PANEN DAN PASCA PANEN TANAMAN PADI

Disusun oleh : Ekayana Putra N H0710041

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI UNIVERSITAS SEBELAS MARET FAKULTAS PERTANIAN 2013
PENDAHULUAN Pengertian pascapanen hasil pertanian adalah tahapan kegiatan yang dimulai sejak pemungutan (pemanenan) hasil pertanian yang meliputi hasil tanaman pangan, holtikultura, perkebunan, peternakan, dan perikanan sampai siap untuk dipasarkan. Hasil utama pertanian adalah hasil pertanian yang merupakan produk utama untuk tujuan usaha pertanian dan diperoleh hasil melalui maupun tidak melalui proses pengolahan.

Penanganan pascapanen hasil pertanian bertujuan untuk menekan tingkat kerusakan hasil panen komoditas pertanian dengan meningkatkan daya simpan dan daya guna komoditas pertanian agar dapat menunjang usaha penyediaan bahan baku industri dalam negeri. Waktu (umur) panen berdasarkan umur tanaman sesuai dengan diskripsi varietas dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya varietas.dkk 1988. iklim. 1982). pengawetan. Umur tanaman menurut diskripsi varietas. transportasi. padi yang dipanen pada kadar air 21-26% memberikan hasil produksi optimum dan menghasilkan beras bermutu baik (Damardjati. Umur panen padi yang tepat akan menghasilkan gabah dan beras bermutu baik. padi dipanen pada saat malai berumur 30 – 35 hari setelah berbunga rata (HSB) sehingga dihasilkan gabah dan beras bermutu tinggi (Rumiati dan Soemadi. maka terjadi perubahan penggunaan alat panen dari ani-ani ke penggunaan sabit biasa/sabit bergerigi. 1990). dan Kenampakan malai (Setyono dan Hasanuddin 1997). potong tengah atau potong bawah tergantung cara perontokannya. kegiatan pascapanen meliputi kegiatan pemungutan hasil (pemanenan). Kadar air gabah. sedang cara panen yang baik secara kuantitatif dapat menekan kehilangan hasil.1982) Penentuan saat panen yang umum dilaksanakan petani adalah didasarkan kenampakan malai. penyimpanan. PEMBAHASAN 1. Ada beberapa cara untuk menentukan umur panen padi. c. Cara lain dalam penentuan umur panen yang cukup mudah dilaksanakan adalah metode optimalisasi. Nugraha dkk.Adapun yang dimaksud dengan penanganan pascapanen adalah tindakan yang disiapkan atau dilakukan pada tahapan pascapanen agar hasil pertanian siap dan aman digunakan oleh konsumen dan atau diolah lebih lanjut oleh industri (Anonim.1979). b. penggudangan dan standardisasi mutu ditingkat produsen. Cara panen dengan potong bawah. Usaha tani padi tidak akan menguntungkan atau tidak akan memberikan hasil yang memuaskan apabila proses pemanenan dilakukan pada umur panen yang tidak tepat dan dengan cara yang kurang benar. yaitu berdasarkan: a. 1986). Metode optimalisasi yaitu hari setelah berbunga rata. sehingga umur panennya berbeda berkisar antara 5-10 hari. tahapan pascapanen padi meliputi pemanenan. Dengan diintroduksikannya varietas –varietas unggul baru padi yang memiliki potensi hasil tinggi dan berpostur pendek. penggilingan. Sesuai dengan pengertian tersebut diatas. umumnya dilakukan bila perontokannya . meningkatkan devisa negara dan perluasan kesempatan kerja serta melestarikan sumberdaya alam dan lingkugan hidup. penyimpanan.Dengan metode optimalisasi. pengeringan. Oleh karena itu komponen teknologi pemanenan padi perlu disiapkan. Cara panen padi varietas unggul baru dengan sabit dapat dilakukan dengan cara potong atas. Berdasarkan kadar air. pengolahan. Cara panen padi tergantung kepada alat perontok yang digunakan . perontokan. Pemanenan Tanaman Padi Pemanenan padi merupakan kegiatan akhir dari pra panen dan awal dari pasca panen. pengangkutan. standardisasi mutu dan penanganan limbah. Dalam pemanenan padi tersebut menyebabkan kehilangan hasil rendah (Damardjati. Ani-ani umumnya digunakan petani untuk memanen padi lokal yang tahan rontok dan tanaman padi berposter tinggi dengan cara memotong pada tangkainya. meningkatkan nilai tambah dan pendapatan. perawatan. d. yaitu 90 – 95 % gabah dari malai tampak kuning (Rumiati. Khususnya terhadap komoditas padi. perawatan. pengolahan. Penanganan pascapanen hasil pertanian meliputi semua kegiatan perlakuan dan pengolahan langsung terhadap hasil pertanian yang karena sifatnya harus segera ditangani untuk meningkatkan mutu hasil pertanian agar mempunyai daya simpan dan daya guna lebih tinggi. dan tinggi tempat.

Penggunaan alas dan wadah pada saat penumpukan dan pengangkutan dapat menekan kehilangan hasil antara 0. Penggunaan pedal thresher dalam perontokan dapat menekan kehilangan hasil padi sekitar 2. 3) Perontokan padi dengan power thresher Power thresher merupakan mesin perontok yang menggunakan sumber tenaga penggerak enjin.dengan cara dibanting/digebot atau menggunakan pedal thresher . penumpukan dan pengum-pulan padi. Berikut ini cara perontokan padi dengan pedal thresher : a) Pedal perontok diinjak dengan kaki naik turun.94 – 2. Pada tahap ini. Ke-lebihan alat ini dibandingkan dengan alat gebot adalah mampu menghemat tenaga dan waktu. Penggunaan power thresher dalam perontokan dapat menekan kehilangan hasil padi sekitar 3 %. Penumpukan dan Pengumpulan Penumpukan dan pengumpulan merupakan tahap penanganan pasca panen setelah padi dipanen. hanya bagian ujung padi yang ada butirannya ditekankan kepada alat perontok. c) Di bagian belakang. a. Ketidak-tepatan dalam penumpukan dan pe-ngumpulan padi dapat mengakibatkan kehilangan hasil yang cukup tinggi. kehilangan hasil akibat ketidaktepatan dalam melakukan perontokan dapat mencapai lebih dari 5 %. Perontokan Perontokan merupakan tahap penanganan pasca panen setelah pemotongan. dapat dipindah-pindah. 2) Perontokan padi dengan pedal thresher Pedal thresher merupakan alat perontok padi dengan konstruksi sederhana dan digerakan meng-gunakan tenaga manusia.Panen padi dengan cara potong atas atau potong tengah bila dilakukan perontokannya menggunakan mesin perontok. plastik lembaran atau terpal sedangkan bagian depan terbuka. b) Meja rak perontok terbuat dari belahan bambu/kayu membujur atau melintang dengan jarak renggang 1 – 2 cm. . b) Putaran poros pemutar memutar silinder perontok. Cara perontokan padi telah mengalami perkembangan dari cara digebot menjadi menggunakan pedal thresher dan power thresher.36 %. 2. 1) Perontokan padi dengan cara digebot Gebotan merupakan alat perontok padi tradisionil yang masih banyak digunakan petani. Untuk menghindari atau mengurangi terjadinya kehilangan hasil sebaiknya pada waktu penumpukan dan pengangkutan padi menggunakan alas. mudah diperasikan dan mengurangi kehilangan hasil. Kelebihan mesin perontok ini dibandingkan dengan alat perontok lainnya adalah kapasitas kerja lebih besar dan efisiensi kerja lebih tinggi. c) Putaran silinder perontok yang memiliki gigi perontok dimanfaatkan dengan memukul gabah yang menempel pada jerami sampai rontok.5 %. Bagian komponen alat gebotan terdiri dari: a) Rak perontok yang terbuat dari bambu/kayu dengan 4 kaki berdiri di atas tanah. d) Arah putaran perontok berlawanan dengan posisi operator (men-jauh dari operator). b) Hasil rontokan berupa gabah kemudian dikumpulkan. b) Pemotongan tangkai panjang disarankan untuk merontok secara manual denngan alat atau mesin yang mempunyai tipe “ Hold on” dimana tangki jerami dipegang. Berikut ini cara perontokan padi dengan alat gebot : a) Malai padi diambil secukupnya lalu dipukulkan/digebot pada meja rak perontok ± 5 kali dan hasil rontokannya akan jatuh di terpal yang ada di bawah meja rak perontok. Berikut ini cara perontokan padi dengan power thresher : a) Pemotongan tangkai pendek disarankan untuk merontok dengan mesin perontok tipe “throw in” dimana semua bagian yang akan dirontok masuk ke dalam ruang perontok. kapasitas kerja 75 – 100 kg per jam dan cukup dioperasikan oleh 1 orang. samping kanan dan kiri diberi dinding penutup dari tikar bambu.

e) Jerami akan berputar-putar di dalam ruang perontok. namun tidak dapat mengalirkan air hujan secara cepat bahkan adakalanya menyebabkan genangan air yang dapat merusakkan gabah.00 – jam 11. f) Butiran padi yang rontok dari jerami akan jatuh melalui saringan perontok. maka penjemuran harus dilakukan dengan menggunakan alas. Lantai jemur bergelombang lebih di-anjurkan.00. o Lakukan pengumpulan de-ngan garuk. o Dapat mengurangi tenaga kerja buruh di lapangan. Penggunaan alas untuk penjemuran telah berkembang dari anyaman bambu kemudian menjadi lembaran plastik/terpal dan terakhir lantai dari semen/beton. lantai dari semen merupakan alas penjemuran terbaik. atur putaran silinder perontok sesuai dengan yang diinginkan untuk merontok padi d) Putaran silinder perontok akan mengisap jerami padi yang di-masukkan dari pintu pemasuk-kan. Pengeringan Pengeringan merupakan proses penurunan kadar air gabah sampai mencapai nilai tertentu sehingga siap untuk diolah/digiling atau aman untuk disimpan dalam waktu yang lama. h) Butiran hampa atau benda-benda ringan lainnya akan tertiup terbuang melalui pintu pengeluaran kotoran ringan. memudahkan pe-ngumpulan gabah dan meng-hasilkan penyebaran panas yang merata.00 – jam 14. sekop dan sapu. a) Cara penjemuran dengan lantai jemur Dari berbagai alas pen-jemuran tersebut. o Memudahkan penyelamatan gabah bila pada waktu penjemuran hujan turun secara tiba-tiba. o Berikut cara penjemuran dengan alas terpal/plastik : o Jemur gabah di atas alas terpal/plastik dengan ke-tebalan 5 – 7 cm untuk musim kemarau atau 1 – 5 cm untuk musim peng-hujan. Untuk mencegah bercampurnya kotoran.00 – 17.b.00. Permuka-an lantai dapat dibuat rata atau bergelombang. c) Setelah mesin dihidupkan. Berikut ini cara penjemuran dengan lantai jemur : o Jemur gabah di atas lantai jemur dengan ketebalan 5 cm – 7 cm untuk musim kemarau dan 1 cm – 5 cm untuk musim penghujan. i) Benda yang lebih besar dari butiran padi akan terpisah melalui ayakan yang berlubang.13 %. tergesek terpukul dan terbawa oleh gigi perontok dan sirip pembwa menuju pintu pengeluaran jerami. Lantai jemur rata pembuatannya lebih mudah dan murah. kehilangan butiran gabah. Kehilangan hasil akibat ketidaktepatan dalam melakukan proses pengeringan dapat mencapai 2. g) Butiran padi. siang jam 14. o Lakukan pembalikan setiap 1 – 2 jam atau 4 – 6 kali dalam sehari dengan menggunakan garuk dari kayu. Pada saat ini cara pengeringan padi telah berkembang dari cara penjemuran menjadi pengering buatan. potongan jerami dan kotoran yang lolos dari saringan perontok akan jatuh ke ayakan dengan bergoyang dan juga terhembus oleh kipas angin. karena dapat mengalirkan sisa air hujan dengan cepat. o Waktu penjemuran : pagi jam 08. sedangkan butir padi akan jatuh dan tertampung pada pintu pengeluaran padi bernas. sedang jerami akan terdorong oleh plat pendorong ke pintu peng-eluaran jerami.00 dan tempering time jam 11. b) Cara penjemuran dengan alas terpal/plastik Alas terpal/plastik dapat juga dipakai untuk alas penjemuran. 1) Pengeringan Padi dengan Cara Penjemuran Penjemuran merupakan proses pengeringan gabah basah dengan memanfaatkan panas sinar matahari. Beberapa keuntungan pengguna-an alas terpal/plastik adalah : o Memudahkan pengumpulan untuk pengarungan gabah pada akhir penjemuran. Berikut ini cara penjemuran gabah basah. .

dan tempering time jam 11. Beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan dalam penyimpanan gabah dengan karung adalah : . Besarnya kecepatan keluarnya gabah dapat diatur.o Lakukan pembalikan secara teratur setiap 1 – 2 jam sekali atau 4 – 6 kali dalam sehari. siang jam 14. Penyimpanan Penyimpanan merupakan tindakan untuk mempertahankan gabah/beras agar tetap dalam keadaan baik dalam jangka waktu tertentu. a. Bentuk dan bagian komponen silo adalah sebagai berikut : Penyimpanan gabah/beras de-ngan silo dilakukan dengan cara sebagai berkut : 1) Gabah yang disimpan dialirkan melalui bagian atas silo dengan menggunakan elevator. o Udara panas naik ke ruang atau kotak pengering yang berisi padi melalui sekat yang berlubang. o Alat ini terdiri dari kotak pengering vertikal. dan dicurahkan ke dalam silo.00. b. tumbuhnya jamur. 3) Kondisi gabah dipertahankan dengan mengatur suhu udara panas dan aerasi. o Udara panas akan me-nurunkan kadar air padi. o Api dari sumber panas akan dihembuskan ke bagian/ ruangan bawah dari kotak pegering oleh blower yang digerakkan motor peng-gerak. Secara garis besar pengeringan buatan dibagi atas 3 bentuk. Penyimpanan Gabah dengan Sistem Curah Sistem curah. binatang mengerat dan kutu beras yang dapat menurunkan mutu gabah/beras. Penyimpanan Gabah dengan Kemasan/Wadah Penyimpanan gabah dengan kemasan dapat dilakukan dengan menggunakan karung. Silo merupakan tempat menyimpan gabah/beras dengan kapasitas yang sangat besar. o Gabah yang akan dikeringkan dimasukan pada bagian atas kotak pengering.00 – 17. yaitu gabah yang sudah kering dicurahkan pada suatu tempat yang dianggap aman dari gangguan hama maupun cuaca Penyimpanan gabah dengan sistem curah dapat dilakukan dengan menggunakan silo.00 – jam 11. b) Continuous Flow Dryer Pengeringan dengan continuous flow dryer dilakukan dengan cara sebagai berikut : o Cara kerja sama dengan drier lainnya. 2) Ke dalam tumpukan gabah tersebut dialirkan udara panas yang dihasilkan oleh kompor pemanas dan kipas yang terletak di bagian bawah silo. yaitu tumpukan datar (Flat Bed). pemanas dan dilengkapi dengan screw conveyor dischange. 3. a) Flat Bed Dryer Pengeringan dengan meng-gunakan Flat Bed Dryer dilakukan dengan cara sebagai berikut : o Padi yang akan dikeringkan di tempatkan pada kotak pengering. o Waktu penjemuran : pagi jam 08. Pembalikan di-anjurkan tanpa mengguna-kan garuk karena dapat mengakibatkan alas sobek. namun padi yang akan dikeringkan diaduk posisinya oleh screw conveyor.00. o Lakukan pengumpulan de-ngan cara langsung di-gulung. Sirkulasi (Recirculation Batch) dan kontinyu (Continuous-Flow Dryer). o Pada saat pengeringan gabah terus turun ke bawah dan dikeluarkan pada bagian bawah “Screw Conveyor Dischange” yang terletak pada bagian bawah kotak pengering. Udara pemanas dihembuskan pada salah satu sisi kotak pengering dan keluar lewat sisi yang lain. dan serangan serangga.00 – jam 14. Kesalahan dalam melakukan penyimpanan gabah/ beras dapat mengakibatkan terjadinya respirasi.00. 2) PengeringanPadi dengan Pengering Buatan Pengeringan buatan merupakan alternatif cara pengeringan padi bila penjemuran dengan matahari tidak dapat dilakukan.

Jarak renggang dinding heksagonal dan tabung besi dapat diatur dengan sekrup. Bagian komponen mesin penggiling terdiri dari : a. terdiri dari ayakan saringan yang bergetar berjumlah 6 – 15 ayakan. c. 4) Hasil pengupasan berkisar 90% beras pecah kulit dan 10% gabah. Karung harus diberi label berupa tulisan yang dapat menjelaskan tentang produk yang dikemas. Penyosoh  tipe mesin penyosoh yang dipakai untuk rice milling unit adalah tipe jet parlour. Rendahnya mutu gabah disebabkan oleh tingginya kadar kotoran dan gabah hampa serta butir mengapur mengakibatkan rendahnya rendemen beras giling yang diperoleh (Setyono dkk. Terdapat 2 buah roll karet yang berputar berlawanan dengan kecepatan putar yang berbeda. merupakan kotak oscilator terdiri dari 1.  Separatortype saringan. pemisahan gabah. d. pengemasan dan penyimpanan. Pengupas sekam biasanya dipakai tipe roll karet. Sekam yang terkupas terpecah menjadi 2 dan utuh. penyosohan. Beras pecah kulit yang dihasilkan tidak banyak yang retak sehingga bila disosoh akan memperoleh persentase beras kepala yang relatif tinggi. dapat menahan beban tumpukan dan melindungi fisik dan tahan terhadap goncangan serta dapat mempertahankan ke-seragaman.1) Karung harus dapat melindungi produk dari kerusakan dalam pengangkutan dan atau penyim-panan. 2000). 2. Penggilingan Penggilingan merupakan proses untuk mengubah gabah menjadi beras. 5. 3 atau 4 lapis/dek. sedangkan kadar kotoran dipengaruhi oleh faktor teknis.  udara dialirkan melalui poros yang tipis dan lubang dari tabung. Pasca Panen Tanaman Padi Masalah utama dalam penanganan pascapanen padi yang dihadapi petani adalah masih tingginya kehilangan hasil selama penanganan pascapanen yang besarnya sekitar 21% (BPS. Diameter kedua roll karet sama bervariasi 300 – 500 mm dan lebar 120 – 500 mm. 3) Atur renggang rol. maka gabah yang diperoleh mengandung kotoran dan gabah hampa cukup tinggi. tergantung perbedaaan kecepatan putaran rol.  Dinding heksagonal yang berlubang membungkus tabung besi yang berputar. yaitu cara perontokan. Motor penggerak b. 2) Karung tidak boleh meng-akibatkan kerusakan atau pen-cemaran oleh bahan kemasan dan tidak membawa OPT. Butir mengapur selain dipengaruhi oleh faktor genetika. terdiri dari 3 sampai 7 rak dengan posisi miring. rak disusun dengan jarak 5 cm. perontokan sampai kepada rekayasa sistem pemanenan padi. Jarak antara 2 roll karet dapat diatur tergantung jenis gabah yang akan dikupas. 4. Pemisah gabah mempunyai 3 tipe yaitu :  separator tipe kompartmen. Proses penggilingan gabah meliputi pengupasan sekam. Oleh karena sebagian besar pemanen merontok padinya dengan cara dibanting atau dengan menggunakan pedal thresher. e.  separator tipe dek.1996) dan rendahnya mutu gabah dan beras yang dihasilkan. Kehilangan hasil panen dan rendahnya mutu gabah terjadi pada tahapan pemanenan dan perontokan sehingga sasaran utama penelitian pascapanen padi saat itu dititikberatkan kepada penelitian komponen teknologi pemanenan. . juga dipengaruhi oleh teknik pemupukan dan pengairan. biasanya 2/3 besarnya gabah. Proses penggilingan gabah dila-kukan dengan cara sebagai berikut: 1) Hidupkan mesin 2) Masukkan gabah yang akan dikupas ke dalam hoper melalui bagian atas kemudian masuk diantara kedua rol karet. 3) Karung harus kuat.  Unit pembawa/conveyor.

FasilitasSanitasi 1) Bangunan untuk penanganan pasca panen harus dilengkapi dengan fasilitas sanitasi yang dibuat berdasarkan perencanaan yang memenuhi persyaratan teknik dan kesehatan.Agroindustri padi belum berkembang seperti yang diharapkan. Menurut hasil penelitian. ekonomis dan ergonomis. 3) Penerangan dalam ruang kerja harus cukup sesuai dengan keperluan dan persyaratan kesehatan serta lampu berpelindung. Bangunan harus dilengkapi dengan sarana penyediaan air bersih. seperti yang terlihat dalam penggilingan padi. kesehatan. belum memperhatikan secara serius produk samping dan limbahnya. Bangunan Bangunan untuk penanganan pasca panen harus dibuat berdasarkan perencanaan yang memenuhi persyaratan teknik dan kesehatan sesuai dengan : 1) Jenis produk yang ditangani. b) Dilengkapi dengan bak cuci tangan (wastafel). .  Jumlah pemanen harus dibatasi 1 regu/kelompok pemanen terdiri dari 5 – 7 orang dilengkapi dengan 1 pedal thresher atau 15 – 20 orang dilengkapi dengan 1 power thresher. Pola kerja kelompok dalam penanganan pasca panen padi harus dibuat berdasarkan perencanaan yang memenuhi persyaratan teknis dan ekonomis sebagai berikut :  Pemanenan dan perontokan dilakukan oleh regu/kelompok pemanen. Penanganan pasca panen harus dilihat dari segi berikut : a) Lokasi Lokasi bangunan tempat penanganan pasca panen harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: 1) Bebas dari pencemaran . 4) Tata letak yang aman dari pencurian b. 2) Pada tempat yang layak dan tidak di daerah yang saluran pembuangan airnya buruk. kehilangan hasil panen pada sistem kelompok jauh lebih rendah dibandingkan dengan sistem kroyokan dan ceblokan. 3) Bangunan harus dilengkapi sarana toilet : a) Letaknya tidak terbuka langsung ke ruang proses produksi beras. c. 2) Bangunan harus dilengkapi dengan sarana pembuangan yang memenuhi ketentuan yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku. industri yang mengeluarkan polusi yang tidak dikelola secara baik dan tempat lain yang sudah tercemar. AlatdanMesin Alat dan mesin yang dipergunakan dalam penanganan pasca panen harus dibuat berdasarkan perencanaan yang memenuhi persyaratan teknis. Pemanenan dan perontokan padi dengan sistem kelompok perlu terus disosialisasikan kepada pemanen dan petani. . 3) Mudah dibersihkan dan dikontrol . mudah dilaksanakan tindak sanitasi dan mudah dipelihara. 2) Tata letak diatur sesuai dengan urutan proses penanganan. 4) Sebaiknya tidak dekat dengan perumahan penduduk. Pengusaha penggilingan padi umumnya hanya mengutamakan beras hasil giling. Penerapan pemanenan padi dengan sistem kelompok dapat menekan kehilangan hasil pasca panen padi.Jauh dari peternakan.Bukan di daerah pembuangan sampah/kotoran cair maupun padat. sehingga lebih efisien. a. Persyaratan peralatan dan mesin yang digunakan dalam penanganan pasca panen harus meliputi : 1) Sesuai dengan jenis produk yang akan dihasilkan 2) Permukaan yang berhubungan dengan bahan yang diproses tidak boleh berkarat dan tidak mudah mengelupas. 3) Dekat dengan sentra produksi sehingga menghemat biaya transportasi dan menjaga kesegaran hasil. sehingga mudah dibersihkan.

189. Agus. DAFTAR PUSTAKA Andoko. Budidaya Padi Secara Organik. Jakarta Ningsih S.htmDiakses pada tanggal 25 Maret 2013. 4) Setyono.Balai Penelitian Tanaman Padi Sukamandi.76%. tidak bereaksi dengan produk. 2) Dibuat dari bahan yang tidak melepaskan bagian atau unsur yang dapat mengganggu kesehatan atau mempengaruhi mutu produk. karena dapat menyelamatkan gabah hasil panen dari kehilangan. 2) Memiliki keterampilan sesuai dengan bidang pekerjaannya.http://202.2013. Banyaknya gabah yang tercecer dan gabah tidak terontok akibat perilaku pemanen menyebabkan kehilangan hasil pada kedua tahapan tersebut mencapai lebih dari 15%. bahan bakar. 3) Mempunyai komitmen dengan tugasnya. serta mencegah tumbuhnya para pengasak. Pengembangan pemanenan padi dengan sistem kelompok selain dapat mengurangi besarnya kehilangan hasil dan dapat meningkatkan pendapatan petani dan pemanen. Tenaga Kerja Tenaga kerja untuk penanganan pasca panen harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : 1) Tenaga kerja harus berbadan sehat.Teknologi Penanganan Pascapanen Padi. jasad renik dll 5) Mudah dikenakan tindakan sanitasi. Agus. Perbaikan pemanenan padi dengan sistem kelompok dapat menekan ke hilangan hasil sampai 3. 3) Tahan/tidak berubah selama pengangkutan dan peredaran. d. Untuk mengimplementasi-kan penanganan pasca panen dibutuh-kan kemampuan teknis dan manajemen yang baik. 4) Sebelum digunakan wadah harus dibersihkan dan dikenakan tindakan sanitasi.P. 2002. Wadah dan pembungkus Wadah dan pembungkus yang digunakan dalam penanganan pasca panen harus : 1) Dapat melindungi dan mempertahankan mutu isinya terhadap pengaruh dari luar. karena kedua tahapan pascapanen padi tersebut terjadi kehilangan hasil sangat tinggi. 5) Wadah dan bahan pengemas disimpan pada ruangan yang kering dan ventilasi yang cukup dan dicek kebersihan dan infestasi jasad pengganggu sebelum digunakan. Kelompok jasa pemanen yang bekerja secara profesional dapat menghindari perbuatan tidak terpuji atau kecurangan dari anggotanya pada khususnya dan para pemanen pada umumnya.Bandung .2012.43. sehingga dapat menyelamatkan hasil dari kehilangan sekitar 10%. 4) Sesuai dengan Undang-Undang Tenaga Kerja PENUTUP Pemanenan dan perontokan merupakan salah satu masalah utama yang dihadapi petani padi.Tidak mencemari hasil seperti unsur atau fragmen logam yang lepas. Penebar Swadaya. Penanganan pasca panen me-rupakan kegiatan strategis yang memerlukan partisipasi seluruh masyarakat.Penaganan Pasca Panen Padi Hibrida. Pemanenan padi dengan sistem kelompok merupakan salah satu sumber baru produksi padi. e. juga dapat menunjang peningkatan stok pangan nasional.41/web/dipertantb/Juklak/pasca_panen_padi. minyak pelumas.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful