Arus Bocor ?

October 21, 2012 § 1 Comment Pernahkah anda kesetrum gara-gara pegang body peralatan elektronik? Dulu saya pernah kesetrum pas megang body komputer di rumah. Hingga ayah saya akhirnya menyambungkan sebuah konduktor dari body komputer ke ground instalasi listrik di rumah. Yap, grounding merupakan salah satu sistem pengaman untuk mengatasi arus yang bocor, bisa ke body peralatan misalnya. Penambahan koneksi ground akan membuang muatan ke bumi. Arus memilih mengalir melalui penghantar dengan resistansi kecil. Jadi kalau ada dua jalur, arus memilih mengalir lebih besar ke jalur dengan resistansi rendah. Pertanyaannya, apakah sistem grounding saja sudah cukup untuk mengatasi arus bocor? Apa itu arus bocor? Ya gambarannya sama misal kita ngalirin air melalui pipa, tapi ada bagian pipa yang berlubang sehingga air bisa muncrat di sisi pipa yang berlubang. Debit air yang sampai pada tujuan pun akan berkurang. Sama analoginya, pipa bagaikan konduktor, arus bagaikan air. Arus dikatakan bocor jika arus mengalir diluar konduktor (kabel misalnya). Bisa saja ada isolasi kabel yang terkelupas sehingga menempel pada body atau benda lainnya. Arus pun akan mengalir. Dengan adanya grounding maka arus tersebut yang berpotensi mengancam manusia dapat dibuang ke bumi. Bagaimana jika sistem grounding jelek? Dalam artian disini resistansinya besar, sehingga ancaman arus bocor tetap dapat mengancam. Koneksi yang jelek maupun isolasi penghantar yang buruk merupakan penyebab2 arus bocor. Bagaimana bahaya arus? Arus baru berbahaya kalo besarnya berapa sih?

Dapat dilihat pada tabel diatas, arus di 30 mA saja sudah berbahaya bagi manusia karena dapat menyebabkan kita sulit bernapas. Lantas adakah sistem pengaman (tambahan) untuk arus bocor ? Jawabnya ada.

Pengaman arus bocor sering disebut dengan ELCB (Earth Leakage Circuit Breaker) atau ada yang menyebutnya juga dengan RCD (Residual Current Device). Apa itu ELCB? Apa itu RCD? akan dijelaskan nanti pada part selanjutnya

Bekerja dengan DSPIC/PIC
December 18, 2011 § 3 Comments Haha iseng2 menulis, semoga bermanfaat. Sebaga anak elektro sudah sering tentunya bermain dengan mikrokontroler. Tentunya bagi kalangan mahasiswa apalagi anak kosan tentunya mencari mikrokontroler yang murah dan gampang diprogram. Ya biasanya mikrokontroler 8 bit sering digunakan. Harganya murah sekitar 5 US dollar dapat diprogram dengan PC dan programmernya relatif murah. Biasanya memiliki ROM, RAM dan EEPROM yang cukup digunakan bagi kalangan pelajar serta memiliki beberapa periperal standar seperti ADC, Timer, pwm, dsb. Biasanya keluarga mikrokontroler yang sering digunakan tersebut adalah dari keluarga Atmel AVR dan MicrochiP PIC. Mikrokontroler PIC sendiri terdiri dari berbagai macam jenisnya, misalnya yang Populer dipasaran yaitu PIC18, ataukah yang lebih powerful lagi yaitu dsPIC. DSPIC yang sering saya gunakan adalah DSPIC3F4013. Mungkin bagi teman2 yang sering menggunakan AVR berikut ini sedikit perbandingan antara DSPIC3F4013 dengan ATMEGA 8535. AVR/Atmega 8535 512 Bytes EEPROM Timer 8 bit dan 16 bit dsPIC30F4013 1024 Bytes EEPROM Timer 16 bit dan 32 bit

Bahkan untuk misalnya memrogram LCD 2×16. Jika anda ingin menonjolkan sisi Pemrograman yang lebih praktis dan sederhana maka dapat digunakan software dari MikroElektronika. fungsi2 harus dibuat secara manual terlebih dahulu. Karena saya biasa memprogram menggunakan bahasa C maka saya menggunakan MikroC dengan compiler untuk dspic 30/33.ADC 8 channel 10 bit 8 bit jalur data Lebih dari 16 MIPS Osilator bisa 16 MHz Flash 8 Kbyte ADC 16 channel 12 bit 16 bit jalur data Lebih dari 30 MIPS Osilator bisa 160 MHz Flash 48 Kbyte Selain itu DSPIC3F4013 memiliki ALU yang lebih baik. spi. programmer . MPLAB sendiri memiliki banyak fitur untuk melakukan simulasi respon program ketika dijalankan dihardware. Namun sebagai seorang beginner atau jika sering menggunakan CodeVision pada AVR. software IDE yang sering digunakan adalah MPLAB IDE. dsb. Software Integrated Development Environment (IDE) dan Compiler Kalau biasanya pada AVR software yang dipakai adalah CodeVision ataupun AVRstudio. Untuk mempermudah pengguna. tidak banyak fitur fungsi/library yang terdapat pada MPLAB. maka banyak disertakan example program. Terdapat pula berbagai fitur pada prosesor untuk keperluan DSP. Tentunya software dari Mikroelektronika adapula yang mendukung bahasa pascal. Misalnya memiliki barrel shift accumulator 40 bit dsb. MPLAB meruPakan produk dari Microchip. Begitu pula untuk pengaksesan fiitur lainnya seperti pwm. Terdapat berbagai compiler pada MPLAB yang mendukung untuk bahasa C maupun assembly tergantung pula dari jenis PIC yang digunakan. Misalnya saya menggunakan DSPIC30F4013 dan ingin menggunakan bahasa C sehingga dapat digunakan compiler C30. Kelebihan dari MikroC adalah banyaknya library yang tersedia sehingga program terlihat lebih mudah dan sederhana. Misalnya untuk mensetting pin2 untuk LCD 2×16 dengan data 4 bit maka terdapat fungsi pada library maka dapat digunakan fungsi LCD_Custom_Config. Gambar DSPIC30F4013 40 pin Berikut ini merupakan beberapa hal yang perlu disiapkan jika ingin bekerja dengan DSPIC/PIC. Lebih lengkap dapat dilihat di datasheet. eeprom dsb telah terdapat pada library. Untuk penggunaan DSPIC/PIC.

hex porgram. programmer yang sering digunakan adalah MPLAB ICD dengan berbagai serinya.h" _FOSC(FRC) _FWDT(WDT_OFF) _FBORPOR(MCLR_EN & PWRT_OFF) //osc //MCLR enable & power-up timers off . Saya memiliki pickit 3 namun tidak support digunakan pada MikroC. Saya bekerja dengan menggunakan MikroC untuk dspic30f. Contoh2 program Contoh 1 mplab berikut ini merupakan contoh programming LCD 2×16 4-bit menggunakan dspic30f4013 dengan menggunakan IDE yaitu mplab dan bahasa C. Gambar pickit 3 ICSP / In Circuit Serial Programming dilakukan melalui Pin PGD dan PGC pada mikrokontroler.hex dengan MikroC lalu menggunakan MPLAB IDE untuk memasukkan flash ke dalam mikrokontroler dengan menggunakan import . Gambar MPLAB ICD 2 Selain MPLAB ICD dapat pula digunakan pickit dengan berbagai serinya.Untuk memasukkan program flash ke mikrokontroler maka dibutuhkan sebuah hardware programmer. #include "p30f4013. Maka saya mengubah kode program kedalam .

delay(). .TRISB12 LATCbits. lcd_init(void). delay(void).LATD9 LATAbits. //all digital //PORTs all outputs //set R/W low //set E low //wait for LCD to settle } while(1) { lcd_line1(). lcd_busy(void). TRISB = 0. lcd_string(sentence3). lcd_init().LATA11 LATCbits. "Four 16-bit PWM". lcd_cmd(unsigned char). beep(int). "Two UARTs ". TRISD = 0. delay(). "33 interrupts ". lcd_string(sentence2).LATC13 "dsPIC 30F4013 ".x<80. beep(80). lcd_busy()._FGS(CODE_PROT_OFF) void void void void void void void void void void lcd_line1(void). lcd_string(char *).LATC14 PORTBbits. for(x=0. RW = 0. TRISA = 0. E RS RW busyflag RW_TrisBit D7_TrisBit piezo = = = = //Code Protection off //function prototypes #define #define #define #define #define #define #define char char char char LATDbits. lcd_line2(void). lcd_string(sentence1). lcd_line1(). lcd_char(char).TRISC14 TRISBbits. } return 0. lcd_string(sentence4).y. TRISC = 0. E = 0. e_togg(void).RB12 TRISCbits. sentence1[] sentence2[] sentence3[] sentence4[] int main(void) { ADPCFG = 0xffff. void beep(int tone) { int x. //send string to LCD lcd_line2(). //send string to LCD lcd_line2().x++) { piezo = 1.

10.11. while(busyflag).y<tone. RS = 0. RW_TrisBit = 0. RW = 1. RS = 0. PORTB = PORTB << 5.y<tone. E = 0.y++){} piezo = 0. } void lcd_char(char letter) { LATB = letter. TRISB = 0. e_togg(). lcd_busy().y++){} void lcd_string(char *senpoint) { while(*senpoint != '') { lcd_char(*senpoint). E = 1.11. D7_TrisBit = 1. PORTB = PORTB << 5. //make R/W input (read) //make D7 input //set RS low //set R/W high //set E high //wait for busy flag to go low //set E low //set R/W low //make D7 output //make R/W output (write) //put char in PORTB //shift over to output high 4 bits on //RS low //latch the data //shift over to output low 4 bits //RS low //latch it //put char in PORTB //shift over to output high 4 bits on //RS high //latch the data //shift over to output low 4 bits . for(y=0. } } void lcd_busy(void) { RW_TrisBit = 1. e_togg(). e_togg(). lcd_busy().12 RS = 1. RW = 0.} } for(y=0. } void lcd_line1(void) { lcd_cmd(0x80). } void lcd_cmd(unsigned char letter) { LATB = letter. PORTB = PORTB << 4. RB9.10. } void lcd_line2(void) { lcd_cmd(0xc0). senpoint++. RB9.12 RS = 0. PORTB = PORTB << 4.

lcd_cmd(0x01). lcd_busy(). lcd_cmd(0x0d). e_togg().y<10000. lcd_busy(). . lcd_cmd(0x10). lcd_busy(). lcd_busy(). e_togg(). } void delay(void) { int x. for(x=0.cursor blink on //clear display Adapun konfigurasi hardwarenya adalah sebagai berikut.set 4-bit mode //set 4-bit mode and 2 lines //cursor move & shift left //entry mode = increment //display on . e_togg().RS = 1.x<50. } void lcd_init(void) { LATB = 0x0600. e_togg(). LATB = 0x0400. LATB = 0x0600. lcd_busy(). lcd_busy(). } void e_togg(void) { E=1.x++) { for(y=0. lcd_cmd(0x28). E=0. lcd_busy().y. LATB = 0x0600. lcd_busy(). lcd_cmd(0x06). lcd_busy().y++){} } } //RS high //latch it //send 3 //send 2 . e_togg().

Berikut ini merupakan kode program.Gambar konfigurasi hardware Contoh 2 mikroc Berikut ini berikut ini merupakan contoh programming LCD 2×16 4-bit menggunakan dspic30f4013 dengan menggunakan mikroc untuk dspic30f dan bahasa C. Berikut ini merupakan konfigurasi hardwarenya .

Mikroprosesor menerima input tegangan. cerita berawal dari Tugas Akhir. Bukankah sesuai teori tegangan yang keluar linier dengan arus. 2011 § 1 Comment Okey. . Saya membutuhkan rangkaian interface untuk membaca sensor tekanan dengan output arus 4-20 mA. jadi sudah oke donk seharusnya. Konverter Arus ke Tegangan October 6. Okey.Gambar konfigurasi hardware dapat dilihat bahwa program lebih sederhana dengan menggunakan mikroc karena telah terdapat berbagai default library untuk mengakses fungsi untuk fitur tertentu. Jadilah deh konverter arus ke tegangan dengan sebuah resistor saja. hmm berawal dari hukum Ohm yaitu : V=IR dimana V= Tegangan. I =Arus dan R=hambatan Maka saya bermaksud memberi nilai R=250 Ohm sehingga rentang input tegangan yang diterima mikorkontroler menjadi 1-5 volt.

Arus akan mengalir sebagian ke RL (beban) sehingga nantinya tegangan terukur pada R yang merupakan hasil konversi dari I ke V akan mengalami penurunan.Grafik I-V IN = Input Arus. Agar arus input (In) dapat mengalir sepenuhnya ke R maka beban (load) harus memiliki impedansi yang tidak terhingga. Ada loss tegangan yang timbul yaitu : VR= ILxRL . Hal ini penyebabkan pembacaan hasil konversi tidak akurat karena adanya impedansi beban. Pada realitanya nilai impedansi tidak tak terbatas sehingga inilah yang akan terjadi. Lv adalah beban Apakah sudah beres? tidak ternyata tidak sesederhana itu bung. R berlaku sebagai konverter I ke V. sesuai dengan kecenderungan arus melewati jalur yang lebih bebas hambatan.

Untuk melakukan penjumlahan tegangan tersebut maka digunakanlah op-amp. Op-amp I-to-V converter = passive I-to-V converter + op-amp berikut ini rangkaian Op-amp I-to-V converter Op-amp I-to-V converter jika input tegangan positif Op-amp I-to-V converter jika input tegangan negatif Untuk realisasi pada perangkat kerasnya misalnya dapat digunakan IC LM741 yang mengandung satu op-amp.Idenya. maka dapat ditambahkan tegangan yang sama besarnya dengan nilai loss tegangan sehingga konversi dari I ke V melalui resistor R dapat berjalan dengan baik. . Harganya murah banget kok. adapun untuk mengatasi masalah yang timbul akibat loss tegangan.

Pengertian Sistem Embedded Sistem embedded merupakan computing device yang didesain dengan tujuan tertentu secara spesifik untuk melakukan fungsi tertentu. 2011 § 2 Comments 1. Perangkat keras meliputi mikroprosesor atau mikrokontroler dengan .wikipedia.circuit-fantasia.konfigurasi pin op amp 741 Semoga infonya berguna .org/wiki/Current-to-voltage_converter http://www. Sistem embedded terdiri dari perangkat keras dan perangkat lunak.com/collections/circuit-collection/circuits/old-circuits/i-to-vold.p Referensi : http://en.html http://circuitfantasia.htm#step7 Pengertian Sistem Embedded September 27.com/circuit_stories/inventing_circuits/transimpedance_amplifier/transimpedance_am plifier.

Perangkat lunak embedded merupakan penggerak pada sistem embedded. . Sistem embedded ini dapat menerima input digital atau analog. melakukan kalibrasi. EPROM atau memory Flash. Perangkat lunak embedded biasanya disebut firmware karena perangkat lunak tipe ini dimuat ke ROM. Kategori Sistem Embedded Sistem embedded dapat diklasifikasikan berdasarkan fungsi dan performansinya yaitu sebagai berikut.penambahan memori eksternal.Sistem Embedded berdiri sendiri (Stand Alone) Sistem embedded yang termasuk kategori ini dapat bekerja sendiri. LCD. keypad. Beberapa tugas tertentu harus dilakukan pada periode waktu yang spesifik. . Ada 2 tipe sistem embedded real time yaitu sistem embedded hard real time dan soft real-time. I/O dan komponen lainnya seperti sensor.Sistem Embedded Hard Real-Time . dan berbagai macam aktuator lainnya. pemprosesan data serta menghasilkan output data ke periperal output misalnya display LCD.Sistem Embedded Real-Time Sistem dapat dikategorikan sebagai real-time jika waktu respon merupakan hal yang sangat penting. . Sebagian besar perangkat lunak sistem embedded real time memiliki program aplikasi yang spesifik yang didukung oleh Real Time Operating System (RTOS). contoh sistem embedded : mp3 player 2. Sekali program dimasukkan kedalam perangkat keras maka tidak akan pernah berubah kecuali diprogram ulang. Contoh alat yang termasuk kategori ini adalah konsol video game. konversi. LED. MP3 player. kamera digital.

sensor cahaya ataupun sensor asap) semua terhubung melalui kabel dan dijalankan dengan protokol TCP/IP. Contohnya penyelesaian operasi yang tidak sesuai waktunya pada sistem embedded kontrol rudal dapat menyebabkan bencana. Walaupun ada batas waktu untuk setiap operasinya namun keterlambatan yang dapat ditoleransi dapat dalam hitungan detik bukan milidetik. Waktu tunda pada sistem ini dapat mengancam keselamatan pengendara mobil karena kecelakaan biasanya terjadi dalam waktu yang sangat singkat. Contoh dari LAN networked embedded system adalah sistem pengamanan rumah dimana semua sensor (misalnya pendeteksi gerak. serta counter pulsa eksternal. Biasanya dapat digunakan sebagai timer/counter biasa. Contoh alat pada kategori ini adalah mikrowave dan mesin cuci. penggunaan kabel maupun nirkabel dalam sistem embedded sering dilakukan. 2011 § Leave a Comment Timer/Counter 0(nol) pada ATmega8/32/16/8535 berfungsi sebagai pencacah sumber pulsa/clock baik dari dalam chip (timer) ataupun dari luar chip (counter) dengan kapasitas 8bit atau 256 cacahan. Sistem embedded harus dapat bekerja dengan batas waktu yang sangat tepat. Sistem pengamanan rumah dapat diintegrasikan dengan jaringan sistem pengamanan rumah dengan tambahan jaringan kamera yang dijalankan dengan protokol HTTP. Sambungan dapat menggunakan kabel atau nirkabel. . Wide Area Network (WAN) atau internet. Jaringan yang dihubungkan bisa jadi Local Area Network (LAN). clear timer on Compare Match dan generator frekuensi kecuali pada ATmega8. . Sistem real-time dapat berdiri sendiri atau terhubung dengan jaringan.Untuk sistem embedded ini. Subsistem dari sistem embedded jaringan dapat real-time ataupun non real-time. Mode Operasi timer0 pada ATmega 16/32/8535 March 12. Networked embedded system dapat dikategorikan berdasarkan sambungannya tersebut.Networked Embedded Systems Sistem embedded jaringan menghubungkan jaringan dengan interface jaringan ke sumber akses. pengerjaan operasi melebihi waktu yang ditentukan dapat menyebabkan terjadinya kegagalan yang fatal dan menyebabkan kerusakan pada alat.Sistem Embedded Soft Real-Time Pada beberapa sistem embedded lainnya keterlambatan waktu respon dapat ditoleransi pada batas tertentu. Sistem embedded ini juga dapat ditemui pada kehidupan sehari-hari misalnya pada sistem kontrol kantong udara pada mobil. Jadi semua sistem embedded dapat dikategorikan seperti klasifikasi sebelumnya namun pembagiannya tidak mutlak. Namun dalam banyak sistem. Pemilihan chip dan RTOS sangatlah penting pada sistem embedded hard real-time ini. . Pelanggaran batas waktu dapat menyebabkan performansi menurun namun sistem dapat tetap beroperasi. Batas waktu respon untuk sistem ini sangatlah kritis yaitu dalam milidetik bahkan lebih singkat lagi. sensor tekanan.

2 Normal Compare Match Prinsip dasar normal overflow dan normal compare match memiliki kemiripan.1 Normal Overflow Dalam mode normal ini timer0 mencacah hitungan ke atas (counting up) hingga mencapai 0xFF lalu akan terjadi overflow ketika hitungan kembali ke 0×00. bit1 dan bit2 sehingga tidak memiliki PWM dan mode compare match.blok diagram timer/counter0 Timer/counter 0(nol) ini memiliki clock prescaler hingga 10 bit. mode pada timer0 1. 1. Nilai TCNT0 dapat ditentukan oleh programmer. 1. Mode Normal Mode normal terbagi dua yaitu normal overflow dan normal compare match. Khusus pada ATmega8 bit yang tersedia hanya bit0. Pulsa yang masuk ke dalam TCNT0 diseleksi oleh aturan clock select register TCCR0. Flag OCF0 akan menjadi set yang mana akan menandakan interupsi jika timer0 compare match diaktifkan ketika nilai TCNT0 sama dengan nilai pada register OCR0 (nilai pada OCR0 dapat . Hal ini menyebabkan flag TOV0 secara otomatis menjadi set. Pemilihan mode untuk timer(nol) ditentukan oleh bit WGM01 dan bit WGM00 pada register TCCR0. Interupsi akan terjadi jika interupsi timer0 overflow diaktifkan.

Gambar sinyal PWM dengan berbagai nilai duty cycle Timer/counter0 dalam mode ini digunakan untuk mengatur lama waktu pulsa high (on) dan lama waktu pulsa low (off) melalui register pembanding OCR0. Pin OC0 akan high jika TCNT0==OCR0 dan akan low jika TCNT0==oxoo. Begitu seterusnya proses yang terjadi. Fast Pulse Width Modulation (PWM) Dalam mode ini dapat dihasilkan sinyal PWM dengan bentuk digital/pulsa. Adapun frekuensi pin OCo untuk fast PWM dapat dihitung sesuai persamaan : . Frekuensi untuk CTC dapat dihitung dengan persamaan dibawah ini : f OCn = frekuensi clock chip yang digunakan / (2 x prescaler x (1+OCRn)) 3.di-set oleh programmer). Interupsi akan berjalan jika timer0 compare match diaktifkan. Pada mode non inverting PWM maka nilai pada pin output PWM yaitu OCo akan low jika TCNT0 sama dengan nilai OCRo. 2. Sedangkan mode inverting PWM merupakan kebalikan dari mode non-inverting PWM. Adapun nilai duty cycle yaitu perbandingan antara lama pada saat pulsa high dibandingkan dengan periode satu gelombang pulsa. TCNT0 akan terus menghitung hingga overflow dan kemudian akan kembali menghitung dari nilai nol lagi. Begitu seterusnya CTC bekerja. Pada nilai TCNT0 sama dengan OCR0 maka nilai TCNTo akan kembali ke nol dan flag OCF0 pun menjadi set. Pin OC0 akan menjadi set (high) kembali jika TCNT0 kembali lagi ke nilai ox00 (TCNT0==oxoo). Pada mode Fast PWM maka nilai TCNT akan terus dicacah mulai dari 0×00 hingga oxFF kemudin kembali lagi ke oxoo dan mulai mencacah lagi hingga 0xFF. Output PWM pada timer/counter0 adalah pin OC0 (PB3). Clear Time on Compare Match (CTC) Pada mode CTC nilai pada register TCNT0 akan terus mencacah naik.

Kemudian TCNT0 akan melakukan pencacahan kebawah (pengurangan) dari nilai oxFF menjadi nilai oxoo lagi. optic (radiasi) atau thermal (panas). energi mekanik dan sebagainya. dan lainnya. Transmisi energi ini bisa berupa listrik. Transduser optik mengubah energi photon menjadi besaran elektrik tertentu. OC0 akan bernilai low jika TCNT0 sama dengan OCR0 pada waktu counting up. Contoh. D Sharon. 4. energi biologi. Adapun nilai frekuensi pada mode Phase Correct PWM dapat dihitung sesuai persamaan : f OCn Phase Correct PWM = frekuensi clock chip yang digunakan/(prescaler x 510) referensi : datasheet ATmega 8535. kimia. Berikut ini merupakan beberapa jenis transduser. mekanik. dkk (1982) transduser adalah sebuah alat yang bila digerakan oleh suatu energi di dalam sebuah sistem transmisi. TCNT0 akan mencacah dari nilai 0×00 hingga mencapai oxFF. motor adalah transduser yang merubah energi listrik menjadi energi mekanik.C. telinga sebagai sensor pendengaran. (1993) Cahaya merupakan sebuah nilai yang dapat diukur. generator adalah transduser yang merubah energi mekanik menjadi energi listrik. Pin OC0 akan memiliki nilai high jika TCNTo sama dengan OCR0 pada waktu proses counting down. OC0 akan bernilai low jika TCNT0 sama dengan OCR0 pada waktu counting down. Phase Correct PWM Secara prinsip dasarnya mode ini sama dengan mode fast PWM. Begitu seterusnya sehingga grafik yang terbentuk adalah dual slope. Yang berbeda adalah operasi pencacahan pada mode phase correct PWM adalah dual slope. Mikrokontroler AVR (ATmega8/32/16/8535 dan pemrogramannya pada bahasa C pada winAVR oleh Ardi Winoto ). 2011 § Leave a Comment Sensor adalah suatu peralatan yang berfungsi untuk mendeteksi gejala-gejala atau sinyalsinyal yang berasal dari perubahan suatu energi seperti energi listrik. Pada mode invering PWM output pada pin OC0 akan memiliki nilai high jika TCNTo sama dengan OCR0 pada waktu proses counting up. energi fisika. 1. Sedangkan pada mode non-inverting PWM sebaliknya. LDR (light dependent resistance) sebagai sensor cahaya. akan menyalurkan energi tersebut dalam bentuk yang sama atau dalam bentuk yang berlainan ke sistem transmisi berikutnya”. dan sebagainya. LDR .William D. kulit sebagai sensor peraba. energi kimia.f OCnPWM = frekuensi clock chip yang digunakan/(prescaler x 256) Programmer dapat melakukan update pada nilai OCR0 walaupun timer0 sedang beroperasi. Camera sebagai sensor penglihatan. Contoh. Transduser Optik March 11.

Waktu respons pun lambat hingga 10 ms. Gambar karakteristik LDR dan gambar simbol LDR Normalnya hambatan pada LDR mencapai 1 Mega Ohm. Terdapat sebuah baterai atau sumber tegangan lain yang dihubungkan pada kedua elektroda untuk mengaktifkan photocell jika tidak ada cahaya. Ketika level cahaya mencapai 1000 lux maka resistensi hanya 400 ohm. Pada photocell.43 Mega Ohm. . nilai resistansi menjadi tinggi sehingga arus tidak dapat mengalir dan lampu akan mati. Nilai resistansi berkisar dari 10MW (gelap) hingga 10W (terang). Foto sell sering digunakan karena biaya murah. sensitivitas dan stabilitas tidak sebaik dioda foto. dimana resistansinya dipengaruhi oleh intensitas cahaya. 2. namun ketika terkena cahaya maka akan menurun secara drastis. Elektron bebas dan hole yang ditinggalkan akan mengkonduksi listrik yang mengurangi nilai resistansi.Light Dependent Resistor adalah resistor yang nilai resistansinya berubah-ubah karena adanya intensitas cahaya yang diserap. Sebaliknya pada kondisi terang. ketika level cahaya hanya 10 lux maka resistensi bertambah pesat menjadi sekitar 10. Photocell Gambar photocell Photocell merupakan sebuah device yang karakteristik elektriknya dipengaruhi oleh cahaya. LDR juga merupakan resistor yang mempunyai koefisien temperature negative. – Konduktansi sebagai fungsi intensitas cahaya masuk.Apabila LDR terkena cahaya dengan frekuensi yang besar maka energi photon yang dipancarkan akan diserap oleh semikonduktor memberikan energi yang cukup untuk elektron pindah ke pita konduksi.

Jika ada cahaya dengan energi photon yang cukup megenai semikonduktor. Sensitivitas photo transistor jauh lebih besar daripada photodiode akan tetapi waktu responnya lebih lambat. GaAs 1500nm. Apabila absorpsi terjadi pada daerah depletion. Ge 2000nm). Phototransistor merupakan sebuah transistor yang akan saturasi pada saat menerima sinar infrared dan cut off pada saat tidak ada sinar infrared. 8000 Å – 20.Ketika photon menumbuk basis transistor maka photon tersebut akan menghasilkan pasangan elektron dan hole. arus bergantung linier pada intensitas cahaya. carrier ini akan terbawa dari junction oleh medan yang tercipta dari daerah tersebut dan menghasilkan arus. atau lampu-lampu yang membutuhkan otomatisasi. . maka photon akan diserap sehingga menghasilkan elektron bebas dan hole. PbSe. maka transistor foto juga dapat dibuat sebagai sensor cahaya. Material ini menyerap cahaya dengan karakteristik panjang gelombang mencakup: 2500 Å – 11000 Å untuk silicon. Elektron akan bergerak ke kolektor sedangkan hole akan diisi oleh elektron di emitor sehingga ada arus mengalir dari kolektor ke emitor. Photo Transistor Sama halnya dioda foto. InAs. Gambar photo diode 4. Photo Diode Photodiodes dibuat dari semikonduktor dengan bahan yang populer adalah silicon ( Si) atau galium arsenida ( GaAs). mercusuar.000 Å untuk GaAs. 3.Rangkaian photocell banyak digunakan pada instalasi penerangan lampu jalan. dan yang lain meliputi InSb. Respons frekuensi bergantung pada bahan (Si 900nm. Pada photo diode.

Modul praktikum Instrumentasi Sistem Kendali – Elektro ITB .Gambar Photo Transistor Referensi: . Ide yang sederhana yaitu membuat timbangan digital dengan mikrokontroller dengan tampilan pada LCD 2×16. Neraca digital terdiri dari rangkaian pengondisi sinyal. 2011 § 6 Comments Sedikit berbagi nih mengenai tugas kelompok yang pernah dulu dibuat.hermansyah @blogspot Timbangan Digital dengan Mikrokontroller March 8. mikrokontroller dengan output tampilan berat di LCD. Dari yang namanya mikrokontroller ternyata dapat muncul berbagai temuan. .

g Keterangan : F=gaya berat benda (N) m=massa benda (kg) g=gaya gravitasi 9.tampilan skema neraca digital Cara kerjanya adalah sebagai berikut. Massa benda yang ditimbang berubah menjadi berat akibat gaya gravitasi sesuai dengan persamaan : F=m. Berat benda yang ditimbang menggeser batang akibat gaya gravitasi. Seperti diketahui bahwa perubahan resistansi pada potensiometer slide bersifat linear terhadap jarak pergeseran sesuai dengan persamaan : R=(x/L).x Keterangan : F=gaya pegas(N) K=konstanta pegas (N/m) Akibat berat benda maka batang menggeser potensiometer slide.Rmax Keterangan : .8 m/s2 Akibat gaya berat yang terjadi batang yang diselubungi pegas akan bergeser sesuai dengan persamaan pegas : F=k.

5 cm pula.xmax Mmax.5 cm sehingga pegas akan memampat maksimum 4. Nilai pergeseran maksimal potensiometer slide adalah 4. Kemudian hasil yang didapat ditampilkan dalam LCD 2×16 oleh mikrokontroler. Pada mikrokontroler input tegangan dikalikan dengan konstanta sehingga output yang ditampilkan ke LCD adalah massa benda yang ditimbang sesuai dengan persamaan : Mt=v/vmax(Mmax) Keterangan : Mt= Massa benda yang ditimbang (kg) V= tegangan terukur yang merupakan input dari mikrokontroler (volt) Vmax=tegangan maksimal input mikrokontroler (volt) Mmax=massa benda maksimum yang dapat ditimbang (kg) Nilai Mmax dapat diketahui melalui persamaan pegas. F=k. Perubahan antara nilai hambatan potensiometer slide terukur dengan perubahan tegangan bersifat linear. Proses tersebut dilakukan dalam mikrokontroler.R= nilai hambatan terukur (Ω) X=pergeseran potensiometer slide (cm) L=pergeseran maksimal potensiometer slide (cm) Rmax=nilai maksimum potensiometer slide (Ω) Dengan rangkaian pengondisi sinyal maka nilai rentang hambatan potensiometer slide diubah menjadi tegangan.g=k. tampilan simulasi dengan proteus .xmax Mmax=k. Tegangan analog tersebut kemudian diubah menjadi digital dengan Analog Digital Converter yang merupakan fasilitas pada AVR.xmax/g Jadi tegangan input mikrokontroler yang masuk (v) dikalikan dengan kosntanta (Mmax/Vmax) untuk memperoleh nilai massa yang ditimbang. Mikrokontroler hanya bisa menerima inputan maksimal 5 volt.

Bagaimana kode program untuk mikrokontrollernya?haha silakan bereksplorasi ria .p .Ya begitulah kira-kira konsep membuat neraca digital dengan mikrokontroler.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful