P. 1
Makalah Tawuran

Makalah Tawuran

5.0

|Views: 326|Likes:
Published by Eka Citra
Makalah Tawuran
Makalah Tawuran

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: Eka Citra on May 02, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/08/2014

pdf

text

original

MAKALAH TAWURAN

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Problem Sosial

Dosen Pengampu: Maya Fitria, S.Psi, M.A., Psi

Disusun Oleh: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Nurina Luki Miftakhul Wahidah Nur Wahyuningsih 08710088 10710035 10710053

Wieda Rif‟atil Fikriyyah 10710084 Moh. Irfan Eka Citra Mawaddah Warahmah 10710094 10710101 10710111

Psikologi C

PROGRAM STUDI PSIKOLOGI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN HUMANIORA UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA 2013

PENDAHULUAN Tawuran yang sering dilakukan pada sekelompok remaja terutama oleh para pelajar seolah sudah tidak lagi menjadi pemberitaan dan pembicaraan yang asing lagi ditelinga kita. Inilah beberapa contoh yang bisa kami kemukakan sebagai bukti terjadinya tawuran yang dilakukan oleh para remaja beberapa tahun lalu. Di Yogyakarta tawuran antar pelajar antara SMU Gama Yogyakarta dengan pelajar dari SMU Bopkri 2 pada 22 April 2011, tawuran antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Piri I versus SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta terjadi lagi 1 Oktober 2011, kemudianSMA 6 Yogyakarta dengan SMA Muhammadiyah 2. Mereka juga membawa senjata tajam untuk melukai pelajar lain hingga seorang pelajar terkena luka tusuk., 29 Oktober 2011. Di Subang pada tanggal 26 Januari 2006 terjadi tawuran antarapelajar SMK YPK Purwakarta dan SMK Sukamandi (harian pikiran rakyat). Di Makasar pada tanggal 19 September 2006 terjadi tawuran antara pelajar SMA 5 dan SMA 3.Sedangkan di Semarang sendiri pada tanggal 27 November 2005 terjadi tawuran antara pelajar SMK 5, SMK 4 dan SMK Cinde. Kekerasan sudah dianggap sebagai pemecah masalah yang sangat efektif yang dilakukan oleh para remaja. Hal ini seolah menja dibukti nyata bahwa seorang yang terpelajar pun leluasa melakukan hal-hal yang bersifat anarkis, premanis, dan rimbanis. Tentu saja perilaku buruk ini tidak hanya merugikan orang yang terlibat dalam perkelahian atau tawuran itu sendiri tetapi juga merugikan orang lain yang tidak terlibat secara langsung. Lalu mengapa tawuran antar pelajar ini bisa terjadi?. Faktor apa sajakah yang

menyebabkan tawuran antar pelajar ini? Apa saja dampak yang ditimbulkan dari tawuran yang dilakukan? Dan bagaimanakah kita sebagai manusia-manusia perbaikan bangsa mencari jawaban atas semua permasalahan-permasalahan yang terjadi pada tawuran pelajar ini? Selanjutnya dalam makalah ini akan di paparkan seluk beluk mengenai pembahasan tawuran pelajar.

norma dan kebiasaan tertentu yang harus diikuti angotanya. tetapi lebih dari itu menggunakan senjata tajam. Sedangkan “pelajar” adalah seorang manusia yang belajar. dalam hal perkelahian. Sampai-sampai terjadi korban jiwa. Sehingga pengertian tawuran pelajar adalah perkelahian yang dilakukan oleh sekelompok orang yang mana perkelahian tersebut dilakukan oleh orang yang sedang belajar. para remaja yang terlibat perkelahian itu berada di dalam suatu organisasi tertentu atau geng. perkelahian terjadi karena adanya situasi yang “mengharuskan” mereka untuk berkelahi. Dan sungguh sadis. 1. 2. Berikut faktor-faktor yang menjadi penyebab terjadinya tawuran: . tumbuh kebanggaan apabila dapat melakukan apa yang diharapkan oleh kelompoknya. tawuran kali ini bukan hanya dengan main tangan. termasuk berkelahi. dapat digolongkan ke dalam 2 jenis delikuensi yaitu situasional dan sistematik. Pengertian Tawuran Dalam kamus bahasa Indonesia “tawuran”dapat diartikan sebagai perkelahian yang meliputi banyak orang. Delikuensi sistematik.PEMBAHASAN A. perkelahian yang melibatkan pelajar usia remaja digolongkan sebagai salah satu bentuk kenakalan remaja (juvenile deliquency). Secara psikologis. B. Di sini ada aturan. Seperti yang kita ketahui bahwa pada masa remaja seorang remaja akan cenderung membuat sebuah genk yang mana dari pembentukan genk inilah para remaja bebas melakukan apa saja tanpa adanya peraturan-peraturan yang harus dipatuhi karena ia berada dilingkup kelompok teman sebayanya. Faktor-faktor Penyebab Tawuran Baru-baru ini kita mulai dipanaskan kembali dengan budaya tawuran di antara para pelajar. Kenakalan remaja. Sebagai anggota. Delikuensi situasional. Keharusan itu biasanya muncul akibat adanya kebutuhan untuk memecahkan masalah secara cepat.

Inilah keutamaan pendidikan agama. pasti ia mendapatkan petunjuk untuk berbuat baik dan bersikap lemah lembut. Dan tidaklah kelembutan itu lepas melainkan ia akan menjelekkannya.” (HR. 71 dan Muslim no. Jika diruntut dari faktor . Ahmad 6: 206. Pengaruh teman Faktor lainnya yang ini masih masuk faktor internal adalah lingkungan pergaulan yang jelek. Dengan akhlak mulia inilah yang dapat memperbaiki perilaku anak. Bukhari no. 1037). maka pasti ia akan terbimbing pada akhlak yang mulia. Faktor Internal a. Lingkungan ini juga berbicara sekolah. Nabi shallallahu „alaihi wa sallam bersabda. Nabi shallallahu „alaihi wa sallam bersabda pula.” (HR. Buah dari akhlak yang mulia adalah akan punya sikap lemah lembut terhadap sesama. Oleh karenanya. “Barangsiapa yang Allah kehendaki mendapatkan seluruh kebaikan. tentu anak akan memiliki akhlak yang mulia. sanad shahih). Jika cerdas namun tidak memiliki akhlak mulia. apalagi jika ditambah jauh dari agama. Kurangnya didikan agama Faktor internal yang paling besar adalah kurangnya didikan agama. media televisi. media cetak dan ketidakpuasan atas negara atau fasilitas negara. Jika pendidikan agama yang diberikan mulai dari rumah sudahlah bagus atau jadi perhatian. Faktor ini jauh lebih luas daripada lingkungan rumah remaja. maka Allah akan memahamkan dia tentang agama. Ketika ia sudah merasa bahwa Allah selalu mengamatinya setiap saat dan di mana pun itu. b. Jadi tidak semua anak mesti cerdas. Jika anak diberikan pendidikan agama yang benar.1. yang artinya: “Tidaklah kelembutan terdapat pada sesuatu melainkan ia akan menghiasinya. maka ia pasti akan jadi anak yang brutal dan nakal.

Sebaiknya perlu ditekankan ulang akan pentingnya mengendalikan rasa solidaritas dengan akal pikiran sehat dan jiwa toleransi antar manusia yang tinggi. media-media dan teladan pemerintah juga menjadi sorotan atas tawuran pelajar. Disebabkan faktor ekonomi mereka yang pas-pasan bahkan cenderung kurang membuat membuat mereka melampiaskan segala ketidakberdayaannya lewat aksi perkelahia.lingkungan. Kurangnya perhatian orang tua. Solidaritas tidak selalu ikut-ikutan dalam hal buruk. Jadinya. Di antara faktor tersebut: a. Sehingga kesempatan bertemu dan memperhatikan anak amat sedikit. Faktor ekonomi Biasanya para pelaku tawuran adalah golongan pelajar menengah ke bawah. Orang tua (ayah dan ibu) hanya sibuk untuk cari nafkah mulai selepas fajar hingga matahari tenggelam. takut dibilang “cupu loe ga mau ikut tauran. Biasanya karena pengaruh teman. akibatnya ia pun akan ikut rusak dan brutal. Saat ini pendidikan anak sudah diserahkan penuh pada sekolah. tempat curhat dan cari perhatian si anak adalah pada teman-temannya. punya nyali ga loe. klo loe ga ikut mending ga usah jadi temen gue”. Tentu dia akan lebih memperhatikan si anak. Kalau yang didapat lingkungan yang jelek. b. Beda halnya jika ibunya berdiam di rumah. 2. Kalau anak sudah memiliki agama yang bagus ditambah ia tahu bagaimana pergaulan yang buruk mesti dijauhi.. Faktor Eksternal Selain faktor internal faktor eksternal secara tidak langsung mendorong para pelajar pelajar untuk melakukan aksi tawuran.??” atau “ini kan buat kebaikan sekolah kita. Tentu ia tidak mau terlibat dalam tawuran. seringkali berada di jalur yang salah. Rasa solidaritas yang diberikan remaja. Karena di antara mereka merasa dianggap rendah ekonominya dan akhirnya ikut tawuran agar dapat dianggap jagoan. ditambah dengan ia tidak mau perhatikan ucapan kawannya atau kakak angkatannya “cupu” atau “culun”. .

di samping pula perhatian orang tua. tenggang rasa. Masyarakat sekitar juga dirugikan. C. Hal-hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi tawuran pelajar Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengatasi terjadinya tawuran: 1. Pemahaman seperti ini tentu saja bisa didapat jika si anak mendapatkan pendidikan agama yang baik. yang terpenting dari ini semua adalah pendidikan agama dan pembinaan iman. Baik itu cedera ringan. Hilangnya perasaan peka. Memberikan pendidikan moral untuk para pelajar 2. Menghadirkan seorang figur yang baik untuk dicontoh oleh para pelajar. Memberikan perhatian yang lebih untuk para remaja yang sejatinya sedang mencari jati diri 4. ini faktor penting yang membuat anak tercegah dari tawuran. Jadi. Contohnya : membentuk ikatan remaja masjid atau karangtaruna dan membuat acara-acara yang . Menurunnya moralitas para pelajar 5. Terganggunya proses belajar mengajar 4. cedera berat. Kerugian fisik. toleransi. orangtua.Jika anak walau ia berekonomi menengah ke bawah menyadari bahwa tidak perlu iri pada orang yang berekonomi tinggi karena seseorang bisa mulia di sisi Allah adalah dengan takwa. bahkan sampai kematian 2. dan teman sebaya yang dapat mengarahkan para pelajar untuk selalu bersikap baik 3. Contohnya : rusaknya rumah warga apabila pelajar yang tawuran itu melempari batu dan mengenai rumah warga 3. Memfasilitasi para pelajar untuk baik dilingkungan rumah atau dilingkungan sekolah untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat diwaktu luangnya. Seperti hadirnya seorang guru. pelajar yang ikut tawuran kemungkinan akan menjadi korban. dan saling menghargai D. Dampak Tawuran Beberapa dampak atau akibat terjadinya tawuran 1.

melihat kelemahan dan kekurangan sendiri dan melakukan koreksi terhadap kekeliruan yang sifatnya tidak mendidik dan tidak menuntun 2. dan faktor lingkungan. Guru sebagai pendidik bisa dijadikan instruktur dalam pendidikan kepribadian para siswa agar menjadi insan yang lebih baik.bermanfaat. Para pelajar yang umumnya masih berusia remaja memiliki kencenderungan untuk melakukan hal-hal diluar dugaan yang mana kemungkinan dapat merugikan dirinya sendiri dan orang lain. maka inilah peran orangtua dituntut untuk dapat mengarahkan dan mengingatkan anaknya jika sang anak tiba-tiba melakukan kesalahan. Kesimpulan Faktor yang menyebabkan tawuran remaja tidaklah hanya datang dari individu itu sendiri. faktor sekolah. Memberikan kesempatan kepada remaja untuk beremansipasi dengan cara yang baik dan sehat 3. Sang anak haruslah diberikan pengarahan dari orang dewasa agar mampu memilih teman yang baik. . diantaranya faktor keluarga. Memberikan bentuk kegiatan dan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan remaja zaman sekarang serta kaitannya dengan perkembangan bakat dan potensi remaja PENUTUP A. Melainkan juga terjadi karena faktor-faktor lain yang datang dari luar individu. Begitupun dalam mencari teman sepermainan. diantaranya : 1. mewajibkan setiap siswa mengikuti organisasi atau ekstrakulikuler disekolahnya Kartini kartono pun menawarkan beberapa cara untuk mengurangi tawuran remaja. Keteladanan seorang guru juga tidak dapat dilepaskan. Masyarakat sekitar pun harus bisa membantu para remaja dalam mengembangkan potensinya dengan cara mengakui keberadaanya. Banyak mawas diri.

Lembaga pendidikan formal sudah semestinya memberikan pelayanan yang baik untuk membantu para pelajar mengasah kemampuan dan mengembangkan segala potensi yang ada didalam dirinya.B. . penulis memberikan beberapa saran. Keluarga sebagai awal tempat pendidikan para pelajar harus mampu membentuk pola pikir yang baik untuk para pelajar b. Diantaranya : a. Saran Dalam menyikapi masalah remaja terutama tentang tawuran pelajar diatas. Masyarakat mesti menyadari akan perannya dalam menciptakan situasi yang kondusif c.

dalam Undang-Undang Perlindungan Anak (UUPA) Pasal 26 Ayat 1 telah ditegaskan bahwa orangtua berkewajiban dan bertanggung jawab dalam melindungi anak. dst. baik dalam hal mengasuh. namun sikap . Para pelaku tawuran biasanya dan sering kali membawa senjata tajam dalam setiap aksinya. 12/1951 tentang Penggunaan Senjata. UU Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Bab 1 Ketentuan Umum Pasal 1 Dalam undang-undang ini yang dimaksud dengan : 1. secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan. Perlindungan anak adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya agar dapat hidup. mendidik. maupun mengembangkan bakat anak. UU Tentang Perlindungan Anak A. sementara Dinas Pendidikan (Disdik) akan mengevaluasi akreditasi sekolah yang siswanya kerap terlibat tawuran. UU Darurat Kepolisian dan Dinas Pendidikan (Disdik). Kepolisian akan menerapkan Undang-undang (UU) darurat. yang suka berbuat onar. B. tumbuh. memelihara. Di mana. termasuk anak yang masih dalam kandungan. melindungi.HUKUM I. serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. 2. dan berpartisipasi. Undang-undang Perlindungan Anak (UUPA) Pasal 26 ayat 1 Salah satu faktor penyebab terjadinya tawuran antarpelajar ialah ketidakmampuan orangtua dalam menjalankan kewajiban dan tanggung jawabnya dalam melindungi anak. bagi pelakunya bisa dikenakan penjara. Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun. berkembang. Pihak kepolisian akan kenakan Undang-undang Darurat No. berdasarkan pasal 2 dengan ancaman maksimal sepuluh tahun. Padahal. II. Meski pelaku berstatus pelajar. bersepakat membuat jera para pelajar.

pelaku bisa dikenakan sanksi penjara dengan ancaman maksimal 10 tahun. Bahaya maut bagi orang maxsimin 13 (tiga belas ( tahun 5. Kepala Disdik Kota Bogor. Pihak kepolisian siap berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) dan Satgas Pelajar untuk menangkap dan memenjarakan pelaku tawuran. selain pelajar yang gemar tawuran. bahaya maut atau ada orang mati 2. Mendatangkan bahaya umum. selain merugikan orang tua.dan kelakuannya tidak bisa ditoleransi. Bahaya bagi orang maxsimum 12 (dua belas) tahun 4. sebagai warning agar adik-adik kita tidakterjerumus dalam prilaku tawuran tersebut ada baiknya mengetahui ancaman hukuman yang bisa dihadapinya jika melakukan aksi tawuran. Tetapi melihat dari sikap dan kelakuannya yang tidak bisa ditolerir. III. Dengan sengaja Ancaman hukuman 3. Pasal-pasal KUHP bagi pelaku Tawuran Realitas pemuda Indonesia saat ini semakin liar saja. khususnya yang kedapatan membawa senjata tajam. aksi itu berdampak negatif bagi sekolahnya. baik luka maupun kehilangan nyawa akibat sabetan senjata tajam. Penerapan UU Darurat ini tidak memandang pelaku seorang pelajar atau bukan. Bahaya maut dan orang mati maxsimum seumur hidup atau 20 (dua puluh) tahun B. mahasiswa saat inipun terjangkit virus tawuran tersebut. Mereka akan diproses secara pidana tidak hanya sebatas pendataan dan pembinaan saja. UU Darurat yang digunakan adalah UU Darurat No 12 tahun 1951 tentang penggunaan senjata. Dalam UU Darurat sebagaimana tercantum dalam pasal 2. karena beberapa kali menimbulkan korban. mengatakan. Sehingga. akan ada sanksi tegas bagi sekolah yang siswanya menjadi pelaku tawuran. yakni : A. PASAL 187 KUHP Mendatangkan Bahaya Bagi Keamanan Umum/ Membakar Peledakan Unsur unsur yang dipersyaratkan: Membakar meledakan/ menjadikan letusan atau mengakibatkan kebanjiran 1. Penerapan UU Darurat ini akan kita kenakan buat para pelaku tawuran. PASAL 170 KUHP Pengeroyokan Dan Pengrusakan Unsur unsur yang dipersyaratkan : .

Bersama sama melakukan kekerasan 2. terutama televisi memiliki peran sangat kuat dalam menebarkan pengaruh baik atau buruk kepada pemirsa. Para pelajar yang menonton aksinya berkelahi di layar televisi. Sehingga.1. Televisi mampu menghadirkan peristiwa atau kejadian secara lebih nyata dan membekas dengan tampilan visual yang memikat. Dimuka umum Ancaman hukuman maxsimum 1. Terhadap orang atau barang 3. ada di antara para pelajar terpicu untuk melakukan tawuran karena merasa seperti bermain dalam sinetron dan menjadi bintangnya. Jika benar terbukti mereka yang terlibat tawuran karena pengaruh alkohol atau narkoba. 2. tawuran. seyogyanya diproses sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. Media massa. masalahnya harus diselesaikan secara hukum. SUDUT PANDANG PSIKOLOGIS Maraknya tawuran pelajar akibat pendidikan di sekolah yang tak menanamkan empati pada siswa. Bila adegan-adegan tak layak kerap ditayangkan. 3. karena tindakan tawuran yang mengakibatkan korban meninggal sudah merupakan tindakkan kriminal. Terhadap para pelaku. Menyebabkan luka maxsimum 7 (tujuh) tahun Menyebabkan luka berat maxsimum 7 (tujuh) tahun Menyebabkan mati maxsimum 12 (dua belas) tahun MEDIA MASSA DALAM TAWURAN Sadar atau tidak. harus dilakukan pembinaan melalui pendidikan budi pekerti dan pembinaan mental. Lebih berbahaya lagi bila mereka meniru dan menularkannya kepada rekan dalam efek resonansi yang tidak terkendali. maka besar kemungkinan tayangan itu akan terus diputar dalam memori anak. seolah-olah mereka bermain sinetron. Namun jika tamuran ini hanya masalah kenakalan remaja. tayangan itu telah memicu para pelajar melakukan tawuran. Hal inilah yang kadang menyebabkan anak terinspirasi untuk bertindak beringas saat mengalami tekanan dari luar. Kurikulum pendidikan sekarang ini hampir tidak memberi porsi penanaman .

terlalu mengekang dan otoriter juga menjadi pengaruh. fase remaja tidak bisa disamakan antara satu individu dengan individu lainnya. Kekompleksan seperti keberagaman budaya. Terutama pada remaja yang mentalnya masih labil dan masih dalam pencarian jati diri dan tujuan hidup. Secara tidak langsung. Saat tidak mampu beradaptasi. tempat . dalam diri mereka butuh pengakuan. Karena sifatnya yang individual. Faktor internal Ketidakmampuan/kurang mampunya beradaptasi dengan lingkungan sosial yang kompleks menimbulkan tekanan pada setiap orang. Ketidakpekaan terhadap perasaan sesamanya mengakibatkan pelajar tega menganiaya hingga membunuh sesamanya. 2. Anak yang terlalu dilindungi orangtuanya (dimanja) juga akan sama saja. Semua cenderung mementingkan aspek akademik. Dalam masa-masa ini. Sebenarnya. menyalahkan orang lain dan memilih cara instan untuk memecahkan persoalan membuat rasa frustasi semakin mengendalikan emosi pelajar yang labil. Fase remaja memang diperlukan karena masa tersebut adalah masa peralihan dari kanak-kanak menuju dewasa. rasa. bahkan ada kekerasan dalam rumah tangga akan berdampak pada mental psikologis anak. Sebagian besar hidup remaja juga dihabiskan di sekolah. 3. dan pengolahan hati di kalangan siswa. tidak mengijinkan siswa untuk bertindak kreatif.empati. Manusia selalu memasuki fase remaja dalam hidupnya yang terjadi saat berumur 12-23 tahun. remaja akan meniru pola yang ia lihat di dalam keluarganya. kemampuan ekonomi dan pandangan tidak bisa diterima sehingga dilampiaskan lewat kekerasan. Saat bergabung dalam kelompok sosialnya di sekolah. ia akan menyerahkan diri secara total tanpa memiliki kepribadian dan prinsip yang kuat. Faktor sekolah Kebosanan di dalam ruang belajar mengajar seperti tindak belajar mengajar yang monoton. rasa putus asa. remaja perempuan seringkali ditemukan lebih cepat mengalami perkembangan psikologis. Faktor keluarga Jika keluarga tidak bahagia. 4 Faktor menjadi alasan dibalik ringkihnya mental pelajar: 1. Penyesuaian emosional yang kurang memadai ditambah dengan kelompok sosial yang tidak benar semakin memungkinkan terjadinya tawuran antar pelajar.

Rasa solidaritas yang diberikan remaja. 4.ia belajar sekaligus mengekspresikan dirinya. Lingkungan ini juga berbicara sekolah. media-media dan teladan pemerintah juga menjadi sorotan atas tawuran pelajar. Tak heran jika sekolah sering disebut sebagai rumah kedua. media cetak dan ketidakpuasan atas negara atau fasilitas negara. Solidaritas tidak selalu ikut-ikutan dalam hal buruk. Sebaiknya perlu ditekankan ulang akan pentingnya mengendalikan rasa solidaritas dengan akal pikiran sehat dan jiwa toleransi antar manusia yang tinggi. Siswa yang bosan akan memilih untuk bersenang-senang di luar sekolah. Masih ingat dengan kasus perkelahian dewan yang terhormat? Media yang menampilkan dan oknum yang berbuat juga bisa dipersalahkan karena memberi teladan yang buruk. media televisi. Jika diruntut dari faktor lingkungan. Faktor lingkungan Faktor ini jauh lebih luas daripada lingkungan rumah remaja. seringkali berada di jalur yang salah. . Guru sekolah dinilai sebagai pihak otoriter yang gemar menghukum siswanya ketimbang mendidik dalam arti yang sebenarnya.

seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) sesudah beriman. Ini adalah salah satu betu kekurangajaran dan penganiayaan.” (QS. tangan atau kata-kata yang dipahami sebagai ejekan atau ancaman. Hal ini mengundang siapa yang tersinggung dengan panggilan buruk itu. Yang ketiga (‫ ) تىابزوا‬tanabazu yaitu saling memberi gelar buruk. Pemicu tawuran dan bentrokan yang kedua. karena boleh jadi mereka yang diolok-olokan lebih baik dari mereka yang mengolok-olok. dan janganlah saling mencela satu sama lain. janganlah suatu kaum mengolok-olok kuam ynag lain. perbuatan atau tingkah laku. terdapat beberapa faktor yang memicu terjadinya tawuran dengan pendekatan Al-Qur‟an (Hidayati. Maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada . Beberapa faktor pemicu terjadinya konflik tersebut antara lain : 1. Pemicu tawuran yang terjadi di kalangan masyarakat seringkali berawal dari saling ejek dan saling curiga Dalam hal ini Al-Quran telah memberikan rambu-rambu untuk tidak saling mengolok. Ibnu „Asyur memahaminya dalam arti ejekan yang langsung dihadapkan kepada yang diejek. karena perbuatan ini bisa membawa kepada konflik dan permusuhan. dan jangan pula perempuan-perempuan mengolok-olokan perempuan yang lain karena boleh jadi perempuan yang diolok-olokkan lebih baik dari perempuan yang mengolokolok. menghina dan mengejek. Maka secara tegas Allah melarang umatnya melakukan sikap saling mengolok dan mengejek. baik di kalangan siswa maupun masyarakat biasanya terjadi karena adanya provokator dan penyebar berita fitnah Allah berfirman dalam surat Al-Hujarat ayat 6 : “Hai orang-orang yang beriman. jika datang kepadamu orang Fasik membawa suatu berita. dan Barang siapa yang tidak bertobat. membalas memanggilnya pula dengan gelar buruk. dan jangan memanggil dengan gelargelar yang buruk. Maka mereka Itulah orang-orang yang zalim. Al-Hujurat (49):11) Ayat di atas memberi petunjuk tetang beberapa hal yang harus dihindari untuk mencegah timbulnya pertikaian. Kedua ( ‫ )تلمزوا‬talmizu terambil dari kata al-lamz. baik dengan ucapan. Pertama ( ‫ )يسخر‬memperolok-olokkan yaitu menyebut kekurangan pihak lain dengan tujuan menertawakan. 2. Allah berfirman dalam surat Al-hujarat ayat 11: “Hai orang-orang yang beriman.TAWURAN DALAM ASPEK AGAMA Faktor-Faktor Pemicu Terjadinya Tawuran dalam Pandangan Al-Qur’an Dari beberapa bukti. 2013). baik dengan isyarat bibir.

jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan). Karena itu pula berita harus disaring. Al-Hujurat (49):6) Ayat di atas merupakan salah satu dasar yang ditetapkan agama dalam kehidupan sosial sekaligus ia merupakan tuntunan yang sangat logis bagi penerimaan dan pengamalan suatu berita. tidak mencari-cari kesalahan orang lain dan tidak menggunjing. dalam surat Al-Hujarat ayat 12 : “Hai orang-orang yang beriman. Tawuran juga sering terjadi karena prasangka buruk. Mu‟awwiyah bin Abu Sofyan menyampaikan bahwa ia mendengar Nabi Saw bersabda : “Sesungguhnya jika engkau mencari-cari kesalahan/kekurangan orang lain.suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. menggunjing. Pemicu keempat adalah amarah yang tak terkontrol . Karena tidak jarang prasangka buruk mengundang upaya mencari tahu. Allah memerintahkan orang Mukmin untuk menghindari prasangka buruk. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Ayat di atas juga melarang ghibah/menggunjing. karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. bahwa ayat di atas menegaskan untuk menghindari dugaan dan prasangka buruk karena ia dapat menjerumuskan seseorang ke dalam dosa. karena perbuatan ini merupakan perusakan bagian dari masyarakat. Kehidupan manusia dan interaksinya haruslah didasarkan hal-hal yang diketahui dan jelas. Quraish Shihab menjelaskan dalam tafsirnya Al-Mishbah. maka engkau telah merusak atau hampir saja merusak mereka” (HR. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. dan tentu membutuhkan pihak lain. Al-Hujurat (49):12) M.” (QS. Manusia sendiri tidak dapat menjangkau seluruh informasi. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Abu Daud). satu demi satu sehingga dampak positif yang diharapkan dari wujud keamanan satu masyarakat menjadi gagal dan berantakan. supaya tidak melakukan tindakan aniaya kepada orang yang tidak bersalah. 4.”(QS. Dan bertakwalah kepada Allah. maka ayat tersebut juga melarang mencari-cari kesalahan orang lain. 3. lakukan crosscheck dan klarifikasi atau tabayyun. dan mencari-cari kesalahan orang lain Oleh karena itu.

perpecahan.Di dalam Al-Qur‟an Allah telah menegaskan. Memperkuat Ukhuwah dan kasih sayang Nabi saw selalu menyerukan kepada kehidupan berjamaah dan persatuan.” (QS. disintegratif. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. terambil dari akar kata yang pada mulanya berarti “memperhatikan”. mengecam sikap konfrontatif. Ukhuwah yang biasa diartikan sebagai persaudaraan. Bentuk persaudaraan yang dianjurkan oleh Al-Qur‟an tidak hanya persaudaraan satu akidah namun juga dengan warga masyarakat lain yang berbeda akidah.dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang. sebagaimana firman Allah dalam surat Ali-Imran ayat 134: “…. Penanganan Tawuran dari Segi Agama Tawuran ini sebisa mungkin harus dihindari dan ditanggulangi dengan segala cara. manusia harus memiliki perasaan yang halus dan bisa mengendalikan amarah. Makna asal ini memberi kesan bahwa persaudaraan mengharuskan adanya perhatian semua pihak yang merasa bersaudara. agar tidak terjadi pertikaian dan permusuhan. Di sini dikemukakan beberapa pembahasan dalam Al-Qur‟an sebagai solusi dalam menghadapi tawuran. Al Qurân mengingatkan adanya perbedaan . Ali-Imran (3):134) Menurut Sayyid Qutub. maka tawuran dan konflik hidup dapat dihindarkan. sebagaimana tercantum dalam surat Al-Hujarat ayat 10. yaitu : 1. serta mengajak ukhuwah dan mahabbah. marah adalah perasaan manusiawi yang diiringi naiknya tekanan darah. salah satu ciri orang yang benar dan bertakwa adalah mampu menahan amarah. Banyak cara-cara sehat yang dapat ditempuh tak terkecuali dengan pendekatan al-Quran dengan mencontoh para Nabi dan salafushaleh. Dengan memperkuat persaudaraan dan saling memperhatikan satu sama lain. Al-Qayyim Al-Ahmad Yusuf menjelaskan bahwa interaksi manusia dengan sesamanya harus didasari keyakinan bahwa semua manusia adalah bersaudara dan bahwa anggota masyarakat muslim juga saling bersaudara. Al-Qur‟an secara tegas menyatakan bahwa sesama orang mukmin adalah bersaudara. maka kuasai dan tahanlah amarahmu. Manusia tidak dapat menundukkan kemarahan ini kecuali dengan perasaan yang halus dan lembut. Untuk itu.

Da‟wah Nabi Muhammad mendapatkan tantangan sengit dari warga kota Mekkah. Al-Qur‟an memerintahkan supaya mengadakan Ishlah dan perdamaian. Ajaran Islam sangat mengecam konflik liar tanpa kendali yang mengakibatkan perpecahan. Jangan jadikan perbedaan yang ada dalam hidup ini sebagai kesenjangan yang membawa kepada permusuhan. Namun semua itu dihadapi Nabi Muhammad dengan penuh kesabaran. maka tetap dengan cara yang paling bagus.” (QS. ketika Nabi Ibrahim berdebat dengan Raja Namrud. Ishlah dan Perdamaian Apabila hal yang bertentangan dalam masyarakat tidak bisa dibantah dengan cara yang baik. ketika Nabi Muhammad dilecehkan. Sesuai dengan arti Islam menurut ilmu bahasa yang antara lain bermakna damai. An-Nahl (16):125) Ayat ini memberikan tuntunan bahwa umat Islam jika harus membantah sesuatu. terutama dari kelompok oligarki yang menguasai kehidupan kota tersebut. 3. Menghadapi rintangan tidak boleh ditanggapi dengan jalan kekerasan. Jika tuhan telah menerbitkan matahari dari arah timur. maka setiap Muslim haruslah memiliki . beliau menanggapinya dengan kesabaran yang tinggi. dan menghadapi masalah dengan nilai-nilai AlQur‟an. Ketika Namrud mengaku sebagai tuhan. Semakin hari tindakan tersebut menjadi fitnah dan disertai penyiksaan yang tak kenal kasihan. kecuali jika tidak ada pilihan dan cara lain. Sesungguhya Tuhanmu. namun disikapi dengan baik. Inilah contoh cara yang digunakan para Nabi ketika berdakwah. Ibrahim menyuruhnya untuk berdebat secara logis. Karena misi pokok dalam islam yaitu. maka Ibrahim minta kepada Raja Namrud supaya menerbitkan matahari dari arah barat. Sebagaimana firman-Nya dalam Surat An-Nahl ayat 125: “Serulah kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Bukan dengan cara keras dan kasar.tetapi bukan untuk menjadi sumber konflik. Membantah sesuatu yang bertentangan dengan cara baik Jika terdapat sesuatu yang bertentangan dalam kehidupan bermasyarakat. Misalnya. 2. Contoh lain. namun berujung kepada permusuhan. Segala macam tuduhan dilontarkan kepada beliau. menumbuhkan dan memelihara perdamaian di dunia ini. maka harus dibantah dengan cara yang baik sesuai tuntunan Al-Qur‟an. Banyak contoh yang dapat kita petik dari kisah-kisah Nabi. dan ajaran beliau sedikit demi sedikit disampaikan dengan cara yang baik dan jelas. Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.

namun disini penulis mengemukakan satu ayat saja yang berisi perintah untuk mendamaikan dan memperbaiki hubungan antara saudara yang berselisih. Menyelesaikan tawuran dengan jalan musyawarah Jika pertikaian di dalam masyarakat tidak bisa dilerai dan didamaikan. tidak menyerahkannya kepada musuhnya. 4. Bukhari dan Muslim). Di kesempatan lain dan dengan gaya tuntunan yang sama. menampakkan dan menawarkan sesuatu. Di dalam Al-Qur'an al-Qur‟an. Dalam kamus bahasa. Ayat-ayat mengenai Ishlah banyak terdapat dalam Al-Qur‟an. Al-Hujarat (49):10) Rasulullah Saw juga melukiskan petunjuk serupa. Quraish Shihab menjelaskan bahwa kata tersebut pada mulanya bermakna dasar mengeluarkan madu dari sarang lebah. bukan dengan tindakan kekerasan seperti tawuran. asyarah. tidak saling membenci. syawir. supaya kamu mendapat rahmat.” (QS. Makna ini kemudian berkembang sehingga mencakup segala sesuatu yang dapat diambil atau dikeluarkan dari yang lain termasuk pendapat. Ishlah terambil dari kata ashlaha-yushlihu-ishlahan yang berarti perbaikan atau perdamaian. Dalam Al-qur‟an kata syawara dengan segala perubahannya terulang sebanyak empat kali. syûra dan tasyawur. dan berbagai larangan lainnya. Karena dengan musyawarah persoalan dapat terselesaikan dengan baik.sikap hidup dan mental yang mengandung unsur untuk menciptakan perdamaian. Nabi Saw bersabda : ‫المسلم مه سلم‬ ‫“ ) المسلمون مه لساوً ويدي ( رواي البخاري و مسلم‬Seorang Muslim adalah orang yang terhadap sesama Muslim/orang lain dapat selamat dari lisan dan tangannya” ( HR. antara lain bahwa seorang Muslim tidak saling menganiaya. wau dan ra yang bermakna pokok mengambil sesuatu. yaitu dalam surat Al-Hujarat ayat 10 : “Orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. Kata musyawarah diambil dari akar kata sya. Salah satu ayat Al-Qur‟an yang berbicara mengenai musyawarah terdapat dalam surat AliImran ayat 159 : . Ishlah juga diartikan sebagai yang bermanfaat. Maka damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah. maka sebaiknya di selesaikan dengan jalan musyawarah. kata shalah diartikan sebagai lawan dari kata fasad (kerusakan). Beliau melukiskan dampak perdamaian dalam bentuk manafikan hal-hal buruk.

Jahil ialah orang yang mengetahui masalah tapi jauh dari kebenaran. musyawarah adalah solusi terbaik dalam menyelesaikan tawuran yang terjadi dikalangan masyarakat. Ketiga sifat tersebut adalah berlaku lemah lembut. Di dalam Al Qur'an surat Al-A‟raf ayat 199. serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh". Meskipun ayat tersebut berbicara dalam konteks perang Uhud. karena itu ma'afkanlah mereka.“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu Berlaku lemah lembut terhadap mereka. Maka bertawakkallah kepada Allah.” (QS. dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. manfaatnya akan kembali kepadamu juga. Dalam ayat ini disebutkan tiga sifat dan sikap secara berurutan diperintahkan kepada Muhammad Saw. tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Sya‟rawi menuliskan: “Walaupun secara zahir memaafkan orang yang menzalimu mengurangi harga diri. karena dengan musyawarah seseorang menjadi terbiasa dalam mengeluarkan pendapat dengan baik untuk menuju masa depan yang lebih baik. Jika ada orang yang . untuk beliau laksanakan ketika bermusyawarah. mohonkanlah ampun bagi mereka. namun ketahuilah bahwa maaf yang diberikan.” Dalam ayat yang dikaji ini Allah menjelaskan untuk berpaling dari pada orang-orang yang jahil ( ‫)وأعرض عه الجاٌليه‬. Allah memberikan solusi untuk menjadi pribadi yang baik dalam menyikapi permasalahan. Menurut hemat penulis. Hal ini dikuatkan dengan pendapat yang diberikan oleh Muhammad Abduh yang menyatakan bahwa musyawarah secara fungsional adalah untuk membicarakan kepentingan masyarakat dan masalah-masalah masa depan umat. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. Seseorang yang melakukan musyawarah harus menghindari tutur kata yang kasar serta sikap keras kepala. Al-A‟raf (7):199) Permusuhan yang terjadi bisa berakhir dengan baik jika manusia memiliki sifat pemaaf dan saling mengingatkan kepada kebaikan. dan lebih dari itu diapun fanatik dengan kesalahan yang dimilikinya. "Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf. Dalam tafsirnya. (QS. walaupun redaksinya ditujukan kepada Nabi Muhammad Saw. kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad. Ali-Imran (3):159) Pakar-pakar Al-Qur‟an sepakat berpendapat bahwa perintah musyawarah ditujukan kepada semua orang. namun esensi sifatsifat tersebut harus dimiliki dan diterapkan oleh setiap kaum muslim. karena masalah tidak akan selesai jika dihadapi dengan sikap kasar. tidak kasar dan tidak berhati keras. yaitu menjadi pribadi yang pema‟af dan saling mengingatkan untuk berbuat baik serta berpaling dari orang-orang yang tidak benar. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar.

Inilah pedoman yang sangat luar biasa.tidak mau mengaku salah dan tetap mempertahankan keegoannya. . yang semua bermula dari masing-masing individu yang dengan itu mengimbas pada lingkungan masyarakat. Karena perdebatan dengannya akan memperpanjang masalah dan tidak memberikan hasil yang bermanfa‟at. maka biarkanlah dan jangan mendebatnya.

(2013). K. 2012 http://jogja. Kartono. (2008).com/2012/01/06/ini-data-tawuran-di-kotayogya Hidayati.html (diunduh tanggal 17 maret 2013). http://remajaislam. http://daimabadi. Rajawali. K.com/2010/04/27/tawuran-pelajar/comment-page-1/ Data tawuran di Jogja.html (diunduh tanggal 17 maret 2013).blogdetik. http://remajaislam. Jakarta: Balai Pustaka. Rajawali.com/2013/03/solusi-tawuran-dengan-pendekatanal.com/islam-dasar/akhlaq-mulia/210-faktor-penyebab-tawuran-kurangnyadidikan-agama-dan-perhatian-orang-tua. Patologi Sosial.com/2010/04/27/tawuran-pelajar/comment-page-1/ Data tawuran di Jogja.tribunnews.html pada tanggal 30 Maret 2013 .blogspot. (2013). Jakarta: CV. Solusi Tawuran dengan Pendekatan Al-Qur’an diunduh dari http://beastarhidayati.com/islam-dasar/akhlaq-mulia/210-faktor-penyebab-tawuran-kurangnyadidikan-agama-dan-perhatian-orang-tua.DAFTAR PUSTAKA Depdiknas. Jakarta: Balai Pustaka. (1997).html pada tanggal 30 Maret 2013 DAFTAR PUSTAKA Depdiknas. (1997). Patologi Sosial. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Kamus Besar Bahasa Indonesia.tribunnews. Jakarta: CV. (2008).com/2012/01/06/ini-data-tawuran-di-kotayogya Hidayati.com/2013/03/solusi-tawuran-dengan-pendekatanal.blogdetik.blogspot. Kartono. 2012 http://jogja. http://daimabadi. Solusi Tawuran dengan Pendekatan Al-Qur’an diunduh dari http://beastarhidayati.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->