Review of Varicella zoster virus: from epidemiology to prevention

David Pace
Abstrak Virus Varicella zoster adalah patogen manusia yang menyebabkan varisela setelah infeksi primer dan herpes zoster setelah reaktivasi sekunder. Kedua manifestasi penyakit ini bisa terjadi pada semua usia, namun, varisela terlihat lebih umum pada anak-anak sementara herpes zoster terutama diamati pada orang tua. Meskipun jarang, komplikasi penyakit sekunder akibat varisela bisa berat dan mengancam jiwa terutama pada usia ekstrem, selama kehamilan dan pada immunocompromised. Vaksin varisela yang dilemahkan telah berhasil diformulasikan untuk mencegah varisela dan komplikasinya dan merupakan bagian dari program imunisasi anak rutin di beberapa negara termasuk Amerika Serikat, Kanada, Jerman dan Australia. Ulasan ini membahas epidemiologi varisela, manifestasi klinis dan manajemen dari infeksi virus Varicella zoster dan potensi dalam mencegah varisela dan herpes zoster melalui imunisasi. Pendahuluan Virus Varicella zoster menyebabkan varisela (cacar air) setelah infeksi primer dan herpes zoster (shingles) setelah reaktivasi endogen. Virus ini berisi genom DNA beruntai ganda dan merupakan anggota dari keluarga Herpesviridae. Virus Herpes ditandai dengan menetapnya infeksi setelah infeksi primer, istilah yang dikenal sebagai latency. Imunitas yang diperantarai sel sangat penting dalam menanggulangi infeksi dan mencegah reactivation sekunder.1 Varisela, penyakit yang sangat menular dengan angka serangan mendekati >85% setelah paparan2, biasanya ringan pada anak-anak umur 1-12 tahun yang imunokompeten tetapi dapat menjadi berat pada orang dewasa dan dapat mengancam jiwa pada pasien immunocompromised.3,4 Vaksin hidup yang dilemahkan berisi strain Oka virus Varicella zoster, dirancang pada tahun 1970 dan kemudian dilisensikan untuk mencegah varisela pada anak yang sehat dan dewasa, semenjak tahun 1980-an.5

1

angka serangan dari varisela lebih tinggi pada dewasa. dan 21 per 10. Sebagai perbandingan.10 Angka fatalitas kasus secara keseluruhan di negara maju adalah 2-4 per 100. sistem pelayanan kesehatan dan kelengkapan dari penetapan kasus diantara berbagai negara. 13 per 10.000 di Belanda.8 Dikeduanya.000 di Inggris dan Wales. manifestasi dan manajemen infeksi yang disebabkan oleh virus Varicella zoster dan potensi pengendalian penyakit melalui vaksinasi.000 penduduk per tahun.9.9 Di daerah beriklim sedang epidemic varisela telah dilaporkan terjadi setiap 2-5 tahun.1 Penyebaran virus terjadi dari nasofaring melalui droplet dan aerosol dan dari lesi kulit.11 Berbeda dengan negara Eropa lainnya.2005) adalah 9/10.1 Periode menular dimulai 1-2 hari sebelum munculnya eksantem dan berlangsung sampai semua vesikel telah membentuk krusta.13 Perbedaan tersebut dapat dijelaskan oleh adanya variabilitas dalam pengawasan. Insiden rata-rata varisela di Malta (dari 1999 . Jumlah kasus yang dilaporkan selama 30 tahun terakhir bervariasi dari tahun ke tahun.6.12 mencerminkan siklus alami dari varisela seperti halnya perbedaan dalam penetapan kasus dan pelaporan (Gambar 1). Epidemiologi Manusia adalah satu-satunya host yang dikenal untuk virus Varicella zoster yang hanya dijumpai dalam satu serotipe. Pemakaian vaksin ini di tingkat lokal tidak diketahui karena tidak adanya 2 .6 Insiden varisela di daerah beriklim sedang adalah 13-16 kasus per 1000 orang per tahun6 dan tertinggi pada anak usia 1-9 tahun.6 Formulasi vaksin virus Varicella zoster diperkenalkan di pasar swasta di Malta pada tahun 1998.000 di Portugal. tetapi dapat bervariasi dari 10-21 hari.8.6 Angka rawatan rumah sakit untuk segala usia adalah 2-6 per 100.7 Sebaliknya.000 kasus dengan risiko kematian yang tertinggi di pada usiausia ekstrim. baik daerah beriklim sedang maupun tropis insiden varisela menunjukkan pola musiman yang nyata dengan puncaknya terjadi pada bulan-bulan dingin selama musim dingin atau semi. pelaporan kasus varisela di Malta adalah wajib. Masa inkubasi setelah inokulasi biasanya 14-16 hari.Ulasan ini membahas epidemiologi varisela di Malta. di daerah beriklim tropis. biasanya dalam 5-7 hari. meskipun sudah ada peningkatan pada anak-anak usia kurang dari 5 tahun karena adanya pusat perawatan anak. kasus varisela di negara lain dilaporkan 25 per 10.000 penduduk dengan rawatan terbanyak terjadi anak-anak.

dapat terjadi pada individu yang immunocompromised seperti yang mendapat kemoterapi. ditandai dengan munculnya vesikula dalam distribusi dermatom. mempengaruhi lokasi yang tidak biasa. Insiden herpes zoster adalah 74 per 100.pengumpulan data. lebih terkonsentrasi di pusat. dibandingkan dengan anggota badan. Tidak ada efek samping obat (ADR) yang berhubungan dengan administrasi formulasi vaksin varisela ini yang dilaporkan kepada Medicine Authority sejak pembentukan database ADR pada tahun 2004.3. hepatitis dan manifestasi sistem saraf pusat termasuk ataksia serebelar. radang sendi.000 pada orang usia >75 tahun.18 Herpes zoster yang berat. pada batang tubuh dan wajah. proyek yang mengumpulkan data surveilans serologi pada penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin.000 pada anak-anak di bawah usia 10 tahun tetapi dapat mencapai hingga 1200 per 100. berhubungan dengan gejala konstitusional termasuk sakit kepala. Lesi. trombositopenia. yang berada pada peningkatan risiko terjadinya neuralgia postherpetik. atau muncul dalam distribusi multi-dermatomal dan dengan potensi keterlibatan viseral. terutama pasien 3 . biasanya terdiri dari 250-500 lesi. Analisis jumlah kasus yang dilaporkan setelah tahun 1998 tidak menunjukkan penurunan yang diharapkan dalam beban penyakit varisela selama tahun-tahun berikutnya. malaise. pneumonitis. seperti yang telah dihitung pada negara-negara yang ikut ambil bagian dalam European sero-epidemiology network 2 (ESEN2). hilang nafsu makan dan demam ringan.17 Setelah periode laten di ganglia akar dorsalis. reaktivasi dapat menyebabkan herpes zoster.14 Manifestasi Klinis Varisela ini ditandai dengan munculnya ruam vesikular generalisata yang gatal. atau jaringan parut yang permanen.16 Anak-anak dengan immunocompromised memiliki peningkatan risiko terkena varisela berat progresif dengan diseminasi viseral. yang sering disebabkan oleh Streptokokus Grup A dan terlihat pada >5% anakanak. osteomielitis. termasuk varisela.16 Pneumonia lebih sering terlihat pada orang dewasa dan selama kehamilan. yang biasanya tampak dalam stadium berbeda. yang dapat bertahan selama berbulan-bulan.15 Komplikasi termasuk superinfeksi bakteri dari lesi kulit. Hal ini karena kontrol dan eliminasi penyakit ini tergantung pada kemampuan vaksinasi untuk mencapai herd immune threshold yang ukurannya dapat ditentukan dengan model matematika. meningoensefalitis dan vaskulitis intrakranial. Krusta yang terbentuk pada lesi penyembuhan hilang setelah 1-2 minggu dan sering meninggalkan daerah yang hipo-atau hiperpigmentasi.

varisela pada anak-anak yang imunokompeten adalah self limiting disease dan pengobatannya bersifat simptomatik.dengan leukemia.23 Pengobatan Pada kebanyakan kasus. wajib untuk orang yang berisiko tinggi. korioretinitis. parah atau atipikal. IgM spesifik Varicella-zoster mungkin terdeteksi 1-2 hari sebelum munculnya ruam. menghilangkan pruritus dan hidrasi yang memadai. katarak dan kelainan otak yang berhubungan dengan perkembangan yang terhambat dan tampilan yang buruk. yang mendapat steroid dosis tinggi dan pada pasien dengan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) .20 Sindrom varisela kongenital ditandai oleh atrofi ekstremitas. dan pada orang-orang dengan komplikasi akibat varisela.6 Antibodi IgG muncul segera setelah respon IgM dan bertahan sepanjang hidup. meskipun tidak adanya antibodi tidak mengesampingkan diagnosis. termasuk host yang immunocompromised dan bayi baru lahir dengan varisela yang didapat secara transplasenta.24 Pemberian antibiotik diperlukan saat mengobati infeksi bakteri sekunder. parut pada kulit ekstremitas.21 Diagnosis Diagnosis biasanya ditegakkan secara klinis dari karakteristik ruam yang mudah dibedakan dari cacar (smallpox) berdasarkan tahapan khas dari perkembangan lesi kulit. 4 . yang biasanya cukup mengobati. seperti acyclovir. yang mencakup pengontrolan suhu. virus Varicella-zoster dapat diidentifikasi dari kerokan kulit dengan PCR22 atau dengan teknik imunofluoresen. seperti pneumonia dan ensefalitis.19 Varisela maternal dalam 20 minggu pertama kehamilan mengakibatkan embriopati varisela pada 2% dari fetus.20 Varisela maternal yang berkembang 5 hari sebelum sampai 2 hari setelah persalinan dapat mengakibatkan varisela neonatal yang berat yang memiliki angka kematian 30% .6 Untuk penyakit yang fatal. Antivirus.1. Anti inflamasi non-steroid tidak dianjurkan untuk mengurangi gejala-gejala karena kemungkinan yang berhubungan dengan peningkatan risiko infeksi Streptococcus pyogenes invasif.

hanya data dari uji klinis yang meneliti vaksin ini yang akan didiskusikan. Individu rentan yang berisiko tinggi meliputi pasien immunocompromised. VarilrixTM akan disebut sebagai vaksin Oka-recombinant immunotoxin (Oka-RIT) untuk tujuan artikel ini. pada anak <13 tahun karena.Pencegahan Imunoprofilaksis Pasif Individu yang rentan varisela. yang tidak kebal wanita hamil yang non-imun dan bayi baru lahir yang terpapar varisela maternal. Whitehouse Station.25 Selanjutnya benih induk vaksin ini dilisensikan ke berbagai produsen dan saat ini ada tiga persiapan dari strain Oka vaksin virus Varicella zoster yang digunakan: OkavaxTM. diproduksi oleh Research Foundation for Microbial Disease of Osaka University (Biken) di Osaka. dan VarilrixTM (GlaxoSmithKline Biologicals.26 Pada bulan Juni 2006. Karena VarilrixTM saat ini hanya merupakan satu-satunya vaksin virus Varicella zoster yang dipasarkan di Malta. VarivaxTM dan VarilrixTM dilisensikan di Eropa untuk penggunaan dari usia 12 bulan. Rixensart. Lyon. menggunakan glikoprotein Enzim-linked Immunosorbent Assay (gpELISA). Keduanya. VarivaxTM. meskipun tingkat keberhasilan 85%. yang memiliki resiko tinggi menderita varisela yang berat atau diseminata. New Jersey. Inc. Jepang (didistribusikan oleh Sanofi Pasteur. Perancis). pada usia 12 bulan sampai anak-anak usia 12 tahun menghasilkan angka serokonversi >98%.26 Antibodi Varicella zoster post imunisasi bertahan selama setidaknya hingga 7 tahun pada anak yang divaksinasi pada usia12-15 bulan. VarivaxTM (Merck & Co. Imungenisitas Pemberian dosis tunggal subkutan vaksin Oka-RIT. dosis tunggal tidak cukup untuk mencegah perjangkitan dari 5 . dapat diberikan human Varicella zoster immunoglobulin (VZIG) setelah paparan yang signifikan terhadap virus tersebut. Belgia). dengan VarilrixTM dilisensikan dari usia 9 bulan di beberapa negara. the US Advisory Committee on Immunization Practices (ACIP) merekomendasikan dua dosis vaksin strain Oka yang sama (Oka/Merck). USA).1 Imunisasi Aktif Vaksin Varicella zoster yang dilemahkan telah dikembangkan dari strain Oka dari virus Varicella zoster tipe liar di Jepang pada tahun 1974 oleh Takahashi dan rekan-rekannya. yang berisi minimal 1995 plaque forming unit (PFU) dari strain vaksin Oka.

terobosan varisela (yaitu varisela terjadi pada individu yang sebelumnya divaksinasi). dengan vaksin kombinasi measles.26 Profilaksis pasca paparan ini dimungkinkan karena. menghasilkan angka serokonversi sebesar 100% setelah dosis kedua. Whitehouse stasiun. di samping vaksinasi rutin anak-anak yang rentan usia ≥ 13 tahun dan orang dewasa. Rixensart. tapi pada lokasi yang berbeda. strain vaksin Oka menginduksi respon imun sebelum viremia klinis dengan virus tipe liar dan dengan demikian membantu untuk membatalkan atau memodifikasi penyakit klinis.29 Vaksinasi pre-paparan vaksinasi dianjurkan pada petugas pelayanan kesehatan yang rentan. mumps dan rubella (MMR) dimana penelitian telah menunjukkan bahwa tidak ada kompromi dari immunogenisitas masing-masing keempat antigen vaksin dengan pemberian vaksin ini secara simultan. 6 .26 Formulasi vaksin quadrivalent yang menggabungkan virus campak.29 Ketika diberikan dalam waktu 96 jam dari paparan. New Jersey. Dosis yang lebih tinggi dari virus varisela strain Oka harus dimasukkan di kedua formulasi vaksin kombinasi untuk mencapai respon imun yang sebanding dengan yang diinduksi oleh vaksin varisela monovalen. Saat ini ada dua persiapan vaksin MMRV yang berlisensi: ProQuadTM (Merck & Co.28 Pada remaja ≥ 13 tahun dan pada orang dewasa. the European Working Group on Varicella (EuroVar) merekomendasikan vaksinasi varisela juga untuk semua anak-anak usia 12-18 bulan yang sehat dan semua anak yang rentan usia <13 tahun. Amerika Serikat) dilisensikan dari usia 12 bulan sampai 12 tahun di AS dan Priorix TetraTM (GlaxoSmithKline Biologicals. jadwal dua dosis vaksin Oka-RIT pada selang waktu 6-10 minggu. Penggunaan Vaksin Pada tahun 2004.26 Vaksin Oka-RIT dapat dengan aman diberikan secara bersamaan. Belgia) berlisensi di Jerman dan Australia untuk imunisasi anak-anak usia 1-2 tahun. vaksin Oka-RIT 8090% efektif dalam mencegah penyakit sedang sampai berat pada Varicella individual.27 Rekomendasi ini mungkin tidak aplikatif untuk negara-negara tanpa program vaksinasi varisela universal karena paparan berkelanjutan terhadap virus tipe liar mungkin mengakibatkan peningkatan alami dari imunitas seluler dan durasi proteksi yang lebih lama setelahnya. gondok. staf laboratorium dan yang kontak dengan individu immunocompromised. rubella dan varisela (MMRV) yang dilemahkan baru-baru ini telah dilisensikan untuk digunakan pada anak.

selama hamil dan menyusui. Merck & Co Inc.30 Vaksinasi dengan vaksin Oka-RIT merupakan kontraindikasi pada individu dengan hipersensitivitas terhadap salah satu konstituen vaksin. demam dan kelelahan juga sering terjadi.000 yang diamati pada anak-anak yang diimunisasi dengan formulasi vaksin MMR dan varisela yang terpisah. Namun dosis tinggi vaksin virus strain Oka (ZostavaxTM. meskipun vaksin dapat diberikan dengan hati-hati dan di bawah pengawasan ahli pada anak dengan immunodefisiensi spesifik. seperti pada leukemia limfoblastik akut dalam remisi yang stabil selama 12 bulan. bengkak dan nyeri di tempat suntikan adalah efek samping lokal yang paling sering dilaporkan. Whitehouse Station. baru-baru ini diidentifikasi lebih tinggi daripada angka 4/10. USA) telah terbukti mengurangi insiden dan morbiditas dari herpes zoster dan neuralgia postherpetik pada orang-orang tua. Ruam terjadi pada 5% dari penerima vaksin. Angka kejang demam dari 9/10. terjadi pada 10%-20% penerima vaksin usia ≤ 12 tahun.27 Penerima vaksin yang timbul ruam vesikuler seharusnya menghindari kontak dengan orang yang berisiko tinggi. 7-10 hari setelah menerima formulasi kombinasi MMRV (ProQuadTM).Saat ini tidak ada data tentang dampak dari vaksinasi varisela pada kejadian herpes zoster beberapa dekade setelah vaksinasi.31 Efek Samping Eritema. 7 .000 dilaporkan pada anak usia 12-23 bulan.26 Gejala konstitusi seperti sakit kepala.32 Karena data surveilans pasca-lisensi ini. New Jersey. sedang mendapat kortikosteroid sistemik dosis tinggi (prednisolon sebesar >1mg/kg/hari atau ekuivalen atau 20mg/hari jika berat badan >20 kg) dan pada immunocompromised. Penularan virus vaksin setelah munculnya ruam vesikuler pasca imunisasi didokumentasikan hanya 3 orang (yang menimbulkan penyakit yang ringan) setelah pemberian> 30 juta dosis vaksin Oka/Merck yang digunakan di US. baik formulasi vaksin MMRV dan MMR dan varisela yang terpisah masih dapat digunakan untuk mengimunisasi anak-anak.26 Penggunaan salisilat setelah vaksinasi pada anak-anak dan remaja <16 tahun tidak dianjurkan karena risiko teoritis berupa sindroma Reye.32 Namun. the US ACIP tidak lebih memilih penggunaan MMRV dibandingkan injeksi MMR dan varisela secara terpisah lagi.

perlindungan terhadap pasien risiko tinggi yang rentan melalui imunitas komunitas.secara lebih lanjut akan membantu dalam mengurangi morbiditas yang disebabkan oleh virus Varicella zoster. ketersediaan vaksin herpes zoster untuk mencegah atau memodifikasi herpes zoster dan komplikasinya pada orang dewasa berusia 60 tahun atau lebih. Mengikuti terjadinya terobosan varisela setelah dosis tunggal vaksin varisela pada anak-anak di AS. bagaimanapun. Jerman. pengenalan vaksinasi varisela rutin untuk semua anak-anak Malta yang sehat dan para remaja akhirnya mungkin perlu diikuti dengan dosis booster untuk melawan kurangnya peningkatan iminitas alami dari varisela tipe liar. Mengimunisasi semua anak-anak terhadap varisela pada akhirnya akan menghasilkan pengendalian penyebaran penyakit ini. Siprus. Switzerland33. Selain itu. dengan sebagian besar kasus rawat inap. yang terjadi pada anak-anak sehat. Italia. pengurangan biaya pengobatan pasien dengan varisela dan komplikasinya dan penurunan biaya sosial dari orang tua yang cuti bekerja untuk merawat anak mereka yang terinfeksi varisela. Vaksin Varicella zoster sudah merupakan bagian dari program vaksinasi anak nasional di Austria. akibat komplikasi serius dan berpotensi mengancam nyawa dan melemahkan. Spanyol. 8 .Kesimpulan dan Arahan Masa Depan Beban penyakit dari virus Varicella zoster di negara tanpa jadwal vaksinasi varisela universal tinggi. masalah ekonomi akan memiliki pengaruh besar pada pengenalan vaksin varisela 'bebas biaya ' dalam program imunisasi anak nasional di Malta. AS. Kanada dan Australia. Pengawasan pemakaian vaksin varisela di Malta akan menjadi penting dalam menilai dampak vaksin ini akan pada beban penyakit varisela. Vaksin Varicella zoster yang aman dan efektif yang saat ini berlisensi di beberapa negara untuk pencegahan varisela dari bayi sampai dewasa akhir dan dapat dengan aman diberikan bersamaan dengan vaksin lain sudah menjadi bagian dari jadwal imunisasi masa anak-anak.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful