P. 1
Analisis Hubungan k3 Dg Produktifitas Karyawan

Analisis Hubungan k3 Dg Produktifitas Karyawan

|Views: 881|Likes:

More info:

Published by: Tiara Ayu Dwilistyaningsari on May 01, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/02/2014

pdf

text

original

HUBUNGAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN

(Studi Kasus : Bagian Pengolahan PTPN VIII Gunung Mas, Bogor)

Oleh TRISNA LESTARI H24103083

DEPARTEMEN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2007

ABSTRAK
Trisna Lestari. H24103083. Hubungan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan Produktivitas Kerja Karyawan (Studi kasus : Bagian Pengolahan PTPN VIII Gunung Mas, Bogor). Di bawah bimbingan Erlin Trisyulianti. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) seharusnya menjadi prioritas utama suatu perusahaan, namun sayangnya tidak semua perusahaan memahami arti pentingnya K3 dan mengetahui bagaimana mengimplementasikannya dengan baik dalam lingkungan perusahaan. Potensi kerugian perusahaan akibat lemahnya implementasi K3 sangat besar yaitu terganggunya proses produksi dan perbaikan alat produksi yang rusak karena kecelakaan kerja serta perusahaan kehilangan kesempatan mendapatkan keuntungan karena rendahnya produktivitas kerja karyawan. PTPN VIII Gunung Mas menerapkan program K3 karena perusahaan menyadari bahwa setiap karyawan berhak untuk mendapatkan jaminan keselamatan dan kesehatan sewaktu bekerja. Perlindungan tenaga kerja dari bahaya dan penyakit akibat kerja atau akibat dari lingkungan kerja sangat dibutuhkan oleh karyawan agar karyawan merasa aman dan nyaman dalam menyelesaikan pekerjaannya. Tenaga kerja yang sehat akan bekerja produktif sehingga diharapkan produktivitas kerja karyawan meningkat yang dapat mendukung keberhasilan bisnis perusahaan dalam membangun dan membesarkan usahanya. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengkaji penerapan program K3, (2) Mengkaji produktivitas kerja karyawan, dan (3) Menganalisis hubungan antara program K3 dengan produktivitas kerja karyawan. Faktor-faktor K3 yang dianalisis adalah pelatihan keselamatan, publikasi keselamatan kerja, kontrol lingkungan kerja, pengawasan dan disiplin, serta peningkatan kesadaran K3. Penelitian dilakukan di bagian pengolahan PTPN VIII Gunung Mas selama tiga bulan, yaitu dari bulan Januari-Maret 2007. Pengumpulan data dilakukan melalui kuisioner, wawancara dan pengamatan. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis hubungan. Analisis hubungan antara penerapan K3 dengan produktivitas kerja karyawan dilakukan dengan metode uji korelasi Rank Spearman dengan menggunakan software SPSS 13.0 for windows. Berdasarkan persepsi responden rataan skor untuk penerapan K3 sebesar 0,366 sedangkan rataan skor untuk produktivitas kerja karyawan sebesar 0,372. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua faktor K3 yang diuji memiliki hubungan yang positif, sangat nyata dan berkorelasi kuat dengan produktivitas kerja karyawan dengan nilai korelasi sebesar 0,743.

HUBUNGAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN
(Studi Kasus : Bagian Pengolahan PTPN VIII Gunung Mas, Bogor)

SKRIPSI Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar SARJANA EKONOMI pada Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor

Oleh TRISNA LESTARI H24103083

DEPARTEMEN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2007

Mei 2007 Erlin Trisyulianti. Bogor) SKRIPSI Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar SARJANA EKONOMI pada Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor Oleh TRISNA LESTARI H24103083 Menyetujui. M.INSTITUT PERTANIAN BOGOR FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN DEPARTEMEN MANAJEMEN HUBUNGAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN (Studi Kasus : Bagian Pengolahan PTPN VIII Gunung Mas.TP.Sc Ketua Departemen Tanggal Ujian : 4 Mei 2007 Tanggal Lulus : . Dr. Munandar. Ir. M. S.Si Dosen Pembimbing Mengetahui. Jono M.

kemudian pada tahun 2000-2003 melanjutkan pendidikan di SMU Negeri 2 Cianjur dan masuk program IPA. Maman Suparman dan Hj. M. peserta seminar dan pelatihan.TP. Pada tahun 2003 penulis diterima di Institut Pertanian Bogor melalui jalur Undangan Seleksi Masuk IPB (USMI) di Departemen Manajemen. Bogor) di bawah bimbingan Erlin Trisyulianti S. Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Departemen Manajemen. Penulis menyelesaikan pendidikan di TK Melati pada tahun 1991. Institut Pertanian Bogor. Penulis merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara pasangan H. Sejak tahun 1997-2000 penulis menyelesaikan pendidikan di SLTP Negeri 2 Cianjur. . Fakultas Ekonomi dan Manajemen..RIWAYAT HIDUP Penulis dilahirkan di Cianjur pada tanggal 29 Juli 1985. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Elly Nurlela.Si. Keuangan dan Kesekretariatan (AK2) Centre of Management (COM@) periode 2004/2005. Selama masa studi penulis aktif sebagai staf Direktorat Administrasi. penulis menyusun skripsi yang berjudul “Hubungan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan Produktivitas Kerja Karyawan (Studi Kasus : Bagian Pengolahan PTPN VIII Gunung Mas. kemudian melanjutkan ke SD Negeri Pasir Hayam tahun 1991-1997. panitia di beberapa kegiatan kampus.

Skripsi ini disusun sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Departemen Manajemen. . Ir. Erlin Trisyulianti. M. MM atas kesediaannya untuk menjadi dosen penguji. Memperhatikan hal tersebut.TP. Potensi kerugian perusahaan akibat lemahnya implementasi K3 sangat besar diantaranya yaitu terganggunya proses produksi dan perbaikan alat produksi yang rusak karena kecelakaan kerja serta perusahaan kehilangan kesempatan mendapatkan keuntungan karena rendahnya produktivitas kerja karyawan. Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor. maka penerapan K3 dalam suatu perusahaan perlu dikaji karena penerapan K3 dapat meningkatkan produktivitas kerja karyawan sehingga produktivitas perusahaan juga akan meningkat. S. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) seharusnya menjadi prioritas utama dalam suatu perusahaan.Hut. S.Si selaku dosen pembimbing yang telah meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan dan pengarahan kepada penulis. MM dan Eko Rudy Cahyadi. Bogor). Anggraini Sukmawati. penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada orang-orang dan lembaga yang secara langsung maupun tidak langsung telah memberikan bantuan kepada penulis untuk menyelesaikan skripsi ini.KATA PENGANTAR Puji dan syukur hendaknya kita panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas limpahan rahmatNya penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul Hubungan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan Produktivitas Kerja Karyawan (Studi kasus : Bagian Pengolahan PTPN VIII Gunung Mas. namun sayangnya tidak semua perusahaan memahami akan arti pentingnya K3 dan mengetahui bagaimana cara mengimplementasikannya dengan baik dalam lingkungan perusahaan. 2. Pada kesempatan kali ini. yaitu : 1.

pak Dudi. Yudi dan Kak Aldi) dan teman-teman seperjuangan (Irma. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membutuhkannya. Dedi Kusramdani selaku Sinder pabrik PTPN VIII Gunung Mas. doa. Vebby dan Nadya) dan teman-teman manajemen 40 untuk kebersamaan selama empat tahun ini. 5. Sahabat-sahabatku yang selalu menemani (Nunu. kasih sayang yang selalu mengiringi serta semangat yang tiada henti. 10. Mei 2007 Penulis . Tata. Maman Suparman dan Hj. Dr. doa. ibu Henny. 8. M. Kak Ayep dan Teh Iis) dan keponakanku yang lucu-lucu (Zahra dan Razan) atas doa. 4.Sc selaku Ketua Departemen Manajemen. serta tawa canda yang mewarnai perjuangan kita. Bogor.Ip atas doa. Kakak-kakakku (Kang Indra. 9. Rama Ramdani Wijaya atas kasih sayang. kasih sayang dan dukungannya. seluruh staf dosen pengajar dan karyawan/wati Departemen Manajemen. FEM IPB. Elly Nurlela yang telah membesarkan dan mendidik dengan penuh kasih sayang. Jono M. 7. mas Wawan dan staf-staf lainnya yang selalu memberikan pengarahan kepada penulis selama penelitian berlangsung. Meza. Ir. pengertian dan dukungannya. Teman-teman satu bimbingan (Riri. Munandar. ipeh dan Indras) atas segala semangat. Terima kasih telah menjadi orang tua yang terbaik untukku. Oleh karena itu kritik dan saran dari pembaca sangat diharapkan oleh penulis untuk menyempurnakan skripsi ini. dukungan. Teh Indri. 6. Kedua orang tuaku H. Keluarga Agus Sukarman S. Ir.3. pak Dadan. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu yang telah ikut membantu selama penyusunan skripsi ini. Penulis menyadari masih banyak terdapat kekurangan dalam penulisan skripsi ini. 11.

........................2...........2..... 11 2............................................................... x I......... 4 II....................... 24 3.........2. Landasan Hukum K3 ... 16 2.............. Ruang Lingkup Penelitian .............1........................................................ Pengumpulan Data ...............2................2...............................4...................2.3...................................................2................................. Latar Belakang .......... Keselamatan dan Kesehatan Kerja ............... Analisis Data ....... Sejarah Perusahaan ................1...... Kecelakaan ...........................................2....... 3 1..ix DAFTAR LAMPIRAN ... 22 3...1......................................... METODE PENELITIAN 3......vi DAFTAR TABEL ..........1.................................. 29 4..............................DAFTAR ISI Halaman ABSTRAK RIWAYAT HIDUP ...................... 29 4..... 22 3........3........ 5 2........................ Tujuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja ...................................................... 15 2.............4................................ Pengolahan dan Analisis Data ........2...... 22 3........... Manfaat Penelitian ...4................................................................. 8 2....4.................. 22 3.................viii DAFTAR GAMBAR ..2...................................1.................................... Pengertian ....................................1.4......... Uji Reliabilitas ........................ Gambaran Umum Perusahaan...............................................1.. Penelitian Terdahulu ..................... 5 2.............. 3 1................................... PENDAHULUAN 1................................ 18 III......3...................................4...................... TINJAUAN PUSTAKA 2......... Perumusan Masalah ........................................ HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1................................................................................................. Skala Likert ........3............. Tujuan Penelitian .......... 23 3........................3.................................................................................................................................. 19 3................................. Lokasi dan Waktu Penelitian .....................................iv DAFTAR ISI ............................ 12 2................ 5 2......................... 30 ........................ Kerangka Pemikiran .. Uji Validitas ........ Faktor-faktor Kecelakaan ...............1....................................1.......... 25 IV........................................................4... Sistem Manajemen K3 .5.....................1..2................ 3 1.4........ Visi dan Misi Perusahaan .........................2...................... 10 2............................................................ 8 2...............................................4...5............................... Pengertian ...........1......... Produktivitas ........................iii KATA PENGANTAR .... Program K3 ................... 1 1..

....................... 41 4.................................................... 57 4................................................ Gambaran Umum K3 ..... 31 4.4.........3.................... 66 1................. Hasil Uji Validitas Kuisioner ..... Peningkatan Kesadaran K3 .................................................................2....................................7......... Publikasi Keselamatan .. 59 4...........................8..............1........ 42 4...................... Kemampuan Kerja ...........................6...........6........ Karakteristik Responden ... 68 LAMPIRAN ..................7.............................5. 41 4......5............................4........ Analisis Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) ..6.... Evaluasi K3 ........... Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja ................. 67 DAFTAR PUSTAKA ...........2.........7.. Jenis Kelamin .... 42 4.........5.1...6............ 56 4............1............................................................................. 62 KESIMPULAN DAN SARAN ....... Analisis Hubungan K3 dengan Produktivitas Kerja ...........7...... 40 4.......................................................... 31 4. 44 4.1.. 39 4....... Analisis Produktivitas Kerja ....... 57 4.......................................................... 40 4...........2....2.........................7... Analisis Data Uji Validitas dan Uji Reliabilitas Kuisioner ....................................................5................... Lingkungan Kerja .......5...............................................................4........................... Masa Kerja .6......................1........... 58 4...................................... Hubungan Kerja ........ 66 2.....6.............3............................7................... 47 4.. 70 .................................2. Saran .............................. Kegiatan Pengolahan Teh Hitam ........................................5......3............. 61 4..4.. Hasil Uji Reliabilitas Kuisioner ............................ Kompensasi ...............6.............. Pengawasan dan Disiplin ............................. 54 4............... Sumberdaya Manusia ........4.......4...............7. Tingkat Pendidikan ...3......5.......7............................ Struktur Organisasi Perusahaan ............................... Jaminan Sosial................... 30 4................................... Kemauan Kerja ......................7............................3.... 49 4........ Usia .......... Pelatihan Keselamatan .............................................. 59 4............ 41 4........................5.........1...... 61 4... 43 4.....4........... Kontrol Lingkungan Kerja .............. 51 4............................ 60 4................ 44 4.....................................1....4............................. 35 4...............6......................... Kesimpulan .... Gambaran Umum Produktivitas Kerja Karyawan ..6...

...... 50 9...... Produktivitas kerja karyawan bagian pengolahan PTPN VIII Gunung Mas ...................... Tingkat reliabilitas metode Alpha Cronbach ............................ 60 17............... 47 8.......... 31 5.........DAFTAR TABEL No 1.... Hasil jawaban responden mengenai kontrol lingkungan kerja ......................... Hubungan faktor-faktor K3 dengan produktivitas kerja .................................. Hasil jawaban responden mengenai pengawasan dan disiplin ..... 24 2. 41 6........................... Jumlah karyawan bagian pengolahan PTPN VIII Gunung Mas .... 45 7.......................... 52 10.......... Hasil jawaban responden mengenai publikasi keselamatan . Hasil jawaban responden mengenai hubungan kerja ... Hasil jawaban responden mengenai kompensasi ................... Hasil jawaban responden mengenai kemampuan kerja .................................. 63 .. Faktor-faktor K3 bagian pengolahan PTPN VIII Gunung Mas ... 59 15........................... Hasil jawaban responden mengenai jaminan sosial ..................................... 57 12.. Nilai skor rataan ............................ Bobot nilai jawaban responden ....... Hasil jawaban responden mengenai peningkatan kesadaran K3 ....... 60 16......................... 58 14....... 55 11........................................................... Hasil jawaban responden mengenai lingkungan kerja ................................................................ 61 18............ Hasil jawaban responden mengenai pelatihan keselamatan .......... Hasil jawaban responden mengenai kemauan kerja .............. 25 3.... 28 4...... 62 19........................................ 58 13......................... Kriteria erat dan tidaknya hubungan antara variabel dan rentang nilai korelasi .........

................................................. 42 7........................... 43 8............. 12 3..................... 42 6... Sistem model manajemen K3 ................................DAFTAR GAMBAR No Halaman 1................ Karakteristik responden berdasarkan usia .............................................. 21 5............................. Karakteristik responden berdasarkan masa kerja .......... Tahapan penelitian .............................................. 43 ................................. Biaya perusahaan akibat kecelakaan kerja ............ 20 4............................ Karakteristik responden berdasarkan tingkat pendidikan .. Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin ..................... Kerangka pemikiran penelitian ........ 6 2.......................

. 70 2...............................DAFTAR LAMPIRAN No Halaman 1....................... Struktur organisasi PTPN VIII Gunung Mas ....................... 76 4......................................... 77 5... 83 ........................... Diagram proses pengolahan teh hitam CTC ... Uji validitas kuisioner ................................... 81 7............................................... Hasil uji korelasi Rank Spearman .......................................................................................... Penerapan K3 di PTPN VIII Gunung Mas .................... 74 3......................... Kuisioner penelitian ................... 79 6................................ Uji reliabilitas kuisioner .....................

perusahaan yang memperkerjakan tenaga kerja sebanyak 100 orang atau lebih dan mempunyai potensi bahaya yang ditimbulkan oleh karakteristik proses bahan produksi yang dapat mengakibatkan kecelakaan kerja seperti peledakan. Latar Belakang Persaingan industri yang semakin ketat menuntut perusahaan untuk mengoptimalkan seluruh sumberdaya yang dimiliki dalam menghasilkan produk berkualitas tinggi agar mampu bertahan dalam persaingan dengan perusahaan lain. Masalah keselamatan dan kesehatan kerja bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah tetapi merupakan tanggung jawab semua pihak terutama pengusaha. Secara keseluruhan kecelakaan di tempat kerja telah menewaskan 350. Riset yang dilakukan badan dunia ILO menghasilkan kesimpulan. Kualitas produk yang dihasilkan tidak terlepas dari peranan sumberdaya manusia yang dimiliki perusahaan. karena mereka lebih mungkin melakukan pekerjaan berbahaya. Sumberdaya manusia sebagai tenaga kerja tidak terlepas dari masalah-masalah yang berkaitan dengan keselamatan dan kesehatannya sewaktu bekerja. Faktor-faktor produksi dalam perusahaan seperti modal.1.I. wajib menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). mesin dan material dapat bermanfaat apabila telah diolah oleh sumberdaya manusia. PENDAHULUAN 1. tenaga kerja dan masyarakat. 2003 dalam Suardi. 2005).2 juta orang per tahun akibat sakit atau kecelakaan yang berkaitan dengan pekerjaan mereka. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah suatu program . Hal ini berkaitan dengan perlindungan tenaga kerja dari bahaya dan penyakit akibat kerja maupun lingkungan kerja. kebakaran. setara dengan satu orang setiap 15 detik atau 2. pencemaran dan penyakit akibat kerja. Jumlah pria yang meninggal dua kali lebih banyak dibandingkan wanita. Sisanya meninggal karena sakit yang diderita dalam pekerjaan seperti membongkar zat kimia beracun (ILO. setiap hari rata-rata 6000 orang meninggal.000 orang. Berdasarkan PEMNAKER 05/MEN/1996.

yang dibuat pekerja maupun pengusaha sebagai upaya mencegah timbulnya kecelakaan dan penyakit akibat kerja dengan cara mengenali hal-hal yang berpotensi menimbulkan kecelakaan dan penyakit akibat kerja serta tindakan antisipatif apabila terjadi kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Potensi kerugian perusahaan akibat lemahnya implementasi K3 sangat besar diantaranya yaitu terganggunya proses produksi dan perbaikan alat produksi yang rusak karena kecelakaan kerja serta perusahaan kehilangan kesempatan mendapatkan keuntungan karena rendahnya produktivitas kerja karyawan. Tenaga kerja yang sehat akan bekerja produktif. maka penerapan K3 dalam suatu perusahaan perlu dikaji karena penerapan K3 dapat meningkatkan produktivitas kerja karyawan sehingga produktivitas perusahaan juga akan meningkat. Perkebunan teh Gunung Mas merupakan unit produsen teh hitam CTC (Crushing. Perlindungan tenaga kerja dari bahaya dan penyakit akibat kerja atau akibat dari lingkungan kerja sangat dibutuhkan oleh karyawan agar karyawan merasa aman dan nyaman dalam menyelesaikan pekerjaannya. Tujuan dari dibuatnya program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah untuk mengurangi biaya perusahaan apabila timbul kecelakaan dan penyakit akibat kerja. PTPN VIII Gunung Mas menerapkan K3 karena perusahaan menyadari bahwa setiap karyawan berhak untuk mendapatkan jaminan keselamatan dan kesehatan sewaktu bekerja. namun sayangnya tidak semua perusahaan memahami akan arti pentingnya K3 dan mengetahui bagaimana cara mengimplementasikannya dengan baik dalam lingkungan perusahaan. Memperhatikan hal tersebut. sehingga diharapkan produktivitas kerja karyawan meningkat yang dapat mendukung keberhasilan bisnis perusahaan dalam membangun dan membesarkan usahanya. . Tearing. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) seharusnya menjadi prioritas utama dalam suatu perusahaan. Curling) yang telah memperoleh sertifikat ISO 9001:2000 dan HCCP (Hazard Critical Control Point). Perusahaan yang baik adalah perusahaan yang benar-benar menjaga keselamatan dan kesehatan karyawannya dengan membuat aturan tentang keselamatan dan kesehatan kerja yang dilaksanakan oleh seluruh karyawan dan pimpinan perusahaan.

Menambah wawasan dan sebagai bahan rujukan bagi peneliti selanjutnya yang mengambil tema tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Bogor? Bagaimana gambaran produktivitas kerja karyawan bagian pengolahan PTPN VIII Gunung Mas. Manfaat Penelitian Manfaat penelitian ini adalah : 1. 2. Bogor. 3. juga akan meningkatkan motivasi karyawan dalam bekerja. 3. Bogor. 4. Mengkaji penerapan program K3 di bagian pengolahan PTPN VIII Gunung Mas. 3. Tujuan Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Bogor? Bagaimana hubungan antara program K3 dengan produktivitas kerja karyawan bagian pengolahan PTPN VIII Gunung Mas. Atas dasar tersebut rumusan masalah yang berkaitan dengan penelitian ini adalah : 1. 1. Karyawan akan merasa diperhatikan oleh perusahaan. 2. . 2. Bogor? 1.1. sehingga dapat meningkatkan produktivitas kerja karyawan. Perumusan Masalah Penerapan K3 yang baik disamping memberikan perlindungan terhadap kecelakaan kerja dan mencegah kerugian yang besar bagi perusahaan. Mengkaji produktivitas kerja karyawan bagian pengolahan PTPN VIII Gunung Mas. Menganalisis hubungan antara program K3 dengan produktivitas kerja karyawan bagian pengolahan PTPN VIII Gunung Mas. 2. Sebagai bahan masukan bagi perusahaan dalam menerapkan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang baik. sehingga sebagai imbalannya merekapun akan bekerja dengan lebih baik. Bagaimana penerapan program K3 di bagian pengolahan PTPN VIII Gunung Mas.

Bogor yang difokuskan pada bagian pengolahan. mencakup masalah : 1. pengawasan dan disiplin serta peningkatan kesadaran K3. publikasi keselamatan kerja. Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup masalah dalam penelitian ini dibatasi. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang dianalisis meliputi lima faktor yaitu : pelatihan keselamatan.1. 2. Bogor yang meliputi faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja karyawan. 5. kontrol lingkungan kerja. . agar lebih terarah dan mudah dipahami. 3. Produktivitas kerja karyawan yang dikaji adalah produktivitas kerja karyawan bagian pengolahan PTPN VIII Gunung Mas. Penelitian ini dilakukan di PTPN VIII Gunung Mas.

yaitu : 1) Kecelakaan industri (industrial accident) yaitu kecelakaan yang terjadi di tempat kerja karena adanya sumber bahaya atau bahaya kerja. 2005). Faktor-faktor Kecelakaan Teori Domino Heinrich (1931) dalam Suardi (2005) menyebutkan bahwa pada setiap kecelakaan yang menimbulkan cedera terdapat lima faktor yang secara berurutan digambarkan sebagai lima . Keadaan hampir celaka (near-accident) adalah suatu kejadian atau peristiwa yang tidak diinginkan dimana dengan keadaan yang sedikit berbeda akan mengakibatkan bahaya terhadap manusia. TINJAUAN PUSTAKA 2. 1. kecelakaan kerja adalah suatu kejadian atau peristiwa yang tidak diinginkan yang merugikan terhadap manusia. mandor. 1. Kecelakaan terjadi tanpa diduga dan tidak diharapkan tetapi kecelakaan kerja pada prinsipnya dapat dicegah dan pencegahan ini menurut Bennett NBS dalam Santoso (2004) merupakan tanggung jawab para manajer lini. Secara umum kecelakaan kerja dibagi menjadi dua golongan. merusak harta benda atau kerugian terhadap proses. 2004). 2. 1. 2) Kecelakaan dalam perjalanan (community accident) yaitu kecelakaan yang terjadi diluar tempat kerja yang berkaitan dengan adanya hubungan kerja. 2. Pengertian Kecelakaan adalah suatu kejadian tak diduga dan tidak dikehendaki yang mengacaukan proses suatu aktivitas yang telah diatur (Sulaksmono dalam Santoso. Kecelakaan 2.II. 1. merusak harta benda atau kerugian terhadap proses (Sugeng. Menurut Sugeng (2005). kepala dan juga kepala urusan. penyelia.

domino yang berdiri sejajar. 1967) Menurut Bennett dalam Santoso (2004) terdapat empat faktor bergerak dalam satu kesatuan berantai yang dapat menyebabkan kecelakaan. bahaya dan manusia. Misalnya. Gambar 1. Setiap satu kecelakaan berat disertai oleh 10 kejadian kecelakaan ringan. sumber penyebab dasar. dan digambarkan sebagai gunung es dapat dilihat pada Gambar 1. 30 kejadian kecelakaan yang menimbulkan kerusakan harta benda dan 600 kejadian-kejadian hampir celaka. kontak dan kerugian. dengan membuang hazard satu domino diantaranya. gejala. kecelakaan serta cedera. peralatan. yaitu : kebiasaan. Heinrinch mengemukakan untuk mencegah terjadinya kecelakaan. Bird Peterson (1967) dalam Suardi (2005) memodifikasi teori Domino Heinrich dengan mengemukakan teori manajemen yang berisikan lima faktor dalam urutan suatu kecelakaan yaitu : manajemen. kuncinya adalah dengan memutuskan rangkaian sebab-akibat. Biaya Perusahaan Akibat Kecelakaan Kerja (Bird. . Birds mengemukakan bahwa usaha pencegahan kecelakaan kerja hanya dapat berhasil dengan mulai memperbaiki manajemen keselamatan dan kesehatan kerja. yaitu : lingkungan. Biaya yang dikeluarkan perusahaan akibat kecelakaan kerja dengan membandingkan biaya langsung dan biaya tak langsung adalah 1 : 5 – 50. kesalahan seseorang. Frank E. perbuatan dan kondisi tak aman (hazard).

b. ada tiga alasan dasar kecelakaan di tempat kerja yaitu : 1. b) Penggunaan mesin dan alat elektronik tanpa pengaman yang baik. . Kejadian yang bersifat kebetulan. Peralatan rusak. 5. c) Pembuangan kotoran dan limbah yang tidak pada tempatnya. kepribadian pegawai yang rapuh. Peralatan pelindung yang tidak memadai. 2. Keadaan Tempat Lingkungan Kerja a) Penyusunan dan penyimpanan barang-barang yang berbahaya yang kurang diperhitungkan keamanannya. 2. b) Ruang kerja yang terlalu padat dan sesak. Kondisi Fisik dan Mental Pegawai a) Kerusakan alat indera dan stamina pegawai yang tidak stabil. Pemakaian Peralatan Kerja a) Pengaman peralatan kerja yang sudah usang atau rusak. motivasi kerja rendah. cara berpikir dan kemampuan persepsi yang lemah. Menurut Dessler (1997).Ada beberapa sebab yang memungkinkan terjadinya kecelakaan dan gangguan kesehatan pegawai (Mangkunegara. Kondisi tidak aman : a. 4. b) Ruang kerja yang kurang cahaya. b) Emosi pegawai yang tidak stabil. 3. b) Suhu udara yang tidak dikondisikan pengaturannya. sikap pegawai yang ceroboh dan kurang pengetahuan dalam penggunaan fasilitas kerja terutama fasilitas kerja yang membawa resiko bahaya. Pengaturan Penerangan a) Pengaturan dan penggunaan sumber cahaya yang tidak tepat. Pengaturan Udara a) Pergantian udara di ruang kerja yang tidak baik. 2001) diantaranya yaitu : 1.

Pikiran kacau. berselisih. f. c. Membuat peralatan keamanan tidak beroperasi dengan baik. 1. dan permainan kasar. Resiko kesehatan merupakan faktor-faktor dalam lingkungan kerja yang . penglihatan dan pendengaran. Mengambil posisi tidak aman. 3. Tindakan-tindakan yang tidak aman yang dilakukan karyawan : a. Penerangan yang tidak memadai. penyalahgunaan. Mengangkat secara tidak tepat. Resiko keselamatan merupakan aspek-aspek dari lingkungan kerja yang dapat menyebabkan kebakaran. pada. Menggunakan peralatan yang tidak aman. Keselamatan kerja menunjukkan kondisi yang aman atau selamat dari penderitaan. kerugian alat tubuh. luka memar. d. 2. h. f. terpotong. 2. e. ketakutan aliran listrik. Ventilasi tidak memadai. Megginson (1981:364) dalam Mangkunegara (2001) istilah keselamatan mencakup kedua istilah resiko keselamatan dan resiko kesehatan. Semua itu sering dihubungkan dengan perlengkapan perusahaan atau lingkungan fisik dan mencakup tugas-tugas kerja yang membutuhkan pemeliharaan dan latihan. Prosedur yang berbahaya dalam. d. gangguan. 2. Pengertian Berdasarkan pendapat Leon C. patah tulang. Gudang yang tidak aman. emosi atau rasa sakit yang disebabkan oleh lingkungan kerja. atau disekitar mesin atau peralatan. mental. Keselamatan dan Kesehatan Kerja 2. e. kerusakan atau kerugian di tempat kerja. Beroperasi atau bekerja dengan kecepatan yang tidak aman. g. kaget. keseleo. sumpek dan terlalu penuh. Membuang bahan-bahan b.c. Menggunakan prosedur yang tidak aman. Sedangkan kesehatan kerja menunjukkan pada kondisi yang bebas dari gangguan fisik.

meliputi : promotif. Keselamatan dan kesehatan kerja menunjukkan kondisi-kondisi fisiologis-fisikal dan psikologis tenaga kerja yang diakibatkan oleh lingkungan kerja yang disediakan oleh perusahaan. pengobatan. berupa lingkungan fisik. mudah marah. pencegahan kecacatan dan rehabilitasi 4) Genetik yang merupakan faktor bawaan setiap manusia. Hal ini meliputi ketidakpuasan. kurang perhatian. 2) Perilaku yang meliputi sikap. kehilangan nyawa atau anggota badan. selalu menunda pekerjaan dan kecenderungan untuk mudah putus asa terhadap hal-hal yang remeh. kebiasaan dan tingkah laku 3) Pelayanan kesehatan. Keselamatan kerja menurut American Society of Safety Engineers (ASSE) dalam Sugeng (2005) diartikan sebagai bidang kegiatan yang ditujukan untuk mencegah semua jenis kecelakaan yang ada kaitannya dengan lingkungan dan situasi kerja. preventif. mental maupun sosial dengan usaha preventif atau kuratif terhadap penyakit/gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh faktor pekerjaan dan lingkungan kerja serta terhadap penyakit umum. Status sehat seseorang menurut Blum (1981) dalam Sugeng (2005) ditentukan oleh empat faktor yaitu : 1) Lingkungan.bekerja melebihi periode waktu yang ditentukan. Kondisi-kondisi psikologis diakibatkan oleh stres pekerjaan dan kehidupan kerja yang berkualitas rendah. 2006) Kesehatan kerja menurut Darmanto (1999) merupakan spesialisasi ilmu kesehatan/kedokteran beserta prakteknya yang bertujuan agar pekerja/masyarakat pekerja memperoleh derajat kesehatan setinggi-tingginya baik fisik. (Rivai. Kondisi fisiologisfisikal meliputi penyakit-penyakit dan kecelakaan kerja seperti cedera. sikap menarik diri. kimia. . lingkungan yang dapat membuat stress emosi atau gangguan fisik. perawatan. biologi dan sosial budaya.

Tujuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Menurut Mangkunegara (2001). Adanya jaminan atas pemeliharaan dan peningkatan kesehatan gizi pegawai. Setiap pegawai mendapat jaminan keselamatan dan kesehatan kerja baik secara fisik. Rasio seleksi tenaga kerja yang lebih baik karena meningkatnya citra perusahaan. maka perusahaan tersebut akan semakin efektif (Rivai. 2. 2.2. Meningkatnya efisiensi dan kualitas pekerja yang lebih berkomitmen. . 6. 3. Perusahaan yang dapat menurunkan tingkat dan beratnya kecelakaan-kecelakaan kerja. 2. 3. keserasian kerja dan partisipasi kerja. 6. 2. Meningkatnya produktivitas karena menurunnya jumlah hari kerja yang hilang. Fleksibilitas dan adaptabilitas yang lebih besar sebagai akibat dari meningkatnya partisipasi dan rasa kepemilikan. 2006). 7. sosial dan psikologis. Menurunnya biaya-biaya kesehatan dan asuransi. tujuan dan pentingnya keselamatan kerja meliputi : 1. 5. penyakit dan hal-hal yang berkaitan dengan stres serta mampu meningkatkan kualitas kehidupan kerja para pekerjanya. 4. 5. Semua hasil produksi dipelihara keamanannya. Tingkat kompensasi pekerja dan pembayaran langsung yang lebih rendah karena menurunnya pengajuan klaim. Setiap perlengkapan dan peralatan kerja digunakan sebaikbaiknya dan seefektif mungkin. Terhindar dari gangguan kesehatan yang disebabkan oleh lingkungan atau kondisi kerja. tujuan keselamatan dan kesehatan kerja adalah sebagai berikut : 1. 4. Meningkatkan kegairahan. Menurut Rivai (2006). Setiap pegawai merasa aman dan terlindungi dalam bekerja.

tenaga kerja. kegiatan perencanaan. penerangan yang cukup dan menyejukkan serta mencegah kebisingan. . Mencegah dan memberikan perawatan terhadap timbulnya penyakit. kondisi dan lingkungan kerja. kelembaban. teknik dan peralatan yang digunakan. pengkajian dan pemeliharaan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja dalam rangka pengendalian resiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna tercapainya lingkungan kerja yang aman. 3. proses produk dan perencanaan tempat kerja (Mangkunegara. 2. yang terintegrasi dalam mencegah dan mengurangi kecelakaan efisien dan produktif (Sugeng. 2. pelaksanaan. kebersihan udara. Tujuan sistem manajemen K3 adalah menciptakan suatu sistem keselamatan dan kesehatan kerja dengan melibatkan unsur dan manajemen. penyakit akibat kerja serta terciptanya tenaga kerja yang sehat. aman. 5. prosedur. 2005). proses dan sumberdaya yang dibutuhkan bagi pengembangan. tanggung jawab. Mengatur suhu. efisien dan produktif ( Santoso. Memberikan peralatan perlindungan diri untuk pegawai yang bekerja pada lingkungan yang berbahaya. 3. Memelihara kebersihan. Menciptakan suasana kerja yang menggairahkan semangat kerja pegawai.Usaha-usaha yang diperlukan dalam meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja menurut Mangkunegara (2001) adalah sebagai berikut : 1. Mencegah dan mengurangi kecelakaan kebakaran dan peledakan. 2. Sistem manajemen K3 adalah bagian dari sistem manajemen secara keseluruhan yang meliputi struktur organisasi. 2004). 2001). ketertiban dan keserasian lingkungan kerja. 6. 4. Sistem Manajemen K3 Pendekatan sistem pada manajemen K3 dimulai dengan mempertimbangkan tujuan keselamatan kerja.

Manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang terpadu. Latihan bagi tenaga kerja. b. Kepemimpinan dan administrasinya. e. f. h. 2. yaitu : 1. c. 2. Pelatihan kepemimpinan (Leadership training).Perbaikan berlanjut Komitmen dan kebijaksanaan Perencanaan Peninjauan ulang dan peningkatan oleh manajemen Pengukuran dan evaluasi Penerapan Gambar 2. Peningkatan kesadaran terhadap keselamatan dan kesehatan kerja. g. j. k. Kepemimpinan administration). program manajemen tentang keselamatan dan kesehatan kerja meliputi : a. Penelitian dan analisis pekerjaan. Pengawasan. dan administrasi (Leadership and . Sistem pemeriksaan. Laporan dan pendataan. i. d. Penyediaan alat pelindung diri. Analisis pekerjaan dan procedural. Berikut ini adalah program K3 dari International Loss Control Institute (ILCI) atau Det Norske Veritas (DNV). 4. Sistem model manajemen K3 (Pemnaker 05/MEN/1996) 2. Pelayanan kesehatan kerja. Program K3 Menurut Suardi (2005).

Keselamatan diluar jam kerja (Off the job safety). Pelatihan pengetahuan dan keterampilan (Knowledge and skill training). Alat pelindung keselamatan diri (Personal protective equipment). 16. 18. 19. 13. 10. Safety Psychology menitikberatkan pada usaha mencegah kecelakaan itu terjadi. baik secara intern maupun secara ekstern (Sugeng. Komunikasi kelompok (Group communications). 6.3. 12. Pengelolaan rekayasa dan perubahan (Engineering and change management). Penyelidikan investigation). 15. Inspeksi dan perawatan terencana (Planned inspections and maintenance). Kesiagaan menghadapi keadaan darurat (Emergency Preparedness). Ada dua aspek yang digunakan untuk mengatasi masalah K3. 8. Evaluasi sistem (System evaluation). 2005). 4. 11. Semua program K3 ini harus dikontrol implementasinya secara periodik. 9. 2002). yaitu Safety Psychology dan Industrial Clinical Psychology (Miner dalam Ilham. Analisa kecelakaan/insiden (Accident/incedent analysis). 5. Peraturan dan izin kerja (Rules and work permits). Komunikasi perorangan (Personal communications). Penerimaan dan penempatan pegawai (Hiring and placement). 20. Pengelolaan management). dengan meneliti kenapa dan barang dan jasa (Material and services kecelakaan atau insiden (Accident/incident . Prosedur dan analisa tugas krisis (Critical task analysis and procedures). Promosi umum (General promotion). Pengontrolan kesehatan dan kebersihan (Health and hygiene control). 7. Observasi atau pemantauan tugas (Task observation). 14. 17.

Dengan adanya laporan dan statistik kecelakaan kerja.bagaimana kecelakaan terjadi. sebab-sebab penurunan dan bagaimana mengatasinya. 2) Pelatihan Keselamatan Pelatihan yang diadakan perusahaan untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja. 6) Peningkatan Kesadaran K3 Peningkatan kesadaran K3 merupakan usaha perusahaan dalam mensukseskan program K3. Industrial Clinical Psychology menitikberatkan pada kinerja karyawan yang menurun. 4) Kontrol terhadap Lingkungan Kerja Kontrol lingkungan kerja bertujuan untuk melindungi karyawan dari bahaya kecelakaan kerja yang mungkin terjadi dan menciptakan kondisi atau lingkungan kerja yang aman dan nyaman. Adanya komitmen yang kuat dan perhatian yang besar dari manajemen perusahaan dapat . perusahaan akan memiliki gambaran mengenai potensi terjadinya kecelakaan kerja dan cara mengantisipasinya. 5) Inspeksi dan Disiplin Inspeksi dan disiplin adalah pengawasan terhadap lingkungan kerja dan perilaku kerja karyawan. 3) Publikasi dan Kontes Keselamatan Publikasi keselamatan kerja bertujuan untuk mengingatkan memotivasi karyawan agar menyadari akan pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja. Safety Psychology terdiri dari enam faktor. Kontes keselamatan kerja bertujuan untuk memotivasi karyawan agara selalu menerapkan K3 sewaktu bekerja. Faktor-faktor dari kedua aspek tersebut adalah sebagai berikut : a. yaitu : 1) Laporan dan Statistik Kecelakaan Laporan dan statistik mengenai jumlah kecelakaan yang terjadi ditempat kerja.

UUD 1945 pasal 27 ayat 1 dan 2 3. Landasan Hukum K3 Dasar-dasar hukum Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Indonesia telah banyak diterbitkan baik dalam bentuk undangundang. 2. Peraturan Menteri Perburuhan tentang Syarat Kesehatan. Keputusan Presiden. Keputusan Menteri dan Surat Edaran (Sugeng.2/1980 9. Industrial Clinical Psychology terdiri dari dua faktor. 2) Employee Assistance Program Pembimbingan secara intensif yang dilakukan untuk menangani berbagai macam masalah yang dihadapi karyawan terutama yang berhubungan dengan perilaku karyawan. Peraturan Menteri Tenaga Kerja tentang Kewajiban melaporkan Penyakit Akibat Kerja No.1/1970 4. Peraturan Pemerintah tentang Penyelenggaraan Jaminan Sosial Tenaga Kerja No.7/1964 8. sebagai berikut : 1.14/1993 6. yaitu : 1) Konseling Pembimbingan yang dilakukan perusahaan untuk meningkatkan kembali motivasi kerja karyawan setelah diketahui adanya penurunan produktivitas dari karyawan tersebut. Keputusan Presiden tentang Penyakit yang timbul Karena Hubungan Kerja No. Undang-undang Keselamatan Kerja No. 2.22/1993 7.memotivasi karyawan untuk mengutamakan keselamatan dan kesehatannya sewaktu bekerja. b.1/1981 . Peraturan Menteri Tenaga Kerja tentang Pemeriksaan Kesehatan Tenaga Kerja dalam Penyelenggaraan Keselamatan Kerja No. Kebersihan serta Penerangan dalam Tempat Kerja No. 2005). Undang-undang tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja No. 5. 3/1992 5. Peraturan Pemerintah. Undang-undang Ketenagakerjaan No.13/2003 2.

Produktivitas Produktivitas mempunyai beberapa pengertian. Produktivitas kerja dipengaruhi oleh beberapa faktor dan dapat dilihat dari kemauan kerja yang tinggi. dan hubungan kerja yang harmonis (Sinungan. Keputusan Menteri Tenaga Kerja tentang NAB faktor fisika di tempat kerja No. Pengukuran produktivitas kerja menurut sistem pemasukan fisik perorangan atau per orang per jam kerja diterima secara luas. Produktivitas kerja merupakan hal yang sangat menarik karena mengukur hasil kerja manusia dengan segala masalahnya. karena adanya variasi dalam jumlah yang diperlukan untuk memproduksi satu unit produk yang berbeda. 2003). Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja tentang NAB faktor kimia di udara lingkungan kerja No. Peraturan Menteri Tenaga Kerja tentang Pelayanan Kesehatan Kerja No. hari atau tahun). namun dari sudut pandang atau pengawasan harian.1/1997. pengeluaran diubah ke dalam unit-unit pekerja yang biasanya diartikan sebagai jumlah kerja yang dapat dilakukan dalam satu jam oleh pekerja yang terpercaya yang bekerja menurut pelaksanaan standar. 2005). Secara umum produktivitas mengandung arti sebagai perbandingan antara hasil yang dicapai (output) dengan keseluruhan sumberdaya yang digunakan (input).10. secara filosofis produktivitas mempunyai pengertian sebagai sikap mental yang selalu berpandangan bahwa mutu kehidupan hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini (Umar. lingkungan kerja yang nyaman.51/1999 12. 2. kemampuan kerja yang sesuai dengan isi kerja.3/1982 11. penghasilan yang dapat memenuhi kebutuhan hidup minimum. Oleh karena itu digunakan metode pengukuran waktu tenaga kerja (jam. jaminan sosial yang memadai. 3. pengukuran tersebut pada umumnya tidaklah memuaskan. .

sosial. manajemen. Manajemen produktivitas. mental dan kemampuan fisik pekerja yang bersangkutan. Menurut Dewan Produktivitas Nasional. . Sedangkan faktor eksternal meliputi : kebijaksanaan pemerintah. sedangkan kesejahteraan tenaga kerja tercermin dalam sistem pengupahan dan jaminan sosial serta jaminan kelangsungan kerja. Sarana pendukung kerja mencakup lingkungan kerja dan kesejahteraan tenaga kerja. f. kondisi politik. Kualitas dan kemampuan fisik pekerja yang dipengaruhi oleh tingkat pendidikan. teknologi. yaitu : 1. mempengaruhi produktivitas pada tingkat mikro dibagi menjadi dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. e. ekonomi dan hankam serta tersedianya sumberdaya alam. Supra sarana. motivasi kerja. Sikap kerja. 2. tingkat keselamatan dan kesehatan kerja serta suasana dalam lingkungan itu sendiri. metode kerja. Efisiensi tenaga kerja. b. pabrik dan perlengkapannya. sarana dan peralatan produksi yang digunakan. Menurut Balai Pengembangan Produktivitas Daerah yaitu : a. Tingkat keterampilan. 3. c. sumberdaya manusia. etos kerja. sistem organisasi. d. meliputi kebutuhan pemerintah. bahan dan energi. Lingkungan kerja termasuk teknologi dan cara produksi. Hubungan antara tenaga kerja dan pimpinan. faktor-faktor yang dalam Umar (2003) ada enam faktor utama yang menentukan produktivitas tenaga kerja. Kewiraswastaan.Menurut Simanjuntak dalam Umar (2003) faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja digolongkan pada tiga kelompok. Faktor internal meliputi : produk. hubungan industrial dan kemampuan dalam mencapai sistem kerja yang optimal. latihan.

Mahardika (2005) melakukan penelitian tentang Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja terhadap Kinerja Karyawan di PT. cuti/izin khusus. kondisi fisik. Good Year Indonesia. lingkungan kerja. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa nilai korelasi yang didapat semuanya bernilai positif. Bogor dengan menggunakan analisis korelasi Rank Spearman menunjukkan bahwa semua variabel sistem kompensasi finansial dan non finansial berhubungan positif dengan variabel produktivitas kerja karyawan. tunjangan. . Unitex Tbk. Jamsostek dan program K3. 4. Komponen-komponen kompensasi yang dikaji adalah gaji. Hal ini menunjukkan bahwa setiap faktor K3 yang diteliti mempunyai pengaruh yang nyata terhadap peningkatan motivasi kerja karyawan sehingga perubahan-perubahan yang nyata akan menyebabkan perubahan pada tingkat motivasi karyawan. upah lembur. Hasil penelitian Saputra (2004) mengenai Analisis Pengaruh Sistem Kompensasi terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Departemen Produksi PT. Penelitian Terdahulu Ilham (2002) melakukan penelitian tentang Hubungan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dengan Motivasi Kerja Karyawan di PT. seragam kerja. nyata dan berkorelasi kuat. PLN (Persero) Unit Bisnis Strategis Penyaluran dan Pusat pengatur Beban (UBS P3B) region Jawa Timur dan Bali. fasilitas. Dalam penelitiannya Ilham menggunakan uji korelasi Rank Spearman. bonus.2. Analisis data dengan menggunakan analisis regresi berganda dan hasil penelitiannya menunjukkan bahwa program K3 mempunyai pengaruh postitif terhadap kinerja karyawan sehingga penerapan program K3 yang baik akan meningkatkan kinerja karyawan.

ditetapkan hanya lima faktor keselamatan kerja yang dapat dianalisis yaitu : pelatihan keselamatan. pengawasan dan disiplin. Kerangka Pemikiran PTPN VIII Gunung Mas adalah salah satu perusahaan yang telah menerapkan program keselamatan dan kesehatan kerja. jaminan sosial dan hubungan kerja. Karyawan dibagian pengolahan dituntut memiliki produktivitas kerja yang tinggi karena di bagian ini kualitas produk ditentukan. kemampuan kerja. serta peningkatan kesadaran K3. Penelitian diawali dengan mengetahui bagaimana penerapan program K3 di PTPN VIII Gunung Mas melalui wawancara langsung. . Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara program K3 dengan produktivitas kerja karyawan. Setelah melakukan kesepakatan dengan pihak manajemen PTPN VIII Gunung Mas. METODE PENELITIAN 3. pengamatan dan beberapa dokumen perusahaan. publikasi keselamatan kerja. lingkungan kerja. Data yang diperoleh dari hasil penelitian diolah dengan menggunakan uji korelasi Rank Spearman. kompensasi. Sedangkan produktivitas kerja dapat dilihat dari faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja karyawan yang terdiri dari kemauan kerja. Dengan adanya program K3 karyawan merasa aman dan nyaman dalam menyelesaikan pekerjaannya sehingga diharapkan produktivitas kerja karyawan meningkat.1. Penelitian dilakukan pada divisi yang berkaitan dengan penerapan K3 yaitu bagian pengolahan. kontrol lingkungan kerja.III. Berdasarkan uraian tersebut. hal ini menunjukkan bahwa PTPN VIII Gunung Mas sangat memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja karyawannya. maka kerangka pemikiran penelitian ini dapat dilihat pada Gambar 3 dan tahapan penelitian dapat dilihat pada Gambar 4.

Kompensasi 5. Kontrol Lingkungan Kerja 4. Kemauan Kerja 2. Peningkatan Kesadaran K3 Produktivitas Kerja Karyawan Faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja : 1. Hubungan Kerja Hubungan antara program K3 dengan produktivitas kerja Adanya rasa aman dalam bekerja sehingga produktivitas kerja karyawan meningkat Gambar 3. Pelatihan Keselamatan 2. Lingkungan Kerja 4. Kemampuan Kerja 3. Pengawasan dan Disiplin 5. Publikasi Keselamatan Kerja 3. Jaminan Sosial 6.PTPN VIII Gunung Mas Bagian Pengolahan Penerapan Program K3 Faktor-faktor K3 : 1. Kerangka Pemikiran Penelitian .

Tahapan Penelitian .Pra Penelitian Penentuan Topik Penelitian Penentuan Obyek Penelitian Perumusan Masalah Penentuan Tujuan Penelitian Teknik pengambilan sampel dan pengumpulan data : • Metode sensus • Wawancara • Studi Pustaka Metode dan Analisis Data • Analisis deskriptif • Metode Uji Korelasi Rank Spearman Penyusunan Kuisioner Pengumpulan Data Uji Coba Kuisioner Pengolahan Data TIDAK OK Hasil dan Pembahasan YA Kesimpulan dan Saran Gambar 4.

manajemen sumber daya manusia. baik dari tulisan. Data sekunder meliputi sejarah perusahaan.1. 4. 2. struktur organisasi. 4. Data Sekunder Data sekunder diperoleh dari studi literatur. Data Primer Data primer diperoleh dari pengamatan langsung di lapangan. penyebaran kuisioner dan wawancara langsung kepada para karyawan divisi pengolahan. Pelaksanaan penelitian selama tiga bulan dari bulan Januari sampai Maret 2007. Langkah-langkah dalam menguji validitas kuesioner adalah sebagai berikut (Umar. 3.3. Responden yang dipilih adalah para karyawan pada bagian pengolahan. yaitu dengan cara : . faktor-faktor K3 dan produktivitas karyawan. 2002) : a. 3. Uji Validitas Uji validitas menunjukkan sejauh mana alat pengukur itu mengukur apa yang ingin diukur (Singarimbun dan Effendi 1989). 2. data primer dan data sekunder. referensi yang relevan. yaitu mengambil sampel dari seluruh populasi karyawan pada bagian pengolahan yang berjumlah 75 orang karyawan. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan di PTPN VIII Gunung Mas atas dasar pertimbangan bahwa PTPN VIII Gunung Mas telah menerapkan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan kesediaan dari perusahaan untuk dijadikan tempat penelitian. 1. data dari perusahaan maupun sumber-sumber lain yang menunjang penelitian. Teknik pengambilan contoh yang digunakan adalah total sampling. Mendefinisikan secara operasional konsep yang akan diukur. Pengumpulan Data Sumber data dalam penelitian ini ada dua jenis yaitu. Pengolahan dan Analisis Data 3. 3.

Menghitung korelasi antara masing-masing pertanyaan atau pernyataan dengan skor total dengan menggunakan rumus Product Moment. c.. 3. Mencari definisi dan rumusan konsep serta literatur 2. 2002). Menanyakan langsung kepada calon responden penelitian mengenai aspek-aspek konsep yang akan diukur.1.…(1) Keterangan : N = Jumlah responden X = Skor masing-masing pernyataan Y = Skor total e..... 3. peneliti harus mendiskusikan dengan para ahli lain. 4. Jika dalam literatur tidak diperoleh definisi atau rumusan konsep yang akan diukur. Bila nilai r > r tabel. Melakukan uji coba skala pengukuran pada sejumlah responden.. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas bertujuan untuk mengetahui kekonsistenan. angka kritik tabel korelasi untuk nilai r adalah r (N-2. Pengukuran dilakukan dengan uji reliabilitas . Pendapat para ahli lain ini kemudian disarikan kedalam bentuk rumusan yang operasional. d.. Menanyakan langsung kepada calon responden penelitian mengenai aspek-aspek konsep yang menyusun pertanyaan yang operasional. keterandalan dan kestabilan alat ukur didalam mengukur gejala yang sama (Umar. Dari jawaban yang diperoleh peneliti membuat kerangka konsep dan membuat pertanyaan operasional. b. Mempersiapkan tabel tabulasi jawaban. 4. maka pernyataan tersebut valid atau signifikan dalam penelitian ini.... yaitu : N(∑ XY) − (∑ X ∑Y ) 2 2 r= {N∑X − (∑ X ) N∑Y − (∑Y ) 2 }{ 2 } ……………. Tahap selanjutnya membandingkan angka korelasi yang diperoleh dengan angka kritik tabel korelasi nilai r. α).... 2.

........ 4............ 1-5 atau 1-7 dan seterusnya dapat dilakukan dengan dengan menggunakan koefisien alpha (α) dari Cronbach............... Cara penilaian terhadap hasil jawaban kuesioner dengan Skala Likert dapat dilihat pada Tabel 1.... misalnya 0-10 atau 10-100 atau bentuk skala 1-3. (2) σt2 ⎦ ⎣ K − 1⎥ ⎦⎣ ⎢ ⎥ Dimana : r11 = reliabilitas instrumen k = banyak butir pertanyaan 2 σ t = varian total Σσ2b = jumlah varian butir Rumus varian yang digunakan : σ2 = ∑X 2 (∑ X ) − n n 2 ................. 3................... Bobot Nilai Jawaban Responden Jawaban responden Sangat setuju/Sangat mengetahui/Sangat baik Setuju/Mengetahui/Baik Cukup setuju/Cukup mengetahui/Cukup baik Tidak setuju/Tidak mengetahui/Kurang Sangat tidak setuju/Sangat tidak mengetahui/Sangat kurang Bobot nilai 5 4 3 2 1 ...... Tabel 1.............. (3) Dimana : n = jumlah responden X = nilai skor yang dipilih (total nilai dari nomor-nomor butir pertanyaan) 3... tetapi merupakan rentangan antara beberapa nilai.... Rumus ini dapat ditulis sebagai berikut : 2 ⎡ K ⎤ ⎡ ∑ σb ⎤ r11 = ⎢ ⎢1 − ⎥ ...teknik Alpha Cronbach.................. yaitu teknik pengukuran dengan mencari reliabilitas instrumen yang skornya bukan 0-1................. Skala Likert Skala pengukuran yang digunakan pada setiap jawaban responden adalah dengan Skala Likert.

3..00 Keterangan Sangat buruk Buruk Cukup baik Baik Sangat Baik Menurut Pratisto (2004) korelasi Rank Spearman digunakan untuk mengukur tingkat keeratan hubungan antara variabel satu dengan variabel yang lain berdasarkan rankingnya...... 4....30 – 5..8 Nilai skor rataan dihasilkan dari perkalian antara bobot nilai jawaban berdasarkan skala dengan jumlah jawaban responden.... 4.00 – 1. 2003) yaitu : Rs = (m − 1) m . 2 Nilai Skor Rataan Skor Rataan 1...20 4...90 – 2........ Faktor-faktor K3 dan produktivitas kerja karyawan dibagi menjadi lima kategori.... Masing-masing kategori ditentukan berdasarkan rumus rentang kriteria (Umar...... Berdasarkan nilai skor rataan tersebut. kemudian dibagi dengan jumlah responden......60 2....70 – 3.... maka posisi keputusan penilaian memiliki rentang skala yang dapat dilihat pada Tabel 2......40 3.50 – 4.......(4) dimana : m = jumlah alternatif jawaban tiap item Rs = (5 – 1) 5 Rs = 0.... .80 1. Analisis Data Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif yang diarahkan untuk menjelaskan data secara umum dengan menggunakan persentase dan rataan yang disajikan dalam bentuk tabel dan kemudian diinterpretasikan...... Tabel. termasuk dalam statistik non-parametik... Metode uji korelasi Rank Spearman digunakan untuk pengukuran korelasi pada statistik non-parametrik khususnya untuk data ordinal yaitu data yang mempunyai skala pengukuran berjenjang.

..... Memberi Likert........... maka rumus yang digunakan adalah: rs ∑x + ∑ y − ∑d = 2 ∑x ..... yaitu data yang mempunyai skala pengukuran berjenjang dan merupakan pengamatan dari variabel X dan variabel Y. Memindahkan data ke lembar kerja untuk diolah dan dianalisis dengan menggunakan program komputer SPSS 13 for windows.... 3........ 2003) : 1.... Memindahkan jawaban dari lembar kuesioner ke lembar tabulasi dan menghitung nilai total dari masing-masing variabel dengan program komputer Microsoft Excel....... 2..(5) Keterangan : rs = Koefisien korelasi Rank Spearman d i2 = Selisih antara peringkat X dan Y n = Jumlah sampel Bila banyak terdapat angka bernilai sama........(6) dimana : ∑ x2 = ∑ y2 = n3 − n − ∑ Tx 12 n3 − n − ∑ Ty 12 ............................Tahapan kerja pengolahan data kuesioner menggunakan korelasi Rank Spearman adalah sebagai berikut (Umar............................................ Rumus koefisien korelasi Rank Spearman yang digunakan adalah sebagai berikut : skor pada masing-masing jawaban responden berdasarkan bobot tertentu pada setiap jawaban dengan skala rs = 1 − n(n 2 − 1) 6∑ d i2 ..∑ y 2 2 2 2 2 i ...... menggunakan model uji korelasi pada statistik non parametrik khusus data ordinal...

artinya : r = +1 r = -1 r=0 Hubungan X dan Y sempurna positif ( mendekati 1. t y = Banyaknya observasi untuk Y tertentu yang sama.00 sampai 0. Skala hubungan kedua peubah berdasarkan batasan champion yang digunakan untuk mengkategorikan nilai rs yaitu sebagai berikut : 1.05 2.05 .25 disebut no association. yaitu kondisi yang menunjukkan tidak adanya hubungan antara variabel X dan variabel Y. hubungan sangat kuat dan positif ). .01 . t x = Banyaknya observasi untuk X tertentu yang sama. maka korelasi nyata pada α = 0. Hubungan X dan Y sempurna negatif ( mendekati -1. Jika nilai – p < 0. Kriteria keputusan adalah sebagai berikut : 1.t −t ∑ Tx = x 12 x 3 ∑T y = ty − ty 12 3 Keterangan : T = Faktor koreksi. Besarnya nilai r terletak antara -1 < r < 1.00 sampai -0. hubungan sangat kuat dan negatif ). Jika nilai – p < 0.01 (sangat nyata) Koefisien korelasi Rank Spearman (rs) menunjukkan kuat tidaknya hubungan antara variabel X dan variabel Y. maka korelasi nyata pada α = 0. Pengujian signifikansi koefisien korelasi Rank Spearman pada taraf nyata tertentu adalah membandingkan nilai – p (probabilityvalue) dengan taraf nyata atau α yang digunakan. 0.25 atau 0. Hubungan X dan Y lemah sekali atau tidak ada hubungan.

40 0. 0.20 . Hasil perbandingan nilai r hitung tersebut dikonsultasikan dengan tabel r yang digunakan dalam memutuskan apakah pendapat diterima atau ditolak.00 disebut sebagai high association yaitu kondisi yang menunjukkan hubungan yang kuat antara variabel X dan variabel Y.<0.50 atau -0.26 sampai -0. Kriteria pengujian hubungan observasi ( H0 ) adalah sebagai berikut : Tolak H0 jika r hitung > r tabel Tolak H1 jika r hitung < r tabel .26 sampai 0.<0. 0.00 Sangat rendah Rendah Sedang Kuat Sangat kuat Hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah : H0 : Program K3 tidak berhubungan dengan produktivitas kerja karyawan H1 : Program K3 berhubungan dengan produktivitas kerja karyawan Tingkat signifikansi yang dipilih adalah 0.<0. 3.60 0. Tabel 3.76 sampai 1.51 sampai -0.75 disebut moderately high association. 0. Angka ini dipilih karena dinilai cukup ketat untuk mewakili hubungan antara dua variabel dan cukup banyak digunakan dalam penelitian tentang ilmu-ilmu sosial.40 .76 sampai -1.00 .00 atau -0.20 0.50 disebut moderately low association. yaitu kondisi yang menunjukkan adanya hubungan yang agak kuat antara variable X dan varibel Y.<0.80 0. 4.01 (1%).60 .75 atau -0. Kriteria erat dan tidaknya hubungan antara variabel dan rentang nilai korelasi Nilai Korelasi Tingkat Hubungan 0.2.51 sampai 0. yaitu kondisi yang menunjukkan hubungan yang lemah antara variabel X dan variabel Y.80 – 1.

Pada tahun 1954 pengelolaannya dialihkan kepada perusahaan Belanda. Pada tahun 1963 diadakan reorganisasi dan perkebunan Gunung Mas dimasukkan dalam PPN Antan VII. Pada tahun 1958 perkebunan Gunung Mas diambil alih oleh Pemerintah Republik Indonesia dan dimasukkan dalam PPN Baru Kesatuan Jabar II. . Gunung Mas II (Afdeling II) dan Cikopo Selatan I (Afdeling III). PT Perkebunan XII berubah nama menjadi PT Perkebunan Nusantara VIII (penggabungan dari PTP XI. Mulai tanggal 1 Agustus 1971 status PNP XII berubah nama yaitu PT Perkebunan XII (Persero). PTP XII dan PTP XIII). yaitu “NV. Tiedemen K Van Kerchem (TVK)” yang mempunyai kantor pusat di Bandung.1. Pabrik pengolahan teh terdiri dari : unit pengolahan teh hitam Crushing Tearing Curling (CTC) dan unit pengepakan teh celup.1. sedangkan kantor pusat berada di jalan Sindangsirna no 4 Bandung. Jawa Barat. Kabupaten Bogor.IV. Bidang usaha dari PTPN VIII Gunung Mas adalah membudidayakan dan mengolah komoditi hasil perkebunan berupa teh dan kina. Lokasi Perkebunan Gunung Mas terdiri dari tiga daerah pertanaman (Afdeling). PTPN VIII Gunung Mas merupakan salah satu unit usaha PTPN VIII yang berlokasi di Kecamatan Cisarua. Gambaran Umum Perusahaan 4. Sejarah Perusahaan PTPN VIII Gunung Mas didirikan pada tahun 1910 oleh sebuah maskapai Perancis dengan nama “Goenoeng Mas Prancoise Nederlandise De Culture Et De Commerce”. Selanjutnya terhitung mulai tanggal 11 Maret 1996. yaitu Gunung Mas I (Afdeling I). Selain itu PTPN VIII Gunung Mas juga mengelola Wisata Agro.1. HASIL DAN PEMBAHASAN 4. Kantor induk dan pabrik pengolahan berada di Gunung Mas I.

4.1.2. Visi dan Misi Perusahaan

Visi PTPN VIII Gunung Mas yaitu menjadi BUMN yang tangguh dalam bidang agribisnis dan agroindustri untuk memuaskan stakeholder (pelanggan, pemilik saham dan karyawan) serta peduli dan berwawasan lingkungan. Misi PTPN VIII Gunung Mas adalah sebagai berikut : 1. Sebagai BUMN mempunyai Misi : a. Menghasilkan Devisa maupun Rupiah bagi Negara dengan cara seefisien-efisiennya. b. Memenuhi fungsi sosial, yang diantaranya berupa pemeliharaan/penambahan lapangan pekerjaan bagi Warga Negara Indonesia (WNI). c. Memelihara kekayaan alam berupa pemeliharaan dan peningkatan kesuburan tanah, sumber dan tata air serta tanamannya. 2. Agent of Development (Wahana Pembangunan) 3. Pengabdian Kepada Masyarakat (pembinaan ekonomi lemah dan koperasi) Dalam hal ini perusahaan telah melaksanakan peningkatan kesejahteraan tidak hanya terbatas bagi karyawan, akan tetapi masyarakat di sekitarnya, antara lain pengolahan Wisata Agro, bantuan kepada ekonomi lemah dan koperasi.
4.1.3. Struktur Organisasi Perusahaan

Perkebunan Gunung Mas dipimpin oleh seorang administratur yang bertanggung jawab kepada direksi PTPN VIII. Administratur dalam menjalankan tugasnya menggunakan sistem organisasi garis yang membagi kekuasaan di dalam setiap tingkat. Kekuasaan didelegasikan menjadi suatu tanggungjawab bagi pemegangnya, sekaligus memberikan wewenang untuk menentukan kebijakan tugas yang dibebankan. Pelaksanaan tugas Administratur sehari-hari dibantu oleh seorang Sinder Kepala, seorang Sinder Tata Usaha Kantor (TUK),

seorang Sinder Pabrik/Pengolahan, seorang Sinder Teknik, seorang Sinder Wisata Agro dan tiga orang Sinder Afdeling. Struktur organisasi PTPN VIII Gunung Mas untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Lampiran 2.
4.1.4. Sumber Daya Manusia

Sumberdaya manusia adalah faktor yang paling berperan dalam proses produksi atau pengolahan. Oleh karena itu, dibutuhkan tenaga kerja yang berkualitas dengan memiliki keahlian, keterampilan dan disiplin kerja yang tinggi disetiap unit kerja perusahaan. Tenaga kerja yang berkualitas akan berdampak pada produktivitas kerja yang meningkat yang pada akhirnya mempengaruhi produktivitas perusahaan. Tenaga kerja yang ada di PTPN VIII Gunung Mas pada umumnya berasal dari sekitar perkebunan, yang memiliki kriteria kerja dari pekerja kasar sampai pekerja untuk proses produksi, kecuali beberapa orang staf yang direkrut dari kantor pusat PTPN VIII di Bandung. Karyawan yang dimiliki PTPN VIII Gunung Mas terdiri dari karyawan tetap dan karyawan borongan. Jumlah karyawan PTPN VIII Gunung Mas dapat dilihat pada Tabel 4. Tabel 4. Jumlah karyawan PTPN VIII Gunung Mas bulan Februari tahun 2007 Bagian Karyawan Tetap Karyawan Borongan (orang) (orang) Kantor Induk 49 7 Wisata Agro 63 25 Pengolahan 57 18 Teknik 46 11 Gunung Mas I 196 105 Gunung Mas II 151 77 Cikopo Selatan 184 85 Staf/Pimpinan 11 Jumlah 757 328 Sumber : Bagian TUK PTPN VIII Gunung Mas, Februari 2007.
4.1.5. Kegiatan Pengolahan Teh Hitam

Di Indonesia terdapat dua proses pengolahan teh hitam yaitu, sistem ortodok dan sistem CTC. PTPN VIII Gunung Mas menerapkan sistem Crushing Tearing Curling (CTC) dalam

pengolahan teh hitamnya. Proses produksi teh hitam

Crushing

Tearing Curling (CTC) dapat dilihat pada Lampiran 3. Pengolahan pucuk teh untuk menjadi produk jadi yang berupa teh hitam dimulai dari penerimaan pucuk segar, pembeberan, analisa petik dan pucuk, pelayuan, penggilingan dan fermentasi, pengeringan, sortasi dan pengepakan. Proses pengolahan teh hitam tersebut diuraikan sebagai berikut : 1. Penerimaan Pucuk Segar Pucuk teh yang akan diolah didatangkan dari tiap-tiap afdeling menggunakan truk, penerimaan pucuk teh ini membutuhkan waktu selama 1 - 2 jam dalam sehari. Tujuannya adalah untuk mengetahui kuantitas dan kualitas pucuk yang akan diolah, serta menjamin dan memastikan bahwa pucuk teh bisa dilayukan sehingga siap untuk digiling. 2. Pembeberan Pembeberan merupakan proses awal dari pelayuan. Pucuk teh dibeberkan di atas Withering Trough (WT). pada tahap pembeberan, dialirkan angin yang berasal dari fan (kipas angin). Isi setiap mesin WT 20–30 kg/m² dengan tebal hamparan pucuk daun teh segar dalam WT ± 30 cm. Pembeberan bertujuan untuk memecahkan gumpalan pucuk teh untuk memudahkan sirkulasi udara. 3. Pelayuan Pelayuan merupakan tahap awal dimana pucuk dipersiapkan untuk diolah lebih lanjut. Pelayuan bertujuan untuk menurunkan kadar air pucuk daun teh menjadi 68% - 74%. Pelayuan akan menyebabkan perubahan senyawa-senyawa kimia yang terkandung di dalam daun. Pelayuan berlangsung selama 10 – 24 jam. Proses pelayuan dihentikan apabila kerataan tingkat kelayuan telah mencapai 90% ditandai dengan lemasnya daun dan jika digenggam tidak menimbulkan patah pada tangkai maupun daun.

menyobek dan menggulung daun.4. Setelah pucuk bebas dari benda asing. lalu pucuk dihancurkan dan dipotong oleh mesin Barbara Leaf Conditioner (BLC) dengan ukuran masih kasar. Analisa petik dilakukan dengan cara mengambil pucuk yang telah dibeberkan pada Withering Trough masing-masing bagian satu titik lalu aduk rata kemudian ditimbang ±100 gram dan berlangsung selama satu jam. Hasil gilingan dari BLC diteruskan ke mesin Crushing Tearing Curling (CTC) yang berfungsi untuk memotong. sehingga mempunyai cita rasa yang diinginkan dalam kondisi yang terkendali. Analisa Petik dan Analisa Pucuk Analisa petik dan pucuk bertujuan untuk mengetahui berapa analisa pucuk yang memenuhi syarat dan untuk menentukan berapa upah yang diterima oleh pemetik. CTC II. . CTC III. Setelah itu bubuk teh dihamparkan pada mesin Fermenting Unit (FU) dengan tebal hamparan 6 – 10 cm. Pucuk layu dimasukkan kedalam Green Leaf Sifter (GLS) yang berfungsi untuk memisahkan pucuk dari benda asing dengan cara diayak. CTC terdiri atas tiga mesin CTC I. 5. sesuai standar dan bebas kontaminasi. Lama proses oksidasi enzimatis ditentukan oleh Green Dhool Test yaitu suatu pengujian untuk menilai rasa. aroma dan warna air seduhan sebagai penentu lama proses yang optimal. Proses oksidasi enzimatis membuat teh yang telah digiling dari mesin CTC mengalami perubahan warna dari hijau tua menjadi coklet tua. Penggilingan dan Oksidasi Enzimetis Penggilingan dan fermentasi bertujuan untuk menghancurkan pucuk teh layu menjadi partikel kecil. Proses oksidasi enzimatis berlangsung selama 60 – 100 menit dengan hasil akhir menunjukkan perubahan pada warna bubuk teh dari hijau berangsur menjadi coklat kehitaman.

bagian yang berwarna hitam dari daun. membunuh mikroorganisme. 7. Bubuk teh dari pengeringan masuk ke mesin Midle Tone untuk memisahkan teh kasar dan halus.105º C. Lama waktu yang dibutuhkan antara 1 – 2 jam. Bubuk teh hasil pengeringan berwarna hitam mengkilat. Proses sortasi teh hitam CTC dibagi menjadi dua jalur.60% agar tidak terjadi penurunan mutu bubuk teh kering karena sifatnya yang Hidrocopis mudah meyerap air. dan menurunkan kadar air sampai 2. Setelah itu masing-masing jenis teh . Bagian yang lolos masuk ke mesin Vibro Mesh yang berfungsi untuk memisahkan daun dan serta jenisnya. Tujuannya untuk memproses ulang teh yang tidak memenuhi syarat mutu pada jalur A dan diulang pada jalur B. udara panas dialirkan masuk ke dalam dengan suhu antara 100 . sedangkan coklat dari batang. Bagian yang kasar masuk ke mesin Mini Crusher (B) dan bagian halus masuk ke mesin Vibro Blank (A).120º C sedangkan suhu yang keluar dari FBD (outlet) berkisar antara 80 . yaitu jalur A (Halus) dan jalur B (kasar). Proses pengeringan dilakukan selama 15 – 18 menit menggunakan mesin Fluidized Bed Dryer (FBD). Ruangan sortasi bersuhu 20 – 25º C dan RH 50% . Vibro Blank berfungsi untuk memisahkan daun dan serat. Sortasi Sortasi bertujuan memisahkan bubuk teh berdasarkan berat dan ukuran pertikel sehingga diperoleh jenis teh yang memiliki ukuran dan bentuk yang seragam sesuai dengan standar yang diinginkan oleh konsumen.5%-3%.6. Mesin lain yang digunakan pada proses pengeringan adalah Heat Exchanger (HE) yang berfungsi menghasilkan udara panas bersih yang bercampur dengan udara segar dari ruangan. kering dan tidak menggumpal serta memiliki aroma yang khas. Pengeringan Pengeringan bertujuan untuk menghentikan proses oksidasi enzimatis.

Bubuk teh di kemas sambil ditimbang kemudian dipadatkan menggunakan tea bag packer selama 15 detik. 4. Untuk memastikan teh bersih dari serat setelah keluar dari suction winower teh masuk ke mesin Vibrek. Bubuk teh dikemas dalam Paper Sack yang beratnya 0. Jika persediaan teh dalam Tea Bulker mencukupi. PTPN VIII Gunung Mas menerapkan K3 berdasarkan pada peraturanperaturan berikut : 1. Penerapan K3 di PTPN VIII Gunung Mas bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada karyawan dan mengurangi biaya perusahaan apabila timbul kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) PTPN VIII Gunung Mas merupakan perusahaan perkebunan yang telah menerapkan K3. pintu satu dan dua berukuran berat. Pada suction winower terdapat empat keluaran bubuk teh.7 Kg dilapisi dengan fail untuk mencegah kenaikan kadar dalam teh kering. PTPN VIII Gunung Mas merupakan industri yang memiliki resiko kecelakaan rendah.2. Kemudian dipadatkan (press) menggunakan bag shaver. Tea Bulker berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara sebelum pengepakan. Pengepakan Pengepakan merupakan akhir proses pekerjaan di pabrik sebelum barang tersebut dikirim ke pembeli.dimasukkan ke mesin Chotta Sifter Conveyor untuk meratakan ukuran. sehingga ketebalannya menjadi sekitar 20 cm. Jenis teh yang akan dikemas dikeluarkan dari peti miring melalui conveyor ke Tea Bulker.13/2003 . Waktu yang dibutuhkan pada proses pengemasan sekitar dua jam tiap kali produksi. maka dilakukan pengepakan dengan mengeluarkan bubuk teh melalui corong pengeluaran. Undang-undang Ketenagakerjaan No. 8. lalu ditimbang kemudian disimpan di peti miring. sedangkan pintu tiga dan empat berukuran ringan. Untuk memisahkan teh berdasarkan berat jenis dan debu teh dimasukkan ke mesin Suction Winower.

2) Pasal 50 tentang Upaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja Perusahaan dan karyawan wajib menyelenggarakan upaya keselamatan dan kesehatan kerja serta menjalankan program K3 sebagai bagian integral dari perusahaan. dengan rincian sebagai berikut : 1) Pasal 49 tentang Perlengkapan Keselamatan Kerja (1) Perusahaan menyediakan perlengkapan keselamatan kerja sebagai inventaris untuk karyawan yang bekerja pada unit kerja yang membahayakan menurut sifat pekerjaannya sesuai dengan undang-undang keselamatan kerja.2. Penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) Perusahaan menyediakan Alat Pelindung Diri (APD) bagi karyawan yang bertujuan untuk melindungi karyawan dari bahaya dan penyakit yang mungkin terjadi akibat kerja. penerapan K3 juga dimaksudkan untuk memenuhi standar dari konsumen. (2) Perusahaan akan mentaati petunjuk dan anjuran dari petugas (pegawai pengawas ketenagakerjaan) mengenai alat-alat keselamatan kerja seperti alat-alat pengaman dan sebagainya.1 tahun 1970 Tujuan penerapan K3 di PTPN VIII Gunung Mas menitikberatkan untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja sehingga perusahaan dapat mengurangi biaya yang dikeluarkan akibat adanya kecelakaan kerja. Penggunaan pakaian ini . Adapun program K3 yang telah diterapkan di PTPN VIII Gunung Mas diantaranya yaitu : a. 4. APD yang disediakan perusahaan disesuaikan dengan jenis pekerjaan yang dilakukan karyawan yang terdiri dari : a) Pakaian kerja Pakaian kerja yang dimaksud adalah pakaian yang digunakan karyawan pada bagian pengolahan. Selain itu. Perjanjian Kerja Bersama (PKB) antara PTPN VIII dengan Serikat Pekerja Perkebunan (SP-BUN) periode 2004-2005. PEMNAKER 05/MEN/1996 3. Undang-undang Keselamatan Kerja No.

APD yang digunakan di PTPN VIII Gunung Mas dapat dilihat pada Lampiran 4. f) Penutup telinga Penutup telinga digunakan untuk menjaga karyawan dari kebisingan selama proses produksi sehingga karyawan dapat terhindar dari gangguan pendengaran. Penyediaan peralatan keselamatan dan kesehatan kerja Perusahaan menyediakan peralatan keselamatan dan kesehatan kerja berupa Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Penutup telinga digunakan khusus bagi karyawan yang bekerja di bagian penggilingan dan pengeringan. tombol bahaya . b. e) Sarung tangan Sarung tangan digunakan untuk menjaga kebersihan tangan karyawan sehingga produk yang dihasilkan terjaga kebersihannya. Sepatu boot digunakan untuk karyawan pabrik yang bekerja sebagai petugas kebersihan. Perusahaan juga menyediakan APD bagi para pengunjung yang ingin melihat proses pembuatan teh. hal ini dilakukan agar kualitas produk tetap terjaga selain itu juga untuk melindungi pengunjung dari debu atau kotoran selama melihat proses produksi. d) Masker Masker digunakan untuk melindungi saluran pernafasan karyawan dari debu selama proses produksi.bertujuan untuk melindungi para karyawan dan menjaga kebersihan produk sehingga kualitas produk yang dihasilkan tetap terjaga. c) Penutup kepala Penutup kepala digunakan untuk melindungi karyawan dari debu atau kotoran akibat dari proses produksi dan untuk menjaga kebersihan produk. APD dibersihkan setiap hari dan diganti setiap satu tahun sekali. b) Sepatu karet Sepatu karet yang digunakan terdiri dari dua jenis yaitu sepatu karet biasa dan sepatu boot. Sedangkan sepatu karet biasa digunakan untuk semua karyawan pabrik selain petugas kebersihan.

APAR. Asuransi Perusahaan memberikan jaminan keselamatan dan kesehatan kerja baik kepada karyawan tetap maupun karyawan borongan. c. dan kotak P3K terdapat di setiap ruangan pabrik. Tombol bahaya (alarm) berfungsi untuk memberitahukan seluruh karyawan apabila terjadi kejadian yang membahayakan. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada Lampiran 4. Fasilitas dan Sarana Kesehatan Perusahaan bekerjasama dengan kantor direksi pusat dan dinas kesehatan mengadakan general check up (pemeriksaan seluruh anggota tubuh) bagi para karyawan setiap satu tahun sekali yang bertujuan untuk . Kotak P3K disediakan sebagai upaya pertolongan pertama apabila terjadi kecelakaan kerja seperti luka ringan dan tergores benda tajam. d. Jenis pelatihan keselamatan kerja yang telah diadakan di PTPN VIII Gunung Mas diantaranya yaitu : a) Pelatihan penggunaan peralatan kerja b) Pelatihan penggunaan peralatan keselamatan kerja c) Pelatihan penanggulangan bahaya kebakaran d) Pelatihan ahli keselamatan kerja bagi atasan/sinder yang diselenggarakan oleh Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional (DK3N). e. dan kotak P3K.(alarm). Sedangkan untuk karyawan borongan bentuk jaminan keselamatan dan kesehatan kerja yang diberikan adalah dengan menanggung seluruh biaya pengobatan dan perawatan apabila terjadi kecelakaan kerja. tandu. Pelatihan keselamatan kerja Perusahaan telah mengadakan beberapa jenis pelatihan mengenai keselamatan kerja yang bertujuan untuk melatih karyawan dalam mengantisipasi terjadinya kecelakaan kerja. APAR disediakan untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran di pabrik. tombol bahaya (alarm). Bentuk jaminan keselamatan dan kesehatan kerja yang diberikan perusahaan kepada karyawan tetap adalah mendaftarkan karyawan tetap menjadi anggota Jamsostek (Jaminan Sosial Tenaga Kerja).

b. Selain itu . masker dan sarung tangan. saluran pembuangan air dan kebersihan peralatan kerja. Audit ini bertujuan untuk mengukur sampai sejauh mana penerapan K3 dapat dilaksanakan dengan baik. c. Peralatan keselamatan yang diperiksa adalah tanggal kadaluarsa Alat Pemadam Api Ringan (APAR) karena potensi kecelakaan yang mungkin terjadi di bagian pengolahan PTPN VIII Gunung Mas adalah kebakaran. Unit Kesehatan Kerja (UKK) dapat dilihat pada Lampiran 4.3. Evaluasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Evaluasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di PTPN VIII Gunung Mas dilakukan melalui proses audit Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Audit eksternal tersebut meliputi pemeriksaan: a. kebersihan tempat kerja. sepatu. Selain itu untuk audit eksternal juga dilakukan Etichal Tea Partnership (ETP) oleh Price Waterhouse Cuper (PWC) setiap tiga tahun sekali. Perusahaan menyediakan Unit Kesehatan Kerja (UKK) gratis bagi para karyawan yang dikelola oleh tenaga medis yang telah berpengalaman. 4. tata letak ruangan. penutup kepala. Sebelum bekerja karyawan harus menggunakan APD dengan lengkap mulai dari pakaian kerja.mengetahui tingkat kesehatan karyawan. Ketersediaan peralatan keselamatan Perusahaan wajib memiliki peralatan keselamatan yang digunakan untuk mengantisipasi apabila terjadi kecelakaan di lingkungan kerja. Kelengkapan Alat Pelindung Diri (APD) Alat Pelindung Diri (APD) yang digunakan karyawan sewaktu bekerja harus sesuai dengan standar keselamatan kerja. Audit eksternal dilakukan oleh SUCOFINDO setiap satu tahun sekali. Pemeriksaaan kesehatan meliputi : rontgen dan cek darah. Kebersihan lingkungan kerja Kebersihan lingkungan kerja yang diperiksa adalah kebersihan mesinmesin. Pelaksanaan audit di PTPN VIII Gunung Mas dilakukan oleh pihak luar (eksternal) maupun dari dalam perusahaan sendiri (internal).

GMP peralatan dan mesin d. Uji validitas dilakukan dengan cara uji coba kuesioner yang disebarkan kepada 30 orang responden.4.4. Setelah dilakukan uji validitas terdapat . GMP pengendalian hama f. Kesehatan karyawan Pihak eksternal melakukan pemeriksaan kesehatan berdasarkan data kesehatan karyawan yang dimiliki perusahaan. Pemeriksaan tim GMP meliputi : a. Apabila ada karyawan yang mengidap suatu penyakit maka karyawan tersebut harus menjalani pengobatan atau dimutasikan. Uji validitas menggunakan rumus korelasi Product Moment dan hasilnya akan dibandingkan dengan nilai angka kritik tabel korelasi nilai r.1 Hasil Uji Validitas Kuesioner Uji validitas dilakukan untuk melihat apakah pertanyaanpertanyaan yang diajukan dapat memberikan jawaban yang sesuai dan dapat mengukur aspek-aspek yang ingin diukur. Tugas dari tim GMP adalah memeriksa pelaksanaan sistem K3 dengan menggunakan form isian (GMP plan) apabila pelaksanaan sistem K3 telah sesuai dengan prosedur maka form isian tersebut diberi checklist dan apabila tidak sesuai prosedur maka tim GMP memeriksa penyebabnya dan memperbaiki apabila ada yang rusak atau tidak lengkap. GMP karyawan dan pengunjung b. GMP proses e. Analisis Data Uji Validitas dan Reliabilitas Kuesioner 4. GMP fasilitas umum 4. GMP Barang Berbahaya dan Beracun (B3) g. GMP bangunan dan fasilitas c. Audit internal dilakukan setiap hari oleh petugas khusus yang disebut tim GMP (Good Manufacturing Practice). d.juga pemeriksaaan dilakukan pada tombol bahaya (alarm) dan pintu keluar darurat.

4.20 Kurang Reliabel > 0. Pengujian reliabilitas menggunakan metode Alpha Cronbach. 4.361 untuk n = 30 pada selang kepercayaan 95%).1. dimana r tabel =0.5.40 Agak Reliabel > 0.40 – 0.5. Tingkat reliabilitas metode Alpha Cronbach Alpha Tingkat Reliabilitas 00. Karakteristik Responden 4.20 – 0.40 pertanyaan yang valid. Tabel 5. artinya seluruh pertanyaan tersebut memenuhi syarat sah untuk diolah lebih lanjut (r hitung > r tabel. Sebagian besar karyawan di bagian pengolahan adalah pria 63 orang (84%) dimana pada bagian ini kekuatan fisik sangat dibutuhkan dan resiko kecelakaan kerjanya relatif tinggi dibandingkan bagian lain. Reliabilitas suatu konstruk variabel dikatakan baik jika memiliki nilai alpha > 0. Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada Gambar 5.60 – 0. Hasil dari pengujian validitas dapat dilihat pada Lampiran 5.80 – 1.80 Reliabel > 0.00 – 0. Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan teknik Alpha Cronbach didapatkan (r alpha > r tabel.00 Sangat Reliabel 4.6 (Nugroho. Nilai ini jauh lebih besar dari r tabel pada selang kepercayaan 95%.361 untuk n = 30 pada selang kepecayaan 95%). Tingkat reliabilitas metode Alpha Cronbach diukur berdasarkan skala alpha 0 sampai 1 yang dapat dilihat pada Tabel 5. Sisanya wanita sebanyak 12 orang (16%). Jenis Kelamin Responden dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan bagian pengolahan yang berjumlah 75 orang. 2005). maka kuesioner yang disebarkan dapat diandalkan untuk dijadikan alat ukur pada penelitian ini. Hasil uji reliabilitas dapat dilihat pada Lampiran 6. dimana r tabel = 0. .60 Cukup Reliabel > 0.2 Hasil Uji Reliabilitas Kuesioner Uji reliabilitas dilakukan untuk mengetahui sejauh mana hasil pengukuran suatu instrumen relatif konsisten apabila instrumen tersebut digunakan lagi sebagai alat ukur suatu objek penelitian.

40 tahun yang temasuk usia produktif yaitu sebanyak 33 orang (44%). Karakteristik Responden Berdasarkan Usia 4. 35 30 25 20 Jumlah (orang) 15 10 5 0 20-30 31-40 41-50 >50 Us ia (tahun) 6 20 16 33 Gambar 6.3. Tingkat Pendidikan Tingkat pendidikan karyawan paling banyak adalah lulusan SMP yaitu sebanyak 30 orang (40%) dan lulusan Sarjana menempati posisi paling sedikit yaitu satu orang (1. Sedangkan responden yang berusia di atas 50 tahun menempati posisi paling sedikit yaitu enam orang (8%). Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin 4. Hal ini dikarenakan banyak karyawan yang pensiun sebelum usia 50 tahun dan di usia ini produktivitas kerja karyawan akan semakin berkurang.5. karena karyawan mampu menjalankan pekerjaan dengan keterampilan dan pengalaman yang telah didapatkan.3%).2.5. Karakteristik responden berdasarkan usia dapat dilihat pada Gambar 6. Usia Usia responden paling banyak diantara 31 . Hal ini terjadi karena secara keseluruhan pekerjaan yang harus dilakukan tidak menuntut keahlian tinggi. Posisi .70 60 50 Jumlah (orang) 40 30 20 10 0 63 12 Laki-laki Perempuan Jenis Kelamin Gambar 5.

Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan 4. Sementara yang memiliki persentase terkecil adalah karyawan baru dengan masa kerja kurang dari 5 tahun yaitu sebanyak enam orang (8%).4.3%).15 th >15 th Mas a Kerja (tahun) 18 28 23 Gambar 8. 30 25 20 Jumlah (orang) 15 10 5 0 SD SMP SMA D3 Sarjana Tingkat Pendidikan 2 15 30 27 1 Gambar 7. Karakteristik responden berdasarkan masa kerja dapat dilihat pada Gambar 8. 30 25 20 Jumlah (orang) 15 10 6 5 0 1 . Karakteristik responden berdasarkan tingkat pendidikan dapat dilihat pada Gambar 7. Masa kerja Loyalitas dari karyawan sangat tinggi.10 th 11 . hal ini dapat dilihat dari lamanya masa kerja 11-15 tahun adalah yang terbesar sebanyak 28 orang (37. Sedangkan lulusan sarjana dapat menduduki kepala bagian atau di PTPN VIII Gunung Mas dikenal dengan istilah Sinder.5 th 6 .5.yang diduduki oleh lulusan SMP hanya sebagai karyawan biasa (buruh). Karakteristik Responden Berdasarkan Masa Kerja .

kontrol lingkungan kerja. sehingga akan meningkatkan produktivitas kerja dan produktivitas perusahaan. 4.4. Adanya pelatihan keselamatan yang diberikan oleh perusahaan akan membuat karyawan bekerja dengan lebih berhati-hati dan dapat melindungi diri dari kecelakan kerja yang mungkin terjadi. Pelatihan memiliki orientasi dan membantu pegawai untuk mencapai keahlian dan kemampuan tertentu agar berhasil dalam melaksanakan pekerjaannya (Rivai.1. nyaman. Adanya sistem K3 yang baik akan menciptakan tempat kerja yang aman. Pelatihan berkaitan dengan keahlian dan kemampuan pegawai untuk melaksanakan pekerjaan saat ini. dan pelatihan pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran. publikasi keselamatan kerja. 6. Rataan skor sebesar 3.6. Pelatihan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pelatihan-pelatihan yang berkaitan dengan keselamatan kerja. tenaga kerja yang sehat dan produktif. pengawasan dan disiplin serta peningkatan kesadaran K3. Analisis Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan hal yang seharusnya menjadi perhatian utama bagi perusahaan. pelatihan penggunaan alat-alat keselamatan kerja. Faktor-faktor K3 yang dianalisis dalam penelitian ini meliputi : pelatihan keselamatan. 2006). Pelatihan merupakan salah satu faktor yang yang diperlukan oleh karyawan untuk melaksanakan pekerjaan dengan baik. Hasil jawaban responden mengenai penerapan pelatihan K3 dapat dilihat pada Tabel 6. dalam penelitian ini perlu dilakukan analisis untuk mengetahui persepsi karyawan terhadap pelaksanaan K3 dan persepsi karyawan terhadap produktivitas kerja. Karyawan PTPN VIII Gunung Mas telah mengikuti tiga jenis pelatihan K3 diantaranya yaitu pelatihan khusus untuk ahli K3. Dengan demikian. Pelatihan Keselamatan Pelatihan adalah proses secara sistematis mengubah tingkah laku pegawai untuk mencapai tujuan organisasi.60 menunjukkan bahwa sebagian besar karyawan mengetahui adanya pelatihan khusus untuk ahli K3 dan manajer .

perusahaan. Tabel 6. Pelatihan khusus bagi ahli K3 diselenggarakan oleh Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional (DK3N).60 Kategori Baik 2 0 7 25 33 10 3. Pelatihan khusus bagi ahli K3 dan manajer dilakukan untuk memperbaiki atau meningkatkan sistem manajemen K3 di perusahaan. alat-alat keselamatan kerja diberikan Pelatihan penggunaan agar karyawan dapat .67 Baik Rataan skor sebesar 3.61 Baik 3 0 4 19 33 19 3. atasan atau sinder yang mengikuti pelatihan ditunjuk langsung oleh kantor direksi pusat PTPN VIII melalui surat tugas yang diberikan oleh kantor direksi pusat PTPN VIII.64 Baik 32 129 145 70 3.63 Baik 5 0 7 28 25 15 3.61 menunjukkan bahwa sebagian besar karyawan telah mendapatkan pelatihan penggunaan alat-alat keselamatan kerja yaitu penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).89 Baik 4 0 8 27 26 14 3. penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dan tombol bahaya (alarm) yang berfungsi untuk memberitahukan apabila terjadi suatu kejadian yang membahayakan karyawan. Hasil jawaban responden mengenai pelatihan keselamatan No 1 Pernyataan Perusahaan mengadakan pelatihan khusus untuk ahli K3 dan manajer Perusahaan memberikan pelatihan penggunaan alat-alat keselamatan kerja Perusahaan memberikan pelatihan pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran Anda merasakan manfaat dari pelatihan yang diadakan perusahaan Pelatihan memberikan banyak informasi tentang pekerjaan anda Total STS (1) 0 TS (2) 6 CS (3) 30 S (4) 27 SS (5) 12 Rataan Skor 3.

Hal ini sangat penting karena dengan semakin banyaknya informasi yang didapatkan mengenai pekerjaannya karyawan akan mendapatkan gambaran tentang pekerjaan yang akan mereka lakukan sehingga kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja adalah kecil. Pengarahan meliputi tata letak Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan tombol bahaya (alarm) serta cara penggunaannya dan jalur evakuasi menuju pintu darurat apabila terjadi kebakaran. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pelatihan keselamatan yang diadakan oleh perusahaan sudah dilaksanakan dengan baik. Pelatihan ini berupa simulasi dimana seolah-olah terjadi kebakaran dan karyawan diberi pengarahan untuk mencegah dan menanggulangi bahaya kebakaran. Manfaat yang diperoleh yaitu mereka mendapatkan pelatihan untuk pencegahan kecelakaan sehingga timbul rasa aman dan nyaman sewaktu bekerja sehingga karyawan dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan baik.89 menunjukkan bahwa karyawan telah mengikuti pelatihan pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran. Adanya pelatihan keselamatan membuat karyawan mengetahui tingkat resiko dari pekerjaan yang dilakukannya dan mengetahui potensi kecelakaan yang mungkin terjadi di lingkungan kerja. Pelatihan pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran diberikan agar karyawan dapat menyelamatkan diri apabila terjadi kebakaran. Sebagian besar karyawan menyatakan bahwa mereka merasakan manfaat dari pelatihan yang diberikan oleh perusahaan. Rataan skor sebesar 3. Rataan skor sebesar 3. dapat dilihat dari rataan skor sebesar 3. Total rataan skor dari semua pernyataan mengenai pelatihan keselamatan sebesar 3.63. .menggunakan alat-alat tersebut jika terjadi kecelakaan di lingkungan pabrik.64 menunjukkan bahwa pelatihan yang mereka jalani memberikan banyak informasi tentang pekerjaan mereka.67. Pelatihan diikuti oleh seluruh karyawan pabrik jadi semua karyawan berperan dalam pelatihan ini.

Adanya tanda-tanda peringatan di lingkungan kerja . Hasil jawaban responden mengenai publikasi keselamatan No 1 Pernyataan Pemasangan tanda peringatan di tempat yang berpotensi bahaya Di lingkungan perusahaan terdapat pesan-pesan tentang keselamatan kerja Perusahaan memberikan informasi tentang tingkat bahaya pekerjaan Atasan anda memberikan contoh yang baik tentang cara-cara bekerja yang aman dan sehat Total STS (1) 0 TS (2) 9 CS (3) 25 S (4) 33 SS (5) 8 Rataan Skor 3. Tabel 7. Propaganda dilakukan seperti untuk poster-poster keselamatan kerja dapat mengurangi tindakan-tindakan tidak aman (Dessler. Publikasi memberikan pemahaman kepada karyawan mengenai pentingnya K3.6.61 Baik 3 0 9 25 26 15 3.2.53 Kategori Baik 2 0 8 28 24 15 3.63 Baik 4 0 11 26 21 17 3. Publikasi Keselamatan Kerja Publikasi dalam penelitian ini adalah hal-hal yang berhubungan dengan pemberian informasi-informasi dan pesan-pesan mengenai keselamatan kerja karyawan yang berupa spanduk dan poster.59 Baik PTPN VIII Gunung Mas merupakan industri yang memiliki tingkat resiko kecelakaan yang relatif rendah dibandingkan industri lainnya.59 Baik 37 104 104 55 3. Hasil jawaban responden mengenai publikasi keselamatan kerja dapat dilihat pada Tabel 7.4. 1997).

Rataan skor sebesar 3. Karyawan berhak untuk mengetahui tingkat resiko dari pekerjaan yang dilakukannya. Rataan skor sebesar 3. Rataan skor sebesar 3. Salah satu usaha pencegahan kecelakaan adalah dengan memotivasi karyawan untuk selalu menjaga keselamatan dan kesehatannya sewaktu bekerja. Pesan-pesan keselamatan kerja berupa spanduk dan poster mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang dipasang di lingkungan pabrik PTPN VIII Gunung Mas dapat dilihat pada Lampiran 4. Hal ini sangat penting karena dengan semakin banyak informasi yang diperoleh karyawan tentang tingkat resiko dari pekerjaan yang dilakukannya. Tanda-tanda peringatan atau larangan yang terdapat di lingkungan pabrik PTPN VIII Gunung Mas untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Lampiran 4. Pesan-pesan keselamatan kerja ini merupakan salah satu usaha perusahaan untuk mengingatkan karyawan akan pentingnya keselamatan kerja. Sebagian besar responden menyatakan bahwa terdapat pesan-pesan keselamatan kerja di lingkungan perusahaan dengan rataan skor sebesar 3.61. Perusahaan memberikan informasi tentang tingkat bahaya pekerjaan dan potensi terjadinya kecelakaan akibat kerja pada waktu pertama kali karyawan masuk kerja.59 menunjukkan sebagian besar karyawan menyatakan bahwa atasan mereka .63 menunjukkan bahwa sebagian besar karyawan mengetahui tingkat bahaya dari pekerjaan yang dilakukannya.53 menunjukkan bahwa sebagian besar karyawan mengetahui adanya tanda peringatan yang dipasang oleh perusahaan. Unsur pimpinan seperti sinder dan mandor sangat berperan untuk selalu mengingatkan bawahannya agar bekerja dengan hati-hati. maka karyawan mempunyai gambaran tentang cara mencegah dan mengantisipasi apabila terjadi kecelakaan kerja.dimaksudkan untuk melindungi karyawan agar terhindar dari kecelakaan dan cedera akibat kerja.

Rataan skor sebesar 3. Rataan skor sebesar 4. Alat-alat pelindung diri yang dipakai harus disesuaikan dengan tempat kerja dan tingkat resiko pekerjaan masing-masing karyawan. Kontrol Lingkungan Kerja Kontrol lingkungan kerja dalam penelitian ini adalah pemeriksaaan atau pengendalian yang berhubungan dengan kondisi lingkungan kerja diantaranya yaitu : suhu ruangan kerja. Hal ini menunjukkan publikasi keselamatan kerja di lingkungan pabrik PTPN VIII Gunung Mas adalah baik. sarung tangan dan sepatu. ketersediaan perlengkapan keamanan dan keselamatan kerja serta fasilitas P3K di lingkungan kerja. Mendesain tempat kerja dan peralatan kerja yang digunakan merupakan pendekatan yang banyak dilakukan untuk pencegahan kecelakaan dan juga merupakan salah satu pendekatan yang paling efektif (Cascio.memberikan contoh yang baik tentang cara-cara bekerja yang aman dan sehat. Penerangan yang baik dapat menghindari kesalahan dalam bekerja dan menghindari terjadinya kecelakaan kerja serta memberikan rasa nyaman dalam melakukan pekerjaan. penerangan. Kondisi fisik lingkungan kerja meliputi suhu ruangan. 4. Adanya pengatur suhu ruangan di setiap ruangan dimaksudkan agar kelembaban udara tetap terjaga. dapat dilihat pada Lampiran 4. Standar APD yang dipakai oleh karyawan pabrik teh yaitu : masker. penerangan dan kebersihan lingkungan kerja. Berdasarkan Tabel 7 total rataan skor dari seluruh pernyataan mengenai publikasi keselamatan kerja sebesar 3.00 menunjukkan sebagian besar karyawan menyatakan bahwa perusahaan menyediakan alat pelindung diri untuk bekerja.48 menunjukkan bahwa suhu ruangan di tempat kerja mereka cukup baik. Pencegahan kecelakaan dapat dilakukan dengan memakai Alat Pelindung Diri (APD) sewaktu bekerja. kebersihan tempat kerja. Rataan skor .3. 1998). tutup kepala. Hasil jawaban responden mengenai kontrol lingkungan kerja dapat dilihat pada Tabel 8.59.6.

56 Baik 4 0 6 24 30 15 3. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Lampiran 4.72 Baik 5 0 5 19 37 14 3.sebesar 3. Adanya tempat sampah dan wastafel yang disediakan perusahaan di setiap ruangan dimaksudkan agar kebersihan lingkungan kerja tetap terjaga. No 1 Pernyataan Perusahaan menyediakan alat pelindung diri untuk bekerja Suhu ruangan di tempat kerja anda cukup baik Penerangan di tempat kerja anda cukup memuaskan Ruangan tempat kerja anda cukup bersih Perlengkapan keamanan dan keselamatan kerja tersedia di lingkungan kerja anda Perusahaan mempunyai fasilitas P3K di tempat kerja Total STS (1) 0 TS (2) 1 CS (3) 21 S (4) 30 SS (5) 23 Rataan Skor 4 Kategori Baik 2 0 7 35 23 10 3. Kebersihan lingkungan kerja harus selalu dijaga karena merupakan tanggung jawab seluruh karyawan.56 menunjukkan bahwa penerangan di tempat kerja adalah baik.80 Baik 6 0 5 18 36 16 3. PTPN VIII Gunung Mas memiliki petugas kebersihan khusus yang setiap hari membersihkan peralatan. Rataan . Hasil jawaban responden mengenai kontrol lingkungan kerja.48 Baik 3 0 5 32 29 9 3.84 Baik 29 149 185 87 3. Tabel 8. mesin dan tempat kerja yang dilakukan sebelum maupun sesudah proses produksi.73 Baik PTPN VIII Gunung Mas sangat memperhatikan kebersihan lingkungan karena kebersihan lingkungan kerja sangat mempengaruhi mutu produk yang dihasilkan.

Kecelakaan ringan seperti luka kecil.6. Adanya pengawasan terhadap lingkungan kerja dan perilaku kerja karyawan dapat mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Berdasarkan hasil jawaban responden dari pernyataanpernyataan pada Tabel 8 diperoleh total rataan skor sebesar 3. Disiplin kerja adalah suatu alat yang digunakan para manajer untuk berkomunikasi dengan karyawan agar mereka bersedia untuk mengubah suatu perilaku serta sebagai suatu upaya untuk meningkatkan kesadaran dan kesediaan seseorang mentaati semua peraturan perusahan dan norma-norma sosial yang berlaku (Rivai.skor sebesar 3. . Sebagian besar karyawan menyatakan fasilitas P3K tersedia di lingkungan pabrik. dengan rataan skor sebesar 3. tergores benda tajam. 4. 2006).4. Untuk lebih jelasnya kotak P3K dapat dilihat pada Lampiran 4.73 ini berarti bahwa kontrol lingkungan kerja di PTPN VIII Gunung Mas dilaksanakan dengan baik. Pengawasan dan disiplin Pengawasan yang dimaksud adalah pemeriksaan secara seksama mengenai pelaksanaan peraturan dan tugas.80. Alat-alat keamanan dan keselamatan kerja yang disediakan perusahaan yaitu pemadam api dan tandu yang dapat digunakan apabila terjadi keadaan darurat. Hasil jawaban responden mengenai pengawasan dan disiplin dapat dilihat pada Tabel 9. Disiplin merupakan kepatuhan karyawan terhadap peraturan yang ditetapkan perusahaan.72 menunjukkan bahwa sebagian besar karyawan menyatakan lingkungan kerja mereka bersih. Sebagian besar karyawan menyatakan perusahaan menyediakan perlengkapan keamanan dan keselamatan kerja dapat dilihat dari rataan skor sebesar 3. tertimpa barang dan cedera kecil lainnya sangat besar kemungkinannya terjadi di pabrik oleh karena itu tersedianya fasilitas P3K di lingkungan pabrik sangat diperlukan.84.

64 Baik 4 0 5 23 40 7 3.65 Baik 5 0 6 14 41 14 3.60 menunjukkan bahwa pengecekan mesin-mesin atau peralatan kerja telah dilakukan dengan baik.67 Baik Sebelum proses produksi dimulai terlebih dahulu dilakukan pengecekan mesin-mesin dan peralatan kerja yang bertujuan agar mesin atau peralatan kerja yang akan digunakan layak pakai.84 Baik 6 0 8 25 32 10 3.Tabel 9. Hasil jawaban responden mengenai pengawasan dan disiplin No 1 Pernyataan Sebelum peralatan kerja dan mesin-mesin digunakan dilakukan pengecekan terlebih dahulu Perusahaan melakukan pengecekan alat-alat keselamatan kerja secara rutin Perusahaan mewajibkan penggunaan alat pelindung diri (APD) saat bekerja Perusahaan memberikan pengawasan terhadap bahan-bahan beracun dan berbahaya Perusahaan mengadakan pemeriksaan kesehatan karyawan secara rutin Perusahaan mempunyai peraturanperaturan keselamatan kerja.60 Kategori Baik 2 0 6 27 27 15 3. Perusahaan selalu .59 Baik 42 137 200 71 3. Total STS (1) 0 TS (2) 8 CS (3) 30 S (4) 21 SS (5) 16 Rataan Skor 3.68 Baik 3 0 9 18 39 9 3. Rataan skor sebesar 3.

68 menunjukkan bahwa pengecekan alatalat keselamatan dilakukan dengan baik. Pihak perusahaan juga selalu melakukan pengecekan alat-alat keselamatan kerja yaitu Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang diperiksa tanggal kadaluarsanya setiap satu tahun sekali sehingga apabila terjadi kebakaran alat pemadam api tersebut dapat bekerja dengan baik. APD dapat melindungi diri dari kecelakaan atau penyakit akibat kerja.65 yang menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengetahui perusahaan telah melakukan pengawasan terhadap bahan-bahan beracun dan berbahaya dengan baik.64 menunjukkan bahwa sebagian besar karyawan menyatakan bahwa perusahaan mewajibkan penggunaan APD saat bekerja. Rataan skor sebesar 3. Meskipun perusahaan mewajibkan penggunaan APD namun masih saja ada karyawan yang tidak menggunakan APD sewaktu bekerja.59 menunjukkan sebagian besar responden menyatakan perusahaan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin dan baik. Penggunaan bahan kimia beracun dan berbahaya dapat mengancam kesehatan karyawan. Pemeriksaan kesehatan dilakukan pertama kali sebelum bekerja dan pada pabrik PTPN VIII Gunung Mas pemeriksaan kesehatan dilakukan satu tahun sekali yaitu meliputi tes darah dan rontgen. Rataan skor sebesar 3. .memperhatikan kondisi mesin dan peralatan kerja yang akan digunakan karena hal itu mempengaruhi proses produksi. Rataan skor sebesar 3. PTPN VIII Gunung Mas melakukan pengawasan terhadap penggunaan bahan-bahan beracun dan berbahaya dapat dilihat dari rataan skor sebesar 3. padahal penggunaan APD itu manfaatnya untuk karyawan sendiri. setidaknya dengan menggunakan APD dapat memperkecil resiko yang timbul akibat dari kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Alat Pelindung Diri (APD) wajib dipakai ketika bekerja terutama di tempat-tempat yang memiliki resiko kecelakaan kerja tinggi.

Berdasarkan hasil jawaban responden dari pernyataan-pernyataan pada Tabel 9 diperoleh total rataan skor sebesar 3.6. ini berarti pengawasan dan disiplin karyawan pabrik di PTPN VIII Gunung Mas tergolong baik.65 menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengetahui perusahaan memberikan perhatian yang besar terhadap masalah keselamatan dan kesehatan kerja yaitu dengan menerapkan program K3 di lingkungan pabrik.67.5. Perusahaan menempatkan K3 sebagai prioritas utama dalam bekerja. Rataan skor sebesar 3. 4. Peningkatan Kesadaran K3 Kurangnya kesadaran karyawan akan pentingnya keselamatan kerja merupakan tantangan perusahaan untuk mendorong karyawan agar memperhatikan keselamatan dan kesehatannya sewaktu bekerja. 1984). Komitmen yang kuat dan perhatian yang besar dari manajemen perusahaan mengenai masalah keselamatan dan kesehatan kerja dapat memotivasi karyawan untuk memperhatikan keselamatan dan kesehatannya sewaktu bekerja. Perusahaan yang baik adalah perusahaan yang memperhatikan masalah-masalah keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan perusahaan.Peraturan-peraturan keselamatan kerja merupakan dasar penerapan K3 di lingkungan pabrik PTPN VIII Gunung Mas.67 menunjukkan sebagian besar karyawan mengetahui bahwa perusahaan mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja para karyawan. Manajemen puncak harus memberikan dukungan aktif pada program keselamatan agar program itu tetap hidup dan aktif (Flippo. Rataan skor sebesar 3.59 menunjukan bahwa karyawan mengetahui dan melaksanakan peraturan keselamatan kerja dengan baik. selain itu juga untuk melindungi aset-aset perusahaan dari kemungkinan terjadinya kerusakan. Peraturan ini dibuat dengan tujuan untuk menghindarkan karyawan dari kecelakaan kerja. artinya setiap karyawan harus mengutamakan keselamatan dan kesehatannya sewaktu bekerja. . Hasil dari jawaban responden mengenai peningkatan kesadaran K3 dapat dilihat pada Tabel 10. Rataan skor sebesar 3.

63 Baik PTPN VIII Gunung Mas menanggung seluruh biaya pengobatan dan perawatan akibat kecelakaan kerja. Kesadaran akan pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja harus ada dalam diri karyawan itu sendiri misalnya dengan penggunaan APD saat bekerja .75 Baik 4 0 9 24 29 13 3.61 Baik 5 0 10 22 34 9 3.Hasil jawaban responden mengenai peningkatan kesadaran K3 No 1 Pernyataan Perusahaan memberikan perhatian yang besar terhadap masalah keselamatan dan kesehatan kerja (K3) Perusahaan menempatkan K3 sebagai prioritas utama dalam bekerja Perusahaan sangat memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja anda Penggunaan alat pelindung diri saat bekerja di tempat yang berbahaya Perusahaan menginginkan masukanmasukan dari anda terkait dengan masalah K3 Perusahaan menginginkan anda ikut aktif dalam penerapan program K3 Total STS (1) 0 TS (2) 9 CS (3) 22 S (4) 30 SS (5) 14 Rataan Skor 3.75 menunjukkan sebagian besar karyawan setuju dengan pernyataan tersebut.65 Kategori Baik 2 0 4 27 34 10 3. Rataan skor sebesar 3. artinya perusahaan sangat memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja karyawan.67 Baik 3 0 7 24 25 19 3.57 Baik 44 148 186 72 3.Tabel 10.56 Baik 6 0 5 29 34 7 3.

Penerapan K3 dapat terlaksana dengan baik apabila ada komunikasi dua arah antara pihak perusahaan dengan karyawan. Gambaran Umum K3 Secara umum Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di bagian pengolahan PTPN VIII Gunung Mas dikategorikan baik dapat dilihat dari total rataan skor sebesar 3. 4.6. Berdasarkan hasil jawaban responden dari seluruh pernyataan pada Tabel 10 diperoleh total rataan skor sebesar 3.66.6.57 menunjukkan bahwa keikutsertaan karyawan dalam pelaksanaan K3 sangat diharapkan oleh perusahaan.terutama apabila bekerja di tempat yang berbahaya. Adanya program K3 membuat karyawan merasa aman dan nyaman dalam menyelesaikan pekerjaaannya. Rataan skor sebesar 3. Artinya peningkatan kesadaran K3 di lingkungan pabrik PTPN VIII Gunung Mas adalah baik. . Pelaksanaan kontrol lingkungan kerja dinilai baik oleh karyawan. Pelaksanaan publikasi keselamatan kerja dinilai cukup baik oleh karyawan. begitu pula dengan pelaksanaan pengawasan dan disiplin serta peningkatan kesadaran K3.61 menunjukkan bahwa sebagian besar karyawan menggunakan APD saat bekerja terutama di tempat yang berbahaya.56 yang menunjukkan bahwa masukanmasukan yang disampaikan karyawan mengenai masalah K3 sangat dibutuhkan oleh perusahaan.67. artinya karyawan menyadari akan pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja. Rataan skor sebesar 3. Untuk lebih jelasnya faktor-faktor K3 bagian pengolahan PTPN VIII Gunung Mas dapat dilihat pada Tabel 11. Rataan skor sebesar 3. Hal ini menunjukkan bahwa program K3 yang diterapkan perusahaan dilaksanakan dengan baik oleh karyawan. Sebagian besar karyawan telah mengetahui pelatihan-pelatihan yang diadakan perusahaan dan merasakan manfaat dari pelatihan tersebut.

7.61 menunjukkan tingginya kemauan kerja karyawan. Analisis Produktivitas Kerja Produktivitas perusahaan ditentukan oleh produktivitas kerja karyawan. adanya kesadaran dari dalam diri karyawan untuk mengikuti peraturan-peraturan yang telah ditetapkan oleh perusahaan dan mengikuti setiap kegiatan yang diadakan perusahaan. Produktivitas kerja karyawan dapat dilihat dari faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja karyawan yang meliputi enam faktor yaitu : kemauan kerja. Kemauan kerja dari seorang karyawan dapat dilihat dari besarnya kontribusi yang diberikan kepada perusahaan yaitu dengan bekerja sungguh-sungguh. lingkungan kerja. jaminan sosial dan hubungan kerja.1. Hasil jawaban responden mengenai kemauan kerja dapat dilihat pada Tabel 12. kemampuan kerja. Rataan skor sebesar 3. Kemauan Kerja Kemauan kerja adalah dorongan yang ada dalam diri tenaga kerja untuk meningkatkan poduktivitas kerjanya. 4.66 Baik 4. kompensasi.73 Baik lingkungan kerja 4 Pengawasan dan 6 1650 3. Bogor Kategori Rataan Faktor – faktor Item Total Skor No K3 (I) Skor T/(N x I) (T) 1 Pelatihan 5 1378 3.67 Baik disiplin 5 Peningkatan 6 1636 3. Artinya karyawan tidak akan bekerja tanpa adanya kemauan kerja yang kuat. .59 Baik keselamatan 3 Kontrol 6 1680 3. Faktor-faktor K3 bagian Pengolahan PTPN VIII Gunung Mas. Apabila produktivitas kerja karyawan meningkat maka produktivitas perusahaan juga ikut meningkat.Tabel 11.7.67 Baik keselamatan 2 Publikasi 4 1077 3.64 Baik kesadaran K3 Total 27 7421 3.

Rataan skor sebesar 3. bila karyawan mampu menjalankan pekerjaan mereka dengan baik.2. Hasil jawaban responden mengenai kemampuan kerja No 1 Pernyataan Anda selalu datang ke tempat kerja tepat waktu dan dapat menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Hasil jawaban responden mengenai kemampuan kerja dapat dilihat pada Tabel 13. Anda bersedia mematuhi peraturan kerja Anda selalu mengikuti kegiatankegiatan yang diadakan perusahaan.56 Kategori Baik 2 0 6 25 35 9 3.Tabel 12.67 Baik 12 48 64 26 3. Kemampuan kerja karyawan dapat dilihat dari datang ke tempat kerja tepat waktu dan menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan tepat waktu. Produktivitas akan meningkat.61 Baik 4.69 menunjukkan bahwa kemampuan kerja karyawan bagian pengolahan PTPN VIII Gunung Mas adalah baik. Hasil jawaban responden mengenai kemauan kerja No 1 Pernyataan Anda sangat menyukai pekerjaan ini dan berusaha untuk bekerja dengan sungguhsungguh. Anda dapat menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Hal ini juga harus didukung oleh keterampilan kerja karyawan. Total STS (1) 0 TS (2) 6 CS (3) 23 S (4) 32 SS (5) 14 Rataan Skor 3.63 Baik 3 0 7 24 33 11 3.69 Baik . Total STS (1) 0 TS (2) 8 CS (3) 28 S (4) 28 SS (5) 11 Rataan Skor 3.7. Tabel 13. Kemampuan Kerja Pekerjaan yang dilakukan harus sesuai dengan kemampuan dan keterampilan yang dimiliki karyawan.64 Baik 21 77 96 31 3.72 Kategori Baik 2 0 6 25 32 12 3.

3. Kompensasi merupakan balas jasa yang diberikan perusahaan baik secara langsung (finansial) maupun tidak langsung (non-finansial). Kompensasi Kompensasi adalah sesuatu yang diterima karyawan sebagai pengganti kontribusi jasa mereka pada perusahaan. Rataan skor sebesar 3. Tabel 14. Hasil jawaban responden mengenai lingkungan kerja dapat dilihat pada Tabel 14. Rataan skor sebesar 3. Lingkungan kerja yang sehat dan aman akan meningkatkan semangat kerja.76 menunjukkan bahwa lingkungan kerja karyawan bagian pengolahan PTPN VIII Gunung Mas adalah baik.66 menunjukkan bahwa kompensasi yang diberikan perusahaan sudah baik dan memuaskan. Hasil jawaban responden mengenai lingkungan kerja No 1 Pernyataan Pemberian tanda peringatan dan tanda bahaya di tempat kerja membuat anda berhati-hati dalam bekerja.76 Baik 4. Hasil jawaban responden mengenai kompensasi dapat dilihat pada Tabel 15. Adanya tanda peringatan dan tanda bahaya di tempat kerja membuat karyawan bekerja dengan lebih berhati-hati karena lingkungan kerja yang aman dan sehat akan meningkatkan motivasi kerja karyawan sehingga produktivitas kerja karyawan meningkat.4.7. Gaji yang diterima sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan karyawan dan bonus yang diterima karyawan sebagai imbalan atas prestasi kerjanya akan meningkatkan motivasi karyawan untuk bekerja sehingga produktivitas kerja karyawan meningkat. Total STS (1) 0 TS (2) 7 CS (3) 28 S (4) 24 SS (5) 26 Rataan Skor 3.65 Kategori Baik 2 0 4 21 30 20 3. Lingkungan Kerja Lingkungan kerja mendukung pekerjaan yang dilakukan karyawan.88 Baik 11 49 54 46 3.7. .4.

Perusahaan memberikan bonus kepada karyawan yang berprestasi. Hasil jawaban responden mengenai jaminan sosial dapat dilihat pada Tabel 16. Hasil jawaban responden mengenai jaminan sosial No 1 Pernyataan Perusahaan sangat memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja karyawan.94 menunjukkan bahwa karyawan merasa puas atas jaminan sosial yang diberikan perusahaan.66 Baik 4.Tabel 15.96 Kategori Baik 2 0 3 15 42 15 3. Rataan skor sebesar 3. Total STS (1) 0 TS (2) 4 CS (3) 23 S (4) 34 SS (5) 14 Rataan Skor 3. Hasil jawaban responden mengenai kompensasi No 1 Pernyataan Perusahaan memberikan gaji yang sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan karyawan. Sedangkan bagi karyawan borongan perusahaan menanggung seluruh biaya pengobatan dan perawatan apabila terjadi kecelakaan kerja.7. Jaminan Sosial Adanya jaminan sosial yang diberikan perusahaan membuat karyawan bekerja lebih produktif karena karyawan merasa perusahaan sangat memperhatikan keselamatan dan kesehatannya sewaktu bekerja.5. Tabel 16.77 Kategori Baik 2 0 7 29 29 10 3. Total STS (1) 0 TS (2) 6 CS (3) 12 S (4) 36 SS (5) 21 Rataan Skor 3.94 Baik . Seluruh karyawan bagian pengolahan PTPN VIII Gunung Mas mendapat jaminan keselamatan dan kesehatan kerja yaitu menjadi anggota Jamsostek bagi karyawan tetap.56 Baik 11 52 63 24 3. Perusahaan memberikan asuransi kecelakaan dan asuransi kesehatan bagi karyawan.92 Baik 9 27 78 36 3.

bawahan dan rekan kerja sangat penting untuk menciptakan situasi kerja yang nyaman.73 Kategori Baik 2 0 3 25 43 4 3. Rataan skor sebesar 3. Hal ini berarti pada dasarnya karyawan sudah memiliki produktivitas kerja yang tinggi. Tabel 17.68 menunjukkan bahwa hubungan kerja yang terjalin antara karyawan adalah baik. Gambaran Umum Produktivitas Kerja Karyawan Tabel 18 mendeskripsikan secara umum bahwa produktivitas kerja karyawan bagian pengolahan PTPN VIII Gunung Mas di kategorikan baik dengan total skor rataan sebesar 3. Hubungan Kerja Hubungan kerja yang terjalin baik antara atasan.7. Hubungan kerja yang harmonis dapat dilihat dari kemampuan karyawan untuk bekerjasama dengan orang lain dan kemauan untuk bertanya serta meminta bantuan kepada rekan kerja. oleh karena itu produktivitas kerja karyawan harus selalu ditingkatkan agar produktivitas perusahaan juga meningkat.4. Hasil jawaban responden mengenai hubungan kerja dapat dilihat pada Tabel 17.68 Baik 4.64 Baik 9 46 78 17 3. Namun perlu diingat bahwa kondisi yang dinamis dan perubahan lingkungan kerja mempengaruhi produktivitas kerja karyawan sehingga dapat mengakibatkan produktivitas kerja karyawan menurun.7. Anda selalu bertanya dan meminta bantuan kepada teman apabila mengalami kesulitan dalam bekerja.6. Hubungan yang terjalin baik tersebut membuat karyawan betah bekerja di perusahaan. Hasil jawaban responden mengenai hubungan kerja No 1 Pernyataan Anda mampu bekerjasama dengan orang lain.7.72. . Total STS (1) 0 TS (2) 6 CS (3) 21 S (4) 35 SS (5) 13 Rataan Skor 3.

Pengujian dilakukan dengan tingkat signifikansi 0.00 < α=0. Sedangkan apabila rs < r tabel maka berdasarkan hipotesis penelitian H1 ditolak dan H0 diterima yang artinya tidak ada hubungan antara K3 dengan .Tabel 18.66 Baik 5 Jaminan Sosial 2 591 3. Apabila nilai probabilitas atau peluang < α (P=0. Sedangkan apabila nilai peluang > α (P > 0. Apabila rs > r tabel maka berdasarkan hipotesis penelitian H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya terdapat hubungan antara K3 dengan produktivitas kerja karyawan. Produktivitas Kerja Karyawan Bagian Pengolahan PTPN VIII Gunung Mas Kategori Rataan No Faktor – faktor Item Total Skor (I) Skor yang T/(N x I) (T) Mempengaruhi Produktivitas Kerja 1 Kemauan Kerja 3 812 3.61 Baik 2 Kemampuan 2 554 3.72 Baik 4.68 Baik Total 13 3625 3. Nilai peluang (P) merupakan nilai kesalahan yang mungkin terjadi.69 Baik Kerja 3 Lingkungan Kerja 2 565 3.76 Baik 4 Kompensasi 2 550 3. Nilai korelasi positif (+) menunjukkan hubungan yang positif antara faktor-faktor K3 dengan produktivitas kerja karyawan sedangkan nilai korelasi negatif (-) menunjukkan hubungan yang berlawanan antara faktor-faktor K3 dengan produktivitas kerja karyawan.01) menunjukkan bahwa faktor yang diuji tidak memiliki hubungan yang signifikan pada taraf kepercayaan (99 %).94 Baik 6 Hubungan Kerja 2 553 3.01 (taraf kepercayaan 99%).8. Nilai peluang yang semakin kecil dibandingkan nilai α (P<α) menunjukkan hubungan yang semakin nyata antara faktor-faktor yang diuji. Analisis Hubungan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan Produktivitas Kerja Analisis hubungan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan produktivitas kerja karyawan dilakukan dengan menggunakan uji korelasi Rank Spearman.01) menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang sangat nyata antara faktor-faktor K3 dengan produktivitas kerja karyawan.

Hubungan yang sangat nyata dapat dilihat dari nilai peluang < α (P=0. kuat Sangat nyata. db=73.60 – <0.425 0. Tabel 19. r tabel = 0.01 keselamatan 3 Kontrol 0. Hubungan faktor-faktor K3 dengan produktivitas kerja No Faktor K3 Nilai Korelasi (rs) Nilai Peluang (P) α Nilai Kritis Korelasi Spearman (r tabel) 0.668. kuat Sangat nyata. Hubungan yang sangat nyata dapat dilihat dari nilai peluang < α (P=0.775 0.01) dengan derajat keeratan hubungan berada pada kategori kuat (0. positif. kuat Sangat nyata. dapat dilihat dari nilai korelasi yang positif yaitu sebesar 0.743 dengan tingkat kepercayaan 99%. Hubungan antara faktor-faktor K3 dengan produktivitas kerja karyawan dapat dilihat pada Tabel 19. kuat Sangat nyata. positif.01) dengan derajat keeratan berada pada kategori kuat (0.80).00 < α=0.00 0. positif.01 keselamatan 2 Publikasi 0.00 0. Berdasarkan hasil uji korelasi tersebut. positif.744 0.425.639 0.01 kesadaran K3 **) Korelasi signifikan untuk taraf kepercayaan 99% 1 Hasil uji korelasi Rank Spearman dengan bantuan software SPSS 13.425 0. Pelatihan keselamatan memiliki hubungan positif dan sangat nyata dengan produktivitas kerja karyawan.425 0. kuat Pelatihan 0.01 dan disiplin 5 Peningkatan 0.425 Hubungan dengan Produktivitas Kerja Karyawan Sangat nyata.732 0.80).00 < α=0.00 0.60 – <0.01 lingkungan kerja 4 Pengawasan 0.668 0. positif.produktivitas kerja karyawan. Dapat dilihat bahwa rs > r tabel maka berdasarkan hipotesis H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya terdapat hubungan antara K3 dengan produktivitas kerja karyawan.0 for windows antara faktor-faktor keselamatan dan kesehatan kerja dengan produktivitas kerja karyawan dapat dilihat pada Lampiran 5.00 0. diketahui bahwa semua faktor K3 memiliki hubungan yang positif dan sangat nyata dengan produktivitas kerja karyawan dapat dilihat dari nilai korelasi yang positif yaitu rs=0.425 0.00 0. Pelatihan keselamatan yang diadakan perusahaan bertujuan untuk melatih karyawan dalam menghindari terjadinya .

Hubungan yang nyata dapat dilihat dari nilai peluang < α (P=0.80). Pengawasan dan disiplin merupakan usaha untuk mengetahui seberapa besar ketaatan karyawan dalam mematuhi peraturan K3.01) dan derajat keeratan hubungannya kuat (0. Padahal adanya informasi-informasi dan pesan-pesan tentang keselamatan kerja di lingkungan kerja akan memotivasi karyawan untuk bekerja dengan memperhatikan keselamatan dan kesehatannya. Lingkungan kerja yang aman. Berdasarkan hasil uji korelasi Rank Spearman. Publikasi keselamatan kerja memiliki nilai korelasi yang paling rendah dari keempat faktor lainnya. dapat dilihat dari nilai korelasi yang diperoleh positif yaitu sebesar sebesar 0.60 − <0.80).732. kontrol lingkungan kerja memiliki hubungan positif dan sangat nyata dengan produktivitas kerja karyawan.639. Adanya pelatihan keselamatan membuat karyawan menjadi semakin terlatih dan terampil serta lebih berhati-hati dalam melakukan pekerjaannya. Kontrol lingkungan kerja merupakan usaha perusahaan agar kondisi tempat kerja sesuai dengan standar keselamatan dan kesehatan karyawan. hal ini dikarenakan publikasi yang dilakukan oleh perusahaan tidak efektif dapat dilihat dari gambar dan pesan-pesan keselamatan kerja yang kurang menarik dan penempatannya tidak strategis. Hal ini menunjukkan kontrol lingkungan kerja dapat meningkatkan produktivitas kerja karyawan.00 < α=0.kecelakaan kerja dan melindungi diri apabila terjadi kecelakaan kerja. Publikasi keselamatan kerja merupakan ajakan untuk melaksanakan K3 melalui pemberian informasi-informasi dan pesan-pesan keselamatan kerja. Hubungan positif . Hubungan yang sangat nyata dapat dilihat dari nilai peluang < α (P=0. publikasi keselamatan kerja memiliki hubungan positif dan sangat nyata dengan produktivitas kerja karyawan.60 – <0.00 < α=0.01) dengan derajat keeratan hubungan kuat yaitu pada rentang (0. dapat dilihat dari nilai korelasi yang positif sebesar 0. nyaman dan memadai akan mendukung pelaksanaan kerja karyawan serta menciptakan suasana kerja yang menyenangkan sehingga karyawan akan bekerja semakin produktif. Berdasarkan hasil uji korelasi Rank Spearman.

Penerapan K3 dalam suatu perusahaan menunjukkan bahwa perusahaan menjamin keselamatan dan kesehatan setiap karyawan. Perusahaan yang baik adalah perusahaan yang memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja karyawannya. Adanya rasa aman dan tenang dalam bekerja akan meningkatkan produktivitas kerja karyawan.01) dan derajat keeratan hubungannya kuat (0.80).00 < α=0. Pengawasan dan disiplin memiliki nilai korelasi yang paling tinggi dari keempat faktor yang lainnya. dapat dilihat dari nilai korelasi yang positif sebesar 0.775.744. Hubungan yang nyata dapat dilihat dari nilai peluang < α (P=0. Kesadaran akan K3 merupakan hal yang harus dikembangkan dalam suatu perusahaan. karena pada umumnya karyawan akan bekerja dengan baik atau dapat bekerja lebih baik lagi apabila diawasi.80). ditunjukkan dengan nilai korelasi yang positif sebesar 0.dan sangat nyata antara pengawasan dan disiplin dengan produktivitas kerja karyawan. Peningkatan kesadaran K3 mempunyai hubungan yang positif dan sangat nyata dengan produktivitas kerja karyawan. .00 < α=0.60 – <0.01) dan derajat keeratan hubungannya kuat (0. Hubungan yang nyata dapat dilihat dari nilai peluang < α (P=0.60 – <0.

pengawasan dan disiplin serta peningkatan kesadaran K3 telah dilaksanakan dengan baik. Semua faktor K3 memiliki hubungan yang positif. kontrol lingkungan kerja sebesar 0. Hal ini dapat dilihat dari total rataan skor sebesar 3. sangat nyata dan berkorelasi kuat dengan produktivitas kerja karyawan. . 3) Hubungan antara Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan produktivitas kerja karyawan adalah positif. Kemudian diikuti oleh peningkatan kesadaran K3 dengan nilai korelasi sebesar 0. maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1) Secara umum penerapan K3 di bagian pengolahan PTPN VIII gunung Mas tergolong baik. publikasi keselamatan kerja.66 yang menunjukkan bahwa faktor-faktor K3 yang dianalisis yaitu meliputi pelatihan keselamatan. pelatihan keselamatan sebesar 0.639. dan publikasi keselamatan kerja memiliki nilai korelasi terendah sebesar 0. Kesimpulan Berdasarkan pada tujuan penelitian dan hasil analisis pada pembahasan penelitian. kontrol lingkungan kerja.743. 72 yang artinya karyawan mempunyai produktivitas kerja yang tinggi. Hal ini dapat dilihat dari total rataan skor sebesar 3.732.775 menunjukkan bahwa faktor ini memiliki hubungan yang paling kuat dengan produktivitas kerja karyawan dibandingkan dengan faktor-faktor lainnya.KESIMPULAN DAN SARAN 1.668. sangat nyata dan berkorelasi kuat.744. Pengawasan dan disiplin memiliki nilai korelasi tertinggi yaitu sebesar 0. 2) Secara umum produktivitas kerja karyawan bagian pengolahan PTPN VIII Gunung Mas tergolong baik. Hal ini dapat dilihat dari nilai korelasi yang positif sebesar 0.

Perusahaan perlu memberikan sanksi yang tegas kepada karyawan yang melanggar aturan-aturan K3. maka dapat diajukan beberapa saran sebagai berikut : 1. . 3. karena komitmen yang kuat dan perhatian yang besar dari manajemen perusahaan mengenai masalah K3 dapat memotivasi karyawan untuk memperhatikan keselamatan dan kesehatannya sewaktu bekerja. Perusahaan perlu meningkatkan fasilitas dan sarana kerja yang dapat menunjang karyawan dalam menyelesaikan pekerjaannya. Hal ini dimaksudkan agar karyawan lebih disipin dan juga untuk menghindari terjadinya kecelakaan atau kerusakan akibat kerja.2. Saran Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan. 2. Perusahaan perlu meningkatkan pelaksanaan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dengan baik.

Penerbit Erlangga. Manajemen Personalia. Jakarta. PLN (Persero) Unit Bisnis Strategis Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UBS P3B) Region Jawa Timur dan Bali. Jakarta. A. 2006. Terjemahan. Good Year Indonesia. Managing Human Resources – Productivity Quality of Work Life. Manajemen Sumber Daya Manusia. Nazir. 1984. PT Alex Media Komputindo.. PT Ghalia Indonesia. Institut Pertanian Bogor. V. PT Raja Grafindo Persada. Bogor. 2004. Dessler. Institut Pertanian Bogor. PT Remaja Rosda Karya. Mahardika. G. A. Bogor. Institut Pertanian Bogor. Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Prestasi Pustaka. PT Gramedia Pustaka Utama. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. 2002. Saputra. . Jakarta. Pratisto. 1988. Bandung. Darmanto. Edisi ke. E. Analisis Hubungan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dengan Motivasi Kerja Karyawan di PT. Bogor. 2001. R. PT Gramedia Pustaka Utama. B. Penerbit Andi. Mangkunegara. Jakarta. Cara Mudah Mengatasi Masalah Statistik dan Rancangan Percobaan dengan SPSS 12. Jakarta. W. Metode Penelitian. Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja terhadap Kinerja Karyawan di PT. Santoso.DAFTAR PUSTAKA Cascio.A. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Kesehatan Kerja di Perusahaan. Unitex Tbk. Rivai. Jakarta. Analisis Pengaruh Sistem Kompensasi terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Departemen Produksi PT. 2004. A.F. Profits. 2005. G. United States. 1999.5. Ilham. 1998. M. Strategi Jitu Memilih Metode Statistik Penelitian dengan SPSS. McGraw-Hill. Yogyakarta. Nugroho. 2005. 1997.B. Flippo. Jakarta. Bogor. Fakultas Teknologi Pertanian. Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. 2004. Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Perusahaan dari Teori ke Praktik.

2003. Metode Riset Komunikasi Organisasi. Bumi Aksara. Umar. Badan Penerbit Universitas Diponegoro.. Jakarta. 2002. Jakarta. Riset Sumber Daya Manusia. Sugeng. A. LP3ES. dkk. M dan Effendi S. 2005. Penerbit PPM. H. PT Gramedia Pustaka Utama. Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Semarang. Metode Penelitian Survai. 1995. Bunga Rampai Hiperkes & KK Edisi Kedua. Sinungan. H. 2005. Umar. . M. R. Produktivitas : Apa dan Bagaimana. Suardi. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.M. Jakarta.Singarimbun. Jakarta. 2005.

30 tahun 31 . ¾ Atas perhatian dan partisipasi Bapak/Ibu/Saudara. Masa kerja : 1 . Usia : : : Laki-laki 20 .15 tahun > 15 tahun . saya ucapkan terimakasih. Nama : Trisna Lestari NIM : H24103083 Jurusan : Manajemen FEM IPB Identitas Responden 1. ¾ Untuk itu saya mohon kesediaan Bapak/Ibu/Saudara untuk mengisi kuesioner ini dengan lengkap.Lampiran 1. oleh karena itu jawaban yang Bapak/Ibu/Saudara berikan tidak akan berkaitan dengan penilaian kinerja Anda. Jenis kelamin 3. ¾ Kuesioner ini semata-mata ditujukan untuk keperluan ilmiah dan penyelesaian tugas akhir studi. Kuisioner Penelitian No : KUISIONER PENELITIAN ANALISIS HUBUNGAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DENGAN PRODUKTIVITAS KARYAWAN (Studi Kasus Karyawan Bagian Pengolahan PTPN VIII Gunung Mas Bogor) Pengantar ¾ Kuesioner ini disusun untuk melihat dan mengetahui hubungan antara Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan produktivitas karyawan bagian pengolahan di PTPN VIII Gunung Mas Bogor. jujur dan sesuai dengan keadaan sebenarnya agar informasi ilmiah yang disajikan nantinya dapat dipertanggungjawabkan. Pendidikan terakhir : SD Sederajat SMP Sederajat SMA Sederajat 5.50 tahun > 50 tahun D3 S1 4.5 tahun 6 -10 tahun 11 .40 tahun Perempuan 41 . Nama 2.

Keterangan : SS S CS TS : Sangat Setuju : Setuju : Cukup Setuju : Tidak Setuju Pelatihan Keselamatan STS : Sangat Tidak Setuju No. Pernyataan 1 Perusahaan mengadakan pelatihan khusus untuk ahli K3 dan manajer 2 Perusahaan memberikan pelatihan penggunaan alat-alat keselamatan kerja 3 Perusahaan memberikan pelatihan pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran 4 Anda merasakan manfaat dari pelatihan yang diadakan perusahaan 5 Pelatihan memberikan banyak informasi tentang pekerjaan anda No 6 7 8 9 SS S CS TS STS Publikasi Keselamatan Kerja Pernyataan SS S Pemasangan tanda peringatan di tempat yang berpotensi bahaya Di lingkungan perusahaan terdapat pesanpesan tentang keselamatan kerja Perusahaan memberikan informasi tentang tingkat bahaya pekerjaan Atasan anda memberikan contoh yang baik tentang cara-cara bekerja yang aman dan sehat CS TS STS . Daftar Pertanyaan Petunjuk : Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang anda anggap paling sesuai.Lanjutan Lampiran 1.

Pernyataan SS 22 Perusahaan memberikan perhatian yang besar terhadap masalah keselamatan dan kesehatan kerja (K3) 23 Perusahaan menempatkan K3 sebagai prioritas utama dalam bekerja 24 Perusahaan sangat memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja anda 25 Penggunaan alat pelindung diri saat bekerja di tempat yang berbahaya 26 Perusahaan menginginkan masukanmasukan dari anda terkait dengan masalah K3 27 Perusahaan menginginkan anda ikut aktif dalam penerapan program K3 14 S CS TS STS S CS TS STS . Pernyataan SS 10 Perusahaan menyediakan alat pelindung diri untuk bekerja 11 Suhu ruangan di tempat kerja anda cukup baik 12 Penerangan di tempat kerja anda cukup memuaskan 13 Ruangan tempat kerja anda cukup bersih S CS TS STS Perlengkapan keamanan dan keselamatan kerja tersedia di lingkungan kerja anda 15 Perusahaan mempunyai fasilitas P3K di tempat kerja Pengawasan dan Disiplin No Pernyataan SS 16 Sebelum peralatan kerja dan mesin-mesin digunakan dilakukan pengecekan terlebih dahulu 17 Perusahaan melakukan pengecekan alat-alat keselamatan kerja secara rutin 18 Perusahaan mewajibkan penggunaan alat pelindung diri (APD) saat bekerja 19 Perusahaan memberikan pengawasan terhadap bahan-bahan beracun dan berbahaya 20 Perusahaan mengadakan pemeriksaan kesehatan karyawan secara rutin 21 Perusahaan mempunyai peraturan-peraturan keselamatan kerja Peningkatan Kesadaran K3 No. Kontrol Lingkungan Kerja No.Lanjutan Lampiran 1.

38 Perusahaan memberikan asuransi kecelakaan dan asuransi kesehatan bagi karyawan. 39 Anda mampu bekerjasama dengan orang lain. 40 Anda selalu bertanya dan meminta bantuan kepada teman apabila mengalami kesulitan dalam bekerja. 36 Perusahaan memberikan bonus kepada karyawan yang berprestasi. Pernyataan 28 Anda sangat menyukai pekerjaan ini dan berusaha untuk bekerja dengan sungguhsungguh.Lanjutan Lampiran 1. 37 Perusahaan sangat memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja karyawan. Produktivitas Kerja Karyawan No. SS S CS TS STS . 31 Anda selalu datang ke tempat kerja tepat waktu dan dapat menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. 29 Anda bersedia mematuhi peraturan kerja 30 Anda selalu mengikuti kegiatan-kegiatan yang diadakan perusahaan. 32 Anda dapat menyelesaikan pekerjaan dengan baik 33 Pemberian tanda peringatan dan tanda bahaya di tempat kerja membuat anda berhati-hati dalam bekerja. 34 Lingkungan kerja yang sehat dan aman akan meningkatkan semangat kerja. 35 Perusahaan memberikan gaji yang sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan karyawan.

Lampiran 2. Administratur Sinder Kepala Sinder TUK Sinder Pabrik Sinder Teknik Sinder Wisata Agro Sinder Afdeling Asisten Sinder TUK Asisten Sinder Pabrik 1 3 8 9 10 12 16 18 19 21 25 27 32 36 38 41 45 47 50 2 4 11 13 17 20 26 28 33 34 37 39 46 48 51 5 22 14 23 24 29 40 49 52 6 53 30 42 43 7 15 31 35 54 56 55 44 . Struktur Organisasi PTPN VIII Gunung Mas.

52. 9. 42. 51. 17. JTU Kepala. 40. Mandor Ngepak. 24. JTU Tanaman. Mabes Basah. 28. 20. 35. Mandor Sortasi. Petugas Tarin. 19. JTU Timbang. Petugas Tanaman. 54. JTU Kesehatan. 16. Pelaksana. Mandor Pengeringan. 33. Pembantu JTU. Operator. 13. Petugas Kesehatan. Mandor Bangunan. Mandor Listrik. 2. Mandor Tea bag. JTU Tarin. 8. Mabes Bengkel Umum. 18. Petugas Gudang. Pengawas PD. 29. Mabes Tea Bag. Pelaksana 36. Pengawas cleaning service. Satpam. 53. Mandor Meber. 44. 47. 14. JTU Personalia. 56. 3. 49. Pembantu JTU. 34. Pembantu JTU. 39. 25. Keterangan Gambar : 1. 22. Koordinator Wisata Agro. Pengawas tea corner. 31. 26. 50. Pengawas Operasional. 43. JTU Kepala. Pengawas Wisma Bungalow. Petugas Kas. 12. 10. JTU TUP.Lanjutan Lampiran 2. 37. Pelayan Gudang. Mandor Layuan. 21. Pelaksana. 6. Mabes Rawat. 23. Petugas Umum. Mandor besar (mabes) Panen. Mabes Bangunan. Mandor Pestisida 5. Mandor Jalan. Mandor Giling. JTU Kepala. JTU Sekretaris. 48. 15. 38. 4. 46. Mabes Kering. JTU Kepala. 45. 32. Mandor Penyiangan. 41. Mandor Pangkas. 7. Pelaksana. 30. Retribusi. Mandor Bengkel Umum. . 11. Mandor Panen. 27. 55.

Lampiran 3 Diagram Proses Pengolahan Teh Hitam CTC
Waktu (jam)

Simbol Diagram

Deskripsi Proses Penerimaan pucuk segar

1-2

10-24

Pembeberan

10-24

Pelayuan

1

Analisa petik dan analisa pucuk

2-3

Penggilingan dan fermentasi

13’-18’

Pengeringan

1-2

Sortasi

2

Pengepakan

22,33 - 34,58

8

5

8

1

1

TOTAL

Keterangan :

= = = = =

Operasi Transportasi Inspeksi Menunggu Penyimpanan

Lampiran 4. Penerapan K3 di PTPN VIII Gunung Mas A. Gambar Alat Pelindung Diri (APD)

APD Karyawan Bagian Proses

APD Karyawan Bagian Kebersihan

B. Gambar Peralatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja

APAR C. Klinik Kesehatan

Tombol Bahaya

Kotak P3K

Unit Kesehatan Kerja (UKK)

Lanjutan Lampiran 4. D. Tanda-tanda Peringatan, Larangan dan Pesan-pesan Keselamatan Kerja

E. Alat Pengatur Suhu, Tempat Sampah dan Wastafel

809 0.361 0.361 0. 13.361 0. 8 9.691 0.792 0.361 0.361 0.756 0.361 0. 6.361 0.361 0.361 0.786 0. 12.608 0.361 0.713 0. rhitung rtabel (α = 5%.416 0. 7. 25.747 0. n=30) Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid 1. 24.361 0. 17. Uji Validitas Kuisioner ASPEK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) No. 19. 15.777 0. 3.361 0.795 0.361 0.692 0.689 0.656 0.361 0. 22.717 0.361 0.361 0.361 0. 16.361 .676 0.361 0. 27.732 0.361 0.361 0. 21.715 0.726 0. 14. 2.808 0.361 0.Lampiran 5. 0.737 0. 5.820 0.361 0. 11.819 0. 20.780 0.839 0.361 0. 26. 23.361 0. 4.361 0.622 0.361 0.716 0. 10. 18.

7. 10.361 0.361 .361 0. PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN No. 12.361 0.433 0.361 0. 8 9.416 0.361 0. rhitung rtabel (α = 5%. n=30) Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid 1. 5.454 0.361 0.Lanjutan Lampiran 5.395 0.433 0.361 0.361 0.361 0.465 0.397 0.361 0. 13. 0.418 0. 3.694 0. 6.394 0. 4.361 0.535 0. 11.447 0.418 0. 2.361 0.

27 4.868 .868 . Uji Reliabilitas Kuisioner ASPEK K3 Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Standardized Items .83 4.80-1.00 (Sangat Reliabel) .913 .874 .90 4.13 3.83 3.868 .00 4.33 4.73 3.33 4.67 4.944 .573 Alpha = 0.506 Std.20 4.758 .747 .20 3.913 .17 3.702 .702 .900 .27 4.758 .874 .758 .868 . Deviation .711 .27 4.947 .Lampiran 6.803 .960 Kesimpulan α > 0.73 Variance 242.83 4.27 3.83 3.944 .868 .30 4.30 4.73 3.30 4.33 4.758 .962 Cronbach's Alpha .887 .702 .785 Scale Statistics Std.702 . Deviation 15.67 Mean 3.30 4.27 4.960 N of Items 27 N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 N of Items 27 Item Statistics K3_1 K3_2 K3_3 K3_4 K3_5 K3_6 K3_7 K3_8 K3_9 K3_10 K3_11 K3_12 K3_13 K3_14 K3_15 K3_16 K3_17 K3_18 K3_19 K3_20 K3_21 K3_22 K3_23 K3_24 K3_25 K3_26 K3_27 Mean 110.33 4.610 .

Lanjutan Lampiran 6.803 .357 Std.880 Kesimpulan α > 0.30 4.73 3.913 .67 4.882 Item Statistics Mean P1 P2 P3 P4 P5 P6 P7 P8 P9 P10 P11 P12 P13 4.17 3.947 .33 4.47 Std.83 3.00 4.747 .681 Scale Statistics Mean 52.944 .27 4. Deviation .23 Variance 43.702 .610 .20 3.711 .17 3.20 4.90 4.592 .80 – 1.868 .887 .585 N of Items 13 N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 Cronbach's Alpha .880 N of Items 13 Alpha = 0. Deviation 6.758 . PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Standardized Items .00 (Sangat Reliabel) .

668** 1. (2-tailed) N **. Hubungan Pelatihan Keselamatan dengan Produktivitas Kerja Correlations PRODUK TIVITAS PELATIHAN 1.000 75 75 . (2-tailed) N PRODUKTIVITAS Correlation Coefficient Sig.000 . Correlation is significant at the 0. (2-tailed) N PRODUKTIVITAS Correlation Coefficient Sig.000 . Hubungan Publikasi Keselamatan Kerja dengan Produktivitas Kerja Correlations PRODUK TIVITAS PKK 1. (2-tailed) N **.000 . Hasil Uji Korelasi Rank Spearman Hubungan K3 dengan Produktivitas Kerja Correlations PRODUK K3 TIVITAS 1. . 75 75 Spearman's rho K3 Correlation Coefficient Sig. .000 .668** . 75 75 Spearman's rho PELATIHAN Correlation Coefficient Sig.000 .000 .743** .01 level (2-tailed). .Lampiran 7.000 . Correlation is significant at the 0.743** 1. (2-tailed) N PRODUKTIVITAS Correlation Coefficient Sig.01 level (2-tailed). (2-tailed) N **.000 .000 .639** 1. 75 75 Spearman's rho PKK Correlation Coefficient Sig.000 75 75 . . Correlation is significant at the 0.000 75 75 .01 level (2-tailed).639** .

.000 .744** 1. Hubungan Pengawasan dan Disiplin dengan Produktivitas Kerja Correlations PRODUK TIVITAS PD 1. 75 75 Spearman's rho PD Correlation Coefficient Sig.732** 1.000 .000 . Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).732** .000 .Lanjutan Lampiran 7.000 . (2-tailed) N PRODUKTIVITAS Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N **. 75 75 Spearman's rho KLK Correlation Coefficient Sig.01 level (2-tailed).000 75 75 . Hubungan Peningkatan Kesadaran K3 dengan Produktivitas Kerja Correlations PRODUK TIVITAS PKK3 1. (2-tailed) N **. .01 level (2-tailed). (2-tailed) N PRODUKTIVITAS Correlation Coefficient Sig. Correlation is significant at the 0.775** . . 75 75 Spearman's rho PKK3 Correlation Coefficient Sig. Hubungan Kontrol Lingkungan Kerja dengan Produktivitas Kerja Correlations PRODUK TIVITAS KLK 1.775** 1.000 75 75 .000 . (2-tailed) N PRODUKTIVITAS Correlation Coefficient Sig. Correlation is significant at the 0.744** .000 .000 . (2-tailed) N **.000 .000 75 75 . .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->