SIFAT-SIFAT KEPRIBADIAN MANUSIA

Setiap manusia itu adalah unik dan tidak ada satu pun manusia yang dilahirkan dengan sifat yang betul-betul sama, bahkan pada kembar identik sekalipun. Kita semua dilahirkan dengan watak dasar yang menjadi ciri khas kita sendiri. Meskipun pada beberapa orang mungkin saja memiliki sifat-sifat yang mirip, tetapi tidaklah sepenuhnya sama. Watak dasar manusia inilah yang disebut dengan kepribadian. Banyak teori yang mengulas jenis-jenis kepribadian manusia dan dijadikan pegangan dalam memahami manusia satu sama lain. Telah berabad-abad manusia mencoba memahami hal-hal apa yang membentuk kepribadian seseorang. Sejak tahun 1880, Sir Francis Galton mengatakan bahwa kepribadian seseorang dipengaruhi oleh “nature” atau herediter, yaitu sifat yang diturunkan dari orang tuanya, serta dipengaruhi pula oleh “nurture” yaitu lingkungan dimana seseorang itu tumbuh dan berkembang. Namun demikian pada beberapa dekade terakhir banyak penelitian yang mengungkapkan pemahaman biologis dari kepribadian seseorang yang berbeda-beda itu.

Teori-Teori tentang Kepribadian Teori kepribadian menurut Jung Carl G. Jung merupakan seorang psikiater yang berasal dari Swiss yang amat terkenal dengan teori-teori kepribadiannya. Menurut Jung, terdapat suatu indikator (yang disebutnya sebagai indikator tipe Myers Briggs) untuk mengukur kecenderungan kepribadian seorang individu. Indikator ini mengukur kecenderungan individu atas empat skala berikut:

1. Apakah orang tersebut lebih terkait dengan dunia eksternal atau internal (Ekstroversi atau Introversi) 2.Bagaimana kecenderungan orang itu dalam menyerap atau menangkap informasi (Sensing/mengindera atauIntuition/mengikuti kata hati) 3. Bagaimana kecenderungan orang itu dalam mengevaluasi dan mengambil keputusan (Thinking/menggunakan pikiran atauFeeling/menggunakan perasaan) 4.Bagaimana orang itu menjalani hidup, apakah terencana dan menutup diri atau spontan dan terbuka. (Judging/menilai atauPer ceiving/mempersepsi) Setiap orang memiliki satu kecenderungan dari tiap pasangan karakter yang disebutkan di atas, sehingga terdapat 16 kombinasi atau tipe yang mungkin. Meskipun setiap orang dapat saja memiliki sifat dari kedelapan kecenderungan tersebut, namun ada satu dari setiap pasangan tersebut yang lebih berkembang.

Sifat kepribadian menjadi suatu hal yang mendapat perhatian cukup besar karena para peneliti telah lama meyakini bahwa sifat-sifat kepribadian dapat membantu proses seleksi karyawan. dan takut. dan memandu keputusan pengembangan karier. Berbagai penelitian awal mengenai struktur kepribadian berkisar di seputar upaya untuk mengidentifikasikan dan menamai karakteristik permanen yang menjelaskan perilaku individu seseorang. Teori Kepribadian Tsikodinamika Teori psikodinamika berfokus pada pergerakan energi psikologis di dalam manusia. menyesuaikan bidang pekerjaan dengan individu. konflik. Menurut Jung. di mana seorang individu bereaksi dan berinteraksi dengan individu lain. patuh. ambisius. dalam bentuk kelekatan. Kepribadian paling sering dideskripsikan dalam istilah sifat yang bisa diukur yang ditunjukkan oleh seseorang. Pesan Sponsor Teori Jung Carl Jung pada awalnya adalah salah satu sahabat terdekat Freud dan anggota lingkaran koleganya. Setiap tindakan kita merupakan hasil interaksi dan keseimbangan antara ketiga sistem tersebut. tetapi pertemanan mereka berakhir dalam pertengkaran tentang ketidaksadaran. malas. setia. ego. agresif. dan motivasi. Karakteristik-karakteristik tersebut jika ditunjukkan dalam berbagai situasi. manusia memiliki ketidaksadaran kolektif . dan superego. Karakteristik yang umumnya melekat dalam diri seorang individu adalah malu. di samping ketidaksadaran individual. Teori Freud Sigmund Freud berpendapat bahwa kepribadian terdiri dari tiga sistem utama: id. disebut sifat-sifat kepribadian.Teori Kepribadian serta Faktor-Faktor Pembentuk Kepribadian Kepribadian merupakan keseluruhan cara seseorang.

budaya membentuk norma. ini menandakan bahwa bagian variasi yang signifikan di antara anak-anak kembar ternyata terkait dengan faktor genetis. Faktor lingkungan ini memiliki peran dalam membentuk kepribadian seseorang. rasa takut. dan etika kerja Protestan yang terus tertanam dalam diri mereka melalui buku. kepribadian dari seorang kembar identik yang dibesarkan di keluarga yang berbeda ternyata lebih mirip dengan pasangan kembarnya dibandingkan kepribadian seorang kembar identik dengan saudara-saudara kandungnya yang dibesarkan bersama-sama. Faktor-Faktor Pembentuk Kepribadian Faktor Keturunan Keturunan merujuk pada faktor genetis seorang individu. keberhasilan. sistem sekolah. Dasar kedua berfokus pada anak-anak kembar yang dipisahkan sejak lahir. gender. entah sepenuhnya atau secara substansial. sehingga orang-orang tersebut cenderung ambisius dan agresif bila dibandingkan dengan individu yang dibesarkan dalam budaya yang menekankan hidup bersama individu lain. Tinggi fisik. dan pengaruh-pengaruh lain yang seorang manusia dapat alami. tingkat energi dan irama biologis adalah karakteristik yang pada umumnya dianggap. kompetisi. temperamen. norma dalam keluarga. psikologis. Dasar pertama berfokus pada penyokong genetis dari perilaku dan temperamen anakanak. dan kelompok sosial. dipengaruhi oleh siapa orang tua dari individu tersebut. orang-orang Amerika Utara memiliki semangat ketekunan. Bukti menunjukkan bahwa sifat-sifat seperti perasaan malu. dan nilai yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya dan menghasilkan konsistensi seiring berjalannya waktu sehingga ideologi yang secara intens berakar di suatu kultur mungkin hanya memiliki sedikit pengaruh pada kultur yang lain. yaitu komposisi biologis. dan teman. Misalnya. Sebagai contoh. gambaran tertentu. Penelitian terhadap anak-anak memberikan dukungan yang kuat terhadap pengaruh dari faktor keturunan. Para peneliti telah mempelajari lebih dari 100 pasangan kembar identik yang dipisahkan sejak lahir dan dibesarkan secara terpisah. dan psikologis bawaan dari individu. . Faktor Lingkungan Faktor lain yang memberi pengaruh cukup besar terhadap pembentukan karakter adalah lingkungan di mana seseorang tumbuh dan dibesarkan. sikap. Penelitian ini juga memberi kesan bahwa lingkungan pengasuhan tidak begitu memengaruhi perkembangan kepribadian atau dengan kata lain. dan tema-tema yang disebutya sebagai arketipe. komposisi otot dan refleks. bentuk wajah. Dasar ketiga meneliti konsistensi kepuasan kerja dari waktu ke waktu dan dalam berbagai situasi. Terdapat tiga dasar penelitian yang berbeda yang memberikan sejumlah kredibilitas terhadap argumen bahwa faktor keturunan memiliki peran penting dalam menentukan kepribadian seseorang. Temuan ini mengemukakan bahwa beberapa sifat kepribadian mungkin dihasilkan dari kode genetis sama yang memperanguhi faktor-faktor seperti tinggi badan dan warna rambut. serta memprioritaskan keluarga daripada pekerjaan dan karier. simbol-simbol. dan agresif dapat dikaitkan dengan karakteristik genetis bawaan. keluarga.yang mencakup ingatan universal. kerja sama. kebebasan. teman. Ternyata peneliti menemukan kesamaan untuk hampir setiap ciri perilaku.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful