapkan siswa dapat: 1. Kompetensi Dasar Mendeskripsikan kekhasan atom karbon dalam membentuk senyawa hidrokarbon. Materi Prasyarat Kekhasan atom karbon. III. Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat senyawa organik atas dasar gugus fungsi dan senyawa makromolekul. Menggambarkan struktur senyawa alkanena dan alkuna. V. 3.

29. Molecular ber of formula C atom s 5.. 7 26. alkenes are compounds of homologous series. 5 18. the naming of alkene compounds. C7H14 27. C3H6 11. 3 10.CH2-CH2-CH3 24.40.  Nomenclature of alkenes In general. as shown below. 8 30. 33. General formula of alkanes CnH2n As with alkanes. 1heptene CH2=CH-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 32.CH2-CH2-CH3 28. 2 6. Alkene Alkene structure H C H C H H Structure of alkenes and carbon compounds are generally used to be written in the form of a compressed structure formula. C9H18 35. 37. C10H20 39. C8H16 31. C4H8 15. 1-decene CH3 8. Thus. C6H12 23. 1-octene CH2=CH-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 36. C2H4 7. 16. similar to the alkanes but the determination of the parent chain and the sequence of the parent chain of carbon atoms based on the position of unsaturated bond (double). 25. 17. C5H10 19. Name of alkane CH2=CH2 CH2=CH-CH3 CH2=CH-CH2-CH3 CH2=CH-CH2-CH2-CH3 ethene propene 1-butene 20. 1. 1nonene CH2=CH-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2. 13. 4 14. 9 34. 21. 6 22. Compounds in the homologous series have similar chemical properties. 1pentene CH2=CH-CH2-CH2. Structure 4. if there is more than one unsaturated bond in the one compound the writing of the name in-front of the KTSP Kimia Kelas X 88 . 3. example: Salah C 8 7C 6 C 5C 4C Benar C 3 C 2 C 1C 2C 3C 4C 5C C 6 C 7 C 8 C C C C C C 1 5-ethyl–3–methyl-7-octene 4-ethyl–6–methyl-1-octene  Naming of compounds that have multiple bonds of unsaturated. 1hexene CH2=CH-CH2-CH2. 9. 12. 1038. but the nature of physics that changed in line with increasing molecular mass. physical properties of alkenes and alkanes with similar physical properties. Num 2.

3. 49. 53.word di-(two clusters). c. H3C H CH3 C C C H H3C H trans-2-butene C CH3 H cis-2-butene The above two compounds is an isomer. tri-(three groups). Both compounds above said geometric isomers. Num42. b. 5 58. which is isomer that have different at the structure of compound.5-heptatriene  Isomer of alkene C note the following three hydrocarbon compounds : C C C C C C C C C C C a. 189 . • a and c are isomer structure. 57. if we draw b compound to the another form.  Alkyne alkyne structure H C C H Structure alkyne and carbon compounds are generally used to be written in the form of a compressed structure formula. C3H6 51. 3 50. as shown below. KTSP Kimia Kelas X 43. 1 C 2C C 3 C 4 C C 5 6C 7C C C 1. C • a and b are isomer position. 56. which is isomer that have different at the position of unsaturated bond. ethyne propyne 1-butyne 60. although both compounds butene but these compounds are different compounds. 4 54. tetra-(four groups) followed by the name of unsaturated bond. CCe p 55. Structure 44. 52. Name of alkane CH≡CH CH≡C-CH3 CH≡C-CH2-CH3 CH≡C-CH2-CH2-CH3 48. 2 46. Molecul ber of ar formula C atom s 45. 41. C2H4 47. C5H10 59.

65. 7 66. similar to the alkanes and alkenes but the determination of the main chain and the sequence of the parent chain of carbon atoms based on the position of unsaturated bond (triple). C10H20 79. c. the naming of alkyne compounds. C7H14 67. C6H12 63.CH2-CH2-CH3 CH≡C-CH2-CH2. C • a and b are isomer position.  Nomenclature of alkenes In general. alkenes are compounds of homologous series. CH≡C-CH2-CH2. C8H16 71. C9H18 75.3. Thus. 1hexyne 68. example: false 8 C 7 C 6 C 5 C 4C 3C 2 true C 1 C 2C 3C 4C 5C 6C C C C C C C C 7 1 C C 8 5-ethyl–3–methyl-7-octyne 4-ethyl–6–methyl-1-octyne • Naming of compounds that have multiple bonds of unsaturated. Compounds in the homologous series have similar chemical properties. which is isomer that have different at the structure of compound. 1heptyne 72. KTSP Kimia Kelas X 90 b. • a and c are isomer structure.pentyne 61. 73. 1078.CH2-CH2-CH3 CH≡C-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 CH≡C-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 64. which is isomer that have different at the position of . 77.5-heptatriyne  Isomer pada alkuna C C perhatikan ketiga senyawa hidrokarbon berikut : C C C C C C C C C C C C C C a. 1nonyne CH≡C-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 80. 1-octyne 76. 1 C 2 C 3 C 4 C 5 C 6 C 7 C C C 1. 1decyne General formula of alkyne CnH2n-2 As with alkanes. unsaturated bond. but the nature of physics that changed in line with increasing molecular mass. 69. physical properties of alkynes and alkanes with similar physical properties. 9 74. 6 62. 8 70.

Pembukaan : • Siswa membuka pelajaran dengan member salam dan guru memeriksa kehadiran siswa. • Siswa mempelajari dan memahami tujuan pembelajaran 2. • Siswa menyimpulkan rumus umum dari senyawa alkena dan alkuna berdasarkan struktur molekul yang telah ditunjukan. Ethene is used to make polyetene (polyethylene). siswa mempelajari konsep isomer yang terdapat pada senyawa alkena dan alkuna. diskusi : Konsep Kegiatan Alokasi Waktu (menit) B. This gas is a result of caride (CaC 2) reaction with water. yang akan dilakukan pada hari ini. KTSP Kimia Kelas X 91 90 15 : Ceramah.langkah Pembelajaran . • Dengan menggunakan molymood. Kegiatan Pembelajaran A. a plastic polymer. • Siswa mempelajari tata nama senyawa alkena dan alkuna berdasarkan aturan tata nama IUPAC. and to make alcohol in industries.  Ethyne can be used to speed up fruites ripening. Langkah. • Siswa diberikan pertanyaan mengenai pelajaran sebelumnya mengenai senyawa alkana. • Siswa diberikan beberapa contoh nama senyawa alkena dan alkuna.C. Ethyne is used to make vinylchloride (CH2=CHCl) which is the monomer in making polyvinyl chloride (PVC). VI. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan No 1. styrene. Pembelajaran inti • Siswa memperhatikan struktur senyawa alkena dan alkuna. Ethene is also used to make ethylene glicol. Materi Pengayaan  Uses of One of alkene compounds that have benefit is ethene. an additive to petrol). kemudian menggambarkan struktur senyawasenyawa tersebut. • Siswa mengerjakan latihan yang diberikan oleh guru. chloroethane (used to make TEL.

(2009). 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. Boedisantoso. Kepala SMA Santa Angela Bandung. R.. Sumber:    . Alat dan Bahan (Sumber) a. VII. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. Jakarta : Penerbit Erlangga. (2004). KTSP Kimia Kelas X 92 . ___________ Mengetahui. Sunarya. OSU P. • Siswa mengerjakan posttest yang diberikan oleh guru.. suatu struktur yang diberikan oleh guru. Agus S. Florentia Mujiyati. Jakarta : Penerbit Erlangga. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. Carolus B. Alat   : Papan tulis LCD Chang. Y. Bandung.Pd.. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Wisnu A. 30 b.D.Pd. S.• Siswa mengerjakan latihan penulisan isomer-isomer dari 3. M. Penutup • Siswa merefleksikan seluruh kegiatan pembelajaran yang sudah dilakukan dan membuat kesimpulanya.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Sifat-Sifat Senyawa Hidrokarbon : 4 x 45 menit I. Menjelaskan reaksi eliminasi dalam senyawa hidrokarbon. 6. Hydrocarbon compounds. Menjelaskan reaksi kimia yang terjadi pada senyawa hidrokarbon (reaksi oksidasi. diharapkan siswa dapat: 1. Chemical bond 2. Menjelaskan reaksi substitusi dalam senyawa hidrokarbon. 3. Menjelaskan kecenderungan sifat fisik dari senyawa hidrokarbon. dan reaksi eliminasi). Menjelaskan kecenderungan sifat fisik dari senyawa hidrokarbon. Special characteristic of atomic carbon. Uraian Materi Pembelajaran D. Materi Prasyarat 1. 4. IV. 2. II. 4. Menjelaskan reaksi addisi dalam senyawa hidrokarbon. Materi Inti 1. Indikator 1. Physical properties KTSP Kimia Kelas X 93 . Kompetensi Dasar Mendeskripsikan kekhasan atom karbon dalam membentuk senyawa hidrokarbon. 2. reaksi substitusi. Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat senyawa organik atas dasar gugus fungsi dan senyawa makromolekul. reaksi addisi. III. Menjelaskan reaksi oksidasi dalam senyawa hidrokarbon. Menjelaskan pengertian dari sifat fisik dan sifat kimia. 3. 5. V. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. Physical and chemical properties E.

Chemical properties Chemical properties of hydrocarbon : a. 98.7 118. 94.5 -183. with the increasing number of carbon atoms then the number of cluster -CH2. Boiling Point (° C) 128. 72 139. or there is soot. 86 117. 91. 10 127. 93. 106. 36 134. 95. 36. 136. Phase (25°C) gas gas gas gas 86. Molecular 82. especially chlorine. 26 141. 135. Structure 122. 90. Example : KTSP Kimia Kelas X 94 3CO2 + 4 H2O Incomplete oxidation is produce of CO and H2O. 92. 103. Melting Point (°C) -182. liquid 115. 2. 100.4 109. 121. 133.6 -42. Mr 16 30 44 58 83. liquid If seen in the table.4 85.7 114. Formula CH4 C2H6 C3H8 C4H10 87. Compounds in the homologous series have similar chemical properties. . 124. 125.5 -88. burning reaction of propane : C3H8 + 5O2 b. liquid 120. 72 112. 99. One of important substitution reaction of alkane is halogenation. 98. -129. If in a series of compounds there is as much difference between the total cluster –CH2. 142. 126.1 -0.3 119. 129.5 84. alkenes and alkynes are compounds of homologous series. Branched hydrocarbons having a boiling point and melting point lower than the hydrocarbon compounds that are not branched.7 -138. 72 132. 101. 138. Substitution reaction Substitution reaction is an atoms or groups of atoms replacement reaction with another atom or groups of atom. but the nature of physics that changed in line with increasing molecular mass. C7H16 107. 88. that is replacement of H atom with halogen atom. 137. As with alkanes. 105.1 113. C6H14 116. C5H12 111. 72 131.Homologous Series 81. 96. 140. 102.sequentially so these compounds are homologous series. 68. Boiling Point (°C) -161.6 110. 104. 89. 130. Oxidation reaction Oxidation reaction is also called as burning reaction. 97.also increases. For example. Mr 123. -90. -95. Complete oxidation of alkane is produce of CO2 and H2O. 100 108.3 -189.

In the addition reaction.V Markovnikoff (1838-1904) made rule that is called Markofnikoff Rule: “If HX react with asymmetric multiple bond so the main result (A) (B) KTSP Kimia Kelas X 95 .H H− C−H + Cl2 H c. CH2 = CH-CH3 + Cl2 CH2Cl-CHCl-CH3 1. from experiment by V. halogens (X2). the main result is 2-bromopropane (look the B track. from the reaction above. Elimination reaction H H− C−Cl + HCl H In elimination reaction. Halogens addition to alkenes will result in dihaloalkenes.2-dicloropropane 3) Halides acid addition (hydrohalogenation). Addition reaction Addition reaction can only happen in compounds with double or triple bonds. C2H4 + H2 Pt/Ni Ni/Pt CH3-CH=CH-CH3 + H2 ∆ H2SO4 CH2=CH2 + H2O C2H6 2) Halogens addition to alkenes. CH2=CH2 + HCl CH3−CH2Cl In asymmetric alkenes produced some possibility addition result as the following. Hydrogen addition to alkenes will form alkanes. Example : CH3-CH2-CH2-CH3 CH2-CH3 OH d. and a hydrogen halide (HX). single bond compounds will change into multiple bonds by releasing small molecules. Elimination reaction is a reverse of addition reaction. This reaction to symmetric alkenes is produce one product. Example : 1) Hydrogen addition to alkenes. Usually addition reaction in alkenes include reaction with hydrogen (H2). CH3−CHBr−CH3 2-bromopropane CH2= CH-CH3 + HBr CH2Br−CH2−CH3 1-bromopropane In reality. the multiple bond compounds receive atoms or groups of atoms so that the bond change into single bond.

• Siswa menuliskan judul pembelajaran di media presentasi. Kegiatan Pembelajaran A. • Siswa diberikan informasi mengenai tujuan pembelajaran 2.is molecule with H atom adding to C atom with multiple bond which have many H atom. (reaksi oksidasi senyawa hidrokarbon) siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai reaksi oksidasi pada senyawa hidrokarbon. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan No 1. KTSP Kimia Kelas X 96 .” VI. diskusi : Konsep Kegiatan Alokasi Waktu (menit) B. Pembukaan : • Siswa member salam pembuka dan guru memeriksa absen siswa. • Siswa diberikan pertanyaan-pertanyaan oleh guru. Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai sifat fisik dan kecenderunganya pada deret hidrokarbon. hari ini. Pembelajaran inti (sifat fisik senyawa hidrokarbon) Siswa memperhatikan tabel sifat fisik senyawa hidrokarbon yang ditampilkan oleh guru. Siswa menyampaikan pertanyaan sesuai dengan 90 15 : Ceramah. Siswa menuliskan persamaan reaksi oksidasi berdasarkan penjelasan yang telah diberikan. yang berkaitan dengan senyawa hidrokarbon agar pembelajaran lebih terfokus. Langkah.langkah Pembelajaran penjelasan tersebut. Siswa membuat pertanyaan dan pernyataan mengenai tabel yang ditunjukan oleh guru.

(Demonstrasi) Siswa memperhatikan demonstrasi reaksi addisi gas asetilena. - Siswa membuat pertanyaan berdasarkan penjelasan tersebut. Siswa menuliskan persamaan reaksi eliminasi berdasarkan penjelasan yang telah diberikan. Siswa membuat pertanyaan berdasarkan penjelasan tersebut. (reaksi addisi senyawa hidrokarbon) Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai reaksi eliminasi pada senyawa hidrokarbon. Siswa membuat pertanyaan berdasarkan penjelasan tersebut. Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai persamaan reaksi oksidasi. Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai persamaan reaksi oksidasi. Siswa membuat pertanyaan berdasarkan penjelasan tersebut. Siswa menuliskan persamaan reaksi eliminasi berdasarkan penjelasan yang telah diberikan. Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai persamaan reaksi oksidasi. (reaksi eliminasi senyawa hidrokarbon) Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai reaksi eliminasi pada senyawa hidrokarbon. Siswa menuliskan persamaan reaksi substitusi berdasarkan penjelasan yang telah diberikan. (reaksi substitusi senyawa hidrokarbon) siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai reaksi substitusi pada senyawa hidrokarbon.- Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai persamaan reaksi oksidasi. KTSP Kimia Kelas X 97 .

Florentia Mujiyati.Tugas kelompok. Agus S. Sumber:    . Wisnu A.Pd. Jakarta : Penerbit Erlangga. Siswa memperhatikan materi animasi mengenai pembuatan etena. Mudah dan Aktif Belajar Kimia.. Alat dan Bahan (Sumber) a. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. Alat   : Papan tulis LCD Chang.. • Siswa mengerjakan posttest yang diberikan oleh guru. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. (2009). Kepala SMA Santa Angela Bandung. Boedisantoso. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. Aspek yang dinilai : Pengetahuan . Carolus B. M.Pd. IX. R.D. Lembar pengamatan Afektif dan Psikomotorik Bandung. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. Jenis Penilaian : Penilaian Proses dan Penilaian hasil d. Teknik Penilaian : Tes / Assessment (waktu 2x45) . Sikap dan Psikomotorik c. S. VII. ___________ Mengetahui. OSU P.. 30 b. • Siswa menuliskan reaksi kimia yang terjadi pada animasi 3. (2004). Jakarta : Penerbit Erlangga. Sunarya. tersebut.- Siswa menuliskan reaksi kimia berdasarkan demonstrasi tersebut. Penutup • Siswa merefleksikan seluruh kegiatan pembelajaran dan membuat kesimpulan. pengamatan perilaku b. Y. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. Bentuk Instrumen : Soal. pengamatan kerja. Penilaian a. KTSP Kimia Kelas X 98 .

gas alam dan batu bara. b.sifat fisis Titik leleh. C1 – C4 berwujud gas. Analisis Materi Pelajaran A.suku nerikutnya berwujud cair dan suku – suku tinggi berwujud padat. Menjelaskan proses pengolahan minyak bumi. gas alam dan batu bara. Materi Prasyarat Sifat – sifat Hidrokarbon a. Contoh: reaksi pembakaran propana C3H8 + 5O2 2. dan massa jenis alkana. IV. Pada suhu kamar (25oC). sifat.sifat kimia 1. b. Indikator a. III. alkena dan alkuna. II. Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat senyawa organik atas dasar gugus fungsi dan senyawa makromolekul. Di antara senyawa – senyawa berisomer. Menjelaskan proses pembentukan minyak bumi. c. Menyebutkan komposisi minyak bumi. titik didih. Kompetensi Dasar Menjelaskan proses pembentukan dan teknik pemisahan fraksi – fraksi minyak bumi serta kegunaannya. Substitusi 3CO2 + 4 H2O KTSP Kimia Kelas X 99 . Semua hidrokarbon sukar larut dalam air dan lebih mudah larut dalam pelarut yang nonpolar seperti tetraklorometana (CCl4). alkena dan alkuna meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah atom karbon dalam molekul.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/2 : Minyak Bumi dan petrokimia : 6 x 45 menit I. Pembakaran sempurna hidrokarbon menghasilkan CO2 dan H2O. suku. Pembakaran Reaksi pembakaran dapat terjadi pada alkana. Sifat. isomer bercabang mempunyai titik leleh dan titik didih yang lebih rendah.

Penggantian atom H oleh atom atau gugus lain disebut reaksi substitusi. 3. komposisi gas alam. 4. Salah satu reaksi substitusi alkana adalah halogenasi. dan berbagai senyawa karbon yang mengandung oksigen. seangkan hasilnya disebut polimer. B. Dengan meningkatnya tekanan dan suhu. Dan juga terdapat berbagai gas lain seperti karbon dioksida dan hidrogen sulfida. 2. Pengolahan (pemurnian = refining) minyak bumi dilakuikan melalui destilasi bertingkat. bakteri anaerob menguraikan sisa. Adisi Adisi merupakan reaksi penjenuhan ikatan rangkap. khususnya klorin. Perengkahan alkana menghasilkan alkena. Pembentukan minyak bumi. Perengkahan Perengkahan ialah pemutusan rantai karbon menjadi potongan – potongan yang lebih pendek. gas alam dan batu bara Minyak bumi. etana. Perengkahan terjadi pada alkana bila dipanaskan pada suhu dan tekanan tinggi tanpa oksigen. gas alam dan batu bara berasa dari pelapukan sisa – sisa organisme sehingga disebut bahan bakar fosil. Minyak bumi dan gas alam diduga berasal dari jasad renik lautan. Sedangkan batu bara dipercaya berasal dari pohon – pohon dan pakis yang terkubur sekitar tiga juta tahun yang lalu. kemudian tertutup lumpur an lambat laun berubah menjadi batuan.Reaksi substitusi hanya terjadi pada alkana. niotrogen dan belerang. minyak bumi dan batu bara Komposisi gas alam alakan suku rerndah. Materi yang Dikembangkan Minyak dan Gas Bumi 1. baik tumbuhan maupun hewan. propana dan butana dengan metana sebagai komponen utamanya. Sisa – sisa organisme itu mengendap di dasar lautan. 3. sehingga adisi hanya dapat terjadi pada alkena dan alkuna. yaitu penggantian atom H alkana dengan atom halogen. yaitu metana. Minyak bumi merupakan suatu campuran kompleks yang sebagian besar terdiri atas hidrokarbon. 5. Hidrokarbon yang etrdapat dalam minyak bumi utama adalah alkana kemudian sikloalkana. sedikit alkena. KTSP Kimia Kelas X 100 . Molekul sederhana yang mengalami polimerisasi disebut monomer. Komponen lainnya adalah hidrokarbon aromatik.sisa jasad renik tersebut dan mengubahnya menjadi minyak dan gas. Batu bara mengandung hidrokarbon suku tinggi dan juga mengandung senyawa belerang. Polimerisasi Polimerisasi merupakan penggabungan molekul-molekul sederhana menjadi molekul besar. Pengolahan minyak bumi Minyak bumi biasanya terdapat 3 – 4 km di bawah permukaan dan diperoleh dengan membuat sumur bor. dimana minyak mentah dipisahkan ke dalam kelompok – kelompok dengan rentang titik didih tertentu.

dan diberi nilai oktan 100. dan pertamax plus. 4. 5. yaitu isooktana dan n-heptana. sedangkan n-heptana menghasilkan ketukan paling banyak dan diberi nilai oktan nol. nilai oktan bensin harus ditingkatkan melalui Nafta merupakan fraksi ringan dari minyak bumi yang mengandung C6 . seperti plastik. pestisida detergen. 6. V.C10. Kegiatan Pembelajaran A. Nafta n-heptana (nilai oktan = 0) Sebelum digunakan sebagai bahan bakar. suhu semakin rendah sehingga setiap kali komponen dengan titik didih lebih tinggi naik. obat-obatan. Komponen yang titik didihnya lebih tinggi akan tetap berupa cairan dan turun ke bawah sednagkan yang titik didihnya labih rendah akan menguap dan naik ke bagian atas melalui sungkuo gelembung. kemudian dialirkan ke dalam menara fraksionasi dimana akan terjadi pemisahan berdasarkan perbedaan titik didih. semakin baik mutu bensin dan semakin tinggi nilai oktannya. Gas alam digunakan terutama sebagai bahan bakar dan sebagai sumber hidrogen dan sebagai bahan dasar untuk berbagai jenis industri. Isooktana (nilai oktan = 100) reforming atau zat anti ketukan. Ketiganya mempunyai mutu dan prilaku berbeda yang dikaitkan dengan jumlah ketukan yang ditimbulkannya dan dinyatakan dengan nilai oktan. Bensin Bensin adalah salah satu jenis bahan bakar minyak yang diamksudkan untuk kendaraan bermotor. Sehingga komponen yang mencapai puncak menara adalah komponen yang suhu kamar berupa gas. serat sintesis. Semakin ke atas. Pendekatan dan Metode Metode : Diskusi dan Presentasi kelompok Pendekatan : Konsep KTSP Kimia Kelas X 101 . Isooktana menghasilkan ketukan paling sedikit. kosmetik dan sebagai pelarut. digunakan sebagai banhan baku berbagai industri.Pengolahan minyak bumi dimulai dengan memanaskan minyak mentah pada suhu sekitar 400oC. Bensin tersedia atas tiga jenis yaitu premium. Untuk menentukan nilai oktan. nilon. Gas alam Gas alam sebagian besar terdiri atas metana. ditetapkan dua janis senyawa sebagai pembanding. akan mengembun dan terpisah sedangkan komponen yang titik didihnya lebih rendah akan terus naik ka bagian yang lebih atas lagi. Semakin tinggi ketukan. karet sintesis. pertamax.

langkah Pembelajaran No 1. LKS yang sesuai dengan tema yang dipresentasikan. Siswa mengerjakan tugas materi sebelumnya dan diperiksa oleh guru. b. Kegiatan Inti 1. c. 2. 2. Perwakilan siswa dalam masing – masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompok. 4. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai diskusi kelompok yang akan dilaksanakan.B. Siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan guru mengenai: Sifat-sifat fisis dan kimia hidrokarbon. Siswa mengerjakan LKS kelompok dengan cara berdiskusi. Siswa diberi tugas di rumah untuk mengerjakan latihan pada buku Kimia SMA Kelas X dan membaca materi berikutnya. Langkah. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai tema dan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan. 3. Siswa dibagi ke dalam 8 kelompok dan diberi tema yang berbeda-beda tiap kelompok. 30 45 60 60 45 30 Kegiatan Alokasi Waktu (menit) KTSP Kimia Kelas X 102 . Pembukaan: • Apersepsi: a. 5. Siswa mendiskusikan tema masing – masing di dalam kelompok. 6. Penutup • • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai minyak bumi dan gas alam dan dikuatkan kembali oleh guru. Siswa dalam kelompok lain menyimak dan mengerjakan 3.

23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr... Alat dan Bahan (Sumber) a. KTSP Kimia Kelas X 103 . Y. Bandung.Pd. b. OSU P. (2004). S. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung.. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Agus S. Jakarta : Penerbit Erlangga. M. R. Boedisantoso.Pd. ___________ Mengetahui. (2009). Sumber:    . Kepala SMA Santa Angela Bandung. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. Florentia Mujiyati. Carolus B. Alat   : Papan tulis LCD Chang. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X.VI. Jakarta : Penerbit Erlangga. Wisnu A.D. Sunarya.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.