ISO 9001 : 2008 Cert. No.

47484/A/0001/UK/En

KTSP
KIMIA
X

TAHUN PELAJARAN 2012 - 2013 SMA SANTA ANGELA JL. MERDEKA 24 BANDUNG
http://\www.santa-angela.sch.id

HALAMAN PENGESAHAN

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan untuk mata pelajaran KIMIA di kelas X ini telah disetujui pada: Hari Tanggal : __________________ : __________________

Yang menyetujui, Kepala Sekolah SMA Santa Angela

Sr. Florentia Mujiati, OSU.

2

A. Pendahuluan
Kita menyadari bahwa kemajuan suatu bangsa akan semakin bergantung pada tingkat sumber daya manusia dan bukan sumber daya alamnya. Oleh karena itu, dalam mengahadapi era globalisasi yang semakin meluas, sistem pendidikan kita harus segera diperbaiki agar dapat menghasilkan manusia cerdas, mandiri, dan dapat bersaing di tingkat internasional. Dalam kaitan itu, salah satu upaya yang dilakukan pemerintah yaitu membenahi kurikulum sekolah dasar dan menengah yang tertuang dalam Peraturan Menteri Penididikan Nasional Republik Indonesia Nomor 22 dan 23 Tahun 2006 tentang standar isi dan standar kompetensi lulusan. Dalam kegiatan pembelajaran Kimia di sekolah, siswa harus aktif dalam membangun pengetahuannya, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator. Selain ranah kognitif, dalam pembelajaran Kimia juga menuntut kompetensi siswa dalam ranah psikomotorik dan afektif. Siswa tidak saja harus mengetahui fakta, konsep atau prinsip tetapi juga harus terampil menerapkan pengetahuannya dalam menghadapi masalah kehidupan dan teknologi. Ciri ilmu kimia sebagai ilmu yang berlandaskan praktik dan eksperimen, siswa tidak cukup dengan merasa mengerti tetapi sungguh-sungguh harus dapt mempraktikannya dalam menyelesaikan soal, memecahkan masalah, atau melakukan suatu ketrampilan ilmiah.

B. Visi dan Misi
VISI Komunitas pembelajar yang kritis, kreatif, dan inovatif dalam mengintegrasikan ilmu, iman, dan nilai-nilai kemanusiaan seturut semangat Santa Angela. MISI 1. Sebagai lembaga pendidikan ( institute of education ), sekolah Ursulin menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas dan terpadu, menyiapkan persertta didik ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan siap bermasyarakat. 2. Sebagai komunitas pembelajar ( community of learning ), sekolah Ursulin mengembangkan potensi dan keterampilan secara kritis, kreatif, dan inovatif. 3. Sebagai sekolah Katolik ( Catholic School), sekolah Ursulin menanamkan semangat Santa Angela pada setiap pribadi agar dapat mengintegrasikan ilmu, iman, dan nilai-nilai kemanusiaan untuk menjawab tantangan zaman dan mewujudnyatakan SERVIAM dalam kehidupan sehari-hari. 4. Sebagai sekolah Ursulin Indonesia ( Ursuline School in Indonesia ), sekolah Ursulin menanamkan kecintaan pada budaya, bangsa, dan tanah air Indonesia dengan menghargai pluraritas budaya dan agama, serta membangun kepedulian terhadap sesama dan alam ciptaan. KTSP Kimia Kelas X 1

psikomotor) berkembang secara optimal. minat. Kurikulum disusun yang memungkinkan semua mata pelajaran dapat menunjang peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia. Mempersiapkan peserta didik untuk penguasaan materi yang dibutuhkan di Perguruan Tinggi 2. dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik Pendidikan merupakan proses sistematik untuk meningkatkan martabat manusia secara holistik yang memungkinkan potensi diri (afektif. tantangan. Peningkatan potensi. 1. Masing-masing daerah memerlukan pendidikan sesuai dengan karakteristik daerah dan pengalaman hidup sehari-hari. psikomotorik dan efektif peserta didik D. sosial. kognitif. sekolah Ursulin Indonesia meningkatkan kerja sama dengan alumni dan sekolah-sekolah Ursulin. Untuk itu. emosional. 3. Tujuan Pendidikan Kimia di SMA Santa Angela Kegiatan pembelajaran kimia di SMA Santa Angela memiliki tujuan pendidikan sebagai berikut: 1. 4. kebutuhan. kurikulum harus memuat keragaman tersebut untuk menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan pengembangan daerah. Sejalan dengan itu. keduanya harus ditampung secara berimbang dan saling mengisi. dan kinestetik peserta didik. spritual. Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan Daerah memiliki potensi. kecerdasan intelektual. Mengembangkan kompetensi kognitif.5. khususnya di Asia Pasifik. Tuntutan pembangunan daerah dan nasional Dalam era otonomi dan desentralisasi untuk mewujudkan pendidikan yang otonom dan demokratis perlu memperhatikan keragaman dan mendorong partisipasi masyarakat dengan tetap mengedepankan wawasan nasional. dan keragaman karakteristik lingkungan. kecerdasan. Oleh karena itu. Acuan Operasional Penyusunan KTSP Pendidikan Kimia di SMA Santa Angela KTSP disusun dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut. kurikulum disusun dengan memperhatikan potensi. 2. C. Sebagai bagian dari Ursulin Internasional. baik di Indonesia maupun di tingkat Internasional. KTSP Kimia Kelas X 2 . Membangun motivasi peserta didik dalam kegiatan pembelajaran kimia di kelas 3. Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia Keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia menjadi dasar pembentukan kepribadian peserta didik secara utuh. ( International Ursuline ). tingkat perkembangan.

KTSP Kimia Kelas X 3 . Oleh karena itu. Dinamika perkembangan global Pendidikan harus menciptakan kemandirian. Kondisi sosial budaya masyarakat setempat Kurikulum harus dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik sosial budaya masyarakat setempat dan menunjang kelestarian keragaman budaya. dan seni. Tuntutan dunia kerja Kegiatan pembelajaran harus dapat mendukung tumbuh kembangnya pribadi peserta didik yang berjiwa kewirausahaan dan mempunyai kecakapan hidup. 8. 12. Oleh sebab itu. kondisi. Oleh karena itu. 7. Karakteristik satuan pendidikan Kurikulum harus dikembangkan sesuai dengan visi. Penghayatan dan apresiasi pada budaya setempat harus terlebih dahulu ditumbuhkan sebelum mempelajari budaya dari daerah dan bangsa lain. baik pada individu maupun bangsa. Agama Kurikulum harus dikembangkan untuk mendukung peningkatan iman dan taqwa serta akhlak mulia dengan tetap memelihara toleransi dan kerukunan umat beragama. teknologi. 9. 10.5. Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan Pendidikan diarahkan untuk membangun karakter dan wawasan kebangsaan peserta didik yang menjadi landasan penting bagi upaya memelihara persatuan dan kesatuan bangsa dalam kerangka NKRI. dan ciri khas satuan pendidikan. Pergaulan antar bangsa yang semakin dekat memerlukan individu yang mandiri dan mampu bersaing serta mempunyai kemampuan untuk hidup berdampingan dengan suku dan bangsa lain. muatan kurikulum semua mata pelajaran harus ikut mendukung peningkatan iman. taqwa dan akhlak mulia. yang sangat penting ketika dunia digerakkan oleh pasar bebas. kurikulum harus dikembangkan secara berkala dan berkesinambungan sejalan dengan perkembangan Ilmu pengetahuan. Kesetaraan Jender Kurikulum harus diarahkan kepada terciptanya pendidikan yang berkeadilan dan memperhatikan kesetaraan jender. Oleh karena itu. teknologi. kurikulum harus mendorong berkembangnya wawasan dan sikap kebangsaan serta persatuan nasional untuk memperkuat keutuhan bangsa dalam wilayah NKRI. 11. misi. tujuan. Perkembangan ilmu pengetahuan. Pendidikan harus terus menerus melakukan adaptasi dan penyesuaian perkembangan IPTEKS sehingga tetap relevan dan kontekstual dengan perubahan. dan seni Pendidikan perlu mengantisipasi dampak global yang membawa masyarakat berbasis pengetahuan di mana IPTEKS sangat berperan sebagai penggerak utama perubahan. kurikulum perlu memuat kecakapan hidup untuk membekali peserta didik memasuki dunia kerja. Hal ini sangat penting terutama bagi satuan pendidikan kejuruan dan peserta didik yang tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. 6.

2 Membandingkan proses pembentukan ikatan ion. dan ikatan kimia. 1. X. Penentuan Standar Ketuntasan Minimal Per Kompetensi Dasar Dan Indikator Satuan Pendidikan KTSP Kimia Kelas X : SMA St. 1. 2. hukum-hukum dasar kimia melalui percobaan serta menerapkan konsep mol dalam menyelesaikan perhitungan kimia. ikatan koordinasi. dan sifatsifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya. 4. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar X.3 Menjelaskan proses pembentukan dan teknik pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi serta kegunaannya F. ikatan kovalen. 3. Semester 2 Standar Kompetensi 3.Memahami dasar perhitungan (stoikiometri). Angela 4 .2 Membuktikan dan mengkomunikasikan berlakunya elektrolit berdasarkan data hasil percobaan. Kompetensi Dasar 3. Memahami sifat-sifat senyawa organik atas dasar gugus fungsi dan senyawa makromolekul. penerapannya hukum-hukum 2.1 Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan kimia dan kimia organik sederhana serta persamaan reaksinya. 4. melalui pemahaman konfigurasi elektron.2 Menggolongkan senyawa hidrokarbon berdasarkan strukturnya dan hubungannya dengan sifat senyawa.1 Mengidentifikasi sifat larutan non-elektrolit dan dalam 2.2 Menjelaskan perkembangan konsep reaksi oksidasireduksi dan hubungannya dengan tata nama senyawa serta penerapannya. Memahami sifat-sifat larutan non-elektrolit dan elektrolit. serta reaksi oksidasi-redukasi. Bohr. sifat-sifat unsur.1 Mendeskripsikan kekhasan atom karbon dalam membentuk senyawa hidrokarbon.E. 4.1 Memahami struktur atom berdasarkan teori atom sifat-sifat periodik unsur. dan ikatan logam serta hubungannya dengan sifat fisika senyawa yang terbentuk. massa atom relatif. Memahami struktur atom. 4. Semester 1 Standar Kompetensi Kompetensi Dasar 1.

3 Menjelaskan proses pembentukan dan teknik pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi serta kegunaannya G.2 Membuktikan dan mengkomunikasikan berlakunya hukum-hukum dasar kimia melalui percobaan serta menerapkan konsep mol dalam menyelesaikan perhitungan kimia.1 Mendeskripsikan 4. dan ikatan logam serta hubungannya terbentuk. ikatan koordinasi.1 Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana serta persamaan reaksinya. dan sifat-sifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya. 2.2 Menjelaskan perkembangan konsep reaksi oksidasireduksi dan hubungannya dengan tata nama senyawa serta penerapannya.1 Mengidentifikasi sifat larutan non-elektrolit dan 65 65 65 65 67 60 65 64 65 65 65 65 dengan sifat fisika senyawa yang 66 65 67 66 melalui pemahaman konfigurasi 60 68 70 66 elektrolit berdasarkan data hasil percobaan.1 Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr. 3. 3. massa atom relatif. 2. Angela 5 KKM Kompetensi Dasar / Indikator Inteks Siswa Kompleksifitas . sifat-sifat unsur.2 Membandingkan proses pembentukan ikatan ion. 1. Penentuan Standar Ketuntasan Belajar Minimal Kriteria Penentuan KKM Sumber Daya Pendukung 1. 4. hidrokarbon berdasarkan strukturnya dan hubungannya dengan sifat senyawa. 4.Mata Pelajaran Kelas Tahun Pelajaran : KIMIA : X : 2012 -2013 2. Rincian Minggu Efektif Satuan Pendidikan KTSP Kimia Kelas X : SMA St. ikatan kovalen. elektron.2 Menggolongkan kekhasan senyawa atom karbon dalam 65 67 65 68 60 65 65 65 65 66 64 65 65 60 70 65 membentuk senyawa hidrokarbon.

23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia KEGIATAN JUMLAH MINGGU 1 1 4 6 BULAN KALENDER 4 5 4 4 4 5 26 TIDAK EFEKTIF 3 1 0 0 0 2 6 EFEKTIF 1 4 4 4 4 3 20 Sr. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung.Pd. Carolus B. Florentia Mujiyati. Kepala SMA Santa Angela Bandung. Jumlah minggu efektif Jumlah minggu kalender – jumlah minggu tidak efektif = 20 minggu 4. Jumlah jam efektif 21 minggu x 3 jam / minggu = 63 jam Bandung.Mata Pelajaran Kelas Semester Tahun Pelajaran : Kimia : X : 1 : 2012 -2013 1. KTSP Kimia Kelas X 6 . Wisnu A. Jumlah minggu JUMLAH MINGGU NO 1 2 3 4 5 6 Juli Agustus September Oktober November Desember Jumlah 2. M. ___________ Mengetahui. Boedisantoso. Keterangan jumlah minggu tidak efektif NO 1 2 3 MOS Libur lebaran Libur semester Jumlah 3.D. OSU P.Pd. S.

___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. Kepala SMA Santa Angela Bandung. Angela : Kimia : X : 2 : 2012 -2013 1. Jumlah minggu efektif Jumlah minggu kalender – jumlah minggu tidak efektif = 18 minggu 4.Pd. ___________ Mengetahui.Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas Semester Tahun Pelajaran : SMA St. M.D. Wisnu A. OSU P. Florentia Mujiyati. Keterangan jumlah minggu tidak efektif NO 1 2 3 4 KEGIATAN Libur Paskah Ujian nasional Ujian sekolah Libur semester Jumlah 3. Jumlah minggu JUMLAH MINGGU NO 1 2 3 4 5 6 Januari Pebruari Maret April Mei Juni Jumlah 2.Pd. PROGRAM TAHUNAN KTSP Kimia Kelas X 7 . 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia JUMLAH MINGGU 1 1 2 4 8 BULAN KALENDER 4 4 5 4 5 4 26 TIDAK EFEKTIF 1 0 2 2 1 2 8 EFEKTIF 3 4 3 2 4 2 18 Sr. Jumlah jam efektif 20 minggu x 3 jam / minggu = 60 jam Bandung. Boedisantoso. S. Carolus B.

Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana serta persamaan reaksinya.reduksi dan hubungannya dengan tata nama senyawa serta penerapannya. Florentia Mujiyati.2 4.Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas Tahun Pelajaran : SMA St.1 8 jam 2. S. dan ikatan logam serta hubungannya dengan sifat fisika senyawa yang terbentuk. Jumlah Jumlah Bandung.1 3. ikatan kovalen.2 20 jam 63 jam 6 jam 18 jam 6 jam 24 jam 6 jam 60 jam 123 jam Dibuat oleh 2 3. ikatan koordinasi. M. Jumlah Alokasi Waktu 1. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung.Pd. Kepala SMA Santa Angela Bandung.3 Mengidentifikasi sifat larutan non-elektrolit dan elektrolit berdasarkan data hasil percobaan. Boedisantoso. Angela : KIMIA : X : 2012 -2013 SMT NO TPU/KONSEP/TEMA/TOPIK/KOMPETENSI DASAR Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr. Menjelaskan proses pembentukan dan teknik pemisahan fraksifraksi minyak bumi serta kegunaannya. sifat-sifat unsur.2 4. Membuktikan dan mengkomunikasikan berlakunya hukumhukum dasar kimia melalui percobaan serta menerapkan konsep mol dalam menyelesaikan perhitungan kimia.Pd. 23 Juli 2012 Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. Menggolongkan senyawa hidrokarbon berdasarkan strukturnya dan hubungannya dengan sifat senyawa. massa atom relatif. melalui pemahaman konfigurasi elektron.1 15 jam 1.D.2 20 jam 2. Carolus B. OSU P. KTSP Kimia Kelas X 8 . Mendeskripsikan kekhasan atom karbon dalam membentuk senyawa hidrokarbon. Membandingkan proses pembentukan ikatan ion. ___________ Mengetahui. Menjelaskan perkembangan konsep reaksi oksidasi. Wisnu A. 1.1 4. dan sifat-sifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya.

dan ikatan logam serta 15 3 3 3 3 3 20 3 3 3 3 3 3 2 hubungannya dengan sifat fisika senyawa yang terbentuk. Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana serta persamaan reaksinya. sifatsifat unsur. melalui pemahaman konfigurasi elektron.PROGRAM SEMESTER Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas Semester Tahun Pelajaran WaktuAlokasi JULI 1 2 3 4 : : : : : SMA St. Membandingkan proses pembentukan ikatan ion. 20 2 3 3 3 3 3 3 KTSP Kimia Kelas X 9 . dan sifat-sifat periodik unsur 1 dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya. Angela Kimia X 1 2012 -2013 AGUSTUS 1 2 3 4 5 SEPTEMBER 1 2 3 4 OKTOBER 1 2 3 4 NOVEMBER 1 2 3 4 DESEMBER 1 2 3 4 5 N O TEMA/KONSEP / POKOK BAHASAN Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr. Membuktikan dan mengkomunikasikan berlakunya hukum- 8 1 3 3 1 4 hukum dasar kimia melalui percobaan serta menerapkan konsep mol dalam menyelesaikan perhitungan kimia. 3 ikatan koordinasi. ikatan 2 kovalen. massa atom relatif.

reduksi dan hubungannya dengan tata nama senyawa serta penerapannya. Bandung. Mendeskripsikan kekhasan atom karbon dalam membentuk senyawa hidrokarbon. ___________ Disetujui oleh 10 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 5 3 3 Bandung. Menjelaskan perkembangan konsep reaksi oksidasi.PROGRAM SEMESTER Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas Semester Tahun Pelajaran WaktuAlokasi JANUARI 1 2 3 4 : : : : : SMA St. 23 Juli 2012 Dibuat oleh KTSP Kimia Kelas X . ___________ Mengetahui. Menjelaskan proses pembentukan dan teknik pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi serta kegunaannya. 1 6 3 3 2 18 3 3 3 3 3 3 3 6 24 6 Bandung. Angela Kimia X 2 2012 -2013 PEBRUARI 1 2 3 4 MARET 1 2 3 4 5 APRIL 1 2 3 4 1 2 MEI 3 4 5 1 JUNI 2 3 4 NO TEMA/KONSEP / POKOK BAHASAN Mengidentifikasi sifat larutan non-elektrolit dan elektrolit berdasarkan data hasil percobaan. Menggolongkan senyawa hidrokarbon berdasarkan strukturnya dan hubungannya dengan sifat senyawa.

SILABUS Satuan Pendidikan Mata Pelajaran KTSP Kimia Kelas X : SMA St. S. M. Angela : KIMIA 11 . Carolus B. Wisnu A. Florentia Mujiyati.Pd. OSU P.Kepala SMA Santa Angela Wakasek Kurikulum Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. Boedisantoso.D.Pd.

Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr. isobar dan isoton. Tabel periodik LKS o Perkembanga n tabel periodik unsur • religious • mandiri o o o o Mendeskripsikan struktur sistem periodik unsur. dan ikatan kimia Kompetensi Dasar 1. Mengkaji literatur tentang perkembangan teori atom (di rumah setelah ditugaskan pada pertemuan sebelumnya) Mempresentasikan dan diskusi hasil kajian Menyimpulkan hasil pembelajaran Mengidentifikasi unsur ke dalam isotop. mulai dari teori Dalton sampai dengan teori atom modern Nilai akhlak Mulia • Religious o : X : 1 : 2012 -2013 Kegiatan pembelajaran Mengkaji atom sebagai partikel dasar penyusun materi (teori atom Dalton) dalam diskusi kelompok. sifat-sifat unsur. dan sifat-sifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya. isoton dan isoton melalui kerja kelompok. sifat-sifat periodik unsur. Mengkaji sistem periodik untuk memahami makna daftar tersebut melalui diskusi kelas. Menentukan massa atom relatif berdasarkan kelimpahan isotopnya Menentukan massa molekul relatif. Mengkaji literatur tentang perkembangan tabel periodik unsur o • o Senang membaca • Toleransi • Komunikatif • Jujur • Kritis • Saling berbagi • Saling hormat o o o o o o o o o Indikator Pencapaian Kompetensi Menjelaskan perkembangan teori atom untuk menunjukkan kelemahan dan kelebihan masing-masing teori atom berdasarkan fakta eksperimen Mengklasifikasikan unsur ke dalam isotop. Membandingkan perkembangan tabel 2 JP KTSP Kimia Kelas X 12 . Mengkaji massa atom dan massa atom relatif dalam diskusi kelompok.1. massa atom relatif.Kelas Semester Tahun Pelajaran Standar Kompetensi: 1. melalui pemahaman konfigurasi elektron Materi Pembelajaran o Perkembanga n teori atom. Penilaian Jenis tagihan: Tugas kelompok Kuis Ulangan Bentuk instrumen: Laporan tertulis Performans (Kinerja dan sikap) Tes tertulis Alokasi waktu 8 JP Sumber/Ba han/alat Sumber: Buku kimia. Mengkaji konfigurasi elektron dan cara penulisannya dalam diskusi kelas. Memahami struktur atom. Menentukan konfigurasi elektron dan elektron valensi.

energi ionisasi. Mengamati beberapa unsur o untuk membedakan sifat logam. periodik unsur untuk mengidentifikasi kelebihan dan kekurangannya. Menganalisis tabel. energiionisasi. afinitas elektron dan keelektronegatifan.• rasa ingin tahu • senang membaca • komunikatif • kreatif • kerja keras • Saling berbagi • Saling hormat o Sifatkepriodi kanunsur • religious • senang membaca • rasa ingin tahu • komunikatif • kreatif • kerjasama • kritis • Saling berbagi • o dalam kerja kelompok Presentasi hasil kajian untuk menyimpulkan dasar pengelompokan unsur-unsur. non logam dan metaloid. non logam dan metaloid Menentukan letak unsur sistem periodik berdasarkan konfigurasi elektron. dankeelektronegatifanunsurunsurseperiodedansegolonganberdas arkan data ataugrafikdannomor atom o melaluidiskusikelompok. energi ionisasi. afinitas elektron. Mengklasifikasikan unsur ke dalam logam. Menghubungkan keteraturan sifat jari-jari atom. afinitaselektron. atau sebaliknya. o o o Mengkajiketeraturanjari-jari o atom. grafik untuk menentukan keteraturan jari-jari atom. dan keelektronegatifan. 4 JP KTSP Kimia Kelas X 13 .

Membandi-ngkan proses pembentukan ikatan ion. Mendiskusikan proses terjadinya ikatan kovalen koordinat dari beberapa contoh sederhana o Menjelaskan kecenderungan suatu unsur untuk mencapai kestabilannya. ikatan kovalen koordinat dan ikatan logam. Menentukan unsur yang dapat melepas elektron atau menerima elektron untuk mencapai kestabilan dalam diskusi kelompok. Ikatan kimia o Kestabilan unsur o Struktur lewis Ikatan ion dan ikatan kovalen o Ikatankovalen koordinat o • Religious o Menhgkaji beberapa senyawa untuk menentukan mengapa atomatom membentuk ikatan kimia.Saling hormat 1. Menggambarkan lambang Lewis melalui diskusi kelas Membandingkan proses pembentukan ikatan ion dan ikatan kovalen dalam diskusi kelas. rangkap dan rangkap tiga. Menjelaskan proses terbentuknya ikatan ion Menjelaskan proses terbentuknya ikatan kovalen tunggal. ikatan kovalen.2. o 14 JP KTSP Kimia Kelas X 14 . Menggambarkan lambang Lewis unsur gas mulia (duplet dan oktet) dan unsur bukan gas mulia. o Menyelidiki kepolaran dari beberapa senyawa dan menghubungkannya dengan kelektronegatifan unsurunsur melalui percobaan o Mendeskripsikan proses pembentukan ikatan logam dan hubungannnya dengan sifat fisik logam o Menghubungkan sifat fisis materi dan hubungannnya dengan jenis ikatan kimianya. serta hubungannnya dengan sifat fisika senyawa yang terbentuk. Menjelaskan proses terbentuknya ikatan kovalen koordinasi Jenis tagihan: Kuis Tugas individu Tugas kelompok Ulangan Bentuk instrumen: Laporan tertulis Performans (Kinerja dan sikap) Tes tertulis 6 JP Sumber: Bukukimia Bahan/Alat LKS • o Senang membaca • Komunikatif • Kritis o o o o o o o Senyawakova len polar dan non polar o ikatanlogam o • Religious • Senang membaca • Komunikatif • Toleransi • Kreatif • Kritis • Saling berbagi • Saling hormat Merancang dan melakukan percobaan untuk menyelidiki kepolaran senyawa di laboratorium o Mengidentifikasi sifat fisik logam dan menghubungkannnya dengan proses pembentukan ikatan logam dalam diskusi kelompok di laboratorium.

Menyimpulkan aturan pemberian nama senyawa biner dan poliatomik. Menginformasikan nama beberapa senyawa organik sederhana o Indikator Pencapaian Kompetensi Menuliskan nama senyawa biner o Menuliskan nama senyawa poliatomik o Menuliskan nama senyawa organik sederhana Penilaian Jenis Tagihan: Tugas individu Kuis Bentuk Instrukmen: Tes tertulis Alokasi waktu 2 JP Sumber/Ba han/alat Sumber: Buku Kimia LKS o o o Persamaan reaksi sederhana  religious  komunikatif  toleransi  disiplin o Mendiskusikan cara menyetarakan reaksi o Latihan cara menyetarakan persamaan reaksi o Menyetarakan persamaan reaksi sedewrhanadengan diberikan nama-nama zat 4 JP KTSP Kimia Kelas X 15 .Standar Kompetensi: 2.1 Mendeskripsik-an tata nama senyawa anorganik dan senyawa organik sederhana serta persamaan reaksinya. Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri) Kompetensi Dasar 2. Materi Pembelajaran o Tata nama senyawa Nilai Akhlak Mulia  religious  komunikatif  toleransi  senang membaca  kritis  senang membaca  saling hormat  saling berbagi o o o Kegiatan pembelajaran Menentukan nama senyawa kovalen biner Menentukan nama senyawa ionik biner Menentukan nama senyawa ion poliatomik yang terbentukdari tabel kation (golongan utama dan NH4+) dan anion poliatomik serta memberi namanya dalam diskusi kelompok.

air kristal. massa dan volum gas.2 Membuktikan dan mengkomunikasikan berlakunya hukumhukum dasar kimiamelalui percobaan serta menerapkan konsep mol dalam menyelesaikan perhitungan kimia Hukum Dasar Kimia o Hukum Lavoisier o Hukum Proust o Hukum Dalton o Hukum gay Lussac o Hukum Avogadro  senang membaca  saling hormat  saling berbagi  Religious  Kritis  rasa ingin tahu  jujur  kerja keras  senang membaca  saling hormat  saling berbagi  religious  Komunikatif  Kreatif  Toleransi.  Kreatif  Kerja keras  senang membaca  saling hormat saling berbagi 12 JP o o o KTSP Kimia Kelas X 16 .  Kreatif  Kerja keras  senang membaca  saling hormat  saling berbagi yang terlibat dalam reaksi atau sebaliknya. o o Mengkonversikan jumlah mol dengan jumlah partikel . o Menemukanhubunganantaravol um gas denganjumlahmolekulnya yang diukurpadasuhudantekanan yang sama (HUkum Avogadro) o o o Diskusi informasi konsep mol Menghitung jumlah mol. Merancang dan melakukan percobaan untuk membuktikakn hukum Lavoisier dan hukum Proust di laboratorium o Menarik kesimpulan dari data hasilpercobaan o Membuktikan hukum Lavoisier melalui percobaan o Membuktikan hukum Proust melalui percobaan o Mendiskusikan data percobaanuntukmembuktikanhukum Dalton. massa dan volum zat Menentukan kadar zat dalam senyawa Menentukan rumus empiris dan rumus molekul Menentukan banyak zat pereaksi atau hasil Jenis Tagihan: Tugas individu Tugas kelompok Ulangan Bentuk Instrumen: Testertulis Performans Laporantertulis 5 JP Sumber: Buku Kimia Bahan: LKS danbahanunt ukpercobaan . 3 JP o kimia Perhitungan  religious  Komunikatif  Kreatif  Toleransi. rumus molekul. Hukum Gay Lussac.2. danhukum Avogadro dalamdiskusikelompok di kelas o Menghitung volume gas pereaksidanatauhasilreaksiberdasarka nhukum Gay Lussac. Menganalsissenyawau ntukmembuktikanberlakuny ahukumkelipatanperbanding an (Hukum Dalton) o Menggunakan data percobaan untuk membuktikan hukum perbandingan volum (Hukum gay Lussac) o Menggunakan data percobaan untuk membuktikan hukum Avogadro. kadar zat dalam senyawa dan pereaksi pembatas. jumlah partikel. menulis rumus empiris.

Florentia Mujiyati. Carolus B. Memahami sifat-sifat larutan non elektrolit dan elektrolit.D. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. OSU P. Boedisantoso. Angela KIMIA X 2 2012 -2013 KTSP Kimia Kelas X 17 . M. serta reaksi oksidasi-reduksi Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Nilai Akhlak Mulia Kegiatan pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi Penilaian Alokasi waktu Sumber/ Bahan/alat : : : : : SMA St.Pd. Kepala SMA Santa Angela Bandung. ___________ Mengetahui.o o reaksi Menentukan pereaksi pembatas dalam suatu reaksi Menentukan rumus hidrat Bandung. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr.Pd. SILABUS Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas Semester Tahun Pelajaran Standar Kompetensi: 3. S. Wisnu A.

o Menentukan oksidator dan reduktor o Jenis tagihan: Tugas individu Tugas kelompok Ulangan Kuis Responsi (ujian praktek) Bentuk instrumen: Tes tertulis Performans (kinerja dan sikap) Laporan tertulis 6 JP Sumber: Buku kimia Bahan: LKS dan alat serta bahan untuk percobaan 3. pelepasan dan penerimaan elektron. serta peningkatan dan penurunan bilangan oksidasi o Menentukan bilangan oksidasi atom unsur dalam senyawa atau ion.2 Menjelaskan o Konsep perkembangan konsep oksidasi-reduksi reaksi oksidasi reduksi o Bilangan dan hubungannnya oksidasi unsur dalam dengan tatanama senyawa atau ion senyawa serta penerapannya  Religious  Komunikatif  Toleransi  Mandiri  Kerja keras  senang membaca  saling hormat  saling berbagi Demonstrasi reaksi pembakaran dan serah terima elektron (misal reaksi antara paku besi dengan air aki) o Menentukan bilangan oksidasi atom unsur dalam senyawa atau ion dalam diskusi di kelas o Berlatih menentukan bilangan oksidasi. o Menidentifikasi sifat-sifat larutan elektrolit dan non elektrolit melalui percobaan o Mengelompokk an larutan ke dalam larutan elektrolit dan non elektrolit berdasarkan hantaran listriknya o Menjelaskan penyebab kemampuan larutan elektrolit menghantarkan arus listrik. reduktor. o Mendeskripsika n bahwa larutan elektrolit dapat berupa senyawa ion dan senyaw akovalen polar o Membedakan konsep oksidasireduksi ditinjau dari penggabungan dan pelepasan oksigen.1 Mengidentifi-kasi sifat larutan non elektrolit dan elektrolit berdasarkan data hasil percobaan Larutan elektrolit dan non elektrolit o Jenis larutan berdasarkan dayahantar listrik o Jenis larutan elektrolit berdasarkan jenis ikatan o  Religious  Komunikatif  Toleransi  Kritis  senang membaca  saling hormat  saling berbagi Merancang dan melakukan percobaan untuk mengidentifikasi sifat-sifat larutan elektrolit dan non elektrolit dalam diskusi kelompok di laboratorium o Menyimpulkan perbedaan sifat dan jenis larutan elektrolit dan non elektrolit. hasiloksidasi. hasil reduksi o 12 JP KTSP Kimia Kelas X 18 .3. oksidator.

1 Mendeskrips-ikan kekhasan atom karbon dalam membentuk senyawa hidrokarbon Materi Pembelajaran o Nilai Akhlak Mulia Kegiatan pembelajaran o Indikator Pencapaian Kompetensi Mengidentifikasi unsur C. 4 JP Standar Kompetensi: 4. Kompetensi Dasar 4. o Mendeskripskan konsep larutan elektrolit dan konsep redoks dalam memecahkan masalah lingkungan. Penilaian Jenis tagihan: Tuga skelompok Ulangan Bentuk tagihan: Tes tertulis Performans Laporan tertulis Alokasi waktu 6 JP Sumber/ Bahan/alat Sumber: Buku Kimia Bahan: LKS Alat dan bahan untuk percobaan Molymod Mengidentifi  o Merancang dan kasi atom C.o Aplikasi redoks dalam memecahkan masalah linhkungan  Religious  Toleransi  Komunikatif  Kreatif  Kerja keras  senang membaca  saling hormat  saling berbagi o Menemukan konsep redoks untuk memecahkan masalah lingkungan dalam diskusi kelompok di kelas dalam reaksi redoks o Memberinamase nyawamenurutaturan IUPAC. H dan O dalam senyawa karbon melalui percobaan. H dan O dalam  senyawa karbon dalam Rasa ingin tahu diskusi kelompok di  laboratorium Komunikatif  Toleransi.  Kritis  senang membaca  saling hormat  saling berbagi KTSP Kimia Kelas X 19 . Memahami sifat-sifat senyawa organik atas dasar gugus fungsi dan senyawa makro molekul. H dan Religious melakukan percobaan  O untuk mengidentifikasi Jujur unsur C.

alkena dan alkuna o Sifat fisik alkana. posisi. alkena dan alkuna Menyimpulkan hubungan titik didih senyawa hidrokarbon dengan massa molekul relatifnya dan strutur molekullnya.2 Menggolon-gkan senyawa hidrokarbon berdasarkan strukturnya dan hubungannya dengan sifat senyawa o Alkana. dan fungsi atau isomer geormtri (cis-trans) Menuliskan reaksi sederhana Jenis tagihan: Tuga skelompok Kuis Ulangan Bentuk tagihan: Tes tertulis 20 JP Sumber: Buku Kimia Bahan: LKS Molymod o Atom C primer. primer. tertier dan kuarterner 4.  mendiskusikan ke khasan komunikatif atom karbon dalam diskusi  kelompok di kelas toleransi  mandiri  kerja jeras  kreatif  kritis  senang membaca  saling hormat  saling berbagi Nilai Akhlak Mulia o Menentukan atom C o Membedakan atom karbon primer. Menentukan isomer struktur (kerangka. sekunder. sekunderm. tertier. alkena dan alkuna o Isomer o Reaksi senyawa karbon  o Dengan Religious menggunakan molymod  (dapat diganti dengan Jujur molymod buatan sendiri)  mendiskusikan jenis ikatan Rasa ingin tahu pada atom karbon pada  senyawa alkana.o Kekhasan atom karbon  o Dengan o Mendeskripsikan kekhasan religious menggunakan molymod atom karbon dalam senyawa karbon. alkena Komunikatif dan alkuna. o Menganalisa data  titik didih dan titik leleh Kritis senyawa karbon dalam  senang membaca diskusi kelompok  saling hormat o Dengan o o o o KTSP Kimia Kelas X 20 .  o latihan tata nama Toleransi. tertier dan dan kuarterner dalam kuarterner. sekunder. diskusi kelompok di kelas o Mengelompokkan senyawa hidrokarbon berdasarkan kejenuhan ikatan Memberi nama senyawa alkana.

Kepala SMA Santa Angela KTSP Kimia Kelas X Bandung. Jenis tagihan: Tuga skelompok Kuis Ulangan Bentuk tagihan: Tes tertulis Laporan tertulis (makalah) 6 jP Sumber: Buku Kimia Internet Bahan: LKS LCD/komp. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia . ___________ Mengetahui. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum 21 Bandung. pada senyawa alkana. adisi. alkena dan alkuna dalam diskusi kelas. substitusi dan reaksi eleiminasi) o o o o o Mendeskripsikan proses pembentukan minyak bumi dan gas alam Menjelaskan komponankomponen utama penyusun minyak bumi Menafsirkan bagan penyulingan bertingkat untuk menjelaskan dasar dan teknik pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi.3 Menjelaskan proses pembentukandanteknil kpemisahanfraksifraksiminyakbumiserta kegunaannya Minyak bumi  religious o Fraksi  minyak bumi komunikatif o Mutu bensin  toleransi o Dampak pembakaran bahan  mandiri bakar  kerja jeras  kreatif  kritis  senang membaca  saling hormat  saling berbagi o menggunakan molymod menentukan isomer senyawa hidrokarbon melalui diskusi kelompok o Merumuskan reaksi sederhana senyawa alkana. mutu bensin. dan dampak hasil pembakaran nahan bakar o Presentasi hasil kerja kelompok. Menganalisis dampak pembakaran bahan bakar terhjadap lingkungan. alkena dan alkuna (reaksi oksidasi. Bandung. petrokimia. o Dalam keja kelompok membahas tentang eksplorasi minyak bumi. fraksi minyak bumi. saling berbagi 4. Membedakan kualitas bensin berdasarkan bilangan oktannya.

S.Pd. OSU P. Florentia Mujiyati. Carolus B. Boedisantoso. M. Wisnu A.Pd.Sr. KTSP Kimia Kelas X 22 .D.

sifat-sifat unsur. massa atom relatif. sifat-sifat periodik unsur. melalui pemahaman konfigurasi elektron III. dan ikatan kimia Kompetensi Dasar Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr. Dalton menyatakan bahwa atom–atom dari unsur yang berlainan melakukan ikatan dengan perbandingan numerik yang sederhana dan melahirkan hukum dasar kimia baru yang dikenal dengan sebutan hukum perbandingan berganda KTSP Kimia Kelas X 23 .RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Sub Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Struktur Atom : Perkembangan Model Atom : 2 x 45 menit I. Menjelaskan cara berpikir Dalton dalam merumuskan konsep-konsep atom sebagai awal perkembangan teori atom Menjelaskan perkembangan teori atom berdasarkan penemuan partikel sub atom Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. c. John Dalton menyatakan bahwa atom merupakan pertikel terkecil yang tidak bisa dibagi lagi dan tidak bisa dimusnahkan atau diciptakan selama perubahan kimia b. II. Dalton menyatakan bahwa semua atom dari suatu unsur yang sama mempunyai sifat yang sama. sedangkan atom-atom dari unsur yang berbeda memiliki sifat yang berbeda Berdasarkan hukum perbandingan tetap. Hukum-Hukum Dasar Kimia dan Model Atom Dalton a. Uraian Materi Pembelajaran Perkembangan Model Atom 1.sifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya. diharapkan siswa dapat: • • • Mengetahui perkembangan model atom Dalton. Menjelaskan perkembangan teori atom untuk menunjukkan kelemahan dan kelebihan masing-masing teori atom Menjelaskan penemuan struktur atom mulai dari teori atom Dalton hingga teori atom modern V. Indikator • • IV. dan sifat. Berdasarkan percobaan hukum kekekalan massa. Standar Kompetensi Memahami struktur atom.

2. Penemuan Partikel-Partikel Penyusun Atom a. Penemuan elektron oleh J.J. Thomson melalui percobaan sinar katoda dan penemuan sinar kanal yang bermuatan positif oleh Eugene Goldstein menjadi dasar teori atom Thomson yang menyatakan bahwa atom merupakan bola bermuatan positif yang pada tempat-tempat tertentu terdapat elektron yang bermuatan negatif. b. Penemuan inti atom oleh Rutherford melalui penembakan lempeng tipis emas oleh hamburan sinar alfa sebagai dasar teori atom Rutherford yang menyatakan bahwa sebagian besar dari atom merupakan ruang kosong yang ditengahnya terdapat pusat massa bermuatan positif yang disebut inti dan dikelilingi oleh elektron-elektron yang bermuatan negatif. c. Penemuan neutron oleh James Chadwick menjawab permasalahan perbandingan massa atom hidrogen dengan atom-atom selain hidrogen dan kestabilan inti atom selain atom hidrogen. VI. Kegiatan Pembelajaran A. Metode dan Pendekatan Metode : Tanya jawab, Ceramah, dan Demonstrasi Pendekatan : Konsep B. Langkah- langkah Pembelajaran No 1. Pembukaan: 1. 2. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai tema dan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan. Siswa menjawab pertanyaan guru mengenai keberadaan atom berdasarkan gambar-gambar yang 2. ditunjukan oleh guru. Kegiatan Inti (pertemuan pertama) 1. Siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan guru yang mengarahkan siswa kepada cara berpikir Dalton dalam merumuskan konsep-konsep atom sebagai awal perkembangan teori atom 2. Siswa kembali menyebutkan sifat-sifat atom menurut Dalton. (pertemuan kedua) 3. Siswa memperhatikan beberapa video demonstrasi dan memperhatikan serta menanggapi penjelasan dan pertanyaan guru mengenai perkembangan teori dan model atom berdasarkan penemuan-penemuan partikel KTSP Kimia Kelas X 24 30 30 15 Kegiatan Alokasi Waktu (menit)

sub-atom yang ditampilkan. 4. Siswa kembali menyebutkan partikel-partikel dasar penyusun atom dan letaknya pada suatu atom yang lebih lanjut menggambarkan model-model atom tersebut 3. menurut gambaran mereka sendiri. Penutup • Siswa guru. • Siswa mengerjakan latihan soal yang ada di buku pegangan siswa. membuat kesimpulan akhir mengenai 15

perkembangan model atom yang dikuatkan kembali oleh

VII.

Alat dan Bahan (Sumber) a. Alat   : Papan tulis LCD
Anonim. Anonim. (2008). (2010). Model Model Atom Atom Thomson. Rutherford. [online]. [online]. Tersedia: Tersedia: http http // // reichmedia-

b. Sumber:
 chemistry.wikispaces.com, zz_plum_pudding. Png. [07 Agustus 2010]  2.web.britannica.com, 22476-004-6DC5AC69 .Gif. [02 Agustus 2010]   Chang, R.. (2004). Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. Jakarta : Penerbit Erlangga. Sunarya, Y., Agus S.. (2009). Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional.

VIII. Penilaian a. b. Aspek yang dinilai c. Jenis Penilaian d. Bentuk Instrumen

Teknik Penilaian : Tes / Assessment : Pengetahuan dan Sikap : Penilaian hasil : Soal

Bandung, ___________ Mengetahui, Kepala SMA Santa Angela

Bandung, ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum

Bandung, 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia

Sr. Florentia Mujiyati, OSU

P.D. Boedisantoso, M.Pd.

Carolus B. Wisnu A, S.Pd.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
KTSP Kimia Kelas X 25

Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Sub Materi Alokasi Waktu

: SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Struktur Atom : Struktur Elektron Atom : 6 x 45 menit

I. II.

Standar Kompetensi Memahami struktur atom, sifat-sifat periodik unsur, dan ikatan kimia. Kompetensi Dasar Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr, sifat-sifat unsur, massa atom relatif, dan sifat- sifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya, melalui pemahaman konfigurasi elektron

III.

Indikator o Menjelaskan struktur elektron pada atom berdasarkan teori atom Bohr o Menentukan jumlah proton, elektron, dan neutron suatu unsur berdasarkan nomor atom dan nomor massa dan sebaliknya. o Menentukan isotop, isobar, dan isoton suatu unsur. o Menentukan elektron valensi unsur dari konfigurasi elektron dan tabel periodik.

IV.

Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, diharapkan siswa dapat: o Menjelaskan struktur elektron pada atom berdasarkan teori atom Bohr. o Menentukan jumlah proton, elektron, dan neutron suatu unsur berdasarkan nomor atom dan nomor massa dan sebaliknya. o Menentukan isotop, isobar, dan isoton suatu unsur.

V.

Uraian Materi Pembelajaran 1. Struktur elektron atom berdasarkan teori atom Bohr a. Menurut Hukum Fisika Klasik, model atom Rutherford yang menggambarkan bahwa elektron bergerak bebas mengelilingi inti tidak stabil, karena elektron akan kehilangan energinya dan akan jatuh ke inti, pada akhirnya atom akan musnah b. Bohr menyatakan bahwa tiap elektron dalam atom hanya dapat menempati kulit tertentu yang memiliki tingkat energi tertentu c. Spektrum atom hidrogen terbentuk akibat energi yang dipancarkan elektron ketika berpindah dari kulit pada keadaan tereksitasi ke kulit pada keadaan dasar d. Elektron dapat berpindah dari kulit dengan tingkat energi rendah ke kulit dengan tingkat energi lebih tinggi dengan menerima energi

KTSP Kimia Kelas X

26

Siswa memperhatikan 30 postulat-postulat yang diajukan Bohr mengenai letak elektron dalam suatu atom dan menuangkan postulat tersebut dalam sebuah gambar model atom. Massa atom dan massa molekul bersifat relatif. 15 : Tanya jawab.e. Siswa mengenai memperhatikan konfigurasi elektron. 45 Siswa menjawab pertanyaan guru mengenai materi sebelumnya. 2. Pembukaan: 1. Unsur-unsur yang memiliki jumlah proton sama disebut isotop. Kegiatan Inti (pertemuan pertama) 1. Ceramah. Metode dan Pendekatan Pendekatan : Konsep Metode No 1. 4. (pertemuan kedua) 3. Siswa menjawab pertanyaan guru mengenai penemuan partikel dasar penyusun atom. magnet. sedangkan jumlah proton dan neutron disebut nomor massa. Elektron dapat berpindah dari kulit dengan tingkat energi tinggi ke kulit dengan tingkat energi lebih rendah dengan melepaskan energi. Siswa memperhatikan dan menjawab pertanyaan guru tentang interaksi dua 2. 3. 2.langkah Pembelajaran KTSP Kimia Kelas X 27 . Langkah. 3. dan unsur yang memiliki nomor massa sama disebut isobar. unsur yang memiliki jumlah neutron sama disebut isoton. dan Demonstrasi Kegiatan Alokasi Waktu (menit) B. penjelasan guru berdasarkan notasi atom. Kegiatan Pembelajaran A. VI. pertanyaan-pertanyaan Siswa memperhatikan proses terbentuknya spektrum atom hidrogen dan menjawab guru mengenai pergerakan elektron dalam suatu atom. 2. Jumlah proton yang dimiliki atom merupakan nomor atom.

com. Rutherford. 22476-004-6DC5AC69 . Tersedia: Tersedia: http http // // reichmedia- 15 Alat dan Bahan (Sumber) a. [02 Agustus 2010]  Chang. dan isobar. zz_plum_pudding. isoton. [online]. (2004).. Sunarya.. (pertemuan keempat) 6. R. Png.Sumber:  chemistry. a. nomor massa. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. ___________ Mengetahui.com. isotop. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. Siswa memperhatikan 45 30 penjelasan guru mengenai isotop. Jakarta : Penerbit Erlangga.(pertemuan ketiga) 4. (2008). 5. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. massa atom relatif. VII. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional.britannica. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. Agus S. Y. a.web. (2009). b. Penutup • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai letak elektron dalam suatu atom. Siswa memperhatikan sistem periodik unsur dan menanggapi penjelasan-penjelasan guru mengenai nomor atom dan nomor massa. VIII. [online]. Anonim. c..Gif. Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai massa atom relatif dan menghitung masa atom relatif dari suatu unsur. (2010). Kepala SMA Santa Angela KTSP Kimia Kelas X 28 . [07 Agustus 2010]  2. d. Penilaian Teknik Penilaian Aspek yang dinilai Jenis Penilaian Bentuk Instrumen : Tes / Assessment (waktu 2 x 45 menit) : Pengetahuan dan Sikap : Penilaian hasil : Soal Bandung. Model Model Atom Atom Thomson. isobar dan isoton serta mengelompokan unsur-unsur yang termasuk dalam 3. isobar dan isoton. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Bandung. nomor atom.wikispaces. Alat:    Papan tulis LCD Tabel Periodik Unsur Anonim. Jakarta : Penerbit Erlangga. isotop.   .

o menentukan konfigurasi elektron dan elektron velensi. Kompetensi Dasar Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr. diharapkan siswa dapat: o menjelaskan perkembangan sistem periodik unsur dari sistem periodik unsur yang sederhana hingga sistem periodik unsur modern. o Menentukan massa atom relatif unsur dan senyawa. Florentia Mujiyati. V. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Sistem Periodik Unsur : 6 x 45 menit I. keelektronegatifan. o menjelaskan keteraturan sifat jari-jari atom. o Menganalisis tabel atau grafik sifat keperiodikan unsur (jari-jari atom. dan sifat. o Menentukan sifat-sifat unsur dan massa atom relatif dari tabel periodik.Pd. dan energi ionisasi. Wisnu A. o Menentukan golongan dan periode unsur-unsur dalam tabel periodik.Pd. dan ikatan kimia. afinitas elektron. S. OSU P.sifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya. dan energi ionisasi). M. Standar Kompetensi Memahami struktur atom. massa atom relatif. sifat-sifat unsur. melalui pemahaman konfigurasi elektron III.Sr. keelektronegatifan. Indikator o Membandingkan perkembangan sistem periodik melalui studi kepustakaan. o mendeskripsikan keteraturan jari-jari atom. keelektronegatifan. Boedisantoso. IV. afinitas elektron. Uraian Materi Pembelajaran KTSP Kimia Kelas X 29 . o Menentukan sifat-sifat unsur dan massa atom relatif dari tabel periodik. Carolus B. II. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. afinitas elektron. dan energi ionisasi unsur-unsur seperiode dan segolongan berdasarkan data atau grafik dan nomor atom. sifat-sifat periodik unsur.D.

b.negatifan.a. (pertemuan ketiga) 4. Susunan elektron dalam mengisi kulit atom disebut konfigurasi elektron. (pertemuan kedua) 3. Secara berkelompok. Pembukaan: • Apersepsi: a. f. keelektro. John Newlands. Dmitri Ivanovich Mendeleev. Beberapa sifat unsur antara lain jari-jari atom. afinitas elektron. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan No 1. Langkah. Konfigurasi elektron digunakan untuk menentukan letak unsur dalam sistem periodik unsur. d. dan Lothar Meyer. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai sistem periodik modern melalui media presentasi. Kegiatan Pembelajaran A. dan energi ionisasi. Ilmuwan yang berjasa dalam perkembangan sistem periodik unsur antara lain W. siswa mendiskusikan hubungan antara konfigurasi elektron dengan golongan dan periode kemudian mempresentasikanya di depan kelas. Elektron yang ada dalam kulit terluar disebut elektron valensi. Kegiatan Inti (pertemuan pertama) 1. c. Secara berkelompok. 2. VI. sistem siswa periodik mendiskusikan unsur dan 45 perkembangan 45 30 15 : : Konsep Kegiatan Alokasi Waktu (menit) B. Elektron dalam atom terletak pada kulit atom. sebelumnya. Dobereiner. Siswa menjawab pertanyaan guru mengenai materi 2. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai tema dan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan. Siswa menjawab pertanyaan guru mengenai sistem periodik. e.langkah Pembelajaran mempresentasikanya di depan kelas KTSP Kimia Kelas X 30 . b.

Teknik Penilaian : Tes / Assessment (waktu 1x45) . KTSP Kimia Kelas X 31 . (2004). 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr.Pd. Jenis Penilaian : Penilaian Proses dan Penilaian hasil d. R. OSU P. siswa mendiskusikan sifat 30 keperiodikan unsur dan mempresentasikanya di depan 3. Y. S. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. Jakarta : Penerbit Erlangga.. VII. Sikap dan Psikomotorik c. M. Agus S. Wisnu A. (pertemuan kelima) 6. Lembar pengamatan Afektif dan Psikomotorik Bandung. ___________ Mengetahui. Jakarta : Penerbit Erlangga. VIII. Penilaian a. Boedisantoso. Secara kelas Penutup • • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai sistem periodik unsur yang dikuatkan kembali oleh guru.. Bentuk Instrumen : Soal. (2009). pengamatan kerja.Pd. pengamatan perilaku b. Aspek yang dinilai : Pengetahuan . Carolus B.D. 15 b. Alat:   Papan tulis LCD Chang. Kepala SMA Santa Angela Bandung.Tugas kelompok. 45 berkelompok. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. Florentia Mujiyati.. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. Alat dan Bahan (Sumber) a. Sunarya. Sumber:    . Siswa diberi tugas di rumah untuk menghapalkan unsurunsur dalam SPU. Siswa memperhatikan penjelaan guru mengenai jari-jari atom dan sifat keperiodikanya.(pertemuan keempat) 5.

c. KTSP Kimia Kelas X 32 . o Menjelaskan proses terjadinya ikatan ion dan contoh senyawanya. suatu unsur melepaskan elektron. menangkap elektron. o Menggambarkan susunan elektron valensi gas mulia (duplet dan oktet) dan elektron valensi bukan gas mulia (struktur Lewis).RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Sub Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Ikatan Kimia : Struktur Lewis. ikatan kovalen koordinasi. dan ikatan logam serta hubungannya dengan sifat fisik senyawa yang terbentuk III. diharapkan siswa dapat: o menjelaskan kencenderungan unsur untuk mencapai kestabilan. o menjelaskan proses terjadinya ikatan ion. Indikator o Menjelaskan kecenderungan suatu unsur untuk mencapai kestabilannya dengan cara berikatan dengan unsur lain. Lambang Lewis merupakan suatu model yang simpel dan informatif yang dapat digunakan untuk menjelaskan cara penyusunan elektron valensi dalam molekul. Uraian Materi Pembelajaran a. V. b. Ikatan Ion : 6 x 45 menit I. atau menggunakan elektron bersama. o menggambarkan lambang Lewis. ikatan kovalen. Standar Kompetensi Memahami struktur atom. IV. Konfigurasi unsur gas mulia merupakan konfigurasi yang stabil. o menyebutkan senyawa ion. o menuliskan konfigurasi unsur gas mulia dan menjelaskan kestabilannya. Kompetensi Dasar Membandingkan proses pembentukan ikatan ion. Untuk mencapai kestabilannya. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. dan ikatan kimia II. sifat-sifat periodik unsur.

Ikatan ion adalah ikatan yang terjadi karena serah terima elektron. Kegiatan Inti (pertemuan pertama) 1.d. Metode dan Pendekatan Pendekatan : Konsep B.langkah Pembelajaran No 1. e. Ikatan ion merupakan ikatan yang terjadi antara unsur logam dengan unsur nonlogam. Siswa menyebutkan cenderung kestabilan. Dengan menggunakan peristiwa yang ada dalam kehidupan sehari-hari. guru menjelaskan kestabilan yang diperlukan dalam kehidupan. misalnya unsur alkali berikatan dengan unsur halogen. b. Langkah. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai struktur Lewis. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai kestabilan konfigurasi gas mulia. (pertemuan ketiga) 4. KTSP Kimia Kelas X 33 unsur-unsur elektron yang untuk cenderung mencapai melepaskan elektron valensinya dan unsur-unsur yang menangkap 45 30 15 Kegiatan Alokasi Waktu (menit) . (pertemuan kedua) 3. Kegiatan Pembelajaran Metode : Ceramah. 2. menangkap bersama. diskusi A. menjawab pertanyaan guru mengenai konfigurasi elektron. VI. elektron 45 kestabilannya. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai usaha unsur selain gas antara elektron. misalnya adanya ikatan antarteman dan ikatan suami istri. mulia lain dan untuk melepaskan menggunakan mencapai elektron. 5. Siswa menuliskan konfigurasi elektron gas mulia di papan tulis. Siswa 2. Pembukaan: • Apersepsi: a.

Jakarta : Penerbit Erlangga. Jenis Penilaian d.. ___________ Mengetahui. Carolus B. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. OSU P. M. Wisnu A. Boedisantoso. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Alat:   Papan tulis LCD 45 45 b.  Sunarya. Kepala SMA Santa Angela Bandung. Penutup • • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai sistem periodik unsur yang dikuatkan kembali oleh guru. Bandung. Aspek yang dinilai c. VIII.(pertemuan keempat) 6.. Siswa diberi tugas untuk mengerjakan soal latihan pembentukan ikatan ion. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. (2009).. KTSP Kimia Kelas X 34 . Sikap dan Psikomotorik : Penilaian Proses dan Penilaian hasil : Soal.Pd. Bentuk Instrumen : Tes / Assessment (waktu 1x45) : Pengetahuan . Penilaian a. S.  . Jakarta : Penerbit Erlangga.D. Alat dan Bahan (Sumber) a. Y. (2004). Sumber:  Chang. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. Florentia Mujiyati. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. pembentukan ikatan ion. VII.Pd. R. Teknik Penilaian b. Agus S. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai proses 3. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung.

o menjelaskan proses terjadinya ikatan kovalen rangkap dan kovalen koordinat o menggambarkan strutur lewis ikatan kovalen. misalnya antar unsur halogen. o Menjelaskan proses terbentuknya ikatan kovelen rangkap serta contoh senyawanya. Kompetensi Dasar Membandingkan proses pembentukan ikatan ion. sifat-sifat periodik unsur. rangkap dan koordinat Alokasi Waktu : 6 x 45 menit I. ikatan kovalen. b. dan ikatan kimia II. Standar Kompetensi Memahami struktur atom. Ikatan kovalen merupakan ikatan yang terjadi antarunsur nonlogam. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Sub Materi Pokok : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Ikatan kimia : Ikatan kovalen tunggal. Ikatan kovalen adalah ikatan yang terjadi karena penggunaan bersama elektron. Metode dan Pendekatan Metode KTSP Kimia Kelas X : Ceramah. IV. o Menjelaskan proses terbentuknya ikatan kovalen koordinat serta contoh senyawanya. diskusi 35 Pendekatan : Konsep . dan ikatan logam serta hubungannya dengan sifat fisik senyawa yang terbentuk III. Indikator o Menjelaskan proses terbentuknya ikatan kovalen tunggal serta contoh senyawanya. Kegiatan Pembelajaran A. diharapkan siswa dapat o menjelaskan proses terjadinya ikatan kovalen. o menggambarkan strutur lewis ikatan kovalen. V. ikatan kovalen koordinasi. Uraian Materi Pembelajaran a. o menyebutkan contoh-contoh senyawa kovalen. VI.

Siswa menyimak penjelasan guru mengenai ikatan kovalen koordinat. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai pembentukan ikatan kovalen tunggal. mengerjakan soal latihan ikatan kovalen koordinasi Penutup • • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai ikatan kovalen yang dikuatkan kembali oleh guru. Kegiatan Inti (pertemuan pertama) 1. KTSP Kimia Kelas X 36 15 75 90 60 30 . Siswa diberi tugas di rumah untuk membaca materi ikatan kovalen polar dan nonpolar. Siswa 3. Siswa menggambarkan struktur lewis dari berbagai unsur non logam (C. senyawa organisasi guru kovalen yang menganalogikan seperti saling dalam memberi 15 Kegiatan Alokasi Waktu (menit) kontsribusi dalam bentuk modal bersama. N. 6. (pertemuan keempat) 5. 2. Siswa mengerjakan soal latihan yang diberikan oleh guru.B. O. Pembukaan: • Apersepsi: a. rangkap dua.langkah Pembelajaran No 1. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai konsepkonsep dasar yang menyebabkan terjadinya ikatan kovalen. Dengan menggunakan peristiwa yang ada dalam kehidupan pembentukan pembentukan sehari-hari. dsb) 3. (pertemuan kedua). Cl. dan rangkap tiga. (pertemuan ketiga) 4. Langkah. 2.

D. M. Y. Alat   Papan tulis LCD Chang. Florentia Mujiyati.Pd. (2009).Sumber:    . Jakarta : Penerbit Erlangga. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. Bandung. Agus S. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. Mudah dan Aktif Belajar Kimia.VII. : c. Alat dan Bahan (Sumber) a. Kepala SMA Santa Angela Bandung. Alat dan Bahan (Sumber) A. S. R. Wisnu A.Pd. Jakarta : Penerbit Erlangga. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. (2004). OSU P. Sunarya. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. Carolus B. KTSP Kimia Kelas X 37 . ___________ Mengetahui.. Boedisantoso...

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Ikatan Kovalen polar dan non Polar : 4 x 45 menit I. Kegiatan Pembelajaran A. Uraian Materi Pembelajaran a. ikatan kovalen. c. o Menjelaskan hubungan antara kepolaran dengan keelektronegatifan. sifat-sifat periodik unsur. Kompetensi Dasar Membandingkan proses pembentukan ikatan ion. dan ikatan logam serta hubungannya dengan sifat fisik senyawa yang terbentuk III. Senyawa polar terjadi jika sepasang elektron yang digunakan untuk berikatan tertarik pada salah satu unsur yang berikatan. Indikator o Menyelidiki kepolaran beberapa senyawa dan hubungannya dengan keelektronegatifan melalui percobaan. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan : Ceramah. V. ikatan kovalen koordinasi. IV. diharapkan siswa dapat: o Menjelaskan pengertian senyawa polar dan senyawa nonpolar. dan ikatan kimia II. o Membedakan senyawa polar dengan senyawa nonpolar. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. Keelektronegatifan menunjukkan kecenderungan suatu atom untuk menangkap elektron. VI. b. Standar Kompetensi Memahami struktur atom. Senyawa nonpolar terjadi jika sepasang elektron yang digunakan untuk berikatan ditarik sama kuat oleh atom-atom yang berikatan. diskusi : Konsep KTSP Kimia Kelas X 38 .

Siswa menjawab pertanyaan guru mengenai ikatan kovalen b. (pertemuan kedua) 3. Kegiatan Inti (pertemuan pertama) 1. Penutup • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai ikatan kovalen polar dan nonpolar serta ikatan logam yang dikuatkan kembali oleh guru. Alat :   Papan tulis LCD 39 KTSP Kimia Kelas X . 15 75 30 15 Kegiatan Alokasi Waktu (menit) VII. Siswa menyebutkan beberapa contoh senyawa kovalen 3. Alat dan Bahan (Sumber) a. (Pertemuan ketiga) 4. Langkah. 5. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai senyawa kovalen polar dan nonpolar berdasarkan video 45 demonstrasi. • Siswa diberi tugas di rumah untuk mengerjakan evaluasi bab 3 dan membaca materi stoikiometri. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai ikatan kovalen polar dan nonpolar.B. Siswa 2. menjelaskan kembali mengenai konsep keelektronegatifan yang telah dipelajari pada bab II.langkah Pembelajaran No 1. Siswa bersama guru melakukan percobaan pengujian kepolaran terhadap beberapa larutan. Siswa memperhatikan peragaan yang dilakukan oleh guru mengenai hubungan keelektronegatifan dengan ikatan kimia 2. polar dan nonpolar. Pembukaan: • Apersepsi: a.

Bentuk Instrumen : Soal. S. Boedisantoso. Wisnu A. Jenis Penilaian : Penilaian Proses dan Penilaian hasil d. Y. Bandung. ___________ Mengetahui. Carolus B. Kepala SMA Santa Angela Bandung. Jakarta : Penerbit Erlangga.D. Sunarya. Agus S.Tugas kelompok. Penilaian a. M. pengamatan perilaku b.Pd. Jakarta : Penerbit Erlangga.. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Florentia Mujiyati. Sumber:  Chang..b. R. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. (2004). OSU P. Aspek yang dinilai : Pengetahuan . VIII..Pd. Sikap dan Psikomotorik c. (2009). Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. pengamatan kerja. KTSP Kimia Kelas X 40 . 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr.   . ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. Teknik Penilaian : Tes / Assessment (waktu 2x45) .

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Ikatan Logam : 4 x 45 menit I. IV. ikatan kovalen. Elektron-elektron valensi logam bergerak bebas dan mengisi ruangruang di antara kisi-kisi kation logam yang bermuatan positif. sifat-sifat periodik unsur. Indikator o Menjelaskan proses pembentukan ikatan logam dan hubungannya dengan sifat fisik logam. Ikatan pada logam Ikatan pada logam berbeda dengan ikatan kimia lainnya sebab elektronelektron dalam kristal logam bergerak bebas. Uraian Materi Pembelajaran 1. Sifat mengkilap logam KTSP Kimia Kelas X 41 . a. V. kristal logam tersusun atas kation-kation logam yang terpateri di tempat (tidak bergerak) dikelilingi oleh lautan elektron valensi yang bergerak bebas dalam kisi Kristal. Kompetensi Dasar Membandingkan proses pembentukan ikatan ion. dan ikatan logam serta hubungannya dengan sifat fisik senyawa yang terbentuk III. ikatan kovalen koordinasi. Oleh karena bergerak bebas. o Memprediksi jenis ikatan yang terjadi pada berbagai senyawa dan membandingkan dengan sifat fisiknya. Standar Kompetensi Memahami struktur atom. Teori Lautan Elektron Menurut teori ini. b. elektron-elektron valensi dapat berpindah jika dipengaruhi oleh medan listrik atau panas. diharapkan siswa dapat: o Menjelaskan proses pembentukan ikatan logam dan hubungannya dengan sifat fisik logam. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. o Memprediksi jenis ikatan yang terjadi pada berbagai senyawa dan membandingkan dengan sifat fisiknya. dan ikatan kimia II. Ikatan logam terbentuk antara kation-kation logam dan elektron valensi.

2. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan : Ceramah. Konduktor listrik dan panas Jika listrik dialirkan melalui logam. sebagian elektron valensi logam akan tereksitasi. Akibatnya. Jika sejumlah kalor (panas) diserap oleh logam. jika cahaya tampak (visible) jatuh pada permukaan logam. Kegiatan Pembelajaran A. diskusi : Konsep KTSP Kimia Kelas X 42 . kalor dapat didistribusikan oleh logam ke seluruh kristal logam sehingga logam menjadi panas. VI. elektron-elektron valensi logam akan bergerak lebih cepat dan elektron-elektron tersebut membawa sejumlah kalor yang diserap. sedangkan electron valensi logam bergerak bebas. elektron-elektron valensi logam akan membawa muatan listrik ke seluruh logam dan bergerak menuju potensial yang lebih rendah sehingga terjadi aliran listrik dalam logam. Sifat-sifat senyawa Oleh karena ikatan ion dan ikatan kovalen berbeda dalam proses pembentukannya maka senyawa yang dibentuknya juga memiliki sifatsifat fisika dan kimia yang berbeda. d.Menurut teori Drude-Lorentz. Lentur (tidak kaku) Kisi-kisi kation bersifat kaku (tetap di tempat). tetapi pergeseran ini tidak menyebabkan patah karena selalu dikelilingi oleh lautan electron. Jika logam ditempa atau dibengkokkan terjadi pergeseran kationkation. Ketika elektron yang tereksitasi itu kembali ke keadaan dasar akan disertai pembebasan energi dalam bentuk cahaya atau kilap. c.

15 30 45 15 Kegiatan Alokasi Waktu (menit) KTSP Kimia Kelas X 43 . Siswa menyimak penjelasan guru mengenai proses terbentuknya ikatan logam yang terdapat dalam video. Siswa menjawab pertanyaan guru mengenai ikatan kovalen 2. (pertemuan kedua) 3. Penutup • • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai ikatan logam yang dikuatkan kembali oleh guru. b. Kegiatan Inti (Pertemuan pertama) 1. Siswa memperhatikan video pembelajaran yang 30 ditampilkan oleh guru mengenai ikatan logam. Siswa memperhatikan dan menanggapi penjelasan guru mengenai 3.langkah Pembelajaran No 1. Langkah.B. Pembukaan: • Apersepsi: a. dan logam. Siswa diberi tugas di rumah untuk mengerjakan evaluasi bab 3 dan membaca materi stoikiometri. kovalen. perbandingan sifat-sifat senyawa ion. Siswa diberi pengantar tentang sifat-sifat dari logam. 2. Siswa memperhatikan dan menanggapi penjelasan guru mengenai sifat-sifat ikatan logam yang mendukung teori lautan elektron yang terdapat dalam video. (pertemuan ketiga) 4.

VIII. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. R. Alat :   Papan tulis LCD Media pembelajaran ikatan logam ver1. Jakarta : Penerbit Erlangga. Boedisantoso. Jakarta : Penerbit Erlangga. Aspek yang dinilai c. Kepala SMA Santa Angela Bandung. Carolus B. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. S. FPMIPA UPI.. Bandung.Pd. (2004).VII. Florentia Mujiyati.Pd.D. Y. Bentuk Instrumen : Tes / Assessment (waktu 1x45) : Pengetahuan . KTSP Kimia Kelas X 44 . Wisnu A. Penilaian a. M. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional.. Jenis Penilaian d. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. OSU P. Evi Lutviana. Agus S. Sunarya. (2009). Sumber:     . Chang.0. Teknik Penilaian b. ___________ Mengetahui. b. Sikap dan Psikomotorik : Penilaian Proses dan Penilaian hasil : Soal.. Alat dan Bahan (Sumber) a.

NO2. Senyawa poliatom umumnya mengandung oksigen. Tata nama senyawa poliatomik Senyawa yang tersusun lebih dari dua unsur digolongkan sebagai senyawa poliatom. 2. Tata nama senyawa biner Senyawa biner adalah senyawa yang tersusun dari dua macam unsur. seperti NO. penambahan kata 'ida' tidak cukup sebab akan muncul senyawa dengan nama yang sama. nama senyawa ditambah dengan kata mono-(satu). dan H2SO4 (asam sulfat). seperti Ca(ClO)2 atau kaporit. atau tetra-(empat) yang menunjukkan jumlah unsur. dan N2O4. tri-(tiga). Jika dua unsur dapat membentuk lebih dari satu senyawa.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Tata Nama Senyawa Anorganik : 2 x 45 menit I. III. Tata nama senyawa poliatom yang mengandung oksigen didasarkan pada jumlah KTSP Kimia Kelas X atom oksigen yang 45 . Untuk kasus ini. II. Kompetensi Dasar Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana serta persamaan reaksinya. di(dua). Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. Indikator o Menuliskan nama-nama senyawa biner dari senyawa anorganik o Menuliskan nama-nama senyawa poli-atomik dari senyawa anorganik IV. Standar Kompetensi Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri). Uraian Materi Pembelajaran 1. Penamaan senyawa ini didasarkan pada nama unsur pembentuknya yang ditulis secara berurutan sesuai penulisan rumus kimia (lambang senyawa) dan akhiran dari unsur keduanya diganti -ida. diharapkan siswa dapat: o Menuliskan nama-nama senyawa biner dari senyawa anorganik o Menuliskan nama-nama senyawa poli-atomik dari senyawa anorganik V. NaCO3 (soda kue).

Siswa memperhatikan dan menanggapi penjelasan guru mengenai tata nama senyawa poli atomik (pertemuan kedua) 3. Tata nama senyawa tersebut tidak memadai setelah ditemukan senyawa yang mengandung atom oksigen lebih banyak atau lebih sedikit dari senyawa tersebut. Siswa mengerjakan latihan penamaan senyawa-senyawa 3. alam Kegiatan Inti (pertemuan pertama) 1. diskusi : Konsep Kegiatan Alokasi Waktu (menit) B. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan No 1. anorganik Penutup • • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai tata nama senyawa anorganik Siswa mengerjakan postest mengenai penamaan 30 senyawa kimia. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai tata nama senyawa biner 2. 15 30 15 : Ceramah. Kegiatan Pembelajaran A. Siswa memperhatikan contoh-contoh senyawa di 2.langkah Pembelajaran KTSP Kimia Kelas X 46 . senyawa yang mengandung atom oksigen lebih banyak lagi diberi awalan per-. sedangkan senyawa yang lebih sedikit dari contoh senyawa di atas diberi awalan hipo-. sedangkan yang paling sedikit diberi akhiran -it. Senyawa yang mengandung jumlah oksigen paling banyak diberi akhiran -at. Pembukaan: • Apersepsi: a. Langkah. VI. b. Siswa menjawab pertanyaan guru mengenai jenisjenis senyawa di alam.dikandungnya. Untuk itu.

Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung.VII. (2004). R. Agus S. Y. Boedisantoso. (2009). Kepala SMA Santa Angela Bandung.. KTSP Kimia Kelas X 47 . Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. Jakarta : Penerbit Erlangga.Pd.. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Sumber:    . Alat dan Bahan (Sumber) a.. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. Carolus B. Alat :   Papan tulis LCD Chang. b. Jakarta : Penerbit Erlangga. ___________ Mengetahui. OSU P. Sunarya.D.Pd. S. Florentia Mujiyati. Bandung. M. Wisnu A.

Penyetaraan Persamaan Reaksi Suatu persamaan reaksi dikatakan benar jika memenuhi hukum kimia. Uraian Materi Pembelajaran 1. Jadi. Indikator o Menyetarakan reaksi sederhana o Menyebutkan nama-nama zat yang terlibat dalam suatu reaksi kimia atau sebaliknya IV. III. Kompetensi Dasar Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana serta persamaan reaksinya.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Persamaan Reaksi Sederhana : 4 x 45 menit I. Bilangan yang ditambahkan ini dinamakan koefisien reaksi. 3. diharapkan siswa dapat: o Menyetarakan reaksi sederhana o Menyebutkan nama-nama zat yang terlibat dalam suatu reaksi kimia atau sebaliknya V. yaitu zat-zat yang terlibat dalam reaksi harus setara. Cara yang benar untuk menyetarakan persamaan reaksi adalah dengan bilangan di depan setiap rumus kimia dengan angka yang sesuai. cara yang benar untuk menyetarakan persamaan reaksi adalah dengan cara menentukan nilai koefisien reaksi. Contoh-contoh persamaan reaksi a. II. Reaksi penguraian KTSP Kimia Kelas X 48 . Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. baik jumlah zat maupun muatannya. 2. Standar Kompetensi Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri). Dalam reaksi kimia terdapat zat-zat pereaksi dan zat-zat hasil reaksi. Persamaan Reaksi Persamaan reaksi didefinisikan sebagai persamaan yang menyatakan kesetaraan jumlah zat-zat yang terlibat dalam reaksi kimia dengan menggunakan rumus kimia.

langkah Pembelajaran .Reaksi penguraian adalah suatu reaksi senyawa tunggal terurai menjadi dua atau lebih zat yang baru. c. Langkah. Siswa mengerjakan latihan penyetaraan reaksi bersama 3. KTSP Kimia Kelas X 49 30 45 75 : Ceramah. Kegiatan Pembelajaran A. b. Reaksi metatesis Reaksi metatesis atau reaksi pertukaran ganda adalah reaksi kimia yang melibatkan pertukaran antar ion-ion dalam senyawa yang bereaksi. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai definisi persamaan reaksi dan contoh-contohnya (pertemuan kedua) 3. Pembukaan: • Apersepsi: a. Reaksi pendesakan Reaksi pendesakan atau disebut juga reaksi pertukaran tunggal adalah reaksi dimana suatu unsur menggantikan posisi unsur lain dalam suatu senyawa. guru Penutup • • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai persamaan reaksi dan reaksi kimia Siswa diberi review mengenai hukum-hukum dasar kimia. Reaksi penggabungan Reaksi penggabungan adalah reaksi dimana dua buah zat atau lebih bergabung membentuk satu jenis zat yang baru. diskusi : Konsep Kegiatan Alokasi Waktu (menit) B. VI. d. penyebab-penyebab terjadinya perubahan kimia Kegiatan Inti 1. 2. Siswa memperhatikan dan menanggapi penjelasan guru tentang langkah-langkah penyetaraan persamaan reaksi 4. Siswa menjawab pertanyaan guru mengenai 15 fenomena-fenomena perubahan kimia di alam b. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan No 1. Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang 2. Siswa bersama guru melakukan percobaan mengenai perubahan kimia.

R. (2009). Bandung.Pd. Jenis Penilaian h. Wisnu A. Sikap dan Psikomotorik : Penilaian Proses dan Penilaian hasil : Soal. KTSP Kimia Kelas X 50 . Aspek yang dinilai g. OSU P. IX. Alat :   Papan tulis LCD Chang. Teknik Penilaian f. Jakarta : Penerbit Erlangga.D. Sumber:    . Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. Agus S. S. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. Carolus B. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. Jakarta : Penerbit Erlangga.Pd. Kepala SMA Santa Angela Bandung. Penilaian e. Florentia Mujiyati. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. Alat dan Bahan (Sumber) c. Sunarya.. Boedisantoso.. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. ___________ Mengetahui. (2004). Bentuk Instrumen : Tes / Assessment (waktu 2x45) : Pengetahuan . Y. M. d..VII.

IV.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Hukum Dasar Kimia : 5 x 45 menit I. Jika dua unsur dapat membentuk lebih dari satu senyawa. Uraian Materi Pembelajaran a. hukum Proust (hukum perbandingan tetap). hukum Dalton (hukum kelipatan perbandingan).kan data tentang massa dua unsur yang bersenyawa (hukum Proust). Dalam suatu reaksi kimia selalu berlaku hukum kekekalan massa. Kompetensi Dasar Membuktikan dan mengomunikasikan berlakunya hukum-hukum dasar kimia melalui percobaan serta menerapkan konsep mol dalam menyelesaikan perhitungan kimia III. antara lain hukum kekekalan massa.dingan (hukum Dalton) pada beberapa peristiwa. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. b. diharapkan siswa dapat: o Membuktikan berdasarkan percobaan bahwa massa zat sebelum dan sesudah reaksi tetap (hukum kekekalan massa/hukum Lavoisier).kan hukum Gay Lussac. perbandingan massa salah satu unsur KTSP Kimia Kelas X 51 . o Membuktikan berdasarkan percobaan dan menafsir. yaitu massa sebelum reaksi sama dengan massa sesudah reaksi. o Membuktikan berlakunya hukum kelipatan perban. Perbandingan massa unsur dalam suatu senyawa selalu tetap. Standar Kompetensi Memahami (stoikiometri) hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia II. V. o Menghitung volume gas reaktan atau produk berdasar. Indikator Menjelaskan hukum dasar kimia. c. o Menggunakan data percobaan untuk membuktikan hukum perbandingan volume (hukum Gay Lussac). dan hukum Gay Lussac (hukum perbandingan volume) berdasarkan eksperimen atau data hasil eksperimen.

Kegiatan Awal (Apersepsi) • Melalui diskusi kelas. • Menganalisis 3.langkah Pembelajaran memperoleh kesimpulan dari hukum kekekalan massa. Selanjutnya. (pertemuan kedua) • Menganalisis membuktikan Proust). Kegiatan Inti (pertemuan pertama) • Siswa melakukan eksperimen hukum kekekalan massa. Langkah. • Menganalisis Dalton). 15 KTSP Kimia Kelas X 52 . (pertemuan ketiga) • Menganalisis Gay Lussac). diskusi : Konsep Kegiatan Alokasi Waktu (menit) B. data hasil eksperimen untuk data hasil eksperimen untuk 30 data hasil eksperimen untuk 45 data hasil eksperimen untuk hukum perbandingan tetap (hukum membuktikan hukum kelipatan perbandingan (hukum membuktikan hukum perbandingan volume (hukum membuktikan hukum Avogadro. berbanding sebagai bilangan bulat dan sederhana. • Siswa membahas data hasil pengamatan untuk 75 15 : Ceramah. Penutup Siswa bersama-sama dengan guru membuat kesimpulan tentang hukum-hukum dasar kimia. guru melakukan penilaian atau tes hasil belajar dan pemberian tugas untuk mengetahui ketercapaian indikator dan kompetensi.pada tiap senyawa merupakan bilangan bulat dan sederhana. siswa menyebutkan keteraturan yang ada di alam dengan mengikuti aturan tertentu 2. d. VII. Kegiatan Pembelajaran A. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan No 1. Volume gas yang ikut dalam reaksi kimia jika diukur pada suhu dan tekanan yang sama.

Alat dan Bahan (Sumber) a. IX. OSU P. S. Bentuk Instrumen : Tes / Assessment (waktu 1x45) : Pengetahuan . Florentia Mujiyati. Alat   : Papan tulis LCD Chang.D. Jenis Penilaian d. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. Sumber:    . Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. (2009). Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Jakarta : Penerbit Erlangga. Aspek yang dinilai c.Pd.. ___________ Mengetahui. Y. Carolus B.. Teknik Penilaian b. (2004). M. Boedisantoso. b. Sunarya. Penilaian a.. R. Jakarta : Penerbit Erlangga. Kepala SMA Santa Angela Bandung.Pd. Agus S.VIII. Bandung. Wisnu A. Sikap dan Psikomotorik : Penilaian Proses dan Penilaian hasil : Soal. KTSP Kimia Kelas X 53 . Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr.

yaitu merupakan jumlah dari massa seluruh atom yang menyusun molekul tersebut. II. Sedangkan massa rumus adalah massa senyawa ion yang dihitung berdasarkan setiap satuan rumus empirisnya. 2. Ar X = massa atom relatif X Massa 1 atom C-12 = 12 sma Massa rata-rata atom X merupakan massa rata-rata dari semua isotop X yang ada di alam. 2. massa dan volum zat. Menjelaskan pengertian mol sebagai satuan jumlah zat. III. Massa atom relatif tidak mempunyai satuan. Materi prasyarat Hukum dasar kimia B. Standar Kompetensi Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri). Massa KTSP Kimia Kelas X 54 . Massa atom relatif diberi lambang Ar dan 12 dirumuskan sebagai berikut: Ar X = massa rata-rata suatu atom X 1/12 x massa 1 atom C-12 Dengan. Kompetensi Dasar Membuktikan dan mengkomunikasikan berlakunya hukum-hukum dasar kimia melalui percobaan serta menerapkan konsep mol dan menyelesaikan perhitungan kimia. Mengkonversikan jumlah zat dengan jumlah mol. Indikator 1. IV. Massa atom relatif Massa atom relatif suatu unsur adalah perbandingan massa rata-rata suatu atom relatif terhadap 1 kali massa satu atom karbon-12. Materi yang dikembangkan 1.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Materi Pokok Sub Materi Pokok Kelas/ Semester Alokasi Waktu : Sekolah Menengah Atas (SMA) : Kimia : Stoikiometri : Konsep Mol : X/1 : 5 x 45 menit I. Analisis Materi Pelajaran A. Massa molekul relatif dan massa rumus relatif Massa molekul ditentukan oleh massa atom-atom penyusunnya.

L = bilangan Avogadro a.4 liter c. yaitu pada suhu tetap dan jumlah mol tetap.molekul massa rumus merupakan perbandingan massa rata-rata suatu molekul atau satuan rumus suatu zat relatif (dibandingkan) terhadap Mr AxBy = massa rata-rata 1 molekul AxBy 1/12 x massa 1 atom C-12 Apabila dijabarkan lebih lanjut. berlaku P ≈ 2. yaitu pada tekanan dan jumlah mol tetap. maka V ≈ T KTSP Kimia Kelas X 55 1 V  a  mol  Mr  1 kali massa satu atom C-12. dan massa rumus (Mr) suatu zat adalah : a gram zat =  b. Massa 1 mol AB = (Mr AB) x gram. yaitu pada volum dan jumlah mol tetap. Hubungan antara volum molar gas dan jumlah mol gas dinyatakan sebagai berikut : n mol gas (pada STP) = n x 22. Hukum gas ideal Beberapa hukum tentang gas yang berlaku pada gas ideal adalah : 1. sedangkan massa rumus relatif suatu senyawa ion adalah jumlah massa atom relatif dari seluruh atom penyusun satu satuan rumus kimia senyawa ion.00 gram C-12. Jika pengukuran dilakukan pada suhu 0oC dan tekanan 1 atm (STP).602 x 1023 partikel . Hukum Charles. Massa molekul relatif dan massa rumus relatif memiliki lambang yang sama. Massa molar Massa molar adalah massa zat itu yang sama dengan massa atom atau massa rumus zat tersebut dinyatakan dalam gram. Satuan massa molar adalah gram/mol atau gram mol-1. maka P ≈ T 3. yaitu Mr. didapat: Mr AxBy = massa rata-rata (x atom A + y atom B) 1/12 x massa 1 atom C-12 Mr AxBy = x(massa rata-rata 1 atom A )+ y (massa rata-rata 1 atom B) 1/12 x massa 1 atom C-12 Sehingga dapat disederhanakan menjadi : Mr AxBy = (x Ar A + y Ar B) Jadi. sehingga 12 . jumlah mol. Volum molar Volum molar gas menyatakan volum 1 mol gas pada suhu dan tekanan tertentu. Mol Satu mol suatu zat adalah sejumlah partikel yang terkandung dalam suatu zat yang jumlahnya sama dengan banyaknya atom yang terdapat dalam 12. Hukum Amonton. Hubungan antara massa. 3. 1 mol zat = L partikel = 1. volum molar gas tersebut sebagai volum molar standar. Hukum Boyle. massa molekul relatif suatu senyawa molekul merupakan jumlah massa atom relatif (Ar) dari seluruh atom penyusun satu molekul senyawa.

082 L atm K-1 mol-1) 4. Kemolaran Larutan Kemolaran menyatakan jumlah mol zat terlarut dalam tiap liter larutan. yaitu pada tekanan dan suhu tetap. guru mengenai: Hukum-hukum dasar kimia Siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan 15 Kegiatan Alokasi Waktu (menit) KTSP Kimia Kelas X 56 . 2. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai tema dan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan. P = tekanan (atmosfer) T = suhu mutlak (kelvin = oC + 273) V = volum (liter) n = jumlah mol (mol) R = tetapan gas ideal (0. Pembukaan: • Apersepsi: 1. Hipotesis avogadro. Langkah pembelajaran No 1. Metode Model : ceramah bermakna : Induktif-Deduktif Pendekatan : Konsep dan Proses B. Satuan kemolaran adalah mol L-1 atau mmol mL-1. M = kemolaran alrutan n = jumlah mol zat terlarut V = volum larutan V. M = n V Dengan. Kegiatan Pembelajaran A.4. maka V ≈ n Dari keempat hukum tersebut dapat disimpulkan bahwa pada gas ideal berlaku persamaan : PV = nRT Dengan.

Siswa menyimak penjelasan guru mengenai pengertian mol. (pertemuan keempat) 6. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai hubungan antara mol dengan massa molar. (pertemuan kedua) 2. Kegiatan Inti (pertemuan pertama) 1. 5. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai hubungan antara mol dengan volum molar gas 7. • Siswa diberi tugas di rumah untuk mengerjakan latihan pada buku Kimia Mandiri dan membaca materi berikutnya. stoikiometri senyawa dan stoikiometri reaksi yang dikuatkan kembali oleh guru. Siswa dengan berdiskusi mengerjakan beberapa latihan soal mengenai konsep mol yang diberikan guru. Siswa dengan berdiskusi mengerjakan beberapa latihan soal mengenai konsep mol yang diberikan guru. Siswa dengan berdiskusi mengerjakan beberapa latihan soal mengenai konsep mol yang diberikan guru. Alat dan Bahan (Sumber) 57 KTSP Kimia Kelas X . Siswa dengan berdiskusi mengerjakan beberapa latihan soal mengenai konsep mol yang diberikan guru. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai hubungan antara mol dengan jumlah zat 3. Penutup • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai konsep mol. 15 30 45 45 45 30 3. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai hubungan antara mol dengan kemolaran larutan 9.2. VI. (pertemuan ketiga) 4. (pertemuan kelima) 8.

M. Y. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. Sunarya. OSU P. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. Carolus B.D. Bandung. S. Agus S. Jakarta : Penerbit Erlangga. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. Kepala SMA Santa Angela Bandung.. (2004). Jakarta : Penerbit Erlangga. Sumber:  Chang. Alat   : Papan tulis LCD b. Boedisantoso. R.   .Pd. ___________ Mengetahui. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KTSP Kimia Kelas X 58 . Wisnu A.Pd...a. Florentia Mujiyati. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. (2009).

Menentukan rumus kadar unsur dalam suatu senyawa. b. b. Analisis Materi Pelajaran A. Menentukan rumus empiris senyawa. Hidrat adalah zat padat yang mengikat beberapa molekul air sebagai bagian dari struktur kristalnya. kita dapat mengetahui komposisi zat tersebut. III. Pereaksi pembatas KTSP Kimia Kelas X 59 . Materi prasyarat Hukum dasar kimia B. Kompetensi Dasar Membuktikan dan mengkomunikasikan berlakunya hukum-hukum dasar kimia melalui percobaan serta menerapkan konsep mol dan menyelesaikan perhitungan kimia. Jika suatu hidrat dilarutkan dalam air. Rumus empiris merupakan perbandingan paling sederhana dari atom-atom unsur penyusun suatu senyawa. Komposisi zat dinyatakan dalam persen massa (% massa) atau disebut juga kadar. Standar Kompetensi Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri). IV. Indikator 1. maka air kristalnya akan lepas. 2. Air hidrat dan pereaksi pembatas a. Jika suatu senyawa hidrat dipanaskan. 4. Menentukan rumus kimia zat a. Rumus molekul merupakan rumus kimia yang menunjukan jumlah atom dari masingmasing unsur dalam suatu senyawa 2. Kadar = massa komponen / massa zat x 100% 3. Menentukan rumus molekul senyawa. Menentukan pereaksi pembatas dalam suatu reaksi.Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Materi Pokok Sub Materi Pokok Kelas/ Semester Alokasi Waktu : Sekolah Menengah Atas (SMA) : Kimia : Stoikiometri : Stoikiometri Senyawa dan Stoikiometri Reaksi : X/1 : 7 x 45 menit I. Materi yang dikembangkan 1. maka ada sebagian atau seluruh air kristal dapat dilepas (menguap). II. Menentukan kadar unsur dalam senyawa Dengan mengetahui jenis dan massa dari setiap komponen penyusun zat. 3.

KTSP Kimia Kelas X 60 60 60 75 15 : ceramah bermakna : Induktif-Deduktif Kegiatan Alokasi Waktu (menit) Pendekatan : Konsep dan Proses B. Pembukaan: • Apersepsi: 1. V. Siswa menyimak penegasan guru mengenai konsep pereaksi pembatas dan senyawa hidrat. rumus molekul dan cara menentukan kadar unsur dalam suatu senyawa. Metode Model No 1. Kegiatan Inti (pertemuan pertama) 1. Siswa membuat kesimpulan dari pengertian pereaksi pembatas dan air hidrat. perbandingan mol zat-zat pereaksi yang ditambahkan tidak selalu sama dengan perbandingan koefisien reaksinya. Langkah pembelajaran . 2. (pertemuan ketiga) 6.Pada suatu reaksi kimia. 2. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai tema dan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan. (pertemuan kedua) 4. Siswa secara berkelompok dan bersama dengan guru melakukan percobaan pereaksi pembatas dan senyawa hidrat. Siswa mempresentasikan hasil pengamatan yang telah dirumuskan. 5. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai rumus empiris. 3. Siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan guru mengenai: Hukum-hukum dasar kimia Perhitungan mol 2. Siswa dengan berdiskusi mengerjakan beberapa latihan soal mengenai pereaksi pembatas dan senyawa hidrat yang diberikan oleh guru. Kegiatan Pembelajaran A. Hal ini menyebabkan ada pereaksi yang akan habis bereaksi lebih dahulu yang disebut sebagai pereaksi pembatas.

Lembar pengamatan Afektif dan Psikomotorik Bandung. Kepala SMA Santa Angela Bandung. VII.D. Penutup • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai konsep mol. Sumber:    . Jakarta : Penerbit Erlangga. Sikap dan Psikomotorik c. Jenis Penilaian : Penilaian Proses dan Penilaian hasil d. • Siswa diberi tugas di rumah untuk mengerjakan latihan pada buku Kimia SMA Kelas X dan membaca materi berikutnya. M. Aspek yang dinilai : Pengetahuan . Sunarya. Florentia Mujiyati. pengamatan kerja. Siswa dengan berdiskusi mengerjakan beberapa latihan soal mengenai stoikiometri reaksi tersebut yang yang 3. (2009). Agus S. (2004). Alat dan Bahan (Sumber) a..7. 15 b. ada di buku mandiri kimia. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. Bentuk Instrumen : Soal. Wisnu A. Boedisantoso. S.Tugas kelompok. Penilaian a. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. OSU P.. R. Y. ___________ Mengetahui. Teknik Penilaian : Tes / Assessment (waktu 2x45) . RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KTSP Kimia Kelas X 61 .Pd. pengamatan perilaku b. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional.Pd. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X.. stoikiometri senyawa dan stoikiometri reaksi yang dikuatkan kembali oleh guru. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Alat:   Papan tulis LCD Chang. Carolus B. Jakarta : Penerbit Erlangga. VI.

Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan listrik. Indikator  Merancang dan melakukan percobaan untuk mengidentifikasi sifat-sifat larutan nonelektrolit dan elektrolit dalam diskusi kelompok di laboratorium. serta reaksi oksidasi-reduksi. Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat larutan non-elektrolit dan elektrolit. II. Misalnya. Larutan non-elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan listrik. bola lampu pijar tidak akan menyala dan pada kedua elektrode tidak terjadi perubahan. Dalam kehidupan sehari-hari banyak kita jumpai contoh larutan elektrolit dan larutan non-elektrolit. Hal tersebut menunjukkan bahwa larutan garam dapat menghantarkan listrik atau dengan kata lain larutan garam merupakan larutan elektrolit. Mengidentifikasi sifat-sifat larutan elektrolit lemah setelah melakukan percobaan. Menyimpulkan perbedaan sifat dan jenis larutan non-elektrolit dan elektrolit. Materi yang dikembangkan KTSP Kimia Kelas X 62 . Kompetensi Dasar Mengidentifikasi sifat larutan non-elektrolit dan elektrolit berdasarkan data hasil percobaan. larutan dapat dibedakan atas dua jenis. yaitu larutan elektrolit dan larutan non-elektrolit. b. bola lampu pijar akan menyala. larutan garam dapur jika diuji dengan alat penguji elektrolit. Dengan demikian larutan gula bukan merupakan larutan elektrolit atau larutan gula merupakan larutan non-elektrolit. Mengidentifikasi sifat-sifat larutan non-elektrolit setelah melakukan percobaan. III.Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/2 : Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit : 6 x 45 menit I. Tujuan Pembelajaran: Siswa dapat:      IV. Mengidentifikasi sifat-sifat larutan elektrolit kuat setelah melakukan percobaan. Menjelaskan penyebab kemampuan larutan larutan elektrolit menghantarkan arus listrik.    Materi Prasyarat Komponen larutan Ionisasi Bentuk molekul dan ion Berdasarkan daya hantar listrik larutan. Materi a. Jika larutan gula diuji dengan alat penguji elektrolit.

Pada konsentrasi yang sama. larutan pembersih porselen/keramik. Jadi pada konsentrasi yang sama. Kegiatan Pembelajaran A. larutan elektrolit kuat daya hantar listriknya lebih baik dari pada larutan elektrolit lemah. Pada anode (kutub positif) terjadi pelepasan elektron oleh ion-ion negatif. sedangkan larutan elektrolit yang daya hantarlistriknya relatif kurang baik walaupun konsentrasinya besar termasuk jenis larutan elektrolit lemah. larutan cuka. ceramah dan diskusi Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu 63 B. air aki (larutan asam sulfat). larutan kapur sirih. dan larutan amoniak. air laut. sedangkan ion-ion negatif atau anion akan bergerak menuju kutub positif (anode). ilmuwan Swedia 1887 menjelaskan bahwa dalam larutan elektrolit terdapat ion-ion positif dan ion-ion negatif yang bergerak bebas.Adapun contoh larutan elektrolit dan non-elektrolit dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut: Larutan elektrolit: Larutan garam dapur. : Keterampilan proses : Praktikum. air sungai. dan larutan urea. maka ion-ion positif atau kation yang berbeda dalam larutan akan bergerak menuju kutub negatif (katode). Larutan non-elektrolit: Larutan gula. Larutan elektrolit yang daya hantar listriknya relatif baik walaupun konsentrasinya kecil termasuk jenis larutan elektrolit kuat. Daya hantar larutan elektrolit berbeda-beda tergantung pada jenis larutan dan jumlah zat terlarut. Pendekatan dan Metode Pendekatan Metode No. larutan elektrolit kuat mempunyai daya hantar listrik yang lebih baik daripada larutan elektrolit lemah. Bagaimana suatu larutan dapat menghantarkan listrik? Svante Arrhenius. Ion-ion itulah yang menghantarkan arus listrik. air sungai. Skenario Pembelajaran KTSP Kimia Kelas X . Pada katode (kutub negatif) terjadi penangkapan atau penerimaan elektrolit oleh ion-ion positif. Perbedaan daya hantar listrik larutan dapat dilihat dari menyala atau tidaknya bola lampu. Elektron-elektron oleh ionion negatif akan mengalir menuju katode melalui rangkaian sumber arus searah (baterai) seperti yang diperlihatkan oleh gambar berikut: V. Jika ke dalam larutan elektrolit dicelupkan elektrode dari sumber arus searah (baterai). larutan alkohol.

Pendahuluan  Guru memberikan salam pembuka. Kegiatan inti (pertemuan pertama)  Siswa diuji pengetahuan awalnya dengan melemparkan beberapa pertanyaan sebagai berikut:  Apa yang kalian pikirkan ketika mendengar istilah larutan elektrolit?  Lalu apa yang dimaksud dengan larutan elektrolit?  Ada pula yang disebut dengan larutan non-elektrolit.(Menit) 1. (pertemuan kedua) 75 KTSP Kimia Kelas X 64 .  Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok disediakan modul sebagai petunjuk praktikum.  Dengan bimbingan guru siswa melakukan prosedur percobaan yang sudah tertera dalam LKS. misalnya:  Apa pernah kalian tersengat basah?  Apakah kalian pernah melihat orang yang menangkap ikan dengan mencelupkan suatu alat yang dialiri listrik sehingga ikan tersebut tersengat arus listrik dan mati?  Bagaimana semua hal itu dapat terjadi?  Siswa diberi pengarahan bahwa mereka akan menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut setelah melakukan pembelajaran hari ini.  Dengan bimbingan guru siswa menyiapkan peralatan praktikum larutan elektrolit-non elektrolit. listrik ketika tangan kalian Motivasi:  2. 15 Siswa diberi beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan materi larutan elektrolit-non elektrolit. apa yang dimaksud dengan larutan non-elektrolit? (Sebelumnya siswa sudah ditugaskan untuk membawa peralatan praktikum larutan elektrolit-non elektrolit)  Siswa diberitahu bahwa pada pertemuan kali ini akan melakukan percobaan mengenai larutan elektrolit dan nonelektrolit.

 Setiap kelompok berdiskusi untuk menyelesaikan soal-soal yang terdapat dalam modul. Alat dan Bahan (Sumber) 65 KTSP Kimia Kelas X . Perwakilan dari 2 hingga 3 kelompok menuliskan hasil pengamatan di papan tulis. Siswa perwakilan dari beberapa kelompok bergantian menyebutkan kelompok. bimbingan hasil guru.  (pertemuan ketiga)  Kesimpulan yang dikemukakan oleh siswa. Penutup  Dengan elektrolit. siswa ditunjukkan gambaran mikroskopis sederhana larutan elektrolit untuk memperkuat 3. siswa mengoreksi tiap jawaban dari pertanyaan dalam modul. jawaban pertanyaan modul hasil diskusi 60    Dengan bimbingan guru.  Kesimpulan yang dikemukakan oleh siswa. belajar siswa diminta larutan mengemukakan elektrolit-non 15 kesimpulan mengenai 60 VI. diperkuat kembali oleh guru   Siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut: Mengapa larutan elektrolit dapat menyebabkan bola lampu menyala?  Atas jawaban siswa guru mengarahkan pertanyaan tersebut ke arah penjelasan mengenai ionisasi.. diperkuat kembali oleh guru  Siswa diberi tugas membuat laporan praktikum yang telah dilakukan. pemahaman siswa. Perwakilan dari 1 atau 2 kelompok mengemukakan kesimpulan dari hasil percobaan. ion-ion yang bergerak sehingga dapat menghantarkan arus listrik.  Guru memberikan salam penutup.  Dengan bantuan charta.

a. Alat:    Papan tulis LCD LKS

b. Sumber:
 Chang, R.. (2004). Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. Jakarta : Penerbit Erlangga.


. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. Jakarta : Penerbit Erlangga.
Sunarya, Y., Agus S.. (2009). Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional.

VII. Penilaian a. Teknik Penilaian : Tes / Assessment (waktu 1x45) ,Tugas kelompok, pengamatan kerja, pengamatan perilaku b. Aspek yang dinilai : Pengetahuan , Sikap dan Psikomotorik c. Jenis Penilaian : Penilaian Proses dan Penilaian hasil d. Bentuk Instrumen : Soal, Lembar pengamatan Afektif dan Psikomotorik

Bandung, ___________ Mengetahui, Kepala SMA Santa Angela

Bandung, ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum

Bandung, 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia

Sr. Florentia Mujiyati, OSU

P.D. Boedisantoso, M.Pd.

Carolus B. Wisnu A, S.Pd.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
KTSP Kimia Kelas X 66

Satuan Tingkat Pendidikan : SMA Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : Kimia : X/1 : Perkembangan Reaksi Redox : 2 x 45 menit

I.

Standar Kompetensi Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri).

II. Kompetensi Dasar Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana serta persamaan reaksinya. III. Indikator Menentukan konsep reaksi oksidasi dan reduksi berdasarkan pengikatan dan pelepasan oksigen, penerimaan dan pelepasan electron. IV. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, diharapkan siswa dapat: 1. Menjelaskan konsep redoks berdasarkan pengikatan dan pelepasan oksigen. 2. Menjelaskan konsep redoks berdasarkan penerimaan dan pelepasan elektron. 3. Menentukan reaksi mana yang merupakan redoks dan mana yang bukan. 4. Menentukan oksidator dan reduktor dalam suatu reaksi V. Uraian Materi Pembelajaran 1. Pengikatan Oksigen Sejak dulu, para pakar kimia sudah mengetahui bahwa oksigen dapat bereaksi dengan banyak unsur. Senyawa yang terbentuk dari hasil reaksi dengan oksigen dinamakan oksida sehingga reaksi antara oksigen dan suatu unsur dinamakan reaksi oksidasi. Karat besi adalah senyawa yang terbentuk dari hasil reaksi antara besi dan oksigen (besi oksida). Perkaratan besi merupakan salah satu contoh dari reaksi oksidasi. Persamaan reaksi pembentukan oksida besi dapat ditulis sebagai berikut.
4Fe(s) + 3O2(g) → 2Fe2O3(s)

Pada reaksi tersebut, besi mengalami oksidasi dengan cara mengikatoksigen menjadi besi oksida. Kebalikan dari reaksi oksidasi dinamakan reaksi reduksi. Pada reaksi reduksi terjadi pelepasan oksigen. Besi oksida dapat direduksi dengan
cara direaksikan dengan gas hidrogen, persamaan reaksinya: Fe2O3(s) + 3H2(g) → 2Fe(s) + 3H2O(g)

2. Pelepasan dan Penerimaan Elektron KTSP Kimia Kelas X 67

Konsep redoks yang melibatkan transfer elektron berkembang setelah diketahui adanya elektron dalam atom dan reaksi pembentukan senyawa ion (lihat kembali topik ikatan ion). Tuliskan pembentukan senyawa NaCl dari unsur-unsurnya. Spesi manakah yang melepaskan elektron dan yang menerima elektron? Dalam konsep redoks, peristiwa pelepasan elektron dinamakan oksidasi, sedangkan peristiwa penerimaan elektron dinamakan reduksi. Pada pembentukan senyawa NaCl dari unsur-unsurnya, atom natrium mengalami oksidasi, sedangkan atom klorin mengalami reduksi. Penggabungan kedua proses itu dinamakan reaksi redoks. Reaksi redoks pada peristiwa perkaratan besi dapat dijelaskan dengan reaksi berikut: 2Fe →2Fe3+ + 6e– (oksidasi) 3O2 + 6e– →3O2– (reduksi) 3. Reduktor dan Oksidator Berdasarkan uraian sebelumnya, apa yang dapat Anda simpulkan mengenai zat-zat kimia dihubungkan dengan konsep redoks? Semua zat kimia dapat dikelompokkan ke dalam dua kelompok, yakni zat-zat yang mengalami oksidasi dan zat-zat yang mengalami reduksi. Dalam reaksi redoks, pereaksi yang dapat mengoksidasi pereaksi lain dinamakan zat pengoksidasi atau oksidator. Sebaliknya, zat yang dapat mereduksi zat lain dinamakan zat pereduksi atau reduktor. VI. Kegiatan Pembelajaran A. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan No 1. Pembukaan : Siswa member salam kepada guru. 15 Siswa memahami tujuan pembelajaran yang disampaikan oleh guru. Siswa diperkenalkan mengenai pembelajaran hari ini sehingga termotivasi untuk mengikuti pelajaran dengan atraktif. Siswa memperhatikan demonstrasi yang diperagakan di depan kelas. c. Siswa menjawab pertanyaan guru berdasarkan 2. demonstrasi yang ditunjukan. Pembelajaran inti (konsep redoks berdasarkan pelepasan dan pengikatan 30 KTSP Kimia Kelas X 68 : Ceramah, diskusi : Konsep Kegiatan Alokasi Waktu (menit)

B. Langkah- langkah Pembelajaran

3. Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai reaksi redoks tersebut. Siswa menyampaikan tanggapan terhadap penjelasan tersebut dan mengajukan pertanyaan. Siswa mengajukan pertanyaan berdasarkan 30 penjelasan yang telah disampaikan.Siswa mengerjakan post test yang diberikan oleh guru. Siswa menyampaikan tanggapan terhadap penjelasan tersebut dan mengajukan pertanyaan. . Siswa mengajukan pertanyaan berdasarkan penjelasan yang telah disampaikan. (konsep redoks berdasarkan pelepasan dan pengikatan elektron) Siswa memperhatikan guru yang menampilkan contoh persamaan reaksi redoks yang berhubungan dengan konsep redoks kedua.oksigen) Siswa memperhatikan guru yang menampilkan contoh persamaan reaksi redoks yang berhubungan dengan konsep redoks pertama. Penutup . Alat :  Papan tulis 69 KTSP Kimia Kelas X . Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai reaksi redoks tersebut.Siswa dan guru melakukan pembelajaran penguatan yang dan telah 15 menyimpulkan dilaksanakan. Alat dan Bahan (Sumber) a. VII.

Sumber:    . LCD Chang. Bandung. S. (2004). Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional.Pd. Sunarya.. b. R. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti... Jakarta : Penerbit Erlangga. 21 Maret 2013 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Carolus B. Jakarta : Penerbit Erlangga. (2009). Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. Wisnu A. Y. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran KTSP Kimia Kelas X : SMA SANTA ANGELA : Kimia 70 . Agus S. Mudah dan Aktif Belajar Kimia.

para pakar kimia bersepakat mengembangkan aturan yang berkaitan dengan biloks unsur. Menentukan bilangan oksidasi dari suatu atom unsur dalam senyawa ion atau senyawa molekuler. 4. III. 5. eg : biloks Na dalam unsur Na = 0 biloks Cl dalam unsur Cl2 = 0 b. II. Menentukan konsep reaksi oksidasi dan reduksi berdasarkan peningkatan dan penurunan bilangan oksidasi. bilangan oksidasi atom-atom sama dengan muatan kation dan anionnya eg : KTSP Kimia Kelas X biloks Na dalam senyawa ion NaCl = +1 71 . Menentukan tata nama senyawa berdasarkan aturan IUPAC. Menjelaskan konsep reaksi redoks berdasarkan kenaikan dan penurunan bilangan oksidasi. Bilangan Oksidasi dan Penentuan Bilangan Oksidasi Bagaimana menentukan bilangan oksidasi (biloks) atom suatu unsur? Dalam hal ini. 2. Menentukan oksidator dan reduktor dalam reaksi redoks. 2. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. Indikator 1. yaitu sebagai berikut. 6. Menentukan rumus kimia senyawa berdasarkan aturan IUPAC. 3. 3. Menentukan bilangan oksidasi dari atom dalam suatu senyawa netral atau senyawa ion. Kompetensi Dasar Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana serta persamaan reaksinya. Standar Kompetensi Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri). IV. Menjelaskan aturan bilangan oksidasi. a. Dalam bentuk unsur dan molekul unsurbilangan oksidasi atom-atomnya sama dengan nol. diharapkan siswa dapat: 1. Dalam senyawa ion. V. Uraian Materi Pembelajaran 1. Menentukan tata nama senyawa berdasarkan aturan IUPAC.Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : X/1 : Bilangan Oksidasi : 4 x 45 menit I.

Langkah. Na2O) sama dengan –1 dan dalam superoksidasama dengan –1/2 g.langkah Pembelajaran No Kegiatan Alokasi Waktu (menit) KTSP Kimia Kelas X 72 . Biloks atom-atom unsur halogen (F. Menurut konsep ini. Jumlah total bilangan oksidasi dalam senyawa netral sama dengan nol Jumlah total bilangan oksidasi untuk ion sama dengan muatan ionnya.biloks Cl dalam senyawa ion NaCl = -1 c. yaitu perubahan bilangan oksidasi. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan : Ceramah. VI. Biloks atom hidrogen dalam senyawa adalah +1. Biloks atom oksigen dalam senyawa adalah –2. Apa yang dimaksud dengan reaksi disproporsionasi? Reaksi disproporsionasi atau disebut juga reaksi swaredoks adalah suatu reaksi yang mengalami oksidasi dan juga reduksi pada pereaksinya. AgCl. Reaksi Reduksi Oksidasi dan Bilangan Oksidasi Oleh karena banyak reaksi redoks yang tidak dapat dijelaskan dengan konsep pengikatan oksigen maupun transfer elektron maka para pakar kimia mengembangkan konsep alternatif. I) dalam senyawa biner adalah –1. Cl. Anda telah belajar tata nama senyawa biner dan senyawa poliatom. NaBr. Untuk kation-kation logam yang memiliki lebih dari satu harga biloks (khususnya unsurunsur transisi). 2. Tata Nama Senyawa dan Biloks Pada bab sebelumnya. 3. diskusi : Konsep B. HF e. Biloks atom golongan IA dalam semua senyawa adalah +1. Biloks atom golongan IIA dalam semua senyawa adalah +2 d. kecuali dalam peroksida (H2O2. Tata nama tersebut berlaku untuk zat molekuler atau senyawa ion yang mengandung kation hanya memiliki satu harga muatan atau biloks logam golongan IA dan IIA. eg. jika dalam reaksi bilangan oksidasi atom meningkat maka atom tersebut mengalami oksidasi. Sebaliknya. Kegiatan Pembelajaran A. KI. kecuali dalam senyawa hidrida sama dengan –1 f. jika bilangan oksidasinya turun maka atom tersebut mengalami reduksi. Br. tata namanya ditambah angka romawi dalam tanda kurung yang menunjukkan harga biloks. Angka romawi tersebut tidak terpisahkan dari nama kationnya.

(reaksi redoks berdasarkan peningkatan dan penurunan bilangan oksidasi) . telah dipelajari. Pembelajaran inti (menentukan bilangan oksidasi pada senyawa netral) Siswa memperhatikan contoh senyawa yang 60 diberikan oleh guru. Siswa memahami permasalahan yang disampaikan oleh guru. (menentukan bilangan oksidasi pada senyawa ionik) Siswa memperhatikan contoh senyawa ion yang diberikan oleh guru. Siswa memperhatikan penguatan konsep reaksi redoks berdasarkan oksigen dan electron. Siswa diperkenalkan mengenai pembelajaran hari ini sehingga termotivasi untuk mengikuti pelajaran dengan atraktif. siswa 90 berdasarkan aturan bilangan menentukan bilangan oksidasi dari masing-masing atom yang tertera pada reaksi tersebut. reaksi. 30 Siswa memapehatikan dan memahami tujuan pembelajaran yang disampaikan oleh guru.Siswa diberikan contooh persamaan oksidasi. KTSP Kimia Kelas X 73 .1. Siswa mengerjakan latihan yang berhubungan 60 dengan penentuan bilangan oksidasi dalam suatu senyawa ion dan menuliskanya di papan tulis. tentang kelemahan konsep redoks yang 2. Siswa memperhatikan penjelasaan guru mengenai konsep reaksi redoks berdasarkan konsep perubahan bilangan oksidasi. Pembukaan : Siswa member salam kepada guru. Siswa mengerjakan latihan yang berhubungan dengan penentuan bilangan oksidasi dalam suatu senyawa dan menuliskanya di papan tulis.

Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. Sunarya. Mudah dan Aktif Belajar Kimia.. Wisnu A. . Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. OSU P. (2009).Siswa secara berkelompok diberikan tugas untuk mencari benda-benda yang berhubungan dengan aplikasi konsep redoks dalam kehidupan sehari-hari.. 30 VII. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran KTSP Kimia Kelas X : SMA SANTA ANGELA : Kimia 74 . S.3. b. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. Carolus B.Pd. . 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. Sumber:    . Kepala SMA Santa Angela Bandung. Alat dan Bahan (Sumber) a. Jakarta : Penerbit Erlangga. Boedisantoso. Florentia Mujiyati.Pd. R. Alat :   Papan tulis LCD Chang.Siswa bersama dengan guru membuat penguatan dan menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. M. Agus S. (2004). Bandung.D.Siswa mengerjakan posttest yang diberikan oleh guru. Penutup . Y.. ___________ Mengetahui. Jakarta : Penerbit Erlangga.

baterai litium. diskusi : Konsep B. tetapi dalam reaksi redoks ada perubahan bilangan oksidasi akibat perubahan muatan. VI. Kompetensi Dasar Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana serta persamaan reaksinya. Uraian Materi Pembelajaran Secara kimia. dan baterai nikel-kadmium (nicad). sel Volta komersial berupa sel kering baterai dan accumulator (accu). Sel Volta terdiri atas electrode (anode dan katode) tempat terjadinya reaksi redoks. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan : Ceramah. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini.Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : X/1 : Aplikasi Redoks : 6 x 45 menit I. V. Indikator Mendeskripskan konsep larutan elektrolit dan konsep redoks dalam memecahkan masalah lingkungan IV. Menemukan konsep redoks untuk memecahkan masalah lingkungan dalam diskusi kelompok di kelas. Kegiatan Pembelajaran A. Umumnya. diharapkan siswa dapat: 5. II. Jika transfer elektron ini dimanfaatkan akan menghasilkan energi listrik arus searah sebab aliran listrik tiada lain adalah aliran elektron. Langkah. Jenis baterai bermacam-macam di antaranya baterai seng-karbon. Perubahan muatan ini disebabkan adanya transfer elektron dari satu atom ke atom lain. Kedua electrode ini dicelupkan ke dalam zat kimia yang berperan sebagai medium aliran listrik dan sebagai oksidator atau reduktor. Sel Volta Komersial Sel Volta adalah sumber energi listrik siap pakai yang dikemas dalam bentuk dan ukuran sesuai kegunaan. Standar Kompetensi Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri).langkah Pembelajaran KTSP Kimia Kelas X 75 . III. reaksi redoks tidak berbeda dengan reaksi-reaksi kimia yang lain.

. Sumber:  KTSP Kimia Kelas X 76 . masingmasing kelompok mempresentasikan hasil jawabanya di depan kelas. Siswa diperkenalkan mengenai pembelajaran hari ini sehingga termotivasi untuk mengikuti pelajaran dengan atraktif. R. 30 Siswa memaperhatikan dan memahami tujuan pembelajaran yang disampaikan oleh guru.Siswa dari kelompok lain menanggapi berurutan. Jakarta : Penerbit Erlangga. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti.Dalam kelompok siswa membahas aplikasi redoks dalam kehidupan sehari-hari.Siswa bersama dengan guru membuat penguatan dan menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Alat dan Bahan (Sumber) a. yang dipandun dengan LKS yang telah dibuat oleh guru.No 1.Siswa mengerjakan posttest yang diberikan oleh guru. . Siswa memperhatikan penguatan konsep reaksi redoks yang telah dipelajari. Pembelajaran inti . (2004).Setelah jawaban di dalam LKS selesai. . Pembukaan : Kegiatan Alokasi Waktu (menit) Siswa memberi salam kepada guru. 3. Alat :   Papan tulis LCD Chang. hari. Penutup . b. Siswa mempersiapkan diri dalam kelompok untuk membahas aplikasi redoks dalam kehidupan sehari2. . 30 secara 120 VII.

Kepala SMA Santa Angela Bandung. Carolus B. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. Sikap dan Psikomotorik c. Sunarya.Pd. S.Tugas kelompok. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr.. OSU P. pengamatan kerja. Lembar pengamatan Afektif dan Psikomotorik Bandung. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional.. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Penilaian a. Teknik Penilaian : Tes / Assessment (waktu 2x45) . Bentuk Instrumen : Soal. (2009). M. Y. Florentia Mujiyati. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester KTSP Kimia Kelas X : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 77 . ___________ Mengetahui. pengamatan perilaku b. Jenis Penilaian : Penilaian Proses dan Penilaian hasil d.Pd. Boedisantoso.  . Jakarta : Penerbit Erlangga. Wisnu A. Aspek yang dinilai : Pengetahuan . Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. Agus S.D. VIII.

Mengidentifikasi unsur karbon dan hidrogen pada senyawa hidrokarbon melalui percobaan. 3. One of the most simple carbon compounds are hydrocarbons. 3.  Characteristics of Carbon Atom Carbon atom has four valence electrons. The four electrons are able to form four covalent bonds. Mengidentifikasi unsur karbon dan hidrogen pada senyawa hidrokarbon melalui percobaan. 2. III. Kompetensi Dasar Mendeskripsikan kekhasan atom karbon dalam membentuk senyawa hidrokarbon. sekunder. tersier. Materi Prasyarat Konfigurasi electron atom karbon Struktur lewis Reaksi oksidasi B. Menjelaskan kekhasan atom karbon dalam senyawa karbon. tersier. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. Materi Inti  Carbon Compound One of the compounds are abundant in nature are carbon compounds. 2. Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat senyawa organik atas dasar gugus fungsi dan senyawa makromolekul. Uraian Materi Pembelajaran A. Mendeskripsikan kekhasan atom karbon dalam senyawa karbon. Indikator 1. sekunder. II. dan kuartener IV.Materi Pokok Alokasi Waktu : Karakteristik Atom Karbon : 4 x 45 menit I. diharapkan siswa dapat: 1. dan kuartener V. Membedakan atom C primer. This compound is composed of atoms of carbon and other atoms attached to carbon atoms. C H x KTSP Kimia Kelas X C 78 . Menentukan atom C primer.

the tendency of the carbon atoms to bind to other carbon atoms enables the formation of carbon compounds with different structures (open-chain. H  Atom C Primer. branched. Tertier dan Kuartener C d c C C b a C a. Tertiary C atom is the atom C. H x H x x H Carbon atoms can also bind to other carbon atoms. H H C H C C H H C C H H H H In addition. Sekunder. atom of another C atom primary C atom is the atom C. Materi Pengayaan Hydrocarbons have many benefits in daily life and for industries. which binds one b. In industry.. which binds three atom of another C atom d. usually simle hydrocarbons are used as the raw material for further process of industry to get bigger benefit such us for making polymer.Covalently bonded carbon atoms can be single with four hydrogen atoms. secondary C atom is the atom C. which binds four atom of another C atom C. both the single and double covalent H H C H bonding of two and threefold. quart C atom is the atom C. KTSP Kimia Kelas X C C C C C C C C C 79 C C C C C . which binds two atom of another C atom c. or closed).

Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan No 1.VI. Pembelajaran inti • Siswa diperkenalkan mengenai senyawa organic di kehidupan sehari-hari. Penutup • Siswa merefleksikan proses pembelajaran yang telah dilakukan dan menyimpulkanya. • Siswa diminta untuk menjelaskan konfigurasi electron dari atom karbon. sehingga siswa dapat terfokus pada pembelajaran yang akan dilaksanakan. • Siswa ditunjukan jenis-jenis atom karbon pada suatu senyawa karbon. Pembukaan : • Siswa menyampaikan salam pembuka dan guru 15 : Ceramah. karbon kuartener). • Guru menampilkan gambar yang berhubungan dengan pembelajaran hari ini. • Siswa mengerjakan posttest yang diberikan oleh guru. KTSP Kimia Kelas X 75 75 15 80 . dan O pada lilin. • Siswa membuat latihan menentukan jenis-jenis atom karbon dalam senyawa hidrokarbon. diskusi : Konsep Kegiatan Alokasi Waktu (menit) B. • Siswa menarik kesimpulan berdasarkan demonstrasi 3. karbon sekunder.. • Siswa ditunjukan kemampuan karbon dalam membentuk empat buah ikatan kovalen. menyampaikan jawaban dari pertanyaanpertanyaan yang diberikan guru.langkah Pembelajaran mengecek kehadiran siswa. • Siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan demonstrasi tersebut. yang telah dilakukan. • Siswa memperhatikan dan terlibat dalam demonstrasi tentang identifikasi atom C. H. • Siswa 2. demonstrasi. Kegiatan Pembelajaran A. Langkah. karbon tertier. (karbon primer.

Alat dan Bahan (Sumber) a. Test tube Bent pipe Foam cork EQUIPMENTS Spatula 1 pcs Spirtus Stand and clamp 1 pcs 2 pcs 1 pcs 1 pcs Candle CHEMICAL MATERIA LS Lime water solution Copper (II) oxide b. Mudah dan Aktif Belajar Kimia.Pd. Carolus B. ___________ Mengetahui. S. e. M. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. Jakarta : Penerbit Erlangga. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X.Pd. (2004).. Sumber:  Chang. Wisnu A. R.   . Jakarta : Penerbit Erlangga..VII. (2009). Agus S. Boedisantoso. i.. Kepala SMA Santa Angela Bandung. Alat    : Papan tulis LCD Demonstration equipments and chemical materials.D. KTSP Kimia Kelas X 81 . OSU P. Bandung. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. Sunarya. Florentia Mujiyati. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. Y.

Uraian Materi Pembelajaran A. V. Menggambarkan struktur senyawa alkana. II. 3. Materi Prasyarat Kekhasan atom karbon. In other words. 2. Menentukan nama senyawa alkana yang memiliki rantai lurus dan bercabang berdasarkan aturan tata nama IUPAC. carbon atoms can be binding maximally hydrogen atoms. IV. Menjelaskan konsep isomer dan aplikasi senyawa hidrokarbon dalam kehidupan sehari-hari. 4. Menentukan nama senyawa alkana yang memiliki rantai lurus dan bercabang berdasarkan aturan tata nama IUPAC. III. a saturated aliphatic hydrocarbon compounds that are difficult to react KTSP Kimia Kelas X 82 . Menentukan rumus umum dari senyawa alkana. 2. 4. Menjelaskan konsep isomer dan aplikasi senyawa hidrokarbon dalam kehidupan seharihari. Konfigurasi electron atom karbon Struktur lewis Reaksi oksidasi B. Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat senyawa organik atas dasar gugus fungsi dan senyawa makromolekul. Indikator 1. Menentukan rumus umum dari senyawa alkana. Kompetensi Dasar Mendeskripsikan kekhasan atom karbon dalam membentuk senyawa hidrokarbon. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Hidrokarbon alifatik jenuh : 5 x 45 menit I. Menggambarkan struktur senyawa alkana. 3. diharapkan siswa dapat: 1. Materi Inti  Saturated aliphatic hydrocarbon In saturated aliphatic hydrocarbon compounds.

Main chain is the longest carbon chain of the hydrocarbon true C C C C C C C C C C C C C C false C C C C C C C C b. Number of Molecular C formula atoms 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 CH4 C2H6 C3H8 C4H10 C5H12 C6H14 C7H16 C8H18 C9H20 C10H22 Structure Name of alkane CH4 CH3-CH3 CH3-CH2-CH3 CH3-CH2-CH2-CH3 CH3-CH2-CH2-CH2-CH3 CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 methane ethane propane butane pentane hexane heptane octane nonane decane General formula of alkanes is Cn H2n+2 If seen in the table. as shown below. Alkyl group : a group which is the branching of the carbon chain with the general formula Cn Hn+1 C C C C C C C C C C C KTSP Kimia Kelas X 83 .  Nomenclature of alkanes To determine the name of a compound we need to pay attention to some of the following: a. If in a series of compounds there is as much difference between the total cluster –CH2.also increases. with the increasing number of carbon atoms then the number of cluster -CH2.sequentially so these compounds are homologous series. Alkanes Alkanes structure The structure of alkanes and carbon compounds are generally used to be written in the form of a compressed structure formula.

tetra-(four groups) followed by the name of alkyl group.The names of the alkyl group on the alkanes main chain Struktur gugus -CH3 -CH2-CH3 -CH2-CH2-CH3 CH3-CH-CH3 -CH2-CH2-CH2-CH3 CH3-CH-CH2-CH3 -CH2-CH-CH3 CH3 CH3 -C-CH3 CH3 Nama Methyl Ethyl Propyl Isopropyl Butyl sec-butyl Isobutyl ter-butyl / butyl t- c. alkyl group twin if there is more than one alkyl group the same group plus the writing of the name in-front of the word di-(two clusters). Numbering the parent chain branching : numbering the parent chain starting from the C atom closest to the branch C 8 C 7 C 6 C 5 C C C 4 C 3 C 2 C 1 C 1 C 2C C 3 C 4 C C C 5 C 6 C 7 C C 8 true false d. Naming. tri(three groups). Order of naming the alkyl group : alkyl group is sorted by alphabetical order butyl – ethyl – isobutyl – isopropyl – methyl – propyl – sek-butyl – ter-butyl 8C 7C 6 C C 5 C C C 4 C 3 C 2 C C 1 5-ethyl–3–methyloctane  Isomers in alkanes Isomers are compounds that are different but have the same molecular formula.5-dietyloctane e. C 8 C 7 C 6 C 5 C C 4C C 3 C 2 C 1 C C 3. example : KTSP Kimia Kelas X 84 .

5oC. lubricating oil. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan No 1.langkah Pembelajaran sebelumnya mengenai kekhasan atom karbon agar pembelajaran hari ini lebih terfokus. VI. Alkanes compounds generally are obtained from the petroleum and natural gas manufactures. • Siswa memperhatikan gambar struktur alkana secara umum. t. the major material for alcohol and vinegar and other. Kegiatan Pembelajaran A.l : -145oC) B. diskusi : Konsep Kegiatan Alokasi Waktu (menit) CH3 – CH – CH3 CH3 isobutane (2-metilpropana) (t. the major material for petrochemical industries.l : -135oC) C. organic solvent.d : -10oC. • Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang tata nama senyawa hidrokarbon berdasarkan aturan IUPAC. Materi Pengayaan Uses of alkanes compounds in everyday life. • Siswa menyimpulkan rumus umum dari senyawa alkana.C4H10. among other are as fuel. • Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan berlatih penamaan senyawa-senyawa hidrokarbon dan isomer dengan peragaan. • Siswa diberikan pertanyaan mengenai pelajaran 15 : Ceramah. Pembukaan : • Siswa member salam dan guru memeriksa kehadiran siswa. Pembelajaran inti • Siswa memperhatikan dan memahami tujuan pembelajaran yang disampaikan oleh guru. • Siswa diperkenalkan mengenai senyawa-senyawa alkana 2. Langkah.d : -0. yang biasa ditemukan pada kehidupan sehari-hari. has two structural isomers CH3 – CH2 – CH2 – CH3 n – butane (t. KTSP Kimia Kelas X 85 90 . t.

S. Jakarta : Penerbit Erlangga. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta : Penerbit Erlangga..3. (2004). 30 VII. R. Wisnu A. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. KTSP Kimia Kelas X 86 . b. Florentia Mujiyati. Penutup • Siswa merefleksikan seluruh kegiatan pembelajaran yang dilakukan hari ini dan menyusun kesimpulan. M.. Bandung. Alat   : Papan tulis LCD Chang.. Alat dan Bahan (Sumber) a.Pd. ___________ Mengetahui. OSU P.D. (2009). Boedisantoso. • Siswa mengerjakan posttest yang diberikan oleh guru. Agus S. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. Y. Kepala SMA Santa Angela Bandung. Carolus B. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. Sunarya.Pd. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. Sumber:    .

Menentukan rumus umum dari senyawa alkena dan alkuna. 4. IV. Uraian Materi Pembelajaran A. Menentukan nama senyawa alkena dan alkuna yang memiliki rantai lurus dan bercabang berdasarkan aturan tata nama IUPAC. Indikator 1. Menentukan rumus umum dari senyawa alkena dan alkuna. V. Menjelaskan konsep isomer dan aplikasi senyawa hidrokarbon tak jenuh dalam kehidupan sehari-hari. 4. III. II. 3. Menjelaskan konsep isomer dan aplikasi senyawa hidrokarbon tak jenuh dalam kehidupan sehari-hari. Kompetensi Dasar Mendeskripsikan kekhasan atom karbon dalam membentuk senyawa hidrokarbon. Menggambarkan struktur senyawa alkena dan alkuna. KTSP Kimia Kelas X 87 . Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. 2. 3. 2. Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat senyawa organik atas dasar gugus fungsi dan senyawa makromolekul. Materi Prasyarat Kekhasan atom karbon. Menggambarkan struktur senyawa alkanena dan alkuna. Menentukan nama senyawa alkaena dan alkuna yang memiliki rantai lurus dan bercabang berdasarkan aturan tata nama IUPAC. Konfigurasi electron atom karbon Struktur lewis Reaksi oksidasi B.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Hidrokarbon Alifatik Tak Jenuh : 4 x 45 menit I. diharapkan siswa dapat: 1. Materi Inti  Unsaturated aliphatic hydrocarbons Unsaturated hydrocarbons are hydrocarbons with one or more carbon atoms bind hydrogen atoms have no maximum or double bond (double or triple).

as shown below. 1-decene CH3 8. 3. 17.  Nomenclature of alkenes In general. C8H16 31. C4H8 15. similar to the alkanes but the determination of the parent chain and the sequence of the parent chain of carbon atoms based on the position of unsaturated bond (double). 13. 2 6. 1heptene CH2=CH-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 32. 6 22. 4 14. 1nonene CH2=CH-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2. C6H12 23. C2H4 7. Thus. Num 2. 7 26. C5H10 19. 12. General formula of alkanes CnH2n As with alkanes. C3H6 11. 1. but the nature of physics that changed in line with increasing molecular mass.. Alkene Alkene structure H C H C H H Structure of alkenes and carbon compounds are generally used to be written in the form of a compressed structure formula. if there is more than one unsaturated bond in the one compound the writing of the name in-front of the KTSP Kimia Kelas X 88 .CH2-CH2-CH3 28. Molecular ber of formula C atom s 5. Compounds in the homologous series have similar chemical properties. 5 18. Structure 4. 25. the naming of alkene compounds. 8 30. C10H20 39. 21. 33.CH2-CH2-CH3 24. 37. 1038. 9. C9H18 35. 1pentene CH2=CH-CH2-CH2. C7H14 27. 3 10. 1hexene CH2=CH-CH2-CH2.40. physical properties of alkenes and alkanes with similar physical properties. example: Salah C 8 7C 6 C 5C 4C Benar C 3 C 2 C 1C 2C 3C 4C 5C C 6 C 7 C 8 C C C C C C 1 5-ethyl–3–methyl-7-octene 4-ethyl–6–methyl-1-octene  Naming of compounds that have multiple bonds of unsaturated. 9 34. Name of alkane CH2=CH2 CH2=CH-CH3 CH2=CH-CH2-CH3 CH2=CH-CH2-CH2-CH3 ethene propene 1-butene 20. 29. 16. alkenes are compounds of homologous series. 1-octene CH2=CH-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 36.

Num42. Structure 44. tetra-(four groups) followed by the name of unsaturated bond. KTSP Kimia Kelas X 43. C3H6 51.5-heptatriene  Isomer of alkene C note the following three hydrocarbon compounds : C C C C C C C C C C C a. Both compounds above said geometric isomers. • a and c are isomer structure. which is isomer that have different at the position of unsaturated bond. 2 46. tri-(three groups). 5 58. 189 . 41. 52. although both compounds butene but these compounds are different compounds. C • a and b are isomer position. Name of alkane CH≡CH CH≡C-CH3 CH≡C-CH2-CH3 CH≡C-CH2-CH2-CH3 48. ethyne propyne 1-butyne 60. 57. b. 4 54. C2H4 47. Molecul ber of ar formula C atom s 45. C5H10 59. CCe p 55.word di-(two clusters). 49. 3 50.  Alkyne alkyne structure H C C H Structure alkyne and carbon compounds are generally used to be written in the form of a compressed structure formula.3. if we draw b compound to the another form. c. 1 C 2C C 3 C 4 C C 5 6C 7C C C 1. H3C H CH3 C C C H H3C H trans-2-butene C CH3 H cis-2-butene The above two compounds is an isomer. 53. which is isomer that have different at the structure of compound. 56. as shown below.

C6H12 63. 69. 8 70. 1-octyne 76. physical properties of alkynes and alkanes with similar physical properties. Thus. the naming of alkyne compounds. 9 74. c. 1hexyne 68. 1nonyne CH≡C-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 80.  Nomenclature of alkenes In general. which is isomer that have different at the position of . alkenes are compounds of homologous series. 7 66. 1heptyne 72. C8H16 71. 1078. • a and c are isomer structure. 73.CH2-CH2-CH3 CH≡C-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 CH≡C-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 64. C10H20 79. 6 62. KTSP Kimia Kelas X 90 b. 1 C 2 C 3 C 4 C 5 C 6 C 7 C C C 1. 77. C7H14 67. 1decyne General formula of alkyne CnH2n-2 As with alkanes. but the nature of physics that changed in line with increasing molecular mass. which is isomer that have different at the structure of compound.3. unsaturated bond. example: false 8 C 7 C 6 C 5 C 4C 3C 2 true C 1 C 2C 3C 4C 5C 6C C C C C C C C 7 1 C C 8 5-ethyl–3–methyl-7-octyne 4-ethyl–6–methyl-1-octyne • Naming of compounds that have multiple bonds of unsaturated. C • a and b are isomer position. CH≡C-CH2-CH2. similar to the alkanes and alkenes but the determination of the main chain and the sequence of the parent chain of carbon atoms based on the position of unsaturated bond (triple).CH2-CH2-CH3 CH≡C-CH2-CH2. Compounds in the homologous series have similar chemical properties.pentyne 61.5-heptatriyne  Isomer pada alkuna C C perhatikan ketiga senyawa hidrokarbon berikut : C C C C C C C C C C C C C C a. C9H18 75. 65.

Pembukaan : • Siswa membuka pelajaran dengan member salam dan guru memeriksa kehadiran siswa. a plastic polymer. This gas is a result of caride (CaC 2) reaction with water. an additive to petrol). diskusi : Konsep Kegiatan Alokasi Waktu (menit) B. • Siswa diberikan pertanyaan mengenai pelajaran sebelumnya mengenai senyawa alkana. chloroethane (used to make TEL. VI. • Siswa mempelajari tata nama senyawa alkena dan alkuna berdasarkan aturan tata nama IUPAC. Materi Pengayaan  Uses of One of alkene compounds that have benefit is ethene. • Siswa menyimpulkan rumus umum dari senyawa alkena dan alkuna berdasarkan struktur molekul yang telah ditunjukan. and to make alcohol in industries. kemudian menggambarkan struktur senyawasenyawa tersebut. styrene. • Dengan menggunakan molymood. Ethyne is used to make vinylchloride (CH2=CHCl) which is the monomer in making polyvinyl chloride (PVC). yang akan dilakukan pada hari ini. • Siswa mengerjakan latihan yang diberikan oleh guru.  Ethyne can be used to speed up fruites ripening. • Siswa diberikan beberapa contoh nama senyawa alkena dan alkuna. Kegiatan Pembelajaran A.C. KTSP Kimia Kelas X 91 90 15 : Ceramah. Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan No 1. Pembelajaran inti • Siswa memperhatikan struktur senyawa alkena dan alkuna. siswa mempelajari konsep isomer yang terdapat pada senyawa alkena dan alkuna. Ethene is used to make polyetene (polyethylene). • Siswa mempelajari dan memahami tujuan pembelajaran 2.langkah Pembelajaran . Langkah. Ethene is also used to make ethylene glicol.

. (2009). R. Florentia Mujiyati. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung.• Siswa mengerjakan latihan penulisan isomer-isomer dari 3. S. Alat dan Bahan (Sumber) a.Pd. Boedisantoso. ___________ Mengetahui. Y. 30 b. • Siswa mengerjakan posttest yang diberikan oleh guru. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. OSU P. Agus S. Penutup • Siswa merefleksikan seluruh kegiatan pembelajaran yang sudah dilakukan dan membuat kesimpulanya.. suatu struktur yang diberikan oleh guru. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. Carolus B. Bandung. Wisnu A. Alat   : Papan tulis LCD Chang. KTSP Kimia Kelas X 92 .. Sunarya. M. Jakarta : Penerbit Erlangga. (2004). Sumber:    .Pd. Kepala SMA Santa Angela Bandung. VII. Jakarta : Penerbit Erlangga.D.

Materi Inti 1. Indikator 1. Physical and chemical properties E. 2. Hydrocarbon compounds. Menjelaskan reaksi eliminasi dalam senyawa hidrokarbon. 6. Menjelaskan reaksi oksidasi dalam senyawa hidrokarbon. Chemical bond 2. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini. 3. Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat senyawa organik atas dasar gugus fungsi dan senyawa makromolekul. Menjelaskan kecenderungan sifat fisik dari senyawa hidrokarbon. Menjelaskan reaksi addisi dalam senyawa hidrokarbon. Uraian Materi Pembelajaran D. Menjelaskan reaksi kimia yang terjadi pada senyawa hidrokarbon (reaksi oksidasi. Physical properties KTSP Kimia Kelas X 93 . 3. Menjelaskan kecenderungan sifat fisik dari senyawa hidrokarbon. reaksi addisi. reaksi substitusi. 4. diharapkan siswa dapat: 1. dan reaksi eliminasi). IV.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/1 : Sifat-Sifat Senyawa Hidrokarbon : 4 x 45 menit I. Special characteristic of atomic carbon. Kompetensi Dasar Mendeskripsikan kekhasan atom karbon dalam membentuk senyawa hidrokarbon. 4. 2. II. Menjelaskan pengertian dari sifat fisik dan sifat kimia. 5. Menjelaskan reaksi substitusi dalam senyawa hidrokarbon. V. III. Materi Prasyarat 1.

Structure 122. For example. -95. Example : KTSP Kimia Kelas X 94 3CO2 + 4 H2O Incomplete oxidation is produce of CO and H2O.5 84. Compounds in the homologous series have similar chemical properties.Homologous Series 81.1 -0.also increases. Boiling Point (° C) 128.5 -183. 36. 104. 10 127. C5H12 111. 140. Mr 123. 95. One of important substitution reaction of alkane is halogenation. 72 132. burning reaction of propane : C3H8 + 5O2 b. 98. 96.sequentially so these compounds are homologous series. 129. liquid 120. 97. Chemical properties Chemical properties of hydrocarbon : a. 125.4 109. 91. 90. 142. Phase (25°C) gas gas gas gas 86. 102. 126.6 110. 106. with the increasing number of carbon atoms then the number of cluster -CH2. 138. 88. 68. 94. 72 139.1 113. 105. 36 134. As with alkanes. 100. Molecular 82. liquid If seen in the table. 72 112. 136. Mr 16 30 44 58 83. 103.7 114.4 85.3 119. 98. especially chlorine.7 -138. 135. -129. 2. 92. 93. or there is soot. 86 117. 137. 72 131. 100 108. 99. 121.7 118. 133. that is replacement of H atom with halogen atom. Branched hydrocarbons having a boiling point and melting point lower than the hydrocarbon compounds that are not branched. . If in a series of compounds there is as much difference between the total cluster –CH2. 26 141. Melting Point (°C) -182. Boiling Point (°C) -161. 130. alkenes and alkynes are compounds of homologous series. Formula CH4 C2H6 C3H8 C4H10 87. -90. liquid 115.6 -42. but the nature of physics that changed in line with increasing molecular mass. 89. 124.3 -189. C7H16 107. 101. Complete oxidation of alkane is produce of CO2 and H2O. C6H14 116. Substitution reaction Substitution reaction is an atoms or groups of atoms replacement reaction with another atom or groups of atom.5 -88. Oxidation reaction Oxidation reaction is also called as burning reaction.

Halogens addition to alkenes will result in dihaloalkenes. CH2=CH2 + HCl CH3−CH2Cl In asymmetric alkenes produced some possibility addition result as the following. Addition reaction Addition reaction can only happen in compounds with double or triple bonds. Example : 1) Hydrogen addition to alkenes. the multiple bond compounds receive atoms or groups of atoms so that the bond change into single bond. single bond compounds will change into multiple bonds by releasing small molecules. the main result is 2-bromopropane (look the B track. In the addition reaction. This reaction to symmetric alkenes is produce one product. CH2 = CH-CH3 + Cl2 CH2Cl-CHCl-CH3 1.2-dicloropropane 3) Halides acid addition (hydrohalogenation). Elimination reaction H H− C−Cl + HCl H In elimination reaction. C2H4 + H2 Pt/Ni Ni/Pt CH3-CH=CH-CH3 + H2 ∆ H2SO4 CH2=CH2 + H2O C2H6 2) Halogens addition to alkenes. and a hydrogen halide (HX).H H− C−H + Cl2 H c. Usually addition reaction in alkenes include reaction with hydrogen (H2). halogens (X2). CH3−CHBr−CH3 2-bromopropane CH2= CH-CH3 + HBr CH2Br−CH2−CH3 1-bromopropane In reality. Example : CH3-CH2-CH2-CH3 CH2-CH3 OH d. from experiment by V. Hydrogen addition to alkenes will form alkanes. from the reaction above.V Markovnikoff (1838-1904) made rule that is called Markofnikoff Rule: “If HX react with asymmetric multiple bond so the main result (A) (B) KTSP Kimia Kelas X 95 . Elimination reaction is a reverse of addition reaction.

Metode dan Pendekatan Metode Pendekatan No 1.” VI. Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai sifat fisik dan kecenderunganya pada deret hidrokarbon. hari ini. Kegiatan Pembelajaran A. Langkah. (reaksi oksidasi senyawa hidrokarbon) siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai reaksi oksidasi pada senyawa hidrokarbon. KTSP Kimia Kelas X 96 . Pembukaan : • Siswa member salam pembuka dan guru memeriksa absen siswa. diskusi : Konsep Kegiatan Alokasi Waktu (menit) B.langkah Pembelajaran penjelasan tersebut. Siswa menuliskan persamaan reaksi oksidasi berdasarkan penjelasan yang telah diberikan. Siswa menyampaikan pertanyaan sesuai dengan 90 15 : Ceramah. • Siswa diberikan informasi mengenai tujuan pembelajaran 2. yang berkaitan dengan senyawa hidrokarbon agar pembelajaran lebih terfokus.is molecule with H atom adding to C atom with multiple bond which have many H atom. • Siswa menuliskan judul pembelajaran di media presentasi. Siswa membuat pertanyaan dan pernyataan mengenai tabel yang ditunjukan oleh guru. • Siswa diberikan pertanyaan-pertanyaan oleh guru. Pembelajaran inti (sifat fisik senyawa hidrokarbon) Siswa memperhatikan tabel sifat fisik senyawa hidrokarbon yang ditampilkan oleh guru.

(reaksi addisi senyawa hidrokarbon) Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai reaksi eliminasi pada senyawa hidrokarbon. Siswa membuat pertanyaan berdasarkan penjelasan tersebut. KTSP Kimia Kelas X 97 . Siswa menuliskan persamaan reaksi substitusi berdasarkan penjelasan yang telah diberikan. Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai persamaan reaksi oksidasi.- Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai persamaan reaksi oksidasi. Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai persamaan reaksi oksidasi. - Siswa membuat pertanyaan berdasarkan penjelasan tersebut. Siswa menuliskan persamaan reaksi eliminasi berdasarkan penjelasan yang telah diberikan. Siswa menuliskan persamaan reaksi eliminasi berdasarkan penjelasan yang telah diberikan. (reaksi eliminasi senyawa hidrokarbon) Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai reaksi eliminasi pada senyawa hidrokarbon. Siswa membuat pertanyaan berdasarkan penjelasan tersebut. Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai persamaan reaksi oksidasi. Siswa membuat pertanyaan berdasarkan penjelasan tersebut. (Demonstrasi) Siswa memperhatikan demonstrasi reaksi addisi gas asetilena. (reaksi substitusi senyawa hidrokarbon) siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai reaksi substitusi pada senyawa hidrokarbon.

Sikap dan Psikomotorik c.- Siswa menuliskan reaksi kimia berdasarkan demonstrasi tersebut. ___________ Mengetahui. 30 b. Jenis Penilaian : Penilaian Proses dan Penilaian hasil d. Sunarya. Penilaian a. Kepala SMA Santa Angela Bandung.Pd. (2009). Alat   : Papan tulis LCD Chang.. VII. Jakarta : Penerbit Erlangga. Lembar pengamatan Afektif dan Psikomotorik Bandung. pengamatan perilaku b. Aspek yang dinilai : Pengetahuan . Carolus B. S. Siswa memperhatikan materi animasi mengenai pembuatan etena. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. tersebut. Boedisantoso. • Siswa mengerjakan posttest yang diberikan oleh guru. Agus S. Sumber:    . (2004)..Pd. Teknik Penilaian : Tes / Assessment (waktu 2x45) . R. Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. IX. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. Penutup • Siswa merefleksikan seluruh kegiatan pembelajaran dan membuat kesimpulan. Bentuk Instrumen : Soal. KTSP Kimia Kelas X 98 .. M. Florentia Mujiyati. Alat dan Bahan (Sumber) a. Wisnu A. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Y. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. pengamatan kerja.D. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. • Siswa menuliskan reaksi kimia yang terjadi pada animasi 3.Tugas kelompok. OSU P. Jakarta : Penerbit Erlangga.

Pembakaran sempurna hidrokarbon menghasilkan CO2 dan H2O. gas alam dan batu bara. Contoh: reaksi pembakaran propana C3H8 + 5O2 2. Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat senyawa organik atas dasar gugus fungsi dan senyawa makromolekul. Menjelaskan proses pembentukan minyak bumi. suku. II. sifat. IV. b. Pada suhu kamar (25oC).RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA SANTA ANGELA : Kimia : X/2 : Minyak Bumi dan petrokimia : 6 x 45 menit I. dan massa jenis alkana. Sifat. Materi Prasyarat Sifat – sifat Hidrokarbon a. Analisis Materi Pelajaran A. b. alkena dan alkuna meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah atom karbon dalam molekul. III. titik didih.sifat kimia 1. Menjelaskan proses pengolahan minyak bumi. Semua hidrokarbon sukar larut dalam air dan lebih mudah larut dalam pelarut yang nonpolar seperti tetraklorometana (CCl4). Pembakaran Reaksi pembakaran dapat terjadi pada alkana. gas alam dan batu bara. Menyebutkan komposisi minyak bumi. isomer bercabang mempunyai titik leleh dan titik didih yang lebih rendah. alkena dan alkuna.suku nerikutnya berwujud cair dan suku – suku tinggi berwujud padat. C1 – C4 berwujud gas. Indikator a. c. Kompetensi Dasar Menjelaskan proses pembentukan dan teknik pemisahan fraksi – fraksi minyak bumi serta kegunaannya. Di antara senyawa – senyawa berisomer.sifat fisis Titik leleh. Substitusi 3CO2 + 4 H2O KTSP Kimia Kelas X 99 .

dimana minyak mentah dipisahkan ke dalam kelompok – kelompok dengan rentang titik didih tertentu. Materi yang Dikembangkan Minyak dan Gas Bumi 1. Minyak bumi merupakan suatu campuran kompleks yang sebagian besar terdiri atas hidrokarbon. khususnya klorin. Adisi Adisi merupakan reaksi penjenuhan ikatan rangkap. Pengolahan (pemurnian = refining) minyak bumi dilakuikan melalui destilasi bertingkat. propana dan butana dengan metana sebagai komponen utamanya. Perengkahan Perengkahan ialah pemutusan rantai karbon menjadi potongan – potongan yang lebih pendek. dan berbagai senyawa karbon yang mengandung oksigen. gas alam dan batu bara berasa dari pelapukan sisa – sisa organisme sehingga disebut bahan bakar fosil. Komponen lainnya adalah hidrokarbon aromatik. B. 4. 3. Sedangkan batu bara dipercaya berasal dari pohon – pohon dan pakis yang terkubur sekitar tiga juta tahun yang lalu. Polimerisasi Polimerisasi merupakan penggabungan molekul-molekul sederhana menjadi molekul besar. Dan juga terdapat berbagai gas lain seperti karbon dioksida dan hidrogen sulfida. Salah satu reaksi substitusi alkana adalah halogenasi. Perengkahan alkana menghasilkan alkena. 5. Minyak bumi dan gas alam diduga berasal dari jasad renik lautan. Dengan meningkatnya tekanan dan suhu. niotrogen dan belerang. Perengkahan terjadi pada alkana bila dipanaskan pada suhu dan tekanan tinggi tanpa oksigen. Sisa – sisa organisme itu mengendap di dasar lautan. minyak bumi dan batu bara Komposisi gas alam alakan suku rerndah. etana. 2. bakteri anaerob menguraikan sisa. komposisi gas alam. Batu bara mengandung hidrokarbon suku tinggi dan juga mengandung senyawa belerang. Pembentukan minyak bumi. sedikit alkena. sehingga adisi hanya dapat terjadi pada alkena dan alkuna. Pengolahan minyak bumi Minyak bumi biasanya terdapat 3 – 4 km di bawah permukaan dan diperoleh dengan membuat sumur bor.sisa jasad renik tersebut dan mengubahnya menjadi minyak dan gas. yaitu metana. Penggantian atom H oleh atom atau gugus lain disebut reaksi substitusi. Molekul sederhana yang mengalami polimerisasi disebut monomer. gas alam dan batu bara Minyak bumi. Hidrokarbon yang etrdapat dalam minyak bumi utama adalah alkana kemudian sikloalkana. yaitu penggantian atom H alkana dengan atom halogen. seangkan hasilnya disebut polimer. 3.Reaksi substitusi hanya terjadi pada alkana. baik tumbuhan maupun hewan. KTSP Kimia Kelas X 100 . kemudian tertutup lumpur an lambat laun berubah menjadi batuan.

C10. kemudian dialirkan ke dalam menara fraksionasi dimana akan terjadi pemisahan berdasarkan perbedaan titik didih.Pengolahan minyak bumi dimulai dengan memanaskan minyak mentah pada suhu sekitar 400oC. Kegiatan Pembelajaran A. Ketiganya mempunyai mutu dan prilaku berbeda yang dikaitkan dengan jumlah ketukan yang ditimbulkannya dan dinyatakan dengan nilai oktan. Isooktana menghasilkan ketukan paling sedikit. karet sintesis. Semakin tinggi ketukan. Bensin tersedia atas tiga jenis yaitu premium. ditetapkan dua janis senyawa sebagai pembanding. Bensin Bensin adalah salah satu jenis bahan bakar minyak yang diamksudkan untuk kendaraan bermotor. V. Komponen yang titik didihnya lebih tinggi akan tetap berupa cairan dan turun ke bawah sednagkan yang titik didihnya labih rendah akan menguap dan naik ke bagian atas melalui sungkuo gelembung. Nafta n-heptana (nilai oktan = 0) Sebelum digunakan sebagai bahan bakar. yaitu isooktana dan n-heptana. semakin baik mutu bensin dan semakin tinggi nilai oktannya. Isooktana (nilai oktan = 100) reforming atau zat anti ketukan. 4. Sehingga komponen yang mencapai puncak menara adalah komponen yang suhu kamar berupa gas. Semakin ke atas. dan diberi nilai oktan 100. seperti plastik. Gas alam digunakan terutama sebagai bahan bakar dan sebagai sumber hidrogen dan sebagai bahan dasar untuk berbagai jenis industri. nilon. pestisida detergen. obat-obatan. sedangkan n-heptana menghasilkan ketukan paling banyak dan diberi nilai oktan nol. akan mengembun dan terpisah sedangkan komponen yang titik didihnya lebih rendah akan terus naik ka bagian yang lebih atas lagi. Gas alam Gas alam sebagian besar terdiri atas metana. nilai oktan bensin harus ditingkatkan melalui Nafta merupakan fraksi ringan dari minyak bumi yang mengandung C6 . dan pertamax plus. digunakan sebagai banhan baku berbagai industri. suhu semakin rendah sehingga setiap kali komponen dengan titik didih lebih tinggi naik. kosmetik dan sebagai pelarut. pertamax. Pendekatan dan Metode Metode : Diskusi dan Presentasi kelompok Pendekatan : Konsep KTSP Kimia Kelas X 101 . serat sintesis. Untuk menentukan nilai oktan. 6. 5.

c. Kegiatan Inti 1. 4. 2. LKS yang sesuai dengan tema yang dipresentasikan. Siswa dibagi ke dalam 8 kelompok dan diberi tema yang berbeda-beda tiap kelompok. Siswa diberi tugas di rumah untuk mengerjakan latihan pada buku Kimia SMA Kelas X dan membaca materi berikutnya. 5. 30 45 60 60 45 30 Kegiatan Alokasi Waktu (menit) KTSP Kimia Kelas X 102 . Siswa mendiskusikan tema masing – masing di dalam kelompok. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai tema dan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan. 2. Siswa menyimak penjelasan guru mengenai diskusi kelompok yang akan dilaksanakan. Siswa dalam kelompok lain menyimak dan mengerjakan 3.B. Siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan guru mengenai: Sifat-sifat fisis dan kimia hidrokarbon.langkah Pembelajaran No 1. b. 6. Pembukaan: • Apersepsi: a. Penutup • • Siswa membuat kesimpulan akhir mengenai minyak bumi dan gas alam dan dikuatkan kembali oleh guru. Siswa mengerjakan tugas materi sebelumnya dan diperiksa oleh guru. 3. Siswa mengerjakan LKS kelompok dengan cara berdiskusi. Langkah. Perwakilan siswa dalam masing – masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompok.

KTSP Kimia Kelas X 103 . Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. Carolus B. Y. Sunarya. Jakarta : Penerbit Erlangga. Mudah dan Aktif Belajar Kimia. Wisnu A.Pd.VI. Sumber:    . S.D. Mandiri Kimia untuk SMA/MA kelas X. (2009). Jakarta : Penerbit Erlangga. ___________ Mengetahui.Pd. Kepala SMA Santa Angela Bandung. Agus S. Florentia Mujiyati.. b. Alat   : Papan tulis LCD Chang. M. ___________ Disetujui oleh Wakasek Kurikulum Bandung. Bandung. (2004).. Alat dan Bahan (Sumber) a.. 23 Juli 2012 Dibuat oleh Guru Mata Pelajaran Kimia Sr. R. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. Boedisantoso. OSU P.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful