SISTEM USAHATANI UNTUK MENINGKATKAN KETAHANAN PANGAN PADA LAHAN KERING DATARAN TINGGI DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR

I. M. Wisnu W, Prisdiminggo, Arief Surachman Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Nusa Tenggara Barat Jln. Raya Peninjauan Narmada NTB Telp. (0370) 67112, Fax (0370) 671620 E-mail: litram@mataram wasantara net.id

ABSTRAK
Luas Kabupaten Lombok Timur 2.679,88 km 2, terdiri dari daratan 1.605,55 km 2 dan lautan 1.074,33 km 2. Agroekosistemnya berupa lahan kering dataran rendah, lahan kering dataran tinggi, lahan sawah tadah hujan dan lahan sawah irigasi baik sederhana, setengah teknis maupun teknis. Dalam kajian ini dibahas sistem usahatani pada lahan kering dataran tinggi yang berbatasan dengan hutan. Desa Sajang dengan luas ± 4.239 ha, merupakan salah satu desa yang terleak di Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur yang memiliki agroekosistem lahan kering dan berbatasan dengan hutan. Tataguna lahan di Desa Sajang dibagi menjadi lahan sawah irigasi teknis 250 ha, irigasi setengah teknis ± 50 ha; tegalan/ladang 250 ha dan tanah perkebunan rakyat 595 ha; pemukiman ± 17 ha, hutan Taman Nasional Gunung Rinjani ± 100 ha dan hutan lindung 432 ha. Komoditas tanaman pangan dominan diusahakan petani adalah jagung, bawang merah dan bawang putih; tanaman perkebunan dominan adalah kopi, vanili dan coklat; ternak yang banyak diperlihara petani adalah sapi dan ayam buras. Pengkajian ini bertujuan untuk menganalisis sistem usahatani, analisis sistem ketahanan pangan dan analisis strategi ketahanan pangan rumah tangga serta sisntesis sistem usahatani. Pengkajian dilakukan pada tahun 2004 di Desa Sajang Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur. Pendekatan pengkajian ini adalah studi kasus, data dikumpulkan dengan teknik diskusi kelompok secara partisipatif dan wawancara mendalam. Data terkumpul dianalisis dengan metoda diskriptif kualitatif. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tidak terintegrasinya komoditas yang diusahakan kedalam suatu sistem usahatani, lemahnya ketahanan pangan dan tidak adanya sumber pendapatan mingguan dan bulanan yang dapat diterima secara berkesinambungan dari usahataninya merupakan penyebab petani kesulitan membiayai usahataninya dan hidupnya sehari-hari. Kata Kunci: Sistem usahatani, ketahanan pangan, strategi rumah tangga, dan lahan kering

PENDAHULUAN Kabupaten Lombok Timur merupakan salah satu kabupaten yang menjadi wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat, dengan luas wilayah 2.679,88 km 2 yang terdiri dari daratan seluas 1.605,55 km2 dan lautan seluas 1.074,33 km2. Posisi geografis Kabupaten Lombok Timur antara 116° – 117° BT dan 08° – 09° LS. Daerah ini berbatasan dengan Kabupaten Lombok Tengah dan Lombok Barat di sebelah Barat, Laut Jawa di sebelah Utara, Selat Alas di sebelah Timur, dan Samudra Indonesia di sebelah Selatan. Secara administratif Lombok Timur terdiri dari 20 kecamatan, yaitu: Keruak, Jerowaru, Sakra, Sakra Barat, Sakra Timur, Terara, Montong Gading, Sikur, Masbagik, Pringgasela, Sukamulia, Suralaga, Selong, Labuhan Haji, Pringgabaya, Suela, Aikmel, Wanasaba, Sembalun, dan Sambelia. Pusat pemerintahannya di Kota Selong, yang berjarak ± 52 km dari ibu kota Provinsi NusaTenggara Barat, Mataram (BPS Lombok Timur, 2003). Landform Kabupaten Lombok Timur dikelompokkan menjadi empat grup fisografi yaitu grup aluvial, marin, volkan, dan karts yang menghasilkan 15 satuan landform. Bentuk wilayahnya beragam, mulai dari datar 1.813 ha (1,13%), agak datar 32.309 ha (20,14%), berombak 33.904 ha (21,14%), bergelombang 23.430 ha (14,60%), berbukit kecil 3.118 ha (1,94%), berbukit 17.258 (10,76%), bergunung 42.959 ha (26,78%) dan aneka 5.642 ha (3,51) (Alkusuma, dkk., 2004). Wilayah datar sampai berombak umumnya terdapat di bagian tengah dan timur, di Kecamatan Masbagik, Wanasaba, Selong, Keruak, Labuhan Haji, Pringgabaya, dan sebagian Sambelia. Wilayah bergelombang, dan berbukit kecil umumnya terdapat di sebelah barat terutama di Sakra, Montong Gading, dan Jerowaru. Wilayah berbukit umumnya terdapat di bagian selatan (perbukitan karts) dan di bagian utara (lereng tengah volkan G. Rinjani). Sedangkan wilayah bergunung dijumpai di bagian utara, yaitu lereng atas dan kerucut volkan. Data dari kantor statistik pemerintah daerah Kabupaten Lombok Timur (BPS Lotim, 2002), membagi tataguna lahan Kabupaten Lombok Timur menjadi beberapa penggunaan, yaitu sawah,

Lahan yang ada di desa ini diklasifikasikan menjadi lahan kering berteras seluas 305. Aikmel Utara.852 ha (22.69%). 2003). Sapit. Sambelia.21 ha.741 rumah tangga maka dapat dipastikan bahwa penguasaan lahan oleh setiap rumah tangga petani di Desa Sajang adalah relatif sempit.491 ha (15. hutan. Rata-rata penguasaan lahan sawah tadah hujan relatif sempit 0. Dari pengertian di atas. hutan lindung berupa hutan primer dan belukar 33. kebun campuran.06 ha dan pemukiman 13.91%) dan sawah tadah hujan 25.51%). hutan 1.176 ha (15. (2003) mendifinisikan lahan kering (upland.10 – 0. Pendekatan pengkajian adalah studi kasus.325 ha (0.. dkk. Tete Batu. terletak di daerah pinggiran hutan dengan sistem pertanian berbasis perkebunan adalah Desa Sajang. Montong Betok. Sebagian tanah yang ada di Desa Sajang sudah disertifikasi melalui Prona pada tahun 1996 dan 1997 sedangkan sertifikasi tanah melalui proyek IFAD tahun 2001 dan tahun 2002. ketua kelompok wanita tani. ketua kelompok tani. lahan basah untuk penggaraman dan tambak seluas 1. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa luas lahan kering di Desa Sajang (tidak termasuk pemukiman) seluas 4.25 – 0.28 ha.398 ha (5. data dikumpulkan dengan teknik diskusi kelompok secara partisipatif dan wawancara mendalam. lahan kering dibedakan menjadi lahan kering berteras 35. diketahui luas wilayah Desa Sajang 4. Jadi wilayah kabupaten ini sebagian besar berupa hutan dan lahan kering. rainfed) sebagai hamparan lahan yang didayagunakan tanpa penggenangan air. Kembang Kuning.562 ha (3.dibedakan menjadi dua: sawah irigasi 25. analisis sistem ketahanan pangan dan analisis strategi ketahanan pangan rumah tangga serta sisntesis sistem usahatani METODOLOGI Pengkajian dilaksanakan di Desa Sajang Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur propinsi Nusa Tenggara Barat pada tahun 2004. Desa-desa lain di kabupaten ini yang memiliki agroekosistem sama dengan Desa Sajang adalah Sembalun Lawang.50 ha per KK. Data yang terkumpul dianalisis dengan metoda diskriptif kualitatif yaitu narasi dan pemaknaan.842. Jurit. penguasaan lahan perkebunan dan lahan untuk tanaman buah-buahan lainnya antara 0. Data sekunder dikaji dengan cara deskwork study. Perian.47 ha.527 ha (15.578. Alkusuma. Perigi. Informan kunci yang terlibat dalam pengkajian ini terdiri dari: kepala dusun. PPL.431.20 ha. baik secara permanen maupun musiman dengan sumber air berupa hujan atau air irigasi. . petani kurang maju.58%) dan lain-lain seluas 5. HASIL DAN PEMBAHASAN Kondisi Umum Daerah Pengkajian Dari hasil interpretasi Peta Pewilayah Komoditas Kabupaten Lombok Timur. Responden terdiri dari key informan (informan kunci) atau mereka yang mengetahui secara lengkap mengenai permasalahan pertanian yang ada di desa tersebut. Pengkajian ini bertujuan untuk menganalisis sistem usahatani. Sembalun Bumbung. Pringgajurang. lahan kering tanpa teras 2. Karang Baru.36%) dan lahan kering tanpa teras 9. perkebunan.86%). Wawancara mendalam merupakan proses triangulasi dari hasil diskusi kelompok. petani maju. Belanting dan Obel-Obel.592. dkk. padang rumut dan padang alang-alang (Suwardji.27%). Salah satu desa di Kabupaten Lombok Timur dengan agroekosistem lahan kering. Apabila dibandingkan antara luas lahan pertanian dengan jumlah KK yang bermata pencaharian di bidang pertanian 2.. tegalan.25 ha per KK. Pengadangan. Lenek Daya. Desa ini termasuk wilayah Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur.81 ha. dkk (2003). maka jenis penggunaan lahan yang termasuk kelompok lahan kering mencakup sawah tadah hujan. semak.023 ha (20. mendifinisikan lahan kering sebagai hamparan lahan yang tidak pernah tergenang atau digenangi air selama periode sebagian besar waktu dalam setahun. ladang.82%) dan Taman Nasional berupa hutan primer 24. Kilang. Dipertegas oleh Utomo (2002) dalam Suwardji. Labuhan Lombok. Soil Survey Staffs (1998).

790 orang. yaitu petani pemilik 1.350 1. 2003 Diolah. 1997).473.082 (%) 20.87 (%) 0.06 2.09 39. Dari Tabel 1 diketahui bahwa sebagian besar (60. diketahui luas sebaran lahan kering berdasarkan ketinggiannya di Desa Sajang seperti tercantum pada Tabel 1.842.592. dkk.81 305.211 1.. dkk (2003).849 1.200 orang. petani penggarap 110 orang. Rezim suhu di Desa Sajang ditentukan menggunakan pendekatan ketinggian dimana daerah dengan ketinggian ≤700 m dpl digolongkan sebagai daerah yang memiliki rezim suhu panas sedangkan daerah yang berada pada ketinggian >700 m dpl memiliki rezim suhu sejuk (Hendri Sosiawan.04 Dataran Tinggi (> 700 m dpl) Luas (ha) 957.06 4.11 60.842.811 305. Karakteristik Agroekosistem Melalui interpretasi Peta Pewilayahan Komoditas Pertanian Berdasarkan Zona Agroekologi Kabupaten Lombok Timur Skala 1 : 50.28 Hendri Sosiawan (1997) dalam Metodologi Penyusunan Peta Zona Agroekologi mengklasifikasikan suatu daerah sebagai daerah dataran rendah bila mempunyai ketinggian ≤700 m dpl dan daerah dataran tinggi bila mempunyai ketinggian >700 m dpl.65 32. Dengan demikian maka sebagian besar wilayah Desa Sajang digolongkan sebagai daerah yang dominan memiliki rezim suhu sejuk karena berada di atas ketinggian 700 m dpl. Dataran Rendah (≤ 700 m dpl) Luas (ha) 13. Penggunaan Lahan Pemukiman Lahan Kering Teras Lahan Kering Tanpa Teras Hutan Jumlah Sumber: Alkusuma.96 Jumlah (ha) 13. sedangkan sisanya memiliki rezim suhu panas.000 yang disusun Alkusuma. .Jumlah rumah tangga yang bekerja di sektor pertanian 1.04%) merupakan daerah dataran rendah. Secara lebih terinci karakteristik lahan di Desa Sajang disajikan pada Tabel 2.799.792. Sebaran Lahan Kering Berdasarkan Ketinggian di Desa Sajang Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur.96%) wilayah Desa Sajang merupakan dataran tinggi dan sisanya (39.85 40.431.21 2.30 6. petani peternak 480 orang dan yang bekerja sebagai buruh tani ± 950 orang. Sebagian besar buruh tani tidak memiliki dan tidak menggarap lahan orang lain sehingga sumber pendapatannya hanya bersumber dari menjual jasa tenaga kerja. Tabel 1.20 1.

Bentuk wilayah lahan kering berteras sebagian besar berombak. Tanaman yang diusahakan di lahan sawah terdiri dari jenis sayuran.200 m dpl. Bawang merah (Philipina) dan . dkk. kentang. 34 370. 48 Lereng 3-5 3-5 3-5 8-15 8-15 8-15 8-15 8-15 8-15 15-30 15-30 15-30 15-30 30-75 >75 >75 X X X Ketinggian Land-Form Bhn Induk Andesit Aluvium Halus Andesit Andesit Andesit Andesit Andesit Andesit Andesit Andesit Andesit Andesit Andesit Andesit Andesit Relief Berombak Berombak Berombak Bergelombang Bergelombang Bergelombang Bergelombang Bergelombang Bergelombang Berbukit Berbukit Berbukit Berbukit Bergunung Bergunung Bergunung X X X Solum Dalam Sedang Dalam Sedang Dalam Dalam Dalam Dalam Dalam Dalam Dalam Dalam Dalam Dalam Dalam Dalam X X X Drainage Agak Cepat/Baik Agak Cepat Agak Cepat Baik Baik Baik Baik Baik Baik Agak Cepat Baik Baik Agak Cepat Agak Cepat Agak Cepat Baik X X X Tekstur Tekstur Sedang Tekstur Sedang Tekstur Sedang Tekstur Halus Tekstur Halus Tekstur Sedang Tekstur Sedang Tekstur Sedang Tekstur Sedang Tekstur Kasar Tekstur Sedang Tekstur Sedang Tekstur Kasar Tekstur Sedang Tekstur Sedang Tekstur Halus X X X Ph Tanah Netral Netral Agak Masam Netral Netral Agak Masam Agak Masam Agak Masam Agak Masam Jenis Tanah Typic Haplustepts Typic Haplustepts Typic Ustivitrands Typic Haplustepts Typic Haplustepts Typic Ustivitrands Typic Ustivitrands Typic Ustivitrands Typic Ustivitrands Kelembaman Ustik Ustik Ustik Ustik Ustik Ustik Ustik Ustik Ustik Ustik Ustik Ustik Ustik Ustik Udik Udik X X X 0-400 Aliran Lahar 0-400 Kipas Aluvial >1200 Aliran Lahar 0-400 Aliran Lahar 400-700 Aliran Lahar 700-1200 Aliran Lahar 700-1200 Aliran Lahar 700-1200 Aliran Lahar 700-1200 Aliran Lahar 400-700 Aliran Lahar >1200 Aliran Lahar >1200 Aliran Lahar 700-1200 Aliran Lahar 400-700 >1200 Lereng Volkan Tengah Kaldera Agak Masam Typic Ustipsamments Agak Masam Agak Masam Typic Ustivitrands Typic Ustivitrands Agak Masam Typic Ustipsamments Netral Agak Masam Agak Masam X X X Typic Haplustands Typic Hapludands Humic Udivitrands X X X Lereng >1200 Abu Volkan Volkan Atas X X X Pemukiman Pemukiman Pemukiman X X X Sumber: Akusuma. pH tanah dari netral sampai agak masam. Tanaman tersebut umumnya diusahakan secara tumpangsari dengan sistem strip cropping. sawi dan cabe. aliran lahar dan lereng volkan atas dengan bahan induk andesit dan abu vokan. 47 221. sedang sampai dengan kasar. 68 802. lahan kering tanpa teras tersebar pada berbagai elevasi antara 0 – 400 m dpl. tekstur tanah dari halus. Kelerengan lahan kering berteras berkisar antara 3-5%. 700-1. Landformnya kaldera. 31 278. sedangkan lahan kering berteras drainagenya bervariasi dari baik dan agak cepat. pitsai. kol. tekstur tanah halus. sedangkan yang tanpa teras bervariasi antara 8-15%. Relief umumnya bergelombang. pH tanah agak masam. Kelembaban tanahnya udik dan ustik. buncis. dan di atas 1. 16 523. drainase tanah baik sampai dengan agak cepat. 36 407. Komplek pemukiman terkonsentrasi di pinggir jalan yaitu sepanjang jalan negara dan jalan-jalan yang menghubungkan antar dusun. Landformnya berupa aliran lahar dengan bahan induk andesit. 54 5. Drainage lahan kering tanpa teras tergolong baik sampai agak cepat. 11 654.Tabel 2. Karakteristik lahan di Desa Sajang Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur. 17 7. Pemukiman umumnya menempati areal lahan kering dan daerah pinggiran hutan. 15-30% dan di atas 75%. Karena letaknya di wilayah lahan kering dan daerah pinggiran hutan maka agroekosistemnya mengikuti agroekosistem lahan kering dan hutan.. 400-700 m dpl. sedang sampai dengan kasar. bawang putih. 700 – 1.200 m dpl dan di atas 1. yaitu: bawang merah. dibuat memotong arah kemiringan mengikuti garis kontur. 80 0. 30 450. 84 0. berbukit sampai dengan bergunung dengan kelas kelerengan antara 8-15%. tomat. 2005. mix cropping atau relay planting.200 m dpl. kedalaman tanah tergolong dalam. 61 140. 33 111. 05 2. Relay planting merupakan sistem pertanaman dominan yang digunakan petani. 54 5. Kedalaman tanahnya antara sedang sampai dalam. 16 5. 04 305. Usahatani di wilayah pengkajian Lahan kering berteras yang sebenarnya adalah sawah tadah hujan dengan pematang sebagai pembentuk teras. Hutan terletak pada ketinggian 400 – 700 m dpl.200 m dpl. 2003 Diolah Lahan kering berteras terletak pada elevasi 0-400 m dpl. dan antara 15-30%. Landuse Lahan Kering Teras Lahan Kering Teras Lahan Kering Tanpa Teras Lahan Kering Tanpa Teras Lahan Kering Tanpa Teras Lahan Kering Tanpa Teras Lahan Kering Tanpa Teras Lahan Kering Tanpa Teras Hutan Lahan Kering Tanpa Teras Lahan Kering Tanpa Teras Hutan Hutan Hutan Hutan Hutan Pemukiman Pemukiman Pemukiman Luas (ha) 300. sedangkan lahan kering tanpa teras dari bergelombang sampai dengan berbukit. Kelembaban tanahnya ustik.

kacang panjang dan lain sebagainya. Belum berkembangnya kompos di desa ini karena disamping petani belum banyak mengetahui teknologinya. kelokos. Lahan kering tanpa teras yang dimaksud sebenarnya adalah tegalan (ladang) atau merupakan areal perkebunan rakyat. Selain tanaman tahunan. Analisis Sistem Usahatani Seperti telah disampaikan di atas. Ke dua ternak tersebut dipelihara di pekarangan dengan tingkat teknologi yang masih sederhana. Sumber pendapatan rutin petani dari tanaman coklat yang dapat dipanen secara berkala sepanjang tahun. Selain padi. Disamping itu karena hasil panen coklat memerlukan penanganan pasca panen lebih lanjut dan hambatan pada pemasaran sehingga tidak bisa digunakan sebagai sumber untuk mendapatkan uang tunai secara cepat. kecipir. kopi. jeruk. Perkembangan areal tanaman vanili bertambah pesat. disamping untuk menjaga keseimbangan air. Ayam dipelihara tanpa pengandangan. Tanaman tersebut ditanam secara tumpangsari oleh para transmigran. nangka. Kebun umumnya berupa kebun campuran dengan jenis tanaman: kakao. Vegetasi yang tumbuh di hutan terdiri atas: bajur. padi. suren. Ditinjau dari waktu panennya. komak. Ternak yang banyak dipelihara petani adalah sapi dan ayam buras. dan kelapa. Sama halnya dengan coklat. terutama kopi. untuk menjaga kelestarian Hutan Taman Nasional Gunung Rinjani yang kaya dengan keanekaragaman hayati. dan sawi sedangkan cabe dan tomat ditanam sebagai tanaman strip cropping pada bawang merah dan bawang putih. Perkembangan tanaman perkebunan di desa ini cukup baik. pisang dapat dipanen sepanjang tahun. Tanaman vanili dan coklat diperkenalkan oleh Dinas Perkebunan kepada masyarakat Desa Sajang. tetapi jumlah produksi yang diperoleh dalam sekali panen tidak begitu besar sehingga tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dalam sebulan. Sebagian besar lahan kering tanpa teras dipergunakan untuk tanaman perkebunan. komoditas tanaman tahunan dominan diusahakan petani adalah kopi. Malam hari ayam di masukkan dalam kurungan atau dibiarkan tidur di dahan pohon sekitar rumah. kopi dan coklat. juga karena kandang kolektif belum berkembang di desa ini sehingga menyulitkan mengumpulkan kotoran sapi untuk dijadikan bahan baku dalam pembuatan kompos yang sebenarnya dapat menekan pengeluran petani untuk pembelian pupuk. jeruk dan vanili memiliki waktu panen yang hampir bersamaan yaitu antara bulan Juni dan Juli. Tabel 3. Diperkirakan karena keberhasilan vanili. tetapi karena sifat produksinya yang mudah rusak dan rendahnya penguasaan petani pada teknologi pengolah hasil menyebabkan harga jual pisang yang diterima petani rendah dan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. di lahan kering tanpa teras yang berupa tegalan atau ladang diusahakan tanaman semusim. akasia dan lain-lain jenis vegetasi. Sapi umumnya dibuatkan kandang sederhana di belakang atau samping rumah. Pakan umumnya berasal dari rumput atau limbah hasil pertanian. mengoptimalkan pendapatan. antisipasi resiko kegagalan dan mengoptimalkan penggunaan air hujan yang terbatas. vanili. coklat. pisang. kakao dan vanili. Tujuan petani menggunakan sistem pertanaman tersebut untuk mengoptimalkan penggunaan lahan. ditanam pula kacang gude. Petani belum banyak mengenal teknologi pengawetan pakan ternak atau teknologi pemanfaatan limbah ternak seperti teknologi pembuatan kompos. jeruk dan vanili. Keadaan ini harus diantisipasi. rajumas. kopi. pitsai. pagi hari diberi pakan dan siang hari berkeliaran mencari pakan sendiri. mangga. aren. kul. Aktivitas Bulan Panen 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 . Varietas padi yang ditanam adalah padi merah jenis lokal berumur 6 bulan. 2005. banyak petani yang membuka hutan secara liar untuk dijadikan areal perkebunan. Bulan-bulan penerimaan pendapatan dari setiap jenis komoditas yang diusahakan petani Desa Sajang Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur. sentul. Tanaman tersebut biasanya ditanam secara tumpangsari. terutama setelah kedatangan petani dari Pulau Bali dan petani transmigran Bali dari Desa Celelos Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Barat ke Desa Sajang yang secara umum memiliki tingkat ketrampilan cukup baik dibidang teknologi budidaya vanili.bawang putih (Sangga) direlay dengan buncis.

Sapi dalam mendukung perekonomian rumah tangga difungsikan sebagai tabungan oleh petani. pupuk dan pestisida yang pembayaran . Ini terjadi karena sistem usahatani yang diterapkan tidak terintegrasi dengan baik untuk tujuan tersebut. Tidak tersedianya uang tunai pada petani karena komoditas yang diusahakan dalam sistem usahatani pada dua agroekosistem yang ada di Desa Sajang tidak terintegrasi dengan baik yang dapat dijadikan sebagai sumber pendapatan secara berkesinambungan selama setahun. Lemahnya sistem jaminan yang dimiliki petani. Sapi yang diperlihara petani tidak ditujukan untuk pembibitan atau penggemukan tetapi lebih banyak untuk tujuan mengolah tanah untuk menekan biaya produksi. di lahan kering atau tegalan ditanam padi bersamaan dengan penanaman bawang merah. vanili dan dari tanaman semusim yang diusahakan petani. apabila ada kebutuhan uang mendesak dalam jumlah yang cukup besar sapi segera dijual. Usaha perbibitan sapi tidak berkembang di desa ini karena kesulitan pejantan dan biaya perkawinan yang cukup tinggi. adalah vanili. Ayam buras dalam perekonomian rumah tangga petani digunakan untuk memenuhi kebutuhan uang mendesak yang jumlahnya tidak terlalu besar. Sistem ijon berkembang baik di desa ini. Akibatnya waktu panen seluruh tanaman tersebut (termasuk cabe dan tanaman relay lainnya) terjadi dari bulan Maret sampai dengan Juli. buncis. karena prosedur peminjaman uang yang tidak memerlukan birokerasi yang terlalu rumit. cabe. Ini berarti bahwa uang tunai harus selalu tersedia pada petani. Dari Tabel 3 di atas diketahui bahwa akumulasi pendapatan petani terbesar terjadi pada bulan Juni dan Juli yang diperoleh dari kopi. tapi sering tujuan tersebut tidak tercapai karena ayam di desa ini rentan terhadap serangan tetelo dan serangan hama musang. pisang dan anak sapi dalam kandungan. Kesulitan uang tunai diatasi petani dengan cara meminjam uang dari para pelepas uang yang memberikan pinjaman dengan tingkat bunga yang cukup tinggi. Analisis Ketahanan Pangan Ketahanan pangan masyarakat tani Desa Sajang relatif lemah. jeruk. bawang putih. Untuk memenuhi kebutuhan pangan pokok yaitu beras diperoleh sebagian besar dengan cara membeli. belum berfungsinya lembaga keuangan pedesaan dan tidak adanya skim kredit khusus untuk bidang pertanian dan lemahnya ketahanan pangan petani. sementara disatu sisi untuk mendapatkan uang tunai petani sering mendapat kesulitan. cukup dengan modal sosial kepercayaan dan jabatan tangan maka uang akan segera dicairkan oleh pengijon.Padi. Pinjaman dalam bentuk beras. Akibatnya harga yang diterima petani tidak sesuai dengan harga pasar. Beberapa jenis tanaman yang sering diijonkan petani untuk membeli kebutuhan sehari-hari terutama untuk konsumsi beras. sawi dan pitsai di sawah tadah hujan. dan tanaman hortikultura semusim Panen Jeruk Panen Kopi dan pasca panen Panen dan pasca panen vanili Panen dan pasca panen kakao Panen Pisang Sumber: Data primer di olah Disamping tanaman perkebunan. Sumber pendapatan berkesinambungan sepanjang tahun diperoleh dari coklat dan pisang tetapi jumlahnya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari disamping masih mengalami kendala pada pemasaran dan pengolahan hasil sehingga tidak bisa memberikan nilai tambah pada pendapatan petani. kol. Dari uraian tersebut dan memperhatikan Tabel 3 diketahui bahwa petani Desa Sajang tidak memiliki sumber pendapatan yang bekesinambungan dalam jangka satu tahun. mengalihkan perhatian petani kepada para pengijon untuk mendapatkan uang tunai guna membeli beras. Dalam hal ini perlu diadakan penataan pola tanam untuk memperkuat ketahanan pangan petani sehingga petani tidak jatuh ketangan pengijon.

petani hanya mengandalkan pestisida yang diaplikasikan secara berkala tanpa memperhatikan ambang batas ekonomi dan diperparah lagi karena pestisida yang digunakan untuk mengendalikan organisme penggangu dibeli dengan sistem yarnen sehingga memperbesar biaya produksi. Hal tersebut diketahui dari tujuan petani menanam bawang merah dan bawang putih di awal musim hujan bersamaan dengan waktu tanam padi yaitu untuk produksi benih karena mengejar harga jual yang tinggi. Harga kopi di Indonesia akan jatuh bila kopi di Brazillia membajiri pasaran dunia. pertimbangan petani menanam padi di lahan kering dan tidak menanam bawang merah dan bawang putih di lahan kering adalah untuk memperkecil resiko kerugian apabila terjadi kegagalan panen karena kekeringan. Produksi padi ini sangat rendah dibandingkan varietas unggul baru. petani sering berhadapan dengan resiko kegagalan yang cukup besar karena kelebihan curah hujan dan serangan organisme pengganggu tanaman. Seperti kita ketahui bahwa kopi. Petani adalah manajer yang bebas dalam mengelola usahataninya (Badan Litbang Pertanian. Penyebab utama lemahnya ketahanan pangan masyarakat Desa Sajang karena petani di desa ini sangat sedikit yang menanam padi dan varietas padi yang ditanam adalah varietas lokal warna merah berumur 6 bulan. vanili dan coklat merupakan komoditas yang diperdagangkan secara internasional sehingga harganya sangat dipengaruhi oleh harga perdagangan di tingkat international. 1996). Ini berarti bahwa segala sumberdaya yang dimiliki petani diperioritaskan untuk kedua komoditas tersebut. karena pertanaman padi membutuhkan waktu 6 (enam) bulan. Hasil panen yang diperoleh praktis seluruhnya digunakan untuk melunasi hutang. kemajemukan dan rasionalitas praktik pertanian yang tidak sistematis dan tidak teratur (Chambers. artinya sistem usahatani petani Sajang sudah berorientasi pasar atau mengejar keuntungan tetapi tidak memperhatikan keamanan ketahanan pangannya dengan cara menanam padi secara lebih intensif. Sudah tentu dengan mengusahakan tanaman tersebut pada awal musim hujan. Akibatnya pendapatan yang diterima petani kopi. bila panen vanili di Zanzibar berhasil. Sintesa Sistem Usahatani Penelitian lapang tentang sistem usahatani menunjukkan kompleksitas. akibatnya pendapatan yang diterima petani tidak sepadan dengan biaya yang dikeluarkan. 2004). Sementara untuk mengendalikan organisme pengganggu.dilakukan setelah panen (yarnen) nilainya hampir dua kali lipat dari nilai pinjaman. Petani masih bertahan menanam padi ini karena kesulitan mendapatkan varietas unggul padi dataran tinggi berumur pendek dan berdaya hasil tinggi. Sistem usahatani dengan orientasi pasar tanpa memperhatikan ketahanan pangan mengakibatkan kerugian yang cukup besar pada petani dan tidak dapat melepaskan diri dari mata rantai ijon yang selalu membelit. berorientasi pasar dan bertujuan untuk meraih sisa hasil usaha (laba) sebesar-besarnya. Makin kecil usahatani makin tinggi kompleksitas usaha tersebut (Kesseba. vanili dan coklat sering menjadi sangat rendah dan tidak cukup untuk membeli kebutuhan pangan pokok beras selama satu tahun. . usahatani haruslah dipandang sebagai suatu komersial yang otonom. demikian pula dengan vanili. dan padi bukan merupakan tanaman yang diperioritaskan petani. Alasan petani menanam padi di lahan kering (tegalan dan ladang) karena jika ditanam di lahan sawah tadah hujan yang lebih potensial. sehingga petani desa ini hidup dari gali lubang tutup lubang dan menjadi buruh tani di usahataninya sendiri. yang terkenal dengan kualitas mutu terbaik didunia maka harga vanili di Indonesia akan jatuh. petani akan kehilangan kesempatan untuk menanam tanaman sayuran terutama bawang merah dan bawang putih. Benih bawang merah dan bawang putih dari Desa Sajang digunakan untuk memenuhi kebutuhan benih bawang merah dan bawang putih Desa Sembalun Lawang dan Sembalun Bumbung yang menanam kedua komoditas tersebut di musim kemarau I di lahan sawah. Disamping karena alasan tersebut. karena petani menganggap sawah tadah hujan kondisinya lebih bagus dari tegalan dan ladang. 1989). Karena nilai ekonomis bawang merah dan bawang putih lebih tinggi dari padi maka kedua komoditas ini lebih diperhatikan petani. Walaupun berupa usaha keluarga skala kecil. Penyebab lain lemahnya ketahanan pangan masyarakat Desa Sajang adalah karena harga komoditas tanaman perkebunan yang diusahakan petani sangat berfluktuasi.

optimalisasi pemanfaatan sumberdaya (lahan. termasuk usahatani. strategi diversifikasi usaha spektrum luas dapat bermanfaat untuk optimalisasi pemanfaatan sumberdaya maupun untuk mengurangi resiko usaha. Dari hasil analisis peta pewilayahan komoditas berdasarkan zona agroekologi Kabupaten Lombok Timur diketahui ruang yang masih dapat dimanfaatkan untuk pengembangan usahatani yaitu kawasan dengan notasi x sedangkan pemukiman dan kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani tidak dapat dimanfaatkan karena merupakan daerah konservasi untuk kelestarian sumberdaya air dalam rangka mendukung sistem usahatani masyarakat sekitarnya. . Berdasarkan pemikiran tersebut diatas. penanganan pasca panen dan pengolahan hasil lebih lanjut diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani. modal) melalui diversifikasi tanaman atau ternak pada dasarnya adalah juga intensifikasi pemanfaatan sumberdaya. maka usahatani yang akan dikembangkan adalah pola usaha SUID-Keluarga yang mengintegrasikan kegiatan rumah tangga. Di kawasan dengan notasi x walaupun saat ini sudah terdapat pertanaman petani yang pada dasarnya sulit untuk ditata kembali. tetapi dengan teknologi intensifikasi.000 dan data yang diperoleh dari group diskusi dan wawancara mendalam akan disintesakan alternatif sistem usahatani untuk memperkuat ketahanan pangan petani di Desa Sajang. Rancang operasional usaha SUID-Keluarga di susun antara lain dengan kondisi agroekosistem maupun tatanan sosial-ekonomi setempat. tenaga kerja.Pada tingkat perusahaan. usahatani yang dikembangkan ialah Sistem Usahatani Intensifikasi Diversifikasi (SUID = Farming System Intensification Diversification). Oleh karena sasarannya adalah usahatani keluarga skala kecil. Pada usahatani. usahatani dan kegiatan non-usahatani. analisis terhadap peta pewilayahan komoditas pertanian berdasarkan zona agroekologi Kabupaten Lombok Timur skala 1 : 50. Oleh karena itu.

21 Lereng Ketinggian Dataran Suhu Solum x 3-5 x 0-400 x Rendah x Panas Dalam Kawasan Arahan Penggunaan Lahan Keterangan Pemukiman Pemukiman x Lahan Kering 1. Lahan kering tanpa teras yang sebenarnya adalah tegalan atau ladang seluas 1.81 ha karena memiliki kelerangan antara 8 – 15% dan berada pada ketinggian antara 0 – 400 m dpl sehingga rezim suhunya panas dan kedalaman solum tanah sedang maka diarahkan untuk pengembangan pertanian lahan kering sistem konservasi (III/DEpFc) dimana sebagai tanaman pembentuk lorong digunakan tanaman perkebunan tahunan dan sebagai tanaman pengisi lorong digunakan tanaman pangan jenis serealia.54 523..81 Tanpa Teras Lahan Kering Tanpa Teras Lahan Kering Tanpa Teras Lahan Kering Tanpa Teras Hutan Hutan Hutan Hutan 8-15 0-400 Rendah Panas Sedang x 649. . tanaman III/DEpFc perkebunan tahunan.023. Tanaman hortikultura semusim yang dimaksud disini dapat berupa bawang putih. 2003 Diolah Dari landuse Desa Sajang diketahui bahwa lahan kering berteras yang sebenarnya adalah sawah tadah hujan seluas 305. perkebunan musiman Pertanian lahan kering konservasi. terletak pada ketinggian 0 – 400 m dpl dengan rezim suhu panas diarahkan untuk pengembangan pertanian lahan kering tanaman semusim (IVDFcHaEa). 2005. Sistem yang digunakan adalah alley cropping dengan tanaman pembentuk lorong dari tanaman tahunan hortikultura dan tanaman perkebunan tahunan dan sebagai tanaman pengisi lorong digunakan tanaman hortikultura semusim sayuran. kacang kapri dan lain sebagainya seperti yang biasa diusahakan petani.30 140.51 8-15 700-1200 Tinggi Sejuk Dalam x 450.023. IV/DFcEa pangan. dan tanaman perkebunan musiman. dkk.61 770.Tabel 4. buncis. Tanaman yang dikembangkan di zona ini adalah tanaman hortikultura tahunan dan perkebunan tahunan.21 ha dengan tingkat kelerengan dibawah 8%. bawang merah. Lahan kering tanpa teras seluas 450.61 15-30 8-15 15-30 15-30 >75 >1200 700-1200 700-1200 >1200 >1200 Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Sejuk Dalam Sejuk Dalam Sejuk Dalam Sejuk Dalam Sejuk Dalam x Taman Nasional Taman Nasional Taman Nasional Taman Nasional Pemukiman Pertanian lahan kering. Landuse Pemukiman Lahan Kering Teras Luas (ha) 13. pangan serealia Pertanian lahan kering.51 ha dengan kelas kelerengan 8 -15% yang terletak pada ketinggian 700 – 1200 m dpl sehingga rezim suhunya sejuk dan kedalaman solum tanahnya dalam diarahkan untuk pertanian lahan kering sistem konservasi (III/DHpEpHa). Di daerah ini karena kelas kelerengan yang dimilikinya sudah tidak layak untuk usaha tanaman semusim. perkebunandan III/DHpEpHa hortikultura tahunan dan semusim Pertanian lahan kering tanaman hortikultura II/DHpEp dan perkebunan tahunan Pertanian lahan kering II/DHpEp tanaman hortikultura dan perkebunan tahuan III/DJm Kawasan Hutan lahan kering Konservasi II/DJm Kawasan Hutan lahan kering Konservasi II/DJm Kawasan Hutan lahan kering Konservasi III/DJm Kawasan Hutan lahan kering Konservasi Sumber: Alkusuma.04 15-30 400-700 Rendah Panas Dalam x 307. Lahan kering tanpa teras lainnya yaitu seluas 649. Arahan Penggunaan Lahan di Desa Sajang Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur. cabe.84 407. Di daerah ini sebaiknya dikembangkan pertanian lahan kering tanaman pangan jenis serealia.81 305.04 ha dengan kelas kelerengan antara 15 – 30% dan terletak pada ketinggian 400 – 700 m dpl sehingga memiliki rezim suhu panas diarahkan pada pengembangan pertanian lahan kering sistem konservasi (II/DHpEp).

84 ha dengan kelas kelerengan 15 – 30% dan berada pada ketinggia lebih dari 1.Lahan kering tanpa teras seluas 307. Mengingat keterbatasan tenaga kerja keluarga maka alat mesin pertanian untuk penanganan pasca panen perlu diperkenalkan kepada petani Desa Sajang. coklat dan vanili yang telah eksis di desa tersebut. 3. Tanaman yang diusakan petani disusun dalam suatu pola tumpangsari dengan sistem pertanaman relay planting atau strip cropping dan pertimbangan waktu panen yang berbeda sehingga dapat menjadi sumber pendapatan yang berkesinambungan bagi petani. 4. Dalam sistem alley cropping selain tanaman perkebunan dan tanaman hortikulturan tahunan sebagai tanaman pembentuk lorong dapat pula digunakan tanaman pakan ternak. karena kondisinya yang berupa lahan kering sehingga keberhasilan pertanian di daerah ini sangat ditentukan oleh curah hujan. Dengan pengembangan pakan ternak diharapkan ternak dapat berkembang di desa ini. 2. ternak yang saling mendukung dalam pola Crop Live Stock (CLS) dapat dikembangkan pada sistem usahatani lahan kering dataran tinggi. Intergrasi tanaman tahunan. Sistem usahatani intensifikasi diversifikasi merupakan sistem usahatani yang dapat dikembangkan di lahan kering dataran tinggi yang keberhasilannya sangat ditentukan oleh curah hujan sehingga resiko kegagalan (kerugian) dapat dikurangi. 5. Ketahanan pangan masyarakat Desa Sajang (lahan kering dataran tinggi) dengan rezim suhu sejuk yang memiliki kecenderungan mengembangkan tanaman hortikultura sayuran dapat ditingkatkan dengan mengintroduksikan varietas unggul padi umur pendek dan berdaya hasil tinggi. Keterbatasan sumber modal yang dapat diakses petani diatasi dengan mengembangkan kelembagaan keuangan dengan pola skim kredit khusus untuk pertanian dengan mengaktifkan kelembagaan keuangan yang ada dan memperkuat sistem jaminan yang dimiliki petani. Tanaman yang dikembangkan pada zona ini adalah tanaman hortikultura tahunan dan tanaman perkebunan tahunan yaitu kopi. KESIMPULAN 1. Demikian pula halnya dengan alat pengolahan hasil mengingat potensi daerah ini yang cukup baik untuk pengembangan pisang maka teknologi pengolahan hasil untuk komoditas tersebut perlu diperkenalkan kepada petani Desa Sajang. tanaman semusim. Kedepan dengan berkembangnya ternak dapat dikembangkan integrasi tananam dan ternak ( Crop Live Stock = CLS) di daerah dataran tinggi. Usaha penanganan pasca panen untuk coklat dan kopi di Desa Sajang perlu mendapat perhatian. Dalam melakukan usahannya. Dalam rangka antisipasi degradasi lahan karena konversi penggunaan lahan diperlukan suatu kebijakan yang tegas.200 m dpl sehingga memiliki iklim sejuk dan kedalaman solum tanah dalam diarahkan untuk pengembangan pertanian lahan kering sistem konservasi (II/DHpEp). . maka sistem usahatani yang dilakukan petani haruslah sistem usahatani intensifikasi diversikasi untuk mengurangi resiko kegagalan.

8th edition 1998. Pepep Sudradjat penerjemah. Kerjasama Jurusan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Udayana dan Proyek Pembinaan Kelembagaan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Terjemahan dari: Rural Development Putting the Last First. Kerjasama Badan Pusat Statistik Kabupaten Lombok Timur dengan Bappeda Kabupaten Lombok Timur. Di dalam Kesseba AM editor.000 di Kabupaten Lombok Timur Propinsi Nusa Tenggara Barat. LP3ES. Apresiasi Metodologi Analisis Zona Agroekologi Untuk Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. 2003. Jalan Ragunan 29. Lombok Timur In Figures. 1997 Kesseba AM. Rencana Strategis Pengembangan Wilayah Lahan Kering Provinsi Nusa Tenggara Barat. Departemen Pertanian. USDA. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Keys to Soil Taxonomy. 1998. Bagian Proyek Penelitian Sumberdaya Tanah dan Poor Farmers Income Improvement Through Inovation Project. 2004. Nasional Resources Conservation Service. “Technology System for Resource Poor Farmers”. Asep Iskandar. 2004. Lombok Timur Dalam Angka. Chambers Robert. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat. Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat. 1989. Suwardji. Lombok Timur In Figures. BPS Kabupaten Lombok Timur. 2003. Balai Penelitian Tanah. Pembangunan Desa Mulai dari Belakang. Kerjasama Badan Pusat Statistik Kabupaten Lombok Timur dengan Bappeda Kabupaten Lombok Timur. 1997. Pasarminggu.DAFTAR PUSTAKA Alkusuma. 2003. &London. Laporan Akhir Penyusunan Peta Pewilayahan Komoditas Pertanian Berdasarkan Zone Agro-Ekologi Skala 1 : 50. Hendri Sosiawan. San Francisco. Lombok Timur Dalam Angka. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Kumpulan Materi. Tahun Anggaran 2003. 1983. 2004. Badrul Munir. Westview Press. Agus Bambang Siswanto. Metodologi Penyusunan Peta Zona Agroekologi. Boulder. Rancangan Dasar Prima Tani (Program Rintisan dan Akselerasi Pemasyarakatan Inovasi Teknologi Pertanian). Sri Tejo Wulan. BPS Kabupaten Lombok Timur.. Jakarta. Jakarta. Amry Rakman. Technology System for Small Farmers Issues and Options. . Tahun 2003 – 2007. Badan Litbang Pertanian. 2002. 2003. Departemen Pertanian. Adi Hermawan. Soil Survey Staff. 2004.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful