Gunawan Hanifah Hj. Anisah Saidatul Imas Lilim H.

Ina Susilawati Inayah Taibah Yustina Adhitya

1001089 1001079 1002295 1000087 1001081 1005244 1005209

KELOMPOK 4 Pendidikan Kimia A 2010

Secara struktural, alkohol dapat dilihat sebagai turunan hidroksil dari alkana atau strukturnya mirip dengan air dengan satu atom H digantikan oleh gugus alkil.

Secara struktural, eter dapat dilihat strukturnya mirip dengan air dengan dua atom H digantikan oleh gugus alkil.

Alkohol • • • • • Kegunaan Rumus Umum Tata Nama Hubungan Struktur dengan Sifat Fisik dan Sifat Kimia Isomer dan Bahaya Eter • • • • • Kegunaan Rumus Umum Tata Nama Hubungan Struktur dengan Sifat Fisik dan Sifat Kimia Isomer dan Bahaya .

Kegunaan Alkohol Metanol Sebagai bahan baku pembuatan senyawa kimia Sekitar 40% metanol yang ada diubah menjadi formaldehid. dan dari sana akan dihasilkan berbagai macam produk seperti plastik. dan tekstil. . cat. peledak.

Metanol bisa digunakan sebagai sebuah aditif petrol untuk meningkatkan pembakaran. atau kegunaannya sebagai sebuah bahan bakar independen (masih dalam penelitian). .Sebagai bahan bakar Metanol jika dibakar akan menghasilkan karbon dioksida dan air.

Sebagai pelarut misalnya dalam pembuatan parfum. .Etanol Etanol digunakan untuk membunuh kuman.

Terdapat dalam minuman beralkohol .

dan pelembut. seperti dacron. 2) Digunakan sebagai penurun titik beku. .Glikol (1. pelarut.2 etanadiol) 1) Digunakan untuk bahan serat sintesis.

2. . 2) Digunakan untuk pembuatan bahan peledak (dinamit) yang mengandung gliseril trinitrat (nitrogliserin).Gliserol (1.3-propanatriol) 1) Digunakan sebagai pelarut obat-obatan dan kosmetik.

Kegunaan Eter Dietil eter 1) Digunakan sebagai obat bius atau anastesi pada operasi namun kini ditinggalkan karena efek sampingnya (mual dan muntah-muntah). 2) Digunakan sebagai pelarut senyawa-senyawa organik. .

Metil ters-butil eter (MTBE) Digunakan untuk menaikkan angka oktan bensin menggantikan TEL/TML yang akan menghasilkan debu timbal (Pb2+) sehingga didapatkan bensin yang ramah lingkungan .

Rumus Umum Alkohol Rumus Umum Alkohol Rumus Umum Eter Rumus Umum Eter Rumus Umum : R-OH : CnH2n+1OH : R—O-H : CnH2n+2O .

awalan. dan suatu akhiran. suatu nama harus mengandung empat karakter : lokant.TATANAMA ALKOHOL Dalam Tatanama IUPAC. senyawa induk. CH3CH2CHCH2CH2CH2OH CH3 4-Metil-1-heksanol lokant awalan lokant induk akhiran .

1 CH3CH2CH2OH 3 2 1 CH3CHCH2CH3 OH 2 3 4 5 CH3CHCH2CH2CH2OH 4 3 2 1 1-Propanol CH3 2-Butanol 4-Metil-1-Pentanol 3 2 1 1 2 3 ClCH2CH2CH2OH CH3 CH3CHCH2CCH3 OH CH3 45 3-Kloro-1-propanol 4.4-Dimetil-2-pentanol .

CH3CH2CH2OH CH3CH2CH2CH2OH CH3CH2CHCH3 OH Propil alkohol Butil alkohol sec-Butil alkohol CH3 H3C C CH3 OH CH3 CH3 CH3CCH2OH CH3CHCH2OH CH3 Isobutil alkohol tert-Butil alkohol Neopentil alkohol .Menurut tata nama trivial alkohol diberi nama dengan menyebutkan nama gugus alkil yang mengikat gugus –OH kemudian diikuti dengan kata alkohol.

Alkohol yang mengandung dua gugus hidroksil umumnya diberi nama diikuti kata glikol. Dalam sistem IUPAC alkohol tersebut dinamai sebagai diol.
CH2 OH CH2 CH3CH OH CH2 OH CH2CH2CH2 OH OH

OH

Etilen glikol 1,2-Etanadiol

Propilen glikol 1,2-Propanadiol

Trimetilen glikol 1,3-Propanadiol

Alkohol dengan tiga gugus -OH bisa di namai gliserol. Dalam sistem IUPAC dinamai -triol Contohnya :

Alkohol siklik contohnya:

Contoh Tata Nama Trivial dan IUPAC untuk Alkohol
Rumus Struktur Tata Nama Trivial Tata Nama IUPAC

Metanol Etanol Propanol 2-butanol

2,2-dimetil etanol

Klasifikasi Alkohol Didasarkan atas jenis atom karbon yang mengikat gugus –OH golongan alkohol dapat diklasifikasikan menjadi:  Alkohol primer H H C H H C H O H .

2. Alkohol Tersier H H H C H H H C H C O C H H H . Alkohol Sekunder H H C H H C O H H C H H 3.

penamaan eter ditenyukan dengan menuliskan kedua gugus yang terikat pada atom oksigen (sesuai urutan abjad) dan tambahkan akhiran -eter.TATANAMA ETER Dalam nama trivial. CH3 C6H5OC CH3OCH2CH3 CH3CH2OCH2CH3 CH3 Etil metil eter Dietil eter CH3 tert-Butil fenil eter .

CH3CHCH2CH2CH3 OCH3 CH3OCH2CH2OCH3 2-Metoksipentana 1.2-Dimetoksietana .merupakan suatu gugus alkoksi. penamaan eter ditentukan dengan gugus RO. sisanya diberi akhiran –ana.Dalam sistem IUPAC. Nama substitutif IUPAC dipakai untuk menamai eter yang rumit dan senyawa dengan lebih dari satu ikatan eter.

CH3CH2O CH3 1-Etoksi-4-metilbenzena O O O Tetrahidrofuran (oksasiklopentana) Dioksana (1.4-dioksasikloheksana) .

Contoh Tata Nama Trivial dan IUPAC untuk Eter .

metoksibutana O—CH3 | CH3— CH2—CH—CH3 .Penamaan Eter pada Rantai yang Bercabang 2.

. Alkohol yang mengandung atom karbon lebih dari 12 berupa zat padat yang tidak berwarna.Hubungan Struktur dengan Sifat Fisik dan Sifat Kimia Alkohol Sifat Fisika 1. Wujud Alkohol monohidroksi suku rendah (jumlah atom karbon 1-4 berupa cairan tidak berwarna.

Kelarutan Alkohol dengan massa molekul rendah dapat larut dalam air dengan baik.2. Kelarutan dalam air ini lebih disebakan oleh ikatan hidrogen antara alkohol dan air. .

Semakin banyak atom karbon pada rantai lurus. R C O H HIDROFIL Contoh : Desil alkohol hanya sedikit larut dalam air karena memiliki alkil yang panjang atau memiliki atom C yang banyak. HIDROFOB . semakin kecil kelarutannya dalam air karena sifat hidrofob dari alkil yang semakin dominan mengalahkan sifat hidrofilnya.

3. Titik didih alkohol yang relatif tinggi merupakan akibat langsung dari daya tarik intermolekular yang kuat. Semakin besar massa molekul relatif alkohol maka titik didih akan semakin tinggi. Titik didih alkohol bercabang lebih rendah daripada alkohol berantai lurus meskipun massa molekul relatifnya sama. Titik didih Titik didih adalah ukuran kasar dari jumlah energi yang diperlukan untuk mengubah fasa cair menjadi gas. .

Ikatan hidrogen antara lainnya . dibutuhkan energi yang cukup besar untuk memisahkan ikatan tersebut.Jika gugus OH pada alkohol berinteraksi dengan molekul alkohol lain sebagai ikatan hidrogen. Barulah kemudian molekul tersebut dapat terlepas dari cairan menjadi gas.

Titik Didih OH Kelarutan 8 g /100 mL H2O 117ºC OH 108ºC 15 g 99ºC OH OH 25 g 82ºC  .

Sifat Kimia 1. Namun hampir semua alkohol adalah asam yang lebih lemah dari air. seperti tert-butil alkohol yang terinduksi positif oleh alkil yang mendorong elektron sehingga atom H akan melekat kuat pada atom O dan sulit terlepas sebagai H+ . Keasaman alkohol dipengaruhi oleh efek induksi. Metanol sedikit lebih asam dibanding air (pKa = 15. Keasaman Alkohol memiliki keasaman yang mirip dengan air.7).

gugus alkil akan semakin kuat mendorong awan elektron ke arah O yang lebih elektronegatif. Etanol lebih kurang asam daripada metanol CH 3  OH Elektronegativitas    CH 3  CH 2  OH Elektronegativitas    . sehingga O semakin negatif dan sulit melepas H+ sehingga.CH 3  OH Lebih asam daripada CH 3  CH 2  OH Karena pengaruh gugus alkil yang berikatan dengan –OH lebih panjang.

Reaksi-reaksi Pada Alkohol Reaksi Oksidasi 1. Oksidasi alkohol primer Oksidasi alkohol primer dengan menggunakan natrium bikromat dan asam sulfat akan menghasilkan suatu aldehida dan air CH 3CH 2OH Na2Cr2O7  H 2 SO4 CH 3  C  O  H 2O H Na2Cr2O7  H 2 SO4 .

2. Oksidasi alkohol sekunder Oksidasi alkohol sekunder dengan menggunakan natrium bikromat dan asam sulfat akan menghasilkan suatu keton dan air. Na2Cr2O7  H 2 SO4 .

Oksidasi alkohol Tersier Oksidasi alkohol tersier oleh oksigen akan menghasilkan campuran asam karboksilat. karbondiokaida dan air. keton.3. .

Reaksi Substitusi Reaksi dengan logam Na Reaksi dengan PCl5 .

Reaksi Esterifikasi H2SO4 Panas Reaksi Eliminasi .

sedangakn eter sederhana lainnya berbentuk cairan yang mudah menguap. Wujud Metil eter berbentuk gas pada suhu kamar. eter yang di mulai dengan (C17 H35)2 O berupa padatan .Hubungan Struktur dengan Sifat Fisika dan Sifat Kimia Eter Sifat Fisik 1.

. berkurang dengan pertambahan panjang rantai karbon karena eter semakin bersifat non polar.2. Kelarutan Eter memiliki gugus -O. Jadi kelarutan eter dalam pelarut polar misalnya air. Akan tetapi kelarutan eter dalam air ini sangat kecil karena ikatan hidrogen yang terbentuk antara eter dan air sangat lemah.yang bersifat polar dan rantai alkil (R) yang bersifat non polar.

Ketika dilarutkan dalam air eter dapat membentuk ikatan hidrogen dengan air. CH 3CH 2  O  CH 3CH 2 H O  H        Ikatan Hidrogen CH 3CH 2  O  CH 3CH 2 H O  H     Ikatan Hidrogen   Ikatan Hidrogen CH 3CH 2  O  CH 3CH 2 Ikatan Hidrogen   . karena ikatan hidrogen dengan air inilah maka kelarutan dietil eter hampir sama dengan 1-butanol. Dietil eter & 1-butanol memiliki kelarutan yang sama dalam air. sekitar 8 g per 100 mL    pada suhu kamar.

Kelarutan Eter dalam Air Eter Rumus Molekul Senyawa Kelarutan pada 25oC (g/100 g air) C2H6O Dimetil eter Larut C3H8O Etil metil eter Larut C4H10O Metil propi eter Sedikit Larut .

Hal ini mengakibatkan titik didihnya pun semakin meningkat. Titik didih Antar molekul eter tidak memiliki ikatan hidrogen. yaitu Gaya London dan gaya dipol dipol.3. Eter hanya mempunyai 1 jenis gaya antar molekul. . Kekuatan Gaya London akan semakin meningkat dengan bertambahnya jumlah atom karbon.

CH 3CH 2  O  CH 3CH 2 Gaya dipol dipol (tarik menarik) Gaya dipol dipol (tarik menarik)    CH 3CH 2  O  CH 3CH 2 Gaya dipol dipol (tolak menolak) Gaya dipol dipol (tolak menolak)    CH 3CH 2  O  CH 3CH 2    .

6oC .9oC 34.Titik Didih Eter Eter Rumus Molekul Senyawa C2H6O C4H10O C6H14O Dimetil eter Dietil eter Dipropil eter Titik Didih -24.6oC 89.

Sifat Kimia Reaksi-reaksi Pada Eter 1. Oksidasi Oksidasi suatu eter dengan campuran kalium bikromat dan asam sulfat akan menghasilkan aldehida .

2. Reaksi dengan Asam Halida Eter dapat bereaksi dengan asam halida menghasilkan campuran alkohol dengan alkil halida . Reaksi dengan Asam Sulfat Eter dapat bereaksi dengan asam sulfat pekat menghasilkan suatu alkohol dan alkil hidrogen sulfat 𝐶2𝐻5 − 𝑂 − 𝐶2𝐻5 + 𝐻2𝑆𝑂4 → 𝐶2𝐻5𝑂𝐻 + 𝐶2𝐻5𝐻𝑆𝑂4 ∆ 3.

4. Substitusi terjadi pada atom Hα . Halogenasi Eter dapat mengalami reaksi substitusi oleh halogen. Hidrolisis Hidrolisis dengan asam sulfat suatu eter akan menghasilkan alkohol 5.

Isomer untuk Alkohol Isomer Posisi Contoh : • 1-pentanol dengan 2-pentanol • 1-butanol dan 2-butanol Isomer Rangka Contoh: 1-pentanol dengan 2-metil. 1 butanol .

Isomer untuk Alkohol Isomer Posisi Contoh : 1-pentanol 2-pentanol 1-butanol 2-butanol .

Isomer untuk Alkohol Isomer rangka Contoh: 1-pentanol dengan 2-metil-1-butanol .

Contoh : 1-butanol dietileter . CH3OH) selalu berisomeri fungsional dengan senyawa-senyawa dalam kelompok eter.Isomer Fungsional Senyawa-senyawa yang termasuk ke dalam kelompok alkohol (kecuali metanol.

Senyawa 3-pentanol merupakan isomer dari etoksipropana 3-pentanol etoksipropana CH3—CH2—CH2—O—CH2—CH3 .

Isomer Optik Contoh: d-2-butanol dengan l-2-butanol .

Isomer untuk Eter Isomer Fungsi Contoh : Metoksi propana dengan 2-butanol merupakan pasangan isomer fungsi Metoksi propana 2-butanol .

etoksietana metoksipropana 2-metoksipropana CH3-O-CH-CH3 l CH3 CH 3CH 2  O  CH 3CH 2 etoksietana .Isomer Struktur Contoh : Untuk C4H10O terdapat 3 isomer srtuktur yaitu: Metoksipropana. 2-metoksipropana .

metoksibutana O—CH3 | CH3— CH2—CH—CH3 .Isomer Optik Contoh : d-2-metoksibutana dengan l-2-metoksibutana 2.

zat tersebut diserap oleh lambung. gender. iritasi pada mata. usia. dan sudah tentu frekuensi dan jumlah alkohol yang dikonsumsi.Bahaya Alkohol Bila seseorang mengkonsumsi minuman yang mengandung alkohol. antara lain berat tubuh. Besar akibat alkohol tergantung pada berbagai faktor. masuk ke aliran darah dan tersebar ke seluruh jaringan tubuh. Keterpaan uap alkohol diatas 1000 ppm menimbulkan efek pusing. tenggorokan dan hidung sehingga mengganggu sistem pernafasan.yang mengakibatkan terganggunya semua sistem yang ada di dalam tubuh. .

dan muntah-muntah).tertelan.Bahaya Eter • Eter bersifat toxic (beracun) berbahaya bagi kesehtan bila terisap. • Eter mudah terbakar . tapi sekarang ditinggalkan. karena efek sampingnya (menyebabkan mual. • Dietil eter sebagai pembius total sangat ampuh.atau kontak dengan kulit.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful