Mutasi Gen dan Kromosom- Mutasi dibedakan menjadi mutasi kecil (mutasi gen) dan mutasi besar (mutasi

kromosom). Mutasi dapat terjadi secara alami atau buatan. Gen secara umum bersifat mantap, tetapi dalam jangka panjang atau karena adanya pengaruh dari lingkungan, dapat menyebabkan susunan kimia dari gen tersebut berubah. Perubahan individu yang yang terjadi dalam dari gen tersebut dapat diturunkan Apabila dan menghasilkan berbeda individu sebelumnya. mutasi

berlangsung secara terus menerus pada makhluk hidup dari generasi ke generasi berikutnya maka bisa terjadi suatu saat nanti akan muncul spesies baru, yang memiliki sifat berbeda dengan moyangnya. Selain terjadi pada tumbuhan mutasi juga dapat terjadi pada manusia. Mutasi dapat disebabkan oleh faktor-faktor intern dan ekstern. Faktor intern berasal dari dalam tubuh makhluk hidup sendiri atau faktor pembawaan. Faktor ekstern berasal dari luar tubuh, yaitu dari lingkungan. Faktor-faktor ekstern mutasi dapat berupa makanan, obat-obatan, dan senyawa tertentu yang berbahaya terhadap tubuh. Senyawa-senyawa ini pada kadar tertentu dapat bersifat karsinogenik, yaitu dapat memacu pertumbuhan sel-sel kanker. Mutasi merupakan perubahan organisasi materi genetik yang berupa gen atau kromosom dari suatu individu dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Mutasi yang terjadi pada sel-sel gamet (sel kelamin) akan bersifat menurun, tetapi jika mutasi tersebut terjadi pada sel-sel somatik (sel tubuh) maka perubahan itu hanya terjadi pada individu tersebut dan tidak bersifat menurun. Seorang ahli berkebangsaan Amerika Serikat bernama Herman Yoseph Muller (1890 – 1945) berpendapat bahwa mutasi yang terjadi pada sel-sel somatik (tubuh) tidak akan membawa perubahan pada keturunannya, sedangkan mutasi yang terjadi pada sel-sel gamet kebanyakan letal (mati) sebelum dilahirkan atau sebelum dewasa. Peristiwa terjadinya mutasi dinamakan mutagenesis, sedangkan individu yang mengalami mutasi disebut mutan. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya mutasi disebut mutagen. Untuk membahas peristiwa mutasi lebih lanjut, perlu Anda ketahui bahwa mutasi ini memiliki beberapa karakteristik umum antara lain pada peristiwa mutasi belum dapat diketahui secara pasti bagian gen yang mengalami mutasi. Mutasi dapat bersifat menguntungkan atau merugikan. Mutan akan dapat hidup jika dapat beradaptasi dengan lingkungannya. Mutasi dapat muncul secara bebas. Hasil dari mutasi sukar untuk diamati karena sebab-sebab berikut. 1. Gen yang mengalami mutasi dalam suatu individu, tidak menonjolkan diri. 2. Gen yang mengalami mutasi pada umumnya bersifat letal, sehingga tidak dapat diamati. Biasanya individu akan mati sebelum dilahirkan atau sebelum dewasa. 3. Gen yang mengalami mutasi pada umumnya bersifat resesif, sehingga dalam keadaan heterozigot belum dapat terlihat.

2. Virus hepatitis menimbulkan aberasi pada darah dan tulang. Variasi genetis adalah variasi yang disebabkan oleh perubahan materi genetis. antara lain pemakaian bahan radioaktif untuk memperoleh bibit unggul. sinar radioaktif (uranium). colchicine. b. Mutagen dapat berasal dari: 1. dan radiasi ionisasi internal. Istilah khusus untuk mutasi kromosom adalah aberasi. Variasi genetis. dan penggunaan sinar X. Penyebab terjadinya mutasi disebut mutagen. misalnya fenol. pemakaian bahan kolkisin. 3. b. sinar ultraviolet. bahan kimia. jenis ini a. Mutasi alam ini diduga disebabkan oleh sinar kosmis (proton. Mutasi buatan adalah mutasi yang terjadi akibat campur tangan manusia. metil cholauthrene. pestisida. metil Hg. a. Perubahan sifat keturunan secara umum disebut mutasi. bahan biologi. penggunaan radiasi peng-ion. Berdasarkan tempat terjadinya.1. Mutasi berikut. Mutasi besar (gross mutation). positron. Mutasi alamiah (spontan). . Sifat ini akan diwariskan kepada keturunannya. a. Mutasi buatan ini memang sengaja dibuat oleh manusia untuk suatu kepentingan tertentu dan diambil manfaatnya. misalnya virus penyebab kerusakan kromosom. mutasi dapat dibedakan menjadi dua macam sebagai berikut. Mutasi alam adalah mutasi yang terjadi dengan sendirinya atau penyebabnya tidak diketahui secara pasti sehingga mutasi ini terjadi secara spontan. benz pyrene. b. misalnya radiasi yang dipancarkan oleh bahan radioaktif. Mutasi induksi (buatan). formaldehid. photon). yaitu bahan radioaktif dalam suatu jaringan tubuh yang berpindah masuk ke jaringan lainnya. Variasi lingkungan adalah variasi yang disebabkan oleh perubahan lingkungan. sebagai sedangkan lokus gennya tetap. Macam-Macam Mutasi. Materi genetis pada suatu saat dapat mengalami perubahan. Ada dua macam variasi sebagai berikut. Mutasi kecil (point mutation). Mutasi besar adalah perubahan yang terjadi pada struktur dan susunan kromosom. Mutasi buatan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Berdasarkan faktor penyebabnya. Mutasi buatan ini merupakan awal dari lahirnya rekayasa genetika dalam bidang bioteknologi. bahan fisika. Variasi lingkungan. Mutasi yang menunjukkan fenotipe sedikit berbeda dari sifat normal menimbulkan variasi. Mutasi kecil adalah perubahan yang terjadi pada menimbulkan alela. Sifat ini tidak diwariskan kepada keturunannya. perubahan materi genetis (mutasi) dibedakan menjadi dua susunan molekul gen macam (DNA).

Perubahan somatis (mutasi autosom) terjadi pada jaringan tubuh. Adapun perubahan generatif atau gametis (mutasi kromosom seks) terjadi pada gonade (kelamin). Pada penggantian basa ini. dansaraf.1a). penggantian basa nitrogen dapat menyebabkan perubahan rangkaian asam amino yang dihasilkan. insersi. satu asam amino dapat dikodekan oleh beberapa kodon. Mengapa? Hal ini terjadi karena pada sintesis protein. tulang. otot. Kodon-kodon yang berbeda. Pada kasus lain. a. Penggantian Basa Nitrogen Penggantian basa nitrogen adalah mutasi gen yang terjadi akibat perubahan satu nukleotida dalam gen. dan perubahan generatif atau gametis (mutasi kromosom seks). Masing-masing triplet merupakan kodon yang dibawa dari bagian sense rantai DNA. suatu gen dengan urutan basa nitrogen UCA ACG GAG menghasilkan urutan asam amino serinthreonin-glutamin. Contohnya. pasangan tiga basa (triplet) yang merupakan kode genetik (kodon) akan berubah pula. mutasi gen tidak berpengaruh apa-apa karena kodon UCA dan UCG sama-sama mengodekan asam amino serin (Gambar 5. 1998: 318). misal epitel.Mutasi yang terjadi di dalam tubuh dapat berupa perubahan somatis (mutasi autosom). Mutasi Gen Mutasi gen disebut juga mutasi titik. Contohnya. Hal ini terjadi karena perubahan satu basa tersebut menghasilkan kodon yang berbeda dalam mengodekan asam amino. Akibat perubahan satu nukleotida tersebut. yaitu penggantian pasangan basa. dan delesi pasangan basa (Campbell. Mutasi gen dapat dibedakan menjadi dua. mutasi gen akibat penggantian basa ini tidak membawa pengaruh apa-apa. namun dapat mengodekan satu asam amino yang sama ini disebut kodon sinonim. jika satu gen memiliki kodon UCA yang mengodekan asam amino serin mengalami mutasi gen akibat penggantian basa nitrogen menjadi UCG. Apakah pengaruh dari perubahan satu basa ini? Pada beberapa kasus. Triplet merupakan suatu bacaan yang dimengerti oleh tubuh sehingga dihasilkan asam amino. Adanya penggantian basa nitrogen adenin (A) oleh sitosin (C) . Mutasi ini terjadi karena perubahan urutan basa pada DNA atau dapat dikatakan sebagai perubahan nukleotida pada DNA. Sebuah protein yang disintesis tubuh berasal dari pembacaan tiga pasangan basa (triplet). 2.

Oleh karena itu. b. Seringkali mutasi ini menghasilkan protein yang tidak berguna atau rusak. buta warna. sedangkan sel somatis mengandung 2n kromosom. dan hemofilia merupakan hasil dari perubahan beberapa basa pada gen penting.menyebabkan perubahan asam amino threonin menjadi prolin. Hal ini menyebabkan berhentinya proses sintesis protein sebelum waktunya (Gambar 5. bahkan berbahaya. Pada spesies. Adapun insersi adalah peristiwa penambahan satu basa nitrogen pada gen. Akibatnya. Mutasi Kromosom. Delesi dan Insersi Basa Nitrogen Mutasi gen juga dapat terjadi melalui delesi dan insersi. Jika suatu gen memiliki 300 buah urutan basa nitrogen maka akan terbentuk polipeptida yang mengandung 100 urutan asam amino. Perubahan urutan asam amino dan terhentinya proses translasi sintesis protein dapat menyebabkan protein yang dibentuk rusak. kadang-kadang terjadi ketidakteraturan yang terjadi selama mitosis. basa guanin (G) digantikan oleh basa urasil (U) menjadi UAG. Banyak kelainan genetik. Hal itu terjadi melalui proses duplikasi . Mutasi ini menyebabkan pergeseran “pembacaan” pesan kode genetik. urutan asam amino yang terbentuk menjadi serin-prolinglutamat (Gambar 5. Misalnya. perubahan satu basa nitrogen dapat menyebabkan perubahan besar. Akan tetapi. tidak aktif. Peristiwa mutasi ini memiliki pengaruh yang lebih besar dibandingkan mutasi oleh penggantian basa nitrogen. Mutasi kromosom meliputi perubahan jumlah kromosom dan perubahan struktur kromosom. Satu kali mutasi ini. Perubahan ini menghasilkan kodon UAG yang merupakan stop kodon. atau meiosis sehingga menghasilkan selsel dengan jumlah kromosom yang bervariasi. Delesi adalah peristiwa penghapusan atau pengurangan satu basa nitrogen pada gen. demikian juga dengan urutan asam aminonya. terdapat seperangkat kromosom (genom) dengan jumlah kromosom yang konstan.2 berikut. yaitu tanda dihentikannya proses translasi pada sintesis protein. mutasi ini disebut juga mutasi pergeseran kerangka (frameshift mutation). menyebabkan perubahan pembacaan setiap kodon dimulai dari titik mutasi. Pada contoh lain. Pada gamet mengandung nkromosom. Perhatikan Gambar 5. perubahan basa guanin (G) pada triplet GAG yang mengodekan asam amino glutamat. Apabila satu basa nitrogen disisipkan atau dihilangkan di tengah-tengah urutan basa maka semua urutan basa akan berubah.1c). seperti sickle-cell anemia.1b). 3.

dan daya tahan hidup rendah. alga. lumut. sebagai berikut. 2) Nulisomik Nulisomik adalah peristiwa hilangnya sepasang kromosom homolog dengan rumus genom (2n–2). tetapi terjadi hanya pada salah satu kromosom dari genom. keseimbangan pertumbuhan. dan serangga Hymenoptera. yaitu (n) dan (n–1). Organisme monoploidi kurang kuat dan bersifat steril karena kromosom homolog tidak memiliki pasangan selama meiosis. adaptasi. kurang fertil. a. Euploidi merupakan mutasi yang melibatkan pengurangan atau penambahan dalam perangkat kromosom (genom). tetraploid (4n). fungi. dan pentaploid (5n). Organisme yang mengalami nulisomik menunjukkan ciri-ciri kurang kuat. 3) Poliploidi Organisme poliploidi memiliki kromosom lebih dari dua genom (2 n kromosom). b. triploid (3n). 3) Trisomik . Jenis-jenis euploidi. Kejadian-kejadian yang menyangkut perubahan kromosom. sehingga menghasilkan dua jenis gamet. Hal itu terjadi pada sebagian besar bakteri. sebagai berikut.atau adisi atau kehilangan seluruh perangkat kromosom. Aneuploid merupakan mutasi kromosom yang tidak melibatkan perubahan pada seluruh genom. 1) Monoploidi Organisme monoploidi memiliki satu genom (n kromosom) dalam sel tubuhnya. Keadaan ini sangat menunjang fertilitas. Misal. Aneuploidi. Beberapa macam aneuploidi sebagai berikut. 1) Monosomik Monosomik adalah peristiwa hilangnya satu kromosom dari sepasang kromosom homolog dengan rumus genom (2n –1). 2) Diploidi Organisme diploidi memiliki dua genom (2n kromosom) pada setiap sel somatis. antara lain: a) terjadinya pertumbuhan raksasa. c) kesuburan atau fertilitas umumnya berkurang. b) jumlah kandungan vitamin pada tumbuhan poliploidi lebih banyak. Euploidi. Pengaruh poliploidi terhadap sel atau individu. dan kemampuan hidup.

Duplikasi Duplikasi terjadi jika kromosom memperoleh tambahan sebagian segmen kromosom lainnya. Proses mutasi delesi b. sebagai berikut. antara lain efek letal (kematian) dan pseudodominan (pemunculan fenotipe sifat resesif. jika suatu organisme diploid dengan dua kromosom yang berbeda masing-masing menghasilkan trisomik ganda dengan rumus genom (2 n + 1 + 1). Proses mutasi duplikasi . Ada jenis-jenis perubahan struktur kromosom. sehingga gamet yang dihasilkan adalah (n + 1) dan (n). antara lain melindungi pengaruh gen resesif yang merugikan untuk evaluasi materi genetik. 5) Trisomik ganda Trisomik ganda. Defisiensi atau delesi Delesi terjadi ketika kromosom kehilangan sebagian segmennya. 4. Perubahan struktur kromosom merupakan penyimpangan yang terjadi di dalam kromosom (intrakromosom). seperti sifat dominan). Defisiensi ini mempunyai pengaruh genetis. 4) Tetrasomik Jika satu pasang kromosom berada dalam tambahan seperangkat kromosom organisme dengan rumus genom (2n + 2) disebut tetrasomik. Duplikasi mempunyai efek genetis. Perubahan struktur kromosom.Trisomik adalah organisme diploid yang memiliki satu kromosom ekstra atau tambahan dengan rumus genom (2n + 1). dan menghasilkan efek posisi (menghasilkan fenotipe baru). a.

Radiasi terhadap pertumbuhan sel dilakukan terhadap titik tumbuh tanaman umbiumbian. dan lombok. Proses mutasi inversi d. 5. contoh. radiasi dapat digunakan untuk meningkatkan ukuran besar buahnya.c. Pada peristiwa inversi. . melon. Dengan demikian hasil fotosintesis tidak banyak digunakan untuk pertumbuhan vegetatif tetapi tetap tersimpan dalam bentuk umbi. Hal itu bertujuan untuk menghambat tunas. misal IRRI. Pemanfaatan sinar radioaktif pada mutasi buatan. Mutasi dalam bentuk poliploidi dimanfaatkan untuk peningkatan hasil pertanian melalui produksi buah tanpa biji dengan kualitas kandungan vitamin dan gizi yang tinggi. beta. urutan gen menjadi terbalik yang disebabkan karena kromosom pecah menjadi dua bagian. Translokasi Translokasi adalah pertukaran sebagian kromosom dengan kromosom nonhomolog lainnya sehingga menghasilkan efek posisi. dan gama serta sinar-X mampu meningkatkan hasil produksi pertanian. Inversi Inversi merupakan mutasi yang terjadi karena perubahan letak gen akibat terpilinnya kromosom pada saat meiosis sehingga terbentuk kiasma. sehingga produksi umbi tersebut dapat dipertahankan. yaitu melalui radiasi sinar alfa. bagian tengahnya menyisip kembali dalam urutan terbalik. Radiasi juga digunakan untuk pemilihan bibit unggul pada jenis padi-padian. Pada tanaman tomat dan apel. semangka. Hal tersebut telah dikembangkan di lembaga penelitian khusus padi. Peranan Mutasi dalam Salingtemas Beberapa teknik yang digunakan dalam mutasi buatan menghasilkan keuntungan bagi kesejahteraan manusia. Penyinaran bertahap pada biji jagung dan biji gandum menghasilkan biji jagung dan biji gandum jenis unggul. Tipe kelainan kromosom ini sulit diidentifikasi secara visual.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful