TUGAS TIK DASAR DAN LANDASAN PENDIDIKAN DI INDONESIA

GURU MAPEL SUGENG MARWOTO S.KOM

NAMA 1. IIS ENDARWATI (3164)

2. WAHYU MEGA PERTIWI (3180)

SMP NEGERI 02 GONDANGREJO KABUPATEN KARANGANYAR TAHUN PELAJARAN 2012/2013

Hewan juga “belajar” tetapi lebih ditentukan oleh instinknya. Landasan HukumKata landasan dalam hukum berarti melandasi atau mendasari atau titik tolak.Pasal – pasal yang bertalian dengan pendidikan dalam Undang – Undang Dasar 1945 hanya 2 pasal. Ketiga. bila dilanggar akan mendapatkan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku pula.LANDASAN PENDIDIKAN Pendidikan merupakan bagian penting dari kehidupan yang sekaligus membedakan manusia dengan makhluk hidup lainnya.landasan filsafat. Pendidikan menurut Undang-Undang 1945 Undang – Undang Dasar 1945 adalah merupakan hokum tertinggi di Indonesia. Kedua. Butir kedua dan ketiga di atas memberikan pengerian bahwa pandidikan bukan hanya transfer of knowledge tetapi juga transfer of value.Sementara itu kata hukum dapat dipandang sebagai aturan baku yang patut ditaati. Dan ayat 2 pasal ini berbunyi : Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu system pengajar . sedangkan manusia belajar berarti merupakan rangkaian kegiatan menuju pendewasaan guna menuju kehidupan yang lebih berarti. pada umumnya dikatakan sebagai pranata yang dapat menjalankan tiga fungi sekaligus. sesuai dengan peranan yang diharapkan. mempersiapkan generasi muda untuk untuk memegang peranan-peranan tertentu pada masa mendatang.landasan sosial budaya. mentransfer pengetahuan. 1.landasan psikologi. Dengan demikian pendidikan dapat menjadi helper bagi umat manusia. begitu juga di sekolah dan perguruan tinggi. Pandangan klasik tentang pendidikan.a. dalam hal ini kegiatan pendidikan. para siswa dan mahasiswa diajar oleh guru dan dosen. Pasal 31 Ayat 1 berbunyi : Tiap – tiap warga Negara berhak mendapatkan pengajaran.dan landasan ekonomi . Pada makalah ini berusaha memuat tentang : landasan hukum. Pertama. yaitu pasal 31 dan Pasal 32.landasan sejarah. Aturan baku yang sudah disahkan oleh pemerintah ini . Landasan hukum dapat diartikan peraturan baku sebagai tempat terpijak atau titik tolak dalam melaksanakan kegiatan – kegiatan tertentu. Yang satu menceritakan tentang pendidikan dan yang satu menceritakan tentang kebudayaan. mentransfer nilai-nilai dalam rangka memelihara keutuhan dan kesatuan masyarakat sebagai prasyarat bagi kelangsungan hidup masyarakat dan peradaban. Landasan Pendidikan marupakan salah satu kajian yang dikembangkan dalam berkaitannya dengan dunia pendidikan. Anak-anak menerima pendidikan dari orang tuanya dan manakala anak-anak ini sudah dewasa dan berkeluarga mereka akan mendidik anak-anaknya.

fasilitator. Tekanan pendidikannya adalah pada pembentukan intelektual dan logika. ilmiah. kebebasan. Apa yang sekarang dipandang benar karena dituju dalam kehidupan. instruktur. Yang dibahas adalah pasal – pasal penting terutama yang membutuhkan penjelasan lebih mendalam serta sebagai acuan untuk mengembangkan pendidikan.Demikianlah Filsafat Progresivisme mempunyai jiwa perubahan. dosen. Esensialis2. Kalau kebenaran yang esensial pada esensialis ada pada kebudayaan klasik dengan Great Booknya. Pertama – tama adalah Pasal 1 Ayat 2 dan Ayat 5. Sedang yang dimaksud dengan Pendidik tertera dalam pasal 27 ayat 6. tutor. dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya. Ukuran kebenaran ialah yang berguna bagi kehidupan manusia hari ini. Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.Pasal 32 pada Undang – Undang Dasar berbunyi : Pemerintah memajukan kebudayaan nasional Indonesia. serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan. berikut akan dipaparkan tentang beberapa aliran filsafat pendidikan yang dominan di dunia ini. yang mengatakan bahwa Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru. Tidak semua pasal akan dibahas dalam buku ini.b. Tokoh filsafat pendidikan . dan perbuatan nyata. Parenialis3. pamong belajar. Ayat 2 berbunyi sebagai berikut : Pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama. yang diatur dengan Undang – Undang. Tokoh filsafat ini ialah Agustinus dan Thomas Aquino. Menurut ayat ini yang berhak menjadi tenaga kependidikan adalah setiap anggota masyarakat yang mengabdikan dirinya dalam penyelenggaraan pendidikan. Aliran itu ialah :1. Landasan FilsafatFilsafat pendidikan ialah hasil pemikiran dan perenungan secara mendalam sampai keakar – akarnya mengenai pendidikanAgar uraian tentang filsafat pendidikan ini menjadi lebih lengkap. Kebenaran seperti itulah yang esensial. Rekonstruksionis5.Filsafat pendidikan Parenialis tidak jauh berbeda dengan filsafat pendidikan Esensialis.an nasional. konselor. yang lain adalah suatu kebenaran secara kebetulan saja. Tujuan dan kebenaran itu bersifat relative. tidak ada tujuan yang pasti. relativitas. maka kebenaran Parenialis ada pada wahyu Tuhan. tahun depan belum tentu masih tetap benar.” 2. Menurut filsafat ini. widyaiswara. Progresivis4. EksistensialisFilsafat pendidikan Esensialis bertitik tolak dari kebenaran yang telah terbukti berabad – abad lamanya.“Selanjutnya Pasal 1 Ayat 5 berbunyi : Tenaga Pendidik adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan. kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman. dinamika.

Merka membina anak-anak dan para pemuda melalui lembaganya masing-masing untuk mengembalikan harga diri dan martabatnya yang hilang akibat penjajahan Belanda. Adanya manusia di dunia ini tidak punya tujuan dan kehidupan menjadi terserap karena ada manusia. Mereka bercita – cita mengkonstruksi kembali kehidupan manusia secara total. Pendidikan itu telah ada sejak zaman kuno.Asas pendidikannya adalah Islam dengan tujuan mewujudkan orang-orang muslim yang berakhlak . Sejarah pendidikan di Indonesia. Adat Istiadat.Filsafat pendidikan Eksistensialis berpendapat bahwa kenyataan atau kebenaran adalah eksistensi atau adanya individu manusia itu sendiri. Tokoh pendidik nasional berikutnya yang akan dibahas adalah Ki Hajar Dewantara yang mendirikan Taman Siswa di Yogyakarta. Akan menjadi apa orang itu ditentukan oleh keputusan dan komitmennya sendiri. 1983).Pendidikan di Indonesia sudah ada sebelum Negara Indonesia berdiri. yaitu asas Taman Siswa.Progresivis ini adalah John Dewey. sebab sekolah ini didirikan di Kayutanam. 1990). yang menginginkan kondisi manusia pada umumnya harus diperbaiki (Callahan. Panca Darma.Asas Taman Siswa dirumuskan pada Tahun 1922. yang sebagian besar merupakan asas perjuangan untuk menentang penjajah Belanda pada waktu itu. dan Kyai Haji Ahmad Dahlan (TIM MKDK. dengan beberapa cirri seperti berikut (TIM MKDK. Sifat. 3. pendidikan pada zaman kemerdekaan. kemudian diteruskan dengan zaman pengaruh agama Hindu dan Budha. Tokoh ketiga adalah Ahmad Dahlan yang mendirikan organisasi Agama Islam pada tahun 1912 di Yogyakarta. Ki Hajar Dewantara. yang berjuang melalui pendidikan. 1990). Pada waktu bangsa Indonesia berjuang merintis kemerdekaan ada tiga tokoh pendidikan sekaligus pejuang kemerdekaan. system. Manusia adalah bebas. zaman pengaruh agama Islam. Sekolah ini lebih dikenal dengan nama Sekolah Kayutanam. Pendidikan Muhammadiyah ini sebagian besar memusatkan diri pada pengembangan agama Islam. yang kemudian berkembang menjadi pendidikan Agama Islam.Filsafat pendidikan Rekonstruksionis merupakan variasi dari Progresivisme. Landasan SejarahSejarah adalah keadaan masa lampau dengan segala macam kejadian atau kegiatan yang dapat didasari oleh konsep – konsep tertentu. Maksud ulama Syafei adalah mendidik anak-anak agar dapat berdiri sendiri atas usaha sendiri dengan jiwa yang merdeka. Mohamad Syafei mendirikan sekolah INS atau Indonesisch Nederlandse School di Sumatera Barat pada Tahun 1926. Sebab itu sejarah pendidikan di Indonesia juga cukup panjang. dan metode pendidikannya diringkas ke dalam empat keemasan. Tokoh-tokoh pendidik itu adalah Mohamad Safei. dan semboyan atau perlambang.

Identifikasi4. Kesenian2. dan tradisi. misalnya kebudayaan Indonesia2. Pendekatan ini berusaha melihat karakteristik setiap individu. Landasan PsikologiPsikologi atau ilmu jiwa adalah ilmu yang mempelajari jiwa manusia. 1989)Hassan (1983) misalnya mengatakan kebudayaan berisi (1) norma-norma. Sunda.2. Pendekatan pentahapan. misalnya kebudayaan Jawa. Pendekatan ini memandang individu-individu itu memiliki kesamaan-kesamaan dan perbedaan-perbedaan. Imitasi2. yaitu :1. adapt. perlu ditambah beberapa komponen lagi yaitu :1. dan individu secara alami. Pendekatan ipsatif. Ilmu3. Nusa Tenggara Timur dan sebagainya3. 5. Malah dapat dikatakan tidak ada pendidikan yang tidak dimasuki unsure budaya.Proses sosial dimulai dari interaksi sosial dan dalam proses sosial itu selalu terjadi interaksi sosial. Atas dasar ini lalu orang-orang membuat kelompok-kelompok3. Interaksi dan proses social didasari oleh factor-faktor berikut :1. dan kemampuan-kemampuan serta kebiasaan-kebiasaan yang diperoleh orang sebagai anggota masyarakat (Imran Manan. Ideologi3. yang berada dan melekat dalam manusia itu sendiri. Perkembangan individu berjalan melalui tahapan-tahapan tertentu. adapt.a. huku. cara belajar mereka adalah budaya. Psikologi Perkembangan Ada tiga teori atau pendekatan tentang perkembangan. sementara itu Imran Manan (1989) menunjukkan lima komponen kebudayaan sebagai berikut :1. moral. BendaAgar menjadi lengkap. Simpati Kebudayaan dan PendidikanKebudayaan menurut Taylor adalah totalitas yang kompleks yang mencakup pengetahuan. dapat saja disebut sebagai pendekatan . Karena itu jiwa atau psikis dapat dikatakan inti dan kendali kehidupan manusia. aspek budaya inipun sangat berperan dalam proses pendidikan. Teknologi5. Kebudayaan umum. yang dapat dipengaruhi oleh alam sekitar. antarmasyarakat. Sugesti3.4. KepandaianKebudayaan dapat dikelompokkan menjadi tiga macam. seni. suatu kebudayaan yang masa berlakunya rata-rata lebih pendek daripada kedua macam kebudayaan terdahulu. Pendekatan diferensial. Materi yang dipelajari anakanak adalah budaya. Bali. Sosiologi dan PendidikanSosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok dan struktur sosialnya. begitu pula kegiatan-kegiatan mereka dan bentuk-bentuk yang dikerjakan juga budaya. 1988)1. Norma4. (2) folkways yang mencakup kebiasaan. Kebudayaan daerah. artinya aspek itu telah ada sejak manusia dilahirkan. kepercayaan. Pada setiap tahap memiliki ciri-ciri pada tahap-tahap yang lain. Landasan Sosial BudayaSosial mengacu kepada hubungan antar individu. Kebudayaan popular. Gagasan2. Jiwa itu sendiri adalah roh dalam keadaan mengendalikan jasmani.Sama halnya dengan social. dan (3) mores. Pendekatan-pendekatan yang dimaksud adalah : (Nana Syaodih.

situasi dan respon anak diulang-ulang atau dipraktekkan agar belajar lebih sempurna dan lebih lama diingat. Motivasi positif dan percaya diri dalam belajar. Melihat perkembangan seseorang secara individual.3. Psikologi BelajarBelajar adalah perubahan perilaku yang relative permanent sebagai hasil pengalaman (bukan hasil perkembangan. beberapa kali secara berturut-turut. Masa anak ialah umur 4 – 8 tahun merupakan masa sebagai manusia pemburu3. Masa adolesen ialah umur 12 – dewasa merupakan manusi berbudaya b. respon yang benar misalnya diberi hadiah untuk mempertahankan dan menguatkan respon itu. 1988)1. Aspek-aspek jiwa anak harus dapat dipengaruhi oleh factor-faktor dalam pengajaran . Ada upaya membangkitkan keterampilan intelektual untuk belajar. Ada sejumlah prinsip belajar menurut Gagne (1979) sebagai berikut :1. Masa muda ialah umur 8 – 12 tahun sebagai manusia belum berbudaya4. pengaruh obat. Pengulangan. seperti apersepsi dalam mengajar7.4.5. Ada strategi yang tepat untuk mengaktifkan anak-anak dalam belajar8. atau kecelakaan) dan bias melaksanakannya pada pengetahuan lain serta mampu mengkomunikasikan kepada orang lain. Masa kanak-kanak ialah umur 0 – 4 tahun sebagai masa kehidupan binatang. Tersedia materi pelajaran yang lengkap untuk memancing aktivitas anak-anak6.2.2.individual. memberikan situasi atau materi yang mirip dengan harapan pendidik tentang respon anak yang diharapkan. Penguatan. Sementara itu Stanley Hall penganut teori Evolusi dan teori Rekapitulasi membagi masa perkembangan anak sebagai berikut (Nana Syaodih. Kontiguitas.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful