13 Sifat Laki-laki Yang Tidak Disukai Perempuan

Diposkan oleh Bermanfaat Bagi Yang Lain di 04:44 . Selasa, 25 Mei 2010 Label: Keluarga

Oleh: DR. Amir Faishol Fath

dakwatuna.com – Para istri atau kaum wanita adalah manusia yang juga mempunyai hak tidak suka kepada laki-laki karena beberapa sifa-sifatnya. Karena itu kaum lelaki tidak boleh egois, dan merasa benar. Melainkan juga harus memperhatikan dirinya, sehingga ia benar-benar bisa tampil sebagai seorang yang baik. Baik di mata Allah, pun baik di mata manusia, lebih-lebih baik di mata istri. Ingat bahwa istri adalah sahabat terdekat, tidak saja di dunia melainkan sampai di surga. Karena itulah perhatikan sifat-sifat berikut yang secara umum sangat tidak disukai oleh para istri atau kaum wanita. Semoga bermanfaat.

Pertama, Tidak Punya Visi
Setiap kaum wanita merindukan suami yang mempunyai visi hidup yang jelas. Bahwa hidup ini diciptakan bukan semata untuk hidup. Melainkan ada tujuan mulia. Dalam pembukaan surah An Nisa‟:1 Allah swt. Berfirman: “Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuha n-mu yang telah menciptakan kamu dari diri

yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu”. Dalam ayat ini Allah dengan
tegas menjelaskan bahwa tujuan hidup berumah tangga adalah untuk bertakwa kepada Allah. Takwa dalam arti bersungguh mentaati-Nya. Apa yang Allah haramkan benar-benar dijauhi. Dan apa yang Allah perintahkan benar ditaati.

Namun yang banyak terjadi kini, adalah bahwa banyak kaum lelaki atau para suami yang menutup-nutupi kemaksiatan. Istri tidak dianggap penting. Dosa demi dosa diperbuat di luar rumah dengan tanpa merasa takut kepada Allah. Ingat bahwa setiap dosa pasti ada kompensasinya. Jika tidak di dunia pasti di akhirat. Sungguh tidak sedikit rumah tangga yang hancur karena keberanian para suami berbuat dosa. Padahal dalam masalah pernikahan Nabi saw. bersabda: “Pernikahan adalah separuh agama, maka bertakwalah

Mentang-mentang badannya lebih kuat lalu memukul istri seenaknya. apa lagi menyiksa seorang manusia yang merdeka. Sungguh banyak para istri yang menderita karena prilaku sombong seorang suami. Tidak ada dari sikap-sikapnya yang tidak diketahui istrinya. Ingat bahwa istri juga manusia. Nabi pernah menggambarkan seseorang yang masuk neraka karena menyikas seekor kucing. Ia dibantai dan disakiti seenaknya. agar tidak menimbulkan kecemburuan dari yang lain. Kasar Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa wanita diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok. Ketiga. apalagi kepada manusia. Bila nabi ingin mendatangi salah seorang istrinya. Tidak ada seorang mahlukpun yang berhak sombong. Kesombongan sangat bertentangan dengan kelembutan wanita. menjelaskan bahwa kalau wanita dipaksa untuk menjadi seperti laki-laki tulung rusuk itu akan patah.” Kedua. akan aku masukkan neraka. Kepada binatang saja kita harus belas kasihan. nabi melakukan undian. Karena itu Nabi saw. Bahkan ia tidak mau mendengarkan ucapan sang istri. siapa yang menandingi aku. Bila hendak bepergian dengan salah seorang istrinya.” Wanita adalah mahluk yang lembut. Nabi sangat terbuka kepada istri-istrinya. Sehingga ia tidak mau menganggap dan tidak mau mengingat jasa istri sama sekali. Sabar dalam mengandung selama sembilan bulan dan sabar dalam menyusui selama dua tahun. karena kesombongan hanyalah hak priogatif Allah. Tidak seorangpun dari mereka yang merasa didzalimi. melainkan yang lembut dan melindungi istri.pada separuh yang tersisa. adalah contoh suami yang baik. Perhatikan betapa nabi sangat terbuka dalam menyikapi para istri. Tertutup Nabi saw. Abaa wastakbara wakaana minal kaafiriin (Al Baqarah:34). Sombong Sombong adalah sifat setan. Allah melaknat Iblis adalah karena kesombongannya. Karena itu Allah memerintahkan para suami secara khusus agar menyikapi para istri dengan lemah lembut: Wa‟aasyiruuhunna bil ma‟ruuf (Dan sikapilah para istri itu dengan perlakuan yang baik) An Nisa: 19. Ini menunjukkan bahwa tabiat wanita tidak sama dengan tabiat laki-laki. Ciptaan Allah. Karena itu para istri yang baik tidak suka mempunyai suami sombong. Perhatikan ayat ini menggambarkan bahwa sikap seorang suami yang baik bukan yang bersikap kasar. Dari sini nampak bahwa kaum wanita mempunyai sifat ingin selalui dilindungi. Bukan diperlakukan secara kasar. Tanpa sedikitpun kenal belas kasihan. Banyak para suami yang menganggap istri sebagai sapi perahan. Ingat bahwa sang anak lahir karena jasa kesebaran para istri. ia izin terlebih dahulu kepada yang lain. Sayangnya dalam keseharian sering terjadi banyak suami merasa bisa segalanya. Allah berfirman dalam hadits Qurdsi: “Kesombongan adalah selendangku. Keempat. Dan patahnya berarti talaknya. Tidak ada seorang dari para .

Kebohongan telah menghancurkan harga diri seorang istri. Bahkan Nabi menganggap kebohongan adalah sikap orang-orang yang tidak beriman. Ia tidak mau berterus terang kepada istrinya. Bila ditanya selalu jawabannya ngambang. atau pertemuan bisnis dan lain sebagainya. bukan suami yang cengeng. Ingat bahwa para istri tidak hanya butuh uang dan kemewahan dunia. Para istri suka suami yang selalu gagah tetapi tidak sombong. lalu menentukan tindakan yang harus dilakukan dengan penuh keyakinan. Keenam. Suami yang cenging cendrung nampak di depan istri serba tidak meyakinkan. Cengeng Para istri ingin suami yang tegar. Lihat sikapnya ketika menghadapi para pembangkang (murtaddin). atau tidak mau menjelaskan untuk apa saja pengeluaran uangnya. Ingat sepandai-pandai tupai melompat pasti akan jatuh ke tanah. Lebih dari . Bukan suami yang plinplan. Abu Bakar sangat tegar dan penuh keberanian. Tegas dalam arti punya sikap dan alasan yang jelas dalam mengambil keputusan. Karena banyak para istri yang siap dicerai karena tidak sanggup hidup dengan para sumai pembohong.istri yang merasa dikesampingkan. Sungguh tidak sedikit rumah tangga yang bubar karena kebohongan para suami. Gagah dalam arti penuh semangat dan tidak kenal lelah. Tidak mau jujur atas perbuatannya. Banyak para istri yang tersiksa karena sikap suami yang begitu tertutup ini. Tetapi ia menangis bukan karena cengeng melainkan karena sentuhan ayat-ayat Al Qur‟an. Kebohongan adalah sikap yang paling Allah benci. Sikap semacam ini sungguh sangat tidak disukai kaum wanita. Entah ada rapat. Ketujuh. Ini menunjukkan bahwa berbuat bohong adalah sikap yang bertentangan dengan iman itu sendiri. Atau ia tidak mau berterus terang mengenai penghasilannya. Benar Abu Bakar Ash Shiddiq adalah contoh suami yang selalu menangis. Kini banyak kejadian para suami menutup-nutupi perbuatannya di luar rumah. Plinplan Setiap wanita sangat mendambakan seorang suami yang mempunyai pendirian. Namun dalam sikap keseharian Abu Bakar jauh dari sikap cengeng. Inilah salah satu makna qawwam dalam firman Allah: arrijaalu qawwamuun alan nisaa‟ (An Nisa‟:34). Melainkan lenbih dari itu ia ingin dihargai. Padahal tidak demikian kejadiannya. Tetapi di saat yang sama ia bermusyawarah. Dalam sebuah hadits Nabi pernah ditanya: hal yakdzibul mukmin (apakah ada seorang mukmin berdusta?) Nabi menjawab: Laa (tidak). Tetapi bukan diktator. Kelima. Pembohong Banyak kejadian para istri tersiksa karena sang suami suka berbohong. Abu Bakar sangat tegar dan tidak sedikitpun gentar.

Malas telah membuat seseorang tidak produktif.itu tabah dalam menghadapi berbagai cobaan hidup. minta perlindungan dari sikap pengecut (a‟uudzubika minal jubn). Malas sering kali membuat rumah tangga menjadi sempit dan terjepit. Para istri sangat tidak suka kepada seorang suami pemalas. melainkan berani dengan penuh pertimbangan yang matang. Nabi saw. Sebab tantangan hidup sangat menuntut keberanian. Ini adalah contoh yang patut ditiru. Seringkali sebuah rumah tangga diwarnai kericuhan karena malasnya seorang suami. terkenal pemberani. Kedelapan. Setiap ada pertempuran Nabi selalu dibarisan paling depan. karena sang cucu sedang bermain-main di atas punggungnya. Perhatikan surat Luqman. Perhatiannya kepada sang cucu Hasan Husain adalah contoh nyata. Pengecut Dalam sebuah doa. Katika terdengar suara yang menakutkan di kota Madinah. Nabi saw. Bahkan pernah berlama-lama dalam sujudnya. Banyak para istri yang tertahan keinginannya karena sikap pengecut suaminya. Banyak sumber-sumber rejeki yang tertutup karena kemalasan seorang suami. Kesembilan. Tetapi bukan nekad. adalah minta perlindingan kepada Allah dari sikap malas: allahumma inni a‟uudzubika minal „ajizi wal kasal . kepada anaknya. Karena itu Umar bin Khaththab lebih bersikap diam ketika sang istri berbicara. Mereka suka pada suami yang pemberani. Nabi saw. Banyak para istri tersiksa karena sikap suami yang selalu merasa benar sendiri. Kini banyak kita saksikan seorang ayah sangat cuek pada anak. di sana kita menemukan pesan seorang ayah bernama Luqman. Ia beranggapan bahwa mengurus anak adalah pekerjaan istri. Sebab keberadaanya di rumah bukan memecahkan masalah melainkan menambah permasalah. Pemalas Di antara doa Nabi saw. kata kasal artinya malas. Sikap seperti inilah yang sangat tidak disukai para wanita. betapa beliau sangat sayang kepada anaknya. Banyak para istri yang tersiksa karena suaminya tidak berani menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Para istri sangat tidak suka suami pengecut. Adalah contoh seorang ayah sejati. Nabi saw. Kesebelas. Begitu juga seorang istri. Umar beranggapan bahwa . adalah yang pertama kaluar dan mendatangi suara tersebut. Ini menunjukkan bahwa seorang ayah harus menentukan kompas jalan hidup sang anak. Kesepuluh. mengapa? Sebab sikap pengecut banyak menghalangi sumber-sumber kebaikan. Menang Sendiri Setiap manusia mempunyai perasaan ingin dihargai pendapatnya. Cuek Pada Anak Mendidik anak tidak saja tanggung jawab seorang istri melainkan lebih dari itu tanggung jawab seorang suami.

Para istri sangat suka kepada para suami yang selalu mengontak sekalipun hanya sekedar menanyakan apa kabarnya. Ada pepetah mengatakan: jadilah air ketika salah satunya menjadi api. Ingat bahwa banyak masalah kecil menjadi besar hanya karena miskomunikasi. Sebaliknya ketika sang suami tidak rapi dan tidak harum. Sebab hanya kepada suamilah ia menemukan tempat mencurahkan isi hatinya. Sebab ketika sang istri ngomel ia sangat membutuhkan sikap kebapakan seorang suami. Karena itu sering berkomukasi adalah sangat menentukan dalam kebahagiaan rumah tangga. orang-orang akan berkesan bahwa ia tidak diurus oleh istrinya. ketika melihat suaminya sembarangan dalam penampilannya dan menyebarkan bahu yang tidak enak. Tidak Rapi dan Tidak Harum Para istri sangat suka ketika suaminya selalu berpenampilan rapi. Ketika seorang suami rapi istri bangga karena orang-orang pasti akan berkesan bahwa sang istri mengurusnya. Sehingga ia merasa disepelekan atau tidak dibutuhkan. Nabi adalah contoh suami yang selalu rapi dan harum. Keduabelas. Sebaik-baik suami adalah yang selalu mengontak sang istri. Allahu a‟lam . Karena itu sebaik-baik sikap adalah mengalah dan bersikap perhatian dengan penuh kebapakan. Entah denga cara mengirim sms atau menelponnya. Maka kerapian bagian dari keimanan. Banyak para istri yang merasa jengkel karena tidak pernah dikontak oleh suaminya ketika di luar rumah. Karena itu bagi para istri kerapian dan kaharuman adalah cermin pribadi istri. Karena itu para istrinya selalu suka dan bangga dengan Nabi. Karena itu seorang suami hendaklah selalu lapang dadanya. Ketigabelas. Ingat bahwa Allah Maha indah dan sangat menyukai keindahan. Tidak ada artinya merasa menang di depan istri. Jarang Komunikasi Banyak para istri merasa kesepian ketika sang suami pergi atau di luar rumah.adalah hak istri mengungkapkan uneg-unegnya sang suami. Sungguh sangat tersinggung dan tersiksa seorang istri.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful