Bentuklahan Asal Proses Vulkanisme Satuan Bentuklahan Asal Proses Vulkanik (V

)

Bentuklahan vulkanik secara sederhana dibagi menjadi 2, yaitu bentuk-bentuk eksplosif (krater letusan, ash dan cinder cone) dan bentuk-bentuk effusif (aliran lava/lidah lava, bocca, plateau lava, aliran lahar dan lainnya) yang membentuk bentangan tertentu dengan distribusi di sekitar kepundan, lereng bahkan kadang sampai kaki lereng. Struktur vulkanik yang besar biasanya ditandai oleh erupsi yang eksplosif dan effusif, yang dalam hal ini terbentuk volkanostrato. Erupsi yang besar mungkin sekali akan merusak dan membentuk kaldera yang besar. Kekomplekkan terrain vulkanik akan terbentuk bila prosesproses yang non-vulkanik berinteraksi dengan vulkanisme. Proses patahan yang aktif akan menghasilkan erupsi linier dan depresi volkano-tektonik. Satuan bentuklahan vulkanik dapat dikelompokkan lagi menjadi satuan-satuan yang lebih kecil, dan sebagai contoh penyimbulannya antara lain : satuan kepundan (VK), satuan kerucut parasiter (VKp), satuan lereng vulkan (VL), satuan kakilereng gunungapi (VLk) dan satuan dataran fluvial gunungapi (VDk).

Proses erosi vertikal yang kuat pada bagian hulu akibat aliran lava/lahar dan curah hujan yang tinggi membentuk lembah-lembah sungai yang curam dan rapat serta dibatasi oleh igir-igir yang runcing dengan pola mengikuti aliran sungai-sungainya. Proses erosi dan denudasional yang bekerjasama menyebabkan terbentuknya relief yang kasar dan topografi yang tinggi dengan kemiringan lereng yang curam pada bagian lereng atas, kemudian terdapat tekuk lereng (break of slope) yang mencirikan munculnya mataair membentuk sabuk mataair (spring belt). Pola aliran sungai terbentuk akibat proses geomorfologi yang bekerja pada batuan di permukaan, sehingga terbentuk pola yang relatif annular sentrifugal dengan anak-anak sungai utama relatif sejajar, kemudian bertemu pada tekuk lereng pertama. Beberapa sungai bertemu kembali pada tekuk lereng kedua, dan seterusnya. Kerapatan aliran umumnya tinggi pada lereng atas dan tengah, yang semakin menurun kerapatannya ke arah lereng bawah dan kaki lereng. Pola-pola kelurusan yang ada umumnya berupa igir-igir curam di kanan-kiri sungai, pola kelurusan kontur yang melingkar serta break of slope

pola agak teraturdan umumnya kenampakan fisik mempunyai pola yang kontinyu. Vegetasi umumnya rapat berupa hutan lindung di bagian atas. semakin ke bawah semakin halus. hutan penyangga di tengah dan akhirnya menjadi lahan budidaya pertanian di bagian kaki lereng sampai dataran fluvialnya. Adapun beberapa contoh dari bentuklahan ini adalah : 1. Kenampakan yang khas adalah bahwa pada pusat kepundan akan terlihat suatu kerucut yang di sekitarnya terdapat hamparan hasil erupsi tanpa vegetasi penutup sedikitpun. Crater/Kawah . Kenampakan dari foto udara. tekstur umumnya kasar tetapi seragam pada ketinggian atau klas lereng sama.yang berasosiasi dengan spring belt. Bekasbekas aliran lava cair akan tampak berupa garis-garis aliran di sekitar kepundan dan berhenti membentuk blok-blok dinding terjal akibat pembekuan di luar. Vulkanisme adalah semua fenomena yang berkaitan dengan proses gerakan magma dari dalam bumi menuju ke permukaan bumi yang menghasilkan bentuklahan yang cenderung positif. Dike 2. Permukiman dapat dijumpai mulai pada lereng tengah dengan kerapatan jarang ke arah bawah yang mempunyai kerapatan semakin padat. rona agak gelap sampai gelap.

Caldera 4. Volcanic Neck .3.

Satuan Bentuklahan Asal Proses Fluvial/Aliran Sungai (F) .

tersusun oleh material sedimen berbutir halus. Pola ini terbentuk akibat proses penimbunan pada bagian luar kelokan dan erosi secara bergantian. yaitu sungai yang telah mengalami gradasi dan berada dalam keadaan seimbang sehingga energinya hanya cukup untuk membawa dan memindahkan bebannya saja. Beberapa hal proses-proses fluvial seperti pengikisan vertikal maupun lateral dan berbagai macam bentuk sedimentasi sangat jelas dapat dilihat pada citra atau foto udara. rona agak gelap sampai gelap. material berupa endapan pasir dan kerikil yang relatif halus. Pengendapan ini yang membentuk dataran banjir di kanan-kiri sungai yang disebabkan karena air sungai semasa banjir melimpah tebing dan tidak lagi tersalurkan karena terhambat dan dangkal. Pola aliran sungai pada daerah datar yang penuh beban endapan pasir. dimana alirannya saling menyilang dan sering berpindah dan dipisahkan oleh igir lembah ( levee ridge) membentuk pola sungai teranyam (braided stream). kenampakan bentuklahan hasil proses fluvial mempunyai struktur horisontal. Secara umum apabila dilihat dari foto udara. gosong sungai (Fgs) dan kipas aluvial (Fka). Bentukan-bentukan ini terutama berhubungan dengan daerah-daerah penimbunan seperti lembah-lembah sungai besar dan dataran aluvial. sehingga aliran kadang tidak mampu lagi mengangkut material endapan. menyebar dan meluas di kanan kiri sungai dengan tekstur halus dan seragam. Ciri khusus dataran aluvial di bagian bawah adalah adanya pola saluran yang berkelok-kelok (meanders). Sungai-sungai yang terdapat pada satuan ini umumnya dikelompokkan dalam stadia dewasa. Pengendapan cukup besar. teras sungai (Fts). kerikil dan bongkah-bongkah. Bentukan-bentukan kecil yang mungkin terjadi antara lain dataran banjir (Fdb). Hal ini umumnya dijumpai pada sungai-sungai besar dan meanders. Berkurangnya kecepatan atau daya angkut material menyebabkan banyak material terakumulasi di bagian hilir. yang akhirnya arah aliran membelok begitu seterusnya membentuk kelokan-kelokan tertentu. Jika pengendapan beban bertumpuk dan terakumulasi di kanan kiri sungai akan terbentuk tanggul alam (natural levees) yang lebih tinggi dari dataran banjir di sekitarnya. pengangkutan dan pengendapan (sedimentasi) membentuk bentukanbentukan deposisional yang berupa bentangan dataran aluvial (Fda) dan bentukan lain dengan struktur horisontal. Dari mulut lembah kemudian menyebar dan meluas dengan sudut kemiringan makin melandai. pola . kadang terbentuk suatu bentukan kipas akibat aliran sungai yang menuruni lereng yang disebut kipas aluvial. Fraksi kasar akan terakumulasi di mulut lembah dan fraksi halus akan tersebar semakin menjauhi mulut lembah di wilayah dataran. sementara kecepatan aliran berkurang akibat menurunnya kemiringan lereng. Sungai peringkat dewasa membentuk dataran banjir dengan pengendapan sebagian bebannya.Bentuklahan asal proses fluvial terbentuk akibat aktivitas aliran sungai yang berupa pengikisan. Erosi dan pengendapan seimbang yang membentuk hamparan dataran yang luas ke arah pantai. tanggul alam (Fta). Pada suatu mulut lembah di daerah pegunungan yang penyebarannya memasuki wilayah dataran. Sungai yang mengalami peremajaan akan membentuk undak-undakan di kanan-kiri sungai yang mempunyai struktur sama membentuk teras sungai ( rivers terraces). Asosiasi antara proses fluvial dengan marin kadang membentuk delta (Fdt) di muara sungai yang relatif tenang. dan akan muncul pada saat air sungai menurun yang disebut gosong sungai. dataran berawa (Fbs).

Proses denudasional sangat dipengaruhi oleh tipe material (mudah lapuk). sehingga disebut satuan struktural denudasional. Proses degradasi menyebabkan agradasi pada lerengkaki perbukitan menghasilkan endapan koluvial dengan material tercampur. Proses yang utama adalah degradasi berupa pelapukan yang memproduksi regolit dan saprolit serta proses erosi. umumnya topografi agak kasar sampai kasar tergantung tingkat dedudasinya. penggunaan lahan tegalan atau kebun campuran dan proses geomorfologi selalu meninggalkan bekas di lereng-lereng bukit dan terjadi akumulasi di kaki lereng. pengangkutan dan gerakan massa. Kadang proses denudasional terjadi pula pada perbukitan struktur dengan tingkat pelapukan tinggi. Badland Proses denudasi merupakan proses yang cenderung mengubah bentuk permukaan bumi yang disebut dengan proses penelanjangan. curah hujan dan suhu udara serta sinar matahari. dan aliranaliran yang relatif tidak kontinyu. Karakteristik yang terlihat di foto udara. serta kenampakan longsor lahan lebih sering dijumpai. penggunaan lahan untuk sawah irigasi dan permukiman padat. Jenis-Jenis Gunung Api .1. relief agak miring sampai miring. pola tidak teratur.aliran dendritik kompleks. kemiringan lereng. banyak lembah-lembah kering dan erosi lereng/back erosion. ada cirikhas aliran meanders dan braided di bagian hilir. Geomorfologi : Bentuklahan Denudasional G. Proses ini lebih sering terjadi pada satuan perbukitan dengan material mudah lapuk dan tak berstruktur.

Sebenarnya.Indonesia merupakan negara yang memiliki koleksi gunung api terbanyak. dan sering diikuti leleran lava secara simultan. apakah semua gunung api itu sama ? Kenalan sama yang namanya gunung api sama aja kayak kita kenalan sama temen kita. (Dongeng Geologi) Gunungapi diklasifikasikan ke dalam dua sumber erupsi. besoknya gunung ibu nun jauh di Halmahera update status dari siaga menjadi awas. Misalnya. erupsi keluar melalui kawah utama. Tipe Hawaiian. Gunungapi adalah lubang kepundan atau rekahan dalam kerak bumi tempat keluarnya cairan magma atau gas atau cairan lainnya ke permukaan bumi. (3) erupsi celah. maka gunungapi dibagi menjadi beberapa tipe erupsi: 1. dari segi bentukan fisik bisa sama tapi masing masing individu memiliki karakter yang berbeda. kita sering sekali mendengar berita tentang gunung-gunung api aktif yang saling bergantian update status. apa sih gunung api itu ? terus. dan (2) erupsi samping. juga kuat lemahnya letusan serta tinggi tiang asap. karena letaknya yang berada di jalur subdaksi lempeng bumi. hari ini Merapi di Jawa update status dari siaga jadi waspada. erupsi yang muncul pada retakan/sesar dapat memanjang sampai beberapa kilometer.yaitu erupsi eksplosif dari magma basaltic atau mendekati basalt. yaitu (1) erupsi pusat. erupsi keluar dari lereng tubuhnya. . Proses terjadinya Gunungapi Berdasarkan tinggi rendahnya derajat fragmentasi dan luasnya. (4) erupsi eksentrik. Oleh karena itu. begitu pula dengan gunung api. umumnya berupa semburanlava pijar. Matrial yang dierupsikan kepermukaan bumi umumnya membentuk kerucut terpancung. terjadi pada celah atau kepundan sederhana. erupsi samping tetapi magma yang keluar bukan dari kepundan pusat yang menyimpang ke samping melainkan langsung dari dapur magma melalui kepundan tersendiri.

Material yang dierupsikan tidak melulu berasal dari magma tetapi bercampur dengan batuan samping berupa litik. Material yang dierupsikan berupa batuapung dalam jumlah besar. Freatoplinian kejadiannya sama dengan Surtseyan. umumnya melontarkan bom-bom vulkanik atau bongkahan di sekitar kawah dan seringdisertai bom kerak-roti atau permukaannya retak-retak. tipe-tipe letusan gunung api Sumber : Dongeng Geologi . 4. Tipe Vulkanian. umumnya terjadi pada gunungapi sering aktif di tepi benua atau di tengah benua. tahap erupsi efusifnya menghasilkankubah lava riolitik. 7. Erupsi subplinian dapat menghasilkan pembentukan ignimbrit. erupsi sangat eksplosif menghasilkan endapan batuapung lebih banyak dan luas dari Plinian biasa. gunungapi bawah laut atau gunungapi yang berdanau kawah. 3. erupsi magmatis berkomposisi andesit basaltic sampaidasit. kedua tipe tersebut merupakan erupsi yang terjadi pada pulau gunungapi. Surtseyan merupakan erupsi interaksi antara magma basaltic dengan air permukaan atau bawah permukaan. Tipe Sub Plinian. erupsi eksplosif dari magma asam/riolitik dari gunungapi strato. merupakan erupsi yang sangat ekslposif dari magma berviskositas tinggi atau magma asam. Tipe Strombolian. Tipe Plinian. 5. komposisi magma bersifat andesitik sampai riolitik. 6. Tipe Surtseyan dan Tipe Freatoplinian .2. tetapi magma yang berinteraksi dengan air berkomposisi riolitik. TipeUltra Plinian. letusannya disebut freatomagmatik. erupsinya hampir sama dengan Hawaiian berupa semburan lava pijar dari magma yang dangkal.

Neck.Spur. Kemudian pada bagian tengah sungai dan hilir mulai terjadi pengendapan dan erosi secara terus-menerus. yaitu bagian dari lengkung meander . Air mulai mengalir dengan kecepatan yang berbeda. Air yang melewati lekukan yang menjorok keluar (cut bank) akan menyebabkan terjadinya erosi secara terus-menerus. ketika mengalir pada lekukan pada suatu kelokan sungai. Sementara itu. yaitu bagian leher dari meander b.Apa itu Meander Sungai ? Meander adalah bentuk sungai yang berkelok-kelok yang terjadi akibat adanya pengikisan dan pengendapan. Bagian-bagian dari meander antara lain : a. Fenomena ini bila terjadi secara berulang-ulang akan membentuk kelokan pada sungai. di sisi lekukan yang lain akan terjadi pengendapan yang menyebabkan terbentuknya point bar. Sehingga erosi ke arah samping (erosi lateral) yang terjadi dalam waktu yang lama akan menyebabkan cut bank semakin melebar. Cut bank merupakan zona tanah yang tererosi oleh aliran sungai dalam pembentukan meander. Bentuk dan ukuran point bar bervariasi tergantung pada besarnya alur sungai serta berkembang pada bagian lengkung dalam (inner band) alur sungai. Point bar merupakan proses sedimentasi yang dominan di dalam alur sungai. Pembentukan meander diawali oleh aliran air sungai di hulu yang memiliki volume dan tenaga yang cukup kecil. maka akan membentuk sungai yang berkelok-kelok yang disebut sebagai meander.Undercut. yaitu bagian kepala dari meander c. Dan apabila proses ini terjadi pada beberapa bagian sungai. sehingga pada bagian ini sungai belum mengalami pengikisan dan aliran sungai akan berusaha menghindari segala penghalang.

d. Meander yang terbentuk hasil pengikisan dan pengendapan ini dapat berupa beberapa macam.Slip off slope. b.Meander pengikisan Meander pengikisan adalah meander yang terjadi karena adanya pengangkatan atau penurunan permukaan laut (adanya peubahan gravitasi atau erosi basis) sehingga akan mengakibatkan erosi vertikal aktif kembali. Meander ini terjadi pada sungai yang sudah mencapai stadium tua dan banyak sekali bekasbekas yang ditinggalkan. . sehingga pada tepi-tepi lembah pada sisi kiri dan kana terjadi teras-teras. e.Meander bebas Meander bebas adalah meander yang jalur meandernya tidak tertentu.Meander lembah Meander lembah ialah meander yang terdapat pada lembah yang sudah mencapai stadium dewasa. sehingga pengikisannya melebab dan mendalam. lebar dari meander lembah ini dua puluh kali lebar sungai. d.Meander mendalam Meander mendalam adalah meander yang terjadi karena adanya erosi vertikal dan lateral. di antaranya adalah : a.Meander berteras Meander berteras yaitu meander yang terjadi karena adanya pengangkatan yang bertingkat-tingkat. yaitu bagian lengkung meander yang selalu mendapat sedimentasi. c.