ISO 9001 : 2008 Cert. No.

47484/A/0001/UK/En

KTSP
KIMIA
X

TAHUN PELAJARAN 2012 - 2013 SMA SANTA ANGELA JL. MERDEKA 24 BANDUNG
http://\www.santa-angela.sch.id

HALAMAN PENGESAHAN

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan untuk mata pelajaran KIMIA di kelas X ini telah disetujui pada: Hari Tanggal : __________________ : __________________

Yang menyetujui, Kepala Sekolah SMA Santa Angela

Sr. Florentia Mujiati, OSU.

2

A. Pendahuluan
Kita menyadari bahwa kemajuan suatu bangsa akan semakin bergantung pada tingkat sumber daya manusia dan bukan sumber daya alamnya. Oleh karena itu, dalam mengahadapi era globalisasi yang semakin meluas, sistem pendidikan kita harus segera diperbaiki agar dapat menghasilkan manusia cerdas, mandiri, dan dapat bersaing di tingkat internasional. Dalam kaitan itu, salah satu upaya yang dilakukan pemerintah yaitu membenahi kurikulum sekolah dasar dan menengah yang tertuang dalam Peraturan Menteri Penididikan Nasional Republik Indonesia Nomor 22 dan 23 Tahun 2006 tentang standar isi dan standar kompetensi lulusan. Dalam kegiatan pembelajaran Kimia di sekolah, siswa harus aktif dalam membangun pengetahuannya, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator. Selain ranah kognitif, dalam pembelajaran Kimia juga menuntut kompetensi siswa dalam ranah psikomotorik dan afektif. Siswa tidak saja harus mengetahui fakta, konsep atau prinsip tetapi juga harus terampil menerapkan pengetahuannya dalam menghadapi masalah kehidupan dan teknologi. Ciri ilmu kimia sebagai ilmu yang berlandaskan praktik dan eksperimen, siswa tidak cukup dengan merasa mengerti tetapi sungguh-sungguh harus dapt mempraktikannya dalam menyelesaikan soal, memecahkan masalah, atau melakukan suatu ketrampilan ilmiah.

B. Visi dan Misi
VISI Komunitas pembelajar yang kritis, kreatif, dan inovatif dalam mengintegrasikan ilmu, iman, dan nilai-nilai kemanusiaan seturut semangat Santa Angela. MISI 1. Sebagai lembaga pendidikan ( institute of education ), sekolah Ursulin menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas dan terpadu, menyiapkan persertta didik ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan siap bermasyarakat. 2. Sebagai komunitas pembelajar ( community of learning ), sekolah Ursulin mengembangkan potensi dan keterampilan secara kritis, kreatif, dan inovatif. 3. Sebagai sekolah Katolik ( Catholic School), sekolah Ursulin menanamkan semangat Santa Angela pada setiap pribadi agar dapat mengintegrasikan ilmu, iman, dan nilai-nilai kemanusiaan untuk menjawab tantangan zaman dan mewujudnyatakan SERVIAM dalam kehidupan sehari-hari. 4. Sebagai sekolah Ursulin Indonesia ( Ursuline School in Indonesia ), sekolah Ursulin menanamkan kecintaan pada budaya, bangsa, dan tanah air Indonesia dengan menghargai pluraritas budaya dan agama, serta membangun kepedulian terhadap sesama dan alam ciptaan. KTSP Kimia Kelas X 1

Untuk itu. sosial. kebutuhan. C. kognitif. kecerdasan intelektual. spritual. emosional. kurikulum disusun dengan memperhatikan potensi. ( International Ursuline ). 4. Sebagai bagian dari Ursulin Internasional. Kurikulum disusun yang memungkinkan semua mata pelajaran dapat menunjang peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia. Acuan Operasional Penyusunan KTSP Pendidikan Kimia di SMA Santa Angela KTSP disusun dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut. minat. 3. khususnya di Asia Pasifik. Tujuan Pendidikan Kimia di SMA Santa Angela Kegiatan pembelajaran kimia di SMA Santa Angela memiliki tujuan pendidikan sebagai berikut: 1. Membangun motivasi peserta didik dalam kegiatan pembelajaran kimia di kelas 3.5. baik di Indonesia maupun di tingkat Internasional. keduanya harus ditampung secara berimbang dan saling mengisi. KTSP Kimia Kelas X 2 . 1. dan keragaman karakteristik lingkungan. kurikulum harus memuat keragaman tersebut untuk menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan pengembangan daerah. dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik Pendidikan merupakan proses sistematik untuk meningkatkan martabat manusia secara holistik yang memungkinkan potensi diri (afektif. sekolah Ursulin Indonesia meningkatkan kerja sama dengan alumni dan sekolah-sekolah Ursulin. Masing-masing daerah memerlukan pendidikan sesuai dengan karakteristik daerah dan pengalaman hidup sehari-hari. Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia Keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia menjadi dasar pembentukan kepribadian peserta didik secara utuh. Oleh karena itu. Mengembangkan kompetensi kognitif. kecerdasan. Peningkatan potensi. Tuntutan pembangunan daerah dan nasional Dalam era otonomi dan desentralisasi untuk mewujudkan pendidikan yang otonom dan demokratis perlu memperhatikan keragaman dan mendorong partisipasi masyarakat dengan tetap mengedepankan wawasan nasional. psikomotorik dan efektif peserta didik D. dan kinestetik peserta didik. Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan Daerah memiliki potensi. Sejalan dengan itu. tingkat perkembangan. tantangan. 2. Mempersiapkan peserta didik untuk penguasaan materi yang dibutuhkan di Perguruan Tinggi 2. psikomotor) berkembang secara optimal.

Oleh karena itu. baik pada individu maupun bangsa. teknologi.5. Kondisi sosial budaya masyarakat setempat Kurikulum harus dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik sosial budaya masyarakat setempat dan menunjang kelestarian keragaman budaya. dan seni Pendidikan perlu mengantisipasi dampak global yang membawa masyarakat berbasis pengetahuan di mana IPTEKS sangat berperan sebagai penggerak utama perubahan. kurikulum harus mendorong berkembangnya wawasan dan sikap kebangsaan serta persatuan nasional untuk memperkuat keutuhan bangsa dalam wilayah NKRI. Kesetaraan Jender Kurikulum harus diarahkan kepada terciptanya pendidikan yang berkeadilan dan memperhatikan kesetaraan jender. teknologi. Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan Pendidikan diarahkan untuk membangun karakter dan wawasan kebangsaan peserta didik yang menjadi landasan penting bagi upaya memelihara persatuan dan kesatuan bangsa dalam kerangka NKRI. kondisi. Oleh karena itu. yang sangat penting ketika dunia digerakkan oleh pasar bebas. kurikulum perlu memuat kecakapan hidup untuk membekali peserta didik memasuki dunia kerja. Penghayatan dan apresiasi pada budaya setempat harus terlebih dahulu ditumbuhkan sebelum mempelajari budaya dari daerah dan bangsa lain. muatan kurikulum semua mata pelajaran harus ikut mendukung peningkatan iman. 12. 7. dan ciri khas satuan pendidikan. KTSP Kimia Kelas X 3 . Perkembangan ilmu pengetahuan. 10. 9. Agama Kurikulum harus dikembangkan untuk mendukung peningkatan iman dan taqwa serta akhlak mulia dengan tetap memelihara toleransi dan kerukunan umat beragama. 11. Oleh karena itu. 6. Dinamika perkembangan global Pendidikan harus menciptakan kemandirian. Oleh sebab itu. Hal ini sangat penting terutama bagi satuan pendidikan kejuruan dan peserta didik yang tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Karakteristik satuan pendidikan Kurikulum harus dikembangkan sesuai dengan visi. 8. taqwa dan akhlak mulia. dan seni. tujuan. kurikulum harus dikembangkan secara berkala dan berkesinambungan sejalan dengan perkembangan Ilmu pengetahuan. Tuntutan dunia kerja Kegiatan pembelajaran harus dapat mendukung tumbuh kembangnya pribadi peserta didik yang berjiwa kewirausahaan dan mempunyai kecakapan hidup. Pergaulan antar bangsa yang semakin dekat memerlukan individu yang mandiri dan mampu bersaing serta mempunyai kemampuan untuk hidup berdampingan dengan suku dan bangsa lain. misi. Pendidikan harus terus menerus melakukan adaptasi dan penyesuaian perkembangan IPTEKS sehingga tetap relevan dan kontekstual dengan perubahan.

2 Membandingkan proses pembentukan ikatan ion. 4. Semester 1 Standar Kompetensi Kompetensi Dasar 1. massa atom relatif.1 Mengidentifikasi sifat larutan non-elektrolit dan dalam 2. ikatan kovalen. Angela 4 . hukum-hukum dasar kimia melalui percobaan serta menerapkan konsep mol dalam menyelesaikan perhitungan kimia. 4.1 Mendeskripsikan kekhasan atom karbon dalam membentuk senyawa hidrokarbon. 1. 3. dan ikatan logam serta hubungannya dengan sifat fisika senyawa yang terbentuk. 2.1 Memahami struktur atom berdasarkan teori atom sifat-sifat periodik unsur. dan ikatan kimia. Memahami sifat-sifat senyawa organik atas dasar gugus fungsi dan senyawa makromolekul. 1.Memahami dasar perhitungan (stoikiometri). X.2 Menjelaskan perkembangan konsep reaksi oksidasireduksi dan hubungannya dengan tata nama senyawa serta penerapannya. Penentuan Standar Ketuntasan Minimal Per Kompetensi Dasar Dan Indikator Satuan Pendidikan KTSP Kimia Kelas X : SMA St. sifat-sifat unsur.E. Bohr.3 Menjelaskan proses pembentukan dan teknik pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi serta kegunaannya F. Semester 2 Standar Kompetensi 3. melalui pemahaman konfigurasi elektron. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar X. 4.2 Menggolongkan senyawa hidrokarbon berdasarkan strukturnya dan hubungannya dengan sifat senyawa. Memahami sifat-sifat larutan non-elektrolit dan elektrolit. ikatan koordinasi.1 Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan kimia dan kimia organik sederhana serta persamaan reaksinya. Kompetensi Dasar 3. serta reaksi oksidasi-redukasi. 4. penerapannya hukum-hukum 2. dan sifatsifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya. Memahami struktur atom.2 Membuktikan dan mengkomunikasikan berlakunya elektrolit berdasarkan data hasil percobaan.

elektron. ikatan koordinasi.2 Membuktikan dan mengkomunikasikan berlakunya hukum-hukum dasar kimia melalui percobaan serta menerapkan konsep mol dalam menyelesaikan perhitungan kimia.1 Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana serta persamaan reaksinya. Rincian Minggu Efektif Satuan Pendidikan KTSP Kimia Kelas X : SMA St. dan sifat-sifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya. 1. 2. 4.2 Menjelaskan perkembangan konsep reaksi oksidasireduksi dan hubungannya dengan tata nama senyawa serta penerapannya. sifat-sifat unsur.3 Menjelaskan proses pembentukan dan teknik pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi serta kegunaannya G. Penentuan Standar Ketuntasan Belajar Minimal Kriteria Penentuan KKM Sumber Daya Pendukung 1.1 Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr. 3. massa atom relatif. hidrokarbon berdasarkan strukturnya dan hubungannya dengan sifat senyawa.1 Mendeskripsikan 4. dan ikatan logam serta hubungannya terbentuk. ikatan kovalen. Angela 5 KKM Kompetensi Dasar / Indikator Inteks Siswa Kompleksifitas . 3.2 Membandingkan proses pembentukan ikatan ion.Mata Pelajaran Kelas Tahun Pelajaran : KIMIA : X : 2012 -2013 2. 4. 2.1 Mengidentifikasi sifat larutan non-elektrolit dan 65 65 65 65 67 60 65 64 65 65 65 65 dengan sifat fisika senyawa yang 66 65 67 66 melalui pemahaman konfigurasi 60 68 70 66 elektrolit berdasarkan data hasil percobaan.2 Menggolongkan kekhasan senyawa atom karbon dalam 65 67 65 68 60 65 65 65 65 66 64 65 65 60 70 65 membentuk senyawa hidrokarbon.

OSU P.Pd. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. Jumlah minggu efektif Jumlah minggu kalender – jumlah minggu tidak efektif = 20 minggu 4. Jumlah minggu JUMLAH MINGGU NO 1 2 3 4 5 6 Juli Agustus September Oktober November Desember Jumlah 2.D.Mata Pelajaran Kelas Semester Tahun Pelajaran : Kimia : X : 1 : 2012 -2013 1. ___________ Mengetahui. Florentia Mujiyati. Kepala SMA Santa Angela Bandung. Wisnu A. Carolus B. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia KEGIATAN JUMLAH MINGGU 1 1 4 6 BULAN KALENDER 4 5 4 4 4 5 26 TIDAK EFEKTIF 3 1 0 0 0 2 6 EFEKTIF 1 4 4 4 4 3 20 Sr. Keterangan jumlah minggu tidak efektif NO 1 2 3 MOS Libur lebaran Libur semester Jumlah 3. KTSP Kimia Kelas X 6 . Jumlah jam efektif 21 minggu x 3 jam / minggu = 63 jam Bandung. M.Pd. Boedisantoso. S.

Keterangan jumlah minggu tidak efektif NO 1 2 3 4 KEGIATAN Libur Paskah Ujian nasional Ujian sekolah Libur semester Jumlah 3. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung.Pd. Florentia Mujiyati.D. M. Wisnu A. Kepala SMA Santa Angela Bandung. Carolus B. Boedisantoso. S. Angela : Kimia : X : 2 : 2012 -2013 1. Jumlah jam efektif 20 minggu x 3 jam / minggu = 60 jam Bandung. Jumlah minggu efektif Jumlah minggu kalender – jumlah minggu tidak efektif = 18 minggu 4.Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas Semester Tahun Pelajaran : SMA St.Pd. Jumlah minggu JUMLAH MINGGU NO 1 2 3 4 5 6 Januari Pebruari Maret April Mei Juni Jumlah 2. PROGRAM TAHUNAN KTSP Kimia Kelas X 7 . OSU P. ___________ Mengetahui. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia JUMLAH MINGGU 1 1 2 4 8 BULAN KALENDER 4 4 5 4 5 4 26 TIDAK EFEKTIF 1 0 2 2 1 2 8 EFEKTIF 3 4 3 2 4 2 18 Sr.

Menjelaskan perkembangan konsep reaksi oksidasi. Angela : KIMIA : X : 2012 -2013 SMT NO TPU/KONSEP/TEMA/TOPIK/KOMPETENSI DASAR Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr.1 3. S. Kepala SMA Santa Angela Bandung.1 4. 1.Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas Tahun Pelajaran : SMA St. Wisnu A. Membuktikan dan mengkomunikasikan berlakunya hukumhukum dasar kimia melalui percobaan serta menerapkan konsep mol dalam menyelesaikan perhitungan kimia. ikatan koordinasi. ___________ Mengetahui. Jumlah Jumlah Bandung. Menjelaskan proses pembentukan dan teknik pemisahan fraksifraksi minyak bumi serta kegunaannya.reduksi dan hubungannya dengan tata nama senyawa serta penerapannya.Pd. sifat-sifat unsur. 23 Juli 2012 Guru Mata Pelajaran Kimia Sr.1 15 jam 1.2 20 jam 2.2 20 jam 63 jam 6 jam 18 jam 6 jam 24 jam 6 jam 60 jam 123 jam Dibuat oleh 2 3.1 8 jam 2.2 4. Mendeskripsikan kekhasan atom karbon dalam membentuk senyawa hidrokarbon. Membandingkan proses pembentukan ikatan ion. dan sifat-sifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya. Carolus B.3 Mengidentifikasi sifat larutan non-elektrolit dan elektrolit berdasarkan data hasil percobaan. Jumlah Alokasi Waktu 1. Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana serta persamaan reaksinya. massa atom relatif. Boedisantoso. Florentia Mujiyati. KTSP Kimia Kelas X 8 . ikatan kovalen. dan ikatan logam serta hubungannya dengan sifat fisika senyawa yang terbentuk.Pd. M. OSU P.D. melalui pemahaman konfigurasi elektron. Menggolongkan senyawa hidrokarbon berdasarkan strukturnya dan hubungannya dengan sifat senyawa.2 4. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung.

Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana serta persamaan reaksinya. sifatsifat unsur. massa atom relatif. 3 ikatan koordinasi. ikatan 2 kovalen. dan ikatan logam serta 15 3 3 3 3 3 20 3 3 3 3 3 3 2 hubungannya dengan sifat fisika senyawa yang terbentuk. dan sifat-sifat periodik unsur 1 dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya. Angela Kimia X 1 2012 -2013 AGUSTUS 1 2 3 4 5 SEPTEMBER 1 2 3 4 OKTOBER 1 2 3 4 NOVEMBER 1 2 3 4 DESEMBER 1 2 3 4 5 N O TEMA/KONSEP / POKOK BAHASAN Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr. Membandingkan proses pembentukan ikatan ion.PROGRAM SEMESTER Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas Semester Tahun Pelajaran WaktuAlokasi JULI 1 2 3 4 : : : : : SMA St. 20 2 3 3 3 3 3 3 KTSP Kimia Kelas X 9 . Membuktikan dan mengkomunikasikan berlakunya hukum- 8 1 3 3 1 4 hukum dasar kimia melalui percobaan serta menerapkan konsep mol dalam menyelesaikan perhitungan kimia. melalui pemahaman konfigurasi elektron.

Bandung. Menjelaskan proses pembentukan dan teknik pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi serta kegunaannya. 1 6 3 3 2 18 3 3 3 3 3 3 3 6 24 6 Bandung. 23 Juli 2012 Dibuat oleh KTSP Kimia Kelas X . Angela Kimia X 2 2012 -2013 PEBRUARI 1 2 3 4 MARET 1 2 3 4 5 APRIL 1 2 3 4 1 2 MEI 3 4 5 1 JUNI 2 3 4 NO TEMA/KONSEP / POKOK BAHASAN Mengidentifikasi sifat larutan non-elektrolit dan elektrolit berdasarkan data hasil percobaan.PROGRAM SEMESTER Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas Semester Tahun Pelajaran WaktuAlokasi JANUARI 1 2 3 4 : : : : : SMA St. ___________ Disetujui oleh 10 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 5 3 3 Bandung. Menggolongkan senyawa hidrokarbon berdasarkan strukturnya dan hubungannya dengan sifat senyawa. Mendeskripsikan kekhasan atom karbon dalam membentuk senyawa hidrokarbon.reduksi dan hubungannya dengan tata nama senyawa serta penerapannya. ___________ Mengetahui. Menjelaskan perkembangan konsep reaksi oksidasi.

Pd. Boedisantoso. Wisnu A. SILABUS Satuan Pendidikan Mata Pelajaran KTSP Kimia Kelas X : SMA St. OSU P. Florentia Mujiyati. Carolus B. M. S.Kepala SMA Santa Angela Wakasek Kurikulum Guru Mata Pelajaran Kimia Sr.Pd.D. Angela : KIMIA 11 .

Penilaian Jenis tagihan: Tugas kelompok Kuis Ulangan Bentuk instrumen: Laporan tertulis Performans (Kinerja dan sikap) Tes tertulis Alokasi waktu 8 JP Sumber/Ba han/alat Sumber: Buku kimia. isobar dan isoton. Mengkaji konfigurasi elektron dan cara penulisannya dalam diskusi kelas. Memahami struktur atom. Mengkaji sistem periodik untuk memahami makna daftar tersebut melalui diskusi kelas. Menentukan massa atom relatif berdasarkan kelimpahan isotopnya Menentukan massa molekul relatif.1. dan ikatan kimia Kompetensi Dasar 1.Kelas Semester Tahun Pelajaran Standar Kompetensi: 1. Mengkaji literatur tentang perkembangan teori atom (di rumah setelah ditugaskan pada pertemuan sebelumnya) Mempresentasikan dan diskusi hasil kajian Menyimpulkan hasil pembelajaran Mengidentifikasi unsur ke dalam isotop. Tabel periodik LKS o Perkembanga n tabel periodik unsur • religious • mandiri o o o o Mendeskripsikan struktur sistem periodik unsur. Mengkaji massa atom dan massa atom relatif dalam diskusi kelompok. sifat-sifat unsur. sifat-sifat periodik unsur.Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr. melalui pemahaman konfigurasi elektron Materi Pembelajaran o Perkembanga n teori atom. Membandingkan perkembangan tabel 2 JP KTSP Kimia Kelas X 12 . dan sifat-sifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya. Menentukan konfigurasi elektron dan elektron valensi. mulai dari teori Dalton sampai dengan teori atom modern Nilai akhlak Mulia • Religious o : X : 1 : 2012 -2013 Kegiatan pembelajaran Mengkaji atom sebagai partikel dasar penyusun materi (teori atom Dalton) dalam diskusi kelompok. isoton dan isoton melalui kerja kelompok. Mengkaji literatur tentang perkembangan tabel periodik unsur o • o Senang membaca • Toleransi • Komunikatif • Jujur • Kritis • Saling berbagi • Saling hormat o o o o o o o o o Indikator Pencapaian Kompetensi Menjelaskan perkembangan teori atom untuk menunjukkan kelemahan dan kelebihan masing-masing teori atom berdasarkan fakta eksperimen Mengklasifikasikan unsur ke dalam isotop. massa atom relatif.

energiionisasi. afinitas elektron dan keelektronegatifan. afinitaselektron. energi ionisasi. dankeelektronegatifanunsurunsurseperiodedansegolonganberdas arkan data ataugrafikdannomor atom o melaluidiskusikelompok. o o o Mengkajiketeraturanjari-jari o atom. Menganalisis tabel. Mengamati beberapa unsur o untuk membedakan sifat logam. afinitas elektron. Mengklasifikasikan unsur ke dalam logam. periodik unsur untuk mengidentifikasi kelebihan dan kekurangannya. atau sebaliknya. non logam dan metaloid. energi ionisasi. Menghubungkan keteraturan sifat jari-jari atom. dan keelektronegatifan. 4 JP KTSP Kimia Kelas X 13 .• rasa ingin tahu • senang membaca • komunikatif • kreatif • kerja keras • Saling berbagi • Saling hormat o Sifatkepriodi kanunsur • religious • senang membaca • rasa ingin tahu • komunikatif • kreatif • kerjasama • kritis • Saling berbagi • o dalam kerja kelompok Presentasi hasil kajian untuk menyimpulkan dasar pengelompokan unsur-unsur. grafik untuk menentukan keteraturan jari-jari atom. non logam dan metaloid Menentukan letak unsur sistem periodik berdasarkan konfigurasi elektron.

o Menyelidiki kepolaran dari beberapa senyawa dan menghubungkannya dengan kelektronegatifan unsurunsur melalui percobaan o Mendeskripsikan proses pembentukan ikatan logam dan hubungannnya dengan sifat fisik logam o Menghubungkan sifat fisis materi dan hubungannnya dengan jenis ikatan kimianya.Saling hormat 1. ikatan kovalen koordinat dan ikatan logam.2. Ikatan kimia o Kestabilan unsur o Struktur lewis Ikatan ion dan ikatan kovalen o Ikatankovalen koordinat o • Religious o Menhgkaji beberapa senyawa untuk menentukan mengapa atomatom membentuk ikatan kimia. Menjelaskan proses terbentuknya ikatan kovalen koordinasi Jenis tagihan: Kuis Tugas individu Tugas kelompok Ulangan Bentuk instrumen: Laporan tertulis Performans (Kinerja dan sikap) Tes tertulis 6 JP Sumber: Bukukimia Bahan/Alat LKS • o Senang membaca • Komunikatif • Kritis o o o o o o o Senyawakova len polar dan non polar o ikatanlogam o • Religious • Senang membaca • Komunikatif • Toleransi • Kreatif • Kritis • Saling berbagi • Saling hormat Merancang dan melakukan percobaan untuk menyelidiki kepolaran senyawa di laboratorium o Mengidentifikasi sifat fisik logam dan menghubungkannnya dengan proses pembentukan ikatan logam dalam diskusi kelompok di laboratorium. serta hubungannnya dengan sifat fisika senyawa yang terbentuk. Mendiskusikan proses terjadinya ikatan kovalen koordinat dari beberapa contoh sederhana o Menjelaskan kecenderungan suatu unsur untuk mencapai kestabilannya. Menjelaskan proses terbentuknya ikatan ion Menjelaskan proses terbentuknya ikatan kovalen tunggal. ikatan kovalen. o 14 JP KTSP Kimia Kelas X 14 . rangkap dan rangkap tiga. Menentukan unsur yang dapat melepas elektron atau menerima elektron untuk mencapai kestabilan dalam diskusi kelompok. Menggambarkan lambang Lewis melalui diskusi kelas Membandingkan proses pembentukan ikatan ion dan ikatan kovalen dalam diskusi kelas. Menggambarkan lambang Lewis unsur gas mulia (duplet dan oktet) dan unsur bukan gas mulia. Membandi-ngkan proses pembentukan ikatan ion.

Menginformasikan nama beberapa senyawa organik sederhana o Indikator Pencapaian Kompetensi Menuliskan nama senyawa biner o Menuliskan nama senyawa poliatomik o Menuliskan nama senyawa organik sederhana Penilaian Jenis Tagihan: Tugas individu Kuis Bentuk Instrukmen: Tes tertulis Alokasi waktu 2 JP Sumber/Ba han/alat Sumber: Buku Kimia LKS o o o Persamaan reaksi sederhana  religious  komunikatif  toleransi  disiplin o Mendiskusikan cara menyetarakan reaksi o Latihan cara menyetarakan persamaan reaksi o Menyetarakan persamaan reaksi sedewrhanadengan diberikan nama-nama zat 4 JP KTSP Kimia Kelas X 15 . Menyimpulkan aturan pemberian nama senyawa biner dan poliatomik.Standar Kompetensi: 2.1 Mendeskripsik-an tata nama senyawa anorganik dan senyawa organik sederhana serta persamaan reaksinya. Materi Pembelajaran o Tata nama senyawa Nilai Akhlak Mulia  religious  komunikatif  toleransi  senang membaca  kritis  senang membaca  saling hormat  saling berbagi o o o Kegiatan pembelajaran Menentukan nama senyawa kovalen biner Menentukan nama senyawa ionik biner Menentukan nama senyawa ion poliatomik yang terbentukdari tabel kation (golongan utama dan NH4+) dan anion poliatomik serta memberi namanya dalam diskusi kelompok. Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri) Kompetensi Dasar 2.

2.  Kreatif  Kerja keras  senang membaca  saling hormat  saling berbagi yang terlibat dalam reaksi atau sebaliknya. massa dan volum gas. kadar zat dalam senyawa dan pereaksi pembatas. o o Mengkonversikan jumlah mol dengan jumlah partikel . o Menemukanhubunganantaravol um gas denganjumlahmolekulnya yang diukurpadasuhudantekanan yang sama (HUkum Avogadro) o o o Diskusi informasi konsep mol Menghitung jumlah mol. air kristal. massa dan volum zat Menentukan kadar zat dalam senyawa Menentukan rumus empiris dan rumus molekul Menentukan banyak zat pereaksi atau hasil Jenis Tagihan: Tugas individu Tugas kelompok Ulangan Bentuk Instrumen: Testertulis Performans Laporantertulis 5 JP Sumber: Buku Kimia Bahan: LKS danbahanunt ukpercobaan .2 Membuktikan dan mengkomunikasikan berlakunya hukumhukum dasar kimiamelalui percobaan serta menerapkan konsep mol dalam menyelesaikan perhitungan kimia Hukum Dasar Kimia o Hukum Lavoisier o Hukum Proust o Hukum Dalton o Hukum gay Lussac o Hukum Avogadro  senang membaca  saling hormat  saling berbagi  Religious  Kritis  rasa ingin tahu  jujur  kerja keras  senang membaca  saling hormat  saling berbagi  religious  Komunikatif  Kreatif  Toleransi. rumus molekul.  Kreatif  Kerja keras  senang membaca  saling hormat saling berbagi 12 JP o o o KTSP Kimia Kelas X 16 . danhukum Avogadro dalamdiskusikelompok di kelas o Menghitung volume gas pereaksidanatauhasilreaksiberdasarka nhukum Gay Lussac. Merancang dan melakukan percobaan untuk membuktikakn hukum Lavoisier dan hukum Proust di laboratorium o Menarik kesimpulan dari data hasilpercobaan o Membuktikan hukum Lavoisier melalui percobaan o Membuktikan hukum Proust melalui percobaan o Mendiskusikan data percobaanuntukmembuktikanhukum Dalton. Hukum Gay Lussac. 3 JP o kimia Perhitungan  religious  Komunikatif  Kreatif  Toleransi. jumlah partikel. menulis rumus empiris. Menganalsissenyawau ntukmembuktikanberlakuny ahukumkelipatanperbanding an (Hukum Dalton) o Menggunakan data percobaan untuk membuktikan hukum perbandingan volum (Hukum gay Lussac) o Menggunakan data percobaan untuk membuktikan hukum Avogadro.

S. Angela KIMIA X 2 2012 -2013 KTSP Kimia Kelas X 17 . M.Pd.o o reaksi Menentukan pereaksi pembatas dalam suatu reaksi Menentukan rumus hidrat Bandung. Kepala SMA Santa Angela Bandung. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. serta reaksi oksidasi-reduksi Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Nilai Akhlak Mulia Kegiatan pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi Penilaian Alokasi waktu Sumber/ Bahan/alat : : : : : SMA St. Carolus B. Florentia Mujiyati. ___________ Mengetahui. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. OSU P.D. Wisnu A.Pd. Boedisantoso. SILABUS Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas Semester Tahun Pelajaran Standar Kompetensi: 3. Memahami sifat-sifat larutan non elektrolit dan elektrolit.

o Menentukan oksidator dan reduktor o Jenis tagihan: Tugas individu Tugas kelompok Ulangan Kuis Responsi (ujian praktek) Bentuk instrumen: Tes tertulis Performans (kinerja dan sikap) Laporan tertulis 6 JP Sumber: Buku kimia Bahan: LKS dan alat serta bahan untuk percobaan 3. reduktor. hasiloksidasi.1 Mengidentifi-kasi sifat larutan non elektrolit dan elektrolit berdasarkan data hasil percobaan Larutan elektrolit dan non elektrolit o Jenis larutan berdasarkan dayahantar listrik o Jenis larutan elektrolit berdasarkan jenis ikatan o  Religious  Komunikatif  Toleransi  Kritis  senang membaca  saling hormat  saling berbagi Merancang dan melakukan percobaan untuk mengidentifikasi sifat-sifat larutan elektrolit dan non elektrolit dalam diskusi kelompok di laboratorium o Menyimpulkan perbedaan sifat dan jenis larutan elektrolit dan non elektrolit. pelepasan dan penerimaan elektron. o Mendeskripsika n bahwa larutan elektrolit dapat berupa senyawa ion dan senyaw akovalen polar o Membedakan konsep oksidasireduksi ditinjau dari penggabungan dan pelepasan oksigen. hasil reduksi o 12 JP KTSP Kimia Kelas X 18 .3. serta peningkatan dan penurunan bilangan oksidasi o Menentukan bilangan oksidasi atom unsur dalam senyawa atau ion. oksidator. o Menidentifikasi sifat-sifat larutan elektrolit dan non elektrolit melalui percobaan o Mengelompokk an larutan ke dalam larutan elektrolit dan non elektrolit berdasarkan hantaran listriknya o Menjelaskan penyebab kemampuan larutan elektrolit menghantarkan arus listrik.2 Menjelaskan o Konsep perkembangan konsep oksidasi-reduksi reaksi oksidasi reduksi o Bilangan dan hubungannnya oksidasi unsur dalam dengan tatanama senyawa atau ion senyawa serta penerapannya  Religious  Komunikatif  Toleransi  Mandiri  Kerja keras  senang membaca  saling hormat  saling berbagi Demonstrasi reaksi pembakaran dan serah terima elektron (misal reaksi antara paku besi dengan air aki) o Menentukan bilangan oksidasi atom unsur dalam senyawa atau ion dalam diskusi di kelas o Berlatih menentukan bilangan oksidasi.

o Aplikasi redoks dalam memecahkan masalah linhkungan  Religious  Toleransi  Komunikatif  Kreatif  Kerja keras  senang membaca  saling hormat  saling berbagi o Menemukan konsep redoks untuk memecahkan masalah lingkungan dalam diskusi kelompok di kelas dalam reaksi redoks o Memberinamase nyawamenurutaturan IUPAC. Kompetensi Dasar 4. H dan O dalam senyawa karbon melalui percobaan. 4 JP Standar Kompetensi: 4.  Kritis  senang membaca  saling hormat  saling berbagi KTSP Kimia Kelas X 19 . H dan O dalam  senyawa karbon dalam Rasa ingin tahu diskusi kelompok di  laboratorium Komunikatif  Toleransi. Penilaian Jenis tagihan: Tuga skelompok Ulangan Bentuk tagihan: Tes tertulis Performans Laporan tertulis Alokasi waktu 6 JP Sumber/ Bahan/alat Sumber: Buku Kimia Bahan: LKS Alat dan bahan untuk percobaan Molymod Mengidentifi  o Merancang dan kasi atom C. Memahami sifat-sifat senyawa organik atas dasar gugus fungsi dan senyawa makro molekul. H dan Religious melakukan percobaan  O untuk mengidentifikasi Jujur unsur C.1 Mendeskrips-ikan kekhasan atom karbon dalam membentuk senyawa hidrokarbon Materi Pembelajaran o Nilai Akhlak Mulia Kegiatan pembelajaran o Indikator Pencapaian Kompetensi Mengidentifikasi unsur C. o Mendeskripskan konsep larutan elektrolit dan konsep redoks dalam memecahkan masalah lingkungan.

primer. alkena dan alkuna o Sifat fisik alkana. sekunderm. posisi.  o latihan tata nama Toleransi.o Kekhasan atom karbon  o Dengan o Mendeskripsikan kekhasan religious menggunakan molymod atom karbon dalam senyawa karbon. alkena Komunikatif dan alkuna. Menentukan isomer struktur (kerangka. dan fungsi atau isomer geormtri (cis-trans) Menuliskan reaksi sederhana Jenis tagihan: Tuga skelompok Kuis Ulangan Bentuk tagihan: Tes tertulis 20 JP Sumber: Buku Kimia Bahan: LKS Molymod o Atom C primer. tertier dan dan kuarterner dalam kuarterner. o Menganalisa data  titik didih dan titik leleh Kritis senyawa karbon dalam  senang membaca diskusi kelompok  saling hormat o Dengan o o o o KTSP Kimia Kelas X 20 . alkena dan alkuna Menyimpulkan hubungan titik didih senyawa hidrokarbon dengan massa molekul relatifnya dan strutur molekullnya. sekunder.2 Menggolon-gkan senyawa hidrokarbon berdasarkan strukturnya dan hubungannya dengan sifat senyawa o Alkana. tertier dan kuarterner 4. sekunder.  mendiskusikan ke khasan komunikatif atom karbon dalam diskusi  kelompok di kelas toleransi  mandiri  kerja jeras  kreatif  kritis  senang membaca  saling hormat  saling berbagi Nilai Akhlak Mulia o Menentukan atom C o Membedakan atom karbon primer. tertier. alkena dan alkuna o Isomer o Reaksi senyawa karbon  o Dengan Religious menggunakan molymod  (dapat diganti dengan Jujur molymod buatan sendiri)  mendiskusikan jenis ikatan Rasa ingin tahu pada atom karbon pada  senyawa alkana. diskusi kelompok di kelas o Mengelompokkan senyawa hidrokarbon berdasarkan kejenuhan ikatan Memberi nama senyawa alkana.

 saling berbagi 4. substitusi dan reaksi eleiminasi) o o o o o Mendeskripsikan proses pembentukan minyak bumi dan gas alam Menjelaskan komponankomponen utama penyusun minyak bumi Menafsirkan bagan penyulingan bertingkat untuk menjelaskan dasar dan teknik pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi. petrokimia. alkena dan alkuna (reaksi oksidasi.3 Menjelaskan proses pembentukandanteknil kpemisahanfraksifraksiminyakbumiserta kegunaannya Minyak bumi  religious o Fraksi  minyak bumi komunikatif o Mutu bensin  toleransi o Dampak pembakaran bahan  mandiri bakar  kerja jeras  kreatif  kritis  senang membaca  saling hormat  saling berbagi o menggunakan molymod menentukan isomer senyawa hidrokarbon melalui diskusi kelompok o Merumuskan reaksi sederhana senyawa alkana. Jenis tagihan: Tuga skelompok Kuis Ulangan Bentuk tagihan: Tes tertulis Laporan tertulis (makalah) 6 jP Sumber: Buku Kimia Internet Bahan: LKS LCD/komp. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum 21 Bandung. pada senyawa alkana. alkena dan alkuna dalam diskusi kelas. mutu bensin. Menganalisis dampak pembakaran bahan bakar terhjadap lingkungan. ___________ Mengetahui. Kepala SMA Santa Angela KTSP Kimia Kelas X Bandung. Bandung. fraksi minyak bumi. o Dalam keja kelompok membahas tentang eksplorasi minyak bumi. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia . adisi. dan dampak hasil pembakaran nahan bakar o Presentasi hasil kerja kelompok. Membedakan kualitas bensin berdasarkan bilangan oktannya.

M.D. Carolus B. Boedisantoso.Pd. Florentia Mujiyati. Wisnu A. S.Sr.Pd. OSU P. KTSP Kimia Kelas X 22 .

Menjelaskan cara berpikir Dalton dalam merumuskan konsep-konsep atom sebagai awal perkembangan teori atom Menjelaskan perkembangan teori atom berdasarkan penemuan partikel sub atom Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Sub Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Struktur Atom : Perkembangan Model Atom : 2 x 45 menit I. Dalton menyatakan bahwa atom–atom dari unsur yang berlainan melakukan ikatan dengan perbandingan numerik yang sederhana dan melahirkan hukum dasar kimia baru yang dikenal dengan sebutan hukum perbandingan berganda KTSP Kimia Kelas X 23 . Standar Kompetensi Memahami struktur atom. diharapkan siswa dapat: • • • Mengetahui perkembangan model atom Dalton. Menjelaskan perkembangan teori atom untuk menunjukkan kelemahan dan kelebihan masing-masing teori atom Menjelaskan penemuan struktur atom mulai dari teori atom Dalton hingga teori atom modern V. massa atom relatif. sedangkan atom-atom dari unsur yang berbeda memiliki sifat yang berbeda Berdasarkan hukum perbandingan tetap. sifat-sifat periodik unsur.sifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya. dan sifat. sifat-sifat unsur. Uraian Materi Pembelajaran Perkembangan Model Atom 1. dan ikatan kimia Kompetensi Dasar Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr. Indikator • • IV. c. II. John Dalton menyatakan bahwa atom merupakan pertikel terkecil yang tidak bisa dibagi lagi dan tidak bisa dimusnahkan atau diciptakan selama perubahan kimia b. melalui pemahaman konfigurasi elektron III. Hukum-Hukum Dasar Kimia dan Model Atom Dalton a. Dalton menyatakan bahwa semua atom dari suatu unsur yang sama mempunyai sifat yang sama. Berdasarkan percobaan hukum kekekalan massa.

2. Penemuan Partikel-Partikel Penyusun Atom a. Penemuan elektron oleh J.J. Thomson melalui percobaan sinar katoda dan penemuan sinar kanal yang bermuatan positif oleh Eugene Goldstein menjadi dasar teori atom Thomson yang menyatakan bahwa atom merupakan bola bermuatan positif yang pada tempat-tempat tertentu terdapat elektron yang bermuatan negatif. b. Penemuan inti atom oleh Rutherford melalui penembakan lempeng tipis emas oleh hamburan sinar alfa sebagai dasar teori atom Rutherford yang menyatakan bahwa sebagian besar dari atom merupakan ruang kosong yang ditengahnya terdapat pusat massa bermuatan positif yang disebut inti dan dikelilingi oleh elektron-elektron yang bermuatan negatif. c. Penemuan neutron oleh James Chadwick menjawab permasalahan perbandingan massa atom hidrogen dengan atom-atom selain hidrogen dan kestabilan inti atom selain atom hidrogen. VI. Kegiatan Pembelajaran A. Metode dan Pendekatan Metode : Tanya jawab, Ceramah, dan Demonstrasi Pendekatan : Konsep B. Langkah- langkah Pembelajaran No 1. Pembukaan: 1. 2. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai tema dan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan. Siswa menjawab pertanyaan guru mengenai keberadaan atom berdasarkan gambar-gambar yang 2. ditunjukan oleh guru. Kegiatan Inti (pertemuan pertama) 1. Siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan guru yang mengarahkan siswa kepada cara berpikir Dalton dalam merumuskan konsep-konsep atom sebagai awal perkembangan teori atom 2. Siswa kembali menyebutkan sifat-sifat atom menurut Dalton. (pertemuan kedua) 3. Siswa memperhatikan beberapa video demonstrasi dan memperhatikan serta menanggapi penjelasan dan pertanyaan guru mengenai perkembangan teori dan model atom berdasarkan penemuan-penemuan partikel KTSP Kimia Kelas X 24 30 30 15 Kegiatan Alokasi Waktu (menit)

sub-atom yang ditampilkan. 4. Siswa kembali menyebutkan partikel-partikel dasar penyusun atom dan letaknya pada suatu atom yang lebih lanjut menggambarkan model-model atom tersebut 3. menurut gambaran mereka sendiri. Penutup • Siswa guru. • Siswa mengerjakan latihan soal yang ada di buku pegangan siswa. membuat kesimpulan akhir mengenai 15

perkembangan model atom yang dikuatkan kembali oleh

VII.

Alat dan Bahan (Sumber) a. Alat   : Papan tulis LCD
Anonim. Anonim. (2008). (2010). Model Model Atom Atom Thomson. Rutherford. [online]. [online]. Tersedia: Tersedia: http http // // reichmedia-

b. Sumber:
 chemistry.wikispaces.com, zz_plum_pudding. Png. [07 Agustus 2010]  2.web.britannica.com, 22476-004-6DC5AC69 .Gif. [02 Agustus 2010]   Chang, R.. (2004). Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. Jakarta : Penerbit Erlangga. Sunarya, Y., Agus S.. (2009). Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional.

VIII. Penilaian a. b. Aspek yang dinilai c. Jenis Penilaian d. Bentuk Instrumen

Teknik Penilaian : Tes / Assessment : Pengetahuan dan Sikap : Penilaian hasil : Soal

Bandung, ___________ Mengetahui, Kepala SMA Santa Angela

Bandung, ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum

Bandung, 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia

Sr. Florentia Mujiyati, OSU

P.D. Boedisantoso, M.Pd.

Carolus B. Wisnu A, S.Pd.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
KTSP Kimia Kelas X 25

Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Sub Materi Alokasi Waktu

: SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Struktur Atom : Struktur Elektron Atom : 6 x 45 menit

I. II.

Standar Kompetensi Memahami struktur atom, sifat-sifat periodik unsur, dan ikatan kimia. Kompetensi Dasar Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr, sifat-sifat unsur, massa atom relatif, dan sifat- sifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya, melalui pemahaman konfigurasi elektron

III.

Indikator o Menjelaskan struktur elektron pada atom berdasarkan teori atom Bohr o Menentukan jumlah proton, elektron, dan neutron suatu unsur berdasarkan nomor atom dan nomor massa dan sebaliknya. o Menentukan isotop, isobar, dan isoton suatu unsur. o Menentukan elektron valensi unsur dari konfigurasi elektron dan tabel periodik.

IV.

Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, diharapkan siswa dapat: o Menjelaskan struktur elektron pada atom berdasarkan teori atom Bohr. o Menentukan jumlah proton, elektron, dan neutron suatu unsur berdasarkan nomor atom dan nomor massa dan sebaliknya. o Menentukan isotop, isobar, dan isoton suatu unsur.

V.

Uraian Materi Pembelajaran 1. Struktur elektron atom berdasarkan teori atom Bohr a. Menurut Hukum Fisika Klasik, model atom Rutherford yang menggambarkan bahwa elektron bergerak bebas mengelilingi inti tidak stabil, karena elektron akan kehilangan energinya dan akan jatuh ke inti, pada akhirnya atom akan musnah b. Bohr menyatakan bahwa tiap elektron dalam atom hanya dapat menempati kulit tertentu yang memiliki tingkat energi tertentu c. Spektrum atom hidrogen terbentuk akibat energi yang dipancarkan elektron ketika berpindah dari kulit pada keadaan tereksitasi ke kulit pada keadaan dasar d. Elektron dapat berpindah dari kulit dengan tingkat energi rendah ke kulit dengan tingkat energi lebih tinggi dengan menerima energi

KTSP Kimia Kelas X

26

Kegiatan Inti (pertemuan pertama) 1.langkah Pembelajaran KTSP Kimia Kelas X 27 . (pertemuan kedua) 3. 45 Siswa menjawab pertanyaan guru mengenai materi sebelumnya. 15 : Tanya jawab. Siswa memperhatikan 30 postulat-postulat yang diajukan Bohr mengenai letak elektron dalam suatu atom dan menuangkan postulat tersebut dalam sebuah gambar model atom. dan Demonstrasi Kegiatan Alokasi Waktu (menit) B. Metode dan Pendekatan Pendekatan : Konsep Metode No 1. pertanyaan-pertanyaan Siswa memperhatikan proses terbentuknya spektrum atom hidrogen dan menjawab guru mengenai pergerakan elektron dalam suatu atom. VI.e. Jumlah proton yang dimiliki atom merupakan nomor atom. Kegiatan Pembelajaran A. Elektron dapat berpindah dari kulit dengan tingkat energi tinggi ke kulit dengan tingkat energi lebih rendah dengan melepaskan energi. 2. Langkah. 2. Siswa menjawab pertanyaan guru mengenai penemuan partikel dasar penyusun atom. sedangkan jumlah proton dan neutron disebut nomor massa. penjelasan guru berdasarkan notasi atom. magnet. Unsur-unsur yang memiliki jumlah proton sama disebut isotop. 4. 3. dan unsur yang memiliki nomor massa sama disebut isobar. 3. Siswa memperhatikan dan menjawab pertanyaan guru tentang interaksi dua 2. Pembukaan: 1. 2. unsur yang memiliki jumlah neutron sama disebut isoton. Ceramah. Massa atom dan massa molekul bersifat relatif. Siswa mengenai memperhatikan konfigurasi elektron.

dan isobar.. c. Penutup • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai letak elektron dalam suatu atom. nomor massa. (pertemuan keempat) 6. Jakarta : Penerbit Erlangga.web. VII.   . [07 Agustus 2010]  2.britannica. massa atom relatif. a. 5. [online]. ___________ Mengetahui. isobar dan isoton. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Bandung. Anonim. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. isotop. [online].Gif. [02 Agustus 2010]  Chang. Png. Rutherford. Kepala SMA Santa Angela KTSP Kimia Kelas X 28 . d. Y. Siswa memperhatikan sistem periodik unsur dan menanggapi penjelasan-penjelasan guru mengenai nomor atom dan nomor massa. nomor atom. (2008). (2004). (2010). b. Alat:    Papan tulis LCD Tabel Periodik Unsur Anonim..com.Sumber:  chemistry. (2009). Jakarta : Penerbit Erlangga.. VIII. Sunarya. Agus S. zz_plum_pudding. isotop. Model Model Atom Atom Thomson. Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai massa atom relatif dan menghitung masa atom relatif dari suatu unsur. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. Siswa memperhatikan 45 30 penjelasan guru mengenai isotop.com. Penilaian Teknik Penilaian Aspek yang dinilai Jenis Penilaian Bentuk Instrumen : Tes / Assessment (waktu 2 x 45 menit) : Pengetahuan dan Sikap : Penilaian hasil : Soal Bandung. isoton. R. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. isobar dan isoton serta mengelompokan unsur-unsur yang termasuk dalam 3. 22476-004-6DC5AC69 .wikispaces. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. Tersedia: Tersedia: http http // // reichmedia- 15 Alat dan Bahan (Sumber) a.(pertemuan ketiga) 4. a.

o Menentukan golongan dan periode unsur-unsur dalam tabel periodik. Indikator o Membandingkan perkembangan sistem periodik melalui studi kepustakaan. keelektronegatifan. o Menganalisis tabel atau grafik sifat keperiodikan unsur (jari-jari atom.sifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya. afinitas elektron. sifat-sifat unsur.Pd. melalui pemahaman konfigurasi elektron III. Boedisantoso. keelektronegatifan. Kompetensi Dasar Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr. o menjelaskan keteraturan sifat jari-jari atom. S.Sr. dan ikatan kimia. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Sistem Periodik Unsur : 6 x 45 menit I. o menentukan konfigurasi elektron dan elektron velensi. Wisnu A. o Menentukan sifat-sifat unsur dan massa atom relatif dari tabel periodik. afinitas elektron. keelektronegatifan. Florentia Mujiyati. OSU P. Standar Kompetensi Memahami struktur atom. Uraian Materi Pembelajaran KTSP Kimia Kelas X 29 . o mendeskripsikan keteraturan jari-jari atom. massa atom relatif. afinitas elektron. M. o Menentukan massa atom relatif unsur dan senyawa. dan energi ionisasi. diharapkan siswa dapat: o menjelaskan perkembangan sistem periodik unsur dari sistem periodik unsur yang sederhana hingga sistem periodik unsur modern. IV.Pd. Carolus B. dan energi ionisasi). o Menentukan sifat-sifat unsur dan massa atom relatif dari tabel periodik. dan energi ionisasi unsur-unsur seperiode dan segolongan berdasarkan data atau grafik dan nomor atom.D. sifat-sifat periodik unsur. II. dan sifat. V.

Kegiatan Pembelajaran A. Siswa menjawab pertanyaan guru mengenai materi 2. 2.a. sistem siswa periodik mendiskusikan unsur dan 45 perkembangan 45 30 15 : : Konsep Kegiatan Alokasi Waktu (menit) B. e. Dmitri Ivanovich Mendeleev. afinitas elektron. Beberapa sifat unsur antara lain jari-jari atom. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan No 1. (pertemuan ketiga) 4. Pembukaan: • Apersepsi: a. f. Dobereiner. c. Susunan elektron dalam mengisi kulit atom disebut konfigurasi elektron. b. dan energi ionisasi. siswa mendiskusikan hubungan antara konfigurasi elektron dengan golongan dan periode kemudian mempresentasikanya di depan kelas. Ilmuwan yang berjasa dalam perkembangan sistem periodik unsur antara lain W. VI.negatifan. d. Secara berkelompok. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai sistem periodik modern melalui media presentasi.langkah Pembelajaran mempresentasikanya di depan kelas KTSP Kimia Kelas X 30 . Siswa menyimak penjelasan guru mengenai tema dan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan. Langkah. Kegiatan Inti (pertemuan pertama) 1. John Newlands. Elektron dalam atom terletak pada kulit atom. dan Lothar Meyer. Siswa menjawab pertanyaan guru mengenai sistem periodik. Konfigurasi elektron digunakan untuk menentukan letak unsur dalam sistem periodik unsur. Secara berkelompok. (pertemuan kedua) 3. b. keelektro. sebelumnya. Elektron yang ada dalam kulit terluar disebut elektron valensi.

. Aspek yang dinilai : Pengetahuan . Bentuk Instrumen : Soal.. Agus S. (2004). (2009). Florentia Mujiyati. Siswa diberi tugas di rumah untuk menghapalkan unsurunsur dalam SPU. M. Boedisantoso. Jakarta : Penerbit Erlangga.D. Alat dan Bahan (Sumber) a. Sumber:    . S. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung.(pertemuan keempat) 5. Wisnu A. (pertemuan kelima) 6. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. VIII. Alat:   Papan tulis LCD Chang. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. R. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. Sunarya. KTSP Kimia Kelas X 31 . Teknik Penilaian : Tes / Assessment (waktu 1x45) . Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. pengamatan perilaku b. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. Secara kelas Penutup • • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai sistem periodik unsur yang dikuatkan kembali oleh guru. siswa mendiskusikan sifat 30 keperiodikan unsur dan mempresentasikanya di depan 3. Jenis Penilaian : Penilaian Proses dan Penilaian hasil d. 45 berkelompok. Sikap dan Psikomotorik c. Siswa memperhatikan penjelaan guru mengenai jari-jari atom dan sifat keperiodikanya. Kepala SMA Santa Angela Bandung. Carolus B. Penilaian a. ___________ Mengetahui.. Y. pengamatan kerja. Jakarta : Penerbit Erlangga. 15 b. Lembar pengamatan Afektif dan Psikomotorik Bandung.Tugas kelompok. OSU P.Pd. VII.Pd.

c. o menyebutkan senyawa ion. Kompetensi Dasar Membandingkan proses pembentukan ikatan ion. suatu unsur melepaskan elektron. atau menggunakan elektron bersama. Uraian Materi Pembelajaran a.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Sub Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Ikatan Kimia : Struktur Lewis. KTSP Kimia Kelas X 32 . menangkap elektron. o Menggambarkan susunan elektron valensi gas mulia (duplet dan oktet) dan elektron valensi bukan gas mulia (struktur Lewis). o menggambarkan lambang Lewis. ikatan kovalen koordinasi. b. Untuk mencapai kestabilannya. o Menjelaskan proses terjadinya ikatan ion dan contoh senyawanya. Konfigurasi unsur gas mulia merupakan konfigurasi yang stabil. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. o menjelaskan proses terjadinya ikatan ion. V. Ikatan Ion : 6 x 45 menit I. IV. sifat-sifat periodik unsur. diharapkan siswa dapat: o menjelaskan kencenderungan unsur untuk mencapai kestabilan. Lambang Lewis merupakan suatu model yang simpel dan informatif yang dapat digunakan untuk menjelaskan cara penyusunan elektron valensi dalam molekul. dan ikatan logam serta hubungannya dengan sifat fisik senyawa yang terbentuk III. dan ikatan kimia II. Indikator o Menjelaskan kecenderungan suatu unsur untuk mencapai kestabilannya dengan cara berikatan dengan unsur lain. o menuliskan konfigurasi unsur gas mulia dan menjelaskan kestabilannya. Standar Kompetensi Memahami struktur atom. ikatan kovalen.

Siswa menyimak penjelasan guru mengenai kestabilan konfigurasi gas mulia. menangkap bersama. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai struktur Lewis. elektron 45 kestabilannya. Dengan menggunakan peristiwa yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan Pembelajaran Metode : Ceramah. 5. e. Ikatan ion merupakan ikatan yang terjadi antara unsur logam dengan unsur nonlogam. misalnya unsur alkali berikatan dengan unsur halogen. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai usaha unsur selain gas antara elektron.langkah Pembelajaran No 1. (pertemuan kedua) 3.d. diskusi A. b. mulia lain dan untuk melepaskan menggunakan mencapai elektron. Langkah. misalnya adanya ikatan antarteman dan ikatan suami istri. (pertemuan ketiga) 4. Kegiatan Inti (pertemuan pertama) 1. menjawab pertanyaan guru mengenai konfigurasi elektron. Siswa 2. Metode dan Pendekatan Pendekatan : Konsep B. VI. Siswa menyebutkan cenderung kestabilan. Ikatan ion adalah ikatan yang terjadi karena serah terima elektron. guru menjelaskan kestabilan yang diperlukan dalam kehidupan. 2. Pembukaan: • Apersepsi: a. Siswa menuliskan konfigurasi elektron gas mulia di papan tulis. KTSP Kimia Kelas X 33 unsur-unsur elektron yang untuk cenderung mencapai melepaskan elektron valensinya dan unsur-unsur yang menangkap 45 30 15 Kegiatan Alokasi Waktu (menit) .

Sikap dan Psikomotorik : Penilaian Proses dan Penilaian hasil : Soal. Siswa diberi tugas untuk mengerjakan soal latihan pembentukan ikatan ion.. (2009). Florentia Mujiyati. Kepala SMA Santa Angela Bandung. ___________ Mengetahui. Sumber:  Chang. Bandung. Y. Penutup • • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai sistem periodik unsur yang dikuatkan kembali oleh guru. Penilaian a. Jakarta : Penerbit Erlangga.. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Jenis Penilaian d.. KTSP Kimia Kelas X 34 .D. Boedisantoso.  . Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. S. Alat dan Bahan (Sumber) a. R. Carolus B. M.Pd. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. pembentukan ikatan ion. Agus S. Teknik Penilaian b. Aspek yang dinilai c. Bentuk Instrumen : Tes / Assessment (waktu 1x45) : Pengetahuan . Alat:   Papan tulis LCD 45 45 b. (2004). Wisnu A. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti.(pertemuan keempat) 6. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai proses 3. VIII. OSU P. Jakarta : Penerbit Erlangga. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional.  Sunarya. VII.Pd.

Uraian Materi Pembelajaran a. IV. ikatan kovalen. o menyebutkan contoh-contoh senyawa kovalen. rangkap dan koordinat Alokasi Waktu : 6 x 45 menit I. misalnya antar unsur halogen. b. o menjelaskan proses terjadinya ikatan kovalen rangkap dan kovalen koordinat o menggambarkan strutur lewis ikatan kovalen. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Sub Materi Pokok : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Ikatan kimia : Ikatan kovalen tunggal. V. Kompetensi Dasar Membandingkan proses pembentukan ikatan ion. sifat-sifat periodik unsur. o Menjelaskan proses terbentuknya ikatan kovalen koordinat serta contoh senyawanya. diharapkan siswa dapat o menjelaskan proses terjadinya ikatan kovalen. o menggambarkan strutur lewis ikatan kovalen. diskusi 35 Pendekatan : Konsep . Ikatan kovalen adalah ikatan yang terjadi karena penggunaan bersama elektron. o Menjelaskan proses terbentuknya ikatan kovelen rangkap serta contoh senyawanya. Kegiatan Pembelajaran A. Standar Kompetensi Memahami struktur atom. dan ikatan kimia II. ikatan kovalen koordinasi. Indikator o Menjelaskan proses terbentuknya ikatan kovalen tunggal serta contoh senyawanya. dan ikatan logam serta hubungannya dengan sifat fisik senyawa yang terbentuk III. Metode dan Pendekatan Metode KTSP Kimia Kelas X : Ceramah. VI. Ikatan kovalen merupakan ikatan yang terjadi antarunsur nonlogam.

O. Pembukaan: • Apersepsi: a. Dengan menggunakan peristiwa yang ada dalam kehidupan pembentukan pembentukan sehari-hari. rangkap dua. Siswa diberi tugas di rumah untuk membaca materi ikatan kovalen polar dan nonpolar. N. Kegiatan Inti (pertemuan pertama) 1. Cl. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai pembentukan ikatan kovalen tunggal. Langkah. 2. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai konsepkonsep dasar yang menyebabkan terjadinya ikatan kovalen. (pertemuan kedua). Siswa menyimak penjelasan guru mengenai ikatan kovalen koordinat. KTSP Kimia Kelas X 36 15 75 90 60 30 . dan rangkap tiga.langkah Pembelajaran No 1. senyawa organisasi guru kovalen yang menganalogikan seperti saling dalam memberi 15 Kegiatan Alokasi Waktu (menit) kontsribusi dalam bentuk modal bersama. 2. dsb) 3. 6. Siswa 3.B. Siswa mengerjakan soal latihan yang diberikan oleh guru. mengerjakan soal latihan ikatan kovalen koordinasi Penutup • • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai ikatan kovalen yang dikuatkan kembali oleh guru. (pertemuan ketiga) 4. Siswa menggambarkan struktur lewis dari berbagai unsur non logam (C. (pertemuan keempat) 5.

M. (2004). Boedisantoso. KTSP Kimia Kelas X 37 . Jakarta : Penerbit Erlangga. Sunarya. Alat   Papan tulis LCD Chang. Y. ___________ Mengetahui. Kepala SMA Santa Angela Bandung. S.. OSU P. Agus S.Sumber:    . Carolus B. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. Bandung.D. Wisnu A. : c. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. (2009). Jakarta : Penerbit Erlangga. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti.VII. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional.Pd. Florentia Mujiyati... Alat dan Bahan (Sumber) A. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. Alat dan Bahan (Sumber) a.Pd. R.

Kegiatan Pembelajaran A. V. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan : Ceramah. VI. dan ikatan kimia II. Uraian Materi Pembelajaran a. b. Kompetensi Dasar Membandingkan proses pembentukan ikatan ion. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. ikatan kovalen koordinasi. o Menjelaskan hubungan antara kepolaran dengan keelektronegatifan. IV. diharapkan siswa dapat: o Menjelaskan pengertian senyawa polar dan senyawa nonpolar. Senyawa polar terjadi jika sepasang elektron yang digunakan untuk berikatan tertarik pada salah satu unsur yang berikatan. dan ikatan logam serta hubungannya dengan sifat fisik senyawa yang terbentuk III.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Ikatan Kovalen polar dan non Polar : 4 x 45 menit I. o Membedakan senyawa polar dengan senyawa nonpolar. sifat-sifat periodik unsur. Keelektronegatifan menunjukkan kecenderungan suatu atom untuk menangkap elektron. diskusi : Konsep KTSP Kimia Kelas X 38 . Indikator o Menyelidiki kepolaran beberapa senyawa dan hubungannya dengan keelektronegatifan melalui percobaan. Senyawa nonpolar terjadi jika sepasang elektron yang digunakan untuk berikatan ditarik sama kuat oleh atom-atom yang berikatan. Standar Kompetensi Memahami struktur atom. ikatan kovalen. c.

langkah Pembelajaran No 1. menjelaskan kembali mengenai konsep keelektronegatifan yang telah dipelajari pada bab II. (Pertemuan ketiga) 4. Alat :   Papan tulis LCD 39 KTSP Kimia Kelas X . Siswa menyebutkan beberapa contoh senyawa kovalen 3. polar dan nonpolar. Siswa 2. 5. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai senyawa kovalen polar dan nonpolar berdasarkan video 45 demonstrasi. Alat dan Bahan (Sumber) a. Langkah. 15 75 30 15 Kegiatan Alokasi Waktu (menit) VII. Siswa memperhatikan peragaan yang dilakukan oleh guru mengenai hubungan keelektronegatifan dengan ikatan kimia 2. (pertemuan kedua) 3. Penutup • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai ikatan kovalen polar dan nonpolar serta ikatan logam yang dikuatkan kembali oleh guru. • Siswa diberi tugas di rumah untuk mengerjakan evaluasi bab 3 dan membaca materi stoikiometri. Siswa bersama guru melakukan percobaan pengujian kepolaran terhadap beberapa larutan. Siswa menjawab pertanyaan guru mengenai ikatan kovalen b.B. Pembukaan: • Apersepsi: a. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai ikatan kovalen polar dan nonpolar. Kegiatan Inti (pertemuan pertama) 1.

Jakarta : Penerbit Erlangga. OSU P. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. Teknik Penilaian : Tes / Assessment (waktu 2x45) ... VIII. ___________ Mengetahui.. Boedisantoso.D.Tugas kelompok. Bandung. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. Agus S. Y. Sumber:  Chang. Aspek yang dinilai : Pengetahuan . R. pengamatan perilaku b. pengamatan kerja. S. Jakarta : Penerbit Erlangga. Carolus B. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. Bentuk Instrumen : Soal.b. M. Penilaian a. Jenis Penilaian : Penilaian Proses dan Penilaian hasil d.Pd. Wisnu A. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. Sunarya. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. KTSP Kimia Kelas X 40 . (2009).Pd.   . Florentia Mujiyati. Kepala SMA Santa Angela Bandung. Sikap dan Psikomotorik c. (2004).

o Memprediksi jenis ikatan yang terjadi pada berbagai senyawa dan membandingkan dengan sifat fisiknya. diharapkan siswa dapat: o Menjelaskan proses pembentukan ikatan logam dan hubungannya dengan sifat fisik logam. Ikatan pada logam Ikatan pada logam berbeda dengan ikatan kimia lainnya sebab elektronelektron dalam kristal logam bergerak bebas. elektron-elektron valensi dapat berpindah jika dipengaruhi oleh medan listrik atau panas. Oleh karena bergerak bebas. ikatan kovalen koordinasi. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. Sifat mengkilap logam KTSP Kimia Kelas X 41 . sifat-sifat periodik unsur. Kompetensi Dasar Membandingkan proses pembentukan ikatan ion. dan ikatan kimia II. Elektron-elektron valensi logam bergerak bebas dan mengisi ruangruang di antara kisi-kisi kation logam yang bermuatan positif. Uraian Materi Pembelajaran 1. dan ikatan logam serta hubungannya dengan sifat fisik senyawa yang terbentuk III. IV. Ikatan logam terbentuk antara kation-kation logam dan elektron valensi. ikatan kovalen.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Ikatan Logam : 4 x 45 menit I. a. Indikator o Menjelaskan proses pembentukan ikatan logam dan hubungannya dengan sifat fisik logam. o Memprediksi jenis ikatan yang terjadi pada berbagai senyawa dan membandingkan dengan sifat fisiknya. Teori Lautan Elektron Menurut teori ini. Standar Kompetensi Memahami struktur atom. V. kristal logam tersusun atas kation-kation logam yang terpateri di tempat (tidak bergerak) dikelilingi oleh lautan elektron valensi yang bergerak bebas dalam kisi Kristal. b.

Jika logam ditempa atau dibengkokkan terjadi pergeseran kationkation. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan : Ceramah. 2. Sifat-sifat senyawa Oleh karena ikatan ion dan ikatan kovalen berbeda dalam proses pembentukannya maka senyawa yang dibentuknya juga memiliki sifatsifat fisika dan kimia yang berbeda. VI. kalor dapat didistribusikan oleh logam ke seluruh kristal logam sehingga logam menjadi panas. Konduktor listrik dan panas Jika listrik dialirkan melalui logam. c. Jika sejumlah kalor (panas) diserap oleh logam. elektron-elektron valensi logam akan bergerak lebih cepat dan elektron-elektron tersebut membawa sejumlah kalor yang diserap. elektron-elektron valensi logam akan membawa muatan listrik ke seluruh logam dan bergerak menuju potensial yang lebih rendah sehingga terjadi aliran listrik dalam logam. Ketika elektron yang tereksitasi itu kembali ke keadaan dasar akan disertai pembebasan energi dalam bentuk cahaya atau kilap. tetapi pergeseran ini tidak menyebabkan patah karena selalu dikelilingi oleh lautan electron. Lentur (tidak kaku) Kisi-kisi kation bersifat kaku (tetap di tempat). sedangkan electron valensi logam bergerak bebas. Kegiatan Pembelajaran A. diskusi : Konsep KTSP Kimia Kelas X 42 . Akibatnya.Menurut teori Drude-Lorentz. d. sebagian elektron valensi logam akan tereksitasi. jika cahaya tampak (visible) jatuh pada permukaan logam.

b. Siswa memperhatikan video pembelajaran yang 30 ditampilkan oleh guru mengenai ikatan logam. Langkah. dan logam. Siswa memperhatikan dan menanggapi penjelasan guru mengenai sifat-sifat ikatan logam yang mendukung teori lautan elektron yang terdapat dalam video. Siswa menjawab pertanyaan guru mengenai ikatan kovalen 2. Siswa memperhatikan dan menanggapi penjelasan guru mengenai 3. Kegiatan Inti (Pertemuan pertama) 1. 2. Pembukaan: • Apersepsi: a. (pertemuan kedua) 3.langkah Pembelajaran No 1. Siswa diberi pengantar tentang sifat-sifat dari logam. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai proses terbentuknya ikatan logam yang terdapat dalam video. 15 30 45 15 Kegiatan Alokasi Waktu (menit) KTSP Kimia Kelas X 43 . Siswa diberi tugas di rumah untuk mengerjakan evaluasi bab 3 dan membaca materi stoikiometri. perbandingan sifat-sifat senyawa ion. (pertemuan ketiga) 4. kovalen. Penutup • • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai ikatan logam yang dikuatkan kembali oleh guru.B.

Aspek yang dinilai c. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. Sikap dan Psikomotorik : Penilaian Proses dan Penilaian hasil : Soal. (2009). Jenis Penilaian d. Evi Lutviana. Alat dan Bahan (Sumber) a.D. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. OSU P. Carolus B. Chang. Y. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. Florentia Mujiyati.VII. Jakarta : Penerbit Erlangga. Alat :   Papan tulis LCD Media pembelajaran ikatan logam ver1. Bandung. ___________ Mengetahui. Bentuk Instrumen : Tes / Assessment (waktu 1x45) : Pengetahuan . M. FPMIPA UPI. R.. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti...Pd. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. b. Sumber:     .Pd. Sunarya. Agus S. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. Penilaian a. Kepala SMA Santa Angela Bandung. KTSP Kimia Kelas X 44 . Jakarta : Penerbit Erlangga.0. VIII. Wisnu A. (2004). Boedisantoso. Teknik Penilaian b. S.

Tata nama senyawa poliatomik Senyawa yang tersusun lebih dari dua unsur digolongkan sebagai senyawa poliatom. Untuk kasus ini. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. Senyawa poliatom umumnya mengandung oksigen. III. Jika dua unsur dapat membentuk lebih dari satu senyawa. dan H2SO4 (asam sulfat). NO2. seperti Ca(ClO)2 atau kaporit. Kompetensi Dasar Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana serta persamaan reaksinya. seperti NO. tri-(tiga). penambahan kata 'ida' tidak cukup sebab akan muncul senyawa dengan nama yang sama. NaCO3 (soda kue). nama senyawa ditambah dengan kata mono-(satu).RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Tata Nama Senyawa Anorganik : 2 x 45 menit I. Uraian Materi Pembelajaran 1. Standar Kompetensi Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri). dan N2O4. II. di(dua). Tata nama senyawa poliatom yang mengandung oksigen didasarkan pada jumlah KTSP Kimia Kelas X atom oksigen yang 45 . Penamaan senyawa ini didasarkan pada nama unsur pembentuknya yang ditulis secara berurutan sesuai penulisan rumus kimia (lambang senyawa) dan akhiran dari unsur keduanya diganti -ida. atau tetra-(empat) yang menunjukkan jumlah unsur. diharapkan siswa dapat: o Menuliskan nama-nama senyawa biner dari senyawa anorganik o Menuliskan nama-nama senyawa poli-atomik dari senyawa anorganik V. 2. Indikator o Menuliskan nama-nama senyawa biner dari senyawa anorganik o Menuliskan nama-nama senyawa poli-atomik dari senyawa anorganik IV. Tata nama senyawa biner Senyawa biner adalah senyawa yang tersusun dari dua macam unsur.

dikandungnya. alam Kegiatan Inti (pertemuan pertama) 1. diskusi : Konsep Kegiatan Alokasi Waktu (menit) B. Kegiatan Pembelajaran A. Siswa memperhatikan dan menanggapi penjelasan guru mengenai tata nama senyawa poli atomik (pertemuan kedua) 3. VI. Tata nama senyawa tersebut tidak memadai setelah ditemukan senyawa yang mengandung atom oksigen lebih banyak atau lebih sedikit dari senyawa tersebut. b. Langkah. sedangkan senyawa yang lebih sedikit dari contoh senyawa di atas diberi awalan hipo-. Siswa memperhatikan contoh-contoh senyawa di 2. Senyawa yang mengandung jumlah oksigen paling banyak diberi akhiran -at. Siswa menjawab pertanyaan guru mengenai jenisjenis senyawa di alam.langkah Pembelajaran KTSP Kimia Kelas X 46 . Siswa menyimak penjelasan guru mengenai tata nama senyawa biner 2. Untuk itu. sedangkan yang paling sedikit diberi akhiran -it. anorganik Penutup • • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai tata nama senyawa anorganik Siswa mengerjakan postest mengenai penamaan 30 senyawa kimia. senyawa yang mengandung atom oksigen lebih banyak lagi diberi awalan per-. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan No 1. 15 30 15 : Ceramah. Siswa mengerjakan latihan penamaan senyawa-senyawa 3. Pembukaan: • Apersepsi: a.

Wisnu A. Alat :   Papan tulis LCD Chang.Pd. Bandung. Florentia Mujiyati. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. Alat dan Bahan (Sumber) a. Kepala SMA Santa Angela Bandung. b. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr.. Sumber:    . Sunarya.Pd. R. Jakarta : Penerbit Erlangga. (2009). OSU P. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Jakarta : Penerbit Erlangga. Boedisantoso. Carolus B...VII.D. (2004). Agus S. Y. ___________ Mengetahui. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. M. S. KTSP Kimia Kelas X 47 .

Contoh-contoh persamaan reaksi a. Reaksi penguraian KTSP Kimia Kelas X 48 . 3. II. III. Bilangan yang ditambahkan ini dinamakan koefisien reaksi. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. baik jumlah zat maupun muatannya. Cara yang benar untuk menyetarakan persamaan reaksi adalah dengan bilangan di depan setiap rumus kimia dengan angka yang sesuai. 2. Standar Kompetensi Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri). Persamaan Reaksi Persamaan reaksi didefinisikan sebagai persamaan yang menyatakan kesetaraan jumlah zat-zat yang terlibat dalam reaksi kimia dengan menggunakan rumus kimia. Kompetensi Dasar Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana serta persamaan reaksinya. Jadi. Uraian Materi Pembelajaran 1. diharapkan siswa dapat: o Menyetarakan reaksi sederhana o Menyebutkan nama-nama zat yang terlibat dalam suatu reaksi kimia atau sebaliknya V.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Persamaan Reaksi Sederhana : 4 x 45 menit I. Penyetaraan Persamaan Reaksi Suatu persamaan reaksi dikatakan benar jika memenuhi hukum kimia. yaitu zat-zat yang terlibat dalam reaksi harus setara. Dalam reaksi kimia terdapat zat-zat pereaksi dan zat-zat hasil reaksi. Indikator o Menyetarakan reaksi sederhana o Menyebutkan nama-nama zat yang terlibat dalam suatu reaksi kimia atau sebaliknya IV. cara yang benar untuk menyetarakan persamaan reaksi adalah dengan cara menentukan nilai koefisien reaksi.

diskusi : Konsep Kegiatan Alokasi Waktu (menit) B. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai definisi persamaan reaksi dan contoh-contohnya (pertemuan kedua) 3. VI. Siswa memperhatikan dan menanggapi penjelasan guru tentang langkah-langkah penyetaraan persamaan reaksi 4. Pembukaan: • Apersepsi: a. Reaksi metatesis Reaksi metatesis atau reaksi pertukaran ganda adalah reaksi kimia yang melibatkan pertukaran antar ion-ion dalam senyawa yang bereaksi. Reaksi pendesakan Reaksi pendesakan atau disebut juga reaksi pertukaran tunggal adalah reaksi dimana suatu unsur menggantikan posisi unsur lain dalam suatu senyawa. c. 2. Siswa mengerjakan latihan penyetaraan reaksi bersama 3. Kegiatan Pembelajaran A. Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang 2. KTSP Kimia Kelas X 49 30 45 75 : Ceramah.Reaksi penguraian adalah suatu reaksi senyawa tunggal terurai menjadi dua atau lebih zat yang baru. Reaksi penggabungan Reaksi penggabungan adalah reaksi dimana dua buah zat atau lebih bergabung membentuk satu jenis zat yang baru.langkah Pembelajaran . Siswa bersama guru melakukan percobaan mengenai perubahan kimia. penyebab-penyebab terjadinya perubahan kimia Kegiatan Inti 1. Siswa menjawab pertanyaan guru mengenai 15 fenomena-fenomena perubahan kimia di alam b. d. b. Langkah. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan No 1. guru Penutup • • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai persamaan reaksi dan reaksi kimia Siswa diberi review mengenai hukum-hukum dasar kimia.

IX. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. Sumber:    . Penilaian e. M.. (2009).D.Pd. ___________ Mengetahui. d. Y. S.. Boedisantoso. Alat dan Bahan (Sumber) c. Sikap dan Psikomotorik : Penilaian Proses dan Penilaian hasil : Soal. Carolus B. Jenis Penilaian h. Bentuk Instrumen : Tes / Assessment (waktu 2x45) : Pengetahuan . Wisnu A. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. Teknik Penilaian f.VII. Alat :   Papan tulis LCD Chang. Florentia Mujiyati. R. (2004). Agus S. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung.Pd. Aspek yang dinilai g. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. Sunarya. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. Mudah dan Aktif Belajar Kimia.. Bandung. Kepala SMA Santa Angela Bandung. Jakarta : Penerbit Erlangga. KTSP Kimia Kelas X 50 . Jakarta : Penerbit Erlangga. OSU P.

Jika dua unsur dapat membentuk lebih dari satu senyawa. o Membuktikan berdasarkan percobaan dan menafsir. IV.dingan (hukum Dalton) pada beberapa peristiwa.kan data tentang massa dua unsur yang bersenyawa (hukum Proust).RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Hukum Dasar Kimia : 5 x 45 menit I. o Membuktikan berlakunya hukum kelipatan perban. o Menggunakan data percobaan untuk membuktikan hukum perbandingan volume (hukum Gay Lussac). c. Uraian Materi Pembelajaran a. Kompetensi Dasar Membuktikan dan mengomunikasikan berlakunya hukum-hukum dasar kimia melalui percobaan serta menerapkan konsep mol dalam menyelesaikan perhitungan kimia III. yaitu massa sebelum reaksi sama dengan massa sesudah reaksi. hukum Dalton (hukum kelipatan perbandingan). antara lain hukum kekekalan massa. Dalam suatu reaksi kimia selalu berlaku hukum kekekalan massa. V. b. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini.kan hukum Gay Lussac. perbandingan massa salah satu unsur KTSP Kimia Kelas X 51 . diharapkan siswa dapat: o Membuktikan berdasarkan percobaan bahwa massa zat sebelum dan sesudah reaksi tetap (hukum kekekalan massa/hukum Lavoisier). Standar Kompetensi Memahami (stoikiometri) hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia II. hukum Proust (hukum perbandingan tetap). Perbandingan massa unsur dalam suatu senyawa selalu tetap. o Menghitung volume gas reaktan atau produk berdasar. Indikator Menjelaskan hukum dasar kimia. dan hukum Gay Lussac (hukum perbandingan volume) berdasarkan eksperimen atau data hasil eksperimen.

Penutup Siswa bersama-sama dengan guru membuat kesimpulan tentang hukum-hukum dasar kimia. • Siswa membahas data hasil pengamatan untuk 75 15 : Ceramah. d. Kegiatan Inti (pertemuan pertama) • Siswa melakukan eksperimen hukum kekekalan massa. • Menganalisis Dalton). 15 KTSP Kimia Kelas X 52 . VII. data hasil eksperimen untuk data hasil eksperimen untuk 30 data hasil eksperimen untuk 45 data hasil eksperimen untuk hukum perbandingan tetap (hukum membuktikan hukum kelipatan perbandingan (hukum membuktikan hukum perbandingan volume (hukum membuktikan hukum Avogadro. diskusi : Konsep Kegiatan Alokasi Waktu (menit) B. Kegiatan Awal (Apersepsi) • Melalui diskusi kelas. • Menganalisis 3.pada tiap senyawa merupakan bilangan bulat dan sederhana. siswa menyebutkan keteraturan yang ada di alam dengan mengikuti aturan tertentu 2. berbanding sebagai bilangan bulat dan sederhana. (pertemuan ketiga) • Menganalisis Gay Lussac). Volume gas yang ikut dalam reaksi kimia jika diukur pada suhu dan tekanan yang sama. (pertemuan kedua) • Menganalisis membuktikan Proust). Kegiatan Pembelajaran A.langkah Pembelajaran memperoleh kesimpulan dari hukum kekekalan massa. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan No 1. Selanjutnya. Langkah. guru melakukan penilaian atau tes hasil belajar dan pemberian tugas untuk mengetahui ketercapaian indikator dan kompetensi.

IX. Sumber:    . (2004). Jakarta : Penerbit Erlangga. S.D. Alat dan Bahan (Sumber) a. M.. KTSP Kimia Kelas X 53 . Sikap dan Psikomotorik : Penilaian Proses dan Penilaian hasil : Soal.Pd. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. Carolus B. Penilaian a. Florentia Mujiyati. OSU P. (2009). b. Kepala SMA Santa Angela Bandung. Teknik Penilaian b. Jenis Penilaian d. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. R. Sunarya.. Jakarta : Penerbit Erlangga. Alat   : Papan tulis LCD Chang.. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti.VIII. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. Wisnu A. ___________ Mengetahui. Agus S. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. Bentuk Instrumen : Tes / Assessment (waktu 1x45) : Pengetahuan . Boedisantoso. Y.Pd. Bandung. Aspek yang dinilai c.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Materi Pokok Sub Materi Pokok Kelas/ Semester Alokasi Waktu : Sekolah Menengah Atas (SMA) : Kimia : Stoikiometri : Konsep Mol : X/1 : 5 x 45 menit I. Massa molekul relatif dan massa rumus relatif Massa molekul ditentukan oleh massa atom-atom penyusunnya. 2. Kompetensi Dasar Membuktikan dan mengkomunikasikan berlakunya hukum-hukum dasar kimia melalui percobaan serta menerapkan konsep mol dan menyelesaikan perhitungan kimia. yaitu merupakan jumlah dari massa seluruh atom yang menyusun molekul tersebut. Massa atom relatif tidak mempunyai satuan. Materi yang dikembangkan 1. IV. Standar Kompetensi Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri). Ar X = massa atom relatif X Massa 1 atom C-12 = 12 sma Massa rata-rata atom X merupakan massa rata-rata dari semua isotop X yang ada di alam. Massa atom relatif diberi lambang Ar dan 12 dirumuskan sebagai berikut: Ar X = massa rata-rata suatu atom X 1/12 x massa 1 atom C-12 Dengan. Massa KTSP Kimia Kelas X 54 . II. Menjelaskan pengertian mol sebagai satuan jumlah zat. Sedangkan massa rumus adalah massa senyawa ion yang dihitung berdasarkan setiap satuan rumus empirisnya. 2. massa dan volum zat. Analisis Materi Pelajaran A. Massa atom relatif Massa atom relatif suatu unsur adalah perbandingan massa rata-rata suatu atom relatif terhadap 1 kali massa satu atom karbon-12. Materi prasyarat Hukum dasar kimia B. Indikator 1. Mengkonversikan jumlah zat dengan jumlah mol. III.

Massa 1 mol AB = (Mr AB) x gram.molekul massa rumus merupakan perbandingan massa rata-rata suatu molekul atau satuan rumus suatu zat relatif (dibandingkan) terhadap Mr AxBy = massa rata-rata 1 molekul AxBy 1/12 x massa 1 atom C-12 Apabila dijabarkan lebih lanjut. yaitu pada tekanan dan jumlah mol tetap. maka P ≈ T 3. Volum molar Volum molar gas menyatakan volum 1 mol gas pada suhu dan tekanan tertentu.602 x 1023 partikel . didapat: Mr AxBy = massa rata-rata (x atom A + y atom B) 1/12 x massa 1 atom C-12 Mr AxBy = x(massa rata-rata 1 atom A )+ y (massa rata-rata 1 atom B) 1/12 x massa 1 atom C-12 Sehingga dapat disederhanakan menjadi : Mr AxBy = (x Ar A + y Ar B) Jadi. Hukum Boyle. 3. volum molar gas tersebut sebagai volum molar standar. Hukum Amonton. Hubungan antara massa. Satuan massa molar adalah gram/mol atau gram mol-1.4 liter c.00 gram C-12. yaitu pada volum dan jumlah mol tetap. massa molekul relatif suatu senyawa molekul merupakan jumlah massa atom relatif (Ar) dari seluruh atom penyusun satu molekul senyawa. sedangkan massa rumus relatif suatu senyawa ion adalah jumlah massa atom relatif dari seluruh atom penyusun satu satuan rumus kimia senyawa ion. Hubungan antara volum molar gas dan jumlah mol gas dinyatakan sebagai berikut : n mol gas (pada STP) = n x 22. Mol Satu mol suatu zat adalah sejumlah partikel yang terkandung dalam suatu zat yang jumlahnya sama dengan banyaknya atom yang terdapat dalam 12. dan massa rumus (Mr) suatu zat adalah : a gram zat =  b. Hukum gas ideal Beberapa hukum tentang gas yang berlaku pada gas ideal adalah : 1. Massa molar Massa molar adalah massa zat itu yang sama dengan massa atom atau massa rumus zat tersebut dinyatakan dalam gram. Massa molekul relatif dan massa rumus relatif memiliki lambang yang sama. yaitu pada suhu tetap dan jumlah mol tetap. yaitu Mr. 1 mol zat = L partikel = 1. Hukum Charles. berlaku P ≈ 2. jumlah mol. sehingga 12 . maka V ≈ T KTSP Kimia Kelas X 55 1 V  a  mol  Mr  1 kali massa satu atom C-12. Jika pengukuran dilakukan pada suhu 0oC dan tekanan 1 atm (STP). L = bilangan Avogadro a.

Hipotesis avogadro. Kegiatan Pembelajaran A.082 L atm K-1 mol-1) 4. Pembukaan: • Apersepsi: 1. Satuan kemolaran adalah mol L-1 atau mmol mL-1. yaitu pada tekanan dan suhu tetap.4. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai tema dan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan. M = n V Dengan. guru mengenai: Hukum-hukum dasar kimia Siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan 15 Kegiatan Alokasi Waktu (menit) KTSP Kimia Kelas X 56 . Langkah pembelajaran No 1. Metode Model : ceramah bermakna : Induktif-Deduktif Pendekatan : Konsep dan Proses B. maka V ≈ n Dari keempat hukum tersebut dapat disimpulkan bahwa pada gas ideal berlaku persamaan : PV = nRT Dengan. Kemolaran Larutan Kemolaran menyatakan jumlah mol zat terlarut dalam tiap liter larutan. M = kemolaran alrutan n = jumlah mol zat terlarut V = volum larutan V. 2. P = tekanan (atmosfer) T = suhu mutlak (kelvin = oC + 273) V = volum (liter) n = jumlah mol (mol) R = tetapan gas ideal (0.

2. Penutup • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai konsep mol. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai hubungan antara mol dengan volum molar gas 7. stoikiometri senyawa dan stoikiometri reaksi yang dikuatkan kembali oleh guru. (pertemuan keempat) 6. Siswa dengan berdiskusi mengerjakan beberapa latihan soal mengenai konsep mol yang diberikan guru. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai hubungan antara mol dengan massa molar. Siswa dengan berdiskusi mengerjakan beberapa latihan soal mengenai konsep mol yang diberikan guru. • Siswa diberi tugas di rumah untuk mengerjakan latihan pada buku Kimia Mandiri dan membaca materi berikutnya. VI. (pertemuan kelima) 8. Siswa dengan berdiskusi mengerjakan beberapa latihan soal mengenai konsep mol yang diberikan guru. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai pengertian mol. Kegiatan Inti (pertemuan pertama) 1. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai hubungan antara mol dengan jumlah zat 3. (pertemuan kedua) 2. 15 30 45 45 45 30 3. 5. Siswa dengan berdiskusi mengerjakan beberapa latihan soal mengenai konsep mol yang diberikan guru. (pertemuan ketiga) 4. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai hubungan antara mol dengan kemolaran larutan 9. Alat dan Bahan (Sumber) 57 KTSP Kimia Kelas X .

Bandung. Sumber:  Chang.. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Jakarta : Penerbit Erlangga. Agus S. Florentia Mujiyati.D. Alat   : Papan tulis LCD b. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. Carolus B. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. Kepala SMA Santa Angela Bandung. (2004).. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. R. S. (2009). ___________ Mengetahui.Pd.a. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KTSP Kimia Kelas X 58 .Pd. Boedisantoso. Jakarta : Penerbit Erlangga. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. Wisnu A. M.. Y. Sunarya. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional.   . OSU P.

kita dapat mengetahui komposisi zat tersebut. Menentukan kadar unsur dalam senyawa Dengan mengetahui jenis dan massa dari setiap komponen penyusun zat. Menentukan pereaksi pembatas dalam suatu reaksi. Rumus molekul merupakan rumus kimia yang menunjukan jumlah atom dari masingmasing unsur dalam suatu senyawa 2. 4. 3. Kompetensi Dasar Membuktikan dan mengkomunikasikan berlakunya hukum-hukum dasar kimia melalui percobaan serta menerapkan konsep mol dan menyelesaikan perhitungan kimia. Jika suatu senyawa hidrat dipanaskan. Indikator 1. Menentukan rumus kadar unsur dalam suatu senyawa. b. IV. maka air kristalnya akan lepas. Materi yang dikembangkan 1. Jika suatu hidrat dilarutkan dalam air. Materi prasyarat Hukum dasar kimia B. Air hidrat dan pereaksi pembatas a. Standar Kompetensi Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri). 2. Komposisi zat dinyatakan dalam persen massa (% massa) atau disebut juga kadar. III. b. Pereaksi pembatas KTSP Kimia Kelas X 59 . Hidrat adalah zat padat yang mengikat beberapa molekul air sebagai bagian dari struktur kristalnya. Kadar = massa komponen / massa zat x 100% 3. Menentukan rumus kimia zat a. II. Menentukan rumus molekul senyawa. Analisis Materi Pelajaran A. maka ada sebagian atau seluruh air kristal dapat dilepas (menguap). Rumus empiris merupakan perbandingan paling sederhana dari atom-atom unsur penyusun suatu senyawa.Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Materi Pokok Sub Materi Pokok Kelas/ Semester Alokasi Waktu : Sekolah Menengah Atas (SMA) : Kimia : Stoikiometri : Stoikiometri Senyawa dan Stoikiometri Reaksi : X/1 : 7 x 45 menit I. Menentukan rumus empiris senyawa.

Hal ini menyebabkan ada pereaksi yang akan habis bereaksi lebih dahulu yang disebut sebagai pereaksi pembatas. rumus molekul dan cara menentukan kadar unsur dalam suatu senyawa. KTSP Kimia Kelas X 60 60 60 75 15 : ceramah bermakna : Induktif-Deduktif Kegiatan Alokasi Waktu (menit) Pendekatan : Konsep dan Proses B. perbandingan mol zat-zat pereaksi yang ditambahkan tidak selalu sama dengan perbandingan koefisien reaksinya.Pada suatu reaksi kimia. Siswa mempresentasikan hasil pengamatan yang telah dirumuskan. Kegiatan Pembelajaran A. 2. Siswa dengan berdiskusi mengerjakan beberapa latihan soal mengenai pereaksi pembatas dan senyawa hidrat yang diberikan oleh guru. Pembukaan: • Apersepsi: 1. Siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan guru mengenai: Hukum-hukum dasar kimia Perhitungan mol 2. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai tema dan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan. Siswa secara berkelompok dan bersama dengan guru melakukan percobaan pereaksi pembatas dan senyawa hidrat. 2. (pertemuan kedua) 4. 3. Siswa menyimak penegasan guru mengenai konsep pereaksi pembatas dan senyawa hidrat. Metode Model No 1. (pertemuan ketiga) 6. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai rumus empiris. Langkah pembelajaran . Kegiatan Inti (pertemuan pertama) 1. Siswa membuat kesimpulan dari pengertian pereaksi pembatas dan air hidrat. V. 5.

Florentia Mujiyati. M. Alat dan Bahan (Sumber) a. Sunarya. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X.. • Siswa diberi tugas di rumah untuk mengerjakan latihan pada buku Kimia SMA Kelas X dan membaca materi berikutnya. Wisnu A.Tugas kelompok. (2009).Pd. pengamatan kerja. stoikiometri senyawa dan stoikiometri reaksi yang dikuatkan kembali oleh guru. Y. Penutup • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai konsep mol. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KTSP Kimia Kelas X 61 . Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional.. Jakarta : Penerbit Erlangga. ada di buku mandiri kimia. VII.D. Agus S. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. 15 b. Penilaian a. Lembar pengamatan Afektif dan Psikomotorik Bandung. Jenis Penilaian : Penilaian Proses dan Penilaian hasil d. Kepala SMA Santa Angela Bandung. Sumber:    . S.. Alat:   Papan tulis LCD Chang. Aspek yang dinilai : Pengetahuan . Teknik Penilaian : Tes / Assessment (waktu 2x45) . pengamatan perilaku b. Jakarta : Penerbit Erlangga.Pd. Carolus B. Bentuk Instrumen : Soal. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. VI. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. ___________ Mengetahui. Boedisantoso. R. (2004). Sikap dan Psikomotorik c. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. OSU P.7. Siswa dengan berdiskusi mengerjakan beberapa latihan soal mengenai stoikiometri reaksi tersebut yang yang 3.

Menjelaskan penyebab kemampuan larutan larutan elektrolit menghantarkan arus listrik.    Materi Prasyarat Komponen larutan Ionisasi Bentuk molekul dan ion Berdasarkan daya hantar listrik larutan. Indikator  Merancang dan melakukan percobaan untuk mengidentifikasi sifat-sifat larutan nonelektrolit dan elektrolit dalam diskusi kelompok di laboratorium. b. Menyimpulkan perbedaan sifat dan jenis larutan non-elektrolit dan elektrolit. Kompetensi Dasar Mengidentifikasi sifat larutan non-elektrolit dan elektrolit berdasarkan data hasil percobaan. II. bola lampu pijar akan menyala. Materi yang dikembangkan KTSP Kimia Kelas X 62 . Misalnya. larutan garam dapur jika diuji dengan alat penguji elektrolit. Mengidentifikasi sifat-sifat larutan elektrolit lemah setelah melakukan percobaan. Dengan demikian larutan gula bukan merupakan larutan elektrolit atau larutan gula merupakan larutan non-elektrolit. III. Larutan non-elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan listrik. yaitu larutan elektrolit dan larutan non-elektrolit. serta reaksi oksidasi-reduksi. Mengidentifikasi sifat-sifat larutan elektrolit kuat setelah melakukan percobaan. Tujuan Pembelajaran: Siswa dapat:      IV.Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/2 : Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit : 6 x 45 menit I. Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat larutan non-elektrolit dan elektrolit. Dalam kehidupan sehari-hari banyak kita jumpai contoh larutan elektrolit dan larutan non-elektrolit. Mengidentifikasi sifat-sifat larutan non-elektrolit setelah melakukan percobaan. Hal tersebut menunjukkan bahwa larutan garam dapat menghantarkan listrik atau dengan kata lain larutan garam merupakan larutan elektrolit. Materi a. Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan listrik. Jika larutan gula diuji dengan alat penguji elektrolit. larutan dapat dibedakan atas dua jenis. bola lampu pijar tidak akan menyala dan pada kedua elektrode tidak terjadi perubahan.

Adapun contoh larutan elektrolit dan non-elektrolit dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut: Larutan elektrolit: Larutan garam dapur. Skenario Pembelajaran KTSP Kimia Kelas X . air laut. Kegiatan Pembelajaran A. Ion-ion itulah yang menghantarkan arus listrik. : Keterampilan proses : Praktikum. air aki (larutan asam sulfat). larutan cuka. Pada anode (kutub positif) terjadi pelepasan elektron oleh ion-ion negatif. Larutan non-elektrolit: Larutan gula. sedangkan larutan elektrolit yang daya hantarlistriknya relatif kurang baik walaupun konsentrasinya besar termasuk jenis larutan elektrolit lemah. Elektron-elektron oleh ionion negatif akan mengalir menuju katode melalui rangkaian sumber arus searah (baterai) seperti yang diperlihatkan oleh gambar berikut: V. larutan elektrolit kuat mempunyai daya hantar listrik yang lebih baik daripada larutan elektrolit lemah. larutan kapur sirih. Jika ke dalam larutan elektrolit dicelupkan elektrode dari sumber arus searah (baterai). Perbedaan daya hantar listrik larutan dapat dilihat dari menyala atau tidaknya bola lampu. Larutan elektrolit yang daya hantar listriknya relatif baik walaupun konsentrasinya kecil termasuk jenis larutan elektrolit kuat. larutan alkohol. Pada katode (kutub negatif) terjadi penangkapan atau penerimaan elektrolit oleh ion-ion positif. larutan elektrolit kuat daya hantar listriknya lebih baik dari pada larutan elektrolit lemah. Pendekatan dan Metode Pendekatan Metode No. dan larutan amoniak. ilmuwan Swedia 1887 menjelaskan bahwa dalam larutan elektrolit terdapat ion-ion positif dan ion-ion negatif yang bergerak bebas. Bagaimana suatu larutan dapat menghantarkan listrik? Svante Arrhenius. sedangkan ion-ion negatif atau anion akan bergerak menuju kutub positif (anode). maka ion-ion positif atau kation yang berbeda dalam larutan akan bergerak menuju kutub negatif (katode). ceramah dan diskusi Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu 63 B. Daya hantar larutan elektrolit berbeda-beda tergantung pada jenis larutan dan jumlah zat terlarut. dan larutan urea. air sungai. larutan pembersih porselen/keramik. air sungai. Pada konsentrasi yang sama. Jadi pada konsentrasi yang sama.

 Dengan bimbingan guru siswa menyiapkan peralatan praktikum larutan elektrolit-non elektrolit.  Dengan bimbingan guru siswa melakukan prosedur percobaan yang sudah tertera dalam LKS. 15 Siswa diberi beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan materi larutan elektrolit-non elektrolit. Kegiatan inti (pertemuan pertama)  Siswa diuji pengetahuan awalnya dengan melemparkan beberapa pertanyaan sebagai berikut:  Apa yang kalian pikirkan ketika mendengar istilah larutan elektrolit?  Lalu apa yang dimaksud dengan larutan elektrolit?  Ada pula yang disebut dengan larutan non-elektrolit. misalnya:  Apa pernah kalian tersengat basah?  Apakah kalian pernah melihat orang yang menangkap ikan dengan mencelupkan suatu alat yang dialiri listrik sehingga ikan tersebut tersengat arus listrik dan mati?  Bagaimana semua hal itu dapat terjadi?  Siswa diberi pengarahan bahwa mereka akan menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut setelah melakukan pembelajaran hari ini. Pendahuluan  Guru memberikan salam pembuka. (pertemuan kedua) 75 KTSP Kimia Kelas X 64 . listrik ketika tangan kalian Motivasi:  2. apa yang dimaksud dengan larutan non-elektrolit? (Sebelumnya siswa sudah ditugaskan untuk membawa peralatan praktikum larutan elektrolit-non elektrolit)  Siswa diberitahu bahwa pada pertemuan kali ini akan melakukan percobaan mengenai larutan elektrolit dan nonelektrolit.  Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok disediakan modul sebagai petunjuk praktikum.(Menit) 1.

 (pertemuan ketiga)  Kesimpulan yang dikemukakan oleh siswa. diperkuat kembali oleh guru  Siswa diberi tugas membuat laporan praktikum yang telah dilakukan.  Guru memberikan salam penutup.  Dengan bantuan charta. ion-ion yang bergerak sehingga dapat menghantarkan arus listrik. Penutup  Dengan elektrolit. siswa ditunjukkan gambaran mikroskopis sederhana larutan elektrolit untuk memperkuat 3. Setiap kelompok berdiskusi untuk menyelesaikan soal-soal yang terdapat dalam modul. Alat dan Bahan (Sumber) 65 KTSP Kimia Kelas X . siswa mengoreksi tiap jawaban dari pertanyaan dalam modul.  Kesimpulan yang dikemukakan oleh siswa. diperkuat kembali oleh guru   Siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut: Mengapa larutan elektrolit dapat menyebabkan bola lampu menyala?  Atas jawaban siswa guru mengarahkan pertanyaan tersebut ke arah penjelasan mengenai ionisasi. pemahaman siswa.. Perwakilan dari 1 atau 2 kelompok mengemukakan kesimpulan dari hasil percobaan. jawaban pertanyaan modul hasil diskusi 60    Dengan bimbingan guru. Siswa perwakilan dari beberapa kelompok bergantian menyebutkan kelompok. belajar siswa diminta larutan mengemukakan elektrolit-non 15 kesimpulan mengenai 60 VI. bimbingan hasil guru. Perwakilan dari 2 hingga 3 kelompok menuliskan hasil pengamatan di papan tulis.

a. Alat:    Papan tulis LCD LKS

b. Sumber:
 Chang, R.. (2004). Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. Jakarta : Penerbit Erlangga.


. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. Jakarta : Penerbit Erlangga.
Sunarya, Y., Agus S.. (2009). Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional.

VII. Penilaian a. Teknik Penilaian : Tes / Assessment (waktu 1x45) ,Tugas kelompok, pengamatan kerja, pengamatan perilaku b. Aspek yang dinilai : Pengetahuan , Sikap dan Psikomotorik c. Jenis Penilaian : Penilaian Proses dan Penilaian hasil d. Bentuk Instrumen : Soal, Lembar pengamatan Afektif dan Psikomotorik

Bandung, ___________ Mengetahui, Kepala SMA Santa Angela

Bandung, ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum

Bandung, 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia

Sr. Florentia Mujiyati, OSU

P.D. Boedisantoso, M.Pd.

Carolus B. Wisnu A, S.Pd.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
KTSP Kimia Kelas X 66

Satuan Tingkat Pendidikan : SMA Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : Kimia : X/1 : Perkembangan Reaksi Redox : 2 x 45 menit

I.

Standar Kompetensi Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri).

II. Kompetensi Dasar Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana serta persamaan reaksinya. III. Indikator Menentukan konsep reaksi oksidasi dan reduksi berdasarkan pengikatan dan pelepasan oksigen, penerimaan dan pelepasan electron. IV. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, diharapkan siswa dapat: 1. Menjelaskan konsep redoks berdasarkan pengikatan dan pelepasan oksigen. 2. Menjelaskan konsep redoks berdasarkan penerimaan dan pelepasan elektron. 3. Menentukan reaksi mana yang merupakan redoks dan mana yang bukan. 4. Menentukan oksidator dan reduktor dalam suatu reaksi V. Uraian Materi Pembelajaran 1. Pengikatan Oksigen Sejak dulu, para pakar kimia sudah mengetahui bahwa oksigen dapat bereaksi dengan banyak unsur. Senyawa yang terbentuk dari hasil reaksi dengan oksigen dinamakan oksida sehingga reaksi antara oksigen dan suatu unsur dinamakan reaksi oksidasi. Karat besi adalah senyawa yang terbentuk dari hasil reaksi antara besi dan oksigen (besi oksida). Perkaratan besi merupakan salah satu contoh dari reaksi oksidasi. Persamaan reaksi pembentukan oksida besi dapat ditulis sebagai berikut.
4Fe(s) + 3O2(g) → 2Fe2O3(s)

Pada reaksi tersebut, besi mengalami oksidasi dengan cara mengikatoksigen menjadi besi oksida. Kebalikan dari reaksi oksidasi dinamakan reaksi reduksi. Pada reaksi reduksi terjadi pelepasan oksigen. Besi oksida dapat direduksi dengan
cara direaksikan dengan gas hidrogen, persamaan reaksinya: Fe2O3(s) + 3H2(g) → 2Fe(s) + 3H2O(g)

2. Pelepasan dan Penerimaan Elektron KTSP Kimia Kelas X 67

Konsep redoks yang melibatkan transfer elektron berkembang setelah diketahui adanya elektron dalam atom dan reaksi pembentukan senyawa ion (lihat kembali topik ikatan ion). Tuliskan pembentukan senyawa NaCl dari unsur-unsurnya. Spesi manakah yang melepaskan elektron dan yang menerima elektron? Dalam konsep redoks, peristiwa pelepasan elektron dinamakan oksidasi, sedangkan peristiwa penerimaan elektron dinamakan reduksi. Pada pembentukan senyawa NaCl dari unsur-unsurnya, atom natrium mengalami oksidasi, sedangkan atom klorin mengalami reduksi. Penggabungan kedua proses itu dinamakan reaksi redoks. Reaksi redoks pada peristiwa perkaratan besi dapat dijelaskan dengan reaksi berikut: 2Fe →2Fe3+ + 6e– (oksidasi) 3O2 + 6e– →3O2– (reduksi) 3. Reduktor dan Oksidator Berdasarkan uraian sebelumnya, apa yang dapat Anda simpulkan mengenai zat-zat kimia dihubungkan dengan konsep redoks? Semua zat kimia dapat dikelompokkan ke dalam dua kelompok, yakni zat-zat yang mengalami oksidasi dan zat-zat yang mengalami reduksi. Dalam reaksi redoks, pereaksi yang dapat mengoksidasi pereaksi lain dinamakan zat pengoksidasi atau oksidator. Sebaliknya, zat yang dapat mereduksi zat lain dinamakan zat pereduksi atau reduktor. VI. Kegiatan Pembelajaran A. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan No 1. Pembukaan : Siswa member salam kepada guru. 15 Siswa memahami tujuan pembelajaran yang disampaikan oleh guru. Siswa diperkenalkan mengenai pembelajaran hari ini sehingga termotivasi untuk mengikuti pelajaran dengan atraktif. Siswa memperhatikan demonstrasi yang diperagakan di depan kelas. c. Siswa menjawab pertanyaan guru berdasarkan 2. demonstrasi yang ditunjukan. Pembelajaran inti (konsep redoks berdasarkan pelepasan dan pengikatan 30 KTSP Kimia Kelas X 68 : Ceramah, diskusi : Konsep Kegiatan Alokasi Waktu (menit)

B. Langkah- langkah Pembelajaran

Alat dan Bahan (Sumber) a. Penutup . Siswa mengajukan pertanyaan berdasarkan 30 penjelasan yang telah disampaikan. Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai reaksi redoks tersebut. (konsep redoks berdasarkan pelepasan dan pengikatan elektron) Siswa memperhatikan guru yang menampilkan contoh persamaan reaksi redoks yang berhubungan dengan konsep redoks kedua. VII.oksigen) Siswa memperhatikan guru yang menampilkan contoh persamaan reaksi redoks yang berhubungan dengan konsep redoks pertama. .Siswa mengerjakan post test yang diberikan oleh guru. 3. Siswa menyampaikan tanggapan terhadap penjelasan tersebut dan mengajukan pertanyaan. Siswa menyampaikan tanggapan terhadap penjelasan tersebut dan mengajukan pertanyaan. Alat :  Papan tulis 69 KTSP Kimia Kelas X .Siswa dan guru melakukan pembelajaran penguatan yang dan telah 15 menyimpulkan dilaksanakan. Siswa mengajukan pertanyaan berdasarkan penjelasan yang telah disampaikan. Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai reaksi redoks tersebut.

Agus S... Wisnu A. LCD Chang. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran KTSP Kimia Kelas X : SMA SANTA ANGELA : Kimia 70 .Pd. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. (2009). Jakarta : Penerbit Erlangga. R. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. Y. Sumber:    . b. Jakarta : Penerbit Erlangga. 21 Maret 2013 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Carolus B. S. Bandung. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. (2004).. Sunarya.

II. Menentukan tata nama senyawa berdasarkan aturan IUPAC. diharapkan siswa dapat: 1. Menentukan bilangan oksidasi dari atom dalam suatu senyawa netral atau senyawa ion. 3. a. 4. Bilangan Oksidasi dan Penentuan Bilangan Oksidasi Bagaimana menentukan bilangan oksidasi (biloks) atom suatu unsur? Dalam hal ini. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. Menentukan tata nama senyawa berdasarkan aturan IUPAC. eg : biloks Na dalam unsur Na = 0 biloks Cl dalam unsur Cl2 = 0 b. 6. Dalam senyawa ion. Menjelaskan aturan bilangan oksidasi.Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : X/1 : Bilangan Oksidasi : 4 x 45 menit I. Uraian Materi Pembelajaran 1. Menjelaskan konsep reaksi redoks berdasarkan kenaikan dan penurunan bilangan oksidasi. 5. Menentukan oksidator dan reduktor dalam reaksi redoks. Menentukan konsep reaksi oksidasi dan reduksi berdasarkan peningkatan dan penurunan bilangan oksidasi. Standar Kompetensi Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri). 2. IV. yaitu sebagai berikut. Menentukan rumus kimia senyawa berdasarkan aturan IUPAC. Indikator 1. Dalam bentuk unsur dan molekul unsurbilangan oksidasi atom-atomnya sama dengan nol. Kompetensi Dasar Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana serta persamaan reaksinya. bilangan oksidasi atom-atom sama dengan muatan kation dan anionnya eg : KTSP Kimia Kelas X biloks Na dalam senyawa ion NaCl = +1 71 . III. para pakar kimia bersepakat mengembangkan aturan yang berkaitan dengan biloks unsur. 3. V. 2. Menentukan bilangan oksidasi dari suatu atom unsur dalam senyawa ion atau senyawa molekuler.

Langkah. diskusi : Konsep B. yaitu perubahan bilangan oksidasi. Sebaliknya. Tata nama tersebut berlaku untuk zat molekuler atau senyawa ion yang mengandung kation hanya memiliki satu harga muatan atau biloks logam golongan IA dan IIA. jika dalam reaksi bilangan oksidasi atom meningkat maka atom tersebut mengalami oksidasi. kecuali dalam peroksida (H2O2. Reaksi Reduksi Oksidasi dan Bilangan Oksidasi Oleh karena banyak reaksi redoks yang tidak dapat dijelaskan dengan konsep pengikatan oksigen maupun transfer elektron maka para pakar kimia mengembangkan konsep alternatif. AgCl. tata namanya ditambah angka romawi dalam tanda kurung yang menunjukkan harga biloks. I) dalam senyawa biner adalah –1. Jumlah total bilangan oksidasi dalam senyawa netral sama dengan nol Jumlah total bilangan oksidasi untuk ion sama dengan muatan ionnya. Anda telah belajar tata nama senyawa biner dan senyawa poliatom. 3. Biloks atom golongan IIA dalam semua senyawa adalah +2 d. Na2O) sama dengan –1 dan dalam superoksidasama dengan –1/2 g. kecuali dalam senyawa hidrida sama dengan –1 f. 2. jika bilangan oksidasinya turun maka atom tersebut mengalami reduksi. Br. Biloks atom hidrogen dalam senyawa adalah +1. Untuk kation-kation logam yang memiliki lebih dari satu harga biloks (khususnya unsurunsur transisi). Apa yang dimaksud dengan reaksi disproporsionasi? Reaksi disproporsionasi atau disebut juga reaksi swaredoks adalah suatu reaksi yang mengalami oksidasi dan juga reduksi pada pereaksinya. VI. eg. Biloks atom golongan IA dalam semua senyawa adalah +1. Angka romawi tersebut tidak terpisahkan dari nama kationnya. HF e. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan : Ceramah.biloks Cl dalam senyawa ion NaCl = -1 c. Biloks atom oksigen dalam senyawa adalah –2. Menurut konsep ini. Biloks atom-atom unsur halogen (F. NaBr. Tata Nama Senyawa dan Biloks Pada bab sebelumnya.langkah Pembelajaran No Kegiatan Alokasi Waktu (menit) KTSP Kimia Kelas X 72 . Kegiatan Pembelajaran A. Cl. KI.

Siswa memahami permasalahan yang disampaikan oleh guru. (reaksi redoks berdasarkan peningkatan dan penurunan bilangan oksidasi) . Siswa diperkenalkan mengenai pembelajaran hari ini sehingga termotivasi untuk mengikuti pelajaran dengan atraktif. Siswa mengerjakan latihan yang berhubungan 60 dengan penentuan bilangan oksidasi dalam suatu senyawa ion dan menuliskanya di papan tulis.1. 30 Siswa memapehatikan dan memahami tujuan pembelajaran yang disampaikan oleh guru. KTSP Kimia Kelas X 73 . Siswa memperhatikan penjelasaan guru mengenai konsep reaksi redoks berdasarkan konsep perubahan bilangan oksidasi. telah dipelajari. siswa 90 berdasarkan aturan bilangan menentukan bilangan oksidasi dari masing-masing atom yang tertera pada reaksi tersebut. Siswa memperhatikan penguatan konsep reaksi redoks berdasarkan oksigen dan electron. reaksi. (menentukan bilangan oksidasi pada senyawa ionik) Siswa memperhatikan contoh senyawa ion yang diberikan oleh guru. Pembelajaran inti (menentukan bilangan oksidasi pada senyawa netral) Siswa memperhatikan contoh senyawa yang 60 diberikan oleh guru. Siswa mengerjakan latihan yang berhubungan dengan penentuan bilangan oksidasi dalam suatu senyawa dan menuliskanya di papan tulis.Siswa diberikan contooh persamaan oksidasi. tentang kelemahan konsep redoks yang 2. Pembukaan : Siswa member salam kepada guru.

Y..Siswa bersama dengan guru membuat penguatan dan menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Carolus B. Kepala SMA Santa Angela Bandung. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. Florentia Mujiyati.Pd. Wisnu A.Siswa mengerjakan posttest yang diberikan oleh guru. ___________ Mengetahui. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Alat :   Papan tulis LCD Chang. OSU P. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung.Pd. Sunarya. M. Penutup . (2009). Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti.. 30 VII. Jakarta : Penerbit Erlangga. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. (2004). b.D. Alat dan Bahan (Sumber) a. .Siswa secara berkelompok diberikan tugas untuk mencari benda-benda yang berhubungan dengan aplikasi konsep redoks dalam kehidupan sehari-hari. Agus S.3. Bandung. Sumber:    . R. . Jakarta : Penerbit Erlangga.. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran KTSP Kimia Kelas X : SMA SANTA ANGELA : Kimia 74 . Boedisantoso. S.

Sel Volta Komersial Sel Volta adalah sumber energi listrik siap pakai yang dikemas dalam bentuk dan ukuran sesuai kegunaan. Jika transfer elektron ini dimanfaatkan akan menghasilkan energi listrik arus searah sebab aliran listrik tiada lain adalah aliran elektron. Sel Volta terdiri atas electrode (anode dan katode) tempat terjadinya reaksi redoks. V. Menemukan konsep redoks untuk memecahkan masalah lingkungan dalam diskusi kelompok di kelas.Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : X/1 : Aplikasi Redoks : 6 x 45 menit I. Kedua electrode ini dicelupkan ke dalam zat kimia yang berperan sebagai medium aliran listrik dan sebagai oksidator atau reduktor. Langkah. sel Volta komersial berupa sel kering baterai dan accumulator (accu). III. Umumnya. Uraian Materi Pembelajaran Secara kimia. tetapi dalam reaksi redoks ada perubahan bilangan oksidasi akibat perubahan muatan. diharapkan siswa dapat: 5. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan : Ceramah. reaksi redoks tidak berbeda dengan reaksi-reaksi kimia yang lain. Standar Kompetensi Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri). VI.langkah Pembelajaran KTSP Kimia Kelas X 75 . Kompetensi Dasar Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana serta persamaan reaksinya. Indikator Mendeskripskan konsep larutan elektrolit dan konsep redoks dalam memecahkan masalah lingkungan IV. Perubahan muatan ini disebabkan adanya transfer elektron dari satu atom ke atom lain. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. dan baterai nikel-kadmium (nicad). Jenis baterai bermacam-macam di antaranya baterai seng-karbon. Kegiatan Pembelajaran A. diskusi : Konsep B. II. baterai litium.

hari.No 1. masingmasing kelompok mempresentasikan hasil jawabanya di depan kelas. Siswa mempersiapkan diri dalam kelompok untuk membahas aplikasi redoks dalam kehidupan sehari2. Siswa diperkenalkan mengenai pembelajaran hari ini sehingga termotivasi untuk mengikuti pelajaran dengan atraktif.Dalam kelompok siswa membahas aplikasi redoks dalam kehidupan sehari-hari. .Setelah jawaban di dalam LKS selesai. (2004). Penutup .. 3. R. b. yang dipandun dengan LKS yang telah dibuat oleh guru. Alat dan Bahan (Sumber) a. . Pembukaan : Kegiatan Alokasi Waktu (menit) Siswa memberi salam kepada guru.Siswa bersama dengan guru membuat penguatan dan menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan.Siswa dari kelompok lain menanggapi berurutan.Siswa mengerjakan posttest yang diberikan oleh guru. Jakarta : Penerbit Erlangga. 30 secara 120 VII. Alat :   Papan tulis LCD Chang. 30 Siswa memaperhatikan dan memahami tujuan pembelajaran yang disampaikan oleh guru. Sumber:  KTSP Kimia Kelas X 76 . Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. . Siswa memperhatikan penguatan konsep reaksi redoks yang telah dipelajari. Pembelajaran inti .

Jakarta : Penerbit Erlangga.Pd. Wisnu A. Florentia Mujiyati. Kepala SMA Santa Angela Bandung. Boedisantoso. Y. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. Carolus B. Bentuk Instrumen : Soal. OSU P. pengamatan kerja. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Jenis Penilaian : Penilaian Proses dan Penilaian hasil d. Sikap dan Psikomotorik c. Teknik Penilaian : Tes / Assessment (waktu 2x45) . RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester KTSP Kimia Kelas X : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 77 . Lembar pengamatan Afektif dan Psikomotorik Bandung.Tugas kelompok. pengamatan perilaku b. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional.. S. VIII. (2009). Agus S.  . Aspek yang dinilai : Pengetahuan .Pd. ___________ Mengetahui..D. Penilaian a. Sunarya. M. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr.

Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat senyawa organik atas dasar gugus fungsi dan senyawa makromolekul. Mendeskripsikan kekhasan atom karbon dalam senyawa karbon. diharapkan siswa dapat: 1. The four electrons are able to form four covalent bonds. II.Materi Pokok Alokasi Waktu : Karakteristik Atom Karbon : 4 x 45 menit I. Menentukan atom C primer. dan kuartener IV.  Characteristics of Carbon Atom Carbon atom has four valence electrons. C H x KTSP Kimia Kelas X C 78 . 3. Membedakan atom C primer. 3. Menjelaskan kekhasan atom karbon dalam senyawa karbon. Uraian Materi Pembelajaran A. 2. sekunder. tersier. sekunder. Kompetensi Dasar Mendeskripsikan kekhasan atom karbon dalam membentuk senyawa hidrokarbon. Materi Inti  Carbon Compound One of the compounds are abundant in nature are carbon compounds. dan kuartener V. III. One of the most simple carbon compounds are hydrocarbons. Indikator 1. 2. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. tersier. Materi Prasyarat Konfigurasi electron atom karbon Struktur lewis Reaksi oksidasi B. Mengidentifikasi unsur karbon dan hidrogen pada senyawa hidrokarbon melalui percobaan. This compound is composed of atoms of carbon and other atoms attached to carbon atoms. Mengidentifikasi unsur karbon dan hidrogen pada senyawa hidrokarbon melalui percobaan.

which binds one b. or closed).Covalently bonded carbon atoms can be single with four hydrogen atoms. which binds four atom of another C atom C. quart C atom is the atom C. branched. Materi Pengayaan Hydrocarbons have many benefits in daily life and for industries. In industry. both the single and double covalent H H C H bonding of two and threefold. KTSP Kimia Kelas X C C C C C C C C C 79 C C C C C . H x H x x H Carbon atoms can also bind to other carbon atoms. atom of another C atom primary C atom is the atom C. secondary C atom is the atom C. usually simle hydrocarbons are used as the raw material for further process of industry to get bigger benefit such us for making polymer. the tendency of the carbon atoms to bind to other carbon atoms enables the formation of carbon compounds with different structures (open-chain. which binds two atom of another C atom c. Tertiary C atom is the atom C. Tertier dan Kuartener C d c C C b a C a.. which binds three atom of another C atom d. H  Atom C Primer. Sekunder. H H C H C C H H C C H H H H In addition.

• Siswa mengerjakan posttest yang diberikan oleh guru. (karbon primer. yang telah dilakukan. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan No 1. • Siswa ditunjukan jenis-jenis atom karbon pada suatu senyawa karbon. • Siswa 2.. sehingga siswa dapat terfokus pada pembelajaran yang akan dilaksanakan. dan O pada lilin. menyampaikan jawaban dari pertanyaanpertanyaan yang diberikan guru. • Siswa diminta untuk menjelaskan konfigurasi electron dari atom karbon. • Siswa menarik kesimpulan berdasarkan demonstrasi 3. diskusi : Konsep Kegiatan Alokasi Waktu (menit) B. KTSP Kimia Kelas X 75 75 15 80 . Kegiatan Pembelajaran A. Pembukaan : • Siswa menyampaikan salam pembuka dan guru 15 : Ceramah. • Siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan demonstrasi tersebut. Langkah. karbon tertier. H. karbon sekunder. • Siswa memperhatikan dan terlibat dalam demonstrasi tentang identifikasi atom C. • Siswa membuat latihan menentukan jenis-jenis atom karbon dalam senyawa hidrokarbon. • Siswa ditunjukan kemampuan karbon dalam membentuk empat buah ikatan kovalen.VI. Pembelajaran inti • Siswa diperkenalkan mengenai senyawa organic di kehidupan sehari-hari. demonstrasi. • Guru menampilkan gambar yang berhubungan dengan pembelajaran hari ini. Penutup • Siswa merefleksikan proses pembelajaran yang telah dilakukan dan menyimpulkanya.langkah Pembelajaran mengecek kehadiran siswa. karbon kuartener).

Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti.Pd. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr.   . Boedisantoso. Florentia Mujiyati. Mudah dan Aktif Belajar Kimia.Pd. Agus S. Carolus B. R. M. Kepala SMA Santa Angela Bandung. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. Jakarta : Penerbit Erlangga.. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. Bandung. (2004). Jakarta : Penerbit Erlangga. Y. Alat dan Bahan (Sumber) a. Wisnu A.. i. e. OSU P.D. Test tube Bent pipe Foam cork EQUIPMENTS Spatula 1 pcs Spirtus Stand and clamp 1 pcs 2 pcs 1 pcs 1 pcs Candle CHEMICAL MATERIA LS Lime water solution Copper (II) oxide b. Sumber:  Chang. Sunarya.. S. (2009). Alat    : Papan tulis LCD Demonstration equipments and chemical materials.VII. ___________ Mengetahui. KTSP Kimia Kelas X 81 . Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional.

4. 4. Menjelaskan konsep isomer dan aplikasi senyawa hidrokarbon dalam kehidupan seharihari. Konfigurasi electron atom karbon Struktur lewis Reaksi oksidasi B. carbon atoms can be binding maximally hydrogen atoms. 3. Menggambarkan struktur senyawa alkana. Materi Prasyarat Kekhasan atom karbon. Uraian Materi Pembelajaran A. IV. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. Materi Inti  Saturated aliphatic hydrocarbon In saturated aliphatic hydrocarbon compounds. Indikator 1. a saturated aliphatic hydrocarbon compounds that are difficult to react KTSP Kimia Kelas X 82 . Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat senyawa organik atas dasar gugus fungsi dan senyawa makromolekul. 2. Menentukan nama senyawa alkana yang memiliki rantai lurus dan bercabang berdasarkan aturan tata nama IUPAC. Menentukan rumus umum dari senyawa alkana. II. Menggambarkan struktur senyawa alkana. Menentukan nama senyawa alkana yang memiliki rantai lurus dan bercabang berdasarkan aturan tata nama IUPAC. In other words. III. diharapkan siswa dapat: 1.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Hidrokarbon alifatik jenuh : 5 x 45 menit I. 3. Kompetensi Dasar Mendeskripsikan kekhasan atom karbon dalam membentuk senyawa hidrokarbon. V. 2. Menjelaskan konsep isomer dan aplikasi senyawa hidrokarbon dalam kehidupan sehari-hari. Menentukan rumus umum dari senyawa alkana.

Main chain is the longest carbon chain of the hydrocarbon true C C C C C C C C C C C C C C false C C C C C C C C b.also increases. Number of Molecular C formula atoms 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 CH4 C2H6 C3H8 C4H10 C5H12 C6H14 C7H16 C8H18 C9H20 C10H22 Structure Name of alkane CH4 CH3-CH3 CH3-CH2-CH3 CH3-CH2-CH2-CH3 CH3-CH2-CH2-CH2-CH3 CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 methane ethane propane butane pentane hexane heptane octane nonane decane General formula of alkanes is Cn H2n+2 If seen in the table.  Nomenclature of alkanes To determine the name of a compound we need to pay attention to some of the following: a. Alkyl group : a group which is the branching of the carbon chain with the general formula Cn Hn+1 C C C C C C C C C C C KTSP Kimia Kelas X 83 . Alkanes Alkanes structure The structure of alkanes and carbon compounds are generally used to be written in the form of a compressed structure formula. as shown below. If in a series of compounds there is as much difference between the total cluster –CH2. with the increasing number of carbon atoms then the number of cluster -CH2.sequentially so these compounds are homologous series.

Naming. alkyl group twin if there is more than one alkyl group the same group plus the writing of the name in-front of the word di-(two clusters). example : KTSP Kimia Kelas X 84 . tri(three groups).5-dietyloctane e. C 8 C 7 C 6 C 5 C C 4C C 3 C 2 C 1 C C 3.The names of the alkyl group on the alkanes main chain Struktur gugus -CH3 -CH2-CH3 -CH2-CH2-CH3 CH3-CH-CH3 -CH2-CH2-CH2-CH3 CH3-CH-CH2-CH3 -CH2-CH-CH3 CH3 CH3 -C-CH3 CH3 Nama Methyl Ethyl Propyl Isopropyl Butyl sec-butyl Isobutyl ter-butyl / butyl t- c. tetra-(four groups) followed by the name of alkyl group. Numbering the parent chain branching : numbering the parent chain starting from the C atom closest to the branch C 8 C 7 C 6 C 5 C C C 4 C 3 C 2 C 1 C 1 C 2C C 3 C 4 C C C 5 C 6 C 7 C C 8 true false d. Order of naming the alkyl group : alkyl group is sorted by alphabetical order butyl – ethyl – isobutyl – isopropyl – methyl – propyl – sek-butyl – ter-butyl 8C 7C 6 C C 5 C C C 4 C 3 C 2 C C 1 5-ethyl–3–methyloctane  Isomers in alkanes Isomers are compounds that are different but have the same molecular formula.

• Siswa diperkenalkan mengenai senyawa-senyawa alkana 2. • Siswa menyimpulkan rumus umum dari senyawa alkana. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan No 1.l : -135oC) C.C4H10. • Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan berlatih penamaan senyawa-senyawa hidrokarbon dan isomer dengan peragaan.l : -145oC) B. Langkah. Pembukaan : • Siswa member salam dan guru memeriksa kehadiran siswa. VI. • Siswa diberikan pertanyaan mengenai pelajaran 15 : Ceramah. the major material for petrochemical industries. Pembelajaran inti • Siswa memperhatikan dan memahami tujuan pembelajaran yang disampaikan oleh guru.d : -10oC.d : -0. organic solvent. the major material for alcohol and vinegar and other. Materi Pengayaan Uses of alkanes compounds in everyday life. KTSP Kimia Kelas X 85 90 . • Siswa memperhatikan gambar struktur alkana secara umum. Kegiatan Pembelajaran A. has two structural isomers CH3 – CH2 – CH2 – CH3 n – butane (t. among other are as fuel. t. diskusi : Konsep Kegiatan Alokasi Waktu (menit) CH3 – CH – CH3 CH3 isobutane (2-metilpropana) (t. • Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang tata nama senyawa hidrokarbon berdasarkan aturan IUPAC. t. yang biasa ditemukan pada kehidupan sehari-hari.langkah Pembelajaran sebelumnya mengenai kekhasan atom karbon agar pembelajaran hari ini lebih terfokus.5oC. Alkanes compounds generally are obtained from the petroleum and natural gas manufactures. lubricating oil.

Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. Sumber:    . Kepala SMA Santa Angela Bandung. 30 VII. Penutup • Siswa merefleksikan seluruh kegiatan pembelajaran yang dilakukan hari ini dan menyusun kesimpulan. (2009). • Siswa mengerjakan posttest yang diberikan oleh guru. KTSP Kimia Kelas X 86 .Pd. M. OSU P. Agus S.3. R.D.. Y. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr.. S.Pd. Alat dan Bahan (Sumber) a. Bandung. Jakarta : Penerbit Erlangga. (2004). ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. Jakarta : Penerbit Erlangga. Boedisantoso. ___________ Mengetahui. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. Wisnu A. Florentia Mujiyati. Carolus B. Sunarya. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Alat   : Papan tulis LCD Chang. b..

Menjelaskan konsep isomer dan aplikasi senyawa hidrokarbon tak jenuh dalam kehidupan sehari-hari. 3. Menjelaskan konsep isomer dan aplikasi senyawa hidrokarbon tak jenuh dalam kehidupan sehari-hari. 2. diharapkan siswa dapat: 1. Menentukan rumus umum dari senyawa alkena dan alkuna. KTSP Kimia Kelas X 87 . II. 2. Indikator 1. Materi Prasyarat Kekhasan atom karbon. III. Uraian Materi Pembelajaran A. Menentukan rumus umum dari senyawa alkena dan alkuna. Menentukan nama senyawa alkaena dan alkuna yang memiliki rantai lurus dan bercabang berdasarkan aturan tata nama IUPAC. Menggambarkan struktur senyawa alkanena dan alkuna. 3. IV. Menggambarkan struktur senyawa alkena dan alkuna.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Hidrokarbon Alifatik Tak Jenuh : 4 x 45 menit I. Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat senyawa organik atas dasar gugus fungsi dan senyawa makromolekul. Konfigurasi electron atom karbon Struktur lewis Reaksi oksidasi B. Kompetensi Dasar Mendeskripsikan kekhasan atom karbon dalam membentuk senyawa hidrokarbon. 4. 4. Materi Inti  Unsaturated aliphatic hydrocarbons Unsaturated hydrocarbons are hydrocarbons with one or more carbon atoms bind hydrogen atoms have no maximum or double bond (double or triple). Menentukan nama senyawa alkena dan alkuna yang memiliki rantai lurus dan bercabang berdasarkan aturan tata nama IUPAC. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. V.

alkenes are compounds of homologous series. C9H18 35. Thus. 2 6. C5H10 19. 1-octene CH2=CH-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 36. C6H12 23.. 25. 17. 1pentene CH2=CH-CH2-CH2. 29. C10H20 39. 37. 1-decene CH3 8. 1.40. 33.CH2-CH2-CH3 24. 13. 1nonene CH2=CH-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2. Compounds in the homologous series have similar chemical properties. 6 22. 4 14.  Nomenclature of alkenes In general. 3. but the nature of physics that changed in line with increasing molecular mass. physical properties of alkenes and alkanes with similar physical properties. Molecular ber of formula C atom s 5. 8 30. example: Salah C 8 7C 6 C 5C 4C Benar C 3 C 2 C 1C 2C 3C 4C 5C C 6 C 7 C 8 C C C C C C 1 5-ethyl–3–methyl-7-octene 4-ethyl–6–methyl-1-octene  Naming of compounds that have multiple bonds of unsaturated. 7 26. 1heptene CH2=CH-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 32. C4H8 15. Structure 4. 1038. 21. 9. 9 34. Alkene Alkene structure H C H C H H Structure of alkenes and carbon compounds are generally used to be written in the form of a compressed structure formula. 12. C8H16 31. the naming of alkene compounds. 5 18. General formula of alkanes CnH2n As with alkanes. C7H14 27. Name of alkane CH2=CH2 CH2=CH-CH3 CH2=CH-CH2-CH3 CH2=CH-CH2-CH2-CH3 ethene propene 1-butene 20. 3 10. similar to the alkanes but the determination of the parent chain and the sequence of the parent chain of carbon atoms based on the position of unsaturated bond (double). Num 2. C3H6 11. C2H4 7. as shown below. 16.CH2-CH2-CH3 28. if there is more than one unsaturated bond in the one compound the writing of the name in-front of the KTSP Kimia Kelas X 88 . 1hexene CH2=CH-CH2-CH2.

49. 3 50.3. C • a and b are isomer position. C2H4 47. Num42. Structure 44. c. 1 C 2C C 3 C 4 C C 5 6C 7C C C 1. tetra-(four groups) followed by the name of unsaturated bond. 2 46. 5 58. Molecul ber of ar formula C atom s 45. if we draw b compound to the another form. 4 54. 52. although both compounds butene but these compounds are different compounds. 41.word di-(two clusters). 189 . H3C H CH3 C C C H H3C H trans-2-butene C CH3 H cis-2-butene The above two compounds is an isomer. C5H10 59. which is isomer that have different at the position of unsaturated bond. b.5-heptatriene  Isomer of alkene C note the following three hydrocarbon compounds : C C C C C C C C C C C a.  Alkyne alkyne structure H C C H Structure alkyne and carbon compounds are generally used to be written in the form of a compressed structure formula. 57. Name of alkane CH≡CH CH≡C-CH3 CH≡C-CH2-CH3 CH≡C-CH2-CH2-CH3 48. 56. C3H6 51. • a and c are isomer structure. 53. KTSP Kimia Kelas X 43. which is isomer that have different at the structure of compound. as shown below. ethyne propyne 1-butyne 60. tri-(three groups). Both compounds above said geometric isomers. CCe p 55.

KTSP Kimia Kelas X 90 b. 1078. example: false 8 C 7 C 6 C 5 C 4C 3C 2 true C 1 C 2C 3C 4C 5C 6C C C C C C C C 7 1 C C 8 5-ethyl–3–methyl-7-octyne 4-ethyl–6–methyl-1-octyne • Naming of compounds that have multiple bonds of unsaturated. C10H20 79. C • a and b are isomer position. 7 66. which is isomer that have different at the position of . physical properties of alkynes and alkanes with similar physical properties.CH2-CH2-CH3 CH≡C-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 CH≡C-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 64.3. unsaturated bond.  Nomenclature of alkenes In general.5-heptatriyne  Isomer pada alkuna C C perhatikan ketiga senyawa hidrokarbon berikut : C C C C C C C C C C C C C C a. 1hexyne 68. which is isomer that have different at the structure of compound. 1decyne General formula of alkyne CnH2n-2 As with alkanes. C9H18 75. the naming of alkyne compounds.CH2-CH2-CH3 CH≡C-CH2-CH2. 73. Thus. 65. CH≡C-CH2-CH2. c. alkenes are compounds of homologous series. but the nature of physics that changed in line with increasing molecular mass. similar to the alkanes and alkenes but the determination of the main chain and the sequence of the parent chain of carbon atoms based on the position of unsaturated bond (triple). 1-octyne 76. 6 62. Compounds in the homologous series have similar chemical properties. 77. 1nonyne CH≡C-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 80.pentyne 61. 1heptyne 72. 8 70. C7H14 67. 1 C 2 C 3 C 4 C 5 C 6 C 7 C C C 1. C8H16 71. C6H12 63. 69. • a and c are isomer structure. 9 74.

yang akan dilakukan pada hari ini. Ethyne is used to make vinylchloride (CH2=CHCl) which is the monomer in making polyvinyl chloride (PVC). Pembukaan : • Siswa membuka pelajaran dengan member salam dan guru memeriksa kehadiran siswa. styrene. • Siswa diberikan pertanyaan mengenai pelajaran sebelumnya mengenai senyawa alkana. Langkah. an additive to petrol). and to make alcohol in industries. • Siswa mengerjakan latihan yang diberikan oleh guru. Ethene is also used to make ethylene glicol. chloroethane (used to make TEL. siswa mempelajari konsep isomer yang terdapat pada senyawa alkena dan alkuna. This gas is a result of caride (CaC 2) reaction with water. • Siswa mempelajari tata nama senyawa alkena dan alkuna berdasarkan aturan tata nama IUPAC. diskusi : Konsep Kegiatan Alokasi Waktu (menit) B. VI. a plastic polymer.C. • Siswa diberikan beberapa contoh nama senyawa alkena dan alkuna.  Ethyne can be used to speed up fruites ripening. kemudian menggambarkan struktur senyawasenyawa tersebut. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan No 1. • Siswa mempelajari dan memahami tujuan pembelajaran 2. Pembelajaran inti • Siswa memperhatikan struktur senyawa alkena dan alkuna. Materi Pengayaan  Uses of One of alkene compounds that have benefit is ethene. • Siswa menyimpulkan rumus umum dari senyawa alkena dan alkuna berdasarkan struktur molekul yang telah ditunjukan. KTSP Kimia Kelas X 91 90 15 : Ceramah.langkah Pembelajaran . Ethene is used to make polyetene (polyethylene). Kegiatan Pembelajaran A. • Dengan menggunakan molymood.

Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. Alat dan Bahan (Sumber) a. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. Kepala SMA Santa Angela Bandung.. Sumber:    . VII. M. 30 b. Jakarta : Penerbit Erlangga. (2004). Y. Wisnu A. Carolus B. Florentia Mujiyati. KTSP Kimia Kelas X 92 . suatu struktur yang diberikan oleh guru. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. (2009). Agus S. Bandung. OSU P. Jakarta : Penerbit Erlangga.. • Siswa mengerjakan posttest yang diberikan oleh guru. Sunarya.Pd. Boedisantoso. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. ___________ Mengetahui. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. R. Alat   : Papan tulis LCD Chang. S.• Siswa mengerjakan latihan penulisan isomer-isomer dari 3. Penutup • Siswa merefleksikan seluruh kegiatan pembelajaran yang sudah dilakukan dan membuat kesimpulanya. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung.Pd..D.

Chemical bond 2. Menjelaskan reaksi eliminasi dalam senyawa hidrokarbon. Kompetensi Dasar Mendeskripsikan kekhasan atom karbon dalam membentuk senyawa hidrokarbon. Menjelaskan reaksi kimia yang terjadi pada senyawa hidrokarbon (reaksi oksidasi. Menjelaskan kecenderungan sifat fisik dari senyawa hidrokarbon. Menjelaskan pengertian dari sifat fisik dan sifat kimia. II. Indikator 1. 3. 3. 5. reaksi substitusi. V. 6. 4. Physical and chemical properties E. Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat senyawa organik atas dasar gugus fungsi dan senyawa makromolekul. Materi Prasyarat 1. dan reaksi eliminasi). diharapkan siswa dapat: 1. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. Menjelaskan reaksi oksidasi dalam senyawa hidrokarbon. III. Uraian Materi Pembelajaran D. Menjelaskan reaksi substitusi dalam senyawa hidrokarbon. Menjelaskan reaksi addisi dalam senyawa hidrokarbon. 4. IV. Special characteristic of atomic carbon. 2. Materi Inti 1. Menjelaskan kecenderungan sifat fisik dari senyawa hidrokarbon.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Sifat-Sifat Senyawa Hidrokarbon : 4 x 45 menit I. Hydrocarbon compounds. 2. reaksi addisi. Physical properties KTSP Kimia Kelas X 93 .

98.1 -0. Mr 16 30 44 58 83. 72 139. -90.5 -183. Chemical properties Chemical properties of hydrocarbon : a. 125. that is replacement of H atom with halogen atom. 99. 138. Substitution reaction Substitution reaction is an atoms or groups of atoms replacement reaction with another atom or groups of atom. Molecular 82. 104.Homologous Series 81.3 -189. As with alkanes. Formula CH4 C2H6 C3H8 C4H10 87. Branched hydrocarbons having a boiling point and melting point lower than the hydrocarbon compounds that are not branched. 86 117. Boiling Point (° C) 128. For example. 124.4 85. . 36. 130. liquid If seen in the table. C5H12 111. 88. 95.6 110. liquid 120.sequentially so these compounds are homologous series. Complete oxidation of alkane is produce of CO2 and H2O. Example : KTSP Kimia Kelas X 94 3CO2 + 4 H2O Incomplete oxidation is produce of CO and H2O. 97. 140. liquid 115. Phase (25°C) gas gas gas gas 86. 129. 105. 142. Structure 122. 91. 26 141. -129. 2. 36 134. 68. 100 108. 102. Mr 123. 90. with the increasing number of carbon atoms then the number of cluster -CH2.6 -42.3 119.7 114. 93. Compounds in the homologous series have similar chemical properties. 133. C6H14 116. C7H16 107. 126. 101.5 -88. If in a series of compounds there is as much difference between the total cluster –CH2.1 113. Boiling Point (°C) -161. -95. burning reaction of propane : C3H8 + 5O2 b. 89. 106. 96. 103. 72 131. Oxidation reaction Oxidation reaction is also called as burning reaction. Melting Point (°C) -182.5 84. 136. 137. 72 132.also increases. 135.7 -138. 72 112. especially chlorine. 10 127. One of important substitution reaction of alkane is halogenation. 92. 98. 100. 121.4 109. alkenes and alkynes are compounds of homologous series. 94. or there is soot. but the nature of physics that changed in line with increasing molecular mass.7 118.

Usually addition reaction in alkenes include reaction with hydrogen (H2). Elimination reaction is a reverse of addition reaction. Hydrogen addition to alkenes will form alkanes. Halogens addition to alkenes will result in dihaloalkenes. the main result is 2-bromopropane (look the B track. CH2 = CH-CH3 + Cl2 CH2Cl-CHCl-CH3 1. CH3−CHBr−CH3 2-bromopropane CH2= CH-CH3 + HBr CH2Br−CH2−CH3 1-bromopropane In reality. Example : 1) Hydrogen addition to alkenes. Example : CH3-CH2-CH2-CH3 CH2-CH3 OH d. In the addition reaction. C2H4 + H2 Pt/Ni Ni/Pt CH3-CH=CH-CH3 + H2 ∆ H2SO4 CH2=CH2 + H2O C2H6 2) Halogens addition to alkenes. single bond compounds will change into multiple bonds by releasing small molecules.V Markovnikoff (1838-1904) made rule that is called Markofnikoff Rule: “If HX react with asymmetric multiple bond so the main result (A) (B) KTSP Kimia Kelas X 95 .H H− C−H + Cl2 H c. Addition reaction Addition reaction can only happen in compounds with double or triple bonds.2-dicloropropane 3) Halides acid addition (hydrohalogenation). the multiple bond compounds receive atoms or groups of atoms so that the bond change into single bond. CH2=CH2 + HCl CH3−CH2Cl In asymmetric alkenes produced some possibility addition result as the following. and a hydrogen halide (HX). Elimination reaction H H− C−Cl + HCl H In elimination reaction. from the reaction above. halogens (X2). from experiment by V. This reaction to symmetric alkenes is produce one product.

Siswa menuliskan persamaan reaksi oksidasi berdasarkan penjelasan yang telah diberikan. Siswa menyampaikan pertanyaan sesuai dengan 90 15 : Ceramah. Kegiatan Pembelajaran A. diskusi : Konsep Kegiatan Alokasi Waktu (menit) B. Langkah. Pembukaan : • Siswa member salam pembuka dan guru memeriksa absen siswa. Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai sifat fisik dan kecenderunganya pada deret hidrokarbon. hari ini. (reaksi oksidasi senyawa hidrokarbon) siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai reaksi oksidasi pada senyawa hidrokarbon. Pembelajaran inti (sifat fisik senyawa hidrokarbon) Siswa memperhatikan tabel sifat fisik senyawa hidrokarbon yang ditampilkan oleh guru.is molecule with H atom adding to C atom with multiple bond which have many H atom. • Siswa diberikan pertanyaan-pertanyaan oleh guru. yang berkaitan dengan senyawa hidrokarbon agar pembelajaran lebih terfokus. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan No 1. KTSP Kimia Kelas X 96 . • Siswa menuliskan judul pembelajaran di media presentasi.” VI. Siswa membuat pertanyaan dan pernyataan mengenai tabel yang ditunjukan oleh guru. • Siswa diberikan informasi mengenai tujuan pembelajaran 2.langkah Pembelajaran penjelasan tersebut.

(reaksi substitusi senyawa hidrokarbon) siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai reaksi substitusi pada senyawa hidrokarbon. (reaksi eliminasi senyawa hidrokarbon) Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai reaksi eliminasi pada senyawa hidrokarbon. Siswa membuat pertanyaan berdasarkan penjelasan tersebut. KTSP Kimia Kelas X 97 . (Demonstrasi) Siswa memperhatikan demonstrasi reaksi addisi gas asetilena. - Siswa membuat pertanyaan berdasarkan penjelasan tersebut. Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai persamaan reaksi oksidasi. Siswa menuliskan persamaan reaksi substitusi berdasarkan penjelasan yang telah diberikan.- Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai persamaan reaksi oksidasi. (reaksi addisi senyawa hidrokarbon) Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai reaksi eliminasi pada senyawa hidrokarbon. Siswa membuat pertanyaan berdasarkan penjelasan tersebut. Siswa menuliskan persamaan reaksi eliminasi berdasarkan penjelasan yang telah diberikan. Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai persamaan reaksi oksidasi. Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai persamaan reaksi oksidasi. Siswa membuat pertanyaan berdasarkan penjelasan tersebut. Siswa menuliskan persamaan reaksi eliminasi berdasarkan penjelasan yang telah diberikan.

Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. 30 b. Jakarta : Penerbit Erlangga. • Siswa menuliskan reaksi kimia yang terjadi pada animasi 3. Aspek yang dinilai : Pengetahuan . pengamatan perilaku b.Tugas kelompok. pengamatan kerja.Pd. Siswa memperhatikan materi animasi mengenai pembuatan etena. Lembar pengamatan Afektif dan Psikomotorik Bandung. Teknik Penilaian : Tes / Assessment (waktu 2x45) . (2009). Penutup • Siswa merefleksikan seluruh kegiatan pembelajaran dan membuat kesimpulan. Sikap dan Psikomotorik c. Sumber:    . Penilaian a. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. Bentuk Instrumen : Soal. OSU P.Pd. Jakarta : Penerbit Erlangga. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Boedisantoso. R. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. Wisnu A. tersebut. Y. Carolus B. Jenis Penilaian : Penilaian Proses dan Penilaian hasil d.. ___________ Mengetahui. Alat dan Bahan (Sumber) a. • Siswa mengerjakan posttest yang diberikan oleh guru. (2004).D.- Siswa menuliskan reaksi kimia berdasarkan demonstrasi tersebut. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti.. KTSP Kimia Kelas X 98 . Alat   : Papan tulis LCD Chang. M. S. Sunarya. VII. IX. Agus S. Kepala SMA Santa Angela Bandung. Florentia Mujiyati. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung..

dan massa jenis alkana. b. gas alam dan batu bara. isomer bercabang mempunyai titik leleh dan titik didih yang lebih rendah. Substitusi 3CO2 + 4 H2O KTSP Kimia Kelas X 99 . Di antara senyawa – senyawa berisomer. Sifat. IV. Kompetensi Dasar Menjelaskan proses pembentukan dan teknik pemisahan fraksi – fraksi minyak bumi serta kegunaannya. Materi Prasyarat Sifat – sifat Hidrokarbon a. Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat senyawa organik atas dasar gugus fungsi dan senyawa makromolekul.sifat kimia 1. II. alkena dan alkuna meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah atom karbon dalam molekul. III. Contoh: reaksi pembakaran propana C3H8 + 5O2 2. alkena dan alkuna. sifat. Menjelaskan proses pembentukan minyak bumi. gas alam dan batu bara. Menyebutkan komposisi minyak bumi. Analisis Materi Pelajaran A. Pembakaran sempurna hidrokarbon menghasilkan CO2 dan H2O. Pembakaran Reaksi pembakaran dapat terjadi pada alkana. C1 – C4 berwujud gas.suku nerikutnya berwujud cair dan suku – suku tinggi berwujud padat. c. titik didih. b. suku. Indikator a. Menjelaskan proses pengolahan minyak bumi. Pada suhu kamar (25oC).RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/2 : Minyak Bumi dan petrokimia : 6 x 45 menit I. Semua hidrokarbon sukar larut dalam air dan lebih mudah larut dalam pelarut yang nonpolar seperti tetraklorometana (CCl4).sifat fisis Titik leleh.

Salah satu reaksi substitusi alkana adalah halogenasi. Sedangkan batu bara dipercaya berasal dari pohon – pohon dan pakis yang terkubur sekitar tiga juta tahun yang lalu.Reaksi substitusi hanya terjadi pada alkana. propana dan butana dengan metana sebagai komponen utamanya. Batu bara mengandung hidrokarbon suku tinggi dan juga mengandung senyawa belerang. Materi yang Dikembangkan Minyak dan Gas Bumi 1. sehingga adisi hanya dapat terjadi pada alkena dan alkuna. etana. yaitu metana.sisa jasad renik tersebut dan mengubahnya menjadi minyak dan gas. Dan juga terdapat berbagai gas lain seperti karbon dioksida dan hidrogen sulfida. baik tumbuhan maupun hewan. minyak bumi dan batu bara Komposisi gas alam alakan suku rerndah. B. Perengkahan alkana menghasilkan alkena. 2. 3. Penggantian atom H oleh atom atau gugus lain disebut reaksi substitusi. niotrogen dan belerang. 5. Komponen lainnya adalah hidrokarbon aromatik. Molekul sederhana yang mengalami polimerisasi disebut monomer. KTSP Kimia Kelas X 100 . sedikit alkena. Perengkahan Perengkahan ialah pemutusan rantai karbon menjadi potongan – potongan yang lebih pendek. Pengolahan (pemurnian = refining) minyak bumi dilakuikan melalui destilasi bertingkat. dan berbagai senyawa karbon yang mengandung oksigen. Perengkahan terjadi pada alkana bila dipanaskan pada suhu dan tekanan tinggi tanpa oksigen. yaitu penggantian atom H alkana dengan atom halogen. Adisi Adisi merupakan reaksi penjenuhan ikatan rangkap. komposisi gas alam. Minyak bumi dan gas alam diduga berasal dari jasad renik lautan. Dengan meningkatnya tekanan dan suhu. kemudian tertutup lumpur an lambat laun berubah menjadi batuan. khususnya klorin. Polimerisasi Polimerisasi merupakan penggabungan molekul-molekul sederhana menjadi molekul besar. Pengolahan minyak bumi Minyak bumi biasanya terdapat 3 – 4 km di bawah permukaan dan diperoleh dengan membuat sumur bor. gas alam dan batu bara berasa dari pelapukan sisa – sisa organisme sehingga disebut bahan bakar fosil. gas alam dan batu bara Minyak bumi. Pembentukan minyak bumi. 4. Sisa – sisa organisme itu mengendap di dasar lautan. dimana minyak mentah dipisahkan ke dalam kelompok – kelompok dengan rentang titik didih tertentu. 3. Hidrokarbon yang etrdapat dalam minyak bumi utama adalah alkana kemudian sikloalkana. Minyak bumi merupakan suatu campuran kompleks yang sebagian besar terdiri atas hidrokarbon. bakteri anaerob menguraikan sisa. seangkan hasilnya disebut polimer.

Pengolahan minyak bumi dimulai dengan memanaskan minyak mentah pada suhu sekitar 400oC. akan mengembun dan terpisah sedangkan komponen yang titik didihnya lebih rendah akan terus naik ka bagian yang lebih atas lagi. Isooktana menghasilkan ketukan paling sedikit. dan diberi nilai oktan 100. 4. 5. sedangkan n-heptana menghasilkan ketukan paling banyak dan diberi nilai oktan nol. seperti plastik. pertamax. Ketiganya mempunyai mutu dan prilaku berbeda yang dikaitkan dengan jumlah ketukan yang ditimbulkannya dan dinyatakan dengan nilai oktan. obat-obatan. Untuk menentukan nilai oktan. karet sintesis. semakin baik mutu bensin dan semakin tinggi nilai oktannya. ditetapkan dua janis senyawa sebagai pembanding.C10. Pendekatan dan Metode Metode : Diskusi dan Presentasi kelompok Pendekatan : Konsep KTSP Kimia Kelas X 101 . Semakin ke atas. kosmetik dan sebagai pelarut. 6. Sehingga komponen yang mencapai puncak menara adalah komponen yang suhu kamar berupa gas. Gas alam digunakan terutama sebagai bahan bakar dan sebagai sumber hidrogen dan sebagai bahan dasar untuk berbagai jenis industri. nilai oktan bensin harus ditingkatkan melalui Nafta merupakan fraksi ringan dari minyak bumi yang mengandung C6 . Gas alam Gas alam sebagian besar terdiri atas metana. Bensin Bensin adalah salah satu jenis bahan bakar minyak yang diamksudkan untuk kendaraan bermotor. nilon. yaitu isooktana dan n-heptana. Semakin tinggi ketukan. Bensin tersedia atas tiga jenis yaitu premium. Komponen yang titik didihnya lebih tinggi akan tetap berupa cairan dan turun ke bawah sednagkan yang titik didihnya labih rendah akan menguap dan naik ke bagian atas melalui sungkuo gelembung. pestisida detergen. Isooktana (nilai oktan = 100) reforming atau zat anti ketukan. Kegiatan Pembelajaran A. kemudian dialirkan ke dalam menara fraksionasi dimana akan terjadi pemisahan berdasarkan perbedaan titik didih. Nafta n-heptana (nilai oktan = 0) Sebelum digunakan sebagai bahan bakar. dan pertamax plus. serat sintesis. suhu semakin rendah sehingga setiap kali komponen dengan titik didih lebih tinggi naik. digunakan sebagai banhan baku berbagai industri. V.

Siswa menyimak penjelasan guru mengenai tema dan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan. Siswa diberi tugas di rumah untuk mengerjakan latihan pada buku Kimia SMA Kelas X dan membaca materi berikutnya. b. Siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan guru mengenai: Sifat-sifat fisis dan kimia hidrokarbon. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai diskusi kelompok yang akan dilaksanakan. Siswa mendiskusikan tema masing – masing di dalam kelompok. Perwakilan siswa dalam masing – masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompok. Langkah.langkah Pembelajaran No 1. Siswa mengerjakan LKS kelompok dengan cara berdiskusi. LKS yang sesuai dengan tema yang dipresentasikan. c. 2. 3. Siswa dibagi ke dalam 8 kelompok dan diberi tema yang berbeda-beda tiap kelompok. Kegiatan Inti 1. 6.B. 4. Penutup • • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai minyak bumi dan gas alam dan dikuatkan kembali oleh guru. Siswa dalam kelompok lain menyimak dan mengerjakan 3. Siswa mengerjakan tugas materi sebelumnya dan diperiksa oleh guru. 5. 2. 30 45 60 60 45 30 Kegiatan Alokasi Waktu (menit) KTSP Kimia Kelas X 102 . Pembukaan: • Apersepsi: a.

Jakarta : Penerbit Erlangga. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional.Pd. (2009). M. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Boedisantoso. Sunarya. S. Jakarta : Penerbit Erlangga. Y.. R. Sumber:    . KTSP Kimia Kelas X 103 . b.Pd.VI. Wisnu A. Carolus B.. ___________ Mengetahui. Alat dan Bahan (Sumber) a. Alat   : Papan tulis LCD Chang. Bandung. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. Florentia Mujiyati. (2004). Agus S. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X.. OSU P.D. Kepala SMA Santa Angela Bandung.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful