MANUSIA DAN PENDIDIKAN (FUNGSI PENDIDIKAN DALAM KEHIDUPAN MANUSIA

)

MANUSIA DAN PENDIDIKAN (Fungsi Pendidikan dalam Kehidupan Manusia)

MAKALAH Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah “Filsafat Pendidikan Islam”

Disusun oleh : MAD SA’I F05411121

Dosen Pembimbing : Dr. Phil. Khoirun Niam

PROGRAM PASCA SARJANA INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA 2012

dengan tidak menafikan fungsi dari agama dan sains. Tapi di sini kita tidak akan mempertajam membahas hal tersebut. Tetapi seringkali manusia itu tidak menyadari bahwa dalam diri terpendam jawaban-jawaban bagi persoalan yang dipertanyakannya. tergantung pada aliran filsafat yang bersangkutan apakah realitas yang dimaksud di sini hanyalah realitas material atau juga termasuk realitas ide. Untuk menjawab pertanyaan tersebut ada beberapa cara yang dapat ditempuh baik melalui dogma-dogma agama yang tertuang dalam teks-teks suci kegamaan maupun melalui metode ilmiah atau biasa kita sebut dengan sains atau kita melakukan penalaran filsafatis. Filsafat tidak bertendensi untuk mencari jawaban final tetapi untuk mencari kemungkinan pertanyaan-pertanyaan baru. abstrak atau yang immaterial. keberadaan adalah limpahan anugerah paling awal yang diterima oleh realitas ini sebelum realitas tersebut melakukan atau dikenai kejadian apapun. maka hal ini akan membawa kita kepada kebingungan. B. Disadari ataupun tidak kita seringkali mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang sangat mendasar seperti “apakah tujuan hidup kita?”. Agama dan sains dapat dijadikan titik pangkal yang kemudian diperluas dan dielaborasi lanjut dengan pisau filsafat. Salah satu titik pangkal (initial point) dari semua pembahasan filsafat adalah pengakuannya akan realitas. Sedangkan jika kita melalui jalan sains maka jawaban yang diperoleh adalah jawaban yang positivistik. Pandahuluan Manusia adalah makhluk yang paling unik dibandingkan dengan makhluk lainnya. yaitu Socrates mengemukakan bahwa pada diri manusia terpendam jawaban mengenai berbagai persoalan dunia. Kita mungkin telah mengetahui apakah secara teoritif ataupun secara intuitif bahwa hal yang paling mendasar dari segala realitas apakah itu diri kita ataupun benda-benda yang ada di sekitar kita atau realitas imajinal yang kita beri pengakuan padanya adalah keberadaan atau eksisteninya.[1] . Keberadaan adalah fondasi atau prasyarat dari segala hal yang terjadi dalam realitas. Potensi dan kemampuan itulah yang mengantarkannya pada kesempurnaan dan kebahagiaan. alih-alih mengungkapkan sisi kemanusiaan kita yang dinamis malah yang terjadi adalah gambaran manusia yang operasionalistik-mekanistik dan ini akan mereduksi kompleksitas dimensi keberadaan manusia. sehingga sangat menarik untuk dikaji. Diantara keunikan tersebut ialah sebagaimana yang diungkapkan oleh beberapa tokoh filsafat. Kalau kita membawanya ke dalam bahasa yang agak religius. Bila kita mencari jawabannya melalui dogma-dogma agama maka jalan ini tidak akan membawa pada kepuasan intelektual karena Religions way of knowledge yang seringkali tidak menggunakan argumentasi yang kritis disamping dominannya klaim kebenaran (truth claim) apalagi bila kita dihadapkan dengan pluralitas paham keagamaan. Ini disebabkan oleh adanya potensi dan kemampuan yang dimilikinya. Walaupun kita menggunakan pisau filsafat ini tidak berarti bahwa kita secara mutlak telah sampai pada gambaran manusia apa adanya. Hakikat Manusia Seperti yang diuraikan sebelumnya bahwa manusia merupakan makhluk yang paling unik jika dibandingkan dengan makhluk lainnya.A. Untuk mengantisipasi kedua hal di atas maka kita dapat menggunakan penalaran filsafatis karena filsafat dapat mengatasi cara berpikir dogmatik dari agama dan cara berpikir positivistik dari sains. Pertanyaan ini biasanya disebut dengan pertanyaan eksistensial.

Adapun pandangan lain menyebutkan bahwa manusia merupakan mesin.[10] Al-Syaibani menyatakan bahwa manusia memiliki tiga potensi yang sama pentingnya yaitu jasmani. Penjelasan mengenai unsur tersebut ialah terdapat dalam al-qur’an surat al-Hijr ayat 29. “When we think of complicated machines these days we think of computers. ketiganya menyusun manusia menjadi satu kesatuan. akal dan ruh. Konsekuensinya ialah pendidikan harus didesain untuk mengembangkan unsure-unsur tersebut. masih banyak tokoh filsafat yang mengemukakan pendapatnya tentang manusia. They can store vast quantities of information and use it in any . manusia memiliki ruh atau ruhani. reach conclusions more quickly and write poetry with greater facility. Pertama. John Locke[4]. Few can remain unimpressed by their performance. Sedangkan manusia dalam pandangan al-Qur’an dapat dijabarkan sebagai berikut. Kedua.[2] Selain tokoh tersebut di atas.[8] Selanjutnya Abdul Fattah Jalal mengatakan bahwa kata‘aqala di dalam al-qur’an kebanyakan digunakan dalam bentuk fi’il (kata kerja). akal dan ruh.Plato juga mengatakan bahwa jiwa manusia adalah entitas non-material yang dapat terpisah dari tubuh. Calculations that previously took weeks to work out now take minutes. Thomas Hobbes[5]. jiwa itu ada sejak sebelum kelahiran. Semua kata-kata itu menunjukkan bahwa al-qur’an mengakui akal adalah aspek penting dalam hakikat manusia. Quraish Shihab mengatakan bahwa ada tiga kata yang digunakan al-qur’an untuk menunjuk manusia yaitu. Pertama. fahima dan ‘aqala. pasti terdapat petentangan dua elemen kepribadian pada orang tersebut. tadabbara seperti dalam surat S}a>d ayat 29. Karena manusia bekerja ibaratnya mesin yang dapat mendesain sesuatu dengan baik dan sesuai dengan yang diinginkan serta dapat bekerja dengan lebih cepat. Menurutnya. ins atau al-na>s. It is claimed that they can play better chess than we can.[12] Oleh karenanya. faqiha. Muhammad Quthb juga mengatakan mengenai manusia bahwa eksistensi manusia ialah jasmani. Karena menikmati kelezatan (kesenangan) itu hakikat maka rasiopun juga hakikat. hanya sedikit dalam bentuk ism (kata benda) itu menunjukkan bahwa pada akal yang penting ialah berfikir bukan akal sebagai otak yang berupa benda. insa>n. manusia mempunyai unsur jasmani (material). sementara rasionya tahu bahwa makanan dan minuman itu berbahaya baginya. Bila ada konflik batin pada seseorang. Di antaranya seperti Rene Descartes[3]. yaitu kata naz}ara seperti dalam surat Qa>f ayat 67. berdasarkan penjelasan sebelumnya dapat kita pahami bahwa manusia adalah makhluk unik dan menarik untuk dikaji karena keberadaannya. Immanuel Kant[6] dan sebagainya. tadzakkara.[11] Sementara. manusia adalah makhluk berakal yang juga merupakan aspek penting dalam hakikat manusia. Nasution menjelaskan bahwa ada tujuh kata yang digunakan al-qur’an untuk mewakili konsep akal. Manusia memiliki unsur yang sangat penting dan peotensial untuk dikembangkan.[9] Ketiga. bashar dan ketiga Bani> Adam dan Zuriya Adam. Ini kesenangan. Dua unsur yang hakikat ini dijelaskan oleh Plato dengan perumpamaan seseorang yang makan kue atau minum sesuatu. Lebih jauh dia mengatakan bahwa hakikat manusia ada dua yaitu rasio dan kesenangan (nafsu).[7] Kedua. jiwa itu tidak dapat hancur alias abadi. tafakkara seperti dalam surat al-Nahl ayat 68-69.

it has been around for some 300 years at least.[14] Juga. the French writer La Mettrie called one of his works L’Homme machine. so that the idea that man is no more than a complex machine seems quite plausible. Sehingga pendidikan merupakan media yang dapat membantu manusia untuk mencapai tujuannya. dan hal ini akan menghasilkan kebudayaan. so that the study of human nature becomes a branch of physics. Karena dalam pendidikan terdapat nilai-nilai dan konsep-konsep kebenaran dan keberadaan seorang itu sendiri. manusia juga diumpamakan sebagai tumbuhan karena manusia mengalami perkembangan dan pertumbuhan layaknya tumbuh-tumbuhan. yang terus menerus berkembang. They are subject to physical laws. Secara fisiologi. Thomas Hobbes. Jadi dalam pendidikan filsafat Islam. that man is basically an intricate machine. Setiap generasi tua mewariskan kebudayaan pada generasi mudanya dan mengarahkannya agar kebudayaan tersebut berkembang. Lebih luas lagi.’ He believed that human beings were nothing but matter. This idea. Terbukti ketika kita lihat dalam suatu kebun binatang atau lingkungannya. and thinking and feeling its movements. Allah telah mendidik dan mengarahkan pertumbuhan dan perkembangan alam. Dalam tujuan secara umum pendidikan Islam membentuk pribadi bahagia di dunia dan . Tuhan telah menciptakan (alam dan manusia). ukuran dan sebagainya di alam) dan kemudian memberi pertunjuk terhadap proses penyempurnaan ciptaan tersebut.[15] C. manusia akan mengalami perkembangan nilai sesuai dengan perkembangan yang terjadi pada lingkungan dimana ia berada. cogs and shafts meshing and moving according to some predetermined end. If we hold such a mechanistic view.”*13+ Di samping perumpamaan tersebut. Hewan bisa belajar bagaimana mencari makan untuk keberlangsungan hidupnya. does this mean that we have to give up the idea that there is a mind somewhere inside our body? In general the answer is yes. an English philosopher. Tuhan telah memberikan batasan (menetapkan aturanaturan. Kehidupan hewanpun cukup variatif. Perkembangan dan pertumbuhan tersebut tidak hanya pada unsur fisiknya saja. though some have been less radical by arguing that mind does exist but is a by-product of matter and is still subject to those same physical laws. Hakikat Pendidikan Pendidikan yang dimaksud di sini ialah merupakan upaya sadar yang bertujuan untuk memanusiakan manusia. is not recent. melainkan psikis atau mentalnyapun juga akan mengalami hal yang sama. Man has been seen as consisting of a series of levers. maka pola hidup mereka akan berbeda-beda. saw the whole of man in mechanical terms. takaran. He wrote: ‘Let us consider boldly that man is a machine and that in the whole universe there is but a single substance variously modified.of these calculations. baik al-Quran maupun Sunnah Allah. manusia diibaratkan dengan hewan. tersirat pengertian yang menyatakan bahwa manusia agar tetap memelihara kesucian asma` (pelajaran yang di ajarkan) Tuhan pendidik yang maha tinggi. berarti mengembangkan potensi manusiawi di bawah pengaruh hukum-hukum Allah. hewan lebih komplek dibandingkan dengan tumbuhan. Later. Dengan pendidikan manusia akan mengetahui hakikat dirinya. kemudian menyempurnakan proses penciptaanya.

kata ini lebih bersifat universal di banding al-Tarbiyah mupun al-Ta'di>b.[17] Istilah al-Ta'li>m adalah telah digunakan sejak periode awal pelaksanaan pendidikan Islam.akhirat. pemeliharaan. 3. 1. Walaupun kata ini memiliki banyak arti. kesenian dan segala hal yang mampu mengerakan perkembangan manusia. Misalnya mengartikan al-Ta'li>m sebagai proses transmisi berbagai ilmu pengetahuan pada jiwa individu tanpa adanya batasan dan ketentuan tertentu. Di antara batasan yang sangat variatif tersebut adalah. melainkan membawa kaum muslimin kepada nilai pendidikan tazkiyah al-nafs (pensucian diri) dari segala kotoran. berkembang. merawat. dan kasih sayang tidak hanya digunakan untuk manusia. Memelihara dan menjaga fitrah anak didik menjelang dewasa (baligh) Mengembangkan seluruh potensi menuju kesempurnaan. Proses pendidikan Islam adalah bersumber pada pendidikan yang di berikan Allah sebagai "pendidik" seluruh ciptaan-Nya. Mengarahkan seluruh fitrah menuju kesempurnaan. Pengertian pendidikan Islam yang dikandungkan dalam al-Tarbiyah. alTa'di>b. mendorong serta mengajak peserta didik hidup lebih dinamis dengan berdasarkan nilai-nilai yang tinggi dan kehidupan yang mulia. terdiri dari empat unsur pendekatan. al-Ta'li>m. Mengemukakan bahwa pendidikan Islam adalah proses mengubah tingkah laku individu peserta didik pada kehidupan pribadi. sedangkan al-Ta'di>b dan al-Ta'li>m jarang sekali digunakan. dan alam sekitarnya. 2. Melaksanakan pendidikan secara bertahap. yaitu: 1. masyarakat. sehingga memungkinkannya menerima al-hikmah serta mempelajari segala yang bermanfaat untuk diketahui. mengatur dan menjaga kelestarian atau ekstiensinnya. Mendefinisikan pendidikan Islam sebagai upaya mengembangkan.[21] . Adapun istilah pendidikan dalam pendidikan Islam pada umumnya mengacu pada al-Tarbiyah. akan tetapi juga digunakan untuk melatih dan memelihara binatang atau makhluk Allah lainnya. Dengan pendekatan ini. Isi pendidikannya mencakup ilmu pengetahuan.[18] Sedangkan istilah al-Ta'di>b adalah pengenalan dan pengakuan yang secara berangsur-angsur ditanamkan pada diri manusia (peserta didik) tentang tempat-tempat yang tepat dari segala sesuatu di dalam tatanan penciptaan. termasuk manusia. memelihara. Mengemukakan bahwa pendidikan Islam adalah bimbingan atau pimpinan secara sadar oleh pendidikan terhadap perkembangan jasmani dan rohani peserta didik menuju terbentuknya kepribadiannya yang utama (insan kamil).[19] Dalam kata al-Tarbiyah yang memiliki arti pengasuh. 3.[20] 2. Menurut para ahli. Padahal kedua istilah tersebut telah digunakan sejak awal pertumbuhan pendidikan Islam. Dari ketiga istilah tersebut yang populer di gunakan dalam praktek pendidikan Islam ialah al-Tarbiyah. pendidikan akan berfungsi sebagai pembimbing ke arah pengenalan dan pengakuan kepada Tuhan yang tepat dalam tatanan wujud dan kepribadiannya.[16] Istilah al-Tarbiyah berasal dari kata Rabb. akan tetapi pengertian dasarnya menunjukkan makna tumbuh. 4.

[22] D. bahwa pada hakikatnya manusia adalah "Khalifah Allah di alam semesta ini "Khalifah berarti kuasa atau wakil.masalah kependidikan tersebut. Di samping itu. teori-teori dan pandangan-pandangan filsafat pendidikan yang dikembangkan oleh fillosof. yang memerlukan pendekatan filosofis pula dalam memecahkannya. akan mewarnai pula pandangan ahli pendidikan tersebut dalam teori-teori pendidikan yang dikembangkannya. mengarahkan pertumbuhan dan perkembangan alam dan manusia sekaligus. Aliran filsafat tertentu terhadap teori-teori pendidikan yang dikembangkan atas dasar aliran filsafat tersebut. Banyak diantara masalah-masalah kependidikan tersebut yang merupakan pertanyaanpertanyaan filosofis. sebagai pandangan tertentu terhadap sesuatu obyek. Mendefinisikan pendidikan Islam sebagai bimbingan yang diberikan oleh seseorang agar ia berkembang secara maksimal sesuai dengan ajaran Islam. Dengan demikian. secara lebih rinci dapat diuraikan sebagai berikut:[23] Pertama. materialisme dan sebaginya. dan atas dasar itu bisa disusun secara sistematis teori-teori pendidikan. Kedua. Jadi mendidik dan pendidik pada hakikatmya adalah fungsi Tuhan dan mendidik adalah mengatur serta. terdapat hubungan fungsional antara filsafat dengan teori pendidikan. mempunyai relevansi dengan kehidupan nyata. dalam arti analisa filsafat adalah merupakan salah satu cara pendekatan yang digunakan oleh para ahli pendidikan dalam memecahkan problematika pendidikan dan menyusun teori-teori pendidikannya. Filsafat. di samping menggunakan metode-metode ilmiah lainnya. juga berfungsi memberikan arah agar teori pendidikan yang telah dikembangkan oleh para ahlinya. sebagai mana ditegaskan dalam Al-Qur’an. Kenapa kenyataan bahwa pendidik dan mendidik itu menjadi urusan manusia. realisme.artinya mengarahkan agar teori-teori dan pandangan filsafat pendidikan yang telah dikembangkan tersebut bisa diterapkan dalam praktek kependidikan sesuai dengan kenyataan dan kebutuhan hidup yang juga berkembang dalam masyarakat. Dengan kata lain. Hubungan fungsional antara filsafat dan teori pendidikan tersebut. Dalam pandangan filsafat Islam. misalnya filsafat idelisme. Di samping itu jawaban-jawaban yang telah dikemukakan oleh jenis dan aliran fisafat tertentu sepanjang sejarah terhadap problematika pendidikan yang dihadapinya. Filsafat. Pengertian tersebut diambil karena kata Rabb dalam arti Tuhan dan Rabb dalam arti pendidik berasal dari asal kata yang sama.4. Dalam al-Qur`an ditegaskan bahwa Allah adalah Rabb al-'a>lami>n. Dengan demikian menurut alQur’an tersebut alam dan manusia mempunyai sifat tumbuh dan berkembang dan yang mengatur pertumbuhan dan perkembangan tersebut tidak lain kecuali Allah juga. yang tentunya juga akan memperkaya teori-teori pendidikan. artinya adalah pendidik semesta alam dan juga pendidikan bagi manusia. adalah merupakan kenyataan bahwa setiap masyarakat hidup dengan pandangan . Filsafat dan Teori Pendidikan Tidak semua masalah kependidikan bisa dipecahkan dengan menggunakan metode ilmiah sematamata. menunjukan pandangan-pandangan tertentu. tentu berdasarkan dan bercorak serta diwarnai oleh pandangan dan aliran filsafat yang dianutnya. Sementara itu dengan filsafat. yang berdasarkan dan menurut pandangan dan aliran filsafat tertentu. Analisa filsafat terhadap masalah.

makhluk yang mempunyai kemampuan untuk berilmu pengetahuan. sebagaimana dikemukakan oleh Ali Saifullah dalam bukunya “Antara Filsafat dan Pendidikan”. konsep tentang sifat hakikat manusia. Menurut pandangan pancasila. Hal ini adalah data-data kependidikan yang ada dalam suatu masyarakat tertentu. Artinya. manusia mempunyai keinginan untuk mempertahankan hidup dan menjaga kehidupan lebih baik. juga mempunyai fungsi untuk memberikan petunjuk dan arah dalam pengembangan teori-teori pendidikan menjadi ilmu pendidikan atau paedagogik. Kegiatan merumuskan sistem atau teori pendidikan (science of education) yang meliputi politik pendidikan. memberikan pedoman bahwa kehidupan manusia didasarkan atas keselarasan.filsafat hidupnya sendiri-sendiri yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. namun juga mempunyai sifat-sifat yang kurang baik. metodologi pendidikan dan pengajaran. Salah satu insting manusia adalah selalu cenderung ingin mengetahui segala sesuatu disekelilingnya. Analisa filsafat berusaha untuk menganalisa dan memberikan arti terhadap data-data kependidikan tersebut. Manusia bukan hanya mempunyai kemampuan-kemampuan. antara filsafat dan teori pendidikan. maupun manusia dalam mengejar kemajuan lahiriah dan kebahagiaan rohaniah. dan sebagian lagi oleh tanggung jawab sosial dalam masyarakat. Ketiga. Di sinilah letak fungsi filsafat dan filsafat pendidikan dalam memilih dan mengarahkan teori-teori pendidikan dan kalau perlu juga merevisi teori pendidikan tersebut. hubungan manusia dengan masyarakat. Kegiatan merumuskan dasar-dasar. yang belum diketahuinya. Berawal dari rasa ingin tahu maka timbulah ilmu pengetahuan. kepemimpinan pendidikan atau organisasi pendidikan. Suatu praktek kependidikan yang didasarkan dan diarahkan oleh suatu filsafat pendidikan tertentu. termasuk pola-pola akulturasi dan peranan pendidikan dalam pembangunan masyarakat dan Negara. dan juga tidak hanya mempunyai sifat-sifat yang baik. Dalam hidupnya manusia digerakkan sebagian oleh kebutuhan untuk mencapai sesuatu. Ini merupakan naluri yang paling kuat dalam diri manusia. dan keseimbangan. akan menghasilkan dan menimbulkan bentuk-bentuk dan gejala-gejalan kependidikan yang tertentu pula. Hubungan Filsafat Manusia dan pendidikan Manusia disebut “Homo Sapiens”. yang sesuai dan relevan dengan kebutuhan. baik dalam hidup manusia sebagai individu. keserasian. . hubungan bangsa dengan bangsa. tetapi juga mempunyai keterbatasan-keterbatasan. serta konsepsi hakikat dan segi-segi pendidikan serta isi moral pendidikannya. dan hubungan manusia dengan Tuhannya. Filsafat. termasuk juga filsafat pendidikan. tujuan dan pandangan hidup dari masyarakat. hubungan manusia dengan alam. sebagai berikut : a. dan dengan sendirinya akan menyangkut kebutuhan-kebutuhan hidupnya. dan untuk selanjutnya menyimpulkan serta dapat disusun teoriteori pendidikan yang realistis dan selanjutnya akan berkembanglah ilmu pendidikan (paedagogik). Pancasila sebagai falsafah hidup manusia Indonesia. E. Di samping hubungan fungsional tersebut. dan tujuan-tujuan pendidikan. juga terdapat hubungan yang bersifat suplementer. b.

yaitu Pancasila. 2.Tampaklah bahwa manusia itu sangat membutuhkan pendidikan. dan tujuan nasional bangsa kita . Karena melalui pendidikan manusia dapat mempunyai kemampuan-kemampuan mengatur dan mengontrol serta menentukan dirinya sendiri.[24] F. Peserta didik memiliki pembawaan. Di Indonesia secara formal pendidikan mempunyai dasar yang kuat. dan potensi yang berbeda-beda. 3. citra. Asas tersebut juga berfungsi sebagi peraturan yang akan digunakan sebagai pegangan hidup dan pegangan langkah pelaksanaan. Melalui pendidikan pula perkembangan kepribadian manusia dapat diarahkan kepada yang lebih baik. dan karsa bangsa kita. Dasar dan Tujuan Dasar pendidikan merupakan suatu asas untuk mengembangkan bidang pendidikan dan pembinaan kepribadian. dasar dan tujuan pendidikan adalah suatu aktivitas untuk mengembangkan bidang pendidikan menuju terbinanya kepribadian yang tinggisesuai dengan dasar persiapan pendidikan. mendasari. Filsafat pendidikan adalah jiwa. Jadi. dan mencerminkan identitas Pancasila. Tujuan pendidikan dappenglaman bat memengaruhi strategi pemilihan teknik penyajian pendidikan yang diberikan untuk memberikan pengalaman belajar pada anak didik dalam mencapai tujuan pendidikan yang sudah dirumuskan. didasari. Peserta didik adalah adalah anak yang sedang tumbuh dan berkembang. Dan melalui pendidikan kemampuan tingkah laku manusia dapat didekati dan dianalisis secara murni. dan kepribadian system kependidikan nasional. karena pendidikan memerlukan landasan kerja untuk member arah bagi programnya. baik fisik maupun mentalnya. . Antara tujuan dan program harus serasi. karenanya sistem pendidikan nasional wajarlah dijiwai. Pendidik dan Peserta Didik Pendidik adalah individu yang mampu melaksanakan tinakan mendidik dalam satu situasi pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan. dan memberikan identitas (karakteristik) suatu sistem pendidikan. Kesediaan dan kerelaan menerima tanggung jawab harus dimiliki setiap pendidik. mampu berdiri sendiri dan mampu menanggung resiko dari segala perbuatannya. Kurikulum Tujuan pendidikan yang ingin dicapai murupakan faktor yang menentukan kurikulum dan isi pendidikan yang diberikan. Tujuan pendidikan adalah membawa anak didik agar dapat mandiri dalam hidupnya di tengah-tengah masyarakat. ruh. Karena itu pendidik harus mengetahui pembawaan masing-masing anak didiknya agar layanan pendidikan yang diberikan sesuai kedaan masing-masing. Individu yang mampu adalah orang dewasa yang sehat jasmani ruhani. antara lain : 1. Pandangan Filsafat Tentang Pendidikan Filsafat pendidikan adalah nilai-nilai dan keyakinan-keyakinan filsafat yang menjiwai. atau tujuaan nasional dan cita-cita luhur rakyat Indonesia yang tertulis pada UUD 1945 sebagai perwujudan jiwa dan nilai Pancasila. Unsur-unsur yang dapat dijadikan tunggak untuk mengembangkan pendidikan lebih lanjut ada 4.

perkembangan masyarakat dalam lapangan pendidikan Oleh karena itu lembaga pendidikan perlu memberikan jawaban yang tepat sehingga kecenderungan sikapm dan berpikir masyarakat tidak terombang-ambing tanpa arah yang jelas. pendidikan Islam adalah suatu proses yang berlangsung secara berkesinambungan Berdasarkan hal ini maka tugas dan fungsi yang perlu diemban oleh pendidikan Islam adalah pendidikan manusia seutuhny dan berlangsung sepajang hayat. Dasar dan Tujuan Pendidikan Islam Sebagai aktivitas yang bergerak dalam proses pembinaan kepribadian muslim. Dengan proses ini. Jadi system pendidikan diperlukan untuk menjawab semua persoalan yang ada. tetapi juga semua kegiatan yang bersifat kependidikan yang dipandang mempunyai pengaruh terhadap anak didik cdalam rangka mencapai tujuan pendidikan. Dalam pendidikan Islam. Sistem Pendidikan Pelajar Pendidikan merupakan usaha sadar yang sengaja dan terencana untuk membantu perkembanganpotensi dan kemampuan anakagar bermanfaat bagi kepentingan hidupnya sebagai seorang individu.Kurikulum tidak hanya menjabarkan serangkaian ilmu pengetahuan yang harus diajarkan oleh pendidik kepada anak didik. Oleh karena itu. yaitu: Menjelaskan sistem pendidikan Islam yang terdapat dalam Al-Qur'an dan menjelaskan hal-hal yang tidak terdapat di dalamnya. H. peserta didik manusia akan menciptakan dan mengembangkan keterampilan yang di perlukan untuk mengubah dan memperbaiki kondisi-kondisi kemanusiaan dan lingkungannya. Dengan dasar ini akan memberikan arah bagi pelaksanaan pendidikan yang telah diprogramkan. sunnah Rasul mempunyai dua fungsi. dasar yang terpenting dari pendidikan Islam adalah Al-Qur'an dan sunnah Rasulullah (hadits). Adapun sebagai interaksi antara potensi (memberi dan mengadopsi) antara manusia dan lingkungannya. khususnya di bidang kependidikan. Dalam kontek ini. . 4. dan teknik penilaian yang sesuai. dasar yang menjadi acuan pendidikan Islam hendaknya merupakan sumber nilai kebenaran dan kekuatan yang dapat menghantarkan peserta didik ke arah pencapaian pendidikan. dengan memilih materi strategi kegiatan. Sementara fungsi pendidikan berjalan dengan lancar. maka pendidikan Islam memerlukan asas atau dasar yang dijadikan landasan kerja. dan mengarahkan. dan sebagai seorang warga negara/masyarakat. pendidikan dipandang mempunyai peranan yang besar dalam mencapai keberhasilan dalam perkembangan anak didik. dapat dipahami bahwa filsafat pendidikan merupakan tata pola pikir terhadap permasalahan di bidang pendidikan dan pengajaran yang senantiasa mempunyai hubungan dengan cabang-cabang ilmu pendidikan yang lain yang diperluakan oleh pendidik atau guru sebagai pengajar dalam bidang studi tertentu G. Pengertian Sistem pendidikan adalah sistem yang dijadikan tolok ukur bagi tingkah laku manusia dalam masyarakat yang mengandung potensi mengendalikan. Dengan kata lain. Dengan demikian. Tugas dan Dasar Pendidikan Islam Pada hakikatnya. Konsep ini bermakna bahwa tugas dan fungsi pendidikan memiliki sasaran pada peserta didik yang senantiasa tumbuh dan berkembang secara dinamis mulai dari kandungan sampai akhir hayatnya. Tugas pendidikan Islam adalah membimbing dan perkembangan peserta didik dari tahap ke tahap kehidupannya sampai mencapai titik kemampuan optimal. mengatur.

Dimensi-dimensi kehidupan ideal Islam[26] Adapun tujuan pendidikan Islam adalah mengembangkan fitrah peserta didik. komunitas. Tugas pendidikan Islam adalah membimbing dan perkembangan peserta didik dari tahap ke tahap kehidupannya sampai mencapai titik kemampuan optimal. Pendidikan Islam memerlukan asas atau dasar yang dijadikan landasan kerja. KESIMPULAN Pendidikan Islam adalah suatu sistem yang memungkinkan seseorang (peserta didik) dapat mengarahkan kehidupannya sesuai dengan ideologi Islam. Sementara fungsi pendidikan berjalan dengan lancar. diri manusia yang rasional. Karena itu. Tujuan dan tugas manusia di muka bumi. sehingga akan terbentuk pribadi yang utuh dan mendukung bagi pelaksanaan fungsinya sebagai khalifah fi al-ardh. baik secara individual maupun kolektif . diri manusia yang rasional. baik ruh. dan bahasa. Tujuan terakhir pendidikan Islam terletak pada perwujudan ketundukan yang sempurna kepada Allah. Sifat-sifat manusia tututan masyarakat dan dinamika peradaban 2. I. ilmiah. dan akalnya secara dinamis. maupun seluruh umat manusia. serta mengisi tugas kehidupannya di dunia dan menjadikan kehidupan akhirat sebagai tujuan utama pendidikannya. dan bahasa.[25] Dalam merumuskan tujuan pendidikan Islam. DAFTAR PUSTAKA . akal pikiran (intelektual). fisik. pendidikan yang telah di programkan. pendidikan hendaknya mencakup pengembangan seluruh aspek fitrah peserta didik. baik secara individual maupun kolektif dan mendorong semua aspek tersebut berkembang kearah kebaikan dan kesempurnaan. perasaan dan indera. ilmiah. dan mendorong semua aspek tersebut berkembang kearah kebaikan dan kesempurnaan. baik secara vertikal maupun horizontal.Menyimpulkan metode pendidikan dari kehidupan Rasulullah bersama sahabat. Tujuan pendidikan Islam adalah untuk mencapai keseimbangan pertumbuhan kepribadian manusia (peserta didik) secara menyeluruh dan seimbang yang dilakukan melalui latihan jiwa. kemauan. yaitu: 1. fisik. perlakuannya terhadap anak-anak. aspek spiritual. Tujuan pendidikan Islam adalah untuk mencapai keseimbangan pertumbuhan kepribadian manusia (peserta didik) secara menyeluruh dan seimbang yang dilakukan melalui latihan jiwa. paling tidak ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. imajinasi. pendidikan hendaknya mencakup pengembangan seluruh aspek fitrah peserta didik. dan pendidikan keimanan yang pernah dilakukannya. Dengan dasar ini akan memberikan arah bagi pelaksanaan. intelektual. fisik. baik secara pribadi. akal pikiran (intelektual). imajinasi. aspek spiritual. intelektual. perasaan dan indera. Karena itu. bahwa upaya pendidikan Islam adalah pembinaan pribadi muslim sejati yang mengabdi dan merealisasikan "kehendak"Tuhan sesuai dengan syariat Islam. Pendekatan tujuan ini merupakan memiliki makna.

Dipenogoro. Abdullah. Konsep Pendidikan. al-Attas. Bandung: Al-Ma’arif. Marimba. Jakarta: Kencana. Azas-Azas Pendidikan Islam. Filsafat Pendidikan Islam. Berkenalan Dengan Aliran-Aliran dan Tokoh-Tokoh Psikologi. 1992. Wawasan al-Qur’an. 2000. Haidar Bagit. Muhammad Naquid. Quraish. Pengantar Filsafat Pendidikan Islam. Bandung: Mizan. Philosophy and the Teacher. Ahmad D.Arifin. Jakarta: Bulan Bintang. 1989. Idi. Abdurrahman. 1979. 1988. Sarlito Wirawan. Wina. Sistem Pendidikan Islam. an-Nahlawi. Bandung: CV.Lloyd. Abdul Fattah. 2011. Quthb. Shihab. Dipenogoro. Harun. Filsafat Pendidikan Islam. 2005. Kurikulum dan Pembelajaran: Teori dan Praktik Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). D. trj. Bandung: Al-Ma’arif. Bandung: Mizan. . 1982. Prinsip-prinsip dan Metode Pendidikan Islam. M. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media. Muhammad. Nasution. Akal dan Wahyu dalam Islam. Bandung: CV. Sanjaya. 1994. Jakarta: Bulan Bintang. London: Routledge. Omar Muhammad Al-Thoumy. 1978. Salman Harun. 1987. Jalal. 2008. Sarwono. Jakarta: Bumi Aksara. Pengembangan Kurikulum: Teori dan Praktik. al-Syaibany. I. Jakarta: Universitas Indonesia. Terj.

Ia amat menekankan rasio pada manusia. 2010. Ahmad. 2010). manusia hanya mementingkan dirinya sendiri. manusia itu bebas bertindak berdasarkan alasan moral dan bertindak bukan hanya untuk kepentingan diri sendiri. 2004. 30. dkk. Ta>rihk al-Tarbiyah al-Isla>miyah. ia berpendapat bahwa manusia adalah makhluk rasional. [5] Ia adalah tokoh aliran empirisme yang hidup pada 1588-1629 dan terkenal dengan teori “mekanis dalam psikologi”. Menurut paham ini pendidikan sangat berpengaruh pada seseorang. Berkenalan Dengan Aliran-Aliran dan Tokoh-Tokoh Psikologi. 9-10. [4] Filosof Inggris yang hidup pada tahun 1623-1704 dan cukup terkenal dengan teori tabula rasanya. [2] Ahmad Tafsir. [1] Oleh karenanya perlu adanya orang lain yang dapat membantu untuk mengemukakan jawabanjawaban yang masih terpendam tersebut. Pendapat ini agak berbeda dengan pendapatnya Thomas Hobbes yang seakan dalam tindakannya. Dua motivasi dasar ialah keinginan untuk mendekati dan kecenderungan untuk meninggalkan. Rohani dan Kalbu Memanusiakan Manusia. Kairo: Al-Kasyaf. (Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Integrasi jasmani. 1954. Pengalamanlah yang paling menentukan keadaan seseorang. Integrasi jasmani. Ia juga mengatakan bahwa tujuan tingkah laku adalah untuk kepentingan diri sendiri yang pada hakikatnya semua orang bersifat mementingkan diri sendiri dan dalam memenuhi kepentingan diri sendiri itu justru manusia terpaksa mengakui hak-hak orang lain. Padahal dalam tindakannya.Syalabi. manusia . (Jakarta: Bulan Bintang. [3] Adalah filosof perancis yang hidup pada tahun 1596-1650. Tafsir. Sehingga berpendapat bahwa berpikir itu sangat sentral dalam manusia. Filsafat pendidikan Islam. manusia menyadari keadaannya karena ia berpikir (cogito ergo sum). Rohani dan Kalbu Memanusiakan Manusia. Filsafat Pendidikan Islam. Kaitannya dengan pendidikan. Filsafat Pendidikan Islam. ia mengatakan bahwa dalam tingkah laku ada dasar dan ada tujuan. lihat pada Sarlito Wirawan Sarwono. 1978). sama dengan Plato. Dalam teorinya. Jakarta: Bumi Aksara. Ahmad. Zuhairini. mengatakan bahwa jiwa manusia itu saat dilahirkan laksana kertas bersih kemudian diisi dengan pengalaman-pengalaman yang diperoleh dalam hidupnya. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. [6] Filosof dari Jerman yang hidup pada tahun 1724-1804 yang mengatakan bahwa manusia tidak akan mampu mengenali dirinya sendiri dan hanya mengenali dirinya berdasarkan apa yang tampak.

Dipenogoro. dogs wheel prams in circuses and chimpanzees co-operate with tea firms to make TV advertisements. *15+ “Whereas man is never talked of as being a plant but rather like one. 2000). 1988). trj. Manusi dinamai basyar karena kulitnya tampak jelas dan berbeda dengan kulit binatang. Istilah ini lebih tepat dibandingkan dengan pendapat yang mengatakan bahwa insan terambil dari kata nasiya yang berarti lupa atau nasa yang berarti guncang. Pigeons learn how to discriminate between shades of colours. rats find their way through mazes.. (London: Routledge. Maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud. the instincts of seals have been the subjects of observation. Di bagian lain dari al-qur’an disebutkan bahwa kata basyar digunakan untuk menunjukkan proses kejadian manusia sebagai basyar melalui tahap-tahap hingga mencapai kedewasaan. harmonis. They can learn anything from how to find food to how to perform circus tricks. [9] Abdul Fattah Jalal. One abttity which animals possess which plants do not. 2005). Sedangkan kata basyar diambil dari akar kata yang pada mulanya berarti penampakan sesuatu dengan baik dan indah.I. Dari akar kata yang sama muncul kata basyarah yang berarti kulit. al-‘A’ra>f ayat 31 yang mengindikasikan bahwa manusia memiliki unsur jasmani karena masih membutuhkan kebutuhan materi. [14] Ibid.Lloyd. Wawasan al-Qur’an. 5758. Ahmad Tafsir. Adapun kata bani Adam dan zuriya Adam maksudnya ialah manusia itu ialah turunan Adam. sehingga menurutnya kata insane menunjukkan manusia sebagai totalitas (jiwa dan raga). Lihat. Kata ini juga sering dihadapkan dengan kata jin atau jan. [7] Hal ini tertuang dalam QS. [10] Maka apabila aku telah menyempurnakan kejadiannya. . (Jakarta: Universitas Indonesia.LLOYD recent years psychologists have studied the behaviour of animals and the abilities that they can acquire. Azas-azas Pendidikan Islam. Akal dan Wahyu dalam Islam. 32-33.. [16] Ahmad Syalabi. [13] D. is the ability to learn. 31. the dances of bees. termasuk manusia. (Bandung: Mizan.” Ibid. Filsafat Pendidikan Islam. [17] Abdurrahman An-Nahlawi. 39-48. Di sini tampak bahwa kata basyar dikaitkan dengan kedewasaan dalam kehidupan manusia yang menjadikannya mampu memikul tanggung jawab. Rohani dan Kalbu Memanusiakan Manusia. Quraish Shihab.trj. dan tampak. Herry Noer (Bandung: Diponegoro. In zoology the cries of birds. 31. yaitu makhluk yang tidak tampak.I. Tarihk Al-Tarbiyah Al-Islamiyat. In 32 D. Their physiological makeup is more complex than that of a plant. al-Qas}a>s} ayat 77 dan QS. sebab itu pula tugas kekhalifahan dipikulkan kepada basyar. Philosophy and the Teacher. 1992). dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan)-Ku. insan terambil dari kata uns yang berarti jinak. 12. 1982). [8][8] Harun Nasution. Prinsip-Prinsip dan Metode Pendidikan Islam. 31-32. Salman Harun. Sistem Pendidikan Islam. 1954). (Bandung: CV. (Bandung: Al-Ma’arif). he is regarded as being an animal. It has been felt that they can throw a good deal of light on the way that human beings learn. [11] Muhammad Quthb. Integrasi Jasmani. 29-31. [12] Menurutnya..memiliki alas an-alasan yang bersinggungan dengan kehidupan. 278-280. (Kairo: Al-Kasyaf. 21-23.

Kedua. 1994). Abdurrahman.wordpress. 120. Ketiag. Kurikulum dan Pembelajaran: Teori dan Praktik Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Dalam upaya mengembangkan pendidikan. .com/2009/02/23/hubungan-filsafat-dan-pendidikan diambil pada tanggal 11 juni 2012. [24] http://denovoidea. 2004). Lihat pula pada Abdullah Idi. Pengembangan Kurikulum: Teori dan Praktik. (Jakarta: Bumi Aksara. [20] Omar Muhammad Al-Thoumy Al-Syaibany. filsafat dapat menentukan arah dan tujuan pendidikan. 88. [21] Ahmad D. 63-64. Filsafat Pendidikan Islam. dkk. 1988). yaitu Pertama. lihat pada Wina Sanjaya. filsafat dapat menetukan strategi atau cara pencapaian tujuan. 2008). 2011). filsafat dapat menentukan isi atau materi pelajaran yang harus diberikan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. (Jakarta: Bulan Bintang. utamanya dalam hal kurikulum landasan filosofis menempati urutan pertama. 47. Terj. 1992). 12. Hal ini disebabkan oleh empat fungsi filsafat dalam proses pengembangan kurikulum. [25] An-Nahlawi. (Bandung: CV. (Jakarta: Kencana. (Jakarta: Bumi Aksara. Konsep Pendidikan. [22] Zuhairini. 29-30. [26] M. 1979). Pengantar Filsafat Pendidikan Islam. 19. melalui filsafat dapat ditentukan bagaimana menentukan tolok ukur keberhasilan proses pendidikan. Filsafat Pendidikan Islam. [23] Kaitannya dengan pendidikan. Dipenogoro. Azas-azas Pendidikan Islam. Arifin. 1989). Filsafat Pendidikan Islam. 42-43. (Jogjakarta: Ar-Ruzz Media. 1987). [19] Muhammad Naquid Al-Attas. Prinsip-Prinsip dan Metode Pendidikan Islam. Bandung: Al-Ma’arif. Artinya ialah landasan tersebut merupakan landasan utama yang menjadi ukuran dan acuan bagi landasan-landasan yang lain.[18] Abdul Fattah Jalal. Marimba. Dipenogoro. (Bandung: Mizan. 99. Dan Keempat. filsafat memiliki peran yang sangat penting. (Bandung: CV. Haidar Bagit.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful