ISO 9001 : 2008 Cert. No.

47484/A/0001/UK/En

KTSP
KIMIA
X

TAHUN PELAJARAN 2012 - 2013 SMA SANTA ANGELA JL. MERDEKA 24 BANDUNG
http://\www.santa-angela.sch.id

HALAMAN PENGESAHAN

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan untuk mata pelajaran KIMIA di kelas X ini telah disetujui pada: Hari Tanggal : __________________ : __________________

Yang menyetujui, Kepala Sekolah SMA Santa Angela

Sr. Florentia Mujiati, OSU.

2

A. Pendahuluan
Kita menyadari bahwa kemajuan suatu bangsa akan semakin bergantung pada tingkat sumber daya manusia dan bukan sumber daya alamnya. Oleh karena itu, dalam mengahadapi era globalisasi yang semakin meluas, sistem pendidikan kita harus segera diperbaiki agar dapat menghasilkan manusia cerdas, mandiri, dan dapat bersaing di tingkat internasional. Dalam kaitan itu, salah satu upaya yang dilakukan pemerintah yaitu membenahi kurikulum sekolah dasar dan menengah yang tertuang dalam Peraturan Menteri Penididikan Nasional Republik Indonesia Nomor 22 dan 23 Tahun 2006 tentang standar isi dan standar kompetensi lulusan. Dalam kegiatan pembelajaran Kimia di sekolah, siswa harus aktif dalam membangun pengetahuannya, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator. Selain ranah kognitif, dalam pembelajaran Kimia juga menuntut kompetensi siswa dalam ranah psikomotorik dan afektif. Siswa tidak saja harus mengetahui fakta, konsep atau prinsip tetapi juga harus terampil menerapkan pengetahuannya dalam menghadapi masalah kehidupan dan teknologi. Ciri ilmu kimia sebagai ilmu yang berlandaskan praktik dan eksperimen, siswa tidak cukup dengan merasa mengerti tetapi sungguh-sungguh harus dapt mempraktikannya dalam menyelesaikan soal, memecahkan masalah, atau melakukan suatu ketrampilan ilmiah.

B. Visi dan Misi
VISI Komunitas pembelajar yang kritis, kreatif, dan inovatif dalam mengintegrasikan ilmu, iman, dan nilai-nilai kemanusiaan seturut semangat Santa Angela. MISI 1. Sebagai lembaga pendidikan ( institute of education ), sekolah Ursulin menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas dan terpadu, menyiapkan persertta didik ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan siap bermasyarakat. 2. Sebagai komunitas pembelajar ( community of learning ), sekolah Ursulin mengembangkan potensi dan keterampilan secara kritis, kreatif, dan inovatif. 3. Sebagai sekolah Katolik ( Catholic School), sekolah Ursulin menanamkan semangat Santa Angela pada setiap pribadi agar dapat mengintegrasikan ilmu, iman, dan nilai-nilai kemanusiaan untuk menjawab tantangan zaman dan mewujudnyatakan SERVIAM dalam kehidupan sehari-hari. 4. Sebagai sekolah Ursulin Indonesia ( Ursuline School in Indonesia ), sekolah Ursulin menanamkan kecintaan pada budaya, bangsa, dan tanah air Indonesia dengan menghargai pluraritas budaya dan agama, serta membangun kepedulian terhadap sesama dan alam ciptaan. KTSP Kimia Kelas X 1

tingkat perkembangan. Tujuan Pendidikan Kimia di SMA Santa Angela Kegiatan pembelajaran kimia di SMA Santa Angela memiliki tujuan pendidikan sebagai berikut: 1. Sejalan dengan itu. Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan Daerah memiliki potensi.5. Kurikulum disusun yang memungkinkan semua mata pelajaran dapat menunjang peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia. 2. spritual. psikomotorik dan efektif peserta didik D. Untuk itu. Masing-masing daerah memerlukan pendidikan sesuai dengan karakteristik daerah dan pengalaman hidup sehari-hari. Oleh karena itu. psikomotor) berkembang secara optimal. sosial. KTSP Kimia Kelas X 2 . dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik Pendidikan merupakan proses sistematik untuk meningkatkan martabat manusia secara holistik yang memungkinkan potensi diri (afektif. dan keragaman karakteristik lingkungan. Membangun motivasi peserta didik dalam kegiatan pembelajaran kimia di kelas 3. baik di Indonesia maupun di tingkat Internasional. 1. kebutuhan. khususnya di Asia Pasifik. Mengembangkan kompetensi kognitif. ( International Ursuline ). sekolah Ursulin Indonesia meningkatkan kerja sama dengan alumni dan sekolah-sekolah Ursulin. keduanya harus ditampung secara berimbang dan saling mengisi. kurikulum harus memuat keragaman tersebut untuk menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan pengembangan daerah. C. Sebagai bagian dari Ursulin Internasional. emosional. Mempersiapkan peserta didik untuk penguasaan materi yang dibutuhkan di Perguruan Tinggi 2. tantangan. Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia Keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia menjadi dasar pembentukan kepribadian peserta didik secara utuh. Acuan Operasional Penyusunan KTSP Pendidikan Kimia di SMA Santa Angela KTSP disusun dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut. Peningkatan potensi. kecerdasan intelektual. kurikulum disusun dengan memperhatikan potensi. Tuntutan pembangunan daerah dan nasional Dalam era otonomi dan desentralisasi untuk mewujudkan pendidikan yang otonom dan demokratis perlu memperhatikan keragaman dan mendorong partisipasi masyarakat dengan tetap mengedepankan wawasan nasional. minat. kecerdasan. kognitif. dan kinestetik peserta didik. 4. 3.

misi. Kondisi sosial budaya masyarakat setempat Kurikulum harus dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik sosial budaya masyarakat setempat dan menunjang kelestarian keragaman budaya. yang sangat penting ketika dunia digerakkan oleh pasar bebas. dan seni. Oleh karena itu. Perkembangan ilmu pengetahuan. baik pada individu maupun bangsa. kurikulum perlu memuat kecakapan hidup untuk membekali peserta didik memasuki dunia kerja. kurikulum harus dikembangkan secara berkala dan berkesinambungan sejalan dengan perkembangan Ilmu pengetahuan. kondisi. Pergaulan antar bangsa yang semakin dekat memerlukan individu yang mandiri dan mampu bersaing serta mempunyai kemampuan untuk hidup berdampingan dengan suku dan bangsa lain. Oleh karena itu. Pendidikan harus terus menerus melakukan adaptasi dan penyesuaian perkembangan IPTEKS sehingga tetap relevan dan kontekstual dengan perubahan. muatan kurikulum semua mata pelajaran harus ikut mendukung peningkatan iman. dan seni Pendidikan perlu mengantisipasi dampak global yang membawa masyarakat berbasis pengetahuan di mana IPTEKS sangat berperan sebagai penggerak utama perubahan. 7. KTSP Kimia Kelas X 3 . teknologi. 12. Oleh sebab itu. Penghayatan dan apresiasi pada budaya setempat harus terlebih dahulu ditumbuhkan sebelum mempelajari budaya dari daerah dan bangsa lain.5. Agama Kurikulum harus dikembangkan untuk mendukung peningkatan iman dan taqwa serta akhlak mulia dengan tetap memelihara toleransi dan kerukunan umat beragama. 10. kurikulum harus mendorong berkembangnya wawasan dan sikap kebangsaan serta persatuan nasional untuk memperkuat keutuhan bangsa dalam wilayah NKRI. Tuntutan dunia kerja Kegiatan pembelajaran harus dapat mendukung tumbuh kembangnya pribadi peserta didik yang berjiwa kewirausahaan dan mempunyai kecakapan hidup. Hal ini sangat penting terutama bagi satuan pendidikan kejuruan dan peserta didik yang tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Kesetaraan Jender Kurikulum harus diarahkan kepada terciptanya pendidikan yang berkeadilan dan memperhatikan kesetaraan jender. 9. teknologi. tujuan. taqwa dan akhlak mulia. Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan Pendidikan diarahkan untuk membangun karakter dan wawasan kebangsaan peserta didik yang menjadi landasan penting bagi upaya memelihara persatuan dan kesatuan bangsa dalam kerangka NKRI. 6. 8. dan ciri khas satuan pendidikan. Oleh karena itu. Dinamika perkembangan global Pendidikan harus menciptakan kemandirian. Karakteristik satuan pendidikan Kurikulum harus dikembangkan sesuai dengan visi. 11.

Angela 4 .E. Penentuan Standar Ketuntasan Minimal Per Kompetensi Dasar Dan Indikator Satuan Pendidikan KTSP Kimia Kelas X : SMA St.1 Mengidentifikasi sifat larutan non-elektrolit dan dalam 2. Semester 1 Standar Kompetensi Kompetensi Dasar 1. ikatan koordinasi. 3. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar X. Kompetensi Dasar 3. 2.2 Membandingkan proses pembentukan ikatan ion.1 Mendeskripsikan kekhasan atom karbon dalam membentuk senyawa hidrokarbon. 4.Memahami dasar perhitungan (stoikiometri). 1. Memahami struktur atom. Memahami sifat-sifat larutan non-elektrolit dan elektrolit.1 Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan kimia dan kimia organik sederhana serta persamaan reaksinya. sifat-sifat unsur. serta reaksi oksidasi-redukasi.3 Menjelaskan proses pembentukan dan teknik pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi serta kegunaannya F. X. Memahami sifat-sifat senyawa organik atas dasar gugus fungsi dan senyawa makromolekul. dan sifatsifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya. melalui pemahaman konfigurasi elektron. dan ikatan kimia. ikatan kovalen. 4. dan ikatan logam serta hubungannya dengan sifat fisika senyawa yang terbentuk.2 Menjelaskan perkembangan konsep reaksi oksidasireduksi dan hubungannya dengan tata nama senyawa serta penerapannya.2 Membuktikan dan mengkomunikasikan berlakunya elektrolit berdasarkan data hasil percobaan. Semester 2 Standar Kompetensi 3. penerapannya hukum-hukum 2.2 Menggolongkan senyawa hidrokarbon berdasarkan strukturnya dan hubungannya dengan sifat senyawa. massa atom relatif.1 Memahami struktur atom berdasarkan teori atom sifat-sifat periodik unsur. 4. 4. hukum-hukum dasar kimia melalui percobaan serta menerapkan konsep mol dalam menyelesaikan perhitungan kimia. Bohr. 1.

3. elektron.1 Mengidentifikasi sifat larutan non-elektrolit dan 65 65 65 65 67 60 65 64 65 65 65 65 dengan sifat fisika senyawa yang 66 65 67 66 melalui pemahaman konfigurasi 60 68 70 66 elektrolit berdasarkan data hasil percobaan.3 Menjelaskan proses pembentukan dan teknik pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi serta kegunaannya G. hidrokarbon berdasarkan strukturnya dan hubungannya dengan sifat senyawa. 3.2 Membandingkan proses pembentukan ikatan ion.1 Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr. massa atom relatif.2 Menggolongkan kekhasan senyawa atom karbon dalam 65 67 65 68 60 65 65 65 65 66 64 65 65 60 70 65 membentuk senyawa hidrokarbon. 2. 4.2 Membuktikan dan mengkomunikasikan berlakunya hukum-hukum dasar kimia melalui percobaan serta menerapkan konsep mol dalam menyelesaikan perhitungan kimia.1 Mendeskripsikan 4. Angela 5 KKM Kompetensi Dasar / Indikator Inteks Siswa Kompleksifitas . ikatan kovalen.1 Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana serta persamaan reaksinya. dan sifat-sifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya. dan ikatan logam serta hubungannya terbentuk. 1.2 Menjelaskan perkembangan konsep reaksi oksidasireduksi dan hubungannya dengan tata nama senyawa serta penerapannya. Rincian Minggu Efektif Satuan Pendidikan KTSP Kimia Kelas X : SMA St.Mata Pelajaran Kelas Tahun Pelajaran : KIMIA : X : 2012 -2013 2. 2. ikatan koordinasi. Penentuan Standar Ketuntasan Belajar Minimal Kriteria Penentuan KKM Sumber Daya Pendukung 1. 4. sifat-sifat unsur.

M.D. Jumlah minggu efektif Jumlah minggu kalender – jumlah minggu tidak efektif = 20 minggu 4. Boedisantoso. KTSP Kimia Kelas X 6 . Kepala SMA Santa Angela Bandung. Carolus B. Keterangan jumlah minggu tidak efektif NO 1 2 3 MOS Libur lebaran Libur semester Jumlah 3. ___________ Mengetahui.Pd. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung.Mata Pelajaran Kelas Semester Tahun Pelajaran : Kimia : X : 1 : 2012 -2013 1. S. OSU P.Pd. Florentia Mujiyati. Jumlah minggu JUMLAH MINGGU NO 1 2 3 4 5 6 Juli Agustus September Oktober November Desember Jumlah 2. Jumlah jam efektif 21 minggu x 3 jam / minggu = 63 jam Bandung. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia KEGIATAN JUMLAH MINGGU 1 1 4 6 BULAN KALENDER 4 5 4 4 4 5 26 TIDAK EFEKTIF 3 1 0 0 0 2 6 EFEKTIF 1 4 4 4 4 3 20 Sr. Wisnu A.

Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas Semester Tahun Pelajaran : SMA St.Pd. Florentia Mujiyati. Keterangan jumlah minggu tidak efektif NO 1 2 3 4 KEGIATAN Libur Paskah Ujian nasional Ujian sekolah Libur semester Jumlah 3. ___________ Mengetahui. Jumlah minggu efektif Jumlah minggu kalender – jumlah minggu tidak efektif = 18 minggu 4. Kepala SMA Santa Angela Bandung. Wisnu A. Jumlah minggu JUMLAH MINGGU NO 1 2 3 4 5 6 Januari Pebruari Maret April Mei Juni Jumlah 2. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. S. M. Boedisantoso.Pd.D. Carolus B. PROGRAM TAHUNAN KTSP Kimia Kelas X 7 . 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia JUMLAH MINGGU 1 1 2 4 8 BULAN KALENDER 4 4 5 4 5 4 26 TIDAK EFEKTIF 1 0 2 2 1 2 8 EFEKTIF 3 4 3 2 4 2 18 Sr. Jumlah jam efektif 20 minggu x 3 jam / minggu = 60 jam Bandung. Angela : Kimia : X : 2 : 2012 -2013 1. OSU P.

Jumlah Alokasi Waktu 1.3 Mengidentifikasi sifat larutan non-elektrolit dan elektrolit berdasarkan data hasil percobaan.1 15 jam 1. massa atom relatif. Membandingkan proses pembentukan ikatan ion. dan sifat-sifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya. Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana serta persamaan reaksinya. ikatan kovalen.2 4. S. Kepala SMA Santa Angela Bandung. Jumlah Jumlah Bandung. sifat-sifat unsur.Pd. ___________ Mengetahui. 1.reduksi dan hubungannya dengan tata nama senyawa serta penerapannya.2 20 jam 63 jam 6 jam 18 jam 6 jam 24 jam 6 jam 60 jam 123 jam Dibuat oleh 2 3.2 20 jam 2. dan ikatan logam serta hubungannya dengan sifat fisika senyawa yang terbentuk. OSU P. Menjelaskan perkembangan konsep reaksi oksidasi. Menggolongkan senyawa hidrokarbon berdasarkan strukturnya dan hubungannya dengan sifat senyawa. Mendeskripsikan kekhasan atom karbon dalam membentuk senyawa hidrokarbon. Carolus B. Wisnu A.1 3.2 4. Florentia Mujiyati.D. Boedisantoso. KTSP Kimia Kelas X 8 . ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung.1 8 jam 2.Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas Tahun Pelajaran : SMA St. Menjelaskan proses pembentukan dan teknik pemisahan fraksifraksi minyak bumi serta kegunaannya.1 4. Angela : KIMIA : X : 2012 -2013 SMT NO TPU/KONSEP/TEMA/TOPIK/KOMPETENSI DASAR Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr. ikatan koordinasi. 23 Juli 2012 Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. Membuktikan dan mengkomunikasikan berlakunya hukumhukum dasar kimia melalui percobaan serta menerapkan konsep mol dalam menyelesaikan perhitungan kimia.Pd. melalui pemahaman konfigurasi elektron. M.

dan ikatan logam serta 15 3 3 3 3 3 20 3 3 3 3 3 3 2 hubungannya dengan sifat fisika senyawa yang terbentuk. Angela Kimia X 1 2012 -2013 AGUSTUS 1 2 3 4 5 SEPTEMBER 1 2 3 4 OKTOBER 1 2 3 4 NOVEMBER 1 2 3 4 DESEMBER 1 2 3 4 5 N O TEMA/KONSEP / POKOK BAHASAN Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr. Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana serta persamaan reaksinya. Membuktikan dan mengkomunikasikan berlakunya hukum- 8 1 3 3 1 4 hukum dasar kimia melalui percobaan serta menerapkan konsep mol dalam menyelesaikan perhitungan kimia. sifatsifat unsur. melalui pemahaman konfigurasi elektron. 20 2 3 3 3 3 3 3 KTSP Kimia Kelas X 9 . dan sifat-sifat periodik unsur 1 dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya. massa atom relatif. ikatan 2 kovalen. Membandingkan proses pembentukan ikatan ion. 3 ikatan koordinasi.PROGRAM SEMESTER Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas Semester Tahun Pelajaran WaktuAlokasi JULI 1 2 3 4 : : : : : SMA St.

PROGRAM SEMESTER Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas Semester Tahun Pelajaran WaktuAlokasi JANUARI 1 2 3 4 : : : : : SMA St.reduksi dan hubungannya dengan tata nama senyawa serta penerapannya. Menjelaskan perkembangan konsep reaksi oksidasi. ___________ Mengetahui. Menggolongkan senyawa hidrokarbon berdasarkan strukturnya dan hubungannya dengan sifat senyawa. ___________ Disetujui oleh 10 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 5 3 3 Bandung. Menjelaskan proses pembentukan dan teknik pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi serta kegunaannya. Bandung. Mendeskripsikan kekhasan atom karbon dalam membentuk senyawa hidrokarbon. 23 Juli 2012 Dibuat oleh KTSP Kimia Kelas X . Angela Kimia X 2 2012 -2013 PEBRUARI 1 2 3 4 MARET 1 2 3 4 5 APRIL 1 2 3 4 1 2 MEI 3 4 5 1 JUNI 2 3 4 NO TEMA/KONSEP / POKOK BAHASAN Mengidentifikasi sifat larutan non-elektrolit dan elektrolit berdasarkan data hasil percobaan. 1 6 3 3 2 18 3 3 3 3 3 3 3 6 24 6 Bandung.

Florentia Mujiyati. OSU P. S. Boedisantoso.Pd. Wisnu A. M. Angela : KIMIA 11 .Kepala SMA Santa Angela Wakasek Kurikulum Guru Mata Pelajaran Kimia Sr.D. SILABUS Satuan Pendidikan Mata Pelajaran KTSP Kimia Kelas X : SMA St. Carolus B.Pd.

Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr. Menentukan massa atom relatif berdasarkan kelimpahan isotopnya Menentukan massa molekul relatif. Mengkaji literatur tentang perkembangan teori atom (di rumah setelah ditugaskan pada pertemuan sebelumnya) Mempresentasikan dan diskusi hasil kajian Menyimpulkan hasil pembelajaran Mengidentifikasi unsur ke dalam isotop. Mengkaji literatur tentang perkembangan tabel periodik unsur o • o Senang membaca • Toleransi • Komunikatif • Jujur • Kritis • Saling berbagi • Saling hormat o o o o o o o o o Indikator Pencapaian Kompetensi Menjelaskan perkembangan teori atom untuk menunjukkan kelemahan dan kelebihan masing-masing teori atom berdasarkan fakta eksperimen Mengklasifikasikan unsur ke dalam isotop.1.Kelas Semester Tahun Pelajaran Standar Kompetensi: 1. dan sifat-sifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya. isobar dan isoton. sifat-sifat unsur. Membandingkan perkembangan tabel 2 JP KTSP Kimia Kelas X 12 . melalui pemahaman konfigurasi elektron Materi Pembelajaran o Perkembanga n teori atom. dan ikatan kimia Kompetensi Dasar 1. Mengkaji konfigurasi elektron dan cara penulisannya dalam diskusi kelas. isoton dan isoton melalui kerja kelompok. mulai dari teori Dalton sampai dengan teori atom modern Nilai akhlak Mulia • Religious o : X : 1 : 2012 -2013 Kegiatan pembelajaran Mengkaji atom sebagai partikel dasar penyusun materi (teori atom Dalton) dalam diskusi kelompok. massa atom relatif. Penilaian Jenis tagihan: Tugas kelompok Kuis Ulangan Bentuk instrumen: Laporan tertulis Performans (Kinerja dan sikap) Tes tertulis Alokasi waktu 8 JP Sumber/Ba han/alat Sumber: Buku kimia. Menentukan konfigurasi elektron dan elektron valensi. sifat-sifat periodik unsur. Tabel periodik LKS o Perkembanga n tabel periodik unsur • religious • mandiri o o o o Mendeskripsikan struktur sistem periodik unsur. Memahami struktur atom. Mengkaji massa atom dan massa atom relatif dalam diskusi kelompok. Mengkaji sistem periodik untuk memahami makna daftar tersebut melalui diskusi kelas.

energi ionisasi. atau sebaliknya. dan keelektronegatifan.• rasa ingin tahu • senang membaca • komunikatif • kreatif • kerja keras • Saling berbagi • Saling hormat o Sifatkepriodi kanunsur • religious • senang membaca • rasa ingin tahu • komunikatif • kreatif • kerjasama • kritis • Saling berbagi • o dalam kerja kelompok Presentasi hasil kajian untuk menyimpulkan dasar pengelompokan unsur-unsur. Mengamati beberapa unsur o untuk membedakan sifat logam. periodik unsur untuk mengidentifikasi kelebihan dan kekurangannya. o o o Mengkajiketeraturanjari-jari o atom. Menghubungkan keteraturan sifat jari-jari atom. non logam dan metaloid. energiionisasi. energi ionisasi. afinitas elektron. grafik untuk menentukan keteraturan jari-jari atom. afinitaselektron. afinitas elektron dan keelektronegatifan. Menganalisis tabel. 4 JP KTSP Kimia Kelas X 13 . Mengklasifikasikan unsur ke dalam logam. dankeelektronegatifanunsurunsurseperiodedansegolonganberdas arkan data ataugrafikdannomor atom o melaluidiskusikelompok. non logam dan metaloid Menentukan letak unsur sistem periodik berdasarkan konfigurasi elektron.

Menjelaskan proses terbentuknya ikatan kovalen koordinasi Jenis tagihan: Kuis Tugas individu Tugas kelompok Ulangan Bentuk instrumen: Laporan tertulis Performans (Kinerja dan sikap) Tes tertulis 6 JP Sumber: Bukukimia Bahan/Alat LKS • o Senang membaca • Komunikatif • Kritis o o o o o o o Senyawakova len polar dan non polar o ikatanlogam o • Religious • Senang membaca • Komunikatif • Toleransi • Kreatif • Kritis • Saling berbagi • Saling hormat Merancang dan melakukan percobaan untuk menyelidiki kepolaran senyawa di laboratorium o Mengidentifikasi sifat fisik logam dan menghubungkannnya dengan proses pembentukan ikatan logam dalam diskusi kelompok di laboratorium. Membandi-ngkan proses pembentukan ikatan ion. Menggambarkan lambang Lewis melalui diskusi kelas Membandingkan proses pembentukan ikatan ion dan ikatan kovalen dalam diskusi kelas. o 14 JP KTSP Kimia Kelas X 14 .Saling hormat 1. serta hubungannnya dengan sifat fisika senyawa yang terbentuk. Mendiskusikan proses terjadinya ikatan kovalen koordinat dari beberapa contoh sederhana o Menjelaskan kecenderungan suatu unsur untuk mencapai kestabilannya. Ikatan kimia o Kestabilan unsur o Struktur lewis Ikatan ion dan ikatan kovalen o Ikatankovalen koordinat o • Religious o Menhgkaji beberapa senyawa untuk menentukan mengapa atomatom membentuk ikatan kimia. ikatan kovalen koordinat dan ikatan logam. o Menyelidiki kepolaran dari beberapa senyawa dan menghubungkannya dengan kelektronegatifan unsurunsur melalui percobaan o Mendeskripsikan proses pembentukan ikatan logam dan hubungannnya dengan sifat fisik logam o Menghubungkan sifat fisis materi dan hubungannnya dengan jenis ikatan kimianya. rangkap dan rangkap tiga. Menentukan unsur yang dapat melepas elektron atau menerima elektron untuk mencapai kestabilan dalam diskusi kelompok. Menggambarkan lambang Lewis unsur gas mulia (duplet dan oktet) dan unsur bukan gas mulia.2. Menjelaskan proses terbentuknya ikatan ion Menjelaskan proses terbentuknya ikatan kovalen tunggal. ikatan kovalen.

Menyimpulkan aturan pemberian nama senyawa biner dan poliatomik. Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri) Kompetensi Dasar 2. Materi Pembelajaran o Tata nama senyawa Nilai Akhlak Mulia  religious  komunikatif  toleransi  senang membaca  kritis  senang membaca  saling hormat  saling berbagi o o o Kegiatan pembelajaran Menentukan nama senyawa kovalen biner Menentukan nama senyawa ionik biner Menentukan nama senyawa ion poliatomik yang terbentukdari tabel kation (golongan utama dan NH4+) dan anion poliatomik serta memberi namanya dalam diskusi kelompok.1 Mendeskripsik-an tata nama senyawa anorganik dan senyawa organik sederhana serta persamaan reaksinya. Menginformasikan nama beberapa senyawa organik sederhana o Indikator Pencapaian Kompetensi Menuliskan nama senyawa biner o Menuliskan nama senyawa poliatomik o Menuliskan nama senyawa organik sederhana Penilaian Jenis Tagihan: Tugas individu Kuis Bentuk Instrukmen: Tes tertulis Alokasi waktu 2 JP Sumber/Ba han/alat Sumber: Buku Kimia LKS o o o Persamaan reaksi sederhana  religious  komunikatif  toleransi  disiplin o Mendiskusikan cara menyetarakan reaksi o Latihan cara menyetarakan persamaan reaksi o Menyetarakan persamaan reaksi sedewrhanadengan diberikan nama-nama zat 4 JP KTSP Kimia Kelas X 15 .Standar Kompetensi: 2.

air kristal. Merancang dan melakukan percobaan untuk membuktikakn hukum Lavoisier dan hukum Proust di laboratorium o Menarik kesimpulan dari data hasilpercobaan o Membuktikan hukum Lavoisier melalui percobaan o Membuktikan hukum Proust melalui percobaan o Mendiskusikan data percobaanuntukmembuktikanhukum Dalton. massa dan volum zat Menentukan kadar zat dalam senyawa Menentukan rumus empiris dan rumus molekul Menentukan banyak zat pereaksi atau hasil Jenis Tagihan: Tugas individu Tugas kelompok Ulangan Bentuk Instrumen: Testertulis Performans Laporantertulis 5 JP Sumber: Buku Kimia Bahan: LKS danbahanunt ukpercobaan . Hukum Gay Lussac. o Menemukanhubunganantaravol um gas denganjumlahmolekulnya yang diukurpadasuhudantekanan yang sama (HUkum Avogadro) o o o Diskusi informasi konsep mol Menghitung jumlah mol. danhukum Avogadro dalamdiskusikelompok di kelas o Menghitung volume gas pereaksidanatauhasilreaksiberdasarka nhukum Gay Lussac.  Kreatif  Kerja keras  senang membaca  saling hormat  saling berbagi yang terlibat dalam reaksi atau sebaliknya. o o Mengkonversikan jumlah mol dengan jumlah partikel . rumus molekul. Menganalsissenyawau ntukmembuktikanberlakuny ahukumkelipatanperbanding an (Hukum Dalton) o Menggunakan data percobaan untuk membuktikan hukum perbandingan volum (Hukum gay Lussac) o Menggunakan data percobaan untuk membuktikan hukum Avogadro. 3 JP o kimia Perhitungan  religious  Komunikatif  Kreatif  Toleransi. menulis rumus empiris.2.2 Membuktikan dan mengkomunikasikan berlakunya hukumhukum dasar kimiamelalui percobaan serta menerapkan konsep mol dalam menyelesaikan perhitungan kimia Hukum Dasar Kimia o Hukum Lavoisier o Hukum Proust o Hukum Dalton o Hukum gay Lussac o Hukum Avogadro  senang membaca  saling hormat  saling berbagi  Religious  Kritis  rasa ingin tahu  jujur  kerja keras  senang membaca  saling hormat  saling berbagi  religious  Komunikatif  Kreatif  Toleransi. massa dan volum gas.  Kreatif  Kerja keras  senang membaca  saling hormat saling berbagi 12 JP o o o KTSP Kimia Kelas X 16 . kadar zat dalam senyawa dan pereaksi pembatas. jumlah partikel.

OSU P.D. serta reaksi oksidasi-reduksi Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Nilai Akhlak Mulia Kegiatan pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi Penilaian Alokasi waktu Sumber/ Bahan/alat : : : : : SMA St. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. Angela KIMIA X 2 2012 -2013 KTSP Kimia Kelas X 17 . S.Pd. Kepala SMA Santa Angela Bandung. Wisnu A.o o reaksi Menentukan pereaksi pembatas dalam suatu reaksi Menentukan rumus hidrat Bandung. Florentia Mujiyati. Boedisantoso. Memahami sifat-sifat larutan non elektrolit dan elektrolit.Pd. Carolus B. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. M. ___________ Mengetahui. SILABUS Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas Semester Tahun Pelajaran Standar Kompetensi: 3.

2 Menjelaskan o Konsep perkembangan konsep oksidasi-reduksi reaksi oksidasi reduksi o Bilangan dan hubungannnya oksidasi unsur dalam dengan tatanama senyawa atau ion senyawa serta penerapannya  Religious  Komunikatif  Toleransi  Mandiri  Kerja keras  senang membaca  saling hormat  saling berbagi Demonstrasi reaksi pembakaran dan serah terima elektron (misal reaksi antara paku besi dengan air aki) o Menentukan bilangan oksidasi atom unsur dalam senyawa atau ion dalam diskusi di kelas o Berlatih menentukan bilangan oksidasi.3. hasiloksidasi. o Menidentifikasi sifat-sifat larutan elektrolit dan non elektrolit melalui percobaan o Mengelompokk an larutan ke dalam larutan elektrolit dan non elektrolit berdasarkan hantaran listriknya o Menjelaskan penyebab kemampuan larutan elektrolit menghantarkan arus listrik. oksidator. o Menentukan oksidator dan reduktor o Jenis tagihan: Tugas individu Tugas kelompok Ulangan Kuis Responsi (ujian praktek) Bentuk instrumen: Tes tertulis Performans (kinerja dan sikap) Laporan tertulis 6 JP Sumber: Buku kimia Bahan: LKS dan alat serta bahan untuk percobaan 3. serta peningkatan dan penurunan bilangan oksidasi o Menentukan bilangan oksidasi atom unsur dalam senyawa atau ion.1 Mengidentifi-kasi sifat larutan non elektrolit dan elektrolit berdasarkan data hasil percobaan Larutan elektrolit dan non elektrolit o Jenis larutan berdasarkan dayahantar listrik o Jenis larutan elektrolit berdasarkan jenis ikatan o  Religious  Komunikatif  Toleransi  Kritis  senang membaca  saling hormat  saling berbagi Merancang dan melakukan percobaan untuk mengidentifikasi sifat-sifat larutan elektrolit dan non elektrolit dalam diskusi kelompok di laboratorium o Menyimpulkan perbedaan sifat dan jenis larutan elektrolit dan non elektrolit. o Mendeskripsika n bahwa larutan elektrolit dapat berupa senyawa ion dan senyaw akovalen polar o Membedakan konsep oksidasireduksi ditinjau dari penggabungan dan pelepasan oksigen. hasil reduksi o 12 JP KTSP Kimia Kelas X 18 . reduktor. pelepasan dan penerimaan elektron.

H dan O dalam senyawa karbon melalui percobaan.1 Mendeskrips-ikan kekhasan atom karbon dalam membentuk senyawa hidrokarbon Materi Pembelajaran o Nilai Akhlak Mulia Kegiatan pembelajaran o Indikator Pencapaian Kompetensi Mengidentifikasi unsur C. 4 JP Standar Kompetensi: 4. Penilaian Jenis tagihan: Tuga skelompok Ulangan Bentuk tagihan: Tes tertulis Performans Laporan tertulis Alokasi waktu 6 JP Sumber/ Bahan/alat Sumber: Buku Kimia Bahan: LKS Alat dan bahan untuk percobaan Molymod Mengidentifi  o Merancang dan kasi atom C.  Kritis  senang membaca  saling hormat  saling berbagi KTSP Kimia Kelas X 19 . H dan Religious melakukan percobaan  O untuk mengidentifikasi Jujur unsur C. Kompetensi Dasar 4. Memahami sifat-sifat senyawa organik atas dasar gugus fungsi dan senyawa makro molekul. H dan O dalam  senyawa karbon dalam Rasa ingin tahu diskusi kelompok di  laboratorium Komunikatif  Toleransi. o Mendeskripskan konsep larutan elektrolit dan konsep redoks dalam memecahkan masalah lingkungan.o Aplikasi redoks dalam memecahkan masalah linhkungan  Religious  Toleransi  Komunikatif  Kreatif  Kerja keras  senang membaca  saling hormat  saling berbagi o Menemukan konsep redoks untuk memecahkan masalah lingkungan dalam diskusi kelompok di kelas dalam reaksi redoks o Memberinamase nyawamenurutaturan IUPAC.

 mendiskusikan ke khasan komunikatif atom karbon dalam diskusi  kelompok di kelas toleransi  mandiri  kerja jeras  kreatif  kritis  senang membaca  saling hormat  saling berbagi Nilai Akhlak Mulia o Menentukan atom C o Membedakan atom karbon primer. sekunder. alkena dan alkuna o Isomer o Reaksi senyawa karbon  o Dengan Religious menggunakan molymod  (dapat diganti dengan Jujur molymod buatan sendiri)  mendiskusikan jenis ikatan Rasa ingin tahu pada atom karbon pada  senyawa alkana. sekunderm. diskusi kelompok di kelas o Mengelompokkan senyawa hidrokarbon berdasarkan kejenuhan ikatan Memberi nama senyawa alkana. o Menganalisa data  titik didih dan titik leleh Kritis senyawa karbon dalam  senang membaca diskusi kelompok  saling hormat o Dengan o o o o KTSP Kimia Kelas X 20 . alkena Komunikatif dan alkuna. tertier dan kuarterner 4. tertier dan dan kuarterner dalam kuarterner.2 Menggolon-gkan senyawa hidrokarbon berdasarkan strukturnya dan hubungannya dengan sifat senyawa o Alkana.o Kekhasan atom karbon  o Dengan o Mendeskripsikan kekhasan religious menggunakan molymod atom karbon dalam senyawa karbon. posisi. alkena dan alkuna Menyimpulkan hubungan titik didih senyawa hidrokarbon dengan massa molekul relatifnya dan strutur molekullnya. primer. sekunder. Menentukan isomer struktur (kerangka. tertier. dan fungsi atau isomer geormtri (cis-trans) Menuliskan reaksi sederhana Jenis tagihan: Tuga skelompok Kuis Ulangan Bentuk tagihan: Tes tertulis 20 JP Sumber: Buku Kimia Bahan: LKS Molymod o Atom C primer.  o latihan tata nama Toleransi. alkena dan alkuna o Sifat fisik alkana.

substitusi dan reaksi eleiminasi) o o o o o Mendeskripsikan proses pembentukan minyak bumi dan gas alam Menjelaskan komponankomponen utama penyusun minyak bumi Menafsirkan bagan penyulingan bertingkat untuk menjelaskan dasar dan teknik pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi. petrokimia. o Dalam keja kelompok membahas tentang eksplorasi minyak bumi. fraksi minyak bumi. Membedakan kualitas bensin berdasarkan bilangan oktannya. pada senyawa alkana. alkena dan alkuna dalam diskusi kelas. Menganalisis dampak pembakaran bahan bakar terhjadap lingkungan.3 Menjelaskan proses pembentukandanteknil kpemisahanfraksifraksiminyakbumiserta kegunaannya Minyak bumi  religious o Fraksi  minyak bumi komunikatif o Mutu bensin  toleransi o Dampak pembakaran bahan  mandiri bakar  kerja jeras  kreatif  kritis  senang membaca  saling hormat  saling berbagi o menggunakan molymod menentukan isomer senyawa hidrokarbon melalui diskusi kelompok o Merumuskan reaksi sederhana senyawa alkana. saling berbagi 4. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia . adisi. Bandung. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum 21 Bandung. Jenis tagihan: Tuga skelompok Kuis Ulangan Bentuk tagihan: Tes tertulis Laporan tertulis (makalah) 6 jP Sumber: Buku Kimia Internet Bahan: LKS LCD/komp. Kepala SMA Santa Angela KTSP Kimia Kelas X Bandung. ___________ Mengetahui. mutu bensin. alkena dan alkuna (reaksi oksidasi. dan dampak hasil pembakaran nahan bakar o Presentasi hasil kerja kelompok.

Wisnu A.Sr. M.Pd. Boedisantoso. OSU P. Carolus B. S. KTSP Kimia Kelas X 22 .D.Pd. Florentia Mujiyati.

sifat-sifat unsur. II. melalui pemahaman konfigurasi elektron III. Hukum-Hukum Dasar Kimia dan Model Atom Dalton a. Uraian Materi Pembelajaran Perkembangan Model Atom 1. Berdasarkan percobaan hukum kekekalan massa.sifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya. Standar Kompetensi Memahami struktur atom. Indikator • • IV. Menjelaskan cara berpikir Dalton dalam merumuskan konsep-konsep atom sebagai awal perkembangan teori atom Menjelaskan perkembangan teori atom berdasarkan penemuan partikel sub atom Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. sifat-sifat periodik unsur. c. Menjelaskan perkembangan teori atom untuk menunjukkan kelemahan dan kelebihan masing-masing teori atom Menjelaskan penemuan struktur atom mulai dari teori atom Dalton hingga teori atom modern V. sedangkan atom-atom dari unsur yang berbeda memiliki sifat yang berbeda Berdasarkan hukum perbandingan tetap. John Dalton menyatakan bahwa atom merupakan pertikel terkecil yang tidak bisa dibagi lagi dan tidak bisa dimusnahkan atau diciptakan selama perubahan kimia b.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Sub Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Struktur Atom : Perkembangan Model Atom : 2 x 45 menit I. massa atom relatif. diharapkan siswa dapat: • • • Mengetahui perkembangan model atom Dalton. Dalton menyatakan bahwa semua atom dari suatu unsur yang sama mempunyai sifat yang sama. dan ikatan kimia Kompetensi Dasar Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr. dan sifat. Dalton menyatakan bahwa atom–atom dari unsur yang berlainan melakukan ikatan dengan perbandingan numerik yang sederhana dan melahirkan hukum dasar kimia baru yang dikenal dengan sebutan hukum perbandingan berganda KTSP Kimia Kelas X 23 .

2. Penemuan Partikel-Partikel Penyusun Atom a. Penemuan elektron oleh J.J. Thomson melalui percobaan sinar katoda dan penemuan sinar kanal yang bermuatan positif oleh Eugene Goldstein menjadi dasar teori atom Thomson yang menyatakan bahwa atom merupakan bola bermuatan positif yang pada tempat-tempat tertentu terdapat elektron yang bermuatan negatif. b. Penemuan inti atom oleh Rutherford melalui penembakan lempeng tipis emas oleh hamburan sinar alfa sebagai dasar teori atom Rutherford yang menyatakan bahwa sebagian besar dari atom merupakan ruang kosong yang ditengahnya terdapat pusat massa bermuatan positif yang disebut inti dan dikelilingi oleh elektron-elektron yang bermuatan negatif. c. Penemuan neutron oleh James Chadwick menjawab permasalahan perbandingan massa atom hidrogen dengan atom-atom selain hidrogen dan kestabilan inti atom selain atom hidrogen. VI. Kegiatan Pembelajaran A. Metode dan Pendekatan Metode : Tanya jawab, Ceramah, dan Demonstrasi Pendekatan : Konsep B. Langkah- langkah Pembelajaran No 1. Pembukaan: 1. 2. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai tema dan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan. Siswa menjawab pertanyaan guru mengenai keberadaan atom berdasarkan gambar-gambar yang 2. ditunjukan oleh guru. Kegiatan Inti (pertemuan pertama) 1. Siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan guru yang mengarahkan siswa kepada cara berpikir Dalton dalam merumuskan konsep-konsep atom sebagai awal perkembangan teori atom 2. Siswa kembali menyebutkan sifat-sifat atom menurut Dalton. (pertemuan kedua) 3. Siswa memperhatikan beberapa video demonstrasi dan memperhatikan serta menanggapi penjelasan dan pertanyaan guru mengenai perkembangan teori dan model atom berdasarkan penemuan-penemuan partikel KTSP Kimia Kelas X 24 30 30 15 Kegiatan Alokasi Waktu (menit)

sub-atom yang ditampilkan. 4. Siswa kembali menyebutkan partikel-partikel dasar penyusun atom dan letaknya pada suatu atom yang lebih lanjut menggambarkan model-model atom tersebut 3. menurut gambaran mereka sendiri. Penutup • Siswa guru. • Siswa mengerjakan latihan soal yang ada di buku pegangan siswa. membuat kesimpulan akhir mengenai 15

perkembangan model atom yang dikuatkan kembali oleh

VII.

Alat dan Bahan (Sumber) a. Alat   : Papan tulis LCD
Anonim. Anonim. (2008). (2010). Model Model Atom Atom Thomson. Rutherford. [online]. [online]. Tersedia: Tersedia: http http // // reichmedia-

b. Sumber:
 chemistry.wikispaces.com, zz_plum_pudding. Png. [07 Agustus 2010]  2.web.britannica.com, 22476-004-6DC5AC69 .Gif. [02 Agustus 2010]   Chang, R.. (2004). Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. Jakarta : Penerbit Erlangga. Sunarya, Y., Agus S.. (2009). Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional.

VIII. Penilaian a. b. Aspek yang dinilai c. Jenis Penilaian d. Bentuk Instrumen

Teknik Penilaian : Tes / Assessment : Pengetahuan dan Sikap : Penilaian hasil : Soal

Bandung, ___________ Mengetahui, Kepala SMA Santa Angela

Bandung, ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum

Bandung, 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia

Sr. Florentia Mujiyati, OSU

P.D. Boedisantoso, M.Pd.

Carolus B. Wisnu A, S.Pd.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
KTSP Kimia Kelas X 25

Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Sub Materi Alokasi Waktu

: SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Struktur Atom : Struktur Elektron Atom : 6 x 45 menit

I. II.

Standar Kompetensi Memahami struktur atom, sifat-sifat periodik unsur, dan ikatan kimia. Kompetensi Dasar Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr, sifat-sifat unsur, massa atom relatif, dan sifat- sifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya, melalui pemahaman konfigurasi elektron

III.

Indikator o Menjelaskan struktur elektron pada atom berdasarkan teori atom Bohr o Menentukan jumlah proton, elektron, dan neutron suatu unsur berdasarkan nomor atom dan nomor massa dan sebaliknya. o Menentukan isotop, isobar, dan isoton suatu unsur. o Menentukan elektron valensi unsur dari konfigurasi elektron dan tabel periodik.

IV.

Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, diharapkan siswa dapat: o Menjelaskan struktur elektron pada atom berdasarkan teori atom Bohr. o Menentukan jumlah proton, elektron, dan neutron suatu unsur berdasarkan nomor atom dan nomor massa dan sebaliknya. o Menentukan isotop, isobar, dan isoton suatu unsur.

V.

Uraian Materi Pembelajaran 1. Struktur elektron atom berdasarkan teori atom Bohr a. Menurut Hukum Fisika Klasik, model atom Rutherford yang menggambarkan bahwa elektron bergerak bebas mengelilingi inti tidak stabil, karena elektron akan kehilangan energinya dan akan jatuh ke inti, pada akhirnya atom akan musnah b. Bohr menyatakan bahwa tiap elektron dalam atom hanya dapat menempati kulit tertentu yang memiliki tingkat energi tertentu c. Spektrum atom hidrogen terbentuk akibat energi yang dipancarkan elektron ketika berpindah dari kulit pada keadaan tereksitasi ke kulit pada keadaan dasar d. Elektron dapat berpindah dari kulit dengan tingkat energi rendah ke kulit dengan tingkat energi lebih tinggi dengan menerima energi

KTSP Kimia Kelas X

26

Siswa mengenai memperhatikan konfigurasi elektron. 2. Jumlah proton yang dimiliki atom merupakan nomor atom. dan unsur yang memiliki nomor massa sama disebut isobar. Kegiatan Inti (pertemuan pertama) 1. 4. Siswa memperhatikan 30 postulat-postulat yang diajukan Bohr mengenai letak elektron dalam suatu atom dan menuangkan postulat tersebut dalam sebuah gambar model atom. VI. 3. 3. magnet.e. pertanyaan-pertanyaan Siswa memperhatikan proses terbentuknya spektrum atom hidrogen dan menjawab guru mengenai pergerakan elektron dalam suatu atom. Pembukaan: 1. dan Demonstrasi Kegiatan Alokasi Waktu (menit) B. 2. Kegiatan Pembelajaran A. Ceramah. Langkah. (pertemuan kedua) 3. 15 : Tanya jawab.langkah Pembelajaran KTSP Kimia Kelas X 27 . Metode dan Pendekatan Pendekatan : Konsep Metode No 1. Massa atom dan massa molekul bersifat relatif. Siswa memperhatikan dan menjawab pertanyaan guru tentang interaksi dua 2. unsur yang memiliki jumlah neutron sama disebut isoton. penjelasan guru berdasarkan notasi atom. sedangkan jumlah proton dan neutron disebut nomor massa. 2. Siswa menjawab pertanyaan guru mengenai penemuan partikel dasar penyusun atom. Unsur-unsur yang memiliki jumlah proton sama disebut isotop. Elektron dapat berpindah dari kulit dengan tingkat energi tinggi ke kulit dengan tingkat energi lebih rendah dengan melepaskan energi. 45 Siswa menjawab pertanyaan guru mengenai materi sebelumnya.

. Jakarta : Penerbit Erlangga. nomor massa. [online]. isotop. Alat:    Papan tulis LCD Tabel Periodik Unsur Anonim. isobar dan isoton serta mengelompokan unsur-unsur yang termasuk dalam 3. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional.Sumber:  chemistry.web. d. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. massa atom relatif..britannica. Siswa memperhatikan sistem periodik unsur dan menanggapi penjelasan-penjelasan guru mengenai nomor atom dan nomor massa. c. (pertemuan keempat) 6. zz_plum_pudding. 22476-004-6DC5AC69 . a.com.wikispaces. isobar dan isoton. Kepala SMA Santa Angela KTSP Kimia Kelas X 28 . Png. VII. Siswa memperhatikan 45 30 penjelasan guru mengenai isotop. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. b. [online]. Model Model Atom Atom Thomson. Anonim. [02 Agustus 2010]  Chang. Rutherford. Y. ___________ Mengetahui. Sunarya. Penilaian Teknik Penilaian Aspek yang dinilai Jenis Penilaian Bentuk Instrumen : Tes / Assessment (waktu 2 x 45 menit) : Pengetahuan dan Sikap : Penilaian hasil : Soal Bandung. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. (2010). VIII. Agus S. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Bandung. a. Tersedia: Tersedia: http http // // reichmedia- 15 Alat dan Bahan (Sumber) a. dan isobar. isoton.Gif. Penutup • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai letak elektron dalam suatu atom.. nomor atom. Jakarta : Penerbit Erlangga. Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai massa atom relatif dan menghitung masa atom relatif dari suatu unsur. isotop. R. [07 Agustus 2010]  2. (2004). (2008). (2009).com.   . 5.(pertemuan ketiga) 4.

afinitas elektron. OSU P.Sr. keelektronegatifan. afinitas elektron. Carolus B. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Sistem Periodik Unsur : 6 x 45 menit I. Indikator o Membandingkan perkembangan sistem periodik melalui studi kepustakaan. Uraian Materi Pembelajaran KTSP Kimia Kelas X 29 . o menjelaskan keteraturan sifat jari-jari atom. keelektronegatifan. o Menentukan sifat-sifat unsur dan massa atom relatif dari tabel periodik. dan energi ionisasi). o menentukan konfigurasi elektron dan elektron velensi. Kompetensi Dasar Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr.Pd.Pd. o Menganalisis tabel atau grafik sifat keperiodikan unsur (jari-jari atom. massa atom relatif. o Menentukan sifat-sifat unsur dan massa atom relatif dari tabel periodik. o Menentukan massa atom relatif unsur dan senyawa. dan ikatan kimia. sifat-sifat periodik unsur.D.sifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya. afinitas elektron. M. Wisnu A. II. dan sifat. o Menentukan golongan dan periode unsur-unsur dalam tabel periodik. diharapkan siswa dapat: o menjelaskan perkembangan sistem periodik unsur dari sistem periodik unsur yang sederhana hingga sistem periodik unsur modern. melalui pemahaman konfigurasi elektron III. Florentia Mujiyati. Standar Kompetensi Memahami struktur atom. Boedisantoso. keelektronegatifan. sifat-sifat unsur. IV. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. S. V. dan energi ionisasi unsur-unsur seperiode dan segolongan berdasarkan data atau grafik dan nomor atom. dan energi ionisasi. o mendeskripsikan keteraturan jari-jari atom.

e. Beberapa sifat unsur antara lain jari-jari atom. d. Dmitri Ivanovich Mendeleev. afinitas elektron. Kegiatan Inti (pertemuan pertama) 1. Langkah. b.a. VI. Elektron yang ada dalam kulit terluar disebut elektron valensi. dan Lothar Meyer. Siswa menjawab pertanyaan guru mengenai sistem periodik. John Newlands. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai sistem periodik modern melalui media presentasi. sistem siswa periodik mendiskusikan unsur dan 45 perkembangan 45 30 15 : : Konsep Kegiatan Alokasi Waktu (menit) B. Susunan elektron dalam mengisi kulit atom disebut konfigurasi elektron. dan energi ionisasi. Secara berkelompok. keelektro. Siswa menjawab pertanyaan guru mengenai materi 2. (pertemuan kedua) 3. sebelumnya. f. b. Kegiatan Pembelajaran A. Konfigurasi elektron digunakan untuk menentukan letak unsur dalam sistem periodik unsur.negatifan. c. Elektron dalam atom terletak pada kulit atom. Ilmuwan yang berjasa dalam perkembangan sistem periodik unsur antara lain W.langkah Pembelajaran mempresentasikanya di depan kelas KTSP Kimia Kelas X 30 . Secara berkelompok. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan No 1. siswa mendiskusikan hubungan antara konfigurasi elektron dengan golongan dan periode kemudian mempresentasikanya di depan kelas. 2. Dobereiner. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai tema dan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan. Pembukaan: • Apersepsi: a. (pertemuan ketiga) 4.

. (pertemuan kelima) 6. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. Jenis Penilaian : Penilaian Proses dan Penilaian hasil d. Secara kelas Penutup • • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai sistem periodik unsur yang dikuatkan kembali oleh guru. Siswa memperhatikan penjelaan guru mengenai jari-jari atom dan sifat keperiodikanya. Boedisantoso. KTSP Kimia Kelas X 31 . ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. Wisnu A.. Siswa diberi tugas di rumah untuk menghapalkan unsurunsur dalam SPU.Pd.(pertemuan keempat) 5. M. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X.D. OSU P. Aspek yang dinilai : Pengetahuan . pengamatan perilaku b. Kepala SMA Santa Angela Bandung. pengamatan kerja. siswa mendiskusikan sifat 30 keperiodikan unsur dan mempresentasikanya di depan 3. R. Alat dan Bahan (Sumber) a. Teknik Penilaian : Tes / Assessment (waktu 1x45) . S. Sikap dan Psikomotorik c. Jakarta : Penerbit Erlangga.Tugas kelompok. Carolus B. 45 berkelompok. ___________ Mengetahui. 15 b. (2004). VII. Sunarya. Florentia Mujiyati. Y. Sumber:    . 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. Alat:   Papan tulis LCD Chang. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti.. Lembar pengamatan Afektif dan Psikomotorik Bandung. Penilaian a. Agus S. Jakarta : Penerbit Erlangga. Bentuk Instrumen : Soal. (2009). Mudah dan Aktif Belajar Kimia.Pd. VIII.

o menggambarkan lambang Lewis. V. suatu unsur melepaskan elektron. Uraian Materi Pembelajaran a. ikatan kovalen koordinasi. Standar Kompetensi Memahami struktur atom. menangkap elektron. o menyebutkan senyawa ion. c. ikatan kovalen.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Sub Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Ikatan Kimia : Struktur Lewis. Konfigurasi unsur gas mulia merupakan konfigurasi yang stabil. Kompetensi Dasar Membandingkan proses pembentukan ikatan ion. atau menggunakan elektron bersama. KTSP Kimia Kelas X 32 . b. o Menggambarkan susunan elektron valensi gas mulia (duplet dan oktet) dan elektron valensi bukan gas mulia (struktur Lewis). Lambang Lewis merupakan suatu model yang simpel dan informatif yang dapat digunakan untuk menjelaskan cara penyusunan elektron valensi dalam molekul. sifat-sifat periodik unsur. Indikator o Menjelaskan kecenderungan suatu unsur untuk mencapai kestabilannya dengan cara berikatan dengan unsur lain. dan ikatan logam serta hubungannya dengan sifat fisik senyawa yang terbentuk III. o menuliskan konfigurasi unsur gas mulia dan menjelaskan kestabilannya. IV. o menjelaskan proses terjadinya ikatan ion. Untuk mencapai kestabilannya. o Menjelaskan proses terjadinya ikatan ion dan contoh senyawanya. diharapkan siswa dapat: o menjelaskan kencenderungan unsur untuk mencapai kestabilan. Ikatan Ion : 6 x 45 menit I. dan ikatan kimia II. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini.

e. elektron 45 kestabilannya. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai kestabilan konfigurasi gas mulia. 2. Metode dan Pendekatan Pendekatan : Konsep B. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai usaha unsur selain gas antara elektron. VI. Siswa menyebutkan cenderung kestabilan. Langkah. misalnya adanya ikatan antarteman dan ikatan suami istri. Kegiatan Inti (pertemuan pertama) 1. mulia lain dan untuk melepaskan menggunakan mencapai elektron. diskusi A. Ikatan ion adalah ikatan yang terjadi karena serah terima elektron.d. Siswa 2. Kegiatan Pembelajaran Metode : Ceramah. menjawab pertanyaan guru mengenai konfigurasi elektron. guru menjelaskan kestabilan yang diperlukan dalam kehidupan. Dengan menggunakan peristiwa yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Pembukaan: • Apersepsi: a. 5. misalnya unsur alkali berikatan dengan unsur halogen.langkah Pembelajaran No 1. Ikatan ion merupakan ikatan yang terjadi antara unsur logam dengan unsur nonlogam. Siswa menuliskan konfigurasi elektron gas mulia di papan tulis. b. (pertemuan ketiga) 4. KTSP Kimia Kelas X 33 unsur-unsur elektron yang untuk cenderung mencapai melepaskan elektron valensinya dan unsur-unsur yang menangkap 45 30 15 Kegiatan Alokasi Waktu (menit) . Siswa menyimak penjelasan guru mengenai struktur Lewis. (pertemuan kedua) 3. menangkap bersama.

Siswa diberi tugas untuk mengerjakan soal latihan pembentukan ikatan ion. Y. Jenis Penilaian d. Alat dan Bahan (Sumber) a. Bandung. VII.(pertemuan keempat) 6. Boedisantoso. R.. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. Carolus B. KTSP Kimia Kelas X 34 .Pd..D. Sumber:  Chang. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai proses 3. ___________ Mengetahui. Penilaian a.Pd. Teknik Penilaian b. Bentuk Instrumen : Tes / Assessment (waktu 1x45) : Pengetahuan . Kepala SMA Santa Angela Bandung.  Sunarya. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. Jakarta : Penerbit Erlangga. pembentukan ikatan ion. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. VIII. Penutup • • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai sistem periodik unsur yang dikuatkan kembali oleh guru. Sikap dan Psikomotorik : Penilaian Proses dan Penilaian hasil : Soal. OSU P. (2009). S. Agus S. (2004). M. Wisnu A. Jakarta : Penerbit Erlangga.  . Florentia Mujiyati.. Aspek yang dinilai c. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Alat:   Papan tulis LCD 45 45 b.

dan ikatan kimia II. rangkap dan koordinat Alokasi Waktu : 6 x 45 menit I. o menyebutkan contoh-contoh senyawa kovalen. ikatan kovalen. IV. o Menjelaskan proses terbentuknya ikatan kovelen rangkap serta contoh senyawanya. Ikatan kovalen merupakan ikatan yang terjadi antarunsur nonlogam. Indikator o Menjelaskan proses terbentuknya ikatan kovalen tunggal serta contoh senyawanya. b. diskusi 35 Pendekatan : Konsep . V. Standar Kompetensi Memahami struktur atom. Metode dan Pendekatan Metode KTSP Kimia Kelas X : Ceramah. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. sifat-sifat periodik unsur. misalnya antar unsur halogen. VI. Uraian Materi Pembelajaran a. diharapkan siswa dapat o menjelaskan proses terjadinya ikatan kovalen. Ikatan kovalen adalah ikatan yang terjadi karena penggunaan bersama elektron. ikatan kovalen koordinasi. Kegiatan Pembelajaran A.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Sub Materi Pokok : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Ikatan kimia : Ikatan kovalen tunggal. o menggambarkan strutur lewis ikatan kovalen. o menjelaskan proses terjadinya ikatan kovalen rangkap dan kovalen koordinat o menggambarkan strutur lewis ikatan kovalen. o Menjelaskan proses terbentuknya ikatan kovalen koordinat serta contoh senyawanya. dan ikatan logam serta hubungannya dengan sifat fisik senyawa yang terbentuk III. Kompetensi Dasar Membandingkan proses pembentukan ikatan ion.

Cl.B. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai pembentukan ikatan kovalen tunggal. (pertemuan keempat) 5. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai konsepkonsep dasar yang menyebabkan terjadinya ikatan kovalen. dan rangkap tiga. Dengan menggunakan peristiwa yang ada dalam kehidupan pembentukan pembentukan sehari-hari. Siswa diberi tugas di rumah untuk membaca materi ikatan kovalen polar dan nonpolar. N. 2. Siswa 3. dsb) 3. Kegiatan Inti (pertemuan pertama) 1. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai ikatan kovalen koordinat. (pertemuan kedua). mengerjakan soal latihan ikatan kovalen koordinasi Penutup • • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai ikatan kovalen yang dikuatkan kembali oleh guru. senyawa organisasi guru kovalen yang menganalogikan seperti saling dalam memberi 15 Kegiatan Alokasi Waktu (menit) kontsribusi dalam bentuk modal bersama. (pertemuan ketiga) 4. rangkap dua. Pembukaan: • Apersepsi: a. 2. Siswa mengerjakan soal latihan yang diberikan oleh guru.langkah Pembelajaran No 1. Siswa menggambarkan struktur lewis dari berbagai unsur non logam (C. O. Langkah. KTSP Kimia Kelas X 36 15 75 90 60 30 . 6.

Carolus B. ___________ Mengetahui. Agus S. M. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. R.D.Pd. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Florentia Mujiyati. (2009). Kepala SMA Santa Angela Bandung. Jakarta : Penerbit Erlangga. (2004). S. Bandung. Wisnu A. Alat dan Bahan (Sumber) a.. KTSP Kimia Kelas X 37 . : c. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta : Penerbit Erlangga. Alat dan Bahan (Sumber) A.VII..Sumber:    . Y. OSU P. Alat   Papan tulis LCD Chang. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung.Pd. Boedisantoso. Sunarya. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr..

sifat-sifat periodik unsur. Kompetensi Dasar Membandingkan proses pembentukan ikatan ion. Keelektronegatifan menunjukkan kecenderungan suatu atom untuk menangkap elektron. V. Uraian Materi Pembelajaran a. IV. dan ikatan logam serta hubungannya dengan sifat fisik senyawa yang terbentuk III. c. Standar Kompetensi Memahami struktur atom. Senyawa nonpolar terjadi jika sepasang elektron yang digunakan untuk berikatan ditarik sama kuat oleh atom-atom yang berikatan. dan ikatan kimia II. Senyawa polar terjadi jika sepasang elektron yang digunakan untuk berikatan tertarik pada salah satu unsur yang berikatan. Indikator o Menyelidiki kepolaran beberapa senyawa dan hubungannya dengan keelektronegatifan melalui percobaan. diskusi : Konsep KTSP Kimia Kelas X 38 . ikatan kovalen koordinasi. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan : Ceramah. o Menjelaskan hubungan antara kepolaran dengan keelektronegatifan. ikatan kovalen. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. VI. o Membedakan senyawa polar dengan senyawa nonpolar. diharapkan siswa dapat: o Menjelaskan pengertian senyawa polar dan senyawa nonpolar. Kegiatan Pembelajaran A.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Ikatan Kovalen polar dan non Polar : 4 x 45 menit I. b.

B. Siswa 2. Penutup • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai ikatan kovalen polar dan nonpolar serta ikatan logam yang dikuatkan kembali oleh guru.langkah Pembelajaran No 1. (pertemuan kedua) 3. menjelaskan kembali mengenai konsep keelektronegatifan yang telah dipelajari pada bab II. polar dan nonpolar. Kegiatan Inti (pertemuan pertama) 1. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai ikatan kovalen polar dan nonpolar. Alat :   Papan tulis LCD 39 KTSP Kimia Kelas X . 5. Siswa memperhatikan peragaan yang dilakukan oleh guru mengenai hubungan keelektronegatifan dengan ikatan kimia 2. Alat dan Bahan (Sumber) a. • Siswa diberi tugas di rumah untuk mengerjakan evaluasi bab 3 dan membaca materi stoikiometri. Siswa menjawab pertanyaan guru mengenai ikatan kovalen b. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai senyawa kovalen polar dan nonpolar berdasarkan video 45 demonstrasi. Siswa bersama guru melakukan percobaan pengujian kepolaran terhadap beberapa larutan. Siswa menyebutkan beberapa contoh senyawa kovalen 3. (Pertemuan ketiga) 4. 15 75 30 15 Kegiatan Alokasi Waktu (menit) VII. Pembukaan: • Apersepsi: a. Langkah.

Tugas kelompok. Jakarta : Penerbit Erlangga. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. pengamatan kerja. Sumber:  Chang. KTSP Kimia Kelas X 40 . Aspek yang dinilai : Pengetahuan . 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. Boedisantoso. VIII. Jakarta : Penerbit Erlangga. Agus S. Penilaian a.D. Kepala SMA Santa Angela Bandung. pengamatan perilaku b..b. Y. Bentuk Instrumen : Soal. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. Jenis Penilaian : Penilaian Proses dan Penilaian hasil d. R.Pd. Wisnu A. Carolus B. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Sunarya. Sikap dan Psikomotorik c. S... (2009). OSU P. (2004). Bandung.Pd. M. Florentia Mujiyati. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. ___________ Mengetahui. Teknik Penilaian : Tes / Assessment (waktu 2x45) .   .

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Ikatan Logam : 4 x 45 menit I. Ikatan pada logam Ikatan pada logam berbeda dengan ikatan kimia lainnya sebab elektronelektron dalam kristal logam bergerak bebas. kristal logam tersusun atas kation-kation logam yang terpateri di tempat (tidak bergerak) dikelilingi oleh lautan elektron valensi yang bergerak bebas dalam kisi Kristal. sifat-sifat periodik unsur. b. Standar Kompetensi Memahami struktur atom. Uraian Materi Pembelajaran 1. V. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. dan ikatan kimia II. Ikatan logam terbentuk antara kation-kation logam dan elektron valensi. elektron-elektron valensi dapat berpindah jika dipengaruhi oleh medan listrik atau panas. o Memprediksi jenis ikatan yang terjadi pada berbagai senyawa dan membandingkan dengan sifat fisiknya. diharapkan siswa dapat: o Menjelaskan proses pembentukan ikatan logam dan hubungannya dengan sifat fisik logam. dan ikatan logam serta hubungannya dengan sifat fisik senyawa yang terbentuk III. Elektron-elektron valensi logam bergerak bebas dan mengisi ruangruang di antara kisi-kisi kation logam yang bermuatan positif. Sifat mengkilap logam KTSP Kimia Kelas X 41 . a. ikatan kovalen. Oleh karena bergerak bebas. ikatan kovalen koordinasi. Kompetensi Dasar Membandingkan proses pembentukan ikatan ion. o Memprediksi jenis ikatan yang terjadi pada berbagai senyawa dan membandingkan dengan sifat fisiknya. IV. Indikator o Menjelaskan proses pembentukan ikatan logam dan hubungannya dengan sifat fisik logam. Teori Lautan Elektron Menurut teori ini.

jika cahaya tampak (visible) jatuh pada permukaan logam. sedangkan electron valensi logam bergerak bebas. Sifat-sifat senyawa Oleh karena ikatan ion dan ikatan kovalen berbeda dalam proses pembentukannya maka senyawa yang dibentuknya juga memiliki sifatsifat fisika dan kimia yang berbeda. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan : Ceramah. Konduktor listrik dan panas Jika listrik dialirkan melalui logam.Menurut teori Drude-Lorentz. tetapi pergeseran ini tidak menyebabkan patah karena selalu dikelilingi oleh lautan electron. elektron-elektron valensi logam akan bergerak lebih cepat dan elektron-elektron tersebut membawa sejumlah kalor yang diserap. elektron-elektron valensi logam akan membawa muatan listrik ke seluruh logam dan bergerak menuju potensial yang lebih rendah sehingga terjadi aliran listrik dalam logam. Kegiatan Pembelajaran A. Lentur (tidak kaku) Kisi-kisi kation bersifat kaku (tetap di tempat). Ketika elektron yang tereksitasi itu kembali ke keadaan dasar akan disertai pembebasan energi dalam bentuk cahaya atau kilap. d. Akibatnya. Jika sejumlah kalor (panas) diserap oleh logam. 2. sebagian elektron valensi logam akan tereksitasi. c. VI. Jika logam ditempa atau dibengkokkan terjadi pergeseran kationkation. diskusi : Konsep KTSP Kimia Kelas X 42 . kalor dapat didistribusikan oleh logam ke seluruh kristal logam sehingga logam menjadi panas.

Siswa menyimak penjelasan guru mengenai proses terbentuknya ikatan logam yang terdapat dalam video. Pembukaan: • Apersepsi: a. Siswa memperhatikan dan menanggapi penjelasan guru mengenai sifat-sifat ikatan logam yang mendukung teori lautan elektron yang terdapat dalam video. Siswa diberi pengantar tentang sifat-sifat dari logam. kovalen. Kegiatan Inti (Pertemuan pertama) 1. Langkah. (pertemuan kedua) 3. b. 2. Siswa memperhatikan video pembelajaran yang 30 ditampilkan oleh guru mengenai ikatan logam. Penutup • • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai ikatan logam yang dikuatkan kembali oleh guru. perbandingan sifat-sifat senyawa ion.langkah Pembelajaran No 1. 15 30 45 15 Kegiatan Alokasi Waktu (menit) KTSP Kimia Kelas X 43 .B. dan logam. Siswa menjawab pertanyaan guru mengenai ikatan kovalen 2. Siswa memperhatikan dan menanggapi penjelasan guru mengenai 3. Siswa diberi tugas di rumah untuk mengerjakan evaluasi bab 3 dan membaca materi stoikiometri. (pertemuan ketiga) 4.

Mudah dan Aktif Belajar Kimia. (2009). Penilaian a. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. OSU P. VIII. S. Kepala SMA Santa Angela Bandung. b. Evi Lutviana. Wisnu A.VII.D. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. Jenis Penilaian d. Sunarya. Alat :   Papan tulis LCD Media pembelajaran ikatan logam ver1. FPMIPA UPI. Bandung. Sumber:     . Agus S. Sikap dan Psikomotorik : Penilaian Proses dan Penilaian hasil : Soal. M. KTSP Kimia Kelas X 44 . Florentia Mujiyati. Jakarta : Penerbit Erlangga.. Y. ___________ Mengetahui.0. Teknik Penilaian b. Aspek yang dinilai c.Pd.Pd. Bentuk Instrumen : Tes / Assessment (waktu 1x45) : Pengetahuan .. Alat dan Bahan (Sumber) a. Jakarta : Penerbit Erlangga. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. R.. Carolus B. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. (2004). Boedisantoso. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. Chang.

Jika dua unsur dapat membentuk lebih dari satu senyawa. seperti NO. Kompetensi Dasar Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana serta persamaan reaksinya. Untuk kasus ini. seperti Ca(ClO)2 atau kaporit. Tata nama senyawa biner Senyawa biner adalah senyawa yang tersusun dari dua macam unsur. NaCO3 (soda kue). III. atau tetra-(empat) yang menunjukkan jumlah unsur. Penamaan senyawa ini didasarkan pada nama unsur pembentuknya yang ditulis secara berurutan sesuai penulisan rumus kimia (lambang senyawa) dan akhiran dari unsur keduanya diganti -ida. dan H2SO4 (asam sulfat). Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. NO2. tri-(tiga). penambahan kata 'ida' tidak cukup sebab akan muncul senyawa dengan nama yang sama. 2.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Tata Nama Senyawa Anorganik : 2 x 45 menit I. II. Senyawa poliatom umumnya mengandung oksigen. nama senyawa ditambah dengan kata mono-(satu). di(dua). Tata nama senyawa poliatomik Senyawa yang tersusun lebih dari dua unsur digolongkan sebagai senyawa poliatom. Standar Kompetensi Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri). Indikator o Menuliskan nama-nama senyawa biner dari senyawa anorganik o Menuliskan nama-nama senyawa poli-atomik dari senyawa anorganik IV. Tata nama senyawa poliatom yang mengandung oksigen didasarkan pada jumlah KTSP Kimia Kelas X atom oksigen yang 45 . diharapkan siswa dapat: o Menuliskan nama-nama senyawa biner dari senyawa anorganik o Menuliskan nama-nama senyawa poli-atomik dari senyawa anorganik V. dan N2O4. Uraian Materi Pembelajaran 1.

Tata nama senyawa tersebut tidak memadai setelah ditemukan senyawa yang mengandung atom oksigen lebih banyak atau lebih sedikit dari senyawa tersebut. Untuk itu. sedangkan senyawa yang lebih sedikit dari contoh senyawa di atas diberi awalan hipo-. Kegiatan Pembelajaran A. Siswa memperhatikan dan menanggapi penjelasan guru mengenai tata nama senyawa poli atomik (pertemuan kedua) 3. anorganik Penutup • • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai tata nama senyawa anorganik Siswa mengerjakan postest mengenai penamaan 30 senyawa kimia. sedangkan yang paling sedikit diberi akhiran -it. senyawa yang mengandung atom oksigen lebih banyak lagi diberi awalan per-.dikandungnya. VI. Siswa menjawab pertanyaan guru mengenai jenisjenis senyawa di alam. diskusi : Konsep Kegiatan Alokasi Waktu (menit) B. 15 30 15 : Ceramah. alam Kegiatan Inti (pertemuan pertama) 1. b.langkah Pembelajaran KTSP Kimia Kelas X 46 . Langkah. Senyawa yang mengandung jumlah oksigen paling banyak diberi akhiran -at. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai tata nama senyawa biner 2. Pembukaan: • Apersepsi: a. Siswa mengerjakan latihan penamaan senyawa-senyawa 3. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan No 1. Siswa memperhatikan contoh-contoh senyawa di 2.

D.. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. M. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. S. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta : Penerbit Erlangga. Alat dan Bahan (Sumber) a.. b. Boedisantoso.Pd.VII. Wisnu A. Carolus B. KTSP Kimia Kelas X 47 . Agus S. Florentia Mujiyati. R. ___________ Mengetahui. Bandung. Sumber:    . Sunarya. Kepala SMA Santa Angela Bandung.Pd.. OSU P. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. Jakarta : Penerbit Erlangga. (2009). Y. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. (2004). Alat :   Papan tulis LCD Chang.

Indikator o Menyetarakan reaksi sederhana o Menyebutkan nama-nama zat yang terlibat dalam suatu reaksi kimia atau sebaliknya IV. 2. Cara yang benar untuk menyetarakan persamaan reaksi adalah dengan bilangan di depan setiap rumus kimia dengan angka yang sesuai. cara yang benar untuk menyetarakan persamaan reaksi adalah dengan cara menentukan nilai koefisien reaksi. Penyetaraan Persamaan Reaksi Suatu persamaan reaksi dikatakan benar jika memenuhi hukum kimia. Persamaan Reaksi Persamaan reaksi didefinisikan sebagai persamaan yang menyatakan kesetaraan jumlah zat-zat yang terlibat dalam reaksi kimia dengan menggunakan rumus kimia. diharapkan siswa dapat: o Menyetarakan reaksi sederhana o Menyebutkan nama-nama zat yang terlibat dalam suatu reaksi kimia atau sebaliknya V. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. Contoh-contoh persamaan reaksi a. Uraian Materi Pembelajaran 1. Bilangan yang ditambahkan ini dinamakan koefisien reaksi. Standar Kompetensi Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri). yaitu zat-zat yang terlibat dalam reaksi harus setara. II. baik jumlah zat maupun muatannya. Jadi. 3. Dalam reaksi kimia terdapat zat-zat pereaksi dan zat-zat hasil reaksi.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Persamaan Reaksi Sederhana : 4 x 45 menit I. Reaksi penguraian KTSP Kimia Kelas X 48 . Kompetensi Dasar Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana serta persamaan reaksinya. III.

d. Siswa menjawab pertanyaan guru mengenai 15 fenomena-fenomena perubahan kimia di alam b. diskusi : Konsep Kegiatan Alokasi Waktu (menit) B. Reaksi metatesis Reaksi metatesis atau reaksi pertukaran ganda adalah reaksi kimia yang melibatkan pertukaran antar ion-ion dalam senyawa yang bereaksi. c. Pembukaan: • Apersepsi: a.Reaksi penguraian adalah suatu reaksi senyawa tunggal terurai menjadi dua atau lebih zat yang baru. Siswa mengerjakan latihan penyetaraan reaksi bersama 3. 2. VI. b. Langkah. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai definisi persamaan reaksi dan contoh-contohnya (pertemuan kedua) 3. Siswa memperhatikan dan menanggapi penjelasan guru tentang langkah-langkah penyetaraan persamaan reaksi 4. Reaksi penggabungan Reaksi penggabungan adalah reaksi dimana dua buah zat atau lebih bergabung membentuk satu jenis zat yang baru. Kegiatan Pembelajaran A.langkah Pembelajaran . Siswa bersama guru melakukan percobaan mengenai perubahan kimia. Reaksi pendesakan Reaksi pendesakan atau disebut juga reaksi pertukaran tunggal adalah reaksi dimana suatu unsur menggantikan posisi unsur lain dalam suatu senyawa. KTSP Kimia Kelas X 49 30 45 75 : Ceramah. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan No 1. guru Penutup • • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai persamaan reaksi dan reaksi kimia Siswa diberi review mengenai hukum-hukum dasar kimia. penyebab-penyebab terjadinya perubahan kimia Kegiatan Inti 1. Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang 2.

Jenis Penilaian h. Y. S. Jakarta : Penerbit Erlangga. Carolus B. Sikap dan Psikomotorik : Penilaian Proses dan Penilaian hasil : Soal. (2004). R. Sunarya. Boedisantoso.D. Bentuk Instrumen : Tes / Assessment (waktu 2x45) : Pengetahuan . Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Sumber:    .. Jakarta : Penerbit Erlangga. KTSP Kimia Kelas X 50 . ___________ Mengetahui.. d. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. Agus S. Wisnu A. Alat dan Bahan (Sumber) c. Kepala SMA Santa Angela Bandung. (2009). ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. Penilaian e. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. M. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. Aspek yang dinilai g.Pd. OSU P.Pd. Florentia Mujiyati.VII.. Alat :   Papan tulis LCD Chang. IX. Teknik Penilaian f. Bandung.

b. o Menghitung volume gas reaktan atau produk berdasar. hukum Proust (hukum perbandingan tetap).kan data tentang massa dua unsur yang bersenyawa (hukum Proust). hukum Dalton (hukum kelipatan perbandingan). diharapkan siswa dapat: o Membuktikan berdasarkan percobaan bahwa massa zat sebelum dan sesudah reaksi tetap (hukum kekekalan massa/hukum Lavoisier).kan hukum Gay Lussac. V. perbandingan massa salah satu unsur KTSP Kimia Kelas X 51 . Indikator Menjelaskan hukum dasar kimia. IV. Uraian Materi Pembelajaran a. Dalam suatu reaksi kimia selalu berlaku hukum kekekalan massa. dan hukum Gay Lussac (hukum perbandingan volume) berdasarkan eksperimen atau data hasil eksperimen.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Hukum Dasar Kimia : 5 x 45 menit I. Perbandingan massa unsur dalam suatu senyawa selalu tetap. yaitu massa sebelum reaksi sama dengan massa sesudah reaksi. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. Jika dua unsur dapat membentuk lebih dari satu senyawa. antara lain hukum kekekalan massa. Standar Kompetensi Memahami (stoikiometri) hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia II. o Membuktikan berdasarkan percobaan dan menafsir. Kompetensi Dasar Membuktikan dan mengomunikasikan berlakunya hukum-hukum dasar kimia melalui percobaan serta menerapkan konsep mol dalam menyelesaikan perhitungan kimia III.dingan (hukum Dalton) pada beberapa peristiwa. o Membuktikan berlakunya hukum kelipatan perban. c. o Menggunakan data percobaan untuk membuktikan hukum perbandingan volume (hukum Gay Lussac).

langkah Pembelajaran memperoleh kesimpulan dari hukum kekekalan massa. 15 KTSP Kimia Kelas X 52 . • Menganalisis 3. diskusi : Konsep Kegiatan Alokasi Waktu (menit) B. Kegiatan Awal (Apersepsi) • Melalui diskusi kelas.pada tiap senyawa merupakan bilangan bulat dan sederhana. Kegiatan Pembelajaran A. siswa menyebutkan keteraturan yang ada di alam dengan mengikuti aturan tertentu 2. • Siswa membahas data hasil pengamatan untuk 75 15 : Ceramah. berbanding sebagai bilangan bulat dan sederhana. (pertemuan ketiga) • Menganalisis Gay Lussac). • Menganalisis Dalton). data hasil eksperimen untuk data hasil eksperimen untuk 30 data hasil eksperimen untuk 45 data hasil eksperimen untuk hukum perbandingan tetap (hukum membuktikan hukum kelipatan perbandingan (hukum membuktikan hukum perbandingan volume (hukum membuktikan hukum Avogadro. VII. Kegiatan Inti (pertemuan pertama) • Siswa melakukan eksperimen hukum kekekalan massa. Penutup Siswa bersama-sama dengan guru membuat kesimpulan tentang hukum-hukum dasar kimia. Volume gas yang ikut dalam reaksi kimia jika diukur pada suhu dan tekanan yang sama. d. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan No 1. Langkah. Selanjutnya. (pertemuan kedua) • Menganalisis membuktikan Proust). guru melakukan penilaian atau tes hasil belajar dan pemberian tugas untuk mengetahui ketercapaian indikator dan kompetensi.

Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Jakarta : Penerbit Erlangga. Bandung. Wisnu A. Teknik Penilaian b. Alat   : Papan tulis LCD Chang. M.Pd.. Agus S. (2009). Boedisantoso..Pd. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. Aspek yang dinilai c. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. Alat dan Bahan (Sumber) a. (2004). Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. KTSP Kimia Kelas X 53 . Kepala SMA Santa Angela Bandung. R. Penilaian a. Jenis Penilaian d. Carolus B. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. Bentuk Instrumen : Tes / Assessment (waktu 1x45) : Pengetahuan .. Y.D. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. ___________ Mengetahui. b. Sikap dan Psikomotorik : Penilaian Proses dan Penilaian hasil : Soal. OSU P. S. Florentia Mujiyati. Jakarta : Penerbit Erlangga. Sunarya. IX. Sumber:    .VIII.

Massa molekul relatif dan massa rumus relatif Massa molekul ditentukan oleh massa atom-atom penyusunnya. massa dan volum zat.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Materi Pokok Sub Materi Pokok Kelas/ Semester Alokasi Waktu : Sekolah Menengah Atas (SMA) : Kimia : Stoikiometri : Konsep Mol : X/1 : 5 x 45 menit I. Massa atom relatif Massa atom relatif suatu unsur adalah perbandingan massa rata-rata suatu atom relatif terhadap 1 kali massa satu atom karbon-12. Standar Kompetensi Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri). Materi prasyarat Hukum dasar kimia B. yaitu merupakan jumlah dari massa seluruh atom yang menyusun molekul tersebut. Sedangkan massa rumus adalah massa senyawa ion yang dihitung berdasarkan setiap satuan rumus empirisnya. Menjelaskan pengertian mol sebagai satuan jumlah zat. 2. Ar X = massa atom relatif X Massa 1 atom C-12 = 12 sma Massa rata-rata atom X merupakan massa rata-rata dari semua isotop X yang ada di alam. Massa atom relatif diberi lambang Ar dan 12 dirumuskan sebagai berikut: Ar X = massa rata-rata suatu atom X 1/12 x massa 1 atom C-12 Dengan. Kompetensi Dasar Membuktikan dan mengkomunikasikan berlakunya hukum-hukum dasar kimia melalui percobaan serta menerapkan konsep mol dan menyelesaikan perhitungan kimia. IV. Indikator 1. 2. Analisis Materi Pelajaran A. Mengkonversikan jumlah zat dengan jumlah mol. II. III. Materi yang dikembangkan 1. Massa atom relatif tidak mempunyai satuan. Massa KTSP Kimia Kelas X 54 .

L = bilangan Avogadro a. yaitu pada volum dan jumlah mol tetap.602 x 1023 partikel . sedangkan massa rumus relatif suatu senyawa ion adalah jumlah massa atom relatif dari seluruh atom penyusun satu satuan rumus kimia senyawa ion. yaitu Mr. Hukum Amonton. didapat: Mr AxBy = massa rata-rata (x atom A + y atom B) 1/12 x massa 1 atom C-12 Mr AxBy = x(massa rata-rata 1 atom A )+ y (massa rata-rata 1 atom B) 1/12 x massa 1 atom C-12 Sehingga dapat disederhanakan menjadi : Mr AxBy = (x Ar A + y Ar B) Jadi. maka V ≈ T KTSP Kimia Kelas X 55 1 V  a  mol  Mr  1 kali massa satu atom C-12. Jika pengukuran dilakukan pada suhu 0oC dan tekanan 1 atm (STP). Massa molar Massa molar adalah massa zat itu yang sama dengan massa atom atau massa rumus zat tersebut dinyatakan dalam gram. sehingga 12 . yaitu pada tekanan dan jumlah mol tetap. Mol Satu mol suatu zat adalah sejumlah partikel yang terkandung dalam suatu zat yang jumlahnya sama dengan banyaknya atom yang terdapat dalam 12. Hukum Charles. massa molekul relatif suatu senyawa molekul merupakan jumlah massa atom relatif (Ar) dari seluruh atom penyusun satu molekul senyawa. Hukum gas ideal Beberapa hukum tentang gas yang berlaku pada gas ideal adalah : 1. Massa 1 mol AB = (Mr AB) x gram.4 liter c. 1 mol zat = L partikel = 1. Hubungan antara volum molar gas dan jumlah mol gas dinyatakan sebagai berikut : n mol gas (pada STP) = n x 22. Hukum Boyle. 3. dan massa rumus (Mr) suatu zat adalah : a gram zat =  b. berlaku P ≈ 2. Hubungan antara massa. Massa molekul relatif dan massa rumus relatif memiliki lambang yang sama. jumlah mol.molekul massa rumus merupakan perbandingan massa rata-rata suatu molekul atau satuan rumus suatu zat relatif (dibandingkan) terhadap Mr AxBy = massa rata-rata 1 molekul AxBy 1/12 x massa 1 atom C-12 Apabila dijabarkan lebih lanjut. yaitu pada suhu tetap dan jumlah mol tetap. Satuan massa molar adalah gram/mol atau gram mol-1. Volum molar Volum molar gas menyatakan volum 1 mol gas pada suhu dan tekanan tertentu. volum molar gas tersebut sebagai volum molar standar. maka P ≈ T 3.00 gram C-12.

P = tekanan (atmosfer) T = suhu mutlak (kelvin = oC + 273) V = volum (liter) n = jumlah mol (mol) R = tetapan gas ideal (0. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai tema dan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan. Hipotesis avogadro. M = n V Dengan. Kegiatan Pembelajaran A. yaitu pada tekanan dan suhu tetap.4. maka V ≈ n Dari keempat hukum tersebut dapat disimpulkan bahwa pada gas ideal berlaku persamaan : PV = nRT Dengan.082 L atm K-1 mol-1) 4. Metode Model : ceramah bermakna : Induktif-Deduktif Pendekatan : Konsep dan Proses B. guru mengenai: Hukum-hukum dasar kimia Siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan 15 Kegiatan Alokasi Waktu (menit) KTSP Kimia Kelas X 56 . Satuan kemolaran adalah mol L-1 atau mmol mL-1. Pembukaan: • Apersepsi: 1. Langkah pembelajaran No 1. Kemolaran Larutan Kemolaran menyatakan jumlah mol zat terlarut dalam tiap liter larutan. M = kemolaran alrutan n = jumlah mol zat terlarut V = volum larutan V. 2.

• Siswa diberi tugas di rumah untuk mengerjakan latihan pada buku Kimia Mandiri dan membaca materi berikutnya. (pertemuan kelima) 8. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai hubungan antara mol dengan kemolaran larutan 9. Penutup • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai konsep mol. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai hubungan antara mol dengan jumlah zat 3. 5. Alat dan Bahan (Sumber) 57 KTSP Kimia Kelas X . (pertemuan keempat) 6. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai hubungan antara mol dengan volum molar gas 7. VI. Siswa dengan berdiskusi mengerjakan beberapa latihan soal mengenai konsep mol yang diberikan guru. (pertemuan ketiga) 4. Siswa dengan berdiskusi mengerjakan beberapa latihan soal mengenai konsep mol yang diberikan guru. Siswa dengan berdiskusi mengerjakan beberapa latihan soal mengenai konsep mol yang diberikan guru. Kegiatan Inti (pertemuan pertama) 1. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai hubungan antara mol dengan massa molar. Siswa dengan berdiskusi mengerjakan beberapa latihan soal mengenai konsep mol yang diberikan guru. (pertemuan kedua) 2.2. 15 30 45 45 45 30 3. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai pengertian mol. stoikiometri senyawa dan stoikiometri reaksi yang dikuatkan kembali oleh guru.

Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti.D.a. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. OSU P. Jakarta : Penerbit Erlangga.. S. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung.   . 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KTSP Kimia Kelas X 58 . Y. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. ___________ Mengetahui. M. R. Bandung. Florentia Mujiyati. Sunarya. Wisnu A. Boedisantoso. (2004). Carolus B. Sumber:  Chang. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X..Pd.. (2009).Pd. Alat   : Papan tulis LCD b. Jakarta : Penerbit Erlangga. Kepala SMA Santa Angela Bandung. Agus S.

Rumus empiris merupakan perbandingan paling sederhana dari atom-atom unsur penyusun suatu senyawa. Rumus molekul merupakan rumus kimia yang menunjukan jumlah atom dari masingmasing unsur dalam suatu senyawa 2. Menentukan rumus molekul senyawa. Air hidrat dan pereaksi pembatas a. Standar Kompetensi Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri). Jika suatu hidrat dilarutkan dalam air. Menentukan rumus empiris senyawa. Materi yang dikembangkan 1. b. maka ada sebagian atau seluruh air kristal dapat dilepas (menguap). III. Materi prasyarat Hukum dasar kimia B. kita dapat mengetahui komposisi zat tersebut. Menentukan rumus kimia zat a. Indikator 1.Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Materi Pokok Sub Materi Pokok Kelas/ Semester Alokasi Waktu : Sekolah Menengah Atas (SMA) : Kimia : Stoikiometri : Stoikiometri Senyawa dan Stoikiometri Reaksi : X/1 : 7 x 45 menit I. Hidrat adalah zat padat yang mengikat beberapa molekul air sebagai bagian dari struktur kristalnya. Kompetensi Dasar Membuktikan dan mengkomunikasikan berlakunya hukum-hukum dasar kimia melalui percobaan serta menerapkan konsep mol dan menyelesaikan perhitungan kimia. Menentukan pereaksi pembatas dalam suatu reaksi. Analisis Materi Pelajaran A. Kadar = massa komponen / massa zat x 100% 3. 3. Pereaksi pembatas KTSP Kimia Kelas X 59 . IV. maka air kristalnya akan lepas. Menentukan kadar unsur dalam senyawa Dengan mengetahui jenis dan massa dari setiap komponen penyusun zat. Komposisi zat dinyatakan dalam persen massa (% massa) atau disebut juga kadar. Menentukan rumus kadar unsur dalam suatu senyawa. II. 2. Jika suatu senyawa hidrat dipanaskan. 4. b.

Siswa dengan berdiskusi mengerjakan beberapa latihan soal mengenai pereaksi pembatas dan senyawa hidrat yang diberikan oleh guru. Hal ini menyebabkan ada pereaksi yang akan habis bereaksi lebih dahulu yang disebut sebagai pereaksi pembatas. 3. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai tema dan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan. 2. Metode Model No 1. V.Pada suatu reaksi kimia. KTSP Kimia Kelas X 60 60 60 75 15 : ceramah bermakna : Induktif-Deduktif Kegiatan Alokasi Waktu (menit) Pendekatan : Konsep dan Proses B. 5. 2. (pertemuan ketiga) 6. perbandingan mol zat-zat pereaksi yang ditambahkan tidak selalu sama dengan perbandingan koefisien reaksinya. Kegiatan Pembelajaran A. Pembukaan: • Apersepsi: 1. Siswa mempresentasikan hasil pengamatan yang telah dirumuskan. Langkah pembelajaran . Siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan guru mengenai: Hukum-hukum dasar kimia Perhitungan mol 2. Siswa secara berkelompok dan bersama dengan guru melakukan percobaan pereaksi pembatas dan senyawa hidrat. rumus molekul dan cara menentukan kadar unsur dalam suatu senyawa. Siswa menyimak penegasan guru mengenai konsep pereaksi pembatas dan senyawa hidrat. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai rumus empiris. Siswa membuat kesimpulan dari pengertian pereaksi pembatas dan air hidrat. Kegiatan Inti (pertemuan pertama) 1. (pertemuan kedua) 4.

. Sunarya.. stoikiometri senyawa dan stoikiometri reaksi yang dikuatkan kembali oleh guru. Sikap dan Psikomotorik c. VI..Tugas kelompok. Lembar pengamatan Afektif dan Psikomotorik Bandung. Alat:   Papan tulis LCD Chang. pengamatan kerja. Carolus B.Pd. S. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. Bentuk Instrumen : Soal. Aspek yang dinilai : Pengetahuan . • Siswa diberi tugas di rumah untuk mengerjakan latihan pada buku Kimia SMA Kelas X dan membaca materi berikutnya.D. VII. M. pengamatan perilaku b. Florentia Mujiyati. OSU P. Jenis Penilaian : Penilaian Proses dan Penilaian hasil d. Agus S. Jakarta : Penerbit Erlangga. Kepala SMA Santa Angela Bandung.7. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. Alat dan Bahan (Sumber) a. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KTSP Kimia Kelas X 61 . Wisnu A. Jakarta : Penerbit Erlangga. R. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Siswa dengan berdiskusi mengerjakan beberapa latihan soal mengenai stoikiometri reaksi tersebut yang yang 3. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. Penilaian a. Penutup • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai konsep mol. Sumber:    . Boedisantoso. Y. 15 b.Pd. ___________ Mengetahui. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. (2004). Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. ada di buku mandiri kimia. Teknik Penilaian : Tes / Assessment (waktu 2x45) . (2009).

b. Larutan non-elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan listrik. II. III. yaitu larutan elektrolit dan larutan non-elektrolit. Dalam kehidupan sehari-hari banyak kita jumpai contoh larutan elektrolit dan larutan non-elektrolit. Dengan demikian larutan gula bukan merupakan larutan elektrolit atau larutan gula merupakan larutan non-elektrolit. larutan garam dapur jika diuji dengan alat penguji elektrolit. Materi yang dikembangkan KTSP Kimia Kelas X 62 . Jika larutan gula diuji dengan alat penguji elektrolit. Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan listrik.    Materi Prasyarat Komponen larutan Ionisasi Bentuk molekul dan ion Berdasarkan daya hantar listrik larutan. Hal tersebut menunjukkan bahwa larutan garam dapat menghantarkan listrik atau dengan kata lain larutan garam merupakan larutan elektrolit.Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/2 : Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit : 6 x 45 menit I. Misalnya. Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat larutan non-elektrolit dan elektrolit. Materi a. Mengidentifikasi sifat-sifat larutan elektrolit lemah setelah melakukan percobaan. Mengidentifikasi sifat-sifat larutan elektrolit kuat setelah melakukan percobaan. serta reaksi oksidasi-reduksi. larutan dapat dibedakan atas dua jenis. Menyimpulkan perbedaan sifat dan jenis larutan non-elektrolit dan elektrolit. Indikator  Merancang dan melakukan percobaan untuk mengidentifikasi sifat-sifat larutan nonelektrolit dan elektrolit dalam diskusi kelompok di laboratorium. Mengidentifikasi sifat-sifat larutan non-elektrolit setelah melakukan percobaan. Menjelaskan penyebab kemampuan larutan larutan elektrolit menghantarkan arus listrik. Tujuan Pembelajaran: Siswa dapat:      IV. bola lampu pijar tidak akan menyala dan pada kedua elektrode tidak terjadi perubahan. bola lampu pijar akan menyala. Kompetensi Dasar Mengidentifikasi sifat larutan non-elektrolit dan elektrolit berdasarkan data hasil percobaan.

Larutan elektrolit yang daya hantar listriknya relatif baik walaupun konsentrasinya kecil termasuk jenis larutan elektrolit kuat. Kegiatan Pembelajaran A. larutan cuka. Perbedaan daya hantar listrik larutan dapat dilihat dari menyala atau tidaknya bola lampu. larutan elektrolit kuat daya hantar listriknya lebih baik dari pada larutan elektrolit lemah. sedangkan larutan elektrolit yang daya hantarlistriknya relatif kurang baik walaupun konsentrasinya besar termasuk jenis larutan elektrolit lemah. larutan alkohol. air aki (larutan asam sulfat). Pada konsentrasi yang sama. Pendekatan dan Metode Pendekatan Metode No. Ion-ion itulah yang menghantarkan arus listrik. larutan kapur sirih. dan larutan urea. Daya hantar larutan elektrolit berbeda-beda tergantung pada jenis larutan dan jumlah zat terlarut. Bagaimana suatu larutan dapat menghantarkan listrik? Svante Arrhenius. dan larutan amoniak. air sungai. Elektron-elektron oleh ionion negatif akan mengalir menuju katode melalui rangkaian sumber arus searah (baterai) seperti yang diperlihatkan oleh gambar berikut: V. Jadi pada konsentrasi yang sama. ceramah dan diskusi Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu 63 B. larutan pembersih porselen/keramik. Skenario Pembelajaran KTSP Kimia Kelas X . Larutan non-elektrolit: Larutan gula. sedangkan ion-ion negatif atau anion akan bergerak menuju kutub positif (anode). maka ion-ion positif atau kation yang berbeda dalam larutan akan bergerak menuju kutub negatif (katode). air sungai. Jika ke dalam larutan elektrolit dicelupkan elektrode dari sumber arus searah (baterai). ilmuwan Swedia 1887 menjelaskan bahwa dalam larutan elektrolit terdapat ion-ion positif dan ion-ion negatif yang bergerak bebas. : Keterampilan proses : Praktikum. Pada anode (kutub positif) terjadi pelepasan elektron oleh ion-ion negatif. larutan elektrolit kuat mempunyai daya hantar listrik yang lebih baik daripada larutan elektrolit lemah. Pada katode (kutub negatif) terjadi penangkapan atau penerimaan elektrolit oleh ion-ion positif. air laut.Adapun contoh larutan elektrolit dan non-elektrolit dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut: Larutan elektrolit: Larutan garam dapur.

(Menit) 1. Kegiatan inti (pertemuan pertama)  Siswa diuji pengetahuan awalnya dengan melemparkan beberapa pertanyaan sebagai berikut:  Apa yang kalian pikirkan ketika mendengar istilah larutan elektrolit?  Lalu apa yang dimaksud dengan larutan elektrolit?  Ada pula yang disebut dengan larutan non-elektrolit.  Dengan bimbingan guru siswa menyiapkan peralatan praktikum larutan elektrolit-non elektrolit. 15 Siswa diberi beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan materi larutan elektrolit-non elektrolit.  Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok disediakan modul sebagai petunjuk praktikum.  Dengan bimbingan guru siswa melakukan prosedur percobaan yang sudah tertera dalam LKS. Pendahuluan  Guru memberikan salam pembuka. (pertemuan kedua) 75 KTSP Kimia Kelas X 64 . apa yang dimaksud dengan larutan non-elektrolit? (Sebelumnya siswa sudah ditugaskan untuk membawa peralatan praktikum larutan elektrolit-non elektrolit)  Siswa diberitahu bahwa pada pertemuan kali ini akan melakukan percobaan mengenai larutan elektrolit dan nonelektrolit. listrik ketika tangan kalian Motivasi:  2. misalnya:  Apa pernah kalian tersengat basah?  Apakah kalian pernah melihat orang yang menangkap ikan dengan mencelupkan suatu alat yang dialiri listrik sehingga ikan tersebut tersengat arus listrik dan mati?  Bagaimana semua hal itu dapat terjadi?  Siswa diberi pengarahan bahwa mereka akan menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut setelah melakukan pembelajaran hari ini.

jawaban pertanyaan modul hasil diskusi 60    Dengan bimbingan guru. Setiap kelompok berdiskusi untuk menyelesaikan soal-soal yang terdapat dalam modul.. belajar siswa diminta larutan mengemukakan elektrolit-non 15 kesimpulan mengenai 60 VI.  Guru memberikan salam penutup. Siswa perwakilan dari beberapa kelompok bergantian menyebutkan kelompok. pemahaman siswa. siswa mengoreksi tiap jawaban dari pertanyaan dalam modul. Perwakilan dari 2 hingga 3 kelompok menuliskan hasil pengamatan di papan tulis. Perwakilan dari 1 atau 2 kelompok mengemukakan kesimpulan dari hasil percobaan. siswa ditunjukkan gambaran mikroskopis sederhana larutan elektrolit untuk memperkuat 3. ion-ion yang bergerak sehingga dapat menghantarkan arus listrik.  Dengan bantuan charta. diperkuat kembali oleh guru   Siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut: Mengapa larutan elektrolit dapat menyebabkan bola lampu menyala?  Atas jawaban siswa guru mengarahkan pertanyaan tersebut ke arah penjelasan mengenai ionisasi. Penutup  Dengan elektrolit.  Kesimpulan yang dikemukakan oleh siswa. diperkuat kembali oleh guru  Siswa diberi tugas membuat laporan praktikum yang telah dilakukan. Alat dan Bahan (Sumber) 65 KTSP Kimia Kelas X . bimbingan hasil guru.  (pertemuan ketiga)  Kesimpulan yang dikemukakan oleh siswa.

a. Alat:    Papan tulis LCD LKS

b. Sumber:
 Chang, R.. (2004). Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. Jakarta : Penerbit Erlangga.


. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. Jakarta : Penerbit Erlangga.
Sunarya, Y., Agus S.. (2009). Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional.

VII. Penilaian a. Teknik Penilaian : Tes / Assessment (waktu 1x45) ,Tugas kelompok, pengamatan kerja, pengamatan perilaku b. Aspek yang dinilai : Pengetahuan , Sikap dan Psikomotorik c. Jenis Penilaian : Penilaian Proses dan Penilaian hasil d. Bentuk Instrumen : Soal, Lembar pengamatan Afektif dan Psikomotorik

Bandung, ___________ Mengetahui, Kepala SMA Santa Angela

Bandung, ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum

Bandung, 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia

Sr. Florentia Mujiyati, OSU

P.D. Boedisantoso, M.Pd.

Carolus B. Wisnu A, S.Pd.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
KTSP Kimia Kelas X 66

Satuan Tingkat Pendidikan : SMA Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : Kimia : X/1 : Perkembangan Reaksi Redox : 2 x 45 menit

I.

Standar Kompetensi Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri).

II. Kompetensi Dasar Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana serta persamaan reaksinya. III. Indikator Menentukan konsep reaksi oksidasi dan reduksi berdasarkan pengikatan dan pelepasan oksigen, penerimaan dan pelepasan electron. IV. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, diharapkan siswa dapat: 1. Menjelaskan konsep redoks berdasarkan pengikatan dan pelepasan oksigen. 2. Menjelaskan konsep redoks berdasarkan penerimaan dan pelepasan elektron. 3. Menentukan reaksi mana yang merupakan redoks dan mana yang bukan. 4. Menentukan oksidator dan reduktor dalam suatu reaksi V. Uraian Materi Pembelajaran 1. Pengikatan Oksigen Sejak dulu, para pakar kimia sudah mengetahui bahwa oksigen dapat bereaksi dengan banyak unsur. Senyawa yang terbentuk dari hasil reaksi dengan oksigen dinamakan oksida sehingga reaksi antara oksigen dan suatu unsur dinamakan reaksi oksidasi. Karat besi adalah senyawa yang terbentuk dari hasil reaksi antara besi dan oksigen (besi oksida). Perkaratan besi merupakan salah satu contoh dari reaksi oksidasi. Persamaan reaksi pembentukan oksida besi dapat ditulis sebagai berikut.
4Fe(s) + 3O2(g) → 2Fe2O3(s)

Pada reaksi tersebut, besi mengalami oksidasi dengan cara mengikatoksigen menjadi besi oksida. Kebalikan dari reaksi oksidasi dinamakan reaksi reduksi. Pada reaksi reduksi terjadi pelepasan oksigen. Besi oksida dapat direduksi dengan
cara direaksikan dengan gas hidrogen, persamaan reaksinya: Fe2O3(s) + 3H2(g) → 2Fe(s) + 3H2O(g)

2. Pelepasan dan Penerimaan Elektron KTSP Kimia Kelas X 67

Konsep redoks yang melibatkan transfer elektron berkembang setelah diketahui adanya elektron dalam atom dan reaksi pembentukan senyawa ion (lihat kembali topik ikatan ion). Tuliskan pembentukan senyawa NaCl dari unsur-unsurnya. Spesi manakah yang melepaskan elektron dan yang menerima elektron? Dalam konsep redoks, peristiwa pelepasan elektron dinamakan oksidasi, sedangkan peristiwa penerimaan elektron dinamakan reduksi. Pada pembentukan senyawa NaCl dari unsur-unsurnya, atom natrium mengalami oksidasi, sedangkan atom klorin mengalami reduksi. Penggabungan kedua proses itu dinamakan reaksi redoks. Reaksi redoks pada peristiwa perkaratan besi dapat dijelaskan dengan reaksi berikut: 2Fe →2Fe3+ + 6e– (oksidasi) 3O2 + 6e– →3O2– (reduksi) 3. Reduktor dan Oksidator Berdasarkan uraian sebelumnya, apa yang dapat Anda simpulkan mengenai zat-zat kimia dihubungkan dengan konsep redoks? Semua zat kimia dapat dikelompokkan ke dalam dua kelompok, yakni zat-zat yang mengalami oksidasi dan zat-zat yang mengalami reduksi. Dalam reaksi redoks, pereaksi yang dapat mengoksidasi pereaksi lain dinamakan zat pengoksidasi atau oksidator. Sebaliknya, zat yang dapat mereduksi zat lain dinamakan zat pereduksi atau reduktor. VI. Kegiatan Pembelajaran A. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan No 1. Pembukaan : Siswa member salam kepada guru. 15 Siswa memahami tujuan pembelajaran yang disampaikan oleh guru. Siswa diperkenalkan mengenai pembelajaran hari ini sehingga termotivasi untuk mengikuti pelajaran dengan atraktif. Siswa memperhatikan demonstrasi yang diperagakan di depan kelas. c. Siswa menjawab pertanyaan guru berdasarkan 2. demonstrasi yang ditunjukan. Pembelajaran inti (konsep redoks berdasarkan pelepasan dan pengikatan 30 KTSP Kimia Kelas X 68 : Ceramah, diskusi : Konsep Kegiatan Alokasi Waktu (menit)

B. Langkah- langkah Pembelajaran

Siswa menyampaikan tanggapan terhadap penjelasan tersebut dan mengajukan pertanyaan. . Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai reaksi redoks tersebut.oksigen) Siswa memperhatikan guru yang menampilkan contoh persamaan reaksi redoks yang berhubungan dengan konsep redoks pertama. Siswa mengajukan pertanyaan berdasarkan penjelasan yang telah disampaikan. Alat :  Papan tulis 69 KTSP Kimia Kelas X .Siswa dan guru melakukan pembelajaran penguatan yang dan telah 15 menyimpulkan dilaksanakan. Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai reaksi redoks tersebut. VII. 3.Siswa mengerjakan post test yang diberikan oleh guru. Alat dan Bahan (Sumber) a. Siswa mengajukan pertanyaan berdasarkan 30 penjelasan yang telah disampaikan. Siswa menyampaikan tanggapan terhadap penjelasan tersebut dan mengajukan pertanyaan. Penutup . (konsep redoks berdasarkan pelepasan dan pengikatan elektron) Siswa memperhatikan guru yang menampilkan contoh persamaan reaksi redoks yang berhubungan dengan konsep redoks kedua.

Sunarya. 21 Maret 2013 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Carolus B. Sumber:    . Jakarta : Penerbit Erlangga. Agus S. Bandung. (2004). Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X..Pd.. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. LCD Chang.. Wisnu A. b. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. R. Jakarta : Penerbit Erlangga. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. (2009). S. Y. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran KTSP Kimia Kelas X : SMA SANTA ANGELA : Kimia 70 .

4. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. Uraian Materi Pembelajaran 1. eg : biloks Na dalam unsur Na = 0 biloks Cl dalam unsur Cl2 = 0 b. bilangan oksidasi atom-atom sama dengan muatan kation dan anionnya eg : KTSP Kimia Kelas X biloks Na dalam senyawa ion NaCl = +1 71 . IV. 2. III. V. Menentukan bilangan oksidasi dari suatu atom unsur dalam senyawa ion atau senyawa molekuler. Menentukan tata nama senyawa berdasarkan aturan IUPAC. Bilangan Oksidasi dan Penentuan Bilangan Oksidasi Bagaimana menentukan bilangan oksidasi (biloks) atom suatu unsur? Dalam hal ini. Dalam senyawa ion. 3. Menentukan rumus kimia senyawa berdasarkan aturan IUPAC. 6. Menjelaskan konsep reaksi redoks berdasarkan kenaikan dan penurunan bilangan oksidasi. Dalam bentuk unsur dan molekul unsurbilangan oksidasi atom-atomnya sama dengan nol. a. Menentukan konsep reaksi oksidasi dan reduksi berdasarkan peningkatan dan penurunan bilangan oksidasi. diharapkan siswa dapat: 1. 5. Kompetensi Dasar Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana serta persamaan reaksinya. 2. II. 3. Standar Kompetensi Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri). Indikator 1. Menentukan bilangan oksidasi dari atom dalam suatu senyawa netral atau senyawa ion. yaitu sebagai berikut. Menentukan tata nama senyawa berdasarkan aturan IUPAC.Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : X/1 : Bilangan Oksidasi : 4 x 45 menit I. para pakar kimia bersepakat mengembangkan aturan yang berkaitan dengan biloks unsur. Menjelaskan aturan bilangan oksidasi. Menentukan oksidator dan reduktor dalam reaksi redoks.

Apa yang dimaksud dengan reaksi disproporsionasi? Reaksi disproporsionasi atau disebut juga reaksi swaredoks adalah suatu reaksi yang mengalami oksidasi dan juga reduksi pada pereaksinya. kecuali dalam peroksida (H2O2. Biloks atom hidrogen dalam senyawa adalah +1. Biloks atom-atom unsur halogen (F. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan : Ceramah. Sebaliknya. Na2O) sama dengan –1 dan dalam superoksidasama dengan –1/2 g. VI. Anda telah belajar tata nama senyawa biner dan senyawa poliatom. Menurut konsep ini. Br. Jumlah total bilangan oksidasi dalam senyawa netral sama dengan nol Jumlah total bilangan oksidasi untuk ion sama dengan muatan ionnya. I) dalam senyawa biner adalah –1. Kegiatan Pembelajaran A. kecuali dalam senyawa hidrida sama dengan –1 f. eg. diskusi : Konsep B. Reaksi Reduksi Oksidasi dan Bilangan Oksidasi Oleh karena banyak reaksi redoks yang tidak dapat dijelaskan dengan konsep pengikatan oksigen maupun transfer elektron maka para pakar kimia mengembangkan konsep alternatif. NaBr. Biloks atom golongan IA dalam semua senyawa adalah +1. Biloks atom oksigen dalam senyawa adalah –2. tata namanya ditambah angka romawi dalam tanda kurung yang menunjukkan harga biloks. HF e. AgCl. Cl. Tata Nama Senyawa dan Biloks Pada bab sebelumnya. yaitu perubahan bilangan oksidasi.langkah Pembelajaran No Kegiatan Alokasi Waktu (menit) KTSP Kimia Kelas X 72 . 3. Tata nama tersebut berlaku untuk zat molekuler atau senyawa ion yang mengandung kation hanya memiliki satu harga muatan atau biloks logam golongan IA dan IIA. Biloks atom golongan IIA dalam semua senyawa adalah +2 d. jika dalam reaksi bilangan oksidasi atom meningkat maka atom tersebut mengalami oksidasi. Langkah. KI. 2. jika bilangan oksidasinya turun maka atom tersebut mengalami reduksi.biloks Cl dalam senyawa ion NaCl = -1 c. Untuk kation-kation logam yang memiliki lebih dari satu harga biloks (khususnya unsurunsur transisi). Angka romawi tersebut tidak terpisahkan dari nama kationnya.

Siswa diberikan contooh persamaan oksidasi. Pembelajaran inti (menentukan bilangan oksidasi pada senyawa netral) Siswa memperhatikan contoh senyawa yang 60 diberikan oleh guru. Siswa memperhatikan penguatan konsep reaksi redoks berdasarkan oksigen dan electron.1. tentang kelemahan konsep redoks yang 2. Siswa memahami permasalahan yang disampaikan oleh guru. reaksi. 30 Siswa memapehatikan dan memahami tujuan pembelajaran yang disampaikan oleh guru. Siswa mengerjakan latihan yang berhubungan 60 dengan penentuan bilangan oksidasi dalam suatu senyawa ion dan menuliskanya di papan tulis. Pembukaan : Siswa member salam kepada guru. (reaksi redoks berdasarkan peningkatan dan penurunan bilangan oksidasi) . telah dipelajari. Siswa mengerjakan latihan yang berhubungan dengan penentuan bilangan oksidasi dalam suatu senyawa dan menuliskanya di papan tulis. KTSP Kimia Kelas X 73 . (menentukan bilangan oksidasi pada senyawa ionik) Siswa memperhatikan contoh senyawa ion yang diberikan oleh guru. Siswa memperhatikan penjelasaan guru mengenai konsep reaksi redoks berdasarkan konsep perubahan bilangan oksidasi. Siswa diperkenalkan mengenai pembelajaran hari ini sehingga termotivasi untuk mengikuti pelajaran dengan atraktif. siswa 90 berdasarkan aturan bilangan menentukan bilangan oksidasi dari masing-masing atom yang tertera pada reaksi tersebut.

Sunarya. Kepala SMA Santa Angela Bandung. (2004). Jakarta : Penerbit Erlangga. Alat dan Bahan (Sumber) a. 30 VII...Siswa secara berkelompok diberikan tugas untuk mencari benda-benda yang berhubungan dengan aplikasi konsep redoks dalam kehidupan sehari-hari.Siswa bersama dengan guru membuat penguatan dan menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. OSU P.D. M.3. Penutup . Boedisantoso. Sumber:    . Bandung. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Jakarta : Penerbit Erlangga. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr.. (2009). . ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. Wisnu A.Pd. S. b. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. Carolus B. Y. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. . ___________ Mengetahui.Siswa mengerjakan posttest yang diberikan oleh guru. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran KTSP Kimia Kelas X : SMA SANTA ANGELA : Kimia 74 . R. Alat :   Papan tulis LCD Chang. Florentia Mujiyati.Pd. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. Agus S.

Sel Volta terdiri atas electrode (anode dan katode) tempat terjadinya reaksi redoks. Menemukan konsep redoks untuk memecahkan masalah lingkungan dalam diskusi kelompok di kelas. Jika transfer elektron ini dimanfaatkan akan menghasilkan energi listrik arus searah sebab aliran listrik tiada lain adalah aliran elektron. diharapkan siswa dapat: 5. Uraian Materi Pembelajaran Secara kimia. baterai litium. Sel Volta Komersial Sel Volta adalah sumber energi listrik siap pakai yang dikemas dalam bentuk dan ukuran sesuai kegunaan. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. Perubahan muatan ini disebabkan adanya transfer elektron dari satu atom ke atom lain. Kompetensi Dasar Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana serta persamaan reaksinya. II. reaksi redoks tidak berbeda dengan reaksi-reaksi kimia yang lain. Standar Kompetensi Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri).langkah Pembelajaran KTSP Kimia Kelas X 75 . Jenis baterai bermacam-macam di antaranya baterai seng-karbon. Kedua electrode ini dicelupkan ke dalam zat kimia yang berperan sebagai medium aliran listrik dan sebagai oksidator atau reduktor. sel Volta komersial berupa sel kering baterai dan accumulator (accu). III. Umumnya. diskusi : Konsep B. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan : Ceramah. tetapi dalam reaksi redoks ada perubahan bilangan oksidasi akibat perubahan muatan. Indikator Mendeskripskan konsep larutan elektrolit dan konsep redoks dalam memecahkan masalah lingkungan IV. VI.Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : X/1 : Aplikasi Redoks : 6 x 45 menit I. V. dan baterai nikel-kadmium (nicad). Langkah. Kegiatan Pembelajaran A.

3. . Penutup .Setelah jawaban di dalam LKS selesai. R.Siswa bersama dengan guru membuat penguatan dan menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. (2004). b. yang dipandun dengan LKS yang telah dibuat oleh guru. Sumber:  KTSP Kimia Kelas X 76 .Siswa dari kelompok lain menanggapi berurutan. Pembelajaran inti .Dalam kelompok siswa membahas aplikasi redoks dalam kehidupan sehari-hari. hari. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti.No 1. Pembukaan : Kegiatan Alokasi Waktu (menit) Siswa memberi salam kepada guru. . Siswa mempersiapkan diri dalam kelompok untuk membahas aplikasi redoks dalam kehidupan sehari2.Siswa mengerjakan posttest yang diberikan oleh guru. Siswa memperhatikan penguatan konsep reaksi redoks yang telah dipelajari. 30 Siswa memaperhatikan dan memahami tujuan pembelajaran yang disampaikan oleh guru. Jakarta : Penerbit Erlangga. . Alat dan Bahan (Sumber) a.. 30 secara 120 VII. masingmasing kelompok mempresentasikan hasil jawabanya di depan kelas. Alat :   Papan tulis LCD Chang. Siswa diperkenalkan mengenai pembelajaran hari ini sehingga termotivasi untuk mengikuti pelajaran dengan atraktif.

pengamatan perilaku b. ___________ Mengetahui. Bentuk Instrumen : Soal. M. Teknik Penilaian : Tes / Assessment (waktu 2x45) . S. Wisnu A. Penilaian a. pengamatan kerja. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. Sunarya. OSU P. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester KTSP Kimia Kelas X : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 77 . Aspek yang dinilai : Pengetahuan . Carolus B. Y.  .Pd.. Sikap dan Psikomotorik c. Jenis Penilaian : Penilaian Proses dan Penilaian hasil d. Florentia Mujiyati. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional.Tugas kelompok. Boedisantoso.D. Jakarta : Penerbit Erlangga.. VIII. Kepala SMA Santa Angela Bandung. (2009). Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. Mudah dan Aktif Belajar Kimia.Pd. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. Lembar pengamatan Afektif dan Psikomotorik Bandung. Agus S.

Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. sekunder. diharapkan siswa dapat: 1. Membedakan atom C primer. The four electrons are able to form four covalent bonds.Materi Pokok Alokasi Waktu : Karakteristik Atom Karbon : 4 x 45 menit I. 2. C H x KTSP Kimia Kelas X C 78 . Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat senyawa organik atas dasar gugus fungsi dan senyawa makromolekul. Indikator 1. Kompetensi Dasar Mendeskripsikan kekhasan atom karbon dalam membentuk senyawa hidrokarbon. tersier. III. Menentukan atom C primer. Materi Prasyarat Konfigurasi electron atom karbon Struktur lewis Reaksi oksidasi B. tersier. dan kuartener IV. Mengidentifikasi unsur karbon dan hidrogen pada senyawa hidrokarbon melalui percobaan. Uraian Materi Pembelajaran A. Mendeskripsikan kekhasan atom karbon dalam senyawa karbon. One of the most simple carbon compounds are hydrocarbons. Mengidentifikasi unsur karbon dan hidrogen pada senyawa hidrokarbon melalui percobaan. II. Menjelaskan kekhasan atom karbon dalam senyawa karbon. 3. 2. dan kuartener V. Materi Inti  Carbon Compound One of the compounds are abundant in nature are carbon compounds.  Characteristics of Carbon Atom Carbon atom has four valence electrons. 3. sekunder. This compound is composed of atoms of carbon and other atoms attached to carbon atoms.

H x H x x H Carbon atoms can also bind to other carbon atoms. which binds two atom of another C atom c. which binds four atom of another C atom C. quart C atom is the atom C. H H C H C C H H C C H H H H In addition. both the single and double covalent H H C H bonding of two and threefold. usually simle hydrocarbons are used as the raw material for further process of industry to get bigger benefit such us for making polymer. Materi Pengayaan Hydrocarbons have many benefits in daily life and for industries. or closed). KTSP Kimia Kelas X C C C C C C C C C 79 C C C C C . In industry. H  Atom C Primer. Tertier dan Kuartener C d c C C b a C a. which binds one b. atom of another C atom primary C atom is the atom C. Sekunder.. Tertiary C atom is the atom C.Covalently bonded carbon atoms can be single with four hydrogen atoms. the tendency of the carbon atoms to bind to other carbon atoms enables the formation of carbon compounds with different structures (open-chain. secondary C atom is the atom C. which binds three atom of another C atom d. branched.

diskusi : Konsep Kegiatan Alokasi Waktu (menit) B. • Siswa membuat latihan menentukan jenis-jenis atom karbon dalam senyawa hidrokarbon. karbon tertier. Penutup • Siswa merefleksikan proses pembelajaran yang telah dilakukan dan menyimpulkanya. sehingga siswa dapat terfokus pada pembelajaran yang akan dilaksanakan. karbon sekunder. H. • Guru menampilkan gambar yang berhubungan dengan pembelajaran hari ini. • Siswa ditunjukan kemampuan karbon dalam membentuk empat buah ikatan kovalen. • Siswa ditunjukan jenis-jenis atom karbon pada suatu senyawa karbon. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan No 1. • Siswa mengerjakan posttest yang diberikan oleh guru.. yang telah dilakukan. KTSP Kimia Kelas X 75 75 15 80 .langkah Pembelajaran mengecek kehadiran siswa. Pembukaan : • Siswa menyampaikan salam pembuka dan guru 15 : Ceramah. • Siswa diminta untuk menjelaskan konfigurasi electron dari atom karbon. (karbon primer. Kegiatan Pembelajaran A.VI. Pembelajaran inti • Siswa diperkenalkan mengenai senyawa organic di kehidupan sehari-hari. demonstrasi. Langkah. dan O pada lilin. • Siswa memperhatikan dan terlibat dalam demonstrasi tentang identifikasi atom C. • Siswa menarik kesimpulan berdasarkan demonstrasi 3. • Siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan demonstrasi tersebut. menyampaikan jawaban dari pertanyaanpertanyaan yang diberikan guru. karbon kuartener). • Siswa 2.

D. Kepala SMA Santa Angela Bandung. Test tube Bent pipe Foam cork EQUIPMENTS Spatula 1 pcs Spirtus Stand and clamp 1 pcs 2 pcs 1 pcs 1 pcs Candle CHEMICAL MATERIA LS Lime water solution Copper (II) oxide b. (2004). Alat    : Papan tulis LCD Demonstration equipments and chemical materials. R. Florentia Mujiyati. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. Carolus B. Wisnu A. Boedisantoso. ___________ Mengetahui. M. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. KTSP Kimia Kelas X 81 .Pd. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Bandung.VII.. OSU P..   . e. Y. Alat dan Bahan (Sumber) a. Sumber:  Chang. i.Pd. (2009).. Jakarta : Penerbit Erlangga. Agus S. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. S. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. Sunarya. Jakarta : Penerbit Erlangga. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X.

Konfigurasi electron atom karbon Struktur lewis Reaksi oksidasi B. Menggambarkan struktur senyawa alkana. Indikator 1. 4. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. IV. In other words. Menggambarkan struktur senyawa alkana.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Hidrokarbon alifatik jenuh : 5 x 45 menit I. 2. a saturated aliphatic hydrocarbon compounds that are difficult to react KTSP Kimia Kelas X 82 . 3. Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat senyawa organik atas dasar gugus fungsi dan senyawa makromolekul. III. diharapkan siswa dapat: 1. Kompetensi Dasar Mendeskripsikan kekhasan atom karbon dalam membentuk senyawa hidrokarbon. Menentukan rumus umum dari senyawa alkana. Materi Prasyarat Kekhasan atom karbon. Uraian Materi Pembelajaran A. 3. Menentukan nama senyawa alkana yang memiliki rantai lurus dan bercabang berdasarkan aturan tata nama IUPAC. Materi Inti  Saturated aliphatic hydrocarbon In saturated aliphatic hydrocarbon compounds. carbon atoms can be binding maximally hydrogen atoms. Menjelaskan konsep isomer dan aplikasi senyawa hidrokarbon dalam kehidupan sehari-hari. V. Menentukan rumus umum dari senyawa alkana. Menentukan nama senyawa alkana yang memiliki rantai lurus dan bercabang berdasarkan aturan tata nama IUPAC. Menjelaskan konsep isomer dan aplikasi senyawa hidrokarbon dalam kehidupan seharihari. 2. 4. II.

 Alkanes Alkanes structure The structure of alkanes and carbon compounds are generally used to be written in the form of a compressed structure formula. Number of Molecular C formula atoms 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 CH4 C2H6 C3H8 C4H10 C5H12 C6H14 C7H16 C8H18 C9H20 C10H22 Structure Name of alkane CH4 CH3-CH3 CH3-CH2-CH3 CH3-CH2-CH2-CH3 CH3-CH2-CH2-CH2-CH3 CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 methane ethane propane butane pentane hexane heptane octane nonane decane General formula of alkanes is Cn H2n+2 If seen in the table. with the increasing number of carbon atoms then the number of cluster -CH2.also increases. as shown below.  Nomenclature of alkanes To determine the name of a compound we need to pay attention to some of the following: a. Alkyl group : a group which is the branching of the carbon chain with the general formula Cn Hn+1 C C C C C C C C C C C KTSP Kimia Kelas X 83 . Main chain is the longest carbon chain of the hydrocarbon true C C C C C C C C C C C C C C false C C C C C C C C b.sequentially so these compounds are homologous series. If in a series of compounds there is as much difference between the total cluster –CH2.

alkyl group twin if there is more than one alkyl group the same group plus the writing of the name in-front of the word di-(two clusters). C 8 C 7 C 6 C 5 C C 4C C 3 C 2 C 1 C C 3. Numbering the parent chain branching : numbering the parent chain starting from the C atom closest to the branch C 8 C 7 C 6 C 5 C C C 4 C 3 C 2 C 1 C 1 C 2C C 3 C 4 C C C 5 C 6 C 7 C C 8 true false d. Naming. Order of naming the alkyl group : alkyl group is sorted by alphabetical order butyl – ethyl – isobutyl – isopropyl – methyl – propyl – sek-butyl – ter-butyl 8C 7C 6 C C 5 C C C 4 C 3 C 2 C C 1 5-ethyl–3–methyloctane  Isomers in alkanes Isomers are compounds that are different but have the same molecular formula. tetra-(four groups) followed by the name of alkyl group. tri(three groups).The names of the alkyl group on the alkanes main chain Struktur gugus -CH3 -CH2-CH3 -CH2-CH2-CH3 CH3-CH-CH3 -CH2-CH2-CH2-CH3 CH3-CH-CH2-CH3 -CH2-CH-CH3 CH3 CH3 -C-CH3 CH3 Nama Methyl Ethyl Propyl Isopropyl Butyl sec-butyl Isobutyl ter-butyl / butyl t- c. example : KTSP Kimia Kelas X 84 .5-dietyloctane e.

has two structural isomers CH3 – CH2 – CH2 – CH3 n – butane (t. diskusi : Konsep Kegiatan Alokasi Waktu (menit) CH3 – CH – CH3 CH3 isobutane (2-metilpropana) (t.d : -0. the major material for petrochemical industries. • Siswa diperkenalkan mengenai senyawa-senyawa alkana 2.d : -10oC. lubricating oil. organic solvent. VI. Pembukaan : • Siswa member salam dan guru memeriksa kehadiran siswa. • Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang tata nama senyawa hidrokarbon berdasarkan aturan IUPAC.langkah Pembelajaran sebelumnya mengenai kekhasan atom karbon agar pembelajaran hari ini lebih terfokus. Langkah. Materi Pengayaan Uses of alkanes compounds in everyday life. t. t.l : -135oC) C. Alkanes compounds generally are obtained from the petroleum and natural gas manufactures. • Siswa menyimpulkan rumus umum dari senyawa alkana.l : -145oC) B. KTSP Kimia Kelas X 85 90 . • Siswa memperhatikan gambar struktur alkana secara umum. the major material for alcohol and vinegar and other.C4H10. Pembelajaran inti • Siswa memperhatikan dan memahami tujuan pembelajaran yang disampaikan oleh guru. • Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan berlatih penamaan senyawa-senyawa hidrokarbon dan isomer dengan peragaan.5oC. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan No 1. • Siswa diberikan pertanyaan mengenai pelajaran 15 : Ceramah. Kegiatan Pembelajaran A. yang biasa ditemukan pada kehidupan sehari-hari. among other are as fuel.

b. Alat   : Papan tulis LCD Chang. Sunarya. Florentia Mujiyati.. Penutup • Siswa merefleksikan seluruh kegiatan pembelajaran yang dilakukan hari ini dan menyusun kesimpulan. Carolus B. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional.D. Alat dan Bahan (Sumber) a. Jakarta : Penerbit Erlangga. Jakarta : Penerbit Erlangga. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. • Siswa mengerjakan posttest yang diberikan oleh guru. 30 VII. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X.. Y. R. (2004). Mudah dan Aktif Belajar Kimia. OSU P. Wisnu A. Boedisantoso. Agus S. M. ___________ Mengetahui. Sumber:    .Pd. Kepala SMA Santa Angela Bandung.. Bandung.3.Pd. S. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. (2009). KTSP Kimia Kelas X 86 . ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung.

IV. 4. Materi Prasyarat Kekhasan atom karbon. Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat senyawa organik atas dasar gugus fungsi dan senyawa makromolekul. Materi Inti  Unsaturated aliphatic hydrocarbons Unsaturated hydrocarbons are hydrocarbons with one or more carbon atoms bind hydrogen atoms have no maximum or double bond (double or triple). Menentukan nama senyawa alkaena dan alkuna yang memiliki rantai lurus dan bercabang berdasarkan aturan tata nama IUPAC. III. Menentukan nama senyawa alkena dan alkuna yang memiliki rantai lurus dan bercabang berdasarkan aturan tata nama IUPAC. KTSP Kimia Kelas X 87 . Konfigurasi electron atom karbon Struktur lewis Reaksi oksidasi B. 2. Menentukan rumus umum dari senyawa alkena dan alkuna.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Hidrokarbon Alifatik Tak Jenuh : 4 x 45 menit I. Menjelaskan konsep isomer dan aplikasi senyawa hidrokarbon tak jenuh dalam kehidupan sehari-hari. 3. Menentukan rumus umum dari senyawa alkena dan alkuna. Kompetensi Dasar Mendeskripsikan kekhasan atom karbon dalam membentuk senyawa hidrokarbon. 2. Uraian Materi Pembelajaran A. II. diharapkan siswa dapat: 1. 3. Menjelaskan konsep isomer dan aplikasi senyawa hidrokarbon tak jenuh dalam kehidupan sehari-hari. V. Menggambarkan struktur senyawa alkena dan alkuna. Menggambarkan struktur senyawa alkanena dan alkuna. 4. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. Indikator 1.

7 26. 1heptene CH2=CH-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 32. 17. 12.. alkenes are compounds of homologous series. 1-octene CH2=CH-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 36. physical properties of alkenes and alkanes with similar physical properties. 16. Num 2. 6 22. 3. 4 14. General formula of alkanes CnH2n As with alkanes. 25. example: Salah C 8 7C 6 C 5C 4C Benar C 3 C 2 C 1C 2C 3C 4C 5C C 6 C 7 C 8 C C C C C C 1 5-ethyl–3–methyl-7-octene 4-ethyl–6–methyl-1-octene  Naming of compounds that have multiple bonds of unsaturated. 1pentene CH2=CH-CH2-CH2. Thus. C2H4 7. 1038. but the nature of physics that changed in line with increasing molecular mass. the naming of alkene compounds. 9. 1-decene CH3 8. Alkene Alkene structure H C H C H H Structure of alkenes and carbon compounds are generally used to be written in the form of a compressed structure formula. 33. C7H14 27. 2 6. C9H18 35. C10H20 39. 37. 29. 21. 9 34. similar to the alkanes but the determination of the parent chain and the sequence of the parent chain of carbon atoms based on the position of unsaturated bond (double). C5H10 19.CH2-CH2-CH3 28. if there is more than one unsaturated bond in the one compound the writing of the name in-front of the KTSP Kimia Kelas X 88 . Molecular ber of formula C atom s 5.CH2-CH2-CH3 24. C8H16 31. 1nonene CH2=CH-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2. C4H8 15. Structure 4.40. 13. 8 30. C3H6 11. as shown below.  Nomenclature of alkenes In general. 1hexene CH2=CH-CH2-CH2. 1. 5 18. Compounds in the homologous series have similar chemical properties. 3 10. C6H12 23. Name of alkane CH2=CH2 CH2=CH-CH3 CH2=CH-CH2-CH3 CH2=CH-CH2-CH2-CH3 ethene propene 1-butene 20.

 Alkyne alkyne structure H C C H Structure alkyne and carbon compounds are generally used to be written in the form of a compressed structure formula. 56.5-heptatriene  Isomer of alkene C note the following three hydrocarbon compounds : C C C C C C C C C C C a. CCe p 55. 53. Both compounds above said geometric isomers. Structure 44. C • a and b are isomer position. 3 50.word di-(two clusters). c. C3H6 51. C2H4 47. ethyne propyne 1-butyne 60. C5H10 59. Name of alkane CH≡CH CH≡C-CH3 CH≡C-CH2-CH3 CH≡C-CH2-CH2-CH3 48. if we draw b compound to the another form. 49. which is isomer that have different at the position of unsaturated bond. 4 54. Molecul ber of ar formula C atom s 45. 2 46. 57.3. • a and c are isomer structure. tri-(three groups). as shown below. H3C H CH3 C C C H H3C H trans-2-butene C CH3 H cis-2-butene The above two compounds is an isomer. Num42. 1 C 2C C 3 C 4 C C 5 6C 7C C C 1. KTSP Kimia Kelas X 43. which is isomer that have different at the structure of compound. tetra-(four groups) followed by the name of unsaturated bond. 189 . 52. 41. although both compounds butene but these compounds are different compounds. 5 58. b.

physical properties of alkynes and alkanes with similar physical properties. C6H12 63. CH≡C-CH2-CH2. similar to the alkanes and alkenes but the determination of the main chain and the sequence of the parent chain of carbon atoms based on the position of unsaturated bond (triple). unsaturated bond. 1nonyne CH≡C-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 80. but the nature of physics that changed in line with increasing molecular mass. 9 74. 65. 6 62. Compounds in the homologous series have similar chemical properties. KTSP Kimia Kelas X 90 b. C8H16 71.3. C • a and b are isomer position. c. 1decyne General formula of alkyne CnH2n-2 As with alkanes. which is isomer that have different at the position of . 1hexyne 68. 1 C 2 C 3 C 4 C 5 C 6 C 7 C C C 1. the naming of alkyne compounds. 73.  Nomenclature of alkenes In general. 77. Thus. 1heptyne 72. 1078. • a and c are isomer structure. C7H14 67. 69.pentyne 61.CH2-CH2-CH3 CH≡C-CH2-CH2. 8 70. which is isomer that have different at the structure of compound. alkenes are compounds of homologous series.CH2-CH2-CH3 CH≡C-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 CH≡C-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 64. 1-octyne 76. 7 66.5-heptatriyne  Isomer pada alkuna C C perhatikan ketiga senyawa hidrokarbon berikut : C C C C C C C C C C C C C C a. C9H18 75. example: false 8 C 7 C 6 C 5 C 4C 3C 2 true C 1 C 2C 3C 4C 5C 6C C C C C C C C 7 1 C C 8 5-ethyl–3–methyl-7-octyne 4-ethyl–6–methyl-1-octyne • Naming of compounds that have multiple bonds of unsaturated. C10H20 79.

This gas is a result of caride (CaC 2) reaction with water. Pembelajaran inti • Siswa memperhatikan struktur senyawa alkena dan alkuna. VI. • Siswa mengerjakan latihan yang diberikan oleh guru. siswa mempelajari konsep isomer yang terdapat pada senyawa alkena dan alkuna. • Siswa mempelajari tata nama senyawa alkena dan alkuna berdasarkan aturan tata nama IUPAC. chloroethane (used to make TEL. • Siswa menyimpulkan rumus umum dari senyawa alkena dan alkuna berdasarkan struktur molekul yang telah ditunjukan.C. and to make alcohol in industries. Ethyne is used to make vinylchloride (CH2=CHCl) which is the monomer in making polyvinyl chloride (PVC). Ethene is also used to make ethylene glicol. yang akan dilakukan pada hari ini. a plastic polymer. Pembukaan : • Siswa membuka pelajaran dengan member salam dan guru memeriksa kehadiran siswa. Materi Pengayaan  Uses of One of alkene compounds that have benefit is ethene.  Ethyne can be used to speed up fruites ripening. • Siswa mempelajari dan memahami tujuan pembelajaran 2. diskusi : Konsep Kegiatan Alokasi Waktu (menit) B. KTSP Kimia Kelas X 91 90 15 : Ceramah. • Siswa diberikan pertanyaan mengenai pelajaran sebelumnya mengenai senyawa alkana. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan No 1. kemudian menggambarkan struktur senyawasenyawa tersebut. Langkah. • Dengan menggunakan molymood.langkah Pembelajaran . Ethene is used to make polyetene (polyethylene). • Siswa diberikan beberapa contoh nama senyawa alkena dan alkuna. Kegiatan Pembelajaran A. an additive to petrol). styrene.

. Jakarta : Penerbit Erlangga. • Siswa mengerjakan posttest yang diberikan oleh guru. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. (2009). 30 b. Y. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti.Pd. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. Florentia Mujiyati. KTSP Kimia Kelas X 92 .• Siswa mengerjakan latihan penulisan isomer-isomer dari 3. Sumber:    . Alat   : Papan tulis LCD Chang. Alat dan Bahan (Sumber) a. M.Pd.. ___________ Mengetahui. Boedisantoso. suatu struktur yang diberikan oleh guru. Agus S. Penutup • Siswa merefleksikan seluruh kegiatan pembelajaran yang sudah dilakukan dan membuat kesimpulanya. R.. Jakarta : Penerbit Erlangga.D. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. Kepala SMA Santa Angela Bandung. Carolus B. Wisnu A. VII. OSU P. (2004). Bandung. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. Sunarya. S.

Physical properties KTSP Kimia Kelas X 93 . Chemical bond 2. V. 2. Menjelaskan kecenderungan sifat fisik dari senyawa hidrokarbon. 3. reaksi addisi. dan reaksi eliminasi). Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. Indikator 1. Menjelaskan reaksi eliminasi dalam senyawa hidrokarbon. 2. Special characteristic of atomic carbon. diharapkan siswa dapat: 1. Menjelaskan reaksi kimia yang terjadi pada senyawa hidrokarbon (reaksi oksidasi. 5. 6. Uraian Materi Pembelajaran D. reaksi substitusi. Physical and chemical properties E. IV. 4. II. Hydrocarbon compounds. III. Menjelaskan reaksi substitusi dalam senyawa hidrokarbon. Kompetensi Dasar Mendeskripsikan kekhasan atom karbon dalam membentuk senyawa hidrokarbon. Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat senyawa organik atas dasar gugus fungsi dan senyawa makromolekul. 4. Materi Inti 1.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Sifat-Sifat Senyawa Hidrokarbon : 4 x 45 menit I. Menjelaskan kecenderungan sifat fisik dari senyawa hidrokarbon. Materi Prasyarat 1. Menjelaskan reaksi addisi dalam senyawa hidrokarbon. Menjelaskan pengertian dari sifat fisik dan sifat kimia. Menjelaskan reaksi oksidasi dalam senyawa hidrokarbon. 3.

98. 129. Complete oxidation of alkane is produce of CO2 and H2O.4 109. 90. 140. Chemical properties Chemical properties of hydrocarbon : a.7 -138. burning reaction of propane : C3H8 + 5O2 b. alkenes and alkynes are compounds of homologous series. Compounds in the homologous series have similar chemical properties. 136. 135.6 -42.1 -0. Mr 16 30 44 58 83. 100 108. C6H14 116.also increases. For example. 91.7 118. 97.3 -189. 2. -95. 104. 88. 10 127. 133. 125.5 84. but the nature of physics that changed in line with increasing molecular mass. -129. that is replacement of H atom with halogen atom. 92. Branched hydrocarbons having a boiling point and melting point lower than the hydrocarbon compounds that are not branched. 121. Phase (25°C) gas gas gas gas 86.7 114. liquid 115. 124. Melting Point (°C) -182.5 -183. Substitution reaction Substitution reaction is an atoms or groups of atoms replacement reaction with another atom or groups of atom. 101.3 119. 93. 98. with the increasing number of carbon atoms then the number of cluster -CH2. 96.sequentially so these compounds are homologous series. 99.5 -88. 26 141. 137. liquid If seen in the table. 130. 126. 142. especially chlorine. 102. 106. Formula CH4 C2H6 C3H8 C4H10 87. 72 112. 95. Molecular 82. 100. 105. or there is soot. C7H16 107. Example : KTSP Kimia Kelas X 94 3CO2 + 4 H2O Incomplete oxidation is produce of CO and H2O.1 113. 72 131. If in a series of compounds there is as much difference between the total cluster –CH2. 138. C5H12 111. Boiling Point (°C) -161.6 110. 86 117. 68. 103.Homologous Series 81. One of important substitution reaction of alkane is halogenation.4 85. 36. Mr 123. -90. . 72 132. Structure 122. Boiling Point (° C) 128. 36 134. 89. 94. As with alkanes. Oxidation reaction Oxidation reaction is also called as burning reaction. liquid 120. 72 139.

the multiple bond compounds receive atoms or groups of atoms so that the bond change into single bond. and a hydrogen halide (HX). from experiment by V. In the addition reaction. Elimination reaction is a reverse of addition reaction. C2H4 + H2 Pt/Ni Ni/Pt CH3-CH=CH-CH3 + H2 ∆ H2SO4 CH2=CH2 + H2O C2H6 2) Halogens addition to alkenes. halogens (X2). Usually addition reaction in alkenes include reaction with hydrogen (H2).2-dicloropropane 3) Halides acid addition (hydrohalogenation). CH2=CH2 + HCl CH3−CH2Cl In asymmetric alkenes produced some possibility addition result as the following. CH2 = CH-CH3 + Cl2 CH2Cl-CHCl-CH3 1. single bond compounds will change into multiple bonds by releasing small molecules. Halogens addition to alkenes will result in dihaloalkenes. Addition reaction Addition reaction can only happen in compounds with double or triple bonds. Elimination reaction H H− C−Cl + HCl H In elimination reaction. CH3−CHBr−CH3 2-bromopropane CH2= CH-CH3 + HBr CH2Br−CH2−CH3 1-bromopropane In reality. Example : 1) Hydrogen addition to alkenes. Example : CH3-CH2-CH2-CH3 CH2-CH3 OH d.H H− C−H + Cl2 H c. Hydrogen addition to alkenes will form alkanes.V Markovnikoff (1838-1904) made rule that is called Markofnikoff Rule: “If HX react with asymmetric multiple bond so the main result (A) (B) KTSP Kimia Kelas X 95 . from the reaction above. This reaction to symmetric alkenes is produce one product. the main result is 2-bromopropane (look the B track.

Pembukaan : • Siswa member salam pembuka dan guru memeriksa absen siswa.” VI. • Siswa menuliskan judul pembelajaran di media presentasi. hari ini. diskusi : Konsep Kegiatan Alokasi Waktu (menit) B. Langkah. • Siswa diberikan pertanyaan-pertanyaan oleh guru. Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai sifat fisik dan kecenderunganya pada deret hidrokarbon.langkah Pembelajaran penjelasan tersebut. Siswa menuliskan persamaan reaksi oksidasi berdasarkan penjelasan yang telah diberikan. • Siswa diberikan informasi mengenai tujuan pembelajaran 2.is molecule with H atom adding to C atom with multiple bond which have many H atom. yang berkaitan dengan senyawa hidrokarbon agar pembelajaran lebih terfokus. KTSP Kimia Kelas X 96 . Pembelajaran inti (sifat fisik senyawa hidrokarbon) Siswa memperhatikan tabel sifat fisik senyawa hidrokarbon yang ditampilkan oleh guru. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan No 1. Siswa menyampaikan pertanyaan sesuai dengan 90 15 : Ceramah. Siswa membuat pertanyaan dan pernyataan mengenai tabel yang ditunjukan oleh guru. (reaksi oksidasi senyawa hidrokarbon) siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai reaksi oksidasi pada senyawa hidrokarbon. Kegiatan Pembelajaran A.

Siswa membuat pertanyaan berdasarkan penjelasan tersebut. (Demonstrasi) Siswa memperhatikan demonstrasi reaksi addisi gas asetilena. KTSP Kimia Kelas X 97 . Siswa menuliskan persamaan reaksi substitusi berdasarkan penjelasan yang telah diberikan. (reaksi eliminasi senyawa hidrokarbon) Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai reaksi eliminasi pada senyawa hidrokarbon. Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai persamaan reaksi oksidasi. Siswa membuat pertanyaan berdasarkan penjelasan tersebut. Siswa menuliskan persamaan reaksi eliminasi berdasarkan penjelasan yang telah diberikan. (reaksi addisi senyawa hidrokarbon) Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai reaksi eliminasi pada senyawa hidrokarbon. Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai persamaan reaksi oksidasi.- Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai persamaan reaksi oksidasi. Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai persamaan reaksi oksidasi. Siswa membuat pertanyaan berdasarkan penjelasan tersebut. Siswa menuliskan persamaan reaksi eliminasi berdasarkan penjelasan yang telah diberikan. (reaksi substitusi senyawa hidrokarbon) siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai reaksi substitusi pada senyawa hidrokarbon. - Siswa membuat pertanyaan berdasarkan penjelasan tersebut.

30 b. Alat dan Bahan (Sumber) a. Jenis Penilaian : Penilaian Proses dan Penilaian hasil d. IX. Sumber:    . Boedisantoso. Siswa memperhatikan materi animasi mengenai pembuatan etena. Teknik Penilaian : Tes / Assessment (waktu 2x45) . Jakarta : Penerbit Erlangga. S. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. (2004). OSU P. Florentia Mujiyati. Bentuk Instrumen : Soal. Lembar pengamatan Afektif dan Psikomotorik Bandung. Carolus B. Alat   : Papan tulis LCD Chang. Aspek yang dinilai : Pengetahuan . tersebut. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. Agus S. • Siswa menuliskan reaksi kimia yang terjadi pada animasi 3. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. ___________ Mengetahui. Mudah dan Aktif Belajar Kimia.. VII...D. pengamatan kerja. Jakarta : Penerbit Erlangga.Pd. • Siswa mengerjakan posttest yang diberikan oleh guru. Sikap dan Psikomotorik c.- Siswa menuliskan reaksi kimia berdasarkan demonstrasi tersebut. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. Kepala SMA Santa Angela Bandung. KTSP Kimia Kelas X 98 . Penilaian a. Penutup • Siswa merefleksikan seluruh kegiatan pembelajaran dan membuat kesimpulan. Sunarya. M. Y. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. pengamatan perilaku b. (2009).Pd. R. Wisnu A.Tugas kelompok.

Menjelaskan proses pembentukan minyak bumi. Analisis Materi Pelajaran A. titik didih. Indikator a. Pembakaran sempurna hidrokarbon menghasilkan CO2 dan H2O. suku. b. b. alkena dan alkuna. Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat senyawa organik atas dasar gugus fungsi dan senyawa makromolekul. Semua hidrokarbon sukar larut dalam air dan lebih mudah larut dalam pelarut yang nonpolar seperti tetraklorometana (CCl4). Sifat. Di antara senyawa – senyawa berisomer. C1 – C4 berwujud gas. Menyebutkan komposisi minyak bumi. gas alam dan batu bara.sifat kimia 1. c. Pada suhu kamar (25oC). Contoh: reaksi pembakaran propana C3H8 + 5O2 2. dan massa jenis alkana. Menjelaskan proses pengolahan minyak bumi. IV. isomer bercabang mempunyai titik leleh dan titik didih yang lebih rendah. sifat. II.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/2 : Minyak Bumi dan petrokimia : 6 x 45 menit I. Materi Prasyarat Sifat – sifat Hidrokarbon a.sifat fisis Titik leleh. gas alam dan batu bara. III. Substitusi 3CO2 + 4 H2O KTSP Kimia Kelas X 99 . alkena dan alkuna meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah atom karbon dalam molekul. Pembakaran Reaksi pembakaran dapat terjadi pada alkana. Kompetensi Dasar Menjelaskan proses pembentukan dan teknik pemisahan fraksi – fraksi minyak bumi serta kegunaannya.suku nerikutnya berwujud cair dan suku – suku tinggi berwujud padat.

niotrogen dan belerang. Dengan meningkatnya tekanan dan suhu. 4. sedikit alkena. dimana minyak mentah dipisahkan ke dalam kelompok – kelompok dengan rentang titik didih tertentu.sisa jasad renik tersebut dan mengubahnya menjadi minyak dan gas. Materi yang Dikembangkan Minyak dan Gas Bumi 1. Minyak bumi merupakan suatu campuran kompleks yang sebagian besar terdiri atas hidrokarbon. dan berbagai senyawa karbon yang mengandung oksigen. Perengkahan alkana menghasilkan alkena. propana dan butana dengan metana sebagai komponen utamanya. Komponen lainnya adalah hidrokarbon aromatik. kemudian tertutup lumpur an lambat laun berubah menjadi batuan. seangkan hasilnya disebut polimer.Reaksi substitusi hanya terjadi pada alkana. 3. Pengolahan (pemurnian = refining) minyak bumi dilakuikan melalui destilasi bertingkat. Adisi Adisi merupakan reaksi penjenuhan ikatan rangkap. Hidrokarbon yang etrdapat dalam minyak bumi utama adalah alkana kemudian sikloalkana. Sisa – sisa organisme itu mengendap di dasar lautan. sehingga adisi hanya dapat terjadi pada alkena dan alkuna. Dan juga terdapat berbagai gas lain seperti karbon dioksida dan hidrogen sulfida. Pembentukan minyak bumi. Molekul sederhana yang mengalami polimerisasi disebut monomer. Penggantian atom H oleh atom atau gugus lain disebut reaksi substitusi. minyak bumi dan batu bara Komposisi gas alam alakan suku rerndah. 2. baik tumbuhan maupun hewan. Salah satu reaksi substitusi alkana adalah halogenasi. yaitu metana. Batu bara mengandung hidrokarbon suku tinggi dan juga mengandung senyawa belerang. gas alam dan batu bara Minyak bumi. yaitu penggantian atom H alkana dengan atom halogen. B. komposisi gas alam. khususnya klorin. 5. bakteri anaerob menguraikan sisa. Perengkahan terjadi pada alkana bila dipanaskan pada suhu dan tekanan tinggi tanpa oksigen. KTSP Kimia Kelas X 100 . Pengolahan minyak bumi Minyak bumi biasanya terdapat 3 – 4 km di bawah permukaan dan diperoleh dengan membuat sumur bor. gas alam dan batu bara berasa dari pelapukan sisa – sisa organisme sehingga disebut bahan bakar fosil. Sedangkan batu bara dipercaya berasal dari pohon – pohon dan pakis yang terkubur sekitar tiga juta tahun yang lalu. 3. Perengkahan Perengkahan ialah pemutusan rantai karbon menjadi potongan – potongan yang lebih pendek. etana. Minyak bumi dan gas alam diduga berasal dari jasad renik lautan. Polimerisasi Polimerisasi merupakan penggabungan molekul-molekul sederhana menjadi molekul besar.

Semakin ke atas. karet sintesis.C10.Pengolahan minyak bumi dimulai dengan memanaskan minyak mentah pada suhu sekitar 400oC. Semakin tinggi ketukan. Pendekatan dan Metode Metode : Diskusi dan Presentasi kelompok Pendekatan : Konsep KTSP Kimia Kelas X 101 . Bensin Bensin adalah salah satu jenis bahan bakar minyak yang diamksudkan untuk kendaraan bermotor. 4. Isooktana menghasilkan ketukan paling sedikit. serat sintesis. nilon. Gas alam digunakan terutama sebagai bahan bakar dan sebagai sumber hidrogen dan sebagai bahan dasar untuk berbagai jenis industri. semakin baik mutu bensin dan semakin tinggi nilai oktannya. Kegiatan Pembelajaran A. pestisida detergen. ditetapkan dua janis senyawa sebagai pembanding. 6. Sehingga komponen yang mencapai puncak menara adalah komponen yang suhu kamar berupa gas. digunakan sebagai banhan baku berbagai industri. sedangkan n-heptana menghasilkan ketukan paling banyak dan diberi nilai oktan nol. Isooktana (nilai oktan = 100) reforming atau zat anti ketukan. dan diberi nilai oktan 100. akan mengembun dan terpisah sedangkan komponen yang titik didihnya lebih rendah akan terus naik ka bagian yang lebih atas lagi. Ketiganya mempunyai mutu dan prilaku berbeda yang dikaitkan dengan jumlah ketukan yang ditimbulkannya dan dinyatakan dengan nilai oktan. kemudian dialirkan ke dalam menara fraksionasi dimana akan terjadi pemisahan berdasarkan perbedaan titik didih. Bensin tersedia atas tiga jenis yaitu premium. kosmetik dan sebagai pelarut. 5. obat-obatan. seperti plastik. nilai oktan bensin harus ditingkatkan melalui Nafta merupakan fraksi ringan dari minyak bumi yang mengandung C6 . dan pertamax plus. V. Untuk menentukan nilai oktan. Gas alam Gas alam sebagian besar terdiri atas metana. Nafta n-heptana (nilai oktan = 0) Sebelum digunakan sebagai bahan bakar. pertamax. suhu semakin rendah sehingga setiap kali komponen dengan titik didih lebih tinggi naik. yaitu isooktana dan n-heptana. Komponen yang titik didihnya lebih tinggi akan tetap berupa cairan dan turun ke bawah sednagkan yang titik didihnya labih rendah akan menguap dan naik ke bagian atas melalui sungkuo gelembung.

2. Perwakilan siswa dalam masing – masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompok. LKS yang sesuai dengan tema yang dipresentasikan. 3. Siswa dibagi ke dalam 8 kelompok dan diberi tema yang berbeda-beda tiap kelompok.B. Langkah. Siswa mendiskusikan tema masing – masing di dalam kelompok.langkah Pembelajaran No 1. Siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan guru mengenai: Sifat-sifat fisis dan kimia hidrokarbon. Penutup • • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai minyak bumi dan gas alam dan dikuatkan kembali oleh guru. 2. b. Siswa mengerjakan LKS kelompok dengan cara berdiskusi. Siswa mengerjakan tugas materi sebelumnya dan diperiksa oleh guru. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai diskusi kelompok yang akan dilaksanakan. Pembukaan: • Apersepsi: a. c. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai tema dan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan. 30 45 60 60 45 30 Kegiatan Alokasi Waktu (menit) KTSP Kimia Kelas X 102 . 4. 5. Siswa diberi tugas di rumah untuk mengerjakan latihan pada buku Kimia SMA Kelas X dan membaca materi berikutnya. 6. Siswa dalam kelompok lain menyimak dan mengerjakan 3. Kegiatan Inti 1.

R. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti.VI. M. Alat dan Bahan (Sumber) a. Sumber:    . (2004). Y. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung.. KTSP Kimia Kelas X 103 . Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. Sunarya.D.. Bandung.. Florentia Mujiyati. b. Kepala SMA Santa Angela Bandung. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. Jakarta : Penerbit Erlangga. (2009). Wisnu A.Pd. Carolus B. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Alat   : Papan tulis LCD Chang. Jakarta : Penerbit Erlangga. Agus S. S. ___________ Mengetahui. Boedisantoso. OSU P.Pd.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful