MANUSIA DAN PENDIDIKAN (FUNGSI PENDIDIKAN DALAM KEHIDUPAN MANUSIA

)

MANUSIA DAN PENDIDIKAN (Fungsi Pendidikan dalam Kehidupan Manusia)

MAKALAH Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah “Filsafat Pendidikan Islam”

Disusun oleh : MAD SA’I F05411121

Dosen Pembimbing : Dr. Phil. Khoirun Niam

PROGRAM PASCA SARJANA INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA 2012

abstrak atau yang immaterial. Potensi dan kemampuan itulah yang mengantarkannya pada kesempurnaan dan kebahagiaan. Kalau kita membawanya ke dalam bahasa yang agak religius. Diantara keunikan tersebut ialah sebagaimana yang diungkapkan oleh beberapa tokoh filsafat. Tapi di sini kita tidak akan mempertajam membahas hal tersebut. Walaupun kita menggunakan pisau filsafat ini tidak berarti bahwa kita secara mutlak telah sampai pada gambaran manusia apa adanya. alih-alih mengungkapkan sisi kemanusiaan kita yang dinamis malah yang terjadi adalah gambaran manusia yang operasionalistik-mekanistik dan ini akan mereduksi kompleksitas dimensi keberadaan manusia. Ini disebabkan oleh adanya potensi dan kemampuan yang dimilikinya. Untuk mengantisipasi kedua hal di atas maka kita dapat menggunakan penalaran filsafatis karena filsafat dapat mengatasi cara berpikir dogmatik dari agama dan cara berpikir positivistik dari sains. Kita mungkin telah mengetahui apakah secara teoritif ataupun secara intuitif bahwa hal yang paling mendasar dari segala realitas apakah itu diri kita ataupun benda-benda yang ada di sekitar kita atau realitas imajinal yang kita beri pengakuan padanya adalah keberadaan atau eksisteninya. Salah satu titik pangkal (initial point) dari semua pembahasan filsafat adalah pengakuannya akan realitas. Hakikat Manusia Seperti yang diuraikan sebelumnya bahwa manusia merupakan makhluk yang paling unik jika dibandingkan dengan makhluk lainnya. yaitu Socrates mengemukakan bahwa pada diri manusia terpendam jawaban mengenai berbagai persoalan dunia. Keberadaan adalah fondasi atau prasyarat dari segala hal yang terjadi dalam realitas. Untuk menjawab pertanyaan tersebut ada beberapa cara yang dapat ditempuh baik melalui dogma-dogma agama yang tertuang dalam teks-teks suci kegamaan maupun melalui metode ilmiah atau biasa kita sebut dengan sains atau kita melakukan penalaran filsafatis. tergantung pada aliran filsafat yang bersangkutan apakah realitas yang dimaksud di sini hanyalah realitas material atau juga termasuk realitas ide. dengan tidak menafikan fungsi dari agama dan sains. Agama dan sains dapat dijadikan titik pangkal yang kemudian diperluas dan dielaborasi lanjut dengan pisau filsafat. sehingga sangat menarik untuk dikaji.A. Bila kita mencari jawabannya melalui dogma-dogma agama maka jalan ini tidak akan membawa pada kepuasan intelektual karena Religions way of knowledge yang seringkali tidak menggunakan argumentasi yang kritis disamping dominannya klaim kebenaran (truth claim) apalagi bila kita dihadapkan dengan pluralitas paham keagamaan. B. Disadari ataupun tidak kita seringkali mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang sangat mendasar seperti “apakah tujuan hidup kita?”. Tetapi seringkali manusia itu tidak menyadari bahwa dalam diri terpendam jawaban-jawaban bagi persoalan yang dipertanyakannya. keberadaan adalah limpahan anugerah paling awal yang diterima oleh realitas ini sebelum realitas tersebut melakukan atau dikenai kejadian apapun. Filsafat tidak bertendensi untuk mencari jawaban final tetapi untuk mencari kemungkinan pertanyaan-pertanyaan baru.[1] . Sedangkan jika kita melalui jalan sains maka jawaban yang diperoleh adalah jawaban yang positivistik. Pertanyaan ini biasanya disebut dengan pertanyaan eksistensial. maka hal ini akan membawa kita kepada kebingungan. Pandahuluan Manusia adalah makhluk yang paling unik dibandingkan dengan makhluk lainnya.

Lebih jauh dia mengatakan bahwa hakikat manusia ada dua yaitu rasio dan kesenangan (nafsu).[9] Ketiga. jiwa itu ada sejak sebelum kelahiran.[2] Selain tokoh tersebut di atas. tafakkara seperti dalam surat al-Nahl ayat 68-69. It is claimed that they can play better chess than we can. Immanuel Kant[6] dan sebagainya.Plato juga mengatakan bahwa jiwa manusia adalah entitas non-material yang dapat terpisah dari tubuh. Semua kata-kata itu menunjukkan bahwa al-qur’an mengakui akal adalah aspek penting dalam hakikat manusia. Calculations that previously took weeks to work out now take minutes. Thomas Hobbes[5]. They can store vast quantities of information and use it in any .[8] Selanjutnya Abdul Fattah Jalal mengatakan bahwa kata‘aqala di dalam al-qur’an kebanyakan digunakan dalam bentuk fi’il (kata kerja). insa>n. ketiganya menyusun manusia menjadi satu kesatuan. faqiha. reach conclusions more quickly and write poetry with greater facility. bashar dan ketiga Bani> Adam dan Zuriya Adam. manusia mempunyai unsur jasmani (material). John Locke[4]. Menurutnya. Bila ada konflik batin pada seseorang. akal dan ruh. Karena menikmati kelezatan (kesenangan) itu hakikat maka rasiopun juga hakikat. Manusia memiliki unsur yang sangat penting dan peotensial untuk dikembangkan. manusia memiliki ruh atau ruhani. Pertama.[12] Oleh karenanya. hanya sedikit dalam bentuk ism (kata benda) itu menunjukkan bahwa pada akal yang penting ialah berfikir bukan akal sebagai otak yang berupa benda. akal dan ruh. Few can remain unimpressed by their performance. berdasarkan penjelasan sebelumnya dapat kita pahami bahwa manusia adalah makhluk unik dan menarik untuk dikaji karena keberadaannya. sementara rasionya tahu bahwa makanan dan minuman itu berbahaya baginya.[7] Kedua. pasti terdapat petentangan dua elemen kepribadian pada orang tersebut. Sedangkan manusia dalam pandangan al-Qur’an dapat dijabarkan sebagai berikut. Kedua. Muhammad Quthb juga mengatakan mengenai manusia bahwa eksistensi manusia ialah jasmani. manusia adalah makhluk berakal yang juga merupakan aspek penting dalam hakikat manusia. Quraish Shihab mengatakan bahwa ada tiga kata yang digunakan al-qur’an untuk menunjuk manusia yaitu. Dua unsur yang hakikat ini dijelaskan oleh Plato dengan perumpamaan seseorang yang makan kue atau minum sesuatu.[10] Al-Syaibani menyatakan bahwa manusia memiliki tiga potensi yang sama pentingnya yaitu jasmani. Di antaranya seperti Rene Descartes[3].[11] Sementara. Adapun pandangan lain menyebutkan bahwa manusia merupakan mesin. Nasution menjelaskan bahwa ada tujuh kata yang digunakan al-qur’an untuk mewakili konsep akal. “When we think of complicated machines these days we think of computers. Pertama. masih banyak tokoh filsafat yang mengemukakan pendapatnya tentang manusia. jiwa itu tidak dapat hancur alias abadi. Karena manusia bekerja ibaratnya mesin yang dapat mendesain sesuatu dengan baik dan sesuai dengan yang diinginkan serta dapat bekerja dengan lebih cepat. Konsekuensinya ialah pendidikan harus didesain untuk mengembangkan unsure-unsur tersebut. Penjelasan mengenai unsur tersebut ialah terdapat dalam al-qur’an surat al-Hijr ayat 29. Ini kesenangan. ins atau al-na>s. tadzakkara. tadabbara seperti dalam surat S}a>d ayat 29. yaitu kata naz}ara seperti dalam surat Qa>f ayat 67. fahima dan ‘aqala.

saw the whole of man in mechanical terms. takaran. Setiap generasi tua mewariskan kebudayaan pada generasi mudanya dan mengarahkannya agar kebudayaan tersebut berkembang. so that the study of human nature becomes a branch of physics. Karena dalam pendidikan terdapat nilai-nilai dan konsep-konsep kebenaran dan keberadaan seorang itu sendiri. manusia diibaratkan dengan hewan. Hewan bisa belajar bagaimana mencari makan untuk keberlangsungan hidupnya.[14] Juga. baik al-Quran maupun Sunnah Allah. the French writer La Mettrie called one of his works L’Homme machine. Allah telah mendidik dan mengarahkan pertumbuhan dan perkembangan alam. Man has been seen as consisting of a series of levers. Tuhan telah menciptakan (alam dan manusia). though some have been less radical by arguing that mind does exist but is a by-product of matter and is still subject to those same physical laws. Hakikat Pendidikan Pendidikan yang dimaksud di sini ialah merupakan upaya sadar yang bertujuan untuk memanusiakan manusia. that man is basically an intricate machine. so that the idea that man is no more than a complex machine seems quite plausible. Dalam tujuan secara umum pendidikan Islam membentuk pribadi bahagia di dunia dan . berarti mengembangkan potensi manusiawi di bawah pengaruh hukum-hukum Allah.[15] C. ukuran dan sebagainya di alam) dan kemudian memberi pertunjuk terhadap proses penyempurnaan ciptaan tersebut. Sehingga pendidikan merupakan media yang dapat membantu manusia untuk mencapai tujuannya. Terbukti ketika kita lihat dalam suatu kebun binatang atau lingkungannya.’ He believed that human beings were nothing but matter. hewan lebih komplek dibandingkan dengan tumbuhan. kemudian menyempurnakan proses penciptaanya. maka pola hidup mereka akan berbeda-beda.of these calculations. melainkan psikis atau mentalnyapun juga akan mengalami hal yang sama. If we hold such a mechanistic view. This idea. They are subject to physical laws. dan hal ini akan menghasilkan kebudayaan. Tuhan telah memberikan batasan (menetapkan aturanaturan. Later. Jadi dalam pendidikan filsafat Islam. is not recent. manusia akan mengalami perkembangan nilai sesuai dengan perkembangan yang terjadi pada lingkungan dimana ia berada. He wrote: ‘Let us consider boldly that man is a machine and that in the whole universe there is but a single substance variously modified. and thinking and feeling its movements. Secara fisiologi. cogs and shafts meshing and moving according to some predetermined end. it has been around for some 300 years at least. does this mean that we have to give up the idea that there is a mind somewhere inside our body? In general the answer is yes.”*13+ Di samping perumpamaan tersebut. Dengan pendidikan manusia akan mengetahui hakikat dirinya. tersirat pengertian yang menyatakan bahwa manusia agar tetap memelihara kesucian asma` (pelajaran yang di ajarkan) Tuhan pendidik yang maha tinggi. an English philosopher. Perkembangan dan pertumbuhan tersebut tidak hanya pada unsur fisiknya saja. Kehidupan hewanpun cukup variatif. manusia juga diumpamakan sebagai tumbuhan karena manusia mengalami perkembangan dan pertumbuhan layaknya tumbuh-tumbuhan. Lebih luas lagi. yang terus menerus berkembang. Thomas Hobbes.

[20] 2. melainkan membawa kaum muslimin kepada nilai pendidikan tazkiyah al-nafs (pensucian diri) dari segala kotoran. dan kasih sayang tidak hanya digunakan untuk manusia. 2.[21] . Isi pendidikannya mencakup ilmu pengetahuan. Mengarahkan seluruh fitrah menuju kesempurnaan. mengatur dan menjaga kelestarian atau ekstiensinnya. Proses pendidikan Islam adalah bersumber pada pendidikan yang di berikan Allah sebagai "pendidik" seluruh ciptaan-Nya. 1. Mengemukakan bahwa pendidikan Islam adalah proses mengubah tingkah laku individu peserta didik pada kehidupan pribadi. 3. 4. sedangkan al-Ta'di>b dan al-Ta'li>m jarang sekali digunakan. 3. Dari ketiga istilah tersebut yang populer di gunakan dalam praktek pendidikan Islam ialah al-Tarbiyah. termasuk manusia. Adapun istilah pendidikan dalam pendidikan Islam pada umumnya mengacu pada al-Tarbiyah. Mendefinisikan pendidikan Islam sebagai upaya mengembangkan. akan tetapi juga digunakan untuk melatih dan memelihara binatang atau makhluk Allah lainnya. merawat. pendidikan akan berfungsi sebagai pembimbing ke arah pengenalan dan pengakuan kepada Tuhan yang tepat dalam tatanan wujud dan kepribadiannya. masyarakat. yaitu: 1. akan tetapi pengertian dasarnya menunjukkan makna tumbuh. Walaupun kata ini memiliki banyak arti. alTa'di>b. pemeliharaan. dan alam sekitarnya. Melaksanakan pendidikan secara bertahap. kesenian dan segala hal yang mampu mengerakan perkembangan manusia.[18] Sedangkan istilah al-Ta'di>b adalah pengenalan dan pengakuan yang secara berangsur-angsur ditanamkan pada diri manusia (peserta didik) tentang tempat-tempat yang tepat dari segala sesuatu di dalam tatanan penciptaan. Mengemukakan bahwa pendidikan Islam adalah bimbingan atau pimpinan secara sadar oleh pendidikan terhadap perkembangan jasmani dan rohani peserta didik menuju terbentuknya kepribadiannya yang utama (insan kamil). sehingga memungkinkannya menerima al-hikmah serta mempelajari segala yang bermanfaat untuk diketahui. berkembang. Memelihara dan menjaga fitrah anak didik menjelang dewasa (baligh) Mengembangkan seluruh potensi menuju kesempurnaan. Di antara batasan yang sangat variatif tersebut adalah. Padahal kedua istilah tersebut telah digunakan sejak awal pertumbuhan pendidikan Islam. al-Ta'li>m. memelihara. Dengan pendekatan ini.[16] Istilah al-Tarbiyah berasal dari kata Rabb. mendorong serta mengajak peserta didik hidup lebih dinamis dengan berdasarkan nilai-nilai yang tinggi dan kehidupan yang mulia.akhirat. Pengertian pendidikan Islam yang dikandungkan dalam al-Tarbiyah. terdiri dari empat unsur pendekatan. Misalnya mengartikan al-Ta'li>m sebagai proses transmisi berbagai ilmu pengetahuan pada jiwa individu tanpa adanya batasan dan ketentuan tertentu.[19] Dalam kata al-Tarbiyah yang memiliki arti pengasuh. Menurut para ahli. kata ini lebih bersifat universal di banding al-Tarbiyah mupun al-Ta'di>b.[17] Istilah al-Ta'li>m adalah telah digunakan sejak periode awal pelaksanaan pendidikan Islam.

mempunyai relevansi dengan kehidupan nyata. bahwa pada hakikatnya manusia adalah "Khalifah Allah di alam semesta ini "Khalifah berarti kuasa atau wakil. Kedua. yang memerlukan pendekatan filosofis pula dalam memecahkannya. mengarahkan pertumbuhan dan perkembangan alam dan manusia sekaligus. realisme. yang berdasarkan dan menurut pandangan dan aliran filsafat tertentu. menunjukan pandangan-pandangan tertentu. juga berfungsi memberikan arah agar teori pendidikan yang telah dikembangkan oleh para ahlinya. secara lebih rinci dapat diuraikan sebagai berikut:[23] Pertama. yang tentunya juga akan memperkaya teori-teori pendidikan. di samping menggunakan metode-metode ilmiah lainnya. Mendefinisikan pendidikan Islam sebagai bimbingan yang diberikan oleh seseorang agar ia berkembang secara maksimal sesuai dengan ajaran Islam. Pengertian tersebut diambil karena kata Rabb dalam arti Tuhan dan Rabb dalam arti pendidik berasal dari asal kata yang sama. Kenapa kenyataan bahwa pendidik dan mendidik itu menjadi urusan manusia. Filsafat dan Teori Pendidikan Tidak semua masalah kependidikan bisa dipecahkan dengan menggunakan metode ilmiah sematamata. Filsafat. Dengan kata lain. akan mewarnai pula pandangan ahli pendidikan tersebut dalam teori-teori pendidikan yang dikembangkannya. teori-teori dan pandangan-pandangan filsafat pendidikan yang dikembangkan oleh fillosof.[22] D. Hubungan fungsional antara filsafat dan teori pendidikan tersebut. misalnya filsafat idelisme. Di samping itu. Banyak diantara masalah-masalah kependidikan tersebut yang merupakan pertanyaanpertanyaan filosofis. Dalam al-Qur`an ditegaskan bahwa Allah adalah Rabb al-'a>lami>n. sebagai mana ditegaskan dalam Al-Qur’an. adalah merupakan kenyataan bahwa setiap masyarakat hidup dengan pandangan .artinya mengarahkan agar teori-teori dan pandangan filsafat pendidikan yang telah dikembangkan tersebut bisa diterapkan dalam praktek kependidikan sesuai dengan kenyataan dan kebutuhan hidup yang juga berkembang dalam masyarakat. Filsafat. Analisa filsafat terhadap masalah. tentu berdasarkan dan bercorak serta diwarnai oleh pandangan dan aliran filsafat yang dianutnya. sebagai pandangan tertentu terhadap sesuatu obyek. artinya adalah pendidik semesta alam dan juga pendidikan bagi manusia. Sementara itu dengan filsafat.4. terdapat hubungan fungsional antara filsafat dengan teori pendidikan. Dalam pandangan filsafat Islam. dalam arti analisa filsafat adalah merupakan salah satu cara pendekatan yang digunakan oleh para ahli pendidikan dalam memecahkan problematika pendidikan dan menyusun teori-teori pendidikannya. Jadi mendidik dan pendidik pada hakikatmya adalah fungsi Tuhan dan mendidik adalah mengatur serta. Aliran filsafat tertentu terhadap teori-teori pendidikan yang dikembangkan atas dasar aliran filsafat tersebut. Dengan demikian menurut alQur’an tersebut alam dan manusia mempunyai sifat tumbuh dan berkembang dan yang mengatur pertumbuhan dan perkembangan tersebut tidak lain kecuali Allah juga. Di samping itu jawaban-jawaban yang telah dikemukakan oleh jenis dan aliran fisafat tertentu sepanjang sejarah terhadap problematika pendidikan yang dihadapinya. materialisme dan sebaginya. Dengan demikian.masalah kependidikan tersebut. dan atas dasar itu bisa disusun secara sistematis teori-teori pendidikan.

makhluk yang mempunyai kemampuan untuk berilmu pengetahuan. dan keseimbangan. tujuan dan pandangan hidup dari masyarakat. Hubungan Filsafat Manusia dan pendidikan Manusia disebut “Homo Sapiens”. serta konsepsi hakikat dan segi-segi pendidikan serta isi moral pendidikannya. . Analisa filsafat berusaha untuk menganalisa dan memberikan arti terhadap data-data kependidikan tersebut. Dalam hidupnya manusia digerakkan sebagian oleh kebutuhan untuk mencapai sesuatu. yang belum diketahuinya. juga mempunyai fungsi untuk memberikan petunjuk dan arah dalam pengembangan teori-teori pendidikan menjadi ilmu pendidikan atau paedagogik. sebagaimana dikemukakan oleh Ali Saifullah dalam bukunya “Antara Filsafat dan Pendidikan”. keserasian. Kegiatan merumuskan sistem atau teori pendidikan (science of education) yang meliputi politik pendidikan. akan menghasilkan dan menimbulkan bentuk-bentuk dan gejala-gejalan kependidikan yang tertentu pula. sebagai berikut : a. Filsafat. dan hubungan manusia dengan Tuhannya. Hal ini adalah data-data kependidikan yang ada dalam suatu masyarakat tertentu. memberikan pedoman bahwa kehidupan manusia didasarkan atas keselarasan. hubungan manusia dengan alam. manusia mempunyai keinginan untuk mempertahankan hidup dan menjaga kehidupan lebih baik. dan dengan sendirinya akan menyangkut kebutuhan-kebutuhan hidupnya. Di sinilah letak fungsi filsafat dan filsafat pendidikan dalam memilih dan mengarahkan teori-teori pendidikan dan kalau perlu juga merevisi teori pendidikan tersebut. Artinya. Berawal dari rasa ingin tahu maka timbulah ilmu pengetahuan. metodologi pendidikan dan pengajaran. yang sesuai dan relevan dengan kebutuhan. Ketiga. Menurut pandangan pancasila. dan tujuan-tujuan pendidikan. hubungan manusia dengan masyarakat. Manusia bukan hanya mempunyai kemampuan-kemampuan. kepemimpinan pendidikan atau organisasi pendidikan. Kegiatan merumuskan dasar-dasar. Di samping hubungan fungsional tersebut. b. dan juga tidak hanya mempunyai sifat-sifat yang baik. E. Ini merupakan naluri yang paling kuat dalam diri manusia. konsep tentang sifat hakikat manusia. antara filsafat dan teori pendidikan. termasuk juga filsafat pendidikan. juga terdapat hubungan yang bersifat suplementer. namun juga mempunyai sifat-sifat yang kurang baik. termasuk pola-pola akulturasi dan peranan pendidikan dalam pembangunan masyarakat dan Negara. hubungan bangsa dengan bangsa. tetapi juga mempunyai keterbatasan-keterbatasan.filsafat hidupnya sendiri-sendiri yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Suatu praktek kependidikan yang didasarkan dan diarahkan oleh suatu filsafat pendidikan tertentu. Salah satu insting manusia adalah selalu cenderung ingin mengetahui segala sesuatu disekelilingnya. dan sebagian lagi oleh tanggung jawab sosial dalam masyarakat. maupun manusia dalam mengejar kemajuan lahiriah dan kebahagiaan rohaniah. baik dalam hidup manusia sebagai individu. dan untuk selanjutnya menyimpulkan serta dapat disusun teoriteori pendidikan yang realistis dan selanjutnya akan berkembanglah ilmu pendidikan (paedagogik). Pancasila sebagai falsafah hidup manusia Indonesia.

Tampaklah bahwa manusia itu sangat membutuhkan pendidikan. dan karsa bangsa kita. Filsafat pendidikan adalah jiwa.[24] F. Tujuan pendidikan dappenglaman bat memengaruhi strategi pemilihan teknik penyajian pendidikan yang diberikan untuk memberikan pengalaman belajar pada anak didik dalam mencapai tujuan pendidikan yang sudah dirumuskan. dan tujuan nasional bangsa kita . Jadi. 3. Asas tersebut juga berfungsi sebagi peraturan yang akan digunakan sebagai pegangan hidup dan pegangan langkah pelaksanaan. 2. dan kepribadian system kependidikan nasional. atau tujuaan nasional dan cita-cita luhur rakyat Indonesia yang tertulis pada UUD 1945 sebagai perwujudan jiwa dan nilai Pancasila. Peserta didik memiliki pembawaan. Unsur-unsur yang dapat dijadikan tunggak untuk mengembangkan pendidikan lebih lanjut ada 4. mampu berdiri sendiri dan mampu menanggung resiko dari segala perbuatannya. Melalui pendidikan pula perkembangan kepribadian manusia dapat diarahkan kepada yang lebih baik. dan potensi yang berbeda-beda. Tujuan pendidikan adalah membawa anak didik agar dapat mandiri dalam hidupnya di tengah-tengah masyarakat. karena pendidikan memerlukan landasan kerja untuk member arah bagi programnya. dasar dan tujuan pendidikan adalah suatu aktivitas untuk mengembangkan bidang pendidikan menuju terbinanya kepribadian yang tinggisesuai dengan dasar persiapan pendidikan. Dan melalui pendidikan kemampuan tingkah laku manusia dapat didekati dan dianalisis secara murni. didasari. dan mencerminkan identitas Pancasila. Dasar dan Tujuan Dasar pendidikan merupakan suatu asas untuk mengembangkan bidang pendidikan dan pembinaan kepribadian. citra. Pandangan Filsafat Tentang Pendidikan Filsafat pendidikan adalah nilai-nilai dan keyakinan-keyakinan filsafat yang menjiwai. Kesediaan dan kerelaan menerima tanggung jawab harus dimiliki setiap pendidik. karenanya sistem pendidikan nasional wajarlah dijiwai. baik fisik maupun mentalnya. . yaitu Pancasila. Antara tujuan dan program harus serasi. Karena melalui pendidikan manusia dapat mempunyai kemampuan-kemampuan mengatur dan mengontrol serta menentukan dirinya sendiri. antara lain : 1. Pendidik dan Peserta Didik Pendidik adalah individu yang mampu melaksanakan tinakan mendidik dalam satu situasi pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan. Karena itu pendidik harus mengetahui pembawaan masing-masing anak didiknya agar layanan pendidikan yang diberikan sesuai kedaan masing-masing. dan memberikan identitas (karakteristik) suatu sistem pendidikan. Kurikulum Tujuan pendidikan yang ingin dicapai murupakan faktor yang menentukan kurikulum dan isi pendidikan yang diberikan. mendasari. Peserta didik adalah adalah anak yang sedang tumbuh dan berkembang. Di Indonesia secara formal pendidikan mempunyai dasar yang kuat. ruh. Individu yang mampu adalah orang dewasa yang sehat jasmani ruhani.

dan mengarahkan. Adapun sebagai interaksi antara potensi (memberi dan mengadopsi) antara manusia dan lingkungannya. Dalam pendidikan Islam. dapat dipahami bahwa filsafat pendidikan merupakan tata pola pikir terhadap permasalahan di bidang pendidikan dan pengajaran yang senantiasa mempunyai hubungan dengan cabang-cabang ilmu pendidikan yang lain yang diperluakan oleh pendidik atau guru sebagai pengajar dalam bidang studi tertentu G. Tugas pendidikan Islam adalah membimbing dan perkembangan peserta didik dari tahap ke tahap kehidupannya sampai mencapai titik kemampuan optimal. dengan memilih materi strategi kegiatan. perkembangan masyarakat dalam lapangan pendidikan Oleh karena itu lembaga pendidikan perlu memberikan jawaban yang tepat sehingga kecenderungan sikapm dan berpikir masyarakat tidak terombang-ambing tanpa arah yang jelas. Oleh karena itu. yaitu: Menjelaskan sistem pendidikan Islam yang terdapat dalam Al-Qur'an dan menjelaskan hal-hal yang tidak terdapat di dalamnya. Jadi system pendidikan diperlukan untuk menjawab semua persoalan yang ada. mengatur. Dasar dan Tujuan Pendidikan Islam Sebagai aktivitas yang bergerak dalam proses pembinaan kepribadian muslim. Sistem Pendidikan Pelajar Pendidikan merupakan usaha sadar yang sengaja dan terencana untuk membantu perkembanganpotensi dan kemampuan anakagar bermanfaat bagi kepentingan hidupnya sebagai seorang individu. Konsep ini bermakna bahwa tugas dan fungsi pendidikan memiliki sasaran pada peserta didik yang senantiasa tumbuh dan berkembang secara dinamis mulai dari kandungan sampai akhir hayatnya. Dengan demikian. . Tugas dan Dasar Pendidikan Islam Pada hakikatnya. Sementara fungsi pendidikan berjalan dengan lancar. khususnya di bidang kependidikan. pendidikan Islam adalah suatu proses yang berlangsung secara berkesinambungan Berdasarkan hal ini maka tugas dan fungsi yang perlu diemban oleh pendidikan Islam adalah pendidikan manusia seutuhny dan berlangsung sepajang hayat. dan teknik penilaian yang sesuai. Dengan proses ini. pendidikan dipandang mempunyai peranan yang besar dalam mencapai keberhasilan dalam perkembangan anak didik. dan sebagai seorang warga negara/masyarakat. Pengertian Sistem pendidikan adalah sistem yang dijadikan tolok ukur bagi tingkah laku manusia dalam masyarakat yang mengandung potensi mengendalikan.Kurikulum tidak hanya menjabarkan serangkaian ilmu pengetahuan yang harus diajarkan oleh pendidik kepada anak didik. Dengan kata lain. maka pendidikan Islam memerlukan asas atau dasar yang dijadikan landasan kerja. dasar yang terpenting dari pendidikan Islam adalah Al-Qur'an dan sunnah Rasulullah (hadits). Dalam kontek ini. tetapi juga semua kegiatan yang bersifat kependidikan yang dipandang mempunyai pengaruh terhadap anak didik cdalam rangka mencapai tujuan pendidikan. H. sunnah Rasul mempunyai dua fungsi. 4. dasar yang menjadi acuan pendidikan Islam hendaknya merupakan sumber nilai kebenaran dan kekuatan yang dapat menghantarkan peserta didik ke arah pencapaian pendidikan. Dengan dasar ini akan memberikan arah bagi pelaksanaan pendidikan yang telah diprogramkan. peserta didik manusia akan menciptakan dan mengembangkan keterampilan yang di perlukan untuk mengubah dan memperbaiki kondisi-kondisi kemanusiaan dan lingkungannya.

Sifat-sifat manusia tututan masyarakat dan dinamika peradaban 2. perlakuannya terhadap anak-anak. Pendekatan tujuan ini merupakan memiliki makna. dan pendidikan keimanan yang pernah dilakukannya. imajinasi. Sementara fungsi pendidikan berjalan dengan lancar. intelektual. imajinasi. perasaan dan indera. Tujuan terakhir pendidikan Islam terletak pada perwujudan ketundukan yang sempurna kepada Allah. Karena itu. akal pikiran (intelektual). fisik. aspek spiritual. perasaan dan indera. akal pikiran (intelektual). Dengan dasar ini akan memberikan arah bagi pelaksanaan. dan mendorong semua aspek tersebut berkembang kearah kebaikan dan kesempurnaan. pendidikan yang telah di programkan. fisik. baik secara vertikal maupun horizontal. sehingga akan terbentuk pribadi yang utuh dan mendukung bagi pelaksanaan fungsinya sebagai khalifah fi al-ardh. ilmiah. diri manusia yang rasional. Pendidikan Islam memerlukan asas atau dasar yang dijadikan landasan kerja. Dimensi-dimensi kehidupan ideal Islam[26] Adapun tujuan pendidikan Islam adalah mengembangkan fitrah peserta didik. komunitas.Menyimpulkan metode pendidikan dari kehidupan Rasulullah bersama sahabat. yaitu: 1. Tugas pendidikan Islam adalah membimbing dan perkembangan peserta didik dari tahap ke tahap kehidupannya sampai mencapai titik kemampuan optimal. baik ruh. I. maupun seluruh umat manusia. baik secara individual maupun kolektif dan mendorong semua aspek tersebut berkembang kearah kebaikan dan kesempurnaan. Karena itu. paling tidak ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. ilmiah. baik secara pribadi. fisik. Tujuan dan tugas manusia di muka bumi. DAFTAR PUSTAKA . kemauan. KESIMPULAN Pendidikan Islam adalah suatu sistem yang memungkinkan seseorang (peserta didik) dapat mengarahkan kehidupannya sesuai dengan ideologi Islam. dan bahasa. baik secara individual maupun kolektif .[25] Dalam merumuskan tujuan pendidikan Islam. dan bahasa. intelektual. Tujuan pendidikan Islam adalah untuk mencapai keseimbangan pertumbuhan kepribadian manusia (peserta didik) secara menyeluruh dan seimbang yang dilakukan melalui latihan jiwa. serta mengisi tugas kehidupannya di dunia dan menjadikan kehidupan akhirat sebagai tujuan utama pendidikannya. bahwa upaya pendidikan Islam adalah pembinaan pribadi muslim sejati yang mengabdi dan merealisasikan "kehendak"Tuhan sesuai dengan syariat Islam. pendidikan hendaknya mencakup pengembangan seluruh aspek fitrah peserta didik. diri manusia yang rasional. dan akalnya secara dinamis. aspek spiritual. pendidikan hendaknya mencakup pengembangan seluruh aspek fitrah peserta didik. Tujuan pendidikan Islam adalah untuk mencapai keseimbangan pertumbuhan kepribadian manusia (peserta didik) secara menyeluruh dan seimbang yang dilakukan melalui latihan jiwa.

2005. Bandung: CV. Dipenogoro. Abdullah. Wawasan al-Qur’an. Pengembangan Kurikulum: Teori dan Praktik. Abdurrahman. Filsafat Pendidikan Islam. Berkenalan Dengan Aliran-Aliran dan Tokoh-Tokoh Psikologi. Omar Muhammad Al-Thoumy. Konsep Pendidikan. Muhammad. Sarlito Wirawan. Quthb. Marimba. Abdul Fattah. Bandung: Al-Ma’arif. Jalal. Shihab. 2011. 1987. Sarwono. . Haidar Bagit. Jakarta: Bulan Bintang. Dipenogoro. M. Sanjaya. Muhammad Naquid. Jakarta: Kencana. Bandung: Mizan. Bandung: Mizan. Azas-Azas Pendidikan Islam. Idi. al-Attas. 1979. 1978. Wina. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media. Terj. Pengantar Filsafat Pendidikan Islam. Bandung: CV. Akal dan Wahyu dalam Islam. London: Routledge. Kurikulum dan Pembelajaran: Teori dan Praktik Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). 1992. Quraish. trj.Arifin. 1988. 1994. Ahmad D. Salman Harun. 1982. Jakarta: Bulan Bintang. Bandung: Al-Ma’arif. 2008.Lloyd. Prinsip-prinsip dan Metode Pendidikan Islam. Harun. an-Nahlawi. Jakarta: Universitas Indonesia. al-Syaibany. 2000. Philosophy and the Teacher. D. Nasution. I. Jakarta: Bumi Aksara. Filsafat Pendidikan Islam. 1989. Sistem Pendidikan Islam.

Sehingga berpendapat bahwa berpikir itu sangat sentral dalam manusia. manusia hanya mementingkan dirinya sendiri. Jakarta: Bumi Aksara.Syalabi. 9-10. 1954. 30. [5] Ia adalah tokoh aliran empirisme yang hidup pada 1588-1629 dan terkenal dengan teori “mekanis dalam psikologi”. Pendapat ini agak berbeda dengan pendapatnya Thomas Hobbes yang seakan dalam tindakannya. Kaitannya dengan pendidikan. Dua motivasi dasar ialah keinginan untuk mendekati dan kecenderungan untuk meninggalkan. Tafsir. Integrasi jasmani. 2004. 2010). manusia . [6] Filosof dari Jerman yang hidup pada tahun 1724-1804 yang mengatakan bahwa manusia tidak akan mampu mengenali dirinya sendiri dan hanya mengenali dirinya berdasarkan apa yang tampak. lihat pada Sarlito Wirawan Sarwono. (Bandung: PT Remaja Rosdakarya. ia mengatakan bahwa dalam tingkah laku ada dasar dan ada tujuan. ia berpendapat bahwa manusia adalah makhluk rasional. [2] Ahmad Tafsir. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Padahal dalam tindakannya. sama dengan Plato. manusia itu bebas bertindak berdasarkan alasan moral dan bertindak bukan hanya untuk kepentingan diri sendiri. Ia juga mengatakan bahwa tujuan tingkah laku adalah untuk kepentingan diri sendiri yang pada hakikatnya semua orang bersifat mementingkan diri sendiri dan dalam memenuhi kepentingan diri sendiri itu justru manusia terpaksa mengakui hak-hak orang lain. mengatakan bahwa jiwa manusia itu saat dilahirkan laksana kertas bersih kemudian diisi dengan pengalaman-pengalaman yang diperoleh dalam hidupnya. Rohani dan Kalbu Memanusiakan Manusia. Ahmad. Rohani dan Kalbu Memanusiakan Manusia. Zuhairini. Integrasi jasmani. [3] Adalah filosof perancis yang hidup pada tahun 1596-1650. dkk. manusia menyadari keadaannya karena ia berpikir (cogito ergo sum). 2010. 1978). Filsafat Pendidikan Islam. Dalam teorinya. Ia amat menekankan rasio pada manusia. Ta>rihk al-Tarbiyah al-Isla>miyah. (Jakarta: Bulan Bintang. Menurut paham ini pendidikan sangat berpengaruh pada seseorang. Pengalamanlah yang paling menentukan keadaan seseorang. Berkenalan Dengan Aliran-Aliran dan Tokoh-Tokoh Psikologi. Kairo: Al-Kasyaf. [4] Filosof Inggris yang hidup pada tahun 1623-1704 dan cukup terkenal dengan teori tabula rasanya. [1] Oleh karenanya perlu adanya orang lain yang dapat membantu untuk mengemukakan jawabanjawaban yang masih terpendam tersebut. Filsafat Pendidikan Islam. Filsafat pendidikan Islam. Ahmad.

29-31. In 32 D. Sistem Pendidikan Islam. rats find their way through mazes. Sedangkan kata basyar diambil dari akar kata yang pada mulanya berarti penampakan sesuatu dengan baik dan indah. he is regarded as being an animal. Istilah ini lebih tepat dibandingkan dengan pendapat yang mengatakan bahwa insan terambil dari kata nasiya yang berarti lupa atau nasa yang berarti guncang. 2005). sebab itu pula tugas kekhalifahan dipikulkan kepada basyar. 21-23.I. [11] Muhammad Quthb.. Azas-azas Pendidikan Islam.LLOYD recent years psychologists have studied the behaviour of animals and the abilities that they can acquire. Filsafat Pendidikan Islam. 1988). insan terambil dari kata uns yang berarti jinak. In zoology the cries of birds.trj. *15+ “Whereas man is never talked of as being a plant but rather like one. [9] Abdul Fattah Jalal. dan tampak. is the ability to learn. 1954). [8][8] Harun Nasution. 1982). (Kairo: Al-Kasyaf. Prinsip-Prinsip dan Metode Pendidikan Islam. 12. They can learn anything from how to find food to how to perform circus tricks. 5758. (Jakarta: Universitas Indonesia. Di bagian lain dari al-qur’an disebutkan bahwa kata basyar digunakan untuk menunjukkan proses kejadian manusia sebagai basyar melalui tahap-tahap hingga mencapai kedewasaan. (Bandung: Al-Ma’arif). Di sini tampak bahwa kata basyar dikaitkan dengan kedewasaan dalam kehidupan manusia yang menjadikannya mampu memikul tanggung jawab.. termasuk manusia. the instincts of seals have been the subjects of observation.Lloyd. Lihat. 31. 31-32. Dari akar kata yang sama muncul kata basyarah yang berarti kulit. [16] Ahmad Syalabi. Dipenogoro.I. Philosophy and the Teacher. Salman Harun. harmonis. (Bandung: Mizan. [14] Ibid. 278-280. dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan)-Ku. (London: Routledge. [10] Maka apabila aku telah menyempurnakan kejadiannya. [7] Hal ini tertuang dalam QS. (Bandung: CV. sehingga menurutnya kata insane menunjukkan manusia sebagai totalitas (jiwa dan raga). Maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud. [17] Abdurrahman An-Nahlawi. trj. Their physiological makeup is more complex than that of a plant. Rohani dan Kalbu Memanusiakan Manusia. Integrasi Jasmani. Manusi dinamai basyar karena kulitnya tampak jelas dan berbeda dengan kulit binatang. Kata ini juga sering dihadapkan dengan kata jin atau jan.” Ibid. . yaitu makhluk yang tidak tampak. Tarihk Al-Tarbiyah Al-Islamiyat. 32-33.memiliki alas an-alasan yang bersinggungan dengan kehidupan.. al-‘A’ra>f ayat 31 yang mengindikasikan bahwa manusia memiliki unsur jasmani karena masih membutuhkan kebutuhan materi. [12] Menurutnya. Pigeons learn how to discriminate between shades of colours. [13] D. Akal dan Wahyu dalam Islam. 2000). al-Qas}a>s} ayat 77 dan QS. Ahmad Tafsir. It has been felt that they can throw a good deal of light on the way that human beings learn. Quraish Shihab. Adapun kata bani Adam dan zuriya Adam maksudnya ialah manusia itu ialah turunan Adam. 1992). 31. Wawasan al-Qur’an. dogs wheel prams in circuses and chimpanzees co-operate with tea firms to make TV advertisements. One abttity which animals possess which plants do not. the dances of bees. Herry Noer (Bandung: Diponegoro. 39-48.

dkk. filsafat dapat menetukan strategi atau cara pencapaian tujuan. Dipenogoro. melalui filsafat dapat ditentukan bagaimana menentukan tolok ukur keberhasilan proses pendidikan. 1979). Artinya ialah landasan tersebut merupakan landasan utama yang menjadi ukuran dan acuan bagi landasan-landasan yang lain. Filsafat Pendidikan Islam. (Jakarta: Bumi Aksara. 1994). Kedua. [19] Muhammad Naquid Al-Attas. 19. Marimba. Filsafat Pendidikan Islam. Arifin. 63-64. (Jakarta: Bumi Aksara. 1992). 12. (Bandung: CV. Kurikulum dan Pembelajaran: Teori dan Praktik Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).[18] Abdul Fattah Jalal. Hal ini disebabkan oleh empat fungsi filsafat dalam proses pengembangan kurikulum. Dipenogoro. [21] Ahmad D. filsafat memiliki peran yang sangat penting. Pengantar Filsafat Pendidikan Islam. . (Jogjakarta: Ar-Ruzz Media. 1989). filsafat dapat menentukan isi atau materi pelajaran yang harus diberikan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. 47. Prinsip-Prinsip dan Metode Pendidikan Islam. utamanya dalam hal kurikulum landasan filosofis menempati urutan pertama. Filsafat Pendidikan Islam. lihat pada Wina Sanjaya. Dalam upaya mengembangkan pendidikan. 120. Pengembangan Kurikulum: Teori dan Praktik. [26] M. Azas-azas Pendidikan Islam. [23] Kaitannya dengan pendidikan. 99. Ketiag. filsafat dapat menentukan arah dan tujuan pendidikan. Terj. (Bandung: CV. yaitu Pertama. Konsep Pendidikan. 1988). Lihat pula pada Abdullah Idi. (Jakarta: Bulan Bintang. 2008). 42-43. Bandung: Al-Ma’arif.wordpress. 88. (Jakarta: Kencana. (Bandung: Mizan.com/2009/02/23/hubungan-filsafat-dan-pendidikan diambil pada tanggal 11 juni 2012. [22] Zuhairini. 2011). [25] An-Nahlawi. 2004). Haidar Bagit. Dan Keempat. 1987). [24] http://denovoidea. [20] Omar Muhammad Al-Thoumy Al-Syaibany. 29-30. Abdurrahman.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful