P. 1
107400630 Standar Gudang

107400630 Standar Gudang

|Views: 6|Likes:
Published by Frans Newtony

More info:

Published by: Frans Newtony on May 02, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/27/2014

pdf

text

original

STANDAR GUDANG

Jenis dan Bentuk Gudang

Secara fisik dan fungsi Gudang dibedakan menjadi : a. Gudang tertutup, yaitu : 1) Gudang yang beratap dan berdinding samping, memakai pintu dan jendela serta adanya ventilasi. 2) Gudang beratap dan berdinding samping memakai pendingin ruangan (AC) 3) Gudang yang beratap tetapi tidak berdinding samping. b. Gudang terbuka ialah suatu lapangan terbuka yang gunanya untuk menyimpan material yang tidak terpengaruh oleh keadaan cuaca. Gudang terbuka terbagi dalam 2 jenis yaitu : 1) Gudang terbuka yang diolah Adalah suatu lapangan terbuka yang sudah diratakan, permukaannya diperkeras atau dilapisi alat/bahan lain yang siap untuk menerima beban/muatan yang diletakkan diatasnya, mempunyai konstruksi yang baik dalam arti mempunyai sistem pengeringan yang baik sehingga bila kehujanan segera cepat kering sehingga selalu bebas air. Fungsi pengerasan pada gudang tersebut memberikan perlindungan pada tempat penempatan material juga untuk memudahkan pelaksanaan kerja dengan alat maupun tenaga manusia. 2) Gudang terbuka yang tidak diolah Pembuatan gudang semacam ini tidak memerlukan tenaga dan biaya besar, pemakaian tanah tidak memerlukan pengolahan, artinya permukaan tanah tidak selalu dirapikan atau dibuat sistem pengeringan khusus, gudang ini harus mempunyai : a. Tempat untuk bongkar/muat b. Tempat untuk memeriksa material masuk/keluar c. Tempat untuk kegiatan administrasi  Fasilitas dan Peralatan Gudang Untuk dapat mengoptimalkan fungsi dan peran dari sistem pergudangan, maka disamping fisik bangunan yang memadai, juga sangat diperlukan adanya dukungan fasilitas dan peralatan dengan

khususnya untuk barang-barang yang tidak memerlukan pengetesan secara sistem. Apabila memungkinkan area ini sekaligus bisa difungsikan sebagai tempat untuk pemeriksaan barang oleh tim pemeriksa. untuk dikembalikan ke pemasok. Area ini berfungsi sebagai tempat penerimaan awal atau kedatangan barang secara fisik barang. dalam kondisi ini material tersebut biasanya di sebut ’Material dalam Karantina’. Untuk memudahkan identifikasi dan efektifitas proses. b. sebelum dilakukan proses pemeriksaan sampai dengan dikeluarkannya Berita Acara Penerimaan dan dilakukan transaksi penerimaan secara sistem akuntansi maupun Sistem Informasi Terpadu . fungsi perawatan. baik untuk fungsi penerimaan.kualitas dan jumlah yang memadai. peralatan P3K dan lainnya. Untuk itu dalam merencanakan tata ruang gudang harus dipikirkan kebutuhan pegawai antara lain kamar mandi. yang terdiri dari : a) Barang di Terima. Ruangan Pengeluaran Barang (Export Area) Yaitu suatu ruangan atau area yang terpisah dengan area penyimpanan barang dan berfungsi untuk transaksi penyerahan barang dari pengguna atau peminta dengan petugas gudang atau sebagai tempat transit sementara barang-barang yang sudah ditransaksikan pengeluaran baik di sistem akuntansi atau Sistem Informasi Terpadu (SIT) dan sudah dikeluarkan dari rak penyimpanan (Bin Lock) tetapi masih menunggu pengambilan oleh pengguna atau . fungsi pengamanan dan keamanan serta fungsi pengeluaran. c. Ruang Penerimaan Barang (Import Area) Yaitu suatu ruang yang berada dalam area gudang dan terpisah dengan tempat penyimpanan barang atau yang lazim disebut dengan ”Area Karantina Material”. siap untuk ditransaksikan dan atau ditaruh di Gudang sebagai barang Persediaan. b) Barang di Tolak. Adapun fasilitas dan peralatan gudang yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut : a. toilet. area ini dibagi menjadi beberapa area ( yang dilengkapi dengan identitas area dan daftar barang disetiap area) yaitu : 1) Area untuk barang yang baru datang menunggu proses pemeriksaan 2) Area untuk barang yang sudah dilakukan pemeriksaan. dimana lokasinya tidak terlalu jauh dari gudang sehingga tidak memakan waktu dan tenaga. Fasilitas dan Prasarana Pendukung Kebutuhan dasar sehari-hari dari pelaksana (pegawai) harus tersedia dengan baik dan standar. fungsi penyimpanan.

90 x 2 meter. handal dan online serta mencakup semua aspek transaksi yang ada. Dengan demikian selain petugas gudang tidak diperbolehkan masuk di area penyimpanan barang. d. Rak Salah satu cara yang efisien dan efektif dalam proses penyimpanan barang di gudang adalah dengan menggunakan sarana Rak.30/0.peminta barang.50 x 0. Adapun jenis bantalan (ganjal) yang harus dipergunakan adalah : 1) Bantalan Lantai Yaitu bantalan yang berupa lembaran triplek atau papan dengan tujuan untuk memberikan pengamanan terhadap material yang mudah rusak karena kelembaban lantai. saling bertolak belakang ketinggian bisa kurang dari 2 meter dengan demikian sedapat mungkin kita harus menghindari pengambilan barang dengan menggunakan tangga. Umumnya bentuk rak berkotak-kotak dengan ukuran yang bervariasi tergantung pada arealnya. maka proses bisnis tersebut tetap dilaksanakan secara manual. yang berfungsi sebagai pengisi antara (spacers). sehingga proses monitoring. contohnya rak yang mempunyai dimensi p x l x t = 0. Bantalan/Ganjal Untuk pengamanan material dalam penyimpanan dari pengaruh lingkungan. f. pengendalian dan pelaporan bisa berjalan secara cepat dan akurat serta menyeluruh. apabila ada proses bisnis yang belum bias diakomodasi oleh SIT. Penyusunan rak secara memanjang sedapat mungkin dihindari. Sarana Sistem Informasi Terpadu (SIT) Untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi proses bisnis sistem pergudangan adalah dengan menggunakan sistem informasi terpadu yang baik. maka harus dipergunakan bantalan (ganjal) sesuai dengan kebutuhan. Namun. contohnya adalah bahan kertas. celah-celah harus disediakan pada jarak paling jauh 6 meter tergantung dari kontruksi dan ukuran gudang. e. untuk menghemat ruangan rak dapat berukuran lebih kecil disusun rangkap 2. tekstil dll. untuk menambah penguatan dalam penumpukan dan untuk memudahkan penanganan pengangkatan dan pengangkutan. . Papan pada bagian atas dan bawah rak hendaknya dibuat rata/lapang agar dapat dimasuki barang dengan mudah.

maka dalam sistem pergudangan harus disediakan alat bantu teknik. pemindahan dan pengeluaran barang di gudang. kereta dengan alat untuk menaikkan. alat penyedot debu/vacuum cleaner dengan hose yang cukup. pompa tangan. Alat bantu teknik gudang Untuk memudahkan dalam penanganan (handling) baik dalam proses penerimaan. gergaji besi. tang kombinasi. catut. alat ukur panjang (meteran). dengan tujuan untuk memperoleh kekuatan/kemampuan tumpukan. dll. h. terutama untuk barang -barang dengan bentuk tak menentu atau barang yang mudah hancur. i. g. linggis. penyimpanan. forklift. kereta dengan tenaga. barang dalam peti atau kotak sehingga mudah diangkat oleh forklift. waktu dan tenaga. 3) Bantalan Pendek (balok pendek) Digunakan sebagai pengisi peti -peti sehingga memungkinkan bagi forklift untuk lebih mudah mengangkatnya. palu. . mikrometer. Adapun alat bantu teknik gudang harus dipenuhi dalam sistem pergudangan adalah : 1) Alat bantu teknik bergerak Traktor. roda pemisah dll. kain goni.2) Bantalan Panjang (balok panjang) Bantalan dapat juga digunakan sebagai bantalan (ganjal) lantai. digunakan untuk mengikat kelompok material menjadi satu. jangka sorong. penghematan biaya. minyak dalam drum. derek. Pengikat Terbuat dari serpih kertas. gunting. majun. Adapun tujuan dari penggunaan pallet adalah untuk memudahkan pengangkutan. 2) Alat bantu teknik statis Timbangan duduk. kereta dorong roda empat dan roda dua. maksud dan tujuan penggunaannya. Ukuran pallet harus disesuaikan dengan kontruksi. tali rafia atau jenis lainnya. Pallet Adalah suatu alas dari papan yang disatukan dengan kayu balok guna penumpukan material seperti semen. literan.

peralatan bahkan dari material yang disimpan itu sendiri. Untuk itu sistem Keselamatan Ketenagalistrikan (K2) harus menjadi bagian yang penting dalam sistem pergudangan. Keselamatan dan Kenyamanan Dengan mengelola nilai asset yang tidak kecil bahkan rata-rata bernilai milyaran rupiah. Kepala gudang harus ikut mengawasi secara langsung dan bertanggung jawab. baik itu yang disebabkan oleh faktor manusia. maupun terhadap barang yang disimpan dalam gudang. angkutan keluar masuk harus diperiksa dan hanya boleh membawa material yang dilengkapi dengan dokumen yang sah. Pengamanan bahaya kebakaran dan kecelakaan Bahaya kebakaran dan bahaya kecelakaan sangat rentan terjadi di area pergudangan. c. Petunjuk dan pengamanan serta ketentuan-ketentuan mengenai pengamanan. harus diadakan penjagaan yang biasanya menjadi satu dalam sistem penjagaan komplek perusahaan. baik terhadap manusia selaku pelaksana dan penanggung jawab pergudangan. Pastikan agar tiap bagian gudang dapat terrekam oleh cctv. maka Keamanan dan Keselamatan dalam sistem pergudangan adalah merupakan hal yang sangat mutlak harus dilaksanakan. Pengamanan Ekstern Yaitu sistem keamanan terhadap kemungkinan gangguan ekstern. keberadaan pintu keluar masuk harus dibatasi seminimal mungkin. b. Hal-hal penting yang harus diperhatikan terkait dengan keamanan dan keselamatan adalah sebagai berikut : . Memasang cctv pada tiap sudut ruangan untuk meningkatkan dan mempermudah pengamanan. diantaranya berupa pagar. Gudang harus selalu dikunci selama tidak ada orang yang bekerja dan kegiatan diluar jam kerja harus dibatasi pada orang-orang tertentu. keamanan dan keselamatan baik terhadap manusia maupun material harus mudah dimengerti dan mudah dilaksanakan serta harus dilaksanakan dengan disiplin dan konsekuen. Pengamanan Intern Yaitu sistem keamanan terhadap kemungkinan gangguan intern. Pengamanan pada suatu komplek pergudangan meliputi : a. Pengamanan. lingkungan.

5) Material yang mudah meledak. umumnya batas kekuatan lantai berkisar antara 0. tempat yang mempunyai potensi bahaya kebakaran harus diberi tanda yang jelas. penerangan sangat bermanfaat untuk memperlancar jalannya tugas. 7) Penggunaan peralatan dan sarana kerja harus sesuai dengan prosedur dan petunjuk (SOP/Standing Operation Procedure) yang ada. sirkulasi udara perlu juga diperhatikan agar suhu ruang gudang selalu dapat dipertahankan. supaya tidak mengganggu penempatan rak dan material.60 meter. 4) Tempat sampah harus disediakan dan dibersihkan secara berkala. radio komunikasi dll). jangan sampai lantainya rusak karena beban berat material yang disimpan sehingga mengganggu penyelenggaraan gudang itu sendiri.1) Mobil pemadam kebakaran harus mudah untuk masuk dan keluar. 6) Material yang mengandung racun atau bahan kimia yang berbahaya harus ada perlakuan dan penanganan secara khusus. bergeraknya manusia/alat-alat dan kegiatan lainnya. 8) Tersedia alat-alat pelindung yang standar meliputi sarung tangan. 10) Tersedia alat komunikasi (telepon. sehingga jalan dan pintu dibuat selebar mungkin minimal 3. 9) Tata ruang dan penempatan rak harus memperhatikan sistem K2. penutup telinga. kaca mata. 11) Sistem penerangan dan sirkulasi udara harus cukup. 3) Petunjuk cara memadamkan harus ada dan jelas. sedang kelembaban udara akan sangat berpengaruh terhadap material yang disimpan. dll.5 sampai 1 ton per meter persegi. masker tutup hidung/mulut. 13) Daya pikul lantai 14) Rencana penggunaan gudang sangat menentukan daya pikul lantai. 2) Alat pemadam kebakaran harus ditempatkan pada tempat yang tepat dalam gudang dan diadakan pengecekan secara berkala. serta seringkas mungkin. sepatu/safety shoes. safety helmet. mudah terbakar harus ditempatkan tersendiri atau terpisah dari gudang lainnya. juga untuk fungsi keamanan. 15) Ukuran bangunan atau lapangan . 12) Harus diusahakan agar dalam gudang tidak ada tiang-tiang.

 Access Road Antara Gudang Dan Site Proyek Lokasi : Access road antara gudang dan site proyek berada di atas tanah yang baik. Di beberapa titik diberi bahu jalan untuk memungkinkan truk pengangkut barang dapat berputar arah. atau saluran air.16) Dimensinya tergantung dari rencana peruntukan bangunan tersebut untuk menyimpan berapa banyak material yang akan disimpan. . agar tidak terjadi pemborosan. Untuk area di sekitar gudang menggunakan rigid pavement (beton bertulang) karena dipersiapkan untuk truk mengerem. Sebisa mungkin Hindari menempatkan akses jalan di lahan basah. sungai. Lebar Access road: Lebar access road harus memungkinkan 2 truk pengangkut berpapasan. dan bongkar muat barang. Jenis Perkerasan Access Road: Jenis perkerasan menggunakan flexible pavement (aspal). sungai. dataran banjir.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->