TUGAS FILSAFAT KOMUNIKASI

NAMA : ANTHONY R. METE NIM : 1003052020 JURUSAN : ILMU KOMUNIKASI

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK KUPANG 2013

analisis. tatanannya. yang dicirikan oleh argument-argumen yang logis. Ethos merupakan komponen filsafat yang mengajarkan ilmuwan tentang pentingnya ramburambu normatif dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang kemudian menjadi kunci utama bagi hubungan antara ilmu dan masyarakat. pathos. Pathos merupakan komponen filsafat yang menyangkut aspek emosi atau rasa yang ada dalam diri manusia sebagai makhluk yang senantiasa mencintai keindahan. sifatnya.A Menurut : Teori dan Filsafat Komunikasi”. dan aksiologi (kegunaan atau kemanfaatan). Filsafat sebagai akar ilmu komunikasi Para ahli sepakat bahwa landasan ilmu komunikasi yang pertama adalah filsafat. Logos merupakan komponen filsafat yang membimbing para ilmuwan untuk mengambil suatu keputusan berdasarkan pada pemikiran yang bersifat nalar dan rasional. epistemologi (kebagaimanaan). dan logos dari teori Aristoteles dan Plato. yang terdiri dari etika. metodologis. bahwa “Filsafat Komunikasi adalah suatu disiplin yang menelaah pemahaman (verstehen) secara fundamental. sistematis. logika. tujuannya. penghargaan. Filsafat melandasi ilmu komunikasi dari domain ethos. Komponen ini bersinegri dengan aspek kajian ontologi (keapaan). fungsinya. dan estetika. kritis. Pada dasarnya filsafat komunikasi memberikan pengetahuan tentang kedudukan Ilmu Komunikasi dari perspektif epistemology: .FILSAFAT KOMUNIKASI Prof Dr Amsal Bakhtiar M. Komponen yang lain dari filsafat adalah komponen piker. teknik dan perannya. yang dengan ini manusia berpeluang untuk melakukan improvisasi dalam pengembangan ilmu pengetahuan. dan holistis teori dan proses komunikasi yang meliputi segala dimensi menurut bidangnya.

Secara sederhana sebetulnya perdebatan mengenai epistemology Ilmu Komunikasi sudah sejak kemunculan Komunikasi sebagai ilmu. . understanding. Freud. imagination. Secara ontologism. Perdebatan apakah Ilmu Komunikasi adalah sebuah ilmu atau bukan sangat erat kaitannya dengan bagaimana proses penetapan suatu bidang menjadi sebuah ilmu. sangat besar pengaruhnya atas perkembangan keilmuan Komunikasi. Sementara objek forma melihat Ilmu Komunikasi sebagai suatu sudut pandang (point of view). and forgetting”. Ilmu komunikasi dipahami melalui objek materi dan objek formal. dll. learning. Ontolgi sendiri berarti memahami hakikat jenis ilmu pengetahuan itu sendiri yang dalam hal ini adalah Ilmu Komunikasi. supposing. Bahkan nama-nama seperti Laswell. Founding Father. Komunikasi ditelaah lebih jauh menjadi sebuah ilmu baru oada abad ke-19 di daratan Amerika yang sangat erat kaitannya dengan aspek aksiologis ilmu ini sendiri. 2. guesting. yang selanjutnya menentukan ruang lingkup studi itu sendiri. Dilihat sejarahnya. pengaruh Sosiologi dan Psikologi sangat berkontribusi atas lahirnya ilmu ini. hal-hal yang terkait meliputi “belief. tentang cirri-ciri esensial dari yang ada dalam dirinya sendiri. Tradisi Ilmu Komunikasi. Dan memang. Komunikasi Manusia. menurut bentuknya yang paling abstrak (Suparlan: 2005).1. reson. Menurut Lacey. maka Ilmu Komunikasi dikatakan sebagai ilmu tidak terlepas dari ilmu-ilmu social yang terlebih dahulu ada. judgement. sensation. Teori Komunikasi. “what can we know. Hovland. and how do we know it?” (Lacey: 1976). Epistemologis: How To Get? Hakikat pribadi ilmu (Komunikasi) yaitu berkaitan dengan pengetahuan mengenai pengetahuan ilmu (Komunikasi) sendiri atau Theory of Knowledge. Schramm. Ontologis: What It Is? Ontologi berarti studi tentang arti “ada” dan “berada”. Contoh relevan aspek ontologis Ilmu Komunikasi adalah sejarah ilmu Komunikasi. Ilmu komunikasi sebagai objek materi dipahami sebagai sesuatu yang monoteistik pada tingkat yang paling abstrak atau yang paling tinggi sebagai sebuah kesatuan dan kesamaan sebagai makhluk atau benda. Persoalan utama epsitemologis Ilmu Komunikasi adalah mengenai persoalan apa yang dapat ita ketahui dan bagaimana cara mengetahuinya.

Bagaimana kita dapat memperoleh pengetahuan. Kajian Komunikasi yang dipelajari untuk kepentingan manusia pada masa peperangan semakin meneguhkan Komunikasi menjadi sebuah ilmu. Bagaimana kita tahu tentang sesuatu. karena menyangkut dua kata yang saling terkait yaitu filsafat dan ilmu karena keduanya secara substansial maupun historis kelahiran ilmu tidak lepas dari peranan filsafat. radikal dan rasional tentang segala yang ada.Contoh konkret epistemologis dalam Ilmu Komunikasi dapat dilihat dari proses perkembangan kajian keilmuan Komunikasi di Amerika (Lihat History of Communication. Perkembangan ilmu Komunikasi erat kaitannya dengan kebutuhan manusia akan komunikasi. Aksiologis: What For? Hakikat individual ilmu pengetahuan yang bersitaf etik terkait aspek kebermanfaat ilmu itu sendiri. Griffin: 2002). yang ada dalam fikiran dan yang ada dalam kemungkinan. propaganda. retoris (public speaking). yang tampak adalah dunia empiris sedangkan yang tidak tampak adalah alam metafisika. Filsafat ilmu adalah bagian filsafat yang mempertanyakan soal pengetahuan dan juga soal bagaimana kita dapat mengetahui sesuatu. 3. pertanyaan-pertanyaan dalam filsafat komunikasi itu baik secara ontologis. sebaliknya perkembangan ilmu memperkuat keberadaan filsafat. atau Apakah i1mu komunikasi itu. Kebutuhan memengaruhi (persuasive). dimana setiap bab memiliki kaitan dengan bab lain sebagai satu kesatuan yang saling terkait. epistemologis dan aksiologisnya adalah: Apakah pengetahuan itu. Buku ini menjawab pertanyaan-pertanyaan filsafat ilmu mengenai ilmu komunikasi. objek material filsafat adalah segala yang ada. pengertian filsafat ilmu dan tujuan filsafat ilmu. Sementara itu. aspek aksiologis dari Ilmu Komunikasi terjawab seiring perkembangan kebutuhan manusia. dan Apakah kebenaran itu atau Apakah kebenaran itu dalam ilmu komunikasi. adalah sebagian kecil dari manfaat Ilmu Komunikasi. atau Bagaimana kita tahu bahwa sesuatu itu adalah komunikasi. Filsafat sebagai proses berfikir yang sistematis dan radikal memiliki objek material dan objek formal. Secara pragmatis. Pada Bab I dalam buku ini membahas tentang Ruang lingkup filsafat ilmu yang mencakup ilmu sebagai obyek kajian filsafat. Adapun objek formal filsafat adalah sudutpandang yang menyeluruh. Seperti yang telah disinggung pada aspek epistemologis bahwa aspek aksiologis sangat terkait dengan tujuan pragmatic filosofis yaitu azas kebermanfaatan dengan tujuan kepentingan manusia itu sendiri. Prof Dr Amsal bakhtiar dalam buku Filsafat Ilmu ini membagi pembahasan kedalam 6 bab. . spreading of information. segala yang ada mencakup yang tampak dan tidak tampak . Sementara sebagian filosof membagi objek material filsafat atas tiga bagian : yaitu yang ada di alam empiris.

Secara pengertian bahasa filsafat dalam bahasa inggris yaitu : philosophy. Dalam pandangan sidi gazalba filsafat adalah berpikir secara mendalam. kedokteran dan kedokteran pun terspesialisasi menjadi beberapa bagian. Harun Nasution berpendapat bahwa istilah filsafat berasal dari bahasa arab karena orang arab lebih dulu datang dan sekaligus mempengaruhi bahasa Indonesia daripada orang atau bahasa inggris. adanya unsur tujuan yang ingin dicapai melalui berfikir tersebut 3. 1. adapun istilah filsafat berasal dari bahasa yunani : philosophia yang terdiri atas dua kata: philos (cinta) atau philia (persahabatan. 2. Persamaan filsafat dan ilmu adalah sebagai berikut : Keduanya mencari rumusan yang sebaik baiknya dan menyelidiki obyek selengkap lengkapnya sampai ke akar akarnya. biologi berkembng menjadi anatomi. seperti fisika berkembang menjadi biologi. adanya unsur ciri yang terdapat dalam fikiran tersebut yaitu mendalam. tetapi sudah menjadi bagian dari ilmu itu sendiri yang juga mengalami spesialisasi. matematika. politik. Bahkan pada perkembangan berikutnya filsafat tidak hanya dipandang sebagai induk dan sumber ilmu. keterampilan. . intelegensi) jadi secara etimologi filsafat berarti cinta kebijaksanaan atau kebenaran (love of wisdom) orangnya disebut filosof yang dalam bahasa arab disebut failasuf. fisika. 5. Mulyadi Kartanegara mengatakan bahwa ilmu adalah any organized knowlwdge. sedangkan kajian filsafat tidak terkotak kotak dalam disiplin tertentu. Keduanya memberikan pengertian mengenai hubungan atau koheren yang ada antara kejadian kejadian yang kita alami dan mencoba menunjukkan sebab sebabnya Keduanya berhk memberikan sintesis. filsafat teoritis mencakup metafisika. 4. tertarik kepada) dan sophos (hikmah. dan logika sedangkan filsafat praktis adalah ekonomi. sistematik. kebijaksanaan.1. Cakupan objek filsafat lebih luas bila dibandingkan dengan ilmu Karena ilmu hanya terbatas pada persoalan yang empiris saja. Pendapat ini memperlihatkan adanya tiga ciri pokok dalam filsafat yaitu : 1. pengalaman praktis. oleh karena itu dia konsisten menggunakan kata falsafat bukan filsafat. Sedangkan pengertian ilmu yang terdapat dalam kamus bahasa Indonesia adalah pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode metode tertentu yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala gejala tertentu di bidang pengetahuan itu. 3. inti atau hakikat mengenai segala sesuatu yang ada. Perbedaan filsafat dan ilmu adalh sebagai berikut : Objek material (lapangan) filsafat itu bersifat universal (umum) yaitu segala sesuatu yang ada (realita) sedangkan objek material ilmu (pengetahuan ilmiah) itu bersifat khusus dan empiris artinya ilmu hanya terfokus pada disiplin bidang masing masing secara kaku dan terkotak kotak. radikal dan universal dalam rangka mencari kebenaran. ilmu dan sains menurutnya tidak berbeda terutama sebelum abad ke 19. sedangkan filsafat mencakup yang empiris dan yang non empiris. Setiap bidang ilmu ini kemudian berkembang dan menspesialisasi. awalnya filsafat terbagi pada teoritis dan praktis. tetapi setelah itu sains lebih terbatas pada bidang fisik dan inderawi sedangkan ilmu melampauinya pada bidang bidang nonfisik seperti metafisika. adanya unsur berfikir yang dalam hal ini menggunakan akal 2. pengetahuan. hukum dan etika. yaitu suatu pandangan yang bergandengan Keduanya mempunyai metode dan sistem Keduanya berhak memberikan penjelasan tentang kenyataan seluruhnya timbul dari hasrat manusia (objektivitas) akan pengetahuan yang lebih mendasar.

yang teoritis mencakup logika. metafisika Dan fisika sedangkan yang praktis mencakup etika. Objek formal (sudut pandangan) filsafat itu bersifat non fragmentaris. Pada bab 2 dibahas tentang sejarah perkembangan ilmu. sehingga secara menyeluruh kita dapat memahami sumber. Pembagian ilmu inilah yang menjadi pedoman juga bagi klasifikasi ilmu di kemudian hari. Disamping itu objek formal ilmu itu bersifat teknik. hakikat dan tujuan ilmu 2. Pola pikir mitosentris adalah pola pikir masyarakat yang mengandalkan mitos untuk menjelaskan fenomena alam. Mendalami unsur unsur pokok ilmu. Memahami sejarah pertumbuhan. ekonomi dan politik. metafisika. Filsafat yunani yang rasional itu boleh dikatakan berakhir setelah aristoteles menuangkan fikirannya. karena mencari pengertian dari segala sesuatu yang ada itu secara luas mendalam dan mendasar. Aristoteles dianggap bapak ilmu karena dia mampu meletakkan dasar dasar dan metode ilmiah secara sistematis. matematika. Aristoteles yang pertama kali membagi filsafat pada hal yang teoritis dan praktis. 3.2. Logika aristoteles berdasarkan pada analisis bahasa yang disebut silogisme. Filsafat memberikan penjelasan yang terakhir yang mutlak dan mendalam sampai mendasar (primary cause) sedangkan ilmu menunjukkan sebab sebab yang tidak begitu mendalam yang lebih dekat yang sekunder (secondary cause) Tujuan filsafat ilmu adalah : 1. perkembangan dan kemajuan ilmu di berbagai bidang. yang berarti bahwa cara ide ide manusia itu mengadakan penyatuan diri dan realita. akan tetapi sifat rasional itu . Mempertegas bahwa dalam persoalan sumber dan tujuan antara ilmu dan agama tidak ada pertentangan. spesifik dan intensif. sedangkan ilmu bersifat fragmentaris. Pada bab ini Prof Amsal bahtiar membagi fase perkembangan ilmu dan filsafat menjadi beberapa fase : · Perkembangan ilmu dizaman Islam  Penyampaian ilmu dan filsafat yunani ke dunia Islam  Perkembangan Ilmu pada masa klasik  Perkembangan ilmu pada masa kejayaan Islam  Masa keruntuhan Islam tradisi keilmuan dalam Islam · Kemajuan Ilmu Zaman Renaisans modern  Masa Renaisans  Zaman Modern  Ilmu yang berbasis rasionalisme dan empirisme  Perkembangan filsafat pada zaman modern · Kemajuan Ilmu zaman Kontemporer Puncak kejayaan filsafat Yunani terjadi pada masa Aristoteles (384-322 SM) ia murid plato seorang filosof yang berhasil menemukan pemecahan persoalan-persoalan besar filsafat yang dipersatukannya dalam satu sistem : logika. fisika. sehingga kita mendapat gambaran tentang proses ilmu kontemporer secara historis 3. dimana periode filsafat Yunani merupakan periode sangat penting dalam sejarah peradaban manusia karena pada waktu ini terjadi perubahan pola piker manusia dari mitosentris menjadi logosentris.

insaf. Pada bab 3 buku ini membahas tentang pengetahuan dan ukuran kebenaran. sadar. pekerjaan tahu tersebut adalah hasil dari kenal. yaitu ilmu sebagai terjemahan dari science yang diartikan sebagai pengetahuan yang kuantitatif dan objektif. yaitu pengetahuan yang dalam filsafat dikatakan dengan istilah common sense. Dalam perjalanan ilmu dan juga filsafat didunia Islam. sedangkan zaman kontemporer memfokuskan sorotannya pada berbagai perkembangan terakhir yang terjadi hingga saat sekarang. amat jarang ditemukan suatu kebudayaan asing dapat diterima sedemikian rupa oleh kebudayaan lain yang kemudian menjadikan landasannya bagi perkembangan intelektual dan pemahaman filosofisnya. . Yang dimaksud dengan zaman kontemporer artinya adalah era tahun tahun terakhir yang kita jalani hingga sekarang ini hal yang membedakan pengamatan tentang ilmu di zaman modern dengan zaman kontemporer adalah bahwa zaman modern adalah era perkembangan ilmu yang berawal sejak sekitar abad ke 15. dalam sejarah peradaban manusia. Kemajuan ilmu dan teknologi dari masa ke masa adalah ibarat mata rantai yang tidak pernah terputus satu sama lain. zaman pertengahan. mengerti dan pandai. dalam kamus filsafat dijelaskan bahwa pengetahuan (knowledge) adalah proses kehidupan yang diketahui manusia secara langsung dari kesadarannya sendiri Burhanudin salam mengemukakan bahwa pengetahuan yang dimiliki manusia ada 4 yaitu : 1. dan sering diartikan sebagai good sense.masih digunakan selama berabad abad sesudahnya sampai sebelum filsafat benar benar memasuki dan tenggelam dalam pertengahan. 2. usaha usaha para filosof islam pada gilirannya menjadi alat dalam penyebaran filsafat dan penetrasinya kedalam studi studi keislaman lainnya dan tak diragukan lagi upaya rekonsiliasi oleh para filosof muslim ini menghasilkan afinitas dan ikatan yang kuat antara filsafat arab dan filsafat yunani. Pengetahuan biasa. zaman modern dan zaman kontemporer. Pengetahuan itu adalah semua milik atau isi fikiran dengan demikian pengetahuan merupakan hasil proses dari hasil usaha manusia untuk tahu. Pengetahuan ilmu. Pengalihan pengetahuan ilmiah dan filsafat Yunani ke dunia Islam serta pengintegrasian pengetahuan itu oleh umat Islam merupakan sebuah catatan sejarah yang unik. pada dasarnya terdapat upaya rekonsiliasi dalam arti mendekatkan dan mempertemukan dua pandangan yang berbeda bahkan seringkali ekstrim antara pandangan filsafat yunani dan pandangan keagamaan dalam Islam yang seringkali menimbulkan benturan benturan. Perubahan pola kehidupan manusia dari waktu ke waktu sesungguhnya berjalan seiring dengan sejarah kemajuan dan perkembangan ilmu tahap tahap perkembangan itu kita sebut dalam konteks ini sebagai periodisasi sejarah perkembangan ilmu sejak zaman klasik. secara etimologi pengetahuan berasal dari kata dalam bahasa Inggris yaitu knowledge dalam encyclopedia of philosopy dijelaskan bahwa definisi pengetahuan adalah kepercayaan yang benar (knowledge is justified true belief) sedangkan secara terminology menurut Drs sidi gazalba pengetahuan adalah apa yang diketahui atau hasil pekerjaan tahu. hal baru yang ditemukan pada suatu masa menjadi unsur penting bagi penemuan penemuan lainnya dimasa berikutnya demikianlah semua saling terkait.

Rasionalisme. persoalnnya dari mana pengetahuan itu diperoleh atau lewat apa pengetahuan itu diperoleh. akal tidak banyak berfungsi kalaupun ada hanya sebatas ide yang kabur. ajaran idealism menegaskan bahwa untuk mendapatkan pengetahuan yang benar benar sesuai dengan kenyataan adalah mustahil. menurut aliran ini manusia mendapatkan pengetahuan dari pengalamannya. manusia bisa mendapatkan nya melalui indera. sehingga john locke (1632-1704) bapa empiris britania mengemukakan teori tabula rasa (sejenis buku catatan kosong). idealism tidak mengingkari adanya materi. yaitu pengetahuan yang diperoleh dari pemikiran yang bersifat kontemplatif dan spekulatif. 4. ilmu adalah pengetahuan. Bagi aliran ini kelemahan aliran empirisme yang disebabkan kelemahan alat indera dapat dikoreksi seandainya akal digunakan. Semua orang mengakui memiliki pengetahuan. b. Kelemahan aliran ini adalah : indera terbatas. Pengetahuan terbagi menjadi 2 yaitu pra ilmiah dan ilmiah. pengetahuan yang benar diperoleh melalui akal manusia memperoleh pengetahuan melalui kegiatan menangkap objek. pengetahuan pra ilmiah adalah pengetahuan yang belum memiliki syarat syarat ilmiah pada umumnya. Ada 2 teori untuk mengetahui hakikat pengetahuan itu yaitu : a. kemampuan ini mirip dengan insting tetapi berbeda dengan kesadaran dan kebebasannya. Pengetahuan agama. c. Realisme. sebaliknya pengetahuan ilmiah adalah pengetahuan yang harus memilki syarat syarat ilmiah. b. aliran ini menyatakan bahwaakal adalah dasar kepastian pengetahuan.3. teori ini mempunyai pandangan yang realistis terhadap alam pengetahuan. namun materi adalah suatu gagasan yang tidak jelas dan bukan hakikat. berasal dari indera dan objek sekaligus. induksi dan analisis. tentang hakikat pengetahuan yang meliputi apa itu pengetahuan dan bagaimana memperoleh pengetahuan tersebut. Dalam kamus besar bahasa Indonesia ilmu disamakan artinya dengan pengetahuan. Intuisi. Dari sejumlah pengertian yang ada sering ditemukan kerancuan antara pengertian pengetahuan dan ilmu. Menurut Henry Bergson intuisi adalah hasil dari evolusi pemahaman yang tertinggi. Jadi dalam empirisme sumber utama untuk memperoleh pengetahuan adalah data empiris yang diterima oleh indera. . pengetahuan filsafat lebih menekankan pada universalitas dan kedalaman kajian tentang sesuatu. yaitu pengetahuan yang hanya diperoleh dari Tuhan lewat utusannya. objek yang menipu. Syarat syarat yang dimiliki oleh pengetahuan ilmiah adalah : harus memiliki objek tertentu (formal dan material) dan harus bersistem (runtut) selain itu pengetahuan ilmiah harus memiliki metode tertentu dengan sifatnya yang umum. dalam hal ini ada beberapa pendapat tentang sumber pengetahuan antara lain : a. Idealisme. metodenya berupa metode deduksi. ajaran realism percaya bahwa dengan sesuatu atau lain cara ada hal hal yang hanya terdapat didalam dan tentang dirinya sendiri serta yang hakikatnya tidak terpengaruh oleh seseorang. Empirisme. Pada pembahasan mengenai hakikat dan sumber pengetahuan penulis menjelaskan. itu disebabkan adanya perbedaan antara indera yang satu dengan yang lain. Pengetahuan filsafat. pengetahuan agama bersifat mutlak dn wajib diyakini oleh parapemeluk agama. kedua kata tersebut dianggap memiliki kesamaan arti bahkan ilmu dan pengetahuan terkadang dirangkum menjadi kata majemuk yang mengandung arti tersendiri. indera kadang menipu. premis pokok yang diajukan oleh idealism adalah jiwa mempunyai kedudukan utama dalam alam semesta. pengetahuan inderawi bersifat parsial.

menurut teori ini kebenaran itu apabila ada kesesuaian antara arti yang dimaksud oleh suatu pernyataan atau pendapat dengan objek yang dituju oleh pernyataan itu. dalil atau teori semata mata tergantung kepada azas manfaat. tasawuf lah yang menghilangkan keragu raguan tentang segala sesuatu. problem kebenaran inilah yang memacu tumbuh dan berkembangnya epistimologi. kebenaran adalah yang bersesuaian dengan fakta. Menurut teori ini suatu kebenaran dan suatu pernyataan diukur dengan criteria apakah pernyataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan manusia. oleh karena itu sangat wajar bila Imam Al Ghazali merasa tidak puas dengan penemuan penemuan akalnya dalam mencari suatu kebenaran.Dalam pembahasannya penulis membahas kebenaran epistimologis karena kebenaran yang lainnya secara inheren akan masuk dalam kategori kebenaran epistimologis. kemampuan pengembangan kemampuan ini memerlukan suatu usaha. atu the fragmatic theory of truth. kebenaran dalam arti ontologis adalah kebenaran sebagai sifat dasar yang melekat pada hakikat segala sesuatu yang ada atau diadakan. agama dengan karakteristiknya sendiri memberikan jawaban atas persoalan asasi yang dipertanyakan manusia baik tentang alam. atau teori konsistensi atau the consistence of truth yang sering pula dinamakan the coherence of truth. menurut teori ini kebenaran tidak dibentuk atas hubungan antara putusan dengan sesuatu yang lain yaitu fakta dan realitas. secara umum orang merasa bahwa tujuan pengetahuan adalah untuk mencapai kebanaran. Teori Fragmatisme tentang kebenaran. agama mengedepankan wahyu yang bersumber dari Tuhan. 3. Manusia sebagai makhluk pencarikebenaran salah satu cara untuk menemukan suatu kebenaran adalah melalui agama. teori hipotesa atau ide adalah benar apabila ia membawa pada akibat yang memuaskan. . Agama sebagai teori kebenaran. apabila ia berlaku dalam praktik apabila ia mempunyai nilai praktis. kebenaran dalam arti semantic adalah kebenaran yang terdapat serta melekat dalam tutur kata dan bahasa. Kebenaran epistimologis adalah kebenaran yang berhubungan dengan pengetahuan manusia. Dengan demikian suatu hal dianggap benar apabila sesuai dengan ajaran agama atau wahyu sebagai penentu kebenaran mutlak. akhirnya Al Ghazali sampai kepada kebenaran dalam tasawuf. yaitu apabila ia menyatakan apa adanya. teori yang menjelaskan episyimologis adalah sebagai berikut : Teori korespondensi. sesuatu dianggap benar jika mendatangkan manfaat dan akan dikatakan salah jika tidak mendatangkan manfaat. namun masalahnya tidak hanya sampai disitu saja. Menurut teori ini benar tidaknya suatu ucapan. tetapi atas hubungan antara antara putusan putusan itu sendiri dengan kata lain kebenaran ditegakkan atas hubungan antara putusan yang baru itu dengan dengan putusan putusan lainnya yang telah kita ketahui dan akui kebenarannya terlebih dahulu. telaah epistimologi terhadap kebenaran membawa kita pada sebuah kesimpulan bahwa perlu dibedakan adanya 3 jenis yaitu kebenaran epistimologis. yang berselaras dengan realitas yang serasi dengan situasi akal Teori koherensi tentang kebenaran. jadi kebenaran adalah sesuatu yang berlaku. Pada bagian selanjutnya penulis membahas tentang ukuran kebenaran. 4. manusia maupun tentang Tuhan. atau the correspondence theory of truth. 2. kebenaran ontologis dan kebenaran semantik. Suatu proposisi atau pengertian adalah benar apabila terdapat suatu fakta yang diselaraskannya.1. Menurutnya intuisi bersifat lahiriah pengetahuan simbolis yang pada dasarnya bersifat analisis menyeluruh dan mutlak dan tanpa dibantu penggambaran secara simbolis.

yang kedua yaitu idealisme aliran ini beranggapan bahwa hakikat kenyataan yang beraneka ragam itu semua berasal dari ruh yaitu sesuati yang tidak berbentuk dan menempati ruang. rasionalis. Umumnya manusia tidak akan mengalami kesulitan untuk menerima prinsip dualism ini. Dalam persoalan ontology orang menghadapi persoalan bagaimanakah kita menerangkan hakikat dari segala yang ada ini ? pertama kali orang dihadapkan pada adanya 2 macam kenyataan. metafisika umum dimaksuidkan sebagai istilah lain ontology. paham ini menganggap bahwa hakikat yang berasal dari seluruh kenyataan hanyalah satu saja. dalam perkembangannya Rudolf Wolf membagi metafisika menjadi 2 yaitu metafisika umum dan metafisika khusus. Dualisme. Monoisme. Sedangkan Al Ghazali secara filosofis membagi ilmu kedalam ilmu syar’iyah dan ilmu aqliyyah. karegori ilmu yang berguna mereka kategorikan kepada ilmu ilmu duniawi seperti ilmu kedokteran. untuk menamai teori tentang hakikat yang ada yang bersifat metafisis. dan iluminasioris ketiganya bersumber dari manusia yang bersifat relative. relativitas itu tidak saja dari pemikiran tetapi juga perangkat yang dimiliki oleh manusia dalam memperoleh pengetahuan seperti panca indera. Didalam pemahaman ontology dapat diketemukan pandangan pandangan pokok pemikiran sebagai berikut : a. penulis membahas tentang dasar dasar ilmu. Term ontology pertamakali dikenalkan oleh rodolf goclenius pada tahun 1636 M. para filosof muslim membedakan ilmu kepada ilmu yang berguna dan ilmu yang tidak berguna. Ontologi merupakan salah satu lapangan penyelidikan kefilsafatan yang paling kuno. tidk mungkin dua. dengan demikian metafisika umum atau ontology adalah cabang filsafat yang membicarakan prinsip yang paling dasar atau paling dalam dari segala sesuatu yang ada. yaitu ontology. jasad dan spirit. sedang metafisika khusus masih dibagi lagi menjadi kosmologi. benda dan ruh. sedangkan Dr Muhammad Al Bahi membagi ilmu dari sumbernya terbagi menjadi 2 yaitu ilmu yang bersumber dari Tuhan dan ilmu yang bersumber dari manusia. sedangkan ilmu yang tidak berguna seperti ilmu sihir. sedang kenyataan bathin dapat segera diakui adanya oleh akal dan perasaan hidup.Pada bagian akhir bab 3 dibahas tentang klasifikasi dan hierarki ikmu. psikologi dan teologi. Karena semua bentuk pengetahuan yang bersifat empiris. Namun penulis menganggap perlu mengemukakan klasifikasi al ghazali. karena al ghzali lah sebagai peletak dasar filosofis pertama kali teori iluminasiosis dalam arti pengetahuan yang dating dari Tuhan karena adanya pencerahan. akal dan wahyu. b. aliran ini berpendapat bahwa benda terdiri dari 2 macam hakikat yaitu hakekat materi dan hakekat ruhani . . sedangkan al jurjani membagi ilmu kepada ilmu qadim dan ilmu hadis. dia berpendapat bahwa pengetahuan adalah ma’rifat yang dating dari Allah langsungkepada seseorang itulah pengetahuan yang paling benar. yang pertama kenyataan yang berupa materi yang kedua kenyataan yang berupa rohani. epistemology dan aksiologi. faham ini kemudian terbagi 2 yaitu : materialism yang menganggap bahwa sumber yang asal itu adalah materi bukan rohani aliran ini sering juga disebut naturalism. karena setiap kenyataan lahir dapat segera ditangkap oleh panca indera kita.

Metode positivisme. d. sehingga objek yang dihasilkan pun akan berbeda beda. perbuatan perbuatan atau manusia manusia yang lain. yaitu metode yang menyimpulkan bahwa data data empiric diolah lebih lanjut dalam suatu sistem pernyataan yang runtut. e. e. niai yang dimaksud adalah sesuatu yang dimiliki manusia untuk melakukan berbagai pertimbangan tentang apa yang dinilai. teori tentang nilai dalam filsafat mengacu pada permasalahan etika dan estetika.c. yaitu metode yang menyimpulkan pernyataan pernyataan hasil observasi disimpulkan dalam suatu pernyataan yang lebih umum. paham ini berpandangan bahwa segenap bentuk merupakan kenyataan. d. pengandaian dan dasar dasarnya serta pertanggung jawaban atas pernyataan mengenai pengetahuan yang dimiliki. hal yang harus ada dalam metode deduktis adalah perbandingan logis antara kesimpulan kesimpulan itu sendiri. Epistimologi adalah cabang filsafat yang berurusan dengan hakikat dan lingkup pengetahuan. sebuah doktrin yang tidak mengakui validits alternative yang positif. Metode deduktif. Makna etika dipakai dalam 2 bentuk arti. Pluralime. Statistik dan Logika. Bahasa memegang peranan penting dan suatu hal yang lazim dalam hidup dan kehidupan manusia.menurut comte perkembangan pemikiran manusia melaui 3 tahap yaitu. terlihat jelas bahwa permasalahan yang utama adalah mengenai nilai. metode ini mengatakan adanya keterbatasan indera dan akal manusia untuk memperoleh pengetahuan. Dari definisi mengenai aksiologi. teologis. Metode kontemplatif. Timbulnya aliran ini dikarenakan belum dapatnya orang mengenal dan mampu menerangkan secara konkrit akan adanya kenyataan yang berdiri sendiri dan dapat kita kenal. pertama etika merupakan suatu kumpulan pengetahuan mengenai penilaian terhadap perbuatan perbuatan manusia. ia mengenyampingkan segala persoalan diluar yang ada sebagai fakta. yang factual dan dan positif. Metode induktif. metode ini mula mula berarti metode Tanya jawab untuk mencapai kejernihan filsafat namun plato mengartikannya sebagai diskusi logika. Agnotisisme yaitu mengingkari kesanggupan manusia untuk mengetahui hakekat benda. metafisis dan positif. baik hakekat materi maupun hakikat ruhani. indera dan lain lain meiliki metode tersendiri dalam teori pengetahuan diantaranya adalah : a. Metode dialektis. istilah nihilism sebenarnya sudah ada sejak yunani kuno. arti kedua etika merupakan suatu predikat yang dipakai untk membedakan hal hal. kelaziman tersebut membuat manusia jarang memperhatikan bahasa dan . c. harusnya dikembangkan suatu kemampuan akal yang disebut dengan intuisi. Pengertian aksiologi yang dikutip penulis berasal dari buku jujun s suriasumantri yang berarti sebagai teori nilai yang berkaitan dengan kegunaan dari pengetahuan yang diperoleh. Pengetahuan yang diperoleh oleh manusia melalui akal. Nihilisme. dalam induksi setelah diperoleh pengetahuan. prularisme bertolak dari keseluruhan danmengakui bahwa segenap macam bentuk itu semuanya nyata. Pada penulis kemudian membahas tentang sarana ilmiah yang terdiri dari : Bahasa. Matematika. maka akan dipergunakan hal hal lain seperti ilmu mengajarkan kita bahwa kalau logam dipanaskan maka akan mengembang b. pengetahuan yang didapat melalui intuisi ini bias diperoleh dengan cara berkontemplasi seperti yang dilakukan oleh Al Ghazali. metode ini berpangkal dari apa yang telah diketahui.

menganggapnya sebagai suatu hal yang biasa. . joseph Broam mengatakan bahwa a language is a structured system of arbitrary vocal symbols by means of wich members of social grup interact (bahasa adalah suatu sistem yang berstruktur dari symbol symbol bunyi arbitrer yang digunakan oleh para anggota suatu kelompok sosial sebagai alat bergaul satu sama lain).