TENTANG

DISUSUN

 Anton Azwar  Anggoro Sancohyo  Desi Suryanti

SMK N 04 OKU
Alamat : Jln. Seed Farm, Batumarta II

Tahun Ajaran 2013/2014

karena tanpa sistem ini mobil tidak akan dapat bergerak.Hal ini terjadi karena bagian ini mudah untuk dilakukan inovasi.sehingga dalam mempelajarinya memerlukan riset terlebih dahulu.dan apabila kemampuan ini tidak dimliki maka kita akan tersingkirkan oleh lulusanlulusan perguruan tinggi yang lain.harus memilik kemampuan dibidang ini.BAB I.Latar Belakang Seiring berjalanya waktu. pembakaran terjadi karena ada suatu sistem yang membuat terjadinya proses pembakaran.dan hal yang paling menonjol perkembangannya adalah bagian sistem yang berkaitan dengan kelistrikan. di era saat ini Perkembangan dunia Otomotif mengalami perkembangan yang begitu cepat.1.2. dimana sistem ini merupakan sistem yang sangat penting .karena tidak semua mahasiswa kelas otomotif mengetahui mengenai dunia otomotif.Tujuan Tujuan dibuatnya makalah ini adalah: Memenuhi tugas mata kuliah motor bakar Awal pembelajaran mengenai dunia otomotif.dan sistem tersebut adalah sistem pengapian . 1. Pembelajaran bagi penulis dalam menuangkan gagasan atau ilmu yang dikuasi dalam bentuk tulisan. 1 . Seorang sarjana teknik mesin. Mobil bergerak karena ada proses pembakaran. Karena mereka kedepannya merupakan calon –calon pendidik dan bahkan tidak menutup kemungkinan akan bekerja di perusahaan –perusahaan otomotif. PENDAHULUAN 1.dan jika tidak melakukan riset setidaknya pernah melakukan uji coba sederhana.Namun kemudhan ini bukan berarti bahwa mempelajari sistem ini mudah . Dalam makalah ini akan dibahas mengenai sistem pengapian.Karena kelistrikan itu sesuatu yang tidak terlihat.tapi justru sebaliknya .

Sistem pengapian terdiri dari berbagai komponen. CARA KERJA SISTEM PENGAPIAN Agar sistem pengapian bisa berfungsi secara optimal. maka bunga api yang dihasilkan bisa semakin kuat. maka sistem pengapian harus memiliki kriteria seperti di bawah ini: 1. mendorong piston ke TMB menjadi langkah usaha . Permulaan pembakaran diperlukan karena. Pemakaian koil pengapian yang sesuai b.1.Sedangkan pada motor diesel udara dikompresikan dengan tekanan yang tinggi sehingga menjadi sangat panas. Jadi sistem pengapian adalah suatu sistem yang terdiri dari berbagai komponen yang memilki fungsi yang berbeda yang dirangkai sedemikian rupa sehinga menjadi memiliki satu fungsi yakni memercikan bunga api. pasti ada sebab kemunculannya. Pemakaian tingkat panas busi yang tepat f. Semakin tinggi tegangan yang dihasilkan. Penyetelan celah busi yang tepat e. maka diperlukan suatu sistem yang bekerja secara akurat. sehingga diperoleh tenaga akibat pemuaian gas (eksplosif) hasil pembakaran. Agar busi dapat memercikkan bunga api. hal ini disebabkan udara merupakan tahanan listrik dan tahanannya akan naik pada saat dikompresikan. dan bila bahan bakar disemprotkan ke dalam selinder akan terbakar. sehingga dapat membangkitkan bunga api yang kuat di antara celah elektroda busi Terjadinya percikan bunga api yang kuat antara lain dipengaruhi oleh pembentukan tegangan induksi yang dihasilkan oleh sistem pengapian.BAB II. maka kesulitan utama yang terjadi adalah bunga api meloncat di antara celah elektroda busi sangat sulit. Untuk memunculkan api ini maka perlu dibuat suatu sistem yang disebut sistem pengapian. Pemakaian kondensor yang tepat c. Tegangan listrik yang diperlukan harus cukup tinggi. PEMBAHASAN 2.2. Percikan Bunga Api Harus Kuat Pada saat campuran bensin-udara dikompresi di dalam silinder.3. 2.Fungsi Sistem Pengapian Sistem pengapian pada motor bensin berfungsi mengatur proses pembakaran campuran bensin dan udara di dalam silinder sesuai waktu yang sudah ditentukan yaitu pada akhir langkah kompresi. pada motor bensin pembakaran tidak bisa terjadi dengan sendirinya. Api dalam pembakaran tidak mungkin muncul dengan begitu saja. Namun secara garis besar agar diperoleh tegangan induksi yang baik dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut ini: a. Penyetelan saat pengapian yang sesuai d.Pengertian Ada tiga sarat suatu pembakaran dapat terjadi yakni ada bahan bakar. Pemakaian kabel tegangan yang tepat 2 . Pembakaran campuran bensin-udara yang dikompresikan terjadi di dalam silinder setelah busi memercikkan bunga api. yang bekerja bersama-sama dalam waktu yang sangat cepat dan singkat 2. udara dan ada api.

Pada sepeda motor dengan sistem pengapian konvensional (menggunakan platina) ATU diatur secara mekanik sedangkan pada sistem pengapian elektronik ATU diatur secara Elektronik. Dalam sepeda motor biasanya disebut dengan unit pengatur saat pengapian otomatis atau ATU (Automatic Timing Unit). saat pengapian harus dapat berubah mengikuti berbagai perubahan kondisi operasional mesin. Komponen-komponen sistem pengapian seperti koil pengapian. agar diperoleh output maksimum pada engine dengan tekanan pembakaran mencapai titik tertinggi (sekitar 100 setelah TMA). Agar saat pengapian dapat disesuaikan dengan kecepatan. atau tahan terhadap tegangan tinggi yang dibangkitkan oleh sistem pengapian itu sendiri. maka campuran bensin-udara yang paling tepat. Sistem Pengapian Harus Kuat dan Tahan Sisem pengapian harus kuat dan tahan terhadap perubahan yang terjadi setiap saat pada ruang mesin atau perubahan kondisi operasional kendaraan. Saat Pengapian Harus Tepat Untuk memperoleh pembakaran.2. kabel busi (kabel tegangan tinggi) dan busi harus dibuat sedemikan rupa sehingga tahan pada 3 . Salah satu diantaranya adalah dengan menggunakan vacuum advancer dan governor advancer untuk pengapian konvensional. periode perambatan api harus diperhitungkan pada saat menentukan saat pengapian (ignition timing). maka saat pengapian harus sesuai dan tidak statis pada titik tertentu. maka diperlukan waktu tertentu bagi api untuk merambat di dalam ruangan bakar. ATU akan mengatur pemajuan saat pengapian. Dengan demikian. Gambar Batas TMA dan TMB piston Setelah campuran bahan bakar dibakar oleh bunga api. beban mesin dan lainnya diperlukan peralatan untuk merubah (memajukan atau memundurkan) saat pengapian. Saat terjadinya percikan waktunya harus ditentukan dengan tepat supaya dapat membakar dengan sempurna campuran bensin dan udara agar dicapai energi maksimum . Saat mulai terjadinya pembakaran campuran bahan bakar dan udara tersebut disebut dengan saat pengapian (ignition timing). kondensor. 3. Oleh sebab itu akan terjadi sedikit keterlambatan antara awal pembakaran dengan pencapaian tekanan pembakaran maksimum. Karena diperlukannya waktu untuk perambatan api. maka campuran bahan bakar – udara harus sudah dibakar sebelum TMA. harus tahan terhadap getaran. Saat Pengapian (Ignition Timing) Saat pengapian dari campuran bensin dan udara adalah saat terjadinya percikan bunga api busi beberapa derajat sebelum Titik Mati Atas (TMA) pada akhir langkah kompresi. panas.

maka tegangan primer sistem pengapian siap untuk bekerja. Gambar 1 Baterai (www. Kunci Kontak Pada sistem pengapian. busi harus tetap tahan (tidak meleleh) agar bisa terus memberikan loncatan bunga api yang baik. maka arus dari baterai akan mengalir ke terminal positif (+/15) koil pengapian. walaupun terjadi perubahan suhu yang cukup tinggi (misalnya karena mesin bekerja pada putaran tinggi yang cukup lama). Begitu pula dengan koil pengapian maupun kabel busi. komponen tersebut harus mampu menghasilkan dan menyalurkan tegangan tinggi (induksi) yang cukup. pemilihan tipe busi harus benar-benar tepat. Gambar Kunci kontak Bila kunci kontak posisi (On/IG/15).4.Nama Komponen Dan Fungsinya 1. 4 . Misalnya dengan naiknya suhu di sekitar mesin.technomar. kunci kontak diperlukan untuk memutushubungkan rangkaian tegangan baterai ke koil pengapian terminal (15/IG/+) saat menghidupkan atau mematikan mesin.net) 2. Baterai (Accumulator) Berfungsi untuk menyediakan arus listrik tegangan rendah (biasanya 12 volt) untuk ignition coil. 2.berbagai kondisi. Pemilihan tipe koil hendaknya tepat sesuai kondisi operasional sepeda motor yang digunakan. Oleh karena itu.

Pada koil pengapian. Untuk mencegah terjadinya hubungan singkat (short circuit) maka antara lapisan kumparan disekat dengan kertas khusus yang mempunyai tahanan sekat yang tinggi. Kumparankumparan ini akan menaikkan tegangan yang diterima dari baterai menjadi tegangan yang sangat tinggi melalui induksi elektromagnetik. b. Tipe Canister Tipe ini mempunyai inti besi di bagian tengahnya dan kumparan sekunder mengelilingi inti besi tersebut. Tipe Moulded Tipe moulded coil merupakan tipe yang sekarang umum digunakan. tegangan yang sangat tinggi dibutuhkan untuk mengatasi tahanan dari celah udara tersebut. Gambar Ignition Coil Tipe Koil Pengapian Terdapat tiga tipe utama koil pengapian yang umum digunakan pada sepeda motor. Kumparan sekunder dihubungkan dengan cara serupa di mana salah satunya dihubungkan dengan kumparan primer lewat (pada) terminal positif primer yang lainnya dihubungkan dengan tegangan tinggi malalui suatu pagas dan keduanya digulung. yaitu: a. kumparan primer dan sekunder digulung pada inti besi. Terdapat dua kumparan yaitu sekunder dan primer di mana lilitan primer digulung oleh lilitan sekunder.3. sedangkan ujung yang lainnya dihubungkan dengan terminal positif primer. Ujung kumparan primer dihubungkan dengan terminal negatif primer. Keseluruhan komponen dirakit dalam satu rumah di logam canister. Inti besi (core) dikelilingi kumparan yang terbuat dari baja silicon tipis. Ignition Coil Untuk menghasilkan percikan. Kontsruksi tipe canister seperti terlihat pada gambar di bawah ini. listrik harus melompat melewati celah udara yang terdapat di antara dua elektroda pada busi. 5 . juga untuk mengatasi sistem itu sendiri dan seluruh komponen sistem pengapian lainnya. Koil pengapian mengubah sumber tegangan rendah dari baterai atau koil sumber (12 V) menjadi sumber tegangan tinggi (10 KV atau lebih) yang diperlukan untuk menghasilkan loncatan bunga api yang kuat pada celah busi dalam sistem pengapian. Karena udara merupakan isolator (penghantar listrik yang jelek). Keseluruhan komponen dirakit kemudian dibungkus dalam resin (damar) supaya tahan terhadap getaran yang biasanya ditemukan dalam sepeda motor. Pada tipe ini inti besi di bagian tengahnya dikelilingi oleh kumparan primer. Kumparan primernya berada di sisi luar kumparan sekunder. sedangkan kumparan sekunder berada di sisi luarnya. Kadang-kadang canister diisi dengan oli (pelumas) untuk membantu meredam panas yang dihasilkan koil.

Pada mesin multicylinder (silinder banyak) biasanya satu coil melayani dua busi karena mempunyai dua kabel tegangan tinggi dari kumparan sekunder. maka kontak akan bertambah hangus oleh loncatan bunga api. Tipe Koil gabungan (menyatu) dengan tutup busi (spark plug) Tipe koil ini merupakan tipe paling baru dan sering disebut sebagai koil batang (stick coil). Kehilangan kemagnetan pada inti besi tersebut akan dapat membangkitkan tegangan tinggi (induksi) pada kumparan sekunder. Permukaan kontak platina dapat terbakar oleh percikan bunga api tegangan tinggi yang dihasilkan oleh induksi diri pada kumparan primer. sehingga menambah tahanan kontak. pada saat mengganti kontak platina harus diperhatikan agar oli atau gemuk tidak menempel pada celah kotak. sehingga aliran arus pada rangkaian primer koil menjadi berkurang. c. maka arus mengalir ke rangkaian primer sehingga inti besi pada koil pengapian akan jadi magnet. Karena platina sangat penting untuk menentukan performa sistem pengapian (konvensional). maka dalam pemeriksaannya perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut. Pada waktu platina menutup. maka kemagnetan inti besi akan hilang dengan tibatiba. 6 . sebaiknya beri gemuk pada tumit ebonit tersebut. oleh karena itu platina harus diperiksa dan diganti secara periodis. Ukuran besar dan beratnya lebih kecil dibanding tipe moulded coil dan keuntungan palng besar adalah koil ini tidak memerlukan kabel tegangan tinggi. Tahanan kontak platina Oksidasi/kerak kotoran yang terjadi pada permukaan permukaan platina akan semakin bertambah dan semakin buruk sebanding umur pemakaiannya. Platina bekerja seperti switch (saklar) yang menyalurkan supply listrik ke kumparan primer koil dan memutuskan aliran listrik untuk menghasilkan induksi. Gemuk Menempel pada Permukaan Celah Kontak Jika bahan ini melekat pada kontak platina. 2. Pembukaan dan penutupan platina digerakkan secara mekanis oleh cam/nok yang menekan bagian tumit dari platina pada interval waktu yang ditentukan. Saat platina membuka. Celah Tumit Ebonit Untuk menghindari aus yang terlalu cepat. Pada saat poros berputar maka nok akan mendorong lengan platina kearah kontak membuka dan selanjutnya apabila nok terus berputar lebih jauh maka platina akan kembali pada posisi menutup demikian seterusnya. Oleh karena itu. sehingga timbul loncatan bunga api pada celah elektroda busi untuk membakar campuran bensin dan udara pada akhir langkah kompresi. Tegangan tinggi akan disalurkan ke busi. Jika tumit ebonit aus dapat menyebabkan platina tidak bisa terbuka saat cam berputar sehingga sehingga tidak akan terjadi loncatan bunga api dan mesin bisa mati.Bertambahnya lapisan oksidasi membuat permukaanplatina semakin kasar/kotor dan memperbesar tahanannya. CONTACT BREAKER (PLATINA) Platina pada sistem pengapian berfungsi untuk memutushubungkan tegangan baterai ke kumparan primer.Tipe moulded coil menjadi pilihan yang populer sebab konstruksinya yang tahan dan kuat. 4. yaitu: a. Faktor-faktor di bawah ini menyebabkan tahanan kontak platina semakin bertambah. 1. Usahakan selalu membersih-kan celah kontak (air gap) saat akan melakukan pemasangan.

Sedangkan sudut dwell yang terlalu kecil. tidak optimalnya fungsi kondenser. • Capasitor/kondensor berfungsi untuk menyerap bunga api yang terjadi antara breaker point (pada platina) pada saat membuka dengan tujuan untuk menaikan tegangan coil sekunder. • Breaker point (platina) berfungsi untuk memutuskan arus listrik yang mengalir melalui kumparan primer dari ignition coil untuk menghasilkan arus tegangan tinggi pada kumparan sekunder dengan cara induksi magnet listrik (eletromagnetic induction). Oleh karena Dengan memperbesar celah platina sudut dwell menjadi kecil. Di mana secara detail dapat diterangkan sebagai sudut putar nok/cam saat platina mulai membuka sampai platina mulai membuka pada tonjolan nok/kam berikutnya sudut dwell adalah lamanya posisi platina dalam keadaan menutup. • Distributor Cap berfungsi untuk membagi-bagikan arus listrik tegangan tinggi dari rotor ke kabel tegangan tinggi untuk masing-masing selinder. 7 .hot-spark. • Rotor berfungsi untuk membagikan arus listrik tegangan tinggi yang di hasilkan oleh ignition coil ke tiap-tiap busi. • Centrifugal Gavernor Advancer berfungsi untuk memajukan saat pengapian sesuai putaran mesin.com) Bagian-bagian distributor • Cam (nok) berfungsi untuk membuka breaker point (platina) pada sudut crankshaft (poros engkol) yang tepat pada masing-masing selinder. 5. dan sebagainya. Distributor Fungsi distributor membagi dan menyalurkan arus tegangan tinggi ke setiap busi sesuai dengan urutan pengapian (FO) Gambar 4 Distributor (www. putaran mesin kasar. Sudut Dwell Sudut pengapian merupakan sudut yang diperlukan untuk satu kali pengapian pada satu silinder motor. • Vacum Advancer berfungsi untuk memajukan saat pengapian sesuai dengan beban mesin (vacun intake manifold). mesin overheating (mesin teralu panas). dan sebaliknya bila celah platina diperkecil maka sudut dwell akan menjadi besar. performa mesin jelek dan sebagainya. Sudut dwell yang terlalu besar dapat menyebabkan kemungkinan percikan busi pada sistem pengapian terlambat. dapat menyebabkan kemungkinan percikan bunga api yang lemah/kecil.3.

sehingga bisa mengurangi gangguan (interferensi) radio dan peralatan telekomunikasi yang dipasang disekitarnya maupun yang dipasang pada mobil lain. 7. Gambar busi (vespamaker. dirancang untuk melakukan tugas dalam waktu tertentu dan harus diganti dengan yang baru jika busi sudah aus atau terkikis.blogspot. Tujuan adanya busi dalam hal ini adalah untuk mengalirkan pulsa atau arus tegangan tinggi dari tutup (terminal) busi ke bagian elektroda tengah ke elektroda sisi melewati celah udara dan kemudian berakhir ke masa (ground). Tipe busi ini biasa-nya cocok untuk mesin-mesin dengan tahun pem-buatan lebih tua b. Busi Tegangan tinggi yang dihasilkan oleh kumparan sekunder koil pengapian. Kabel Tegangan Tinggi (High Tension Core) Berfungsi untuk mengalirkan arus tegangan tinggi dari ignition coil ke busi. Busi Tipe Resistor (Resistor Type) Busi dengan tipe resistor merupakan busi yang dibagian dalam elektroda tengah dekat daerah loncatan api dipasangkan (disisipkan) sebuah resistor (sekitar 5 kilo ohm). Tujuan pemasangan resistor tersebut adalah untuk memperlemah gelombang-gelombang elektromagnet yang ditimbulkan oleh loncatan pengapian. 8 .com) Busi merupakan bagian (komponen) sistem pengapian yang bisa habis. diantaranya: a.6. Busi Tipe Standar (Standard Type) Busi dengan ujung elektroda tengah saja yang menonjol keluar dari diameter rumah yang berulir (threaded section) disebut busi standar. setelah melalui rangkaian tegangan tinggi akan dikeluarkan diantara elektroda tengah (elektroda positif) dan elektroda sisi (elektroda negatif) busi berupa percikan bunga api. Ujung insulator (nose insulator) tetap berada di dalamnya (tidak menonjol). Tipe-Tipe Busi Terdapat beberapa macam tipe busi.

25 μf. Kapasitas kondensor diukur am satuan mikro farad (μf). menyebabkan sehingga arus prima tetap mengalir dalam bentuk bunga api pada celah kontak. Busi dengan Elektroda yang Menonjol (Projected Nose Type) Busi dengan elektroda yang menonjol maksudnya adalah busi dengan ujung elektroda tengah dan ujung insulator sama-sama menonjol keluar.Selain itu. maka kapasitas kondensor harus sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Gagal dalam menjalankan pedoman servis dapat mengakibatkan kerusakan system yang sangat merugikan. Pada umumnya kondensor dipasang (dirangkai) secara paralel dengan platina. hal ini disebabkan oleh induksi diri yang terjadi pada waktu arus mengalir pada kumparan primer. hindari penggunaan busi tipe ini pada mesin yang tidak direkomendasikan karena dapat menyebabkan gangguan pada katup maupun piston serta kerusakan mesin. maka dipasang kondensor pada rangkaian pengapian. maka pemutusan arus primer tidak terjadi dengan cepat. maka induksi diri pada kumparan primer yang terjadi waktu platina membuka. karenanya selalu berhati-hati pada waktu melakukan prosedur servis. Suhu elektroda akan lebih cepat naik dibanding tipe busi standar karena busi tipe ini menonjol ke ruang bakar. Jika terjadi loncatan bungai api pada platina tersebut saat platina mulai membuka. padahal tegangan yang dibangkitkan pada kumparan sekunder naik bila pemutusan arus primer lebih cepat. Dengan adanya kondensor.5. Prosedur Pemeliharaan dan Perbaikan Sistem Pengapian Komponen-komponen pengapian otomotif itu komplek dan seringkali rapuh. 8. sehingga dapat juga membantu menjaga busi beroperasi dalam suhu kerjanya. Hal ini terjadi karena gerakan pemutusan platina cenderung lebih lambat dibanding gerakan aliran listrik yang ingin terus melanjutkan alirannya ke masa/ground. Induksi diri tersebut. Pemutusan arus primer yang tibatiba pada waktu platina membuka. menyebabkan bangkitnya tegangan tinggi sekitar 500 V pada kumparan primer. Agar fungsi kondensor bisa benar-benar mencegah terbakarnya platina karena adanya loncatan bunga api pada paltina tersebut.22 μf atau 0. disimpan sementara pada kondensor. 9 . Untuk mencegah terjadinya loncatan bunga api pada platina seperti percikan api pada busi. Hal ini akan mempunyai kecenderungan mengurangi pre-ignition. Busi tipe ini cocok untuk mesin-mesin modern namun tertentu saja.c. Beberapa macam servis mengharuskan system pengapian energi tinggi dan system pengisian bahan bakar tidak diaktifkan.Pemeliharaan A. 2. sekaligus akan mempercepat pemutusan arus primer Kemampuan dari suatu kondensor ditunjukkan oleh seberapa sebesar kapasitasnya. KONDENSOR Saat arus primer mengalir akan terjadi hambatan pada arus tersebut. Oleh karena itu. akan tetapi juga pada waktu arus primer diputuskan oleh platina saat mulai membuka. misalnya kapasitor dengan kapasitas 0. pada putaran mesin yang tinggi. efek pendinginan yangdatang dari campuran bahan bakar (bensin) dan udara akan meningkat. Induksi diri tidak hanya terjadi pada waktu arus primer mengalir. sehingga dapat membantu menjaga busi tetap bersih.

• Periksalah busi bila isolasinya rusak atau ada tanda-tanda korslet. Fungsi multimeter digital lainnya seperti pemeriksa dioda dan frekuensi meter dapat digunakan untuk mendiagnosa system pengapian dan keterpakaian komponen. Melepaskan hubungan terminal baterai dapat menghapus kode tsb. isolasinya rusak atau terminalterminalnya longgar. • Input dan output dari unit pengendali system pengapian elektronik. Penanganan yang tidak tepat dapat mengakibatkan: • Kecelakaan atau kematian • Kebakaran kendaraan • Kerusakan engine • Kerusakan komponen elektronik. • Memori dapat disusun kembali setelah beberapa urutan menghidupkan mobill. • Periksalah koil pengapian bila rusak atau olinya bocor. • Dioda operasi system. Dwell Meter Pengertian sudut dwell mengacu pada sudut permutaran distributor selama kontak point 10 . nilai dan keterpakaian komponen. • Periksalah tutup distributor dan rotor bila retak. amper dan ohmmeter digunakan untuk menguji kondisi rangkaian. • Periksalah semua pemasangan kawat listrik bila terbakar. • Frekuensi output generator sinyal dibandingkan dengan variable lain yang sudah diketahui seperti putaran mesin. • Periksalah distributornya bila sekrup-sekrupnya. pastikan kerusakannya dengan menggunakan kode sebelum melepaskan baterai mobil.Amati prosedur yang dianjurkan berikut. Bila system bahan bakar rusak. Fungsi frekuensi mampu mengukur: • Ketersediaan output generator sinyal. D. B. kontak-kontaknya longgar. • Pelepasan baterai dapat mempengaruhi jam. Pemeriksaan Pendahuluan Sistem Pengapian Untuk setiap kesalahan pengapian pemeriksaan visual pendahuluan harus dilakukan dahulu sebelum melakukan prosedur diagnosa kerusakan yang lebih luas. Fungsi penguji dioda dapat digunakan untuk memeriksa keterpakaian: • Dioda pelindung Kejutan Listrik pada system. 2. Pencegahan Bila kendaraan mempunyai sistem bahan bakar elektronik komputernya mempunyai memori yang memuat informasi diagnosa dalam bentuk kode. Volt. Alat ukur sistem pengapian 1 . • Keterpakaian transistor daya. korosi atau elektroda-elektrodanya terbakar. radio dan memori. generator sinyal rusak atau porosnya aus. • Kontinuitas rangkaian. C.Multimeter Digital Multimeter digital disarankan oleh pabrik pembuat komponen dan kendaraan untuk digunakan pada rangkaian dan peralatan elektronik. • Periksalah kabel bertegangan tinggi bila terbakar atau isolasinya rusak dan terminalterminalnya berkarat.

E. Pengoperasian Dwell Meter Sambungan meter listrik biasanya ke terminal negatif coil pengapian dan massa. Jika sudut dwell terlalu kecil (celah kontak point terlalu besar) koil pengapian mungkin tidak mendapat cukup waktu untuk membangkitkan medan magnit. bukannya mengisi kapasitor. Bacaan yang benar pada rentang yang telah ditetapkan akan menunjukkan baik rangkaian yang lengkap dengan hubungan yang baik pada lilitan primer. Contoh: Koil 12V – 2. yang akan menghasilkan tegangan sekunder yang lemah. Pabrik menentukan rentang resistansi dimana nilai sekundernya berada pengaturan umum dari nilai-nilai tersebut berada diantara 9. 3. Jika sudut dwell terlalu besar ( celah kontak point terlalu kecil ) tegangan induksi primeir akan melompat diantara celah kontak point. Keausan poros distributor atau mekanisme advancer dapat diidentifikasi dengan cara menaikkan putaran mesin atau memberikan kevacuuman yang berbeda pada unit vacuum dan mencatat variasi sudut dwell yang terbaca. Bila diperlukan stel celah kontak point. Ohmmeter (Diatur pada salah satu rentang yang tinggi) dihubungkan diantara outlet tegangan tinggi dan salah satu dari terminal primer. collapsenya medan magnet pada coil menjadi lambat yang akan mengakibatkan tegangan scunder menjadi rendah. • Sudut dwell pada system pengapian elektronik sudah tertentu dan tidak dapat distel. vacuum atau elektronik. • Coil Lilitan Sekunder Untuk mengetes lilitan sekunder maka test resistansi harus dilakukan pada lilitan sekunder. Timing light yang digunakan bersamaan dengan meter pengatur pengapian memastikan system pemajuan pengapian bekerja sesuai dengan spesifikasi pabrik. Untuk mengetes lilitan primeir.Pengetesan Komponen Sistem Pengapian Pengetesan Coil Pengapian • Pengecekan Lilitan Primer Pemeriksaan resistensi harus dilakukan utnuk mengetes lilitan primeir.000 dan 12. hubungkan pada kedua terminal primeir. dan bacaannya secara akurat dicatat Bacaan tersebut harus cocok dengan spesifikasi pabrik. baca ohm meter dengan menggunakan AVO METER. Hidupkan engine dan perhatikan pembacaan meter.5 sampai 2 Ohm Koil Hei – 0. Periksa kembali pembacaan dwell meter.5 sampai 3 Ohm Koil Ballast – 1.tertutup. Sudut dwell harus diatur dengan benar sesuai spesifikasi pabrik. maupun lilitan-lilitan tidak korslet bersamaan.Timing Light Timing light digunakan untuk memeriksa dan menyetel saat pengapian sesuai dengan sudut putar poros engkol dimana secara langsung berhubungan dengan posisi piston Begitu saat pengapian disetel. Bacaan yang benar akan menunjukkan bahwa baik rangkaian dan faktanya tidak ada yang korslet.8 sampai 1 Ohm.000 ohm. kalau tidak kerja system akan terganggu. Catatan: • Selalu ikuti petunjuk penggunaan bila menggunakan dwell meter dimana sambungan setiap meter dapat berbeda pada berbagai engine. Distributor yang memiliki perbedaan lebih dari 20 perlu diperbaiki. 11 . selanjutnya akan dikendalikan oleh system pengatur pegapian mekanik. Skala arus harus dipilih sesuai jenis dan jumlah silinder.

b. periksa dan uji kembali jika terdapat 12 . untuk memastikan arus tidak bocor melalui bahan penyekat dielektrik. lebih kurang 13 mm. Kabel yang diidentifikasi mempunyai resitansi tinggi harus dilepas dari distributor. Terminalnya harus dilepas. • Kebocoran. Catatan penting: Alat uji coil pengapian berdaya tinggi. untuk memeriksa sambungan kabel kondensor ke plat. • Keausan poros cam distriburtor. Alat uji output coil pengapian tidak boleh digunakan untuk menguji coil pengapian yang berenerji tinggi yang dirancang untuk system pengapian elektronik Pengetesan Kondensor Pengapian Ada tiga pengetesan yang harus dilakukan terhadap kondensor. Gunakan spesifikasi pabrik saat menguji keterpakaian ballast resistor. tergantung panjangnya. permukaan yang berwarna biru tua terbakar menunjukka salah satu dari: • celah terlalu kecil. untuk memeriksa keadaan plat untuk memastikan kondensor mempunyai kapasitas untuk menyimpan semua enerji listrik.Pengetesan Ballast Resistor Ballast resistor diperiksa dengan menggunakan ohmmeter. • Resistansi seri. Bila menyala. • Kabel listrik dan sambungan.Pengetesan Kabel Tegangan Tinggi dan Tutup Distributor Resistansi kabel tegangan tinggi dan tutup distributor diperiksa dengan menggunakan ohmmeter. H. Dengan menghubungkan outlet tegangan tinggi koil ke celah percikan bunga api yang berubah-ubah. G. Catatan: Pengujian ini harus dilakukan pada temperatur kerja koil. Lampunya tidak boleh menyala.• Pengecekan Massa Isolasi Untuk mengecek kesalahan pemassaan satu seri test lamp (lampu pengetes) dihubungkan diantara satu dari terminal primer dan wadah logam coil. • Pengujian Output Test out put scunder harus juga diterapkan pada coil menghubungkannya pada mesin pengetes yang dapat menghasilkan arus yang terganggu. warna abu-abu menujukkan pemakaian normal. ‘ukuran’ maksimum percikan bunga api (atau enerji yang tersedia) yang dapat diproduksi. dapat diukur. Pemeriksaan lainnya • Kekuatan pegas. • Celah kontak point. coilnya rusak dan harus diganti. dua kali yaitu saat engine masih dingin dan pada temperatur kerja. menyediakan tegangan dan siklus pengisian yang mensimulasikan kerjanya pada engine F. Pengetesan Kontak Point Kontak point pengapian memerlukan perawatan yang tinggi dan penting dalam system pengapian. jika ada keragu-raguan pada kontak point segeralah ganti a. Hal tersebut harus dibandingkan dengan coil yang baru. Alat ukur condensor otomotif harus digunakan sesuai dengan kondisi aslinya. • Kapasitas. Rentang nilai resistansi kabel tegangan tinggi biasanya berkisar antara 10 – 25 K ohm. Periksa permukaan kontak point. • Kondensor rusak • Lilitan koil rusak.

Untuk mengecek kapasitor dengan pengujian: • Hubungkan salah satu kabel alat uji ke kabel kapasitor • Hubungkan ujung lainnya ke badan kapasitor. Penunjukan jarum harus di luar garis merah. 13 . Penunjukan jarum harus di dalam garis merah. • Pada beberapa kasus.Pengetesan Kapasitor Penguji kapasitor harus digunakan untuk menentukan: • Kapasitas kapasitor • Resistansi atau kebocoran insulator • Resistansi seri • Hubungan singkat atau ke massa • Hubungan singkat internal rangkaian. • Masukkan setiap kabel ke kabel tegangan tinggi dari pembangkit pulsa. Catatan: Hubungan singkat ke massa atau hubungan singkat di dalam rangkaian akan terdeteksi dengan salah satu pengujian ini. • Hidupkan alat uji. disarankan mengikuti petunjuk yang dijelaskan oleh pabrik. I. J.permasalahan karat. • Periksa pembacaan meter dan bandingkan dengan spesifikasi pabrik GambarModul Pengendali Pengapian Elektronik Karena tidak ada cara yang umum dalam pemeriksaan kotak pemicu.5 V. • Putar tombol penguji ke arah ‘leakage’. Tutup distributor harus diperiksa secara visual untuk mengetahui keretakan. Kapasitor dapat diuji dengan menggunakan alat uji osiloskop. • Perhatikan pembacaan alat ukur. • Putar tombol penguji ke arah ‘ capacity’ • Perhatikan pembacaan alat ukur dan bandingkan dengan spesififkasi pabrik. • Perhatikan pembacaan alat ukur. baterai kering 1. Instrumen pengujian yang digunakan adalah: • Ohmmeter. • Putar tombol penguji ke arah ‘series resistance’. • Voltmeter.Pengetesan Pembangkit PulsaUntuk mengetest pembangkit pulsa pada distributor pengapian elektronik • Gunakan ohmmeter dan aturlah pada rentang terrendah. terminal yang berkarat atau rusak.

BAB III PENUTUP 3.2.Saran Pelajarilah sistem pengapian lebih dalam karena sistem ini perkembangannya sangat pesat di bandingkan dengan sistem yang lain pada kendaraan.1. 14 . penyebab serta perbaikannya 3.Kesimpulan Sistem pengapian merupakan sistem yang sangat penting dalam dunia otomotif sehingga mempelajarinya merupakan keharusan. Beberpa hal yang harus diketahui dari sistem pengapian diantaranya: • Cara kerja sistem pengapian • Nama komponen sistem pengapian • Fungsi komponen sistem pengapian • Pemeliharaan sistem pengapian • Gangguan-gangguan yang terjadi dalam sistem pengapian.

dengan judul “SUMBER TEGANGAN TINGGI PADA SEPEDA MOTOR “ yang merupakan salah satu syarat untuk mendapatkan nilai US (Ujian Semester).W. Wassalamualaikum Wr. Sholawat beserta salamnya mari kita curah limpahkan kepada Nabi Muhammad S. Dalam pengerjaan makalah ini tim Penyusun menyadari bahwa masih jauh dari kesempurnaan.A.KATA PENGANTAR Puji syukur kita panjatkan kepada allah SWT atas limpahan rahmat dan karunianya. Penyusun mengharapkan kritik serta saran yang membangun guna kesempurnaan makalah ini. April 2013 Penyusun ii 15 . Di dalam makalah ini tersusun beberapa informasi-informasi mengenai pengertian sistem pengapian . Batumarta.Wb. Sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah hasil pembelajaran kuliah motor bakar. menfaat sistem pengapian dan tentang permasalahan-permasalahan sistem pengapian serta cara-cara mengatasi permasalahan-permasalahan sistem pengapian. oleh sebab itu dengan hati yang terbuka.

........................................................................................7 Pemeliharaan ............................................................................................................................................................................................................................................DAFTAR ISI Kata Pengantar ............................................ 26 Daftar pustaka ............................................... 26 Saran ......... 3 BAB II ........................................................................................................................................................................Pendahuluan.......................................................................................................................................................................................... 24 BAB III ...............................3 Tujuan ...................................................................................................27 16 ...............4 Fungsi sistem pengapian.........................................26 Kesimpulan ..........................................1 Daftar isi ............................4 Pengertian ..................................................................................................................26 Penutup ...............................................................................4 Pembahasan ...................................................................................................................................................................2 BAB I ........................................................................................................................3 Latar belakang...........4 Nama komponen sistem pengapian ..............................................18 Gangguan sistem pengapian.......................................................................................................................... 4 Cara kerja sistem pengapian ............................................................................................................................................................................................

17 .