273 Kerusakan Lingkungan dan Gangguan Kesehatan sebagai Dampak Pengunaan Pestisida Pertanian Oleh M.

Sudjak Saenong dan Awaludin Hipi [Peneliti Hama Penyakit pada BALITSEREAL].

ABSTRAK Sejak tahun 1980, residu pestisida telah ditemukan mencemari beberapa jenis sayuran seperti kentang, kubis, sawi, tomat dan wortel pada daerah-daerah sentra sayuran di Jawa Barat (Pacet, Pengalengan, Lembang), Jawa Tengah (Getasan, Ambarawa, Tawangmangu) dan Jawa Timur (Batu). Hasil analisa dan monitoring terbatas yang dilakukan oleh Departemen Kesehatan dan Departemen Pertanian melalui Direktorat Perlindungan Tanaman tahun 1980 menunjukkan bahwa residu pestisida tersebut di atas adalah dari jenis DDT, diazinon, dieldrin, fenitrotion dan klorfirifos. Di negara-negara maju beberapa pestisida telah diteliti dapat bersifat carsinogenic agent, mutagenic agent, teratogenic agent dan menjadi penyebab dari penyakit-penyakit seperti leukemia dan sebagainya. Tulisan ini memaparkan data beberapa referensi yang menekankan bagaimana bahaya penggunaan pestisida terhadap kesehatan dan lingkungan. Kata kuci : Kerusakan lingkungan, residu pestisida, sayuran PENDAHULUAN Di Indonesia, pestisida yang paling dominan banyak digunakan sejak tahun 1950an sampai akhir tahun 1960an adalah pestisida dari golongan hidrokarbon berklor seperti DDT, endrin, aldrin, dieldrin, heptaklor dan gamma

BHC. Penggunaan pestisida-pestisida fosfat organik seperti paration, OMPA, TEPP pada masa lampau tidak perlu dikhawatirkan, karena walaupun bahanbahan ini sangat beracun (racun akut), akan tetapi pestisida-pestisida tersebut sangat mudah terurai dan tidak mempunyai efek residu yang menahun. Hal penting yang masih perlu diperhatikan masa kini ialah dampak penggunaan hidrokarbon berklor pada masa lampau khususnya terhadap aplikasi derivatderivat DDT, endrin dan dieldrin.

rodentisida. dan mitisida. avisida. algisida. Selain dari pada itu terdapat senyawa kimia yang sifatnya hanya sebagai pengusir serangga (insect repellent).Pada tanah-tanah pertanian yang menggunakan bahan organik yang tinggi. Pestisida dapat menguap karena suhu yang tinggi dan kembali lagi ke tanah melalui air hujan atau pengendapan debu. kelembaban udara. akan tetapi masih mungkin jatuh kembali ke tanah bersama debu atau air hujan. Sedangkan yang mengendalikan jazad renik antara lain bakterisida. Kelembaban tanah. suhu tanah dan porositas tanah merupakan salah satu faktor yang juga menentukan proses penguapan pestisida. Jenis-Jenis Pestisida dan Kegunaannya Jenis Pestisida Insektisida Herbisida Fungisida Nematoda Rodentisida Fungsi dan kegunaannya Mengontrol and mngendalikan serangga Membunuh rumput (gulma) Membunuh jamur Membunuh nematoda Membunuh tikus . PENGGOLONGAN SENYAWA KIMIA PESTISIDA Menurut Watterson (1988). ada banyak penggolongan/jenis-jenis pestisida yang beredar di pasaran dan senantiasa digunakan baik yang ditujukan kepada hewan.tumbuhan maupun jazad renik. molusisida. dan sebaliknya ada pula yang justru menarik serangga untuk datang (insect attractant) serta ada yang dapat memandulkan serangga (Tabel 1). Air merupakan medium utama bagi transportasi pestisida. Kandungan bahan organik yang tinggi dalam tanah akan menghambat proses penguapan pestisida. yang mengendalikan jenis serangga maupun hewan yang berpotensi sebagai organisme pengganggu tananam (OPT) adalah insektisida. Residu pestisida yang larut terangkut bersama-sama butiran air keluar dari tanah dengan jalan penguapan. fungisida. Tabel 1. residu pestisida akan sangat tinggi karena jenis tanah tersebut di atas menyerap senyawa golongan hidrokarbon berklor sehingga persistensinya lebih mantap. Penguapan pestisida terjadi bersama-sama dengan proses penguapan air.

degradasi enzimatik dan translokasi. Residu dapat hilang atau terurai dan proses ini kadang-kadang berlangsung dengan derajat yang konstan. Dalam jumlah yang sedikit (skala ppm). pestisida dalam tanaman hilang sama sekali karena proses pertumbuhan tanaman itu sendiri. anjing dan kucing Menraik serangga Mensterilisasi serangga Sumber: Watterson (1988) DINAMIKA PESTISIDA DALAM LINGKUNGAN Menurut Tarumingkeng (1977).Bakterisida Akarisida Algisida Mitisida Molusisida Avisida Piscisida Ovisida Desinfektant Growth regulator Defoliant Desiccant Repellent Atractant Chemosterilant Membunuh bakteri Membunuh laba-laba Membunuh alga Membunuh mite Membunuh moloska Mengusir burung Mengendalikan ikan Menghancurkan telur Menghancurkan atau menginaktifkan mikroorganisme yang berbahaya Merangsang/menghambat pertumbuhan Penggugur daun Mempercepat pengeringan tanaman Mengusir serangga. pelapukan (weathering). Faktor-faktor yang mempengaruhi ialah penguapan. Istilah residu tidak sinonim dengan arti deposit. dinamika pestisida dalam ekosistem lingkungan dikenal istilah residu. penghilangan residu pestisida mengikuti hukum kinetika pertama. pencucian. perubahan (alteration) atau kedua-duanya. Seperti halnya reaksi-reaksi kimia lain. yakni derajat/kecepatan menghilangnya pestisida . Deposit ialah bahan kimia pestisida yang terdapat pada suatu permukaan pada saat segera setelah penyemprotan atau aplikasi pestisida. sedangkan residu ialah bahan kimia pestisida yang terdapat di atas atau di dalam suatu benda dengan implikasi penuaan (aging). rayap.

1970).62 ppm) dan dieldrin (± 0.1977). sedang Jefferies (1972) mengemukakan bahwa kelelawar dari jenis Pipistrellus. Pada hewan amfibi seperti kodok.68 ppm). yakni proses menghilangnya residu berlangsung cepat (proses desipasi).berhubungan dengan banyaknya pestisida yang diaplikasi (deposit). Dinamika pestisida di alam akan mengalami dua tahapan reaksi. efek residu pestisida tersebut belum significant mencemari bebek yang ada di Indonesia (Koeman. Terjadinya dua proses ini disebabkan karena deposit dapat diserap dan dipindahkan ke tempat lain sehingga terhindar dari pengrusakan di tempat semula. Ini menunjukkan bahwa pada saat dilakukan pengukuran. atau sebaliknya proses menghilangnya residu berlangsung lambat (proses persistensi).29 ppm) dalam organ hatinya. KASUS-KASUS PENCEMARAN PESTISIDA Terhadap Hewan Vertebrata Moore (1974) mengemukakan bahwa burung pemangsa tikus Falcon tininuculus dan Tyto alba banyak yang terkontaminasi oleh pestisida akibat memangsa tikus yang telah memakan umpan biji-bijian yang dicampur dieldrin. Kemungkinan lain adalah pestisida akan bereaksi dan mengalami degradasi sehingga hilangnya residu berlangsung cepat (Tarumingkeng. 1974). Terhadap Hewan Invertebrata Palpp (1976) mengemukakan bahwa pengaruh samping dari pada penggunaan pestisida terhadap hewan inveterbrata dapat berupa timbulnya pembentukan kekebalan (resistensi) ataupun resurgensi. Pembentukan kekebalan terjadi melalui beberapa mekanisme seperti perubahan asetilkolines-trase. pencemaran dapat mengubah perilaku dan kelainan morfologi khususnya terhadap ekor dan moncong (Cooke. kekebalan terhadap pengatur pertumbuhan (growth regulator). menurunnya penyerapan. Terhindarnya insektisida yang ditranslokasikan dari proses pengrusakan dimungkinkan oleh faktor-faktor lingkungan yang kurang merusak sehingga terjadi proses penyimpanan (residu persisten). DDT (± 4. dampak pengaruh samping dari aplikasi DDT dan metabolit DDE menunjukkan adanya korelasi negatif antara residu DDT pada telur bebek dan tebalnya kulit telur. Di Indonesia. Plocetius dan Myotis ditemukan banyak mengandung residu organoklorin jenis DDE (± 10. .

akan tetapi penurunan penyerapan dapat terjadi dan merupakan mekanisnme kekebalan. akan tetapi pengamatan pada larva Heliothis zea yang lebih tua nampak lebih kebal dari yang muda (Gast. .1973).0 ppm dalam 4 jam menurunkan produktivitas sampai 87% (Pimentel. (1973) menemukan bahwa penyerapan insektisida oleh kulit serangga bertambah sesuai dengan polaritasnya.0 ppm selama 4 jam dapat menurunkan produktivitas 53%. Terhadap kehidupan fitoplankton. Walaupun mekanisme tersebut di atas belum dapat dijelaskan secara rinci. perlakuan paraquat pada dosis 1. Terhadap Kehidupan Perairan Sumber pencemaran perairan oleh pestisida ialah adanya aliran air dari daerah pertanian terutama selama musim hujan. sedangkan diuran dengan dosis 1. perlakuan diquat dengan dosis yang sama selang waktu 48 jam menurunkan produktivitas 45%. kekebalan metabolisme terhadap organofosfat dan karbamat serta kekebalan terhadap senyawa pestisida berklor. Szeics et al. sebaliknya senyawa dari jenis aldrin dan derivatnya pengaruhnya tidak terlalu significant menurunkan populasi tungau (Sheals.. Insektisida-insektisida tersebut yang paling banyak digunakan adalah hidrokarbon berklor dan organofosfat. Senyawa hidrokarbon berklor dapat menjadi penyebab berkurangnya populasi tungau pemangsa colembola sehingga populasi colembola berkembang. 1974).al.kekebalan terhadap piretroid. Kasus lain ditemukan bahwa fungisida dengan sodium metan dan formaldehida yang digunakan terhadap permukaan atau yang diinjeksikan mempunyai pengaruh tajam dan akan membunuh binatang-binatang tanah yang terkena sampai pada ke dalaman 15 cm. 1956). Hal ini diamati pada percobaan terhadap Heliothis virescens. Jenis pestisida yang paling besar pengaruhnya terhadap musnahnya faunah tanah adalah insektisida di banding pestisida lain seperti herbisida dan fungisida. Pada kadar yang tinggi pestisida dapat membunuh jazad yang hidup di dalam air. Pestisida-pestisida yang persistensinya tinggi seperti golongan organoklorin meskipun dengan kosentrasi rendah dapat masuk dalam rantai makanan dan mengalamai proses peningkatan kadar (biological magnification) sampai pada derajat yang mematikan (Coutney et. 1961).

beberapa senyawa pestisida telah .000 biji/tanaman) tidak dapat tumbuh pada kondisi gelap (di bawah naungan alang-alang).14 ppm dapat mematikan ikan lele. akan tetapi di sisi lain rumput Mikinia micranta justru akan tumbuh subur dan merajalela di tempat itu karena persaingannya dengan alang-alang sudah tidak ada lagi. lymphomas. Nilai toksisitas akut herbisida terhadap ikan umumnya jauh lebih tinggi dari pada konsentrasi yang dibutuhkan untuk mengendalikan gulma.Daya meracun berbagai pestisida khususnya herbisida terhadap kehidupan ikan telah banyak diteliti. kanker prostae. kanker kulit. oleh karena itu penyemprotan yang tak sempurna dapat menimbulkan pengaruh jangka panjang yang tak terduga. tetapi pada saat alang-alang dibasmi. 1974). Beberapa jenis penyakit yang telah diteliti dapat diakibatkan oleh pengaruh samping penggunaan senyawa pestisida antara lain leukemia. Terhadap Tumbuhan Aplikasi pestisida pada kadar rendah (sublethal) dapat memberi pengaruh resisten terhadap tumbuhan pengganggu. penyakit otak. Sebagai contoh pertumbuhan alang-alang Imperata cylindrica dapat ditekan dengan penggunaan herbisida. myaloma ganda. sarcomas jaringan lunak. penyakit hati. Akan tetapi karena pemakaian herbisida sebagai pengendali gulma intensitas pemakaiannya lebih tinggi. Demikian juga dengan jenis rumput Pennisetum polystachion yang mempunyai tingkat kepadatan biji yang sangat banyak (300. kanker paru. jenis insektisida nampak lebih kuat dibanding herbisida. kanker perut. Di samping itu secara tidak langsung penggunaan pestisida (herbisida) akan merangsang tumbuhan pengganggu lain yang bukan sasaran justru menjadi dominan. melanoma. Sebagai contoh. dan ikan salmon 3 hari setelah aplikasi (Duursma and Marchand. 1975). herbisida paraquat pada kadar aplikasi 1. Terhadap Kesehatan Manusia Menurut Watterson (1988) secara umum telah banyak sekali bukti-bukti yang ditemukan pengaruh samping senyawa kimia pestisida terhadap kesehatan manusia. Misalnya kemampuan meracuni kehidupan ikan. maka dampak kerusakannya lebih nampak.000 – 370. maka rumput ini akan tumbuh dominan (Soedarsan dan Amir. tumor syaraf dan neoplasma indung telur. Selain dari pada itu..

4-D DBCP DDT diallate + + + + + + + pentachlorophenol permethrin picloram rotenone sodium azide + + + . yakni tercatat ada 47 jenis bahan aktif pestisida ditemukan terbukti sebagai carsinogenic agent pada hewan. Tabel 2. 1984: IARC. 1978: Saleh.terbukti dapat menjadi faktor “carsinogenic agent” baik pada hewan dan manusia. 1980) (Tabel 2). dan 12 jenis lagi terbuti sebagai carsinogenic agent pada manusia (Gosselin. Senyawa-Senyawa Pestisida yang Telah Terbukti dapat Menjadi Faktor Penyebab Penyakit Kanker (Carsinogenic Agent) pada Hewan dan Manusia Bahan aktif acrylonitrile aldrin aminotriazole amitraz arsenic oxide azinphos-metyl (guthion) cadmium captan carbaryl carbontettrachloride chloramben chlordane Hewan Manusia Bahan aktif + + + + + + + + + + + + + + + + + + Hewan Manusia + + + + + + + - ethylene dibromide + ethylen thiourea formaldehyde hempa heptachlor lindane maleic hydrazide maneb MCPA methidathion + + + + + + + methylene bromide + methylene dichloride mexacarbamate mirex monuron parathion + + + + + - chlordecone (kepone) + chlordimeform chlorobenzilate chlorofenol(group) chlorothalenil 2.

dichloropropane 1.4.IARC(1978):Saleh(1980) Catatan : + = ditemukan bukti. Simmon. 1984: Gosselin. Yang dapat menyebabkan alergi pada kulit tercatat ada 20 jenis bahan aktif sedangkan yang menyebabkan iritasi tercatat ada 42 jenis bahan aktif (Weinstein. Weinstein.3. Lebih jauh ditemukan lagi fakta bahwa senyawa pestisida juga dapat menjadi penyebab penyakit peradangan kulit dan penyakit kulit lainnya sebagai akibat timbulnya alergi dan iritasi. Sandhu. – = tidak ditemukan bukti Fakta lain ditemukan pula bahwa ternyata tercatat 80 jenis bahan aktif pestisida juga dapat menjadi penyebab atau sebagai faktor “mutagenic agent” (Moriya. Tabel 3.6 TBA tetrachlorvinphos trichlorfon trifluralin + + + + + + - Sumber : Gosselin (1984). Senyawa-Senyawa Pestisida Yang Telah Terbukti Dapat Menjadi Fakta Penyebab Mutasi Genetik (Mutagenic Agent) acephate allethtrin azinphos-methyl benomyl bromocil butaclor cocodylic acid captafol captan carbaryl carbendazim carbofuran Dicrotophos dichlorvos dimethoate dinocap dinoseb disulfoton echlomezel ethylnechlorohydrin ethylenedibromide ethylenedichloride ethylene oxide ethylene thiourea NBT(2.5-T 2. dichloropropane dicofol dieldrin dimethoate endosulfan + + + + + - sulfallate 2.3.4dinitrophenylthiocyanate) NNN(5-nthro-1napthalonitrile) nitofen oxydemeton-methyl oxine copper parathion-methyl pentachlorophneol phenazine oxide phosmer pirimiphosmethyl .1. 1983.2. 1984. 1984) (Tabel 4). 1980) (Tabel 3). 1980.

chlormethoxynil chlorfenvinphos chloropicrin chlorpyrifos EMS ESP fenaminosulf fenitrithion polycarbamate polyoxin D-Zn propanil salithion simazine 2.2. Sandhu (1980).4-D acid 2.4.dibromethane metepa dicamba dichlorfluanid methyl dibromide monocrotophos Sumber : Moriya (1983). Simmmon 1980) Tabel 4. Weinstein (1984).5-T thiometon thiram toxaphene triallate trichlorfon TTCA(asomate) vamidothion ziram cyclophosphamide ferbam 2.4-BB acid DBCP DD DDC DDT demeton folpet HEH(2hydroxyethylenehydrazin) hemel MAF MCPA malaeic hydrazide 1. Senyawa-Senyawa Pestisida Yang Telah Terbukti Dapat Menjadi Faktor Penyebab Penyakit Radang Kulit Dan Penyakit Kulit Lainnya (Alergi Dan Iritasi) Jenis peradangan Bahan aktif acephate anilazine benomyl captafol captan chloropicrin chlorothalonil alergi + + + iritasi + + + + + + + Bahan aktif kelthane lindane malathion mancozeb maneb Jenis peradangan alergi + + + iritasi + + + + + mercaptobenothiazole + methidathion - .

dieldrin. proses peracunan senyawa pestisida dapat diamati berdasarkan golongan pestisida yang dipakai di lapangan. Fenomena ini sering ditemukan pada para pekerja yang terkait langsung dengan pestisida seperti pekerja pada lokasi kepabrikan maupun perkerja yang langsung menggunakan senyawa pestisida tersebut terhadap organisme target. Pada dosis tinggi dapat terjadi kejang-kejang. sakit kepala dan tak dapat berkosentrasi. – = tidak ditemukan bukti Secara umum. gejala keracunan yang dapat ditimbulkan dapat berupa mual. Pada golongan pestisida yang mempunyai bahan aktif dari klor organik seperti endrin. Hal ini .cyhexatin DCDA demeton dialifur chazinon dimethoate dinobuton dinoseb disulfoton DNCB DNOC DVDP endosulfan ethephon ethion ferbam folpet formaldehyde glyphosate + + + - + + + + + + + + + + + + + + + + methomyl methylphenol(cresol) methyl parathion mevinphos monocrotophos naled nitrofen parathion PCNB phosmet propagite pyrethroids sulphur thiram toxaphene triazine zineb zitram + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + Sumber : Weinstein (1984). muntah dan dapat terjadi hambatan pernafasan. endosulfan. Gosselin (1984) Catatan : + = ditemukan bukti. lindane(gamma BHC) dan DDT. aldrin.

kejang pada perut.disebabkan kerena senyawa klor organik mempengaruhi susunan syaraf pusat terutama otak.Mempengaruhi susunanMual. DDT lindane(gammaotak pernafasan Fosfat organik: mevinfosMenghambat aktivitasSakit pusing. Yang masuk kategori senyawa itu adalah aldikarb. Pada karbamat. muntah. Pada senyawa fosfat organik. mual. mengecil. lemah. 1984) (Tabel 5). carbofuran. sakit kepala. paration. pupil mengecil. endosulfan(thiodan). tak pusat terutamadapat berkonsentrasi. (azodrin). fosfamidon. Senyawa ini menghambat aktivitas enzim kolonestrasi dalam tubuh penderita. tetapi reaksinya reversible dan lebih banyak bekerja pada jaringan bukan dalam plasma darah. Pada dosis tinggi dapat terjadi kejang-kejang muntah dan dapat terjadi hambatan aldrin. gangguan penglihatan. diazinon. sesak nafas. sesak dada dan detak jantung menurun. lemah. kejang pada perut dan diare.enzim kholinnestrase monokrotofos dikrotofos. gejala keracunannya hampir tak terlihat jelas. BHC). penglihatan gangguan dan sesak diklorvos (DDVP). pusing. muntal. sesak pada dada dan detak . Tabel 5. pusingpupil (fosdrin). diare.syaraf dieldrin. propoksur dan karbaril (Anonim. kepala. gution. etion. nafas. metomil. efntion. proses kerjanya juga menghambat enzim kolinestrase dalam tubuh. Gejala Keracunan Dan Petunjuk Cara Pertolongan Pertama Pada Penderita Golongan Pestisida Klor organik : Cara bekerjanya Gejala keracunan yang timbul endrin. mual. gejala yang timbul dapat berupa sakit kepala.

dapatkurang darah dan kerusakan hari. dan peningkatan Antikoagulan : tipe kreatinin lever.Menghambat Karbamat :enzim aktivitasjantung menurun.Kumrain diserap melalui. penyerapanHematuria (kencing dapat terjadi sejak saatberdarah).3 indantion: difasinon.Pestisida cepatkerusakan pada paru-paru difenadion (Ramik) diserap oleh pencernaan makanan. metomilreversible propoksurbanyak lebihumunya lambat sekali baru padaterlihat (baygon). carbofurantetapi (furadan).diare karena ada iritasi pada sedangkan larutan yangsaluran pencernaan. tipe 1. 72 jam-14 hari ini terlihat tanda-tanda kumarin (warfarin). reaksinyaTanda-tanda dan bekerja keracunan aldikarb(temik). bukan dalam darah/plasma. diquatDapat membentuk ikatan dan morfamquat dan merusak jaringanGejala keracunan selalu ephitel dari kulit.lambat diketahui.tipe pestisida ini asam arsenat dan arsin(gas). trioksid. hematuria. ginjal seperti proteinura. Menghambat . muntah dan saluran pencernaan. karbaril (sevin) jaringan. kuku. hidung berdarah. kholinestarse. Keduaginjal Arsen kalium : arsen arsenat. Dipiridil : paraquat. seperti saluran pernafasan danperut. (lannate). 48-72 pekat menyebabkan peradangan. tertelan sampai 2-3sakit pada rongga perut. dapatjam baru gejala kerusakan seperti albunuria. mual.

1984) (Tabel 6). muntah dan diare.pembentukan zat yangPada keracunan akut: nyeri berguna untukpada perut. penakaran. maka pemerintah dan formulator telah menetapkan dan memberi petunjuk sebagai pedoman umum dalam penanganan senyawa kimia berbahaya.Jangan sekali-kali menggunakan pestisida yang belum terdaftar dan memperoleh izin. pengenceram. Tabel 6. Petunjuk Umum Tentang Keamanan Dalam Menggunakan Senyawa Kimia Pestisida di Lapangan 1. Belilah pestisida dalam wadah asli yang tertutup rapat dan tidak bocor atau . Mulai dari pemilihan jenis pestisida. pusing koagulasi/pembekuan darah antara protrombin Keracunan arsen padadan banyak keluar ludah umumnya melalui mulut walaupun bisa juga diserap melalui kulit dan saluran pernafasan Sumber: Anonim (1984) PROSEDUR PELAKSANAAN PENGAMANAN PESTISIDA Pedoman Umum Penanganan Bahan Agar senyawa pestisida aman digunakan dan tidak terlalu menimbulkan efek peracunan pada pemakai. 2. Pilihlah pestisida yang sesuai dengan hama atau penyakit tanaman serta jasad sasaran lainnya yang akan dikendalikan. pencampuran sampai kepada prosedur kebersihannya (Anonim. Pada keracunan sub lainakut akan timbul gejala seperti sakit kepala. tata cara penyimpanan. dengan cara lebih dahulu membaca keterangan tentang kegunaan pestisida dalam label pada wadah pestisida tersebut 3. Gunakanlah pestisida yang telah terdaftar dan memperoleh izin dari Menteri Pertanian.

jauh dari makanan/minuman. . kering dan dapat dikunci. bersih dan tidak bocor. Jangan menggunakan pestisida dengan takaran yang berlebihan atau kurang. sungai. 12 Apabila ada luka pada kulit. pengenceran atau pencampuran pestisida di tempat terbuka atau dalam ruangan yang mempunyai ventilasi baik. Semua peralatan tersebut jangan digunakan untuk keperluan lain. Pakailah sarung tangan dan gunakalah wadah. supaya tidak mengenai tempat tinggal penduduk. Lakukanlah penakaran. tutuplah luka tersebut dengan baik sebelum bekerja dengan pestisida.rusak. pakailah baju khusus yang berlengan panjang. 7. 10 Periksalah alat penyemprot dan usahaka supaya selalu dalam kedaan baik. Gunakalah pestisida sesuai dengan takaran yang dianjurkan. Jangan membeli dan menggunakan pestisida dengan label dalam bahasa asing 4. 8. tumpah atau berhambur ke udara. penutup kepala penutup muka. lebih-lebih yang berhubungan dengan makanan dan minuman. alat pengaduk dan alat penakar yang khusus hanya untuk pestisida. Simpanlah pestisida di tempat khusus yang sejuk. danau atau makanan ternak. 13 Selama menyemprot. Bukalah tutup wadah pestisida dengan hati-hati. mata. 6. dan tidak dapat dijangkau oleh anak-anak. celana panjang. 9. hewan piaraan serta ternak. tanaman di tempat lain. Pestisida lebih mudah terserap ke dalam tubuh melalui kulit yang terluka. sehingga pestisida tidak memercik. 11 Hindarkanlah pestisida terhirup melalui pernafasan atau terkena kulit. mulut dan kaian. sarung tangan dan sepatu boot 14 Jangan menyemprot berlawanan dengan arah angin 15 Hindarkalah semprotan pestisida terbawa angin ke tempat lain. Bacalah semua petunjuk yang tercantum pada label pestisida sebelum bekerja dengan pestisida itu 5. kolam. dengan label asli yang berisi keterangan lengkap dan jelas.

membakar atau menguburnya di tempat yang aman. maka bila terjadi kasus keracunan senyawa kimia pestisida maka ada sebelas item yang harus dicermati/diteliti dengan saksama agar dapat diambil tindakan medis yang tepat dan segera untuk menolong jiwa penderita. makan atau minum selama bekerja dengan pestisida. pakaian dan alat pelindung lainnya yang dipakai harus segera dicuci dengan sabun. cucilah alat penyemprotan dan alat lainnya serta usahakan air bekas cucian tidak mengalir ke sungai. saluran air. 20 Setelah selesai bekerja denga pestisida. 21 Setalah selesai bekerja. mandilah sehera dengan sabun. 22 Bersihkanlah selalu muka dan tangan dengan air dan sabun sebelum beristirahat untuk makan minum atau merokok. berhentilah bekerja dengan segera dan baca petunjuk dalam label tentang pertongan pertama dan segera hubungi dokter. segeralah berhenti bekerja dan pergilah ke dokter atau klinik terdekat untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut.16 Jangan menyemprot pada waktu angin bertiup kencang. 23 Wadah bekas yang sudah kosong jangan dipakai untuk menyimpan makanan atau minuman akan tetapi musnahkan dengan merusak. Ke sebelas urutan tersebut adalah sebagai berikut : 1. sumur dan sumber air lainnya. kolam ikan. Sumber Anonim (1984) Pertolongan Pertama Pada Keracunan Pestisida Berdasarkan panduan pertolongan pertama pada kasus keracunan pestisida dalam Anonim (1984). 17 Bekerjalah demikian rupa sehingga tanaman yang telah disemprot tidak dilalui lagi untuk menghindari persentuhan dengan tanaman yang telah terkena pestisida 18 Jangan merokok. beri tahu pestisida apa yang digunakan. Hal tersebut harus segera dilakukan karena sewaktu-waktu keadaan dapat berkembang . Apabila gejala keracunan mulai timbul betapapun ringannya gejala tersebut. 19 Jika merasa kurang enak badan. cuaca panas atau akan turun hujan.

4. bubuk. . Usaha pemuntahan tidak dapat dilakukan apabila penderita dalam keadaan kejang atau tidak sadar. usahakan mukanya menghadap ke bawah dan kepalanya agak direndahkan supaya muntahan tidak masuk dalam paru-paru. Dalam hal kulit atau rambut dan pakaian terkena pestisida. Apabila pestisida tertelan dan penderita dalam keadaan sadar. awasilah terus keadaan penderita. Jaga supaya penderita dalam keadaan tenang dan tidak kedinginan (apabila perlu selimutilah penderita tetapi jangan sampai terlalu kepanasan). Kemudian ditutup dengan kapas seteril yang dilengketkan dengan kain pembalut. cucilah segera mata dengan air bersih yang banyak selama 15 menit atau lebih terus menerus. penderita telah menelan bahan yang mengandung minyak bumi dan penderita telah menelan bahan alkalis atau asam kuat yang korosif (secara kimiawi merusak jaringan hidup)dengan gejala rasa terbakar atau nyeri sekali pada mulut dan kerongkongan. Supaya tindakan pertolongan selanjutnya dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.menjadi gawat. dokter harus diberitahu nama pestisida yang menyebabkan keracunan. Sementara menunggu pertolongan dokter. Ulangi proses pemuntahan sampai yang dimuntahkan berupa cairan yang jernih. Selanjutnya harus dijaga jangan sampai muntahan menghalangi pernafasan. gas atau buti-butir semprotan terhisap melalui pernafasan. 5. Apabila debu. 2. longgarkan pakaiannya yang ketat dan baringkan dengan dagunya agak terangkat ke atas supaya dapat bernafas dengan bebas. 3. Apabila pestisida mengenai mata. cucilah segera kulit dan rambut yang terkena dengan sabun dan air yang banyak dan lepaskan pakaian untuk diganti dengan yang bersih. Untuk ini sebaiknya bawalah label pestisida tersebut untuk ditunjukkan kepada dokter. usahakan supaya penderita muntah dengan cara mencolek bagian belakang tenggorokan dengan jari tangan atau alat lain yang bersih dan/atau dengan memberi minum larutan garam sebanyak satu sendok makan dalam segelas air hangat. uap. Pada waktu penderita mulai muntah. bawalah penderita ke tempat terbuka yang berudara segar.

untuk golongan fosfat organik. untuk golongan pestisida klor organik. Susu atau minyak tidak boleh diberikan kepada penderita keracunan pestsida hirokarbon berklor. Longgarkan pakaian disekitar leher. lendir.0 mg dan untuk anak-anak 0. Apabila bahan korosif tertelan dan penderita dalam keadaan sadar. lendir. 10. sisa makanan dan sebagainya. diberikan antodote Atropin sulfat intra vena atau intra muskuler. frekuensi detak jantung meningkat (140/menit) dan pupil melebar. usahakanlah kekejangan tersebut tidak mengakibatkan cidera. Bersihkan lebih dulu mulut dari air liur. usahakan supaya saluran pernafasan tidak tersumbat. Dosis dewasa dan anak-anak lebih dari 12 tahun 0.6. 7. Apabila penderita tidak sadar. 8. Apabila penderita kejang. Untuk mengurangi absorbsi dapat diberikan 30 gram norit yang disuspensikan dalam air. 9. 2. bila diberikan sebelum 36 jam setalah keracunan akan dapat menanggulangi efek dari pestisida fosfat organik ini.05 mg/kg berat badan. Jangan memberikan sesuatu melalui mulut kepada penderita yang tidak sadar. Penanggulangan keracunan setalah dilakukan pertolongan pertama selanjutnya diambil tindakan sebagai berikut 1. sisa makanan dan sebagainya. Dosis diulangi tiap 15-30 menit sampai kelihatan gejala atropinasi/gejala keracunan ringan dari atropin seperti muka merah. Dosis dewasa 1 gr/kg berat badan . berilah penderita minum susu atau putih telur dalam air. atau hanya air saja dalam kondisi dimana susu atau telur tidak tersedia. Bersihkan hidung dari lendir atau muntahan dan bersihnya mulut dari air liur. usahakanlah pernafasan buatan. dilakukan tindakan mencuci lambung dengan memberi garam isotoris larutan natrium bikarbonat 5%. Apabila pernafasan penderita berhenti.4-2. Pralidoxim diberi-kan setalah atropin. bila mungkin dilakukan penyuntikan intra vena. taruh bantal di bawah kepala dan berilah ganjal antara gigi untuk mencegah supaya bibir atau lidah tidak tergigit.

4. Untuk penanggulangan selanjutnya.6 mgr/kg berat badan. untuk golongan karbamat. 3. sampel pestisida. pernafasan. penaggulangan- nya sama dengan pestisida golongan fosfat organik.dan anak-anak 20-50 gr/kg berat badan dengan kecepatan tidak lebih dari setengah dosis total tiap menit. diberikan absorben Fuller”s Earth 30% suspensi dalam air. tanggal. jenis kelamin. (untuk golongan senyawa dipiridil tindakannya adalah untuk mengurangi absorbsi dari saluran pencernaan. 6. tapi disini tidak digunakan pralidoxim. keracunan melalui apa (mulut.L). Dimerkaptopropanol. dapat disebutkan pestisida-pestisda apa yang biasa digunakan di tempat tersebut. (untuk golongan antikoagulan dilakukan pemberian antidote fitonadion. nama korban. 11. DAFTAR PUSTAKA . dilakukan pendataan mencakup tempat kejadian. Oleh sebab itu ke depan penanganan pestisida nampaknya masih panjang untuk diperdebatkan dan bahkan masih perlu diteliti lebih jauh agar ekosistem bumi kita dapat terselamatkan dari proses pencemaran senyawasenyawa kimia yang berbahaya. dan jenisjenis pertolongan yang telah diberikan kepada penderita. kulit). PENUTUP Walaupun beberapa rujukan pustaka dari paper ini sudah cukup tua. muntahan atau sisa makanan (dalam hal penderita tidak diketahui. 5.A. Ulangi lagi setelah 1 jam bila kelemahan/ kelumpuhan otot belum tertanggulangi. yakni dosis dewasa dan anak-anak lebih dari 12 tahun 25 mgr intra muskuler dan anak-anak di bawah 12 tahun 0. akan tetapi dari data-data tersebut di atas dapat diambil kesimpulan bahwa problematika yang terkait dengan dampak samping dari penggunaan pestisida baik langsung maupun tidak langsung cukup significant merusak ekosistem lingkungan dan bahkan kesehatan manusia. untuk golongan arsen dilakukan pemberian antidote Dimerkaprol (B. umur.

infodiknas@yahoo.com .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful