P. 1
ORDE LAMA

ORDE LAMA

|Views: 112|Likes:
Published by Puji Lestari
orde
orde

More info:

Published by: Puji Lestari on May 02, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/28/2013

pdf

text

original

PARTAI POLITIK PADA MASA ORDE LAMA

Dengan dikeluarkannya maklumat pemerintah pada tanggal 3 November 1945 yangmenganjurkan dibentuknya Parpol, sejak saat itu berdirilah puluhan partai. Maklumat iniditandatangani oleh Wakil Presiden Mohammad Hatta. Atas usul Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat yang meminta diberikannya kesempatan pada rakyat yang seluas-luasnya untuk mendirikan Partai Politik. Partai Politik hasil dari Maklumat Pemerintah 3 November 1945 berjumlah 29 buah, dikelompokkan dalam 4 kelompok partai berdasarkanketuhanan, kebangsaan, Marxisme, dan kelompok partai lain-lain yang termasuk partai lain-lain adalah Partai Demokrat Tionghoa Indonesia dan Partai Indo Nasional. Partai-partai peserta pemilu yang tidak berhasil meraih kursi disebut sebagai ³Partai Gurem´, partai yangtidak jelas power base-nya. Parta-partai Gurem itu semakin lama semakin tidak terdengar lagisuaranya. Sementara itu partai yang berhasil meraih kursi melakukan penggabungan- penggabungan dalam pembentukan fraksi. Sampai dengan tahap ini perkembangan kepartaian mengalami proses seleksi alamiah berdasarkan akseptabilitas masyarakat. Jumlah partai yangsemula puluhan banyaknya, terseleksi sehingga hingga menjadi belasan saja. Jumlah yangmengecil itu bertahan sampai dengan berubahnya iklim politik dari alam demokrasi liberal kealam demokrasi terpimpin. Proses penyederhanaan partai berlangsung terus-menerus. Padatanggal 5 Juli 1960 Presiden Sukarno mengeluarkan Peraturan Presiden No.13 tahun 1960tentang pengakuan, pengawasan, dan pembubaran partai-partai. Pada tanggal 14 April 1961Presiden Sukarno mengeluarkan Keputusan Presiden no. 128 tahun 1961 tentang partai yanglulus seleksi, yaitu PNI, NU, PKI, partai Katolik, Pertindo, Partai Murba, PSII, Arudji, danIPKI. Dan 2 partai yang menyusul yaitu Parkindo dan partai Islam Perti. Jadi pada waktu itu, parpol yang boleh bergerak hanya 10 partai saja, karena parpol yang lain dianggap tidak memenuhi definisi tentang partai atau dibubarkan karena tergolong partai Gurem. Tetapi jumlah partai yang tinggal 10 buah itu berkurang satu pada tahun 1964. Presiden Sukarnoatas desakan PKI dan antek-anteknya, membubarkan Partai Murba dengan alasan PartaiMurba merongrong jalannya revolusi dengan cara membantu kegiatan terlarang seperti BPS(Badan Pendukung Sukarnoisme) dan Menikebu (Manifesto Kebudayaan).

PARTAI POLITIK PADA MASA ORDE BARU
Perkembangan partai politik setelah meletus G. 30 S/PKI, adalah dengandibubarkannya PKI dan dinyatakan sebagai organisasi terlarang di Indonesia. Menyusulsetelah itu Pertindo juga menyatakan bubar. Dengan demikian partai politik yang tersisahanya 7 buah. Tetapi jumlah itu bertambah dua dengan direhabilitasinya Murba danterbentuknya Partai Muslimin Indonesia. Golongan Karya yang berdiri pada tahun 1964,semakin jelas sosoknya sebagai kekuatan sosial politik baru. Dalam masa Orde Baru dengan belajar dari pengalaman Orde Lama lebih berusaha menekankan pelaksanaan Pancasilasecara murni dan konsekuen. Orde Baru berusaha menciptakan politik dengan format baru.Artinya menggunakan sistem politik yang lebih sederhana dengan memberi peranan ABRIlewat fungsi

Ketika itu partai-partai Islam berusaha menggunakan nama dengan labelIslam untuk partai dari fusi.partai yang berhaluan Islam meleburkan diri dalam partai-partai non Islam berfungsi menjadiPartai Demokrasi Indonesia (PDI). dan secara eksplisit organisasi ini lahir pada tanggal 20 Oktober 1964 dengan nama Sekretariat Bersama Golongan Karya (Sekber Golkar). Jadi semula Golkar merupakan organisasi yangdipakai untuk mengimbangi kekuatan ekspansasi politik PKI pada tahun1960an. makin lama sudah makin mandiri. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Pada tanggal 5 Januari 1973 terbentuk PartaiPersatuan Pembangunan yang merupakan fusi dari NU. partai. Golkar. Sejumlah masalah yang lain jugadihadapi. dalam arti sudah tidak lagi bersangkut-paut dengan ABRI aktif. Pembentukan PDI sebagai hasil fusi dari lima partai politik yang berpaham Nasionalisme. Marhaenisme. Perkembangan lain dari Golkar yang tadinya Golkar dan ABRI menyatu. Parkindo. yangkemudian terus berkembang hingga saat ini. yaitu PPP. seperti masalah identitas . Dengan demikian PPP lahir sebagai hasil fusi dari partaipartai Islam pada awal 1973 yang sesungguhnya adalah partaiIslam yang mulai tercabut dari akar-akar sejarahnya. TPKI. dan Perti. tetapi pada politik pembangunan. Dengan demikian semenjak itu di Indonesia hanyaterdapat tiga buah organisasi sosial politik. Pada perkembangan lebih lanjut Golkar sebagaikekuatan Orde Baru bertekad melaksanakan. PSII. Pamusi.Kelima partai politik yang berfusi menjadi PDI adalah PNI. dan PDI.Dalam rel politik orde baru Golkar merupakan kekuatan sosial politik yang terbesar dengan 4kali menang dalam pemilihan umum (1971. Khawatir menghadapi perombakan dari atas.Golongan Karya (Golkar) Pengorganisasian Golkar secara teratur dimulai sejak tahun1960 dengan dipelopori ABRI khususnya ABRI-AD. mengamalkan. dan melestarikan Pancasila danUUD 1945 secara murni dan konsekuen. lalu menjadi kelompok persatuan. Dalam sejarah sebagai organisasi sosial politik. serta Fraksi PersatuanPembangunan. dengan melaksanakan pembangunan di segala bidang menuju tercapainya masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD1945. Kristalisasi Parpol Suara yang terdengar dalam MPR sesudah pemilu1971 menghendaki jumlah partai diperkecil dan dirombak sehingga partai tidak berorientasi pada ideologi politik. PDI sering berhadapandengan masalah pertentangan/konflik di kalangan pemimpinnya. dengan tujuan semula untuk mengimbangi dominasi ekspansi kekuasaan politik PKI.sosialnya. Padaawalnya bernama golongan spiritual.dan Partai Katolik. Kristen Protestan dan Kristen Katolik. Presiden Suharto juga bersikerasmelaksanakan perombakan tersebut. 1992)Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) dibentuk padatanggal 10 Januari 1973. Sosialisme. karenaGolkar dipimpin ABRI aktif. Pada hakikatnya potensikonflik hanya salah satu masalah yang dihadapi PDI. Perkembangan Golkar pada Orde Baru adalah sebagai kekuatan sosial politik yangmerupakan aset bangsa yang selalu komit dengan cita-cita pembangunan nasional.serta untuk menjaga keutuhan eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia 17 Agustus1945 berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. di mana fungsi Golkar sama seperti partai politik. Partai Murba. 1982. tetapi ada imbauan dari pemerintah agar tidak menggunakannyasehingga yang muncul adalah ³Partai Persatuan Pembangunan´. 1977.

demokratis di tubuh partai. dan masalah rekruitasi.partai (khususnya sejak Pancasila ditetapkan sebagai asas tunggal). di mana ketiga kekuatan sosial politik yang ada. yaitu PPP. . dan PDI telahmenjadikan Pancasila sebagai satu-satunya asas. masalah kemandirian. kini sistem kepartaian negara kita telah dalam situasimantap. Dan berkat Rahmat Tuhan Yang Maha Esa. Golkar.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->