P. 1
Mineral

Mineral

|Views: 66|Likes:
Published by Ganis Andriani
laporan praktikum mineral
laporan praktikum mineral

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Ganis Andriani on May 02, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/09/2013

pdf

text

original

Laporan Praktikum Biokimia

Hari/Tanggal Waktu PJP Asisten

: Selasa/ 27 November 2012 : 15.00 – 16.40 WIB : Popi Asri Kurniatin S.Si, Apt, M.Si : Resti Siti Mutmainah, S.Si Fitri Rosary, S.Si

MINERAL Kelompok 4
Ganis Andriani Rona Dwi Herlian Regina Pramudipta J3L111144 J3L111067 J3L111026

PROGRAM KEAHLIAN ANALISIS KIMIA PROGRAM DIPLOMA INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2012

klorin(Cl). magnesium (Mg). Mineral diperlukan dalam tubuh dalam jumlah sedikit tapi manfaatnya sangat besar diantaranya beberapa mineral berfungsi sebagai kofaktor enzim dalam mengkatalisis suatu substrat jadi enzim dapat diaktifkan apabila memiliki mineral dalam jumlah yang cukup . Tanpa adanya mineral. Logam esensial diperlukan dalam proses fisiologis hewan. mineral (logam) dibagi menjadi dua golongan. Mineral juga memiliki fungsi lain diantaranya melindungi tubuh dari lipid peroksidase dan juga digunakan untuk mensitesis protein . besi (Fe) (Darmono 1995). . Mineral merupakan senyawa esensial untuk berbagai proses selular tubuh. cobalt (kobalt) dan beberapa mineral lagi tapi mineral-mineral diataslah yang paling banyak kandunganya sebagai penyusun tulang (Suhtanry & Rubianty 1985). yaitu mineral logam esensial dan nonesensial.sehingga logam golongan ini merupakan unsur nutrisi penting yang jika kekurangan dapat menyebabkan kelainan prosesfisiologis atau disebut penyakit defisiensi mineral. beberapa lainnya seperti besi berfungsi dalam menyusun sel darah merah (Lee 1999).Mineral ini biasanya terikat dengan protein. kontraksi otot dan respon syaraf serta dalam pembekuan darah. Produk ini digunakan untuk bahan baku pakan yang merupakan sumber mineral (terutama kalsium) dan sedikit asam amino. kerja sistem enzim. Mineral termasuk ke dalam komposisi unsur murni dan garam sederhana sampai silikat yang sangat kompleks dengan ribuan bentuk yang diketahui (tidak termasuk senyawaan organik). termasuk enzim untuk proses metabolisme tubuh. Mineral sangat berperan penting dalam pembentukan struktural dan jaringan keras dan lunak. Berdasarkan kegunaannya dalam aktivitas kehidupan. sulfur (S). Tepung tulang sapi (trikalsium fosfat) adalah bahan hasil penggiligan tulang yang telah diekstrak gelatinnya. besi. tubuh tidak mungkin dapat berfungsi dengan semestinya. fosfor. Komposisi mineral pada tulang pada umumnya terdiri dari kalsium.Pendahuluan Mineral adalah senyawa alami yang terbentuk melalui proses geologis. yaitu kalsium(Ca).

Filtrat yang didapatkan diasamkan dengan HNO3 10% dan ditambahkan AgNO3 10%. magnesium. NH4OH pekat. Pengujian filtrat Uji klorida. fosfat. asam asetat 10%. kristal dinatrium hydrogen fosfat. HNO3 10%. AgNO3 2%. sulfat. gegep kayu. gelas piala 100 mL. kemudian dipanaskan didalam tanur sampai berbentuk abu. HCl 10%. tabung reaksi. dan sudip. Endapan putih yang terbentuk menunjukkan adanya fosfat. Penyaringan dilakukan kembali. dan besi pada abu tulang sapi. Campuran tersebut dipanaskan sampai abu larut dan ditambahkan aquades 50 mL. tanur. pipet mohr 5 mL dan 10 mL.corong. kalsium. diaduk hingga rata. Prosedur percobaan Pembuatan abu tulang. Larutan tersebut disaring dan ditambahkan NH4OH pekat je dalam filtrat sampai basa (digunakan kertas lakmus). Abu putih tersebut didinginkan dan dipindahkan kedalam gelas piala 250 mL dan ditambahkan 50 mL HNO3 10%. ammonium tiosianat. Abu halus tersebut dipanaskan kembali didalam pinggan porselin sampai berwarna putih. dan hasil filtrat dan endapan dilakukan beberapa uji mineral. urea 10%. Filtrat yang didapatkan diasamkan dengan HCl 10% dan ditambahkan BaCl2. Sebanyak 3-5 gram tepung tulang sapi dimasukan kedalam pinggan porselin. Hasil abu yang berwarna kelabu didinginkan dan digerus dengan mortar sampai halus. .Tujuan Praktikum Praktikum bertujuan mengidentifikasi kandungan mineral klorida. kristal ammonium klorida. Endapan putih yang terbentuk menunjukkan adanya sulfat. kertas saring. pipet tetes. dan BaCl2. ferosulfat khusus. Alat dan Bahan Alat-alat yang digunakan ialah penangas air. Endapan putih yang terbentuk menunjukkan adanya klorida. batang pengaduk. aquades. Bahan-bahan yang digunakan ialah tepung tulang sapi. pinggan porselin. Uji sulfat.

Pengujian endapan. Uji fosfat. Filtrat yang dihasilkan ditambahkan 1 mL kalium ferosianida dan warna hijau atau biru yang terbentuk diperhatikan. ditambahkan 1 mL urea 10% dan pereaksi molibdat khusus. Filtrat yang dihasilkan ditambahkan 1 mL larutan ammonium tiosianat dan warna merah yang terbentuk diperhatikan. ditambahkan asam asetat 10% kemudian filtrat dan endapan dilakukan beberapa uji mineral. Uji kalsium. Larutan tersebut dicampur hingga homogeny. Uji besi. lalu ditambahkan 1 mL larutan ferosulfat khusus. Filtrate yang didapatkan dipanaskan hingga mendidih dan ditambahkan sedikit demi sedikit kristal ammonium karbonat dan amoium klorida. Filtrat yang didapatkan ditambahkan 1 mL ammonium oksalat 1%. Endapan yang terbentuk kemudian disaring. Endapan yang tersisa saat penyaringan ditambahkan HCl 10% lalu disaring kembali. Data dan Hasil Pengamatan Tabel 1 Hasil uji mineral Jenis Uji Uji klorida Uji sulfat Uji kalsium Uji fosfat Uji magnesium Uji besi 1 Uji besi 2 Hasil Pengamatan (+/-) Mengandung klorida Mengandung sulfat Mengandung kalsium Mengandung fosfat Mengandung magnesium Mengandung besi (Fe3+) Mengandung besi (Fe ) 2+ Perubahan Warna Endapan putih Endapan putih Endapan putih Hijau kebiruan Endapan putih Merah Hijau . Endapan putih yang terbentuk menunjukkan adanya kalsium. Endapan yang berada pada kertas saring. Filtrat yang didapatkan. Endapan putih yang terbentuk menunjukkan adanya magnesium. Filtrat yang dihasilkan ditambahkan kristal dinatrium hydrogen fosfat dan larutan ammonium hidroksida sampai basa. Uji magnesium. Warna biru yang terbentuk menunjukkan adanya fosfat.

Tubuh menggunakan lebih dari 70 mineral untuk berfungsi secara maksimal. Mineral penting bagi kesehatan. mineral berfungsi sebagai ko-enzim. jantung dan kanker. memungkinkan tubuh melakukan fungsinya seperti memproduksi tenaga. kalsium untuk tulang serta gabungan unsur lain yang seimbang utnuk memberikan kelancaran fungsional tubuh. Setiap sel dalam tubuh kita bergantung pada mineral untuk struktur yang tepat serta fungsinya. ini dapat dicegah dengan suplementasi mineral yang cukup (Poedjiadi 2006). gigi dan memungkinkan berfungsinya vitamin B kompleks dalam tubuh yang normal. Proses dapat berfungsi dengan benar apabila keseimbangan mineral yang sesuai diberikan pada sistem secara berkelanjutan termasuk zat besi untuk darah. fungsi syaraf yang sehat. kurang peka dan penyakit degeneratif seperti osteoporosis. Mineral dibutuhkan untuk pembentukkan darah dan tulang. Kandungan mineral yang ada dalam tubuh tersebar di seluruh bagian tubuh manusia. Proses kimia dan elektrik berjalan di dalam tubuh setiap saat. Seperti vitamin. . fungsi sistem pembuluh darah jantung dan lain-lain. Mineral diperlukan oleh tubuh untuk membantu proses metabolisme dalam tubuh. belerang untuk otot. keseimbangan cairan tubuh. Dalam banyak hal. seperti kurang tenaga.Gambar 1 Hasil uji mineral (a) uji klorida (b) uji sulfat (c) uji kalsium (d) uji fosfat (e) uji magnesium (f) uji besi 1 dan (g) uji besi 2 Pembahasan Manfaat mineral salah satunya adalah pembentuk tulang. Bukti kekurangan mineral menyebabkan kondisi kesehatan yang memprihatinkan. penuaan dini.

Mineral-mineral yang ada dalam tulang sapi diuji secara kualitatif dengan uji klorida. sulfur (S). Hasil yang didapat dari uji klorida yaitu terbentuk endapan putih dari AgCl. silisium (Si) and seng (Zn) (Gartenberg 1988). uji sulfat. fosfor (P). mineral dapat digolongkan menjadi 2 kelompok utama yaitu mineral makro dan mineral mikro. atau berbagai macam metode lainnya (Khopkar 2008). fluoride (F). kalium (K). sehingga hasil percobaan bersifat positif.01% dari total berat badan. Pemisahan unsur-unsur atau senyawa yang dikandung dilakukan dengan beberapa cara. tembaga (Cu). Abu tulang sapi. Filtrat tersebut diasamkan oleh asam HNO3 10% bertujuan untuk memisahkan mineral dari filtrat sehingga mineral mudah diikat oleh senyawa reaktif lain yang dapat bereaksi dengan mineral membentuk suatu endapan putih dalam larutan. dihasilkan melalui proses pengabuan dengan metode gravimetri. dan natrium (Na). Percobaan kali ini akan menentukan kandungan mineral yang ada dalam abu tulang sapi. Berdasarkan kebutuhannya di dalam tubuh. metode elektroanalisis. Senyawa AgNO3 merupakan garam yang dapat bereaksi dengan klorida sehingga klorida membentuk endapan bersama AgNO3 menjadi senyawa AgCl. Uji klorida dilakukan dengan menggunakan filtrat dari abu tulang sapi yang telah ditambahkan oleh AgNO3 2%. sedangkan mineral mikro (Trace ) merupakan mineral yang dibutuhkan dengan jumlah kurang dari 100 mg /hari dan menyusun lebih kurang dari 0. magnesium (Mg). Sedangkan mineral mikro terdiri dari kromium (Cr). Bagian terbesar dari penentuan secara analisis gravimetri meliputi transformasi unsur atau radikal ke senyawa murni stabil yang dapat segera diubah menjadi bentuk yang dapat ditimbang dengan teliti. Mineral yang termasuk di dalam kategori mineral makro utama adalah kalsium (Ca). besi (Fe). dan uji besi. uji magnesium. uji posfat. Analisis gravimetri adalah proses isolasi dan pengukuran berat suatu unsur atau senyawa tertentu.pertumbuhan dan penyembuhan. Hal . klorida (Cl). Berat unsur dihitung berdasarkan rumus senyawa dan berat atom unsur-unsur yang menyusunnya. seperti: metode penguapan. uji kalsium. Mineral makro adalah mineral yang menyusun hampir 1% dari total berat badan manusia dan dibutuhkan dengan jumlah lebih dari 1000 mg/hari. yodium (I) . mangan (Mn).

Reaksi yang terjadi : Ca + K4[Fe(CN)6] → Fe4[Fe2(CN)6]3 Gambar 4 Reaksi uji kalsium (Suharjdo 1886) . - Hal ini menandakan bahwa dalam abu tulang sapi tidak mengandung SO4 . maka selanjutnya dilakukan uji endapan. Senyawa BaCl2 merupakan garam yang dapat bereaksi dengan sulfat sehingga dapat membentuk endapan BaSO4. uji magnesium dan endapannya digunakan untuk uji besi. Senyawa yang ditambahkan pada uji sulfat ialah larutan BaCl2. Uji kalsium pada percobaan ini menghasilkan endapan putih yang artinya uji positif. Hasil positif yang didapat pada uji sulfat yaitu terbentuk endapan putih. Reaksi yang terbentuk yaitu : BaCl2+ H2SO4 BaSO4+2HCl Gambar 3 Reaksi uji sulfat (Suharjdo 1886) Setelah semua uji filtrat dilakukan. Sama seperti halnya uji klorida dan uji sulfat.ini menandakan bahwa dalam abu tulang sapi mengandung ion Cl-. Kalsium lalu diidentifikasi dengan penambahan amonium oksalat agar amonium oksalat dapat bereaksi membentuk endapan putih bersama kalsium. Pengasaman dilakukan untuk memisahkan mineral kalsium yang ada pada endapan yang ada di kertas saring. tetapi pada percobaan yang dilakukan terbentuk warna kuning. Penambahan pereaksi amonium oksalat akan bereaksi dengan kalsium yang ada difiltrat tersebut. Filtrat tersebut diasamkan oleh asam HCl 10%. pada uji kalsium juga dilakukan pengasaman. Tujuannya yaitu untuk memisahkan mineral dari filtrat sehingga mineral mudah diikat oleh senyawa reaktif lain yang dapat bereaksi dengan mineral membentuk suatu endapan putih dalam larutan. Endapan yang telah didapat. Endapan yang dihasilkan adalah kalsium oksalat. Berikut reaksi yang berlangsung : AgNO3 + HCl AgCI ↙+ HNO3 (endapan putih) Gambar 2 Reaksi uji klorida (Suharjdo 1886) Uji filtrat berikutnya yaitu uji sulfat. Hal ini menandakan bahwa abu tulang sapi mengandung kalsium. uji fosfat. ditambahkan asam asetat kemudian disaring yang kemudian filtratnya digunakan untuk uji kalsium.

Adanya endapan putih menandakan adanya magnesium dan pada percobaan terbentuk endapan putih. Hal ini menandakan bahwa abu tulang sapi mengandung fosfat. Adanya warna merah menandakan adanya Fe3+. Reaksi yang terjadi : FeSO4 + PO4-3 → Fe3(PO4)2 + SO4-2 Gambar 5 Reaksi uji fosfat (Suharjdo 1866) Uji Magnesium dilakukan dengan memanaskan filtrat. sedangkan biru atau hijau . Pemanasan dilakukan agar filtrat lebih rektif dan mineral dapat sedikit melonggar ikatan senyawanya dengan senyawa lain dalam filtrat. Hal ini bertujuan hampir sama untuk memisahkan senyawa mineral lalu mineral dapat bereaksi dengan larutan ferosulfat khusus membentuk persenyawaan berwarna biru karena senyawa ferosulfat reaktif dengan fosfat dan membentuk senyawa berwarna. Adanya warna biru yang semakin pekat menandakan adanya posfat namun pada percobaan terbentuk warna hijau kebiruan.Uji fosfat dilakukan dengan menambahkan urea dan pereaksi molibdat khusus. Uji besi yang pertama dengan amonium tiosianat dan uji besi yang kedua dengan kalium ferosianida. Reaksi yang terjadi adalah Mg + NaHPO4 → MgHPO4 +2Na Gambar 6 Reaksi uji magnesium (Suharjdo 1886) Uji besi dilakukan dengan menambahkan asam klorida pada endapan yang telah didapatkan saat penambahan asam asetat yang kemudian disaring dan filtratnya digunakan untuk uji besi. Selain itu pembentukan tulang rawan akan terganggu. Hal ini menandakan bahwa abu tulang sapi mengandung magnesium. Besi akan membentuk senyawa berwarna dengan larutan amonium tiosianat (membentuk warna merah) dan beraksi dengan kalium ferosianida (membentuk warna biru atau hijau). Peranan fosfor dalam tubuh sama seperti kalsium. yaitu untuk pembentukan tulang dan gigi dan penyimpanan dan pengeluaran energi (perubahan antara ATP dengan ADP). Kristal akan bereaksi dengan magnesium dengan ditandai adanya endapan putih pada larutan. Jika seseorang kekurangan unsur ini maka pembentukan ATP akan terganggu. Pemisahan mineral dengan senyawa organik lain dalam filtrat dibantu oleh kristal dinatrium hidrogen fosfat dan larutan amonium hidroksida.

Reaksi yang terjadi pada Fe2+ dan Fe3+ : Fe3+ + 6NH4SCN → [Fe(SCN)6]3.3(2) :106. fosfat. Gartenberg.Lives stock Res. Hal ini menandakan bahwa abu tulang sapi mengandung besi. Asam akan memisahkan ikatan mineral yang terkandung dalam filtrat dengan senyawa organik dan air.Inc. 1988. Daftar pustaka Darmono. Selain itu dapat menyebabkan amenia atau kekurangan darah (Suharjdo 1886). California: Human and Animal Nutrition. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia (UI Press). magnesium dan besi pada abu tulang sapi menghasilkan uji yang positif.menandakan adanya Fe2+ dan berdasarkan percobaan terbentuk warna hijau dan merah yang samar-samar. 1995. Animal Nutrition. Rural Dev . Garam-garam yang dtambahkan kedalam filtrat berfungsi untuk mengikat mineral dan dapat membentuk endapan berwarna putih atau senyawa berwarna Simpulan Berdasarkan hasil dan data pengamatan dapat disimpulkan bahwa berdasarkan uji sulfat. klorida. Evolution of trace mineral status of ruminants in northeast Mexico. Academic Press. sehingga warna yang terjadi juga berbeda. 1988. kalsium. Logam dalam Sistem Biologi Makhluk Hidup. San Diego. Edwards J. .+ 6NH4+ Gambar 7 Reaksi uji besi pada Fe2+ (Suharjdo 1886) 4Fe3++ + 3K4[Fe(CN)6] → Fe4[Fe2(CN)6)]3 + 12K+ Gambar 8 Reaksi uji besi pada Fe3+ (Suharjdo 1886) Asam yang digunakan pada setiap uji filtrat bertujuan untuk mempermudah mineral bereaksi dengan senyawa indikator atau senyawa penguji sehingga mineral dapat bereaksi dengan senyawa penguji membentuk endapan berwarna atau persenyawaan berwarna. Berbedaan ion besi menyebabkan perbedaan reaksi yang terjadi. New York : John Willey and Sons. Jika seseorang kekurangan unsur besi maka pembentukan hemoglobin akan terganggu.

1886. New York : John Willey and Sons. Current issues in trace element nutrition of grazing livestock in Australia and New Zealand. Suhtanry & Rubianty. 1999. Lee J. Kimia Pangan.Khopkar S. Poedjiadi Anna. dan Pertanian. Konsep Dasar Kimia Analitik. . Jakarta: UI Press Suharjdo. M. Pangan. 1985. Dasar-dasar Biokimia. Jakarta: Universitas Indonesia. 2006. Gizi. 2008. Makasar : Badan Kerja Sama Perguruan Negeri Indonesia Bagian Timur. Jakarta : Universitas Indonesia.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->