Metode Penelitian Pendidikan Di Sekolah Dasar

Posted on 3 Januari 2012 by Pakde sofa Metode Penelitian Pendidikan Di Sekolah Dasar Metode penelitian, secara umum diartikan sebagai cara ilmiah dalam memperoleh dan menganalisis data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Jika anda perhatikan pernyataan di atas, maka setidaknya akan anda jumpai empat kata kunci yang perlu diperhatikan; yaitu : cara ilmiah, data, tujuan dan kegunaan tertentu. Cara ilmiah dapat diartikan suatu kegiatan penelitian yang didasarkan pada cirri-ciri keilmuan, yaitu rasional, empiris dan sistematis. Rasional berarti suatu kegiatan penelitian itu dilakukan dengan cara-cara yang logis, masuk akal,sehingga terjangkau oleh penalaran manusia. Empiris, artinya cara-cara yang dilakukan dalam penelitian tersebut dapat diamati, dilihat dengan menggunakan indera manusia, sehingga orang lain dapat mengamati dan mengetahui cara-cara yang ditempuh atau dilakukan. (Anda dapat membedakan dengan cara-cara yang tidak ilmiah, misalnya mencari anak yang hilang di hutan atau mencari mobil yang hilang dengan cara datang keparanormal, ingin menjadi kepala sekolah atau lulus ujian datang ke dukun dan sejenisnya ). Sistemtis artinya, proses atau prosedur yang digunakan dalam penelitian tersebut menggunakan langkahlangkah tertentu yang bersifat logis. Data yang diperoleh melalui kegiatan penelitian tersebut adalah data empiris (teramati) yang mempunyai kriteria tertentu, yaitu valid, artinya menunjukan derajad ketepatan antara data yang sebenarnya terjadi pada obyek penelitian dengan data jumlah data yang dikumpulkan oleh peneliti. Sebagai contoh: pada suatu provinsi tertentu terdapat sejumlah 2000 anak yang tidak lulus ujian nasional, sementara seorang peneliti melaporkan hasil penelitiannya jauh di atas atau di bawah 2000. Data yang dilaporkan peneliti peneliti tersebut tidak valid. Demikian pula jika peneliti melihat suatu obyek penelitian berwarna merah, tetapi dilaporkan warna hijau. Seorang peneliti melihat ada seorang murid SD sedang menangis, kemudian ia membuat kesimpulan bahwa murid SD tersebut sedang sedih, padahal murid tersebut menangis karena senang memperoleh rangking terbaik di kelasnya. Data yang dilaporkan oleh peneliti bahwa warna merah dilaporkan hijau, murid menangis karena senang dilaporkan sedih, adalah merupakan data yang tidak valid. Untuk mendapatkan data yang valid dalam suatu penelitian sering mengalami kesulitan, oleh karena itu data yang telah berhasil dikumpulkan sebelum diketahui validitasnya , dapat diuji melalui pengujian reliabelitas dan obyektivitasnya. Pada umumnya apabila suatu data itu sudah reliable dan obyektif, maka kecenderungan data tersebut akan valid. Data yang sudah valid dapat dipastikan reliable dan obyektif. Reliabel berkenaan dengan derajad konsistensi / keajegan data dalam interval waktu tertentu. Sebagai contoh pada hari pertama interview, sumber data mengatakan bahwa jumlah siswa yang tidak lulus Ujian Nasional sebanyak 2000 siswa, maka besok atau lusa pun sumber data tersebut jika ditanya tentang jumlah siswa yang tidak lulus akan

mengatakan bahwa jumlah siswa yang tidak lulus sebanyak 2000 siswa. Demikian pula apabila kemarin sumber data mengatakan bahwa sebab ketidak lulusan siswa karena gurunya tidak kompeten, maka besok atau lusa sumber data juga akan mengatakan jawaban yang sama(guru tidak kompeten). Obyektivitas berkenaan dengan interpersonal agreement (kesepakatan yang menyangkut banyak orang). Apabila banyak orang yang menyatakan bahwa kegagalan bangsa Indonesia dalam membangun sumber daya manusia karena lemahnya sektor pendidikan, maka data tersebut adalah obyektif. Data yang reliabel belumlah tentu valid. Sebagai contoh: Kepala Sekolah Dasar sering menyatakan bahwa lulusannya tidak banyak yang melanjutkan ke Sekolah Lanjutan Pertama karena faktor ekonomi orang tua. Hal ini diucapkan secara konsisten tetapi berbohong, sehingga data tersebut terlihat reliable (konsisten) tetapi tidak valid. (padahal sebenarnya siswa tidak melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama karena lulusannya kurang kompeten; sudah berusaha mendaftar tetapi tidak diterima). Data yang obyektif juga belum tentu valid, misalnya sebagian besar dari kelompok orang menyatakan bahwa Si A adalah siswa yang paling malas belajar di sekolah, dan hanya sebagian kecil orang yang menyatakan bahwa si A rajin. Padahal yang benar justru yang hanya sebagian kecil yang menyatakan bahwa A adalah siswa yang rajin. Pernyataan sekelompok besar tersebut obyektif (disepakati banyak orang) tetapi tidak valid. Tujuan Penelitian Setiap penelitian memiliki tujuan tertentu. Secara umum tujuan penelitian adalah mencari kebenaran yang dapat dikategorikan menjadi tiga macam yaitu: penemuan, pembuktian dan pengembangan / peningkatan / perbaikan. Penemuan berarti data penelitian yang diperoleh dari penelitian itu adalah data yang betul-betul baru yang sebelumnya belum pernah diketahui. Pembuktian, berarti data yang diperoleh dari penelitian tersebut digunakan untuk membuktikan adanya keragu-raguan terhadap informasi atau pengatahuan tertentu, dan Pengembangan/Pengingkatan/ Perbaikan berarti data yang diperolaeh dari penelitian tersebut digunakan untuk memperbaiki, memperdalam pengetahuan yang sudah ada. Penelitian pendidikan dapat bersifat penemuan, pembuktian dan peningkatan. Penelitian pendidikan yang bersifat penemuan misalnya, menemukan suatu metoda mengajar matematika yang efektif, efisien dan menyenangkan; menggunakan media pembelajaran yang tepat; Sistem evaluasi; Menemukan criteria guru Sekolah Dasar yang professional dan lain sebagainya. Penelitian pendidikan yang bersifat pengembangan, misalnya : mengembangkan metoda mengajar yang telah ada sehingga akan lebih efektif, Penerapan system evaluasi yang lebih tepat. Penelitian pendidikan yang bersifat pembuktian, misalnya membuktikan keraguraguan terhadap

metode mengajar yang dilakukan orang lain apakah akan efektif jika digunakan oleh kita sendiri. Melalui penelitian, manusia dapat memanfatkan hasilnya. Secra umum data yang telah diperoleh dari hasil penelitian dapat digunakan untuk memahami, mengantisipasi dan memecahkan masalah. Memahami memiliki arti memperjelas suatu masalah atau informasi yang tidak dapat diketahui dan selanjutnya dapat diketahui, mengantisipasi berarti mengupayakan agar tidak terjadi / muncul masalah dan memecahkan berarti mengatasi masalah. Penelitian yang dapat digunakan untuk memahami masalah, misalnya : penelitian tentang sebab-sebab mengapa setelah 62 tahun Indonesia merdeka, tetapi sumber daya manusia kita kalah denga sumber daya negara-negara tetangga, mengapa negara yang kaya sumberdaya alam, tetapi rakyatnya banyak yang miskin, mengapa banyak mahasiswa yang kuliah tetapi banyak yang bodoh. Penelitan yang bersifat antisipasi, misalnya : penelitian untuk mencari cara agar pembelajaran anak Sekolah Dasar lebih efektif, penelitian untuk mencari solusi agar setelah pengumuman ujian atau kelulusan anak-anak tidak melakukan coret-coret atau turun dijalanan. Penelitian yang bersifat memecahkan masalah, misalnya : penelitian untuk menemukan model pendidikan yang efektif , yang dapat meningkatkan kualitas sumberdaya manusia Indonesia. Berdasarkan uraian di atas, maka dapat dikemukakan bahwa, metode penelitian pendidikan dapat diartikan sebagai cara ilmiah untuk memperoleh data yang valid dengan tujuan dapat ditemukan, dikembangkan, dan dibuktikan melalui cara tertentu sesuai dengan cirri pengetahuan, sehingga pada gilirannya dapat digunakan untuk memahami, mengantisipasi dan memecahkan masalah dalam bidang pendidikan. Apabila data penelitian tersebut digali dari sumber data yang ada di Sekolah Dasar, maka metode penelitian pendidikan tersebut dapat dimaknai sebagai metoda penelitian pendidikan di Sekolah Dasar. Jenis-Jenis Penelitian Pendidikan Secara umum penelitian pendidikan dapat dikategorikan menurut bidang penelitian, tujuan enelitian, metode penelitian, tingkat eksplanasi dan waktu penelitian. Menurut bidangnya, penelitian dapat dikategorikan menjadi penelitian akademis,penelitian profesional dan penelitian institusional Penelitian Akademik adalahn penelitian yang dilakukan oleh para mahasiswa dalam membuat skripsi, tesis, disertas. Penelitian ini merupakan sarana edukatif, sehingga lebih mementingkan validitas internal (caranya yang harus betul). Variabel penelitian terbatas serta kecanggihan analisis disesuaikan dengan jenjang pendidikan S1, S2, S3 Penelitian Profesional adalah penelitian dilakukan oleh orang yang berprofesi sebagai peneliti (termasuk dosen). Tujuannya dalah mendapatkan pengetahuan (ilmu, teknologi dan seni) baru. Variabel penelitian lengkap, kecanggihan analisis

menguji dan mengevaluasi kemampuan suatu teori yang diterapkan dalam memecahkan masalah-masalah praktis.masalah kehidupan. menyatakan bahwa penelitian dasar/murni. Dari segi tujuan. sedangkan penelitian terapan adalah penelitian yang bertujuan untuk memecahkan masalah. penelitian expostfacto. Dari level of explanation dapat dibedakan menjadi penelitian deskriptif. penelitian terapan (applied research). Penelitian Institusional adalah penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan informasi yang dapat digunakan untuk pengembangan lembaga. variabel lengkap (kelengkapan informasi) dan kecanggihan analisis disesuaikan untuk pengambilan keputusan). memiliki kecenderungan menemukan peluang untuk bisa tidaknya suatu ilmu atau suatu produk yang dihasilkan dapat digunakan atau tidak Borg dan Gall (1988). karena keduanya berada pada garis kontinum. penelitian naturalistic. Dari segi waktu pelaksanaan penelitian dapat dibedakan menjadi penelitian cross sectional dan longitudinal. Berdasarkan tujuan penelitian dapat dikategorikan menjadi penelitian dasar (basic research). policy research. Penelitian dasar pada umumnya dilaksanakan pada laboratorium yang kondisinya dapat dikontrol dengan ketat. Penelitian terapan dilakukan dengan tujuan menerapkan. adalah penelitian yang bertujuan menemukan pengetahuan baru yang sebelumnya belum pernah diketahui. action research dan research and development (R & D). Penelitian dilakukan dengan cara yang betul (validitas intern) dan hasilnya dapat berguna untuk pengembangan ilmu. Suriasumantri (1985). penelitian sejarah. penelitian eksperiment.disesuaikan dengan kepentingan masyarakat ilmiah. menyatakan bahwa penelitian dan pengembangan (research and development) merupakan metoda penelitian yang digunakan untuk . Dilihat dari segi metode penelitian dapat di bedakan menjadi penelitian survey. Jadi penelitian dasar/murni berkenaan dengan penemuan dan pengembangan ilmu. metoda penelitian survey dan metoda penelitian naturalistik Gay (1977). Hasil penelitian lebih menekankan pada validitas eksternal (kegunaan). metoda penelitian dapat dibedakan menjadi metoda penelitian eksperimen. Penelitian dasar memiliki tujuan untuk mengembangkan teori dan tidak memperhatikan kebermanfaatan yang langsung bersifat praktis. Selanjutnya jika dilihat dari tingkat kealamiahan. Hasil penelitian akan sangat berguna bagipimpinan untuk pembuatan keputusan. Setelah ilmu tersebut digunakan untuk memecahkan masalah. dan penelitian pengembangan (research and development). penelitian komparatif dan penelitian assosiatif. Penelitian pengembangan. maka penelitian dilanjutkan menjadi penelitian terapan. evaluation research. Menurut Jujun S. penelitian dapat dibedakan menjadi penelitian murni dan terapan. mengemukakan bahwa sebenarnya sulit untuk membedakan antara penelitian murni (dasar) dengan penelitian terapan secara terpisah. Jenis-jenis penelitian juga dapat diklasifikasikan berdasarkan tujuan dan tingkat kealamiahan (natural setting) dari obyek yang diteliti.

Metode penelitian eksperimen merupakan metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh treatment (perlakuan) tertentu. Sering terjadi. Setelah suatu produk teruji. dan applied research memiliki tujuan untuk menemukan pengetahuan yang secara praktis dapat diterapkan. mengembangkan dan memvalidasi suatu hasil. Selanjutnya untuk menguji saatu produk yang masih bersifat hipotetik tersebut. Dilihat Dari waktu penelitian. Penelitian untuk basic research pada umumnya menggunakan metode eksperimen dan kualitatif. applied research menggunakan eksperimen eksperimen dan survey dan R & D menggunakan survey. metode penelitian eksperimen sangat tidak alamiah/natural karena tempat pelaksanaan penelitiannya dilaboratorium dalam kondisi yang terkontrol sehingga tidak terdapat pengaruh dari luar. Metoda penelitian naturalistic/kualitatif. Filed under: Penelitian. penelitian terapan juga dapat digunakan untuk mengembangkan produk/hasil. sering digunakan penelitian dasar (basic research). Untuk penelitian analisis yang dapat menghasilkan produk yang bersifat hipotetik.Penelitian dan pengembangan bertujuan untuk menemukan. menyatakan: One way to bridge the gap between research and practice in education is to Research and Development. yaitu berdasarkan pandangan dari sumber data bukan pandangan peneliti. tetapi peneliti melakukan perlakuan dalam pengumpulan data. Proses pengujian produk dari hasil eksperimen tersebut dinamakan penelitian terapan (applied research). dimana penelitian dasar memiliki tujuan untuk “to discover new knowledge abaout foundamental phenomena”. Sebagai contoh: pengaruh ruang kelas ber AC terhadap efektivitas pembelajaran. Penelitian dan pengembangan dapat digunakan sebagai jembatan dari penelitian dasar(basic research) menuju penelitian terapan (applied research). Dalam bagian lain Borg dan Gall (1989). sedangkan yang termasuk dalam metode penelitian kualitatif yaitu metode penelitian naturalistic . maka dapat dikemukakan bahwa yang termasuk dalam metode penelitian kuantitatif adalah metode penelitian eksperimen dan survey. karena peneliti dalam mengumpulkan data bersifat emic. PGSD | 5 Komentar » Penelitian sebagai Pencarian Ilmiah yang Berpola Posted on 2 Januari 2012 by Pakde sofa Penelitian sebagai Pencarian Ilmiah yang Berpola . pada umumnya penelitian R & D bersifat longitudinal (melalui beberapa tahap). digunakan peneliti untuk meneliti pada tempat yang alamiah dan peneliti tidak membuat perlakuan. Misalnya dengan mengedarkan angket. wawancara dan sebaginya (perlakuan tidak seperti dalam eksperimen). Berdasarkan jenis-jenis penelitian sebagaimana tersebut di atas. kualitatif dan eksperimen. maka dapat diaplikasikan. tes. dapat digunakan eksperimen atau action research.mengembangkan atau memvalidasi produk/ hasil-hasil dalam bidang pendidikan dan pembelajaran. Metoda survey digunakan untuk memperoleh data dari tempat tertentu yang alamiah (bukan buatan).

c. . Hasrat ingin tahu menusia akan terpuaskan jika memperoleh pengetahuan mengenai hal yang dipertanyakannya dan pengetahuan yang diingingkannya adalah pengetahuan yang benar. Paling tidak percobaan untuk memecahkan masalah mulai dilakukan sesuai dengan pengalaman yang relevan. berkembang dari waktu ke waktu kearah suatu cara penemuan yang lebih baik. collection of data as avidance. yaitu apa sebenarnya yang sedang dialaminya. Proses berfikir refleksi ini pernah diperkenalkan John Dewey melalui langkah-langkah berikut ini: The felt need. tetap bersifat terbatas pada kemampuan akalnya. Kebenaran melalui Penelitian Ilmiah Sejarah umat manusia untuk menemukan kebenaran. general value the conclusion. dalam arti bahwa cara-cara baru itu memiliki kredibilitas yang lebih baik dari cara-cara sebelumnya. the hypothesis. menempatkan dan membatasi permasalahan atau kebutuhan tersebut. concluding belief. selanjutnya diteruskan dengan merumuskan. The problem. Langkah-langkah yang diungkapkan oleh John Dewey tersebut mengandung makna sebagai berikut: a. Selanjutnya orang memadukan cara berfikir deduktif dengan cara berfikir induktif. Ketidakpuasan masyarakat terhadap cara-cara unscientific. Cara berfikir semacam ini mengambil ruang di antara berfikir deduktif dan berfikir induktif. kemudian melahirkan cara berfikir yang disebut reflective thinking. Namun pada tahap ini kemampuan seseorang hanya sampai pada jawaban sementara terhadap pemecahan masalah tersebut. agar dapat dicapai pengetahuan yang benar.Dalam mencari kebenaran. Pengetahuan yang benar dapat dicapai manusia melalui pendekatan non ilmiah dan pendekatan ilmiah. menyebabkan masyarakat menggunakan cara berfikir deduktif. yaitu menyusun hipotesis Pengalaman-pengalaman seseorang berguna untuk mencoba melakukan pemecahan masalah yang sedang dihadapi. The felt need. Pendekatan ilmiah menuntut dilakukannya cara-cara atau langkah-langkah tertentu dengan urutan tertentu. manusia tidak membatasi dirinya. karena itu ia hanya mampu berteori dan berhipotesis. terutama dalam menyikapi kebenaran masingmasing. yaitu berfikir refleksi. dan cara berfikir induktif. The hypothesis. bagaimana bentuknya serta bagaimana pemecahannya. Namun kedua cara ini juga tidak memuaskan banyak orang. walaupun kebenaran yang dapat dicapai dengan usahanya sendiri itu. yaitu adanya suatu kebutuhan Seseorang merasakan adanya suatu kebutuhan yang mendorong perasaannya sehingga dia berusaha mengungkapkan kebutuhan tersebut b. yaitu menetapkan masalah Kebutuhan yang dirasakan pada tahap the felt need di atas.

kompleks gejala maupun penyebabnya. Kemudian data-data ini dihubung-hubungkan satu dengan lainnya untuk menemukan kaitan satu sama lain. hukum-hukum yang ada. Seorang penulis telah merumuskan pengertian penyelidikan di sini sebagai “a method of study by which through the careful and echaustive investigation of all acertaineble evidence bearing upon a definable problem. dan bahwa setiap gejala yang nampak dapat dicari penjelasannya secara ilmiah. maksudnya kasus yang telah diuji hipotesisnya. we reach a solution to that problem”. bukan pula suatu yang diterima atas otoritas. . bukti-bukti mana dikumpulkan melalui prosedur yang sistematik. g. bukan suatu permainan kira-kira. Dengan sikap yang berbeda ini. Collection of Data as Avidance. Karenanya orang membutuhkan informasi dan berbagai data untuk kebutuhan tersebut. Salah satu alternatif adalah membuktikan sendiri hipotesis yang dibuatnya itu. Sejalan dengan sikap itu. maka metode penyelidikan hanya akan menarik dan membenarkan suatu kesimpulan apabila telah dibentengi dengan bukti-bukti yang meyakinkan. maka dibuatlah sebuah kesimpulan. Masyarakat kemudian tidak puas dengan pengalaman-pengalaman orang lain. Concluding Belief. yaitu memformulasikan kesimpulan secara umum Kontruksi dan isi kesimpulan pengujian hipotesis di atas. Ini berarti orang harus merekam data di lapangan dan mengujinya sendiri. Kegiatan analisis tersebut dilengkapi dengan kesimpulan yang mendukung atau menolak hipotesis. Penyelidikan adalah penyaluran hasrat ingin tahu manusia dalam taraf keilmuan. f. yaitu hipotesis yang dirumuskan tadi. rasionalitas jawaban pada hipotesis mulai dipertanyakan. Melalui penyelidikan Ilmiah Cara mencari kebenaran yang dipandang cara ilmiah adalah melalui metode penyelidikan. manusia telah berhasil menerangkan berbagai gejala yang menampak dan menunjukkan pada kita sebab-musabab yang sebenarnya dari satu atau serentetan akibat. yaitu merekam data untuk pembuktian Tak cukup memecahkan masalah hanya dengan pengalaman atau dengan cara berteori menggunakan teori-teori.d. dimana kesimpulan itu diyakini mengandung kebenaran. e. Penyaluran sampai pada taraf setinggi ini disertai oleh keyakinan bahwa ada sebab bagi setiap akibat. kegiatan ini disebut dengan analisis. Permasalahan manusia dari waktu ke waktu telah berkembang dari yang sederhana menjadi yang sangat kompleks. yaitu membuat kesimpulan yang diyakini kebenarannya Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan pada tahap sebelumnya. juga tidak puas dengan hukum-hukum dan teori-teori yang juga dibuat orang sebelumnya. jelas dan dikontrol. tidak saja berwujud teori. konsep dan metode yang hanya berlaku pada kasus tertentu. tetapi juga kesimpulannya dapat berlaku umum terhadap kasus yang lain di tempat lain dengan kemiripan-kemiripan tertentu dengan kasus yang telah dibuktikan tersebut untuk masa sekarang maupun masa yang akan datang. Karena itu pendekatan hipotesis dianggap tidak memadai. General Value the Conclusion. Sebab akibat bukan satu masalah gaib.

dilaksanakan oleh hampir setiap orang terhadap hampir semua hal yang dikenal manusia. kaidah. pada tahap kadua dia mengambil yang inamik. Artinya. . maka ia telah berada di tengah-tengah persoalan ilmiah. yang diperlukan dalam memahami dan meramalkan fenomena yang menjadi persoalan. Sesungguhnya kehidupan ilmiah terdapat dimana-mana. Untuk lebih terurai dapat dikatakan bahwa teori yang menjadi tujuan kegiatan ilmiah itu adalah serangkaian pengertian yang menjadi satu kebulatan sistematik. Ketika pada suatu waktu seseorang menghadapi sesuatu persoalan dan dengan cara yang sistematik berusaha memecahkan ersoalan itu. Penemuannya itu kemudian dapat dirumuskannya sebagai sebuah teori. Kalau dia hanya mengumpulkan keterangan dan mencoba mengklasifikasi keterangan-keterangan itu. maka kemungkinan besar ia telah berada di tengah-tengah persoalan ilmiah serta penerapkan metode pemecahan yang bersifat ilmiah. atau seorang yang berhasil menjadi insinyur. Pengertian itu bersangkut paut dalam arti bahwa masing-masing pengertian berhubungan dengan fenomena yang diselidiki. misalnya). banyak orang melihat perwujudan kehidupan ilmiah pada sarjana-sarjana yang mengurung diri dalam laboratorium yang dikelilingi dengan alat yang aneh. tetapi bila dia telah mencoba menyusun sebuah teori dan caracara pendekatan untuk emecahkan persoalan itu. Anda dapat mengadakan ramalan-ramalan ataupun kontrol terhadap sifat-sifat fenomena. Secara sangat terbatas (dan tidak tepat). dengan pengertian tentang hubunganhubungan itu. pada tahap ini ia akan lebih memperhatikan kemungkinan menemukan sifat-sifat umum yang dapat dipandang sebagai hukum. Mungkin sekali sudah beberapa kali timbul pertanyaan apakah sebenarnya sifat ilmiah itu. Jawaban pertanyaan ini tidak perlu selalu diberikan dalam bentuk definisi. maka Anda berusaha memberikan gambaran tentang sifat fenomena yang diselidiki. dan apakah yang disebut ilmu pengetahuan. dalil ataupun generalisasi terhadap fenomena yang berada dalam bidang yang diselidikinya. Dari uraian itu dapat diketahui bahwa apabila Anda seorang ilmuwan akan berusaha menemukan perumusan tentang berbagai pengertian yang satu sama lain saling bersangkut paut. Fungsi yang dijalankannya tidak hanya pragmatis dalam arti kata pada akhirnya ia menghasilkan sebuah benda konkrit (mesin. Ditinjau dari segi ini maka dapat dikatakan bahwa metode penyelidikan yang bersifat ilmiah terdiri dari kegiatan yang sistematik dan terkontrol secara empirik terhadap sifat-sifat dan hubunganhubungan antara berbagai variabel yang diduga terhadap fenomena yangdiselidiki. yaitu kekeramatan sarjana tua yang maha tahu.Sejauh ini kita berbicara tentang metode ilmiah. atau seorang yang lahir dengan kemampuan intelegensi yang luar biasa sehingga tidak patut dibandingkan dengan manusia-manusia biasa. dia baru berada di tepi. sebaiknya kita mencoba memahami pandangan dan fungsi ilmu pengetahuan karena hal ini akan membawa kita di tengah-tengah pengertian sifat ilmiah. sebutlah itu sebuah teori untuk memecahkan persoalan. Pada tahap pertama dia mengambil sikap yang statis. Dengan jalan menunjukkan hubungan pengertian satu dengan pengertian yang lain.

(3) penetapan metode kerja. sikap penyelidik adalah sikap yang tidak bersifat sepihak (subjektif) melainkan sikap objektif. (5) pengolahan data. yaitu penelitian yang sistematik dan terkontrol berdasar atas data empiris. Dengan pendekatan ilmiah Anda akan berusaha untuk memperoleh kebenaran ilmiah. Langkah-langkah penelitian yang teratur dan terkontrol itu telah terpolakan dan. melainkan objektif. Perumusan dan pembatasan masalah serta tujuan penelitian b. cara penyimpulannya bukan subjektif. yaitu hasil yang sama atau hampir sama dengan hasil terdahulu. karena pendekatan tersebut tidak diwarnai oleh keyakinan pribadi. diakui umum. bertolak dari prosedur berfikir ilmiah seperti disebutkan di atas. orang mempergunakan cara-cara berfikir reflektif dengan prosedur yang disesuaikandengan tujuan dan sifat penyelidikan. jika penelitian ulang dilakukan orang lain menurut langkah-langkah yang serupa pada kondisi yang sama akan diperoleh hasil ajeg (consistent). dilakukan melalui kegiatan penyelidikan. dan (6) penyimpulan penyelidikan. serta akhirnya (7) publikasi hasil penyelidikan. dan dapat dipertanggungjawabkan. (4) pengumpulan data. Teori itu berkembang melalui penelitian ilmiah. Dengan kata lain langkah-langkah yang ditempuh dalam penelitian pada dasarnya sejalan dengan langkah-langkah berfikir ilmiah. Langkah-langkah pemecahan masalah melalui penyelidikan ilmiah ini. Pendekatan ilmiah akan menghasilkan kesimpulan yang serupa bagi hampir setiap orang. Kegiatan itu pada dasarnya bermaksud membentengi dalam menarik kesimpulan sebagai suatu kebenaran dengan mengajukan bukti-bukti yang meyakinkan yang dikumpulkan melalui prosedur yang sistematik. sampai batas tertentu. Teori itu dapat diuji (dites) dalam hal keajegan dan kemantapan internalnya. bias. Pendekatan Ilmiah Pengetahuan yang diperoleh dengan pendekatan ilmiah diperoleh melalui penelitian ilmiah dan dibangun di atas teori tertentu. jelas. Artinya. langkah-langkahpada pokoknya terdiri dari (1) perumusan masalah dan tujuannya. terkontrol. yaitu pengetahuan benar yang kebenarannya terbuka untuk diuji oleh siapa saja yang menghendaki untuk mengujinya. (2) penetapan postulat dan hipotesa. dan perasaan. Merangkai dan menetapkan kerangka teori sebagai titik tolak pemikiran. Langkah-langkah penelitian ilmiah secara umum dimaksud adalah sebagai berikut: a. Dewasa ini penemuan kebenaran yang paling mungkin memberikan pengetahuan yang benar dalam arti yang sesuai dengan objeknya (objektif). melalui kegiatan penelaahan atau studi kepustakaan . Kegiatan penelitian dilakukan sebagai usaha untuk menjawab pertanyaan mengapa sesuatu dikatakan demikian atau mengapa harus demikian.Sebagai jalan untuk memecahkan suatu masalah.

perlu diperhatikan bahwa individu yang akan melaksanakan suatu karya ilmiah hendaknya telah berpola pikir ilmiah. jika penelitian ulang dilakukan orang lain dengan langkahlangkah serupa dan pada kondisi yang sama. diakui umum. Cara menyimpulkannya secara objektif. Anda berusaha memperoleh kebenaran ilmiah. yaitu pengetahuan benar yang kebenarannya terbuka untuk diuji siapapun. Teori berkembang melalui penelitian ilmiah. Merumuskan kerangka konsep sebagai gambaran umum kemungkinan pemecahan masalah d. Pengetahuan yang diperoleh dengan pendekatan ilmiah diperoleh melalui penelitian ilmiah dan dibangun di atas teori tertentu. Menguji hipotesis untuk merumuskan kesimpulan sebagai hasil penelitian diiringi pula dengan penjabaran implementasi-implementasi hasil penelitian yang dapat dipergunakan dalam menghadapi kenyataan-kenyataan yang berhubungan dengan bidang yang diselidiki dalam kehidupan sekarang dan di masa mendatang. h. termasuk juga menentukan sumber data (populasi dan sampel) f. Berfikir analitis adalah sikap yang mendasarkan pada analisis dalam setiap . Artinya. e. Merumuskan hipotesis sebagai dugaan pemecahan yang bersifat sementara berdasarkan kerangka konsep. a. bias. Pendekatan ilmiah akan menghasilkan kesimpulan yang serupa bagi hampir setiap orang karena pendekatan tidak dipengaruhi oleh kaykinan pribadi. yaitu memiliki sikap skeptis. baik mengenai aspek-aspek yang bersifat teoritis maupun praktis. yaitu selalu mencari fakta atau bukti yang mendukung setiap pernyataan b. Pengumpulan dan pengolahan data atau analisis data g. bukan subjektif. Publikasi hasil penelitian dalam bentuk dan tata tulis ilmiah agar mudah dikomunikasikan dengan pihak yang memerlukannya. dan perasaan. yaitu hasil yang sama atau hampir sama dengan hasil terdahulu. Memilih dan menetapkan metode atau cara kerja. Berfikir skeptis. Sifat penelitian Ilmiah Sebelumnya. yaitu penelitian yang sistematis dan terkendali berdasarkan pada data empiris. dan kritis. Dengan pendekatan ilmiah. Hipotesis dirumuskan sebagai jawaban atas kesimpulan sementara dari masalah yang dihadapi dan masih harus diuji kebenaran atau ketidakbenarannya. Langkah-langkah penelitian yang sistematis dan terkendali telah terpolakan dan sampai batas tertentu.c. yang merupakan juga sebagai kesimpulan umum yang akan dirumuskan apabila ternyata benar. Teori dapat diuji (dites) dalam hal keajegan dan kemantapan internalnya. lengkap dengan teknik dan alat pengumpul datanya. maka akan diperoleh hasil yang ajeg (konsisten). analitis.

dan lolos dari proses pengujian). suatu metode dipilih dengan mempertimbangkan kesesuaiannya dengan obyek studi dan bukan sebaliknya. c. dalam keilmuan terdapat pula istilah metode (dalam bahasa Yunani. Sistematis Penelitian harus dilakukan menurut pola atau sistematika tertentu agar dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan b. yaitu: a. Suatu penelitian dilakukan dan disimpulkan melalui suatu prosedur sistematis dengan menggunakan pembuktikan yang meyakinkan. Sistematasi dalam dunia ilmu berarti hasil suatu usaha menemukan asas pengaturan dan merupakan titik tolak untuk penemuan baru yang dihasilkan kemudian. arti metode adalah terkait dengan masalah cara kerja agar dapat memahami obyek yang menjadi sasaran ilmu yang bersangkutan. jadi. Kemampuannya untuk memberi pemahaman (understanding) tentang pokok permasalahan yang diteliti b. Sistem disini adalah suatu susunan yang berfungsi dan bergerak. Berencana Penelitian harus memiliki unsur kesengajaan yang sebelumnya telah direncanakan dan memikirkan tahap-tahap yang harus dilalui. logis. Mengikuti Konsep Ilmiah Kegiatan penelitian mulai dari awal sampai akhir harus mengikuti metode berfikir ilmiah. yaitu berupa fakta-fakta yang diperoleh secara obyektif (nyata. “Methodos”) yang berarti jalan atau cara. yaitu setiap memecahkan persoalan selalu berpijak pada logika dan objektivitas data atau fakta. misalkan melakukan studi pendahuluan. dan seterusnya. Setiap usaha yang dinyatakan sebagai usaha ilmiah harus berdasarkan system dan metode tertentu yang menjadi pedoman. menyusun proposal penelitian. Kemampuannya untuk meramalkan (prodictive power). yakni: . Secara ilmiah. Berfikir kritis. baik dalam menemukan teori pendukung maupun melakukan pemecahan masalah atau analisis data.persoalan dan memilih yang relevan serta utama c. Hal tersebut terkait dengan adanya tugas ilmu dan penelitian yang berhubungan erat. Selain system. tugas ilmu dan penelitian adalah identik. Dalam suatu penelitian. yaitu sampai suatu kesimpulan yang sama dapat dicapai jika data yang sama dikemukakan di lain tempat dan waktu Persyaratan umum untuk melakukan kegiatan penelitian ilmiah dapat ditempuh dengan cara: a. Ada dua kriteria untuk mengukur kadar keilmiahan suatu penelitian. Sifat ilmiah atau tidak ilmiah suatu penelitian erat hubungannya dengan metode penyimpulannya.

Pada penelitian eksplorasi. empiris. terutama dalam penelitian bisnis. Konsep klasik menghendaki bahwa penelitihan harus dibimbing oleh teori dan hipotesis. Menyusun teori Maksud menyusun teori di sini adalah mencari dan merumuskan tata cara. istilah empiris dan kritis mengacu pada persyaratan bagi peneliti untuk menguji pendapat subyektif terhadap realitas yang obyektif dan hasilnya terbuka untuk penelitian lebih lanjut. ada dua jenis penelitian yang kurang atau belum memerlukan hipotesis. Rumusan masalah harus rinci. Permasalahan dan tujuan penelitian harus didefinisikan secara jelas dan tidak ambigu. Kemudian. dengan penelitian desktriptif. dalil. yaitu penelitian eksplorasi dan deskriptif. Namun. 10). ilmu dan penelitian bertugas membuat ramalan. Anda perlu mengingat bahwa penelitian merupakan penyelidikan yang sistematis dan ditujukan untuk menyediakan informasi yang berguna bagi penyelesaian permasalahan permasalahan yang ada. 1986. terkendali. Melakukan deskripsi Ilmu dan penelitian bertugas menggambarkan secara jelas dan akurat permasalahan yang dihadapi b. Mengendalikan Akhirnya. Seorang pakar mendefinisikan penelitian ilmiah sebagai suatu penyelidikan yang sistematis. Anda masih belum cukup pengetahuan tentang suatu bidang dan berencana melakukan eksplorasi. atau hokum yang menghubungkan antara kondisi yang saru dengan kondisi lainnya d. ataupun proyeksi tentang gejala-gejala yang mungkin timbul di kemudian hari e. Anda berupaya mendeskripsikan atau mengemukakan ciri-ciri tentang sesuatu dan bagian deskripsi akan memberi manfaat untuk membangun teori sebelumnya. Syarat Penelitian Ilmiah: a. Terkendali maksudnya pengamatan dikendalikan dan penjelasan-penjelasan alternatif mengenai hasilnya diabaikan. prediksi. Menerangkan Ilmu dan penelitian bertugas menjelaskan dengan rinci kondisi-kondisi yang melatarbelakangi suatu peristiwa atau permasalahan c. Pada perkembangannya. mencakup unsur-unsur yang akan diteliti .a. Lebih lanjut. Meramalkan Dengan hasil analisis serta teori yang telah diolah. dan kritis mengenai fenomena alam yang dibimbing oleh teori dan hipotesis mengenai hubungan-hubungan yang diduga antar fonomena (Kerlinger. estimasi. ilmu dan peneltian harus mampu mengendalikan peristiwa dan gejala yang ada.

Mengenai teori ini Fred N. konstruk. Banyak penelitian sosial yang tidak berorientasi pada teori. sedang ilmiah adalah cara mengembangkan pengetahuan. Pencarian Ilmiah Pencarian ilmiah (scientific inquiry) adalah suatu kegiatan untuk menemukan pengetahuan dengan menggunakan metode-metode yang diorganisasikan secara sistematis. yaitu: (1) suatu teori dibangun oleh seperangkat proposisi dan konstruk. proposisi. Dari penjelasana-penjelasan umum tersebut terbentuk prinsip-prinsip dasar. Suatu teori dapat menjelaskan dan meramalkan fenomena-fenomena alamiah. Prosedur penelitian yang digunakan harus jelas dan terbuka kemungkinan bagi peneliti lain untuk mengulangi penelitian c. dalam mengumpulkan. Penelitianpenelitian tersebut difokuskan pada menemukan hubungan-hubungan yang bersifat spesifik. . Pengertian ilmiah berbeda dengan ilmu. karena lebih bersifat umum dan menjelaskan. kriteria signifikansi. Kesimpulan harus terbatas pada masalah yang diteliti tanpa memasukkan unsur pengalaman pribadi peneliti yang tidak relevan dengan permasalahan penelitian Penelitian sebagai Pencarian Ilmiah yang Berpola Tujuan akhir suatu ilmu adalah mengembangkan dan menguji teori. tetapi penelitian yang menformulasikan dan menguji teori memiliki nilai yang lebih tinggi. (2) teori menegaskan hubungan di antara sejumlah variabel. Penelitian demikian tetap berharga. (3) teori menjelaskan dan memprediksi fenomena-fenomena. dan probabilitas kesalahan dalam uji statistik harus diduga sehingga tingkat relevansi kesimpulan yang akangditarik tinggi e. peneliti dapat memberikan penjelasan umum tentang hubungan di antara perilaku atau kegiatan pembelajaran. Kesimpulan harus didukung oleh data dan hasil analisis yang akurat.b. Kerlinger (1986) menyatakan bahwa “………… A theory as a set of interrelated construct and propositions that specify relations among variables to explain and predict phenomena”. dan menginterpretasikan data. Dari perilaku atau kegiatan-kegiatan terlepas yang dilakukan oleh siswa atau guru umpamanya. Dengan penelitian harus terencana dan sistematis agar hasilnya nantiobyektif dan valid d. Analisis data harus memadai untuk mengungkapkan permasalahan danmetode analisis yang digunakan harus sesuai dengan problem penelitian. Ilmu merupakan struktur atau batang tubuh pengetahuan yang telah tersusun. menganalisis. yang kesemuanya akan membentuk teori. Dalam rumusan Kerlinger tersebut ada tiga hal penting dalam suatu teori. Validitas data. dalil.

Menyusun hipotesis 4. Selanjutnya fasilitas apa saja yang mendukung untuk menumbuhkan keaktifan siswa. Misalnya Anda ingin mencobakan berbagai metode dalam pembelajaran yang dapat menimbulkan keaktifan siswa di dalam kelas. Menyusun hipotesis Hipotesis disusun oleh Anda sesuai dengan perumusan masalah. misalnya: Metode apa saja yang tepat digunakan untuk meningkatkankeaktifan siswa di dalam kelas? 3. Collect and analyze data. and 4. Anda diajak untuk menelaah contoh pengaplikasian dari langkahlangkah tersebut. 2. yaitu: 1. Define a problem 2. atas lima langkah yaitu: 1. Mengidentifikasi masalah 2. Dengan permasalahan tersebut langkah-langkah yang harus ditempuh oleh Anda ialah: 1.Metode ilmiah merupakan suatu cara pengkajian yang berisi proses dengan langkahlangkah tertentu. Mengumpulkan dan menganalisis data 5. Mengidentifikasi masalah Anda harus menghimpun masalah apa saja yang mengakibatkan anak yang aktif di kelas itu hanya sebagian kecil. seringkali dijadikan sebagai dasar dari langkah langkah utama penelitian. Empat langkah pencarian ilmiah dari McMillan dan Chumacher. serta metode apa saja yang harus digunakan dalam menumbuhkan keaktifan siswa. dan lima langkah berfikir reflektif dari John Dewey. John Dewey membagi langkahlangkah pencarian ilmiah yang disebutnya sebagai “reflective thinking”. Menguji hipotesis dan menarik kesimpulan. Merumuskan dan membatasi masalah Selanjutnya Anda mencoba merumuskan dan membatasi permasalahan. McMillan dan Schumacher (2001) membaginya atas empat langkah. Interprete the result and draw conclusions about the problem Hampir sama dengan McMillan dan Schumacher. Untuk memperjelas tentang langkah-langkah penelitian yang sudah diungkapkan oleh para ahli. State the hypothesis to be tested 3. Merumuskan dan membatasi masalah 3. misalnya:Metode Diskusi akan menimbulkan keaktifan siswa di dalam kelas .

tetapi juga pengkajian yang sesuai dengan disiplin ilmunya. Filed under: Penelitian. PGSD | Tinggalkan sebuah Komentar » Penemuan Kebenaran Melalui Pendekatan Non Ilmiah Posted on 2 Januari 2012 by Pakde sofa Penemuan Kebenaran Melalui Pendekatan Non Ilmiah Ada beberapa cara dalam menemukan kebenaran melalui pendekatan non ilmiah. yang akhirnya Anda harus menyimpulkannya dari pembuktian hipotesis tersebut. akal sehat. trial and error. Sepanjang sejarah manusia. Tiap disiplin ilmu mempunyai cara pencarian sendiri yang sesuai dengan karakteristik disiplin ilmunya. yang disusun dan dipadatkan menghasilkan kesimpulan yang berbobot. Pencarian berpola bukan merupakan suatu pencarian yang bersifat sempit dan mekanistis. bukan hanya menunjukkan pengkajian yang sistematik. Prosedur pencarian ini pada tahap awalnya bersifat spekulatif. penelitian dan pengembangan. penemuan . dan intuisi. otoritas. kemudian menuangkan ide-ide dan metode tersebut dalam suatu prosedur yang baku. Laporan dari pencarian berpola berisi perpaduan antara argument-argumen yang didukung oleh data dengan proses nalar. dan juga kualitatif. Pencarian Berpola Pencarian berpola (disciplined inquiri). maka Anda harus menganalisis seluruh data yang sudah terkumpul 5. Mengumpulkan dan menganalisis data Setelah Anda mengumpulkan data melalui wawancara dan observasi misalnya. merupakan suatu prosedur pencarian dan pelaporan dengan menggunakan cara-cara dan sistematika tertentu. spekulatif. Penemuan Kebenaran secara kebetulan Suatu peristiwa yang tidak disengaja kadang-kadang ternyata menghasilkan suatu kebenaran yang menambah perbendaharaan pengetahuan manusia. karena sebelumnya kebenaran itu tidaklah diketahui. umpamanya banyak menggunakan metode eksperimen. sedang antropologi menggunakan metode kualitatif.4. tetapi mengikuti prosedur formal yang telah standar. disertai penjelasan dan alasan yang kuat. 1. tindakan. Menguji hipotesis dan menarik kesimpulan Menguji hipotesis merupakan langkah yang harus ditempuh oleh Anda yaitu untuk membuktikan tentang efektifitas dari penggunaan metode diskusi dalam mengaktifkan siswa di dalam kelas. Pendidikan kebanyakan menggunakan metode eksperimen. yaitu melalui: kebetulan. mencoba menggabungkan ide-ide dan metode-metode. Bidang sains. prasangka. Pencarian berpola terutama dalam ilmu sosial termasuk pendidikan.

Pemecahan terjadi secara kebetulan setelah dilakukan serangkaian usaha. Penemuan kebenaran dengan trial and error Mencoba sesuatu secara berulang-ulang. Contoh lain. Usaha coba-coba pada umumnya merupakan serangkaian percobaan tanpa kesadaran akan pemecahan tertentu. Oleh karena itu cara ini tidak dapat diterima sebagai cara ilmiah dalam metode keilmuan untuk menggali kebenaran pengetahuan. Penemuan coba-coba (trial and error) diperoleh tanpa kepastian akan diperolehnya sesuatu kondisi tertentu atau pemecahan sesuatu masalah.secara kebetulan itu banyak terjadi. Yang bersangkutan dalam keadaan tidak berdaya terjatuh pada aliran sebuah sungai kecil yang airnya kelihatan berwarna hitam. 2. yang kebenarannya semula tidak diduga oleh yang bersangkutan. Penemuan secara kebetulan pada umumnya tidak efisien dan tidak terkontrol. dilakukan lagi percobaan ulangan yang mengalami kegagalan pula. Dari satu percobaan yang gagal. Dengan cara ini seseorang telah aktif melakukan usaha untuk menemukan sesuatu. . tanpa rasa putus asa sehingga akhirnya sebagai suatu surprise dari serangkaian percobaan itu ditemukan suatu kebenaran. akhirnya diketahuilah bahwa kina merupakan obat penyembuh demam yang disebut malaria. Demikian dilakukan terus percobaan demi percobaan dan kegagalan demi kegagalan. Kebenaran yang menambah perbendaharaan pengetahuan. Setelah berulang kali meminum air sungai yang terasa pahit itu. Dari kejadian yang tidak disengaja atau kebetulan itu. usaha yang berikut biasanya agak lain. Bagi ilmu. datangnya tidak dapat diperhitungkan secara berencana dan terarah. karena manusia bersifat pasif dan menunggu. ternyata secara berangsurangsur yang bersangkutan menjadi sembuh. Penemuan secara kebetulan diperoleh tanpa rencana. walaupun selalu menemukan kegagalan dan akhirnya menemukan suatu kebenaran disebut cara kerja trial and error. yaitu lebih maju. meskipun sebenarnya tidak mengetahui dengan pasti tentang sesuatu yang ingin dicapainya sebagai tujuan dalam melakukan percobaan itu. cara tersebut tidak mungkin membawa perkembangan seperti diharapkan. Contoh ini tidak bisa berlaku dalam setiap beker mati untuk bisa hidup kembali. tidak pasti serta tidak melalui langkah-langkah yang sistimatik dan terkendali (terkontrol). Kemudian diketahuilah bahwa air yang berwarna hitam itu ternyata disebabkan oleh sebatang pohon kina yang tumbang di hulu sungai sebagai sebab yang sebenarnya dari kesembuhan orang tersebut. dan banyak di antaranya yang sangat berguna. kemudian kita tepuk-tepuk dan ternyata jalan lagi. karena suatu kebetulan selalu berada dalam keadaan yang tidak pasti. pernahkan Anda memperoleh pengalaman ketika jam beker berhenti. Cara menemukan kebenaran seperti tersebut diatas bukanlah cara yang sebaikbaiknya. Anda pasti pernah membaca atau mendengar. salah satu contoh penemuan secara kebetulan adalah tentang peristiwa yang dialami seorang Indian yang menderita penyakit demam dengan panas yang tinggi. daripada yang mendahuluinya.

Ada kalanya. tidak terarah dan tidak diketahui tujuannya. bahwa pendapat-pendapat sebagai hasil pemikiran yang demikian itu akan benar kalau premise-premisenya benar. pendapat otoritas ilmiah itu tidak selamanya benar. Dengan kata lain cara ini terlalu bersifat meraba-raba. Di samping itu cara tersebut kerap kali memerlukan waktu yang lama karena kegiatan mencoba itu tidak dapat direncanakan. yang mampu memperbesar benda-benda yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. tidak pasti dan tanpa pengertian yang jelas. Misalnya Hitler dengan teorinya tentang ras Asia sebagai ras yang terbaik di dunia. kemasyarakatan. atau bahkan sering. Kembali ke masa lampau. karena pendapat tersebut tidak diasalkan dari penelitian. karena dipandang benar. Oleh karena itulah maka cara trial and error tidak dapat diterima sebagai metode keilmuan dalam usaha menggungkapkan kebenaran ilmu. Pendapat-pendapat seperti itu kerapkali . Kepercayaan pada pendapatnya itu tidak saja karena kedudukannya di dalam masyarakat itu. tiada lain arena yang bersangkutan dipandang ahli dibidangnya sehingga mampu meyakinkan tentang kebenaran teorinya walaupun tidak bertolak dari pembuktian ilmiah melalui fakta fakta pengalaman. Orang tersebut memiliki kewibawaan yang besar di lingkungan masyarakatnya. Kiranya jelas. Akhirnya ternyata lensa yang ditemukannya itu telah mendasari pembuatan mikroskop. kerapkali ditemui orang-orang yang karena kedudukan pengetahuannya sangat dihormati dan dipercayai. kacakaca itu diasah tanpa mengetahui tujuannya. Sukarno sebagai presiden di zamannya dengan berbagai teorinya mengenai politik. pendapat mereka itu kemudian ternyata tidak benar. berbagai pendapat yang dikemukakannya dipandang sebagai kebenaran. yang selama ini diakui kebenarannya oleh banyak orang. Anda pasti mengenal teori evolusi dari Darwin. terutama karena tidak memberikan jaminan untuk sampai pada penemuan kebenaran yang dapat mengembangkan ilmu secara sistematik. Sebagaimana dikatakan di atas cara ini sudah menunjukkan adanya aktivitas manusia dalam mencari kebenaran. Penemuan kebenaran melalui otoritas atau kewibawaan Di dalam masyarakat. walaupun lebih banyak mengandung unsurunsur untunguntungan.Anda mungkin masih ingat salah satu contoh yang dicobakan oleh Robert Kock dengan mengasah kaca hingga terbentuk sebagai lensa. Banyak pendapatnya yang diterima sebagai kebenaran. misalnya sebagai pemimpin atau pemuka adat atau ulama dan lain-lainnya. Di samping itu banyak tokohtokoh sejarah yang karena memiliki otoritas atau kewibawaan di lingkungan masyarakatnya. 3. walaupun berlakunya terbatas selama jangka waktu tertentu. Otoritas ilmiah adalah orang-orang yang biasanya telah menempuh pendidikan formal tertinggi atau yang mempunyai pengalaman kerja ilmiah dalam sesuatu bidang yang cukup banyak. melinkan hanya didasarkan atas pemikiran logis. Pendapat-pendapat mereka sering diterima orang tanpa diuji. Namun. tetapi dapat juga karena keahliannya dalam bidang tertentu. yang pada giliran berikutnya melalui trial and error telah mengantarkan yang bersangkutan pada keberhasilan menemukan basil atau kuman penyakit Tuberculose (TBC). ekonomi dan lain-lainnya.

akan tetapi setelah panen ternyata hasilnya tidak sama dengan yang aslinya. Bagan konsep adalah seperangkat konsep yang dirangkaikan dengan dalildalil hipotesis dan teoritis. Penemuan Kebenaran secara spekulatif Cara ini mengandung kesamaan dengan cara trial and error karena mengandung unsur untung-untungan dalam mencari kebenaran.berguna juga. sehingga kemungkinan gagal lebih besar daripada keberhasilan menemukan kebenaran sebagaimana diharapkan. mendengar atau mengalami tentang . namun dapat pula menyesatkan. Dari penanaman yang cukup banyak untuk jangka waktu tertentu. yang memungkinkan penggunaan cara spekulatif dalam menanam sejenis tanaman di tanah gambut. Menurut Conant yang dikutip Kerlinger (1973:3) akal sehat adalah serangkaian konsep (concepts) dan bagan konseptual (conceptual schemes) yang memuaskan untuk penggunaan praktis bagi kemanusiaan. terutama dalam merangsang dan memberi landasan bagi usaha penemuan-penemuan baru di kalangan orang-orang yang menyangsikannya. Konsep adalah kata-kata yang menyatakan abstraksi yang digeneralisasikan dari hal-hal yang khusus. Oleh karena itu cara ini dapat dikatagorikan sebagai trial and error yang teratur dan terarah. Dalam prakteknya seseorang telah memulai dengan menyadari masalah yang dihadapinya. ternyata dihasilkannya suatu kebenaran bahwa jenis tanaman tersebut dapat tumbuh subur di atas tanah gambut atau sebaliknya. Dengan kata lain yang bersangkutan memilih salah satu dari beberapa kemungkinan pemecahan masalah itu. Kemudian tanpa meyakini betul-betul tentang ketepatan salah satu alternatif yang dipilihnya ternyata dicapai suatu hasil yang memuaskan sebagai suatu kebenaran. 5. Akal Sehat Akal sehat dan ilmu adalah dua hal yang berbeda sekalipun dalam batas tertentu keduanya mengandung persamaan. karena masih memerlukan teknologi yang lebih canggih untuk pengolahan tanahnya. Di atas telah dikemukakan bahwa cara ini mengandung unsur untung-untungan yang sangat dominan. 4. sehingga tidak efektif untuk dipergunakan dalam mengungkapkan kebenaran ilmiah. Dalam hubungan ini sering ditemui orang yang pandangan atau intuisinya tajam. walaupun tanpa meyakini bahwa pilihannya itu sebagai cara yang setepattepatnya. Cara spekulatif seperti itu tidak dapat dilakukan oleh semua orang. Walaupun akal sehat yang berupa konsep dan bagan konsep itu dapat menunjukkan hal yang benar. bagi Anda yang hidupnya dalam lingkungan pertanian pernah mengenal ubi Cilembu yang terkenal karena manisnya. Unsur untung-untungan itu mengakibatkan cara menemukan kebenaran lebih bersifat meraba-raba. Setelah diolah ternyata mengalami kegagalan. Ada beberapa petani yang mencoba menanam ubi Cilembu diluar daerah Sumedang dengan harapan bisa menghasilkan ubi yang manis. Akan tetapi cara inipun tidak dapat diterima sebagai cara ilmiah dalam metode keilmuan karena lebih banyak diwarnai oleh subjektivitas dari orang yang mengemukakan pendapat tersebut. dan mencoba meramalkan berbagai kemungkinan atau alternatif pemecahannya. Salah satu contoh dari untung-untungan adalah ketika pemerintah menyediakan proyek penanaman tahan gambut untuk ditanami dengan pohon yang produktif. Contoh lain. Anda pernah melihat. Sebagai tenaga pendidik.

Filed under: Penelitian. Dengan akal sehat orang cenderung kearah pembuatan generalisasi yang terlalu luas. Anda mungkin sempat menyaksikan televisi tentang jatuhnya benda angkasa yang menghantam beberapa rumah sampai hancur. M. Melalui hukuman dapat berdampak rasa tertekan pada anak. Di sini tidak terdapat langkahlangkah yang sistematik dan terkendali. belum tentu cocok dengan pengalaman atau data empiris.hukuman dan ganjaran dalam pendidikan. dan cenderung mengkambing-hitamkan orang lain atau menyokong sesuatu pendapat . Dengan intuisi. 6. melainkan ganjaran. Orang sering tidak mengendalikan keadaan yang juga dapat terjadi pada keadaan lain. Dengan jatuhnya benda angkasa tersebut Anda langsung percaya bahwa di atas bumi ada berbagai benda yang satu waktu bisa turun ke bumi. kemudian merupakan prasangka. orang cenderung mempersempit pengamatannya karena diwarnai oleh pengamatannya itu. Hasil-hasil penelitian dalam bidang psikologi dan pendidikan menunjukkan bahwa bukan hukuman yang merupakan alat utama dalam pendidikan. Pendekatan Intuitif Dalam pendekatan intuitif orang menentukan “pendapat” mengenai sesuatu berdasar atas “pengetahuan” yang langsung atau didapat dengan cepat melalui proses yang tak disadari atau yang tidak difikirkan lebih dahulu. Pencapaian pengetahuan yang demikian itu sukar dipercaya. padahal sesungguhnya gejala yang diamati itu merupakan akibat dari berbagai hal. PGSD | Tinggalkan sebuah Komentar » PERKEMBANGAN TULISAN SISWA SEKOLAH DASAR Posted on 19 Oktober 2011 by Pakde sofa PERKEMBANGAN TULISAN SISWA SEKOLAH DASAR Dra.Pd .Novi Resmini. Dengan akal sehat. Hal yang demikian itu menyebabkan akal sehat mudah beralih menjadi prasangka. sehingga potensi anak dapat berkembang lebih baik. Metode yang demikian itu biasa disebut metode a-priori. orang memberikan penilaian tanpa didahului sesuatu renungan. Orang sering cenderung melihat hubungan antar dua hal sebagai hubungan sebabakibat yang langsung dan sederhana. Pada abad ke-19 menurut akal sehat yang diyakini oleh banyak pendidik. sedangkan dengan ganjaran dapat menumbuhkan rasa percaya diri pada anak. Dalil-dalil seseorang yang a-priori cocok dengan penalaran. Prasangka Pencapaian pengetahuan secara akal sehat diwarnai oleh kepentingan orang yang melakukannya. Penemuan ilmiah ternyata membantah kebenaran akal sehat tersebut. 7. hukuman adalah alat utama dalam pendidikan.

dan menggunakan ejaan yang tepat dan kaidah-kaidah gramatikal yang benar. Tentu bukanlah hal yang mudah bagi seorang guru untuk mengajarkannya. Menulis akan beranalogi dengan proses berpikir. ada yang membosankan. guru harus mampu secara konstan menilai perkembangan kemampuan anak/siswa yang ada hubungannya dengan perkembangan kemampuan menulis. penulis. pengetahuan. Kemampuan menulis tidak diperoleh secara alamiah tetapi melalui proses belajar mengajar. Agar bermakna. Sedangkan untuk tingkat sekolah dasar sebaiknya dalam setiap hari itu sebaiknya disediakan waktu sekitar 40 sampai 45 menit untuk menulis. Pelaksanaan pengajaran menulis di sekolah dasar terutama di kelas satu dan dua tidak dapat dipisahkan dari membaca permulaan. Pembelajaran menulis di SD dibagi menjadi dua tahap. Berbicara tentang pengajaran menulis permulaan di SD.Pengajaran menulis di sekolah dasar diharapkan dapat membekali siswa dengan kemampuan menulis yang baik. dalam rangka membina kemampuan menulis siswa. keterampilan-keterampilan dan strategi-strategi yang harus menyertainya. yaitu menulis permulaan dan menulis lanjutan. keterampilan menulis hendaknya dibina dan dikembangkan secara berkesinambungan setiap harinya. Seorang anak (siswa) akan mengembangkan kemampuan “menulis” sesuai dengan keragaman pengalaman dan teknik-teknik menulisnya sendiri. Pada mulanya tulisan anak berkembang melalui beberapa cara. tidak terlepas dari perkembangan tulisan anak-anak sebelum mereka memasuki jenjang di kelas satu sekolah dasar. ada yang secara bersinambungan. Oleh karena itu. walaupun membaca dan menulis merupakan dua kemampuan yang berbeda. Melihat kenyataan itu maka “membaca dan menulis” harus dikembangkan sejak dini dan bersamaan. ada pula yang benar-benar luar biasa. . Perkembangan kemampuan menulis terbentuk sejalan dengan keterampilan membaca. proses belajar menulis permulaan ini dilaksanakan setelah siswa mampu mengenal huruf-huruf yang diajarkan. Menulis bersifat produktif sedangkan membaca bersifat reseptif. Untuk dapat menuliskan huruf sebagai lambang bunyi siswa harus berlatih dari cara memegang alat tulis serta menggerakkan tangan dangan memperhatikan apa yang harus ditulis (digambarkan). Anak yang belajar mencoret-coret di atas kertas dalam usia tiga setengah tahun bisa dikatakan sudah mulai belajar menulis. Dengan kata lain. tetapi tulisan itu harus mampu mengoperasikan pemaparan. bisa dibaca. Jadi. Siswa harus dilatih mengamati lambang bunyi tersebut. berurutan. Oleh karena itu. Hanya saja hasil tulisan yang telah ditulis itu belum bermakna. Jadi. harus mempertimbangkan pembaca atau audiens yang akan membaca tulisannya. melalui hasil tulisannya. memahami setiap huruf sebagai lambang bunyi tertentu sampai dapat menuliskanya sampai benar. Menulis merupakan keterampilan yang sangat kompleks bagi seorang anak. guru harus menyediakan waktu untuk kegiatan “menulis” bagi para siswanya secara berkesinambungan setiap harinya minimal 40 sampai 45 menit untuk tingkat sekolah dasar. tetapi bagi anak dalam usia tersebut sudah bermakna. Pada usia 2 atau 3 tahun seorang anak sudah memiliki “specific ideas” (gagasan khusus) untuk bahasa tulis dan bagaimana mengoperasionalkan hal itu melalui membaca dan menulis. Dengan demikian. berkaitan dengan sebuah tulisan tidak hanya bagaimana si penulis menyampaikan sebuah gagasan tentang subyek yang dipilihnya.

menyiapkan tulisan merupakan hal-hal yang sangat terbatas atau pada dasarnya tidak dijumpai sampai mereka mengetahui bahwa lembar yang dihapus dari tulisan mereka dapat dibaca dengan mudah. Kegiatan menulis tampaknya mengalir dari hasil yang tampa kualitas dan setelah draft pertama ditulis. Guru seharusnya duduk dekat dengan siswa secara individu .guru hendaknya menciptakan situasi pembelajaran yang dapat mengajari anak/siswa dapat berpartisipasi aktif dan mengembangkan beragam teknik menulis menurut cara mereka. Dalam hal ini mereka dengan cepat mempelajari konvensi bahasa tulis. 2 dan kelas 3 sekolah dasar. siswa memiliki keterampilan menulis sebagai salah satu kiat berbahasa dan atau kemampuan berkomunikasi melalui bahasa ragam tulis. Secara tidak langsung anak dibina pula penggunaan kebahasaannya untuk menaati asasi kaidah-kaidah kebahasaan yang baik dan benar. Anak-anak kelas satu sekarang sudah mengenal lembaran sebuah draft yang memerlukan pengolahan untuk memperbaiki bacaan dan akhirnya dapat dianggap sebagai penulis. Guru dapat membedakan dan mengevaluasi perubahan tulisan yang berlangsung selama tahun pertama dengan mendata contoh-contoh pekerjaan siswa dan menyimpanya. Pada akhirnya. beberapa anak cemas untuk memulai lagi. dan kelas 6 sekolah dasar. 5. Misalnya. A. Oleh karena itu. Perkembangan Tulisan Siswa Kelas Rendah Perkembangan tulisan anak-anak setelah masuk di kelas satu dan dua sekolah dasar banyak bergantung pada kreativitas guru. Calkins juga menyatakan guru-guru TK dan guru-guru kelas satu hendaknya menciptakan situasi menulis yang menarik. Beberapa guru berpendapat menulis adalah keterampilan yang tidak diajarkan di TK. dan perkembangan tulisan anak-anak kelas tinggi. Oleh karena itu. Untuk penulis-penulis kelas satu. Sejalan dengan perkembangan tulisan anak-anak. yaitu kelas 4. guru diharapkan membekali dirinya dengan kemampuan menulis.. menulis. tanda baca. Mereka memiliki kecenderungan melihat mereka sendiri sebagai penulis. dan menulis lagi. Dalam masa menulis biasanya bagi pemula menulis tiga atau empat baris. ini merupakan kesempatan yang penting untuk seoramg anak ketika menghapus atau mencoret tulisan pada kertas untuk pertama kali. Anak kelas satu ingin menulis. serta upaya-upaya penugasan yang dapat merangsang siswa aktif menulis sehingga siswa mendapat kesemapatan latihan menulis. Bahkan sampai saat ini keinginan yang kuat untuk memulai dan menyelesaikan lembaran dalam waktu singkat masih ada. Guru pun dituntut memiliki kemampuan memilih metode yang sesuai sehingga dapat merangsang kreativitas siswa. berikut ini akan dibahas perkembangan tulisan anak-anak di kelas 1. Misalnya dengan menyiapkan kertas dan amplop untuk menulis surat atau kertas indeks untuk menempelkan objek-objek di ruangan. Anak-anak kelas satu mempunyai keinginan untuk menuliskan idenya pada lembaran kertas dan mengeluarkan pendapatnya yang masih ada di otak mereka. Calkins (1986) menyatakan bahwa anak-anak berpengetahuan awal tentang tulisan. penggunaan ejaan. serta kaidah-kaidah gramatika.

Ketika anak-anak kelas dua menulis tentang kejadian. 1991). Beberapa anak melanjutkan menulis dengan meyakinkan dan antusias seperti yang dikerjakan di kelas satu. Setiap aspek peristiwa yang penting atau tidak hendaknya diberikan perhatian yang yang sama dan sedikit memberikan interpretasi. mereka mulai mengetahui bahwa beberapa benda dapat diterima sedang lainya tidak. (5) menumbuhkan kesadaran terhadap pemenuhan elemen tulisan yang baik. sebab mereka memberikan semua perhatian untuk menikmati aktivitas menulis dan bukanya mencari reaksi pembaca. Bahkan tanda salah yang kecil pun dapat menyebabkan anak membuang kertas dan memulai lagi. Bahkan jika maksud menulis itu untuk mendiskripsikan ulang tahun atau hari raya. (3) mengawali cerita dari berbagai bagian. yakni dalaam tahapan pramenulis sudah mampu (1) memfokuskan gagasannya pada satu topik tertentu. jika guru memuji cerita Maria tentang keranya. gaya. mereka ingin memasukan segalanya seperti pada karangan yang objektif pada suatu peristiwa. (2) berpikir abstrak dengan tidak lagi memerlukan hadirnya contoh konkret. bentuk. Secara lebih rinci dan sistematis Farris (1993:202) menunjukkan profil kemampuan siswa sekolah dasar dalam mengarang berdasarkan proses dan kegiatan menulisnya.1986). terbuka untuk mendapatkan perhatian yang sama seperti menyiapkan makan pagi dan membersihkan kamar tidur. serta menyunting tulisannya sendiri. Anak telah dapat mengaplikasikan konteks komunikatif dalam mengarang seperti bentuk. Pada tahap itu anak-anak telah dapat mempertimbangkan seluruh aspek yang melingkupinya. Pada tahap perbaikan siswa seokolah dasar kelas tinggi sudah mampu (1) melakukan . dan (3) menganjukan pertanyaaan pada dirinya sendiri. (2) menunjukkan kesadaran adanya pembaca. (4) menunjukkn rasa simpati. menulis merupakan aktivitas yang tidak menarik. siswa yang lain mungkin memilih cerita yang mirip tentang binatang dengan harapan guru akan memuji harapan mereka. Suatu contoh. sehingga pengakuan terhadap dirinya mulai terlihat di kelas dua. Bagi anak-anak kelas dua sebaliknya pengesahan dan penerimaan sangatlah penting. Ketika anak meninggalkan dunia egosentris pada tahap operasi konkret. Siswa kelas tinggi sekolah dasar pada proses menulisnya. B. Bagi anak-anak lain. misalnya dari bagian tengah. Satu kata yang salah ejaanya dapat menyebabkan siswa akan melemparkan kertas itu sebelum mencoba menulis lagi. dan suasana.mendiskusikan dan merefleksikan pada pertumbuhan dan kemajuan mereka. pembaca. Pada tahap pengedrafan mereka telah mampu (1) menuangkan gagasannya dalam bentuk draf secara berbeda-beda sesuai dengan sudut pandak. dan tujan penulisan (Kroll dan Wells dalam Tan. membaca. Di kelas dua menulis dapat dibedakan. Anakanak kelas satu jarang mengkhawatirkan tulisan mereka. menghasilkan lembaran cerita yang menjelaskan tentang kehidupan mereka. Anak-anak pada usia ini sering membuat cerita “bed-to bed” yang naratif dalam kejadian-kejadian yang terjadi dari waktu mereka bangun tidur di pagi hari sampai tidur di malam hari (Calkins. dan (6) menulis. Perkembangan Tulisan Siswa Kelas Tinggi Pada usia 11-12 tahun seorang anak telah memasuki tahap integrasi.

strategi. pengetahuan. topik. . Aktivitas merangkai paparan tentang sesuatu ke dalam suatu bentuk tulisan agar dapat dipahami oleh orang lain pada seorang anak berkembang “sejak anak” menguasai kemampuan menyimak dan berbicara. dan bahasa. dari “menggambar aksara” hingga melahirkan tulisan. Berdasarkan pernyataan di atas. dan baru pada tujuannya. Kiat menulis dapat dianalogikan dengan proses perpaduan antara kognitif. keterampilan. (c) Topik: hal-hal yang sedang ”in” pada saat itu bagi anak-anak. Dengan bentuk suatu pola yang paling disukainya. Jadi.kemampuan “menulis” lahir setelah kemampuan menyimak dan membaca. (d) Tujuan: apakah dalam tulisannya itu anak hanya sekedar menyampaikan sesuatu. dan juga kemampuan membaca dirinya. selalu ingin dekat bahkan tidak ingin dipisahkan dari apa yang sedang dikisahkan dalam tulisannya.kemampuan “menulis” tidak diturunkan secara biologis . Baik itu”fungsi maupun bentuk” maka kita harus mampu mengenali: (a) siapa diri anak: maksudnya pada umumnya anak pada tahap-tahap awal. menguraikan sesuatu. (b) audiensi: anak pada tahap awal ini sangat tinggi tingkat ketergantungan pada orang dewasa yang ada di sekitarnya. maka biasanya pemaparan dimulai dari apa yang paling menarik dari dirinya. Kita sadari bahwa tulisan anak (merangkaikan paparan suatu ide untuk disampaikan pada orang lain) sudah dimulai sebelum mereka mampu menuliskannya (menggunakan aksara). berdasarkan hasil simakan yang kemudian direkonstruksikan dengan versinya sendiri.kemampuan “menulis” dapat dibina dan dikembangkan sejak usia dini. Fungsi dan tulisan anak Pada bagian awal telah dikemukakan bahwa sejak usia 2 atau 3 tahun seorang anak sudah memiliki “ specific ideas” untuk ragam “bahasa tulis” dan bagaimana mengoperasionalkan hal itu. mengembangakan kemampuan menulis. Perkembangan tulisan anak itu beranjak secara “spiral” sejalan dengan perkembangan mentalnya. jika kita berniat hendak mengenali suatu tulisan anak. . 1.peyuntingan terhadap tulisannya sendiri. Dari “nonrepresentasional” sampai pada “representasional”. dan (3) mempertimbangkan calon pembacanya. diantaranya: . Kemampuan menerima simakan dan menuturulangkan hasil simakan merupakan bagian dari perkembagan kemampuan menulis atau sebagai titik spiral/perkembangan tulisan anak.kemampuan “menulis” terbentuk sejalan dengan “kemampuan membaca” . (2) mengaplikasikan aspek mekanikal tulisan atau karangan. Demikian tingkat kecemasan/rasa ingin tahu mereka dilakukan dengan mengenali siapa orang-orang yang berada paling dekat dengan anak. Tulisan adalah sosok akhir dari aktivitas seseorang berkiat menulis. melalaui membaca dan menulis. Hal itu akan sangat mempengaruhi tahap perkembangannya. dari “pramelek aksara” hingga “fasih beraksara”. ada beberapa hal yang dapat kita pertimbangkan untuk melihat fungsi dan bentuk tulisan anak. orang lain (lawan tutur). atau mengekspresikan sesuatu.

perkembangan tulisan siswa adalah sebagai berikut. Tahap pramenulis . yakni: (1) Pra-menulis. atau teman-temannya. takut akan membuat atau melakukan koreksi sendiri Sementara itu untuk siswa kelas 4.Berdasarkan uraian di atas. dan narasi Adapun dalam menyampaikan gagasan atau pesan kepada para pembacanya. yakni kelas 3. Tahap pramenulis 1. dan kelas 4. memilih hal-hal atau topik-topik yang paling berkesan pada dirinya sendiri 2. (2) menulis. belum mampu melakukan koreksi secara sendiri 2. eksposisi. Ada lima bentuk dasar cara anak menuangkan gagasan atau pesannya ke dalam sebuah karangan tulisan. 5. Sejalan dengan hal di atas. Tulisan yang dihasilkan oleh anak sudah mampu menyampaikan pesan pada suatu khalayak pembacanya. deskripsi. ide atau gagasan yang disampaikan lebih terfokus pada pemecahan masalah. dan (3) kaji ulang tulisan. 3. Farris (1993) mengidentifikasi perkembangan tulisan anak kelas 3 sekolah dasar berdasarkan tiga tahapan di atas sebagai berikut. 5 dan 6. Perkembangan tulisan anak ini akan dibedakan memjadi dua kelompok. argumentasi. terfokus pada suatau jalan pikiran Tahap menulis 1. dikenal tiga cara. 2. Perkembangan tulisan siswa berdasarkan tahapan proses menulis Siswa sekolah dasar yang telah berada di kelas 3 sampai kelas 6 tentu saja dipandang sudah melewati masa menulis permulaan dan sudah meguasai keterampilan membaca dan menulis permulaan. yaitu bentuk ekspresi. Adapun dasar pengelompokan kami gunakan proses menulis yang terdiri dari tiga tahap. siswa akan membicarakan atau mendiskusikan ide atau gagasan yang akan ditulisnya dengan orang lain. dan kelas 6. yaitu: (1) mengekspresikan (2) bertransaksional (3) berpuisi 2. pemaparan secara sekuensial 3. maka diprediksikan tulisan anak pun sudah dapat memasuki tahap menulis lanjut. belum memiliki refleksi/nalar Tahap kaji ulang tulisan 1. kita dapat mengklasifikasikan “fungsi dan bentuk tulisan anak”.

Jenis pertanyaan yang diajukan atau tugas yang diberikan oleh guru sangat berpengaruh terhadap perkembangan keterampilan berpikir siswa. Namun. mampu membaca. yaitu kurang menuntut siswa untuk mengemukakan gagasannya sendiri. 2. berbagai kaidah 3. Tahap kaji ulang tuiisan 1. cara atau mood. Pertanyaan-pertanyaan tersebut terkadang sangat banyak sehingga terkesan bahwa guru itu sedang menguji siswanya.1. menulis. ide. dan contoh yang tidak hadir/dihadirkan. mampu mempertimbangkan bagian-bagian untuk tulisan yang baik. 3. 4. telah mampu memfokuskan pada suatu topik dengan berbagai pandangan 2. menuliskan masalah. mampu berpikir pada hal-hal yang abstrak. mampu menyadari keberadaan pembantu kaidah Filed under: Bahasa. 5. mampu bertanya pada dirinya sendiri Tahap menulis 1. sudah mampu mempertimbangkan khalayak pembacanya. PGSD | 1 Komentar » Contoh Jenis Pertanyaan Berdasarkan Tingkatan Berpikir Taksonomi Bloom Posted on 4 Oktober 2011 by Pakde sofa Contoh Jenis Pertanyaan Berdasarkan Tingkatan Berpikir Taksonomi Bloom Sering kita mengamati guru yang mengajukan banyak pertanyaan dalam proses pembelajarannya di dalam kelas. istilah-istilah. atau pertanyaan yang membutuhkan hanya satu jawaban tertentu. jenis-jenis pertanyaan yang dilontarkan hanya sebatas pertanyaan yang membutuhkan jawaban ‘ya’ atau ‘tidak’. 6. dan mengedit tulisan. gagasan atau pesan dari berbagai sudut pandang. apabila dicermati. 3. tetapi juga untuk . mampu mengoreksi dan menghubungkan tulisan dengan unsure mekanis. mampu mengedit tulisan sendiri 2. Pertanyaan tersebut sama sekali tidak memberi kesempatan kepada siswa untuk berpikir kreatif. Pertanyaan/tugas tersebut bukan hanya untuk memfokuskan siswa pada kegiatan. mampu menunjukan rasa empati. mampu mengwali penceritaan dari berbagai bagian tulisan.

Kegiatan: mendisain. Kondisi di atas akan terjadi apabila guru cukup selektif dalam menggunakan jenis pertanyaan yang dapat meningkatkan keterampilan berpikir siswa. Kegiatan: membandingkan. merangkum. merencanakan. Memahami Menerangkan ide atau konsep. melakukan. menggambarkan. Mengingat Kegiatan: mengenali. menemukan. Mengkreasi Menghasilkan ide-ide baru.menggali potensi belajar mereka. Kegiatan: menerapkan. Menganalisis Mengolah informasi untuk memahami sesuatu dan mencari hubungan.. Benjamin S. Pada tahun 1950. menggunakan. menemukan. membuat hipotesa. memberi penilaian. evaluatif. membuat daftar. mengelompokkan. menata ulang. Berikut adalah tingkatan berpikir Bloom versi perbaikan. mengajukan pertanyaan. Pertanyaan atau tugas yang memicu siswa untuk berpikir analitis. dan kreatif dapat melatih siswa untuk menjadi pemikir yang kritis dan kreatif. menyebutkan Coba cermmati contoh pertanyaan/tugas berdasarkan tingkatan berpikir Taksonomi Bloom Mata Pelajaran Matematika Bangun 3 Dimensi . mengorganisasi. Kegiatan: memeriksa. Bloom memperkenalkan konsep tingkatan dalam berpikir. Kegiatan: menginterpretasi. Tingkatan berpikir tersebut dapat dipakai guru dalam menyusun pertanyaan atau tugas yang akan diberikan kepada siswa. mengkritik. menerangkan. melaksanakan. bereksperimen. membangun. Mengevaluasi Menilai suatu keputusan atau tindakan. Menerapkan Menggunakan informasi dalam situasi lain. atau cara memandang terhadap sesuatu. produk.

Pada tingkatan berpikir menerapkan contoh: Wawancarailah 10 orang untuk mengetahui serangga yang paling tidak disukai. Pada tingkatan berpikir menganalisis contoh: Pilih dua macam serangga. apakah bangun tersebut tepat digunakan di tempat kamu menemukannya tadi? Mengapa? Pada tingkatan berpikir menganalisis contoh: Terangkan mengapa bangun tadi digunakan di tempat dimana kamu menemukannya. Pada tingkatan berpikir mengevaluasi contoh: Menurutmu. paling sedikit lima alasan. Buatlah grafik dari hasil wawancara tersebut dan simpulkan hasilnya. Pada tingkatan berpikir menerapkan contoh: Carilah benda-benda yang memiliki bentuk yang sama dengan bangun yang kamu pilih tersebut. serangga apa yang jadi pilihanmu? Sebutkan alasannya. Gambar dan beri nama bagian-bagian tersebut. Pada tingkatan berpikir menerapkan contoh: Gambarlah bangun yang kamu pilih tadi. Beri nama untuk bangun barumu dan namailah bagianbagiannya. Pada tingkatan berpikir menerapkan contoh: Pilihlah satu nama serangga. Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Serangga Pada tingkatan berpikir Mengkreasi contoh: Buatlah jenis serangga baru dari bagian-bagian tubuh serangga yang ada. Tulislah hasil perbandinganmu. bandingkan. Buatlah 10 pernyataan tentang serangga tersebut. 5 pernyataan tentang fakta dari serangga tersebut dan 5 lainnya merupakan opini. Berikan kepada temanmu dan minta temanmu . Pada tingkatan berpikir mengevaluasi contoh: Kalau kamu ingin menjadi serangga. Pada tingkatan berpikir mengingat contoh: Sebutkan ciri-ciri dari bangun yang kamu pilih. Tulis di atas kertas yang berbeda.Pada tingkatan berpikir Mengkreasi contoh: Rancanglah suatu bangun baru yang memiliki bagian-bagian yang berasal dari bangun yang kamu pilih tadi.

carilah apa saja kekuatan dan kelemahan masingmasing jenis pasar? Pada tingkatan berpikir menerapkan contoh: Misalkan kamu adalah salah seorang anggota Panitia Peringatan Kemerdekaan RI di sekolahmu dan merencanakan untuk membuat pesta.untuk memeriksa pekerjaanmu. Berikan alasanmu. Pada tingkatan berpikir mengingat contoh: Sebutkan jenis-jenis pasar yang kamu ketahui dan ciri-cirinya. Kirimkan surat itu kepada pemerintah setempat. Buatlah daftar barang-barang yang kamu butuhkan dan putuskan di pasar jenis apa kamu akan membelinya. kelompokkan berdasarkan jenis serangga yang membahayakan dan tidak membahayakan. Pada tingkatan berpikir mengevaluasi contoh: Setujukah kamu apabila semua pasar tradisional diganti dengan pasar modern? Mengapa? Pada tingkatan berpikir menganalisis contoh: Bandingkan kondisi beberapa jenis pasar. Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Sempurna Kau begitu sempurna Di mataku kau begitu indah Kau membuat diriku Akan selalu memujamu Di setiap langkahku ku kan selalu merindukan dirimu Tapi satu bayangkan hidup tanpa cintamu Janganlah kau tinggal diriku Ku tak akan mampu semua . Pada tingkatan berpikir mengingat contoh: Buatlah daftar nama-nama serangga. Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Pasar Pada tingkatan berpikir Mengkreasi contoh: Buatlah usulan perubahan/perbaikan yang dapat membuat pasar di sekitar rumahmu menjadi lebih baik. Pada tingkatan berpikir menerapkan contoh: Cari nama-nama pasar yang kamu ketahui dan kelompokkan menurut jenisnya.

” And with that. “You stupid fool! So you think you’ve got me. he had an idea. One of them was Crocodile. Crocodile lived in a river in the forest. You’re biting a twig – not my leg. too. Kancil was errified. “A nice meal. He believed the cunning mouse-deer. mungkin ibu atau gurumu yang sesuai dengan isi lagu tersebut! Pada tingkatan berpikir menerapkan contoh: Rangkumlah isi lagu tersebut! Pada tingkatan berpikir mengingat contoh: Temukan dua kata yang bermakna kias! Mata Pelajaran Bahasa Inggris Kancil and Crocodile Kancil was a clever mousedeer. Kancil went to the river. “I tricked you!”. Then. . He caught one of Kancil’s legs. Then. oh sayangku Engkau begitu sempurna Dinyanyikan oleh: Gita Gutawa Pada tingkatan berpikir Mengkreasi contoh: Tulislah sebuah puisi tentang seseorang yang kamu kirimi surat! Pada tingkatan berpikir mengevaluasi contoh: Selama ini sikap baik apa yang sudah kamu lakukan kepada seseorang yang kamu kirimi surat? Pada tingkatan berpikir menganalisis contoh: Bandingkan perasaanmu antara kepada temanmu dengan kepada seseorang yang kamu kirimi surat! Pada tingkatan berpikir menerapkan contoh: Tulislah surat untuk seseorang. Crocodile could not see well. he crawled behind Kancil and grabbed him. this is my leg. Crocodile saw Kancil.Hanya bersamamu ku akan bisa Kau adalah darahku Kau adalah jantungku Kau adalah hidupku Engkau di diriku. Now. Kancil bathed and splashed about in the water. he showed Crocodile the twig. He picked it up and said. and he wanted to have a bath. He had many enemies. It was a very hot day. He was a very stupid creature. He freed the mousedeer’s leg and snapped upon the twig.” he thought.” Ha! Ha!” he laughed. one day. Kancil ran out of the water immediately. Here. He saw a twig floating near him.

Pada tingkatan berpikir Mengkreasi contoh: Compose a letter of apology from Kancil to Crocodile. Pada tingkatan berpikir memahami contoh: What examples from the story show that Kancil was a cunning animal? Pada tingkatan berpikir mengingat contoh: Why did Kancil go to the river? Filed under: Contoh/daft/format. GURU. Soal latihan | 2 Komentar » Halaman Berikutnya » • Translate Blog Mendengar Tilawatul Quran sambil Ngenet Belajar Alquran ONLINE (terjemahan. Pada tingkatan berpikir mengevaluasi contoh: Do you think Kancil has done the right thing? Why? Pada tingkatan berpikir menganalisis contoh: In what ways are Kancil and Crocodile different? Pada tingkatan berpikir menerapkan contoh: Change the sentences in one of the paragraphs into the present tense. PGSD. dan bacaan) KLIK DI SINI ANDA INGIN MENJELAJAH SELURUH ISI MATERI BLOG INI SILAKAN KLIK DISINI ATAU SILAKAN KLIK PADA GAMBAR DI BAWAH INI .

MTsN Mrican. Kediri alumni 1979 3. SDN 1 Tiron. Kediri alumni 1976 2. bergabung jalin silatur rahim saling berbagi • Kampanyekan anti narkoba ambil logo berikut tempatkan di blog anda Ambil Kode logo Pakde Sofa is a fan of . Pasca UNY Alumni 2003 7. SPGN Kediri Alumni 1983 4. IKIP SBY di Kediri Alumni 1984 5.• Tulisan Terbaru o o o o o • Perbedaan Komunikasi Massa dan Privat Bagaimana Berkomunikasi yang Manusiawi Aksioma Dasar Komnikasi Pembelajar Dewasa Berbeda dengan Pembelajar Anak Downnload Program Pintar Basing JIKA Anda Alumni dari salah satu sekolah di bawah ini 1. UT di Nunukan Alumni 1998 6. Banyakan. Peserta Diklat CAKEP III di Surabaya 2001 Tolong KONTAK KAMI melalui weblog ini.

Video pembuatan garam dg cara merebus air sumur • • ALHADIST Shahih Shahih Sunan Sunan Sunan Sunan Musnad Muwatha’ Sunan Darimi Abu Ibnu Bukhari Muslim Daud Tirmidzi Nasa’i Majah Ahmad Malik Blog pada WordPress.com. Tema: Digg 3 Column oleh WP Designer. Ikuti . Perbatasan Malaysia Indonesia di Krayan 2.The House of Allah CARI ILMU VIA Foto di face book 1. Perbatasan Malaysia Indonesia di Sebatik Kab Nunukan 3. My Family 4.Ka'aba . Gua Selomangleng 5.

com . Bergabunglah dengan 270 pengikut lainnya. Powered by WordPress.Follow “CARI ILMU ONLINE BORNEO” Get every new post delivered to your Inbox.

kursi dan media pembelajaran yang akan digunakan. Kedua unsur tersebut menjadi perhatian utama guru dalam melakukan kegiatan pembelajaran di dalam kelas. Untuk itu diperlukan pemahaman dan keterampilan guru dalam mengatur kedua unsur tersebut. Disadari atau tidak. adalah sejumlah perilaku yang mungkin muncul dan akses-akses yang memungkinkan terjadinya gangguan dari sikap dan perilaku siswa di dalam kelas. melaksanakan dan menilai keberhasilan dan kegagalan usahanya. alangkah lebih baik apabila dalam praktek usahanya Mereka menerapkan pemahaman yang mendalam tentang ilmu manajemen. Akan tetapi. Dalam modul kedua ini disajikan sejumlah konsep dan teori tentang manajemen kelas yang dapat dijadikan sebagai bahan acuan guru dalam mempelajari apa dan bagaimana manajemen kelas itu. tentu saja memerlukan manajemen yang professional. Unsur non-manusia mencakup keseluruhan unsur fisik kelas. tentu usahanya akan lebih terarah dan lebih mudah mencapai tujuan. untuk dapat memiliki keterampilan tersebut maka guru harus terus menerus mencoba dan mempraktekan untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan yang dirasakannya serta mencari bentuk-bentuk baru sebagai bentuk inovasi dalam kegiatan manajemen kelas. pemahaman yang dimaksudkan adalah guru harus mempelajari dan mendalami teori-teori dari kegiatan manajemen kelas yang dimaksudkan. Unsur manusia.Konsep Dan Kegiatan Manajemen Kelas Siapapun yang menjalankan usaha tentu telah melaksanakan serangkaian kegiatan merencanakan. kedua unsure tersebut memiliki kedudukan yang sama penting guna mendukung tercapainya tujuan pembelajaran yang dikehendaki. akurat dan lengkap sehingga dapat dijadikan bahan pembelajaran bagi tindakan selanjutnya. Sedangkan keterampilan adalah kemampuan yang dapat dipraktekan oleh guru. Secara garis besar kondisi fisik kelas dan sosio-emosional siswa akan mempengaruhi jalannya kegiatan belajar siswa dan kegiatan mengajar guru. langkah yang teratur dan keberhasilan dan kegagalan dapat mudah dievaluasi dengan benar. Organisasi sekolah sebagai lembaga yang bukan saja besar secara fisik. Mengelola kelas adalah kegiatan mengatur sejumlah sumber daya yang ada di kelas sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran yang ingin dicapai secara efektif dan efisien. Kegiatan pengaturan sumber daya yang dilakukan di dalam kelas mencakup unsur manusia dan non-manusia. Dalam proses belajar mengajar di kelas. mereka telah menempuh proses manajemen. tetapi juga mengemban misi yang besar dan mulia untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. sedangkan yang tidak langsung seperti keadaan ruangan kelas. Pengaturannya harus disesuaikan dengan bahan dan tujuan yang akan dicapai dari kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan. Unsur yang mendukung langsung seperti meja. Selanjutnya diharapkan guru dapat . Ilmu manajemen apabila dipelajari secara komprehensif dan diterapkan secara konsisten memberikan arah yang jelas. pentilasi dan unsur fisik lainnya. Karena keberlangsungan kegiatan pembelajaran berhasil tidaknya akan sangat ditentukan oleh keteraturan dari kedua unsur tersebut. ruangan dan seluruh fasilitas yang ada di kelas baik yang akan dipergunakan langsung dalam proses pembelajaran maupun yang tidak langsung. sebelum melaksanakan kegiatan pembelajaran ada hal yang harus dilakukan oleh guru yaitu mengelola kelas.

management may be defined as the process by which the execution of a given purpose is put into operation and supervised. Dengan demikian terdapat tiga fokus untuk mengartikan manajemen yaitu: a) manajemen sebagai suatu kemampuan atau keahlian yang selanjutnya menjadi cikal bakal manajemen sebagai suatu profesi. d) Stoner (1992:8) manajemen merupakan proses perencanaan. manusiawi dan konseptual. c) Hersey dan Blanchard (1988:144): merupakan suatu proses bagaimana pencapaian sasaran organisasi melalui kepemimpinan. b) Rue dan Byars (1996:9). c) manajemen sebagai seni tercermin dari perbedaan gaya (style) seseorang dalam menggunakan atau memberdayakan orang lain untuk mencapai tujuan. sebagai management as working with and through individuals and growth to accomplish organizational goals. i) Sudjana (2000:77). manajemen merupakan ilmu dan seni . Setiap ahli memberi pandangan yang berbeda tentang batasan manajemen. pengorganisasian. Hal tersebut dilaksanakan oleh orang atau beberapa orang yang ada dalam organisasi dan diberi tugas untuk melaksanakan kegiatan tersebut. a) Encyclopedia of the social sciences (1957).mempraktekannya secara langsung di dalam kelas sehingga dapat memahami secara jelas tentang manajemen kelas itu. pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Berikut ini merupakan definisi manajemen dari beberapa ahli yang mencerminkan ketiga fokus tersebut. management is a process that invalesguiding or directional group of people toward organizationl goals or objectivitas. f) Balderton (1957) management is stimulating. b) manajemen sebagai proses yaitu dengan menentukan langkah yang sistematis dan terpadu sebagai aktivitas manajemen. management in the process of directing and facilitating in the work of people organization in formal group to achiave a desired goal. e) Millet (1954). manajemen merupakan rangkaian berbagai kegiatan wajar yang dilakukan seseorang berdasarkan norma-norma yang telah ditetapkan dan dalam pelaksanaannya memiliki hubungan dan saling keterkaitan dengan lainnya. management is getting things done through the effort of other people. and directing of human effort to utilize effectively materials and facilities to attain an objective. karena itu tidak mudah memberi arti universal yang dapat diterima semua orang. j) Manajemen sebagai suatu seni yang tercermin dalam pengertian yang dikemukakan American Society of mechanical Engineers. g) Terry (1972). Namun demikian dari pikiran-pikiran ahli tentang definisi manajemen kebanyakan menyatakan bahwa manajemen merupakan suatu proses tertentu yang menggunakan kemampuan atau keahlian untuk mencapai suatu tujuan yang di dalam pelaksanaannya dapat mengikuti alur keilmuan secara ilmiah dan dapat pula menonjolkan kekhasan atau gaya manajer dalam mendayagunakan kemampuan orang lain. h) Blanchard (2001:3). Manajemen sebagai suatu ilmu menekankan perhatian pada keterampilan dan kemampuan manajerial yang diklasifikasikan menjadi kemampuan/keterampilan teknikal.

manajemen kelas adalah segala usaha yang diarahkan untuk mewujudkan suasana belajar mengajar yang efektif dan menyenangkan serta dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan baik sesuai dengan kemampuan. sekolah dan faktor lingkungan yang mempengaruhinya. memahami. Manajemen atau pengelolaan diartikan proses penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran. Dengan demikian. yang memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin. Dalam arti luas kelas dapat pula diartikan sebagai kegiatan pembelajaran yang diberikan oleh guru kepada murid-murid dalam sutau ruangan untuk sutau tingkat tertentu pada jam tertentu. Atau dapat dikatakan bahwa manajemen kelas merupakan usaha sadar untuk mengatur kegiatan proses belajar mengajar secara sistematis. Mewujudkan situasi dan kondisi kelas. akan tetapi juga menunjukan kegiatan pembelajaran yang berlangsung. Sekarang aktivitas guru yang terpenting adalah memanaj.mengorganisasi dan memimpin usaha manusia. menerapkan pengawasan dan pengendalian tenaga serta memanfaatkan bahan alam bagi kebutuhan manusia. pengaturan ruang belajar. Dengan demikian manajemen merupakan kemampuan dan keterampilan khusus yang dimiliki oleh seseorang untuk melakukan suatu kegiatan baik secara perorangan ataupun bersama orang lain atau melalui orang lain dalam upaya mencapai tujuan organisasi secara produktif. Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi pembelajaran. emosional dan intelektual siswa dalam kelas. Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan sosial. Konsep dasar yang perlu dicermati dalam manajemen kelas adalah penempatan individu. mendiagnosis dan kemampuan bertindak menuju perbaikan suasana kelas terhadap aspek-aspek manajemen kelas. budaya serta sifat-sifat individunya. tiap bangunan sekolah di bagi kedalam ruangan-ruangan bagunan yang menunjukan ruangan kelas. Mengelola kelas merupakan keterampilan yang harus dimiliki guru dalam memutuskan. mengatur atau mendisiplinkan peserta didik adalah tindakan yang kurang tepat lagi untuk saat ini. penyiapan sarana dan alat peraga. Tugas guru seperti mengontrol. 2. mengorganisir dan mengkoordinasikan segala aktivitas peserta didik menuju tujuan pembelajaran. Menurut Dirjen Dikdasmen yang menjadi tujuan manajemen kelas adalah : 1. Usaha sadar itu mengarah pada penyiapan bahan belajar. efektif dan efisien. mewujudkan situasi/kondisi proses belajar mengajar dan pengaturan waktu sehingga pembelajaran berjalan dengan baik dan tujuan dapat tercapai. Kelas yang dimaksudkan disini adalah mencakup kedua pengertian tersebut. ekonomi. baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar. Dalam arti sempit kelas menunjukan suatu ruangan (dibatasi 4 dinding) atau tempat dimana murid-murid belajar. Management is the art and science of organizing and directing human effort applied to control the forses utilizes the materials of nature for the benefit of man. kelompok. Membina dan membimbing siswa sesuai dengan latar belakang sosial. . Sedangkan kelas diartikan secara umum sebagai sekelompok siswa yang ada pada waktu yang sama menerima pelajaran yang sama dari guru yang sama pula. 4. 3. yaitu hanya sebagai ruangan yang menunjukan tingkatan tertentu.

(Raka Joni : 1) Pengelolaan kelas adalah berbagai jenis kegiatan yang senagaja dilakukan oleh guru dengan tujuan menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal bagi terjadinya proses belajar mengajar. Pengelolaan kelas yang mengharuskan guru melaksanakan berbagai tugas : 1. Merawat 8. situasi kelas.Seperangkat kegiatan guru untuk mengembangkan tingkah laku peserta didik yang diinginkan dengan mengurangi tingkah laku yang tidak diinginkan (pendekatan perubahan perilaku) .Seperangkat kegiatan guru untuk menciptakan dan mempertahankan ketertiban suasana kelas melalaui penggunaan disiplin (pendekatan otoriter) .Seperangkat kegiatan guru untuk menciptakan dan mempertahankan ketertiban suasana kelas melalui intimidasi pendekatan intimidasi) . (Alam S : 1B) Pengelolaan kelas adalah segala kegiatan guru di kelas yang menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal bagi terjadinya proses belajar. Mengendalikan 6. Waktu . Mengkomunikasikan 7. manajemen kelas adalah : .Seperangkat kegiatan guru menciptakan suasana kelas dengan cara mengikuti petunjuk/resep yang telah disajikan (pendekatan buku masak) . Perencanaan 2. pengaturan ruangan dan peralatan. dan pengelompokan siswa dalam belajar. (M Entang : 1) Manajemen Kelas adalah kegiatan pengelolaan perilaku murid-murid. sehingga murid-murid dapat belajar. pengaturan waktu. Memupuk Melibatkan penggunaan unsure variable tertentu 1. Manajemen Kelas adalah rentetan kegiatan guru untuk menumbuhkan dan mempertahankan organisasi kelas yang efektif.Seperangkat kegiatan guru untuk menumbuhkan dan mempertahankan organisasi kelas yang efektif (pendekatan sistem sosial) Pengelolan sekolah adalah segala usaha yang diarahkan untuk mewujudkan suasana belajar mengajar yang efektif dan menyenangkan serta dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan baik dan sesuai dengan kemampuan. yaitu meliputi : tujuan pengajaran. tindakan selektif dan kreatif. Mengorganisir 3. Mengarahkan 5.Seperangkat kegiatan guru untuk mengembangkan hubungan interpersonal yang baik dan iklim sosio-emosional kelas yang positif (pendekatan penciptaan iklim sosioemosional) .Seperangkat kegiatan guru untuk menciptakan suasana kelas yang efektif melalui perencanaan pembelajaran yang bermutu dan dilaksanakan dengan baik (pendekatan instruksional) .Adapun aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam manjemen kelas adalah sifat kelas. Mengkoordinasi 4. pendorong kekuatan kelas.Seperangkat kegiatan guru untuk memaksimalkan kebebasan siswa (pendekatan permisif) .

Di sekolah di luar kelas 3.>>>baca Pendidikan dan Peningkatan Kualitas Moral Bangsa. Antar pesan dan kepribadian 3. Di luar sekolah 2. Dengan murid memupuk perkembangan pengendalian diri tanpa perintah 6. Tujuan 6. Orientasi tugas 2. Kewenangan + Tanggungjawab 6. Personel 4. Antar kepribadian 6. Pencapaian tujuan secara efektif 2. ruang 3.C. Besarnya kelompok 2.>>>baca .>>>baca Fitur Umum Anak Anak dalam Mempelajari Bahasa Inggris di SD. Efisiensi 3. Kesetiakawanan kelompok 4. Kecukupan ruang dan sumber Menurut cara-cara yang dipengaruhi oleh pandangan ideologis sekolah dan guruguru 1. Antar peran 5. Usia dan latar belakang murid 3. Antar kepribadian 6. Antara kelompok dan individu-individu 4. bahan 5. Orientasi individu 3. Orientasi Kelompok Model Konseptual Pengelolaan Kelas (M. Imbalan dan hukuman Dalam berbagai konteks 1.2.>>>baca Fungsi Guru dalam Manajemen Kelas. Di kelas tanpa murid 4. KBM di kelas Dalam mewujudkan nilai-nilai tertentu 1. Antar sekolah dengan kebudayaan 2. Antar tujuan jangka pendek dan jangka panjang Melalui pemecahan sejumlah ketegangan 1. Wrag : 1997) Tulisan Lain     Mengenal Pembelajaran Kooperatif. Antar peran 5. Antar kelompok dan individu 4. Antar keadaan sekarang dan yang akan datang Yang berbeda sifat dan keseriusannya menurut factor-faktor situasional 1. Dengan murid peraturan tapi tanpa perintah 5. Konteks organisasi 5.

(Sumber : Undang-undang No. 2 Afiliasi Hubungan antara seseorang atau badan hukum dengan satu orang atau lebih.>>>baca Filed under: GURU. PEMBELAJARAN. sektor swasta dan organisasi-organisasi masyarakat dalam segala bidang kepada masyarakat. atau sebaliknya dengan memanfaatkan adanya kebersamaan kepemilikan saham atau kebersamaan pengelolaan perusahaan (Sumber : UndangUndang Nomor 2 Tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian). sedemikian rupa sehingga salah satu dari mereka dapat mempengaruhi pengelolaan atau kebijaksanaan dari orang yang lain atau badan hukum yang lain. sehingga membentuk wilayah baru yang tidak terencana secara sempurna ) 4 Akuisisi Pengambilalihan kepemilikan suatu bank. administrasi perencanaan merupakan bagian yang sangat penting diproses perencanaan dan realisasi rencana. 3 Aglomerasi Gabungan. dapat berupa kawasan industri. Interaksi PBM. permukiman. swasta dan masyarakat yang terkait di wilayah perencanaan. 10 Tahun 1998 tentang Perubahan atas UU No. atau badan hukum lain. proses perencanaan dan pengaturan pelaksanaan segala kegiatan atau tindakan yang diperlukan untuk mengefektifkan atau mengimplementasikan perencanaan. (Hasil Seminar Nasional “Tata Pemerintahan Kota yang Baik” Mei 2001) 6 Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) Merupakan perwujudan kewajiban suatu instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan/kegagalan misi organisasi dalam mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan melalui alat pertanggungjawaban secara periodik. Nomor 1 Tahun 2001) 7 Amdal Regional Hasil analisis mengenai dampak penting suatu usaha atau kegiatan yang . system ini merupakan suatu proses dan prosedur yang melibatkan berbagai lembaga pemerintahan. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan) 5 Akuntabilitas Merupakan salah satu prinsip dari sepuluh prinsip Good Governance yang berarti meningkatkan akuntabilitas para pengambil keputusan di pemerintahan. dan lain-lain ( yang dapat saja tumbuh melewati batas administrasi kawasan masing-masing. sehingga perlu dipahami oleh seorang perencana. kumpulan dua atau lebih pusat kegiatan. PGSD | 1 Komentar » 100 Istilah dalam Pemerintahan Posted on 6 Agustus 2011 by Pakde sofa 1 Administrasi Perencanaan Sistem pengaturan dan penyelenggaraan perencanaan tata ruang serta realisasi rencananya. DownLoad E-Book Kumpulan Cerpen AA Navis dan lain lain. tempat pengelompokan berbagai macam kegiatan dalam satu lokasi atau kawasan tertentu. perdagangan. (Media Internal Ditjen Otda-Info Otda.

(Makalah “Partisipasi Stakeholders : Teori dan Prakteknya di Indonesia”. 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup) Angka Harapan Hidup Waktu Lahir Perkiraan rata-rata lamanya hidup sejak lahir yang akan dicapai oleh sekelompok penduduk. seperti asosiasi pengusaha. kekerasan. (Sumber : Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. misalnya juga suatu daerah yang dilayani oleh suatu sistem angkutan umum.direncanakan terhadap lingkungan hidup dalam satu kesatuan hamparan ekosistem zona rencana pengembangan wilayah sesuai rencana umum tata ruang daerah dan melibatkan kewenangan lebih dari satu instansi yang bertanggung jawab. Depdagri. 8 AMPEK (Anak-Anak Yang Membutuhkan Perlindungan Khusus) Terjemahan dari Children in Need Special Protection (CNSP). Puskesmas. eksploitasi. misal : area pelayanan sekolah SD atau SMP atau SMA. (Sumber : Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. Kantor Pos. pada Lokakarya Pertisipasi Masyarakat dalam Perumusan Kebijakan Publik. (Sumber : Menual Teknis Operasinal (MTO) Pengembangan dan Pemanfaatan IPM dalam Perencanaan Pembangunan Daerah Ditjen Bina Bangda 1998). Pasar dan lain sebagainya. 523/KPTSI/693 Tgl. 15 Asosiasi Usaha Berdasakan Topik Tertentu Stakeholders (lihat Stakeholders) dalam kebijakan usaha kecil dan menengah yang dibentuk berdasarkan suatu topik atau fungsi spesifik. yang dapat dijadikan sebagai acuan oleh berbagai pihak yang berkepentingan. asosiasi wirausaha perempuan atau asosiasi wira usaha muda. 9 Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL) Telaahan secara cermat dan mendalam tentang dampak besar dan penting suatu rencana usaha atau kegiatan. 13 Areal Pengusahaan Hutan Areal hutan yang telah dibebani Hak Pengusahaan Hutan atau Hak Pengusahaan Hutan Tanaman Industri (Sumber : Keputusan Menteri Kehutanan Ni. 2002). 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup) 10 Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) Kajian mengenai dampak besar dan penting suatu usaha dan / atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan / atau kegiatan. 16 Asosiasi Usaha Berdasarkan Sektor Tertentu . 12 Area Pelayanan Dalam Ilmu Perencanaan Kota Istilah ini menyatakan area layanan suatu unit kelembagaan. sebagai komponen program ketiga dari program kerjasama RI-UNICEF periode 2001-2005 yang bertujuan untuk meningkatkan perlindungan sosial dan hukum bagi anak usia 0-18 tahun yang beresiko terhadap semua bentuk diskriminasi. penyalahgunaan dan penelantaran. 16 September 1993 tentang Pedoman Perlindungan Hutan di Areal Pengusahaan Hutan). 14 ASIA (Analisis Situasi Ibu dan Anak) Suatu analisis yang bertujuan untuk melihat kondisi obyektif tentang anak dan perempuan di Kabupaten/Kota berdasarkan kelompok umur sasaran dalam siklus kehidupan keluarga dan dinaksudkan sebagai basis perencanaan program-program pembangunan SDM Dini.

19 Badan Kerjasama BUMD Seluruh Indonesia (BKS-BUMDSI) Wadah/forum kerjasama BUMD di seluruh Indonesia baik yang telah berbadan hukum atau belum berbadan hukum dengan tujuan mengembangkan dan memberdayakan usaha anggotanya. 2001) 21 Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Instansi pemerintah pusat yang menangani kegiatan penanaman modal dalam rangka penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA). (Sumber : Informasi Ringkas Program PSKP. (Makalah “Partisipasi Stakeholders : Teori dan Prakteknya di Indonesia”. mengakumulasikan keahlian khusus dan membangun pelayanan spesifik begi anggotanya jauh lebih mudah bagi suatu asosiasi sektor tunggal. (Makalah “Partisipasi Stakeholders : Teori dan Prakteknya di Indonesia”.(Sumber : Kepmendagri No. 539. Depdagri.Stakeholders (lihat Stakeholders) dalam kebijakan usaha kecil dan menengah yang cenderung lebih berorientasi pada isu nasional. Dirjen Perumahan dan Permukiman. akan tetapi belum diajukan pertanggungjawabannya (sekaligus penggantian) ke pemberi pinjaman. pada Lokakarya Pertisipasi Masyarakat dalam Perumusan Kebijakan Publik. Koperasi merupakan salah satu contoh dari Asosiasi Usaha Lokal. 22 Badan Perwakilan Desa (BPD) Lembaga yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999. Depdagri. 18 Backlog Pengeluaran yang sudah membebani rekening khusus. mentakan kepedulian bersama dengan tetap menghargai hak orang lain untuk berbuat yang sama. 2002). pada Lokakarya Pertisipasi Masyarakat dalam Perumusan Kebijakan Publik. BPD merupakan salah satu unsur pemerintah desa selain Kepala Desa. BPD mempunyai 4 fungsi (1) mengayomi adat istiadat. untuk memenuhi kebutuhan atau memperjuangkan kepentingan bersama. Dep. 2002). 5 Tahun 1962 tentang Perusahaan Daerah dan Peraturan Pelaksanaannya) 24 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) . 23 Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) atau Perusahaan Daerah (PD) Perusahaan yang pendiriannya diprakarsai oleh Pemerintah Daerah yang modalnya untuk seluruhnya atau untuk sebagian merupakan kekayaan daerah yang dipisahkan. (3) menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat. 17 Asosiasi Usaha Lokal Stakeholders (lihat Stakeholders) dalam kebijakan usaha kecil dan menengah yang lebih memfokuskan diri pada pembangunan lokal dan isu kebijakan. Memformulasikan suatu agenda lobi. (Sumber : UU No. serta (4) melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan Pemerintah Desa. (Sumber : Rancangan Kepmendagri tentang Pedoman Teknis Prosedur dan Mekanisme Investasi Daerah). meskipun mereka memiliki struktur atas pada tingkat regional dan nasional.05-93 Tanggal 12-8-1997 tentang Kepengurusan BKS-BUMDSI) 20 Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Suatu institusi masyarakat atau organisasi masyarakat warga di tingkat kelurahan yang diprakarsai dan dikelola secara mandiri oleh warga. Kimpraswil. memecahkan persoalan bersama. (2) membuat peraturan desa. meskippun mereka memiliki basis regional yang kuat dalam kelompok industri tertentu.

25 Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Setiap bahan yang karena sifat atau konsentrasi. 26 Bahu Jalan / Ambang Pengaman Jalan (Struktur bagian dari jalan) yang berdampingan dengan jalur gerak untuk melindungi perkerasan. dan/atau ekosistem yang telah mengalami degradasi yang keseluruhan unsur alamnya dilindungi dan dilestarikan bagi kepentingan penelitian dan pendidikan. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup). (Sumber : SKB Menteri Keuangan dan Meneg PPN?Ketua BAPPENAS No. pengendali tingkat laku air akibat alami atau buatan. singkatan dari bandar udara 30 Bangunan Hidrolik/Air Bangunan. 48/KMK. 004/Ket/1/1987 tentang Tata Cara Pelaksanaan dan Penata Usahaan Pinjaman dan atau Hibah Luar Negeri Dalam Rangka Pelaksanaan APBN). 27 Baku Mutu Lingkungan Hidup Ukuran batas atau kadar makhluk hidup. kesehatan. zat. 5 Tahun .012/1987 dan No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup). menjamin. seperti waduk atau kolam air. 5 Tahun 1990 tentang Konversi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya) 33 Cagar Biosfer Suatu kawasan yang terdiri dari ekosistem unik. bendungan dan sebagainya. untuk menanggulangi kekurangan air waktu kemarau dan kelebihan waktu penghujan. baik secara langsung maupun tidak langsung.(Sumber : Undang-undang No. 29 Bandara Lapangan dan gedung terminal. mendarat dan parkir. (Sumber : Undang-Undang No. (Sumber : Undang-undang No. Kep. parkir dan kadang-kadang dipakai oleh pejalan kaki atau bersepeda. jumlahnya. kebebasan samping dan menyediakan ruang untuk tempat berhenti sementara. satwa dan ekosistemnya atau ekosistem tertentu yang perlu dilindungi dna perekembangannya berlangsung secara alami. 28 Banaj Tanah/Lahan Lembaga yang membebaskan tanah/lahan perkotaan diupaya membantu pengelolaan (menyediakan dan mengendalikan penggunaan tanah/lahan ruang kota sesuai rencana. kelangsungan hidup manusia serta makhluk hidup lain. Perusahaan Umum (Perum).Perusahaan Jawatan (Perjan). Perusahaan Perseorangan Terbatas (Persero) atau badan usaha lainnya yang dibentuk dengan peraturan perundang-undangan tersendiri. 31 Barang Negara Barang bergerak dan barang tidak bergerak yang dimiliki/dikuasau oleh instansi pemerintah pusat yang sebagian atau seluruhnya dibeli atas beban anggaran pendapatan dan belanja negara serta perolehan lain yang sah. dapat mencemarkan dan/atau merusakkan lingkungan hidup. (Sumber: Lampiran Kepmendagri dan Otonomi Daerah Nomor 11 Tahun 2001) 32 Cagar Alam Kawasan suaka alam yang karena keadaan alam mempunyai kekhasan tumbuhan. tempat pesawat udara berangkat. energi atau komponen yang ada atau harus ada dan atau unsur pencemar yang ditenggang keberadaannya dalam suatu sumber daya tertentu sebagai unsur lingkungan hidup. (Sumber : Undang-undang No.

35 Category Jenis pengeluaran dalam suatu proyek yang dibayar oleh pinjaman/loan yang bersangkutan. 2000). Papua. Maluku dan Maluku Utara. daerah sekitar sungai. (makalah “Permasalah dalam Capacity Building Daerah”.A. 39 Currency Mata uang.(Sumber : The World Bank. meliputi punggung bukit atau gunung yang merupakan tempat sumber air dan semua curahan air hujan yang mengalir ke sungai. Dirjen Bangda. . External Debt Management. halaman 83). 43 Daerah Khusus Daerah-daerah yang berdasarkan amanat GBHN 1999 perlu ditangani secara khusus dalam rangka menuntaskan gejolak konflik yang mengarah pada disintegrasi dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. misalnya civil works. 34 Capacity Building atau Pembangunan Kapasitas Pembangunan atau peningkatan kemampuan (capacity) secara dinamis untuk mencapai kinerja dalam menghasilkan out-put dan out-come pada kerangka tertentu.(Sumber : Surat Mendagri No. sehingga merupakan satu kesatuan dengan sungai dan anak-anak sungainya yang melalui daerah tersebut di fungsinya untuk menampung air yang berasal dari air hujan dan sumber-sumber air lainnya yang penyimpanannya serta pengalirannya dihimpun dan ditata berdasarkan hukum-hukum alam sekelilingnya demi kesinambungan daerah tersebut. Metide ini mencakup upaya untuk melakukan keterpaduan program-program pembangunan lintas sektoral yang dimotori oleh instansi terkait. Oleh Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia. 40 Daerah Ruang yang merupakan kesatuan geografis beserta segenap unsur yang terkait padanya yang batas dan sistemnya ditentukan berdasarkan aspek fungsional 41 Daerah Aliran Sungai (DAS) Suatu daerah tertentu yang bentuk dan sifat alamnya sedemikian rupa. yakni Aceh. sampai daerah dataran dan muara sungai. 690/448/PUMDA tanggal 6 Juli 2000 perihal Pedoman Penyusunan Corporate Plan bagi PDAM). (Paduan Pemerintah Daerah dalam Pemberdayaan Masyarakat. menyeluruh dan berkesinambungan untuk jangka waktu tertentu yang disusun oleh BUMD yang bersangkutan dengan memperhatikan potensi dan kendala yang ada serta lingkungannya. 38 Crash Program Method Salah satu metode yang dijadikan azas pemberdayaan masyarakat dalam realisasi program dan kegiatan Pemerintah Daerah. equipment dan sebagainya.1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya). 2001). 36 Commitment Fee Biaya yang dikenakan kepada peminjam atas dana pinjaman yang sudah tersedia akan tetapi belum ditarik. training. 37 Corporate Plan BUMD Suatu pedoman bagi rencana pengembangan BUMD yang mendasar. valuta asing sebagai alat bayar yang diterima oleh semua negara. 42 Daerah Inti Daerah yang mempunyai ciri potensi pertumbuhan ekonomi tinggi. T.

49 Ekosistem Sumber Daya Alam Hayati Suatu hubungan timbal balik antara unsur-unsur dalam alam baik hayati maupun non hayati yang saling tergantung dan pengaruh mempengaruhi. memberi kenyamanan di lingkungan tempat seseorang . istilah umum dipakai untuk menunjuk kepada suatu unsur penting di aset pemerintah atau pemberian jasa pelayanan pada umumnya. jaringan dan/atau bangunan-bangunan yang memberi pelayanan dengan fungsi tertentu kepada masyarakat maupun perorangan berupa kemudahan kehidupan mesyarakat. geokimia. yang oleh pemerintah dilindungi dan dipelihara untuk mencegah kerusakan atau kemusnahan. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup). 45 Efective Date Tanggal dimana suatu naskah perjanjian mulai mengikat semua pihak dan pada saat itu pula penarikan dana dapat dilakukan. misal : bangunanbangunan kesehatan. pembangunan fasilitas lapangan panas bumi untuk pembangkit tenaga listrik. 48 Ekosistem Tatanan unsur lingkungan hidup yang merupakan kesatuan utuh menyeluruh dan saling mempengaruhi dalam membentuk keseimbangan stabilitas dan produktivitas lingkungan hidup. (Sumber : Undang-undang No. daerah yang memuat sekelompok bangunan dengan bentuk arsitektur atau latar belakang sejarah yang berarti atau penting. 53 Fasilitas Kenyamanan Bangunan atau ruang. peribadatan.44 Daerah Konservasi/Lindung Wilayah yang dilindungi dan dipelihara untuk mencegah kerusakan atau kemunduran berat atau kemusnahan akibat perkembangan ekonomi sosial atau fisik. (Sumber : Undangundang No. 46 Efektifitas dan Efisiensi Salah satu prinsip dan sepuluh prinsip Good Governance yang berarti memberikan pelayanan pada masyarakat sesuai dengan kebutuhannya dengan menggunakan segala sumber daya secara optimal (Hasil seminar Nasional “Tata Pemerintahan Kota yang Baik Mei 2001) 47 Ekologi Hubungan timbal balik antara kelompok organisasi dengan lingkungannya. 23 Tahun 1990 tentang Konservasi SDA Hayati dan Ekosistemnya). 50 Eksploitasi Kegiatan yang meliputi pengeboran sumur produksi dan injeksi untuk mencapai target kapasitas produksi. pendidikan pemerintahan.(Hasil Seminar Nasional “Tata Pemerintah Kota yang Baik “Mei 2001). Eksplorasi Kegiatan penyelidikan geologi. geofisika dan landaian suhu yang apabila diintegrasikan pada suatu daerah panas bumi dapat menghasilkan uap atau fluida melalui pengeboran sumur eksplorasi untuk mengetahui tingkat cadangan mungkin & tingkat cadangan terbukti.(Sumber : Kamus Kehutanan Edisi Pertama 1989). sarana transportasi umum dan sebagainya. di perkotaan lebih rumit dan di luar kota lebih langka. 52 Fasilitas / Sarana Bangunan atau ruang terbuka.

sesorang atau keluarga dianggap berada di bawah garis kemiskinan jika setiap anggota keluarga mengkonsumsi rata-rata kurang dari 2100 kal. 55 Fasilitator Desa (FD) Anggota masyarakat yang dipilih dalam proses musyawarah desa dan dianggap mampu memotivasi dan menyelenggarakan diskusi mengenai pengembangan potensi suatu sektor (hamparan). 61 Garis Batas Kemiskinan garis demarkasi yang mengindikasikan suatau keluarga dianggap miskin atau tidak. lapangan olah raga (padanan kata = fasilitas lingkungan). dengan cat.(Sumber : Panduan Teknis Administrasi Desa. Pada hakekatnya siapapun yang berkepentingan dengan Jaringan Pengaman Sosial-Penanggulangan Kemiskinan (JPS-PK) bisa ikut serta dalam forum ini. Sekretariat PMP3. Tim Koordinasi P2D Pusat. misal : jalan. (indeks Pembangunan Regional. 58 Flat Hunian yang berada pada satu lantai dan merupakan bagian dari bangunan rumah bertingkat. menyenangkan dan memberikan kenyamanan yang ditawarkan oleh lingkungan perkotaan. Tim Koordinasi P2D Pusat. halaman 19). Berdasarkan kriteria BPS. namun SPM skala lebih kecil yaitu di tingkat desa. yang menjadi pusat informasi akomodasi. kantor pos. pusat pelayanan kesehatan. 2002).(Sumber : Panduan Teknis Administrasi Desa.(Bahan-bahan Materi TOTMASI. Tim Koordinasi P2D Pusat. pasar. sekolah. polisi dan pemadam kebakaran. 2002). Tahun 2000). (Sumber : Panduan Teknis Administrasi Desa. Disburnement Handbook. bekerja dan bersantai. bahwa maknanya dikhususkan pada fungsinya bukan pada bangunannya 54 Fasilitas Komunitas/Lingkungan Bangunan yang dimiliki oleh pemerintah dan atau masyarakat yang diperlukan serta digunakan oleh orang banyak. Ditjen Bina Bangda Departemend Dalam Negeri dan Otonomi Daerah. 60 Forum Lintas Pelaku (FLP) Forum terbuka skala Kabupaten (dan juga provinsi). 2001) . 56 Fasilitator Kecamatan-1 (FK-1) Pejabat dari kantor kecamatan yang membidangi tugas pemberdayaan masyarakat. memfasilitasi pelaksanaan P2D khususnya terkait dengan aspek kelembagaan dan partisipasi masyarakat. masjid. 57 Fasilitator Kecamatan-2 (FK-2) Personil yang bertugas untuk mendampingi. langgar. membantu kelancaran kegiatan P2D di tingkat Kecamatan. juga fasilitas-fasilitas yang secara nirlaba dimiliki dan dioperasikan oleh perorangan atau badan hukum misal : gereja. taman. 2002). surau. hal ini termasuk aspek lingkungan perkotaan. yang berfungsi sebagai salah satu sarana kontrol publik. perpustakaan umum. dilakukan sesuai dengan ketentuan P2D. misal penambilan kota yang estetis. FLP ini sama dengan SPM (lihat Sarasehan Pemberdayaan Masyarakat).(Sumber : The World Bank. Ditjen Bina Bangda Depdagri.bertempat tinggal. 59 Foreign Expenditure Pengeluaran dalam mata uang di luar negeri peminjam untuk barang-barang/jasa yang suplai dari negara lain.

64 Good Governance (Tata Pemerintahan yang Baik) Suatu tata pemerintahan atau Governance (lihat Governance/Tata Pemerintahan) yang mendasarkan diri pada prinsip-prinsip (yang kemudian dikenal dengan “Sepuluh Prinsi Tata Pemerintahan yang Baik”). (Hasil Seminar Nasional “Tata Pemerintahan Kota yang baik” Mei 2001). LSM dan lain-lain) untuk bersama-sama merumuskan berbagai kesepakatan yang berkaitan dengan manajemen pembangunan dalam suatu wilayah hukum atau administratif tertentu. 66 Governanse Finanse Statistic (GFS) Sistem pengumpulan data statistik keuangan mengenai kegiatan pemerintahan yang berhubungan dengan transaksi-transaksi keuangan negara. 031/Ket/5/1995 tentang Tata Cara Perencanaan Pelaksanaan ? Penata Usahaan dan Pemantauan Pinjaman / . Penegakan Hukum. baik secara pribadi maupun kelompok (perusahaan. Departemen Keuangan Republik Indonesia).012/1987 dan Nomor Kep. 68 Grant atau Hibah Luar Negeri Setiap penerimaan negara baik dalam bentuk devisa maupun dalam bentuk barang ataupun dalam bentuk jasa yang diperoleh dari pemberi hibah luar negeri yang tidak perlu dibayar kembali. belakang atau pun samping. 67 Government Finance Statistic Yearbook (GFSY) Terbitan Tahunan dari statistik keuangan mengenai kegiatan pemerintahan (lihat Government Finance Statistic – GFS) yang berhubungan dengan transaksi-transaksi keuangan negara. garis ini bisa membatasi fisik bangunan kearah depan. legislatif dan masyarakat.(makalah “Sistem Akuntansi Pemerintahan’. Kesetaraan.(Sumber : SKB Menteri Keuangan dan Meneg PPN/Ketua BAPPENAS Nomor 185/KMK.(Hasil Kesepakatan Bersama antara Asosiasi DPRD Kabupaten/Kota seluruh Indonesia). Nasution. 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian). 65 Governance (Tata Pemerintahan) Suatu mekanisme interkasi para pihak terkait yang berada di lembaga pemerintahan. Ekuntabilitas dan Pengawasan.62 Garis Sepadan Bangunan garis batas dalam mendirikan dalam suatu persil atau petak yang tidak boleh dilewatinya. Profesionalisme. (Sumber : Undang-undang No. 69 Guarantee Fee Sejenis biaya atas dikeluarkannya jaminan kredit ekspor yang harus ditanggung oleh penerima kredit ekspor. Departemen Keuangan Republik Indonesia).03/1995 dan Nomor Kep. Responsivness/Tanggap. Visi Strategis. (Sumber : SKB Menteri Keuangan dan Meneg PPN/Ketua BAPPENAS Nomor 48/KMK. 004/Ket/1/1987 tentang Tata Cara Pelaksanaan dan Penata Usahaan Pinjaman dan atau Hibah Luar Negeri Dalam Rangka Pelaksanaan APBN). 63 Gerakan Koperasi Keseluruhan organisasi koperasi dan kegiatan perkoperasian yang bersifat terpadu menuju tercapainya cita-cita bersama koperasi. antara lain : Partisipasi. dalam format yang sesuai untuk analisa ekonomi dan dapat diterima secara internasional. asosiasi. oleh Mulia P. oleh Mulia P. Efektifitas dan Efisiensi. mewujudkan adanya penegakan huum dan kepastian hukum yang adil Transparansi. Nasution.(makalah “Sistem Akuntansi Pemerintahan”.

agar masyarakat memperoleh kesempatan yang sama dan dukungan berusaha yang seluar-luasnya terutama bagi usaha kecil sehingga berkembang menjadi tangguh dan mandiri. segala sesuatu asal tidak bertentangan dengan jiwa dan ketentuan perundangan dapat diberikan selama jangka waktu tertentu atau selama tanahnya dipergunakan untuk keperluan tertentu. 70 Gugus Kepulauan Kumpulan dari pulau-pulau yang saling berdekatan yang terdiri dari berbagai tipe dan ukuran yang mempunyai ikatan/hubungan satu dengan yang lain. (Sumber : Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 8 Tahun 1998 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang di Daerah). hewan dan manusia dengan kondisi tertentu pada permukaan bumi 72 Hak Atas Ruang Hak-hak yang diberikan atas pemanfaatan ruang daratan. orang atau badan hukum yang mempunyai hak guna bagunan luas serta keadaan bangunan-bangunan jangka waktu tersebut dapat diperpanjang dengan waktu paling lama 20 tahun. ketertiban umum dan keamanan negara yang dilaluinya. 78 Impoverishment . yang memberi wewenang dan kewajiban yang ditentukan dalam keputusan pemberiannya oleh pejabat yang berwenang memberikannya atau dalam perjanjian dengan pemilik tanahnya. dari satu bagian ZEE atau laut lepas meuju kegian dari ZEE atau laut lepas. 76 Hak Pakai Hak untuk menggunakan dan/atau memungut hasil dari tanah yang dikuasai langsung oleh negara atau tanah milik orang lain. (geografi) tempat kediaman atau kehidupan tumbuhan. 71 Habitat Lingkungan tempat tinggal khas bagi seseorang atau kelompok masyarakat.9 Tahun 1995 tentang Usaha Kecil). tempat hidup yang alami (bagi tumbuh-tumbuhan dan hewan). HGB dapat beralih dan dialihkan kepada pihak lain (UPA60). (Sumber Undang-Undang No. yang bukan perjanjian sewa menyewa atau perjanjian pengolahan tanah. dengan pembayaran atau pemberian jasa apapun (UPA60). dengan cuma-cuma. 75 Hak Lintas Transit Hak yang diberikan kepada semua jenis kapal asing untuk berlayar melewati selat yang digunakan untuk pelayaran Internasional secara cepat dan tidak terputus. HGB dapat diberikan kepada warga Indonesia dan badan hukum yang didirikan menurun hukum Indonesia dan berkedudukan di Indonesia. (biologi) tempat hidup organisme tertentu. dengan jangka waktu paling lama 30 tahun. 74 Hak Lintas Damai Hak yang diberikan kepada semua jenis kapal asing untuk berlayar melewati laut teritorial dan perairan suatu negara yang tidak mengganggu kedamaian. ruang lautan dan ruang udara.Hibah Luar Negeri Dalam Rangka Pelaksanaan APBN). lingkungan kehidupan asli. 77 Iklim Usaha Kondisi yang diupayakan oleh Pemerintah berupa penetapan berbagai peraturan perundang-undangan dan kebijaksanaan diberbagai aspek kehidupan sosial ekonomi. 73 Hak Guna Bangunan (HGB) Hak untuk mendirikan dan mempunyai bangunan-bangunan di atas tanah yang bukan miliknya sendiri.

Suatu proses yang aktif yang memusnahkan akses masyarakat pada banyak pilihan atau proses pelemahan dalam berbagai sektor, ekonomi, ekologi, sosial, politik, budaya dan mengenai pada mayoritas masyarakat kita.(Makalah oleh Ir. Sutan Hidayatsyah, M. Sp., dalam Seminar Nasional tentang Penguatan Komunitas sebagai Pilar Pembangunan, April 2002). 79 Indeks Gini Suatu koefisien yang berkisar dari angka 0 sampai angka 1. koefisien tersebut menjelaskan kadar kemerataan (ketimpangan) distribusi pendapat nasional. Semakin kecil koefisinnya, pertanda semakin baik distribusi pendapatan nasionalnya.(Indeks Pembangunan Regional, Departemen Dalam Negeri dan Otonomi Daerah, Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah, 2001). 80 Indeks Pembangunan Manusia Suatu alat yang dapat dipergunakan untuk mengukur aspek-aspek yang relevan dengan pelaksanaan otonomi dan pembangunan daerah sebagai indeks komposit yang secara generic terdiri dari 3 komponen utama, yaitu : 1. Kawasan Pemerintah; 2. Perkembangan Wilayah; 3. Kebudayaan Masyarakat. (Sumber : Makalah Deputy Regional dan Sumber Daya Alam Pada Konasbang 2001). 81 Indikator Ukuran kwantitatif atau kualitatif yang menggambarkan tingkat pencapaian suatu sasaran atau tujuan yang telah ditetapkan. (Sumber : Proyek Pengembangan Program Transmigrasi dan PPH Tahun 2001). 82 Jalan Salah satu prasarana perhubungan yang berperan penting untuk mempermudah arus transportasi.(Sumber : Kamus Bahasa Indonesia, Balai Pustaka, Kamus Data Perumahan dan Pemukiman tahun 1997). 83 Jalan Akses Desa Jalan yang menghubungkan antara satu desa dengan jalur atau tempat lainnya, misalnya; Jalan raya, jalan desa lainnya dan sebagainya. (Sumber : Keputusan Menteri Negara Perumahan Rakyat No. 10/KPTS/1994) 84 Jalan Desa Jalan lingkungan dalam suatu desa yang menjadi jalur-jalur lalu lintas untuk mendukung kegiatan di dalamnya.(Sumber : Keputusan Menteri Transmigrasi dan Permukiman Perambah Hutan No. 36/MEN/1995, Kamus Data Perumahan dan Permukiman Tahun 1997). 85 Jalan Lingkungan Jalan yang sirinya berperan sebagai penghubung lalu lintas dalam suatu lingkungan. 86 Jalan Penghubung Jalan yang merupakan peran penghubung antara satu tempat dengan suatu tempat/lokasi lainnya. (Sumber : Kamus Besar Bahasa Indonesia, Kamus Data Perumahan dan Permukiman Tahun 1997). 87 Jalan Utama Jalan yang penting dan utama bagi arus transportasi. (Sumber : Kamus Besar Bahasa Indonesia, Balai Pustaka Kamus Data Perumahan dan Permukiman Tahun 1997). 88 Kabupaten Partnership for Local Economic Development (KAPLED) Kemitraan (lihat Program Kemitraan bagi Pengembangan Ekonomi Lokal – KPEL) pada tingkat Kabupaten yang berfungsi untuk merumuskan kebijakan-kebijakan atau rencana tindak bagi pengembangan cluster suatu komoditas yang lebih spesifik dan

berdampak langsung pada kelompok-kelompok spesifik. Anggota KAPLE adalah pemerintah dan swasta di wilayah Kabupaten / Kota serta wakil kelompok masyarakat. (Definisi: Bappenas, UNDP, UN Center for Settlements). 89 Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) Laporan berkala mengenai perkembangan kegiatan perusahaan penanaman modal 90 Macro Community Development Method Salah satu metode yang dijadikan azas pemberdayaan masyarakat dalam realisasi program dan kegiatan Pemerintah Daerah. Metode ini berupaya memperluas wawasan aparat Pemda dalam rangka meningkatkan pemahaman terhadap konsep: (1) pembangunan berlandaskan pada kemampuan masyarakat; (2) penciptaan Community Center sebagai basis perencanaan pembangunan; dan (3) peningkatan partisipasi komunitas masyarakat. (Panduan Pemerintah Daerah dalam Pemberdayaan Masyarakat, Dirjen Bangda, TA 2000) 91 Naskah Perjanjian Luar Negeri(NPLN) Suatu naskah perjanjian atau suatu naskah lainnya yang merupakan kesepakatan mengenai pinjaman atau hibah luar negeri yang ditandatangani oleh Pemerintah Republik Indonesia dan Pemberi Pinjaman/Hibah Luar Negeri (PPHLN). (Sumber : SKB Menteri Keuangan dan Meneg PPN/Ketua BAPPENAS Nomor 48/KMK.012/1987 dan Nomor Kep. 004/Ket/1987 tentang Tata Cara Pelaksanaan dan Penata Usahaan Pinjaman dan atau Hibah Luar Negeri Dalam Rangka Pelaksanaan APBN). 92 Obligasi Pinjaman yang diperoleh dari penertiban surat utang. 93 PAP (Pembinaan dan Administrasi Proyek) Dana yang bersumber dari APBN atau APBD yang digunakan untuk kegiatan administrasi, pembinaan, pemantauan dan pengendalian program. 94 Rapat Koordinasi Pembangunan (Rakorbang) Forum musyawarah/rapat koordinasi, sosialisasi, pengambilan dan perumusan keputusan mulai dari tingkat desa sampai tingkat nasional dan dianggap sebagai mekanisme Pedoman Penyusunan Perencanaan dan Pengendalian Pembangunan di Daerah. Istilah Rakorbang pada tiap tingkatan antara lain (1) Tingkat Desa/Kelurahan dalam Musbangdes, (2) Tingkat Kecamatan dalam UDKP (lihat UDKP), (3) Tingkat Kabupaten/Kota dalam Musyawarah Pembangunan Daerah Tk. II (Musbangda II), (4) Tingkat Propinsi pada Musbangda I, (5) antar wilayah pada Konregbang, dan (6) Tingkat Nasional pada Konasbang. 95 Sarana Lingkungan Fasilitas penunjang yang berfungsi untuk menyelenggarakan dan pengembangan kehidupan ekonomi, sosial dan budaya.(Sumber : Undang-Undang RI No.24 Tahun 1992 tentang Tata Ruang). 96 Taman Hutan Raya Kawasan pelestarian alam untuk tujuan koleksi tumbuhan dan/atau satwa yang alami atau buatan, jenis asli dan/atau bukan asli, yang dimanfaatkan bagi kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, budidaya pariwisata dan rekrasi. (Sumber Undang-Undang No.5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya) 97 Unit Daerah Kerja Pembangunan (UDKP) Merupakan Rapat Koordinasi Pembangunan (Rakorbang) di tingkat Kecamatan.

UDKP sangat strategis sebagai wahana warga masyarakat untuk proses-proses pengambilan keputusan tentang kegiatan yang akan dilakukan, wahan sosialisasi dan penyebaran informasi tentang latar belakang, manfaat, sasaran dan hal-hal lain yang berkaitan dengan progarm pembangunan prasarana perdesaan berbasis pemberdayaan masyarakat. Ada beberapa tahapan UDKP, antara lain (1) UDKP-1 merupakan tahapan sosialisasi dan kesepakatan kerja; (2) UDKP-2 merupakan tahap penyusunan dan kesepakatan atas Rencana Strategis Kecamatan; (3) UDKP-3 merupakan tahapan penyusunan Progaram Investasi Kecamatan (PIK); (4) UDKP-4 merupakan tahapan penetapan bentuk pelaksanaan tahun berikutnya. (Panduan Pelaksanaan P2D T.A 2001 – 2003, TIM Koordinasi Pusat P2B) 98 Vicious Circle of Poverty and Backwardness Diterjemahkan sebagai lingkaran setan kemisikinan dan keterbelakangan adalah kondisi suatu masyarakat yang berada dan sulit untuk keluar dari kemiskinan dan penyebab kemiskinan itu sendir. Produktifitas rendah; Pendapatan Rendah; Pendapatan Nasional Rendah; lemahnya infrastruktur pendukung investasi; Sempitnya lapangan kerja; Pengangguran; daya beli dan daya motivasi kerja yang rendah; dan akhirnya kembali pada rendahnya produktivitas. Strategi mengatasi masalah kemiskinan tersebut adalah dengan memotong siklus melalaui peningkatan di bidang sarana fisik dan SDM, yang bermuara pada tergeraknya investasi dari dalam dan menarik investasi dari luar. (Makalah “Konsepsi, Strategi dan Kebijakan Pembangunan Kawasan Cepat Tumbuh dan Kumuh”, Direktorat Permukiman dan Perumahan, Bappenas, 2002) 99 Wilayah Ruang yang merupakan kesatusan geogrofis beserta segenap unsur terkait padanya yang batas dan sistemnya ditentukan berdasarkan aspek administrasi dan/atau aspek fungsional. (Sumber : Undang-Undang No.24 tahun 1992 tentang Tata Ruang) 100 Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Bagian dari laut lepas berupa suatu jalur laut yang terletak di luar dan berdampingan dengan laut teritorial yang lebarnya tidak melebihi 200 mil laut diukur dari garis pangkal. resources http://www.depdagri.go.id/

Tulisan Lain
       Pornografi dalam Perspekti Sejarah;>>>baca Manajemen Pemberantasan Korupsi;>>>baca Pendidikan dan Peningkatan Kualitas Moral Bangsa;>>>baca Pancasila sebagai Falsafah;>>>baca Hak dan Kewajiban Warga Negara;>>>baca Sejarah Kuno Bangsa Amerika;>>>baca Materi Pokok Fisiologi Hewan;>>>baca

Filed under: FISIP/HUKUM, Pendidikan IPS SD | Tinggalkan sebuah Komentar »

yang kemudian dalam proses penadhoman diperoleh kata syaair ( ) yang . Dalam puisi. dengan inti karangan tetap berkisar pada masalah pokok puisi yang disadurnya. dan lain-lain. Agar memperoleh hasil yang baik. Walaupun pengungkapan puisi umumnya menggunakan gaya bahasa naratif atau bersifat menguraikan. Sebab. misalnya puisi. Baik puisi maupun prosa merupakan hasil karya sastra dari seorang sastrawan. penyair menyampaikan idenya dengan menggunakan bahasa yang padat dan penuh arti sehingga tidak mudah ditangkap atau dimengerti maksudnya. (2) penguraian kembali suatu teks (karangan) dalam bentuk susunan kata-kata yang lain. dengan maksud untuk dapat menjelaskan makna yang tersembunyi. Selain itu. parafrasa berarti (1) pengungkapan kembali suatu tuturan dari sebuah tingkatan atau macam bahasa menjadi yang lain tanpa mengubah pengertian. yakni mengungkapkan karya sastra dalam bentuk tulisan dari bentuk puisi ke dalam bentuk prosa. sajak. dengan tidak mengubah isi puisi sedikit pun. memparafrasakan berarti menguraikan kembali suatu teks dalam bentuk lain. bertembang. kata syair diperoleh dari proses penadhoman dalam ilmu shorof. Sementara itu. Bahwa istilah parafrasa diartikan dengan menyadur puisi ke dalam bentuk prosa atau memprosakan bentuk puisi sebagai karangan terikat ke dalam bentuk karangan yang bebas. Mengungkapkan isi sebuah puisi secara tertulis ke dalam kalimat bebas bukanlah pekerjaan mudah. Salah satu cara untuk mengerti ide atau maksud penyair yang terkandung dalam puisinya. Istilah parafrasa berhubungan erat dengan karangan terikat. Jika dirunut melalui ilmu shorof tersebut. bersyair. kata syair berasal dari kata dasar sya’ara ( ) yang berarti menembang. Hakikat Syair Syair merupakan salah satu jenis puisi lama yang paling terkenal dalam khazanah kesusastraan Indonesia lama atau kesusastraan Melayu klasik. kita juga harus mengetahui suasana perasaan atau batin pengarangnya. terlebih dahulu harus memahami tema puisi tersebut dan memahami pesan atau amanat apa yang dikemukakan oleh pengarang. Istilah syair berasal dari kata Arab Syi’ir. bahasa prosa merupakan bahasa yang mudah ditangkap maksud dan ide pengarang. yakni dengan membuat parafrasa itu ke dalam bentuk prosa. namun hasil saduran atau parafrasa harus tetap menarik dan penuh pesona di samping harus memperjelas maksud dan tujuan karya itu sendiri.Memparafrase Syair Posted on 28 Juli 2011 by Pakde sofa Memparafrase Syair Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia . Hal senada juga dikemukakan Hartadi (1995:87) bahwa parafrasa sama artinya dengan menyadur. yang berarti perasaan yang menyadari. syair.

baik berupa nasihat atau cerita. dan ada juga syair yang hanya terdiri atas dua baris dengan rima akhir a-b atau a-a. (3) syair untuk menguraikan cerita sehingga tidak cukup hanya satu bait tetapi memerlukan beberapa bait. yakni (1) tiap bait terdiri dari empat baris. dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. yang perlu diingat bahwa syair mengandung nilai-nilai luhur. Misalnya upacara-upacara adat. pertunjukan seni. Syair juga berisi cerita anganangan. . Sebaliknya. Di dalam Kamus Bahasa Melayu Nusantara (2003:2647). Syair merupakan bentuk puisi lama yang digunakan untuk bercerita atau berkisah. kata syi’ir dipakai untuk menyebut ‘tembang’. (2) keempat baris itu mengandung isinya. Syair juga memiliki aturan yang ketat. syair berfungsi sebagai media penyampaian pesan-pesan leluhur kepada generasi penerus. Sementara itu. yakni yang terdiri atas tiga baris dengan rima a-a-b.berarti penembang atau ahli bertembang. Syair umumnya berisi suatu cerita atau suatu uraian panjang. Syair tidak terdapat sampiran. Pada masa lampau. syair berarti karangan bersajak yang tiap-tiap rangka atau baitnya terdiri dari empat baris atau larik yang sama bunyi hujungnya. syair selalu terdiri berpuluh-puluh bait. maka syair tidak pernah terdiri dari satu bait. Namun. petuah-petuah. Fungsi Syair Syair merupakan bentuk puisi lama yang sangat digemari oleh masyarakat Melayu di masa lampau. syair juga berfungsi sebagai pelipur lara atau hiburan bagi masyarakat. Semua baris syair mengandung isi atau makna yang hendak disampaikan Namun. (5) tiap baris terdiri dari dua periodus dan tiap periodus terdiri dari dua patah kata (Baribin 1990:21). Adapun macam-macam syair tersebut adalah sebagai berikut. dan juga merupakan pengolahan bebas dari sebuah prosa. Syair bermula dari sastra lisan. kata syair berarti puisi lama yang tiap bait terdiri atas empat larik atau baris yang berakhir dengan bunyi yang sama. Selain itu. Bahkan sering pula syair digunakan dalam suatu nyanyian-nyanyian. sejarah. syair dapat dibagi menjadi lima golongan berdasarkan isinya. ternyata tidak hanya itu saja. syair didendangkan oleh seorang tukang cerita atau yang disebut pawang Pendendangan syair biasanya dilakukan dalam suatu acara tertentu. Oleh sebab itu. Ada pula syair yang berpola a-b-a-b dan a-a-a-b yang keempat barisnya tetap merupakan satu kesatuan arti. pada hakikatnya syair merupakan salah satu bentuk kesusastraan Melayu klasik yang berupa karangan bersajak yang tiap-tiap bait terdiri dari empat baris yang bersajak sama. Macam-Macam Syair Menurut Fang. sajak atau puisi. Akan tetapi. Selain itu terdapat pula bentuk syair yang kurang luas penggunaannya. dan lain-lain. Umumnya persajakan atau rima syair berpola a-a-a-a. Sementara itu. (4) pola sajak akhir a-a-a-a. bahkan beratus-ratus bait. Oleh karena tergolong puisi naratif. patokan tersebut tidaklah baku. Selain itu.

Syair Romantis Syair romantis merupakan syair yang berisi dongeng atau angan-angan seorang pengarang. syair agama dibagi menjadi empat macam. syair perang juga termasuk syair sejarah yang paling banyak dihasilkan. Syair Putri Akal. Syair Rukun Haji. Syair Undakan Agung Udaya. 1) Syair Sufi Syair sufi merupakan syair yang dikarang oleh tokoh sufi. Sebagian besar syair romantis menguraikan tema yang biasa terdapat di dalam cerita rakyat. Syair Ibadat. Syair Sri Banian. Syair Nuri. pengiasan itu digunakan tokohtokoh binatang atau tumbuh-tumbuhan. pengajaran yang berhubungan dengan keagamaan. Syair Cinta Birahi. e. d. Syair Wayang Kinudung. Contoh syair yang termasuk syair sejarah antara lain Syair Perang Mengkasar. Syair Perang di Banjarmasin. pelipur lara. dan lainlain. Syair Kumbang dan Melati. dan lain-lain. Syair Panji Syair panji merupakan syair yang berisi cerita atau hikayat dari kesusastraan Jawa atau cerita panji. Contoh syair ini antara lain Syair Kiamat. Oleh karena itu. Syair Siti Zubaidah Perang Melawan Cina. Syair Sinyor Kosta. b. dan lain-lain. Syair Agama Syair agama merupakan syair yang berisi nasihat. Berdasarkan isinya. dan lain-lain. Syair Sejarah Syair sejarah merupakan syair yang berisi unsur sejarah atau syair yang berdasarkan peristiwa sejarah. dan hikayat. Syair Yatim nestapa. Syair Pelanduk Jenaka. Syair Panji Semirang. Di antara peristiwa sejarah yang paling penting adalah peperangan. Syair Ken Tambuhan.a. Syair Bunga Air Mawar. c. Contoh syair yang termasuk syair romantis antara lain Syair Bidasari. Biasanya. dan lain-lain. Syair Kiasan Syair kiasan atau simbolik merupakan syair yang bersifat kias atau sindiran terhadap suatu kejadian atau perbuatan seseorang. Syair Raja Siak. Syair Abdul Muluk. Contoh syair yang termasuk syair kiasan antara lain Syair Burung Pungguk. . Contoh syair yang termasuk syair panji antara lain: Syair Damar Wulan. Syair Anggreni. Contoh syair ini ialah syair-syair karya Hamzah Fansuri. Biasanya berisi perenungan-perenungan manusia tentang kehidupan yang dikaitkan dengan ketuhanan. 2) Syair yang Menerangkan Ajaran Ialam Syair ini berisi tentang ajaran-ajaran yang ada dalam agama Islam. Syair Nyamuk dan Lalat.

Syair Yusuf. Berikut adalah beberapa rambu-rambu umum yang bisa diterapkan guru di dalam kelas bahasa Inggris di SD 1) Jangan menjelaskan grammar secara eksplisit menggunakan istilah-istilah seperti past tense. Hal ini berimplikasi signifikan pada pembelajaran. tidak terlalu mementingkan untuk tahu atau mengerti apa yang akan terjadi nanti. Hal inilah yang dinamakan konktretisasi dan kontekstualisasi (akan dibahas kemudian) . dan lain-lain. PGSD. Alangkah lebih baiknya guru mencontohkan pola-pola kalimat termaksud dengan ilustrasi konkrit bisa berupa gambar. Filed under: Bahasa. Syair Nasihat. Aturan. SEKOLAH MENENGAH | 1 Komentar » Fitur Umum Anak Anak dalam Mempelajari Bahasa Inggris di SD Posted on 25 Juli 2011 by Pakde sofa Fitur Umum Anak Anak dalam Mempelajari Bahasa Bahasa Inggris di SD Mengingat perkembangan intelektual anak (sampai usia 8 tahun) masih dalam tahap intelektual yang disebut oleh Piaget operasional konkrit. dsb. atau apa yang sudah mereka alami. dan beberapa pembicaraan abstrak tentang bahasa harus betul-betul memakai pendekatan yang ekstra hati-hati. dan lain-lain. guru harus selalu mengingat keterbatasan-keterbatasan yang melekat pada anak di tahapan ini. Anak-anak terfokus kepada apa yang terjadi saat ini. 4) Syair Nasihat Syair nasihat merupakan syair yang bermaksud memberi pengajaran dan nasihat kepada pendengar atau pembacanya. relative clause.3) Syair Anbia Syair anbia merupakan syair yang mengisahkan riwayat hidup para nabi. perilaku guru atau lainnya (Hadley. Anak juga peduli pada tujuan fungsional bahasa (untuk apa kalimat itu dipakai) namun tidak terlalu peduli terhadap “kebenaran” (correctness) yang dikehendaki oleh orang dewasa dan tidak bisa memahami bahasa rumit yang digunakan orang dewasa untuk menjelaskan konsep-konsep linguistik. penjelasan. 2001). Contoh syair ini antara lain Syair Nabi Allah dengan Fir’aun. Syair Isa. Syair Nasihat Lakilaki dan Perempuan. Contoh syair ini antara lain Syair Nasihat Bapa Kepada Anaknya.

Lalu. . bisa menjadi penyebab atmosfir kebosanan melanda suasana pembelajaran. maka tugas gurulah untuk membuat pembelajaran bahasa Inggris bisa terkemas menarik. berikut beberapa gambaran tips sederhananya.2) Aturan yang abstrak dan sulit dibayangkan siswa alasannya. Pertama. 1) Karena anak selalu terfokus pada saat ini dan sekarang. Lalu. meraba atau memanipulasi sesuatu melainkan hanya memaku mereka di tempat duduk. 2. hidup dan menyenangkan. Jadi jangan membuat asumsi bahwa anak memiliki rentang perhatian yang pendek. atau guru mentransfer apa yang diketahui kepada siswa dan siswa tidak aktif „memanipulasi‟ pembelajaran. juga akan memicu rentang perhatian yang pendek. aktivitas sejenis ini tak akan terlalu menarik minat mereka. Karena belajar bahasa Inggris bisa jadi terlalu sulit untuk anak. akan membuat rentang perhatian anak menjadi pendek. Hal inipun akan memicu rentang perhatian yang pendek tadi. 4) Beberapa konsep atau pola-pola yang sulit perlu diulang-ulang agar otak dan telinga anak mudah berkoordinasi. Bagaimana caranya mengenai pemilihan materi dan model pembelajaran bahasa Inggris. yang hanya memakai one way teaching. Aktivitas belajar yang membosankan sangat mungkin tercipta di atmosfir pembelajaran kita. 2) Kegiatan harus beragam agar minat anak terjaga dan perhatian anak tetap ada. cepat bosan dan „terpicu‟ untuk membuat keributan. Gaya mengajar guru di kelas misalnya. Lebih baik guru memberikan contoh kalimat dengan mengulang-ulangnya. disadari ataupun tidak. Secara umum. Tapi rentang perhatian yang pendek akan muncul jika anak terlibat dalam satu aktivitas yang membosankan. Pembelajaran yang tidak memfasilitasi anak untuk bergerak dari tempat duduknya. tidak berguna atau terlalu sulit. memegang. guru berkata I‟m walking to the door. Ketikapun mereka mampu melakukannya. Hindari aktivitas yang membuat mereka harus mengingat kejadian lalu atau kejadian yang akan datang dalam durasi yang cukup lama. 3) Beberapa konsep gramatika bisa lebih menarik perhatian siswa jika guru mendemonstrasikannya. maka aktivitas harus dirancang untuk menangkap minat mereka dengan segera. Rentang Perhatian Salah satu perbedaan menonjol anak dan orang dewasa adalah dari sisi rentang perhatiannya. kondisi pembelajaran yang tidak berhasil dikondisikan guru untuk sesuai dengan usia dan kemampuan siswa akan menjadikan pembelajaran terlalu sulit ataupun terlalu mudah. misal: sampai berjalan ke depan pintu. Pembelajaran yang terlalu sulit ataupun terlalu mudah bagi siswa. maka dia akan tahan berjamjam di depan tivi. mutlak harus dihindari. kita harus memahami apa itu rentang perhatian. Mengulang-ulang contoh kalimatnya lebih baik dibanding mengulang-ulang penjelasan/aturan yang dimaksud. gaya mengajar yang terlalu „dewasa‟ baik dari sisi bahasa yang digunakan guru maupun dari sisi penyajian konten pembelajaran akan membuat siswa merasa aktivitas yang mereka lakukan tak berguna. Simpan anak di depan tivi yang menayangkan film kartun favoritnya. misal: untuk membuat pernyataan menjadi pertanyaan tambahkanlah do atau does. Anak akan mampu memformulasikan sendiri aturan yang dimaksud jika contoh yang diberikan guru jelas.

bisa „diperbaiki‟ tanpa menyakiti si anak. Rasa penasaran terkait erat dengan antusiasme siswa. 4) Guru harus memiliki rasa humor yang tinggi untuk tetap tertawa sambil belajar. untuk apa fungsinya. „Kesalahan‟ yang diperbuat siswa ketika belajar bahasa Inggris. usahakan semua alat sensor ini dieksplorasi penggunaannya oleh guru melalui konteks-konteks pembelajaran yang menarik. bagaimana mengucapkannya. memperagakan atau menunjuk kosa kata yang kita ajarkan. 3) Alat sensor membantu anak menginternalisasi konsep-konsep. musik—semuanya adalah elemen penting untuk pembelajaran bahasa bagi anak. Pastikan guru mengeksplorasi rasa itu sejauh mungkin agar perhatian anak tetap terfokus pada kegiatan pembelajaran. Pastikan kegiatan pembelajaran mengakomodir kebutuhan setiap siswa yang berbeda berdasarkan gaya belajarnya. Input Sensor Anak harus terstimulasi seluruh inderanya. Jika harus menjadi komedian. Bahasa tidak akan lengkap dipelajari jika tidak diajarkan dengan konteks penggunaannya. Karena selera humor anak berbeda dengan orang dewasa. semakin hal tersebut menunjukkan antusiasmenya terhadap pembelajaran. dengan menyajikan aktivitas yang monoton di setiap pembelajaran. Caranya: 1) Berikan aktivitas fisik yang cukup dalam pembelajaran. Pembelajaran mengharuskan guru menyanyi. gesture (gerak tubuh). karena anak akan tertarik juga pada mimik muka. Jangan lewatkan rasa penasaran yang sebenarnya ada si setiap anak. serta sentuhan guru. Percakapan sederhana untuk mengkontekstualisasikan kapan ekspresi-ekspresi tertentu digunakan. gambar. menyentuh tumbuhan dan buah-buahan. Aktivitas berkelompok misalnya merupakan cara yang baik agar anak belajar kata dan struktur kata dan mempraktikan bahasa yang bermakna. Aktivitas kelompok bisa diaplikasikan untuk membuat anak saling mengeksplorasi penggunaan bahasa yang mereka ketahui. Oleh karenanya. mendengarkan tape recorder. dengan porsi yang cukup. maka itu yang sebaiknya dilakukan demi untuk menjaga antusiasme siswa. Semakin ia penasaran dengan apa saja yang mungkin ia dapati di pembelajaran. melihat video. merasai makanan. itu bisa dibelajarkan dengan role play. Aktivitas fisik bisa pula dieksplorasi dengan cara siswa diminta ke depan. mendongeng bahkan menari sekalipun. 5) Anak memiliki sejumlah besar rasa penasaran. Aktivitas guru harus melibatkan organ visual dan auditori anak. maka pastikan humor anda sesuai dengan selera anak. Misalnya: mencium harum bunga.Anak secara umum memiliki beragam gaya belajar. 2) Aktivitas praktis yang lain harus sejalan dengan tujuan membantu anak menginternalisasi bahasa. 3. Bermain peran untuk anak seusia SD tidak harus yang kompleks dan berdurasi lama. maka jadilah komedian. Menggunakan bahasa membutuhkan partner sebagai pendengar. Penting untuk diingat. Misal dengan aktivitas bermain peran (role play). Bayangkan ruang kelas itu adalah panggung dimana guru sebagai aktornya. dengan penuh candaan namun tidak menjadikannya bahan tertawaan. 3) Guru harus “hidup” dan antusias terhadap pelajaran. bahasa verbal guru juga penting. dalam pembelajaran. . Atau aktivitas-aktivitas lain sejenis.

sehingga beberapa kosakata yang resmi atau kaku di dunia mereka. tak begitu menarik minat mereka. luaskan toleransi dari guru jika mereka salah mengucapkan. Jangan pojokkan mereka dengan kesalahan yang sebenar-benarnya—seperti diungkap di atas—bukan kesalahan. Eksplorasi antusiasme mereka dengan sebaik-baiknya. tapi tetap saja menghadapi banyak rintangan. Mereka tidak tertarik untuk berurusan dengan bahasa yang tidak berguna bagi mereka saat itu. Ego mereka masih sedang terbentuk sehingga nuansa komunikasi yang tidak jelas bisa diinterpretasikan secara negatif. Apa yang dipikirkan orang lain saat saya berbicara bahasa Inggris? Ketakutan jika ditertawakan atau diolok-olok saat salah mengucapkan satu kosakata misalnya. terutama berlatih mengucapkan kosakata baru atau ekspresi-ekspresi sederhana dalam Bahasa Inggris. 4. Bahasa-bahasa yang menurut mereka tidak akan mereka gunakan saat itu. karena memang sistem bunyi nyang sangat berbeda antara bahasa Indonesia dengan Bahasa Inggris. tapi harus tegas dalam hal harapan-harapan terhadap siswa. situasi dan . 1) Anak memiliki sensitivitas tinggi terhadap bahasa yang tidak otentik. bisa mencegah mereka dari berlatih pronunciation.Aktivitas penyampaian bahan ajar harus mengoptimalkan sebanyak mungkin input sensor siswa bekerja. utamakan kesenangan mereka dalam hal mencoba hal-hal baru tersebut. Guru harus menolong mereka untuk mengatasi rintangan tersebut yang sangat potensial akan menghambat mereka. Guru harus bekerja keras untuk memberikan pembelajaran bahasa yang bermakna bagi anak. 2) Guru harus sabar dan supportif untuk membangun kepercayaan diri anak. Dalam beberapa hal anak cenderung lebih rentan dari orang dewasa. Tetap saja. Cerita. Faktor Afektif Mitos yang sangat umum bahwa anak-anak relatif tidak terpengaruhi oleh rintanganrintangan yang biasanya menghambat orang dewasa untuk belajar. Pada saat mereka berpartisipasi secara oral. agar mereka berkesempatan untuk mencoba sesuatu yang menarik. Desain bentuk pembelajaran yang membuat mereka banyak berlatih. disini dan saat ini. Mereka sangat sensitif terutama kepada teman sebayanya: apa yang orang lain pikirkan tentang saya. akan tertolak. upaya perbaikan harus menjadi targetan guru di setiap pembelajaran apapun kondisinya. 1) Bantu siswa anda untuk dengan ringan tertawa jika mereka membuat kesalahan. 3) Rangsang partisipasi secara oral sebanyak mungkin terutama untuk siswa yang pendiam. 5. Seharusnya siswa SD yang belajar bahasa Inggris dihindarkan dari ketakutan semacam ini. Tidak selalu begitu! Anak-anak cenderung inovatif dalam produk bahasa. 2) Bahasa harus benar-benar diberikan dengan konteksnya. Meski dalam satu dua hal guru menunjukkan kelembutan sikap dalam rangka menumbuhkan semangat siswa untuk belajar. Bahasa yang Otentik dan Bermakna Anak-anak terfokus kepada apa yang bisa dilakukan bahasa baru ini. namun tak lantas kesalahan siswa tak dikoreksi karena takut menyakiti hati.

6. tetapi mencari cara untuk menemukan alasan ambiguitas tersebut dan baru menerima atau menolaknya. Namun tes bakat dalam linguistik nampaknya tidak mampu mengukur banyak hal selain kemampuan intelektual umum meskipun memang tes ini dimaksudkan untuk mencari bakat-bakat linguistik. Oleh karenanya. Artinya. Memiliki toleransi terhadap ambiguitas. Bakat Beberapa siswa bisa belajar bahasa lebih baik dibanding yang lain. 5. dan bagaimana dampak hal yang dipelajarinya itu di kehidupannya yang . 3. menginisisasi. menulis dan berbicara) agar anak melihat dengan jelas korelasinya satu sama lain. Memiliki aspirasi tinggi. Jangan pernah berpikir bahwa dalam konteks percakapan sederhana. mengajukan pendapat. Juga tekankan aktivitas yang berhubungan antar keempat skill (membaca. jika ada sesuatu yang tidak bisa langsung dia akomodasi (tidak sesuai dengan yang pernah ia terima sebelumnya) maka ia tidak lantas menolaknya. Sifat Pemelajar Beberapa siswa usia sekolah dasar. Konsekuensi dari pandangan ini. 7. 2. 4. Pada tahun 19501960an. sangat dianjurkan guru bahasa Inggris di SD untuk memberikan bantuan konteks terhadap apapun yang diajarkan melalui dukungan media. membantu. Tidak terpikir untuk mengerjakan tugas pembelajaran dengan cara yang negatif. dan berkontribusi secara positif pada pembelajaran.karakter yang biasa dikenal anak. pandangan bahwa anak memiliki bakat linguistik menjadi semakin terkristal dan semakin banyak diyakini. Ingin senantiasa meningkatkan diri dan prestasi. menjawab. Berorientasi kepada tujuan. Contoh seperti chunk words yang dicontohkan di atas. Tidak takut atau gelisah menghadapi tugas-tugas.Tahu mengapa ia harus belajar sesuatu yang baru setiap waktu. maka kemampuan dan kemajuan berbahasa siswa di masa depan bisa diprediksi dengan apa yang disebut tes bakat. permainan. mendengar. nyanyian dan bentuk-bentuk lain yang sekiranya menarik minat anak. 3) Pendekatan bahasa secara keseluruhan sangat penting. misal mencontek dari teman. Tidak puas dengan pencapaian yang minimal. Tes ini hanya tepat bila dihadapkan kepada mereka yang memiliki kemampuan grammar. beberapa ahli mencirikan kategori tipe pemelajar yang baik sbb: 1. percakapan sehari-hari. Tidak mengandalkan orang lain kecuali jika benarbenar membutuhkan. mendorong. Memiliki ego untuk sukses. tujuan-tujuan bermakna dalam penggunaan bahasa—semua ini akan memberikan konteks dimana bahasa bisa diterima dan dipahami sehingga hal ini bisa meningkatkan perhatian dan daya ingat. Siap untuk menghadapi tugas-tugas dengan cara yang positif. gambar. Jika bahasa dipecah-pecah menjadi potongan-potongan kecil maka siswa tidak akan melihat kaitannya terhadap keseluruhan. Selalu ingin bertanya. mengenalkan kata demi kata lebih baik dibanding mengenalkan ekspresi-ekspresinya secara keseluruhan.

Memanfaatkan kesalahan untuk memperbaiki diri. Kelompok bisa dibuat berdasarkan: 1) Perbedaan individual dalam kemampuan belajar. PGSD | Tinggalkan sebuah Komentar » Mengenal Pembelajaran Kooperatif Posted on 24 Juli 2011 by Pakde sofa Pembelajaran kooperatif merupakan strategi pembelajaran yang mendorong siswa bekerja sebagai sebuah tim untuk menyelesaikan suatu tugas. 2004: 18). Menciptakan kesempatan sendiri untuk berlatih. 5. Menggunakan petunjuk-petunjuk kontekstual. tulisan. Tidak selalu harus disuruh oleh guru saat harus melatih kemampuan diri seperti mengerjakan tugas dan lain-lain. PEMBELAJARAN. Apapun yang ada di sekelilingnya (gambar. Pembelajaran kooperatif merupakan strategi pembelajaran yang mendorong siswa aktif menemukan sendiri pengetahuannya melalui ketrampilan proses. Hal ini dimaksudkan agar kelompokkelompok tersebut tidak berat sebelah. dll) bisa membantunya belajar sesuatu Filed under: Bahasa. poster. bahkan berputus asa. 4. Tidak lekas mengeluh. Dalam menyelesaikan tugas kelompok. Tidak meratapi kesalahan secara berlebihan. 6. 3. yang tinggal dalam satu wilayah dikelompokkan dalam satu kelompok sehingga mudah koordinasinya. kelompok belajar dalam penelitian ini adalah kelompok belajar heterogen dari segi kemampuan belajar. Dasar Teori Pembelajaran Kooperatif Teori . Namun demikian. GURU. melainkan menjadikannya titik awal (starting point) untuk berubah menjadi jauh lebih baik. Membuat tebakan-tebakan yang cerdik. ada kelompok pria dan wanita. 6. tidak melihat factor lain 6) Pengelompokkan atas dasar jenis kelamin. Hal-hal sulit dianggapnya menjadi tantangan. atau mengerjakan sesuatu untuk mencapai tujuan bersama lainya. 5) Pengelompokkan secara random atau dilotre. Selama kerja kelompok. Sabar menghadapi tantangan. setiap anggota saling bekerjasama dan membantu dalam memahami suatu bahan ajar. ia berusaha menebaknya. Sebelum guru menyampaikan jawaban terhadap permasalahan apapaun. Mampu mencari cara sendiri tanpa selalu dibimbing oleh guru saat mengerjakan tugas-tugas. 1995: 73). Kreatif. menyerah. dibuat kelompok yang terdiri atas siswa yang minatnya sama 3) Pengelompokan berdasarkan jenis pekerjaan yang kita berikan 4) Pengelompokan berdasarkan wilayah tempat tinggal siswa.akan datang. tugas anggota kelompok adalah mencapai ketuntasan materi dan saling membantu teman sekelompok dalam mencapai ketuntasannya (Slavin. Ada pula yang menambahkan karakteristik pemelajar yang baik yaitu mereka yang: 1. Sistem pengajaran cooperative learning bisa didefinisikan sebagai sistem kerja/ belajar kelompok yang terstruktur (Lie. terutama bila kelas itu sifatnya heterogen dalam belajar. Siswa belajar dalam kelompok kecil yang kemampuannya heterogen. 2. 2) Perbedaan minat belajar.

c) Individualistik: siswa yakin upaya mereka sendiri untuk mencapai tujuan tak ada hubungannya dengan siswa lain dalam mencapai tujuan tersebut. (Ibrahim dkk. 1984. 1995: 17). 2001: 3-4) Menurut pandangan teori motivasi. Para pengembang model ini telah menunjukkan bahwa model struktur penghargaan kooperatif telah dapat meningkatkan penilaian siswa pada belajar akademik dan perubahan norma yang berhubungan dengan hasil belajar. 2) Penerimaan terhadap keragaman Pembelajaran kooperatif memberi peluang kepada siswa yang berbeda latar belakang dan kondisi untuk bekerja saling bergantung satu sama lain atas tugas-tugas bersama. Diidentifikasikan ada tiga macam struktur pencapaian tujuan seperti berikut. Beberapa ahli berpendapat bahwa model ini unggul dalam membantu siswa memahami konsep yang sulit. Murray: 1982)” (dalam Slavin. Salah satu cara elaborasi konitif yang paling efektif adalah menjelaskan materi itu pada orang lain Dasar teori pembelajaran kooperatif digunakan dalam pelaksanaan pembelajaran problem posing maupun pembelajaran kooperatif tipe CIRC.“Motivational perspective on cooperative learning focus primarily on the reward or goal structure under wich students operate. a) Teori perkembangan “The fundamental assumption of the developmental theories that interaction among children around appropriate taks increases their mastery of critical consepts (Damon. 3) Pengembangan ketrampilan sosial Tujuan yang ketiga ialah untuk mengajarkan . 1) Hasil belajar akademik Pembelajaran kooperatif bertujuan untuk meningkatkan kinerja siswa dalam tugastugas akademik. struktur tujuan kooperatif menciptakan suatu situasi dimana anggota kelompok dapat mencapai tujuan pribadi mereka apabila kelompok itu berhasil. b) Kompetitif: siswa yakin bahwa tujuan mereka tercapai jika dan hanya jika siswa lain tidak mencapai tujuan tesebut. siswa harus terlibat dalam beberapa restruktur atau elaborasi kognitif suatu materi. Asumsi dasar dari teori perkembangan adalah bahwa interaksi antar siswa disekitar tugas-tugas yang sesuai meningkatkan penguasaan mereka terhadap konsep-konsep yang sulit b) Teori Elaborasi Kognitif Pandangan dalam psikologi kognitif telah menemukan bahwa apabila informasi yang telah ada di dalam memori. belajar untuk menghargai satu sama lain. dan melalui penggunaan struktur penghargaan kooperatif. Teori kognitif dapat dikelompokkan dalam dua kategori sebagai berikut. motivasi siswa dalam pembelajaran kooperatif terletak pada bagaimana bentuk penghargaan (reward) atau struktur pencapaian tujuan pada saat siswa melaksanakan kegiatan pembelajaran. 2) Teori Kognitif Teori ini menekankan pengaruh kerja sama dalam suasana kebersamaan didalam kelompok itu sendiri. Mengingat pembelajaran problem posing yang dilaksanakan pada penelitian ini adalah problem posing yang dilaksanakan secara kelompok. Oleh karena itu. yaitu teori Motivasi dan teori Kognitif. 1995: 17). 1995:16).” (Slavin.pembelajaran kooperatif terbagi dalam 2 kategori. 1) Teori Motivasi Menurut teori motivasi. a) Kooperatif: siswa yakin bahwa tujuan mereka tercapai jika dan hanya jika siswa yang lain juga akan mencapai tujuan tesebut. anggota kelompok harus membantu teman kelompoknya dengan cara melakukan apa saja yang dapat membantu kelompok itu berhasil dan yang lebih penting lagi adalah mendorong teman kelompoknya untuk melakukan upaya maksimal. “cognitive theories emphasize the effects of working together in itself (whether or not the groups are trying of group goal)“ (Slavin. Tujuan Pembelajaran Kooperatif Model pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai setidaktidaknya tiga tujuan pembelajaran penting sebagai berikut.

Selain unggul dalam membantu siswa memahami konsep-konsep yang sulit. model ini sangat berguna untuk membantu siswa menumbuhkan kemampuan kerjasama. PGSD | Tinggalkan sebuah Komentar » « Halaman Sebelumnya — Halaman Berikutnya » • Translate Blog Mendengar Tilawatul Quran sambil Ngenet Belajar Alquran ONLINE (terjemahan.kepada siswa ketrampilan kerjasama dan kolaborasi. Filed under: GURU. dan bacaan) KLIK DI SINI ANDA INGIN MENJELAJAH SELURUH ISI MATERI BLOG INI SILAKAN KLIK DISINI ATAU SILAKAN KLIK PADA GAMBAR DI BAWAH INI • Tulisan Terbaru o o o o Perbedaan Komunikasi Massa dan Privat Bagaimana Berkomunikasi yang Manusiawi Aksioma Dasar Komnikasi Pembelajar Dewasa Berbeda dengan Pembelajar Anak .

Kediri alumni 1976 2. Kediri alumni 1979 3. Peserta Diklat CAKEP III di Surabaya 2001 Tolong KONTAK KAMI melalui weblog ini.The House of Allah CARI ILMU VIA Foto di face book 1. Pasca UNY Alumni 2003 7.o • Downnload Program Pintar Basing JIKA Anda Alumni dari salah satu sekolah di bawah ini 1. Banyakan. SPGN Kediri Alumni 1983 4. UT di Nunukan Alumni 1998 6. bergabung jalin silatur rahim saling berbagi • Kampanyekan anti narkoba ambil logo berikut tempatkan di blog anda Ambil Kode logo Pakde Sofa is a fan of Ka'aba . MTsN Mrican. SDN 1 Tiron. Perbatasan Malaysia Indonesia di Sebatik Kab Nunukan 3. Video pembuatan garam dg cara merebus air sumur . My Family 4. IKIP SBY di Kediri Alumni 1984 5. Gua Selomangleng 5. Perbatasan Malaysia Indonesia di Krayan 2.

com . Powered by WordPress. Bergabunglah dengan 270 pengikut lainnya. Ikuti Follow “CARI ILMU ONLINE BORNEO” Get every new post delivered to your Inbox. Tema: Digg 3 Column oleh WP Designer.• • ALHADIST Shahih Shahih Sunan Sunan Sunan Sunan Musnad Muwatha’ Sunan Darimi Abu Ibnu Bukhari Muslim Daud Tirmidzi Nasa’i Majah Ahmad Malik Blog pada WordPress.com.