P. 1
Pengelolaan Keuangan Dan Aset Desa 2 Lanjutan1

Pengelolaan Keuangan Dan Aset Desa 2 Lanjutan1

|Views: 349|Likes:

More info:

Published by: Rio Bernandus Puahadi on May 01, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/10/2015

pdf

text

original

TUGAS SEKRETARIS DESA

Sekretaris Desa Membantu KADES menyusun kebijakan & mengkoordinasikan penyelenggaraan urusan PEMDES termasuk pengelolaan KEUANGAN DESA

Pelaksana Teknis Pengelolaan Keuangan Desa/PTPKD, yakni Perangkat Desa yang ditunjuk oleh Kepala Desa untuk melaksanakan pengelolaan KEUANGAN DESA

Pelaksana Teknis Pengelolaan Bendahara adalah perangkat desa yang ditunjuk oleh Kepala Desa untuk menerima, menyimpan, menyetorkan, menatausahakan, membayarkan dan mempertanggungjawabkan keuangan desa dalam rangka pelaksanaan APBDesa.

Mempunyai tugas koordinasi di bidang : penyusunan dan pelaksanaan kebijakan pengelolaan APB-Des dan barang milik desa; penyusunan rancangan RAPB-Desa dan RPAPB-Desa; penyusunan Raperdes APB-Desa, PAPBDesa, dan pertanggungjawaban pelaksanaan APB-Desa; tugas-tugas Perangkat Desa lainnya yang berkenaan dengan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa, serta peaksanaan dan penatausahaan keuangan desa. penyusunan laporan KEUDES dalam rangka pertanggungjawaban pelaksanaan APB-Desa menyiapkan petunjuk pelaksanaan APB-Desa dan pengelolaan barang milik desa; Melaksanakan tugas-tugas koordinasi pengelolaan KEUDES lainnya berdasarkan kuasa yang dilimpahkan oleh KADES. Bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas kepada KADES.

1

PENGELOLA KEUANGAN DESA
KEPALA DESA: (a) Pemegang Kekuasaan Pengelolaan Keuangan Desa; dan (b) Mewakili Pemerintah Desa dalam kepemilikan kekayaan desa yang dipisahkan. SEKRETARIS DESA: (a) Koordinator pelaksanaan keuangan desa; (b) Kuasa Pengguna Anggaran/Barang Desa; (c) Menguji Tagihan (sesuai Surat Permintaan Pembayaran/SPP dari PPTKD), dan Memerintahkan Pembayaran (menerbitkan Surat Perintah Membayar/SPMU).

UNSUR PELAKSANA TEKNIS LAPANGAN (SEPERTI KEPALA SEKSI): Pelaksana Teknis Pengelolaan Keuangan Desa.
BENDAHARA DESA: (a) Bendahara Umum Desa; (b) Bendahara Penerimaan; (c) Bendahara Pengeluaran; (d) Bendahara Barang.

2

FUNGSI DISTRIBUSI: KEBIJAKAN APB-DES HARUS MEMPERHATIKAN RASA KEADILAN DAN KEPATUTAN MSY. 3 . FUNGSI PENGAWASAN: APB-DESA MENJADI PEDOMAN UTK MENILAI APAKAH KEGIATAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DESA SESUAI DENGAN KETENTUAN YANG TELAH DITETAPKAN. FUNGSI PERENCANAAN: APB-DESA MENJADI PEDOMAN BAGI MANAJEMEN DALAM MERENCANAKAN KEGIATAN PADA TAHUN YANG BERSANGKUTAN.FUNGSI APB-DESA FUNGSI OTORISASI: APB-DESA MENJADI DASAR UNTUK MELAKSANAKAN PENDAPATAN DAN BELANJA DESA PADA TAHUN YANG BERSANGKUTAN. FUNGSI ALOKASI: APB-DESA HARUS DIARAHKAN UTK MENCIPTAKAN LAPANGAN KERJA/MENGURANGI PENGANGGURAN & PEMBOROSAN SUMBER DAYA. SERTA MENINGKATKAN EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS PEREKONOMIAN DESA.

PRINSIP-PRINSIP PENGANGGARAN DALAM APB-DESA SEMUA PENERIMAAN (BAIK DALAM BENTUK UANG. 4 . MAUPUN BARANG DAN/ATAU JASA) DIANGGARKAN DALAM APB-DESA. JUMLAH PENDAPATAN MERUPAKAN PERKIRAAN TERUKUR DAN DAPAT DICAPAI SERTA BERDASARKAN KETENTUAN PER-UU-AN. PENGANGGARAN PENGELUARAN HARUS DIDUKUNG DENGAN ADANYA KEPASTIAN TERSEDIANYA PENERIMAAN DALAM JUMLAH CUKUP DAN HARUS DIDUKUNG DENGAN DASAR HUKUM YANG MELANDASINYA. SELURUH PENDAPATAN DAN BELANJA DIANGGARKAN SECARA BRUTO.

STRUKTUR APB-DESA APB-DESA TERDIRI DARI: PENDAPATAN DESA. 5 . SERTA JENIS BELANJA. PROGRAM DAN KEGIATAN. BAGIAN DARI RETRIBUSI KABUPATEN/KOTA. DIKLASIFIKASI MENURUT: PENDAPATAN ASLI DESA (PADESA). DAN SUMBANGAN PIHAK KETIGA. DAN PEMBIAYAAN DESA. ANGGARAN BELANJA DIKLASIFIKASI MENURUT: ORGANISASI. ANGGARAN PENDAPATAN. BANTUAN KEUANGAN DARI PEM. BELANJA DESA. FUNGSI. ANGGARAN PEMBIAYAAN TERDIRI DARI: PENERIMAAN PEMBIAYAAN DAN PENGELUARAN PEMBIAYAAN. ALOKASI DANA DESA (ADD). PUSAT. KAB/KOTA ATAU DESA LAINNYA. PROVINSI. HIBAH. BAGI HASIL PAJAK KAB/KOTA.

PKK. RW). LEMBAGA KEMASYARAKATAN (LKMD. BELANJA BARANG DAN JASA. BELANJA BANTUAN SOSIAL. PROGRAM DAN KEGIATAN DAPAT DIKLASIFIKASI MENURUT FUNGSIFUNGSI YANG DITETAPKAN (SEPERTI PROGRAM PENINGKATAN KESEHATAN MASYARAKAT. DAN KEGIATAN: PELAYANAN POSYANDU). KETENTERAMAN DAN KETERTIBAN. EKONOMI. BPD. BELANJA SUBSIDI.  6 . DAN BELANJA TAK TERDUGA. BELANJA HIBAH. DAN BELANJA MODAL). DLL). JENIS BELANJA DIKLASIFIKASI MENURUT:  BELANJA TIDAK LANGSUNG (BELANJA PEGAWAI/ PENGHASILAN TETAP. BELANJA BANTUAN KEUANGAN. SOSIAL BUDAYA. RT. FUNGSI DAPAT DIKLASIFIKASI MENURUT: FUNGSI-FUNGSI TERTENTU SESUAI RUANG LINGKUP KEWENANGAN DESA (SEPERTI PELAYANAN UMUM.STRUKTUR APB-DESA ORGANISASI DIKLASIFIKASI MENURUT: PEMERINTAH DESA. BELANJA LANGSUNG (BELANJA PEGAWAI.

anggota BPD. 7 . 4. BELANJA PEGAWAI/PENGHASILAN TETAP: belanja kompensasi dalam bentuk penghasilan tetap dan tunjangan lainnya yang diberikan kepada Kepala Desa. agar harga jual produksi/jasa yang dihasilkan dapat terjangkau oleh masyarakat banyak. 3. BELANJA SUBSIDI: digunakan untuk menganggarkan bantuan biaya produksi kepada Badan Usaha Milik Desa. BELANJA BANTUAN SOSIAL: digunakan untuk menganggarkan pemberian bantuan dalam bentuk uang dan/atau barang kepada masyarakat yang bertujuan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. 2. dan diberikan tidak secara terus menerus/tidak berulang setiap tahun anggaran. selektif dan memiliki kejelasan peruntukan penggunaannya. barang dan/atau jasa kepada pemerintah desa lainnya dan/atau kelompok masyarakat dan perorangan yang secara spesifik telah ditetapkan peruntukannya.STRUKTUR APB-DESA BELANJA TIDAK LANGSUNG: 1. serta bersifat bantuan yang tidak mengikat/ tidak secara terus menerus dan harus digunakan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dalam naskah perjanjian hibah desa. dan/atau pengurus Lembaga Kemasyarakatan. BELANJA HIBAH: digunakan untuk menganggarkan pemberian hibah dalam bentuk uang. Perangkat Desa.

yaitu untuk tanggap darurat dalam rangka pencegahan gangguan terhadap stabilitas penyelenggaraan pemerintahan demi terciptanya keamanan. BELANJA BANTUAN KEUANGAN: digunakan untuk menganggarkan bantuan keuangan yang bersifat umum atau khusus dari Pemerintah desa kepada pemerintah desa lainnya dalam rangka pemerataan dan/atau peningkatan kemampuan keuangan desa. 8 .  Bantuan keuangan yang bersifat umum: peruntukan dan penggunaannya diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah desa penerima bantuan.  Kegiatan yang bersifat tidak biasa. Bantuan keuangan yang bersifat khusus: peruntukan dan pengelolaannya diarahkan/ditetapkan oleh pemerintah desa pemberi bantuan. ketentraman dan ketertiban masyarakat di daerah. BELANJA TAK TERDUGA: merupakan belanja untuk kegiatan yang sifatnya tidak biasa atau tidak diharapkan berulang seperti penanggulangan bencana alam dan bencana sosial yang tidak diperkirakan sebelumnya.  6.STRUKTUR APB-DESA BELANJA TIDAK LANGSUNG (lanjutan): 5.

dan aset tetap lainnya. 2. gedung dan bangunan. BELANJA BARANG DAN JASA: digunakan untuk pengeluaran pembelian/pengadaan barang yang nilai manfaatnya kurang dari 12 (duabelas) bulan dan/atau pemakaian jasa dalam melaksanakan program dan kegiatan pemerintahan desa. sewa alat berat. jalan. BELANJA MODAL: digunakan untuk pengeluaran yang dilakukan dalam rangka pembelian/pengadaan atau pembangunan aset tetap berwujud yang mempunyai nilai manfaat lebih dari 12 (duabelas) bulan untuk digunakan dalam kegiatan pemerintahan. seperti dalam bentuk tanah. sewa perlengkapan dan peralatan kantor. 3. makanan dan minuman. irigasi dan jaringan. pakaian dinas dan atributnya. sewa sarana mobilitas. dianggarkan pada belanja pegawai/honoraroim dan/atau belanja barang dan jasa. peralatan dan mesin.  Pembelian/pengadaan barang dan/atau pemakaian jasa: mencakup belanja barang pakai habis. perawatan kendaraan bermotor. pakaian kerja. sewa rumah/gedung/ gudang/parkir. bahan/material. jasa kantor. dan perjalanan dinas.  Belanja honorarium panitia pengadaan barang/jasa dan administrasi pembelian/pembangunan untuk memperoleh setiap aset.STRUKTUR APB-DESA BELANJA LANGSUNG: 1. pakaian khusus dan hari-hari tertentu. BELANJA PEGAWAI/HONORARIUM: untuk pengeluaran honorarium/ upah dalam melaksanakan program dan kegiatan pemerintahan desa. 9 . cetak/ penggandaan.  Nilai pembelian/pengadaan atau pembangunan aset tetap berwujud hanya sebesar harga beli/bangun aset.

dan sisa dana kegiatan lanjutan. Pencairan Dana Cadangan: digunakan untuk menganggarkan pencairan dana cadangan dari rekening dana cadangan ke rekening kas umum desa dalam tahun anggaran berkenaan.  Penggunaan atas dana cadangan yang dicairkan dari rekekning dana cadangan ke rekening kas umum desa dianggarkan dalam Belanja Langsung. pelampauan penerimaan pembiayaan. pelampauan penerimaan dana perimbangan. Hasil penjualan kekayaan desa yang dipisahkan: digunakan antara lain untuk menganggarkan hasil penjualan Badan Usaha Milik desa/BUMDES dan penjualan aset milik pemerintah desa yang dikerjasamakan dengan pihak ketiga. pelampauan penerimaan lain-lain pendapatan daerah yang sah.  Jumlah yang dianggarkan harus sesuai dengan jumlah yang telah ditetapkan dalam PERDES tentang pembentukan dana cadangan. penghematan belanja. 2. 10 .STRUKTUR APB-DESA ANGGARAN PEMBIAYAAN:  PENERIMAAN PEMBIAYAAN: 1. 3. atau hasil divestasi penyertaan modal pemerintah desa. kewajiban kepada fihak ketiga sampai dengan akhir tahun belum terselesaikan. Sisa lebih perhitungan anggaran tahun anggaran sebelumnya (SiLPA): pelampauan penerimaan PAD.

e. c. dan tahun anggaran pelaksanaan dana cadangan. a. dengan materi muatan: tujuan pembentukan dana cadangan. besaran dan rincian tahunan dana cadangan yang harus dianggarkan dan ditransfer ke rekening dana cadangan. Pembentukan dana cadangan ditetapkan dengan PERDES. 11 . Dana cadangan dapat bersumber dari penyisihan atas penerimaan desa. d. program dan kegiatan yang akan dibiayai. dan penerimaan lain yang penggunaannya dibatasi untuk pengeluaran tertentu berdasarkan peraturan perundang-undangan. b. Rancangan PERDES tentang pembentukan dana cadangan dibahas dan ditetapkan bersamaan dengan pembahasan Rancangan PERDES tentang APB-Desa. Penerimaan hasil bunga/deviden rekening dana cadangan dan penempatan dalam portofolio dicantumkan sebagai penambah dana cadangan berkenaan dalam daftar dana cadangan pada Lampiran Rancangan Peraturan Desa tentang APB-Desa. Dana cadangan ditempatkan pada rekening tersendiri.STRUKTUR APB-DESA ANGGARAN PEMBIAYAAN:  PENGELUARAN PEMBIAYAAN: 1. Pembentukan Dana Cadangan: Pemerintah Desa dapat membentuk dana cadangan guna mendanai kegiatan yang penyediaan dananya tidak dapat sekaligus dibebankan dalam satu tahun anggaran. sumber dana cadangan.

Penyertaan Modal (Investasi) Pemerintah Desa: Investasi pemerintah desa digunakan untuk menganggarkan kekayaan pemerintah desa yang diinvestasikan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. (seperti surat berharga yang dibeli pemerintah desa). c. 12 . a. seperti kerjasama desa dengan pihak ketiga dalam bentuk penggunausahaan/pemanfaatan aset desa. penyertaan modal desa pada BUMDesa dan/atau badan usaha lainnya dan investasi permanen lainnya yang dimiliki pemerintah desa untuk menghasilkan pendapatan atau meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Investasi jangka pendek: investasi yang dapat segera diperjualbelikan/dicairkan. Investasi jangka panjang: investasi yang dimaksudkan untuk dimiliki lebih dari 12 (duabelas) bulan yang terdiri dari investasi permanen dan non permanen. ditujukan dalam rangka manajemen kas dan beresiko rendah serta dimiliki selama kurang dari 12 (duabelas) bulan (seperti deposito berjangka waktu 3 bulan s/d 12 bulan yang dapat diperpanjang secara otomatis). b. Investasi permanen: bertujuan untuk dimiliki secara berkelanjutan tanpa ada niat untuk diperjualbelikan atau tidak ditarik kembali.STRUKTUR APB-DESA ANGGARAN PEMBIAYAAN:  PENGELUARAN PEMBIAYAAN (Lanjutan): 2.

Investasi non permanen: bertujuan untuk dimiliki secara tidak berkelanjutan atau ada niat untuk diperjualbelikan atau ditarik kembali. pembentukan dana bergulir kepada kelompok masyarakat. Investasi pemerintah desa dapat dianggarkan apabila jumlah yang akan disertakan dalam tahun anggaran berkenaan telah ditetapkan dalam PERDES tentang penyertaan modal dengan berpedoman pada Peraturan Menteri Dalam Negeri. seperti pembelian obligasi yang dimaksudkan untuk dimiliki sampai dengan tanggal jatuh tempo. Pemberian Pinjaman Desa: digunakan untuk menganggarkan pinjaman yang diberikan kepada pemerintah desa lainnya dan/atau kepada Badan Usaha Milik Desa atau usaha-usaha desa lainnya. pemberian fasilitas pendanaan kepada usaha mikro dan menengah). dana yang disisihkan pemerintah daerah dalam rangka pelayanan/pemberdayaan masyarakat (seperti bantuan modal kerja. d.STRUKTUR APB-DESA ANGGARAN PEMBIAYAAN:  PENGELUARAN PEMBIAYAAN (Lanjutan): c. 13 . 3.

1. Hasil Kekayaan Desa: 1. Pendapatan Asli Desa: 1.1.1. Bantuan dari Pemerintah Atasan: 1.1. Bagian Laba UED-SP 1.3. Bantuan dari Pemerintah Provinsi 1.4. Bantuan dari Pemerintah Pusat 1.2.4. ANGGARAN PENDAPATAN : 1.5. Alokasi Dana Desa dari Pemerintah Kabupaten 1.1. Hasil Usaha Desa: 1.1.1.2. Hasil Swadaya Dan Partisipasi Masyarakat 1. dan jenis Pajak lainnya).4. Pungutan Pelelangan Ikan Milik Desa 1. dan lainya) 1.5.1. Sewa Bangunan Desa 1.5. Pungutan Tambatan Perahu 1.2.3. Lain-lain Pendapatan Asli Desa Yang Sah 1.3.1.1.5.1. Hasil Gotong Royong Msy 1.1.1.1.1.1. Hibah Dari Pihak Ketiga 1. Bantuan dari Pemerintah Kabupaten 14 . Pungutan Pasar Desa 1. Sewa Tanah Kas Desa 1.1.1. Bagi Hasil Pejak Daerah (PBB.5. Lain-Lain Kekayaan Milik Desa 1.1.1.3.2.1.5.1. 1.2. Bagian Laba BUM-Desa.3.1.1.1.2.STRUKTUR APB-DESA 1. Sumbangan Dari Pihak Ketiga 1.2.1.2.1.2.5. Bagi Hasil Retribusi Daerah (Retribusi Pasar.5.

dll) 2. Listrik. Penghasilan Tetap (Kades.2.1.2.3. Pakaian dinas.3. Sisa Leih Perhitungan Anggaran Tahun Sebelumnya 3. miskin) 2.1. Belanja Barang dan Jasa (ATK. Penyertaam Modal/Investasi Desa 3.1. Perjalanan dinas. Belanja Pegawai: 2.1. Belanja Subsidi (misalnya: utk Perpustakaan SD) 2. Belanja Pegawai (Honorarium Kegiatan) 2.2.1.STRUKTUR APB-DESA 2. Perangkat Desa.1.1.2.2.1.1.1. BPD) 2.2.3.1. Belanja Modal (Bangun Gedung. Belanja Langsung: 2.2.2. Pembentukan Dana Cadangan 3.1. Tunjangan (Kades dan BPD) 2. Belanja Hibah/Bantuan Sosial (conto: anak kel. ANGGARAN BELANJA : 2. Pencairan Dana Cadangan 3. Pengeluaran Pembiayaan: 3.1. Belanja Tidak Langsung: 2.1. Telpon.2.2. dll) 3.2.2. Mesin Tik.1.1. Belanja Tidak Terduga 2. Hasil Penjualan Kekayaan Desa yang dipisahkan 3.1.3.4.2. Penerimaan Pembiayaaan: 3.4. Pemberian Pinjaman Desa 15 . Penerimaan Kembali Pemberian Pinjaman 3. ANGGARAN PEMBIAYAAN: 3. Komputer.1.1.

BERDASARKAN RPJM-DESA DITETAPKAN RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DESA (RKP-DESA) UNTUK 1 TAHUN. DISUSUN RENCANA KERJA DAN ANGGARAN/RKA. HARUS MENETAPKAN EEVALUASI RAPBDESA PALING LAMA 20 (DUA PULUH) HARI KERJA. RANCANGAN PERDES TENTANG APB-DESA.PENYUSUNAN DAN PENETAPAN RAPB-DESA DESA WAJIB MEMILIKI RPJM-DESA (PROGRAM 5 TAHUN). SEBELUM DITETAPKAN OLEH KADES. BERDAARKAN RKP-DESA. YAKNI: RKA OPERASIONAL PEMDES DAN RKA PEMBERDAYAAN MSY KADES BERSAMA BPD MEMBAHAS RANCANGAN PERDES TENTANG RAPB-DESA. DITETAPKAN OLEH KADES PALING LAMBAT 1 (SATU) BULAN SETELAH APBD KAB/KOTA DITETAPKAN. BUPATI/WALIKOTA. RANCANGAN PERDES TENTANG APB-DESA YG TELAH DISETUJUI BERSAMA. APABILA HASIL EVALUASI MELAMPAUI BATAS WAKTU DIMAKSUD. KADES DAPAT MENETAPKAN RANCANGAN PERDES TENTANG APB-DESA MENJADI PERDES. PENYUSUNAN RANCANGAN APB-DESA PEMBAHASAN DAN PENETAPAN PERDES TENTANG APB-DESA 16 . PALING LAMBAT 3 (TIGA) HARI KERJA DISAMPAIKAN KEPADA BUPATI/WALIKOTA UNTUK DIEVALUASI.

4. Untuk pengembalian kelebihan pendapatan desa yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya dibebankan pada belanja tidak terduga.PELAKSANAAN DAN PENATAUSAHAAN APB-DESA PELAKSANAAN DAN PENATAUSAHAAN PENDAPATAN DESA: 1. Pemerintah desa dilarang melakukan pungutan selain dari yang ditetapkan dalam peraturan desa. 17 . 6. Setiap pendapatan desa harus didukung oleh bukti yang lengkap dan sah. 7. 5. Program dan kegiatan yang masuk desa merupakan sumber penerimaan dan pendapatan desa dan wajib dicatat dalam APBDesa. Kepala desa wajib mengintensifkan pemungutan pendapatan desa yang menjadi wewenang dan tanggungjawabnya. 8. Khusus bagi desa yang belum memiliki pelayanan perbankan di wilayahnya. Pengembalian kelebihan pendapatan desa harus didukung dengan bukti yang lengkap dan sah. maka pengaturannya diserahkan kepada daerah. 3. 2. Pengembalian atas kelebihan pendapatan desa dilakukan dengan membebankan pada pendapatan desa yang bersangkutan untuk pengembalian pendapatan desa yang terjadi dalam tahun yang sama. 9. Semua pendapatan desa dilaksanakan melalui rekening kas desa.

Pengeluaran kas desa yang mengakibatkan beban APBDesa tidak dapat dilakukan sebelum rancangan peraturan desa tentang APBDesa ditetapkan menjadi Perdes. Dana cadangan: (a) Dana cadangan dibukukan dalam rekening tersendiri atau disimpan pada kas desa tersendiri atas nama dana cadangan pemerintah desa. PELAKSANAAN DAN PENATAUSAHAAN PEMBIAYAAAN DESA: 1. Setiap Pengeluaran belanja atas beban APBDesa harus didukung dengan bukti yang lengkap dan sah.PELAKSANAAN DAN PENATAUSAHAAN APB-DESA PELAKSANAAN DAN PENATAUSAHAAN BELANJA DESA: 1. Pengeluaran kas desa tidak termasuk untuk belanja desa yang bersifat mengikat dan belanja desa yang bersifat wajib yang ditetapkan dalam peraturan kepala desa. 5. 3. 18 . 2. Bendahara desa sebagai wajib pungut pajak penghasilan (PPh) dan pajak lainnya. Sisa lebih perhitungan anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya. merupakan penerimaan pembiayaan yang digunakan untuk: (a) menutupi defisit anggaran apabila realisasi pendapatan lebih kecil dari pada realisasi belanja. (b) Dana cadangan tidak dapat digunakan untuk membiayai kegiatan lain diluar yang telah ditetapkan dalam Perdes tentang pembentukan dana cadangan. 2.(c) mendanai kewajiban lainnya yang sampai dengan akhir tahun anggaran belum diselesaikan. 4. wajib menyetorkan seluruh penerimaan potongan dan pajak yang dipungutnya ke rekening kas negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (b) mendanai pelaksanaan kegiatan lanjutan atas beban belanja langsung. (c) Kegiatan yang ditetapkan berdasarkan Perdes dilaksanakan apabila dana cadangan telah mencukupi untuk melaksanakan kegiatan. Bukti harus mendapat pengesahan oleh Sekretaris Desa atas kebenaran material yang timbul dari penggunaan bukti dimaksud.

LAPORAN KEUANGAN DESA DIPERIKSA OLEH BAWASDA KAB/KOTA SEBELUM DIAJUKAN DALAM BENTUK RANCANGAN PERDES TENTANG PERHITUNGAN APB-DESA KEPADA BPD. LAPORAN ARUS KAS. KEWAJIBAN.JAWABAN KADES. DAN 4. DISAMPAIKAN KEPADA BUP/WK MELALUI CAMAT. NERACA. 2. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (YANG HARUS MENGGAMBARKAN TENTANG HAK.PELAPORAN & PERTANGGUNGJAWABAN PENGELOLAAN KEUANGAN DESA JENIS .JENIS LAPORAN KEUANGAN DESA: 1. DAN KEKAYAAN DESA PADA AKHIR TAHUN SERTA SUMBER DAN PENGGUNAANNYA). 3. 19 . LAPORAN REALISASI ANGGARAN. PALING LAMBAT 7 HARI KERJA SETELAH PERDES DITETAPKAN. PERDES TENTANG PERTANGGUNGJAWABAN PELAKSANAAN APBDESA DAN KEPUTUSAN KEPALA DESA TENTANG KETERANGAN PERTANGGUNG.

MEMBERIKAN PEDOMAN DAN BIMBINGAN PELAKSANAAN ADMINSITRASI KEUANGAN DESA PEMBINAAN DAN PENGAWASAN CAMAT: -.MEMFASILITASI PELAKSANAAN ADD -. PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA DAN CAMAT WAJIB MEMBINA DAN MENGAWASI PELAKSANAAN PENGELOLAAN KEUANGAN DESA. PEMBINAAN DAN PENGAWASAN PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA: -.MEMBINA DAN MENGAWASI PENGELOLAAN KEUANGAN DESA DAN PENDAYAGUNAAN ASET DESA -.MEMFASILITASI ADMINISTRASI KEUANGAN DESA -.PEMBINAAN DAN PENGAWASAN PEMERINTAH PROVINSI WAJIB MENGKOORDINIR PEMBERIAN DAN PENYALURAN ALOKASI DANA DESA DARI KABUPATEN/KOTA KEPADA DESA. PELAKSANAAN DAN PERTANGGUNJAWABAN APBDESA -.MEMFASILITASI PENGELOLAAN KEUANGAN DESA DAN PENDAYAGUNAAN ASET DESA. -.MEMBERIKAN PEDOMAN DAN BIMBINGAN PELAKSANAAN ADD -. 20 .MEMBERIKAN BIMBINGAN DAN PELATIHAN DAN PENYELENGGARAAN KEUANGAN DESA YANG MENCAKUP PERENCANAAN DAN PENYUSUNAN APBDESA.MEMFASILITASI PENYELENGGARAAN KEUANGAN DESA YG MENCAKUP PERENCANAAN. DAN PENYUSUNAN APBDESA. PELAKSANAAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN APBDESA.

21 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->