DIARE AKUT Pendahuluan Diare adalah buang air besar (defekasi) dengan tinja berbentuk cair atau setengah

cair (setengah padat), kandungan air tinja lebih banyak dari biasanya lebih dari 200 gram atau 200 ml/24 jam. Definisi lain memakai criteria frekuensi, yaitu buang air besar encer lebih dari 3 kali per hari. Buang besar encer tersebut dapat/tanpa disertai lendir dan darah. Diare akut yaitu diare yang berlangsung kurang dari 15 hari. Sedangkan menurut World Gastroenterology Organization global guidelines 2005, diare akut didefinisikan sebagai pasase tinja yang cair/lembek dengan jumlah lebih banyak dari normal, berlangsung kurang dari 14 hari. Diare kronik adalah diare yang berlangsung lebih dari 15 hari. Sebenarnya para pakar di dunia telah mengajukan beberapa criteria mengenai batasan kronik pada kasus diare tersebut, ada yang 15 hari, 3 minggu, 1 bulan, dan 3 bulan, tetapi di Indonesia dipilih waktu lebih dari 15 hari agar dokter tidak lengah, dapat lebih cepat menginvestigasi penyebab diare dengan lebih tepat. Diare persisten merupakan istilah yang dipakai di luar negeri yang menyatakan diare yang berlangsung 15-30 hari yang merupakan kelanjutan dari diare akut (peralihan antara diare akut dan kronik, dimana lama diare kronik yang dianut yaitu yang berlangsung lebih dari 30 hari). Diare infektif adalah bila penyebabnya infeksi. Sedangkan diare noninfektif bila tidak ditemukan infeksi sebagai penyebab pada kasus tersebut. Diare organic adalah bila ditemukan penyebab anatomik, bakteriologik, hormonal atau toksikologik. Diare fungsional bila tidak ditemukan penyebab organik. Klasifikasi Diare dapat diklasifikasikan berdasarkan : 1. Lama waktu diare : akut atau kronik, 2. Mekanisme patofisiologis: osmotic atau sekretorik, 3. Berat ringan diare: kecil atau besar, 4. Penyebab infeksi atau tidak: infektif atau non-infektif, 5. Penyebab organic atau tidak: organic atau fungsional. Epidemiologi Lebih dari 2 juta kasus diare akut infeksius di Amerika setia tahunnya yang merupakan penyebab kedua dari morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia. Gambaran klinis diare akut acapkali tidak spesifik. Namun selalu behubungan dengan hal-hal berikut : adanya traveling (domestik atau internasional), kontak personal, adanya sangkaan food-borne transmisi dengan masa inkubasi yang pendek. Jika tidak ada demam, menunjukkan adanya proses mekanisme enterotoksisn. Sebaliknya, bila ada demam dan masa inkubasi yang lebih panjang, ini karakteristik suatu etiologi infeksi. Beberapa jenis toksin yang dihasilkan oleh mikroorganisme (seperti E.coli 0157:H7) membutuhkan beberapa hari masa inkubasi.

3). disebut diare infeksi.Etiologi Patofisiologi / Patomekanisme Diare dapat disebabkan oleh satu atau lebih patofisiologi/patomekanisme sebagai berikut: 1). 6). Motilitas dan waktu transit usus abnormal. Osmolaritas intraluminal yang meninggi. disebut diare osmotic. 4). Inflamasi dinding usus. Defek system pertukaran anion/transport elektrolit aktif di enterosit. 2). malabsorbsi lemak.l. Malabsorbsi asam empedu. disebut diare sekretorik. 8). MgSO4. Gangguan permeabilitas usus. • Diare osmotic: diare tipe ini disebabkan meningkatnya tekanan osmotic intralumen dari usus halus yang disebabkan oleh obat-obat/zat kimia yang hiperosmotik (a. 7). . Infeksi dinding usus. 5). Sekresi cairan dan elektrolit meninggi. disebut diare imflamatorik.

• Mg(OH)2. Mekanisme absorpsi ion natrium melalui mekanisme pompa natrium tidak terganggu karena itu keluarnya ino klorida (diikuti ion bikarbonat. Bakteri noninvasive menyebabkan diare karena toksin yang disekresi oleh bakteri tersebut. Penyebab dari diare tipe ini antara lain karena efek enterotoksin pada infeksi Vibrio cholera. Gangguan permeabilitas usus: diare tipe ini disebabkan permeabilitas usus yang abnormal disebabkan adanya kelainan morfologi membrane epitel spesifik pada usus halus. ion kalium) dapat dikompensasi eleh mneingginya absorsi ion • • • • • • . Penyebab gangguan motilitas antara lain: diabetes mellitus. dan efek obat laksatif (dioctyl sodium sulfosuksinat dll). air. atau Escherichia coli. ion bikarbonat dan kation natrium dan kalium. Dari sudut kelaianan usus. gangguan absorpsi air-elektrolit. Diare tipe ini akan tetap berlangsung walaupun dilakukan puasa makan/minum. kolera. Yang khas pada diare ini yaitu secara klinis ditemukan diare dengan volume tinja yang banyak sekali. diare oleh bakteri dibagi atas non-invasif (tidak merusak mukosa) dan invasive (merusak mukosa). malabsorbsi glukosa/galaktosa. Diare infeksi: infeksi oleh bakteri merupakan penyebab tersering dari diare. hipertiroid. penyakit yang menghasilkan hormone (VIPoma). Motilitas dan waktu transit usus abnormal: diare tipe ini disebabkan hipermotilitas dan iregularitas motilitas usus sehingga menyebabkan absorbsi yang abnormal di usus halus. malabsorbsi umum dan efek dalam absorbsi mukosa usus missal pada defisiensi disakaridase. Inflamasi dinding usus (diare inflamatorik): diare tipe ini disebabkan adanya kerusakan usus karena proses inflamasi. Diare sekretorik: diare tipe ini disebabkan oleh meningkatnya sekresi air dan elektrolit dari usus. Contoh diare toksigenik a. Enterotoksin yang dihasilkan kuman Vibrio cholare/eltor merupakan protein yang dapat menempel pada epitel usus. natrium. sehingga terjadi produksi mucus yang berlebihan dan eksudasi air dan elektrolit kedalam lumen. menurunnya basorbsi.l. Inflamasi mukosa usus halus dapat disebabkan infeksi (disentri Shigella) atau non infeksi (colitis ulseratif dan penyakit crohn). reseksi ileum (gangguan absorbs garam empedu). Defek system pertukaran anion/transport elektrolit aktif di enterosit: diare tipe ini disebabkan adanya hambatan mekanisme transport aktif Na+K+ATP ase di enterosit dan absorpsi Na+ dan air yang abnormal. malabsorbsi lemak: diare tipe ini didapatkan pada gangguan pembentukan/produksi micelle empedu dan penyakit-penyakit saluran bilier dan hati. yang disebut diare toksigenik. pasca vagotomi. lalu membentuk adenosisn monofosfat siklik (AMF siklik) di dinding usus dan menyebabkan sekresi aktif anion klorida yang diikuti air. Malabsorbsi asam empedu.

Sifat diarenya sekretorik eksudatif. S. infeksi kuman-kuman ini dapat juga bermanifestasi sebagai diare koleriformis. Salmonella. Pathogenesis diare karena infeksi bakteri/parasit terdiri atas: a. Shigelle.choleraesuis. Diare disebabkan oleh kerusakan dinding usus berupa nekrosis dan ulserasi. Walau demikian. Kuman Salmonella yang sering menyebabkan diare yaitu: S.natrium (diiringi oleh air.l keasaman lambung.histolitica dan G. motilitas usus. S. Faktro kausal yaitu daya penetrasi yang dapat masuk sel mukosa. Penyebab parasit yang sering yaitu E. imunitas dan juga lingkungan mikroflora usus.coli (EIEC). Diare karena bakteri Non-Invasif (Enterotoksigenik).Cholerae Eltor mengeluarkan toksin yang terikat pada mukosa usus halus 15-30 menit sesudah diproduksi vibrio. Enterotoksin ini menyebabkan kegiatan berlebihan nikotinamid adenine dinukleotid pada dinding sel usus yang diikuti oleh air.perfringens. Kompensasi ini dapat dicapai dengan pemberian larutan glukosa yang diabsorpsi secara aktif oleh dinding sel usus.Perfringens tipe C. . kation natrium dan kalium. b. Bakteri yang merusak (invasive) antara lain: Enteroinvasif E.paratyphi B. ion bikarbonat. Factor pejamu adalah kemampuan tubuh untuk mempertahankan diri terhadap organisme yang dapat menimbulkan diri terhadap organism yang dapat menimbulkan diare akut.cholerae Eltor. C. klorida). kemampuan memproduksi toksin yang memperngaruhi sekresi cairan usus halus serta daya lekat kuman. V. Enterotoksigenic E. Yersinia. ion kalium dan ion bikarbonat.lamblia. Patogenesis Yang berperan pada pathogenesis diare akut terutama karena infeksi yaitu factor kausal (agent) dan factor pejamu (host). Bakteri yang tidak merusak mukosa missal V. terdiri dari factor-fkator daya tangkis atau lingkungan internal saluran cerna a. Cairan diare dapat tercampur lendir dan darah. Diare karen Bakteri/parasit invasif (Enterovasif).entereiditis. Styphimurium.coli (ETEC) dan C.

Diagnosis Penatalaksanaan .

2. pharolit dll. Untuk memberikan rehidrasi pada pasien perlu dinilai dulu derjat dehidrasi. Pemberian per oral diberikan larutan oralit yang hipotonik dengan komposisi 29 g glukosa. Tidak jarang penderita mencari pengobatan sendiri atau mengobati sendiri dengan obat-obatan anti diare yang dijual bebas. enteral melalui selang. 3. kecuali bila muntah-muntah hebat. 2) Diet Pasien diare tidak dianjurkan puasa. 3) Obat anti-diare . Pasien dianjurkan minum minuman sari buah. Cairan diberikan 50-200 ml/kgBB/24 jam tergantung kebutuhan dan status dehidrasi. 1) Rehidrasi Bila pasien keadaan umum baik tidak dehidrasi. Sedang bila pasien kehilangan cairan 5-8% dari berat badan. kecuali bila ada kontra indikasi atau oral/saluran cerna atas tak dapat dipakai.5 g KCl setiap liter.5 g NaCl. Minuman berkafein dan alcohol harus dihindari karena dapat meningkatkan motilitas dan sekresi usus.Diare akut pada orang dewasa selalu terjadinya singkat bila tanpa komplikasi. Sedangkan dehidrasi ringan/sedang pada pasien masih dapat diberikan cairan per oral atau selang nasogastrik. the. nasi. Dehidrasi terdiri dari dehidrasi ringan.5 g Natrium bikarbonat dan 1. asupan cairan yang adekuat dapat dicapai dengan minuman ringan. Bila dehidrasi sedang/berat sebaiknya pasien diberikan cairan melalui infuse pembuluh darah. Terapi rehidrasi orla murah. Cairan rehidrasi dapat diberikan melalui oral. renalyte. Berat bila pasien kehilangan cairan 8-10% dari berat badan. efektif dan lebih praktis dairpada cairan intravena. Biasanya penderita baru mencari pertolongan medis bila diare akut sudah lebih dari 24 jam belum ada perbaikan dalam frekwensi buang air besar ataupun jumlah feses yang dikeluarkan. Bila pasien kehilangan cairan yang banyak dan dehidrasi. sedang dan berat. Cairan oral antara lain: ringer laktat dll. sup dan keripik asin. dan kadangkadang sembuh sendiri meskipun tanpa pengobatan. dan sup. sari buah. minuman tidak bergas. makanan mudah dicerna seperti pisang. Contoh oralit generic. nasogastrik atau intravena. penatalkasanaan yang agresif seperti cairan intravena atau rehidrasi oral dengan cairan isotonic mengandung elektrolit dan gula atau starch harus diberikan. keripik. Ringan bila pasien mengalami kekurangan cairan 2-5% dair BB. Susu sapi harus dihindarkan karena adanya defisiensi lactase transien yang disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri.

a) yang paling efektif yaitu derifat opiad missal loperamid. karena dapat memperlama penyembuhan penyakit. c) obat anti sekretorik atau anti enkephalinase: Hidrasec 3 x 1 tab/hari. Bifidobakterium. Pedoman sederhana pemberian antibiotik pada diare akut dewasa seperti terlihat pada table berikut : Obat-obat Probiotik yang merupakan suplemen bakteri atau yeast banyak digunakan untuk mengatasi diare dengan menjaga atau menormalkan flora usus. Probiotik meliputi Laktobasilus. Namun berbagai hasil uji klinis belum dapat merekomendasikan obat ini untuk diare akut secara umum. . Obat antimotilitas penggunaannya harus hatihati pada pasien disentri yang panas (termasuk infeksi shigella) bila tanpa disertai anti mikroba. difenoksilat-atropin dan tinktur opium.dan lainnya. Streptokokus spp. b) obat yang mengeraskan tinja: atapulgit 4 x 2 tab/hari. 4) Obat antimikroba Dalam praktek sehari-hari acapkali dokter langsung memberikan antibiotik/antimikroba secara empiris. smectite 3 x 1 saset diberikan tiap diare/BAB encer sampai diare berhenti.Obat-obat ini dapat mengurangi gejala-gejala. yeast (Saccaromyces boulardi). Loperamid paling disukai karena tidak adiktif dan memiliki efek samping paling kecil. Bismuth subsalisilat merupakan obat lain yang dapat digunakan tetapi kontraindikasi pada pasien HIV karena dapat menimbulkan ensefalopati bismuth.

kutu. pemanasan dengan sinar matahari atau proses klorinasi. dan lain-lain). 2. antara lain dengan cara merebus. Pengelolaan sampah yang baik supaya makanan tidak tercemar serangga (lalat. . kecoa. Mencuci tangan pakai sabun dengan benar pada lima waktu penting: 1) sebelum makan. 4. Meminum air minum sehat. 2) setelah buang air besar. 4) setelah menceboki anak dan 5) sebelum menyiapkan makanan. 3. Membuang air besar dan air kecil pada tempatnya.Pencegahan Diare mudah dicegah antara lain dengan cara: 1. lipas. sebaiknya menggunakan jamban dengan tangki septik. atau air yang telah diolah. 3) sebelum memegang bayi.