Laporan Tugas Akhir Jurusan Teknik Material dan Metalurgi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1

Tanaman Kluwak (Pangium Edule) Kluwak merupakan produk yang terbuat dari biji picung (Pangium edule Reinw) yang telah mengalami perebusan dan pemeraman dalam tanah selama kurang lebih 40 hari. Kluwak dikenal sebagai rempah-rempah yang digunakan untuk bumbu masakan khas Jawa Timur yaitu "rawon" atau "bronkos" (Karmila, 1998). Tanaman Pangium Edule memiliki sebutan yang berbeda-beda di setiap daerah, misalnya di Sumatra Utara (Toba) tanaman ini memiliki sebutan biji Hapesong, Kepayang dalam bahasa Indonesia, Pangi dalam bahasa Melayu, Pucung untuk daerah Jakarta, Kepayang atau Kapecong di Minangkabau, Kalowa untuk daerah Sumbawa dll. Sedangkan klasifikasi yang dimiliki oleh Tanaman Pangium Edule adalah sebagai berikut :         Kingdom : Plantae Divisio : Spermatophyta Sub Divisio : Angiospermae Kelas : Dikotiledoneae Bangsa : Cistale Suku : Flacourtiaceae Genus : Pangium Spesies : Pangium Edule

Tanaman berupa pohon dengan tinggi sampai 40 m dengan diameter batang 2,5 m. Daerah penyebaran hampir mencakup seluruh nusantara. Terdapat liar di Pulau Jawa pada ketinggian 1000 m diatas permukaan laut. Pohon ini berbuah diawal musim hujan pada umur 15 tahun dan dengan jumlah 300 biji setiap pohon (Badan POM, 2004). Gambar buahnya seperti ditunjukkan oleh gambar 2.1.

7

8

Gambar 2.1 Buah Kluwak Kegunaan Pohon Kluwak adalah kayunya yang bisa digunakan untuk membuat batang korek api, daunnya sebagai obat cacing, bijinya sebagai antiseptic, bijinya yang dihaluskan dapat menghilangkan kutu pada kerbau, biji kluwak dapat dibuat minyak sebagai pengganti minyak kelapa serta Kluwak bisa digunakan sebagai pengawet ikan. Sedangkan kandungan kimia Biji Kluwak adalah sebagai berikut:     Vitamin C Ion besi Betakaroten Asam sianida (sifatnya beracun, mudah menguap pada suhu 26 derajat Celcius, bila terhirup binatang ternak dapat mengakibatkan kematian, aman untuk pengawetan ikan).  Asam asam hidnokarpat.  Asam khaulmograt. Asam glorat.  Tanin (sebagai pengawet ikan). (Anonymous, 2012) Tempurung Kelapa dan Tempurung Kluwak merupakan bahan organik yang selalu terdiri dari beberapa komponen berupa selulosa, hemiselulosa dan lignin. Selulosa merupakan senyawa

Laporan Tugas Akhir Jurusan Teknik Material dan Metalurgi

Gambar 2. Lignin juga merupakan polimer Laporan Tugas Akhir Jurusan Teknik Material dan Metalurgi .3. 2002) Selain selulosa dan hemiselulosa pada tumbuhan juga terdapat lignin yang merupakan senyawa kimia yang sangat kompleks dan berstruktur amorf. Dengan begitu hemiselulosa adalah matrix pengisi serat selulosa.2002) Sedangkan hemiselulosa adalah polimer polisakarida heterogen yang tersusun dari unit D-Glukosa.2 Struktur Kimia Selulosa (Wikipedia.9 organik dengan formula (C6H10O5)n yang terdapat pada dinding sel dan berfungsi untuk mengokohkan struktur. Struktur dari hemiselulosa dapat dilihat pada gambar 2.3 Struktur Kimia Hemiselulosa (Wikipedia. L-Arabiosa dan DXilosa yang mengisi ruang antara serat selulosa didalam dinding sel tumbuhan.2 Gambar 2.Struktur kimia selulosa dapat dilihat pada gambar 2.

Struktur kimia lignin dapat dilihat pada gambar 2.4. 2002) Pada dasarnya kandungan Selulosa. Hemiselulosa dan Lignin berpengaruh terhadap kandungan Karbon yang digunakan sebagai karbon aktif.10 dengan berat molekular yang tinggi dengan struktur yang bervariasi. Laporan Tugas Akhir Jurusan Teknik Material dan Metalurgi .5 yaitu pengujian XRD yang dilakukan oleh Rosa (2010). Lignin berfungsi sebagai pengikat untuk sel-sel yang lain dan juga memberikan kekuatan. Gambar 2.4 Struktur Kimia Lignin (Wikipedia. Dan untuk pola difraksi selulosa. hemiselulosa dan lignin pada pengujian XRD dapat dilihat pada gambar 2.

11 Selulosa Lignin Hemiselulosa Gambar 2.5 Pola difraksi XRD Selulosa Hemiselulosa dan Lignin pada kondisi untreated Laporan Tugas Akhir Jurusan Teknik Material dan Metalurgi .

Kelapa Kelapa adalah satu komoditi yang banyak diusahakan oleh masyarakat karena manfaatnya cukup besar dalam memenuhi kebutuhan setiap hari.12 2. Pohon kelapa dikatakan tua pada umur 80 tahun dan biasanya akan mati pada umur 100 tahun.22.6 Kelapa Varietas tanaman kelapa yang dikenal kurang lebih ada 100 macam.2 Kelapa dan Tempurung Kelapa 2.21. Buah kelapa terdiri dari sabut. Tanaman ini mulai berbuah pada umur 6-7 tahun. ini berlangsung sampai umur 50 tahun. Produksi penuh dicapai pada umur 10 tahun. namun penggunaan kelapa tersebut pada umumnya sangat terbatas yaitu dagingnya dibuat kopra sebagai bahan baku industri minyak goreng dan juga dibuat santan untuk keperluan rumah tangga. 2. Berikut ini gambar pohon kelapa. Arang Tempurung Kelapa Arang adalah suatu bahan padat yang berpori dan merupakan hasil pembakaran dari bahan yang mengandung unsur Laporan Tugas Akhir Jurusan Teknik Material dan Metalurgi . sedangkan pada beberapa jenis mulai berbuah pada umur 4 tahun. daging buah dan air daging. Indonesia merupakan negara penghasil kelapa kedua di dunia setelah di filipina. Gambar 2. tempurung.

abu. Komponennya terdiri dari : “fixed Carbon”.8 Arang Tempurung Kelapa Arang tempurung (coconut shell charcoal) adalah arang yang dibuat dengan cara karbonisasi dari tempurung atau batok Laporan Tugas Akhir Jurusan Teknik Material dan Metalurgi . Gambar 2. Sebagaian besar dari pori-porinya masih tertutup dengan hidrokarbon dan senyawa organic lainya. Dibawah ini gambar tempurung kelapa dan arang tempurung kelapa sebagai bahan baku karbon aktif.7 Tempurung Kelapa Gambar 2.13 C. air nitrogen dan sulfur.

Laporan Tugas Akhir Jurusan Teknik Material dan Metalurgi .14 kelapa. Karbon aktif mengandung 5 sampai 15 persen air. Komposisi arang tempurung yang baik adalah sebagai berikut : Tabel 2.Sedangkan tempurung yang terlalu lama pembakarannya (hangus) maka arang itu mudah hancur dan bila dijatuhkan pada benda keras akan berbunyi nyaring.3 Karbon Aktif Karbon aktif adalah suatu bahan padat berpori yang merupakan hasil pembakaran bahan yang mengandung karbon. Karbon yang berbentuk bubuk memerlukan waktu kontak lebih sebentar dibandingkan karbon berbentuk butiran. Karbon berbentuk butiran dapat diaktifkan kembali untuk digunakan selanjutnya. Karbon aktif merupakan suatu bentuk arang yang telah melalui aktifasi dengan menggunakan gas CO2. 2 sampai 3 persen abu dan sisanya terdiri dari karbon. maka pada pinggiran bekas patahannya tidak mengkilap. Karbon yang sekarang banyak digunakan berbentuk butiran (granular) dan berbentuk bubuk (tepung). uap air atau bahan-bahan kimia sehingga pori-porinya terbuka dan dengan demikian daya absorpsinya menjadi lebih tinggi terhadap zat warna dan bau. yaitu dengan cara memanaskan di dalam pembakar (furnace) ganda.1 Komposisi Arang Tempurung Kelapa 2. tetapi karbon berbentuk bubuk lebih sukar ditangani. Arang tempurung yang baik adalah berwarna hitam seragam dan jika dipatahkan atau dihancurkan.

Setelah proses aktifasi selesai luas permukaannya bisa mencapai 7001200 m2/g. Luas permukaan karbon aktif yang besar akan mengasimilasi bahan organik sedangkan mikroba mendegradasi untuk membuka kembali pori pada granular. Hampir semua bahan yang mengandung karbon tinggi dapat dijadikan karbon aktif. kelapa. Keterbatasan ini dikarenakan kebutuhan bahan yang tinggi namun hasil yang didapat hanya sedikit. Beberapa bahan yang dengan cepat dibiodegradasi sulit mengadsorp karbon. membuatnya sulit untuk memprediksi effluent dari limbah (Tri Widjaja dkk. Karenanya. bahan beracun pada limbah cair dapat dikurangi kapasitasnya. 2009). buah persik dan bahkan Tempurung Kelapa dan Tempurung Kluwak. Namun saat diaktifasi luas permukaan tersebut dibuat lebih tinggi dengan mengontrol oksidasi atom-atom karbon yang biasanya menggunakan uap air dengan temperatur tinggi. Serta banyak lagi bahan-bahan yang telah diteliti dapat dijadikan karbon aktif terutama bahan organik seperti kulit kacang. Tetapi bahan-bahan alternatif tersebut memiliki keterbatasan jumlah. kayu. Bahan-bahan yang umum digunakan untuk karbon aktif adalah batu bara. Laporan Tugas Akhir Jurusan Teknik Material dan Metalurgi . Bahan-bahan yang digunakan untuk karbon aktif biasanya memiliki nilai porositas tertentu dan luas pemukaannya sekitar 10-15 m2/g. batok kelapa dan residu minyak bumi. Karena fleksibilitas inilah yang akan menjadi kekuatan karbon aktif untuk dapat memiliki kemampuan daya serap yang tinggi. Luas permukaan yang tinggi harus diimbangi dengan tingginya fleksibilitas untuk dilewati zat cair ataupun gas.15 Karbon aktif dapat mengeluarkan bahan organik terlarut pada konsentrasi yang rendah pada air. Keduanya. baik itu karbon aktif granular (Granular Activated Carbon/GAC) maupun bubuk (Powdered Activated Carbon/PAC) diterapkan sebagai perkembangan dalam pengolahan limbah cair. Sebagai gambaran dari 1000 ton bahan organik hanya didapatkan 100 ton karbon aktif dengan kualitas yang bagus.

Gambar 2. Pori-pori pada karbon aktif memiliki beberapa jenis sebagai berikut : 1. Makropori dengan ukuran diatas 5000 Angstrom Gambar pori-pori seperti ditunjukkan pada gambar 2. Pada bahan baku yang berbeda dan perlakuan yang berbeda maka dominasi pori-pori yang terbentuk juga berbeda. Akhirnya mikropori terbentuk karena akibat penyerangan oksidasi pada struktur bahan baku. Sedangkan karbon aktif dengan dominasi makropori sesuai untuk menyerap molekul yang lebih besar seperti molekul cairan dan sangat cocok untuk decolorizing (cameron carbon corporated 2006).5000 Angstrom 3. Makropori terbentuk dipermukaan bahan baku. Mikropori dengan ukuran dibawah 40 Angstrom 2. Pada karbon aktif dengandominasi mikropori sangat sesuai untuk digunakan sebagai penyerap molekul-molekus kecil seperti molekul gas dan dengan tingkat kontaminan rendah. .9 pori-pori arang dan arang aktif (Harsanti. Mesopori dengan ukuran antara 40 . 2011) Laporan Tugas Akhir Jurusan Teknik Material dan Metalurgi .16 Besarnya daya serap karbon aktif sangat dipengaruhi oleh keadaan pori-pori yang terbentuk. Selama proses pembuatan karbon aktif pori-pori yang dibentuk pertama kali oleh oksidasi pada temperatur rendah adalah makropori.9. Setelah itu mesopori terbentuk pada daerah yang lebih dalam yang terlihat seperti saluran dari dinding yang terdapat makropori.

baik domestik maupun internasional.persyaratan minimum yang harus dipenuhi untuk menjaga kualitas produk karbon aktif. Namun SII telah diperbarui dengan dikeluarkannya SNI (1995) yang menentukan nilai minimum daya serap terhadap larutan iodine sebesar 750 mg/g.17 Jika Menurut Meilita Tryana (2003) dan Gitun (2002). sabut kelapa. Bahan baku arang aktif berasal dari hewan. ampas pembuatan kertas. tempurung kelapa. Karbon aktif dibagi atas dua tipe yaitu arang aktif sebagai pemucat dan arang aktif sebagai penyerap uap. Kompetisi pasar saat ini telah didukung dengan dikeluarkannya Standard Industri Indonesia (SII) yang mencakup persyaratan . maka tingkat persaingan dalam memproduksi arang aktif juga semakin membaik. tumbuh-tumbuhan. serbuk gergaji. sehingga daya serap dan luas permukaan pertikel serta kemampuan arang tersebut akan menjadi lebih tinggi. kayu lunak. ampas penggilingan tebu. kayu kertas dan batu bara. sekam. proses sangat sederhana atau disebut proses Laporan Tugas Akhir Jurusan Teknik Material dan Metalurgi . Permintaan yang sangat besar. tongkol jagung. Karbon aktif memegang peranan yang sangat penting baik sebagai bahan baku maupun sebagai bahan pembantu pada proses industri dalam meningkatkan kualitas atau mutu produk yang dihasilkan. karbon aktif merupakan arang yang telah mengalami perubahan sifat-sifat fisika dan kimianya karena dilakukan perlakuan aktifasi dengan aktifator bahan-bahan kimia ataupun dengan pemanasan pada temperatur tinggi (pirolisis pada temperatur 600-900oC). limbah ataupun mineral yang mengandung karbon antara lain : tulang. Banyaknya bermunculan proses industri didalam dan diluar negeri semakin banyak pula kebutuhan arang aktif. Produksi arang aktif di Indonesia masih banyak dijumpai industri arang aktif secara tradisional. Karbon aktif merupakan senyawa amorf yang dapat dihasilkan dari bahan-bahan yang mengandung karbon atau dari arang yang diperlakukan dengan cara khusus untuk mendapatkan permukaan lebih luas. untuk itu semakin banyak peluang untuk memproduksi dan memasarkan karbon aktif.

4 Proses Pembuatan Karbon Aktif Di negara tropis masih dijumpai arang yang dihasilkan secara tradisional.18 bergantian (batch process) dalam scale produces yang sangat kecil dan rendahnya kualitas. dengan tahap pengolahan sebagai berikut: bahan yang akan dibakar dimasukkan dalam lubang atau drum yang terbuat dari plat besi. lni bertujuan sebagai jalan keluarnya asap. itu dengan menggunakan drum atau lubang dalam tanah. Tabel 2. Kemudian dinyalakan sehingga bahan baku tersebut terbakar. Pada saat pembakaran. namun pasar masih tetap menyerap produk tersebut.2 Persyaratan Karbon Aktif Menurut SNI 1995 2. disebabkan oleh investasi dan teknologi proses yang terbatas. Dengan hati-hati lubang dibuka dan dicek apakah masih ada bara yang menyala. Laporan Tugas Akhir Jurusan Teknik Material dan Metalurgi . Jika masih ada yang menyala drum ditutup kembali. karena dapat menurunkan kualitas arang. ventilasi ditutup dan dibiarkan selama kurang lebih 8 jam atau satu malam. Ketika asap yang keluar berwarna kebiru-biruan. drum atau lubang ditutup sehingga hanya ventilasi yang dibiarkan terbuka. Tidak dibenarkan mengggunakan air untuk mematikan bara yang sedang menyala.

2003). Proses aktifasi karbon aktif dapat dibagi dua: 1. Dengan cara ini. Selanjutnya arang tersebut digiling. baik fisika maupun kimia. kemudian dibuat padatan. 2. asam asetat dan arang tergantung pada bahan baku yang digunakan dan metoda destilasi. Proses aktifasi merupakan hal yang penting diperhatikan. pemecahan senyawa-senyawa organik dan dekomposisi tar yang sekaligus memperluas pori-pori. Hasil yang diperoleh seperti metanol. bahan baku dipanaskan dalam suatu ruangan vakum. Proses yang berlangsung selama pembuatan karbon aktif pada dasarnya adalah penghilangan air (dehidrasi). Yang dimaksud dengan aktifasi adalah suatu perlakuan terhadap arang yang bertujuan untuk memperluas pori yaitu dengan cara memecahkan ikatan hidrokarbon atau mengoksidasi molekul-molekul permukaan sehingga arang mengalami perubahan sifat. Karbon aktif yang dihasilkan. Aktivasi dilakukan pada temperatur 100°C. tetapi masih mengandung abu dan tar yang mempunyai titik didih 1991oC. bahan baku dapat dikarbonisasi terlebih dahulu.19 Selain cara di atas. Proses Kimia Bahan baku dicampur dengan bahan-bahan kimia tertentu. kemudian dicampur dengan bahanbahan kimia. Dengan proses kimia. Hasil yang diperoleh berupa residu yaitu arang dan destilat yang terdiri dari campuran metanol dan asam asetat. dimana luas permukaannya bertambah besar dan berpengaruh terhadap daya adsorpsi (Meilita Tryana S. disamping bahan baku yang digunakan. dicuci dengan air selanjutnya dikeringkan pada temperatur 300 °C. arang juga dapat dihasilkan dengan cara destilasi kering. Proses Fisika Bahan baku terlebih dahulu dibuat arang. Selanjutnya padatan tersebut dibentuk menjadi batangan dan dikeringkan serta dipotongpotong. diayak untuk selanjutnya diaktivasi dengan cara pemanasan pada temperatur 1000 °C yang disertai Laporan Tugas Akhir Jurusan Teknik Material dan Metalurgi . Residu yang dihasilkan bukan merupakan karbon murni.

Dapat dilakukan dengan uap atau CO2 sebagai aktivator. Secara umum reaksinya dapat ditulis sebagai berikut: CxHyOn + O2 (g) → C(s) + CO(g) + H2O(g) Pembakaran tidak sempurna tidak terjadi bila hidrokarbon berlebih atau kekurangan oksigen pada penukaran sempurna hanya dihasilkan CO2 dan H2O. Karbonisasi: Pemecahan bahan-bahan organik menjadi karbon. Pembentukan karbon terjadi pada temperatur 400-600 ºC. b. 2008). disaring dan dikeringkan Temperatur diatas 170°C akan menghasilkan CO. Proses fisika yang banyak digunakan dalam aktivasi arang adalah suatu proses penguraian suatu bahan akibat adanya pemanasan pada temperatur tinggi dalam keadaan sedikit maupun tanpa udara. sedangkan pada pembakaran tidak sempurna selain dihasilkan CO2 dan H2O juga dihasilkan CO2 dan C (Siti Salamah. Pada temperatur 275°C. diharapkan daya serap karbon aktif yang menghasilkan dapat menyerupai atau lebih baik dari pada daya serap arang aktif yang diaktifkan dengan menyertakan bahan-bahan kimia. c. Dengan cara destilasi kering. Laporan Tugas Akhir Jurusan Teknik Material dan Metalurgi .20 pengaliran uap. Jadi bisa disimpulkan bahwa dalam pembuatan karbon aktif terdiri dari tiga tahap yaitu: a. Dehidrasi: Proses penghilangan air. untuk menghilangkan dan mendapatkan kembali bahan kimia pengaktif. pencemaran lingkungan sebagai akibat adanya penguraian senyawa-senyawa kimia dari bahan-bahan pada saat proses pengarangan dapat dihindari. Aktivasi: Dekomposisi tar dan perluasan pori-pori. CO2 dan asam asetat. Dengan cara ini. metanol dan hasil sampingan lainnya. dekomposisi menghasilkan tar. Karbon dihasilkan dari pembakaran tidak sempurna. Bahan baku dipanaskan sampai temperatur 170 °C. Karbonasi dilakukan pada suhu 400-900ºC hasilnya didinginkan dan dicuci.

Setelah aktivasi selesai. Selanjutnya. Steam adalah proses pembesaran luas permukaan karbon aktif dengan cara penguapan. Autoclave digunakan sebagai alat dalam proses ini. sampel yang terbuat dari eceng gandok selanjutnya dikarbonisasi.digunakan perbandingan 1:10 antara karbon aktif dan air. Proses karbonisasi dilakukan didalam furnace dengan variasi temperatur 300oC. Pada proses ini. 500oC. Sampel hasil karbonisasi tersebut selanjutnya dihaluskan hingga lolos 120 mesh sebelum dilakukan aktivasi kimia. Didalam autoclave terdapat 2 bagian yakni bagian atas tempat crussibel dan bagian bawah tempat air. Proses ini bertujuan untuk menghilangkan pengotor hasil aktivasi kimia. aktifier yang digunakan adalah zink klorida (ZnCl2) dengan dua variasi yakni 5% ZnCl2 dan 30% ZnCl2. dilakukan proses netralisasi pada hasil aktivasi kimia tersebut. dilakukan pengeringan sampel pada T=100oC selama 4 jam hingga sampel kering. Dalam proses ini. Proses pengeringan sampel dilakukan di hot plate. autoclave ditutup sedemikian rupa hingga autoclave tersebut kedap udara. Pada aktivasi kimia. Kedua bagian tersebut dipisahkan oleh saringan yang terbuat dari tembaga. sampel kering hasil aktivasi kimia di aktivasi fisika dengan cara steam. Proses penetralan dilakukan dengan pencucian sampel secara berulang-ulang menggunakan aquades sampai aquades jernih atau mendekati pH normal. Selanjutnya. alat yang digunakan adalah hot plat magnetic stirrer dengan putaran 200 rpm dan temperatur 80oC serta waktu tahan 4 jam. dan 700oC dengan waktu tahan 2 jam pada masingmasing variasi temperatur. Sampel kering hasil aktivasi kimia dimasukkan kedalam crussibel kemudian crussibel tersebut dimasukkan kedalam autoclave.21 Pada penelitian yang dilakukan oleh Abu A Busana pada tahun 2012 menerangkan bahwa setelah dilakukan proses pengeringan kembali dan dilakukan pengujian proximate. Setelah penetralan selesai. Tujuan pengkedapan ini adalah untuk meminimalisir oksigen sehingga proses penguapan yang terjadi diiringi dengan Laporan Tugas Akhir Jurusan Teknik Material dan Metalurgi . Proses annealing dilakukan pada spesimen setelah selesai waktu holdingnya.

SBET Nama Bahan Aktifier iodine (m2/g) (mg/g) Siti Salimah Kulit Buah KOH (2008) Mahoni Busana (2011) Suhariyono (2011) Wei (2008) Latifan (2012) Eceng gondok Eceng gondok ZnCl KOH Steam 3.70 Tidak diuji 1657.22 430. Rio Latifan (2012) juga melakukan penelitian mengenai penggunaan karbon aktif dari Tempurung Kluwak sebagai elektroda EDLC.88 Li Tempurung kelapa Tempurung Kluwak KOH 303. Kapasitor memiliki dua jenis yaitu kapasitor elektrolitik dan kapasitor elektrokimia.22 oksigen yang terbatas sehingga karbon aktif yang dihasilkan optimal.26 2.8438 331 1926 311 352. Proses aktivasi fisika dilakukan didalam furnace pada temperatur 700oC selama 2 jam.5 Kapasitor Kapasitor merupakan perangkat elektronik yang dapat menyimpan dan memberikan energi dengan sama baiknya. Kapasitor elektrolitik terdiri dari dua keping permukaan logam sejajar yang merupakan elektroda Laporan Tugas Akhir Jurusan Teknik Material dan Metalurgi . Dari Tabel 2.3 Penelitian tentang karbon aktif yang pernah dilakukan beserta hasilnya Bil. Kemudian. Selanjutnya dilakukan annealing pada proses tersebut.

1999). Kapasitor elektrokimia (ECs) dibuat untuk menjebatani perbedaan kinerja kritis diantara kapasitor konvensional yang mempunyai densitas daya yang tinggi dengan baterai / sel bahan bakar yang mempunyai densitas energi yang tinggi. Kapasitor elektrokimia Laporan Tugas Akhir Jurusan Teknik Material dan Metalurgi . kapasitor elektrokimia sering juga disebut „superkapasitor‟ atau „ultrakapasitor‟ (Conway. cair atau padatan berupa film tipis.23 dipisahkan pada jarak kecil dengan udara. vakum. yang disebut „dielektrik‟. Kapasitansinya 10000 kali lebih tinggi daripada kapasitansi kapasitor elektrolitik dengan ukuran yang sama. Oleh karenanya. Kapasitansi sebanding dengan luas permukaan plat elektroda dan permitivitas dielektrik antar dua plat serta berbanding terbalik dengan jarak antar dua plat. Kapasitansi dalam kapasitor keping sejajar dapat ditulis sebagai berikut : Sedangkan Kapasitor elektrokimia adalah kapasitor jenis khusus yang bekerja berdasarkan charging (pemasukan muatan) dan discharging (pelepasan muatan) dari interface dari materialmaterial yang mempunyai luas spesifik yang tinggi seperti material karbon yang berpori atau beberapa oksida logam yang berpori. karena karakteristik uniknya yang mencakup wilayah yang luas pada densitas daya dan densitas energi.

24 merupakan tipe perangkat yang berorientasi pada daya dengan efisiensi densitas energi yang tinggi dan siklus hidup yang lama. 2010). Gambar 2. Gambar Plot Ragone menunjukkan posisi berbagai alat penyimpan energi ditinjau dari energi spesifik dan daya spesifiknya.6 EDLC (Electric Double Layer Capasitor) Kapasitor elektrokimia itu secara prinsip berdasar dari dua jenis perilaku kapasitative. Yang pertama diklasifikasikan dengan nama Double Layer yang terletak pada antar muka pada elektroda dan yang kedua diklasifikasikan dengan nama Pseudocapasitor yang dibentuk dalam macam-macam proses elektroda tertentu.Berikut ini gambar plot Ragone. dan densitas energinya yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan kapasitor konvensional (elektrolitik). Kapasitor elektrokimia telah mampu menarik banyak perhatian karena densitas dayanya yang lebih tinggi dan siklus hidupnya yang lebih panjang jika dibandingkan dengan baterai.(Chang.10 Plot Ragone untuk berbagai alat penyimpan dan pengkonversi energi 2. Skeme EDLC secara lengkap seperti terlihat pada gambar Laporan Tugas Akhir Jurusan Teknik Material dan Metalurgi . yang menempatkan kapasitor elektrokimia di antara kapasitor elektrolitik dan baterai.

tempurung kelapa atau polimer seperti polyacrylonitrile. prinsip kerja dari kapasitor elektrokimia double-layer adalah penggunaan dari pengembangan capasitansi yang besar pada material serbuk karbon atau karbon berpori yang memiliki luas permukaan spesifik yang tinggi kira-kira 1000 hingga 2000 m2 g-1.25 2.11.11 Skema EDLC Prosedur yang paling banyak dipilih untuk perlakuan sebelum aktivasi pada material karbon untuk pembuatan kapasitor elektrokimia double-layer adalah karbonisasi thermal yang dibuat dari batu bara. kayu. Hal yang paling penting dalam penjelasan sistem kerja pada kapasitor dua layer adalah kapasitor itu menggunakan antar permukaan elektroda/larutan pada double-layer capasitance. Gambar 2. yang harus disusun dari dua permukaan yang berlawanan (+/-) yang dipicu oleh larutan elektrolit dengan separator yang biasanya diletakkan diantara dua elektroda. Hal ini dibutuhkan untuk mendapatkan luas Laporan Tugas Akhir Jurusan Teknik Material dan Metalurgi .Seperti yang telah banyak dijelaskan.

Sebaliknya.12Skema proses charging and discharging pada EDLC Pada mekanisme kerja EDLC sangat bergantung pada adanya ion yang memiliki muatan listrik. Ltd 2011).dan B+. Pada EDLC misalnya. Ion yang digunakan didapat dari elektrolit yang berada diantara kedua elektroda karbon aktif terdisosiasi. Dengan memberikan tegangan pada elektroda yang saling berhadapan maka ion akan tertarik ke permukaan kedua elektroda dan terjadilah proses pengisian atau charging. pori yang optimum dan begitu juga kapasitansi per gramnya (Conway. sebuah larutan elektrolit AB terdisosiasi menjadi komponennya A. Proses charging and discharging dari EDLC dapat dilihat pada gambar 2.12. 1999) Kapasitor listrik dua layer atau EDLC didasari pada prinsip kerja dari lapisan listrik ganda yang terbentuk pada antar permukaan lapisan antara karbon aktif dan elektrolit sebagai dielektrik. Adanya mekanisme absorpsi dan desorpsi ion pada kedua layer elektroda karbon aktif berperan dalam pengisian dan pengosongan EDLC.. ion akan bergerak menjauh saat EDLC digunakan atau discharging (Murata Manufacturing Co. Disosiasi sendiri merupakan peristiwa terurainya suatu zat menjadi beberapa zat yang lebih sederhana.26 area yang terbaik. Gambar 2. Hal tersebut dinamakan disosiasi elektrolit atau ionisasi dan reaksi ini juga merupakan Laporan Tugas Akhir Jurusan Teknik Material dan Metalurgi .

2) Setelah ion bermuatan listrik diproduksi selanjutnya ionion tersebut akan bergerak secara difusi menuju elektroda seperti yang terlihat pada gambar 2. dan (4) teknologi produksi mudah.2. Karbon aktif yang digunakan dalam bentuk padatan sedangkan larutan elektrolitnya dalam bentuk cair.dan B+ juga bisa kembali membentuk elektrolit AB seperti yang terlihat pada persamaan 2. (2) luas permukaan yang tinggi. (3) ketersediaan. Sebaliknya desain EDLC memiliki karakteristik sebagai berikut : Laporan Tugas Akhir Jurusan Teknik Material dan Metalurgi . Ketika medan listrik eksternal diterapkan. AB ⇄ A. maka listrik dua layer yang terbentuk disekitar permukaan karbon aktif didalam cairan elektrolit itulah yang digunakan sebagai struktur dasar kapasitor. Karbon aktif yang tersedia dapat memiliki luas permukaan spesifik hingga 2500 m2g-1. Ketika bahan-bahan ini melakukan kontak antara satu dengan yang lainnya. Fenomena seperti ini dikenal dengan sebutan listrik layer ganda (elektrical double layer). 2006). Dan hal tersebut akan terjadi juga saat proses discharging.+ B+ (2. Desain pada EDLC tidak memiliki dielektrik padat seperti yang digunakan pada desain sebelumnya. juga tidak memiliki reaksi kimia seperti yang ditemukan dalam baterai selama pengisian dan pemakaian. Karbon aktif digunakan sebagai elektroda. Melalui proses seperti inilah ion-ion bermuatan listrik dapat dimanfaatkan pada sistem kerja EDLC (Takeuchi. maka kutub positif dan negatif didistribusikan relatif terhadap satu dan yang lainnya dengan jarak yang sangat dekat.8 dan terjadilah proses charging.27 reaksi reversibel atau berjalan bolak-balik karena ion-ion A. karena (1) biaya rendah.

.  Karena bagian elektroniknya dapat disolder maka tidak akan ada masalah dengan kontak yang tidak stabil karena penggunaan bersama dengan baterai.  Tidak dibutuhkan sirkuit charging khusus atau untuk kontrol selama discharging  Charging yang berlebihan atau pemakaian berlebih tidak memiliki efek negatif pada jangka hidup  Teknologi ini sangan clean energy dalam hal ramah lingkungan. Ltd 2011) Laporan Tugas Akhir Jurusan Teknik Material dan Metalurgi .  Kelemahan  Jangka hidup terbatas karena penggunaan elektrolit  Elektrolit bisa bocor jika kapasitor tidak digunakan dengan benar (ELNA Co. digunakan ketebalan dielektrik yang sangat tipis). (Bila arang aktif dengan luas permukaan yang besar.28  Kelebihan  Desain ini memungkinkan orde farad kapasitansi dalam perangkat kecil.

BET. Pada tahun 2008 Wei Li dkk melakukan penelitian terhadap karbon aktif yang dibuat dari tempurung kelapa. SEM : pada karbon aktif eceng gondok terdapat banyak pori-pori. Lalu potongan Eceng Gondok dihaluskan hingga berbentuk serbuk dan dipanas pada temperatur 110oC selama 24 jam.96%. Laporan Tugas Akhir Jurusan Teknik Material dan Metalurgi . Seperti penelitian yang dilakukan oleh Suhariyono (2011) tentang potensi Eceng Gondok untuk bahan baku karbon aktif.539 m2/g.7 Kajian Penelitian Sebelumnya Penelitian tentang pembuatan karbon aktif telah banyak dilakukan oleh beberapa orang.29 2. XRD : dari pengujian ini suhariyono mendapatkan bahwa hasilnya bukan hanya karbon namun terdapat juga K2CO3 2. dikarbonisasi pada temperatur 300oC. 500oC dan 700oC selama 2 jam. BET : besarnya luas permukaan spesifik tertinggi yang didapat adalah 331. Kemudian sampel diuji proximate dan didapatkan nilai fixed karbon sebesar 20. 3. Proses pembuatan karbon aktif dari Eceng Gondok dimulai dengan pengeringan dan pemotongan hingga bahan berukuran 1-3 mm. Setelah itu sampel diayak hingga lolos 120 mesh dan diaktifasi fisika menggunakan Steam pada temperatur 300oC dan 700oC selama 2 jam pada furnace kedap. Berikutnya arang hasil karbonisasi diaktifasi kimia menggunakan KOH dengan perbandingan massa 1:2 (arang:KOH) pada temperatur 80oC selama 4 jam. Iodine dan SEM dengan hasil sebagai berikut : 1. Hasil arang aktif yang didapat selanjutnya dikarakterisasi menggunakan pengujian XRD. Iodine : besarnya daya serap terhadap larutan iodine tertinggi adalah 430. Prosedur yang digunakan dalam pembuatan karbon aktif dari tempurung kelapa adalah dengan melakukan dehidrasi pertama kali pada temperatur 110OC selama 48 jam dan menghaluskan sampel menggunakan roller mill.70 mg/g 4. Sampel selanjutnya dicuci menggunakan aquades untuk menghilangkan pengotornya dan dikeringkan. Serbuk Eceng Gondok.

30 Sampel dikarbonisasi pada temperatur 400 OC. BET : luas permukaan tertinggi adalah 1926 m2/g. 300OC dan 500OC. Dari uji BET juga didapatkan bahwa semakin tinggi temperatur karbonisasi maka semakin tinggi luas permukaannya dan aktifasi fisika dapat meningkatkan luas permukaan karbon aktif. 60. Sampel dari tempurung Kluwak dikeringkan didalam furnace pada temperature 1100C selama 24 jam.Kemudian sebagian hasil dari pemanasan tersebut di haluskan menjadi serbuk untuk uji proximate dan sebagian lagi dilakukan proses Karbonisasi. Secara garis besar penelitiannya adalah sebagai berikut. 600OC. 800OC dan 1000OC dengan dialiri gas Nitrogen selama 2 jam. hemiselulosa dan lignin yang menyebabkan adanya pengurangan massa selama proses pembuatan karbon aktif.24 m2/gr pada sampel dengan karbonisasi Laporan Tugas Akhir Jurusan Teknik Material dan Metalurgi . Kemudian. Pada penelitian ini didapatkan hasil sebagai berikut : 1.9 2. TGA/DTA : terdapat 3 puncak endoterm yang menunjukkan terjadinya dehidrasi dan dekomposisi selulosa.Dari pengujian Proximate didapat nilai fixed carbon tempurung kluwak sebesar 92. 900OC dan 950OC selama 30. 90 dan 120 menit. Setelah itu tempurung kelapa diaktifasi fisika pada temperatur 750 OC. Tempurung kluwak dikarbonisasi pada temperatur 300OC dan 700OC selanjutnya diaktifasi kimia dengan KOH dan diaktifasi fisika dengan metode hidrothermal pada temperatur 200OC. 850OC. Sedangkan luas permukaan spesifik tertinggi adalah 311. 800OC. penelitian mengenai karbon aktif juga dilakukan oleh Rio Latifan(2012) dengan menggunakan Tempurung Kluwak (Pangium Edulee) sebagai bahan baku karbon aktifnya. Hasilnya didapatkan nilai kapasitif tertinggi adalah 9 mF/gr pada sampel yang dikarbonisasi 700 OC dan didehidrasi 110OC.15% dengan begitu tempurung kluwak sangat berpotensi sebagai bahan karbon aktif. Grafik TGA/DTA dapat dilihat pada gambar 2.

Namun demikian.31 700OC dan diaktifasi fisika 500OC serta bilangan iodine tertinggi sebesar 1787.dalam pencucian setelah aktivasi kimia hanya dengan menggunakan aquades sehingga waktu yang digunakan untuk pencucian sangat lama dan terbentuk senyawa lain yaitu K2CO3. diantaranya proses karbonisasi dilakukan pada Muffle Furnace sehingga kondisi vakum yang disyaratkan belum tercapai. yang justru akan mengurangi kualitas karbon aktif. Sehingga dapat dikatakan bahwa karbon aktif dari tempurung kluwak memilki kualitas yang sesuai standar SNI dan dapat dimanfaatkan sebagai EDLC.penelitian yang dilakukan oleh Rio Latifan ini masih memiliki beberapa kelemahan. dimana gas N2 berfungsi sebagai pengatur ukuran pori-pori karbon aktif yang terbentuk. Laporan Tugas Akhir Jurusan Teknik Material dan Metalurgi . Selain itu juga dalam proses karbonisasi tidak dialiri gas N2. Selain itu.411 mg/g pada sampel yang dikarbonisasi 300 OC dan diaktifasi fisika 500 OC.

32 ~ halaman ini sengaja dikosongkan ~ Laporan Tugas Akhir Jurusan Teknik Material dan Metalurgi .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful