HUBUNGAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN

(Studi Kasus : Bagian Pengolahan PTPN VIII Gunung Mas, Bogor)

Oleh TRISNA LESTARI H24103083

DEPARTEMEN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2007

ABSTRAK
Trisna Lestari. H24103083. Hubungan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan Produktivitas Kerja Karyawan (Studi kasus : Bagian Pengolahan PTPN VIII Gunung Mas, Bogor). Di bawah bimbingan Erlin Trisyulianti. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) seharusnya menjadi prioritas utama suatu perusahaan, namun sayangnya tidak semua perusahaan memahami arti pentingnya K3 dan mengetahui bagaimana mengimplementasikannya dengan baik dalam lingkungan perusahaan. Potensi kerugian perusahaan akibat lemahnya implementasi K3 sangat besar yaitu terganggunya proses produksi dan perbaikan alat produksi yang rusak karena kecelakaan kerja serta perusahaan kehilangan kesempatan mendapatkan keuntungan karena rendahnya produktivitas kerja karyawan. PTPN VIII Gunung Mas menerapkan program K3 karena perusahaan menyadari bahwa setiap karyawan berhak untuk mendapatkan jaminan keselamatan dan kesehatan sewaktu bekerja. Perlindungan tenaga kerja dari bahaya dan penyakit akibat kerja atau akibat dari lingkungan kerja sangat dibutuhkan oleh karyawan agar karyawan merasa aman dan nyaman dalam menyelesaikan pekerjaannya. Tenaga kerja yang sehat akan bekerja produktif sehingga diharapkan produktivitas kerja karyawan meningkat yang dapat mendukung keberhasilan bisnis perusahaan dalam membangun dan membesarkan usahanya. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengkaji penerapan program K3, (2) Mengkaji produktivitas kerja karyawan, dan (3) Menganalisis hubungan antara program K3 dengan produktivitas kerja karyawan. Faktor-faktor K3 yang dianalisis adalah pelatihan keselamatan, publikasi keselamatan kerja, kontrol lingkungan kerja, pengawasan dan disiplin, serta peningkatan kesadaran K3. Penelitian dilakukan di bagian pengolahan PTPN VIII Gunung Mas selama tiga bulan, yaitu dari bulan Januari-Maret 2007. Pengumpulan data dilakukan melalui kuisioner, wawancara dan pengamatan. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis hubungan. Analisis hubungan antara penerapan K3 dengan produktivitas kerja karyawan dilakukan dengan metode uji korelasi Rank Spearman dengan menggunakan software SPSS 13.0 for windows. Berdasarkan persepsi responden rataan skor untuk penerapan K3 sebesar 0,366 sedangkan rataan skor untuk produktivitas kerja karyawan sebesar 0,372. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua faktor K3 yang diuji memiliki hubungan yang positif, sangat nyata dan berkorelasi kuat dengan produktivitas kerja karyawan dengan nilai korelasi sebesar 0,743.

HUBUNGAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN
(Studi Kasus : Bagian Pengolahan PTPN VIII Gunung Mas, Bogor)

SKRIPSI Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar SARJANA EKONOMI pada Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor

Oleh TRISNA LESTARI H24103083

DEPARTEMEN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2007

S.INSTITUT PERTANIAN BOGOR FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN DEPARTEMEN MANAJEMEN HUBUNGAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN (Studi Kasus : Bagian Pengolahan PTPN VIII Gunung Mas. M. Jono M.Sc Ketua Departemen Tanggal Ujian : 4 Mei 2007 Tanggal Lulus : . Dr. M. Munandar. Bogor) SKRIPSI Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar SARJANA EKONOMI pada Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor Oleh TRISNA LESTARI H24103083 Menyetujui. Ir.TP.Si Dosen Pembimbing Mengetahui. Mei 2007 Erlin Trisyulianti.

peserta seminar dan pelatihan. penulis menyusun skripsi yang berjudul “Hubungan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan Produktivitas Kerja Karyawan (Studi Kasus : Bagian Pengolahan PTPN VIII Gunung Mas. Institut Pertanian Bogor. M. kemudian pada tahun 2000-2003 melanjutkan pendidikan di SMU Negeri 2 Cianjur dan masuk program IPA. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Maman Suparman dan Hj.RIWAYAT HIDUP Penulis dilahirkan di Cianjur pada tanggal 29 Juli 1985. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Keuangan dan Kesekretariatan (AK2) Centre of Management (COM@) periode 2004/2005. Sejak tahun 1997-2000 penulis menyelesaikan pendidikan di SLTP Negeri 2 Cianjur. Elly Nurlela.. Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Departemen Manajemen. kemudian melanjutkan ke SD Negeri Pasir Hayam tahun 1991-1997. panitia di beberapa kegiatan kampus. .Si. Pada tahun 2003 penulis diterima di Institut Pertanian Bogor melalui jalur Undangan Seleksi Masuk IPB (USMI) di Departemen Manajemen. Penulis menyelesaikan pendidikan di TK Melati pada tahun 1991. Penulis merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara pasangan H. Bogor) di bawah bimbingan Erlin Trisyulianti S. Selama masa studi penulis aktif sebagai staf Direktorat Administrasi.TP.

2. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) seharusnya menjadi prioritas utama dalam suatu perusahaan.TP. MM dan Eko Rudy Cahyadi. Ir. S. MM atas kesediaannya untuk menjadi dosen penguji. Memperhatikan hal tersebut.Si selaku dosen pembimbing yang telah meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan dan pengarahan kepada penulis. Skripsi ini disusun sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Departemen Manajemen. M. penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada orang-orang dan lembaga yang secara langsung maupun tidak langsung telah memberikan bantuan kepada penulis untuk menyelesaikan skripsi ini. yaitu : 1. Anggraini Sukmawati. Bogor).KATA PENGANTAR Puji dan syukur hendaknya kita panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas limpahan rahmatNya penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul Hubungan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan Produktivitas Kerja Karyawan (Studi kasus : Bagian Pengolahan PTPN VIII Gunung Mas. . Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor. Pada kesempatan kali ini.Hut. S. namun sayangnya tidak semua perusahaan memahami akan arti pentingnya K3 dan mengetahui bagaimana cara mengimplementasikannya dengan baik dalam lingkungan perusahaan. Potensi kerugian perusahaan akibat lemahnya implementasi K3 sangat besar diantaranya yaitu terganggunya proses produksi dan perbaikan alat produksi yang rusak karena kecelakaan kerja serta perusahaan kehilangan kesempatan mendapatkan keuntungan karena rendahnya produktivitas kerja karyawan. maka penerapan K3 dalam suatu perusahaan perlu dikaji karena penerapan K3 dapat meningkatkan produktivitas kerja karyawan sehingga produktivitas perusahaan juga akan meningkat. Erlin Trisyulianti.

M. 10. doa. 9. 6. Kakak-kakakku (Kang Indra. doa. Kedua orang tuaku H. Teman-teman satu bimbingan (Riri. Yudi dan Kak Aldi) dan teman-teman seperjuangan (Irma. Sahabat-sahabatku yang selalu menemani (Nunu. 11. Terima kasih telah menjadi orang tua yang terbaik untukku. Maman Suparman dan Hj. Vebby dan Nadya) dan teman-teman manajemen 40 untuk kebersamaan selama empat tahun ini. 8. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membutuhkannya.3. FEM IPB. Mei 2007 Penulis . ipeh dan Indras) atas segala semangat. serta tawa canda yang mewarnai perjuangan kita. Ir.Ip atas doa. mas Wawan dan staf-staf lainnya yang selalu memberikan pengarahan kepada penulis selama penelitian berlangsung. seluruh staf dosen pengajar dan karyawan/wati Departemen Manajemen. Meza. pengertian dan dukungannya.Sc selaku Ketua Departemen Manajemen. Ir. kasih sayang dan dukungannya. Tata. Elly Nurlela yang telah membesarkan dan mendidik dengan penuh kasih sayang. Teh Indri. Oleh karena itu kritik dan saran dari pembaca sangat diharapkan oleh penulis untuk menyempurnakan skripsi ini. ibu Henny. Jono M. Dr. Rama Ramdani Wijaya atas kasih sayang. kasih sayang yang selalu mengiringi serta semangat yang tiada henti. Kak Ayep dan Teh Iis) dan keponakanku yang lucu-lucu (Zahra dan Razan) atas doa. 5. Munandar. dukungan. pak Dadan. Bogor. Dedi Kusramdani selaku Sinder pabrik PTPN VIII Gunung Mas. 4. Penulis menyadari masih banyak terdapat kekurangan dalam penulisan skripsi ini. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu yang telah ikut membantu selama penyusunan skripsi ini. 7. Keluarga Agus Sukarman S. pak Dudi.

............. Tujuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja ..........................4.... Latar Belakang ..................................................2................... Gambaran Umum Perusahaan...........iv DAFTAR ISI ........................................1... Tujuan Penelitian ................ Lokasi dan Waktu Penelitian ................................................................................... Kecelakaan .............................. 24 3.. 25 IV..................................................5.............. 29 4.................................................... 3 1............ Skala Likert .......................4..........DAFTAR ISI Halaman ABSTRAK RIWAYAT HIDUP .......................3...4................2.......1.......4. HASIL DAN PEMBAHASAN 4....................... 5 2....4.. 16 2...............................1......... Faktor-faktor Kecelakaan ......................................................2........................... PENDAHULUAN 1............................... 1 1.......4.....4.................. 18 III..... Kerangka Pemikiran ..................................... Program K3 .........................iii KATA PENGANTAR ......... x I........................................... 29 4..............viii DAFTAR GAMBAR ........ Analisis Data ...................2...2................. Sejarah Perusahaan .......................................................... Manfaat Penelitian ... Ruang Lingkup Penelitian ...............................................................................5..... METODE PENELITIAN 3... Penelitian Terdahulu .................................. Produktivitas ....................................................................... Landasan Hukum K3 ..........................................................................4.. 19 3.. 8 2....2.......................................................... 5 2........ 23 3..................................3.................................... 3 1.............ix DAFTAR LAMPIRAN ..............3...... Pengolahan dan Analisis Data ............................4......................................................... 10 2..... 22 3..........2........2........................................ Pengertian ...........2.......1..................3................ 30 .............................. Visi dan Misi Perusahaan ..............2.... Keselamatan dan Kesehatan Kerja .... 4 II...................................................................................... 8 2.........1......................2............................. Uji Validitas ..... 22 3..........................1....1..................................... 22 3........ TINJAUAN PUSTAKA 2.......vi DAFTAR TABEL ....................... Sistem Manajemen K3 .................. Perumusan Masalah ...1...........1............1......................................................................... 5 2...3..................1............................... Uji Reliabilitas ............ 11 2.1................... 3 1....2......................... 15 2.... Pengumpulan Data ............................ 12 2........... 22 3........................ Pengertian .

. 62 KESIMPULAN DAN SARAN ........................................................7.. Jenis Kelamin .................................5........................... 41 4......................................7........ Evaluasi K3 ...... Lingkungan Kerja ...................6..............................................6................... Kontrol Lingkungan Kerja ... Kegiatan Pengolahan Teh Hitam ..... Hasil Uji Reliabilitas Kuisioner ...... Peningkatan Kesadaran K3 ........................... Analisis Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) .... Karakteristik Responden ............. 31 4............................................7.............. Pelatihan Keselamatan ...............................4...... Sumberdaya Manusia ............... Saran .. 51 4................. 67 DAFTAR PUSTAKA ...........................1.................. Analisis Produktivitas Kerja ...............6............3..5.. Kemampuan Kerja ... 61 4..... 42 4................................ Hasil Uji Validitas Kuisioner ...................................... 39 4............7...........................................4...............3...........2...1...................................................6.... 44 4.................. 35 4.............................. 40 4............... 66 2...............................1......... 57 4....................................4.. Analisis Data Uji Validitas dan Uji Reliabilitas Kuisioner ......5............... Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja ...3...................................................2............ 43 4.............5....... 47 4..............5........... Usia ....4...4......................... Kompensasi ............... 56 4. Pengawasan dan Disiplin . 59 4........4.................... 61 4.........................................................................1........................................ 59 4...........5... 66 1.. Kesimpulan .......... Kemauan Kerja ................7... Gambaran Umum Produktivitas Kerja Karyawan ...............1.. Masa Kerja ................. 42 4.................6......1....................4.....7.....................6.. 31 4................................6.............................. 54 4..7..............5................................................................2................. 58 4..7....... 30 4.3..................................... Tingkat Pendidikan ......2.................... Hubungan Kerja ................... 40 4.....3..................... 44 4................................. 70 ...5. 41 4... 68 LAMPIRAN ................................6..................... 41 4..4... Analisis Hubungan K3 dengan Produktivitas Kerja .......................... Jaminan Sosial....... 57 4...............6.7..... 60 4............................2......8.. Gambaran Umum K3 ...................... 49 4..................................................1.............. Publikasi Keselamatan ............................................ Struktur Organisasi Perusahaan ..

.................. Hasil jawaban responden mengenai jaminan sosial .. Hasil jawaban responden mengenai kompensasi .......... 28 4............... Tingkat reliabilitas metode Alpha Cronbach ...... Hasil jawaban responden mengenai kontrol lingkungan kerja ........................... 47 8................................ Hasil jawaban responden mengenai peningkatan kesadaran K3 .......................... Kriteria erat dan tidaknya hubungan antara variabel dan rentang nilai korelasi ........ Hasil jawaban responden mengenai pelatihan keselamatan ................................. 60 16.. 31 5..... 57 12........... 60 17.................................................... 58 14........................ Faktor-faktor K3 bagian pengolahan PTPN VIII Gunung Mas ...... Hasil jawaban responden mengenai pengawasan dan disiplin ................... 59 15. 50 9.. Hasil jawaban responden mengenai kemauan kerja ..................................... 25 3........ Hasil jawaban responden mengenai kemampuan kerja ......................... 41 6. 45 7............................ Jumlah karyawan bagian pengolahan PTPN VIII Gunung Mas ................................ Bobot nilai jawaban responden .............DAFTAR TABEL No 1............. 24 2..... Hasil jawaban responden mengenai lingkungan kerja ........................................................... 52 10............................................. Hasil jawaban responden mengenai publikasi keselamatan ............ 55 11....... Hubungan faktor-faktor K3 dengan produktivitas kerja .................. 62 19......... 58 13................ Produktivitas kerja karyawan bagian pengolahan PTPN VIII Gunung Mas ......... 63 .......... Hasil jawaban responden mengenai hubungan kerja ...... Nilai skor rataan ....................... 61 18..

................. 21 5................. 43 ............................. 12 3..................... 43 8.............. 20 4............................................................................. Kerangka pemikiran penelitian ..............................DAFTAR GAMBAR No Halaman 1........... Biaya perusahaan akibat kecelakaan kerja ......... 42 7.. Sistem model manajemen K3 ....... 6 2........................... Karakteristik responden berdasarkan masa kerja ................................. Tahapan penelitian ....................................... Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin .............. Karakteristik responden berdasarkan usia ... Karakteristik responden berdasarkan tingkat pendidikan ........................... 42 6..........................................

................. 81 7..........DAFTAR LAMPIRAN No Halaman 1................... Uji validitas kuisioner ........................................................ 83 ........... Struktur organisasi PTPN VIII Gunung Mas ............................ Hasil uji korelasi Rank Spearman .................................................................................................... Kuisioner penelitian ........ 76 4.................................. 74 3...................................... 70 2............ Uji reliabilitas kuisioner ........... 77 5........................... Diagram proses pengolahan teh hitam CTC ..... 79 6........................................................... Penerapan K3 di PTPN VIII Gunung Mas ......

Sisanya meninggal karena sakit yang diderita dalam pekerjaan seperti membongkar zat kimia beracun (ILO.2 juta orang per tahun akibat sakit atau kecelakaan yang berkaitan dengan pekerjaan mereka. Masalah keselamatan dan kesehatan kerja bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah tetapi merupakan tanggung jawab semua pihak terutama pengusaha. Hal ini berkaitan dengan perlindungan tenaga kerja dari bahaya dan penyakit akibat kerja maupun lingkungan kerja.I. kebakaran. Faktor-faktor produksi dalam perusahaan seperti modal. Sumberdaya manusia sebagai tenaga kerja tidak terlepas dari masalah-masalah yang berkaitan dengan keselamatan dan kesehatannya sewaktu bekerja. Berdasarkan PEMNAKER 05/MEN/1996. Kualitas produk yang dihasilkan tidak terlepas dari peranan sumberdaya manusia yang dimiliki perusahaan. Riset yang dilakukan badan dunia ILO menghasilkan kesimpulan. tenaga kerja dan masyarakat. 2003 dalam Suardi. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah suatu program . karena mereka lebih mungkin melakukan pekerjaan berbahaya. setiap hari rata-rata 6000 orang meninggal. 2005).1. Secara keseluruhan kecelakaan di tempat kerja telah menewaskan 350. setara dengan satu orang setiap 15 detik atau 2. PENDAHULUAN 1. wajib menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).000 orang. Jumlah pria yang meninggal dua kali lebih banyak dibandingkan wanita. perusahaan yang memperkerjakan tenaga kerja sebanyak 100 orang atau lebih dan mempunyai potensi bahaya yang ditimbulkan oleh karakteristik proses bahan produksi yang dapat mengakibatkan kecelakaan kerja seperti peledakan. mesin dan material dapat bermanfaat apabila telah diolah oleh sumberdaya manusia. Latar Belakang Persaingan industri yang semakin ketat menuntut perusahaan untuk mengoptimalkan seluruh sumberdaya yang dimiliki dalam menghasilkan produk berkualitas tinggi agar mampu bertahan dalam persaingan dengan perusahaan lain. pencemaran dan penyakit akibat kerja.

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) seharusnya menjadi prioritas utama dalam suatu perusahaan. Perlindungan tenaga kerja dari bahaya dan penyakit akibat kerja atau akibat dari lingkungan kerja sangat dibutuhkan oleh karyawan agar karyawan merasa aman dan nyaman dalam menyelesaikan pekerjaannya. sehingga diharapkan produktivitas kerja karyawan meningkat yang dapat mendukung keberhasilan bisnis perusahaan dalam membangun dan membesarkan usahanya. Potensi kerugian perusahaan akibat lemahnya implementasi K3 sangat besar diantaranya yaitu terganggunya proses produksi dan perbaikan alat produksi yang rusak karena kecelakaan kerja serta perusahaan kehilangan kesempatan mendapatkan keuntungan karena rendahnya produktivitas kerja karyawan. Tearing.yang dibuat pekerja maupun pengusaha sebagai upaya mencegah timbulnya kecelakaan dan penyakit akibat kerja dengan cara mengenali hal-hal yang berpotensi menimbulkan kecelakaan dan penyakit akibat kerja serta tindakan antisipatif apabila terjadi kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Curling) yang telah memperoleh sertifikat ISO 9001:2000 dan HCCP (Hazard Critical Control Point). Tenaga kerja yang sehat akan bekerja produktif. PTPN VIII Gunung Mas menerapkan K3 karena perusahaan menyadari bahwa setiap karyawan berhak untuk mendapatkan jaminan keselamatan dan kesehatan sewaktu bekerja. namun sayangnya tidak semua perusahaan memahami akan arti pentingnya K3 dan mengetahui bagaimana cara mengimplementasikannya dengan baik dalam lingkungan perusahaan. Perusahaan yang baik adalah perusahaan yang benar-benar menjaga keselamatan dan kesehatan karyawannya dengan membuat aturan tentang keselamatan dan kesehatan kerja yang dilaksanakan oleh seluruh karyawan dan pimpinan perusahaan. Memperhatikan hal tersebut. Tujuan dari dibuatnya program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah untuk mengurangi biaya perusahaan apabila timbul kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Perkebunan teh Gunung Mas merupakan unit produsen teh hitam CTC (Crushing. maka penerapan K3 dalam suatu perusahaan perlu dikaji karena penerapan K3 dapat meningkatkan produktivitas kerja karyawan sehingga produktivitas perusahaan juga akan meningkat. .

Bagaimana penerapan program K3 di bagian pengolahan PTPN VIII Gunung Mas. . Manfaat Penelitian Manfaat penelitian ini adalah : 1. 3. Mengkaji penerapan program K3 di bagian pengolahan PTPN VIII Gunung Mas. Perumusan Masalah Penerapan K3 yang baik disamping memberikan perlindungan terhadap kecelakaan kerja dan mencegah kerugian yang besar bagi perusahaan. 2. Karyawan akan merasa diperhatikan oleh perusahaan. Tujuan Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. 2. 2. sehingga dapat meningkatkan produktivitas kerja karyawan. Bogor. Menambah wawasan dan sebagai bahan rujukan bagi peneliti selanjutnya yang mengambil tema tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). juga akan meningkatkan motivasi karyawan dalam bekerja. Bogor? Bagaimana hubungan antara program K3 dengan produktivitas kerja karyawan bagian pengolahan PTPN VIII Gunung Mas. Menganalisis hubungan antara program K3 dengan produktivitas kerja karyawan bagian pengolahan PTPN VIII Gunung Mas. 2. Sebagai bahan masukan bagi perusahaan dalam menerapkan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang baik. Atas dasar tersebut rumusan masalah yang berkaitan dengan penelitian ini adalah : 1. sehingga sebagai imbalannya merekapun akan bekerja dengan lebih baik. Bogor? Bagaimana gambaran produktivitas kerja karyawan bagian pengolahan PTPN VIII Gunung Mas. Bogor. 4. 1. 3. Mengkaji produktivitas kerja karyawan bagian pengolahan PTPN VIII Gunung Mas. Bogor? 1. 3.1.

mencakup masalah : 1. Penelitian ini dilakukan di PTPN VIII Gunung Mas. 3. Bogor yang meliputi faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja karyawan. kontrol lingkungan kerja. agar lebih terarah dan mudah dipahami. . publikasi keselamatan kerja. pengawasan dan disiplin serta peningkatan kesadaran K3. Bogor yang difokuskan pada bagian pengolahan. Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup masalah dalam penelitian ini dibatasi. 2. 5.1. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang dianalisis meliputi lima faktor yaitu : pelatihan keselamatan. Produktivitas kerja karyawan yang dikaji adalah produktivitas kerja karyawan bagian pengolahan PTPN VIII Gunung Mas.

II. yaitu : 1) Kecelakaan industri (industrial accident) yaitu kecelakaan yang terjadi di tempat kerja karena adanya sumber bahaya atau bahaya kerja. 2. 2005). merusak harta benda atau kerugian terhadap proses. Keadaan hampir celaka (near-accident) adalah suatu kejadian atau peristiwa yang tidak diinginkan dimana dengan keadaan yang sedikit berbeda akan mengakibatkan bahaya terhadap manusia. 1. 1. Kecelakaan 2. Faktor-faktor Kecelakaan Teori Domino Heinrich (1931) dalam Suardi (2005) menyebutkan bahwa pada setiap kecelakaan yang menimbulkan cedera terdapat lima faktor yang secara berurutan digambarkan sebagai lima . Secara umum kecelakaan kerja dibagi menjadi dua golongan. 2) Kecelakaan dalam perjalanan (community accident) yaitu kecelakaan yang terjadi diluar tempat kerja yang berkaitan dengan adanya hubungan kerja. kepala dan juga kepala urusan. mandor. Pengertian Kecelakaan adalah suatu kejadian tak diduga dan tidak dikehendaki yang mengacaukan proses suatu aktivitas yang telah diatur (Sulaksmono dalam Santoso. 1. TINJAUAN PUSTAKA 2. kecelakaan kerja adalah suatu kejadian atau peristiwa yang tidak diinginkan yang merugikan terhadap manusia. merusak harta benda atau kerugian terhadap proses (Sugeng. 1. penyelia. 2. Menurut Sugeng (2005). Kecelakaan terjadi tanpa diduga dan tidak diharapkan tetapi kecelakaan kerja pada prinsipnya dapat dicegah dan pencegahan ini menurut Bennett NBS dalam Santoso (2004) merupakan tanggung jawab para manajer lini. 2004).

Heinrinch mengemukakan untuk mencegah terjadinya kecelakaan. kontak dan kerugian. Bird Peterson (1967) dalam Suardi (2005) memodifikasi teori Domino Heinrich dengan mengemukakan teori manajemen yang berisikan lima faktor dalam urutan suatu kecelakaan yaitu : manajemen. Setiap satu kecelakaan berat disertai oleh 10 kejadian kecelakaan ringan. gejala. Birds mengemukakan bahwa usaha pencegahan kecelakaan kerja hanya dapat berhasil dengan mulai memperbaiki manajemen keselamatan dan kesehatan kerja. dan digambarkan sebagai gunung es dapat dilihat pada Gambar 1. perbuatan dan kondisi tak aman (hazard). 1967) Menurut Bennett dalam Santoso (2004) terdapat empat faktor bergerak dalam satu kesatuan berantai yang dapat menyebabkan kecelakaan. yaitu : lingkungan. kuncinya adalah dengan memutuskan rangkaian sebab-akibat. Biaya yang dikeluarkan perusahaan akibat kecelakaan kerja dengan membandingkan biaya langsung dan biaya tak langsung adalah 1 : 5 – 50. Biaya Perusahaan Akibat Kecelakaan Kerja (Bird. Misalnya. 30 kejadian kecelakaan yang menimbulkan kerusakan harta benda dan 600 kejadian-kejadian hampir celaka. peralatan. kecelakaan serta cedera. bahaya dan manusia. Frank E. dengan membuang hazard satu domino diantaranya.domino yang berdiri sejajar. . yaitu : kebiasaan. sumber penyebab dasar. kesalahan seseorang. Gambar 1.

2001) diantaranya yaitu : 1. Pemakaian Peralatan Kerja a) Pengaman peralatan kerja yang sudah usang atau rusak. Pengaturan Udara a) Pergantian udara di ruang kerja yang tidak baik. b) Ruang kerja yang terlalu padat dan sesak. 3. . 4. 5. Keadaan Tempat Lingkungan Kerja a) Penyusunan dan penyimpanan barang-barang yang berbahaya yang kurang diperhitungkan keamanannya. Menurut Dessler (1997). b) Emosi pegawai yang tidak stabil. Peralatan rusak. b) Penggunaan mesin dan alat elektronik tanpa pengaman yang baik. cara berpikir dan kemampuan persepsi yang lemah. Peralatan pelindung yang tidak memadai. Kondisi tidak aman : a. motivasi kerja rendah. Kondisi Fisik dan Mental Pegawai a) Kerusakan alat indera dan stamina pegawai yang tidak stabil.Ada beberapa sebab yang memungkinkan terjadinya kecelakaan dan gangguan kesehatan pegawai (Mangkunegara. sikap pegawai yang ceroboh dan kurang pengetahuan dalam penggunaan fasilitas kerja terutama fasilitas kerja yang membawa resiko bahaya. 2. b) Suhu udara yang tidak dikondisikan pengaturannya. ada tiga alasan dasar kecelakaan di tempat kerja yaitu : 1. Pengaturan Penerangan a) Pengaturan dan penggunaan sumber cahaya yang tidak tepat. b) Ruang kerja yang kurang cahaya. kepribadian pegawai yang rapuh. 2. b. Kejadian yang bersifat kebetulan. c) Pembuangan kotoran dan limbah yang tidak pada tempatnya.

Membuang bahan-bahan b. g. Tindakan-tindakan yang tidak aman yang dilakukan karyawan : a. Menggunakan prosedur yang tidak aman. sumpek dan terlalu penuh. Semua itu sering dihubungkan dengan perlengkapan perusahaan atau lingkungan fisik dan mencakup tugas-tugas kerja yang membutuhkan pemeliharaan dan latihan. Prosedur yang berbahaya dalam. Membuat peralatan keamanan tidak beroperasi dengan baik. e. ketakutan aliran listrik. Ventilasi tidak memadai. terpotong. d. emosi atau rasa sakit yang disebabkan oleh lingkungan kerja. h. 1. patah tulang. Mengangkat secara tidak tepat. Keselamatan dan Kesehatan Kerja 2. kerusakan atau kerugian di tempat kerja. dan permainan kasar. 2. Keselamatan kerja menunjukkan kondisi yang aman atau selamat dari penderitaan. Resiko keselamatan merupakan aspek-aspek dari lingkungan kerja yang dapat menyebabkan kebakaran. f. atau disekitar mesin atau peralatan. Pengertian Berdasarkan pendapat Leon C. Beroperasi atau bekerja dengan kecepatan yang tidak aman. penglihatan dan pendengaran. kaget. 3. Resiko kesehatan merupakan faktor-faktor dalam lingkungan kerja yang . kerugian alat tubuh. 2. berselisih. Megginson (1981:364) dalam Mangkunegara (2001) istilah keselamatan mencakup kedua istilah resiko keselamatan dan resiko kesehatan. Gudang yang tidak aman. penyalahgunaan. mental. Mengambil posisi tidak aman. Sedangkan kesehatan kerja menunjukkan pada kondisi yang bebas dari gangguan fisik. d. Pikiran kacau. f. gangguan. 2. e. luka memar. pada. Menggunakan peralatan yang tidak aman. keseleo.c. Penerangan yang tidak memadai. c.

berupa lingkungan fisik. Status sehat seseorang menurut Blum (1981) dalam Sugeng (2005) ditentukan oleh empat faktor yaitu : 1) Lingkungan. . 2) Perilaku yang meliputi sikap. kurang perhatian. (Rivai. Kondisi fisiologisfisikal meliputi penyakit-penyakit dan kecelakaan kerja seperti cedera. sikap menarik diri. Kondisi-kondisi psikologis diakibatkan oleh stres pekerjaan dan kehidupan kerja yang berkualitas rendah. Keselamatan kerja menurut American Society of Safety Engineers (ASSE) dalam Sugeng (2005) diartikan sebagai bidang kegiatan yang ditujukan untuk mencegah semua jenis kecelakaan yang ada kaitannya dengan lingkungan dan situasi kerja. pengobatan. kehilangan nyawa atau anggota badan. biologi dan sosial budaya. selalu menunda pekerjaan dan kecenderungan untuk mudah putus asa terhadap hal-hal yang remeh. kimia. Hal ini meliputi ketidakpuasan. lingkungan yang dapat membuat stress emosi atau gangguan fisik. Keselamatan dan kesehatan kerja menunjukkan kondisi-kondisi fisiologis-fisikal dan psikologis tenaga kerja yang diakibatkan oleh lingkungan kerja yang disediakan oleh perusahaan. kebiasaan dan tingkah laku 3) Pelayanan kesehatan. preventif. mudah marah.bekerja melebihi periode waktu yang ditentukan. perawatan. 2006) Kesehatan kerja menurut Darmanto (1999) merupakan spesialisasi ilmu kesehatan/kedokteran beserta prakteknya yang bertujuan agar pekerja/masyarakat pekerja memperoleh derajat kesehatan setinggi-tingginya baik fisik. mental maupun sosial dengan usaha preventif atau kuratif terhadap penyakit/gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh faktor pekerjaan dan lingkungan kerja serta terhadap penyakit umum. pencegahan kecacatan dan rehabilitasi 4) Genetik yang merupakan faktor bawaan setiap manusia. meliputi : promotif.

Perusahaan yang dapat menurunkan tingkat dan beratnya kecelakaan-kecelakaan kerja. Terhindar dari gangguan kesehatan yang disebabkan oleh lingkungan atau kondisi kerja.2. 6. 2006). keserasian kerja dan partisipasi kerja. 2. tujuan dan pentingnya keselamatan kerja meliputi : 1. Meningkatnya efisiensi dan kualitas pekerja yang lebih berkomitmen. Menurunnya biaya-biaya kesehatan dan asuransi. Tujuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Menurut Mangkunegara (2001). 4. 2. Adanya jaminan atas pemeliharaan dan peningkatan kesehatan gizi pegawai. 7. Fleksibilitas dan adaptabilitas yang lebih besar sebagai akibat dari meningkatnya partisipasi dan rasa kepemilikan. 3. Tingkat kompensasi pekerja dan pembayaran langsung yang lebih rendah karena menurunnya pengajuan klaim. 5. 2. Setiap pegawai mendapat jaminan keselamatan dan kesehatan kerja baik secara fisik. sosial dan psikologis. 4. . 5. penyakit dan hal-hal yang berkaitan dengan stres serta mampu meningkatkan kualitas kehidupan kerja para pekerjanya. 3. maka perusahaan tersebut akan semakin efektif (Rivai. Rasio seleksi tenaga kerja yang lebih baik karena meningkatnya citra perusahaan. Meningkatkan kegairahan. 6. Setiap pegawai merasa aman dan terlindungi dalam bekerja. Semua hasil produksi dipelihara keamanannya. 2. Menurut Rivai (2006). Setiap perlengkapan dan peralatan kerja digunakan sebaikbaiknya dan seefektif mungkin. Meningkatnya produktivitas karena menurunnya jumlah hari kerja yang hilang. tujuan keselamatan dan kesehatan kerja adalah sebagai berikut : 1.

Sistem Manajemen K3 Pendekatan sistem pada manajemen K3 dimulai dengan mempertimbangkan tujuan keselamatan kerja. 3. tenaga kerja. Tujuan sistem manajemen K3 adalah menciptakan suatu sistem keselamatan dan kesehatan kerja dengan melibatkan unsur dan manajemen. 2. efisien dan produktif ( Santoso. Mencegah dan memberikan perawatan terhadap timbulnya penyakit. 4. 2. 2001). pengkajian dan pemeliharaan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja dalam rangka pengendalian resiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna tercapainya lingkungan kerja yang aman. 2004). Mengatur suhu. ketertiban dan keserasian lingkungan kerja. prosedur. yang terintegrasi dalam mencegah dan mengurangi kecelakaan efisien dan produktif (Sugeng. tanggung jawab. penerangan yang cukup dan menyejukkan serta mencegah kebisingan. . 3. Mencegah dan mengurangi kecelakaan kebakaran dan peledakan. penyakit akibat kerja serta terciptanya tenaga kerja yang sehat. proses dan sumberdaya yang dibutuhkan bagi pengembangan. kegiatan perencanaan.Usaha-usaha yang diperlukan dalam meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja menurut Mangkunegara (2001) adalah sebagai berikut : 1. teknik dan peralatan yang digunakan. kondisi dan lingkungan kerja. Memelihara kebersihan. pelaksanaan. 6. 2005). kebersihan udara. proses produk dan perencanaan tempat kerja (Mangkunegara. aman. 2. 5. Sistem manajemen K3 adalah bagian dari sistem manajemen secara keseluruhan yang meliputi struktur organisasi. Memberikan peralatan perlindungan diri untuk pegawai yang bekerja pada lingkungan yang berbahaya. kelembaban. Menciptakan suasana kerja yang menggairahkan semangat kerja pegawai.

g. k. h. program manajemen tentang keselamatan dan kesehatan kerja meliputi : a. Pelatihan kepemimpinan (Leadership training). b. Pelayanan kesehatan kerja. i. f. Berikut ini adalah program K3 dari International Loss Control Institute (ILCI) atau Det Norske Veritas (DNV). Analisis pekerjaan dan procedural. Penyediaan alat pelindung diri. 2. j. Laporan dan pendataan. Sistem model manajemen K3 (Pemnaker 05/MEN/1996) 2. dan administrasi (Leadership and . Manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang terpadu.Perbaikan berlanjut Komitmen dan kebijaksanaan Perencanaan Peninjauan ulang dan peningkatan oleh manajemen Pengukuran dan evaluasi Penerapan Gambar 2. Latihan bagi tenaga kerja. Kepemimpinan dan administrasinya. e. 4. Pengawasan. Kepemimpinan administration). yaitu : 1. c. 2. Sistem pemeriksaan. Program K3 Menurut Suardi (2005). Penelitian dan analisis pekerjaan. d. Peningkatan kesadaran terhadap keselamatan dan kesehatan kerja.

Komunikasi perorangan (Personal communications). Kesiagaan menghadapi keadaan darurat (Emergency Preparedness). Pengontrolan kesehatan dan kebersihan (Health and hygiene control). 13. Inspeksi dan perawatan terencana (Planned inspections and maintenance). dengan meneliti kenapa dan barang dan jasa (Material and services kecelakaan atau insiden (Accident/incident . baik secara intern maupun secara ekstern (Sugeng. Ada dua aspek yang digunakan untuk mengatasi masalah K3. 6. yaitu Safety Psychology dan Industrial Clinical Psychology (Miner dalam Ilham. 20. Komunikasi kelompok (Group communications). 2005). Keselamatan diluar jam kerja (Off the job safety). 9. 14. 4. Observasi atau pemantauan tugas (Task observation). Penerimaan dan penempatan pegawai (Hiring and placement). Peraturan dan izin kerja (Rules and work permits). 15.3. Analisa kecelakaan/insiden (Accident/incedent analysis). 11. 7. 5. 12. Alat pelindung keselamatan diri (Personal protective equipment). 17. 10. Prosedur dan analisa tugas krisis (Critical task analysis and procedures). Semua program K3 ini harus dikontrol implementasinya secara periodik. Penyelidikan investigation). Pengelolaan rekayasa dan perubahan (Engineering and change management). 16. 18. Pelatihan pengetahuan dan keterampilan (Knowledge and skill training). Pengelolaan management). 8. Evaluasi sistem (System evaluation). 19. 2002). Safety Psychology menitikberatkan pada usaha mencegah kecelakaan itu terjadi. Promosi umum (General promotion).

sebab-sebab penurunan dan bagaimana mengatasinya.bagaimana kecelakaan terjadi. 2) Pelatihan Keselamatan Pelatihan yang diadakan perusahaan untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Industrial Clinical Psychology menitikberatkan pada kinerja karyawan yang menurun. Kontes keselamatan kerja bertujuan untuk memotivasi karyawan agara selalu menerapkan K3 sewaktu bekerja. Faktor-faktor dari kedua aspek tersebut adalah sebagai berikut : a. Safety Psychology terdiri dari enam faktor. 6) Peningkatan Kesadaran K3 Peningkatan kesadaran K3 merupakan usaha perusahaan dalam mensukseskan program K3. Dengan adanya laporan dan statistik kecelakaan kerja. 4) Kontrol terhadap Lingkungan Kerja Kontrol lingkungan kerja bertujuan untuk melindungi karyawan dari bahaya kecelakaan kerja yang mungkin terjadi dan menciptakan kondisi atau lingkungan kerja yang aman dan nyaman. 3) Publikasi dan Kontes Keselamatan Publikasi keselamatan kerja bertujuan untuk mengingatkan memotivasi karyawan agar menyadari akan pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja. perusahaan akan memiliki gambaran mengenai potensi terjadinya kecelakaan kerja dan cara mengantisipasinya. yaitu : 1) Laporan dan Statistik Kecelakaan Laporan dan statistik mengenai jumlah kecelakaan yang terjadi ditempat kerja. 5) Inspeksi dan Disiplin Inspeksi dan disiplin adalah pengawasan terhadap lingkungan kerja dan perilaku kerja karyawan. Adanya komitmen yang kuat dan perhatian yang besar dari manajemen perusahaan dapat .

Peraturan Menteri Perburuhan tentang Syarat Kesehatan. Kebersihan serta Penerangan dalam Tempat Kerja No.13/2003 2.7/1964 8.1/1981 . Undang-undang Ketenagakerjaan No.22/1993 7.1/1970 4. Undang-undang Keselamatan Kerja No. Peraturan Menteri Tenaga Kerja tentang Pemeriksaan Kesehatan Tenaga Kerja dalam Penyelenggaraan Keselamatan Kerja No. sebagai berikut : 1. Landasan Hukum K3 Dasar-dasar hukum Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Indonesia telah banyak diterbitkan baik dalam bentuk undangundang. Keputusan Presiden.2/1980 9. 5. Peraturan Pemerintah tentang Penyelenggaraan Jaminan Sosial Tenaga Kerja No. Keputusan Menteri dan Surat Edaran (Sugeng. 2005). Peraturan Menteri Tenaga Kerja tentang Kewajiban melaporkan Penyakit Akibat Kerja No. 2) Employee Assistance Program Pembimbingan secara intensif yang dilakukan untuk menangani berbagai macam masalah yang dihadapi karyawan terutama yang berhubungan dengan perilaku karyawan. b. 3/1992 5. 2.14/1993 6. Keputusan Presiden tentang Penyakit yang timbul Karena Hubungan Kerja No.memotivasi karyawan untuk mengutamakan keselamatan dan kesehatannya sewaktu bekerja. Peraturan Pemerintah. UUD 1945 pasal 27 ayat 1 dan 2 3. Undang-undang tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja No. Industrial Clinical Psychology terdiri dari dua faktor. yaitu : 1) Konseling Pembimbingan yang dilakukan perusahaan untuk meningkatkan kembali motivasi kerja karyawan setelah diketahui adanya penurunan produktivitas dari karyawan tersebut. 2.

dan hubungan kerja yang harmonis (Sinungan. Pengukuran produktivitas kerja menurut sistem pemasukan fisik perorangan atau per orang per jam kerja diterima secara luas. kemampuan kerja yang sesuai dengan isi kerja. pengeluaran diubah ke dalam unit-unit pekerja yang biasanya diartikan sebagai jumlah kerja yang dapat dilakukan dalam satu jam oleh pekerja yang terpercaya yang bekerja menurut pelaksanaan standar.10. secara filosofis produktivitas mempunyai pengertian sebagai sikap mental yang selalu berpandangan bahwa mutu kehidupan hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini (Umar. .51/1999 12.1/1997. Produktivitas Produktivitas mempunyai beberapa pengertian. 2005). jaminan sosial yang memadai. Produktivitas kerja merupakan hal yang sangat menarik karena mengukur hasil kerja manusia dengan segala masalahnya. Keputusan Menteri Tenaga Kerja tentang NAB faktor fisika di tempat kerja No. lingkungan kerja yang nyaman. Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja tentang NAB faktor kimia di udara lingkungan kerja No.3/1982 11. namun dari sudut pandang atau pengawasan harian. pengukuran tersebut pada umumnya tidaklah memuaskan. Secara umum produktivitas mengandung arti sebagai perbandingan antara hasil yang dicapai (output) dengan keseluruhan sumberdaya yang digunakan (input). Produktivitas kerja dipengaruhi oleh beberapa faktor dan dapat dilihat dari kemauan kerja yang tinggi. 3. 2003). karena adanya variasi dalam jumlah yang diperlukan untuk memproduksi satu unit produk yang berbeda. Oleh karena itu digunakan metode pengukuran waktu tenaga kerja (jam. 2. penghasilan yang dapat memenuhi kebutuhan hidup minimum. hari atau tahun). Peraturan Menteri Tenaga Kerja tentang Pelayanan Kesehatan Kerja No.

e. Manajemen produktivitas. mempengaruhi produktivitas pada tingkat mikro dibagi menjadi dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Sikap kerja. Menurut Balai Pengembangan Produktivitas Daerah yaitu : a. Lingkungan kerja termasuk teknologi dan cara produksi. Sarana pendukung kerja mencakup lingkungan kerja dan kesejahteraan tenaga kerja. 2. Kewiraswastaan. f. d. faktor-faktor yang dalam Umar (2003) ada enam faktor utama yang menentukan produktivitas tenaga kerja. sedangkan kesejahteraan tenaga kerja tercermin dalam sistem pengupahan dan jaminan sosial serta jaminan kelangsungan kerja. tingkat keselamatan dan kesehatan kerja serta suasana dalam lingkungan itu sendiri. kondisi politik. mental dan kemampuan fisik pekerja yang bersangkutan. b. meliputi kebutuhan pemerintah. sarana dan peralatan produksi yang digunakan. Kualitas dan kemampuan fisik pekerja yang dipengaruhi oleh tingkat pendidikan. latihan. c. Sedangkan faktor eksternal meliputi : kebijaksanaan pemerintah. bahan dan energi. pabrik dan perlengkapannya. Supra sarana. Efisiensi tenaga kerja. sistem organisasi.Menurut Simanjuntak dalam Umar (2003) faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja digolongkan pada tiga kelompok. metode kerja. sosial. sumberdaya manusia. motivasi kerja. ekonomi dan hankam serta tersedianya sumberdaya alam. etos kerja. Hubungan antara tenaga kerja dan pimpinan. yaitu : 1. hubungan industrial dan kemampuan dalam mencapai sistem kerja yang optimal. teknologi. 3. . Tingkat keterampilan. Faktor internal meliputi : produk. manajemen. Menurut Dewan Produktivitas Nasional.

Hasil penelitian Saputra (2004) mengenai Analisis Pengaruh Sistem Kompensasi terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Departemen Produksi PT. Unitex Tbk. . seragam kerja. cuti/izin khusus. PLN (Persero) Unit Bisnis Strategis Penyaluran dan Pusat pengatur Beban (UBS P3B) region Jawa Timur dan Bali. bonus. Bogor dengan menggunakan analisis korelasi Rank Spearman menunjukkan bahwa semua variabel sistem kompensasi finansial dan non finansial berhubungan positif dengan variabel produktivitas kerja karyawan. Dalam penelitiannya Ilham menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hal ini menunjukkan bahwa setiap faktor K3 yang diteliti mempunyai pengaruh yang nyata terhadap peningkatan motivasi kerja karyawan sehingga perubahan-perubahan yang nyata akan menyebabkan perubahan pada tingkat motivasi karyawan. upah lembur. kondisi fisik. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa nilai korelasi yang didapat semuanya bernilai positif. Analisis data dengan menggunakan analisis regresi berganda dan hasil penelitiannya menunjukkan bahwa program K3 mempunyai pengaruh postitif terhadap kinerja karyawan sehingga penerapan program K3 yang baik akan meningkatkan kinerja karyawan. tunjangan. Jamsostek dan program K3. Komponen-komponen kompensasi yang dikaji adalah gaji.2. lingkungan kerja. Penelitian Terdahulu Ilham (2002) melakukan penelitian tentang Hubungan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dengan Motivasi Kerja Karyawan di PT. 4. fasilitas. Mahardika (2005) melakukan penelitian tentang Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja terhadap Kinerja Karyawan di PT. nyata dan berkorelasi kuat. Good Year Indonesia.

pengamatan dan beberapa dokumen perusahaan. . Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara program K3 dengan produktivitas kerja karyawan. kemampuan kerja. Karyawan dibagian pengolahan dituntut memiliki produktivitas kerja yang tinggi karena di bagian ini kualitas produk ditentukan. jaminan sosial dan hubungan kerja. Kerangka Pemikiran PTPN VIII Gunung Mas adalah salah satu perusahaan yang telah menerapkan program keselamatan dan kesehatan kerja. ditetapkan hanya lima faktor keselamatan kerja yang dapat dianalisis yaitu : pelatihan keselamatan. lingkungan kerja. kompensasi. Setelah melakukan kesepakatan dengan pihak manajemen PTPN VIII Gunung Mas. serta peningkatan kesadaran K3.III. Penelitian diawali dengan mengetahui bagaimana penerapan program K3 di PTPN VIII Gunung Mas melalui wawancara langsung. Sedangkan produktivitas kerja dapat dilihat dari faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja karyawan yang terdiri dari kemauan kerja. METODE PENELITIAN 3. Penelitian dilakukan pada divisi yang berkaitan dengan penerapan K3 yaitu bagian pengolahan. kontrol lingkungan kerja. Data yang diperoleh dari hasil penelitian diolah dengan menggunakan uji korelasi Rank Spearman. hal ini menunjukkan bahwa PTPN VIII Gunung Mas sangat memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja karyawannya.1. Dengan adanya program K3 karyawan merasa aman dan nyaman dalam menyelesaikan pekerjaannya sehingga diharapkan produktivitas kerja karyawan meningkat. Berdasarkan uraian tersebut. publikasi keselamatan kerja. pengawasan dan disiplin. maka kerangka pemikiran penelitian ini dapat dilihat pada Gambar 3 dan tahapan penelitian dapat dilihat pada Gambar 4.

Hubungan Kerja Hubungan antara program K3 dengan produktivitas kerja Adanya rasa aman dalam bekerja sehingga produktivitas kerja karyawan meningkat Gambar 3. Peningkatan Kesadaran K3 Produktivitas Kerja Karyawan Faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja : 1. Kemampuan Kerja 3. Kompensasi 5.PTPN VIII Gunung Mas Bagian Pengolahan Penerapan Program K3 Faktor-faktor K3 : 1. Kontrol Lingkungan Kerja 4. Kemauan Kerja 2. Lingkungan Kerja 4. Pengawasan dan Disiplin 5. Jaminan Sosial 6. Publikasi Keselamatan Kerja 3. Kerangka Pemikiran Penelitian . Pelatihan Keselamatan 2.

Tahapan Penelitian .Pra Penelitian Penentuan Topik Penelitian Penentuan Obyek Penelitian Perumusan Masalah Penentuan Tujuan Penelitian Teknik pengambilan sampel dan pengumpulan data : • Metode sensus • Wawancara • Studi Pustaka Metode dan Analisis Data • Analisis deskriptif • Metode Uji Korelasi Rank Spearman Penyusunan Kuisioner Pengumpulan Data Uji Coba Kuisioner Pengolahan Data TIDAK OK Hasil dan Pembahasan YA Kesimpulan dan Saran Gambar 4.

2. 2. struktur organisasi. data primer dan data sekunder. Data Sekunder Data sekunder diperoleh dari studi literatur. Data sekunder meliputi sejarah perusahaan. 2002) : a. 4. referensi yang relevan. 1. 4. Uji Validitas Uji validitas menunjukkan sejauh mana alat pengukur itu mengukur apa yang ingin diukur (Singarimbun dan Effendi 1989). Langkah-langkah dalam menguji validitas kuesioner adalah sebagai berikut (Umar. data dari perusahaan maupun sumber-sumber lain yang menunjang penelitian.3. yaitu dengan cara : . yaitu mengambil sampel dari seluruh populasi karyawan pada bagian pengolahan yang berjumlah 75 orang karyawan. 3. faktor-faktor K3 dan produktivitas karyawan. 3. baik dari tulisan. 3. Responden yang dipilih adalah para karyawan pada bagian pengolahan. Data Primer Data primer diperoleh dari pengamatan langsung di lapangan. Pelaksanaan penelitian selama tiga bulan dari bulan Januari sampai Maret 2007.1. penyebaran kuisioner dan wawancara langsung kepada para karyawan divisi pengolahan. Pengumpulan Data Sumber data dalam penelitian ini ada dua jenis yaitu. Teknik pengambilan contoh yang digunakan adalah total sampling. manajemen sumber daya manusia. Pengolahan dan Analisis Data 3. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan di PTPN VIII Gunung Mas atas dasar pertimbangan bahwa PTPN VIII Gunung Mas telah menerapkan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan kesediaan dari perusahaan untuk dijadikan tempat penelitian. Mendefinisikan secara operasional konsep yang akan diukur.

.. b. keterandalan dan kestabilan alat ukur didalam mengukur gejala yang sama (Umar. Tahap selanjutnya membandingkan angka korelasi yang diperoleh dengan angka kritik tabel korelasi nilai r. c.... Pendapat para ahli lain ini kemudian disarikan kedalam bentuk rumusan yang operasional. Menghitung korelasi antara masing-masing pertanyaan atau pernyataan dengan skor total dengan menggunakan rumus Product Moment. Mencari definisi dan rumusan konsep serta literatur 2. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas bertujuan untuk mengetahui kekonsistenan. Melakukan uji coba skala pengukuran pada sejumlah responden. angka kritik tabel korelasi untuk nilai r adalah r (N-2. 2. 4. Menanyakan langsung kepada calon responden penelitian mengenai aspek-aspek konsep yang akan diukur. 2002). yaitu : N(∑ XY) − (∑ X ∑Y ) 2 2 r= {N∑X − (∑ X ) N∑Y − (∑Y ) 2 }{ 2 } …………….. 3. Jika dalam literatur tidak diperoleh definisi atau rumusan konsep yang akan diukur. Mempersiapkan tabel tabulasi jawaban.…(1) Keterangan : N = Jumlah responden X = Skor masing-masing pernyataan Y = Skor total e. d.. 4.. Bila nilai r > r tabel.. 3.. maka pernyataan tersebut valid atau signifikan dalam penelitian ini. Menanyakan langsung kepada calon responden penelitian mengenai aspek-aspek konsep yang menyusun pertanyaan yang operasional. Dari jawaban yang diperoleh peneliti membuat kerangka konsep dan membuat pertanyaan operasional.1. peneliti harus mendiskusikan dengan para ahli lain.... α). Pengukuran dilakukan dengan uji reliabilitas .

.............teknik Alpha Cronbach................ (2) σt2 ⎦ ⎣ K − 1⎥ ⎦⎣ ⎢ ⎥ Dimana : r11 = reliabilitas instrumen k = banyak butir pertanyaan 2 σ t = varian total Σσ2b = jumlah varian butir Rumus varian yang digunakan : σ2 = ∑X 2 (∑ X ) − n n 2 ...... 3... tetapi merupakan rentangan antara beberapa nilai.................. Cara penilaian terhadap hasil jawaban kuesioner dengan Skala Likert dapat dilihat pada Tabel 1........... Tabel 1... yaitu teknik pengukuran dengan mencari reliabilitas instrumen yang skornya bukan 0-1................................. (3) Dimana : n = jumlah responden X = nilai skor yang dipilih (total nilai dari nomor-nomor butir pertanyaan) 3.... misalnya 0-10 atau 10-100 atau bentuk skala 1-3............... Rumus ini dapat ditulis sebagai berikut : 2 ⎡ K ⎤ ⎡ ∑ σb ⎤ r11 = ⎢ ⎢1 − ⎥ .. 4.... Skala Likert Skala pengukuran yang digunakan pada setiap jawaban responden adalah dengan Skala Likert. 1-5 atau 1-7 dan seterusnya dapat dilakukan dengan dengan menggunakan koefisien alpha (α) dari Cronbach.... Bobot Nilai Jawaban Responden Jawaban responden Sangat setuju/Sangat mengetahui/Sangat baik Setuju/Mengetahui/Baik Cukup setuju/Cukup mengetahui/Cukup baik Tidak setuju/Tidak mengetahui/Kurang Sangat tidak setuju/Sangat tidak mengetahui/Sangat kurang Bobot nilai 5 4 3 2 1 .........

....60 2.....00 Keterangan Sangat buruk Buruk Cukup baik Baik Sangat Baik Menurut Pratisto (2004) korelasi Rank Spearman digunakan untuk mengukur tingkat keeratan hubungan antara variabel satu dengan variabel yang lain berdasarkan rankingnya......... maka posisi keputusan penilaian memiliki rentang skala yang dapat dilihat pada Tabel 2...70 – 3..... 4............ termasuk dalam statistik non-parametik. 2003) yaitu : Rs = (m − 1) m .... Tabel. Faktor-faktor K3 dan produktivitas kerja karyawan dibagi menjadi lima kategori..30 – 5.40 3.... kemudian dibagi dengan jumlah responden..50 – 4...90 – 2... 4.. Analisis Data Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif yang diarahkan untuk menjelaskan data secara umum dengan menggunakan persentase dan rataan yang disajikan dalam bentuk tabel dan kemudian diinterpretasikan..80 1.....(4) dimana : m = jumlah alternatif jawaban tiap item Rs = (5 – 1) 5 Rs = 0... 2 Nilai Skor Rataan Skor Rataan 1...20 4.3..00 – 1... Metode uji korelasi Rank Spearman digunakan untuk pengukuran korelasi pada statistik non-parametrik khususnya untuk data ordinal yaitu data yang mempunyai skala pengukuran berjenjang.... ..8 Nilai skor rataan dihasilkan dari perkalian antara bobot nilai jawaban berdasarkan skala dengan jumlah jawaban responden. Berdasarkan nilai skor rataan tersebut... Masing-masing kategori ditentukan berdasarkan rumus rentang kriteria (Umar.

............Tahapan kerja pengolahan data kuesioner menggunakan korelasi Rank Spearman adalah sebagai berikut (Umar..........∑ y 2 2 2 2 2 i ................................................... 3. Memindahkan data ke lembar kerja untuk diolah dan dianalisis dengan menggunakan program komputer SPSS 13 for windows............ Rumus koefisien korelasi Rank Spearman yang digunakan adalah sebagai berikut : skor pada masing-masing jawaban responden berdasarkan bobot tertentu pada setiap jawaban dengan skala rs = 1 − n(n 2 − 1) 6∑ d i2 ............... Memindahkan jawaban dari lembar kuesioner ke lembar tabulasi dan menghitung nilai total dari masing-masing variabel dengan program komputer Microsoft Excel.. 2................. yaitu data yang mempunyai skala pengukuran berjenjang dan merupakan pengamatan dari variabel X dan variabel Y.... Memberi Likert......(5) Keterangan : rs = Koefisien korelasi Rank Spearman d i2 = Selisih antara peringkat X dan Y n = Jumlah sampel Bila banyak terdapat angka bernilai sama.(6) dimana : ∑ x2 = ∑ y2 = n3 − n − ∑ Tx 12 n3 − n − ∑ Ty 12 .... maka rumus yang digunakan adalah: rs ∑x + ∑ y − ∑d = 2 ∑x . 2003) : 1. menggunakan model uji korelasi pada statistik non parametrik khusus data ordinal.

t x = Banyaknya observasi untuk X tertentu yang sama.01 . yaitu kondisi yang menunjukkan tidak adanya hubungan antara variabel X dan variabel Y. maka korelasi nyata pada α = 0. Hubungan X dan Y sempurna negatif ( mendekati -1.05 . artinya : r = +1 r = -1 r=0 Hubungan X dan Y sempurna positif ( mendekati 1. 0. Jika nilai – p < 0. Pengujian signifikansi koefisien korelasi Rank Spearman pada taraf nyata tertentu adalah membandingkan nilai – p (probabilityvalue) dengan taraf nyata atau α yang digunakan. Hubungan X dan Y lemah sekali atau tidak ada hubungan. Kriteria keputusan adalah sebagai berikut : 1. Besarnya nilai r terletak antara -1 < r < 1. t y = Banyaknya observasi untuk Y tertentu yang sama. Jika nilai – p < 0. hubungan sangat kuat dan negatif ).01 (sangat nyata) Koefisien korelasi Rank Spearman (rs) menunjukkan kuat tidaknya hubungan antara variabel X dan variabel Y. hubungan sangat kuat dan positif ). .05 2.00 sampai -0.25 disebut no association.00 sampai 0.t −t ∑ Tx = x 12 x 3 ∑T y = ty − ty 12 3 Keterangan : T = Faktor koreksi.25 atau 0. Skala hubungan kedua peubah berdasarkan batasan champion yang digunakan untuk mengkategorikan nilai rs yaitu sebagai berikut : 1. maka korelasi nyata pada α = 0.

20 .50 disebut moderately low association. Tabel 3. 4.00 . 0.76 sampai 1. Hasil perbandingan nilai r hitung tersebut dikonsultasikan dengan tabel r yang digunakan dalam memutuskan apakah pendapat diterima atau ditolak. Kriteria erat dan tidaknya hubungan antara variabel dan rentang nilai korelasi Nilai Korelasi Tingkat Hubungan 0.51 sampai 0. Kriteria pengujian hubungan observasi ( H0 ) adalah sebagai berikut : Tolak H0 jika r hitung > r tabel Tolak H1 jika r hitung < r tabel . Angka ini dipilih karena dinilai cukup ketat untuk mewakili hubungan antara dua variabel dan cukup banyak digunakan dalam penelitian tentang ilmu-ilmu sosial. yaitu kondisi yang menunjukkan adanya hubungan yang agak kuat antara variable X dan varibel Y.00 atau -0.40 .<0.80 – 1.00 Sangat rendah Rendah Sedang Kuat Sangat kuat Hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah : H0 : Program K3 tidak berhubungan dengan produktivitas kerja karyawan H1 : Program K3 berhubungan dengan produktivitas kerja karyawan Tingkat signifikansi yang dipilih adalah 0. yaitu kondisi yang menunjukkan hubungan yang lemah antara variabel X dan variabel Y.<0.26 sampai 0. 0.00 disebut sebagai high association yaitu kondisi yang menunjukkan hubungan yang kuat antara variabel X dan variabel Y.80 0.75 atau -0.2. 3. 0.76 sampai -1.<0.<0.01 (1%).75 disebut moderately high association.50 atau -0.60 .40 0.26 sampai -0.60 0.51 sampai -0.20 0.

Jawa Barat. Tiedemen K Van Kerchem (TVK)” yang mempunyai kantor pusat di Bandung. Kabupaten Bogor. Selanjutnya terhitung mulai tanggal 11 Maret 1996. Pabrik pengolahan teh terdiri dari : unit pengolahan teh hitam Crushing Tearing Curling (CTC) dan unit pengepakan teh celup. Pada tahun 1963 diadakan reorganisasi dan perkebunan Gunung Mas dimasukkan dalam PPN Antan VII. yaitu “NV. PT Perkebunan XII berubah nama menjadi PT Perkebunan Nusantara VIII (penggabungan dari PTP XI. PTP XII dan PTP XIII). Gunung Mas II (Afdeling II) dan Cikopo Selatan I (Afdeling III).1.1. Kantor induk dan pabrik pengolahan berada di Gunung Mas I. Sejarah Perusahaan PTPN VIII Gunung Mas didirikan pada tahun 1910 oleh sebuah maskapai Perancis dengan nama “Goenoeng Mas Prancoise Nederlandise De Culture Et De Commerce”. PTPN VIII Gunung Mas merupakan salah satu unit usaha PTPN VIII yang berlokasi di Kecamatan Cisarua.1. Mulai tanggal 1 Agustus 1971 status PNP XII berubah nama yaitu PT Perkebunan XII (Persero).IV. Pada tahun 1954 pengelolaannya dialihkan kepada perusahaan Belanda. Bidang usaha dari PTPN VIII Gunung Mas adalah membudidayakan dan mengolah komoditi hasil perkebunan berupa teh dan kina. yaitu Gunung Mas I (Afdeling I). Pada tahun 1958 perkebunan Gunung Mas diambil alih oleh Pemerintah Republik Indonesia dan dimasukkan dalam PPN Baru Kesatuan Jabar II. HASIL DAN PEMBAHASAN 4. Lokasi Perkebunan Gunung Mas terdiri dari tiga daerah pertanaman (Afdeling). Gambaran Umum Perusahaan 4. . sedangkan kantor pusat berada di jalan Sindangsirna no 4 Bandung. Selain itu PTPN VIII Gunung Mas juga mengelola Wisata Agro.

4.1.2. Visi dan Misi Perusahaan

Visi PTPN VIII Gunung Mas yaitu menjadi BUMN yang tangguh dalam bidang agribisnis dan agroindustri untuk memuaskan stakeholder (pelanggan, pemilik saham dan karyawan) serta peduli dan berwawasan lingkungan. Misi PTPN VIII Gunung Mas adalah sebagai berikut : 1. Sebagai BUMN mempunyai Misi : a. Menghasilkan Devisa maupun Rupiah bagi Negara dengan cara seefisien-efisiennya. b. Memenuhi fungsi sosial, yang diantaranya berupa pemeliharaan/penambahan lapangan pekerjaan bagi Warga Negara Indonesia (WNI). c. Memelihara kekayaan alam berupa pemeliharaan dan peningkatan kesuburan tanah, sumber dan tata air serta tanamannya. 2. Agent of Development (Wahana Pembangunan) 3. Pengabdian Kepada Masyarakat (pembinaan ekonomi lemah dan koperasi) Dalam hal ini perusahaan telah melaksanakan peningkatan kesejahteraan tidak hanya terbatas bagi karyawan, akan tetapi masyarakat di sekitarnya, antara lain pengolahan Wisata Agro, bantuan kepada ekonomi lemah dan koperasi.
4.1.3. Struktur Organisasi Perusahaan

Perkebunan Gunung Mas dipimpin oleh seorang administratur yang bertanggung jawab kepada direksi PTPN VIII. Administratur dalam menjalankan tugasnya menggunakan sistem organisasi garis yang membagi kekuasaan di dalam setiap tingkat. Kekuasaan didelegasikan menjadi suatu tanggungjawab bagi pemegangnya, sekaligus memberikan wewenang untuk menentukan kebijakan tugas yang dibebankan. Pelaksanaan tugas Administratur sehari-hari dibantu oleh seorang Sinder Kepala, seorang Sinder Tata Usaha Kantor (TUK),

seorang Sinder Pabrik/Pengolahan, seorang Sinder Teknik, seorang Sinder Wisata Agro dan tiga orang Sinder Afdeling. Struktur organisasi PTPN VIII Gunung Mas untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Lampiran 2.
4.1.4. Sumber Daya Manusia

Sumberdaya manusia adalah faktor yang paling berperan dalam proses produksi atau pengolahan. Oleh karena itu, dibutuhkan tenaga kerja yang berkualitas dengan memiliki keahlian, keterampilan dan disiplin kerja yang tinggi disetiap unit kerja perusahaan. Tenaga kerja yang berkualitas akan berdampak pada produktivitas kerja yang meningkat yang pada akhirnya mempengaruhi produktivitas perusahaan. Tenaga kerja yang ada di PTPN VIII Gunung Mas pada umumnya berasal dari sekitar perkebunan, yang memiliki kriteria kerja dari pekerja kasar sampai pekerja untuk proses produksi, kecuali beberapa orang staf yang direkrut dari kantor pusat PTPN VIII di Bandung. Karyawan yang dimiliki PTPN VIII Gunung Mas terdiri dari karyawan tetap dan karyawan borongan. Jumlah karyawan PTPN VIII Gunung Mas dapat dilihat pada Tabel 4. Tabel 4. Jumlah karyawan PTPN VIII Gunung Mas bulan Februari tahun 2007 Bagian Karyawan Tetap Karyawan Borongan (orang) (orang) Kantor Induk 49 7 Wisata Agro 63 25 Pengolahan 57 18 Teknik 46 11 Gunung Mas I 196 105 Gunung Mas II 151 77 Cikopo Selatan 184 85 Staf/Pimpinan 11 Jumlah 757 328 Sumber : Bagian TUK PTPN VIII Gunung Mas, Februari 2007.
4.1.5. Kegiatan Pengolahan Teh Hitam

Di Indonesia terdapat dua proses pengolahan teh hitam yaitu, sistem ortodok dan sistem CTC. PTPN VIII Gunung Mas menerapkan sistem Crushing Tearing Curling (CTC) dalam

pengolahan teh hitamnya. Proses produksi teh hitam

Crushing

Tearing Curling (CTC) dapat dilihat pada Lampiran 3. Pengolahan pucuk teh untuk menjadi produk jadi yang berupa teh hitam dimulai dari penerimaan pucuk segar, pembeberan, analisa petik dan pucuk, pelayuan, penggilingan dan fermentasi, pengeringan, sortasi dan pengepakan. Proses pengolahan teh hitam tersebut diuraikan sebagai berikut : 1. Penerimaan Pucuk Segar Pucuk teh yang akan diolah didatangkan dari tiap-tiap afdeling menggunakan truk, penerimaan pucuk teh ini membutuhkan waktu selama 1 - 2 jam dalam sehari. Tujuannya adalah untuk mengetahui kuantitas dan kualitas pucuk yang akan diolah, serta menjamin dan memastikan bahwa pucuk teh bisa dilayukan sehingga siap untuk digiling. 2. Pembeberan Pembeberan merupakan proses awal dari pelayuan. Pucuk teh dibeberkan di atas Withering Trough (WT). pada tahap pembeberan, dialirkan angin yang berasal dari fan (kipas angin). Isi setiap mesin WT 20–30 kg/m² dengan tebal hamparan pucuk daun teh segar dalam WT ± 30 cm. Pembeberan bertujuan untuk memecahkan gumpalan pucuk teh untuk memudahkan sirkulasi udara. 3. Pelayuan Pelayuan merupakan tahap awal dimana pucuk dipersiapkan untuk diolah lebih lanjut. Pelayuan bertujuan untuk menurunkan kadar air pucuk daun teh menjadi 68% - 74%. Pelayuan akan menyebabkan perubahan senyawa-senyawa kimia yang terkandung di dalam daun. Pelayuan berlangsung selama 10 – 24 jam. Proses pelayuan dihentikan apabila kerataan tingkat kelayuan telah mencapai 90% ditandai dengan lemasnya daun dan jika digenggam tidak menimbulkan patah pada tangkai maupun daun.

4. . Hasil gilingan dari BLC diteruskan ke mesin Crushing Tearing Curling (CTC) yang berfungsi untuk memotong. Proses oksidasi enzimatis berlangsung selama 60 – 100 menit dengan hasil akhir menunjukkan perubahan pada warna bubuk teh dari hijau berangsur menjadi coklat kehitaman. sehingga mempunyai cita rasa yang diinginkan dalam kondisi yang terkendali. Analisa Petik dan Analisa Pucuk Analisa petik dan pucuk bertujuan untuk mengetahui berapa analisa pucuk yang memenuhi syarat dan untuk menentukan berapa upah yang diterima oleh pemetik. menyobek dan menggulung daun. Setelah pucuk bebas dari benda asing. Analisa petik dilakukan dengan cara mengambil pucuk yang telah dibeberkan pada Withering Trough masing-masing bagian satu titik lalu aduk rata kemudian ditimbang ±100 gram dan berlangsung selama satu jam. lalu pucuk dihancurkan dan dipotong oleh mesin Barbara Leaf Conditioner (BLC) dengan ukuran masih kasar. Pucuk layu dimasukkan kedalam Green Leaf Sifter (GLS) yang berfungsi untuk memisahkan pucuk dari benda asing dengan cara diayak. CTC III. Lama proses oksidasi enzimatis ditentukan oleh Green Dhool Test yaitu suatu pengujian untuk menilai rasa. CTC terdiri atas tiga mesin CTC I. Setelah itu bubuk teh dihamparkan pada mesin Fermenting Unit (FU) dengan tebal hamparan 6 – 10 cm. aroma dan warna air seduhan sebagai penentu lama proses yang optimal. 5. Penggilingan dan Oksidasi Enzimetis Penggilingan dan fermentasi bertujuan untuk menghancurkan pucuk teh layu menjadi partikel kecil. sesuai standar dan bebas kontaminasi. CTC II. Proses oksidasi enzimatis membuat teh yang telah digiling dari mesin CTC mengalami perubahan warna dari hijau tua menjadi coklet tua.

6. Sortasi Sortasi bertujuan memisahkan bubuk teh berdasarkan berat dan ukuran pertikel sehingga diperoleh jenis teh yang memiliki ukuran dan bentuk yang seragam sesuai dengan standar yang diinginkan oleh konsumen. bagian yang berwarna hitam dari daun. Bagian yang kasar masuk ke mesin Mini Crusher (B) dan bagian halus masuk ke mesin Vibro Blank (A).105º C. udara panas dialirkan masuk ke dalam dengan suhu antara 100 . Lama waktu yang dibutuhkan antara 1 – 2 jam. 7. dan menurunkan kadar air sampai 2. Tujuannya untuk memproses ulang teh yang tidak memenuhi syarat mutu pada jalur A dan diulang pada jalur B.120º C sedangkan suhu yang keluar dari FBD (outlet) berkisar antara 80 . Proses pengeringan dilakukan selama 15 – 18 menit menggunakan mesin Fluidized Bed Dryer (FBD). membunuh mikroorganisme. kering dan tidak menggumpal serta memiliki aroma yang khas.5%-3%. yaitu jalur A (Halus) dan jalur B (kasar). Bagian yang lolos masuk ke mesin Vibro Mesh yang berfungsi untuk memisahkan daun dan serta jenisnya. Vibro Blank berfungsi untuk memisahkan daun dan serat. Bubuk teh dari pengeringan masuk ke mesin Midle Tone untuk memisahkan teh kasar dan halus. Setelah itu masing-masing jenis teh . Ruangan sortasi bersuhu 20 – 25º C dan RH 50% . Mesin lain yang digunakan pada proses pengeringan adalah Heat Exchanger (HE) yang berfungsi menghasilkan udara panas bersih yang bercampur dengan udara segar dari ruangan. Bubuk teh hasil pengeringan berwarna hitam mengkilat. Pengeringan Pengeringan bertujuan untuk menghentikan proses oksidasi enzimatis. sedangkan coklat dari batang. Proses sortasi teh hitam CTC dibagi menjadi dua jalur.60% agar tidak terjadi penurunan mutu bubuk teh kering karena sifatnya yang Hidrocopis mudah meyerap air.

pintu satu dan dua berukuran berat. Waktu yang dibutuhkan pada proses pengemasan sekitar dua jam tiap kali produksi. Bubuk teh dikemas dalam Paper Sack yang beratnya 0. Penerapan K3 di PTPN VIII Gunung Mas bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada karyawan dan mengurangi biaya perusahaan apabila timbul kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Untuk memastikan teh bersih dari serat setelah keluar dari suction winower teh masuk ke mesin Vibrek. Tea Bulker berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara sebelum pengepakan. sedangkan pintu tiga dan empat berukuran ringan.dimasukkan ke mesin Chotta Sifter Conveyor untuk meratakan ukuran. sehingga ketebalannya menjadi sekitar 20 cm.13/2003 . PTPN VIII Gunung Mas merupakan industri yang memiliki resiko kecelakaan rendah. Pada suction winower terdapat empat keluaran bubuk teh.7 Kg dilapisi dengan fail untuk mencegah kenaikan kadar dalam teh kering. Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) PTPN VIII Gunung Mas merupakan perusahaan perkebunan yang telah menerapkan K3. maka dilakukan pengepakan dengan mengeluarkan bubuk teh melalui corong pengeluaran. Jika persediaan teh dalam Tea Bulker mencukupi. Untuk memisahkan teh berdasarkan berat jenis dan debu teh dimasukkan ke mesin Suction Winower. PTPN VIII Gunung Mas menerapkan K3 berdasarkan pada peraturanperaturan berikut : 1. 4. lalu ditimbang kemudian disimpan di peti miring. Pengepakan Pengepakan merupakan akhir proses pekerjaan di pabrik sebelum barang tersebut dikirim ke pembeli. Jenis teh yang akan dikemas dikeluarkan dari peti miring melalui conveyor ke Tea Bulker. Kemudian dipadatkan (press) menggunakan bag shaver. Bubuk teh di kemas sambil ditimbang kemudian dipadatkan menggunakan tea bag packer selama 15 detik.2. 8. Undang-undang Ketenagakerjaan No.

Undang-undang Keselamatan Kerja No. penerapan K3 juga dimaksudkan untuk memenuhi standar dari konsumen. Penggunaan pakaian ini . APD yang disediakan perusahaan disesuaikan dengan jenis pekerjaan yang dilakukan karyawan yang terdiri dari : a) Pakaian kerja Pakaian kerja yang dimaksud adalah pakaian yang digunakan karyawan pada bagian pengolahan. PEMNAKER 05/MEN/1996 3. dengan rincian sebagai berikut : 1) Pasal 49 tentang Perlengkapan Keselamatan Kerja (1) Perusahaan menyediakan perlengkapan keselamatan kerja sebagai inventaris untuk karyawan yang bekerja pada unit kerja yang membahayakan menurut sifat pekerjaannya sesuai dengan undang-undang keselamatan kerja. Adapun program K3 yang telah diterapkan di PTPN VIII Gunung Mas diantaranya yaitu : a. 2) Pasal 50 tentang Upaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja Perusahaan dan karyawan wajib menyelenggarakan upaya keselamatan dan kesehatan kerja serta menjalankan program K3 sebagai bagian integral dari perusahaan.1 tahun 1970 Tujuan penerapan K3 di PTPN VIII Gunung Mas menitikberatkan untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja sehingga perusahaan dapat mengurangi biaya yang dikeluarkan akibat adanya kecelakaan kerja. Perjanjian Kerja Bersama (PKB) antara PTPN VIII dengan Serikat Pekerja Perkebunan (SP-BUN) periode 2004-2005.2. Penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) Perusahaan menyediakan Alat Pelindung Diri (APD) bagi karyawan yang bertujuan untuk melindungi karyawan dari bahaya dan penyakit yang mungkin terjadi akibat kerja. Selain itu. 4. (2) Perusahaan akan mentaati petunjuk dan anjuran dari petugas (pegawai pengawas ketenagakerjaan) mengenai alat-alat keselamatan kerja seperti alat-alat pengaman dan sebagainya.

b. Sedangkan sepatu karet biasa digunakan untuk semua karyawan pabrik selain petugas kebersihan. tombol bahaya . Perusahaan juga menyediakan APD bagi para pengunjung yang ingin melihat proses pembuatan teh. Sepatu boot digunakan untuk karyawan pabrik yang bekerja sebagai petugas kebersihan. Penutup telinga digunakan khusus bagi karyawan yang bekerja di bagian penggilingan dan pengeringan. f) Penutup telinga Penutup telinga digunakan untuk menjaga karyawan dari kebisingan selama proses produksi sehingga karyawan dapat terhindar dari gangguan pendengaran. b) Sepatu karet Sepatu karet yang digunakan terdiri dari dua jenis yaitu sepatu karet biasa dan sepatu boot.bertujuan untuk melindungi para karyawan dan menjaga kebersihan produk sehingga kualitas produk yang dihasilkan tetap terjaga. APD dibersihkan setiap hari dan diganti setiap satu tahun sekali. d) Masker Masker digunakan untuk melindungi saluran pernafasan karyawan dari debu selama proses produksi. hal ini dilakukan agar kualitas produk tetap terjaga selain itu juga untuk melindungi pengunjung dari debu atau kotoran selama melihat proses produksi. e) Sarung tangan Sarung tangan digunakan untuk menjaga kebersihan tangan karyawan sehingga produk yang dihasilkan terjaga kebersihannya. c) Penutup kepala Penutup kepala digunakan untuk melindungi karyawan dari debu atau kotoran akibat dari proses produksi dan untuk menjaga kebersihan produk. Penyediaan peralatan keselamatan dan kesehatan kerja Perusahaan menyediakan peralatan keselamatan dan kesehatan kerja berupa Alat Pemadam Api Ringan (APAR). APD yang digunakan di PTPN VIII Gunung Mas dapat dilihat pada Lampiran 4.

Jenis pelatihan keselamatan kerja yang telah diadakan di PTPN VIII Gunung Mas diantaranya yaitu : a) Pelatihan penggunaan peralatan kerja b) Pelatihan penggunaan peralatan keselamatan kerja c) Pelatihan penanggulangan bahaya kebakaran d) Pelatihan ahli keselamatan kerja bagi atasan/sinder yang diselenggarakan oleh Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional (DK3N). Untuk lebih jelas dapat dilihat pada Lampiran 4. dan kotak P3K terdapat di setiap ruangan pabrik. c. Asuransi Perusahaan memberikan jaminan keselamatan dan kesehatan kerja baik kepada karyawan tetap maupun karyawan borongan. e. Tombol bahaya (alarm) berfungsi untuk memberitahukan seluruh karyawan apabila terjadi kejadian yang membahayakan.(alarm). Sedangkan untuk karyawan borongan bentuk jaminan keselamatan dan kesehatan kerja yang diberikan adalah dengan menanggung seluruh biaya pengobatan dan perawatan apabila terjadi kecelakaan kerja. Bentuk jaminan keselamatan dan kesehatan kerja yang diberikan perusahaan kepada karyawan tetap adalah mendaftarkan karyawan tetap menjadi anggota Jamsostek (Jaminan Sosial Tenaga Kerja). APAR disediakan untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran di pabrik. d. Fasilitas dan Sarana Kesehatan Perusahaan bekerjasama dengan kantor direksi pusat dan dinas kesehatan mengadakan general check up (pemeriksaan seluruh anggota tubuh) bagi para karyawan setiap satu tahun sekali yang bertujuan untuk . Pelatihan keselamatan kerja Perusahaan telah mengadakan beberapa jenis pelatihan mengenai keselamatan kerja yang bertujuan untuk melatih karyawan dalam mengantisipasi terjadinya kecelakaan kerja. tombol bahaya (alarm). tandu. Kotak P3K disediakan sebagai upaya pertolongan pertama apabila terjadi kecelakaan kerja seperti luka ringan dan tergores benda tajam. dan kotak P3K. APAR.

Sebelum bekerja karyawan harus menggunakan APD dengan lengkap mulai dari pakaian kerja. Kebersihan lingkungan kerja Kebersihan lingkungan kerja yang diperiksa adalah kebersihan mesinmesin. Perusahaan menyediakan Unit Kesehatan Kerja (UKK) gratis bagi para karyawan yang dikelola oleh tenaga medis yang telah berpengalaman. Kelengkapan Alat Pelindung Diri (APD) Alat Pelindung Diri (APD) yang digunakan karyawan sewaktu bekerja harus sesuai dengan standar keselamatan kerja. sepatu.mengetahui tingkat kesehatan karyawan. penutup kepala. Unit Kesehatan Kerja (UKK) dapat dilihat pada Lampiran 4. Pemeriksaaan kesehatan meliputi : rontgen dan cek darah. Pelaksanaan audit di PTPN VIII Gunung Mas dilakukan oleh pihak luar (eksternal) maupun dari dalam perusahaan sendiri (internal). kebersihan tempat kerja. Audit ini bertujuan untuk mengukur sampai sejauh mana penerapan K3 dapat dilaksanakan dengan baik. saluran pembuangan air dan kebersihan peralatan kerja. 4. masker dan sarung tangan. c. Evaluasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Evaluasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di PTPN VIII Gunung Mas dilakukan melalui proses audit Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Audit eksternal dilakukan oleh SUCOFINDO setiap satu tahun sekali. Selain itu . Selain itu untuk audit eksternal juga dilakukan Etichal Tea Partnership (ETP) oleh Price Waterhouse Cuper (PWC) setiap tiga tahun sekali. Audit eksternal tersebut meliputi pemeriksaan: a. Peralatan keselamatan yang diperiksa adalah tanggal kadaluarsa Alat Pemadam Api Ringan (APAR) karena potensi kecelakaan yang mungkin terjadi di bagian pengolahan PTPN VIII Gunung Mas adalah kebakaran. tata letak ruangan. b.3. Ketersediaan peralatan keselamatan Perusahaan wajib memiliki peralatan keselamatan yang digunakan untuk mengantisipasi apabila terjadi kecelakaan di lingkungan kerja.

4. GMP fasilitas umum 4. Pemeriksaan tim GMP meliputi : a. GMP Barang Berbahaya dan Beracun (B3) g. d. Apabila ada karyawan yang mengidap suatu penyakit maka karyawan tersebut harus menjalani pengobatan atau dimutasikan. GMP proses e. Analisis Data Uji Validitas dan Reliabilitas Kuesioner 4. Audit internal dilakukan setiap hari oleh petugas khusus yang disebut tim GMP (Good Manufacturing Practice).juga pemeriksaaan dilakukan pada tombol bahaya (alarm) dan pintu keluar darurat. GMP peralatan dan mesin d.4. GMP karyawan dan pengunjung b. GMP bangunan dan fasilitas c.1 Hasil Uji Validitas Kuesioner Uji validitas dilakukan untuk melihat apakah pertanyaanpertanyaan yang diajukan dapat memberikan jawaban yang sesuai dan dapat mengukur aspek-aspek yang ingin diukur. Setelah dilakukan uji validitas terdapat . Uji validitas menggunakan rumus korelasi Product Moment dan hasilnya akan dibandingkan dengan nilai angka kritik tabel korelasi nilai r. Kesehatan karyawan Pihak eksternal melakukan pemeriksaan kesehatan berdasarkan data kesehatan karyawan yang dimiliki perusahaan. Uji validitas dilakukan dengan cara uji coba kuesioner yang disebarkan kepada 30 orang responden. GMP pengendalian hama f. Tugas dari tim GMP adalah memeriksa pelaksanaan sistem K3 dengan menggunakan form isian (GMP plan) apabila pelaksanaan sistem K3 telah sesuai dengan prosedur maka form isian tersebut diberi checklist dan apabila tidak sesuai prosedur maka tim GMP memeriksa penyebabnya dan memperbaiki apabila ada yang rusak atau tidak lengkap.

40 pertanyaan yang valid. Nilai ini jauh lebih besar dari r tabel pada selang kepercayaan 95%.5.60 – 0.1. Reliabilitas suatu konstruk variabel dikatakan baik jika memiliki nilai alpha > 0. 2005). Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada Gambar 5.4.2 Hasil Uji Reliabilitas Kuesioner Uji reliabilitas dilakukan untuk mengetahui sejauh mana hasil pengukuran suatu instrumen relatif konsisten apabila instrumen tersebut digunakan lagi sebagai alat ukur suatu objek penelitian. Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan teknik Alpha Cronbach didapatkan (r alpha > r tabel. dimana r tabel =0. artinya seluruh pertanyaan tersebut memenuhi syarat sah untuk diolah lebih lanjut (r hitung > r tabel. Hasil dari pengujian validitas dapat dilihat pada Lampiran 5.361 untuk n = 30 pada selang kepercayaan 95%).20 – 0.5.6 (Nugroho. Tabel 5. Sebagian besar karyawan di bagian pengolahan adalah pria 63 orang (84%) dimana pada bagian ini kekuatan fisik sangat dibutuhkan dan resiko kecelakaan kerjanya relatif tinggi dibandingkan bagian lain.80 – 1. Tingkat reliabilitas metode Alpha Cronbach Alpha Tingkat Reliabilitas 00.60 Cukup Reliabel > 0. Karakteristik Responden 4.00 Sangat Reliabel 4.361 untuk n = 30 pada selang kepecayaan 95%). 4.20 Kurang Reliabel > 0.00 – 0.80 Reliabel > 0. dimana r tabel = 0.40 Agak Reliabel > 0. Sisanya wanita sebanyak 12 orang (16%). Jenis Kelamin Responden dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan bagian pengolahan yang berjumlah 75 orang. Hasil uji reliabilitas dapat dilihat pada Lampiran 6. . Pengujian reliabilitas menggunakan metode Alpha Cronbach.40 – 0. Tingkat reliabilitas metode Alpha Cronbach diukur berdasarkan skala alpha 0 sampai 1 yang dapat dilihat pada Tabel 5. maka kuesioner yang disebarkan dapat diandalkan untuk dijadikan alat ukur pada penelitian ini.

40 tahun yang temasuk usia produktif yaitu sebanyak 33 orang (44%). Posisi . Karakteristik responden berdasarkan usia dapat dilihat pada Gambar 6.5.70 60 50 Jumlah (orang) 40 30 20 10 0 63 12 Laki-laki Perempuan Jenis Kelamin Gambar 5. Tingkat Pendidikan Tingkat pendidikan karyawan paling banyak adalah lulusan SMP yaitu sebanyak 30 orang (40%) dan lulusan Sarjana menempati posisi paling sedikit yaitu satu orang (1. 35 30 25 20 Jumlah (orang) 15 10 5 0 20-30 31-40 41-50 >50 Us ia (tahun) 6 20 16 33 Gambar 6. karena karyawan mampu menjalankan pekerjaan dengan keterampilan dan pengalaman yang telah didapatkan.3%).3. Hal ini dikarenakan banyak karyawan yang pensiun sebelum usia 50 tahun dan di usia ini produktivitas kerja karyawan akan semakin berkurang. Sedangkan responden yang berusia di atas 50 tahun menempati posisi paling sedikit yaitu enam orang (8%). Karakteristik Responden Berdasarkan Usia 4. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin 4. Hal ini terjadi karena secara keseluruhan pekerjaan yang harus dilakukan tidak menuntut keahlian tinggi. Usia Usia responden paling banyak diantara 31 .5.2.

10 th 11 . Karakteristik Responden Berdasarkan Masa Kerja . Masa kerja Loyalitas dari karyawan sangat tinggi. Karakteristik responden berdasarkan tingkat pendidikan dapat dilihat pada Gambar 7.5.5 th 6 .4. hal ini dapat dilihat dari lamanya masa kerja 11-15 tahun adalah yang terbesar sebanyak 28 orang (37. Sedangkan lulusan sarjana dapat menduduki kepala bagian atau di PTPN VIII Gunung Mas dikenal dengan istilah Sinder. Sementara yang memiliki persentase terkecil adalah karyawan baru dengan masa kerja kurang dari 5 tahun yaitu sebanyak enam orang (8%). Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan 4.15 th >15 th Mas a Kerja (tahun) 18 28 23 Gambar 8. 30 25 20 Jumlah (orang) 15 10 6 5 0 1 . Karakteristik responden berdasarkan masa kerja dapat dilihat pada Gambar 8. 30 25 20 Jumlah (orang) 15 10 5 0 SD SMP SMA D3 Sarjana Tingkat Pendidikan 2 15 30 27 1 Gambar 7.3%).yang diduduki oleh lulusan SMP hanya sebagai karyawan biasa (buruh).

2006). pelatihan penggunaan alat-alat keselamatan kerja.6. Pelatihan merupakan salah satu faktor yang yang diperlukan oleh karyawan untuk melaksanakan pekerjaan dengan baik.4. Pelatihan memiliki orientasi dan membantu pegawai untuk mencapai keahlian dan kemampuan tertentu agar berhasil dalam melaksanakan pekerjaannya (Rivai. Karyawan PTPN VIII Gunung Mas telah mengikuti tiga jenis pelatihan K3 diantaranya yaitu pelatihan khusus untuk ahli K3. nyaman. kontrol lingkungan kerja. Faktor-faktor K3 yang dianalisis dalam penelitian ini meliputi : pelatihan keselamatan. dan pelatihan pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran. 4. Pelatihan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pelatihan-pelatihan yang berkaitan dengan keselamatan kerja. pengawasan dan disiplin serta peningkatan kesadaran K3. Analisis Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan hal yang seharusnya menjadi perhatian utama bagi perusahaan. tenaga kerja yang sehat dan produktif. 6. Rataan skor sebesar 3. sehingga akan meningkatkan produktivitas kerja dan produktivitas perusahaan. Adanya pelatihan keselamatan yang diberikan oleh perusahaan akan membuat karyawan bekerja dengan lebih berhati-hati dan dapat melindungi diri dari kecelakan kerja yang mungkin terjadi. Hasil jawaban responden mengenai penerapan pelatihan K3 dapat dilihat pada Tabel 6.1. dalam penelitian ini perlu dilakukan analisis untuk mengetahui persepsi karyawan terhadap pelaksanaan K3 dan persepsi karyawan terhadap produktivitas kerja. Dengan demikian. Pelatihan Keselamatan Pelatihan adalah proses secara sistematis mengubah tingkah laku pegawai untuk mencapai tujuan organisasi. Pelatihan berkaitan dengan keahlian dan kemampuan pegawai untuk melaksanakan pekerjaan saat ini. publikasi keselamatan kerja.60 menunjukkan bahwa sebagian besar karyawan mengetahui adanya pelatihan khusus untuk ahli K3 dan manajer . Adanya sistem K3 yang baik akan menciptakan tempat kerja yang aman.

penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dan tombol bahaya (alarm) yang berfungsi untuk memberitahukan apabila terjadi suatu kejadian yang membahayakan karyawan.67 Baik Rataan skor sebesar 3.63 Baik 5 0 7 28 25 15 3.61 menunjukkan bahwa sebagian besar karyawan telah mendapatkan pelatihan penggunaan alat-alat keselamatan kerja yaitu penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).89 Baik 4 0 8 27 26 14 3. atasan atau sinder yang mengikuti pelatihan ditunjuk langsung oleh kantor direksi pusat PTPN VIII melalui surat tugas yang diberikan oleh kantor direksi pusat PTPN VIII. Pelatihan khusus bagi ahli K3 dan manajer dilakukan untuk memperbaiki atau meningkatkan sistem manajemen K3 di perusahaan. Tabel 6.64 Baik 32 129 145 70 3. Pelatihan khusus bagi ahli K3 diselenggarakan oleh Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional (DK3N). alat-alat keselamatan kerja diberikan Pelatihan penggunaan agar karyawan dapat . Hasil jawaban responden mengenai pelatihan keselamatan No 1 Pernyataan Perusahaan mengadakan pelatihan khusus untuk ahli K3 dan manajer Perusahaan memberikan pelatihan penggunaan alat-alat keselamatan kerja Perusahaan memberikan pelatihan pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran Anda merasakan manfaat dari pelatihan yang diadakan perusahaan Pelatihan memberikan banyak informasi tentang pekerjaan anda Total STS (1) 0 TS (2) 6 CS (3) 30 S (4) 27 SS (5) 12 Rataan Skor 3.perusahaan.61 Baik 3 0 4 19 33 19 3.60 Kategori Baik 2 0 7 25 33 10 3.

Hal ini sangat penting karena dengan semakin banyaknya informasi yang didapatkan mengenai pekerjaannya karyawan akan mendapatkan gambaran tentang pekerjaan yang akan mereka lakukan sehingga kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja adalah kecil.89 menunjukkan bahwa karyawan telah mengikuti pelatihan pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran. Total rataan skor dari semua pernyataan mengenai pelatihan keselamatan sebesar 3. Rataan skor sebesar 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pelatihan keselamatan yang diadakan oleh perusahaan sudah dilaksanakan dengan baik.64 menunjukkan bahwa pelatihan yang mereka jalani memberikan banyak informasi tentang pekerjaan mereka. Pelatihan diikuti oleh seluruh karyawan pabrik jadi semua karyawan berperan dalam pelatihan ini. Manfaat yang diperoleh yaitu mereka mendapatkan pelatihan untuk pencegahan kecelakaan sehingga timbul rasa aman dan nyaman sewaktu bekerja sehingga karyawan dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan baik. Rataan skor sebesar 3.menggunakan alat-alat tersebut jika terjadi kecelakaan di lingkungan pabrik. Pelatihan pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran diberikan agar karyawan dapat menyelamatkan diri apabila terjadi kebakaran. Pelatihan ini berupa simulasi dimana seolah-olah terjadi kebakaran dan karyawan diberi pengarahan untuk mencegah dan menanggulangi bahaya kebakaran. Sebagian besar karyawan menyatakan bahwa mereka merasakan manfaat dari pelatihan yang diberikan oleh perusahaan. dapat dilihat dari rataan skor sebesar 3. Pengarahan meliputi tata letak Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan tombol bahaya (alarm) serta cara penggunaannya dan jalur evakuasi menuju pintu darurat apabila terjadi kebakaran. Adanya pelatihan keselamatan membuat karyawan mengetahui tingkat resiko dari pekerjaan yang dilakukannya dan mengetahui potensi kecelakaan yang mungkin terjadi di lingkungan kerja.63.67. .

2. Hasil jawaban responden mengenai publikasi keselamatan No 1 Pernyataan Pemasangan tanda peringatan di tempat yang berpotensi bahaya Di lingkungan perusahaan terdapat pesan-pesan tentang keselamatan kerja Perusahaan memberikan informasi tentang tingkat bahaya pekerjaan Atasan anda memberikan contoh yang baik tentang cara-cara bekerja yang aman dan sehat Total STS (1) 0 TS (2) 9 CS (3) 25 S (4) 33 SS (5) 8 Rataan Skor 3.61 Baik 3 0 9 25 26 15 3. 1997).59 Baik PTPN VIII Gunung Mas merupakan industri yang memiliki tingkat resiko kecelakaan yang relatif rendah dibandingkan industri lainnya. Publikasi memberikan pemahaman kepada karyawan mengenai pentingnya K3. Tabel 7. Propaganda dilakukan seperti untuk poster-poster keselamatan kerja dapat mengurangi tindakan-tindakan tidak aman (Dessler.59 Baik 37 104 104 55 3.53 Kategori Baik 2 0 8 28 24 15 3.4. Adanya tanda-tanda peringatan di lingkungan kerja . Publikasi Keselamatan Kerja Publikasi dalam penelitian ini adalah hal-hal yang berhubungan dengan pemberian informasi-informasi dan pesan-pesan mengenai keselamatan kerja karyawan yang berupa spanduk dan poster. Hasil jawaban responden mengenai publikasi keselamatan kerja dapat dilihat pada Tabel 7.6.63 Baik 4 0 11 26 21 17 3.

Salah satu usaha pencegahan kecelakaan adalah dengan memotivasi karyawan untuk selalu menjaga keselamatan dan kesehatannya sewaktu bekerja. Sebagian besar responden menyatakan bahwa terdapat pesan-pesan keselamatan kerja di lingkungan perusahaan dengan rataan skor sebesar 3. Hal ini sangat penting karena dengan semakin banyak informasi yang diperoleh karyawan tentang tingkat resiko dari pekerjaan yang dilakukannya. Pesan-pesan keselamatan kerja ini merupakan salah satu usaha perusahaan untuk mengingatkan karyawan akan pentingnya keselamatan kerja. Tanda-tanda peringatan atau larangan yang terdapat di lingkungan pabrik PTPN VIII Gunung Mas untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Lampiran 4. Rataan skor sebesar 3. Pesan-pesan keselamatan kerja berupa spanduk dan poster mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang dipasang di lingkungan pabrik PTPN VIII Gunung Mas dapat dilihat pada Lampiran 4. maka karyawan mempunyai gambaran tentang cara mencegah dan mengantisipasi apabila terjadi kecelakaan kerja.63 menunjukkan bahwa sebagian besar karyawan mengetahui tingkat bahaya dari pekerjaan yang dilakukannya.59 menunjukkan sebagian besar karyawan menyatakan bahwa atasan mereka . Karyawan berhak untuk mengetahui tingkat resiko dari pekerjaan yang dilakukannya.53 menunjukkan bahwa sebagian besar karyawan mengetahui adanya tanda peringatan yang dipasang oleh perusahaan. Rataan skor sebesar 3. Perusahaan memberikan informasi tentang tingkat bahaya pekerjaan dan potensi terjadinya kecelakaan akibat kerja pada waktu pertama kali karyawan masuk kerja.dimaksudkan untuk melindungi karyawan agar terhindar dari kecelakaan dan cedera akibat kerja. Rataan skor sebesar 3. Unsur pimpinan seperti sinder dan mandor sangat berperan untuk selalu mengingatkan bawahannya agar bekerja dengan hati-hati.61.

Hal ini menunjukkan publikasi keselamatan kerja di lingkungan pabrik PTPN VIII Gunung Mas adalah baik. Berdasarkan Tabel 7 total rataan skor dari seluruh pernyataan mengenai publikasi keselamatan kerja sebesar 3. Mendesain tempat kerja dan peralatan kerja yang digunakan merupakan pendekatan yang banyak dilakukan untuk pencegahan kecelakaan dan juga merupakan salah satu pendekatan yang paling efektif (Cascio. sarung tangan dan sepatu.3. Standar APD yang dipakai oleh karyawan pabrik teh yaitu : masker. Kontrol Lingkungan Kerja Kontrol lingkungan kerja dalam penelitian ini adalah pemeriksaaan atau pengendalian yang berhubungan dengan kondisi lingkungan kerja diantaranya yaitu : suhu ruangan kerja.48 menunjukkan bahwa suhu ruangan di tempat kerja mereka cukup baik.memberikan contoh yang baik tentang cara-cara bekerja yang aman dan sehat. Kondisi fisik lingkungan kerja meliputi suhu ruangan. 4. kebersihan tempat kerja. Rataan skor sebesar 4. tutup kepala. penerangan.6. 1998). Adanya pengatur suhu ruangan di setiap ruangan dimaksudkan agar kelembaban udara tetap terjaga.59. ketersediaan perlengkapan keamanan dan keselamatan kerja serta fasilitas P3K di lingkungan kerja. Pencegahan kecelakaan dapat dilakukan dengan memakai Alat Pelindung Diri (APD) sewaktu bekerja. Penerangan yang baik dapat menghindari kesalahan dalam bekerja dan menghindari terjadinya kecelakaan kerja serta memberikan rasa nyaman dalam melakukan pekerjaan. Hasil jawaban responden mengenai kontrol lingkungan kerja dapat dilihat pada Tabel 8.00 menunjukkan sebagian besar karyawan menyatakan bahwa perusahaan menyediakan alat pelindung diri untuk bekerja. Rataan skor . Alat-alat pelindung diri yang dipakai harus disesuaikan dengan tempat kerja dan tingkat resiko pekerjaan masing-masing karyawan. Rataan skor sebesar 3. dapat dilihat pada Lampiran 4. penerangan dan kebersihan lingkungan kerja.

No 1 Pernyataan Perusahaan menyediakan alat pelindung diri untuk bekerja Suhu ruangan di tempat kerja anda cukup baik Penerangan di tempat kerja anda cukup memuaskan Ruangan tempat kerja anda cukup bersih Perlengkapan keamanan dan keselamatan kerja tersedia di lingkungan kerja anda Perusahaan mempunyai fasilitas P3K di tempat kerja Total STS (1) 0 TS (2) 1 CS (3) 21 S (4) 30 SS (5) 23 Rataan Skor 4 Kategori Baik 2 0 7 35 23 10 3. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Lampiran 4.72 Baik 5 0 5 19 37 14 3. Tabel 8. Kebersihan lingkungan kerja harus selalu dijaga karena merupakan tanggung jawab seluruh karyawan.56 Baik 4 0 6 24 30 15 3.sebesar 3. Adanya tempat sampah dan wastafel yang disediakan perusahaan di setiap ruangan dimaksudkan agar kebersihan lingkungan kerja tetap terjaga. Rataan .80 Baik 6 0 5 18 36 16 3.56 menunjukkan bahwa penerangan di tempat kerja adalah baik.73 Baik PTPN VIII Gunung Mas sangat memperhatikan kebersihan lingkungan karena kebersihan lingkungan kerja sangat mempengaruhi mutu produk yang dihasilkan. mesin dan tempat kerja yang dilakukan sebelum maupun sesudah proses produksi. PTPN VIII Gunung Mas memiliki petugas kebersihan khusus yang setiap hari membersihkan peralatan.48 Baik 3 0 5 32 29 9 3. Hasil jawaban responden mengenai kontrol lingkungan kerja.84 Baik 29 149 185 87 3.

Sebagian besar karyawan menyatakan perusahaan menyediakan perlengkapan keamanan dan keselamatan kerja dapat dilihat dari rataan skor sebesar 3. Untuk lebih jelasnya kotak P3K dapat dilihat pada Lampiran 4. 2006).6. Pengawasan dan disiplin Pengawasan yang dimaksud adalah pemeriksaan secara seksama mengenai pelaksanaan peraturan dan tugas.73 ini berarti bahwa kontrol lingkungan kerja di PTPN VIII Gunung Mas dilaksanakan dengan baik. Alat-alat keamanan dan keselamatan kerja yang disediakan perusahaan yaitu pemadam api dan tandu yang dapat digunakan apabila terjadi keadaan darurat. dengan rataan skor sebesar 3.skor sebesar 3.84. Hasil jawaban responden mengenai pengawasan dan disiplin dapat dilihat pada Tabel 9. Berdasarkan hasil jawaban responden dari pernyataanpernyataan pada Tabel 8 diperoleh total rataan skor sebesar 3.72 menunjukkan bahwa sebagian besar karyawan menyatakan lingkungan kerja mereka bersih. tergores benda tajam.4. Disiplin kerja adalah suatu alat yang digunakan para manajer untuk berkomunikasi dengan karyawan agar mereka bersedia untuk mengubah suatu perilaku serta sebagai suatu upaya untuk meningkatkan kesadaran dan kesediaan seseorang mentaati semua peraturan perusahan dan norma-norma sosial yang berlaku (Rivai.80. 4. Kecelakaan ringan seperti luka kecil. Disiplin merupakan kepatuhan karyawan terhadap peraturan yang ditetapkan perusahaan. Adanya pengawasan terhadap lingkungan kerja dan perilaku kerja karyawan dapat mencegah terjadinya kecelakaan kerja. . tertimpa barang dan cedera kecil lainnya sangat besar kemungkinannya terjadi di pabrik oleh karena itu tersedianya fasilitas P3K di lingkungan pabrik sangat diperlukan. Sebagian besar karyawan menyatakan fasilitas P3K tersedia di lingkungan pabrik.

Hasil jawaban responden mengenai pengawasan dan disiplin No 1 Pernyataan Sebelum peralatan kerja dan mesin-mesin digunakan dilakukan pengecekan terlebih dahulu Perusahaan melakukan pengecekan alat-alat keselamatan kerja secara rutin Perusahaan mewajibkan penggunaan alat pelindung diri (APD) saat bekerja Perusahaan memberikan pengawasan terhadap bahan-bahan beracun dan berbahaya Perusahaan mengadakan pemeriksaan kesehatan karyawan secara rutin Perusahaan mempunyai peraturanperaturan keselamatan kerja.84 Baik 6 0 8 25 32 10 3.60 menunjukkan bahwa pengecekan mesin-mesin atau peralatan kerja telah dilakukan dengan baik.65 Baik 5 0 6 14 41 14 3. Total STS (1) 0 TS (2) 8 CS (3) 30 S (4) 21 SS (5) 16 Rataan Skor 3.59 Baik 42 137 200 71 3.64 Baik 4 0 5 23 40 7 3.Tabel 9. Rataan skor sebesar 3.60 Kategori Baik 2 0 6 27 27 15 3. Perusahaan selalu .67 Baik Sebelum proses produksi dimulai terlebih dahulu dilakukan pengecekan mesin-mesin dan peralatan kerja yang bertujuan agar mesin atau peralatan kerja yang akan digunakan layak pakai.68 Baik 3 0 9 18 39 9 3.

. setidaknya dengan menggunakan APD dapat memperkecil resiko yang timbul akibat dari kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Pihak perusahaan juga selalu melakukan pengecekan alat-alat keselamatan kerja yaitu Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang diperiksa tanggal kadaluarsanya setiap satu tahun sekali sehingga apabila terjadi kebakaran alat pemadam api tersebut dapat bekerja dengan baik. Alat Pelindung Diri (APD) wajib dipakai ketika bekerja terutama di tempat-tempat yang memiliki resiko kecelakaan kerja tinggi.memperhatikan kondisi mesin dan peralatan kerja yang akan digunakan karena hal itu mempengaruhi proses produksi.68 menunjukkan bahwa pengecekan alatalat keselamatan dilakukan dengan baik. APD dapat melindungi diri dari kecelakaan atau penyakit akibat kerja. PTPN VIII Gunung Mas melakukan pengawasan terhadap penggunaan bahan-bahan beracun dan berbahaya dapat dilihat dari rataan skor sebesar 3. Pemeriksaan kesehatan dilakukan pertama kali sebelum bekerja dan pada pabrik PTPN VIII Gunung Mas pemeriksaan kesehatan dilakukan satu tahun sekali yaitu meliputi tes darah dan rontgen. Rataan skor sebesar 3. padahal penggunaan APD itu manfaatnya untuk karyawan sendiri.64 menunjukkan bahwa sebagian besar karyawan menyatakan bahwa perusahaan mewajibkan penggunaan APD saat bekerja.65 yang menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengetahui perusahaan telah melakukan pengawasan terhadap bahan-bahan beracun dan berbahaya dengan baik. Rataan skor sebesar 3.59 menunjukkan sebagian besar responden menyatakan perusahaan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin dan baik. Rataan skor sebesar 3. Meskipun perusahaan mewajibkan penggunaan APD namun masih saja ada karyawan yang tidak menggunakan APD sewaktu bekerja. Penggunaan bahan kimia beracun dan berbahaya dapat mengancam kesehatan karyawan.

Perusahaan menempatkan K3 sebagai prioritas utama dalam bekerja.Peraturan-peraturan keselamatan kerja merupakan dasar penerapan K3 di lingkungan pabrik PTPN VIII Gunung Mas. ini berarti pengawasan dan disiplin karyawan pabrik di PTPN VIII Gunung Mas tergolong baik. Berdasarkan hasil jawaban responden dari pernyataan-pernyataan pada Tabel 9 diperoleh total rataan skor sebesar 3. Rataan skor sebesar 3. Komitmen yang kuat dan perhatian yang besar dari manajemen perusahaan mengenai masalah keselamatan dan kesehatan kerja dapat memotivasi karyawan untuk memperhatikan keselamatan dan kesehatannya sewaktu bekerja. Rataan skor sebesar 3. 4. Rataan skor sebesar 3.67 menunjukkan sebagian besar karyawan mengetahui bahwa perusahaan mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja para karyawan. Perusahaan yang baik adalah perusahaan yang memperhatikan masalah-masalah keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan perusahaan.67.6. Peraturan ini dibuat dengan tujuan untuk menghindarkan karyawan dari kecelakaan kerja.5. 1984).65 menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengetahui perusahaan memberikan perhatian yang besar terhadap masalah keselamatan dan kesehatan kerja yaitu dengan menerapkan program K3 di lingkungan pabrik. . Manajemen puncak harus memberikan dukungan aktif pada program keselamatan agar program itu tetap hidup dan aktif (Flippo. artinya setiap karyawan harus mengutamakan keselamatan dan kesehatannya sewaktu bekerja.59 menunjukan bahwa karyawan mengetahui dan melaksanakan peraturan keselamatan kerja dengan baik. selain itu juga untuk melindungi aset-aset perusahaan dari kemungkinan terjadinya kerusakan. Peningkatan Kesadaran K3 Kurangnya kesadaran karyawan akan pentingnya keselamatan kerja merupakan tantangan perusahaan untuk mendorong karyawan agar memperhatikan keselamatan dan kesehatannya sewaktu bekerja. Hasil dari jawaban responden mengenai peningkatan kesadaran K3 dapat dilihat pada Tabel 10.

75 menunjukkan sebagian besar karyawan setuju dengan pernyataan tersebut.63 Baik PTPN VIII Gunung Mas menanggung seluruh biaya pengobatan dan perawatan akibat kecelakaan kerja.61 Baik 5 0 10 22 34 9 3.Tabel 10.Hasil jawaban responden mengenai peningkatan kesadaran K3 No 1 Pernyataan Perusahaan memberikan perhatian yang besar terhadap masalah keselamatan dan kesehatan kerja (K3) Perusahaan menempatkan K3 sebagai prioritas utama dalam bekerja Perusahaan sangat memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja anda Penggunaan alat pelindung diri saat bekerja di tempat yang berbahaya Perusahaan menginginkan masukanmasukan dari anda terkait dengan masalah K3 Perusahaan menginginkan anda ikut aktif dalam penerapan program K3 Total STS (1) 0 TS (2) 9 CS (3) 22 S (4) 30 SS (5) 14 Rataan Skor 3.56 Baik 6 0 5 29 34 7 3.57 Baik 44 148 186 72 3.67 Baik 3 0 7 24 25 19 3. artinya perusahaan sangat memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja karyawan. Kesadaran akan pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja harus ada dalam diri karyawan itu sendiri misalnya dengan penggunaan APD saat bekerja .75 Baik 4 0 9 24 29 13 3.65 Kategori Baik 2 0 4 27 34 10 3. Rataan skor sebesar 3.

Rataan skor sebesar 3.61 menunjukkan bahwa sebagian besar karyawan menggunakan APD saat bekerja terutama di tempat yang berbahaya. Hal ini menunjukkan bahwa program K3 yang diterapkan perusahaan dilaksanakan dengan baik oleh karyawan.terutama apabila bekerja di tempat yang berbahaya.57 menunjukkan bahwa keikutsertaan karyawan dalam pelaksanaan K3 sangat diharapkan oleh perusahaan. Untuk lebih jelasnya faktor-faktor K3 bagian pengolahan PTPN VIII Gunung Mas dapat dilihat pada Tabel 11. 4.6. Artinya peningkatan kesadaran K3 di lingkungan pabrik PTPN VIII Gunung Mas adalah baik. Pelaksanaan kontrol lingkungan kerja dinilai baik oleh karyawan. Gambaran Umum K3 Secara umum Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di bagian pengolahan PTPN VIII Gunung Mas dikategorikan baik dapat dilihat dari total rataan skor sebesar 3.56 yang menunjukkan bahwa masukanmasukan yang disampaikan karyawan mengenai masalah K3 sangat dibutuhkan oleh perusahaan. . Rataan skor sebesar 3. Rataan skor sebesar 3. Adanya program K3 membuat karyawan merasa aman dan nyaman dalam menyelesaikan pekerjaaannya.67. begitu pula dengan pelaksanaan pengawasan dan disiplin serta peningkatan kesadaran K3. Berdasarkan hasil jawaban responden dari seluruh pernyataan pada Tabel 10 diperoleh total rataan skor sebesar 3. Pelaksanaan publikasi keselamatan kerja dinilai cukup baik oleh karyawan. artinya karyawan menyadari akan pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja. Penerapan K3 dapat terlaksana dengan baik apabila ada komunikasi dua arah antara pihak perusahaan dengan karyawan. Sebagian besar karyawan telah mengetahui pelatihan-pelatihan yang diadakan perusahaan dan merasakan manfaat dari pelatihan tersebut.66.6.

Artinya karyawan tidak akan bekerja tanpa adanya kemauan kerja yang kuat. Apabila produktivitas kerja karyawan meningkat maka produktivitas perusahaan juga ikut meningkat.1. adanya kesadaran dari dalam diri karyawan untuk mengikuti peraturan-peraturan yang telah ditetapkan oleh perusahaan dan mengikuti setiap kegiatan yang diadakan perusahaan. lingkungan kerja.67 Baik disiplin 5 Peningkatan 6 1636 3. Hasil jawaban responden mengenai kemauan kerja dapat dilihat pada Tabel 12. Rataan skor sebesar 3. Faktor-faktor K3 bagian Pengolahan PTPN VIII Gunung Mas. . Produktivitas kerja karyawan dapat dilihat dari faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja karyawan yang meliputi enam faktor yaitu : kemauan kerja. Analisis Produktivitas Kerja Produktivitas perusahaan ditentukan oleh produktivitas kerja karyawan.7. 4.67 Baik keselamatan 2 Publikasi 4 1077 3.64 Baik kesadaran K3 Total 27 7421 3. kompensasi.61 menunjukkan tingginya kemauan kerja karyawan.66 Baik 4.73 Baik lingkungan kerja 4 Pengawasan dan 6 1650 3.Tabel 11.59 Baik keselamatan 3 Kontrol 6 1680 3. jaminan sosial dan hubungan kerja.7. Kemauan kerja dari seorang karyawan dapat dilihat dari besarnya kontribusi yang diberikan kepada perusahaan yaitu dengan bekerja sungguh-sungguh. Kemauan Kerja Kemauan kerja adalah dorongan yang ada dalam diri tenaga kerja untuk meningkatkan poduktivitas kerjanya. kemampuan kerja. Bogor Kategori Rataan Faktor – faktor Item Total Skor No K3 (I) Skor T/(N x I) (T) 1 Pelatihan 5 1378 3.

63 Baik 3 0 7 24 33 11 3. Total STS (1) 0 TS (2) 6 CS (3) 23 S (4) 32 SS (5) 14 Rataan Skor 3. Rataan skor sebesar 3. Tabel 13. Hasil jawaban responden mengenai kemampuan kerja dapat dilihat pada Tabel 13.67 Baik 12 48 64 26 3. Anda bersedia mematuhi peraturan kerja Anda selalu mengikuti kegiatankegiatan yang diadakan perusahaan.2. Anda dapat menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Kemampuan kerja karyawan dapat dilihat dari datang ke tempat kerja tepat waktu dan menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan tepat waktu. Hasil jawaban responden mengenai kemampuan kerja No 1 Pernyataan Anda selalu datang ke tempat kerja tepat waktu dan dapat menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.7. Hal ini juga harus didukung oleh keterampilan kerja karyawan.Tabel 12.61 Baik 4. Total STS (1) 0 TS (2) 8 CS (3) 28 S (4) 28 SS (5) 11 Rataan Skor 3.69 Baik . Produktivitas akan meningkat.72 Kategori Baik 2 0 6 25 32 12 3.56 Kategori Baik 2 0 6 25 35 9 3.69 menunjukkan bahwa kemampuan kerja karyawan bagian pengolahan PTPN VIII Gunung Mas adalah baik. bila karyawan mampu menjalankan pekerjaan mereka dengan baik. Hasil jawaban responden mengenai kemauan kerja No 1 Pernyataan Anda sangat menyukai pekerjaan ini dan berusaha untuk bekerja dengan sungguhsungguh. Kemampuan Kerja Pekerjaan yang dilakukan harus sesuai dengan kemampuan dan keterampilan yang dimiliki karyawan.64 Baik 21 77 96 31 3.

Total STS (1) 0 TS (2) 7 CS (3) 28 S (4) 24 SS (5) 26 Rataan Skor 3. Lingkungan kerja yang sehat dan aman akan meningkatkan semangat kerja. .65 Kategori Baik 2 0 4 21 30 20 3. Kompensasi Kompensasi adalah sesuatu yang diterima karyawan sebagai pengganti kontribusi jasa mereka pada perusahaan. Rataan skor sebesar 3.3. Kompensasi merupakan balas jasa yang diberikan perusahaan baik secara langsung (finansial) maupun tidak langsung (non-finansial).76 menunjukkan bahwa lingkungan kerja karyawan bagian pengolahan PTPN VIII Gunung Mas adalah baik.4. Hasil jawaban responden mengenai lingkungan kerja No 1 Pernyataan Pemberian tanda peringatan dan tanda bahaya di tempat kerja membuat anda berhati-hati dalam bekerja. Hasil jawaban responden mengenai kompensasi dapat dilihat pada Tabel 15. Lingkungan Kerja Lingkungan kerja mendukung pekerjaan yang dilakukan karyawan. Gaji yang diterima sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan karyawan dan bonus yang diterima karyawan sebagai imbalan atas prestasi kerjanya akan meningkatkan motivasi karyawan untuk bekerja sehingga produktivitas kerja karyawan meningkat. Adanya tanda peringatan dan tanda bahaya di tempat kerja membuat karyawan bekerja dengan lebih berhati-hati karena lingkungan kerja yang aman dan sehat akan meningkatkan motivasi kerja karyawan sehingga produktivitas kerja karyawan meningkat.76 Baik 4. Rataan skor sebesar 3.7. Tabel 14. Hasil jawaban responden mengenai lingkungan kerja dapat dilihat pada Tabel 14.88 Baik 11 49 54 46 3.66 menunjukkan bahwa kompensasi yang diberikan perusahaan sudah baik dan memuaskan.4.7.

Sedangkan bagi karyawan borongan perusahaan menanggung seluruh biaya pengobatan dan perawatan apabila terjadi kecelakaan kerja.94 menunjukkan bahwa karyawan merasa puas atas jaminan sosial yang diberikan perusahaan.Tabel 15.92 Baik 9 27 78 36 3.56 Baik 11 52 63 24 3. Perusahaan memberikan bonus kepada karyawan yang berprestasi.94 Baik . Hasil jawaban responden mengenai jaminan sosial dapat dilihat pada Tabel 16.66 Baik 4. Total STS (1) 0 TS (2) 4 CS (3) 23 S (4) 34 SS (5) 14 Rataan Skor 3.7. Tabel 16. Hasil jawaban responden mengenai jaminan sosial No 1 Pernyataan Perusahaan sangat memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja karyawan. Jaminan Sosial Adanya jaminan sosial yang diberikan perusahaan membuat karyawan bekerja lebih produktif karena karyawan merasa perusahaan sangat memperhatikan keselamatan dan kesehatannya sewaktu bekerja. Seluruh karyawan bagian pengolahan PTPN VIII Gunung Mas mendapat jaminan keselamatan dan kesehatan kerja yaitu menjadi anggota Jamsostek bagi karyawan tetap.77 Kategori Baik 2 0 7 29 29 10 3. Rataan skor sebesar 3. Total STS (1) 0 TS (2) 6 CS (3) 12 S (4) 36 SS (5) 21 Rataan Skor 3.5.96 Kategori Baik 2 0 3 15 42 15 3. Hasil jawaban responden mengenai kompensasi No 1 Pernyataan Perusahaan memberikan gaji yang sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan karyawan. Perusahaan memberikan asuransi kecelakaan dan asuransi kesehatan bagi karyawan.

Total STS (1) 0 TS (2) 6 CS (3) 21 S (4) 35 SS (5) 13 Rataan Skor 3. Tabel 17.7.7. bawahan dan rekan kerja sangat penting untuk menciptakan situasi kerja yang nyaman.73 Kategori Baik 2 0 3 25 43 4 3. Hasil jawaban responden mengenai hubungan kerja No 1 Pernyataan Anda mampu bekerjasama dengan orang lain. Namun perlu diingat bahwa kondisi yang dinamis dan perubahan lingkungan kerja mempengaruhi produktivitas kerja karyawan sehingga dapat mengakibatkan produktivitas kerja karyawan menurun.7. Hubungan Kerja Hubungan kerja yang terjalin baik antara atasan.64 Baik 9 46 78 17 3.72.4. Hal ini berarti pada dasarnya karyawan sudah memiliki produktivitas kerja yang tinggi.68 Baik 4. Hubungan yang terjalin baik tersebut membuat karyawan betah bekerja di perusahaan.68 menunjukkan bahwa hubungan kerja yang terjalin antara karyawan adalah baik.6. Gambaran Umum Produktivitas Kerja Karyawan Tabel 18 mendeskripsikan secara umum bahwa produktivitas kerja karyawan bagian pengolahan PTPN VIII Gunung Mas di kategorikan baik dengan total skor rataan sebesar 3. . Hasil jawaban responden mengenai hubungan kerja dapat dilihat pada Tabel 17. Hubungan kerja yang harmonis dapat dilihat dari kemampuan karyawan untuk bekerjasama dengan orang lain dan kemauan untuk bertanya serta meminta bantuan kepada rekan kerja. Rataan skor sebesar 3. Anda selalu bertanya dan meminta bantuan kepada teman apabila mengalami kesulitan dalam bekerja. oleh karena itu produktivitas kerja karyawan harus selalu ditingkatkan agar produktivitas perusahaan juga meningkat.

8. Produktivitas Kerja Karyawan Bagian Pengolahan PTPN VIII Gunung Mas Kategori Rataan No Faktor – faktor Item Total Skor (I) Skor yang T/(N x I) (T) Mempengaruhi Produktivitas Kerja 1 Kemauan Kerja 3 812 3.69 Baik Kerja 3 Lingkungan Kerja 2 565 3.66 Baik 5 Jaminan Sosial 2 591 3.61 Baik 2 Kemampuan 2 554 3.01 (taraf kepercayaan 99%).01) menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang sangat nyata antara faktor-faktor K3 dengan produktivitas kerja karyawan. Pengujian dilakukan dengan tingkat signifikansi 0.00 < α=0. Nilai korelasi positif (+) menunjukkan hubungan yang positif antara faktor-faktor K3 dengan produktivitas kerja karyawan sedangkan nilai korelasi negatif (-) menunjukkan hubungan yang berlawanan antara faktor-faktor K3 dengan produktivitas kerja karyawan. Apabila nilai probabilitas atau peluang < α (P=0. Sedangkan apabila nilai peluang > α (P > 0.01) menunjukkan bahwa faktor yang diuji tidak memiliki hubungan yang signifikan pada taraf kepercayaan (99 %).68 Baik Total 13 3625 3. Sedangkan apabila rs < r tabel maka berdasarkan hipotesis penelitian H1 ditolak dan H0 diterima yang artinya tidak ada hubungan antara K3 dengan .Tabel 18. Analisis Hubungan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan Produktivitas Kerja Analisis hubungan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan produktivitas kerja karyawan dilakukan dengan menggunakan uji korelasi Rank Spearman.94 Baik 6 Hubungan Kerja 2 553 3.76 Baik 4 Kompensasi 2 550 3.72 Baik 4. Nilai peluang (P) merupakan nilai kesalahan yang mungkin terjadi. Nilai peluang yang semakin kecil dibandingkan nilai α (P<α) menunjukkan hubungan yang semakin nyata antara faktor-faktor yang diuji. Apabila rs > r tabel maka berdasarkan hipotesis penelitian H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya terdapat hubungan antara K3 dengan produktivitas kerja karyawan.

kuat Sangat nyata. kuat Sangat nyata.01 kesadaran K3 **) Korelasi signifikan untuk taraf kepercayaan 99% 1 Hasil uji korelasi Rank Spearman dengan bantuan software SPSS 13.80).00 < α=0.produktivitas kerja karyawan.00 0.00 < α=0.01) dengan derajat keeratan hubungan berada pada kategori kuat (0.60 – <0. positif.00 0. Hubungan yang sangat nyata dapat dilihat dari nilai peluang < α (P=0. kuat Sangat nyata. Dapat dilihat bahwa rs > r tabel maka berdasarkan hipotesis H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya terdapat hubungan antara K3 dengan produktivitas kerja karyawan.425 0.425 0.425.744 0.01 dan disiplin 5 Peningkatan 0. kuat Sangat nyata.743 dengan tingkat kepercayaan 99%. positif. Hubungan faktor-faktor K3 dengan produktivitas kerja No Faktor K3 Nilai Korelasi (rs) Nilai Peluang (P) α Nilai Kritis Korelasi Spearman (r tabel) 0.01 lingkungan kerja 4 Pengawasan 0.60 – <0.668.01 keselamatan 2 Publikasi 0.639 0. dapat dilihat dari nilai korelasi yang positif yaitu sebesar 0. r tabel = 0. Pelatihan keselamatan memiliki hubungan positif dan sangat nyata dengan produktivitas kerja karyawan. db=73. Pelatihan keselamatan yang diadakan perusahaan bertujuan untuk melatih karyawan dalam menghindari terjadinya .425 Hubungan dengan Produktivitas Kerja Karyawan Sangat nyata.01) dengan derajat keeratan berada pada kategori kuat (0. diketahui bahwa semua faktor K3 memiliki hubungan yang positif dan sangat nyata dengan produktivitas kerja karyawan dapat dilihat dari nilai korelasi yang positif yaitu rs=0.425 0. Berdasarkan hasil uji korelasi tersebut.775 0.00 0.01 keselamatan 3 Kontrol 0. positif. Hubungan antara faktor-faktor K3 dengan produktivitas kerja karyawan dapat dilihat pada Tabel 19. positif.00 0.668 0. Hubungan yang sangat nyata dapat dilihat dari nilai peluang < α (P=0.425 0.732 0.0 for windows antara faktor-faktor keselamatan dan kesehatan kerja dengan produktivitas kerja karyawan dapat dilihat pada Lampiran 5. Tabel 19. positif.80).00 0. kuat Pelatihan 0.

Berdasarkan hasil uji korelasi Rank Spearman. Hubungan yang sangat nyata dapat dilihat dari nilai peluang < α (P=0.60 − <0.kecelakaan kerja dan melindungi diri apabila terjadi kecelakaan kerja. dapat dilihat dari nilai korelasi yang diperoleh positif yaitu sebesar sebesar 0. kontrol lingkungan kerja memiliki hubungan positif dan sangat nyata dengan produktivitas kerja karyawan.732. Hubungan positif .60 – <0.00 < α=0. Pengawasan dan disiplin merupakan usaha untuk mengetahui seberapa besar ketaatan karyawan dalam mematuhi peraturan K3. nyaman dan memadai akan mendukung pelaksanaan kerja karyawan serta menciptakan suasana kerja yang menyenangkan sehingga karyawan akan bekerja semakin produktif.01) dengan derajat keeratan hubungan kuat yaitu pada rentang (0. hal ini dikarenakan publikasi yang dilakukan oleh perusahaan tidak efektif dapat dilihat dari gambar dan pesan-pesan keselamatan kerja yang kurang menarik dan penempatannya tidak strategis. Hubungan yang nyata dapat dilihat dari nilai peluang < α (P=0.80). Lingkungan kerja yang aman.01) dan derajat keeratan hubungannya kuat (0.639. Hal ini menunjukkan kontrol lingkungan kerja dapat meningkatkan produktivitas kerja karyawan. dapat dilihat dari nilai korelasi yang positif sebesar 0.00 < α=0. Padahal adanya informasi-informasi dan pesan-pesan tentang keselamatan kerja di lingkungan kerja akan memotivasi karyawan untuk bekerja dengan memperhatikan keselamatan dan kesehatannya. publikasi keselamatan kerja memiliki hubungan positif dan sangat nyata dengan produktivitas kerja karyawan. Publikasi keselamatan kerja memiliki nilai korelasi yang paling rendah dari keempat faktor lainnya. Kontrol lingkungan kerja merupakan usaha perusahaan agar kondisi tempat kerja sesuai dengan standar keselamatan dan kesehatan karyawan. Publikasi keselamatan kerja merupakan ajakan untuk melaksanakan K3 melalui pemberian informasi-informasi dan pesan-pesan keselamatan kerja. Berdasarkan hasil uji korelasi Rank Spearman.80). Adanya pelatihan keselamatan membuat karyawan menjadi semakin terlatih dan terampil serta lebih berhati-hati dalam melakukan pekerjaannya.

01) dan derajat keeratan hubungannya kuat (0. dapat dilihat dari nilai korelasi yang positif sebesar 0. Perusahaan yang baik adalah perusahaan yang memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja karyawannya. Peningkatan kesadaran K3 mempunyai hubungan yang positif dan sangat nyata dengan produktivitas kerja karyawan. ditunjukkan dengan nilai korelasi yang positif sebesar 0.60 – <0.744. Pengawasan dan disiplin memiliki nilai korelasi yang paling tinggi dari keempat faktor yang lainnya. Hubungan yang nyata dapat dilihat dari nilai peluang < α (P=0. Penerapan K3 dalam suatu perusahaan menunjukkan bahwa perusahaan menjamin keselamatan dan kesehatan setiap karyawan. Hubungan yang nyata dapat dilihat dari nilai peluang < α (P=0.80). .775.80). Adanya rasa aman dan tenang dalam bekerja akan meningkatkan produktivitas kerja karyawan.00 < α=0.01) dan derajat keeratan hubungannya kuat (0.dan sangat nyata antara pengawasan dan disiplin dengan produktivitas kerja karyawan.60 – <0. karena pada umumnya karyawan akan bekerja dengan baik atau dapat bekerja lebih baik lagi apabila diawasi. Kesadaran akan K3 merupakan hal yang harus dikembangkan dalam suatu perusahaan.00 < α=0.

639. . Hal ini dapat dilihat dari total rataan skor sebesar 3. sangat nyata dan berkorelasi kuat.668.KESIMPULAN DAN SARAN 1. publikasi keselamatan kerja. pengawasan dan disiplin serta peningkatan kesadaran K3 telah dilaksanakan dengan baik. Kemudian diikuti oleh peningkatan kesadaran K3 dengan nilai korelasi sebesar 0.732. Hal ini dapat dilihat dari total rataan skor sebesar 3.775 menunjukkan bahwa faktor ini memiliki hubungan yang paling kuat dengan produktivitas kerja karyawan dibandingkan dengan faktor-faktor lainnya.743. pelatihan keselamatan sebesar 0. kontrol lingkungan kerja sebesar 0. Pengawasan dan disiplin memiliki nilai korelasi tertinggi yaitu sebesar 0.744. 72 yang artinya karyawan mempunyai produktivitas kerja yang tinggi. Kesimpulan Berdasarkan pada tujuan penelitian dan hasil analisis pada pembahasan penelitian. 3) Hubungan antara Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan produktivitas kerja karyawan adalah positif. maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1) Secara umum penerapan K3 di bagian pengolahan PTPN VIII gunung Mas tergolong baik. 2) Secara umum produktivitas kerja karyawan bagian pengolahan PTPN VIII Gunung Mas tergolong baik. dan publikasi keselamatan kerja memiliki nilai korelasi terendah sebesar 0. Hal ini dapat dilihat dari nilai korelasi yang positif sebesar 0.66 yang menunjukkan bahwa faktor-faktor K3 yang dianalisis yaitu meliputi pelatihan keselamatan. sangat nyata dan berkorelasi kuat dengan produktivitas kerja karyawan. Semua faktor K3 memiliki hubungan yang positif. kontrol lingkungan kerja.

2. 3. Perusahaan perlu memberikan sanksi yang tegas kepada karyawan yang melanggar aturan-aturan K3. . karena komitmen yang kuat dan perhatian yang besar dari manajemen perusahaan mengenai masalah K3 dapat memotivasi karyawan untuk memperhatikan keselamatan dan kesehatannya sewaktu bekerja. Saran Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan. Hal ini dimaksudkan agar karyawan lebih disipin dan juga untuk menghindari terjadinya kecelakaan atau kerusakan akibat kerja. Perusahaan perlu meningkatkan pelaksanaan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dengan baik. Perusahaan perlu meningkatkan fasilitas dan sarana kerja yang dapat menunjang karyawan dalam menyelesaikan pekerjaannya.2. maka dapat diajukan beberapa saran sebagai berikut : 1.

1984. Yogyakarta. G. Fakultas Teknologi Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Metode Penelitian. 2005. Flippo. Jakarta. Penerbit Erlangga.5. E. Fakultas Ekonomi dan Manajemen.A. Nazir. Jakarta. Darmanto. 1997. Analisis Hubungan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dengan Motivasi Kerja Karyawan di PT. Jakarta. Jakarta. 2004. Saputra. A.DAFTAR PUSTAKA Cascio. Dessler. M. R. A. Managing Human Resources – Productivity Quality of Work Life. 2006. Bandung. Mahardika. B.F. United States. PLN (Persero) Unit Bisnis Strategis Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UBS P3B) Region Jawa Timur dan Bali. Institut Pertanian Bogor. Terjemahan. 2004. 2002. Jakarta. Cara Mudah Mengatasi Masalah Statistik dan Rancangan Percobaan dengan SPSS 12. 2005. PT Gramedia Pustaka Utama. 2001. Penerbit Andi. A. . Unitex Tbk. PT Gramedia Pustaka Utama. Ilham. Bogor. Manajemen Personalia. Jakarta. Bogor. Manajemen Sumber Daya Manusia. 1998. Bogor. Prestasi Pustaka. Edisi ke. V. Good Year Indonesia. McGraw-Hill. Nugroho. Strategi Jitu Memilih Metode Statistik Penelitian dengan SPSS.B. Rivai. Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Perusahaan dari Teori ke Praktik. Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja terhadap Kinerja Karyawan di PT. 2004. PT Ghalia Indonesia. Jakarta. Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. PT Remaja Rosda Karya. Bogor. Institut Pertanian Bogor.. Santoso. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. 1988. Mangkunegara. PT Raja Grafindo Persada. Profits. Kesehatan Kerja di Perusahaan. PT Alex Media Komputindo. 1999. Analisis Pengaruh Sistem Kompensasi terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Departemen Produksi PT. W. Pratisto. G.

1995. 2003.Singarimbun. Bumi Aksara. Produktivitas : Apa dan Bagaimana. 2002. Jakarta. Jakarta. 2005. Semarang. R. 2005. Jakarta. Umar. Sinungan. PT Gramedia Pustaka Utama. Riset Sumber Daya Manusia. Suardi.M. A. Badan Penerbit Universitas Diponegoro.. Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. 2005. M dan Effendi S. Jakarta. Metode Riset Komunikasi Organisasi. . PT Gramedia Pustaka Utama. Bunga Rampai Hiperkes & KK Edisi Kedua. H. dkk. Penerbit PPM. Jakarta. Umar. Metode Penelitian Survai. H. M. LP3ES. Sugeng.

40 tahun Perempuan 41 .Lampiran 1. Pendidikan terakhir : SD Sederajat SMP Sederajat SMA Sederajat 5.30 tahun 31 .15 tahun > 15 tahun . Masa kerja : 1 . Nama 2. Nama : Trisna Lestari NIM : H24103083 Jurusan : Manajemen FEM IPB Identitas Responden 1. Usia : : : Laki-laki 20 .5 tahun 6 -10 tahun 11 . oleh karena itu jawaban yang Bapak/Ibu/Saudara berikan tidak akan berkaitan dengan penilaian kinerja Anda. Jenis kelamin 3.50 tahun > 50 tahun D3 S1 4. jujur dan sesuai dengan keadaan sebenarnya agar informasi ilmiah yang disajikan nantinya dapat dipertanggungjawabkan. ¾ Atas perhatian dan partisipasi Bapak/Ibu/Saudara. saya ucapkan terimakasih. ¾ Kuesioner ini semata-mata ditujukan untuk keperluan ilmiah dan penyelesaian tugas akhir studi. Kuisioner Penelitian No : KUISIONER PENELITIAN ANALISIS HUBUNGAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DENGAN PRODUKTIVITAS KARYAWAN (Studi Kasus Karyawan Bagian Pengolahan PTPN VIII Gunung Mas Bogor) Pengantar ¾ Kuesioner ini disusun untuk melihat dan mengetahui hubungan antara Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan produktivitas karyawan bagian pengolahan di PTPN VIII Gunung Mas Bogor. ¾ Untuk itu saya mohon kesediaan Bapak/Ibu/Saudara untuk mengisi kuesioner ini dengan lengkap.

Pernyataan 1 Perusahaan mengadakan pelatihan khusus untuk ahli K3 dan manajer 2 Perusahaan memberikan pelatihan penggunaan alat-alat keselamatan kerja 3 Perusahaan memberikan pelatihan pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran 4 Anda merasakan manfaat dari pelatihan yang diadakan perusahaan 5 Pelatihan memberikan banyak informasi tentang pekerjaan anda No 6 7 8 9 SS S CS TS STS Publikasi Keselamatan Kerja Pernyataan SS S Pemasangan tanda peringatan di tempat yang berpotensi bahaya Di lingkungan perusahaan terdapat pesanpesan tentang keselamatan kerja Perusahaan memberikan informasi tentang tingkat bahaya pekerjaan Atasan anda memberikan contoh yang baik tentang cara-cara bekerja yang aman dan sehat CS TS STS . Daftar Pertanyaan Petunjuk : Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang anda anggap paling sesuai. Keterangan : SS S CS TS : Sangat Setuju : Setuju : Cukup Setuju : Tidak Setuju Pelatihan Keselamatan STS : Sangat Tidak Setuju No.Lanjutan Lampiran 1.

Kontrol Lingkungan Kerja No. Pernyataan SS 10 Perusahaan menyediakan alat pelindung diri untuk bekerja 11 Suhu ruangan di tempat kerja anda cukup baik 12 Penerangan di tempat kerja anda cukup memuaskan 13 Ruangan tempat kerja anda cukup bersih S CS TS STS Perlengkapan keamanan dan keselamatan kerja tersedia di lingkungan kerja anda 15 Perusahaan mempunyai fasilitas P3K di tempat kerja Pengawasan dan Disiplin No Pernyataan SS 16 Sebelum peralatan kerja dan mesin-mesin digunakan dilakukan pengecekan terlebih dahulu 17 Perusahaan melakukan pengecekan alat-alat keselamatan kerja secara rutin 18 Perusahaan mewajibkan penggunaan alat pelindung diri (APD) saat bekerja 19 Perusahaan memberikan pengawasan terhadap bahan-bahan beracun dan berbahaya 20 Perusahaan mengadakan pemeriksaan kesehatan karyawan secara rutin 21 Perusahaan mempunyai peraturan-peraturan keselamatan kerja Peningkatan Kesadaran K3 No. Pernyataan SS 22 Perusahaan memberikan perhatian yang besar terhadap masalah keselamatan dan kesehatan kerja (K3) 23 Perusahaan menempatkan K3 sebagai prioritas utama dalam bekerja 24 Perusahaan sangat memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja anda 25 Penggunaan alat pelindung diri saat bekerja di tempat yang berbahaya 26 Perusahaan menginginkan masukanmasukan dari anda terkait dengan masalah K3 27 Perusahaan menginginkan anda ikut aktif dalam penerapan program K3 14 S CS TS STS S CS TS STS .Lanjutan Lampiran 1.

31 Anda selalu datang ke tempat kerja tepat waktu dan dapat menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Pernyataan 28 Anda sangat menyukai pekerjaan ini dan berusaha untuk bekerja dengan sungguhsungguh. 35 Perusahaan memberikan gaji yang sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan karyawan. Produktivitas Kerja Karyawan No. 32 Anda dapat menyelesaikan pekerjaan dengan baik 33 Pemberian tanda peringatan dan tanda bahaya di tempat kerja membuat anda berhati-hati dalam bekerja. 36 Perusahaan memberikan bonus kepada karyawan yang berprestasi. 39 Anda mampu bekerjasama dengan orang lain.Lanjutan Lampiran 1. 40 Anda selalu bertanya dan meminta bantuan kepada teman apabila mengalami kesulitan dalam bekerja. 34 Lingkungan kerja yang sehat dan aman akan meningkatkan semangat kerja. 38 Perusahaan memberikan asuransi kecelakaan dan asuransi kesehatan bagi karyawan. 29 Anda bersedia mematuhi peraturan kerja 30 Anda selalu mengikuti kegiatan-kegiatan yang diadakan perusahaan. SS S CS TS STS . 37 Perusahaan sangat memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja karyawan.

Lampiran 2. Administratur Sinder Kepala Sinder TUK Sinder Pabrik Sinder Teknik Sinder Wisata Agro Sinder Afdeling Asisten Sinder TUK Asisten Sinder Pabrik 1 3 8 9 10 12 16 18 19 21 25 27 32 36 38 41 45 47 50 2 4 11 13 17 20 26 28 33 34 37 39 46 48 51 5 22 14 23 24 29 40 49 52 6 53 30 42 43 7 15 31 35 54 56 55 44 . Struktur Organisasi PTPN VIII Gunung Mas.

9. 23. Keterangan Gambar : 1. 45. Pengawas Wisma Bungalow. JTU Timbang. 49. Mandor besar (mabes) Panen. 16. Pelaksana. Mandor Penyiangan. Petugas Gudang. Pengawas cleaning service. Pelayan Gudang. Mabes Rawat. JTU Tarin. JTU Kepala. Petugas Tanaman. Mandor Pangkas. 29. 43. JTU Kesehatan. Mandor Giling. 2. 53. 32. 34. Mandor Panen. 14. 41. Pengawas PD. 12. JTU Kepala. 28. Mabes Tea Bag. Mandor Tea bag. Mandor Layuan. 52. 8. 13. Operator. 17. 3. 19. Pelaksana. 56. Mandor Pestisida 5. 39. Mabes Basah. Mandor Bengkel Umum. 10. 15. JTU Sekretaris. 18. Mandor Pengeringan. 4. Koordinator Wisata Agro. Pengawas Operasional. Pelaksana 36. Mandor Sortasi. Mabes Bangunan. 20. JTU TUP. JTU Kepala. Mandor Jalan. Mandor Ngepak. 55. JTU Personalia. Petugas Kas. Mandor Listrik. 40. 54. 26. Petugas Tarin. Pelaksana. 24. 46. Retribusi. 22. 42. Pembantu JTU. Satpam. Mabes Bengkel Umum. JTU Kepala. . 27. Pengawas tea corner.Lanjutan Lampiran 2. JTU Tanaman. 7. Mandor Meber. 51. 21. 48. 37. 38. Petugas Umum. Mabes Kering. 50. 47. 11. 6. Pembantu JTU. 31. 35. Petugas Kesehatan. 25. Pembantu JTU. 44. 33. Mandor Bangunan. 30.

Lampiran 3 Diagram Proses Pengolahan Teh Hitam CTC
Waktu (jam)

Simbol Diagram

Deskripsi Proses Penerimaan pucuk segar

1-2

10-24

Pembeberan

10-24

Pelayuan

1

Analisa petik dan analisa pucuk

2-3

Penggilingan dan fermentasi

13’-18’

Pengeringan

1-2

Sortasi

2

Pengepakan

22,33 - 34,58

8

5

8

1

1

TOTAL

Keterangan :

= = = = =

Operasi Transportasi Inspeksi Menunggu Penyimpanan

Lampiran 4. Penerapan K3 di PTPN VIII Gunung Mas A. Gambar Alat Pelindung Diri (APD)

APD Karyawan Bagian Proses

APD Karyawan Bagian Kebersihan

B. Gambar Peralatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja

APAR C. Klinik Kesehatan

Tombol Bahaya

Kotak P3K

Unit Kesehatan Kerja (UKK)

Lanjutan Lampiran 4. D. Tanda-tanda Peringatan, Larangan dan Pesan-pesan Keselamatan Kerja

E. Alat Pengatur Suhu, Tempat Sampah dan Wastafel

2.361 0.656 0. 23.361 . 22.361 0.361 0.361 0.361 0. 26. 27.737 0.692 0.361 0. 13.Lampiran 5. 25.361 0. 0.747 0. Uji Validitas Kuisioner ASPEK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) No.361 0.361 0.361 0. 19. rhitung rtabel (α = 5%.361 0.689 0. 15.756 0. 7.361 0.361 0.361 0. 12.780 0.361 0. 20. 6. 11.361 0.819 0.777 0. 17.361 0.839 0.713 0.361 0.809 0. 4.786 0.361 0. 14.361 0.676 0.715 0. 10.716 0.361 0.361 0.361 0. 5. 3.691 0.622 0. 21.416 0. 8 9.732 0. 16.795 0. 18.808 0.608 0.361 0.820 0. n=30) Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid 1.717 0. 24.361 0.726 0.361 0.792 0.

12.433 0.433 0.694 0.361 0.361 0. 3.447 0.Lanjutan Lampiran 5. 4. 13.418 0.454 0.361 0. n=30) Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid 1.465 0. 5. 6. 7.535 0.361 0.361 0.394 0.361 0.361 0. 11.361 0.361 0. PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN No.395 0. 8 9.418 0.397 0. 10.361 .361 0. rhitung rtabel (α = 5%.361 0. 2. 0.361 0.416 0.

90 4.702 .758 .944 .960 Kesimpulan α > 0.960 N of Items 27 N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 N of Items 27 Item Statistics K3_1 K3_2 K3_3 K3_4 K3_5 K3_6 K3_7 K3_8 K3_9 K3_10 K3_11 K3_12 K3_13 K3_14 K3_15 K3_16 K3_17 K3_18 K3_19 K3_20 K3_21 K3_22 K3_23 K3_24 K3_25 K3_26 K3_27 Mean 110.30 4.702 .27 4.962 Cronbach's Alpha .874 .73 3.610 .573 Alpha = 0.27 4.67 Mean 3.803 .27 3.758 .887 .868 .27 4.758 .702 .30 4.30 4.27 4.702 .900 .73 Variance 242.711 .00 4.73 3.944 .785 Scale Statistics Std.67 4.13 3.758 .17 3.Lampiran 6.868 .33 4.30 4.874 .868 .33 4.868 .83 3.83 4.913 .83 3. Deviation .80-1.868 . Deviation 15.747 .506 Std.20 3. Uji Reliabilitas Kuisioner ASPEK K3 Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Standardized Items .20 4.83 4.33 4.913 .33 4.00 (Sangat Reliabel) .947 .

17 3.30 4.00 (Sangat Reliabel) .20 4.880 Kesimpulan α > 0.23 Variance 43.711 .17 3. PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Standardized Items .47 Std.610 .73 3.585 N of Items 13 N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 Cronbach's Alpha . Deviation 6.20 3.90 4.681 Scale Statistics Mean 52.887 .702 .33 4.27 4.67 4.747 .880 N of Items 13 Alpha = 0. Deviation .882 Item Statistics Mean P1 P2 P3 P4 P5 P6 P7 P8 P9 P10 P11 P12 P13 4.592 .803 .947 .Lanjutan Lampiran 6.944 .357 Std.868 .83 3.758 .80 – 1.913 .00 4.

000 75 75 .Lampiran 7. Hubungan Publikasi Keselamatan Kerja dengan Produktivitas Kerja Correlations PRODUK TIVITAS PKK 1. 75 75 Spearman's rho PKK Correlation Coefficient Sig.639** 1. 75 75 Spearman's rho PELATIHAN Correlation Coefficient Sig. . (2-tailed) N **. (2-tailed) N PRODUKTIVITAS Correlation Coefficient Sig.668** 1. Correlation is significant at the 0. (2-tailed) N **. .000 .000 .668** . Correlation is significant at the 0.000 .000 75 75 . Hubungan Pelatihan Keselamatan dengan Produktivitas Kerja Correlations PRODUK TIVITAS PELATIHAN 1.000 . Correlation is significant at the 0. Hasil Uji Korelasi Rank Spearman Hubungan K3 dengan Produktivitas Kerja Correlations PRODUK K3 TIVITAS 1.000 .743** 1.01 level (2-tailed). . (2-tailed) N PRODUKTIVITAS Correlation Coefficient Sig.000 .000 .743** .000 .639** . .000 .01 level (2-tailed).000 75 75 .01 level (2-tailed). 75 75 Spearman's rho K3 Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N **. (2-tailed) N PRODUKTIVITAS Correlation Coefficient Sig.

. (2-tailed) N **.775** 1.000 .01 level (2-tailed). Correlation is significant at the 0. (2-tailed) N **.000 . . Correlation is significant at the 0.000 .775** . 75 75 Spearman's rho KLK Correlation Coefficient Sig. .000 .01 level (2-tailed). (2-tailed) N PRODUKTIVITAS Correlation Coefficient Sig.01 level (2-tailed).000 75 75 .000 . .000 .Lanjutan Lampiran 7.000 .000 . 75 75 Spearman's rho PKK3 Correlation Coefficient Sig. Hubungan Kontrol Lingkungan Kerja dengan Produktivitas Kerja Correlations PRODUK TIVITAS KLK 1.732** . Correlation is significant at the 0. (2-tailed) N **. (2-tailed) N PRODUKTIVITAS Correlation Coefficient Sig.000 75 75 . Hubungan Pengawasan dan Disiplin dengan Produktivitas Kerja Correlations PRODUK TIVITAS PD 1.744** .732** 1.000 75 75 . 75 75 Spearman's rho PD Correlation Coefficient Sig. Hubungan Peningkatan Kesadaran K3 dengan Produktivitas Kerja Correlations PRODUK TIVITAS PKK3 1.744** 1.000 . (2-tailed) N PRODUKTIVITAS Correlation Coefficient Sig.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful