Alat-Alat Pelindung Diri K3

Sabtu, 12 Januari 2013 22.17 Penulis Zool Pickr , 0 Comments Label: Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) http://ilmu-konstruksi.blogspot.com/2013/01/alat-alat-pelindung-diri-k3.html#_
1.Safety Helmet Berfungsi sebagai pelindung kepala dari benda yang bisa mengenai kepala secara langsung. 2.Sabuk Keselamatan (safety belt) Berfungsi sebagai alat pengaman ketika menggunakan alat transportasi ataupun peralatan lain yang serupa (mobil,pesawat, alat berat, dan lain-lain) 3.Sepatu Karet (sepatu boot) Berfungsi sebagai alat pengaman saat bekerja di tempat yang becek ataupun berlumpur. Kebanyakan di lapisi dengan metal untuk melindungi kaki dari benda tajam atau berat, benda panas, cairan kimia, dsb. 4.Sepatu pelindung (safety shoes) Seperti sepatu biasa, tapi dari bahan kulit dilapisi metal dengan sol dari karet tebal dan kuat. Berfungsi untuk mencegah kecelakaan fatal yang menimpa kaki karena tertimpa benda tajam atau berat, benda panas, cairan kimia, dsb. 5.Sarung Tangan Berfungsi sebagai alat pelindung tangan pada saat bekerja di tempat atau situasi yang dapat mengakibatkan cedera tangan. Bahan dan bentuk sarung tangan di sesuaikan dengan fungsi masingmasing pekerjaan. 6.Tali Pengaman (Safety Harness) Berfungsi sebagai pengaman saat bekerja di ketinggian. Diwajibkan menggunakan alat ini di ketinggian lebih dari 1,8 meter. 7.Penutup Telinga (Ear Plug / Ear Muff) Berfungsi sebagai pelindung telinga pada saat bekerja di tempat yang bising. 8.Kaca Mata Pengaman (Safety Glasses) Berfungsi sebagai pelindung mata ketika bekerja (misalnya mengelas). 9.Masker (Respirator) Berfungsi sebagai penyaring udara yang dihirup saat bekerja di tempat dengan kualitas udara buruk (misal berdebu, beracun, dsb). 10.Pelindung wajah (Face Shield) Berfungsi sebagai pelindung wajah dari percikan benda asing saat bekerja (misal pekerjaan menggerinda) 11.Jas Hujan (Rain Coat) Berfungsi melindungi dari percikan air saat bekerja (misal bekerja pada waktu hujan atau sedang

gunakan pedoman yang benar-benar sesuai dengan standar keselamatan kerja (K3L 'Kesehatan.mencuci alat). Semua jenis APD harus digunakan sebagaimana mestinya. Keselamatan Kerja dan Lingkungan') .

uap dan radiasi. ear muff. Reduction. Engineering control. welding shield. gas. Pernapasan Sumber bahaya: debu. Mata Sumber bahaya: cipratan bahan kimia atau logam cair. metode-metode lain harus dilalui terlebih dahulu. biologis. 2. debu. fisik. 5. faceshield. merupakan upaya menghilangkan bahaya dari sumbernya. mekanik dan lainnya. Adapun hirarki pengendalian bahaya di tempat kerja. baik yang bersifat kimia. APD: safety spectacles. 4. kekurangan oksigen (oxygen defiency). Telinga Sumber bahaya: suara dengan tingkat kebisingan lebih dari 85 dB. canal caps. proyektil. artinya bahaya dikendalikan dengan menerapkan instruksi kerja atau penjadualan kerja untuk mengurangi paparan terhadap bahaya. penggunaan alat pelindung diri merupakan metode pengendali bahaya paling akhir. APD: ear plug. goggle. Jenis-jenis Alat Pelindung Diri Alat pelindung diri diklasifikasikan berdasarkan target organ tubuh yang berpotensi terkena resiko dari bahaya.ALAT PELINDUNG DIRI (APD) k3 Menurut OSHAS atau Occupational Safety and Health Administration. terbentur benda keras. katalis powder. sebelum memutuskan untuk menggunakan APD. bump caps. APD: helmet. artinya bahaya diisolasi agar tidak kontak dengan pekerja. dengan melakukan upaya optimal agar bahaya atau hazard bisa dihilangkan atau paling tidak dikurangi. . termasuk di pabrik kimia adalah sebagai berikut: 1. rambut terlilit benda berputar. Dalam hirarki hazard control atau pengendalian bahaya. gas. Administrative control. uap. mengupayakan agar tingkat bahaya bisa dikurangi. 3. Artinya. Kepala Sumber bahaya: tertimpa benda jatuh. personal protective equipment atau alat pelindung diri (APD) didefinisikan sebagai alat yang digunakan untuk melindungi pekerja dari luka atau penyakit yang diakibatkan oleh adanya kontak dengan bahaya (hazards) di tempat kerja. elektrik. radiasi. Elimination. Personal protective equipment. artinya pekerja dilindungi dari bahaya dengan menggunakan alat pelindung diri.

aberasi. lakukan terlebih dahulu hazard identification (identifikasi bahaya) dan risk assessment atau penilaian resiko dari suatu pekerjaan. jacket. legging. chemical suits. cuaca buruk. cipratan bahan kimia atau logam cair. infeksi kulit. karena pengendalian yang ada tidak dapat menghilangkan bahaya secara keseluruhan. APD: sarung tangan (gloves). tertimpa benda berat. semburan dari tekanan yang bocor. Memilih Kaca Mata Safety (Eye Goggle) Sesuai Standar Alat pelindung diri atau APD merupakan salah satu metode hazard control. Akibat Persiapan Hot Work Yang Tidak Memadai Pekerjaan pengelasan (welding) termasuk ke dalam salah satu contoh hot work. benda tajam. gambar Air-Purifying Respirator Tubuh Sumber bahaya: temperatur ekstrim. agar keselamatan .500 kasus kecelakaan pada mata terjadi setiap bulannya di Amerika Serikat. lantai basah.APD: respirator. breathing apparatus . Salah satunya adalah standar ANSI Z87. APD: boiler suits. cipratan bahan kimia dan logam cair. Artinya. Sebelum hot work dilakukan. Jangan memutuskan hanya berdasarkan perkiraan. benda jatuh. Tangan dan Lengan Sumber bahaya: temperatur ekstrim. bahan kimia. Dan ternyata 90% dari total kecelakaan tersebut sebenarnya dapat dicegah dengan mudah! Ada banyak sumber bahaya di dalam pabrik yang mengancam keselamatan mata. Kaca mata safety atau eye goggle adalah salah satu jenis APD yang sangat penting. Tinjau ulang setiap aspek dari pekerjaan. sengatan listrik. Kaki Sumber bahaya: lantai licin. setidaknya 30. armlets. proyektil benda keras. Menurut Department of Labor Amerika Serikat. proses atau aktifitas. full body suit. dust terkontaminasi. debu katalis. pengelasan dan grinding adalah beberapa contoh diantaranya. benda tajam. Pemilihan kaca mata safety yang tepat harus disesuaikan dengan standar industri yang ada. APD merupakan pelindung terakhir dari hazard atau bahaya. spat. APD: safety shoes. mitts. akan ada sumber panas dan api selama pekerjaan berlangsung. safety boots. sebelum memutuskan jenis alat pelindung diri yang harus kita gunakan. agar potensi bahaya bisa kita identifikasi. apron. Cipratan bahaya kimia. hot work permit harus terlebih dahulu diperoleh. Selanjutnya. vest. penetrasi benda tajam. Dan ini berarti pula bahwa potensi terjadinya kebakaran dan ledakan sangat besar.

pekerja terjamin. aliran fluida sudah diblok dengan sempurna. sebelum hot work permit bisa diterbitkan. konsentrasi gas beracun seperti karbon monoksida (CO) dan hidrogen disulfida (H2S) dan lain-lain. . Pengecekan yang dilakukan antara lain konsentrasi uap mudah terbakar (flammable). Banyak hal yang harus dikonfirmasikan oleh petugas K3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful