ISO 9001 : 2008 Cert. No.

47484/A/0001/UK/En

KTSP
KIMIA
X

TAHUN PELAJARAN 2012 - 2013 SMA SANTA ANGELA JL. MERDEKA 24 BANDUNG
http://\www.santa-angela.sch.id

HALAMAN PENGESAHAN

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan untuk mata pelajaran KIMIA di kelas X ini telah disetujui pada: Hari Tanggal : __________________ : __________________

Yang menyetujui, Kepala Sekolah SMA Santa Angela

Sr. Florentia Mujiati, OSU.

2

A. Pendahuluan
Kita menyadari bahwa kemajuan suatu bangsa akan semakin bergantung pada tingkat sumber daya manusia dan bukan sumber daya alamnya. Oleh karena itu, dalam mengahadapi era globalisasi yang semakin meluas, sistem pendidikan kita harus segera diperbaiki agar dapat menghasilkan manusia cerdas, mandiri, dan dapat bersaing di tingkat internasional. Dalam kaitan itu, salah satu upaya yang dilakukan pemerintah yaitu membenahi kurikulum sekolah dasar dan menengah yang tertuang dalam Peraturan Menteri Penididikan Nasional Republik Indonesia Nomor 22 dan 23 Tahun 2006 tentang standar isi dan standar kompetensi lulusan. Dalam kegiatan pembelajaran Kimia di sekolah, siswa harus aktif dalam membangun pengetahuannya, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator. Selain ranah kognitif, dalam pembelajaran Kimia juga menuntut kompetensi siswa dalam ranah psikomotorik dan afektif. Siswa tidak saja harus mengetahui fakta, konsep atau prinsip tetapi juga harus terampil menerapkan pengetahuannya dalam menghadapi masalah kehidupan dan teknologi. Ciri ilmu kimia sebagai ilmu yang berlandaskan praktik dan eksperimen, siswa tidak cukup dengan merasa mengerti tetapi sungguh-sungguh harus dapt mempraktikannya dalam menyelesaikan soal, memecahkan masalah, atau melakukan suatu ketrampilan ilmiah.

B. Visi dan Misi
VISI Komunitas pembelajar yang kritis, kreatif, dan inovatif dalam mengintegrasikan ilmu, iman, dan nilai-nilai kemanusiaan seturut semangat Santa Angela. MISI 1. Sebagai lembaga pendidikan ( institute of education ), sekolah Ursulin menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas dan terpadu, menyiapkan persertta didik ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan siap bermasyarakat. 2. Sebagai komunitas pembelajar ( community of learning ), sekolah Ursulin mengembangkan potensi dan keterampilan secara kritis, kreatif, dan inovatif. 3. Sebagai sekolah Katolik ( Catholic School), sekolah Ursulin menanamkan semangat Santa Angela pada setiap pribadi agar dapat mengintegrasikan ilmu, iman, dan nilai-nilai kemanusiaan untuk menjawab tantangan zaman dan mewujudnyatakan SERVIAM dalam kehidupan sehari-hari. 4. Sebagai sekolah Ursulin Indonesia ( Ursuline School in Indonesia ), sekolah Ursulin menanamkan kecintaan pada budaya, bangsa, dan tanah air Indonesia dengan menghargai pluraritas budaya dan agama, serta membangun kepedulian terhadap sesama dan alam ciptaan. KTSP Kimia Kelas X 1

Peningkatan potensi. minat. emosional. kurikulum harus memuat keragaman tersebut untuk menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan pengembangan daerah. dan keragaman karakteristik lingkungan. dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik Pendidikan merupakan proses sistematik untuk meningkatkan martabat manusia secara holistik yang memungkinkan potensi diri (afektif. 3. kognitif. Tuntutan pembangunan daerah dan nasional Dalam era otonomi dan desentralisasi untuk mewujudkan pendidikan yang otonom dan demokratis perlu memperhatikan keragaman dan mendorong partisipasi masyarakat dengan tetap mengedepankan wawasan nasional. 4. psikomotor) berkembang secara optimal. keduanya harus ditampung secara berimbang dan saling mengisi. Mengembangkan kompetensi kognitif. kecerdasan intelektual. sosial. baik di Indonesia maupun di tingkat Internasional. Acuan Operasional Penyusunan KTSP Pendidikan Kimia di SMA Santa Angela KTSP disusun dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut. Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan Daerah memiliki potensi. Mempersiapkan peserta didik untuk penguasaan materi yang dibutuhkan di Perguruan Tinggi 2. kebutuhan. Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia Keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia menjadi dasar pembentukan kepribadian peserta didik secara utuh. kurikulum disusun dengan memperhatikan potensi. Tujuan Pendidikan Kimia di SMA Santa Angela Kegiatan pembelajaran kimia di SMA Santa Angela memiliki tujuan pendidikan sebagai berikut: 1. dan kinestetik peserta didik. Kurikulum disusun yang memungkinkan semua mata pelajaran dapat menunjang peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia. 1. tantangan. C.5. ( International Ursuline ). kecerdasan. 2. psikomotorik dan efektif peserta didik D. Oleh karena itu. Membangun motivasi peserta didik dalam kegiatan pembelajaran kimia di kelas 3. tingkat perkembangan. Untuk itu. KTSP Kimia Kelas X 2 . spritual. khususnya di Asia Pasifik. Sebagai bagian dari Ursulin Internasional. Masing-masing daerah memerlukan pendidikan sesuai dengan karakteristik daerah dan pengalaman hidup sehari-hari. sekolah Ursulin Indonesia meningkatkan kerja sama dengan alumni dan sekolah-sekolah Ursulin. Sejalan dengan itu.

kurikulum perlu memuat kecakapan hidup untuk membekali peserta didik memasuki dunia kerja. tujuan. Penghayatan dan apresiasi pada budaya setempat harus terlebih dahulu ditumbuhkan sebelum mempelajari budaya dari daerah dan bangsa lain. Agama Kurikulum harus dikembangkan untuk mendukung peningkatan iman dan taqwa serta akhlak mulia dengan tetap memelihara toleransi dan kerukunan umat beragama. Hal ini sangat penting terutama bagi satuan pendidikan kejuruan dan peserta didik yang tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Kondisi sosial budaya masyarakat setempat Kurikulum harus dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik sosial budaya masyarakat setempat dan menunjang kelestarian keragaman budaya. Pendidikan harus terus menerus melakukan adaptasi dan penyesuaian perkembangan IPTEKS sehingga tetap relevan dan kontekstual dengan perubahan. Perkembangan ilmu pengetahuan. Dinamika perkembangan global Pendidikan harus menciptakan kemandirian. 12. 9. teknologi. dan seni Pendidikan perlu mengantisipasi dampak global yang membawa masyarakat berbasis pengetahuan di mana IPTEKS sangat berperan sebagai penggerak utama perubahan. Pergaulan antar bangsa yang semakin dekat memerlukan individu yang mandiri dan mampu bersaing serta mempunyai kemampuan untuk hidup berdampingan dengan suku dan bangsa lain. kurikulum harus mendorong berkembangnya wawasan dan sikap kebangsaan serta persatuan nasional untuk memperkuat keutuhan bangsa dalam wilayah NKRI. Oleh sebab itu. 6. dan seni. Oleh karena itu. dan ciri khas satuan pendidikan. KTSP Kimia Kelas X 3 . yang sangat penting ketika dunia digerakkan oleh pasar bebas. baik pada individu maupun bangsa. Oleh karena itu. muatan kurikulum semua mata pelajaran harus ikut mendukung peningkatan iman. 7.5. kondisi. Karakteristik satuan pendidikan Kurikulum harus dikembangkan sesuai dengan visi. kurikulum harus dikembangkan secara berkala dan berkesinambungan sejalan dengan perkembangan Ilmu pengetahuan. 10. Tuntutan dunia kerja Kegiatan pembelajaran harus dapat mendukung tumbuh kembangnya pribadi peserta didik yang berjiwa kewirausahaan dan mempunyai kecakapan hidup. Oleh karena itu. 11. Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan Pendidikan diarahkan untuk membangun karakter dan wawasan kebangsaan peserta didik yang menjadi landasan penting bagi upaya memelihara persatuan dan kesatuan bangsa dalam kerangka NKRI. misi. taqwa dan akhlak mulia. 8. Kesetaraan Jender Kurikulum harus diarahkan kepada terciptanya pendidikan yang berkeadilan dan memperhatikan kesetaraan jender. teknologi.

1 Mendeskripsikan kekhasan atom karbon dalam membentuk senyawa hidrokarbon.2 Menggolongkan senyawa hidrokarbon berdasarkan strukturnya dan hubungannya dengan sifat senyawa.1 Mengidentifikasi sifat larutan non-elektrolit dan dalam 2.E.1 Memahami struktur atom berdasarkan teori atom sifat-sifat periodik unsur. massa atom relatif. dan ikatan logam serta hubungannya dengan sifat fisika senyawa yang terbentuk.3 Menjelaskan proses pembentukan dan teknik pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi serta kegunaannya F. Penentuan Standar Ketuntasan Minimal Per Kompetensi Dasar Dan Indikator Satuan Pendidikan KTSP Kimia Kelas X : SMA St. serta reaksi oksidasi-redukasi. 4. Memahami struktur atom. 4.2 Menjelaskan perkembangan konsep reaksi oksidasireduksi dan hubungannya dengan tata nama senyawa serta penerapannya. 4. hukum-hukum dasar kimia melalui percobaan serta menerapkan konsep mol dalam menyelesaikan perhitungan kimia. 1. sifat-sifat unsur. Semester 2 Standar Kompetensi 3. ikatan koordinasi. Bohr. melalui pemahaman konfigurasi elektron.1 Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan kimia dan kimia organik sederhana serta persamaan reaksinya.2 Membandingkan proses pembentukan ikatan ion. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar X. X. 3. ikatan kovalen. 4. Kompetensi Dasar 3. 1. penerapannya hukum-hukum 2. Memahami sifat-sifat senyawa organik atas dasar gugus fungsi dan senyawa makromolekul.Memahami dasar perhitungan (stoikiometri). Angela 4 . Memahami sifat-sifat larutan non-elektrolit dan elektrolit. dan sifatsifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya.2 Membuktikan dan mengkomunikasikan berlakunya elektrolit berdasarkan data hasil percobaan. dan ikatan kimia. Semester 1 Standar Kompetensi Kompetensi Dasar 1. 2.

4. Angela 5 KKM Kompetensi Dasar / Indikator Inteks Siswa Kompleksifitas .2 Menjelaskan perkembangan konsep reaksi oksidasireduksi dan hubungannya dengan tata nama senyawa serta penerapannya. 3. ikatan kovalen.2 Menggolongkan kekhasan senyawa atom karbon dalam 65 67 65 68 60 65 65 65 65 66 64 65 65 60 70 65 membentuk senyawa hidrokarbon. Rincian Minggu Efektif Satuan Pendidikan KTSP Kimia Kelas X : SMA St.2 Membuktikan dan mengkomunikasikan berlakunya hukum-hukum dasar kimia melalui percobaan serta menerapkan konsep mol dalam menyelesaikan perhitungan kimia. Penentuan Standar Ketuntasan Belajar Minimal Kriteria Penentuan KKM Sumber Daya Pendukung 1. dan sifat-sifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya. massa atom relatif.Mata Pelajaran Kelas Tahun Pelajaran : KIMIA : X : 2012 -2013 2. 3. 4.2 Membandingkan proses pembentukan ikatan ion.1 Mendeskripsikan 4.1 Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana serta persamaan reaksinya.1 Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr. sifat-sifat unsur. dan ikatan logam serta hubungannya terbentuk. hidrokarbon berdasarkan strukturnya dan hubungannya dengan sifat senyawa.1 Mengidentifikasi sifat larutan non-elektrolit dan 65 65 65 65 67 60 65 64 65 65 65 65 dengan sifat fisika senyawa yang 66 65 67 66 melalui pemahaman konfigurasi 60 68 70 66 elektrolit berdasarkan data hasil percobaan. elektron. 2. ikatan koordinasi. 1.3 Menjelaskan proses pembentukan dan teknik pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi serta kegunaannya G. 2.

Jumlah minggu JUMLAH MINGGU NO 1 2 3 4 5 6 Juli Agustus September Oktober November Desember Jumlah 2. Jumlah jam efektif 21 minggu x 3 jam / minggu = 63 jam Bandung. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. Keterangan jumlah minggu tidak efektif NO 1 2 3 MOS Libur lebaran Libur semester Jumlah 3. S. ___________ Mengetahui.D. Carolus B.Pd. Jumlah minggu efektif Jumlah minggu kalender – jumlah minggu tidak efektif = 20 minggu 4.Mata Pelajaran Kelas Semester Tahun Pelajaran : Kimia : X : 1 : 2012 -2013 1. Boedisantoso. Florentia Mujiyati. KTSP Kimia Kelas X 6 . 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia KEGIATAN JUMLAH MINGGU 1 1 4 6 BULAN KALENDER 4 5 4 4 4 5 26 TIDAK EFEKTIF 3 1 0 0 0 2 6 EFEKTIF 1 4 4 4 4 3 20 Sr. Kepala SMA Santa Angela Bandung. OSU P. M. Wisnu A.Pd.

Pd. PROGRAM TAHUNAN KTSP Kimia Kelas X 7 . Carolus B. OSU P. Boedisantoso. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia JUMLAH MINGGU 1 1 2 4 8 BULAN KALENDER 4 4 5 4 5 4 26 TIDAK EFEKTIF 1 0 2 2 1 2 8 EFEKTIF 3 4 3 2 4 2 18 Sr. Florentia Mujiyati. Angela : Kimia : X : 2 : 2012 -2013 1. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung.Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas Semester Tahun Pelajaran : SMA St. Jumlah minggu efektif Jumlah minggu kalender – jumlah minggu tidak efektif = 18 minggu 4. Keterangan jumlah minggu tidak efektif NO 1 2 3 4 KEGIATAN Libur Paskah Ujian nasional Ujian sekolah Libur semester Jumlah 3. Jumlah jam efektif 20 minggu x 3 jam / minggu = 60 jam Bandung.D. Kepala SMA Santa Angela Bandung. Wisnu A. Jumlah minggu JUMLAH MINGGU NO 1 2 3 4 5 6 Januari Pebruari Maret April Mei Juni Jumlah 2. M.Pd. S. ___________ Mengetahui.

Wisnu A.1 8 jam 2. Kepala SMA Santa Angela Bandung. ikatan kovalen. 1.D. S.Pd. 23 Juli 2012 Guru Mata Pelajaran Kimia Sr.2 4.2 20 jam 63 jam 6 jam 18 jam 6 jam 24 jam 6 jam 60 jam 123 jam Dibuat oleh 2 3. Membandingkan proses pembentukan ikatan ion. Carolus B. dan ikatan logam serta hubungannya dengan sifat fisika senyawa yang terbentuk. ikatan koordinasi. Boedisantoso. Angela : KIMIA : X : 2012 -2013 SMT NO TPU/KONSEP/TEMA/TOPIK/KOMPETENSI DASAR Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr. Menjelaskan perkembangan konsep reaksi oksidasi.Pd.1 15 jam 1. Jumlah Alokasi Waktu 1. KTSP Kimia Kelas X 8 .3 Mengidentifikasi sifat larutan non-elektrolit dan elektrolit berdasarkan data hasil percobaan. ___________ Mengetahui. massa atom relatif.2 4.1 4. M. Florentia Mujiyati.Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas Tahun Pelajaran : SMA St. dan sifat-sifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya. Menggolongkan senyawa hidrokarbon berdasarkan strukturnya dan hubungannya dengan sifat senyawa. Menjelaskan proses pembentukan dan teknik pemisahan fraksifraksi minyak bumi serta kegunaannya.2 20 jam 2. melalui pemahaman konfigurasi elektron. Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana serta persamaan reaksinya. Membuktikan dan mengkomunikasikan berlakunya hukumhukum dasar kimia melalui percobaan serta menerapkan konsep mol dalam menyelesaikan perhitungan kimia. OSU P. Mendeskripsikan kekhasan atom karbon dalam membentuk senyawa hidrokarbon. sifat-sifat unsur. Jumlah Jumlah Bandung. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung.1 3.reduksi dan hubungannya dengan tata nama senyawa serta penerapannya.

Membandingkan proses pembentukan ikatan ion. massa atom relatif. 20 2 3 3 3 3 3 3 KTSP Kimia Kelas X 9 . melalui pemahaman konfigurasi elektron. dan sifat-sifat periodik unsur 1 dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya.PROGRAM SEMESTER Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas Semester Tahun Pelajaran WaktuAlokasi JULI 1 2 3 4 : : : : : SMA St. 3 ikatan koordinasi. ikatan 2 kovalen. sifatsifat unsur. dan ikatan logam serta 15 3 3 3 3 3 20 3 3 3 3 3 3 2 hubungannya dengan sifat fisika senyawa yang terbentuk. Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana serta persamaan reaksinya. Angela Kimia X 1 2012 -2013 AGUSTUS 1 2 3 4 5 SEPTEMBER 1 2 3 4 OKTOBER 1 2 3 4 NOVEMBER 1 2 3 4 DESEMBER 1 2 3 4 5 N O TEMA/KONSEP / POKOK BAHASAN Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr. Membuktikan dan mengkomunikasikan berlakunya hukum- 8 1 3 3 1 4 hukum dasar kimia melalui percobaan serta menerapkan konsep mol dalam menyelesaikan perhitungan kimia.

23 Juli 2012 Dibuat oleh KTSP Kimia Kelas X .PROGRAM SEMESTER Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas Semester Tahun Pelajaran WaktuAlokasi JANUARI 1 2 3 4 : : : : : SMA St. ___________ Mengetahui. ___________ Disetujui oleh 10 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 5 3 3 Bandung. Angela Kimia X 2 2012 -2013 PEBRUARI 1 2 3 4 MARET 1 2 3 4 5 APRIL 1 2 3 4 1 2 MEI 3 4 5 1 JUNI 2 3 4 NO TEMA/KONSEP / POKOK BAHASAN Mengidentifikasi sifat larutan non-elektrolit dan elektrolit berdasarkan data hasil percobaan. Bandung.reduksi dan hubungannya dengan tata nama senyawa serta penerapannya. Menggolongkan senyawa hidrokarbon berdasarkan strukturnya dan hubungannya dengan sifat senyawa. Menjelaskan perkembangan konsep reaksi oksidasi. Mendeskripsikan kekhasan atom karbon dalam membentuk senyawa hidrokarbon. Menjelaskan proses pembentukan dan teknik pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi serta kegunaannya. 1 6 3 3 2 18 3 3 3 3 3 3 3 6 24 6 Bandung.

Pd. Carolus B. Florentia Mujiyati. SILABUS Satuan Pendidikan Mata Pelajaran KTSP Kimia Kelas X : SMA St. S. M.Pd. Boedisantoso. Wisnu A. Angela : KIMIA 11 .Kepala SMA Santa Angela Wakasek Kurikulum Guru Mata Pelajaran Kimia Sr.D. OSU P.

Mengkaji sistem periodik untuk memahami makna daftar tersebut melalui diskusi kelas. Mengkaji konfigurasi elektron dan cara penulisannya dalam diskusi kelas. massa atom relatif. Mengkaji literatur tentang perkembangan teori atom (di rumah setelah ditugaskan pada pertemuan sebelumnya) Mempresentasikan dan diskusi hasil kajian Menyimpulkan hasil pembelajaran Mengidentifikasi unsur ke dalam isotop. Menentukan konfigurasi elektron dan elektron valensi. isoton dan isoton melalui kerja kelompok. Memahami struktur atom. dan ikatan kimia Kompetensi Dasar 1. Mengkaji massa atom dan massa atom relatif dalam diskusi kelompok. Mengkaji literatur tentang perkembangan tabel periodik unsur o • o Senang membaca • Toleransi • Komunikatif • Jujur • Kritis • Saling berbagi • Saling hormat o o o o o o o o o Indikator Pencapaian Kompetensi Menjelaskan perkembangan teori atom untuk menunjukkan kelemahan dan kelebihan masing-masing teori atom berdasarkan fakta eksperimen Mengklasifikasikan unsur ke dalam isotop. mulai dari teori Dalton sampai dengan teori atom modern Nilai akhlak Mulia • Religious o : X : 1 : 2012 -2013 Kegiatan pembelajaran Mengkaji atom sebagai partikel dasar penyusun materi (teori atom Dalton) dalam diskusi kelompok.1.Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr. melalui pemahaman konfigurasi elektron Materi Pembelajaran o Perkembanga n teori atom.Kelas Semester Tahun Pelajaran Standar Kompetensi: 1. isobar dan isoton. Penilaian Jenis tagihan: Tugas kelompok Kuis Ulangan Bentuk instrumen: Laporan tertulis Performans (Kinerja dan sikap) Tes tertulis Alokasi waktu 8 JP Sumber/Ba han/alat Sumber: Buku kimia. Menentukan massa atom relatif berdasarkan kelimpahan isotopnya Menentukan massa molekul relatif. sifat-sifat unsur. sifat-sifat periodik unsur. Tabel periodik LKS o Perkembanga n tabel periodik unsur • religious • mandiri o o o o Mendeskripsikan struktur sistem periodik unsur. Membandingkan perkembangan tabel 2 JP KTSP Kimia Kelas X 12 . dan sifat-sifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya.

afinitaselektron. afinitas elektron dan keelektronegatifan. non logam dan metaloid. Mengamati beberapa unsur o untuk membedakan sifat logam. non logam dan metaloid Menentukan letak unsur sistem periodik berdasarkan konfigurasi elektron. energi ionisasi.• rasa ingin tahu • senang membaca • komunikatif • kreatif • kerja keras • Saling berbagi • Saling hormat o Sifatkepriodi kanunsur • religious • senang membaca • rasa ingin tahu • komunikatif • kreatif • kerjasama • kritis • Saling berbagi • o dalam kerja kelompok Presentasi hasil kajian untuk menyimpulkan dasar pengelompokan unsur-unsur. Menganalisis tabel. energiionisasi. afinitas elektron. atau sebaliknya. energi ionisasi. 4 JP KTSP Kimia Kelas X 13 . o o o Mengkajiketeraturanjari-jari o atom. dan keelektronegatifan. Menghubungkan keteraturan sifat jari-jari atom. dankeelektronegatifanunsurunsurseperiodedansegolonganberdas arkan data ataugrafikdannomor atom o melaluidiskusikelompok. Mengklasifikasikan unsur ke dalam logam. grafik untuk menentukan keteraturan jari-jari atom. periodik unsur untuk mengidentifikasi kelebihan dan kekurangannya.

2. ikatan kovalen koordinat dan ikatan logam. serta hubungannnya dengan sifat fisika senyawa yang terbentuk. o Menyelidiki kepolaran dari beberapa senyawa dan menghubungkannya dengan kelektronegatifan unsurunsur melalui percobaan o Mendeskripsikan proses pembentukan ikatan logam dan hubungannnya dengan sifat fisik logam o Menghubungkan sifat fisis materi dan hubungannnya dengan jenis ikatan kimianya. Mendiskusikan proses terjadinya ikatan kovalen koordinat dari beberapa contoh sederhana o Menjelaskan kecenderungan suatu unsur untuk mencapai kestabilannya. Membandi-ngkan proses pembentukan ikatan ion. o 14 JP KTSP Kimia Kelas X 14 . ikatan kovalen.Saling hormat 1. Menjelaskan proses terbentuknya ikatan ion Menjelaskan proses terbentuknya ikatan kovalen tunggal. Menggambarkan lambang Lewis unsur gas mulia (duplet dan oktet) dan unsur bukan gas mulia. Menggambarkan lambang Lewis melalui diskusi kelas Membandingkan proses pembentukan ikatan ion dan ikatan kovalen dalam diskusi kelas. rangkap dan rangkap tiga. Menentukan unsur yang dapat melepas elektron atau menerima elektron untuk mencapai kestabilan dalam diskusi kelompok. Menjelaskan proses terbentuknya ikatan kovalen koordinasi Jenis tagihan: Kuis Tugas individu Tugas kelompok Ulangan Bentuk instrumen: Laporan tertulis Performans (Kinerja dan sikap) Tes tertulis 6 JP Sumber: Bukukimia Bahan/Alat LKS • o Senang membaca • Komunikatif • Kritis o o o o o o o Senyawakova len polar dan non polar o ikatanlogam o • Religious • Senang membaca • Komunikatif • Toleransi • Kreatif • Kritis • Saling berbagi • Saling hormat Merancang dan melakukan percobaan untuk menyelidiki kepolaran senyawa di laboratorium o Mengidentifikasi sifat fisik logam dan menghubungkannnya dengan proses pembentukan ikatan logam dalam diskusi kelompok di laboratorium. Ikatan kimia o Kestabilan unsur o Struktur lewis Ikatan ion dan ikatan kovalen o Ikatankovalen koordinat o • Religious o Menhgkaji beberapa senyawa untuk menentukan mengapa atomatom membentuk ikatan kimia.

Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri) Kompetensi Dasar 2. Menginformasikan nama beberapa senyawa organik sederhana o Indikator Pencapaian Kompetensi Menuliskan nama senyawa biner o Menuliskan nama senyawa poliatomik o Menuliskan nama senyawa organik sederhana Penilaian Jenis Tagihan: Tugas individu Kuis Bentuk Instrukmen: Tes tertulis Alokasi waktu 2 JP Sumber/Ba han/alat Sumber: Buku Kimia LKS o o o Persamaan reaksi sederhana  religious  komunikatif  toleransi  disiplin o Mendiskusikan cara menyetarakan reaksi o Latihan cara menyetarakan persamaan reaksi o Menyetarakan persamaan reaksi sedewrhanadengan diberikan nama-nama zat 4 JP KTSP Kimia Kelas X 15 .Standar Kompetensi: 2. Materi Pembelajaran o Tata nama senyawa Nilai Akhlak Mulia  religious  komunikatif  toleransi  senang membaca  kritis  senang membaca  saling hormat  saling berbagi o o o Kegiatan pembelajaran Menentukan nama senyawa kovalen biner Menentukan nama senyawa ionik biner Menentukan nama senyawa ion poliatomik yang terbentukdari tabel kation (golongan utama dan NH4+) dan anion poliatomik serta memberi namanya dalam diskusi kelompok.1 Mendeskripsik-an tata nama senyawa anorganik dan senyawa organik sederhana serta persamaan reaksinya. Menyimpulkan aturan pemberian nama senyawa biner dan poliatomik.

massa dan volum gas.  Kreatif  Kerja keras  senang membaca  saling hormat saling berbagi 12 JP o o o KTSP Kimia Kelas X 16 . o o Mengkonversikan jumlah mol dengan jumlah partikel . Menganalsissenyawau ntukmembuktikanberlakuny ahukumkelipatanperbanding an (Hukum Dalton) o Menggunakan data percobaan untuk membuktikan hukum perbandingan volum (Hukum gay Lussac) o Menggunakan data percobaan untuk membuktikan hukum Avogadro.  Kreatif  Kerja keras  senang membaca  saling hormat  saling berbagi yang terlibat dalam reaksi atau sebaliknya. jumlah partikel. Hukum Gay Lussac. massa dan volum zat Menentukan kadar zat dalam senyawa Menentukan rumus empiris dan rumus molekul Menentukan banyak zat pereaksi atau hasil Jenis Tagihan: Tugas individu Tugas kelompok Ulangan Bentuk Instrumen: Testertulis Performans Laporantertulis 5 JP Sumber: Buku Kimia Bahan: LKS danbahanunt ukpercobaan . rumus molekul.2 Membuktikan dan mengkomunikasikan berlakunya hukumhukum dasar kimiamelalui percobaan serta menerapkan konsep mol dalam menyelesaikan perhitungan kimia Hukum Dasar Kimia o Hukum Lavoisier o Hukum Proust o Hukum Dalton o Hukum gay Lussac o Hukum Avogadro  senang membaca  saling hormat  saling berbagi  Religious  Kritis  rasa ingin tahu  jujur  kerja keras  senang membaca  saling hormat  saling berbagi  religious  Komunikatif  Kreatif  Toleransi. menulis rumus empiris. Merancang dan melakukan percobaan untuk membuktikakn hukum Lavoisier dan hukum Proust di laboratorium o Menarik kesimpulan dari data hasilpercobaan o Membuktikan hukum Lavoisier melalui percobaan o Membuktikan hukum Proust melalui percobaan o Mendiskusikan data percobaanuntukmembuktikanhukum Dalton. air kristal. kadar zat dalam senyawa dan pereaksi pembatas. o Menemukanhubunganantaravol um gas denganjumlahmolekulnya yang diukurpadasuhudantekanan yang sama (HUkum Avogadro) o o o Diskusi informasi konsep mol Menghitung jumlah mol.2. 3 JP o kimia Perhitungan  religious  Komunikatif  Kreatif  Toleransi. danhukum Avogadro dalamdiskusikelompok di kelas o Menghitung volume gas pereaksidanatauhasilreaksiberdasarka nhukum Gay Lussac.

S.o o reaksi Menentukan pereaksi pembatas dalam suatu reaksi Menentukan rumus hidrat Bandung. Wisnu A.Pd. Memahami sifat-sifat larutan non elektrolit dan elektrolit. Carolus B. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. Boedisantoso. SILABUS Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas Semester Tahun Pelajaran Standar Kompetensi: 3. Florentia Mujiyati. M. Kepala SMA Santa Angela Bandung. serta reaksi oksidasi-reduksi Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Nilai Akhlak Mulia Kegiatan pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi Penilaian Alokasi waktu Sumber/ Bahan/alat : : : : : SMA St. OSU P.Pd. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. ___________ Mengetahui.D. Angela KIMIA X 2 2012 -2013 KTSP Kimia Kelas X 17 .

oksidator. pelepasan dan penerimaan elektron. hasiloksidasi. reduktor. o Menentukan oksidator dan reduktor o Jenis tagihan: Tugas individu Tugas kelompok Ulangan Kuis Responsi (ujian praktek) Bentuk instrumen: Tes tertulis Performans (kinerja dan sikap) Laporan tertulis 6 JP Sumber: Buku kimia Bahan: LKS dan alat serta bahan untuk percobaan 3. o Menidentifikasi sifat-sifat larutan elektrolit dan non elektrolit melalui percobaan o Mengelompokk an larutan ke dalam larutan elektrolit dan non elektrolit berdasarkan hantaran listriknya o Menjelaskan penyebab kemampuan larutan elektrolit menghantarkan arus listrik.1 Mengidentifi-kasi sifat larutan non elektrolit dan elektrolit berdasarkan data hasil percobaan Larutan elektrolit dan non elektrolit o Jenis larutan berdasarkan dayahantar listrik o Jenis larutan elektrolit berdasarkan jenis ikatan o  Religious  Komunikatif  Toleransi  Kritis  senang membaca  saling hormat  saling berbagi Merancang dan melakukan percobaan untuk mengidentifikasi sifat-sifat larutan elektrolit dan non elektrolit dalam diskusi kelompok di laboratorium o Menyimpulkan perbedaan sifat dan jenis larutan elektrolit dan non elektrolit. hasil reduksi o 12 JP KTSP Kimia Kelas X 18 . serta peningkatan dan penurunan bilangan oksidasi o Menentukan bilangan oksidasi atom unsur dalam senyawa atau ion.2 Menjelaskan o Konsep perkembangan konsep oksidasi-reduksi reaksi oksidasi reduksi o Bilangan dan hubungannnya oksidasi unsur dalam dengan tatanama senyawa atau ion senyawa serta penerapannya  Religious  Komunikatif  Toleransi  Mandiri  Kerja keras  senang membaca  saling hormat  saling berbagi Demonstrasi reaksi pembakaran dan serah terima elektron (misal reaksi antara paku besi dengan air aki) o Menentukan bilangan oksidasi atom unsur dalam senyawa atau ion dalam diskusi di kelas o Berlatih menentukan bilangan oksidasi.3. o Mendeskripsika n bahwa larutan elektrolit dapat berupa senyawa ion dan senyaw akovalen polar o Membedakan konsep oksidasireduksi ditinjau dari penggabungan dan pelepasan oksigen.

H dan O dalam  senyawa karbon dalam Rasa ingin tahu diskusi kelompok di  laboratorium Komunikatif  Toleransi. Memahami sifat-sifat senyawa organik atas dasar gugus fungsi dan senyawa makro molekul. 4 JP Standar Kompetensi: 4. H dan Religious melakukan percobaan  O untuk mengidentifikasi Jujur unsur C. H dan O dalam senyawa karbon melalui percobaan.o Aplikasi redoks dalam memecahkan masalah linhkungan  Religious  Toleransi  Komunikatif  Kreatif  Kerja keras  senang membaca  saling hormat  saling berbagi o Menemukan konsep redoks untuk memecahkan masalah lingkungan dalam diskusi kelompok di kelas dalam reaksi redoks o Memberinamase nyawamenurutaturan IUPAC.  Kritis  senang membaca  saling hormat  saling berbagi KTSP Kimia Kelas X 19 .1 Mendeskrips-ikan kekhasan atom karbon dalam membentuk senyawa hidrokarbon Materi Pembelajaran o Nilai Akhlak Mulia Kegiatan pembelajaran o Indikator Pencapaian Kompetensi Mengidentifikasi unsur C. Kompetensi Dasar 4. Penilaian Jenis tagihan: Tuga skelompok Ulangan Bentuk tagihan: Tes tertulis Performans Laporan tertulis Alokasi waktu 6 JP Sumber/ Bahan/alat Sumber: Buku Kimia Bahan: LKS Alat dan bahan untuk percobaan Molymod Mengidentifi  o Merancang dan kasi atom C. o Mendeskripskan konsep larutan elektrolit dan konsep redoks dalam memecahkan masalah lingkungan.

tertier dan dan kuarterner dalam kuarterner. Menentukan isomer struktur (kerangka.  o latihan tata nama Toleransi. dan fungsi atau isomer geormtri (cis-trans) Menuliskan reaksi sederhana Jenis tagihan: Tuga skelompok Kuis Ulangan Bentuk tagihan: Tes tertulis 20 JP Sumber: Buku Kimia Bahan: LKS Molymod o Atom C primer. alkena dan alkuna o Isomer o Reaksi senyawa karbon  o Dengan Religious menggunakan molymod  (dapat diganti dengan Jujur molymod buatan sendiri)  mendiskusikan jenis ikatan Rasa ingin tahu pada atom karbon pada  senyawa alkana.o Kekhasan atom karbon  o Dengan o Mendeskripsikan kekhasan religious menggunakan molymod atom karbon dalam senyawa karbon.  mendiskusikan ke khasan komunikatif atom karbon dalam diskusi  kelompok di kelas toleransi  mandiri  kerja jeras  kreatif  kritis  senang membaca  saling hormat  saling berbagi Nilai Akhlak Mulia o Menentukan atom C o Membedakan atom karbon primer. posisi. sekunder. alkena dan alkuna o Sifat fisik alkana.2 Menggolon-gkan senyawa hidrokarbon berdasarkan strukturnya dan hubungannya dengan sifat senyawa o Alkana. sekunder. sekunderm. tertier dan kuarterner 4. diskusi kelompok di kelas o Mengelompokkan senyawa hidrokarbon berdasarkan kejenuhan ikatan Memberi nama senyawa alkana. o Menganalisa data  titik didih dan titik leleh Kritis senyawa karbon dalam  senang membaca diskusi kelompok  saling hormat o Dengan o o o o KTSP Kimia Kelas X 20 . tertier. alkena Komunikatif dan alkuna. primer. alkena dan alkuna Menyimpulkan hubungan titik didih senyawa hidrokarbon dengan massa molekul relatifnya dan strutur molekullnya.

pada senyawa alkana. o Dalam keja kelompok membahas tentang eksplorasi minyak bumi. saling berbagi 4. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia . substitusi dan reaksi eleiminasi) o o o o o Mendeskripsikan proses pembentukan minyak bumi dan gas alam Menjelaskan komponankomponen utama penyusun minyak bumi Menafsirkan bagan penyulingan bertingkat untuk menjelaskan dasar dan teknik pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi. Menganalisis dampak pembakaran bahan bakar terhjadap lingkungan. Kepala SMA Santa Angela KTSP Kimia Kelas X Bandung. alkena dan alkuna (reaksi oksidasi. adisi. Jenis tagihan: Tuga skelompok Kuis Ulangan Bentuk tagihan: Tes tertulis Laporan tertulis (makalah) 6 jP Sumber: Buku Kimia Internet Bahan: LKS LCD/komp. dan dampak hasil pembakaran nahan bakar o Presentasi hasil kerja kelompok. ___________ Mengetahui. Membedakan kualitas bensin berdasarkan bilangan oktannya. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum 21 Bandung. alkena dan alkuna dalam diskusi kelas. petrokimia. Bandung. fraksi minyak bumi. mutu bensin.3 Menjelaskan proses pembentukandanteknil kpemisahanfraksifraksiminyakbumiserta kegunaannya Minyak bumi  religious o Fraksi  minyak bumi komunikatif o Mutu bensin  toleransi o Dampak pembakaran bahan  mandiri bakar  kerja jeras  kreatif  kritis  senang membaca  saling hormat  saling berbagi o menggunakan molymod menentukan isomer senyawa hidrokarbon melalui diskusi kelompok o Merumuskan reaksi sederhana senyawa alkana.

Wisnu A. Florentia Mujiyati.Sr. S. Boedisantoso. Carolus B. M.Pd. KTSP Kimia Kelas X 22 .Pd. OSU P.D.

dan ikatan kimia Kompetensi Dasar Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr. sedangkan atom-atom dari unsur yang berbeda memiliki sifat yang berbeda Berdasarkan hukum perbandingan tetap. Uraian Materi Pembelajaran Perkembangan Model Atom 1.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Sub Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Struktur Atom : Perkembangan Model Atom : 2 x 45 menit I. melalui pemahaman konfigurasi elektron III. dan sifat. sifat-sifat unsur. Menjelaskan perkembangan teori atom untuk menunjukkan kelemahan dan kelebihan masing-masing teori atom Menjelaskan penemuan struktur atom mulai dari teori atom Dalton hingga teori atom modern V. Menjelaskan cara berpikir Dalton dalam merumuskan konsep-konsep atom sebagai awal perkembangan teori atom Menjelaskan perkembangan teori atom berdasarkan penemuan partikel sub atom Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. c. sifat-sifat periodik unsur. Indikator • • IV. John Dalton menyatakan bahwa atom merupakan pertikel terkecil yang tidak bisa dibagi lagi dan tidak bisa dimusnahkan atau diciptakan selama perubahan kimia b. Dalton menyatakan bahwa atom–atom dari unsur yang berlainan melakukan ikatan dengan perbandingan numerik yang sederhana dan melahirkan hukum dasar kimia baru yang dikenal dengan sebutan hukum perbandingan berganda KTSP Kimia Kelas X 23 . diharapkan siswa dapat: • • • Mengetahui perkembangan model atom Dalton. Berdasarkan percobaan hukum kekekalan massa.sifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya. II. Hukum-Hukum Dasar Kimia dan Model Atom Dalton a. massa atom relatif. Standar Kompetensi Memahami struktur atom. Dalton menyatakan bahwa semua atom dari suatu unsur yang sama mempunyai sifat yang sama.

2. Penemuan Partikel-Partikel Penyusun Atom a. Penemuan elektron oleh J.J. Thomson melalui percobaan sinar katoda dan penemuan sinar kanal yang bermuatan positif oleh Eugene Goldstein menjadi dasar teori atom Thomson yang menyatakan bahwa atom merupakan bola bermuatan positif yang pada tempat-tempat tertentu terdapat elektron yang bermuatan negatif. b. Penemuan inti atom oleh Rutherford melalui penembakan lempeng tipis emas oleh hamburan sinar alfa sebagai dasar teori atom Rutherford yang menyatakan bahwa sebagian besar dari atom merupakan ruang kosong yang ditengahnya terdapat pusat massa bermuatan positif yang disebut inti dan dikelilingi oleh elektron-elektron yang bermuatan negatif. c. Penemuan neutron oleh James Chadwick menjawab permasalahan perbandingan massa atom hidrogen dengan atom-atom selain hidrogen dan kestabilan inti atom selain atom hidrogen. VI. Kegiatan Pembelajaran A. Metode dan Pendekatan Metode : Tanya jawab, Ceramah, dan Demonstrasi Pendekatan : Konsep B. Langkah- langkah Pembelajaran No 1. Pembukaan: 1. 2. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai tema dan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan. Siswa menjawab pertanyaan guru mengenai keberadaan atom berdasarkan gambar-gambar yang 2. ditunjukan oleh guru. Kegiatan Inti (pertemuan pertama) 1. Siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan guru yang mengarahkan siswa kepada cara berpikir Dalton dalam merumuskan konsep-konsep atom sebagai awal perkembangan teori atom 2. Siswa kembali menyebutkan sifat-sifat atom menurut Dalton. (pertemuan kedua) 3. Siswa memperhatikan beberapa video demonstrasi dan memperhatikan serta menanggapi penjelasan dan pertanyaan guru mengenai perkembangan teori dan model atom berdasarkan penemuan-penemuan partikel KTSP Kimia Kelas X 24 30 30 15 Kegiatan Alokasi Waktu (menit)

sub-atom yang ditampilkan. 4. Siswa kembali menyebutkan partikel-partikel dasar penyusun atom dan letaknya pada suatu atom yang lebih lanjut menggambarkan model-model atom tersebut 3. menurut gambaran mereka sendiri. Penutup • Siswa guru. • Siswa mengerjakan latihan soal yang ada di buku pegangan siswa. membuat kesimpulan akhir mengenai 15

perkembangan model atom yang dikuatkan kembali oleh

VII.

Alat dan Bahan (Sumber) a. Alat   : Papan tulis LCD
Anonim. Anonim. (2008). (2010). Model Model Atom Atom Thomson. Rutherford. [online]. [online]. Tersedia: Tersedia: http http // // reichmedia-

b. Sumber:
 chemistry.wikispaces.com, zz_plum_pudding. Png. [07 Agustus 2010]  2.web.britannica.com, 22476-004-6DC5AC69 .Gif. [02 Agustus 2010]   Chang, R.. (2004). Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. Jakarta : Penerbit Erlangga. Sunarya, Y., Agus S.. (2009). Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional.

VIII. Penilaian a. b. Aspek yang dinilai c. Jenis Penilaian d. Bentuk Instrumen

Teknik Penilaian : Tes / Assessment : Pengetahuan dan Sikap : Penilaian hasil : Soal

Bandung, ___________ Mengetahui, Kepala SMA Santa Angela

Bandung, ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum

Bandung, 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia

Sr. Florentia Mujiyati, OSU

P.D. Boedisantoso, M.Pd.

Carolus B. Wisnu A, S.Pd.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
KTSP Kimia Kelas X 25

Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Sub Materi Alokasi Waktu

: SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Struktur Atom : Struktur Elektron Atom : 6 x 45 menit

I. II.

Standar Kompetensi Memahami struktur atom, sifat-sifat periodik unsur, dan ikatan kimia. Kompetensi Dasar Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr, sifat-sifat unsur, massa atom relatif, dan sifat- sifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya, melalui pemahaman konfigurasi elektron

III.

Indikator o Menjelaskan struktur elektron pada atom berdasarkan teori atom Bohr o Menentukan jumlah proton, elektron, dan neutron suatu unsur berdasarkan nomor atom dan nomor massa dan sebaliknya. o Menentukan isotop, isobar, dan isoton suatu unsur. o Menentukan elektron valensi unsur dari konfigurasi elektron dan tabel periodik.

IV.

Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, diharapkan siswa dapat: o Menjelaskan struktur elektron pada atom berdasarkan teori atom Bohr. o Menentukan jumlah proton, elektron, dan neutron suatu unsur berdasarkan nomor atom dan nomor massa dan sebaliknya. o Menentukan isotop, isobar, dan isoton suatu unsur.

V.

Uraian Materi Pembelajaran 1. Struktur elektron atom berdasarkan teori atom Bohr a. Menurut Hukum Fisika Klasik, model atom Rutherford yang menggambarkan bahwa elektron bergerak bebas mengelilingi inti tidak stabil, karena elektron akan kehilangan energinya dan akan jatuh ke inti, pada akhirnya atom akan musnah b. Bohr menyatakan bahwa tiap elektron dalam atom hanya dapat menempati kulit tertentu yang memiliki tingkat energi tertentu c. Spektrum atom hidrogen terbentuk akibat energi yang dipancarkan elektron ketika berpindah dari kulit pada keadaan tereksitasi ke kulit pada keadaan dasar d. Elektron dapat berpindah dari kulit dengan tingkat energi rendah ke kulit dengan tingkat energi lebih tinggi dengan menerima energi

KTSP Kimia Kelas X

26

Langkah. Pembukaan: 1. 2. sedangkan jumlah proton dan neutron disebut nomor massa. Siswa memperhatikan dan menjawab pertanyaan guru tentang interaksi dua 2. dan unsur yang memiliki nomor massa sama disebut isobar. Siswa mengenai memperhatikan konfigurasi elektron. unsur yang memiliki jumlah neutron sama disebut isoton. 3. Jumlah proton yang dimiliki atom merupakan nomor atom. pertanyaan-pertanyaan Siswa memperhatikan proses terbentuknya spektrum atom hidrogen dan menjawab guru mengenai pergerakan elektron dalam suatu atom. Kegiatan Inti (pertemuan pertama) 1.langkah Pembelajaran KTSP Kimia Kelas X 27 .e. 2. 2. Unsur-unsur yang memiliki jumlah proton sama disebut isotop. Elektron dapat berpindah dari kulit dengan tingkat energi tinggi ke kulit dengan tingkat energi lebih rendah dengan melepaskan energi. Massa atom dan massa molekul bersifat relatif. Metode dan Pendekatan Pendekatan : Konsep Metode No 1. magnet. Kegiatan Pembelajaran A. (pertemuan kedua) 3. penjelasan guru berdasarkan notasi atom. Ceramah. Siswa memperhatikan 30 postulat-postulat yang diajukan Bohr mengenai letak elektron dalam suatu atom dan menuangkan postulat tersebut dalam sebuah gambar model atom. 4. VI. dan Demonstrasi Kegiatan Alokasi Waktu (menit) B. 45 Siswa menjawab pertanyaan guru mengenai materi sebelumnya. 3. 15 : Tanya jawab. Siswa menjawab pertanyaan guru mengenai penemuan partikel dasar penyusun atom.

___________ Mengetahui. Penilaian Teknik Penilaian Aspek yang dinilai Jenis Penilaian Bentuk Instrumen : Tes / Assessment (waktu 2 x 45 menit) : Pengetahuan dan Sikap : Penilaian hasil : Soal Bandung. (2010). VIII. c. 22476-004-6DC5AC69 . Y. Siswa memperhatikan sistem periodik unsur dan menanggapi penjelasan-penjelasan guru mengenai nomor atom dan nomor massa. Kepala SMA Santa Angela KTSP Kimia Kelas X 28 .. [02 Agustus 2010]  Chang.wikispaces. Alat:    Papan tulis LCD Tabel Periodik Unsur Anonim.(pertemuan ketiga) 4. isotop.   . isobar dan isoton serta mengelompokan unsur-unsur yang termasuk dalam 3. 5. VII. Anonim.com. isoton. (2008). Siswa memperhatikan 45 30 penjelasan guru mengenai isotop. (2009). isobar dan isoton. Jakarta : Penerbit Erlangga. [online]. Tersedia: Tersedia: http http // // reichmedia- 15 Alat dan Bahan (Sumber) a. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. [online]. (2004). a. Jakarta : Penerbit Erlangga.web. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Bandung. [07 Agustus 2010]  2. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. nomor atom.. (pertemuan keempat) 6.com.britannica. Rutherford. Agus S. b. massa atom relatif. Model Model Atom Atom Thomson. d.Gif. Sunarya.. zz_plum_pudding. dan isobar. R.Sumber:  chemistry. nomor massa. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. Png. Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai massa atom relatif dan menghitung masa atom relatif dari suatu unsur. isotop. Penutup • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai letak elektron dalam suatu atom. a.

o Menentukan sifat-sifat unsur dan massa atom relatif dari tabel periodik. Standar Kompetensi Memahami struktur atom. Uraian Materi Pembelajaran KTSP Kimia Kelas X 29 . dan ikatan kimia. dan energi ionisasi unsur-unsur seperiode dan segolongan berdasarkan data atau grafik dan nomor atom. IV. o menjelaskan keteraturan sifat jari-jari atom. Florentia Mujiyati. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. o Menentukan sifat-sifat unsur dan massa atom relatif dari tabel periodik. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Sistem Periodik Unsur : 6 x 45 menit I. OSU P. dan energi ionisasi). keelektronegatifan. Indikator o Membandingkan perkembangan sistem periodik melalui studi kepustakaan.D. o menentukan konfigurasi elektron dan elektron velensi.sifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya. o Menganalisis tabel atau grafik sifat keperiodikan unsur (jari-jari atom. afinitas elektron. Carolus B. afinitas elektron. sifat-sifat periodik unsur. dan energi ionisasi. o Menentukan massa atom relatif unsur dan senyawa. S. M. o mendeskripsikan keteraturan jari-jari atom. afinitas elektron. Boedisantoso. melalui pemahaman konfigurasi elektron III. massa atom relatif. keelektronegatifan. keelektronegatifan. diharapkan siswa dapat: o menjelaskan perkembangan sistem periodik unsur dari sistem periodik unsur yang sederhana hingga sistem periodik unsur modern.Sr. sifat-sifat unsur. V.Pd. o Menentukan golongan dan periode unsur-unsur dalam tabel periodik. dan sifat. II. Kompetensi Dasar Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr. Wisnu A.Pd.

Ilmuwan yang berjasa dalam perkembangan sistem periodik unsur antara lain W. Secara berkelompok. f. Secara berkelompok. b. Kegiatan Pembelajaran A.a. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai tema dan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan. Siswa menjawab pertanyaan guru mengenai sistem periodik. Siswa menjawab pertanyaan guru mengenai materi 2. b. Langkah. dan energi ionisasi. (pertemuan ketiga) 4. Dmitri Ivanovich Mendeleev. d. (pertemuan kedua) 3. Kegiatan Inti (pertemuan pertama) 1. 2. Beberapa sifat unsur antara lain jari-jari atom. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan No 1.langkah Pembelajaran mempresentasikanya di depan kelas KTSP Kimia Kelas X 30 . afinitas elektron. Konfigurasi elektron digunakan untuk menentukan letak unsur dalam sistem periodik unsur.negatifan. siswa mendiskusikan hubungan antara konfigurasi elektron dengan golongan dan periode kemudian mempresentasikanya di depan kelas. Susunan elektron dalam mengisi kulit atom disebut konfigurasi elektron. dan Lothar Meyer. VI. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai sistem periodik modern melalui media presentasi. sistem siswa periodik mendiskusikan unsur dan 45 perkembangan 45 30 15 : : Konsep Kegiatan Alokasi Waktu (menit) B. Elektron yang ada dalam kulit terluar disebut elektron valensi. John Newlands. Dobereiner. e. Pembukaan: • Apersepsi: a. c. sebelumnya. Elektron dalam atom terletak pada kulit atom. keelektro.

.Pd. Boedisantoso.. OSU P. Agus S. Siswa diberi tugas di rumah untuk menghapalkan unsurunsur dalam SPU. pengamatan kerja. Aspek yang dinilai : Pengetahuan . KTSP Kimia Kelas X 31 . VIII. Jakarta : Penerbit Erlangga. Lembar pengamatan Afektif dan Psikomotorik Bandung. ___________ Mengetahui. Sunarya. Kepala SMA Santa Angela Bandung. Sikap dan Psikomotorik c. Alat:   Papan tulis LCD Chang.(pertemuan keempat) 5. Carolus B. S. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. Siswa memperhatikan penjelaan guru mengenai jari-jari atom dan sifat keperiodikanya. Bentuk Instrumen : Soal. Y. siswa mendiskusikan sifat 30 keperiodikan unsur dan mempresentasikanya di depan 3. (2004). Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. pengamatan perilaku b. 45 berkelompok. Alat dan Bahan (Sumber) a. (pertemuan kelima) 6.D. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. R. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung.Pd. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. M. 15 b. Sumber:    . (2009). Florentia Mujiyati. Jakarta : Penerbit Erlangga. Penilaian a. Teknik Penilaian : Tes / Assessment (waktu 1x45) . Jenis Penilaian : Penilaian Proses dan Penilaian hasil d. VII.Tugas kelompok. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. Wisnu A. Secara kelas Penutup • • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai sistem periodik unsur yang dikuatkan kembali oleh guru..

Kompetensi Dasar Membandingkan proses pembentukan ikatan ion. o menyebutkan senyawa ion. IV. suatu unsur melepaskan elektron. KTSP Kimia Kelas X 32 . c. o Menjelaskan proses terjadinya ikatan ion dan contoh senyawanya. ikatan kovalen. diharapkan siswa dapat: o menjelaskan kencenderungan unsur untuk mencapai kestabilan. V. b. Untuk mencapai kestabilannya. o Menggambarkan susunan elektron valensi gas mulia (duplet dan oktet) dan elektron valensi bukan gas mulia (struktur Lewis). o menjelaskan proses terjadinya ikatan ion. sifat-sifat periodik unsur. Indikator o Menjelaskan kecenderungan suatu unsur untuk mencapai kestabilannya dengan cara berikatan dengan unsur lain. Lambang Lewis merupakan suatu model yang simpel dan informatif yang dapat digunakan untuk menjelaskan cara penyusunan elektron valensi dalam molekul. Uraian Materi Pembelajaran a. ikatan kovalen koordinasi. Konfigurasi unsur gas mulia merupakan konfigurasi yang stabil. atau menggunakan elektron bersama. dan ikatan kimia II. menangkap elektron. o menggambarkan lambang Lewis.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Sub Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Ikatan Kimia : Struktur Lewis. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. Ikatan Ion : 6 x 45 menit I. Standar Kompetensi Memahami struktur atom. dan ikatan logam serta hubungannya dengan sifat fisik senyawa yang terbentuk III. o menuliskan konfigurasi unsur gas mulia dan menjelaskan kestabilannya.

Siswa menyimak penjelasan guru mengenai struktur Lewis. guru menjelaskan kestabilan yang diperlukan dalam kehidupan. diskusi A. misalnya unsur alkali berikatan dengan unsur halogen. Pembukaan: • Apersepsi: a. Siswa menuliskan konfigurasi elektron gas mulia di papan tulis. Dengan menggunakan peristiwa yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Ikatan ion adalah ikatan yang terjadi karena serah terima elektron. (pertemuan ketiga) 4. 5. 2. (pertemuan kedua) 3. Langkah. menangkap bersama. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai usaha unsur selain gas antara elektron. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai kestabilan konfigurasi gas mulia. Siswa 2. e.langkah Pembelajaran No 1. elektron 45 kestabilannya. Kegiatan Inti (pertemuan pertama) 1. Kegiatan Pembelajaran Metode : Ceramah. Metode dan Pendekatan Pendekatan : Konsep B. VI. Ikatan ion merupakan ikatan yang terjadi antara unsur logam dengan unsur nonlogam. mulia lain dan untuk melepaskan menggunakan mencapai elektron.d. misalnya adanya ikatan antarteman dan ikatan suami istri. b. KTSP Kimia Kelas X 33 unsur-unsur elektron yang untuk cenderung mencapai melepaskan elektron valensinya dan unsur-unsur yang menangkap 45 30 15 Kegiatan Alokasi Waktu (menit) . Siswa menyebutkan cenderung kestabilan. menjawab pertanyaan guru mengenai konfigurasi elektron.

. Jakarta : Penerbit Erlangga. M. Bentuk Instrumen : Tes / Assessment (waktu 1x45) : Pengetahuan . Sikap dan Psikomotorik : Penilaian Proses dan Penilaian hasil : Soal. Agus S. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. pembentukan ikatan ion.  Sunarya. OSU P.D. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. S.Pd. Bandung. Y. Penilaian a.. Alat:   Papan tulis LCD 45 45 b. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. Siswa diberi tugas untuk mengerjakan soal latihan pembentukan ikatan ion.  .. Kepala SMA Santa Angela Bandung. Alat dan Bahan (Sumber) a. (2009). Teknik Penilaian b. Boedisantoso.(pertemuan keempat) 6. VIII. Sumber:  Chang. KTSP Kimia Kelas X 34 . ___________ Mengetahui. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. Florentia Mujiyati. (2004). Jenis Penilaian d. R. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. Aspek yang dinilai c. VII. Wisnu A. Carolus B. Jakarta : Penerbit Erlangga. Penutup • • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai sistem periodik unsur yang dikuatkan kembali oleh guru.Pd. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai proses 3. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti.

Metode dan Pendekatan Metode KTSP Kimia Kelas X : Ceramah. ikatan kovalen. dan ikatan logam serta hubungannya dengan sifat fisik senyawa yang terbentuk III. o Menjelaskan proses terbentuknya ikatan kovalen koordinat serta contoh senyawanya. V. sifat-sifat periodik unsur. misalnya antar unsur halogen. dan ikatan kimia II. Kegiatan Pembelajaran A. diskusi 35 Pendekatan : Konsep . Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. VI.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Sub Materi Pokok : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Ikatan kimia : Ikatan kovalen tunggal. ikatan kovalen koordinasi. Standar Kompetensi Memahami struktur atom. o menyebutkan contoh-contoh senyawa kovalen. rangkap dan koordinat Alokasi Waktu : 6 x 45 menit I. Ikatan kovalen merupakan ikatan yang terjadi antarunsur nonlogam. o menggambarkan strutur lewis ikatan kovalen. diharapkan siswa dapat o menjelaskan proses terjadinya ikatan kovalen. Ikatan kovalen adalah ikatan yang terjadi karena penggunaan bersama elektron. IV. Indikator o Menjelaskan proses terbentuknya ikatan kovalen tunggal serta contoh senyawanya. o Menjelaskan proses terbentuknya ikatan kovelen rangkap serta contoh senyawanya. o menjelaskan proses terjadinya ikatan kovalen rangkap dan kovalen koordinat o menggambarkan strutur lewis ikatan kovalen. b. Uraian Materi Pembelajaran a. Kompetensi Dasar Membandingkan proses pembentukan ikatan ion.

B. (pertemuan kedua). Siswa mengerjakan soal latihan yang diberikan oleh guru. Siswa diberi tugas di rumah untuk membaca materi ikatan kovalen polar dan nonpolar. Langkah. Dengan menggunakan peristiwa yang ada dalam kehidupan pembentukan pembentukan sehari-hari. 6. (pertemuan ketiga) 4. Siswa 3. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai ikatan kovalen koordinat. 2. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai konsepkonsep dasar yang menyebabkan terjadinya ikatan kovalen. Pembukaan: • Apersepsi: a. 2. mengerjakan soal latihan ikatan kovalen koordinasi Penutup • • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai ikatan kovalen yang dikuatkan kembali oleh guru. senyawa organisasi guru kovalen yang menganalogikan seperti saling dalam memberi 15 Kegiatan Alokasi Waktu (menit) kontsribusi dalam bentuk modal bersama. N. dsb) 3. Siswa menggambarkan struktur lewis dari berbagai unsur non logam (C. O. dan rangkap tiga. Kegiatan Inti (pertemuan pertama) 1. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai pembentukan ikatan kovalen tunggal. (pertemuan keempat) 5. Cl. KTSP Kimia Kelas X 36 15 75 90 60 30 .langkah Pembelajaran No 1. rangkap dua.

Alat dan Bahan (Sumber) A. S. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung.VII. : c. OSU P. Boedisantoso.Pd. (2004). Carolus B..Pd.. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. Y.. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. (2009). Alat dan Bahan (Sumber) a. Bandung. M. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. Agus S. Jakarta : Penerbit Erlangga. Wisnu A. Jakarta : Penerbit Erlangga. Kepala SMA Santa Angela Bandung. Florentia Mujiyati. ___________ Mengetahui. Alat   Papan tulis LCD Chang.Sumber:    .D. KTSP Kimia Kelas X 37 . Sunarya. R.

Standar Kompetensi Memahami struktur atom. o Menjelaskan hubungan antara kepolaran dengan keelektronegatifan. ikatan kovalen.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Ikatan Kovalen polar dan non Polar : 4 x 45 menit I. b. Indikator o Menyelidiki kepolaran beberapa senyawa dan hubungannya dengan keelektronegatifan melalui percobaan. VI. Senyawa nonpolar terjadi jika sepasang elektron yang digunakan untuk berikatan ditarik sama kuat oleh atom-atom yang berikatan. Uraian Materi Pembelajaran a. dan ikatan logam serta hubungannya dengan sifat fisik senyawa yang terbentuk III. diskusi : Konsep KTSP Kimia Kelas X 38 . Senyawa polar terjadi jika sepasang elektron yang digunakan untuk berikatan tertarik pada salah satu unsur yang berikatan. Keelektronegatifan menunjukkan kecenderungan suatu atom untuk menangkap elektron. c. Kompetensi Dasar Membandingkan proses pembentukan ikatan ion. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. ikatan kovalen koordinasi. IV. sifat-sifat periodik unsur. V. Kegiatan Pembelajaran A. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan : Ceramah. o Membedakan senyawa polar dengan senyawa nonpolar. diharapkan siswa dapat: o Menjelaskan pengertian senyawa polar dan senyawa nonpolar. dan ikatan kimia II.

(pertemuan kedua) 3. Siswa bersama guru melakukan percobaan pengujian kepolaran terhadap beberapa larutan. Alat :   Papan tulis LCD 39 KTSP Kimia Kelas X . Pembukaan: • Apersepsi: a. Siswa menjawab pertanyaan guru mengenai ikatan kovalen b. menjelaskan kembali mengenai konsep keelektronegatifan yang telah dipelajari pada bab II. Kegiatan Inti (pertemuan pertama) 1. polar dan nonpolar. Siswa memperhatikan peragaan yang dilakukan oleh guru mengenai hubungan keelektronegatifan dengan ikatan kimia 2. (Pertemuan ketiga) 4. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai senyawa kovalen polar dan nonpolar berdasarkan video 45 demonstrasi. Penutup • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai ikatan kovalen polar dan nonpolar serta ikatan logam yang dikuatkan kembali oleh guru. Siswa 2. Alat dan Bahan (Sumber) a. Langkah.langkah Pembelajaran No 1. Siswa menyebutkan beberapa contoh senyawa kovalen 3. 15 75 30 15 Kegiatan Alokasi Waktu (menit) VII. • Siswa diberi tugas di rumah untuk mengerjakan evaluasi bab 3 dan membaca materi stoikiometri.B. 5. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai ikatan kovalen polar dan nonpolar.

. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr.. Boedisantoso.b. Bandung. OSU P. (2009).. Kepala SMA Santa Angela Bandung. Y.   . Jakarta : Penerbit Erlangga. (2004). Sunarya. M. Agus S. Penilaian a. pengamatan perilaku b. Jakarta : Penerbit Erlangga. R. Teknik Penilaian : Tes / Assessment (waktu 2x45) . Wisnu A. Carolus B.Tugas kelompok. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. pengamatan kerja. Bentuk Instrumen : Soal. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. Florentia Mujiyati. ___________ Mengetahui. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Sikap dan Psikomotorik c. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. KTSP Kimia Kelas X 40 .D. VIII. Sumber:  Chang. S. Jenis Penilaian : Penilaian Proses dan Penilaian hasil d.Pd. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X.Pd. Aspek yang dinilai : Pengetahuan .

elektron-elektron valensi dapat berpindah jika dipengaruhi oleh medan listrik atau panas. IV. Elektron-elektron valensi logam bergerak bebas dan mengisi ruangruang di antara kisi-kisi kation logam yang bermuatan positif. Oleh karena bergerak bebas. Kompetensi Dasar Membandingkan proses pembentukan ikatan ion. Uraian Materi Pembelajaran 1. ikatan kovalen. Indikator o Menjelaskan proses pembentukan ikatan logam dan hubungannya dengan sifat fisik logam. o Memprediksi jenis ikatan yang terjadi pada berbagai senyawa dan membandingkan dengan sifat fisiknya.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Ikatan Logam : 4 x 45 menit I. Standar Kompetensi Memahami struktur atom. diharapkan siswa dapat: o Menjelaskan proses pembentukan ikatan logam dan hubungannya dengan sifat fisik logam. V. ikatan kovalen koordinasi. sifat-sifat periodik unsur. dan ikatan kimia II. dan ikatan logam serta hubungannya dengan sifat fisik senyawa yang terbentuk III. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. Ikatan pada logam Ikatan pada logam berbeda dengan ikatan kimia lainnya sebab elektronelektron dalam kristal logam bergerak bebas. Ikatan logam terbentuk antara kation-kation logam dan elektron valensi. kristal logam tersusun atas kation-kation logam yang terpateri di tempat (tidak bergerak) dikelilingi oleh lautan elektron valensi yang bergerak bebas dalam kisi Kristal. Sifat mengkilap logam KTSP Kimia Kelas X 41 . o Memprediksi jenis ikatan yang terjadi pada berbagai senyawa dan membandingkan dengan sifat fisiknya. Teori Lautan Elektron Menurut teori ini. a. b.

Konduktor listrik dan panas Jika listrik dialirkan melalui logam.Menurut teori Drude-Lorentz. Jika sejumlah kalor (panas) diserap oleh logam. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan : Ceramah. VI. Ketika elektron yang tereksitasi itu kembali ke keadaan dasar akan disertai pembebasan energi dalam bentuk cahaya atau kilap. Jika logam ditempa atau dibengkokkan terjadi pergeseran kationkation. elektron-elektron valensi logam akan membawa muatan listrik ke seluruh logam dan bergerak menuju potensial yang lebih rendah sehingga terjadi aliran listrik dalam logam. tetapi pergeseran ini tidak menyebabkan patah karena selalu dikelilingi oleh lautan electron. Akibatnya. Lentur (tidak kaku) Kisi-kisi kation bersifat kaku (tetap di tempat). Sifat-sifat senyawa Oleh karena ikatan ion dan ikatan kovalen berbeda dalam proses pembentukannya maka senyawa yang dibentuknya juga memiliki sifatsifat fisika dan kimia yang berbeda. elektron-elektron valensi logam akan bergerak lebih cepat dan elektron-elektron tersebut membawa sejumlah kalor yang diserap. d. Kegiatan Pembelajaran A. diskusi : Konsep KTSP Kimia Kelas X 42 . sedangkan electron valensi logam bergerak bebas. 2. kalor dapat didistribusikan oleh logam ke seluruh kristal logam sehingga logam menjadi panas. c. jika cahaya tampak (visible) jatuh pada permukaan logam. sebagian elektron valensi logam akan tereksitasi.

Kegiatan Inti (Pertemuan pertama) 1.langkah Pembelajaran No 1. Siswa memperhatikan video pembelajaran yang 30 ditampilkan oleh guru mengenai ikatan logam.B. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai proses terbentuknya ikatan logam yang terdapat dalam video. dan logam. (pertemuan kedua) 3. Pembukaan: • Apersepsi: a. Siswa menjawab pertanyaan guru mengenai ikatan kovalen 2. 2. Siswa memperhatikan dan menanggapi penjelasan guru mengenai sifat-sifat ikatan logam yang mendukung teori lautan elektron yang terdapat dalam video. b. perbandingan sifat-sifat senyawa ion. Siswa memperhatikan dan menanggapi penjelasan guru mengenai 3. Siswa diberi pengantar tentang sifat-sifat dari logam. Siswa diberi tugas di rumah untuk mengerjakan evaluasi bab 3 dan membaca materi stoikiometri. (pertemuan ketiga) 4. kovalen. 15 30 45 15 Kegiatan Alokasi Waktu (menit) KTSP Kimia Kelas X 43 . Langkah. Penutup • • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai ikatan logam yang dikuatkan kembali oleh guru.

Florentia Mujiyati. Penilaian a. ___________ Mengetahui. FPMIPA UPI..Pd. Jakarta : Penerbit Erlangga.0. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. VIII. Alat :   Papan tulis LCD Media pembelajaran ikatan logam ver1. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. Evi Lutviana. Jakarta : Penerbit Erlangga. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. OSU P. Sunarya. R. Aspek yang dinilai c..D. Teknik Penilaian b. Kepala SMA Santa Angela Bandung. S. b. Bentuk Instrumen : Tes / Assessment (waktu 1x45) : Pengetahuan . Y. Bandung. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. Alat dan Bahan (Sumber) a.. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. KTSP Kimia Kelas X 44 . Sumber:     .VII. Sikap dan Psikomotorik : Penilaian Proses dan Penilaian hasil : Soal.Pd. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. Chang. Jenis Penilaian d. Carolus B. Boedisantoso. (2004). (2009). Wisnu A. Agus S. M.

Standar Kompetensi Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri). NaCO3 (soda kue). Uraian Materi Pembelajaran 1. Indikator o Menuliskan nama-nama senyawa biner dari senyawa anorganik o Menuliskan nama-nama senyawa poli-atomik dari senyawa anorganik IV. atau tetra-(empat) yang menunjukkan jumlah unsur. diharapkan siswa dapat: o Menuliskan nama-nama senyawa biner dari senyawa anorganik o Menuliskan nama-nama senyawa poli-atomik dari senyawa anorganik V. Jika dua unsur dapat membentuk lebih dari satu senyawa. Senyawa poliatom umumnya mengandung oksigen. seperti NO. 2. Untuk kasus ini. tri-(tiga). penambahan kata 'ida' tidak cukup sebab akan muncul senyawa dengan nama yang sama. di(dua). Tata nama senyawa poliatomik Senyawa yang tersusun lebih dari dua unsur digolongkan sebagai senyawa poliatom. dan H2SO4 (asam sulfat). NO2. dan N2O4. III. Kompetensi Dasar Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana serta persamaan reaksinya. Tata nama senyawa biner Senyawa biner adalah senyawa yang tersusun dari dua macam unsur. Penamaan senyawa ini didasarkan pada nama unsur pembentuknya yang ditulis secara berurutan sesuai penulisan rumus kimia (lambang senyawa) dan akhiran dari unsur keduanya diganti -ida. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. nama senyawa ditambah dengan kata mono-(satu).RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Tata Nama Senyawa Anorganik : 2 x 45 menit I. seperti Ca(ClO)2 atau kaporit. II. Tata nama senyawa poliatom yang mengandung oksigen didasarkan pada jumlah KTSP Kimia Kelas X atom oksigen yang 45 .

Siswa menyimak penjelasan guru mengenai tata nama senyawa biner 2. sedangkan yang paling sedikit diberi akhiran -it.langkah Pembelajaran KTSP Kimia Kelas X 46 . Untuk itu. diskusi : Konsep Kegiatan Alokasi Waktu (menit) B. Senyawa yang mengandung jumlah oksigen paling banyak diberi akhiran -at. 15 30 15 : Ceramah. Kegiatan Pembelajaran A. Siswa memperhatikan dan menanggapi penjelasan guru mengenai tata nama senyawa poli atomik (pertemuan kedua) 3. Siswa mengerjakan latihan penamaan senyawa-senyawa 3. anorganik Penutup • • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai tata nama senyawa anorganik Siswa mengerjakan postest mengenai penamaan 30 senyawa kimia. Tata nama senyawa tersebut tidak memadai setelah ditemukan senyawa yang mengandung atom oksigen lebih banyak atau lebih sedikit dari senyawa tersebut.dikandungnya. Siswa memperhatikan contoh-contoh senyawa di 2. sedangkan senyawa yang lebih sedikit dari contoh senyawa di atas diberi awalan hipo-. senyawa yang mengandung atom oksigen lebih banyak lagi diberi awalan per-. VI. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan No 1. Pembukaan: • Apersepsi: a. Siswa menjawab pertanyaan guru mengenai jenisjenis senyawa di alam. b. Langkah. alam Kegiatan Inti (pertemuan pertama) 1.

S. R. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X.. ___________ Mengetahui. Jakarta : Penerbit Erlangga. Bandung.VII. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. (2009). Boedisantoso... (2004).Pd. Sunarya. Florentia Mujiyati. Alat :   Papan tulis LCD Chang. Sumber:    . b. M. Alat dan Bahan (Sumber) a.D. Carolus B. OSU P. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. Agus S. Kepala SMA Santa Angela Bandung. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Y. KTSP Kimia Kelas X 47 . Wisnu A. Jakarta : Penerbit Erlangga.Pd.

cara yang benar untuk menyetarakan persamaan reaksi adalah dengan cara menentukan nilai koefisien reaksi. Contoh-contoh persamaan reaksi a. Reaksi penguraian KTSP Kimia Kelas X 48 . II. 3. Persamaan Reaksi Persamaan reaksi didefinisikan sebagai persamaan yang menyatakan kesetaraan jumlah zat-zat yang terlibat dalam reaksi kimia dengan menggunakan rumus kimia.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Persamaan Reaksi Sederhana : 4 x 45 menit I. Penyetaraan Persamaan Reaksi Suatu persamaan reaksi dikatakan benar jika memenuhi hukum kimia. III. Dalam reaksi kimia terdapat zat-zat pereaksi dan zat-zat hasil reaksi. Uraian Materi Pembelajaran 1. baik jumlah zat maupun muatannya. Cara yang benar untuk menyetarakan persamaan reaksi adalah dengan bilangan di depan setiap rumus kimia dengan angka yang sesuai. Indikator o Menyetarakan reaksi sederhana o Menyebutkan nama-nama zat yang terlibat dalam suatu reaksi kimia atau sebaliknya IV. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. Bilangan yang ditambahkan ini dinamakan koefisien reaksi. Jadi. Kompetensi Dasar Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana serta persamaan reaksinya. yaitu zat-zat yang terlibat dalam reaksi harus setara. 2. Standar Kompetensi Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri). diharapkan siswa dapat: o Menyetarakan reaksi sederhana o Menyebutkan nama-nama zat yang terlibat dalam suatu reaksi kimia atau sebaliknya V.

KTSP Kimia Kelas X 49 30 45 75 : Ceramah. Siswa mengerjakan latihan penyetaraan reaksi bersama 3. Pembukaan: • Apersepsi: a.Reaksi penguraian adalah suatu reaksi senyawa tunggal terurai menjadi dua atau lebih zat yang baru. Langkah. c. Reaksi penggabungan Reaksi penggabungan adalah reaksi dimana dua buah zat atau lebih bergabung membentuk satu jenis zat yang baru. Reaksi metatesis Reaksi metatesis atau reaksi pertukaran ganda adalah reaksi kimia yang melibatkan pertukaran antar ion-ion dalam senyawa yang bereaksi. diskusi : Konsep Kegiatan Alokasi Waktu (menit) B. guru Penutup • • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai persamaan reaksi dan reaksi kimia Siswa diberi review mengenai hukum-hukum dasar kimia. Siswa bersama guru melakukan percobaan mengenai perubahan kimia. Siswa memperhatikan dan menanggapi penjelasan guru tentang langkah-langkah penyetaraan persamaan reaksi 4. penyebab-penyebab terjadinya perubahan kimia Kegiatan Inti 1. d. Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang 2. VI.langkah Pembelajaran . Siswa menjawab pertanyaan guru mengenai 15 fenomena-fenomena perubahan kimia di alam b. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai definisi persamaan reaksi dan contoh-contohnya (pertemuan kedua) 3. b. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan No 1. Reaksi pendesakan Reaksi pendesakan atau disebut juga reaksi pertukaran tunggal adalah reaksi dimana suatu unsur menggantikan posisi unsur lain dalam suatu senyawa. Kegiatan Pembelajaran A. 2.

Sunarya.D. (2009). Y. Florentia Mujiyati. Aspek yang dinilai g. Alat :   Papan tulis LCD Chang. Wisnu A. Agus S. (2004). Bentuk Instrumen : Tes / Assessment (waktu 2x45) : Pengetahuan . IX.. Alat dan Bahan (Sumber) c. d. Teknik Penilaian f. OSU P. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. R. Kepala SMA Santa Angela Bandung. Boedisantoso. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. Penilaian e. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. KTSP Kimia Kelas X 50 . Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta : Penerbit Erlangga. Jenis Penilaian h. Bandung. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X.Pd.Pd. M. ___________ Mengetahui.VII. Carolus B. S. Sikap dan Psikomotorik : Penilaian Proses dan Penilaian hasil : Soal. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. Sumber:    . Jakarta : Penerbit Erlangga...

dingan (hukum Dalton) pada beberapa peristiwa. o Menggunakan data percobaan untuk membuktikan hukum perbandingan volume (hukum Gay Lussac). diharapkan siswa dapat: o Membuktikan berdasarkan percobaan bahwa massa zat sebelum dan sesudah reaksi tetap (hukum kekekalan massa/hukum Lavoisier). Standar Kompetensi Memahami (stoikiometri) hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia II. V. o Membuktikan berdasarkan percobaan dan menafsir. Indikator Menjelaskan hukum dasar kimia. Perbandingan massa unsur dalam suatu senyawa selalu tetap. perbandingan massa salah satu unsur KTSP Kimia Kelas X 51 . IV. antara lain hukum kekekalan massa. Kompetensi Dasar Membuktikan dan mengomunikasikan berlakunya hukum-hukum dasar kimia melalui percobaan serta menerapkan konsep mol dalam menyelesaikan perhitungan kimia III.kan hukum Gay Lussac. Dalam suatu reaksi kimia selalu berlaku hukum kekekalan massa. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. o Membuktikan berlakunya hukum kelipatan perban. c. yaitu massa sebelum reaksi sama dengan massa sesudah reaksi.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Hukum Dasar Kimia : 5 x 45 menit I. hukum Dalton (hukum kelipatan perbandingan). b. o Menghitung volume gas reaktan atau produk berdasar. Uraian Materi Pembelajaran a.kan data tentang massa dua unsur yang bersenyawa (hukum Proust). dan hukum Gay Lussac (hukum perbandingan volume) berdasarkan eksperimen atau data hasil eksperimen. hukum Proust (hukum perbandingan tetap). Jika dua unsur dapat membentuk lebih dari satu senyawa.

Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan No 1. 15 KTSP Kimia Kelas X 52 . Selanjutnya. • Menganalisis 3. Volume gas yang ikut dalam reaksi kimia jika diukur pada suhu dan tekanan yang sama. Penutup Siswa bersama-sama dengan guru membuat kesimpulan tentang hukum-hukum dasar kimia. Langkah. (pertemuan ketiga) • Menganalisis Gay Lussac). Kegiatan Pembelajaran A. guru melakukan penilaian atau tes hasil belajar dan pemberian tugas untuk mengetahui ketercapaian indikator dan kompetensi. Kegiatan Inti (pertemuan pertama) • Siswa melakukan eksperimen hukum kekekalan massa. berbanding sebagai bilangan bulat dan sederhana. data hasil eksperimen untuk data hasil eksperimen untuk 30 data hasil eksperimen untuk 45 data hasil eksperimen untuk hukum perbandingan tetap (hukum membuktikan hukum kelipatan perbandingan (hukum membuktikan hukum perbandingan volume (hukum membuktikan hukum Avogadro. siswa menyebutkan keteraturan yang ada di alam dengan mengikuti aturan tertentu 2. • Menganalisis Dalton).pada tiap senyawa merupakan bilangan bulat dan sederhana.langkah Pembelajaran memperoleh kesimpulan dari hukum kekekalan massa. (pertemuan kedua) • Menganalisis membuktikan Proust). • Siswa membahas data hasil pengamatan untuk 75 15 : Ceramah. d. VII. diskusi : Konsep Kegiatan Alokasi Waktu (menit) B. Kegiatan Awal (Apersepsi) • Melalui diskusi kelas.

S. Alat dan Bahan (Sumber) a.. Sikap dan Psikomotorik : Penilaian Proses dan Penilaian hasil : Soal. ___________ Mengetahui. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr.VIII. Bentuk Instrumen : Tes / Assessment (waktu 1x45) : Pengetahuan . ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. Alat   : Papan tulis LCD Chang. Wisnu A. Carolus B. OSU P. (2009). Penilaian a. Aspek yang dinilai c. (2004). Bandung. Jakarta : Penerbit Erlangga. Y. Mudah dan Aktif Belajar Kimia.. M. Jakarta : Penerbit Erlangga. b. KTSP Kimia Kelas X 53 .. Boedisantoso. R. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X.D. Kepala SMA Santa Angela Bandung. Jenis Penilaian d.Pd. Agus S. Sunarya.Pd. Teknik Penilaian b. IX. Florentia Mujiyati. Sumber:    . Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti.

2. Massa atom relatif Massa atom relatif suatu unsur adalah perbandingan massa rata-rata suatu atom relatif terhadap 1 kali massa satu atom karbon-12. Materi yang dikembangkan 1. Materi prasyarat Hukum dasar kimia B. Sedangkan massa rumus adalah massa senyawa ion yang dihitung berdasarkan setiap satuan rumus empirisnya. Massa KTSP Kimia Kelas X 54 . Analisis Materi Pelajaran A. III. yaitu merupakan jumlah dari massa seluruh atom yang menyusun molekul tersebut. Massa molekul relatif dan massa rumus relatif Massa molekul ditentukan oleh massa atom-atom penyusunnya. 2. Menjelaskan pengertian mol sebagai satuan jumlah zat. Massa atom relatif tidak mempunyai satuan.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Materi Pokok Sub Materi Pokok Kelas/ Semester Alokasi Waktu : Sekolah Menengah Atas (SMA) : Kimia : Stoikiometri : Konsep Mol : X/1 : 5 x 45 menit I. IV. Standar Kompetensi Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri). Kompetensi Dasar Membuktikan dan mengkomunikasikan berlakunya hukum-hukum dasar kimia melalui percobaan serta menerapkan konsep mol dan menyelesaikan perhitungan kimia. Indikator 1. Ar X = massa atom relatif X Massa 1 atom C-12 = 12 sma Massa rata-rata atom X merupakan massa rata-rata dari semua isotop X yang ada di alam. massa dan volum zat. Mengkonversikan jumlah zat dengan jumlah mol. Massa atom relatif diberi lambang Ar dan 12 dirumuskan sebagai berikut: Ar X = massa rata-rata suatu atom X 1/12 x massa 1 atom C-12 Dengan. II.

berlaku P ≈ 2. didapat: Mr AxBy = massa rata-rata (x atom A + y atom B) 1/12 x massa 1 atom C-12 Mr AxBy = x(massa rata-rata 1 atom A )+ y (massa rata-rata 1 atom B) 1/12 x massa 1 atom C-12 Sehingga dapat disederhanakan menjadi : Mr AxBy = (x Ar A + y Ar B) Jadi. dan massa rumus (Mr) suatu zat adalah : a gram zat =  b.00 gram C-12. sehingga 12 . yaitu Mr. 3. Jika pengukuran dilakukan pada suhu 0oC dan tekanan 1 atm (STP). Mol Satu mol suatu zat adalah sejumlah partikel yang terkandung dalam suatu zat yang jumlahnya sama dengan banyaknya atom yang terdapat dalam 12. maka P ≈ T 3. jumlah mol. volum molar gas tersebut sebagai volum molar standar. Massa molekul relatif dan massa rumus relatif memiliki lambang yang sama. Hukum Amonton. Hukum Boyle. massa molekul relatif suatu senyawa molekul merupakan jumlah massa atom relatif (Ar) dari seluruh atom penyusun satu molekul senyawa. Hukum Charles. Massa 1 mol AB = (Mr AB) x gram. L = bilangan Avogadro a. maka V ≈ T KTSP Kimia Kelas X 55 1 V  a  mol  Mr  1 kali massa satu atom C-12. sedangkan massa rumus relatif suatu senyawa ion adalah jumlah massa atom relatif dari seluruh atom penyusun satu satuan rumus kimia senyawa ion. yaitu pada suhu tetap dan jumlah mol tetap. 1 mol zat = L partikel = 1. Massa molar Massa molar adalah massa zat itu yang sama dengan massa atom atau massa rumus zat tersebut dinyatakan dalam gram.molekul massa rumus merupakan perbandingan massa rata-rata suatu molekul atau satuan rumus suatu zat relatif (dibandingkan) terhadap Mr AxBy = massa rata-rata 1 molekul AxBy 1/12 x massa 1 atom C-12 Apabila dijabarkan lebih lanjut. yaitu pada volum dan jumlah mol tetap.602 x 1023 partikel . yaitu pada tekanan dan jumlah mol tetap. Hubungan antara volum molar gas dan jumlah mol gas dinyatakan sebagai berikut : n mol gas (pada STP) = n x 22. Hukum gas ideal Beberapa hukum tentang gas yang berlaku pada gas ideal adalah : 1. Satuan massa molar adalah gram/mol atau gram mol-1.4 liter c. Hubungan antara massa. Volum molar Volum molar gas menyatakan volum 1 mol gas pada suhu dan tekanan tertentu.

Pembukaan: • Apersepsi: 1. 2. Kegiatan Pembelajaran A. Hipotesis avogadro. M = kemolaran alrutan n = jumlah mol zat terlarut V = volum larutan V. Kemolaran Larutan Kemolaran menyatakan jumlah mol zat terlarut dalam tiap liter larutan. Satuan kemolaran adalah mol L-1 atau mmol mL-1. maka V ≈ n Dari keempat hukum tersebut dapat disimpulkan bahwa pada gas ideal berlaku persamaan : PV = nRT Dengan.082 L atm K-1 mol-1) 4.4. M = n V Dengan. P = tekanan (atmosfer) T = suhu mutlak (kelvin = oC + 273) V = volum (liter) n = jumlah mol (mol) R = tetapan gas ideal (0. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai tema dan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan. Langkah pembelajaran No 1. guru mengenai: Hukum-hukum dasar kimia Siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan 15 Kegiatan Alokasi Waktu (menit) KTSP Kimia Kelas X 56 . yaitu pada tekanan dan suhu tetap. Metode Model : ceramah bermakna : Induktif-Deduktif Pendekatan : Konsep dan Proses B.

Siswa menyimak penjelasan guru mengenai hubungan antara mol dengan volum molar gas 7. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai hubungan antara mol dengan jumlah zat 3. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai hubungan antara mol dengan massa molar. Siswa dengan berdiskusi mengerjakan beberapa latihan soal mengenai konsep mol yang diberikan guru. Kegiatan Inti (pertemuan pertama) 1. Alat dan Bahan (Sumber) 57 KTSP Kimia Kelas X . VI. Siswa dengan berdiskusi mengerjakan beberapa latihan soal mengenai konsep mol yang diberikan guru. stoikiometri senyawa dan stoikiometri reaksi yang dikuatkan kembali oleh guru. (pertemuan kedua) 2.2. 5. • Siswa diberi tugas di rumah untuk mengerjakan latihan pada buku Kimia Mandiri dan membaca materi berikutnya. 15 30 45 45 45 30 3. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai pengertian mol. (pertemuan kelima) 8. Siswa dengan berdiskusi mengerjakan beberapa latihan soal mengenai konsep mol yang diberikan guru. Penutup • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai konsep mol. (pertemuan keempat) 6. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai hubungan antara mol dengan kemolaran larutan 9. Siswa dengan berdiskusi mengerjakan beberapa latihan soal mengenai konsep mol yang diberikan guru. (pertemuan ketiga) 4.

Sumber:  Chang. Jakarta : Penerbit Erlangga. Bandung. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KTSP Kimia Kelas X 58 . Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti.. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. Kepala SMA Santa Angela Bandung. OSU P. Sunarya. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. M. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. Wisnu A. (2004). R.   . ___________ Mengetahui... Alat   : Papan tulis LCD b.D.a. (2009). Carolus B.Pd.Pd. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Florentia Mujiyati. Jakarta : Penerbit Erlangga. S. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. Boedisantoso. Y. Agus S.

Materi yang dikembangkan 1. 3. Hidrat adalah zat padat yang mengikat beberapa molekul air sebagai bagian dari struktur kristalnya. IV. Standar Kompetensi Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri). Jika suatu hidrat dilarutkan dalam air. Menentukan pereaksi pembatas dalam suatu reaksi. Air hidrat dan pereaksi pembatas a. Analisis Materi Pelajaran A. Menentukan rumus empiris senyawa. Menentukan kadar unsur dalam senyawa Dengan mengetahui jenis dan massa dari setiap komponen penyusun zat. kita dapat mengetahui komposisi zat tersebut. 4. Menentukan rumus kadar unsur dalam suatu senyawa. Jika suatu senyawa hidrat dipanaskan. Kadar = massa komponen / massa zat x 100% 3. maka air kristalnya akan lepas. Materi prasyarat Hukum dasar kimia B. b. Pereaksi pembatas KTSP Kimia Kelas X 59 . II. 2. Kompetensi Dasar Membuktikan dan mengkomunikasikan berlakunya hukum-hukum dasar kimia melalui percobaan serta menerapkan konsep mol dan menyelesaikan perhitungan kimia. Menentukan rumus kimia zat a.Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Materi Pokok Sub Materi Pokok Kelas/ Semester Alokasi Waktu : Sekolah Menengah Atas (SMA) : Kimia : Stoikiometri : Stoikiometri Senyawa dan Stoikiometri Reaksi : X/1 : 7 x 45 menit I. Menentukan rumus molekul senyawa. Komposisi zat dinyatakan dalam persen massa (% massa) atau disebut juga kadar. maka ada sebagian atau seluruh air kristal dapat dilepas (menguap). b. Indikator 1. III. Rumus molekul merupakan rumus kimia yang menunjukan jumlah atom dari masingmasing unsur dalam suatu senyawa 2. Rumus empiris merupakan perbandingan paling sederhana dari atom-atom unsur penyusun suatu senyawa.

Kegiatan Pembelajaran A. 5. (pertemuan ketiga) 6. 3. Siswa menyimak penegasan guru mengenai konsep pereaksi pembatas dan senyawa hidrat. 2. Siswa dengan berdiskusi mengerjakan beberapa latihan soal mengenai pereaksi pembatas dan senyawa hidrat yang diberikan oleh guru. perbandingan mol zat-zat pereaksi yang ditambahkan tidak selalu sama dengan perbandingan koefisien reaksinya. Siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan guru mengenai: Hukum-hukum dasar kimia Perhitungan mol 2. 2. Langkah pembelajaran . Siswa mempresentasikan hasil pengamatan yang telah dirumuskan. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai rumus empiris. Pembukaan: • Apersepsi: 1. Metode Model No 1. Kegiatan Inti (pertemuan pertama) 1. KTSP Kimia Kelas X 60 60 60 75 15 : ceramah bermakna : Induktif-Deduktif Kegiatan Alokasi Waktu (menit) Pendekatan : Konsep dan Proses B. (pertemuan kedua) 4. Hal ini menyebabkan ada pereaksi yang akan habis bereaksi lebih dahulu yang disebut sebagai pereaksi pembatas. Siswa secara berkelompok dan bersama dengan guru melakukan percobaan pereaksi pembatas dan senyawa hidrat.Pada suatu reaksi kimia. V. rumus molekul dan cara menentukan kadar unsur dalam suatu senyawa. Siswa membuat kesimpulan dari pengertian pereaksi pembatas dan air hidrat. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai tema dan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KTSP Kimia Kelas X 61 . pengamatan perilaku b.D.. ___________ Mengetahui. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. Wisnu A. Penilaian a. Jakarta : Penerbit Erlangga. Aspek yang dinilai : Pengetahuan . Kepala SMA Santa Angela Bandung. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. Siswa dengan berdiskusi mengerjakan beberapa latihan soal mengenai stoikiometri reaksi tersebut yang yang 3. Carolus B. Alat:   Papan tulis LCD Chang. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr... Jenis Penilaian : Penilaian Proses dan Penilaian hasil d. pengamatan kerja. Lembar pengamatan Afektif dan Psikomotorik Bandung. VII. Jakarta : Penerbit Erlangga. Sunarya.Pd. Penutup • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai konsep mol. Boedisantoso. S. OSU P. • Siswa diberi tugas di rumah untuk mengerjakan latihan pada buku Kimia SMA Kelas X dan membaca materi berikutnya. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. R. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung.7. Agus S. (2004). M. Bentuk Instrumen : Soal. Sumber:    . stoikiometri senyawa dan stoikiometri reaksi yang dikuatkan kembali oleh guru. Y. VI. ada di buku mandiri kimia. (2009). 15 b. Florentia Mujiyati.Pd. Sikap dan Psikomotorik c. Teknik Penilaian : Tes / Assessment (waktu 2x45) .Tugas kelompok. Alat dan Bahan (Sumber) a.

Dalam kehidupan sehari-hari banyak kita jumpai contoh larutan elektrolit dan larutan non-elektrolit. Materi a. Larutan non-elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan listrik.    Materi Prasyarat Komponen larutan Ionisasi Bentuk molekul dan ion Berdasarkan daya hantar listrik larutan. Menjelaskan penyebab kemampuan larutan larutan elektrolit menghantarkan arus listrik. b. Jika larutan gula diuji dengan alat penguji elektrolit. bola lampu pijar tidak akan menyala dan pada kedua elektrode tidak terjadi perubahan. larutan garam dapur jika diuji dengan alat penguji elektrolit. Materi yang dikembangkan KTSP Kimia Kelas X 62 . Hal tersebut menunjukkan bahwa larutan garam dapat menghantarkan listrik atau dengan kata lain larutan garam merupakan larutan elektrolit. Indikator  Merancang dan melakukan percobaan untuk mengidentifikasi sifat-sifat larutan nonelektrolit dan elektrolit dalam diskusi kelompok di laboratorium. Mengidentifikasi sifat-sifat larutan elektrolit lemah setelah melakukan percobaan. bola lampu pijar akan menyala. Mengidentifikasi sifat-sifat larutan non-elektrolit setelah melakukan percobaan. Misalnya. Mengidentifikasi sifat-sifat larutan elektrolit kuat setelah melakukan percobaan. Menyimpulkan perbedaan sifat dan jenis larutan non-elektrolit dan elektrolit. III. yaitu larutan elektrolit dan larutan non-elektrolit. Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan listrik. Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat larutan non-elektrolit dan elektrolit. II.Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/2 : Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit : 6 x 45 menit I. Dengan demikian larutan gula bukan merupakan larutan elektrolit atau larutan gula merupakan larutan non-elektrolit. Tujuan Pembelajaran: Siswa dapat:      IV. serta reaksi oksidasi-reduksi. Kompetensi Dasar Mengidentifikasi sifat larutan non-elektrolit dan elektrolit berdasarkan data hasil percobaan. larutan dapat dibedakan atas dua jenis.

Perbedaan daya hantar listrik larutan dapat dilihat dari menyala atau tidaknya bola lampu. larutan kapur sirih. air sungai. air laut. Jika ke dalam larutan elektrolit dicelupkan elektrode dari sumber arus searah (baterai). Skenario Pembelajaran KTSP Kimia Kelas X . Pada konsentrasi yang sama. sedangkan larutan elektrolit yang daya hantarlistriknya relatif kurang baik walaupun konsentrasinya besar termasuk jenis larutan elektrolit lemah. sedangkan ion-ion negatif atau anion akan bergerak menuju kutub positif (anode). dan larutan amoniak. larutan elektrolit kuat mempunyai daya hantar listrik yang lebih baik daripada larutan elektrolit lemah. dan larutan urea. larutan cuka. Bagaimana suatu larutan dapat menghantarkan listrik? Svante Arrhenius. air aki (larutan asam sulfat). Jadi pada konsentrasi yang sama. ceramah dan diskusi Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu 63 B. larutan pembersih porselen/keramik. Larutan elektrolit yang daya hantar listriknya relatif baik walaupun konsentrasinya kecil termasuk jenis larutan elektrolit kuat.Adapun contoh larutan elektrolit dan non-elektrolit dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut: Larutan elektrolit: Larutan garam dapur. Pada anode (kutub positif) terjadi pelepasan elektron oleh ion-ion negatif. Pada katode (kutub negatif) terjadi penangkapan atau penerimaan elektrolit oleh ion-ion positif. Kegiatan Pembelajaran A. Elektron-elektron oleh ionion negatif akan mengalir menuju katode melalui rangkaian sumber arus searah (baterai) seperti yang diperlihatkan oleh gambar berikut: V. larutan alkohol. air sungai. Daya hantar larutan elektrolit berbeda-beda tergantung pada jenis larutan dan jumlah zat terlarut. Larutan non-elektrolit: Larutan gula. larutan elektrolit kuat daya hantar listriknya lebih baik dari pada larutan elektrolit lemah. : Keterampilan proses : Praktikum. Ion-ion itulah yang menghantarkan arus listrik. maka ion-ion positif atau kation yang berbeda dalam larutan akan bergerak menuju kutub negatif (katode). ilmuwan Swedia 1887 menjelaskan bahwa dalam larutan elektrolit terdapat ion-ion positif dan ion-ion negatif yang bergerak bebas. Pendekatan dan Metode Pendekatan Metode No.

 Dengan bimbingan guru siswa melakukan prosedur percobaan yang sudah tertera dalam LKS.  Dengan bimbingan guru siswa menyiapkan peralatan praktikum larutan elektrolit-non elektrolit. misalnya:  Apa pernah kalian tersengat basah?  Apakah kalian pernah melihat orang yang menangkap ikan dengan mencelupkan suatu alat yang dialiri listrik sehingga ikan tersebut tersengat arus listrik dan mati?  Bagaimana semua hal itu dapat terjadi?  Siswa diberi pengarahan bahwa mereka akan menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut setelah melakukan pembelajaran hari ini. 15 Siswa diberi beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan materi larutan elektrolit-non elektrolit. Pendahuluan  Guru memberikan salam pembuka. listrik ketika tangan kalian Motivasi:  2.  Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok disediakan modul sebagai petunjuk praktikum. (pertemuan kedua) 75 KTSP Kimia Kelas X 64 . apa yang dimaksud dengan larutan non-elektrolit? (Sebelumnya siswa sudah ditugaskan untuk membawa peralatan praktikum larutan elektrolit-non elektrolit)  Siswa diberitahu bahwa pada pertemuan kali ini akan melakukan percobaan mengenai larutan elektrolit dan nonelektrolit.(Menit) 1. Kegiatan inti (pertemuan pertama)  Siswa diuji pengetahuan awalnya dengan melemparkan beberapa pertanyaan sebagai berikut:  Apa yang kalian pikirkan ketika mendengar istilah larutan elektrolit?  Lalu apa yang dimaksud dengan larutan elektrolit?  Ada pula yang disebut dengan larutan non-elektrolit.

diperkuat kembali oleh guru  Siswa diberi tugas membuat laporan praktikum yang telah dilakukan. siswa mengoreksi tiap jawaban dari pertanyaan dalam modul.  Dengan bantuan charta. jawaban pertanyaan modul hasil diskusi 60    Dengan bimbingan guru. siswa ditunjukkan gambaran mikroskopis sederhana larutan elektrolit untuk memperkuat 3. Setiap kelompok berdiskusi untuk menyelesaikan soal-soal yang terdapat dalam modul. Perwakilan dari 2 hingga 3 kelompok menuliskan hasil pengamatan di papan tulis..  Guru memberikan salam penutup. bimbingan hasil guru. Penutup  Dengan elektrolit. belajar siswa diminta larutan mengemukakan elektrolit-non 15 kesimpulan mengenai 60 VI. pemahaman siswa. diperkuat kembali oleh guru   Siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut: Mengapa larutan elektrolit dapat menyebabkan bola lampu menyala?  Atas jawaban siswa guru mengarahkan pertanyaan tersebut ke arah penjelasan mengenai ionisasi. Perwakilan dari 1 atau 2 kelompok mengemukakan kesimpulan dari hasil percobaan. Siswa perwakilan dari beberapa kelompok bergantian menyebutkan kelompok.  Kesimpulan yang dikemukakan oleh siswa. Alat dan Bahan (Sumber) 65 KTSP Kimia Kelas X . ion-ion yang bergerak sehingga dapat menghantarkan arus listrik.  (pertemuan ketiga)  Kesimpulan yang dikemukakan oleh siswa.

a. Alat:    Papan tulis LCD LKS

b. Sumber:
 Chang, R.. (2004). Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. Jakarta : Penerbit Erlangga.


. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. Jakarta : Penerbit Erlangga.
Sunarya, Y., Agus S.. (2009). Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional.

VII. Penilaian a. Teknik Penilaian : Tes / Assessment (waktu 1x45) ,Tugas kelompok, pengamatan kerja, pengamatan perilaku b. Aspek yang dinilai : Pengetahuan , Sikap dan Psikomotorik c. Jenis Penilaian : Penilaian Proses dan Penilaian hasil d. Bentuk Instrumen : Soal, Lembar pengamatan Afektif dan Psikomotorik

Bandung, ___________ Mengetahui, Kepala SMA Santa Angela

Bandung, ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum

Bandung, 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia

Sr. Florentia Mujiyati, OSU

P.D. Boedisantoso, M.Pd.

Carolus B. Wisnu A, S.Pd.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
KTSP Kimia Kelas X 66

Satuan Tingkat Pendidikan : SMA Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : Kimia : X/1 : Perkembangan Reaksi Redox : 2 x 45 menit

I.

Standar Kompetensi Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri).

II. Kompetensi Dasar Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana serta persamaan reaksinya. III. Indikator Menentukan konsep reaksi oksidasi dan reduksi berdasarkan pengikatan dan pelepasan oksigen, penerimaan dan pelepasan electron. IV. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, diharapkan siswa dapat: 1. Menjelaskan konsep redoks berdasarkan pengikatan dan pelepasan oksigen. 2. Menjelaskan konsep redoks berdasarkan penerimaan dan pelepasan elektron. 3. Menentukan reaksi mana yang merupakan redoks dan mana yang bukan. 4. Menentukan oksidator dan reduktor dalam suatu reaksi V. Uraian Materi Pembelajaran 1. Pengikatan Oksigen Sejak dulu, para pakar kimia sudah mengetahui bahwa oksigen dapat bereaksi dengan banyak unsur. Senyawa yang terbentuk dari hasil reaksi dengan oksigen dinamakan oksida sehingga reaksi antara oksigen dan suatu unsur dinamakan reaksi oksidasi. Karat besi adalah senyawa yang terbentuk dari hasil reaksi antara besi dan oksigen (besi oksida). Perkaratan besi merupakan salah satu contoh dari reaksi oksidasi. Persamaan reaksi pembentukan oksida besi dapat ditulis sebagai berikut.
4Fe(s) + 3O2(g) → 2Fe2O3(s)

Pada reaksi tersebut, besi mengalami oksidasi dengan cara mengikatoksigen menjadi besi oksida. Kebalikan dari reaksi oksidasi dinamakan reaksi reduksi. Pada reaksi reduksi terjadi pelepasan oksigen. Besi oksida dapat direduksi dengan
cara direaksikan dengan gas hidrogen, persamaan reaksinya: Fe2O3(s) + 3H2(g) → 2Fe(s) + 3H2O(g)

2. Pelepasan dan Penerimaan Elektron KTSP Kimia Kelas X 67

Konsep redoks yang melibatkan transfer elektron berkembang setelah diketahui adanya elektron dalam atom dan reaksi pembentukan senyawa ion (lihat kembali topik ikatan ion). Tuliskan pembentukan senyawa NaCl dari unsur-unsurnya. Spesi manakah yang melepaskan elektron dan yang menerima elektron? Dalam konsep redoks, peristiwa pelepasan elektron dinamakan oksidasi, sedangkan peristiwa penerimaan elektron dinamakan reduksi. Pada pembentukan senyawa NaCl dari unsur-unsurnya, atom natrium mengalami oksidasi, sedangkan atom klorin mengalami reduksi. Penggabungan kedua proses itu dinamakan reaksi redoks. Reaksi redoks pada peristiwa perkaratan besi dapat dijelaskan dengan reaksi berikut: 2Fe →2Fe3+ + 6e– (oksidasi) 3O2 + 6e– →3O2– (reduksi) 3. Reduktor dan Oksidator Berdasarkan uraian sebelumnya, apa yang dapat Anda simpulkan mengenai zat-zat kimia dihubungkan dengan konsep redoks? Semua zat kimia dapat dikelompokkan ke dalam dua kelompok, yakni zat-zat yang mengalami oksidasi dan zat-zat yang mengalami reduksi. Dalam reaksi redoks, pereaksi yang dapat mengoksidasi pereaksi lain dinamakan zat pengoksidasi atau oksidator. Sebaliknya, zat yang dapat mereduksi zat lain dinamakan zat pereduksi atau reduktor. VI. Kegiatan Pembelajaran A. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan No 1. Pembukaan : Siswa member salam kepada guru. 15 Siswa memahami tujuan pembelajaran yang disampaikan oleh guru. Siswa diperkenalkan mengenai pembelajaran hari ini sehingga termotivasi untuk mengikuti pelajaran dengan atraktif. Siswa memperhatikan demonstrasi yang diperagakan di depan kelas. c. Siswa menjawab pertanyaan guru berdasarkan 2. demonstrasi yang ditunjukan. Pembelajaran inti (konsep redoks berdasarkan pelepasan dan pengikatan 30 KTSP Kimia Kelas X 68 : Ceramah, diskusi : Konsep Kegiatan Alokasi Waktu (menit)

B. Langkah- langkah Pembelajaran

3. Siswa menyampaikan tanggapan terhadap penjelasan tersebut dan mengajukan pertanyaan. Siswa menyampaikan tanggapan terhadap penjelasan tersebut dan mengajukan pertanyaan. Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai reaksi redoks tersebut. VII.Siswa dan guru melakukan pembelajaran penguatan yang dan telah 15 menyimpulkan dilaksanakan. Siswa mengajukan pertanyaan berdasarkan penjelasan yang telah disampaikan.oksigen) Siswa memperhatikan guru yang menampilkan contoh persamaan reaksi redoks yang berhubungan dengan konsep redoks pertama.Siswa mengerjakan post test yang diberikan oleh guru. Penutup . Alat dan Bahan (Sumber) a. Alat :  Papan tulis 69 KTSP Kimia Kelas X . (konsep redoks berdasarkan pelepasan dan pengikatan elektron) Siswa memperhatikan guru yang menampilkan contoh persamaan reaksi redoks yang berhubungan dengan konsep redoks kedua. . Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai reaksi redoks tersebut. Siswa mengajukan pertanyaan berdasarkan 30 penjelasan yang telah disampaikan.

Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti...Pd. (2009). Sumber:    . LCD Chang. Jakarta : Penerbit Erlangga. Bandung. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran KTSP Kimia Kelas X : SMA SANTA ANGELA : Kimia 70 . Agus S. (2004). 21 Maret 2013 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Carolus B. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. b. Jakarta : Penerbit Erlangga. S. Sunarya.. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. Wisnu A. Y. R.

Menentukan oksidator dan reduktor dalam reaksi redoks. Menentukan bilangan oksidasi dari suatu atom unsur dalam senyawa ion atau senyawa molekuler. Kompetensi Dasar Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana serta persamaan reaksinya. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. Uraian Materi Pembelajaran 1. Menentukan bilangan oksidasi dari atom dalam suatu senyawa netral atau senyawa ion. Menentukan rumus kimia senyawa berdasarkan aturan IUPAC. Bilangan Oksidasi dan Penentuan Bilangan Oksidasi Bagaimana menentukan bilangan oksidasi (biloks) atom suatu unsur? Dalam hal ini. a. Menjelaskan aturan bilangan oksidasi. Standar Kompetensi Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri). yaitu sebagai berikut. Dalam bentuk unsur dan molekul unsurbilangan oksidasi atom-atomnya sama dengan nol. 3. 5. IV. 2.Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : X/1 : Bilangan Oksidasi : 4 x 45 menit I. para pakar kimia bersepakat mengembangkan aturan yang berkaitan dengan biloks unsur. Menentukan konsep reaksi oksidasi dan reduksi berdasarkan peningkatan dan penurunan bilangan oksidasi. Menjelaskan konsep reaksi redoks berdasarkan kenaikan dan penurunan bilangan oksidasi. III. Menentukan tata nama senyawa berdasarkan aturan IUPAC. bilangan oksidasi atom-atom sama dengan muatan kation dan anionnya eg : KTSP Kimia Kelas X biloks Na dalam senyawa ion NaCl = +1 71 . Menentukan tata nama senyawa berdasarkan aturan IUPAC. 4. 6. V. eg : biloks Na dalam unsur Na = 0 biloks Cl dalam unsur Cl2 = 0 b. 3. diharapkan siswa dapat: 1. 2. II. Indikator 1. Dalam senyawa ion.

Na2O) sama dengan –1 dan dalam superoksidasama dengan –1/2 g. Anda telah belajar tata nama senyawa biner dan senyawa poliatom. kecuali dalam senyawa hidrida sama dengan –1 f. Sebaliknya. jika dalam reaksi bilangan oksidasi atom meningkat maka atom tersebut mengalami oksidasi. diskusi : Konsep B. Jumlah total bilangan oksidasi dalam senyawa netral sama dengan nol Jumlah total bilangan oksidasi untuk ion sama dengan muatan ionnya. jika bilangan oksidasinya turun maka atom tersebut mengalami reduksi. NaBr. Menurut konsep ini. Biloks atom golongan IIA dalam semua senyawa adalah +2 d. yaitu perubahan bilangan oksidasi. eg. 3.biloks Cl dalam senyawa ion NaCl = -1 c. HF e. Br. Apa yang dimaksud dengan reaksi disproporsionasi? Reaksi disproporsionasi atau disebut juga reaksi swaredoks adalah suatu reaksi yang mengalami oksidasi dan juga reduksi pada pereaksinya. Reaksi Reduksi Oksidasi dan Bilangan Oksidasi Oleh karena banyak reaksi redoks yang tidak dapat dijelaskan dengan konsep pengikatan oksigen maupun transfer elektron maka para pakar kimia mengembangkan konsep alternatif. tata namanya ditambah angka romawi dalam tanda kurung yang menunjukkan harga biloks. Cl. Biloks atom hidrogen dalam senyawa adalah +1. VI. 2. Biloks atom-atom unsur halogen (F. Biloks atom oksigen dalam senyawa adalah –2.langkah Pembelajaran No Kegiatan Alokasi Waktu (menit) KTSP Kimia Kelas X 72 . I) dalam senyawa biner adalah –1. Langkah. Kegiatan Pembelajaran A. KI. Tata nama tersebut berlaku untuk zat molekuler atau senyawa ion yang mengandung kation hanya memiliki satu harga muatan atau biloks logam golongan IA dan IIA. Tata Nama Senyawa dan Biloks Pada bab sebelumnya. AgCl. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan : Ceramah. kecuali dalam peroksida (H2O2. Angka romawi tersebut tidak terpisahkan dari nama kationnya. Biloks atom golongan IA dalam semua senyawa adalah +1. Untuk kation-kation logam yang memiliki lebih dari satu harga biloks (khususnya unsurunsur transisi).

telah dipelajari. Pembelajaran inti (menentukan bilangan oksidasi pada senyawa netral) Siswa memperhatikan contoh senyawa yang 60 diberikan oleh guru. Siswa mengerjakan latihan yang berhubungan 60 dengan penentuan bilangan oksidasi dalam suatu senyawa ion dan menuliskanya di papan tulis. tentang kelemahan konsep redoks yang 2. 30 Siswa memapehatikan dan memahami tujuan pembelajaran yang disampaikan oleh guru.1. reaksi. KTSP Kimia Kelas X 73 . Siswa diperkenalkan mengenai pembelajaran hari ini sehingga termotivasi untuk mengikuti pelajaran dengan atraktif. siswa 90 berdasarkan aturan bilangan menentukan bilangan oksidasi dari masing-masing atom yang tertera pada reaksi tersebut. Siswa memperhatikan penjelasaan guru mengenai konsep reaksi redoks berdasarkan konsep perubahan bilangan oksidasi. Pembukaan : Siswa member salam kepada guru.Siswa diberikan contooh persamaan oksidasi. Siswa mengerjakan latihan yang berhubungan dengan penentuan bilangan oksidasi dalam suatu senyawa dan menuliskanya di papan tulis. (menentukan bilangan oksidasi pada senyawa ionik) Siswa memperhatikan contoh senyawa ion yang diberikan oleh guru. (reaksi redoks berdasarkan peningkatan dan penurunan bilangan oksidasi) . Siswa memahami permasalahan yang disampaikan oleh guru. Siswa memperhatikan penguatan konsep reaksi redoks berdasarkan oksigen dan electron.

. Sumber:    . Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. ___________ Mengetahui.Siswa secara berkelompok diberikan tugas untuk mencari benda-benda yang berhubungan dengan aplikasi konsep redoks dalam kehidupan sehari-hari. Agus S. (2004). R.Siswa mengerjakan posttest yang diberikan oleh guru. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung.. (2009). Y.. Florentia Mujiyati. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Kepala SMA Santa Angela Bandung. Jakarta : Penerbit Erlangga. Jakarta : Penerbit Erlangga.Pd. Carolus B.Pd.. Alat dan Bahan (Sumber) a. Wisnu A. S. Alat :   Papan tulis LCD Chang. Penutup . Boedisantoso. 30 VII. OSU P. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran KTSP Kimia Kelas X : SMA SANTA ANGELA : Kimia 74 .3.Siswa bersama dengan guru membuat penguatan dan menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. .D. b. Sunarya. M. Bandung.

Indikator Mendeskripskan konsep larutan elektrolit dan konsep redoks dalam memecahkan masalah lingkungan IV. Umumnya. Sel Volta terdiri atas electrode (anode dan katode) tempat terjadinya reaksi redoks. Kegiatan Pembelajaran A.langkah Pembelajaran KTSP Kimia Kelas X 75 . Sel Volta Komersial Sel Volta adalah sumber energi listrik siap pakai yang dikemas dalam bentuk dan ukuran sesuai kegunaan. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan : Ceramah. V. diskusi : Konsep B. Kedua electrode ini dicelupkan ke dalam zat kimia yang berperan sebagai medium aliran listrik dan sebagai oksidator atau reduktor. baterai litium. Jenis baterai bermacam-macam di antaranya baterai seng-karbon. Langkah. Menemukan konsep redoks untuk memecahkan masalah lingkungan dalam diskusi kelompok di kelas. II. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. dan baterai nikel-kadmium (nicad). diharapkan siswa dapat: 5.Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : X/1 : Aplikasi Redoks : 6 x 45 menit I. Jika transfer elektron ini dimanfaatkan akan menghasilkan energi listrik arus searah sebab aliran listrik tiada lain adalah aliran elektron. reaksi redoks tidak berbeda dengan reaksi-reaksi kimia yang lain. tetapi dalam reaksi redoks ada perubahan bilangan oksidasi akibat perubahan muatan. sel Volta komersial berupa sel kering baterai dan accumulator (accu). Standar Kompetensi Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri). III. Uraian Materi Pembelajaran Secara kimia. Kompetensi Dasar Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana serta persamaan reaksinya. Perubahan muatan ini disebabkan adanya transfer elektron dari satu atom ke atom lain. VI.

Sumber:  KTSP Kimia Kelas X 76 .. Pembukaan : Kegiatan Alokasi Waktu (menit) Siswa memberi salam kepada guru. (2004).Siswa bersama dengan guru membuat penguatan dan menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Siswa diperkenalkan mengenai pembelajaran hari ini sehingga termotivasi untuk mengikuti pelajaran dengan atraktif. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. Alat :   Papan tulis LCD Chang. Jakarta : Penerbit Erlangga.Setelah jawaban di dalam LKS selesai. Alat dan Bahan (Sumber) a. Penutup . R. .Siswa dari kelompok lain menanggapi berurutan. .No 1. . yang dipandun dengan LKS yang telah dibuat oleh guru.Siswa mengerjakan posttest yang diberikan oleh guru. b. 3. masingmasing kelompok mempresentasikan hasil jawabanya di depan kelas. 30 Siswa memaperhatikan dan memahami tujuan pembelajaran yang disampaikan oleh guru. Pembelajaran inti . Siswa memperhatikan penguatan konsep reaksi redoks yang telah dipelajari. Siswa mempersiapkan diri dalam kelompok untuk membahas aplikasi redoks dalam kehidupan sehari2. 30 secara 120 VII. hari.Dalam kelompok siswa membahas aplikasi redoks dalam kehidupan sehari-hari.

D. Carolus B. ___________ Mengetahui.Pd. Florentia Mujiyati. Bentuk Instrumen : Soal. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. Wisnu A. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X.  . Penilaian a. M. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. S. Lembar pengamatan Afektif dan Psikomotorik Bandung. Teknik Penilaian : Tes / Assessment (waktu 2x45) .Tugas kelompok. Sunarya. Agus S. VIII. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Kepala SMA Santa Angela Bandung. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester KTSP Kimia Kelas X : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 77 . Aspek yang dinilai : Pengetahuan .. Boedisantoso. (2009). Jakarta : Penerbit Erlangga.Pd. pengamatan perilaku b. Y. Sikap dan Psikomotorik c.. pengamatan kerja. OSU P. Jenis Penilaian : Penilaian Proses dan Penilaian hasil d.

 Characteristics of Carbon Atom Carbon atom has four valence electrons. The four electrons are able to form four covalent bonds. diharapkan siswa dapat: 1. Menjelaskan kekhasan atom karbon dalam senyawa karbon. Uraian Materi Pembelajaran A. Menentukan atom C primer. tersier. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. C H x KTSP Kimia Kelas X C 78 . Materi Inti  Carbon Compound One of the compounds are abundant in nature are carbon compounds. dan kuartener IV. Materi Prasyarat Konfigurasi electron atom karbon Struktur lewis Reaksi oksidasi B. sekunder. II. Kompetensi Dasar Mendeskripsikan kekhasan atom karbon dalam membentuk senyawa hidrokarbon. Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat senyawa organik atas dasar gugus fungsi dan senyawa makromolekul. This compound is composed of atoms of carbon and other atoms attached to carbon atoms. Membedakan atom C primer.Materi Pokok Alokasi Waktu : Karakteristik Atom Karbon : 4 x 45 menit I. 3. III. Mendeskripsikan kekhasan atom karbon dalam senyawa karbon. 2. Indikator 1. 3. 2. tersier. sekunder. One of the most simple carbon compounds are hydrocarbons. Mengidentifikasi unsur karbon dan hidrogen pada senyawa hidrokarbon melalui percobaan. Mengidentifikasi unsur karbon dan hidrogen pada senyawa hidrokarbon melalui percobaan. dan kuartener V.

In industry. or closed). Materi Pengayaan Hydrocarbons have many benefits in daily life and for industries. KTSP Kimia Kelas X C C C C C C C C C 79 C C C C C . atom of another C atom primary C atom is the atom C. Sekunder. H  Atom C Primer.Covalently bonded carbon atoms can be single with four hydrogen atoms. which binds one b.. which binds three atom of another C atom d. Tertier dan Kuartener C d c C C b a C a. usually simle hydrocarbons are used as the raw material for further process of industry to get bigger benefit such us for making polymer. Tertiary C atom is the atom C. H x H x x H Carbon atoms can also bind to other carbon atoms. both the single and double covalent H H C H bonding of two and threefold. secondary C atom is the atom C. which binds four atom of another C atom C. branched. quart C atom is the atom C. the tendency of the carbon atoms to bind to other carbon atoms enables the formation of carbon compounds with different structures (open-chain. which binds two atom of another C atom c. H H C H C C H H C C H H H H In addition.

Pembelajaran inti • Siswa diperkenalkan mengenai senyawa organic di kehidupan sehari-hari.langkah Pembelajaran mengecek kehadiran siswa. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan No 1. dan O pada lilin. Penutup • Siswa merefleksikan proses pembelajaran yang telah dilakukan dan menyimpulkanya. H. karbon tertier. • Siswa menarik kesimpulan berdasarkan demonstrasi 3. Kegiatan Pembelajaran A. • Siswa membuat latihan menentukan jenis-jenis atom karbon dalam senyawa hidrokarbon. • Siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan demonstrasi tersebut. KTSP Kimia Kelas X 75 75 15 80 . • Siswa diminta untuk menjelaskan konfigurasi electron dari atom karbon. • Siswa ditunjukan kemampuan karbon dalam membentuk empat buah ikatan kovalen. • Siswa memperhatikan dan terlibat dalam demonstrasi tentang identifikasi atom C. Langkah. karbon kuartener). • Siswa mengerjakan posttest yang diberikan oleh guru..VI. (karbon primer. yang telah dilakukan. • Siswa 2. • Siswa ditunjukan jenis-jenis atom karbon pada suatu senyawa karbon. Pembukaan : • Siswa menyampaikan salam pembuka dan guru 15 : Ceramah. sehingga siswa dapat terfokus pada pembelajaran yang akan dilaksanakan. demonstrasi. • Guru menampilkan gambar yang berhubungan dengan pembelajaran hari ini. diskusi : Konsep Kegiatan Alokasi Waktu (menit) B. karbon sekunder. menyampaikan jawaban dari pertanyaanpertanyaan yang diberikan guru.

Pd. e.. Jakarta : Penerbit Erlangga. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. R.D. Y. Boedisantoso.. Sumber:  Chang. Bandung. i. M. Sunarya. Alat    : Papan tulis LCD Demonstration equipments and chemical materials. Agus S. Alat dan Bahan (Sumber) a. Kepala SMA Santa Angela Bandung. Jakarta : Penerbit Erlangga.VII. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. Carolus B. ___________ Mengetahui.. (2004). Test tube Bent pipe Foam cork EQUIPMENTS Spatula 1 pcs Spirtus Stand and clamp 1 pcs 2 pcs 1 pcs 1 pcs Candle CHEMICAL MATERIA LS Lime water solution Copper (II) oxide b. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Wisnu A.   . (2009). S.Pd. OSU P. Florentia Mujiyati. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. KTSP Kimia Kelas X 81 .

Materi Prasyarat Kekhasan atom karbon. Konfigurasi electron atom karbon Struktur lewis Reaksi oksidasi B. Materi Inti  Saturated aliphatic hydrocarbon In saturated aliphatic hydrocarbon compounds. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. Menggambarkan struktur senyawa alkana. III. 2. 3. 4. 3. 2.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Hidrokarbon alifatik jenuh : 5 x 45 menit I. II. Uraian Materi Pembelajaran A. In other words. Menggambarkan struktur senyawa alkana. Menentukan rumus umum dari senyawa alkana. Menentukan rumus umum dari senyawa alkana. Indikator 1. a saturated aliphatic hydrocarbon compounds that are difficult to react KTSP Kimia Kelas X 82 . diharapkan siswa dapat: 1. Menentukan nama senyawa alkana yang memiliki rantai lurus dan bercabang berdasarkan aturan tata nama IUPAC. IV. Menjelaskan konsep isomer dan aplikasi senyawa hidrokarbon dalam kehidupan sehari-hari. 4. Menjelaskan konsep isomer dan aplikasi senyawa hidrokarbon dalam kehidupan seharihari. Menentukan nama senyawa alkana yang memiliki rantai lurus dan bercabang berdasarkan aturan tata nama IUPAC. Kompetensi Dasar Mendeskripsikan kekhasan atom karbon dalam membentuk senyawa hidrokarbon. carbon atoms can be binding maximally hydrogen atoms. V. Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat senyawa organik atas dasar gugus fungsi dan senyawa makromolekul.

also increases. If in a series of compounds there is as much difference between the total cluster –CH2. Alkyl group : a group which is the branching of the carbon chain with the general formula Cn Hn+1 C C C C C C C C C C C KTSP Kimia Kelas X 83 . Main chain is the longest carbon chain of the hydrocarbon true C C C C C C C C C C C C C C false C C C C C C C C b.  Nomenclature of alkanes To determine the name of a compound we need to pay attention to some of the following: a. with the increasing number of carbon atoms then the number of cluster -CH2.sequentially so these compounds are homologous series. Alkanes Alkanes structure The structure of alkanes and carbon compounds are generally used to be written in the form of a compressed structure formula. Number of Molecular C formula atoms 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 CH4 C2H6 C3H8 C4H10 C5H12 C6H14 C7H16 C8H18 C9H20 C10H22 Structure Name of alkane CH4 CH3-CH3 CH3-CH2-CH3 CH3-CH2-CH2-CH3 CH3-CH2-CH2-CH2-CH3 CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 methane ethane propane butane pentane hexane heptane octane nonane decane General formula of alkanes is Cn H2n+2 If seen in the table. as shown below.

example : KTSP Kimia Kelas X 84 .The names of the alkyl group on the alkanes main chain Struktur gugus -CH3 -CH2-CH3 -CH2-CH2-CH3 CH3-CH-CH3 -CH2-CH2-CH2-CH3 CH3-CH-CH2-CH3 -CH2-CH-CH3 CH3 CH3 -C-CH3 CH3 Nama Methyl Ethyl Propyl Isopropyl Butyl sec-butyl Isobutyl ter-butyl / butyl t- c. Order of naming the alkyl group : alkyl group is sorted by alphabetical order butyl – ethyl – isobutyl – isopropyl – methyl – propyl – sek-butyl – ter-butyl 8C 7C 6 C C 5 C C C 4 C 3 C 2 C C 1 5-ethyl–3–methyloctane  Isomers in alkanes Isomers are compounds that are different but have the same molecular formula. alkyl group twin if there is more than one alkyl group the same group plus the writing of the name in-front of the word di-(two clusters). Numbering the parent chain branching : numbering the parent chain starting from the C atom closest to the branch C 8 C 7 C 6 C 5 C C C 4 C 3 C 2 C 1 C 1 C 2C C 3 C 4 C C C 5 C 6 C 7 C C 8 true false d. tetra-(four groups) followed by the name of alkyl group. tri(three groups). C 8 C 7 C 6 C 5 C C 4C C 3 C 2 C 1 C C 3. Naming.5-dietyloctane e.

Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan No 1. Kegiatan Pembelajaran A. has two structural isomers CH3 – CH2 – CH2 – CH3 n – butane (t. • Siswa menyimpulkan rumus umum dari senyawa alkana. among other are as fuel. the major material for alcohol and vinegar and other. • Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang tata nama senyawa hidrokarbon berdasarkan aturan IUPAC. t.5oC. Materi Pengayaan Uses of alkanes compounds in everyday life. Alkanes compounds generally are obtained from the petroleum and natural gas manufactures. the major material for petrochemical industries. VI. Pembelajaran inti • Siswa memperhatikan dan memahami tujuan pembelajaran yang disampaikan oleh guru. • Siswa diberikan pertanyaan mengenai pelajaran 15 : Ceramah. organic solvent. • Siswa memperhatikan gambar struktur alkana secara umum. yang biasa ditemukan pada kehidupan sehari-hari. diskusi : Konsep Kegiatan Alokasi Waktu (menit) CH3 – CH – CH3 CH3 isobutane (2-metilpropana) (t.l : -145oC) B.langkah Pembelajaran sebelumnya mengenai kekhasan atom karbon agar pembelajaran hari ini lebih terfokus. • Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan berlatih penamaan senyawa-senyawa hidrokarbon dan isomer dengan peragaan. Langkah. • Siswa diperkenalkan mengenai senyawa-senyawa alkana 2. lubricating oil.d : -10oC. Pembukaan : • Siswa member salam dan guru memeriksa kehadiran siswa. t.d : -0.l : -135oC) C. KTSP Kimia Kelas X 85 90 .C4H10.

Florentia Mujiyati. Kepala SMA Santa Angela Bandung. Alat dan Bahan (Sumber) a. KTSP Kimia Kelas X 86 . Penutup • Siswa merefleksikan seluruh kegiatan pembelajaran yang dilakukan hari ini dan menyusun kesimpulan. M.Pd. Jakarta : Penerbit Erlangga.D. ___________ Mengetahui. 30 VII. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. S. OSU P. • Siswa mengerjakan posttest yang diberikan oleh guru. Y.. Carolus B. Alat   : Papan tulis LCD Chang. Sunarya. b. Wisnu A. Boedisantoso.. (2009). ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. Bandung. R.Pd.. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Agus S. Jakarta : Penerbit Erlangga. (2004). Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr.3. Sumber:    .

Menentukan nama senyawa alkaena dan alkuna yang memiliki rantai lurus dan bercabang berdasarkan aturan tata nama IUPAC. KTSP Kimia Kelas X 87 . 4. 2. 3. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. III. Materi Inti  Unsaturated aliphatic hydrocarbons Unsaturated hydrocarbons are hydrocarbons with one or more carbon atoms bind hydrogen atoms have no maximum or double bond (double or triple). 4. II. 3. Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat senyawa organik atas dasar gugus fungsi dan senyawa makromolekul. Konfigurasi electron atom karbon Struktur lewis Reaksi oksidasi B. 2. Kompetensi Dasar Mendeskripsikan kekhasan atom karbon dalam membentuk senyawa hidrokarbon.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Hidrokarbon Alifatik Tak Jenuh : 4 x 45 menit I. Materi Prasyarat Kekhasan atom karbon. Menggambarkan struktur senyawa alkanena dan alkuna. V. Menentukan rumus umum dari senyawa alkena dan alkuna. Menggambarkan struktur senyawa alkena dan alkuna. Uraian Materi Pembelajaran A. IV. Menentukan rumus umum dari senyawa alkena dan alkuna. Menentukan nama senyawa alkena dan alkuna yang memiliki rantai lurus dan bercabang berdasarkan aturan tata nama IUPAC. Indikator 1. Menjelaskan konsep isomer dan aplikasi senyawa hidrokarbon tak jenuh dalam kehidupan sehari-hari. diharapkan siswa dapat: 1. Menjelaskan konsep isomer dan aplikasi senyawa hidrokarbon tak jenuh dalam kehidupan sehari-hari.

1hexene CH2=CH-CH2-CH2. alkenes are compounds of homologous series. 2 6. C10H20 39. 6 22. 1-octene CH2=CH-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 36. Compounds in the homologous series have similar chemical properties. 1-decene CH3 8. 1nonene CH2=CH-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2. Num 2. if there is more than one unsaturated bond in the one compound the writing of the name in-front of the KTSP Kimia Kelas X 88 . 9. 16. Name of alkane CH2=CH2 CH2=CH-CH3 CH2=CH-CH2-CH3 CH2=CH-CH2-CH2-CH3 ethene propene 1-butene 20. C2H4 7. 1pentene CH2=CH-CH2-CH2. C5H10 19. C4H8 15. but the nature of physics that changed in line with increasing molecular mass. Alkene Alkene structure H C H C H H Structure of alkenes and carbon compounds are generally used to be written in the form of a compressed structure formula. C9H18 35. 33. 9 34. Structure 4. C7H14 27. 3. 21. example: Salah C 8 7C 6 C 5C 4C Benar C 3 C 2 C 1C 2C 3C 4C 5C C 6 C 7 C 8 C C C C C C 1 5-ethyl–3–methyl-7-octene 4-ethyl–6–methyl-1-octene  Naming of compounds that have multiple bonds of unsaturated. C6H12 23.  Nomenclature of alkenes In general. 17. as shown below.CH2-CH2-CH3 24. 7 26. C8H16 31. 12. 4 14.. similar to the alkanes but the determination of the parent chain and the sequence of the parent chain of carbon atoms based on the position of unsaturated bond (double).CH2-CH2-CH3 28.40. 1038. 37. 3 10. Molecular ber of formula C atom s 5. physical properties of alkenes and alkanes with similar physical properties. Thus. C3H6 11. 25. 8 30. 5 18. the naming of alkene compounds. 1heptene CH2=CH-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 32. 13. 1. General formula of alkanes CnH2n As with alkanes. 29.

 Alkyne alkyne structure H C C H Structure alkyne and carbon compounds are generally used to be written in the form of a compressed structure formula. Structure 44. • a and c are isomer structure.word di-(two clusters). 57. as shown below. b. which is isomer that have different at the position of unsaturated bond. 189 . C • a and b are isomer position. Molecul ber of ar formula C atom s 45. tetra-(four groups) followed by the name of unsaturated bond. tri-(three groups). 3 50. 2 46. KTSP Kimia Kelas X 43. Name of alkane CH≡CH CH≡C-CH3 CH≡C-CH2-CH3 CH≡C-CH2-CH2-CH3 48.5-heptatriene  Isomer of alkene C note the following three hydrocarbon compounds : C C C C C C C C C C C a. Both compounds above said geometric isomers. C5H10 59. C2H4 47. Num42. which is isomer that have different at the structure of compound. 41. although both compounds butene but these compounds are different compounds. 4 54. if we draw b compound to the another form. 52. 49. H3C H CH3 C C C H H3C H trans-2-butene C CH3 H cis-2-butene The above two compounds is an isomer.3. 53. 1 C 2C C 3 C 4 C C 5 6C 7C C C 1. ethyne propyne 1-butyne 60. 56. CCe p 55. 5 58. C3H6 51. c.

1decyne General formula of alkyne CnH2n-2 As with alkanes. example: false 8 C 7 C 6 C 5 C 4C 3C 2 true C 1 C 2C 3C 4C 5C 6C C C C C C C C 7 1 C C 8 5-ethyl–3–methyl-7-octyne 4-ethyl–6–methyl-1-octyne • Naming of compounds that have multiple bonds of unsaturated. 77.  Nomenclature of alkenes In general. but the nature of physics that changed in line with increasing molecular mass. physical properties of alkynes and alkanes with similar physical properties.5-heptatriyne  Isomer pada alkuna C C perhatikan ketiga senyawa hidrokarbon berikut : C C C C C C C C C C C C C C a.pentyne 61. CH≡C-CH2-CH2. similar to the alkanes and alkenes but the determination of the main chain and the sequence of the parent chain of carbon atoms based on the position of unsaturated bond (triple). which is isomer that have different at the position of . KTSP Kimia Kelas X 90 b. the naming of alkyne compounds. 7 66. 1-octyne 76. C10H20 79. 65. c. C8H16 71. 6 62. 1nonyne CH≡C-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 80. 73. 1078. 8 70. 1heptyne 72. 9 74.CH2-CH2-CH3 CH≡C-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 CH≡C-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 64. C6H12 63. unsaturated bond. C7H14 67. Thus. 1 C 2 C 3 C 4 C 5 C 6 C 7 C C C 1. C • a and b are isomer position. which is isomer that have different at the structure of compound.CH2-CH2-CH3 CH≡C-CH2-CH2. 1hexyne 68. 69. • a and c are isomer structure. alkenes are compounds of homologous series. Compounds in the homologous series have similar chemical properties.3. C9H18 75.

diskusi : Konsep Kegiatan Alokasi Waktu (menit) B. Materi Pengayaan  Uses of One of alkene compounds that have benefit is ethene. This gas is a result of caride (CaC 2) reaction with water. Pembelajaran inti • Siswa memperhatikan struktur senyawa alkena dan alkuna. • Siswa mempelajari dan memahami tujuan pembelajaran 2. and to make alcohol in industries. • Siswa mempelajari tata nama senyawa alkena dan alkuna berdasarkan aturan tata nama IUPAC. Ethene is also used to make ethylene glicol.C.  Ethyne can be used to speed up fruites ripening. an additive to petrol). Langkah. Ethyne is used to make vinylchloride (CH2=CHCl) which is the monomer in making polyvinyl chloride (PVC). Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan No 1. Pembukaan : • Siswa membuka pelajaran dengan member salam dan guru memeriksa kehadiran siswa. a plastic polymer.langkah Pembelajaran . KTSP Kimia Kelas X 91 90 15 : Ceramah. • Siswa mengerjakan latihan yang diberikan oleh guru. VI. • Dengan menggunakan molymood. • Siswa diberikan beberapa contoh nama senyawa alkena dan alkuna. • Siswa menyimpulkan rumus umum dari senyawa alkena dan alkuna berdasarkan struktur molekul yang telah ditunjukan. yang akan dilakukan pada hari ini. chloroethane (used to make TEL. Ethene is used to make polyetene (polyethylene). styrene. siswa mempelajari konsep isomer yang terdapat pada senyawa alkena dan alkuna. kemudian menggambarkan struktur senyawasenyawa tersebut. • Siswa diberikan pertanyaan mengenai pelajaran sebelumnya mengenai senyawa alkana. Kegiatan Pembelajaran A.

Kepala SMA Santa Angela Bandung..D. Penutup • Siswa merefleksikan seluruh kegiatan pembelajaran yang sudah dilakukan dan membuat kesimpulanya. Florentia Mujiyati. Alat   : Papan tulis LCD Chang. (2004). VII. Sunarya. Jakarta : Penerbit Erlangga. Jakarta : Penerbit Erlangga. Sumber:    . ___________ Mengetahui. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. 30 b. Agus S. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. (2009). S.Pd. Boedisantoso. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Carolus B. Wisnu A. OSU P.. Y. R.. suatu struktur yang diberikan oleh guru. KTSP Kimia Kelas X 92 . ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung.• Siswa mengerjakan latihan penulisan isomer-isomer dari 3. • Siswa mengerjakan posttest yang diberikan oleh guru. M. Alat dan Bahan (Sumber) a. Bandung.Pd. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr.

Hydrocarbon compounds. Physical properties KTSP Kimia Kelas X 93 . 6. Menjelaskan reaksi eliminasi dalam senyawa hidrokarbon. 5. reaksi substitusi. Physical and chemical properties E. Uraian Materi Pembelajaran D. diharapkan siswa dapat: 1. dan reaksi eliminasi). Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat senyawa organik atas dasar gugus fungsi dan senyawa makromolekul. Menjelaskan reaksi addisi dalam senyawa hidrokarbon. IV. II. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. Menjelaskan kecenderungan sifat fisik dari senyawa hidrokarbon. 4. 3.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Sifat-Sifat Senyawa Hidrokarbon : 4 x 45 menit I. Menjelaskan reaksi oksidasi dalam senyawa hidrokarbon. V. Materi Prasyarat 1. 2. 4. III. Special characteristic of atomic carbon. Materi Inti 1. 3. Indikator 1. Menjelaskan reaksi kimia yang terjadi pada senyawa hidrokarbon (reaksi oksidasi. Chemical bond 2. Menjelaskan reaksi substitusi dalam senyawa hidrokarbon. Menjelaskan kecenderungan sifat fisik dari senyawa hidrokarbon. Menjelaskan pengertian dari sifat fisik dan sifat kimia. Kompetensi Dasar Mendeskripsikan kekhasan atom karbon dalam membentuk senyawa hidrokarbon. reaksi addisi. 2.

Melting Point (°C) -182. Formula CH4 C2H6 C3H8 C4H10 87. As with alkanes. C7H16 107.6 -42. Chemical properties Chemical properties of hydrocarbon : a. 125. Complete oxidation of alkane is produce of CO2 and H2O.7 -138. 72 139. 137.7 118. C6H14 116. or there is soot. 121. For example. 100. If in a series of compounds there is as much difference between the total cluster –CH2.4 85. C5H12 111. liquid 120. 103. One of important substitution reaction of alkane is halogenation. 91.3 119. Oxidation reaction Oxidation reaction is also called as burning reaction. Branched hydrocarbons having a boiling point and melting point lower than the hydrocarbon compounds that are not branched. liquid 115. 88. 101. 136. -95. Mr 123. Mr 16 30 44 58 83. 72 132. 26 141. Boiling Point (° C) 128.7 114. 138.5 -183.4 109. Example : KTSP Kimia Kelas X 94 3CO2 + 4 H2O Incomplete oxidation is produce of CO and H2O. 97.also increases. burning reaction of propane : C3H8 + 5O2 b. that is replacement of H atom with halogen atom.1 -0. 133. liquid If seen in the table. Molecular 82. 89. 124. Substitution reaction Substitution reaction is an atoms or groups of atoms replacement reaction with another atom or groups of atom. Compounds in the homologous series have similar chemical properties. 104. .1 113.5 -88. 2. 10 127. 68.3 -189. 126. Phase (25°C) gas gas gas gas 86. 98. -90. Boiling Point (°C) -161. 36 134. with the increasing number of carbon atoms then the number of cluster -CH2. 140. 36. 90. 98.6 110. 102. 130. 96. 72 112. alkenes and alkynes are compounds of homologous series.Homologous Series 81. 135. 106. 142. 100 108. but the nature of physics that changed in line with increasing molecular mass. 95. 92. -129. 72 131. Structure 122. 99. 105. especially chlorine.5 84.sequentially so these compounds are homologous series. 129. 86 117. 93. 94.

C2H4 + H2 Pt/Ni Ni/Pt CH3-CH=CH-CH3 + H2 ∆ H2SO4 CH2=CH2 + H2O C2H6 2) Halogens addition to alkenes. This reaction to symmetric alkenes is produce one product. Halogens addition to alkenes will result in dihaloalkenes. CH2 = CH-CH3 + Cl2 CH2Cl-CHCl-CH3 1. and a hydrogen halide (HX). single bond compounds will change into multiple bonds by releasing small molecules. Hydrogen addition to alkenes will form alkanes. from experiment by V.H H− C−H + Cl2 H c. CH3−CHBr−CH3 2-bromopropane CH2= CH-CH3 + HBr CH2Br−CH2−CH3 1-bromopropane In reality.V Markovnikoff (1838-1904) made rule that is called Markofnikoff Rule: “If HX react with asymmetric multiple bond so the main result (A) (B) KTSP Kimia Kelas X 95 . Usually addition reaction in alkenes include reaction with hydrogen (H2). In the addition reaction. CH2=CH2 + HCl CH3−CH2Cl In asymmetric alkenes produced some possibility addition result as the following. the multiple bond compounds receive atoms or groups of atoms so that the bond change into single bond. Addition reaction Addition reaction can only happen in compounds with double or triple bonds. Elimination reaction is a reverse of addition reaction. Elimination reaction H H− C−Cl + HCl H In elimination reaction. Example : CH3-CH2-CH2-CH3 CH2-CH3 OH d. the main result is 2-bromopropane (look the B track. Example : 1) Hydrogen addition to alkenes.2-dicloropropane 3) Halides acid addition (hydrohalogenation). from the reaction above. halogens (X2).

is molecule with H atom adding to C atom with multiple bond which have many H atom. • Siswa menuliskan judul pembelajaran di media presentasi. Pembukaan : • Siswa member salam pembuka dan guru memeriksa absen siswa. Siswa menyampaikan pertanyaan sesuai dengan 90 15 : Ceramah. hari ini. yang berkaitan dengan senyawa hidrokarbon agar pembelajaran lebih terfokus. Pembelajaran inti (sifat fisik senyawa hidrokarbon) Siswa memperhatikan tabel sifat fisik senyawa hidrokarbon yang ditampilkan oleh guru. KTSP Kimia Kelas X 96 . • Siswa diberikan pertanyaan-pertanyaan oleh guru. Kegiatan Pembelajaran A. Siswa menuliskan persamaan reaksi oksidasi berdasarkan penjelasan yang telah diberikan. • Siswa diberikan informasi mengenai tujuan pembelajaran 2. diskusi : Konsep Kegiatan Alokasi Waktu (menit) B.” VI.langkah Pembelajaran penjelasan tersebut. Siswa membuat pertanyaan dan pernyataan mengenai tabel yang ditunjukan oleh guru. Langkah. (reaksi oksidasi senyawa hidrokarbon) siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai reaksi oksidasi pada senyawa hidrokarbon. Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai sifat fisik dan kecenderunganya pada deret hidrokarbon. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan No 1.

(reaksi addisi senyawa hidrokarbon) Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai reaksi eliminasi pada senyawa hidrokarbon. - Siswa membuat pertanyaan berdasarkan penjelasan tersebut. (reaksi substitusi senyawa hidrokarbon) siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai reaksi substitusi pada senyawa hidrokarbon. Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai persamaan reaksi oksidasi. Siswa membuat pertanyaan berdasarkan penjelasan tersebut. (Demonstrasi) Siswa memperhatikan demonstrasi reaksi addisi gas asetilena.- Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai persamaan reaksi oksidasi. KTSP Kimia Kelas X 97 . Siswa membuat pertanyaan berdasarkan penjelasan tersebut. Siswa menuliskan persamaan reaksi eliminasi berdasarkan penjelasan yang telah diberikan. Siswa menuliskan persamaan reaksi eliminasi berdasarkan penjelasan yang telah diberikan. Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai persamaan reaksi oksidasi. (reaksi eliminasi senyawa hidrokarbon) Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai reaksi eliminasi pada senyawa hidrokarbon. Siswa menuliskan persamaan reaksi substitusi berdasarkan penjelasan yang telah diberikan. Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai persamaan reaksi oksidasi. Siswa membuat pertanyaan berdasarkan penjelasan tersebut.

(2009). pengamatan perilaku b. • Siswa mengerjakan posttest yang diberikan oleh guru. • Siswa menuliskan reaksi kimia yang terjadi pada animasi 3. VII. Penutup • Siswa merefleksikan seluruh kegiatan pembelajaran dan membuat kesimpulan. Teknik Penilaian : Tes / Assessment (waktu 2x45) . M. Jakarta : Penerbit Erlangga. Boedisantoso. ___________ Mengetahui. Florentia Mujiyati. Sunarya. Lembar pengamatan Afektif dan Psikomotorik Bandung. Penilaian a. Jakarta : Penerbit Erlangga. 30 b. Mudah dan Aktif Belajar Kimia.- Siswa menuliskan reaksi kimia berdasarkan demonstrasi tersebut. Kepala SMA Santa Angela Bandung. IX.. Jenis Penilaian : Penilaian Proses dan Penilaian hasil d. (2004). R. Bentuk Instrumen : Soal.Pd... Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. Sumber:    . OSU P. Siswa memperhatikan materi animasi mengenai pembuatan etena. tersebut. Agus S. Sikap dan Psikomotorik c. S. pengamatan kerja. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. Alat   : Papan tulis LCD Chang. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung.Tugas kelompok. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. Alat dan Bahan (Sumber) a. KTSP Kimia Kelas X 98 .D. Aspek yang dinilai : Pengetahuan .Pd. Carolus B. Y. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. Wisnu A.

sifat. Sifat. gas alam dan batu bara. alkena dan alkuna. Pembakaran Reaksi pembakaran dapat terjadi pada alkana. Kompetensi Dasar Menjelaskan proses pembentukan dan teknik pemisahan fraksi – fraksi minyak bumi serta kegunaannya. III. suku.suku nerikutnya berwujud cair dan suku – suku tinggi berwujud padat. Pada suhu kamar (25oC). Pembakaran sempurna hidrokarbon menghasilkan CO2 dan H2O. Materi Prasyarat Sifat – sifat Hidrokarbon a.sifat fisis Titik leleh. Indikator a. Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat senyawa organik atas dasar gugus fungsi dan senyawa makromolekul. alkena dan alkuna meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah atom karbon dalam molekul. Menyebutkan komposisi minyak bumi. c. IV. titik didih. Semua hidrokarbon sukar larut dalam air dan lebih mudah larut dalam pelarut yang nonpolar seperti tetraklorometana (CCl4). gas alam dan batu bara. b. isomer bercabang mempunyai titik leleh dan titik didih yang lebih rendah. Substitusi 3CO2 + 4 H2O KTSP Kimia Kelas X 99 . dan massa jenis alkana. II. C1 – C4 berwujud gas.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/2 : Minyak Bumi dan petrokimia : 6 x 45 menit I. Contoh: reaksi pembakaran propana C3H8 + 5O2 2. Di antara senyawa – senyawa berisomer. Analisis Materi Pelajaran A.sifat kimia 1. b. Menjelaskan proses pengolahan minyak bumi. Menjelaskan proses pembentukan minyak bumi.

Dengan meningkatnya tekanan dan suhu. yaitu penggantian atom H alkana dengan atom halogen. 5. Perengkahan Perengkahan ialah pemutusan rantai karbon menjadi potongan – potongan yang lebih pendek. KTSP Kimia Kelas X 100 . 2. dan berbagai senyawa karbon yang mengandung oksigen. sedikit alkena. niotrogen dan belerang. Minyak bumi dan gas alam diduga berasal dari jasad renik lautan. Materi yang Dikembangkan Minyak dan Gas Bumi 1. Pengolahan minyak bumi Minyak bumi biasanya terdapat 3 – 4 km di bawah permukaan dan diperoleh dengan membuat sumur bor. Sedangkan batu bara dipercaya berasal dari pohon – pohon dan pakis yang terkubur sekitar tiga juta tahun yang lalu. 3. Perengkahan alkana menghasilkan alkena. Penggantian atom H oleh atom atau gugus lain disebut reaksi substitusi. baik tumbuhan maupun hewan. sehingga adisi hanya dapat terjadi pada alkena dan alkuna. komposisi gas alam. yaitu metana. Dan juga terdapat berbagai gas lain seperti karbon dioksida dan hidrogen sulfida. bakteri anaerob menguraikan sisa. Adisi Adisi merupakan reaksi penjenuhan ikatan rangkap. dimana minyak mentah dipisahkan ke dalam kelompok – kelompok dengan rentang titik didih tertentu. Pembentukan minyak bumi. gas alam dan batu bara Minyak bumi. Molekul sederhana yang mengalami polimerisasi disebut monomer. gas alam dan batu bara berasa dari pelapukan sisa – sisa organisme sehingga disebut bahan bakar fosil. seangkan hasilnya disebut polimer. Perengkahan terjadi pada alkana bila dipanaskan pada suhu dan tekanan tinggi tanpa oksigen. minyak bumi dan batu bara Komposisi gas alam alakan suku rerndah. B. Komponen lainnya adalah hidrokarbon aromatik. khususnya klorin. Batu bara mengandung hidrokarbon suku tinggi dan juga mengandung senyawa belerang. Pengolahan (pemurnian = refining) minyak bumi dilakuikan melalui destilasi bertingkat. Polimerisasi Polimerisasi merupakan penggabungan molekul-molekul sederhana menjadi molekul besar. 3.Reaksi substitusi hanya terjadi pada alkana. 4. Salah satu reaksi substitusi alkana adalah halogenasi. kemudian tertutup lumpur an lambat laun berubah menjadi batuan. etana. Hidrokarbon yang etrdapat dalam minyak bumi utama adalah alkana kemudian sikloalkana. Minyak bumi merupakan suatu campuran kompleks yang sebagian besar terdiri atas hidrokarbon.sisa jasad renik tersebut dan mengubahnya menjadi minyak dan gas. propana dan butana dengan metana sebagai komponen utamanya. Sisa – sisa organisme itu mengendap di dasar lautan.

Pendekatan dan Metode Metode : Diskusi dan Presentasi kelompok Pendekatan : Konsep KTSP Kimia Kelas X 101 . seperti plastik. pertamax. karet sintesis.C10. 5. 6. akan mengembun dan terpisah sedangkan komponen yang titik didihnya lebih rendah akan terus naik ka bagian yang lebih atas lagi. Isooktana menghasilkan ketukan paling sedikit. digunakan sebagai banhan baku berbagai industri. kemudian dialirkan ke dalam menara fraksionasi dimana akan terjadi pemisahan berdasarkan perbedaan titik didih. nilai oktan bensin harus ditingkatkan melalui Nafta merupakan fraksi ringan dari minyak bumi yang mengandung C6 . Kegiatan Pembelajaran A. Isooktana (nilai oktan = 100) reforming atau zat anti ketukan. Bensin Bensin adalah salah satu jenis bahan bakar minyak yang diamksudkan untuk kendaraan bermotor. Bensin tersedia atas tiga jenis yaitu premium. 4. V. suhu semakin rendah sehingga setiap kali komponen dengan titik didih lebih tinggi naik. Komponen yang titik didihnya lebih tinggi akan tetap berupa cairan dan turun ke bawah sednagkan yang titik didihnya labih rendah akan menguap dan naik ke bagian atas melalui sungkuo gelembung. Untuk menentukan nilai oktan. Ketiganya mempunyai mutu dan prilaku berbeda yang dikaitkan dengan jumlah ketukan yang ditimbulkannya dan dinyatakan dengan nilai oktan. Nafta n-heptana (nilai oktan = 0) Sebelum digunakan sebagai bahan bakar. dan diberi nilai oktan 100. Gas alam digunakan terutama sebagai bahan bakar dan sebagai sumber hidrogen dan sebagai bahan dasar untuk berbagai jenis industri.Pengolahan minyak bumi dimulai dengan memanaskan minyak mentah pada suhu sekitar 400oC. obat-obatan. sedangkan n-heptana menghasilkan ketukan paling banyak dan diberi nilai oktan nol. ditetapkan dua janis senyawa sebagai pembanding. serat sintesis. semakin baik mutu bensin dan semakin tinggi nilai oktannya. nilon. Gas alam Gas alam sebagian besar terdiri atas metana. kosmetik dan sebagai pelarut. dan pertamax plus. Semakin ke atas. pestisida detergen. Semakin tinggi ketukan. Sehingga komponen yang mencapai puncak menara adalah komponen yang suhu kamar berupa gas. yaitu isooktana dan n-heptana.

Perwakilan siswa dalam masing – masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompok. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai tema dan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan. Siswa dibagi ke dalam 8 kelompok dan diberi tema yang berbeda-beda tiap kelompok. Siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan guru mengenai: Sifat-sifat fisis dan kimia hidrokarbon. 2. Siswa mendiskusikan tema masing – masing di dalam kelompok.langkah Pembelajaran No 1. Pembukaan: • Apersepsi: a. 2. LKS yang sesuai dengan tema yang dipresentasikan. 4. Siswa mengerjakan LKS kelompok dengan cara berdiskusi. Kegiatan Inti 1. Siswa dalam kelompok lain menyimak dan mengerjakan 3. 5. Langkah. Siswa mengerjakan tugas materi sebelumnya dan diperiksa oleh guru. c. Penutup • • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai minyak bumi dan gas alam dan dikuatkan kembali oleh guru.B. Siswa diberi tugas di rumah untuk mengerjakan latihan pada buku Kimia SMA Kelas X dan membaca materi berikutnya. b. 6. 3. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai diskusi kelompok yang akan dilaksanakan. 30 45 60 60 45 30 Kegiatan Alokasi Waktu (menit) KTSP Kimia Kelas X 102 .

___________ Mengetahui.. R. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr.Pd. Jakarta : Penerbit Erlangga. KTSP Kimia Kelas X 103 . Florentia Mujiyati. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. Alat   : Papan tulis LCD Chang. Alat dan Bahan (Sumber) a. Bandung. OSU P. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti..Pd. S. M. Kepala SMA Santa Angela Bandung. Sunarya. Agus S. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. b.D. (2009).VI. Y. Carolus B.. Sumber:    . (2004). Boedisantoso. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. Wisnu A. Jakarta : Penerbit Erlangga.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful