PENGEMBANGAN BAHASA PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI MELALUI METODE BERCERITA Dra. Hj. Andi Asiah Sanusi, M.Pd. I Latar Belakang 1. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia 6 (enam) tahun 2. PAUD dilaksanakan melalui pemberianrangsangan (stimulasi) pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan untuk memasuki pendidikan lebih lanjut 3. Penyelenggaraan PAUD mengacu pada “STANDAR PENDIDIKAN ANAK USIA DINI” (PERMENDIKNAS NO.58 TAHUN 2009 Tgl 17 September 2009) sebagaimana diamanatkan oleh PERATURAN PEMERINTAH No 19. Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan 4. STANDAR PAUD terdiri atas empat kelompok yaitu : 4.1 Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan 4.2 Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan 4.3 Standar Isim Proses dan Penilaian 4.4 Standar sarana/prasarana, pengelolaan dan pembiayaan 5. Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan anak usia dini dijabarkan sesuai kelompok usia terdiri dari : 5.1 Tahap uisa 0 ≤ 2 tahun 5.2 Tahap uisa 2 ≤ 4 tahun 5.3 Tahap uisa 4 ≤ 6 tahun 6. Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan anak usia dini meliputi 5 lingkup perkembangan yaitu : 6.1 Nilai-nilai agama dan moral a. Nilai-nilai agama b. Moral c. Karakter 6. Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan anak usia dini meliputi 5 lingkup perkembangan yaitu : 6.1 Nilai-nilai agama dan moral a. Nilai-nilai agama b. Moral c. Karakter 6.2 Motorik a. Motorik Kasar b. Motorik Halus c. Kesehatan Fisik 6.3 Kognitif a. Pengetahuan umum dan sains b. Konsep bentuk, warna & pola c. Konsep bilangan, lambang huruf bilangan & 6.4 Bahasa a. Menerima bahasa b. Mengungkapkan bahasa c. Keaksaraan 6.5 Sosial emosional a. Sosial b. Sensitifitas emosi c. Kemandirian II. PERKEMBANGAN BAHASA ANAK 1. Salah satu kemampuan dasar yang harus distimulasi pada PAUD adalah "Kemampuan Berbahasa". Menurut Santrock 1995, bahasa adalah suatu sistem simbol untuk berkomunikasi yang meliputi fonologi (unit suara), morfologi (unit arti), sintaksis (tata bahasa), s,emantik (variasi arti) dan pragmatik (penggunaan bahasa) 2. Perkembangan berbahasa anak meliputi perkembangan menyimak/ mendengar, berbicara/berkomunikasi, membaca dan menulis. Secara natural potensi berbahasa anak membutuhkan suatu upaya/strategi, metode dan teknik memberi pengalaman berbahasa yang tepat pada anak sesuai dengan kebutuhannya III METODE PENGEMBANGAN BAHASA Secara garis besar metode dapat dimaknai sebagai suatu upaya/strategi untuk menstimulasi kemampuan berbahasa anak melalui berbagai teknik. Metode dan teknik dapat dikategorikan pada beberapa upaya/strategi antara lain : 1. Simak → ulang ucap 2. Simak → kerjakan 3. Simak → terka 4. Menjawab pertanyaan 5. Parafrase 6. Merangkum/menyimpulkan 7. Bisik/ pesan berantai 8. Dramatisasi 9. Bermain peran 10. Sosio drama 11. Senam cerita IV METODE BERCERITA 1. Bercerita merupakan suatu kegiatan yang dilakukan seseorang secara lisan dengan atau tanpa alat peraga • Cerita yang disampaikan dapat berbentuk penanaman nila-nilai agama, moral, karakter dalam membentuk sikap perilaku • Penyampaian pesan/ informasi tentang konsep pengembangan kemampuan dasar (sesuai lingkup pengembangan pada Standar PAUD) 2. Cerita dengan teknik dongeng a. lsi cerita yang dapat mengembangkan fantasi anak seperti : • Burung bertelur emas, • Kura-kura dan kancil, • Buaya dan harimau. b. Cerita yang berkaitan dengan konsep nyata seperti : • Bermain layang-layang, • Menolong nenek tua, • Persahabatan Budi dan Tono V TUJUAN & FUNGSI BERCERITA Tujuan Bercerita Agar anak dapat mendengarkan dengan seksama apa yang disampaikan oleh orang lain, mampu bertanya jika ada Yang belum dipahaminya atau dapat menjawab pertanyaan, menceritakan dan mengekspresikannya pada orang lain apa yang didengarnya Fungsi Bercerita Kegiatan bercerita berfungsi membantu perkembangan bahasa anak akan kemampuan berbicaranya, menambah perbendaharaan kosa kata, kemampaun mengucapkan kata-kata, melatih merangkai kalimat, mengekspresikannya melalui bernyanyi, menulis, ataupun menggambar Manfaat Metode Bercerita • Melatih daya serap atau daya tangkap anak • Melatih daya fikir anak • Melatih daya konsentrasi anak Manfaat Metode Bercerita • Mengembangkan daya imajinasi anak • Menciptakan dan mengembangkan suasana hubungan yang akrab • Anak dapat berkomunikasi secara efektif dan efisien Bentuk-bentuk metode bercerita terbagi atas:  Bercerita tanpa alat peraga  Bercerita dengan alat peraga Bentuk bercerita dengan alat peraga terbagi dua yaitu:  Bercerita dengan alat peraga langsung  Bercerita dengan alat peraga tak langsung/ benda tiruan Bercerita tanpa alat: Bercerita tanpa alat adalah kegiatan bercerita yang dilakukan tanpa menggunakan media atau alat peraga, hanya mengandalkan suara, mimik atau gerak anggota tubuh Strategi pelaksanaan bercerita tanpa alat: • Dengan bernyanyi, diiringi musik atau melalui permainan anak • Memberikan apersepsi • Memberikankesempatan pada anak untuk menyebutkan judul cerita • Evaluasi isi cerita dalam bentuk pertanyaan atau peragaan • Menyimpulkan isi cerita Bercerita dengan alat peraga : Bercerita dengan alat peraga adalah kegiatan bercerita yang dilakukan dengan menggunakan media atau alat peraga yang menarik bagi anak Tujuan bercerita dengan alat peraga : • Tujuan bercerita dengan alat peraga adalah untuk membantu Imajinasi anak untuk memahami isi cerita Fungsi bercerita dengan alat peraga : • Fungsi bercerita dengan alat peraga adalah dengan menggunakan alat peraga pendidik lebih mudah menyampaikan isi cerita Ada beberapa kegiatan bercerita, antara lain : 1. 2. Kegiatan membaca cerita menggunakan buku cerita Kegiatan bercerita yang dilakukan guru sambil menggambar dikertas atau pada papan tulis 3. Kegiatan bercerita dengan boneka 4. Kegiatan bercerita dengan gambar seri 5. Kegiatan bercerita dengan gambar lepas 6. Kegiatan bercerita dengan papan flanel 7. Bercerita dengan boneka/samdiwara boneka 8. Bercerita dengan boneka wayang VI PENUTUP • Kegiatan bercerita memerlukan kreatifitas guru dalam menyiapkan alat bantu supaya tidak terjadi verbalisme • Kegiatan bercerita memerlukan persiapan yang akan membantu guru untuk mencapai tujuan sesuai dengan tingkat perkembangan anak TERIMA KASIH Dra. Hj. Andi Asiah Sanusi, M.Pd. Contact : 081342062017
Sign up to vote on this title
UsefulNot useful