P. 1
Manusia Dan Pendidikan

Manusia Dan Pendidikan

|Views: 57|Likes:
Published by Nanang Arbiota

More info:

Published by: Nanang Arbiota on May 01, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/07/2013

pdf

text

original

MANUSIA DAN PENDIDIKAN (FUNGSI PENDIDIKAN DALAM KEHIDUPAN MANUSIA

)

MANUSIA DAN PENDIDIKAN (Fungsi Pendidikan dalam Kehidupan Manusia)

MAKALAH Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah “Filsafat Pendidikan Islam”

Disusun oleh : MAD SA’I F05411121

Dosen Pembimbing : Dr. Phil. Khoirun Niam

PROGRAM PASCA SARJANA INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA 2012

Potensi dan kemampuan itulah yang mengantarkannya pada kesempurnaan dan kebahagiaan.[1] . Agama dan sains dapat dijadikan titik pangkal yang kemudian diperluas dan dielaborasi lanjut dengan pisau filsafat. Bila kita mencari jawabannya melalui dogma-dogma agama maka jalan ini tidak akan membawa pada kepuasan intelektual karena Religions way of knowledge yang seringkali tidak menggunakan argumentasi yang kritis disamping dominannya klaim kebenaran (truth claim) apalagi bila kita dihadapkan dengan pluralitas paham keagamaan. Walaupun kita menggunakan pisau filsafat ini tidak berarti bahwa kita secara mutlak telah sampai pada gambaran manusia apa adanya. Kita mungkin telah mengetahui apakah secara teoritif ataupun secara intuitif bahwa hal yang paling mendasar dari segala realitas apakah itu diri kita ataupun benda-benda yang ada di sekitar kita atau realitas imajinal yang kita beri pengakuan padanya adalah keberadaan atau eksisteninya. Tetapi seringkali manusia itu tidak menyadari bahwa dalam diri terpendam jawaban-jawaban bagi persoalan yang dipertanyakannya. Keberadaan adalah fondasi atau prasyarat dari segala hal yang terjadi dalam realitas. yaitu Socrates mengemukakan bahwa pada diri manusia terpendam jawaban mengenai berbagai persoalan dunia. Untuk mengantisipasi kedua hal di atas maka kita dapat menggunakan penalaran filsafatis karena filsafat dapat mengatasi cara berpikir dogmatik dari agama dan cara berpikir positivistik dari sains. keberadaan adalah limpahan anugerah paling awal yang diterima oleh realitas ini sebelum realitas tersebut melakukan atau dikenai kejadian apapun. Tapi di sini kita tidak akan mempertajam membahas hal tersebut. Ini disebabkan oleh adanya potensi dan kemampuan yang dimilikinya. Sedangkan jika kita melalui jalan sains maka jawaban yang diperoleh adalah jawaban yang positivistik. Disadari ataupun tidak kita seringkali mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang sangat mendasar seperti “apakah tujuan hidup kita?”. Pandahuluan Manusia adalah makhluk yang paling unik dibandingkan dengan makhluk lainnya. Diantara keunikan tersebut ialah sebagaimana yang diungkapkan oleh beberapa tokoh filsafat. sehingga sangat menarik untuk dikaji. Kalau kita membawanya ke dalam bahasa yang agak religius. Salah satu titik pangkal (initial point) dari semua pembahasan filsafat adalah pengakuannya akan realitas. tergantung pada aliran filsafat yang bersangkutan apakah realitas yang dimaksud di sini hanyalah realitas material atau juga termasuk realitas ide. alih-alih mengungkapkan sisi kemanusiaan kita yang dinamis malah yang terjadi adalah gambaran manusia yang operasionalistik-mekanistik dan ini akan mereduksi kompleksitas dimensi keberadaan manusia. B. Pertanyaan ini biasanya disebut dengan pertanyaan eksistensial. Filsafat tidak bertendensi untuk mencari jawaban final tetapi untuk mencari kemungkinan pertanyaan-pertanyaan baru. Untuk menjawab pertanyaan tersebut ada beberapa cara yang dapat ditempuh baik melalui dogma-dogma agama yang tertuang dalam teks-teks suci kegamaan maupun melalui metode ilmiah atau biasa kita sebut dengan sains atau kita melakukan penalaran filsafatis.A. dengan tidak menafikan fungsi dari agama dan sains. maka hal ini akan membawa kita kepada kebingungan. Hakikat Manusia Seperti yang diuraikan sebelumnya bahwa manusia merupakan makhluk yang paling unik jika dibandingkan dengan makhluk lainnya. abstrak atau yang immaterial.

Muhammad Quthb juga mengatakan mengenai manusia bahwa eksistensi manusia ialah jasmani. bashar dan ketiga Bani> Adam dan Zuriya Adam. akal dan ruh. fahima dan ‘aqala.[10] Al-Syaibani menyatakan bahwa manusia memiliki tiga potensi yang sama pentingnya yaitu jasmani. “When we think of complicated machines these days we think of computers. Ini kesenangan. Lebih jauh dia mengatakan bahwa hakikat manusia ada dua yaitu rasio dan kesenangan (nafsu). masih banyak tokoh filsafat yang mengemukakan pendapatnya tentang manusia. jiwa itu ada sejak sebelum kelahiran. tafakkara seperti dalam surat al-Nahl ayat 68-69. yaitu kata naz}ara seperti dalam surat Qa>f ayat 67. Bila ada konflik batin pada seseorang. Semua kata-kata itu menunjukkan bahwa al-qur’an mengakui akal adalah aspek penting dalam hakikat manusia.[2] Selain tokoh tersebut di atas. akal dan ruh. Thomas Hobbes[5]. ins atau al-na>s. Menurutnya.Plato juga mengatakan bahwa jiwa manusia adalah entitas non-material yang dapat terpisah dari tubuh. Penjelasan mengenai unsur tersebut ialah terdapat dalam al-qur’an surat al-Hijr ayat 29. pasti terdapat petentangan dua elemen kepribadian pada orang tersebut. tadabbara seperti dalam surat S}a>d ayat 29.[11] Sementara. Pertama. faqiha. Karena manusia bekerja ibaratnya mesin yang dapat mendesain sesuatu dengan baik dan sesuai dengan yang diinginkan serta dapat bekerja dengan lebih cepat. Quraish Shihab mengatakan bahwa ada tiga kata yang digunakan al-qur’an untuk menunjuk manusia yaitu. sementara rasionya tahu bahwa makanan dan minuman itu berbahaya baginya. Manusia memiliki unsur yang sangat penting dan peotensial untuk dikembangkan.[9] Ketiga. manusia mempunyai unsur jasmani (material). Few can remain unimpressed by their performance. Konsekuensinya ialah pendidikan harus didesain untuk mengembangkan unsure-unsur tersebut. manusia memiliki ruh atau ruhani. John Locke[4]. jiwa itu tidak dapat hancur alias abadi. Di antaranya seperti Rene Descartes[3]. Karena menikmati kelezatan (kesenangan) itu hakikat maka rasiopun juga hakikat. Calculations that previously took weeks to work out now take minutes.[8] Selanjutnya Abdul Fattah Jalal mengatakan bahwa kata‘aqala di dalam al-qur’an kebanyakan digunakan dalam bentuk fi’il (kata kerja). reach conclusions more quickly and write poetry with greater facility. Sedangkan manusia dalam pandangan al-Qur’an dapat dijabarkan sebagai berikut. berdasarkan penjelasan sebelumnya dapat kita pahami bahwa manusia adalah makhluk unik dan menarik untuk dikaji karena keberadaannya. They can store vast quantities of information and use it in any . hanya sedikit dalam bentuk ism (kata benda) itu menunjukkan bahwa pada akal yang penting ialah berfikir bukan akal sebagai otak yang berupa benda. Immanuel Kant[6] dan sebagainya. Nasution menjelaskan bahwa ada tujuh kata yang digunakan al-qur’an untuk mewakili konsep akal. tadzakkara. insa>n. ketiganya menyusun manusia menjadi satu kesatuan. Kedua. It is claimed that they can play better chess than we can. Adapun pandangan lain menyebutkan bahwa manusia merupakan mesin. manusia adalah makhluk berakal yang juga merupakan aspek penting dalam hakikat manusia.[12] Oleh karenanya. Pertama. Dua unsur yang hakikat ini dijelaskan oleh Plato dengan perumpamaan seseorang yang makan kue atau minum sesuatu.[7] Kedua.

Allah telah mendidik dan mengarahkan pertumbuhan dan perkembangan alam. it has been around for some 300 years at least. tersirat pengertian yang menyatakan bahwa manusia agar tetap memelihara kesucian asma` (pelajaran yang di ajarkan) Tuhan pendidik yang maha tinggi. so that the idea that man is no more than a complex machine seems quite plausible. If we hold such a mechanistic view. ukuran dan sebagainya di alam) dan kemudian memberi pertunjuk terhadap proses penyempurnaan ciptaan tersebut. Later. saw the whole of man in mechanical terms. yang terus menerus berkembang. This idea. Secara fisiologi. Tuhan telah menciptakan (alam dan manusia). Tuhan telah memberikan batasan (menetapkan aturanaturan. Thomas Hobbes. cogs and shafts meshing and moving according to some predetermined end. Lebih luas lagi. Jadi dalam pendidikan filsafat Islam. kemudian menyempurnakan proses penciptaanya. hewan lebih komplek dibandingkan dengan tumbuhan. does this mean that we have to give up the idea that there is a mind somewhere inside our body? In general the answer is yes. Dengan pendidikan manusia akan mengetahui hakikat dirinya. dan hal ini akan menghasilkan kebudayaan.[15] C. manusia diibaratkan dengan hewan. Man has been seen as consisting of a series of levers. so that the study of human nature becomes a branch of physics. Kehidupan hewanpun cukup variatif.[14] Juga. manusia juga diumpamakan sebagai tumbuhan karena manusia mengalami perkembangan dan pertumbuhan layaknya tumbuh-tumbuhan. Terbukti ketika kita lihat dalam suatu kebun binatang atau lingkungannya. Karena dalam pendidikan terdapat nilai-nilai dan konsep-konsep kebenaran dan keberadaan seorang itu sendiri. baik al-Quran maupun Sunnah Allah. takaran. the French writer La Mettrie called one of his works L’Homme machine.’ He believed that human beings were nothing but matter. They are subject to physical laws. Hewan bisa belajar bagaimana mencari makan untuk keberlangsungan hidupnya.”*13+ Di samping perumpamaan tersebut.of these calculations. Dalam tujuan secara umum pendidikan Islam membentuk pribadi bahagia di dunia dan . Hakikat Pendidikan Pendidikan yang dimaksud di sini ialah merupakan upaya sadar yang bertujuan untuk memanusiakan manusia. Perkembangan dan pertumbuhan tersebut tidak hanya pada unsur fisiknya saja. an English philosopher. and thinking and feeling its movements. Sehingga pendidikan merupakan media yang dapat membantu manusia untuk mencapai tujuannya. that man is basically an intricate machine. Setiap generasi tua mewariskan kebudayaan pada generasi mudanya dan mengarahkannya agar kebudayaan tersebut berkembang. though some have been less radical by arguing that mind does exist but is a by-product of matter and is still subject to those same physical laws. He wrote: ‘Let us consider boldly that man is a machine and that in the whole universe there is but a single substance variously modified. manusia akan mengalami perkembangan nilai sesuai dengan perkembangan yang terjadi pada lingkungan dimana ia berada. melainkan psikis atau mentalnyapun juga akan mengalami hal yang sama. berarti mengembangkan potensi manusiawi di bawah pengaruh hukum-hukum Allah. maka pola hidup mereka akan berbeda-beda. is not recent.

yaitu: 1. Isi pendidikannya mencakup ilmu pengetahuan.[20] 2.akhirat. melainkan membawa kaum muslimin kepada nilai pendidikan tazkiyah al-nafs (pensucian diri) dari segala kotoran. Mendefinisikan pendidikan Islam sebagai upaya mengembangkan. 2. Adapun istilah pendidikan dalam pendidikan Islam pada umumnya mengacu pada al-Tarbiyah. Memelihara dan menjaga fitrah anak didik menjelang dewasa (baligh) Mengembangkan seluruh potensi menuju kesempurnaan. 3. dan kasih sayang tidak hanya digunakan untuk manusia. masyarakat. Mengemukakan bahwa pendidikan Islam adalah proses mengubah tingkah laku individu peserta didik pada kehidupan pribadi. Dengan pendekatan ini.[16] Istilah al-Tarbiyah berasal dari kata Rabb. memelihara. kata ini lebih bersifat universal di banding al-Tarbiyah mupun al-Ta'di>b.[17] Istilah al-Ta'li>m adalah telah digunakan sejak periode awal pelaksanaan pendidikan Islam. Mengemukakan bahwa pendidikan Islam adalah bimbingan atau pimpinan secara sadar oleh pendidikan terhadap perkembangan jasmani dan rohani peserta didik menuju terbentuknya kepribadiannya yang utama (insan kamil). pendidikan akan berfungsi sebagai pembimbing ke arah pengenalan dan pengakuan kepada Tuhan yang tepat dalam tatanan wujud dan kepribadiannya. termasuk manusia.[21] . Di antara batasan yang sangat variatif tersebut adalah. kesenian dan segala hal yang mampu mengerakan perkembangan manusia. 3.[19] Dalam kata al-Tarbiyah yang memiliki arti pengasuh. Proses pendidikan Islam adalah bersumber pada pendidikan yang di berikan Allah sebagai "pendidik" seluruh ciptaan-Nya. Melaksanakan pendidikan secara bertahap.[18] Sedangkan istilah al-Ta'di>b adalah pengenalan dan pengakuan yang secara berangsur-angsur ditanamkan pada diri manusia (peserta didik) tentang tempat-tempat yang tepat dari segala sesuatu di dalam tatanan penciptaan. mengatur dan menjaga kelestarian atau ekstiensinnya. sehingga memungkinkannya menerima al-hikmah serta mempelajari segala yang bermanfaat untuk diketahui. Walaupun kata ini memiliki banyak arti. Pengertian pendidikan Islam yang dikandungkan dalam al-Tarbiyah. Mengarahkan seluruh fitrah menuju kesempurnaan. Misalnya mengartikan al-Ta'li>m sebagai proses transmisi berbagai ilmu pengetahuan pada jiwa individu tanpa adanya batasan dan ketentuan tertentu. 4. dan alam sekitarnya. sedangkan al-Ta'di>b dan al-Ta'li>m jarang sekali digunakan. alTa'di>b. terdiri dari empat unsur pendekatan. akan tetapi juga digunakan untuk melatih dan memelihara binatang atau makhluk Allah lainnya. akan tetapi pengertian dasarnya menunjukkan makna tumbuh. mendorong serta mengajak peserta didik hidup lebih dinamis dengan berdasarkan nilai-nilai yang tinggi dan kehidupan yang mulia. berkembang. Dari ketiga istilah tersebut yang populer di gunakan dalam praktek pendidikan Islam ialah al-Tarbiyah. al-Ta'li>m. Padahal kedua istilah tersebut telah digunakan sejak awal pertumbuhan pendidikan Islam. merawat. pemeliharaan. 1. Menurut para ahli.

yang berdasarkan dan menurut pandangan dan aliran filsafat tertentu. yang memerlukan pendekatan filosofis pula dalam memecahkannya. sebagai pandangan tertentu terhadap sesuatu obyek. menunjukan pandangan-pandangan tertentu. dan atas dasar itu bisa disusun secara sistematis teori-teori pendidikan. Analisa filsafat terhadap masalah. yang tentunya juga akan memperkaya teori-teori pendidikan. terdapat hubungan fungsional antara filsafat dengan teori pendidikan. Mendefinisikan pendidikan Islam sebagai bimbingan yang diberikan oleh seseorang agar ia berkembang secara maksimal sesuai dengan ajaran Islam. Di samping itu jawaban-jawaban yang telah dikemukakan oleh jenis dan aliran fisafat tertentu sepanjang sejarah terhadap problematika pendidikan yang dihadapinya. materialisme dan sebaginya. secara lebih rinci dapat diuraikan sebagai berikut:[23] Pertama. mengarahkan pertumbuhan dan perkembangan alam dan manusia sekaligus. Dalam al-Qur`an ditegaskan bahwa Allah adalah Rabb al-'a>lami>n.[22] D. Kedua. Filsafat. juga berfungsi memberikan arah agar teori pendidikan yang telah dikembangkan oleh para ahlinya.artinya mengarahkan agar teori-teori dan pandangan filsafat pendidikan yang telah dikembangkan tersebut bisa diterapkan dalam praktek kependidikan sesuai dengan kenyataan dan kebutuhan hidup yang juga berkembang dalam masyarakat. Aliran filsafat tertentu terhadap teori-teori pendidikan yang dikembangkan atas dasar aliran filsafat tersebut. Filsafat dan Teori Pendidikan Tidak semua masalah kependidikan bisa dipecahkan dengan menggunakan metode ilmiah sematamata. mempunyai relevansi dengan kehidupan nyata. Hubungan fungsional antara filsafat dan teori pendidikan tersebut. tentu berdasarkan dan bercorak serta diwarnai oleh pandangan dan aliran filsafat yang dianutnya. sebagai mana ditegaskan dalam Al-Qur’an. misalnya filsafat idelisme. Pengertian tersebut diambil karena kata Rabb dalam arti Tuhan dan Rabb dalam arti pendidik berasal dari asal kata yang sama. Kenapa kenyataan bahwa pendidik dan mendidik itu menjadi urusan manusia.masalah kependidikan tersebut. bahwa pada hakikatnya manusia adalah "Khalifah Allah di alam semesta ini "Khalifah berarti kuasa atau wakil. Jadi mendidik dan pendidik pada hakikatmya adalah fungsi Tuhan dan mendidik adalah mengatur serta. Sementara itu dengan filsafat.4. artinya adalah pendidik semesta alam dan juga pendidikan bagi manusia. realisme. Dalam pandangan filsafat Islam. di samping menggunakan metode-metode ilmiah lainnya. Dengan demikian menurut alQur’an tersebut alam dan manusia mempunyai sifat tumbuh dan berkembang dan yang mengatur pertumbuhan dan perkembangan tersebut tidak lain kecuali Allah juga. akan mewarnai pula pandangan ahli pendidikan tersebut dalam teori-teori pendidikan yang dikembangkannya. adalah merupakan kenyataan bahwa setiap masyarakat hidup dengan pandangan . Banyak diantara masalah-masalah kependidikan tersebut yang merupakan pertanyaanpertanyaan filosofis. Dengan kata lain. Di samping itu. Dengan demikian. Filsafat. teori-teori dan pandangan-pandangan filsafat pendidikan yang dikembangkan oleh fillosof. dalam arti analisa filsafat adalah merupakan salah satu cara pendekatan yang digunakan oleh para ahli pendidikan dalam memecahkan problematika pendidikan dan menyusun teori-teori pendidikannya.

hubungan manusia dengan masyarakat. Ini merupakan naluri yang paling kuat dalam diri manusia. tetapi juga mempunyai keterbatasan-keterbatasan. Pancasila sebagai falsafah hidup manusia Indonesia. yang sesuai dan relevan dengan kebutuhan. Menurut pandangan pancasila. termasuk juga filsafat pendidikan. Ketiga. Suatu praktek kependidikan yang didasarkan dan diarahkan oleh suatu filsafat pendidikan tertentu. namun juga mempunyai sifat-sifat yang kurang baik. b. makhluk yang mempunyai kemampuan untuk berilmu pengetahuan. hubungan manusia dengan alam. sebagaimana dikemukakan oleh Ali Saifullah dalam bukunya “Antara Filsafat dan Pendidikan”. dan tujuan-tujuan pendidikan. metodologi pendidikan dan pengajaran. memberikan pedoman bahwa kehidupan manusia didasarkan atas keselarasan. baik dalam hidup manusia sebagai individu. maupun manusia dalam mengejar kemajuan lahiriah dan kebahagiaan rohaniah. dan juga tidak hanya mempunyai sifat-sifat yang baik. Berawal dari rasa ingin tahu maka timbulah ilmu pengetahuan. termasuk pola-pola akulturasi dan peranan pendidikan dalam pembangunan masyarakat dan Negara. dan untuk selanjutnya menyimpulkan serta dapat disusun teoriteori pendidikan yang realistis dan selanjutnya akan berkembanglah ilmu pendidikan (paedagogik). Artinya. Salah satu insting manusia adalah selalu cenderung ingin mengetahui segala sesuatu disekelilingnya. Filsafat. dan sebagian lagi oleh tanggung jawab sosial dalam masyarakat. Di sinilah letak fungsi filsafat dan filsafat pendidikan dalam memilih dan mengarahkan teori-teori pendidikan dan kalau perlu juga merevisi teori pendidikan tersebut. Analisa filsafat berusaha untuk menganalisa dan memberikan arti terhadap data-data kependidikan tersebut. akan menghasilkan dan menimbulkan bentuk-bentuk dan gejala-gejalan kependidikan yang tertentu pula. antara filsafat dan teori pendidikan. dan keseimbangan. Hubungan Filsafat Manusia dan pendidikan Manusia disebut “Homo Sapiens”. sebagai berikut : a. serta konsepsi hakikat dan segi-segi pendidikan serta isi moral pendidikannya. . manusia mempunyai keinginan untuk mempertahankan hidup dan menjaga kehidupan lebih baik. hubungan bangsa dengan bangsa. dan dengan sendirinya akan menyangkut kebutuhan-kebutuhan hidupnya. Manusia bukan hanya mempunyai kemampuan-kemampuan. Dalam hidupnya manusia digerakkan sebagian oleh kebutuhan untuk mencapai sesuatu. kepemimpinan pendidikan atau organisasi pendidikan. Di samping hubungan fungsional tersebut. tujuan dan pandangan hidup dari masyarakat. juga terdapat hubungan yang bersifat suplementer. keserasian.filsafat hidupnya sendiri-sendiri yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. E. juga mempunyai fungsi untuk memberikan petunjuk dan arah dalam pengembangan teori-teori pendidikan menjadi ilmu pendidikan atau paedagogik. konsep tentang sifat hakikat manusia. dan hubungan manusia dengan Tuhannya. Hal ini adalah data-data kependidikan yang ada dalam suatu masyarakat tertentu. Kegiatan merumuskan dasar-dasar. Kegiatan merumuskan sistem atau teori pendidikan (science of education) yang meliputi politik pendidikan. yang belum diketahuinya.

Di Indonesia secara formal pendidikan mempunyai dasar yang kuat. Kurikulum Tujuan pendidikan yang ingin dicapai murupakan faktor yang menentukan kurikulum dan isi pendidikan yang diberikan. dan mencerminkan identitas Pancasila. ruh. Pandangan Filsafat Tentang Pendidikan Filsafat pendidikan adalah nilai-nilai dan keyakinan-keyakinan filsafat yang menjiwai. mendasari. mampu berdiri sendiri dan mampu menanggung resiko dari segala perbuatannya.Tampaklah bahwa manusia itu sangat membutuhkan pendidikan. Filsafat pendidikan adalah jiwa. karena pendidikan memerlukan landasan kerja untuk member arah bagi programnya. Jadi. . antara lain : 1. Tujuan pendidikan dappenglaman bat memengaruhi strategi pemilihan teknik penyajian pendidikan yang diberikan untuk memberikan pengalaman belajar pada anak didik dalam mencapai tujuan pendidikan yang sudah dirumuskan. didasari.[24] F. Unsur-unsur yang dapat dijadikan tunggak untuk mengembangkan pendidikan lebih lanjut ada 4. Karena melalui pendidikan manusia dapat mempunyai kemampuan-kemampuan mengatur dan mengontrol serta menentukan dirinya sendiri. Karena itu pendidik harus mengetahui pembawaan masing-masing anak didiknya agar layanan pendidikan yang diberikan sesuai kedaan masing-masing. yaitu Pancasila. Peserta didik memiliki pembawaan. dan memberikan identitas (karakteristik) suatu sistem pendidikan. Kesediaan dan kerelaan menerima tanggung jawab harus dimiliki setiap pendidik. atau tujuaan nasional dan cita-cita luhur rakyat Indonesia yang tertulis pada UUD 1945 sebagai perwujudan jiwa dan nilai Pancasila. Dan melalui pendidikan kemampuan tingkah laku manusia dapat didekati dan dianalisis secara murni. Peserta didik adalah adalah anak yang sedang tumbuh dan berkembang. Melalui pendidikan pula perkembangan kepribadian manusia dapat diarahkan kepada yang lebih baik. dan potensi yang berbeda-beda. dan tujuan nasional bangsa kita . 2. Pendidik dan Peserta Didik Pendidik adalah individu yang mampu melaksanakan tinakan mendidik dalam satu situasi pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan. Tujuan pendidikan adalah membawa anak didik agar dapat mandiri dalam hidupnya di tengah-tengah masyarakat. dasar dan tujuan pendidikan adalah suatu aktivitas untuk mengembangkan bidang pendidikan menuju terbinanya kepribadian yang tinggisesuai dengan dasar persiapan pendidikan. 3. karenanya sistem pendidikan nasional wajarlah dijiwai. Antara tujuan dan program harus serasi. dan kepribadian system kependidikan nasional. Dasar dan Tujuan Dasar pendidikan merupakan suatu asas untuk mengembangkan bidang pendidikan dan pembinaan kepribadian. baik fisik maupun mentalnya. Individu yang mampu adalah orang dewasa yang sehat jasmani ruhani. dan karsa bangsa kita. citra. Asas tersebut juga berfungsi sebagi peraturan yang akan digunakan sebagai pegangan hidup dan pegangan langkah pelaksanaan.

Adapun sebagai interaksi antara potensi (memberi dan mengadopsi) antara manusia dan lingkungannya. H. Tugas pendidikan Islam adalah membimbing dan perkembangan peserta didik dari tahap ke tahap kehidupannya sampai mencapai titik kemampuan optimal. maka pendidikan Islam memerlukan asas atau dasar yang dijadikan landasan kerja. Dasar dan Tujuan Pendidikan Islam Sebagai aktivitas yang bergerak dalam proses pembinaan kepribadian muslim. khususnya di bidang kependidikan. peserta didik manusia akan menciptakan dan mengembangkan keterampilan yang di perlukan untuk mengubah dan memperbaiki kondisi-kondisi kemanusiaan dan lingkungannya. dengan memilih materi strategi kegiatan. Jadi system pendidikan diperlukan untuk menjawab semua persoalan yang ada. dan teknik penilaian yang sesuai. tetapi juga semua kegiatan yang bersifat kependidikan yang dipandang mempunyai pengaruh terhadap anak didik cdalam rangka mencapai tujuan pendidikan. . Dalam kontek ini. dapat dipahami bahwa filsafat pendidikan merupakan tata pola pikir terhadap permasalahan di bidang pendidikan dan pengajaran yang senantiasa mempunyai hubungan dengan cabang-cabang ilmu pendidikan yang lain yang diperluakan oleh pendidik atau guru sebagai pengajar dalam bidang studi tertentu G. sunnah Rasul mempunyai dua fungsi. dan sebagai seorang warga negara/masyarakat. Dengan demikian. mengatur.Kurikulum tidak hanya menjabarkan serangkaian ilmu pengetahuan yang harus diajarkan oleh pendidik kepada anak didik. Dalam pendidikan Islam. Pengertian Sistem pendidikan adalah sistem yang dijadikan tolok ukur bagi tingkah laku manusia dalam masyarakat yang mengandung potensi mengendalikan. Dengan kata lain. pendidikan dipandang mempunyai peranan yang besar dalam mencapai keberhasilan dalam perkembangan anak didik. Dengan dasar ini akan memberikan arah bagi pelaksanaan pendidikan yang telah diprogramkan. dasar yang menjadi acuan pendidikan Islam hendaknya merupakan sumber nilai kebenaran dan kekuatan yang dapat menghantarkan peserta didik ke arah pencapaian pendidikan. Konsep ini bermakna bahwa tugas dan fungsi pendidikan memiliki sasaran pada peserta didik yang senantiasa tumbuh dan berkembang secara dinamis mulai dari kandungan sampai akhir hayatnya. Oleh karena itu. dasar yang terpenting dari pendidikan Islam adalah Al-Qur'an dan sunnah Rasulullah (hadits). pendidikan Islam adalah suatu proses yang berlangsung secara berkesinambungan Berdasarkan hal ini maka tugas dan fungsi yang perlu diemban oleh pendidikan Islam adalah pendidikan manusia seutuhny dan berlangsung sepajang hayat. Dengan proses ini. Tugas dan Dasar Pendidikan Islam Pada hakikatnya. Sementara fungsi pendidikan berjalan dengan lancar. Sistem Pendidikan Pelajar Pendidikan merupakan usaha sadar yang sengaja dan terencana untuk membantu perkembanganpotensi dan kemampuan anakagar bermanfaat bagi kepentingan hidupnya sebagai seorang individu. 4. yaitu: Menjelaskan sistem pendidikan Islam yang terdapat dalam Al-Qur'an dan menjelaskan hal-hal yang tidak terdapat di dalamnya. perkembangan masyarakat dalam lapangan pendidikan Oleh karena itu lembaga pendidikan perlu memberikan jawaban yang tepat sehingga kecenderungan sikapm dan berpikir masyarakat tidak terombang-ambing tanpa arah yang jelas. dan mengarahkan.

Sementara fungsi pendidikan berjalan dengan lancar. Sifat-sifat manusia tututan masyarakat dan dinamika peradaban 2. intelektual. dan bahasa. Tujuan pendidikan Islam adalah untuk mencapai keseimbangan pertumbuhan kepribadian manusia (peserta didik) secara menyeluruh dan seimbang yang dilakukan melalui latihan jiwa. dan bahasa. Pendidikan Islam memerlukan asas atau dasar yang dijadikan landasan kerja. perasaan dan indera. fisik. Karena itu. pendidikan hendaknya mencakup pengembangan seluruh aspek fitrah peserta didik. baik secara individual maupun kolektif . diri manusia yang rasional. fisik. Tujuan dan tugas manusia di muka bumi. ilmiah. pendidikan yang telah di programkan. DAFTAR PUSTAKA . baik secara vertikal maupun horizontal. Tugas pendidikan Islam adalah membimbing dan perkembangan peserta didik dari tahap ke tahap kehidupannya sampai mencapai titik kemampuan optimal. perlakuannya terhadap anak-anak. fisik. diri manusia yang rasional. pendidikan hendaknya mencakup pengembangan seluruh aspek fitrah peserta didik. maupun seluruh umat manusia.[25] Dalam merumuskan tujuan pendidikan Islam. serta mengisi tugas kehidupannya di dunia dan menjadikan kehidupan akhirat sebagai tujuan utama pendidikannya. akal pikiran (intelektual). Dengan dasar ini akan memberikan arah bagi pelaksanaan. I. intelektual. ilmiah. baik ruh. paling tidak ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. imajinasi. aspek spiritual. perasaan dan indera. KESIMPULAN Pendidikan Islam adalah suatu sistem yang memungkinkan seseorang (peserta didik) dapat mengarahkan kehidupannya sesuai dengan ideologi Islam. Pendekatan tujuan ini merupakan memiliki makna. baik secara pribadi. bahwa upaya pendidikan Islam adalah pembinaan pribadi muslim sejati yang mengabdi dan merealisasikan "kehendak"Tuhan sesuai dengan syariat Islam. aspek spiritual. komunitas. Tujuan pendidikan Islam adalah untuk mencapai keseimbangan pertumbuhan kepribadian manusia (peserta didik) secara menyeluruh dan seimbang yang dilakukan melalui latihan jiwa. dan mendorong semua aspek tersebut berkembang kearah kebaikan dan kesempurnaan. yaitu: 1. sehingga akan terbentuk pribadi yang utuh dan mendukung bagi pelaksanaan fungsinya sebagai khalifah fi al-ardh. imajinasi. Tujuan terakhir pendidikan Islam terletak pada perwujudan ketundukan yang sempurna kepada Allah. akal pikiran (intelektual).Menyimpulkan metode pendidikan dari kehidupan Rasulullah bersama sahabat. kemauan. baik secara individual maupun kolektif dan mendorong semua aspek tersebut berkembang kearah kebaikan dan kesempurnaan. Karena itu. dan akalnya secara dinamis. Dimensi-dimensi kehidupan ideal Islam[26] Adapun tujuan pendidikan Islam adalah mengembangkan fitrah peserta didik. dan pendidikan keimanan yang pernah dilakukannya.

1994. Abdul Fattah. Sistem Pendidikan Islam. Akal dan Wahyu dalam Islam. Jakarta: Universitas Indonesia. Idi. 1988. Omar Muhammad Al-Thoumy. Salman Harun. an-Nahlawi. Bandung: CV.Arifin. Pengembangan Kurikulum: Teori dan Praktik. Azas-Azas Pendidikan Islam. 2005. M. Jakarta: Bumi Aksara. Wina. Haidar Bagit. Jakarta: Kencana. Bandung: Mizan. London: Routledge. Sarwono. Filsafat Pendidikan Islam. Bandung: Mizan. Prinsip-prinsip dan Metode Pendidikan Islam. Quthb. Muhammad Naquid. D. Dipenogoro. Marimba. Jalal. Berkenalan Dengan Aliran-Aliran dan Tokoh-Tokoh Psikologi. Sanjaya. . Filsafat Pendidikan Islam. Nasution. Bandung: Al-Ma’arif. 1987. Abdurrahman. 1989. Sarlito Wirawan. 1982. al-Syaibany.Lloyd. 1978. 2011. Bandung: CV. Abdullah. Terj. Dipenogoro. Wawasan al-Qur’an. Jakarta: Bulan Bintang. Pengantar Filsafat Pendidikan Islam. Quraish. Muhammad. Ahmad D. Kurikulum dan Pembelajaran: Teori dan Praktik Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). trj. Shihab. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media. 1992. Harun. Bandung: Al-Ma’arif. Jakarta: Bulan Bintang. I. 2008. al-Attas. Philosophy and the Teacher. Konsep Pendidikan. 1979. 2000.

Berkenalan Dengan Aliran-Aliran dan Tokoh-Tokoh Psikologi. 1954. Dua motivasi dasar ialah keinginan untuk mendekati dan kecenderungan untuk meninggalkan. Filsafat pendidikan Islam. Filsafat Pendidikan Islam. (Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 2010). lihat pada Sarlito Wirawan Sarwono. Integrasi jasmani. Filsafat Pendidikan Islam. Integrasi jasmani. 2004. 30. manusia menyadari keadaannya karena ia berpikir (cogito ergo sum). [2] Ahmad Tafsir. Rohani dan Kalbu Memanusiakan Manusia. manusia . Padahal dalam tindakannya. manusia itu bebas bertindak berdasarkan alasan moral dan bertindak bukan hanya untuk kepentingan diri sendiri. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Ia amat menekankan rasio pada manusia. [3] Adalah filosof perancis yang hidup pada tahun 1596-1650. [5] Ia adalah tokoh aliran empirisme yang hidup pada 1588-1629 dan terkenal dengan teori “mekanis dalam psikologi”. 2010. Ahmad. [6] Filosof dari Jerman yang hidup pada tahun 1724-1804 yang mengatakan bahwa manusia tidak akan mampu mengenali dirinya sendiri dan hanya mengenali dirinya berdasarkan apa yang tampak. Jakarta: Bumi Aksara. Rohani dan Kalbu Memanusiakan Manusia. dkk. Pengalamanlah yang paling menentukan keadaan seseorang.Syalabi. Menurut paham ini pendidikan sangat berpengaruh pada seseorang. ia mengatakan bahwa dalam tingkah laku ada dasar dan ada tujuan. sama dengan Plato. Sehingga berpendapat bahwa berpikir itu sangat sentral dalam manusia. manusia hanya mementingkan dirinya sendiri. Kaitannya dengan pendidikan. Ia juga mengatakan bahwa tujuan tingkah laku adalah untuk kepentingan diri sendiri yang pada hakikatnya semua orang bersifat mementingkan diri sendiri dan dalam memenuhi kepentingan diri sendiri itu justru manusia terpaksa mengakui hak-hak orang lain. Kairo: Al-Kasyaf. mengatakan bahwa jiwa manusia itu saat dilahirkan laksana kertas bersih kemudian diisi dengan pengalaman-pengalaman yang diperoleh dalam hidupnya. (Jakarta: Bulan Bintang. [1] Oleh karenanya perlu adanya orang lain yang dapat membantu untuk mengemukakan jawabanjawaban yang masih terpendam tersebut. Zuhairini. Ta>rihk al-Tarbiyah al-Isla>miyah. [4] Filosof Inggris yang hidup pada tahun 1623-1704 dan cukup terkenal dengan teori tabula rasanya. Ahmad. 1978). Pendapat ini agak berbeda dengan pendapatnya Thomas Hobbes yang seakan dalam tindakannya. ia berpendapat bahwa manusia adalah makhluk rasional. Dalam teorinya. Tafsir. 9-10.

” Ibid. Manusi dinamai basyar karena kulitnya tampak jelas dan berbeda dengan kulit binatang. (Kairo: Al-Kasyaf. sehingga menurutnya kata insane menunjukkan manusia sebagai totalitas (jiwa dan raga). 278-280. Philosophy and the Teacher. Sistem Pendidikan Islam. Istilah ini lebih tepat dibandingkan dengan pendapat yang mengatakan bahwa insan terambil dari kata nasiya yang berarti lupa atau nasa yang berarti guncang. Maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud. [9] Abdul Fattah Jalal.I. They can learn anything from how to find food to how to perform circus tricks. 2005). the instincts of seals have been the subjects of observation. 2000). sebab itu pula tugas kekhalifahan dipikulkan kepada basyar. Prinsip-Prinsip dan Metode Pendidikan Islam. 31. 39-48. yaitu makhluk yang tidak tampak. (Jakarta: Universitas Indonesia. In 32 D. dogs wheel prams in circuses and chimpanzees co-operate with tea firms to make TV advertisements. is the ability to learn. Rohani dan Kalbu Memanusiakan Manusia. 31-32. trj. Their physiological makeup is more complex than that of a plant. Quraish Shihab. 1954).trj. Pigeons learn how to discriminate between shades of colours. Ahmad Tafsir. . Herry Noer (Bandung: Diponegoro. [13] D.LLOYD recent years psychologists have studied the behaviour of animals and the abilities that they can acquire. 5758. 21-23. 32-33. Lihat. Kata ini juga sering dihadapkan dengan kata jin atau jan. Filsafat Pendidikan Islam. Akal dan Wahyu dalam Islam. Adapun kata bani Adam dan zuriya Adam maksudnya ialah manusia itu ialah turunan Adam. [8][8] Harun Nasution. (Bandung: Al-Ma’arif). *15+ “Whereas man is never talked of as being a plant but rather like one. Tarihk Al-Tarbiyah Al-Islamiyat. Salman Harun. termasuk manusia. al-Qas}a>s} ayat 77 dan QS. 12. al-‘A’ra>f ayat 31 yang mengindikasikan bahwa manusia memiliki unsur jasmani karena masih membutuhkan kebutuhan materi. 1992). Di sini tampak bahwa kata basyar dikaitkan dengan kedewasaan dalam kehidupan manusia yang menjadikannya mampu memikul tanggung jawab. It has been felt that they can throw a good deal of light on the way that human beings learn. [14] Ibid. Dipenogoro. Di bagian lain dari al-qur’an disebutkan bahwa kata basyar digunakan untuk menunjukkan proses kejadian manusia sebagai basyar melalui tahap-tahap hingga mencapai kedewasaan.memiliki alas an-alasan yang bersinggungan dengan kehidupan. [10] Maka apabila aku telah menyempurnakan kejadiannya. insan terambil dari kata uns yang berarti jinak.. [12] Menurutnya. Integrasi Jasmani. 29-31. [11] Muhammad Quthb. dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan)-Ku. he is regarded as being an animal. the dances of bees... (London: Routledge. Azas-azas Pendidikan Islam. (Bandung: Mizan.Lloyd. dan tampak. 31. 1982). Sedangkan kata basyar diambil dari akar kata yang pada mulanya berarti penampakan sesuatu dengan baik dan indah. [7] Hal ini tertuang dalam QS. Wawasan al-Qur’an. 1988). [16] Ahmad Syalabi. (Bandung: CV. harmonis.I. In zoology the cries of birds. One abttity which animals possess which plants do not. [17] Abdurrahman An-Nahlawi. Dari akar kata yang sama muncul kata basyarah yang berarti kulit. rats find their way through mazes.

(Bandung: CV. 1994). Hal ini disebabkan oleh empat fungsi filsafat dalam proses pengembangan kurikulum. yaitu Pertama. 1989). . Prinsip-Prinsip dan Metode Pendidikan Islam. [23] Kaitannya dengan pendidikan. 1988). Dipenogoro. [21] Ahmad D. 1987). 88. [25] An-Nahlawi. 2004). Artinya ialah landasan tersebut merupakan landasan utama yang menjadi ukuran dan acuan bagi landasan-landasan yang lain. [22] Zuhairini. melalui filsafat dapat ditentukan bagaimana menentukan tolok ukur keberhasilan proses pendidikan. 2011). Dalam upaya mengembangkan pendidikan.[18] Abdul Fattah Jalal. (Jakarta: Kencana. filsafat dapat menentukan isi atau materi pelajaran yang harus diberikan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.com/2009/02/23/hubungan-filsafat-dan-pendidikan diambil pada tanggal 11 juni 2012. 47. Pengantar Filsafat Pendidikan Islam. Abdurrahman.wordpress. Kedua. [20] Omar Muhammad Al-Thoumy Al-Syaibany. Filsafat Pendidikan Islam. [19] Muhammad Naquid Al-Attas. Bandung: Al-Ma’arif. (Bandung: Mizan. [24] http://denovoidea. 1979). Konsep Pendidikan. 12. (Bandung: CV. Kurikulum dan Pembelajaran: Teori dan Praktik Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). 1992). Dan Keempat. Haidar Bagit. 63-64. filsafat dapat menetukan strategi atau cara pencapaian tujuan. dkk. Filsafat Pendidikan Islam. Filsafat Pendidikan Islam. 99. Dipenogoro. 29-30. 19. (Jakarta: Bulan Bintang. (Jakarta: Bumi Aksara. Ketiag. (Jakarta: Bumi Aksara. (Jogjakarta: Ar-Ruzz Media. filsafat dapat menentukan arah dan tujuan pendidikan. 120. filsafat memiliki peran yang sangat penting. 2008). Pengembangan Kurikulum: Teori dan Praktik. utamanya dalam hal kurikulum landasan filosofis menempati urutan pertama. [26] M. Lihat pula pada Abdullah Idi. Arifin. Azas-azas Pendidikan Islam. 42-43. Terj. lihat pada Wina Sanjaya. Marimba.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->