P. 1
KTSP Kimia Kelas X 2012-2013 Jadi

KTSP Kimia Kelas X 2012-2013 Jadi

|Views: 2,137|Likes:
teaching for senior high school in Indonesia
teaching for senior high school in Indonesia

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: CarolusBorromeusWisnu on May 01, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/12/2014

pdf

text

original

ISO 9001 : 2008 Cert. No.

47484/A/0001/UK/En

KTSP
KIMIA
X

TAHUN PELAJARAN 2012 - 2013 SMA SANTA ANGELA JL. MERDEKA 24 BANDUNG
http://\www.santa-angela.sch.id

HALAMAN PENGESAHAN

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan untuk mata pelajaran KIMIA di kelas X ini telah disetujui pada: Hari Tanggal : __________________ : __________________

Yang menyetujui, Kepala Sekolah SMA Santa Angela

Sr. Florentia Mujiati, OSU.

2

A. Pendahuluan
Kita menyadari bahwa kemajuan suatu bangsa akan semakin bergantung pada tingkat sumber daya manusia dan bukan sumber daya alamnya. Oleh karena itu, dalam mengahadapi era globalisasi yang semakin meluas, sistem pendidikan kita harus segera diperbaiki agar dapat menghasilkan manusia cerdas, mandiri, dan dapat bersaing di tingkat internasional. Dalam kaitan itu, salah satu upaya yang dilakukan pemerintah yaitu membenahi kurikulum sekolah dasar dan menengah yang tertuang dalam Peraturan Menteri Penididikan Nasional Republik Indonesia Nomor 22 dan 23 Tahun 2006 tentang standar isi dan standar kompetensi lulusan. Dalam kegiatan pembelajaran Kimia di sekolah, siswa harus aktif dalam membangun pengetahuannya, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator. Selain ranah kognitif, dalam pembelajaran Kimia juga menuntut kompetensi siswa dalam ranah psikomotorik dan afektif. Siswa tidak saja harus mengetahui fakta, konsep atau prinsip tetapi juga harus terampil menerapkan pengetahuannya dalam menghadapi masalah kehidupan dan teknologi. Ciri ilmu kimia sebagai ilmu yang berlandaskan praktik dan eksperimen, siswa tidak cukup dengan merasa mengerti tetapi sungguh-sungguh harus dapt mempraktikannya dalam menyelesaikan soal, memecahkan masalah, atau melakukan suatu ketrampilan ilmiah.

B. Visi dan Misi
VISI Komunitas pembelajar yang kritis, kreatif, dan inovatif dalam mengintegrasikan ilmu, iman, dan nilai-nilai kemanusiaan seturut semangat Santa Angela. MISI 1. Sebagai lembaga pendidikan ( institute of education ), sekolah Ursulin menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas dan terpadu, menyiapkan persertta didik ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan siap bermasyarakat. 2. Sebagai komunitas pembelajar ( community of learning ), sekolah Ursulin mengembangkan potensi dan keterampilan secara kritis, kreatif, dan inovatif. 3. Sebagai sekolah Katolik ( Catholic School), sekolah Ursulin menanamkan semangat Santa Angela pada setiap pribadi agar dapat mengintegrasikan ilmu, iman, dan nilai-nilai kemanusiaan untuk menjawab tantangan zaman dan mewujudnyatakan SERVIAM dalam kehidupan sehari-hari. 4. Sebagai sekolah Ursulin Indonesia ( Ursuline School in Indonesia ), sekolah Ursulin menanamkan kecintaan pada budaya, bangsa, dan tanah air Indonesia dengan menghargai pluraritas budaya dan agama, serta membangun kepedulian terhadap sesama dan alam ciptaan. KTSP Kimia Kelas X 1

Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan Daerah memiliki potensi. 1. kecerdasan intelektual. 4. sekolah Ursulin Indonesia meningkatkan kerja sama dengan alumni dan sekolah-sekolah Ursulin. psikomotorik dan efektif peserta didik D. Untuk itu. Tuntutan pembangunan daerah dan nasional Dalam era otonomi dan desentralisasi untuk mewujudkan pendidikan yang otonom dan demokratis perlu memperhatikan keragaman dan mendorong partisipasi masyarakat dengan tetap mengedepankan wawasan nasional. sosial. tingkat perkembangan. Mengembangkan kompetensi kognitif. khususnya di Asia Pasifik. Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia Keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia menjadi dasar pembentukan kepribadian peserta didik secara utuh. keduanya harus ditampung secara berimbang dan saling mengisi. Membangun motivasi peserta didik dalam kegiatan pembelajaran kimia di kelas 3. tantangan. Mempersiapkan peserta didik untuk penguasaan materi yang dibutuhkan di Perguruan Tinggi 2.5. 2. dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik Pendidikan merupakan proses sistematik untuk meningkatkan martabat manusia secara holistik yang memungkinkan potensi diri (afektif. kognitif. Tujuan Pendidikan Kimia di SMA Santa Angela Kegiatan pembelajaran kimia di SMA Santa Angela memiliki tujuan pendidikan sebagai berikut: 1. Kurikulum disusun yang memungkinkan semua mata pelajaran dapat menunjang peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia. dan kinestetik peserta didik. Peningkatan potensi. C. kebutuhan. psikomotor) berkembang secara optimal. kurikulum harus memuat keragaman tersebut untuk menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan pengembangan daerah. kecerdasan. Sebagai bagian dari Ursulin Internasional. 3. baik di Indonesia maupun di tingkat Internasional. Oleh karena itu. kurikulum disusun dengan memperhatikan potensi. Masing-masing daerah memerlukan pendidikan sesuai dengan karakteristik daerah dan pengalaman hidup sehari-hari. Acuan Operasional Penyusunan KTSP Pendidikan Kimia di SMA Santa Angela KTSP disusun dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut. minat. ( International Ursuline ). dan keragaman karakteristik lingkungan. emosional. KTSP Kimia Kelas X 2 . Sejalan dengan itu. spritual.

muatan kurikulum semua mata pelajaran harus ikut mendukung peningkatan iman. Oleh karena itu. baik pada individu maupun bangsa. Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan Pendidikan diarahkan untuk membangun karakter dan wawasan kebangsaan peserta didik yang menjadi landasan penting bagi upaya memelihara persatuan dan kesatuan bangsa dalam kerangka NKRI. kurikulum perlu memuat kecakapan hidup untuk membekali peserta didik memasuki dunia kerja. yang sangat penting ketika dunia digerakkan oleh pasar bebas. 10. Oleh sebab itu.5. Perkembangan ilmu pengetahuan. kurikulum harus dikembangkan secara berkala dan berkesinambungan sejalan dengan perkembangan Ilmu pengetahuan. dan ciri khas satuan pendidikan. Tuntutan dunia kerja Kegiatan pembelajaran harus dapat mendukung tumbuh kembangnya pribadi peserta didik yang berjiwa kewirausahaan dan mempunyai kecakapan hidup. Penghayatan dan apresiasi pada budaya setempat harus terlebih dahulu ditumbuhkan sebelum mempelajari budaya dari daerah dan bangsa lain. 11. Pendidikan harus terus menerus melakukan adaptasi dan penyesuaian perkembangan IPTEKS sehingga tetap relevan dan kontekstual dengan perubahan. kondisi. Kondisi sosial budaya masyarakat setempat Kurikulum harus dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik sosial budaya masyarakat setempat dan menunjang kelestarian keragaman budaya. tujuan. teknologi. Hal ini sangat penting terutama bagi satuan pendidikan kejuruan dan peserta didik yang tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. 6. taqwa dan akhlak mulia. 8. kurikulum harus mendorong berkembangnya wawasan dan sikap kebangsaan serta persatuan nasional untuk memperkuat keutuhan bangsa dalam wilayah NKRI. Kesetaraan Jender Kurikulum harus diarahkan kepada terciptanya pendidikan yang berkeadilan dan memperhatikan kesetaraan jender. Dinamika perkembangan global Pendidikan harus menciptakan kemandirian. Karakteristik satuan pendidikan Kurikulum harus dikembangkan sesuai dengan visi. Agama Kurikulum harus dikembangkan untuk mendukung peningkatan iman dan taqwa serta akhlak mulia dengan tetap memelihara toleransi dan kerukunan umat beragama. 12. Pergaulan antar bangsa yang semakin dekat memerlukan individu yang mandiri dan mampu bersaing serta mempunyai kemampuan untuk hidup berdampingan dengan suku dan bangsa lain. misi. dan seni. Oleh karena itu. Oleh karena itu. 9. dan seni Pendidikan perlu mengantisipasi dampak global yang membawa masyarakat berbasis pengetahuan di mana IPTEKS sangat berperan sebagai penggerak utama perubahan. KTSP Kimia Kelas X 3 . 7. teknologi.

melalui pemahaman konfigurasi elektron. Memahami sifat-sifat larutan non-elektrolit dan elektrolit.1 Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan kimia dan kimia organik sederhana serta persamaan reaksinya. Angela 4 . Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar X. Kompetensi Dasar 3. 1. massa atom relatif. 1. serta reaksi oksidasi-redukasi. Bohr. ikatan kovalen. dan ikatan logam serta hubungannya dengan sifat fisika senyawa yang terbentuk. 4. 4. 2. penerapannya hukum-hukum 2.2 Menggolongkan senyawa hidrokarbon berdasarkan strukturnya dan hubungannya dengan sifat senyawa.2 Membandingkan proses pembentukan ikatan ion. Memahami sifat-sifat senyawa organik atas dasar gugus fungsi dan senyawa makromolekul. 3.2 Menjelaskan perkembangan konsep reaksi oksidasireduksi dan hubungannya dengan tata nama senyawa serta penerapannya.E. 4. Penentuan Standar Ketuntasan Minimal Per Kompetensi Dasar Dan Indikator Satuan Pendidikan KTSP Kimia Kelas X : SMA St. X. dan sifatsifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya.1 Mendeskripsikan kekhasan atom karbon dalam membentuk senyawa hidrokarbon. ikatan koordinasi.1 Memahami struktur atom berdasarkan teori atom sifat-sifat periodik unsur. Memahami struktur atom.1 Mengidentifikasi sifat larutan non-elektrolit dan dalam 2. Semester 1 Standar Kompetensi Kompetensi Dasar 1. Semester 2 Standar Kompetensi 3.Memahami dasar perhitungan (stoikiometri). dan ikatan kimia. hukum-hukum dasar kimia melalui percobaan serta menerapkan konsep mol dalam menyelesaikan perhitungan kimia.3 Menjelaskan proses pembentukan dan teknik pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi serta kegunaannya F.2 Membuktikan dan mengkomunikasikan berlakunya elektrolit berdasarkan data hasil percobaan. sifat-sifat unsur. 4.

Rincian Minggu Efektif Satuan Pendidikan KTSP Kimia Kelas X : SMA St. hidrokarbon berdasarkan strukturnya dan hubungannya dengan sifat senyawa. 3. Penentuan Standar Ketuntasan Belajar Minimal Kriteria Penentuan KKM Sumber Daya Pendukung 1. 4.Mata Pelajaran Kelas Tahun Pelajaran : KIMIA : X : 2012 -2013 2.2 Menjelaskan perkembangan konsep reaksi oksidasireduksi dan hubungannya dengan tata nama senyawa serta penerapannya. massa atom relatif.2 Membandingkan proses pembentukan ikatan ion.1 Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana serta persamaan reaksinya. ikatan kovalen. 2.3 Menjelaskan proses pembentukan dan teknik pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi serta kegunaannya G.2 Membuktikan dan mengkomunikasikan berlakunya hukum-hukum dasar kimia melalui percobaan serta menerapkan konsep mol dalam menyelesaikan perhitungan kimia. 4. elektron. 1. 2. sifat-sifat unsur.1 Mendeskripsikan 4.1 Mengidentifikasi sifat larutan non-elektrolit dan 65 65 65 65 67 60 65 64 65 65 65 65 dengan sifat fisika senyawa yang 66 65 67 66 melalui pemahaman konfigurasi 60 68 70 66 elektrolit berdasarkan data hasil percobaan.1 Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr. dan ikatan logam serta hubungannya terbentuk. dan sifat-sifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya.2 Menggolongkan kekhasan senyawa atom karbon dalam 65 67 65 68 60 65 65 65 65 66 64 65 65 60 70 65 membentuk senyawa hidrokarbon. 3. Angela 5 KKM Kompetensi Dasar / Indikator Inteks Siswa Kompleksifitas . ikatan koordinasi.

D. Jumlah minggu JUMLAH MINGGU NO 1 2 3 4 5 6 Juli Agustus September Oktober November Desember Jumlah 2. Wisnu A. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. ___________ Mengetahui.Pd. OSU P. Jumlah minggu efektif Jumlah minggu kalender – jumlah minggu tidak efektif = 20 minggu 4. Kepala SMA Santa Angela Bandung.Mata Pelajaran Kelas Semester Tahun Pelajaran : Kimia : X : 1 : 2012 -2013 1. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia KEGIATAN JUMLAH MINGGU 1 1 4 6 BULAN KALENDER 4 5 4 4 4 5 26 TIDAK EFEKTIF 3 1 0 0 0 2 6 EFEKTIF 1 4 4 4 4 3 20 Sr. Florentia Mujiyati. Jumlah jam efektif 21 minggu x 3 jam / minggu = 63 jam Bandung. M. S. Carolus B. Boedisantoso.Pd. Keterangan jumlah minggu tidak efektif NO 1 2 3 MOS Libur lebaran Libur semester Jumlah 3. KTSP Kimia Kelas X 6 .

PROGRAM TAHUNAN KTSP Kimia Kelas X 7 .Pd. Kepala SMA Santa Angela Bandung. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. Boedisantoso.D. Carolus B. Keterangan jumlah minggu tidak efektif NO 1 2 3 4 KEGIATAN Libur Paskah Ujian nasional Ujian sekolah Libur semester Jumlah 3. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia JUMLAH MINGGU 1 1 2 4 8 BULAN KALENDER 4 4 5 4 5 4 26 TIDAK EFEKTIF 1 0 2 2 1 2 8 EFEKTIF 3 4 3 2 4 2 18 Sr. Angela : Kimia : X : 2 : 2012 -2013 1. ___________ Mengetahui.Pd. M. OSU P.Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas Semester Tahun Pelajaran : SMA St. Jumlah minggu efektif Jumlah minggu kalender – jumlah minggu tidak efektif = 18 minggu 4. Florentia Mujiyati. Wisnu A. S. Jumlah minggu JUMLAH MINGGU NO 1 2 3 4 5 6 Januari Pebruari Maret April Mei Juni Jumlah 2. Jumlah jam efektif 20 minggu x 3 jam / minggu = 60 jam Bandung.

OSU P. Boedisantoso. Angela : KIMIA : X : 2012 -2013 SMT NO TPU/KONSEP/TEMA/TOPIK/KOMPETENSI DASAR Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr.2 20 jam 63 jam 6 jam 18 jam 6 jam 24 jam 6 jam 60 jam 123 jam Dibuat oleh 2 3.Pd. Menjelaskan perkembangan konsep reaksi oksidasi.1 8 jam 2. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. Wisnu A.1 4. Menjelaskan proses pembentukan dan teknik pemisahan fraksifraksi minyak bumi serta kegunaannya. melalui pemahaman konfigurasi elektron. ikatan koordinasi.1 15 jam 1. ikatan kovalen. 23 Juli 2012 Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. KTSP Kimia Kelas X 8 . M.1 3. dan sifat-sifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya. dan ikatan logam serta hubungannya dengan sifat fisika senyawa yang terbentuk. ___________ Mengetahui.2 4.2 4.reduksi dan hubungannya dengan tata nama senyawa serta penerapannya.Pd. Kepala SMA Santa Angela Bandung. Jumlah Jumlah Bandung.D. 1. Menggolongkan senyawa hidrokarbon berdasarkan strukturnya dan hubungannya dengan sifat senyawa. Mendeskripsikan kekhasan atom karbon dalam membentuk senyawa hidrokarbon. Florentia Mujiyati. Membandingkan proses pembentukan ikatan ion. sifat-sifat unsur.Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas Tahun Pelajaran : SMA St. Membuktikan dan mengkomunikasikan berlakunya hukumhukum dasar kimia melalui percobaan serta menerapkan konsep mol dalam menyelesaikan perhitungan kimia. Carolus B. Jumlah Alokasi Waktu 1. Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana serta persamaan reaksinya. S.2 20 jam 2.3 Mengidentifikasi sifat larutan non-elektrolit dan elektrolit berdasarkan data hasil percobaan. massa atom relatif.

Membandingkan proses pembentukan ikatan ion. Membuktikan dan mengkomunikasikan berlakunya hukum- 8 1 3 3 1 4 hukum dasar kimia melalui percobaan serta menerapkan konsep mol dalam menyelesaikan perhitungan kimia. Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana serta persamaan reaksinya. 20 2 3 3 3 3 3 3 KTSP Kimia Kelas X 9 . dan sifat-sifat periodik unsur 1 dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya. ikatan 2 kovalen. dan ikatan logam serta 15 3 3 3 3 3 20 3 3 3 3 3 3 2 hubungannya dengan sifat fisika senyawa yang terbentuk. sifatsifat unsur. 3 ikatan koordinasi. Angela Kimia X 1 2012 -2013 AGUSTUS 1 2 3 4 5 SEPTEMBER 1 2 3 4 OKTOBER 1 2 3 4 NOVEMBER 1 2 3 4 DESEMBER 1 2 3 4 5 N O TEMA/KONSEP / POKOK BAHASAN Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr. massa atom relatif. melalui pemahaman konfigurasi elektron.PROGRAM SEMESTER Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas Semester Tahun Pelajaran WaktuAlokasi JULI 1 2 3 4 : : : : : SMA St.

1 6 3 3 2 18 3 3 3 3 3 3 3 6 24 6 Bandung. Mendeskripsikan kekhasan atom karbon dalam membentuk senyawa hidrokarbon.reduksi dan hubungannya dengan tata nama senyawa serta penerapannya. Menjelaskan proses pembentukan dan teknik pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi serta kegunaannya. ___________ Disetujui oleh 10 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 5 3 3 Bandung. ___________ Mengetahui. Angela Kimia X 2 2012 -2013 PEBRUARI 1 2 3 4 MARET 1 2 3 4 5 APRIL 1 2 3 4 1 2 MEI 3 4 5 1 JUNI 2 3 4 NO TEMA/KONSEP / POKOK BAHASAN Mengidentifikasi sifat larutan non-elektrolit dan elektrolit berdasarkan data hasil percobaan. Menggolongkan senyawa hidrokarbon berdasarkan strukturnya dan hubungannya dengan sifat senyawa. Bandung.PROGRAM SEMESTER Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas Semester Tahun Pelajaran WaktuAlokasi JANUARI 1 2 3 4 : : : : : SMA St. Menjelaskan perkembangan konsep reaksi oksidasi. 23 Juli 2012 Dibuat oleh KTSP Kimia Kelas X .

Florentia Mujiyati.Pd.D. Angela : KIMIA 11 . SILABUS Satuan Pendidikan Mata Pelajaran KTSP Kimia Kelas X : SMA St. Boedisantoso. S.Kepala SMA Santa Angela Wakasek Kurikulum Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. M. OSU P. Wisnu A. Carolus B.Pd.

Kelas Semester Tahun Pelajaran Standar Kompetensi: 1. isobar dan isoton. Mengkaji sistem periodik untuk memahami makna daftar tersebut melalui diskusi kelas. Mengkaji konfigurasi elektron dan cara penulisannya dalam diskusi kelas. Tabel periodik LKS o Perkembanga n tabel periodik unsur • religious • mandiri o o o o Mendeskripsikan struktur sistem periodik unsur. sifat-sifat periodik unsur. Membandingkan perkembangan tabel 2 JP KTSP Kimia Kelas X 12 . Penilaian Jenis tagihan: Tugas kelompok Kuis Ulangan Bentuk instrumen: Laporan tertulis Performans (Kinerja dan sikap) Tes tertulis Alokasi waktu 8 JP Sumber/Ba han/alat Sumber: Buku kimia. dan sifat-sifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya. melalui pemahaman konfigurasi elektron Materi Pembelajaran o Perkembanga n teori atom. Menentukan konfigurasi elektron dan elektron valensi. mulai dari teori Dalton sampai dengan teori atom modern Nilai akhlak Mulia • Religious o : X : 1 : 2012 -2013 Kegiatan pembelajaran Mengkaji atom sebagai partikel dasar penyusun materi (teori atom Dalton) dalam diskusi kelompok. Mengkaji massa atom dan massa atom relatif dalam diskusi kelompok.Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr.1. sifat-sifat unsur. Mengkaji literatur tentang perkembangan tabel periodik unsur o • o Senang membaca • Toleransi • Komunikatif • Jujur • Kritis • Saling berbagi • Saling hormat o o o o o o o o o Indikator Pencapaian Kompetensi Menjelaskan perkembangan teori atom untuk menunjukkan kelemahan dan kelebihan masing-masing teori atom berdasarkan fakta eksperimen Mengklasifikasikan unsur ke dalam isotop. Memahami struktur atom. massa atom relatif. isoton dan isoton melalui kerja kelompok. dan ikatan kimia Kompetensi Dasar 1. Mengkaji literatur tentang perkembangan teori atom (di rumah setelah ditugaskan pada pertemuan sebelumnya) Mempresentasikan dan diskusi hasil kajian Menyimpulkan hasil pembelajaran Mengidentifikasi unsur ke dalam isotop. Menentukan massa atom relatif berdasarkan kelimpahan isotopnya Menentukan massa molekul relatif.

energi ionisasi. grafik untuk menentukan keteraturan jari-jari atom. periodik unsur untuk mengidentifikasi kelebihan dan kekurangannya. non logam dan metaloid. Menganalisis tabel. non logam dan metaloid Menentukan letak unsur sistem periodik berdasarkan konfigurasi elektron. 4 JP KTSP Kimia Kelas X 13 . Mengklasifikasikan unsur ke dalam logam.• rasa ingin tahu • senang membaca • komunikatif • kreatif • kerja keras • Saling berbagi • Saling hormat o Sifatkepriodi kanunsur • religious • senang membaca • rasa ingin tahu • komunikatif • kreatif • kerjasama • kritis • Saling berbagi • o dalam kerja kelompok Presentasi hasil kajian untuk menyimpulkan dasar pengelompokan unsur-unsur. o o o Mengkajiketeraturanjari-jari o atom. dan keelektronegatifan. afinitas elektron. dankeelektronegatifanunsurunsurseperiodedansegolonganberdas arkan data ataugrafikdannomor atom o melaluidiskusikelompok. Menghubungkan keteraturan sifat jari-jari atom. energi ionisasi. energiionisasi. afinitas elektron dan keelektronegatifan. Mengamati beberapa unsur o untuk membedakan sifat logam. atau sebaliknya. afinitaselektron.

o 14 JP KTSP Kimia Kelas X 14 . ikatan kovalen koordinat dan ikatan logam. Menjelaskan proses terbentuknya ikatan ion Menjelaskan proses terbentuknya ikatan kovalen tunggal. Menggambarkan lambang Lewis unsur gas mulia (duplet dan oktet) dan unsur bukan gas mulia. Membandi-ngkan proses pembentukan ikatan ion. Menggambarkan lambang Lewis melalui diskusi kelas Membandingkan proses pembentukan ikatan ion dan ikatan kovalen dalam diskusi kelas. o Menyelidiki kepolaran dari beberapa senyawa dan menghubungkannya dengan kelektronegatifan unsurunsur melalui percobaan o Mendeskripsikan proses pembentukan ikatan logam dan hubungannnya dengan sifat fisik logam o Menghubungkan sifat fisis materi dan hubungannnya dengan jenis ikatan kimianya.2. Menentukan unsur yang dapat melepas elektron atau menerima elektron untuk mencapai kestabilan dalam diskusi kelompok. serta hubungannnya dengan sifat fisika senyawa yang terbentuk. Mendiskusikan proses terjadinya ikatan kovalen koordinat dari beberapa contoh sederhana o Menjelaskan kecenderungan suatu unsur untuk mencapai kestabilannya.Saling hormat 1. rangkap dan rangkap tiga. ikatan kovalen. Ikatan kimia o Kestabilan unsur o Struktur lewis Ikatan ion dan ikatan kovalen o Ikatankovalen koordinat o • Religious o Menhgkaji beberapa senyawa untuk menentukan mengapa atomatom membentuk ikatan kimia. Menjelaskan proses terbentuknya ikatan kovalen koordinasi Jenis tagihan: Kuis Tugas individu Tugas kelompok Ulangan Bentuk instrumen: Laporan tertulis Performans (Kinerja dan sikap) Tes tertulis 6 JP Sumber: Bukukimia Bahan/Alat LKS • o Senang membaca • Komunikatif • Kritis o o o o o o o Senyawakova len polar dan non polar o ikatanlogam o • Religious • Senang membaca • Komunikatif • Toleransi • Kreatif • Kritis • Saling berbagi • Saling hormat Merancang dan melakukan percobaan untuk menyelidiki kepolaran senyawa di laboratorium o Mengidentifikasi sifat fisik logam dan menghubungkannnya dengan proses pembentukan ikatan logam dalam diskusi kelompok di laboratorium.

Materi Pembelajaran o Tata nama senyawa Nilai Akhlak Mulia  religious  komunikatif  toleransi  senang membaca  kritis  senang membaca  saling hormat  saling berbagi o o o Kegiatan pembelajaran Menentukan nama senyawa kovalen biner Menentukan nama senyawa ionik biner Menentukan nama senyawa ion poliatomik yang terbentukdari tabel kation (golongan utama dan NH4+) dan anion poliatomik serta memberi namanya dalam diskusi kelompok. Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri) Kompetensi Dasar 2. Menginformasikan nama beberapa senyawa organik sederhana o Indikator Pencapaian Kompetensi Menuliskan nama senyawa biner o Menuliskan nama senyawa poliatomik o Menuliskan nama senyawa organik sederhana Penilaian Jenis Tagihan: Tugas individu Kuis Bentuk Instrukmen: Tes tertulis Alokasi waktu 2 JP Sumber/Ba han/alat Sumber: Buku Kimia LKS o o o Persamaan reaksi sederhana  religious  komunikatif  toleransi  disiplin o Mendiskusikan cara menyetarakan reaksi o Latihan cara menyetarakan persamaan reaksi o Menyetarakan persamaan reaksi sedewrhanadengan diberikan nama-nama zat 4 JP KTSP Kimia Kelas X 15 . Menyimpulkan aturan pemberian nama senyawa biner dan poliatomik.Standar Kompetensi: 2.1 Mendeskripsik-an tata nama senyawa anorganik dan senyawa organik sederhana serta persamaan reaksinya.

kadar zat dalam senyawa dan pereaksi pembatas. massa dan volum zat Menentukan kadar zat dalam senyawa Menentukan rumus empiris dan rumus molekul Menentukan banyak zat pereaksi atau hasil Jenis Tagihan: Tugas individu Tugas kelompok Ulangan Bentuk Instrumen: Testertulis Performans Laporantertulis 5 JP Sumber: Buku Kimia Bahan: LKS danbahanunt ukpercobaan .  Kreatif  Kerja keras  senang membaca  saling hormat  saling berbagi yang terlibat dalam reaksi atau sebaliknya. o o Mengkonversikan jumlah mol dengan jumlah partikel . menulis rumus empiris. 3 JP o kimia Perhitungan  religious  Komunikatif  Kreatif  Toleransi.2. Hukum Gay Lussac. Menganalsissenyawau ntukmembuktikanberlakuny ahukumkelipatanperbanding an (Hukum Dalton) o Menggunakan data percobaan untuk membuktikan hukum perbandingan volum (Hukum gay Lussac) o Menggunakan data percobaan untuk membuktikan hukum Avogadro. jumlah partikel. Merancang dan melakukan percobaan untuk membuktikakn hukum Lavoisier dan hukum Proust di laboratorium o Menarik kesimpulan dari data hasilpercobaan o Membuktikan hukum Lavoisier melalui percobaan o Membuktikan hukum Proust melalui percobaan o Mendiskusikan data percobaanuntukmembuktikanhukum Dalton. danhukum Avogadro dalamdiskusikelompok di kelas o Menghitung volume gas pereaksidanatauhasilreaksiberdasarka nhukum Gay Lussac. o Menemukanhubunganantaravol um gas denganjumlahmolekulnya yang diukurpadasuhudantekanan yang sama (HUkum Avogadro) o o o Diskusi informasi konsep mol Menghitung jumlah mol.  Kreatif  Kerja keras  senang membaca  saling hormat saling berbagi 12 JP o o o KTSP Kimia Kelas X 16 . massa dan volum gas. air kristal.2 Membuktikan dan mengkomunikasikan berlakunya hukumhukum dasar kimiamelalui percobaan serta menerapkan konsep mol dalam menyelesaikan perhitungan kimia Hukum Dasar Kimia o Hukum Lavoisier o Hukum Proust o Hukum Dalton o Hukum gay Lussac o Hukum Avogadro  senang membaca  saling hormat  saling berbagi  Religious  Kritis  rasa ingin tahu  jujur  kerja keras  senang membaca  saling hormat  saling berbagi  religious  Komunikatif  Kreatif  Toleransi. rumus molekul.

Florentia Mujiyati. S. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr.D. OSU P. SILABUS Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas Semester Tahun Pelajaran Standar Kompetensi: 3. M.o o reaksi Menentukan pereaksi pembatas dalam suatu reaksi Menentukan rumus hidrat Bandung.Pd. Carolus B. Angela KIMIA X 2 2012 -2013 KTSP Kimia Kelas X 17 . serta reaksi oksidasi-reduksi Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Nilai Akhlak Mulia Kegiatan pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi Penilaian Alokasi waktu Sumber/ Bahan/alat : : : : : SMA St. ___________ Mengetahui. Kepala SMA Santa Angela Bandung. Boedisantoso. Memahami sifat-sifat larutan non elektrolit dan elektrolit. Wisnu A.Pd.

o Mendeskripsika n bahwa larutan elektrolit dapat berupa senyawa ion dan senyaw akovalen polar o Membedakan konsep oksidasireduksi ditinjau dari penggabungan dan pelepasan oksigen. pelepasan dan penerimaan elektron.3. oksidator. serta peningkatan dan penurunan bilangan oksidasi o Menentukan bilangan oksidasi atom unsur dalam senyawa atau ion.2 Menjelaskan o Konsep perkembangan konsep oksidasi-reduksi reaksi oksidasi reduksi o Bilangan dan hubungannnya oksidasi unsur dalam dengan tatanama senyawa atau ion senyawa serta penerapannya  Religious  Komunikatif  Toleransi  Mandiri  Kerja keras  senang membaca  saling hormat  saling berbagi Demonstrasi reaksi pembakaran dan serah terima elektron (misal reaksi antara paku besi dengan air aki) o Menentukan bilangan oksidasi atom unsur dalam senyawa atau ion dalam diskusi di kelas o Berlatih menentukan bilangan oksidasi.1 Mengidentifi-kasi sifat larutan non elektrolit dan elektrolit berdasarkan data hasil percobaan Larutan elektrolit dan non elektrolit o Jenis larutan berdasarkan dayahantar listrik o Jenis larutan elektrolit berdasarkan jenis ikatan o  Religious  Komunikatif  Toleransi  Kritis  senang membaca  saling hormat  saling berbagi Merancang dan melakukan percobaan untuk mengidentifikasi sifat-sifat larutan elektrolit dan non elektrolit dalam diskusi kelompok di laboratorium o Menyimpulkan perbedaan sifat dan jenis larutan elektrolit dan non elektrolit. o Menentukan oksidator dan reduktor o Jenis tagihan: Tugas individu Tugas kelompok Ulangan Kuis Responsi (ujian praktek) Bentuk instrumen: Tes tertulis Performans (kinerja dan sikap) Laporan tertulis 6 JP Sumber: Buku kimia Bahan: LKS dan alat serta bahan untuk percobaan 3. hasil reduksi o 12 JP KTSP Kimia Kelas X 18 . hasiloksidasi. o Menidentifikasi sifat-sifat larutan elektrolit dan non elektrolit melalui percobaan o Mengelompokk an larutan ke dalam larutan elektrolit dan non elektrolit berdasarkan hantaran listriknya o Menjelaskan penyebab kemampuan larutan elektrolit menghantarkan arus listrik. reduktor.

o Mendeskripskan konsep larutan elektrolit dan konsep redoks dalam memecahkan masalah lingkungan. Kompetensi Dasar 4. 4 JP Standar Kompetensi: 4. H dan O dalam senyawa karbon melalui percobaan.o Aplikasi redoks dalam memecahkan masalah linhkungan  Religious  Toleransi  Komunikatif  Kreatif  Kerja keras  senang membaca  saling hormat  saling berbagi o Menemukan konsep redoks untuk memecahkan masalah lingkungan dalam diskusi kelompok di kelas dalam reaksi redoks o Memberinamase nyawamenurutaturan IUPAC. Penilaian Jenis tagihan: Tuga skelompok Ulangan Bentuk tagihan: Tes tertulis Performans Laporan tertulis Alokasi waktu 6 JP Sumber/ Bahan/alat Sumber: Buku Kimia Bahan: LKS Alat dan bahan untuk percobaan Molymod Mengidentifi  o Merancang dan kasi atom C.1 Mendeskrips-ikan kekhasan atom karbon dalam membentuk senyawa hidrokarbon Materi Pembelajaran o Nilai Akhlak Mulia Kegiatan pembelajaran o Indikator Pencapaian Kompetensi Mengidentifikasi unsur C. H dan O dalam  senyawa karbon dalam Rasa ingin tahu diskusi kelompok di  laboratorium Komunikatif  Toleransi.  Kritis  senang membaca  saling hormat  saling berbagi KTSP Kimia Kelas X 19 . Memahami sifat-sifat senyawa organik atas dasar gugus fungsi dan senyawa makro molekul. H dan Religious melakukan percobaan  O untuk mengidentifikasi Jujur unsur C.

 o latihan tata nama Toleransi. alkena dan alkuna o Sifat fisik alkana. sekunder. tertier dan kuarterner 4.  mendiskusikan ke khasan komunikatif atom karbon dalam diskusi  kelompok di kelas toleransi  mandiri  kerja jeras  kreatif  kritis  senang membaca  saling hormat  saling berbagi Nilai Akhlak Mulia o Menentukan atom C o Membedakan atom karbon primer.o Kekhasan atom karbon  o Dengan o Mendeskripsikan kekhasan religious menggunakan molymod atom karbon dalam senyawa karbon. tertier dan dan kuarterner dalam kuarterner. dan fungsi atau isomer geormtri (cis-trans) Menuliskan reaksi sederhana Jenis tagihan: Tuga skelompok Kuis Ulangan Bentuk tagihan: Tes tertulis 20 JP Sumber: Buku Kimia Bahan: LKS Molymod o Atom C primer. primer. alkena Komunikatif dan alkuna. sekunderm. o Menganalisa data  titik didih dan titik leleh Kritis senyawa karbon dalam  senang membaca diskusi kelompok  saling hormat o Dengan o o o o KTSP Kimia Kelas X 20 . alkena dan alkuna o Isomer o Reaksi senyawa karbon  o Dengan Religious menggunakan molymod  (dapat diganti dengan Jujur molymod buatan sendiri)  mendiskusikan jenis ikatan Rasa ingin tahu pada atom karbon pada  senyawa alkana. alkena dan alkuna Menyimpulkan hubungan titik didih senyawa hidrokarbon dengan massa molekul relatifnya dan strutur molekullnya. diskusi kelompok di kelas o Mengelompokkan senyawa hidrokarbon berdasarkan kejenuhan ikatan Memberi nama senyawa alkana. tertier. Menentukan isomer struktur (kerangka.2 Menggolon-gkan senyawa hidrokarbon berdasarkan strukturnya dan hubungannya dengan sifat senyawa o Alkana. sekunder. posisi.

___________ Mengetahui.3 Menjelaskan proses pembentukandanteknil kpemisahanfraksifraksiminyakbumiserta kegunaannya Minyak bumi  religious o Fraksi  minyak bumi komunikatif o Mutu bensin  toleransi o Dampak pembakaran bahan  mandiri bakar  kerja jeras  kreatif  kritis  senang membaca  saling hormat  saling berbagi o menggunakan molymod menentukan isomer senyawa hidrokarbon melalui diskusi kelompok o Merumuskan reaksi sederhana senyawa alkana. Menganalisis dampak pembakaran bahan bakar terhjadap lingkungan. Jenis tagihan: Tuga skelompok Kuis Ulangan Bentuk tagihan: Tes tertulis Laporan tertulis (makalah) 6 jP Sumber: Buku Kimia Internet Bahan: LKS LCD/komp. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia . petrokimia. pada senyawa alkana. Membedakan kualitas bensin berdasarkan bilangan oktannya. substitusi dan reaksi eleiminasi) o o o o o Mendeskripsikan proses pembentukan minyak bumi dan gas alam Menjelaskan komponankomponen utama penyusun minyak bumi Menafsirkan bagan penyulingan bertingkat untuk menjelaskan dasar dan teknik pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi. adisi. alkena dan alkuna dalam diskusi kelas. saling berbagi 4. mutu bensin. fraksi minyak bumi. o Dalam keja kelompok membahas tentang eksplorasi minyak bumi. alkena dan alkuna (reaksi oksidasi. Kepala SMA Santa Angela KTSP Kimia Kelas X Bandung. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum 21 Bandung. Bandung. dan dampak hasil pembakaran nahan bakar o Presentasi hasil kerja kelompok.

Carolus B. OSU P. Boedisantoso. M. Wisnu A. Florentia Mujiyati. S.Pd.Sr.D.Pd. KTSP Kimia Kelas X 22 .

massa atom relatif. dan ikatan kimia Kompetensi Dasar Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr. melalui pemahaman konfigurasi elektron III. sifat-sifat unsur. Menjelaskan perkembangan teori atom untuk menunjukkan kelemahan dan kelebihan masing-masing teori atom Menjelaskan penemuan struktur atom mulai dari teori atom Dalton hingga teori atom modern V. diharapkan siswa dapat: • • • Mengetahui perkembangan model atom Dalton. John Dalton menyatakan bahwa atom merupakan pertikel terkecil yang tidak bisa dibagi lagi dan tidak bisa dimusnahkan atau diciptakan selama perubahan kimia b. Uraian Materi Pembelajaran Perkembangan Model Atom 1. Indikator • • IV. sedangkan atom-atom dari unsur yang berbeda memiliki sifat yang berbeda Berdasarkan hukum perbandingan tetap. Dalton menyatakan bahwa atom–atom dari unsur yang berlainan melakukan ikatan dengan perbandingan numerik yang sederhana dan melahirkan hukum dasar kimia baru yang dikenal dengan sebutan hukum perbandingan berganda KTSP Kimia Kelas X 23 . Dalton menyatakan bahwa semua atom dari suatu unsur yang sama mempunyai sifat yang sama.sifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Sub Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Struktur Atom : Perkembangan Model Atom : 2 x 45 menit I. II. c. Standar Kompetensi Memahami struktur atom. Berdasarkan percobaan hukum kekekalan massa. dan sifat. Menjelaskan cara berpikir Dalton dalam merumuskan konsep-konsep atom sebagai awal perkembangan teori atom Menjelaskan perkembangan teori atom berdasarkan penemuan partikel sub atom Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. sifat-sifat periodik unsur. Hukum-Hukum Dasar Kimia dan Model Atom Dalton a.

2. Penemuan Partikel-Partikel Penyusun Atom a. Penemuan elektron oleh J.J. Thomson melalui percobaan sinar katoda dan penemuan sinar kanal yang bermuatan positif oleh Eugene Goldstein menjadi dasar teori atom Thomson yang menyatakan bahwa atom merupakan bola bermuatan positif yang pada tempat-tempat tertentu terdapat elektron yang bermuatan negatif. b. Penemuan inti atom oleh Rutherford melalui penembakan lempeng tipis emas oleh hamburan sinar alfa sebagai dasar teori atom Rutherford yang menyatakan bahwa sebagian besar dari atom merupakan ruang kosong yang ditengahnya terdapat pusat massa bermuatan positif yang disebut inti dan dikelilingi oleh elektron-elektron yang bermuatan negatif. c. Penemuan neutron oleh James Chadwick menjawab permasalahan perbandingan massa atom hidrogen dengan atom-atom selain hidrogen dan kestabilan inti atom selain atom hidrogen. VI. Kegiatan Pembelajaran A. Metode dan Pendekatan Metode : Tanya jawab, Ceramah, dan Demonstrasi Pendekatan : Konsep B. Langkah- langkah Pembelajaran No 1. Pembukaan: 1. 2. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai tema dan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan. Siswa menjawab pertanyaan guru mengenai keberadaan atom berdasarkan gambar-gambar yang 2. ditunjukan oleh guru. Kegiatan Inti (pertemuan pertama) 1. Siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan guru yang mengarahkan siswa kepada cara berpikir Dalton dalam merumuskan konsep-konsep atom sebagai awal perkembangan teori atom 2. Siswa kembali menyebutkan sifat-sifat atom menurut Dalton. (pertemuan kedua) 3. Siswa memperhatikan beberapa video demonstrasi dan memperhatikan serta menanggapi penjelasan dan pertanyaan guru mengenai perkembangan teori dan model atom berdasarkan penemuan-penemuan partikel KTSP Kimia Kelas X 24 30 30 15 Kegiatan Alokasi Waktu (menit)

sub-atom yang ditampilkan. 4. Siswa kembali menyebutkan partikel-partikel dasar penyusun atom dan letaknya pada suatu atom yang lebih lanjut menggambarkan model-model atom tersebut 3. menurut gambaran mereka sendiri. Penutup • Siswa guru. • Siswa mengerjakan latihan soal yang ada di buku pegangan siswa. membuat kesimpulan akhir mengenai 15

perkembangan model atom yang dikuatkan kembali oleh

VII.

Alat dan Bahan (Sumber) a. Alat   : Papan tulis LCD
Anonim. Anonim. (2008). (2010). Model Model Atom Atom Thomson. Rutherford. [online]. [online]. Tersedia: Tersedia: http http // // reichmedia-

b. Sumber:
 chemistry.wikispaces.com, zz_plum_pudding. Png. [07 Agustus 2010]  2.web.britannica.com, 22476-004-6DC5AC69 .Gif. [02 Agustus 2010]   Chang, R.. (2004). Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. Jakarta : Penerbit Erlangga. Sunarya, Y., Agus S.. (2009). Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional.

VIII. Penilaian a. b. Aspek yang dinilai c. Jenis Penilaian d. Bentuk Instrumen

Teknik Penilaian : Tes / Assessment : Pengetahuan dan Sikap : Penilaian hasil : Soal

Bandung, ___________ Mengetahui, Kepala SMA Santa Angela

Bandung, ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum

Bandung, 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia

Sr. Florentia Mujiyati, OSU

P.D. Boedisantoso, M.Pd.

Carolus B. Wisnu A, S.Pd.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
KTSP Kimia Kelas X 25

Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Sub Materi Alokasi Waktu

: SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Struktur Atom : Struktur Elektron Atom : 6 x 45 menit

I. II.

Standar Kompetensi Memahami struktur atom, sifat-sifat periodik unsur, dan ikatan kimia. Kompetensi Dasar Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr, sifat-sifat unsur, massa atom relatif, dan sifat- sifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya, melalui pemahaman konfigurasi elektron

III.

Indikator o Menjelaskan struktur elektron pada atom berdasarkan teori atom Bohr o Menentukan jumlah proton, elektron, dan neutron suatu unsur berdasarkan nomor atom dan nomor massa dan sebaliknya. o Menentukan isotop, isobar, dan isoton suatu unsur. o Menentukan elektron valensi unsur dari konfigurasi elektron dan tabel periodik.

IV.

Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, diharapkan siswa dapat: o Menjelaskan struktur elektron pada atom berdasarkan teori atom Bohr. o Menentukan jumlah proton, elektron, dan neutron suatu unsur berdasarkan nomor atom dan nomor massa dan sebaliknya. o Menentukan isotop, isobar, dan isoton suatu unsur.

V.

Uraian Materi Pembelajaran 1. Struktur elektron atom berdasarkan teori atom Bohr a. Menurut Hukum Fisika Klasik, model atom Rutherford yang menggambarkan bahwa elektron bergerak bebas mengelilingi inti tidak stabil, karena elektron akan kehilangan energinya dan akan jatuh ke inti, pada akhirnya atom akan musnah b. Bohr menyatakan bahwa tiap elektron dalam atom hanya dapat menempati kulit tertentu yang memiliki tingkat energi tertentu c. Spektrum atom hidrogen terbentuk akibat energi yang dipancarkan elektron ketika berpindah dari kulit pada keadaan tereksitasi ke kulit pada keadaan dasar d. Elektron dapat berpindah dari kulit dengan tingkat energi rendah ke kulit dengan tingkat energi lebih tinggi dengan menerima energi

KTSP Kimia Kelas X

26

3. Siswa mengenai memperhatikan konfigurasi elektron. unsur yang memiliki jumlah neutron sama disebut isoton. Siswa memperhatikan dan menjawab pertanyaan guru tentang interaksi dua 2. Unsur-unsur yang memiliki jumlah proton sama disebut isotop. 45 Siswa menjawab pertanyaan guru mengenai materi sebelumnya. Elektron dapat berpindah dari kulit dengan tingkat energi tinggi ke kulit dengan tingkat energi lebih rendah dengan melepaskan energi. 2.e. dan Demonstrasi Kegiatan Alokasi Waktu (menit) B. 4. Kegiatan Pembelajaran A. pertanyaan-pertanyaan Siswa memperhatikan proses terbentuknya spektrum atom hidrogen dan menjawab guru mengenai pergerakan elektron dalam suatu atom.langkah Pembelajaran KTSP Kimia Kelas X 27 . dan unsur yang memiliki nomor massa sama disebut isobar. Metode dan Pendekatan Pendekatan : Konsep Metode No 1. Langkah. 2. penjelasan guru berdasarkan notasi atom. (pertemuan kedua) 3. Ceramah. Siswa memperhatikan 30 postulat-postulat yang diajukan Bohr mengenai letak elektron dalam suatu atom dan menuangkan postulat tersebut dalam sebuah gambar model atom. 3. magnet. Kegiatan Inti (pertemuan pertama) 1. VI. Jumlah proton yang dimiliki atom merupakan nomor atom. sedangkan jumlah proton dan neutron disebut nomor massa. Pembukaan: 1. Massa atom dan massa molekul bersifat relatif. 2. 15 : Tanya jawab. Siswa menjawab pertanyaan guru mengenai penemuan partikel dasar penyusun atom.

. isoton. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. d. massa atom relatif. VIII. isotop.Sumber:  chemistry. R. Agus S.com. [02 Agustus 2010]  Chang. 5. 22476-004-6DC5AC69 . Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional.web. Alat:    Papan tulis LCD Tabel Periodik Unsur Anonim.. Png.. Y. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. a. Siswa memperhatikan sistem periodik unsur dan menanggapi penjelasan-penjelasan guru mengenai nomor atom dan nomor massa. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai massa atom relatif dan menghitung masa atom relatif dari suatu unsur. Rutherford. [07 Agustus 2010]  2.Gif. [online]. (2010). isotop. ___________ Mengetahui. Tersedia: Tersedia: http http // // reichmedia- 15 Alat dan Bahan (Sumber) a. (2004). (pertemuan keempat) 6. dan isobar. isobar dan isoton.(pertemuan ketiga) 4. [online]. (2008). Jakarta : Penerbit Erlangga. b. nomor atom. Penilaian Teknik Penilaian Aspek yang dinilai Jenis Penilaian Bentuk Instrumen : Tes / Assessment (waktu 2 x 45 menit) : Pengetahuan dan Sikap : Penilaian hasil : Soal Bandung.wikispaces. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. nomor massa.com. Anonim.britannica. zz_plum_pudding. Model Model Atom Atom Thomson. Kepala SMA Santa Angela KTSP Kimia Kelas X 28 . isobar dan isoton serta mengelompokan unsur-unsur yang termasuk dalam 3. Penutup • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai letak elektron dalam suatu atom. c. Jakarta : Penerbit Erlangga. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Bandung. a. VII.   . Sunarya. Siswa memperhatikan 45 30 penjelasan guru mengenai isotop. (2009).

massa atom relatif. o Menentukan massa atom relatif unsur dan senyawa.sifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya. afinitas elektron. IV. dan energi ionisasi). sifat-sifat unsur. dan energi ionisasi unsur-unsur seperiode dan segolongan berdasarkan data atau grafik dan nomor atom. II. dan sifat. dan energi ionisasi. melalui pemahaman konfigurasi elektron III. diharapkan siswa dapat: o menjelaskan perkembangan sistem periodik unsur dari sistem periodik unsur yang sederhana hingga sistem periodik unsur modern.Pd. M. o menjelaskan keteraturan sifat jari-jari atom. o mendeskripsikan keteraturan jari-jari atom. Uraian Materi Pembelajaran KTSP Kimia Kelas X 29 . dan ikatan kimia. Carolus B. Kompetensi Dasar Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr. o menentukan konfigurasi elektron dan elektron velensi. V. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini.Pd. keelektronegatifan. o Menentukan sifat-sifat unsur dan massa atom relatif dari tabel periodik.Sr. o Menentukan sifat-sifat unsur dan massa atom relatif dari tabel periodik. Wisnu A. o Menentukan golongan dan periode unsur-unsur dalam tabel periodik. keelektronegatifan. keelektronegatifan. Florentia Mujiyati.D. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Sistem Periodik Unsur : 6 x 45 menit I. Indikator o Membandingkan perkembangan sistem periodik melalui studi kepustakaan. Standar Kompetensi Memahami struktur atom. afinitas elektron. OSU P. o Menganalisis tabel atau grafik sifat keperiodikan unsur (jari-jari atom. afinitas elektron. Boedisantoso. S. sifat-sifat periodik unsur.

Siswa menyimak penjelasan guru mengenai tema dan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan. keelektro. John Newlands.negatifan.a. Susunan elektron dalam mengisi kulit atom disebut konfigurasi elektron. Secara berkelompok. dan energi ionisasi. (pertemuan ketiga) 4. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai sistem periodik modern melalui media presentasi. Beberapa sifat unsur antara lain jari-jari atom. Langkah. Ilmuwan yang berjasa dalam perkembangan sistem periodik unsur antara lain W. Secara berkelompok. Elektron yang ada dalam kulit terluar disebut elektron valensi. siswa mendiskusikan hubungan antara konfigurasi elektron dengan golongan dan periode kemudian mempresentasikanya di depan kelas. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan No 1. sistem siswa periodik mendiskusikan unsur dan 45 perkembangan 45 30 15 : : Konsep Kegiatan Alokasi Waktu (menit) B. c. f. 2. Siswa menjawab pertanyaan guru mengenai sistem periodik. Dobereiner. b.langkah Pembelajaran mempresentasikanya di depan kelas KTSP Kimia Kelas X 30 . dan Lothar Meyer. b. Pembukaan: • Apersepsi: a. VI. d. Dmitri Ivanovich Mendeleev. Siswa menjawab pertanyaan guru mengenai materi 2. Konfigurasi elektron digunakan untuk menentukan letak unsur dalam sistem periodik unsur. Kegiatan Inti (pertemuan pertama) 1. sebelumnya. e. (pertemuan kedua) 3. Elektron dalam atom terletak pada kulit atom. Kegiatan Pembelajaran A. afinitas elektron.

Teknik Penilaian : Tes / Assessment (waktu 1x45) . KTSP Kimia Kelas X 31 . Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. M.. Alat dan Bahan (Sumber) a. OSU P. Florentia Mujiyati. ___________ Mengetahui. Carolus B. 15 b. Boedisantoso. Alat:   Papan tulis LCD Chang. Sumber:    . Penilaian a.. (2009).D. (pertemuan kelima) 6. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. Aspek yang dinilai : Pengetahuan . Sikap dan Psikomotorik c..(pertemuan keempat) 5.Pd. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. VII. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. Wisnu A. Agus S. Lembar pengamatan Afektif dan Psikomotorik Bandung.Tugas kelompok. Siswa diberi tugas di rumah untuk menghapalkan unsurunsur dalam SPU. Secara kelas Penutup • • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai sistem periodik unsur yang dikuatkan kembali oleh guru. Jakarta : Penerbit Erlangga.Pd. siswa mendiskusikan sifat 30 keperiodikan unsur dan mempresentasikanya di depan 3. (2004). Kepala SMA Santa Angela Bandung. pengamatan perilaku b. VIII. S. pengamatan kerja. Bentuk Instrumen : Soal. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Jenis Penilaian : Penilaian Proses dan Penilaian hasil d. R. Sunarya. Jakarta : Penerbit Erlangga. Siswa memperhatikan penjelaan guru mengenai jari-jari atom dan sifat keperiodikanya. 45 berkelompok. Y. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional.

o menyebutkan senyawa ion. o Menjelaskan proses terjadinya ikatan ion dan contoh senyawanya. suatu unsur melepaskan elektron. Ikatan Ion : 6 x 45 menit I. ikatan kovalen.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Sub Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Ikatan Kimia : Struktur Lewis. Kompetensi Dasar Membandingkan proses pembentukan ikatan ion. diharapkan siswa dapat: o menjelaskan kencenderungan unsur untuk mencapai kestabilan. ikatan kovalen koordinasi. o Menggambarkan susunan elektron valensi gas mulia (duplet dan oktet) dan elektron valensi bukan gas mulia (struktur Lewis). sifat-sifat periodik unsur. V. KTSP Kimia Kelas X 32 . Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. Indikator o Menjelaskan kecenderungan suatu unsur untuk mencapai kestabilannya dengan cara berikatan dengan unsur lain. atau menggunakan elektron bersama. IV. Uraian Materi Pembelajaran a. Untuk mencapai kestabilannya. o menuliskan konfigurasi unsur gas mulia dan menjelaskan kestabilannya. o menjelaskan proses terjadinya ikatan ion. menangkap elektron. dan ikatan kimia II. Standar Kompetensi Memahami struktur atom. Lambang Lewis merupakan suatu model yang simpel dan informatif yang dapat digunakan untuk menjelaskan cara penyusunan elektron valensi dalam molekul. c. o menggambarkan lambang Lewis. dan ikatan logam serta hubungannya dengan sifat fisik senyawa yang terbentuk III. b. Konfigurasi unsur gas mulia merupakan konfigurasi yang stabil.

misalnya unsur alkali berikatan dengan unsur halogen. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai struktur Lewis. b. Siswa menuliskan konfigurasi elektron gas mulia di papan tulis. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai usaha unsur selain gas antara elektron. 2. Siswa 2. guru menjelaskan kestabilan yang diperlukan dalam kehidupan. menjawab pertanyaan guru mengenai konfigurasi elektron. (pertemuan kedua) 3. Pembukaan: • Apersepsi: a. 5. e. misalnya adanya ikatan antarteman dan ikatan suami istri. Ikatan ion adalah ikatan yang terjadi karena serah terima elektron. menangkap bersama. Langkah. elektron 45 kestabilannya. Siswa menyebutkan cenderung kestabilan. VI. diskusi A. KTSP Kimia Kelas X 33 unsur-unsur elektron yang untuk cenderung mencapai melepaskan elektron valensinya dan unsur-unsur yang menangkap 45 30 15 Kegiatan Alokasi Waktu (menit) . Kegiatan Inti (pertemuan pertama) 1. Metode dan Pendekatan Pendekatan : Konsep B. Ikatan ion merupakan ikatan yang terjadi antara unsur logam dengan unsur nonlogam. Kegiatan Pembelajaran Metode : Ceramah. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai kestabilan konfigurasi gas mulia. (pertemuan ketiga) 4. Dengan menggunakan peristiwa yang ada dalam kehidupan sehari-hari.langkah Pembelajaran No 1. mulia lain dan untuk melepaskan menggunakan mencapai elektron.d.

S. Y. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. pembentukan ikatan ion.Pd.D. Siswa diberi tugas untuk mengerjakan soal latihan pembentukan ikatan ion. Bandung. (2009). M. VIII. OSU P. Aspek yang dinilai c. R.Pd. Jakarta : Penerbit Erlangga.  . Alat dan Bahan (Sumber) a. VII. (2004). Siswa menyimak penjelasan guru mengenai proses 3. Florentia Mujiyati. Sikap dan Psikomotorik : Penilaian Proses dan Penilaian hasil : Soal. Penilaian a. KTSP Kimia Kelas X 34 . Teknik Penilaian b. Alat:   Papan tulis LCD 45 45 b. Bentuk Instrumen : Tes / Assessment (waktu 1x45) : Pengetahuan . 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr.. Carolus B..(pertemuan keempat) 6. Wisnu A.  Sunarya. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Agus S. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung.. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. ___________ Mengetahui. Penutup • • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai sistem periodik unsur yang dikuatkan kembali oleh guru. Sumber:  Chang. Jakarta : Penerbit Erlangga. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. Boedisantoso. Kepala SMA Santa Angela Bandung. Jenis Penilaian d.

o Menjelaskan proses terbentuknya ikatan kovelen rangkap serta contoh senyawanya. dan ikatan logam serta hubungannya dengan sifat fisik senyawa yang terbentuk III.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Sub Materi Pokok : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Ikatan kimia : Ikatan kovalen tunggal. o menyebutkan contoh-contoh senyawa kovalen. Metode dan Pendekatan Metode KTSP Kimia Kelas X : Ceramah. Standar Kompetensi Memahami struktur atom. ikatan kovalen koordinasi. Kompetensi Dasar Membandingkan proses pembentukan ikatan ion. diharapkan siswa dapat o menjelaskan proses terjadinya ikatan kovalen. misalnya antar unsur halogen. rangkap dan koordinat Alokasi Waktu : 6 x 45 menit I. Indikator o Menjelaskan proses terbentuknya ikatan kovalen tunggal serta contoh senyawanya. diskusi 35 Pendekatan : Konsep . Ikatan kovalen merupakan ikatan yang terjadi antarunsur nonlogam. VI. V. o Menjelaskan proses terbentuknya ikatan kovalen koordinat serta contoh senyawanya. sifat-sifat periodik unsur. b. Ikatan kovalen adalah ikatan yang terjadi karena penggunaan bersama elektron. Uraian Materi Pembelajaran a. IV. Kegiatan Pembelajaran A. o menggambarkan strutur lewis ikatan kovalen. dan ikatan kimia II. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. o menjelaskan proses terjadinya ikatan kovalen rangkap dan kovalen koordinat o menggambarkan strutur lewis ikatan kovalen. ikatan kovalen.

Siswa menyimak penjelasan guru mengenai konsepkonsep dasar yang menyebabkan terjadinya ikatan kovalen. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai ikatan kovalen koordinat. KTSP Kimia Kelas X 36 15 75 90 60 30 . N. rangkap dua. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai pembentukan ikatan kovalen tunggal. senyawa organisasi guru kovalen yang menganalogikan seperti saling dalam memberi 15 Kegiatan Alokasi Waktu (menit) kontsribusi dalam bentuk modal bersama. 2. dan rangkap tiga. Dengan menggunakan peristiwa yang ada dalam kehidupan pembentukan pembentukan sehari-hari. 2. Langkah. 6.B. dsb) 3. (pertemuan kedua). Siswa menggambarkan struktur lewis dari berbagai unsur non logam (C. Kegiatan Inti (pertemuan pertama) 1. (pertemuan keempat) 5. Siswa diberi tugas di rumah untuk membaca materi ikatan kovalen polar dan nonpolar.langkah Pembelajaran No 1. O. Siswa 3. Siswa mengerjakan soal latihan yang diberikan oleh guru. Cl. Pembukaan: • Apersepsi: a. mengerjakan soal latihan ikatan kovalen koordinasi Penutup • • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai ikatan kovalen yang dikuatkan kembali oleh guru. (pertemuan ketiga) 4.

M. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. R. Alat   Papan tulis LCD Chang.Pd..Sumber:    . Boedisantoso. : c. Kepala SMA Santa Angela Bandung. Jakarta : Penerbit Erlangga.. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. Y.VII. Agus S. S. Carolus B. Bandung. KTSP Kimia Kelas X 37 . Jakarta : Penerbit Erlangga.. ___________ Mengetahui.D. Sunarya. Alat dan Bahan (Sumber) A. Wisnu A. OSU P. (2009). Alat dan Bahan (Sumber) a. Florentia Mujiyati. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. (2004). 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti.Pd.

o Membedakan senyawa polar dengan senyawa nonpolar. Senyawa polar terjadi jika sepasang elektron yang digunakan untuk berikatan tertarik pada salah satu unsur yang berikatan. c. ikatan kovalen koordinasi. VI.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Ikatan Kovalen polar dan non Polar : 4 x 45 menit I. o Menjelaskan hubungan antara kepolaran dengan keelektronegatifan. Uraian Materi Pembelajaran a. V. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. dan ikatan logam serta hubungannya dengan sifat fisik senyawa yang terbentuk III. Indikator o Menyelidiki kepolaran beberapa senyawa dan hubungannya dengan keelektronegatifan melalui percobaan. diskusi : Konsep KTSP Kimia Kelas X 38 . Keelektronegatifan menunjukkan kecenderungan suatu atom untuk menangkap elektron. Standar Kompetensi Memahami struktur atom. Kegiatan Pembelajaran A. diharapkan siswa dapat: o Menjelaskan pengertian senyawa polar dan senyawa nonpolar. IV. b. ikatan kovalen. Kompetensi Dasar Membandingkan proses pembentukan ikatan ion. Senyawa nonpolar terjadi jika sepasang elektron yang digunakan untuk berikatan ditarik sama kuat oleh atom-atom yang berikatan. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan : Ceramah. sifat-sifat periodik unsur. dan ikatan kimia II.

Siswa menyimak penjelasan guru mengenai senyawa kovalen polar dan nonpolar berdasarkan video 45 demonstrasi. 5. (Pertemuan ketiga) 4.langkah Pembelajaran No 1. Alat :   Papan tulis LCD 39 KTSP Kimia Kelas X . menjelaskan kembali mengenai konsep keelektronegatifan yang telah dipelajari pada bab II. Kegiatan Inti (pertemuan pertama) 1. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai ikatan kovalen polar dan nonpolar. Siswa memperhatikan peragaan yang dilakukan oleh guru mengenai hubungan keelektronegatifan dengan ikatan kimia 2. (pertemuan kedua) 3. Pembukaan: • Apersepsi: a. Siswa bersama guru melakukan percobaan pengujian kepolaran terhadap beberapa larutan.B. Langkah. 15 75 30 15 Kegiatan Alokasi Waktu (menit) VII. Siswa menjawab pertanyaan guru mengenai ikatan kovalen b. polar dan nonpolar. Siswa menyebutkan beberapa contoh senyawa kovalen 3. Siswa 2. Alat dan Bahan (Sumber) a. Penutup • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai ikatan kovalen polar dan nonpolar serta ikatan logam yang dikuatkan kembali oleh guru. • Siswa diberi tugas di rumah untuk mengerjakan evaluasi bab 3 dan membaca materi stoikiometri.

KTSP Kimia Kelas X 40 . Bandung. Carolus B. (2004). R. Boedisantoso.Tugas kelompok. Jenis Penilaian : Penilaian Proses dan Penilaian hasil d. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. Wisnu A. (2009). ___________ Mengetahui. M. VIII. Bentuk Instrumen : Soal. Teknik Penilaian : Tes / Assessment (waktu 2x45) . pengamatan perilaku b. Jakarta : Penerbit Erlangga.   .b.Pd. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung.. Jakarta : Penerbit Erlangga. Kepala SMA Santa Angela Bandung. Florentia Mujiyati. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. Sikap dan Psikomotorik c. Agus S. OSU P.D. Y. pengamatan kerja. Sumber:  Chang... Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Penilaian a.Pd. Aspek yang dinilai : Pengetahuan . Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. Sunarya. S. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Elektron-elektron valensi logam bergerak bebas dan mengisi ruangruang di antara kisi-kisi kation logam yang bermuatan positif. dan ikatan logam serta hubungannya dengan sifat fisik senyawa yang terbentuk III. Oleh karena bergerak bebas. Indikator o Menjelaskan proses pembentukan ikatan logam dan hubungannya dengan sifat fisik logam. o Memprediksi jenis ikatan yang terjadi pada berbagai senyawa dan membandingkan dengan sifat fisiknya. Kompetensi Dasar Membandingkan proses pembentukan ikatan ion. Standar Kompetensi Memahami struktur atom. o Memprediksi jenis ikatan yang terjadi pada berbagai senyawa dan membandingkan dengan sifat fisiknya. elektron-elektron valensi dapat berpindah jika dipengaruhi oleh medan listrik atau panas. ikatan kovalen koordinasi. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. b. Teori Lautan Elektron Menurut teori ini. sifat-sifat periodik unsur. ikatan kovalen. Uraian Materi Pembelajaran 1. IV. kristal logam tersusun atas kation-kation logam yang terpateri di tempat (tidak bergerak) dikelilingi oleh lautan elektron valensi yang bergerak bebas dalam kisi Kristal. diharapkan siswa dapat: o Menjelaskan proses pembentukan ikatan logam dan hubungannya dengan sifat fisik logam. Ikatan pada logam Ikatan pada logam berbeda dengan ikatan kimia lainnya sebab elektronelektron dalam kristal logam bergerak bebas. dan ikatan kimia II. a. Ikatan logam terbentuk antara kation-kation logam dan elektron valensi. V.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Ikatan Logam : 4 x 45 menit I. Sifat mengkilap logam KTSP Kimia Kelas X 41 .

tetapi pergeseran ini tidak menyebabkan patah karena selalu dikelilingi oleh lautan electron. Lentur (tidak kaku) Kisi-kisi kation bersifat kaku (tetap di tempat). elektron-elektron valensi logam akan membawa muatan listrik ke seluruh logam dan bergerak menuju potensial yang lebih rendah sehingga terjadi aliran listrik dalam logam. Jika sejumlah kalor (panas) diserap oleh logam. Ketika elektron yang tereksitasi itu kembali ke keadaan dasar akan disertai pembebasan energi dalam bentuk cahaya atau kilap. Kegiatan Pembelajaran A.Menurut teori Drude-Lorentz. Sifat-sifat senyawa Oleh karena ikatan ion dan ikatan kovalen berbeda dalam proses pembentukannya maka senyawa yang dibentuknya juga memiliki sifatsifat fisika dan kimia yang berbeda. Akibatnya. Jika logam ditempa atau dibengkokkan terjadi pergeseran kationkation. c. d. diskusi : Konsep KTSP Kimia Kelas X 42 . VI. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan : Ceramah. 2. kalor dapat didistribusikan oleh logam ke seluruh kristal logam sehingga logam menjadi panas. Konduktor listrik dan panas Jika listrik dialirkan melalui logam. sedangkan electron valensi logam bergerak bebas. sebagian elektron valensi logam akan tereksitasi. jika cahaya tampak (visible) jatuh pada permukaan logam. elektron-elektron valensi logam akan bergerak lebih cepat dan elektron-elektron tersebut membawa sejumlah kalor yang diserap.

Siswa menjawab pertanyaan guru mengenai ikatan kovalen 2.B. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai proses terbentuknya ikatan logam yang terdapat dalam video. (pertemuan kedua) 3. Siswa memperhatikan dan menanggapi penjelasan guru mengenai 3. 15 30 45 15 Kegiatan Alokasi Waktu (menit) KTSP Kimia Kelas X 43 . kovalen. Penutup • • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai ikatan logam yang dikuatkan kembali oleh guru. (pertemuan ketiga) 4. dan logam. Siswa memperhatikan dan menanggapi penjelasan guru mengenai sifat-sifat ikatan logam yang mendukung teori lautan elektron yang terdapat dalam video. perbandingan sifat-sifat senyawa ion. Kegiatan Inti (Pertemuan pertama) 1. b. Pembukaan: • Apersepsi: a. Siswa diberi pengantar tentang sifat-sifat dari logam. Siswa diberi tugas di rumah untuk mengerjakan evaluasi bab 3 dan membaca materi stoikiometri.langkah Pembelajaran No 1. Langkah. Siswa memperhatikan video pembelajaran yang 30 ditampilkan oleh guru mengenai ikatan logam. 2.

D. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. Chang. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X..Pd. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. Jakarta : Penerbit Erlangga. FPMIPA UPI. Bandung. ___________ Mengetahui. OSU P. M. Teknik Penilaian b.Pd. Alat dan Bahan (Sumber) a. KTSP Kimia Kelas X 44 . b. Penilaian a. VIII. Jenis Penilaian d. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. Sunarya. R. Florentia Mujiyati. Kepala SMA Santa Angela Bandung. Sumber:     . Agus S. (2004). Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Evi Lutviana.. S. Bentuk Instrumen : Tes / Assessment (waktu 1x45) : Pengetahuan . Carolus B. Sikap dan Psikomotorik : Penilaian Proses dan Penilaian hasil : Soal. (2009). Aspek yang dinilai c. Jakarta : Penerbit Erlangga. Alat :   Papan tulis LCD Media pembelajaran ikatan logam ver1. Boedisantoso. Y. Wisnu A.0. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung..VII.

seperti Ca(ClO)2 atau kaporit. dan N2O4. di(dua). penambahan kata 'ida' tidak cukup sebab akan muncul senyawa dengan nama yang sama. NO2. Jika dua unsur dapat membentuk lebih dari satu senyawa. NaCO3 (soda kue). atau tetra-(empat) yang menunjukkan jumlah unsur. Untuk kasus ini. Senyawa poliatom umumnya mengandung oksigen. Indikator o Menuliskan nama-nama senyawa biner dari senyawa anorganik o Menuliskan nama-nama senyawa poli-atomik dari senyawa anorganik IV. Standar Kompetensi Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri). Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. III. Tata nama senyawa biner Senyawa biner adalah senyawa yang tersusun dari dua macam unsur. 2.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Tata Nama Senyawa Anorganik : 2 x 45 menit I. Uraian Materi Pembelajaran 1. nama senyawa ditambah dengan kata mono-(satu). Tata nama senyawa poliatom yang mengandung oksigen didasarkan pada jumlah KTSP Kimia Kelas X atom oksigen yang 45 . seperti NO. II. diharapkan siswa dapat: o Menuliskan nama-nama senyawa biner dari senyawa anorganik o Menuliskan nama-nama senyawa poli-atomik dari senyawa anorganik V. Tata nama senyawa poliatomik Senyawa yang tersusun lebih dari dua unsur digolongkan sebagai senyawa poliatom. Kompetensi Dasar Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana serta persamaan reaksinya. dan H2SO4 (asam sulfat). tri-(tiga). Penamaan senyawa ini didasarkan pada nama unsur pembentuknya yang ditulis secara berurutan sesuai penulisan rumus kimia (lambang senyawa) dan akhiran dari unsur keduanya diganti -ida.

Kegiatan Pembelajaran A. anorganik Penutup • • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai tata nama senyawa anorganik Siswa mengerjakan postest mengenai penamaan 30 senyawa kimia. diskusi : Konsep Kegiatan Alokasi Waktu (menit) B. Siswa menjawab pertanyaan guru mengenai jenisjenis senyawa di alam. Langkah. sedangkan senyawa yang lebih sedikit dari contoh senyawa di atas diberi awalan hipo-. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai tata nama senyawa biner 2. Tata nama senyawa tersebut tidak memadai setelah ditemukan senyawa yang mengandung atom oksigen lebih banyak atau lebih sedikit dari senyawa tersebut.langkah Pembelajaran KTSP Kimia Kelas X 46 . Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan No 1. Senyawa yang mengandung jumlah oksigen paling banyak diberi akhiran -at. Siswa mengerjakan latihan penamaan senyawa-senyawa 3. Siswa memperhatikan dan menanggapi penjelasan guru mengenai tata nama senyawa poli atomik (pertemuan kedua) 3. b. Pembukaan: • Apersepsi: a. 15 30 15 : Ceramah. alam Kegiatan Inti (pertemuan pertama) 1.dikandungnya. senyawa yang mengandung atom oksigen lebih banyak lagi diberi awalan per-. Siswa memperhatikan contoh-contoh senyawa di 2. VI. Untuk itu. sedangkan yang paling sedikit diberi akhiran -it.

Sumber:    . 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. M. Alat :   Papan tulis LCD Chang. Alat dan Bahan (Sumber) a. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Bandung. (2009). Kepala SMA Santa Angela Bandung. Jakarta : Penerbit Erlangga. (2004). ___________ Mengetahui. Carolus B. Y. Wisnu A.D. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. Florentia Mujiyati.. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. KTSP Kimia Kelas X 47 .. R.. S. b. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. Jakarta : Penerbit Erlangga.VII.Pd. Sunarya. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. Agus S. Boedisantoso.Pd. OSU P.

Dalam reaksi kimia terdapat zat-zat pereaksi dan zat-zat hasil reaksi. Uraian Materi Pembelajaran 1.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Persamaan Reaksi Sederhana : 4 x 45 menit I. Standar Kompetensi Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri). Jadi. Indikator o Menyetarakan reaksi sederhana o Menyebutkan nama-nama zat yang terlibat dalam suatu reaksi kimia atau sebaliknya IV. cara yang benar untuk menyetarakan persamaan reaksi adalah dengan cara menentukan nilai koefisien reaksi. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. Cara yang benar untuk menyetarakan persamaan reaksi adalah dengan bilangan di depan setiap rumus kimia dengan angka yang sesuai. Bilangan yang ditambahkan ini dinamakan koefisien reaksi. 3. III. diharapkan siswa dapat: o Menyetarakan reaksi sederhana o Menyebutkan nama-nama zat yang terlibat dalam suatu reaksi kimia atau sebaliknya V. Contoh-contoh persamaan reaksi a. Penyetaraan Persamaan Reaksi Suatu persamaan reaksi dikatakan benar jika memenuhi hukum kimia. 2. Persamaan Reaksi Persamaan reaksi didefinisikan sebagai persamaan yang menyatakan kesetaraan jumlah zat-zat yang terlibat dalam reaksi kimia dengan menggunakan rumus kimia. yaitu zat-zat yang terlibat dalam reaksi harus setara. baik jumlah zat maupun muatannya. Kompetensi Dasar Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana serta persamaan reaksinya. II. Reaksi penguraian KTSP Kimia Kelas X 48 .

guru Penutup • • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai persamaan reaksi dan reaksi kimia Siswa diberi review mengenai hukum-hukum dasar kimia. 2. b. Pembukaan: • Apersepsi: a. Reaksi penggabungan Reaksi penggabungan adalah reaksi dimana dua buah zat atau lebih bergabung membentuk satu jenis zat yang baru. KTSP Kimia Kelas X 49 30 45 75 : Ceramah. Siswa memperhatikan dan menanggapi penjelasan guru tentang langkah-langkah penyetaraan persamaan reaksi 4.langkah Pembelajaran . Langkah. penyebab-penyebab terjadinya perubahan kimia Kegiatan Inti 1. Siswa bersama guru melakukan percobaan mengenai perubahan kimia. Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang 2. Kegiatan Pembelajaran A. d. Siswa mengerjakan latihan penyetaraan reaksi bersama 3. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan No 1. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai definisi persamaan reaksi dan contoh-contohnya (pertemuan kedua) 3. Reaksi pendesakan Reaksi pendesakan atau disebut juga reaksi pertukaran tunggal adalah reaksi dimana suatu unsur menggantikan posisi unsur lain dalam suatu senyawa. Reaksi metatesis Reaksi metatesis atau reaksi pertukaran ganda adalah reaksi kimia yang melibatkan pertukaran antar ion-ion dalam senyawa yang bereaksi. VI. diskusi : Konsep Kegiatan Alokasi Waktu (menit) B.Reaksi penguraian adalah suatu reaksi senyawa tunggal terurai menjadi dua atau lebih zat yang baru. Siswa menjawab pertanyaan guru mengenai 15 fenomena-fenomena perubahan kimia di alam b. c.

Alat dan Bahan (Sumber) c.. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X.Pd. (2009). Boedisantoso. Alat :   Papan tulis LCD Chang.D. Jakarta : Penerbit Erlangga. ___________ Mengetahui. M. Bentuk Instrumen : Tes / Assessment (waktu 2x45) : Pengetahuan . IX. Sumber:    . (2004). S. Carolus B. Bandung. Sunarya. R.. KTSP Kimia Kelas X 50 . Agus S. Wisnu A. Teknik Penilaian f. Kepala SMA Santa Angela Bandung. Aspek yang dinilai g. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta : Penerbit Erlangga. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. Sikap dan Psikomotorik : Penilaian Proses dan Penilaian hasil : Soal.Pd. Jenis Penilaian h. OSU P. Florentia Mujiyati.VII. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. d. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. Penilaian e.. Y.

diharapkan siswa dapat: o Membuktikan berdasarkan percobaan bahwa massa zat sebelum dan sesudah reaksi tetap (hukum kekekalan massa/hukum Lavoisier). V. o Membuktikan berlakunya hukum kelipatan perban. hukum Proust (hukum perbandingan tetap). dan hukum Gay Lussac (hukum perbandingan volume) berdasarkan eksperimen atau data hasil eksperimen.dingan (hukum Dalton) pada beberapa peristiwa. c. Standar Kompetensi Memahami (stoikiometri) hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia II. Jika dua unsur dapat membentuk lebih dari satu senyawa. Indikator Menjelaskan hukum dasar kimia.kan hukum Gay Lussac. o Menghitung volume gas reaktan atau produk berdasar. o Menggunakan data percobaan untuk membuktikan hukum perbandingan volume (hukum Gay Lussac). yaitu massa sebelum reaksi sama dengan massa sesudah reaksi. perbandingan massa salah satu unsur KTSP Kimia Kelas X 51 . o Membuktikan berdasarkan percobaan dan menafsir. Uraian Materi Pembelajaran a. Dalam suatu reaksi kimia selalu berlaku hukum kekekalan massa. antara lain hukum kekekalan massa. b.kan data tentang massa dua unsur yang bersenyawa (hukum Proust). Perbandingan massa unsur dalam suatu senyawa selalu tetap. Kompetensi Dasar Membuktikan dan mengomunikasikan berlakunya hukum-hukum dasar kimia melalui percobaan serta menerapkan konsep mol dalam menyelesaikan perhitungan kimia III. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Hukum Dasar Kimia : 5 x 45 menit I. hukum Dalton (hukum kelipatan perbandingan). IV.

Kegiatan Inti (pertemuan pertama) • Siswa melakukan eksperimen hukum kekekalan massa. • Menganalisis 3. (pertemuan kedua) • Menganalisis membuktikan Proust). Kegiatan Pembelajaran A. Volume gas yang ikut dalam reaksi kimia jika diukur pada suhu dan tekanan yang sama. berbanding sebagai bilangan bulat dan sederhana. guru melakukan penilaian atau tes hasil belajar dan pemberian tugas untuk mengetahui ketercapaian indikator dan kompetensi. diskusi : Konsep Kegiatan Alokasi Waktu (menit) B. • Siswa membahas data hasil pengamatan untuk 75 15 : Ceramah. 15 KTSP Kimia Kelas X 52 . Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan No 1. Selanjutnya. Langkah. VII. Kegiatan Awal (Apersepsi) • Melalui diskusi kelas. (pertemuan ketiga) • Menganalisis Gay Lussac). d. siswa menyebutkan keteraturan yang ada di alam dengan mengikuti aturan tertentu 2. data hasil eksperimen untuk data hasil eksperimen untuk 30 data hasil eksperimen untuk 45 data hasil eksperimen untuk hukum perbandingan tetap (hukum membuktikan hukum kelipatan perbandingan (hukum membuktikan hukum perbandingan volume (hukum membuktikan hukum Avogadro. Penutup Siswa bersama-sama dengan guru membuat kesimpulan tentang hukum-hukum dasar kimia.langkah Pembelajaran memperoleh kesimpulan dari hukum kekekalan massa. • Menganalisis Dalton).pada tiap senyawa merupakan bilangan bulat dan sederhana.

Jakarta : Penerbit Erlangga. (2004). b.Pd. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. IX. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional.Pd. Carolus B. M. Alat   : Papan tulis LCD Chang.. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. Alat dan Bahan (Sumber) a. Sunarya. Bandung. Y. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. Aspek yang dinilai c. Bentuk Instrumen : Tes / Assessment (waktu 1x45) : Pengetahuan . Jenis Penilaian d.VIII... Kepala SMA Santa Angela Bandung. ___________ Mengetahui. Jakarta : Penerbit Erlangga. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. OSU P. Boedisantoso. KTSP Kimia Kelas X 53 . Sumber:    . S. (2009). Teknik Penilaian b. Florentia Mujiyati. Wisnu A. Penilaian a. R. Sikap dan Psikomotorik : Penilaian Proses dan Penilaian hasil : Soal.D. Agus S.

III. IV. II. Massa KTSP Kimia Kelas X 54 . Kompetensi Dasar Membuktikan dan mengkomunikasikan berlakunya hukum-hukum dasar kimia melalui percobaan serta menerapkan konsep mol dan menyelesaikan perhitungan kimia. Sedangkan massa rumus adalah massa senyawa ion yang dihitung berdasarkan setiap satuan rumus empirisnya. Massa atom relatif Massa atom relatif suatu unsur adalah perbandingan massa rata-rata suatu atom relatif terhadap 1 kali massa satu atom karbon-12. Analisis Materi Pelajaran A. Massa molekul relatif dan massa rumus relatif Massa molekul ditentukan oleh massa atom-atom penyusunnya. Ar X = massa atom relatif X Massa 1 atom C-12 = 12 sma Massa rata-rata atom X merupakan massa rata-rata dari semua isotop X yang ada di alam. Materi yang dikembangkan 1. Massa atom relatif tidak mempunyai satuan. Indikator 1. Menjelaskan pengertian mol sebagai satuan jumlah zat. massa dan volum zat. Standar Kompetensi Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri). Massa atom relatif diberi lambang Ar dan 12 dirumuskan sebagai berikut: Ar X = massa rata-rata suatu atom X 1/12 x massa 1 atom C-12 Dengan. Mengkonversikan jumlah zat dengan jumlah mol. Materi prasyarat Hukum dasar kimia B. 2.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Materi Pokok Sub Materi Pokok Kelas/ Semester Alokasi Waktu : Sekolah Menengah Atas (SMA) : Kimia : Stoikiometri : Konsep Mol : X/1 : 5 x 45 menit I. 2. yaitu merupakan jumlah dari massa seluruh atom yang menyusun molekul tersebut.

Hubungan antara volum molar gas dan jumlah mol gas dinyatakan sebagai berikut : n mol gas (pada STP) = n x 22. sedangkan massa rumus relatif suatu senyawa ion adalah jumlah massa atom relatif dari seluruh atom penyusun satu satuan rumus kimia senyawa ion. yaitu pada volum dan jumlah mol tetap. 3.4 liter c. Jika pengukuran dilakukan pada suhu 0oC dan tekanan 1 atm (STP). Massa molar Massa molar adalah massa zat itu yang sama dengan massa atom atau massa rumus zat tersebut dinyatakan dalam gram. berlaku P ≈ 2.602 x 1023 partikel . jumlah mol. Hukum Amonton. massa molekul relatif suatu senyawa molekul merupakan jumlah massa atom relatif (Ar) dari seluruh atom penyusun satu molekul senyawa. yaitu Mr. dan massa rumus (Mr) suatu zat adalah : a gram zat =  b. Massa 1 mol AB = (Mr AB) x gram. Mol Satu mol suatu zat adalah sejumlah partikel yang terkandung dalam suatu zat yang jumlahnya sama dengan banyaknya atom yang terdapat dalam 12. Volum molar Volum molar gas menyatakan volum 1 mol gas pada suhu dan tekanan tertentu. Hubungan antara massa. Hukum Boyle. maka P ≈ T 3. maka V ≈ T KTSP Kimia Kelas X 55 1 V  a  mol  Mr  1 kali massa satu atom C-12. Hukum gas ideal Beberapa hukum tentang gas yang berlaku pada gas ideal adalah : 1. L = bilangan Avogadro a. Satuan massa molar adalah gram/mol atau gram mol-1. yaitu pada tekanan dan jumlah mol tetap. 1 mol zat = L partikel = 1. didapat: Mr AxBy = massa rata-rata (x atom A + y atom B) 1/12 x massa 1 atom C-12 Mr AxBy = x(massa rata-rata 1 atom A )+ y (massa rata-rata 1 atom B) 1/12 x massa 1 atom C-12 Sehingga dapat disederhanakan menjadi : Mr AxBy = (x Ar A + y Ar B) Jadi. yaitu pada suhu tetap dan jumlah mol tetap.00 gram C-12. Hukum Charles. Massa molekul relatif dan massa rumus relatif memiliki lambang yang sama. sehingga 12 .molekul massa rumus merupakan perbandingan massa rata-rata suatu molekul atau satuan rumus suatu zat relatif (dibandingkan) terhadap Mr AxBy = massa rata-rata 1 molekul AxBy 1/12 x massa 1 atom C-12 Apabila dijabarkan lebih lanjut. volum molar gas tersebut sebagai volum molar standar.

M = n V Dengan. Pembukaan: • Apersepsi: 1. Langkah pembelajaran No 1. M = kemolaran alrutan n = jumlah mol zat terlarut V = volum larutan V. 2. Hipotesis avogadro. guru mengenai: Hukum-hukum dasar kimia Siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan 15 Kegiatan Alokasi Waktu (menit) KTSP Kimia Kelas X 56 . Satuan kemolaran adalah mol L-1 atau mmol mL-1. P = tekanan (atmosfer) T = suhu mutlak (kelvin = oC + 273) V = volum (liter) n = jumlah mol (mol) R = tetapan gas ideal (0. yaitu pada tekanan dan suhu tetap. Kemolaran Larutan Kemolaran menyatakan jumlah mol zat terlarut dalam tiap liter larutan. Metode Model : ceramah bermakna : Induktif-Deduktif Pendekatan : Konsep dan Proses B.4.082 L atm K-1 mol-1) 4. maka V ≈ n Dari keempat hukum tersebut dapat disimpulkan bahwa pada gas ideal berlaku persamaan : PV = nRT Dengan. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai tema dan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan. Kegiatan Pembelajaran A.

Siswa dengan berdiskusi mengerjakan beberapa latihan soal mengenai konsep mol yang diberikan guru. Kegiatan Inti (pertemuan pertama) 1. Penutup • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai konsep mol. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai hubungan antara mol dengan jumlah zat 3. 5. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai hubungan antara mol dengan kemolaran larutan 9. Siswa dengan berdiskusi mengerjakan beberapa latihan soal mengenai konsep mol yang diberikan guru. Siswa dengan berdiskusi mengerjakan beberapa latihan soal mengenai konsep mol yang diberikan guru. stoikiometri senyawa dan stoikiometri reaksi yang dikuatkan kembali oleh guru. (pertemuan kelima) 8. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai hubungan antara mol dengan volum molar gas 7. VI.2. Siswa dengan berdiskusi mengerjakan beberapa latihan soal mengenai konsep mol yang diberikan guru. (pertemuan kedua) 2. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai pengertian mol. (pertemuan ketiga) 4. • Siswa diberi tugas di rumah untuk mengerjakan latihan pada buku Kimia Mandiri dan membaca materi berikutnya. (pertemuan keempat) 6. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai hubungan antara mol dengan massa molar. 15 30 45 45 45 30 3. Alat dan Bahan (Sumber) 57 KTSP Kimia Kelas X .

S. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. (2004).Pd. Jakarta : Penerbit Erlangga. M. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KTSP Kimia Kelas X 58 . Jakarta : Penerbit Erlangga. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional.a. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. Boedisantoso. OSU P. R. Agus S.. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X.   .. Y. Bandung.D. Florentia Mujiyati. Alat   : Papan tulis LCD b. Sumber:  Chang. Carolus B. Kepala SMA Santa Angela Bandung..Pd. ___________ Mengetahui. (2009). Sunarya. Wisnu A.

Hidrat adalah zat padat yang mengikat beberapa molekul air sebagai bagian dari struktur kristalnya. maka air kristalnya akan lepas. Analisis Materi Pelajaran A. Jika suatu senyawa hidrat dipanaskan. Menentukan rumus molekul senyawa. kita dapat mengetahui komposisi zat tersebut. b. 4. Menentukan rumus kimia zat a. Standar Kompetensi Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri). maka ada sebagian atau seluruh air kristal dapat dilepas (menguap). 3. Pereaksi pembatas KTSP Kimia Kelas X 59 . 2. b. Rumus empiris merupakan perbandingan paling sederhana dari atom-atom unsur penyusun suatu senyawa. Air hidrat dan pereaksi pembatas a. Menentukan rumus kadar unsur dalam suatu senyawa. II. Rumus molekul merupakan rumus kimia yang menunjukan jumlah atom dari masingmasing unsur dalam suatu senyawa 2. Kompetensi Dasar Membuktikan dan mengkomunikasikan berlakunya hukum-hukum dasar kimia melalui percobaan serta menerapkan konsep mol dan menyelesaikan perhitungan kimia. Menentukan rumus empiris senyawa. Menentukan pereaksi pembatas dalam suatu reaksi. III. Materi prasyarat Hukum dasar kimia B. Menentukan kadar unsur dalam senyawa Dengan mengetahui jenis dan massa dari setiap komponen penyusun zat. Materi yang dikembangkan 1. Jika suatu hidrat dilarutkan dalam air.Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Materi Pokok Sub Materi Pokok Kelas/ Semester Alokasi Waktu : Sekolah Menengah Atas (SMA) : Kimia : Stoikiometri : Stoikiometri Senyawa dan Stoikiometri Reaksi : X/1 : 7 x 45 menit I. Kadar = massa komponen / massa zat x 100% 3. Komposisi zat dinyatakan dalam persen massa (% massa) atau disebut juga kadar. Indikator 1. IV.

KTSP Kimia Kelas X 60 60 60 75 15 : ceramah bermakna : Induktif-Deduktif Kegiatan Alokasi Waktu (menit) Pendekatan : Konsep dan Proses B. Hal ini menyebabkan ada pereaksi yang akan habis bereaksi lebih dahulu yang disebut sebagai pereaksi pembatas. 2. Kegiatan Pembelajaran A. Siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan guru mengenai: Hukum-hukum dasar kimia Perhitungan mol 2. Siswa membuat kesimpulan dari pengertian pereaksi pembatas dan air hidrat. rumus molekul dan cara menentukan kadar unsur dalam suatu senyawa. Langkah pembelajaran . Siswa mempresentasikan hasil pengamatan yang telah dirumuskan. 2. Siswa menyimak penegasan guru mengenai konsep pereaksi pembatas dan senyawa hidrat. 5. (pertemuan ketiga) 6. Pembukaan: • Apersepsi: 1. V. Kegiatan Inti (pertemuan pertama) 1. Metode Model No 1. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai rumus empiris. Siswa secara berkelompok dan bersama dengan guru melakukan percobaan pereaksi pembatas dan senyawa hidrat. perbandingan mol zat-zat pereaksi yang ditambahkan tidak selalu sama dengan perbandingan koefisien reaksinya. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai tema dan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan. (pertemuan kedua) 4. Siswa dengan berdiskusi mengerjakan beberapa latihan soal mengenai pereaksi pembatas dan senyawa hidrat yang diberikan oleh guru.Pada suatu reaksi kimia. 3.

Boedisantoso. Sikap dan Psikomotorik c.7. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti.. Jenis Penilaian : Penilaian Proses dan Penilaian hasil d. 15 b..Pd. pengamatan perilaku b. Sumber:    . Carolus B. Aspek yang dinilai : Pengetahuan . pengamatan kerja. S. VII. Penilaian a. Alat:   Papan tulis LCD Chang. Agus S.Tugas kelompok. Siswa dengan berdiskusi mengerjakan beberapa latihan soal mengenai stoikiometri reaksi tersebut yang yang 3. Penutup • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai konsep mol. M. R. (2009). RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KTSP Kimia Kelas X 61 . Mudah dan Aktif Belajar Kimia. (2004). Wisnu A. Jakarta : Penerbit Erlangga.. Florentia Mujiyati. stoikiometri senyawa dan stoikiometri reaksi yang dikuatkan kembali oleh guru. Y. Jakarta : Penerbit Erlangga.D. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. VI. Sunarya. Alat dan Bahan (Sumber) a. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. Lembar pengamatan Afektif dan Psikomotorik Bandung. Teknik Penilaian : Tes / Assessment (waktu 2x45) . Bentuk Instrumen : Soal. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. OSU P. ___________ Mengetahui. Kepala SMA Santa Angela Bandung. ada di buku mandiri kimia.Pd. • Siswa diberi tugas di rumah untuk mengerjakan latihan pada buku Kimia SMA Kelas X dan membaca materi berikutnya. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Dalam kehidupan sehari-hari banyak kita jumpai contoh larutan elektrolit dan larutan non-elektrolit. II. Indikator  Merancang dan melakukan percobaan untuk mengidentifikasi sifat-sifat larutan nonelektrolit dan elektrolit dalam diskusi kelompok di laboratorium. Misalnya. III. Larutan non-elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan listrik. Materi a. bola lampu pijar akan menyala. Mengidentifikasi sifat-sifat larutan elektrolit kuat setelah melakukan percobaan. Hal tersebut menunjukkan bahwa larutan garam dapat menghantarkan listrik atau dengan kata lain larutan garam merupakan larutan elektrolit. Mengidentifikasi sifat-sifat larutan non-elektrolit setelah melakukan percobaan.    Materi Prasyarat Komponen larutan Ionisasi Bentuk molekul dan ion Berdasarkan daya hantar listrik larutan. Menyimpulkan perbedaan sifat dan jenis larutan non-elektrolit dan elektrolit. larutan garam dapur jika diuji dengan alat penguji elektrolit. Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat larutan non-elektrolit dan elektrolit. Menjelaskan penyebab kemampuan larutan larutan elektrolit menghantarkan arus listrik. Jika larutan gula diuji dengan alat penguji elektrolit. Kompetensi Dasar Mengidentifikasi sifat larutan non-elektrolit dan elektrolit berdasarkan data hasil percobaan. Materi yang dikembangkan KTSP Kimia Kelas X 62 . Mengidentifikasi sifat-sifat larutan elektrolit lemah setelah melakukan percobaan. Dengan demikian larutan gula bukan merupakan larutan elektrolit atau larutan gula merupakan larutan non-elektrolit. Tujuan Pembelajaran: Siswa dapat:      IV. bola lampu pijar tidak akan menyala dan pada kedua elektrode tidak terjadi perubahan. b. Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan listrik. larutan dapat dibedakan atas dua jenis.Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/2 : Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit : 6 x 45 menit I. yaitu larutan elektrolit dan larutan non-elektrolit. serta reaksi oksidasi-reduksi.

larutan alkohol. air laut. Jadi pada konsentrasi yang sama. larutan kapur sirih. larutan pembersih porselen/keramik. Larutan elektrolit yang daya hantar listriknya relatif baik walaupun konsentrasinya kecil termasuk jenis larutan elektrolit kuat. larutan cuka. air aki (larutan asam sulfat). Bagaimana suatu larutan dapat menghantarkan listrik? Svante Arrhenius. sedangkan ion-ion negatif atau anion akan bergerak menuju kutub positif (anode).Adapun contoh larutan elektrolit dan non-elektrolit dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut: Larutan elektrolit: Larutan garam dapur. Pendekatan dan Metode Pendekatan Metode No. larutan elektrolit kuat mempunyai daya hantar listrik yang lebih baik daripada larutan elektrolit lemah. ceramah dan diskusi Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu 63 B. maka ion-ion positif atau kation yang berbeda dalam larutan akan bergerak menuju kutub negatif (katode). Pada konsentrasi yang sama. Daya hantar larutan elektrolit berbeda-beda tergantung pada jenis larutan dan jumlah zat terlarut. Larutan non-elektrolit: Larutan gula. Pada katode (kutub negatif) terjadi penangkapan atau penerimaan elektrolit oleh ion-ion positif. dan larutan urea. air sungai. Pada anode (kutub positif) terjadi pelepasan elektron oleh ion-ion negatif. dan larutan amoniak. larutan elektrolit kuat daya hantar listriknya lebih baik dari pada larutan elektrolit lemah. air sungai. Elektron-elektron oleh ionion negatif akan mengalir menuju katode melalui rangkaian sumber arus searah (baterai) seperti yang diperlihatkan oleh gambar berikut: V. Perbedaan daya hantar listrik larutan dapat dilihat dari menyala atau tidaknya bola lampu. Jika ke dalam larutan elektrolit dicelupkan elektrode dari sumber arus searah (baterai). sedangkan larutan elektrolit yang daya hantarlistriknya relatif kurang baik walaupun konsentrasinya besar termasuk jenis larutan elektrolit lemah. ilmuwan Swedia 1887 menjelaskan bahwa dalam larutan elektrolit terdapat ion-ion positif dan ion-ion negatif yang bergerak bebas. Skenario Pembelajaran KTSP Kimia Kelas X . Kegiatan Pembelajaran A. Ion-ion itulah yang menghantarkan arus listrik. : Keterampilan proses : Praktikum.

15 Siswa diberi beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan materi larutan elektrolit-non elektrolit. misalnya:  Apa pernah kalian tersengat basah?  Apakah kalian pernah melihat orang yang menangkap ikan dengan mencelupkan suatu alat yang dialiri listrik sehingga ikan tersebut tersengat arus listrik dan mati?  Bagaimana semua hal itu dapat terjadi?  Siswa diberi pengarahan bahwa mereka akan menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut setelah melakukan pembelajaran hari ini. Pendahuluan  Guru memberikan salam pembuka.  Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok disediakan modul sebagai petunjuk praktikum. listrik ketika tangan kalian Motivasi:  2.(Menit) 1. Kegiatan inti (pertemuan pertama)  Siswa diuji pengetahuan awalnya dengan melemparkan beberapa pertanyaan sebagai berikut:  Apa yang kalian pikirkan ketika mendengar istilah larutan elektrolit?  Lalu apa yang dimaksud dengan larutan elektrolit?  Ada pula yang disebut dengan larutan non-elektrolit. (pertemuan kedua) 75 KTSP Kimia Kelas X 64 .  Dengan bimbingan guru siswa melakukan prosedur percobaan yang sudah tertera dalam LKS.  Dengan bimbingan guru siswa menyiapkan peralatan praktikum larutan elektrolit-non elektrolit. apa yang dimaksud dengan larutan non-elektrolit? (Sebelumnya siswa sudah ditugaskan untuk membawa peralatan praktikum larutan elektrolit-non elektrolit)  Siswa diberitahu bahwa pada pertemuan kali ini akan melakukan percobaan mengenai larutan elektrolit dan nonelektrolit.

 Setiap kelompok berdiskusi untuk menyelesaikan soal-soal yang terdapat dalam modul. jawaban pertanyaan modul hasil diskusi 60    Dengan bimbingan guru. Alat dan Bahan (Sumber) 65 KTSP Kimia Kelas X .  Kesimpulan yang dikemukakan oleh siswa. ion-ion yang bergerak sehingga dapat menghantarkan arus listrik. Perwakilan dari 1 atau 2 kelompok mengemukakan kesimpulan dari hasil percobaan. Siswa perwakilan dari beberapa kelompok bergantian menyebutkan kelompok. bimbingan hasil guru. Perwakilan dari 2 hingga 3 kelompok menuliskan hasil pengamatan di papan tulis. belajar siswa diminta larutan mengemukakan elektrolit-non 15 kesimpulan mengenai 60 VI. diperkuat kembali oleh guru  Siswa diberi tugas membuat laporan praktikum yang telah dilakukan. pemahaman siswa.  (pertemuan ketiga)  Kesimpulan yang dikemukakan oleh siswa. Penutup  Dengan elektrolit.  Dengan bantuan charta..  Guru memberikan salam penutup. siswa mengoreksi tiap jawaban dari pertanyaan dalam modul. siswa ditunjukkan gambaran mikroskopis sederhana larutan elektrolit untuk memperkuat 3. diperkuat kembali oleh guru   Siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut: Mengapa larutan elektrolit dapat menyebabkan bola lampu menyala?  Atas jawaban siswa guru mengarahkan pertanyaan tersebut ke arah penjelasan mengenai ionisasi.

a. Alat:    Papan tulis LCD LKS

b. Sumber:
 Chang, R.. (2004). Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. Jakarta : Penerbit Erlangga.


. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. Jakarta : Penerbit Erlangga.
Sunarya, Y., Agus S.. (2009). Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional.

VII. Penilaian a. Teknik Penilaian : Tes / Assessment (waktu 1x45) ,Tugas kelompok, pengamatan kerja, pengamatan perilaku b. Aspek yang dinilai : Pengetahuan , Sikap dan Psikomotorik c. Jenis Penilaian : Penilaian Proses dan Penilaian hasil d. Bentuk Instrumen : Soal, Lembar pengamatan Afektif dan Psikomotorik

Bandung, ___________ Mengetahui, Kepala SMA Santa Angela

Bandung, ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum

Bandung, 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia

Sr. Florentia Mujiyati, OSU

P.D. Boedisantoso, M.Pd.

Carolus B. Wisnu A, S.Pd.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
KTSP Kimia Kelas X 66

Satuan Tingkat Pendidikan : SMA Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : Kimia : X/1 : Perkembangan Reaksi Redox : 2 x 45 menit

I.

Standar Kompetensi Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri).

II. Kompetensi Dasar Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana serta persamaan reaksinya. III. Indikator Menentukan konsep reaksi oksidasi dan reduksi berdasarkan pengikatan dan pelepasan oksigen, penerimaan dan pelepasan electron. IV. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, diharapkan siswa dapat: 1. Menjelaskan konsep redoks berdasarkan pengikatan dan pelepasan oksigen. 2. Menjelaskan konsep redoks berdasarkan penerimaan dan pelepasan elektron. 3. Menentukan reaksi mana yang merupakan redoks dan mana yang bukan. 4. Menentukan oksidator dan reduktor dalam suatu reaksi V. Uraian Materi Pembelajaran 1. Pengikatan Oksigen Sejak dulu, para pakar kimia sudah mengetahui bahwa oksigen dapat bereaksi dengan banyak unsur. Senyawa yang terbentuk dari hasil reaksi dengan oksigen dinamakan oksida sehingga reaksi antara oksigen dan suatu unsur dinamakan reaksi oksidasi. Karat besi adalah senyawa yang terbentuk dari hasil reaksi antara besi dan oksigen (besi oksida). Perkaratan besi merupakan salah satu contoh dari reaksi oksidasi. Persamaan reaksi pembentukan oksida besi dapat ditulis sebagai berikut.
4Fe(s) + 3O2(g) → 2Fe2O3(s)

Pada reaksi tersebut, besi mengalami oksidasi dengan cara mengikatoksigen menjadi besi oksida. Kebalikan dari reaksi oksidasi dinamakan reaksi reduksi. Pada reaksi reduksi terjadi pelepasan oksigen. Besi oksida dapat direduksi dengan
cara direaksikan dengan gas hidrogen, persamaan reaksinya: Fe2O3(s) + 3H2(g) → 2Fe(s) + 3H2O(g)

2. Pelepasan dan Penerimaan Elektron KTSP Kimia Kelas X 67

Konsep redoks yang melibatkan transfer elektron berkembang setelah diketahui adanya elektron dalam atom dan reaksi pembentukan senyawa ion (lihat kembali topik ikatan ion). Tuliskan pembentukan senyawa NaCl dari unsur-unsurnya. Spesi manakah yang melepaskan elektron dan yang menerima elektron? Dalam konsep redoks, peristiwa pelepasan elektron dinamakan oksidasi, sedangkan peristiwa penerimaan elektron dinamakan reduksi. Pada pembentukan senyawa NaCl dari unsur-unsurnya, atom natrium mengalami oksidasi, sedangkan atom klorin mengalami reduksi. Penggabungan kedua proses itu dinamakan reaksi redoks. Reaksi redoks pada peristiwa perkaratan besi dapat dijelaskan dengan reaksi berikut: 2Fe →2Fe3+ + 6e– (oksidasi) 3O2 + 6e– →3O2– (reduksi) 3. Reduktor dan Oksidator Berdasarkan uraian sebelumnya, apa yang dapat Anda simpulkan mengenai zat-zat kimia dihubungkan dengan konsep redoks? Semua zat kimia dapat dikelompokkan ke dalam dua kelompok, yakni zat-zat yang mengalami oksidasi dan zat-zat yang mengalami reduksi. Dalam reaksi redoks, pereaksi yang dapat mengoksidasi pereaksi lain dinamakan zat pengoksidasi atau oksidator. Sebaliknya, zat yang dapat mereduksi zat lain dinamakan zat pereduksi atau reduktor. VI. Kegiatan Pembelajaran A. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan No 1. Pembukaan : Siswa member salam kepada guru. 15 Siswa memahami tujuan pembelajaran yang disampaikan oleh guru. Siswa diperkenalkan mengenai pembelajaran hari ini sehingga termotivasi untuk mengikuti pelajaran dengan atraktif. Siswa memperhatikan demonstrasi yang diperagakan di depan kelas. c. Siswa menjawab pertanyaan guru berdasarkan 2. demonstrasi yang ditunjukan. Pembelajaran inti (konsep redoks berdasarkan pelepasan dan pengikatan 30 KTSP Kimia Kelas X 68 : Ceramah, diskusi : Konsep Kegiatan Alokasi Waktu (menit)

B. Langkah- langkah Pembelajaran

3. Siswa mengajukan pertanyaan berdasarkan penjelasan yang telah disampaikan. Siswa mengajukan pertanyaan berdasarkan 30 penjelasan yang telah disampaikan. (konsep redoks berdasarkan pelepasan dan pengikatan elektron) Siswa memperhatikan guru yang menampilkan contoh persamaan reaksi redoks yang berhubungan dengan konsep redoks kedua. Penutup .oksigen) Siswa memperhatikan guru yang menampilkan contoh persamaan reaksi redoks yang berhubungan dengan konsep redoks pertama. Alat :  Papan tulis 69 KTSP Kimia Kelas X . Alat dan Bahan (Sumber) a. Siswa menyampaikan tanggapan terhadap penjelasan tersebut dan mengajukan pertanyaan. VII. Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai reaksi redoks tersebut. .Siswa dan guru melakukan pembelajaran penguatan yang dan telah 15 menyimpulkan dilaksanakan. Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai reaksi redoks tersebut.Siswa mengerjakan post test yang diberikan oleh guru. Siswa menyampaikan tanggapan terhadap penjelasan tersebut dan mengajukan pertanyaan.

Mudah dan Aktif Belajar Kimia. (2004). b.. R. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran KTSP Kimia Kelas X : SMA SANTA ANGELA : Kimia 70 . Sumber:    . Jakarta : Penerbit Erlangga. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. 21 Maret 2013 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Carolus B. Jakarta : Penerbit Erlangga. Agus S. Bandung.. LCD Chang. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. Y. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. S. Wisnu A. (2009). Sunarya..Pd.

Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : X/1 : Bilangan Oksidasi : 4 x 45 menit I. Menentukan tata nama senyawa berdasarkan aturan IUPAC. Standar Kompetensi Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri). Kompetensi Dasar Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana serta persamaan reaksinya. 5. Menentukan rumus kimia senyawa berdasarkan aturan IUPAC. Menentukan oksidator dan reduktor dalam reaksi redoks. Menentukan bilangan oksidasi dari suatu atom unsur dalam senyawa ion atau senyawa molekuler. V. Dalam bentuk unsur dan molekul unsurbilangan oksidasi atom-atomnya sama dengan nol. 6. IV. III. yaitu sebagai berikut. Menjelaskan konsep reaksi redoks berdasarkan kenaikan dan penurunan bilangan oksidasi. 2. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. 2. Uraian Materi Pembelajaran 1. eg : biloks Na dalam unsur Na = 0 biloks Cl dalam unsur Cl2 = 0 b. Menentukan konsep reaksi oksidasi dan reduksi berdasarkan peningkatan dan penurunan bilangan oksidasi. 4. diharapkan siswa dapat: 1. Menjelaskan aturan bilangan oksidasi. para pakar kimia bersepakat mengembangkan aturan yang berkaitan dengan biloks unsur. Menentukan bilangan oksidasi dari atom dalam suatu senyawa netral atau senyawa ion. Menentukan tata nama senyawa berdasarkan aturan IUPAC. Indikator 1. 3. II. bilangan oksidasi atom-atom sama dengan muatan kation dan anionnya eg : KTSP Kimia Kelas X biloks Na dalam senyawa ion NaCl = +1 71 . 3. Bilangan Oksidasi dan Penentuan Bilangan Oksidasi Bagaimana menentukan bilangan oksidasi (biloks) atom suatu unsur? Dalam hal ini. Dalam senyawa ion. a.

tata namanya ditambah angka romawi dalam tanda kurung yang menunjukkan harga biloks. VI. kecuali dalam senyawa hidrida sama dengan –1 f. Biloks atom hidrogen dalam senyawa adalah +1. NaBr. Tata nama tersebut berlaku untuk zat molekuler atau senyawa ion yang mengandung kation hanya memiliki satu harga muatan atau biloks logam golongan IA dan IIA. 2. Reaksi Reduksi Oksidasi dan Bilangan Oksidasi Oleh karena banyak reaksi redoks yang tidak dapat dijelaskan dengan konsep pengikatan oksigen maupun transfer elektron maka para pakar kimia mengembangkan konsep alternatif. Biloks atom oksigen dalam senyawa adalah –2. eg. Tata Nama Senyawa dan Biloks Pada bab sebelumnya.langkah Pembelajaran No Kegiatan Alokasi Waktu (menit) KTSP Kimia Kelas X 72 . Biloks atom-atom unsur halogen (F. jika dalam reaksi bilangan oksidasi atom meningkat maka atom tersebut mengalami oksidasi. kecuali dalam peroksida (H2O2.biloks Cl dalam senyawa ion NaCl = -1 c. Sebaliknya. Biloks atom golongan IA dalam semua senyawa adalah +1. Angka romawi tersebut tidak terpisahkan dari nama kationnya. diskusi : Konsep B. Cl. I) dalam senyawa biner adalah –1. Kegiatan Pembelajaran A. Apa yang dimaksud dengan reaksi disproporsionasi? Reaksi disproporsionasi atau disebut juga reaksi swaredoks adalah suatu reaksi yang mengalami oksidasi dan juga reduksi pada pereaksinya. Jumlah total bilangan oksidasi dalam senyawa netral sama dengan nol Jumlah total bilangan oksidasi untuk ion sama dengan muatan ionnya. Biloks atom golongan IIA dalam semua senyawa adalah +2 d. Untuk kation-kation logam yang memiliki lebih dari satu harga biloks (khususnya unsurunsur transisi). Anda telah belajar tata nama senyawa biner dan senyawa poliatom. AgCl. 3. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan : Ceramah. Na2O) sama dengan –1 dan dalam superoksidasama dengan –1/2 g. Menurut konsep ini. HF e. Br. jika bilangan oksidasinya turun maka atom tersebut mengalami reduksi. KI. yaitu perubahan bilangan oksidasi. Langkah.

Siswa diperkenalkan mengenai pembelajaran hari ini sehingga termotivasi untuk mengikuti pelajaran dengan atraktif. siswa 90 berdasarkan aturan bilangan menentukan bilangan oksidasi dari masing-masing atom yang tertera pada reaksi tersebut.Siswa diberikan contooh persamaan oksidasi. Siswa mengerjakan latihan yang berhubungan dengan penentuan bilangan oksidasi dalam suatu senyawa dan menuliskanya di papan tulis. KTSP Kimia Kelas X 73 . (menentukan bilangan oksidasi pada senyawa ionik) Siswa memperhatikan contoh senyawa ion yang diberikan oleh guru. (reaksi redoks berdasarkan peningkatan dan penurunan bilangan oksidasi) . 30 Siswa memapehatikan dan memahami tujuan pembelajaran yang disampaikan oleh guru. Siswa memperhatikan penguatan konsep reaksi redoks berdasarkan oksigen dan electron. Siswa mengerjakan latihan yang berhubungan 60 dengan penentuan bilangan oksidasi dalam suatu senyawa ion dan menuliskanya di papan tulis. Pembukaan : Siswa member salam kepada guru.1. Siswa memperhatikan penjelasaan guru mengenai konsep reaksi redoks berdasarkan konsep perubahan bilangan oksidasi. reaksi. Pembelajaran inti (menentukan bilangan oksidasi pada senyawa netral) Siswa memperhatikan contoh senyawa yang 60 diberikan oleh guru. tentang kelemahan konsep redoks yang 2. telah dipelajari. Siswa memahami permasalahan yang disampaikan oleh guru.

Siswa bersama dengan guru membuat penguatan dan menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan.. Carolus B. 30 VII. b. Y. Sumber:    . Boedisantoso. Florentia Mujiyati. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung..Siswa mengerjakan posttest yang diberikan oleh guru. (2004). M. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran KTSP Kimia Kelas X : SMA SANTA ANGELA : Kimia 74 . OSU P. Penutup . 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. Sunarya. Alat dan Bahan (Sumber) a. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti.3. R. Agus S. Jakarta : Penerbit Erlangga. Kepala SMA Santa Angela Bandung. . Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta : Penerbit Erlangga. (2009).D. ___________ Mengetahui. S. Alat :   Papan tulis LCD Chang.. . Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X.Pd. Wisnu A.Siswa secara berkelompok diberikan tugas untuk mencari benda-benda yang berhubungan dengan aplikasi konsep redoks dalam kehidupan sehari-hari.Pd. Bandung.

Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan : Ceramah. Kegiatan Pembelajaran A. V. III. dan baterai nikel-kadmium (nicad). diharapkan siswa dapat: 5. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. Sel Volta Komersial Sel Volta adalah sumber energi listrik siap pakai yang dikemas dalam bentuk dan ukuran sesuai kegunaan. VI. Jika transfer elektron ini dimanfaatkan akan menghasilkan energi listrik arus searah sebab aliran listrik tiada lain adalah aliran elektron. Menemukan konsep redoks untuk memecahkan masalah lingkungan dalam diskusi kelompok di kelas. Langkah. II. diskusi : Konsep B. Kompetensi Dasar Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana serta persamaan reaksinya. tetapi dalam reaksi redoks ada perubahan bilangan oksidasi akibat perubahan muatan. Uraian Materi Pembelajaran Secara kimia. Sel Volta terdiri atas electrode (anode dan katode) tempat terjadinya reaksi redoks. Umumnya. Kedua electrode ini dicelupkan ke dalam zat kimia yang berperan sebagai medium aliran listrik dan sebagai oksidator atau reduktor.Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : X/1 : Aplikasi Redoks : 6 x 45 menit I. baterai litium. Jenis baterai bermacam-macam di antaranya baterai seng-karbon.langkah Pembelajaran KTSP Kimia Kelas X 75 . reaksi redoks tidak berbeda dengan reaksi-reaksi kimia yang lain. Perubahan muatan ini disebabkan adanya transfer elektron dari satu atom ke atom lain. sel Volta komersial berupa sel kering baterai dan accumulator (accu). Standar Kompetensi Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri). Indikator Mendeskripskan konsep larutan elektrolit dan konsep redoks dalam memecahkan masalah lingkungan IV.

Dalam kelompok siswa membahas aplikasi redoks dalam kehidupan sehari-hari. . 3. hari. Pembelajaran inti . Penutup . masingmasing kelompok mempresentasikan hasil jawabanya di depan kelas.. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. Siswa memperhatikan penguatan konsep reaksi redoks yang telah dipelajari. 30 secara 120 VII.Siswa bersama dengan guru membuat penguatan dan menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Alat dan Bahan (Sumber) a.No 1. yang dipandun dengan LKS yang telah dibuat oleh guru. Alat :   Papan tulis LCD Chang. Siswa diperkenalkan mengenai pembelajaran hari ini sehingga termotivasi untuk mengikuti pelajaran dengan atraktif. R.Siswa dari kelompok lain menanggapi berurutan. Siswa mempersiapkan diri dalam kelompok untuk membahas aplikasi redoks dalam kehidupan sehari2. . Pembukaan : Kegiatan Alokasi Waktu (menit) Siswa memberi salam kepada guru. 30 Siswa memaperhatikan dan memahami tujuan pembelajaran yang disampaikan oleh guru. Jakarta : Penerbit Erlangga. Sumber:  KTSP Kimia Kelas X 76 .Siswa mengerjakan posttest yang diberikan oleh guru.Setelah jawaban di dalam LKS selesai. b. (2004). .

Lembar pengamatan Afektif dan Psikomotorik Bandung. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester KTSP Kimia Kelas X : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 77 . Jakarta : Penerbit Erlangga.. VIII. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. Boedisantoso. Teknik Penilaian : Tes / Assessment (waktu 2x45) . Bentuk Instrumen : Soal. Aspek yang dinilai : Pengetahuan . Jenis Penilaian : Penilaian Proses dan Penilaian hasil d. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. Agus S. Y.Pd. Sunarya.D. OSU P. Florentia Mujiyati.. pengamatan perilaku b. ___________ Mengetahui. (2009). Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. Penilaian a.  . pengamatan kerja. Carolus B. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Wisnu A. M. Kepala SMA Santa Angela Bandung. S.Tugas kelompok. Sikap dan Psikomotorik c.Pd.

Mendeskripsikan kekhasan atom karbon dalam senyawa karbon. 3. Materi Prasyarat Konfigurasi electron atom karbon Struktur lewis Reaksi oksidasi B. One of the most simple carbon compounds are hydrocarbons. Menjelaskan kekhasan atom karbon dalam senyawa karbon. sekunder. tersier. III. Kompetensi Dasar Mendeskripsikan kekhasan atom karbon dalam membentuk senyawa hidrokarbon.  Characteristics of Carbon Atom Carbon atom has four valence electrons. Membedakan atom C primer. Materi Inti  Carbon Compound One of the compounds are abundant in nature are carbon compounds. dan kuartener IV. This compound is composed of atoms of carbon and other atoms attached to carbon atoms. Mengidentifikasi unsur karbon dan hidrogen pada senyawa hidrokarbon melalui percobaan. Mengidentifikasi unsur karbon dan hidrogen pada senyawa hidrokarbon melalui percobaan. Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat senyawa organik atas dasar gugus fungsi dan senyawa makromolekul. 2. tersier. sekunder.Materi Pokok Alokasi Waktu : Karakteristik Atom Karbon : 4 x 45 menit I. dan kuartener V. 2. II. The four electrons are able to form four covalent bonds. C H x KTSP Kimia Kelas X C 78 . Indikator 1. 3. Uraian Materi Pembelajaran A. diharapkan siswa dapat: 1. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. Menentukan atom C primer.

branched. Tertiary C atom is the atom C. usually simle hydrocarbons are used as the raw material for further process of industry to get bigger benefit such us for making polymer. secondary C atom is the atom C. Sekunder. H H C H C C H H C C H H H H In addition. Tertier dan Kuartener C d c C C b a C a. which binds two atom of another C atom c. quart C atom is the atom C. which binds three atom of another C atom d. which binds one b. both the single and double covalent H H C H bonding of two and threefold. KTSP Kimia Kelas X C C C C C C C C C 79 C C C C C . H  Atom C Primer. Materi Pengayaan Hydrocarbons have many benefits in daily life and for industries. atom of another C atom primary C atom is the atom C.. the tendency of the carbon atoms to bind to other carbon atoms enables the formation of carbon compounds with different structures (open-chain. or closed). In industry. which binds four atom of another C atom C.Covalently bonded carbon atoms can be single with four hydrogen atoms. H x H x x H Carbon atoms can also bind to other carbon atoms.

KTSP Kimia Kelas X 75 75 15 80 . Langkah. • Siswa membuat latihan menentukan jenis-jenis atom karbon dalam senyawa hidrokarbon. Kegiatan Pembelajaran A. H. • Siswa ditunjukan kemampuan karbon dalam membentuk empat buah ikatan kovalen. karbon tertier. (karbon primer. dan O pada lilin.VI. demonstrasi.langkah Pembelajaran mengecek kehadiran siswa. • Siswa menarik kesimpulan berdasarkan demonstrasi 3. diskusi : Konsep Kegiatan Alokasi Waktu (menit) B. • Siswa diminta untuk menjelaskan konfigurasi electron dari atom karbon. Pembelajaran inti • Siswa diperkenalkan mengenai senyawa organic di kehidupan sehari-hari. • Siswa mengerjakan posttest yang diberikan oleh guru. • Siswa memperhatikan dan terlibat dalam demonstrasi tentang identifikasi atom C. yang telah dilakukan. Pembukaan : • Siswa menyampaikan salam pembuka dan guru 15 : Ceramah. • Siswa ditunjukan jenis-jenis atom karbon pada suatu senyawa karbon. karbon kuartener). menyampaikan jawaban dari pertanyaanpertanyaan yang diberikan guru.. • Guru menampilkan gambar yang berhubungan dengan pembelajaran hari ini. • Siswa 2. sehingga siswa dapat terfokus pada pembelajaran yang akan dilaksanakan. karbon sekunder. • Siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan demonstrasi tersebut. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan No 1. Penutup • Siswa merefleksikan proses pembelajaran yang telah dilakukan dan menyimpulkanya.

Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. Agus S. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. OSU P. e.Pd. R. i. S. Sunarya. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. M. Carolus B.D. Sumber:  Chang. Jakarta : Penerbit Erlangga. Test tube Bent pipe Foam cork EQUIPMENTS Spatula 1 pcs Spirtus Stand and clamp 1 pcs 2 pcs 1 pcs 1 pcs Candle CHEMICAL MATERIA LS Lime water solution Copper (II) oxide b.. Kepala SMA Santa Angela Bandung. Alat dan Bahan (Sumber) a.   . ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. Jakarta : Penerbit Erlangga. (2004). Boedisantoso. Mudah dan Aktif Belajar Kimia.. ___________ Mengetahui. Alat    : Papan tulis LCD Demonstration equipments and chemical materials.Pd. Bandung. Florentia Mujiyati..VII. Y. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. KTSP Kimia Kelas X 81 . (2009). Wisnu A.

2. 3. III. a saturated aliphatic hydrocarbon compounds that are difficult to react KTSP Kimia Kelas X 82 . V. Indikator 1. carbon atoms can be binding maximally hydrogen atoms. Materi Inti  Saturated aliphatic hydrocarbon In saturated aliphatic hydrocarbon compounds. 4. Kompetensi Dasar Mendeskripsikan kekhasan atom karbon dalam membentuk senyawa hidrokarbon. Uraian Materi Pembelajaran A. IV. Menggambarkan struktur senyawa alkana. 2. Menentukan rumus umum dari senyawa alkana. In other words. Menentukan nama senyawa alkana yang memiliki rantai lurus dan bercabang berdasarkan aturan tata nama IUPAC. Menjelaskan konsep isomer dan aplikasi senyawa hidrokarbon dalam kehidupan sehari-hari. diharapkan siswa dapat: 1. Menjelaskan konsep isomer dan aplikasi senyawa hidrokarbon dalam kehidupan seharihari. Konfigurasi electron atom karbon Struktur lewis Reaksi oksidasi B. 3. Materi Prasyarat Kekhasan atom karbon. Menentukan rumus umum dari senyawa alkana. II. Menentukan nama senyawa alkana yang memiliki rantai lurus dan bercabang berdasarkan aturan tata nama IUPAC.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Hidrokarbon alifatik jenuh : 5 x 45 menit I. Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat senyawa organik atas dasar gugus fungsi dan senyawa makromolekul. Menggambarkan struktur senyawa alkana. 4. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini.

 Alkanes Alkanes structure The structure of alkanes and carbon compounds are generally used to be written in the form of a compressed structure formula. If in a series of compounds there is as much difference between the total cluster –CH2. Main chain is the longest carbon chain of the hydrocarbon true C C C C C C C C C C C C C C false C C C C C C C C b.also increases. as shown below. Number of Molecular C formula atoms 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 CH4 C2H6 C3H8 C4H10 C5H12 C6H14 C7H16 C8H18 C9H20 C10H22 Structure Name of alkane CH4 CH3-CH3 CH3-CH2-CH3 CH3-CH2-CH2-CH3 CH3-CH2-CH2-CH2-CH3 CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 methane ethane propane butane pentane hexane heptane octane nonane decane General formula of alkanes is Cn H2n+2 If seen in the table.  Nomenclature of alkanes To determine the name of a compound we need to pay attention to some of the following: a. Alkyl group : a group which is the branching of the carbon chain with the general formula Cn Hn+1 C C C C C C C C C C C KTSP Kimia Kelas X 83 . with the increasing number of carbon atoms then the number of cluster -CH2.sequentially so these compounds are homologous series.

Naming.The names of the alkyl group on the alkanes main chain Struktur gugus -CH3 -CH2-CH3 -CH2-CH2-CH3 CH3-CH-CH3 -CH2-CH2-CH2-CH3 CH3-CH-CH2-CH3 -CH2-CH-CH3 CH3 CH3 -C-CH3 CH3 Nama Methyl Ethyl Propyl Isopropyl Butyl sec-butyl Isobutyl ter-butyl / butyl t- c.5-dietyloctane e. Order of naming the alkyl group : alkyl group is sorted by alphabetical order butyl – ethyl – isobutyl – isopropyl – methyl – propyl – sek-butyl – ter-butyl 8C 7C 6 C C 5 C C C 4 C 3 C 2 C C 1 5-ethyl–3–methyloctane  Isomers in alkanes Isomers are compounds that are different but have the same molecular formula. alkyl group twin if there is more than one alkyl group the same group plus the writing of the name in-front of the word di-(two clusters). tetra-(four groups) followed by the name of alkyl group. Numbering the parent chain branching : numbering the parent chain starting from the C atom closest to the branch C 8 C 7 C 6 C 5 C C C 4 C 3 C 2 C 1 C 1 C 2C C 3 C 4 C C C 5 C 6 C 7 C C 8 true false d. example : KTSP Kimia Kelas X 84 . C 8 C 7 C 6 C 5 C C 4C C 3 C 2 C 1 C C 3. tri(three groups).

• Siswa diperkenalkan mengenai senyawa-senyawa alkana 2.d : -0. t. Kegiatan Pembelajaran A. KTSP Kimia Kelas X 85 90 .C4H10. • Siswa memperhatikan gambar struktur alkana secara umum. t.l : -145oC) B. • Siswa diberikan pertanyaan mengenai pelajaran 15 : Ceramah.5oC. Materi Pengayaan Uses of alkanes compounds in everyday life. Pembelajaran inti • Siswa memperhatikan dan memahami tujuan pembelajaran yang disampaikan oleh guru. the major material for alcohol and vinegar and other.l : -135oC) C. diskusi : Konsep Kegiatan Alokasi Waktu (menit) CH3 – CH – CH3 CH3 isobutane (2-metilpropana) (t. • Siswa menyimpulkan rumus umum dari senyawa alkana. among other are as fuel.langkah Pembelajaran sebelumnya mengenai kekhasan atom karbon agar pembelajaran hari ini lebih terfokus. VI. • Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan berlatih penamaan senyawa-senyawa hidrokarbon dan isomer dengan peragaan. Pembukaan : • Siswa member salam dan guru memeriksa kehadiran siswa. organic solvent. Alkanes compounds generally are obtained from the petroleum and natural gas manufactures. has two structural isomers CH3 – CH2 – CH2 – CH3 n – butane (t.d : -10oC. Langkah. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan No 1. the major material for petrochemical industries. • Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang tata nama senyawa hidrokarbon berdasarkan aturan IUPAC. yang biasa ditemukan pada kehidupan sehari-hari. lubricating oil.

. Florentia Mujiyati. Carolus B. Jakarta : Penerbit Erlangga. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Bandung. R. Wisnu A. 30 VII. ___________ Mengetahui. Penutup • Siswa merefleksikan seluruh kegiatan pembelajaran yang dilakukan hari ini dan menyusun kesimpulan. Agus S. (2004). • Siswa mengerjakan posttest yang diberikan oleh guru. (2009). M. Alat dan Bahan (Sumber) a. S. KTSP Kimia Kelas X 86 . Kepala SMA Santa Angela Bandung.. Sunarya. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung.Pd.. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. Sumber:    . 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti.D. Jakarta : Penerbit Erlangga.Pd. b. Boedisantoso. Y. OSU P. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X.3. Alat   : Papan tulis LCD Chang.

V. Menjelaskan konsep isomer dan aplikasi senyawa hidrokarbon tak jenuh dalam kehidupan sehari-hari. Kompetensi Dasar Mendeskripsikan kekhasan atom karbon dalam membentuk senyawa hidrokarbon. Materi Inti  Unsaturated aliphatic hydrocarbons Unsaturated hydrocarbons are hydrocarbons with one or more carbon atoms bind hydrogen atoms have no maximum or double bond (double or triple). diharapkan siswa dapat: 1.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Hidrokarbon Alifatik Tak Jenuh : 4 x 45 menit I. Menentukan nama senyawa alkena dan alkuna yang memiliki rantai lurus dan bercabang berdasarkan aturan tata nama IUPAC. Uraian Materi Pembelajaran A. Materi Prasyarat Kekhasan atom karbon. Menentukan rumus umum dari senyawa alkena dan alkuna. II. Indikator 1. 2. 2. 3. Menggambarkan struktur senyawa alkanena dan alkuna. KTSP Kimia Kelas X 87 . 4. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. Menggambarkan struktur senyawa alkena dan alkuna. 4. III. Konfigurasi electron atom karbon Struktur lewis Reaksi oksidasi B. Menentukan nama senyawa alkaena dan alkuna yang memiliki rantai lurus dan bercabang berdasarkan aturan tata nama IUPAC. Menentukan rumus umum dari senyawa alkena dan alkuna. IV. 3. Menjelaskan konsep isomer dan aplikasi senyawa hidrokarbon tak jenuh dalam kehidupan sehari-hari. Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat senyawa organik atas dasar gugus fungsi dan senyawa makromolekul.

C9H18 35. 2 6. 1-decene CH3 8.  Nomenclature of alkenes In general. 1nonene CH2=CH-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2. similar to the alkanes but the determination of the parent chain and the sequence of the parent chain of carbon atoms based on the position of unsaturated bond (double). 9. physical properties of alkenes and alkanes with similar physical properties.40. 4 14. as shown below. Alkene Alkene structure H C H C H H Structure of alkenes and carbon compounds are generally used to be written in the form of a compressed structure formula. 6 22. 29. 1-octene CH2=CH-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 36. 5 18. 1038.CH2-CH2-CH3 24. C10H20 39. C5H10 19. 8 30. C7H14 27. if there is more than one unsaturated bond in the one compound the writing of the name in-front of the KTSP Kimia Kelas X 88 . Name of alkane CH2=CH2 CH2=CH-CH3 CH2=CH-CH2-CH3 CH2=CH-CH2-CH2-CH3 ethene propene 1-butene 20. 16. C6H12 23. C4H8 15. 13. 1hexene CH2=CH-CH2-CH2. the naming of alkene compounds. Structure 4. 3. Molecular ber of formula C atom s 5. C2H4 7. alkenes are compounds of homologous series. C8H16 31. 1heptene CH2=CH-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 32. 37. 1. 7 26. Compounds in the homologous series have similar chemical properties. 12. 21. 17. 3 10. Num 2. General formula of alkanes CnH2n As with alkanes. example: Salah C 8 7C 6 C 5C 4C Benar C 3 C 2 C 1C 2C 3C 4C 5C C 6 C 7 C 8 C C C C C C 1 5-ethyl–3–methyl-7-octene 4-ethyl–6–methyl-1-octene  Naming of compounds that have multiple bonds of unsaturated. 33. 1pentene CH2=CH-CH2-CH2.CH2-CH2-CH3 28. but the nature of physics that changed in line with increasing molecular mass. 25. C3H6 11. Thus. 9 34..

 Alkyne alkyne structure H C C H Structure alkyne and carbon compounds are generally used to be written in the form of a compressed structure formula. Both compounds above said geometric isomers. as shown below.5-heptatriene  Isomer of alkene C note the following three hydrocarbon compounds : C C C C C C C C C C C a. 1 C 2C C 3 C 4 C C 5 6C 7C C C 1. 49. 189 . Num42. ethyne propyne 1-butyne 60. H3C H CH3 C C C H H3C H trans-2-butene C CH3 H cis-2-butene The above two compounds is an isomer. although both compounds butene but these compounds are different compounds. C3H6 51. which is isomer that have different at the position of unsaturated bond. C2H4 47. 41. Name of alkane CH≡CH CH≡C-CH3 CH≡C-CH2-CH3 CH≡C-CH2-CH2-CH3 48.3. KTSP Kimia Kelas X 43. if we draw b compound to the another form. 53. 3 50. 2 46. 52. 57. Structure 44. tetra-(four groups) followed by the name of unsaturated bond. C5H10 59. which is isomer that have different at the structure of compound. 56.word di-(two clusters). CCe p 55. b. Molecul ber of ar formula C atom s 45. c. • a and c are isomer structure. tri-(three groups). 4 54. 5 58. C • a and b are isomer position.

physical properties of alkynes and alkanes with similar physical properties.pentyne 61. Compounds in the homologous series have similar chemical properties.5-heptatriyne  Isomer pada alkuna C C perhatikan ketiga senyawa hidrokarbon berikut : C C C C C C C C C C C C C C a. 7 66. c. 73. C7H14 67. 6 62. 1078. 9 74. 1-octyne 76.CH2-CH2-CH3 CH≡C-CH2-CH2. KTSP Kimia Kelas X 90 b. similar to the alkanes and alkenes but the determination of the main chain and the sequence of the parent chain of carbon atoms based on the position of unsaturated bond (triple). but the nature of physics that changed in line with increasing molecular mass. the naming of alkyne compounds. example: false 8 C 7 C 6 C 5 C 4C 3C 2 true C 1 C 2C 3C 4C 5C 6C C C C C C C C 7 1 C C 8 5-ethyl–3–methyl-7-octyne 4-ethyl–6–methyl-1-octyne • Naming of compounds that have multiple bonds of unsaturated. 77. which is isomer that have different at the position of . 69. unsaturated bond. C • a and b are isomer position. 1hexyne 68. C10H20 79. C9H18 75.  Nomenclature of alkenes In general.CH2-CH2-CH3 CH≡C-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 CH≡C-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 64. 1 C 2 C 3 C 4 C 5 C 6 C 7 C C C 1. C6H12 63. • a and c are isomer structure. alkenes are compounds of homologous series. Thus. 1nonyne CH≡C-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 80. 8 70. 65. C8H16 71. CH≡C-CH2-CH2. 1heptyne 72.3. which is isomer that have different at the structure of compound. 1decyne General formula of alkyne CnH2n-2 As with alkanes.

• Siswa mengerjakan latihan yang diberikan oleh guru. • Siswa menyimpulkan rumus umum dari senyawa alkena dan alkuna berdasarkan struktur molekul yang telah ditunjukan. Pembelajaran inti • Siswa memperhatikan struktur senyawa alkena dan alkuna.langkah Pembelajaran . Ethene is used to make polyetene (polyethylene). Materi Pengayaan  Uses of One of alkene compounds that have benefit is ethene. • Siswa mempelajari tata nama senyawa alkena dan alkuna berdasarkan aturan tata nama IUPAC. chloroethane (used to make TEL. Langkah. • Siswa diberikan pertanyaan mengenai pelajaran sebelumnya mengenai senyawa alkana. and to make alcohol in industries. • Siswa mempelajari dan memahami tujuan pembelajaran 2. This gas is a result of caride (CaC 2) reaction with water. a plastic polymer. styrene. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan No 1. diskusi : Konsep Kegiatan Alokasi Waktu (menit) B. Ethyne is used to make vinylchloride (CH2=CHCl) which is the monomer in making polyvinyl chloride (PVC). • Dengan menggunakan molymood. • Siswa diberikan beberapa contoh nama senyawa alkena dan alkuna. VI. Pembukaan : • Siswa membuka pelajaran dengan member salam dan guru memeriksa kehadiran siswa. siswa mempelajari konsep isomer yang terdapat pada senyawa alkena dan alkuna. kemudian menggambarkan struktur senyawasenyawa tersebut. yang akan dilakukan pada hari ini.C. Ethene is also used to make ethylene glicol. an additive to petrol).  Ethyne can be used to speed up fruites ripening. KTSP Kimia Kelas X 91 90 15 : Ceramah. Kegiatan Pembelajaran A.

Penutup • Siswa merefleksikan seluruh kegiatan pembelajaran yang sudah dilakukan dan membuat kesimpulanya. Y. ___________ Mengetahui.• Siswa mengerjakan latihan penulisan isomer-isomer dari 3.D. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. VII. Agus S. Jakarta : Penerbit Erlangga. suatu struktur yang diberikan oleh guru. Alat   : Papan tulis LCD Chang. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. Florentia Mujiyati. OSU P. Jakarta : Penerbit Erlangga. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. Bandung. • Siswa mengerjakan posttest yang diberikan oleh guru. Alat dan Bahan (Sumber) a. Sunarya. Kepala SMA Santa Angela Bandung. S. Carolus B. R.. M. Wisnu A. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. (2009).Pd. 30 b. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. (2004). Sumber:    .. KTSP Kimia Kelas X 92 ..Pd. Boedisantoso.

IV. 6. Special characteristic of atomic carbon. 2. Menjelaskan reaksi eliminasi dalam senyawa hidrokarbon. 2. dan reaksi eliminasi). Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat senyawa organik atas dasar gugus fungsi dan senyawa makromolekul. Menjelaskan pengertian dari sifat fisik dan sifat kimia. 4. Indikator 1. Menjelaskan reaksi substitusi dalam senyawa hidrokarbon. diharapkan siswa dapat: 1. Materi Inti 1. reaksi substitusi. V. Kompetensi Dasar Mendeskripsikan kekhasan atom karbon dalam membentuk senyawa hidrokarbon. Materi Prasyarat 1.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Sifat-Sifat Senyawa Hidrokarbon : 4 x 45 menit I. Uraian Materi Pembelajaran D. reaksi addisi. Menjelaskan kecenderungan sifat fisik dari senyawa hidrokarbon. Menjelaskan reaksi addisi dalam senyawa hidrokarbon. Chemical bond 2. Physical properties KTSP Kimia Kelas X 93 . 3. III. Physical and chemical properties E. 5. 4. II. 3. Menjelaskan reaksi kimia yang terjadi pada senyawa hidrokarbon (reaksi oksidasi. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. Menjelaskan reaksi oksidasi dalam senyawa hidrokarbon. Menjelaskan kecenderungan sifat fisik dari senyawa hidrokarbon. Hydrocarbon compounds.

Boiling Point (° C) 128.5 -88. liquid If seen in the table. that is replacement of H atom with halogen atom. 100 108.7 -138. or there is soot. C5H12 111. 92. Compounds in the homologous series have similar chemical properties. Structure 122. 95. 106. 98. 96.7 118. 90. Mr 16 30 44 58 83.5 -183. 104. 142. with the increasing number of carbon atoms then the number of cluster -CH2.4 85. 125. Mr 123. 102. Molecular 82. liquid 120. C6H14 116. Melting Point (°C) -182. One of important substitution reaction of alkane is halogenation. 97. burning reaction of propane : C3H8 + 5O2 b. Phase (25°C) gas gas gas gas 86.6 -42. 126. -90. Chemical properties Chemical properties of hydrocarbon : a. 103. 36 134. If in a series of compounds there is as much difference between the total cluster –CH2.5 84. 72 132. 138. 129. -95.4 109.Homologous Series 81. 91. especially chlorine.sequentially so these compounds are homologous series. 105. 86 117. 133. Complete oxidation of alkane is produce of CO2 and H2O.3 -189.3 119. 98.also increases.6 110. 94. 137. 89. 10 127. 136. alkenes and alkynes are compounds of homologous series. 140. 100. Branched hydrocarbons having a boiling point and melting point lower than the hydrocarbon compounds that are not branched. As with alkanes. 26 141. 101. Boiling Point (°C) -161. C7H16 107. Formula CH4 C2H6 C3H8 C4H10 87. 135. 121. Example : KTSP Kimia Kelas X 94 3CO2 + 4 H2O Incomplete oxidation is produce of CO and H2O. 93.1 -0. Substitution reaction Substitution reaction is an atoms or groups of atoms replacement reaction with another atom or groups of atom. 72 131. 2. 72 139.1 113. 130. 36. . 68. 88. Oxidation reaction Oxidation reaction is also called as burning reaction.7 114. 72 112. 124. 99. -129. liquid 115. For example. but the nature of physics that changed in line with increasing molecular mass.

Elimination reaction is a reverse of addition reaction. This reaction to symmetric alkenes is produce one product.V Markovnikoff (1838-1904) made rule that is called Markofnikoff Rule: “If HX react with asymmetric multiple bond so the main result (A) (B) KTSP Kimia Kelas X 95 . from the reaction above. CH2 = CH-CH3 + Cl2 CH2Cl-CHCl-CH3 1. CH2=CH2 + HCl CH3−CH2Cl In asymmetric alkenes produced some possibility addition result as the following. the multiple bond compounds receive atoms or groups of atoms so that the bond change into single bond. and a hydrogen halide (HX). Addition reaction Addition reaction can only happen in compounds with double or triple bonds.2-dicloropropane 3) Halides acid addition (hydrohalogenation). single bond compounds will change into multiple bonds by releasing small molecules.H H− C−H + Cl2 H c. the main result is 2-bromopropane (look the B track. Hydrogen addition to alkenes will form alkanes. Example : 1) Hydrogen addition to alkenes. C2H4 + H2 Pt/Ni Ni/Pt CH3-CH=CH-CH3 + H2 ∆ H2SO4 CH2=CH2 + H2O C2H6 2) Halogens addition to alkenes. CH3−CHBr−CH3 2-bromopropane CH2= CH-CH3 + HBr CH2Br−CH2−CH3 1-bromopropane In reality. Usually addition reaction in alkenes include reaction with hydrogen (H2). Example : CH3-CH2-CH2-CH3 CH2-CH3 OH d. Halogens addition to alkenes will result in dihaloalkenes. In the addition reaction. Elimination reaction H H− C−Cl + HCl H In elimination reaction. halogens (X2). from experiment by V.

KTSP Kimia Kelas X 96 . diskusi : Konsep Kegiatan Alokasi Waktu (menit) B. Pembukaan : • Siswa member salam pembuka dan guru memeriksa absen siswa. hari ini. Siswa membuat pertanyaan dan pernyataan mengenai tabel yang ditunjukan oleh guru. • Siswa menuliskan judul pembelajaran di media presentasi. Siswa menuliskan persamaan reaksi oksidasi berdasarkan penjelasan yang telah diberikan. • Siswa diberikan informasi mengenai tujuan pembelajaran 2. • Siswa diberikan pertanyaan-pertanyaan oleh guru. (reaksi oksidasi senyawa hidrokarbon) siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai reaksi oksidasi pada senyawa hidrokarbon.” VI. Siswa menyampaikan pertanyaan sesuai dengan 90 15 : Ceramah.is molecule with H atom adding to C atom with multiple bond which have many H atom.langkah Pembelajaran penjelasan tersebut. Kegiatan Pembelajaran A. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan No 1. yang berkaitan dengan senyawa hidrokarbon agar pembelajaran lebih terfokus. Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai sifat fisik dan kecenderunganya pada deret hidrokarbon. Langkah. Pembelajaran inti (sifat fisik senyawa hidrokarbon) Siswa memperhatikan tabel sifat fisik senyawa hidrokarbon yang ditampilkan oleh guru.

Siswa membuat pertanyaan berdasarkan penjelasan tersebut.- Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai persamaan reaksi oksidasi. Siswa menuliskan persamaan reaksi substitusi berdasarkan penjelasan yang telah diberikan. Siswa membuat pertanyaan berdasarkan penjelasan tersebut. (Demonstrasi) Siswa memperhatikan demonstrasi reaksi addisi gas asetilena. Siswa membuat pertanyaan berdasarkan penjelasan tersebut. (reaksi addisi senyawa hidrokarbon) Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai reaksi eliminasi pada senyawa hidrokarbon. Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai persamaan reaksi oksidasi. Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai persamaan reaksi oksidasi. Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai persamaan reaksi oksidasi. KTSP Kimia Kelas X 97 . Siswa menuliskan persamaan reaksi eliminasi berdasarkan penjelasan yang telah diberikan. (reaksi eliminasi senyawa hidrokarbon) Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai reaksi eliminasi pada senyawa hidrokarbon. Siswa menuliskan persamaan reaksi eliminasi berdasarkan penjelasan yang telah diberikan. - Siswa membuat pertanyaan berdasarkan penjelasan tersebut. (reaksi substitusi senyawa hidrokarbon) siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai reaksi substitusi pada senyawa hidrokarbon.

VII. • Siswa menuliskan reaksi kimia yang terjadi pada animasi 3. 30 b. Mudah dan Aktif Belajar Kimia.- Siswa menuliskan reaksi kimia berdasarkan demonstrasi tersebut. Bentuk Instrumen : Soal. Penutup • Siswa merefleksikan seluruh kegiatan pembelajaran dan membuat kesimpulan. Lembar pengamatan Afektif dan Psikomotorik Bandung. IX. Alat   : Papan tulis LCD Chang. Carolus B. Florentia Mujiyati. Jakarta : Penerbit Erlangga. R. KTSP Kimia Kelas X 98 . Sunarya. • Siswa mengerjakan posttest yang diberikan oleh guru. Boedisantoso. (2004). Aspek yang dinilai : Pengetahuan . 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr..Pd.Tugas kelompok. Kepala SMA Santa Angela Bandung. pengamatan perilaku b. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. Sumber:    .. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. tersebut.. Alat dan Bahan (Sumber) a. pengamatan kerja.Pd. Jenis Penilaian : Penilaian Proses dan Penilaian hasil d.D. Sikap dan Psikomotorik c. ___________ Mengetahui. OSU P. M. Agus S. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. S. Siswa memperhatikan materi animasi mengenai pembuatan etena. Teknik Penilaian : Tes / Assessment (waktu 2x45) . Penilaian a. (2009). Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. Y. Wisnu A. Jakarta : Penerbit Erlangga.

Menjelaskan proses pengolahan minyak bumi. gas alam dan batu bara. Pembakaran sempurna hidrokarbon menghasilkan CO2 dan H2O. b. Pembakaran Reaksi pembakaran dapat terjadi pada alkana. Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat senyawa organik atas dasar gugus fungsi dan senyawa makromolekul. Menjelaskan proses pembentukan minyak bumi. Di antara senyawa – senyawa berisomer. b.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/2 : Minyak Bumi dan petrokimia : 6 x 45 menit I. II. dan massa jenis alkana. alkena dan alkuna. Analisis Materi Pelajaran A. III. c. C1 – C4 berwujud gas. Pada suhu kamar (25oC). Sifat.sifat kimia 1. suku. Materi Prasyarat Sifat – sifat Hidrokarbon a. IV. Indikator a. sifat. titik didih.sifat fisis Titik leleh. Kompetensi Dasar Menjelaskan proses pembentukan dan teknik pemisahan fraksi – fraksi minyak bumi serta kegunaannya. Menyebutkan komposisi minyak bumi. Semua hidrokarbon sukar larut dalam air dan lebih mudah larut dalam pelarut yang nonpolar seperti tetraklorometana (CCl4). alkena dan alkuna meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah atom karbon dalam molekul. isomer bercabang mempunyai titik leleh dan titik didih yang lebih rendah. Contoh: reaksi pembakaran propana C3H8 + 5O2 2. Substitusi 3CO2 + 4 H2O KTSP Kimia Kelas X 99 . gas alam dan batu bara.suku nerikutnya berwujud cair dan suku – suku tinggi berwujud padat.

niotrogen dan belerang. gas alam dan batu bara berasa dari pelapukan sisa – sisa organisme sehingga disebut bahan bakar fosil. Perengkahan Perengkahan ialah pemutusan rantai karbon menjadi potongan – potongan yang lebih pendek. Penggantian atom H oleh atom atau gugus lain disebut reaksi substitusi. 5. Adisi Adisi merupakan reaksi penjenuhan ikatan rangkap. dan berbagai senyawa karbon yang mengandung oksigen. Batu bara mengandung hidrokarbon suku tinggi dan juga mengandung senyawa belerang. Sedangkan batu bara dipercaya berasal dari pohon – pohon dan pakis yang terkubur sekitar tiga juta tahun yang lalu. Hidrokarbon yang etrdapat dalam minyak bumi utama adalah alkana kemudian sikloalkana. gas alam dan batu bara Minyak bumi. bakteri anaerob menguraikan sisa. sehingga adisi hanya dapat terjadi pada alkena dan alkuna. Dengan meningkatnya tekanan dan suhu. khususnya klorin. 4. Komponen lainnya adalah hidrokarbon aromatik. Perengkahan terjadi pada alkana bila dipanaskan pada suhu dan tekanan tinggi tanpa oksigen. Pengolahan minyak bumi Minyak bumi biasanya terdapat 3 – 4 km di bawah permukaan dan diperoleh dengan membuat sumur bor. Molekul sederhana yang mengalami polimerisasi disebut monomer. KTSP Kimia Kelas X 100 . komposisi gas alam. baik tumbuhan maupun hewan. Minyak bumi merupakan suatu campuran kompleks yang sebagian besar terdiri atas hidrokarbon. etana. Pengolahan (pemurnian = refining) minyak bumi dilakuikan melalui destilasi bertingkat. yaitu metana. Minyak bumi dan gas alam diduga berasal dari jasad renik lautan. B. seangkan hasilnya disebut polimer. Perengkahan alkana menghasilkan alkena. 3. Dan juga terdapat berbagai gas lain seperti karbon dioksida dan hidrogen sulfida. dimana minyak mentah dipisahkan ke dalam kelompok – kelompok dengan rentang titik didih tertentu. Polimerisasi Polimerisasi merupakan penggabungan molekul-molekul sederhana menjadi molekul besar. kemudian tertutup lumpur an lambat laun berubah menjadi batuan. minyak bumi dan batu bara Komposisi gas alam alakan suku rerndah. Salah satu reaksi substitusi alkana adalah halogenasi. propana dan butana dengan metana sebagai komponen utamanya. Pembentukan minyak bumi.Reaksi substitusi hanya terjadi pada alkana. sedikit alkena.sisa jasad renik tersebut dan mengubahnya menjadi minyak dan gas. Sisa – sisa organisme itu mengendap di dasar lautan. 3. 2. yaitu penggantian atom H alkana dengan atom halogen. Materi yang Dikembangkan Minyak dan Gas Bumi 1.

semakin baik mutu bensin dan semakin tinggi nilai oktannya. Semakin tinggi ketukan. Nafta n-heptana (nilai oktan = 0) Sebelum digunakan sebagai bahan bakar.Pengolahan minyak bumi dimulai dengan memanaskan minyak mentah pada suhu sekitar 400oC. Gas alam digunakan terutama sebagai bahan bakar dan sebagai sumber hidrogen dan sebagai bahan dasar untuk berbagai jenis industri. ditetapkan dua janis senyawa sebagai pembanding. Pendekatan dan Metode Metode : Diskusi dan Presentasi kelompok Pendekatan : Konsep KTSP Kimia Kelas X 101 . kosmetik dan sebagai pelarut. Untuk menentukan nilai oktan.C10. 5. akan mengembun dan terpisah sedangkan komponen yang titik didihnya lebih rendah akan terus naik ka bagian yang lebih atas lagi. seperti plastik. nilai oktan bensin harus ditingkatkan melalui Nafta merupakan fraksi ringan dari minyak bumi yang mengandung C6 . dan diberi nilai oktan 100. V. 6. Bensin tersedia atas tiga jenis yaitu premium. Gas alam Gas alam sebagian besar terdiri atas metana. Ketiganya mempunyai mutu dan prilaku berbeda yang dikaitkan dengan jumlah ketukan yang ditimbulkannya dan dinyatakan dengan nilai oktan. kemudian dialirkan ke dalam menara fraksionasi dimana akan terjadi pemisahan berdasarkan perbedaan titik didih. 4. suhu semakin rendah sehingga setiap kali komponen dengan titik didih lebih tinggi naik. Komponen yang titik didihnya lebih tinggi akan tetap berupa cairan dan turun ke bawah sednagkan yang titik didihnya labih rendah akan menguap dan naik ke bagian atas melalui sungkuo gelembung. Sehingga komponen yang mencapai puncak menara adalah komponen yang suhu kamar berupa gas. digunakan sebagai banhan baku berbagai industri. obat-obatan. Isooktana (nilai oktan = 100) reforming atau zat anti ketukan. Bensin Bensin adalah salah satu jenis bahan bakar minyak yang diamksudkan untuk kendaraan bermotor. karet sintesis. Semakin ke atas. pertamax. Kegiatan Pembelajaran A. Isooktana menghasilkan ketukan paling sedikit. serat sintesis. nilon. yaitu isooktana dan n-heptana. dan pertamax plus. pestisida detergen. sedangkan n-heptana menghasilkan ketukan paling banyak dan diberi nilai oktan nol.

Siswa diberi tugas di rumah untuk mengerjakan latihan pada buku Kimia SMA Kelas X dan membaca materi berikutnya. Siswa mengerjakan tugas materi sebelumnya dan diperiksa oleh guru. Langkah. Penutup • • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai minyak bumi dan gas alam dan dikuatkan kembali oleh guru. Perwakilan siswa dalam masing – masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompok. Siswa mengerjakan LKS kelompok dengan cara berdiskusi. 4. 2. 30 45 60 60 45 30 Kegiatan Alokasi Waktu (menit) KTSP Kimia Kelas X 102 . Siswa dalam kelompok lain menyimak dan mengerjakan 3. b. Kegiatan Inti 1.B. 3. Pembukaan: • Apersepsi: a. 5. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai tema dan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai diskusi kelompok yang akan dilaksanakan.langkah Pembelajaran No 1. Siswa dibagi ke dalam 8 kelompok dan diberi tema yang berbeda-beda tiap kelompok. 6. Siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan guru mengenai: Sifat-sifat fisis dan kimia hidrokarbon. LKS yang sesuai dengan tema yang dipresentasikan. Siswa mendiskusikan tema masing – masing di dalam kelompok. c. 2.

(2009). Agus S. OSU P. Carolus B.. Boedisantoso. Kepala SMA Santa Angela Bandung. Alat dan Bahan (Sumber) a. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. KTSP Kimia Kelas X 103 . Florentia Mujiyati. R. (2004). b. Bandung. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Wisnu A. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. Y.Pd. Jakarta : Penerbit Erlangga. Sunarya. Sumber:    . M. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. Jakarta : Penerbit Erlangga. ___________ Mengetahui...VI.D. S. Alat   : Papan tulis LCD Chang. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional.Pd.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->