P. 1
Islam Dan Lingkungan Hidup

Islam Dan Lingkungan Hidup

|Views: 81|Likes:

More info:

Published by: Meyna Sulistyaningrum on May 02, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/13/2013

pdf

text

original

Islam Dan Lingkungan Hidup Rabu, 19 Desember 2012 05:20:45 WIB ISLAM DAN LINGKUNGAN HIDUP Oleh Ustadz Abu

Ihsan al-Atsari

Dien Islam yang kaffah ini telah melarang segala bentuk pengerusakan terhadap alam sekitar, baik pengerusakan secara langsung maupun tidak langsung. Kaum Muslimin, harus menjadi yang terdepan dalam menjaga dan melestarikan alam sekitar. Oleh karena itu, seyogyanya setiap Muslim memahami landasan-landasan pelestarian lingkungan hidup. Karena pelestarian lingkungan hidup merupakan tanggung jawab semua umat manusia sebagai pemikul amanah untuk menghuni bumi Allâh Azza wa Jalla ini. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah melarang perbuatan merusak lingkungan hidup karena bisa membahayakan kehidupan manusia di muka bumi. Karena bumi yang kita tempati ini adalah milik Allâh dan kita hanya diamanahkan untuk menempatinya sampai pada batas waktu yang telah Allâh tetapkan. Oleh karena itu, manusia tidak boleh semena-mena mengeksplorasi alam tanpa memikirkan akibat yang muncul. Allâh berfirman :

Artinya : “Kami bacakan ayat-ayat itu kepadamu dengan benar dan tiadalah Allâh berkehendak untuk menganiaya hamba-hambaNya.” [Ali Imrân/3:108] Allah menciptakan alam ini bukan tanpa tujuan. Alam ini merupakan sarana bagi manusia untuk melaksanakan tugas pokok mereka yang merupakan tujuan diciptakan jin dan manusia. Alam adalah tempat beribadah hanya kepada Allâh semata. Allâh Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

artinya : “(Yaitu) Orang-orang yang mengingat Allâh sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), "Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” [Ali Imrân/3:191] ISLAM DAN KELESTARIAN ALAM

Kerusakan alam dan lingkungan hidup yang kita saksikan sekarang ini merupakan akibat dari perbuatan umat manusia. Allâh menyebutkan dalam firmanNya :

artinya : “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supaya Allâh merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” [ar-Rûm/30:41] Ibnu Katsîr rahimahullah mengatakan dalam tafsirnya, “Zaid bin Râfi’ berkata, 'Telah nampak kerusakan,' maksudnya hujan tidak turun di daratan yang mengakibatkan paceklik dan di lautan yang menimpa binatang-binatangnya.” Mujâhid rahimahullah mengatakan, “Apabila orang zhâlim berkuasa lalu ia berbuat zhâlim dan kerusakan, maka Allâh Azza wa Jalla akan menahan hujan karenanya, hingga hancurlah persawahan dan anak keturunan. Sesungguhnya Allâh Subhanahu wa Ta’ala tidak menyukai kerusakan.” Kemudian Mujâhid rahimahullah membacakan ayat di atas. Tapi, apakah kerusakan yang terjadi itu hanya disebabkan perbuatan manusia yang merusak lingkungan atau mengekplorasi alam semena-mena ataukah juga disebabkan kekufuran, syirik dan kemaksiatan yang mereka lakukan ? Jawabnya adalah kedua-duanya. Ibnu Katsîr rahimahullah telah menjelaskan dalam tafsirnya: “Makna firman Allâh (yang artinya) “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia,” yaitu kekurangan buah-buahan dan tanam-tanaman disebabkan kemaksiatan. Abul ‘Aliyah berkata, “Barangsiapa berbuat maksiat kepada Allâh di muka bumi, berarti ia telah berbuat kerusakan padanya. Karena kebaikan bumi dan langit adalah dengan ketaatan. Oleh karena itu apabila nabi ‘Isa turun di akhir zaman, beliau akan berhukum dengan syariat yang suci ini pada masa tersebut. Beliau akan membunuh babi, mematahkan salib dan menghapus jizyah (upeti) sehingga tidak ada pilihan lain kecuali masuk Islam atau diperangi. Dan di zaman itu, tatkala Allâh telah membinasakan Dajjal dan para pengikutnya serta Ya’jûj dan Ma’jûj, maka dikatakanlah kepada bumi, “Keluarkanlah berkahmu.” Maka satu buah delima bisa dimakan oleh sekelompok besar manusia dan mereka bisa berteduh di bawah naungan kulitnya. Dan susu unta mampu mencukupi sekumpulan manusia. Semua itu tidak lain disebabkan berkah penerapan syariat Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam. Maka setiap kali keadilan ditegakkan, akan semakin banyaklah berkah dan kebaikan. Karena itulah disebutkan dalam hadits shahih, yang artinya, "Sesungguhnya apabila seorang yang jahat mati, niscaya para hamba, kota-kota, pepohonan dan binatang-binatang melata merasakan ketenangan.”*1+ Salah satu bukti bahwa Islam sangat memperhatikan lingkungan alam sekitar adalah perintah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menyingkirkan gangguan dari jalan yang beliau jadikan sebagai salah satu cabang keimanan, perintah beliau untuk menanam pohon walaupun esok hari kiamat. Disamping

kita telah menjaga kehidupan manusia di sekitar kita. Bukankah satu pohon adalah jatah untuk dua orang ? Dalam hal ini pemerintah berhak memerintahkan rakyat untuk menanam pohon. al-Qurthubi berkata dalam tafsirnya, "Bercocok tanam termasuk fardhu kifâyah. Imam (penguasa) berkewajiban mendesak rakyatnya untuk bercocok tanam dan yang semakna dengan itu, seperti menanam pohon.”*2+ Bahkan untuk memotivasi umat beliau agar gemar menanam pohon beliau bersabda :

Muslim mana saja yang menanam sebuah pohon lalu ada orang atau hewan yang memakan dari pohon tersebut, niscaya akan dituliskan baginya sebagai pahala sedekah.[3] Bahkan pohon itu akan menjadi asset pahala baginya sesudah mati yang akan terus mengalirkan pahala baginya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : : . Tujuh perkara yang pahalanya akan terus mengalir bagi seorang hamba sesudah ia mati dan berada dalam kuburnya. (Tujuh itu adalah) orang yang mengajarkan ilmu, mengalirkan air, menggali sumur, menanam pohon kurma, membangun masjid, mewariskan mushaf atau meninggalkan anak yang memohonkan ampunan untuknya sesudah ia mati.[4] Menebang pohon, menggunduli hutan, membuang limbah ke sungai, membakar areal persawahan dan lain-lainnya sudah jelas termasuk perbuatan merusak alam yang bisa mendatangkan bencana bagi umat manusia. Banjir bandang, kabut asap, pemanasan global adalah beberapa diantara akibatnya. Namun sadarkah kita, bahwa kerusakan alam bukan hanya karena faktor-faktor riil seperti itu saja. Kekufuran, syirik dan kemaksiatan juga punya andil dalam memperparah kerusakan alam. Bukankah banjir besar yang melanda kaum Nuh Alaihissallam disebabkan kekufuran dan penolakan mereka terhadap dakwah Nuh Alaihissallam ? Bukankah bumi dibalikkan atas kaum Luth sehingga yang atas menjadi bawah dan yang bawah menjadi atas disebabkan kemaksiatan yang mereka lakukan ? Sebaliknya, keimanan, ketaatan dan keadilan juga berperan bagi kebaikan dan keberkahan bumi. Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Diantara pengaruh buruk perbuatan maksiat terhadap bumi adalah banyak terjadi gempa dan longsor di muka bumi serta terhapusnya berkah. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melewati kampung kaum Tsamûd, beliau melarang mereka (para sahabat) melewati kampung tersebut kecuali dengan menangis. Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam juga melarang

namun karena ulah manusia itu sendiri. Hujan yang sejatinya. Ini membuktikan bahwa dosa dan maksiat juga memberikan pengaruh pada perubahan yang terjadi pada alam sekitar. kepada sunnah Nabi-Nya. mengatur kehidupan lingkungan hidup yang baik dan tertata.[6] Begitulah pengaruh dosa dan maksiat! Hajar Aswad yang turun dari surga dalam keadaan berwarna putih bersih lebih putih dari salju bisa menghitam karena dosa. Sejumlah orang tua di padang pasir telah mengabarkan kepadaku bahwa mereka pernah mendapati buah-buah yang ukurannya jauh lebih besar daripada buah-buahan yang ada sekarang. ia berkata. Apabila manusia tidak segera kembali kepada agama Allâh Azza wa Jalla . Bukankah Hajar Aswad menghitam karena maksiat yang dilakukan oleh manusia ? Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : ، Hajar Aswad turun dari surga lebih putih warnanya daripada salju. kita sebagai umat muslim seharusnya memahami arti pentingnya menjaga kelestarian .”*5+ Barangkali ada yang bertanya apakah maksiat yang tidak ada sangkut pautnya dengan alam bisa juga merusak alam ? Jawabnya. Bahkan di tempat-tempat yang biasanya tidak banjir sekarang menjadi langganan banjir ! Tidakkah manusia mau menyadarinya? Atau manusia terlalu egois memikirkan diri sendiri tanpa mau menyadari pentingnya menjaga alam sekitar yang bakal kita wariskan kepada generasi mendatang !? Allâh Azza wa Jalla memberi manusia tanggung jawab untuk memakmurkan bumi ini. Karena maksiat kaum Tsamûd ini telah mempengaruhi air di sana. hingga beliau memerintahkan agar menggunakan air yang mereka bawa untuk mengadon gandum. tanah longsor dan beragam bencana muncul saat musim hujan tiba. lalu menjadi hitam karena dosa-dosa anak Adam. Oleh karena itu. Dan Allâh Subhanahu wa Ta’ala akan menuntut tanggung jawab itu di akhirat kelak. Sebagaimana halnya pengaruh dosa yang mengakibatkan berkurangnya hasil panen buahbuahan. menimba sumur-sumurnya. ya bisa. Allâh turunkan untuk membawa keberkahan dimuka bumi. hujan justru membawa berbagai bencana bagi manusia. maka berkah itu akan berganti menjadi musibah. Imam Ahmad telah menyebutkan dalam Musnadnya. “Telah ditemukan dalam gudang milik Bani Umayyah sebutir gandum yang besarnya seperti sebutir kurma. Gandum itu ditemukan dalam sebuah kantung yang bertuliskan.” Kebanyakan musibah-musibah yang Allâh Azza wa Jalla timpakan atas manusia sekarang ini disebabkan perbuatan dosa yang mereka lakukan. Banjir.mereka meminum airnya. “Biji gandum ini tumbuh pada masa keadilan ditegakkan.

” .” Sedang Ibnu Zaid mengatakan. Pendapat serupa juga dikemukakan oleh Sa’id bin Jubair. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman : Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi. berdoa.” Sesungguhnya dengan akal yang Allâh Azza wa Jalla anugerahkan. “Selanjutnya Allâh Azza wa Jalla menyebutkan bahwa Dia yang telah menciptakan bumi. dan tunduk serta merendahkan diri kepada-Nya. pasir. [al-Hijr/15:19] Ya. Allâh Azza wa Jalla telah menciptakan semua itu dengan sangat detail dan teratur. manusia lebihkan dari makhlukmakhluk lainnya. semua sudah ada ukurannya. “maksudnya ukuran yang telah ditentukan. “Maksudnya yaitu dari setiap sesuatu yang ditimbang dan ditentukan ukurannya.lingkungan hidup. maka hal itu lebih membahayakan umat manusia. lalu apakah kita selaku manusia justru menghancurkannya ? Janganlah kamu berbuat kerusakan sesudah Allâh memperbaikinya! Maka kita punya tanggung jawab besar untuk menjaga keseimbangan alam dan lingkungan hidup demi kesejahteraan hidup manusia di bumi ini. menjadikannya luas dan terhampar. Bukankah Allâh Azza wa Jalla telah berfirman : Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran. dan berbagai tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan yang sesuai. tanah (dataran). lembah-lembah.' Allâh melarang tindakan perusakan dan hal-hal yang membahayakan alam. Mereka punya kewajiban untuk melestarikan alam semesta. sesudah (Allah) memperbaikinya. Ibnu ‘Abbâs Radhiyallahu anhu berkata tentang firman Allâh Azza wa Jalla “Segala sesuatu dengan ukuran” Mauzun artinya adalah diketahui ukurannya (proporsional dan seimbang). Kita lebih mulia dari hewan. [alA’râf/7:56+ Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan ayat ini sebagai berikut. Coba anda lihat. membentangnya. Ikrimah. sesudah (Allah) memperbaikinya. Sebab apabila berbagai macam urusan sudah berjalan dengan baik lalu setelah itu terjadi perusakan. semua ada aturannya. Qatâdah dan ulama yang lainnya. Allâh Azza wa Jalla melarang hal itu dan memerintahkan para hamba-Nya agar beribadah. "Firman Allâh Azza wa Jalla (yang maknanya-red). hewan saja memiliki kesadaran menjaga keseimbangan alam dan lingkungan hidup. menjadikan gunung-gunung diatasnya yang berdiri tegak. 'Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi. Di antara para ulama ada yang mengatakan. setelah dilakukan perbaikan atasnya. Oleh karena itu. Ibnu Katsîr rahimahullah berkata.

syirik dan maksiat. 0271-858197 Fax 0271858196] _______ Footnote [1]. an-Nawawi. kondensasi. . Mereka inilah inilah yang sebenarnya tidak memahami tujuan penciptaan alam semesta ini. Shahîh al-Bukhâri. 3. hujan dan aliran air ke sungai. Dan juga dengan menjauhi kekafiran. al-Fawâid. Dialah yang mengirim angin. Karena dosa dan maksiat akan mendorong manusia untuk merusak dan mengotori alam ini dengan noda-noda maksiat mereka. Ibnul Qayyim. Referensi: 1. al-Qur'ân al-Karîm. memakmurkannya dengan tauhid dan sunnah. Umdatut Tafsîr Ibnu Katsîr. dan menjadikannya bergumpal-gumpal. [ar-Rûm/30:48]. maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendakiNya. 5. Allâh Azza wa Jalla berfirman: Allah. Sembari terus menumbuhkan kesadaran bahwa kita tidak sendiri hidup di muka bumi. Ada makhluk-makhluk Allâh Subhanahu wa Ta’alaainnya selain kita di sekitar kita. lalu kamu Lihat hujan keluar dari celah-celahnya. Begitulah proses perubahan diciptakan untuk memelihara keberlanjutan (sustainability) bumi.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. Kewajiban ini kita laksanakan dengan menjalankan syariat Allâh Azza wa Jalla di muka bumi. [2]. Riyadhus Shâlihîn. 6. Tafsir ath-Thabari. [Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 01/Tahun XIV/1431H/2010M. lalu angin itu menggerakkan awan dan Allâh membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya. Shahîh Muslim. 4. HR Bukhâri (6512).Dalam ayat lain Allâh Subhanahu wa Ta'ala menjelaskan tentang siklus hidrologi yang menjadi salah satu elemen terpenting bagi kelangsungan kehidupan makhluk di muka bumi. Tafsîr al-Qurthubi (III/306). Jl. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta. 7. mencakup proses evaporasi. Proses ini dikenal sebagai siklus hidrologi. danau dan laut. 2. tiba-tiba mereka menjadi gembira. Solo-Purwodadi Km.

Ilmu yang khusus mempelajari tentang tempat tinggal ini disebut ekologi. tradisi. al-Fawâid. mengembangkan dan mempertanggung jawabkan secara sempurna semua dimensi manusia baik materi seperti fisiknya. pengendalian diri. Dalam proses pendidikan mencakup menumbuhkan. Ibnu Khuzaimah (I/271) dan dishahihkan oleh al-Albâni dalam Silsilatul Ahâdîtsis Shahîhah (2618).[3]. memimpin. Setiap makhluk hidup akan sangat terpengaruh oleh lingkungan hidupnya. Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi (I/166). maupun immateri seperti akal. saling mempengaruhi. Pengertian Pendidikan Islam Pendidikan Islam dalam arti luas adalah kehidupan dan kehidupan adalah pendidikan Islam. Oleh sebab itu. Berbagai jenis makhluk hidup dan b) benda-benda yang bukan makhluk hidup. Pengertian Lingkungan Yang dimaksud dengan lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar tempat hidup atau tempat tinggal kita. hlm. sempurna budi pekertinya (akhlaknya). Ekologi berasal dari bahasa Yunani ”Oikos” yang berarti rumah atau tempat tinggal. [5]. sebaliknya makhluk hidup itu sendiri juga dapat mempengaruhi lingkungannya. bangsa dan negara. Karena setiap apa yang kita alami sengaja atau tidak sengaja. dan kemauan yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan serta fleksibel. setiap individu di tuntut untuk bertan ggung . budaya. Dishahihkan oleh al-Albâni dalam Shahîh al-Jâmi’ (3602) dari Anas. mencintai tanah air. sehingga merupakan satu kesatuan fungsional yang disebut ”Ekosistem”. kepribadian. [4]. HR Bukhâri (6012). Makhluk hidup dan lingkungannya itu mempunyai hubungan sangat erat satu sama lain. Dalam proses pendidikan Islam. Demikian juga dalam proses pendidikan mencakup alih (transper) ilmu. 2. pembelajar dipandang sebagai subjek sekaligus objek dalam aktivitas tarbiyah. teratur pikirannya. masyarakat. Kalau diperhatikan suatu lingkungan hidup selalu berdiri dari dua jenis. akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya. hati. manis tutur katanya baik dengan lisan atau tulisan. 65. memelihara. Islam menganjurkan untuk mengambil hikmah (pembelajaran) dari peristiwa atau pengalaman tersebut. tegap jasmaniyahnya. nilai dan pembentukan kepribadian (Transpormatif). [6]. halus perasaannya. kecerdasan. Namun dalam arti sempit pendidikan Islam adalah usaha sadar dan terencana yang sesuai dengan nilai-nilai Islam untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. kehendak. yaitu: a. Pendidikan Islam Berwawasan Lingkungan 1. Muhammad Athiyah memberikan pengertian bahwa pendidikan Islam (al-Tarbiyah al-Islamiyah) mempersiapkan manusia supaya hidup dengan sempurna dan berbahagia.

Pada hal hubungan itu harus selalu integral. Lingkungan bisa dibedakan menjadi lingkungan biotik dan abiotik. memahami dan mengenal rahasia alam ini. dan saling melengkapi antara yang satu dengan yang lainnya. setiap unsur bergantung kepada unsur lain sehingga menjadi sempurna. keindahan dan keteraturan lingkungan ia tinggal. Alam atau mikrokosmos adalah selain Tuhan dan manusia merupakan bagian (mikrokosmos) dari alam mikrokosmos. Seorang pendidik muslim tanpa kekokohan nilai-nilai dasar (struktur ide) Islam yang dipeganginya. baik di rumah maupun di luar rumah. Undang-undang kausal mempertalikan kejadian alam semacam urutan mata rantai yang berentetan. Alam ini tunduk pada sunnah yang telah diciptakan-Nya. Menurut Abud. lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda dan kesatuan makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang melangsungkan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya. dan berbagai macam benda mati yang ada di sekitar. kebersihan.jawab atas keharmonisan.al-Qamar [54]: 49 dan al-Mulk [67]:2-4). serta membentuk pandangannya terhadap alam. harmonis dan terus menerus. 23 Tahun 1997. meja kursi. 3. Al-Furqan [25]: 2). Al-Sajadah [32]:4 dan al-Zumar [39]: 62). Hakikat Alam (kosmosentris) sebagai asas pendidikan Islam. berlangsung dengan penuh keteraturan. yang mempunyai keteraturan dan diciptakan dengan tujuan yang mulia (QS. masyarakat dan hubungannya dengan kehidupan sesuai dengan nilai-nilai Islam. Semuanya kait mengait. lingkungan biotiknya berupa teman-teman sekolah. Pengertian lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia yang memengaruhi perkembangan kehidupan manusia baik langsung maupun tidak langsung. Adapun lingkungan abiotik berupa udara. saling kait mengait. papan tulis. Dengan adanya keteraturan alam dan saling kait mengait menurut Syaibani. dan antara keagamaan (teosentris). menunjukan bahwa di antara undang-undang natural yang menguasai perjalan alam ini ialah undang-undang kausal (sebab akibat). Setiap alam di dunia ini mempunyai tujuan tertentu (QS. Pendidikan Islam Dan Hakikat Alam Pendidikan merupakan suatu proses yang berkaitan dengan kegiatan mempersiapkan dan mengembangkan seluruh peserta didik baik yang bersifat materi maupun immateri. antara konsep kenyataan. Islam memandang alam ini diciptakan Allah SWT. Adapun berdasarkan UU No. kehidupan. dirinya. Jika kalian berada di sekolah. mengharuskan manusia bekerjasama dalam mewujudkan kehidupan yang bersifat umum dan mewujudkan manusia yang baik dengan sikapnya yang khusus. setiap muslim diarahkan supaya punya pandangan terhadap jagat raya. juga berbagai jenis tumbuhan yang ada di kebun sekolah serta hewan-hewan yang ada di sekitarnya. Alam diciptakan menurut ukuran dan perencanaan yang matang (QS. gedung sekolah. kemanusiaan (antroposentris) dan kealaman (kosmosentris). bapak ibu guru serta karyawan. . dan semua orang yang ada di sekolah. yang menurut konsep lain disebut sunnatullah. maka proses pendidikan bisa terputus keterhubungan antara realitas dilapangan dan idealisme. Manusia merupakan dari alam dan tidak pernah melepaskan diri darinya serta suatu kewajiban baginya untuk mempelajari. bahwa karena keteraturan alam.

" mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah. Demikian pula Allah SWT. Ar-Ruum [30] 24: ”Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya. Allah SWT. lalu menghidupkan bumi dengan air itu sesudah matinya. dan dia Maha Kuasa atas segala sesuatu”. Al-Baqarah: [2] 17. supaya sesuai dengan maksud Allah menyediakan itu semua. Sesungguhnya (Tuhan yang berkuasa seperti) demikian benar-benar (berkuasa) menghidupkan orang-orang yang Telah mati. Allah SWT. menjelaskan: ”Maka perhatikanlah bekas-bekas rahmat Allah. Lingkungan itu perlu diolah dan dimanfaatkan manusia sebaik-baiknya. Ar-Ruum: [30] 24) . Kita harus mencintai lingkungan. Allah SWT berfirman : "Allah Pencipta langit dan bumi. dan dia menurunkan hujan dari langit. agar lingkungan hidup itu dapat berfungsi sebagaimana mestinya sesuai dengan kodratnya masing-masing.Telah berjuta-juta tahun yang lalu Allah SWT telah menciptakan alam semesta. muncul jenis-jenis baru tumbuh-tumbuhan dan hewanhewan yang disediakan untuk lingkungan hidup manusia agar sejahtera hidupnya. Dalam QS. Begitupun ia menjadikan seluruh makhluk hidup di bumi ini untuk tumbuh dan berkembang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mempergunakan akalny”. dia memperlihatkan kepadamu kilat untuk (menimbulkan) ketakutan dan harapan. dan bila dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu. padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui. yaitu jauh sebelum manusia diciptakan. (Al-Baqarah: [2] 17) Baru setelah itu." (Al-Baqarah: [2] 30) Setelah kelahiran manusia. Dan ia melengkapi segala sesuatu yang perlu bagi pertumbuhan dan perkembangan itu. Dalam QS. baik biotik (sumber alam yang dapat diperbaharui) maupun abiotik (sumbersumber yang tidak dapat diperbaharui). Maka (cukuplah) dia Hanya mengatakan kepadanya: "Jadilah!" lalu jadilah ia". bagaimana Allah menghidupkan bumi yang sudah mati. terutama karena ada air dan karbon (zat arang) yang menjadi pokok pembinaan jasad-jasad mereka. sehingga terwujud kesejahteraan dan kebahagian hidup manusia lahir dan batin. berfirman: “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi. mengumumkan rencana penciptaan manusia. Al-Baqarah: 30. termasuk bumi dan isinya. (QS. Ar-Ruum: [30] 50) Ayat ini menerangkan bahwa hidup ini adalah rahmat Allah dan bahwa bumi yang kini menjadi tempat tinggal manusia sebelumnya adalah mati atau tandus. artinya memperlakukan bermacam ragam benda. Perhatikan firman Allah SWT dalam QS. lalu di hidupkan Allah dengan kekuasaannya. (QS.

Air merupakan kebutuhan pokok manusia dan makhluk hidup lainnya sejak penggunaan paling kecil. secara rasional manusia merupakan makhluk hidup yang diciptakan belakangan. yaitu setelah berbagai fasilitas bagi kehidupannya tersedia dimuka bumi ini. tempat rekreasi. dan sebagai penangkal banjir. antara IPTEK dan Agama. Tumbuhtumbuhan itu diciptakan setelah adanya air dan air itu diturunkan untuk menghidupkan bumi yang mati dan tandus itu. ditimpa banjir besar. Selain itu. Selain itu air laut dapat pula dibuat garam.Az-Zumar [39]:21. Al-Quran menjelaskan bahwa Allah SWT. ditimpa angin yang sangat. masak. segala benda mati. juga menunjukan ilmu dan hikmah (kemaha bijaksanaan)Nya yang sangat sempurna dalam menciptakan jagat raya ini. serta berbagai fenomena jagat raya lainnya yang multidimensional). bumi. Manusia dan Lingkungannya Lingkungan hidup yang Allah sediakan untuk kehidupan manusia meliputi seluruh langit raya dengan bagian-bagiannya (langit. Di dalam QS. Itu semua membuktikan kekuasaan Allah yang tidak terbatas. . An Nuur [24]: 45. Terlepas dari semua itu. bahwa Tuhan menciptakan alam ini dengan maksud-maksud tertentu yang harus kita cari dan teliti. dan gerakan-gerakan lain yang disebabkan oleh geothermal akhirnya menyebabkan tingkat kematangan bagi bumi untuk melahirkan makhluk hidup. QS. QS. dan makhluk hidup yang ada. seperti minum. QS. Goncangan-goncangan hebat yang berasal dari lapisan dalam paru bumi.Al-Baqarah [2]:22. tempat mencari ikan dan didalamnya terkandung kekayaan alam baik yang sudah ditemukan manusia maupun yang masih terpendam sebagai harta karun. Pencarian makna alam inilah yang melandasi setiap kegiatan penelitian ilmiah dan pengembangan ilmu pengetahuan khusunya di dunia pendidikan Islam. Diantara fasilitas lingkungan hidup adalah air. karena pada hakikatnya keduanya akan mengantarkan kita kepada keyakinan akan keagungan Tuhan (Tauhid). Beberapa ayat Al-Qur’an tentang air dalam kehidupan manusia.Menurut Damanhuri Jamil (1985:89) melanjutkan hal diatas setelah lebih dari seribu juta tahun. bumi kita ini (sudah membeku diterpa angin dan badai. Lingkungan alam sekitar punya peranan penting dalam pendidikan Islam. diantaranya adalah berikut ini: QS. Al Anbiyaa [21]: 30. QS. Binatang-binatang itu diciptakan setelah adanya tumbuh-tumbuhan. Karena lingkungan merupakan elemen yang signifikan dalam pembentukan personalitas serta pencapaian keinginan-keinginan individu dalam kerangka umum peradaban. proyek perikanan. manusia pasti di ciptakan setelah adanya binatang-binatang yang dagingnya layak dikonsumsi.Al Waqiah [56]: 68-80. QS. mandi dan sebagainya sampai pemanfaatan untuk pertanian. Maka tidak ada dikotomi dan pertentangan antara ilmu dan wahyu. Firman Allah SWT. menjadikan gunung sebagai pasak bumi dan sebagai stabilisator lapisan kulit bumi. Air laut yang asin dimanfaatkan oleh manusia untuk jalur taransportasi antar pulau dan benua. pembangunan waduk untuk pembangkit tenaga listrik. 4.Yasin [36]: 33. Dari pemahaman inilah akan terbentuk suatu gambaran menyeluruh terhadap alam. berupa gempa raya. mencuci. Al Furqaan [25]: 54. Oleh karena itu.

emas. minyak bumi. alumunium. QS. An-Namal: 60. kekayaan alam ini berada diatas perut bumi. Tanah longsor. Beberapa sarjana muslim abad pertengahan telah menyusun karangan dalam lapangan minerelogi. betapa buruknya dampak dari penebangan hutan semena-mena tanpa upaya untuk melestarikannya atau meremajakan kembali. dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya. Hutan juga berperan sebagai pelindung banjir. menyimpan air sebagai persediaan dimusim kemarau. kemudian muncul air yang tetap bening melalui kali dan terhimpun menjadi sungai. sebagian dari isi bumi berhasil disingkap dan dapat dinikmati oleh manusia. dan perlindungan bagi satwa. seperti difirmankan Allah SWT : ”Dan kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia. sempat pula menulis tentang gunung-gunung. Bahkan Ibnu sina yang terkenal sebagai bapak kedokteran. barangbarang tambang itu semakin tinggi kualitasnya. berfirman: ”Dan Dia-lah. kayu-kayu besar dan daun-daunya yang rimbun serta akar-akar yang menjalar bersama semak-semak disekitarnya menampung air hujan yang selaru turun dipegunungan. dan kamu melihat bahtera berlayar padanya. platina. Barang-barang tambang. timah. agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan). besi mangan. nyatalah bahwa seluruh kekayaan dijagat raya ini adalah milik Allah yang diperuntukan untuk manusia. Allah SWT. merupakan cadangan energi yang luar biasa. Dalam menggunakan kekayaan alam itu hendaklah sehemat . Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa. air terus-menerus keruh dan banjir besar sering tak terkendali. dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai. perak. dan supaya kamu bersyukur”. QS. batu-batu dan barang tambang. Dengan pengetahuan geologi dan minerologi. Akan tetapi.Qaf: 7-9. gas alam dan lain sebagainya. buku tersebut dipandang sebagai jalan dalam sejarah geologi. melindungi permukaan tanah sehingga mencegah terjadinya banjir dan longsor. Hal ini sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. seperti: batu bara. sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya berbagai jenis tumbuhan dan ikan serta sumber kekayaan laut yang sangat tinggi nilainnya. Semakin lama tersimpan. Air tersebut meresap kedalam tanah dan di sela-sela rimba. longsor dan penyimpanan persediaan air di pegunungan. (An-Nahl [16]: 14) Dengan demikian. Sungai bermuara di laut-menguap dan menjadi hujan kembali dan begitu sterusnya terjadi sirkulasi yang tak terputus-putusnya. (Al-Hadid [57]: 25)” Laut dengan seluruh kekayaannya juga disediakan bagi manusia. Dalam surat An-Nahal [16]: 14. Allah yang menundukkan lautan (untukmu).Hutan berperan sebagai paru-paru dunia yang senantiasa memperbaharui oksigen serta membersihkan udara. seperti Jabir dan Al-Kindi. (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya.

karena pengaruh habitat tersebut. Makin besar jumlah penduduk. Pencemaran ini ditambah dan diperburuk oleh jumlah besar asap motor yang dibuang oleh knalpot-knalpot kendaraan bermotor. karena jumlah garam yang sangat besar akan menyerap air tanah. kaleng-kaleng. endrin. b. seperti karbon monoksida dan partikel-partikel halus dari timah hitam. baik waktu maupun ruangnya. Plastik tidak hancur oleh proses pelapukan dan besi-besi tua menimbulkan karat. menyebabkan juga polusi tanah. Pencemaran Tanah Pencemaran tanah disebabkan berbagai hal. Hal ini lebih dirasakan setelah meledaknya jumlah penduduk yang mendiami bumi. Pencemaran Udara Pencemaran udara disebabkan oleh asap yang keluar dari pabrik-pabrik dan kendaraan bermotor. c. Karena itu perlu kesadaran manusia untuk memelihara air jangan sampai kotor. Polusi air dapat terjadi karena penggunaan zat-zat kimia yang berlebihan. bronchitis.dan secermat mungkin jangan menyia-nyiakan serta merusaknya karena kehidupan manusia sangat terbatas. Hal ini disebabkan banyak gas yang membahayakan yang memenuhi udara. tidak menurut aturan yang telah ditentukan. Pencemaran-pencemaran itu dapat berupa: a. asma. Air bukan saja dibutuhkan manusia. . rongsokan kendaraan yang sudah tua. Pencemaran lingkungan disebabkan berbagai hal. Pemupukan yang terlalu banyak. Meskipun permukaan bumi ini penuh dengan air. seperti sampah-sampah plastik. Tanah pertanian menjadi kering dan keras. sehingga tanah tidak bisa ditumbuhi tumbuh-tumbuhan. dan sebagainya. Pencemaran Lingkungan Polusi atau pencemaran adalah suatu keadaan dimana kondisi suatu habitat (tempat dimana makhluk hidup itu berada) tidak murni lagi. terutama disebabkan perbuatan dan tingkah laku manusia yang tidak memperhatikan keserasian alam dan kelestariannya. melaikan juga oleh semua makhluk hidup. Pencemaran air juga dapat terjadi disebabkan ia mengandung sampah kimia dari pabrik-pabrik sebagai bahan pencuci yang dibuang ke sungai-sungai. 5. yang melebihi dosis yang telah ditentukan. tetapi bersamaan dengan itu muncullah suatu keadaan polusi udara yang mengganggu pernapasan dan menimbulkan penyakit pada alat-alat pernapasan. makin berkembanglah pendirian pabrik-pabrik untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. seperti pengunaan DDT. lebih-lebih jika dapat mengganggu kesehatan. Pencemaran Air Sebagaiman diketahui bahwa manusia amat membutuhkan air. namun sering menjadi masalah dalam memperoleh air bersih.

Pencemaran Suara Suara juga bisa tercemar. senang untuk memelihara lingkungan sekitar. Ada potensi yang terpendam dalam tiap-tiap diri kita untuk memelihara dan menjaga keseimbangan lingkungan secara etis. Pendidikan berintikan interaksi antara pendidik dengan peserta didik dalam upaya membantu peserta didik menguasai tujuan-tujuan pendidikan. karena rusaknya alam akan berakibat bencana dan malapetaka bagi kehidupan kita semua. misalnya gangguan jantung. Suara yang terlalu bising mengganggu ketenangan. Namun penempatan ini tidak boleh berlebih-lebihan apalagi merusak ekosistem. diharapkan peserta didik terlatih untuk berinteraksi dengan lingkungan secara etis. karena kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan. Dari pemahaman itulah akan terwujud keimanan yang mantap kepada Tuhan dan kemantapan diri sebagai manusia yang harus menyebarkan kedamaian di muka bumi. yaitu adanya suara dari pabrik-pabrik. pernapasan. dengan penanaman pengetahuan dan sikap agar bisa mencintai dan memelihara lingkungan secara baik serta mampu berinteraksi dengan lingkungan sekitar secara manusiawi. begitu juga tanggung jawab kepada Tuhan yang telah memberikan hak dan tanggung jawab itu. Upaya Pendidikan Islam Dalam Melestarikan Lingkungan Upaya pendidikan Islam dalam melestarikan lingkungan yakni dengan menerapkan kurikulum pendidikan Islam berwawasan lingkungan kepada setiap peserta didik. yaitu untuk mengolah sumber daya alam untuk memakmurkan makhluk hidup tetapi pengolahahan itu harus didasarkan pada rasa tanggung jawab yakni rasa tanggung jawab kepada kemanusiaan. 7. rasa dan karsa. Selain sebagai sarana pemenuhan kebutuhan hidup. kelenjar-kelenjar. sehingga menjadi karakter peserta didik yang sadar akan pentingnya melestarikan lingkungan. 6. yang merupakan syarat syahnya sebagi khalifah diberi wewenang dan hak untuk memanfaatkan alam bagi kebutuhan hidupnya. Pendidikan Islam adalah suatu proses edukatif yang mengarah kepada pembentukan akhlak atau kepribadian. dapat menimbulkan gangguan jasmaniah dan rohaniah. Hud: 61. Hak ini dinamakan sebagai hak isti’mar. Dengan itu. Manusia secara kodrati sudah mempunyai rasa cinta lingkungan sejak awal. menjadikan Al-Quran sebagai sumber utama penyusunan Kurikulum. Pendidikan Islam yang berfalsafatkan Al-Qur’an sebagai sumber utamanya. gangguan saraf.d. alam atau teknologi juga merupakan ayat Tuhan yang harus dipahami sebagaimana kita memahami Al-Qur’an. Kesimpulan/Analisis Manusia yang diberi anugrah cipta. Pencemaran suara terutama dirasakan di kota-kota. kapal terbang dan sebagainya. Nilai utama yang di usung dari pendidikan Islam berwawasan lingkungan ini adalah tumbuh rasa cinta. Sebagaimana dijelaskan dalam QS. Dari pemahaman inilah . perasaan gelisah dan lain sebagainya. kendaraan bermotor.

Pendidikan lingkungan yang diajarkan oleh Rasullloh SAW berdasarkan wahyu. serta pentingnya usaha mengubah tanah yang tandus menjadi kebun yang subur. Pesan-pesan Al-Qur’an mengenai lingkungan sangat jelas dan prospektif. B. Makalah Islam dan Lingkungan BAB I PENDAHULUAN A. atau perusakan. Pendidikan tersebut berkenaan dengan kepentingan lingkungan di sekitar manusia dan menjaga berbagai unsurnya yang dapat mendatangkan ancaman kehancuran. pencemaran. Pendidikan lingkungan telah diajarkan oleh Rasululloh SAW kepada para sahabatnya. Maka tidak ada dikotomi dan pertentangan antara ilmu dan wahyu. sehingga banyak kita jumpai ayat-ayat ilmiah Al-Qur’an yang membahas tentang lingkungan. Oleh karena itu. dalam makalah ini penyusun akan mencoba membahas secara luas mengenai al-qur’an dan lingkungan. Bagaimana pandangan Al-Qur’an yang berkaitan dengan lingkungan? . Abu Darda ra pernah mengatakan bahwa di tempat belajar yang diasuh oleh Rasululloh SAW telah diajarkan pentingnya bercocok tanam. antara IPTEK dan Agama. karena al-qur’an telah menjelaskan tentang pentingnya menjaga lingkungan dengan meletakkan dasar dan prinsipnya secara global. bahwa Tuhan menciptakan alam ini dengan maksud-maksud tertentu yang harus kita cari dan teliti. Apa sebenarnya lingkungan dan bagaimana kondisinya pada saat ini? 2. Rumusan Masalah 1. Perbuatan tersebut akan mendatangkan pahala yang besar disisi Alloh SWT dan bekerja untuk memakmurkan bumi merupakan amal ibadah kepada Alloh SWT.akan terbentuk suatu gambaran menyeluruh terhadap alam. dan menanam pepohonan. Latar Belakang Masalah Pendidikan yang baru dan termasuk yang penting untuk masa sekarang adalah pendidikan lingkungan. karena pada hakikatnya keduanya akan mengantarkan kita kepada keyakinan akan keagungan Tuhan (Tauhid). Pencarian makna alam inilah yang melandasi setiap kegiatan penelitian ilmiah dan pengembangan ilmu pengetahuan khusunya di dunia pendidikan Islam.

Kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini bisa dikatakan telah menyebar di berbagai belahan dunia. mencairnya es di kutub. lapisan ozon yang menipis. Kapitalisme telah memperhadapkan umat manusia kepada problem kerusakan sumber daya alam dan lingkungan. kebebasan (fredom). Tentunya keruskan itu kelak akan menjadi sumber bencana alam akibat ulah manusia. Dengan adanya potensi yang begitu melimpahnya memang kita akui dapat membantu memajukan perekonomian negara. kenaiakan suhu udara. dll. Di dorong motif kepentingan diri (self-interest). Diantaranya isu efek rumah kaca. Inilah yang kita takutkan. Kondisi Lingkungan Pada Masa Ini Masalah lingkungan hidup dewasa ini telah menjadi isu global karena menyangkut berbagai sektor dan berbagai kepentingan umat manusia. Mungkin sebagian besar orang baru menyadari dan merasakan akan dampak tingkah lakunya di masa lampau yang terlalu berlebihan mengeksploitasi alam secara berlebihan. tapi di sisi lain keadaan ini dapat membuat orang untuk mengeksploitasinya secara maksimal untuk kepentingan pribadi. akan banyak pengusaha yang bergerak disektor pengolahan lingkungan yang tidak mengindahkan prinsip pembangunan berkelanjutan.[1] Perubahan sistem ekonomi dengan adanya liberalisasi perdagangan telah disinyalir turut mempercepat kerusakan dan pencemaran di bumi. Dalam perdagangan bebas. Dengan ini mengindikasikan adanya peningkatan kapasitas penggunaan sumber daya alam. pakar ekonomi akan selalu bangga dan optimis terhadap pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Bahkan potensi alam tersebutdapat menarik masuk investor-investor asing untuk berbisnis di negeri ini. Khususnya Indonesia yang memiliki potensi alam yang sangat melimpah. Hal ini terbukti dengan munculnya isu-isu kerusakan lingkungan yang semakin santer terdengar. Dengan potensi alam yang sedemikian melimpahnya telah membuat orang-orang berusaha untuk mengolah secara maksimal. rezim kapitalisme telah berhasil mendudukan alam sebagai objek eksploitasi tanpa batas. . Peningkatan pengolahan sumber daya alam tentunya dapat memunculkan kerusakan lingkungan. dan kompetisi tak bermoral.BAB II PEMBAHASAN A. Mungkin saat ini kita tidak sadar bahwa sebenarnya kita telah terbawa oleh sistem kapitalisme.

Pencemaran tersebut membahayakan keselamatan hidup manusia dan kehidupan sekelilingnya. Manusia mempunyai daya inisiatif dan kreatif. air sungai dan laut beracun yang menyebabkan mati atau tercemarnya ikan dengan zat beracun. Parahnya. sedangkan makhluk-makhluk lainnya tidak memiikinya. Kerusakan lingkungan diperparah lagi dengan banyaknya kendaraan bermotor. Padahal seharusnya manusia sebagai makhluk yang dimulyakan dengan akal. Kebudayaan manusia makin lama makin maju sesuai dengan perkembangan dan kemajuan ilmu pengtahuan dan teknologi. sejak awal Allah telah memperingatkan adanya akibat ulah manusia .Timbulnya kerusakan alam atau lingkungan hidup sebagian besar adalah hasil perbuatan manusia. dll. Pemerintah yang diharapkan dapat memberikan jalan keluar dari persoalan ini malah mengeluarkan kebijakan yang aneh. Dengan akal fikirannya. sehinggga minyaknya tumpah ke laut. kekringan. keadaan seperti inilah yang sekarang sedang terjadi. Sejalan dengan kemajuan tersebut. Kami angkut mereka di daratn dan di alautan. Sungguh ironis ketika Indonesia yang memiliki penduduk mayoritas umat Islam telah mencatat sejarah kehancuran alamnya[2]. Dominasi manusia terhadap alam memang menjdai suatu fitrah. Apakah mayoritas muslim saat ini telah menjadi orang-orang yang hedonis dan materialistik. dan pabrik-pabrik yang menimbulkan pencemaran udara atau polusi. Akibatnya. tersirat dalam kalamnya : “Dan sesungguhnya telah kami muliakan anak-anak Adam . Mungkin selama ini manusia terlau jumawa dengan kemampuan yang mereka miliki untuk mengolah lingkungan yang ada. tanah longsor. seharusnya mampu berbuat apapun asalkan dalam memegang amanah dan tanggung jawab dalam mengolah bumi. Dapat disimpulkan bahwa kerusakan yang terjadi saat ini merupakan akibat dari keserakahan manusia yang memilih cara pintas mengeksploitasi lingkungannya secara habis-habisan atau besarbesaran.SS Al-Isra’ (17). Demikian pula kapal-kapal tanker yang membawa minyak sering mengalami kebocoran.(70) Keutamaan yang sempurna dari kebanyakan mahluk lain ialah karunia akal yang dimiliki manusia. Apakah umat Islam mayoritas saat ini telah meninggalkan agamanya dan melupakan sumber ajarannya. Oleh karena itu. perkembangann persenjataan dan alat perusak lingkungan makin maju pula.[3] Padahal dalam Al-Qur’an banyak terdapat ayat-ayat yang membahas lingkungan dan cara memanfaatkannya. seperti bencana banjir bandang. manusia mampu menaklukan segala apa yang ada di alam untuk keperluan dirinya. Karena manusialah yang diberi tanggung jawab sebagai khalifah di bumi. Inilah yang menjadi masalah kita bersama sebagai umat Islam. Dengan adanya kenikmatan akal yang luar biasa terebut menjadi sangat berbahaya jika pada akhirnya mereka tidak menjadi khalifah yang amanah. Kelebihan karunia yang diberikan Allah SWT . Limbah-limbah pabrik sering kali dibuang seenaknya ke sungai yang akhirnya bermuara ke laut. Kami beri merka rezeki yang baik-baik dan kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan mahluk yang telah Kami ciptakan “ (Q. Indonesia adalah salah satu negara yang paling sering dilanda bencana karena ulah masyarakatnya.

larangan untuk merusaknya. Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Dia yang mengetahui segala yang ghaib dan yang nyata dan Dialah Yang Maha Bijaksana. Allah manjanjikan kebahagiaan akhirat bagi orang yang tidak berbuat kerusakan. Al-An’am : 73) Jadi alam raya ini dalam pandangan Islam merupakan kenyataan yang sebenarnya. Allah juga telah menciptakan hukum-hukumnya yang berlaku umum yang menunjukkan ke Maha Kuasaan-Nya dan Keesaan-Nya.tersebut yaitu sebagai motivasi. Pandangan ini berbeda dengan penganut aliran Idelisme yang menyatakan bahwa alam tidak mempunyai eksistensi . Sehingga nantinya dengan sendirinya akan lahirlah prinsip pembangunan berkelanjutan atau pembangunan berwawasan lingkungan A. dll. seperti perintah untuk menjaga lingkungan. Firman-Nya itu adalah benar dan bagi-Nyalah kuasa pemerintahan pada hari ditiupkan sangkakala. b.[1] Allah berfirman dalam Al-Qur’an : “Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar dan (Dialah juga) pada masa (hendak menjadikan sesuatu) berfirman : "Jadilah".1 Alam Adalah Kenyataan yang Sebenarnya Allah telah menciptakan alam raya ini dengan sebenarnya. lalu terjadilah ia. Seharunya umat islam menjaga lingkungannya sesuai dengan firman Allah SWT : “Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepadanya rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Langit dan bumi serta segala isinya diciptakan Allah secara serasi dan teratur. Alam semesta yang indah ini adalah benar-benar hadir dan sekaligus merupakan salah satu bukti keagungan penciptanya.”( QS Al-Araf: 56 ) Seharusnya kita sebagai umat Islam kembali kepada ajaran Al-qur’an dalam hal mengolah lingkungan. Pandangan Al-Qur’an yang Berkaitan Dengan Lingkungan Al-Qur’an sebagai kitab suci agama Islam di dalamnya banyak terangkum ayat-ayat yang membahas mengenai lingkungan.Supaya kita dapat lebih bijak dan bertanggung jawab. Seperti yang akan di bahas berikut ini. lagi Maha mendalam pengetahuan-Nya.

tidak sesuatupun yang luput dari pengetahuan-Nya itulah Tuhan yang berhak disembah. dan maya.yang rill dan obyektif. melainkan semu. . Dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. atau sekedar emanasi[1] atau pancaran dari dunia lain yang kongkrit yang disebut dunia ideal. dan obyektif. lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”. riil. menghiasi langit dengan bintang-bintang yang tak terhingga banyaknya.[1] Sedangkan menurut pandangan Islam. Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. mengatur.” (QS. “Katakanlah : “Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya? (Yang bersifat) demikian itulah Tuhan semesta alam. Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni) nya dalam empat masa. Keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati”. alam raya ini diciptakan oleh Allah atau Tuhan YME. Allah yang menciptakan sekaligus memelihara alam ini serta mengatur segala urusannya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. menguasai . Tuhan yang menciptakan. memelihara kelangsungan adanya dan yang menentukan akhir keadaan semseta ini. maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka. Aliran materialism memang menyatakan bahwa alam ini benar-benar ada. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya. Fusshilat : 10-12) Pada ayat-ayat diatas Allah mengemukakan bukti-bukti kekuasaan dan ke-EsaanNya dalam menciptakan langit dan bumi. ilusi. Namun eksistensi alam ini dalam dugaan aliran materialism adalah ada dengan sendirinya. Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir. palsu. Dia mengetahui segala sesuatu.” (QS. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaikbaiknya. “Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah. As-Shadd : 27) Pandangan Islam juga berbeda dengan penganut aliran materialism.

" “. dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan. Apa yang telah ditegaskan Allah dalam dalam firman-firman-Nya di atas adalah untuk mengingatkan manusia agar bersyukur. lalu dijadikan-Nya tujuh langit dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu”. manusia tidak mampu memenuhi keperluannya sendiri tanpa bahan-bahan yang disediakan.. Hal ini perlu disadari oleh manusia.. Manusia telah diberitahu oleh Allah bahwa mereka akan hidup dalam batas waktu tertentu. Al-Baqarah : 36 “Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: "Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain. “Dialah Allah yang menjadikan segala yang ada di bumi unutk kamu. Al-Baqarah :29 Dalam ayat tersebut ditegaskan bahwa Allah telah menganugrahkan karunia yang besar kepada manusia.S. menjaga kelestarian alam bagi umat Islam merupakan upaya untuk menjaga limpahan nikmat Allah secara berksinambungan. maka manusia cenderung akan merusak.” Kediaman di muka bumi diberikan Allah kepada manusia sebagai suatu amanah. Allah sendiri membenci orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi. membuat keruskan di muka bumi. beraktifitas dan berinteraksi dengan lingkungannya dengan masa dan relung waktu terbatas. yaitu diserahi bumi ini dengan segala isinya.2 Tanggung Jawab Manusia terhadap Lingkungan Manusia adalah makhluk hidup yang diciptakan oleh Allah SWT. sebenarnya manusia telah diberi tanggung jawab besar. Sebaliknya. Maka manusia wajib memeliharanya sebagai suatu amanah. Q. dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi.kepada keluarga. menciptakan langit dan bumi untuk manusia. untuk tinggal di bumi. sebab tanpa memiliki rasa dan sikap syukur kepada Allah. Firman Allah : . sehingga manusia dapat menjaga kelangsungan hidupnya dengan menjaga alam dan agar manusia berbakti kepada Allah penciptanya.dan bagimu ada tempat kediaman di bumi. dan Dia berkehendak menuju langit. kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan. dan masyarakat.akan mengakibatkan timbulnya bencana terhadap manusia. Firman Allah SWT dalam QS. Dalam konteks mensyukuri nikmat Allah atas segala sesuatu yang ada di alam ini untuk manusia. Oleh karena itu manusia dilarang keras berbuat kerusakan. untuk diambil manfaatnya.b. Karena walaupun manusia diciptakan melebihi makhluk lainnya. Dengan kedudukan manusia sebagai khalifah di muka bumi ini.

sedangkan makhluk-makhluk lainnya tidak memilikinya. Hal ini dikarenakan dapat berakibat pada terjadinya bencana. Dan kami turunkan air hujan dari langit. dalam syariat dikenal dengan istilah hima[1]. (Q.“Dan carilah pada apa yang telah dianugrahkan Allah kepadamu(kebahagiaan)negeri akhirat. mengembangbiakan segala jenis binatang dan menurunkan partikel hujan dari langit agar segala tumbuhan dapat berkembang dengan baik. Allah telah memberian karunia yang besar kepada semua mahluk dengan menciptakn gunung. yang kebanyakan disebabkan perbuatan manusia yang merusak alam. hendaknya kita sebagi umat Islam mau menyadari dan merenungkan apa yang terdapat dalam AlQur’an. Rasulullah SAW pernah mengumumkan kapada pengikutnya tentang suatu daerah sebagai suatu kawasan yang tidak boleh digarap. Rasululloh mencadangkan hima semata-mata untuk menjaga ekosistem suatu tempat agar dapat terpenuhi kelestarian makhluk yang hidup di dalamnya. Kawasan lindung itu. Tanggung jawab manusia menjaga kelangsungan makhluk itulah kiranya yang mendasari Nabi Muhammad SAW untuk mencadangkan lahan-lahan yang masih asli. Melihat banyaknya kandungan Al-Qur’an yang membahas perintah menjaga lingkungan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan”.3 Tidak Membuat Kerusakan Lingkungan Timbulnya kerusakan alam atau lingkungan hidup merupakan akibat perbuatan manusia. Semoga dengan tumbuhnya kesadaran umat Islam dalam beragama khusunya tentang perintah menjaga keseimbangan alam dapat mengontrol pengolahan sumber daya alam yang ada dengan bijak. Allah telah menggariskan suatu akhlaq dimana perbuatan pemaksaan dan kecurangan terhadap alam sangat dicela. Manusia mempunyai daya inisiatif dan kreatif. . Sebagaimana dengan Firman Allah SWT QS. dan Dia memperkembangbiakan padanya segala macam jenis binatang. Luqman : 10 “Dia meciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnyadan Dia meletakan gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu. Kenikamatan dunia dan akherat dapat dikejar secara seimbang tanpa meninggalkan perbuatan baik dan menghindarkan kerusakan dimuka bumi.S Al-Qashas :77) Begitu juga dalam mencari nafkah dan rezeki di atas muka bumi. dan janganlah kamu melupakan bahagiamu dari ( kenikmatan ) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain ) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi. b. lalu Kami tumbuhkn padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik”. Islam meberikan pandangan yang lugas bahwa semua yang ada di bumi merupakan karunia yang harus dipelihara agar semua yang ada menjadi stabil dan terpelihara. Oleh karena itu kita hendaknya mencontoh Rasulullah SAW dalam menjaga kelestarian lingkungan. Karena manusia yang diberi tanggungjawab sebagai khalifah di bumi telah menyallahgunakan amanah.

supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka. Q. tetapi mereka tidak sadar”.[1] Persoalan-persoalan tersebut juga terdapat dalam Firman Allah Surat Al-Baqarah ayat 6-7 : . Padahal semua itu. agar mereka kembali (ke jalan yang benar). Sebagaimana dengan yang terkandung dalam Firman Allah SWT : “Adapun orang-orang yang kafir.S Ar-Ruum ayat 41. Ingatlah sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan.S Al-Baqarah 11-12 Apabila mereka diperingatkan mereka akan membantah bahkan menganggap dirinya yang membawa kebaikan. tidak mempedulikan tuntunan Allah. menurut Yang Maha Kuasa. Dalam firman Allah Q. Hal ini terbukti dengan kokohnya perusahaan-perusahaan asing yang berada disektor pengolahan alam dari tekanan pemerintah karena terjerat persoalan perusakan lingkungan. adalah akibat dari tangan-tangan manusia itu sendiri: “Telah tampak kerusakan di darat dan dilaut disebabkan perbuatan manusia. sebagian mereka menjadi pelindung sebagian yang lain.(QS. Maka terjadilah bencana dan kerusakan di atas muka bumi. Kelalaian dan dominasi manusia terhadap alam dan pengolahan lingkungan yang tidak beraturan membuat segala unsur harmoni dan sesuatu yang tumbuh alami berubah menjadi kacau dan sering berakhir dengan bencana. Sesungguhnya Allah telah menetapkan dan menggambarkan akibat dari kedurhakaan manusia terhadap syariat.merka menjawab:”sesungguhnya kami orang yang mengdakan perbaikan”.Ar-Rum : 41 ) Kerusakan yang terjadi sebagai akibat keserakahan manusia. ini disebabkan manusia mempertaruhkan hawa nafsunya. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakn apa yang telah diperintahkan Allah itu . niscaya akn terjadi ke kekacuan di muka bumi dan kerusakan yang besar”. sesuai dengan Firman Allah : “Dan bila dikatakan kepada mereka “ Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi”.S Al-Anfal 73 Orang-orang yang berbuat kerusakan dapat digolongkan sebagai orang-orang munafik atau fasik. Apabila diajak untuk kembali ke jalan kebenaran merka tidak mendengarnya dan mengabaikannya. Q. Manusia hanya bisa menguras dan menggali isi bumi saja tanpa memperhatikan dampaknya.Kelebihan manusia yang disalahgunakan mengakibatkan kerusakan lingkungan yang semakin bertambah parah.

sama saja bagi mereka. Seperti yang terdapat dalam Firman Allah di bawah ini: “. sesudah Tuhan memperbaikinya” Q. (Ayat 7) Sesungguhnya Allah telah melarang manusia membuat kerusakan di muka bumi ini. Dan Allah telah menjanjikan pahala yang tiada taranya bagi kita yang senantiasa memelihara dan melestarikan lingkungan hidup serta tidak selalu membuat kerusakan.“Sesungguhnya orang-orang kafir. kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan mereka tidak akan beriman”. Hal ini karena manusia terlalu berorientasi pada keuntungan semata. sehingga berusaha sebisa mungkin mengeksploitsi alam secara maksimal dengan tidak mengindahkan prinsip pembangunan berkelanjutan..S..S. “Negeri akhirat itu Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan di muka bumi. dan kesudahan yang baik itu adalah bagi orang yang bertakwa”. Dalam ayat lain. Asy-Syu’ara 151-152). Dan bagi merka siksa yang amat berat”.. “Dan janganlah kamu mentaati perintah orang-orang yang melewati batas. yang membuat kerusakan di muka bumi bumi dan tidak mengadakan perbaikan”. Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi.. Allah memberi tuntunan agar manusia tidak menuruti orang yang membuat kerusakan.. . Sebagai motivasi...S Al-A’raf:85 Kerusakan yang terjadi selama ini tidak lain karena manusia telah diperbudak oleh sistem yang kapitaldan juga tumbuhnya sifat materalistik hedonistik. Q.( Q.. (Ayat 6) “Allah telah mengunci mata hati dan pendengaran mereka dan penglihatan merekaditutup. Allah telah menjajikan kebahagiaan akhirat bagi orang yang tidak berbuat kerusakan atau bahkan melarang orang berbuat kerusakan. Al-Baqarah : 83 Demikianlah tuntunlah Allah bagaimana seharusnya kita bersikap terhadap lingkungan hidup kita.

(Q. bermewahmewahan dalam konsumsi dan gaya hidup dan seterusnya. Syariat adalah fitrah di mana bumi hanya dapat diatur dengan ilmu syariatnya tersebut. Hal ini seringkali tercermin dalam beberapa pelaksanaan ibadah.BAB III PENUTUP A. mengikuti hawa nafsunya tanpa ilmu pengetahuan. manusia cenderung melihat kebenaran menurut hawa nafsu. maka siapakah yang akan menunjuki orang yang telah disesatkan Allah? Dan tiadalah bagi mereka seorang penolong pun”. Manusia tersebut tidak mempunyai pengetahuan mengenai ekosistem dan memandang baik perbuatannya yang salah tersebut tanpa pengetahuan. Kualitas sebagai indikator pembangunan dan ajaran Islam sebagai teknologi untuk mengelola dunia jelas merupakan pesan strategis dari Alloh SWT untuk diwujudkan dengan sungguh-sungguh oleh setiap muslim. seperti ketika menunaikan ibadah haji. Sebagaimana Allah mengingatkan : “Tetapi orang-orang yang zalim. Bila sesuatu menyalahi fitrah. menguras sesuatu yang tidak penting dan tidak efisien. Kesimpulan Seperti yang telah dijelaskan diatas.pemborosan. Saran Islam mengajarkan agar umat manusia senantiasa menjaga lingkungan. umat . A.S Ar-Rum 30:29) Bahaya yang diakibatkan menurutkan kehendak nafsu sangat jelas dampaknya pada kehancuran bumi. Hal ini dapat berupa ekspliotasi yang berlebihan dan tidak memepertimbangkan daya dukung lingkungan.Tanpa standar nilai-nilai syariat tersebut. Adanya bencana lebih karena manusia melakukan ekspliotasi berdasarkan kemauan hawa nafsunya untuk memperoleh keuntungan yang sebanyak-banyaknya tanpa memikirkan bencana yang ditimbulkannya.Manusia yang melakukan cara seperti itu tentu mengelola bumi tanpa landasan dan petunjuk Al-Khalik sesuai dengan apa yang diisyaratkan kepadanya selaku hamba Tuhan. Dalam haji. maka akibatnya dapat terjadi kefatalan. bahwasanya itu semua menjadi alasan mengapa Alloh menyebutkan secara eksplisit dalam Al-Qur’an tentang pentingnya lingkungan hidup dan cara-cara Islami dalam mengelola dunia ini. dalam Al-Qur’an disebutkan sebagai manusia yang dzalim.

Asalkan manusia mau kembali kepada ajaran agama yang utuh dan dapat memahaminya. seharusnya manusia menjadi lebih bijak dalam mengolah lingkungannya. memahami apa yang ada di Al-Qur’an pasti kehidupa di muka bumi ini akan lebih teratur dan tertata dengan baik.Islam dilarang menebang pohon-pohon dan membunuh binatang. Hendaknya kita sebagai umat Islam kembali kepada ajaran agama kita dalam mengolah lingkungan. Sehingga nantinya diharapkan apabila dalam kegiatan pengolahan lingkungan akan tumbuh pemahaman pembangunan berwawasan lingkungan maupun spirit pembangunan berkelanjutan. Apabila larangan itu dilanggar maka ia berdosa dan diharuskan membayar denda (dam). Dengan adanya hal tersebut. Hal diatas bukan tidak mungkin akan terealisasikan. Sehingga nantinya akan tumbuh kesadaran umat manusia dalam mengelola lingkungannnya.dll. Lebih dari itu Allah SWT melarang manusia berbuat kerusakan di muka bumi. Sangat jelas dalam Al-Qur’an terdapat begitu banyaknya ayat-ayat yang membahasprosedur pengolahan alam yang bijak. Sungguh beruntung umat Islam memiliki kitab suci seperti Al-Qur’an. Kitab suci ini begitu luas cangkupan pembahsannya terlebih persoalan tentang pengolahan alam. Kami percaya jika umat Islam mau kembali kepada agamanya dengan membuka. .perintah untuk tidak berbuat kerusakan di muka bumi.

bumi dalam keadaan sangat ideal untuk mendukung kehidupan manusia di bumi ini. M. Konservasi Alam dalam Islam. 2005.Daftar Pustaka Bidhawy. Ketika pertama kali Allah SWT menciptakan kakek manusia Nabi Adam AS. Minggir! Waktunya Gerakan Muda Memimpin!. Zakiyuddin. Islam dan Lingkungan . . Etika Lingkungan Seiring berkembangnya zaman. Magelang : Resist Book Fachrudin.1997. 2007. manusia terus berusaha untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi di alam ini. 2008. Jakarta : Fatma Press Prasetyo. Adnan. Namun keidealan ini makin lama makin berkurang seiring bertambahnya jumlah manusia di muka bumi ini dan sikap beberapa orang yang suka berbuat onar di muka bumi inilah yang membuat bumi ini tidak lagi ideal untuk ditinggali. Etika Lingkungan atau Etika Ekologi muncul sebagai solusi untuk menyelesaikan permasalahan antara manusia dengan alam dan memberikan solusi bagaimana seharusnya manusia bersikap terhadap alam.Yogyakarta : Resist Situs : KBBI dalam Jaringan Book Etika Lingkungan dalam Islam (Fiqh Lingkungan) Posted on March 8. Islam Melawan Kapitalisme. penulis diwajibkan untuk mengambil mata kuliah EMS (Environmental Management System ISO 14000) pada semester pertama dan Environmental Ethic pada semester kedua. binatang dan tanaman yang bermacam-macam dan semua itu Allah SWT ciptakan untuk kesinambungan kehidupan manusia di bumi ini. Eko. alam yang indah. Ketika mengikuti program magister Teknik Geologi. 2012 Allah SWT telah menciptakan bumi ini dalam keadaan seimbang. Jakarta : Buku Obor Harahap.

Mereka itulah orang-orang yang rugi”. dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya dan berbuat kerusakan di muka bumi. Pemberian pemahaman yang benar tentang pelestarian lingkungan berdasarkan islam harus terus dilakukan. Selain tiga pemahaman tersebut. Kefahaman etika lingkungan dalam perspektif “Barat” seperti yang dijelaskan di atas kadang kala gagal apabila diterapkan di negara yang mayoritas penduduknya beragama islam. Firman Allah SWT tersebut sangat jelas mengatakan bahwa orang-orang yang merugi merupakan orang-orang melanggar perjanjian Allah SWT dan berbuat kerusakan di muka bumi. Berbuat kerusakan di muka bumi bisa didefinisikan sebagai perusakan lingkungan dengan penebangan pohon yang ilegal (illegal logging). dimana kebijakan yang diambil terhadap lingkungan berdasarkan kepentingan ekologi atau segala yang berada di dalam lingkungan tersebut. Etika lingkungan dalam pandangan islam bisa menjadi salah satu solusi yang sangat bagus apabila diterapkan di negara-negara yang mayoritas penduduknya beragama islam. Pemahaman ketiga juga sering dibahas dalam filsafat etika lingkungan adalah faham ekoposentrik. apabila suatu kebijakan merugikan segala sesuatu yang hidup di alam maka kebijakan tersebut harus dibatalkan. Hampir semua etika lingkungan yang diajarkan sesuai dengan pemahaman “Barat”. Di dunia “Barat” muncul beberapa pemahaman etika lingkungan seperti etika lingkungan yang bersifat antroposentrik dimana manusia menjadi pusat dari ekologi dan segalanya bertindak atas demi keuntungan dan kepentingan manusia serta lingkungan harus dipelihara kelestariannya karena akan mendukung keberlangsungan kehidupan manusia. Fiqh Lingkungan (Fiqh Al-Bi’ah) Dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 26-27 Allah SWT berfirman yang artinya “(yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh. buang sampah sembarangan. Faham etika lingkungan lain yang juga muncul adalah faham biosentrik dimana kebijakan-kebijakan yang diambil terhadap lingkungan/alam berdasarkan kepentingan kehidupan yang ada di alam tersebut. apalagi kalau hukum-hukum Fiqih Lingkungan bisa diimplimentasikan dalam sebuah peraturan pemerintah daerah atau bagi masyarakat Aceh mengenalnya dengan nama Qanun.Dalam mata kuliah Environmental Ethic diajarkan tentang etika-etika lingkungan dan filosofi lingkungan. masih banyak pemahaman atau mazhab etika lingkungan lain. perburuan liar dan beberapa kegiatan yang merusak lingkungan. Padahal islam secara implisit menyatakan bahwa menjaga lingkungan itu wajib hukumnya. .

maka masyarakat Aceh sangat menta’atinya karena dasar pembuatan Qanun tersebut adalah Al-Qur’an dan Hadist. manusia wajib hukumnya menjaga alam dan segala yang ada di dalamnya. Apabila kita kembali ke pelajaran fiqih waktu SD/MIN dulu. karena penyampaian secara agama akan membuat orang langsung berpikir surga atau neraka.Dalam Al-Qur’an kata “ardzy” yang berarti bumi sangat sering sekali disebutkan dalam berbagai pengertian dan pemahaman. hukum syari’ah islam akan menjadi sumber pedoman kehidupan termasuk di dalamnya nilai etika dan hukum terhadap lingkungan. Bab Pertama yang dipelajari dalam ilmu fiqih adalah Bab Taharrah (bersuci). Etika dan hukum islam yang membahas tentang lingkungan dikenal dengan istilah Fiqih Lingkungan (Fiqh Al-Bi’ah). Untuk melindungi kehidupan manusia dan lingkungan. Selain keharusan manusia untuk suci dalam melaksanakan ibadah. dimana manusia bertindak berdasarkan kepentingan lingkugan dan ekologi. Hilangnya keseimbangan alam dan kehidupan biologinya menjadi tanggungjawab manusia. . Pemerintah Aceh perlu segera membuat Qanun tersebut dan mensosialisasikan kepada masyarakat. Mustafa Abu Sway. Dari sini kita sebenarnya sudah bisa mengambil kesimpulan bahwa bersuci adalah inti dari ajaran Islam dan kesucian akan sangat sulit diwujudkan apabila keadaan sekitar kita tidak bersih. Oleh karena itu. Penulis sangat yakin apabila Qanun Pelindungan Lingkungan rampung. Prof. Secara tersirat dalam Bab Taharrah sebenarnya sudah ada anjuran bagi kita umat muslim untuk menjadikan lingkungan sekitar kita bersih dengan cara tidak merusak lingkungan sehingga keharusan kita umat islam untuk bersuci sebelum melaksanakan ibadah bisa terpenuhi. Apabila kita kaitkan dengan etika “Barat” yang penulis jelaskan sebelumnya maka etika lingkungan dalam pandangan islam berbentuk etika ekoposentrik. Ketika manusia diangkat menjadi pemimpin di bumi maka sudah pasti segala sesuatu yang berlangsung di bumi menjadi tanggung jawab manusia. Hal lain yang perlu dilakukan adalah sosialisasi Fiqh Lingkungan kepada para Daidai. memasukkan khalifah sebagai kategori pertama antara hubungan manusia dengan lingkungan. Allah juga telah mengangkat manusia sebagai khalifah (pemimpin) atau pemimpin di bumi ini. Fiqh Lingkungan dalam bentuk Qanun Pelindungan Lingkungan perlu segera diterapkan di bumi Aceh. pada tahun 1998 pernah menulis tentang Towards an Islamic Jurisprudence of the Environment (Fiqh al-Bi’ah fil-Islam). Bisa dibayangkan apabila para dai dan penceramah secara terus menerus menyampaikan kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan menurut hukum islam maka InsyaAllah masyarakat akan langsung tersadarkan.

tanah longsor dan kekeringan. yang terserap pada program Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (GERHAN) yang setiap tahunnya mencapai sekitar 23. Akibat dari kerusakan hutan ini adalah semakin rentannya wilayah Indonesia dari bencana banjir. Kerusakan hutan sebagai salah satu bentuk kerusakan lingkungan hidup adalah ketidakseimbangan yang terjadi dalam ekosistem hutan. bentuk kejadian di atas mengakibatkan ketidakseimbangan pada ekosistem dan ketidaknyamanan kehidupan makhluk hidup baik manusia. pencemaran dan lainlain. Dari sekian banyak persoalan kerusakan lingkungan hidup . maka usaha sektor kehutanan telah menjadi gantungan hidup 24 juta orang. Akibat dari kerusakan hutan dirasakan paling berat oleh penduduk yang bermata pencaharian langsung dari hutan yaitu sekitar 6 juta orang dan sebanyak 3. pencemaran udara.BAB I PENDAHULUAN Permasalahan lingkungan yang kini dihadapi umat manusia umumnya disebabkan oleh dua hal. amfibi. Kedua. kerusakan hutan. flora maupun fauna. penebanagan.9 juta orang. kekeringan dan krisis air bersih. Pertama. banjir lumpur dan sebagainya. yang bentuk-bentuknya berupa pencemaran air. dan gelombang pasang air laut. pemukiman.pencemaran tanah. dan lain-lain. Kehidupan dunia akan terganggu karena hutan Indonesia hanya sedikit dapat menyerap karbon yang berbahaya bagi makhluk hidup. Makhluk hidup di muka bumi akan kekurangan oksigen karena kerusakan hutan yang merupakan paru-paru dunia. hama dan penyakit. krisis keanekaragaman hayati (biological diversity). perladangan. Ada dua jenis kerusakan kerusakan hutan yang mungkin terjadi. reptil. yaitu gangguan alam dan akibat dari perbuatan tangan manusia. Gangguan alam contohnya longsor. industri. ikan. Ketidakseimbangan dan ketidaknyamanan tersebut dapat dikatakan sebagai bencana. pertambangan dan kerusakan lingkungan. yaitu kebakaran yang disengaja atau karena kelalaian. Belum termasuk penyerapan tenaga musiman. dempa bumi. Di samping itu Indonesia juga akan kehilangan keanekaragaman hayati (biological diversity) seperti spesies mamalia. Ali Yafie menyebutnya sebagai kerusakan lingkungan hidup. burung. Adapun gangguan akibat dari perbuatan tangan manusia ialah jenis gangguan yang disebabkan oleh aktivitas manusia. kebakaran. Bila diasumsikan bahwa setiap tenaga kerja sektor kehutanan menanggung minimal 3 orang. karena kejadian alam sebagai peristiwa yang harus terjadi sebagai proses dinamika alam itu sendiri. ternyata peran manusia sangat besar dalam menciptakan kerusakan tersebut dan manusialah yang banyak .4 juta diantaranya bekerja di sektor swasta kehutanan.

2. dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Manusia adalah paling baiknya mahluk yang diciptakan oleh Allah S. BAB II PEMBAHASAN A. • Manusia diciptkan oleh Allah di muka bumi sebagai khalifahnya untuk mengurusi dunia dan isinya agar diurus dengan sebaik-baiknya dengan akal dan pemikiranya yang melahirkan ilmu pengetahuan dan tehnologi. Mereka itu se bagai binatang ternak. Pandangan Islam Terhadap Manusia 1. tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah). Mereka itulah orang-orang yang lalai. Dikatakan misterius karena semakin dikaji semakin terungkap betapa banyak hal-hal yang mengenai manusia yang belum terungkap.W. Allah berfirman: Artinya “Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia. Hakekat dan Martabat Manusia Manusia adlah ciptaan Allah yang sangat menarik dan misterius. dikatakan menarik karena manusia sebagai subjek dan objek kajian yang tiada hentinya khususnya oleh para ilmuan dari dahulu.T dari pada mahuluk ciptaan Allah lainnya.T. mereka mempunyai hati.T dikarenakan ilmu yang dimiliki oleh manusia itu sendiri bahkan malaikatpun besujud kepada Adam kecuali iblis.W. sekarang dan seterusnya. bahkan mereka lebih sesat lagi. Diantara kelebihan manusia adalah: • Manusia adalah ciptaan Allah yang sepurna seperti yang disebutkan di atas. Kelebihan manusia dari pada mahluk ciptaan Allah yang lain. Seperti yang disebutkan dalam Al-quran Surat At-tin ayat 4: Artinya: “ Sesungguhnya kami telah menjadikan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”.” (QS Al-A’raf 179). Disini tidak akan menjelaskan secara keseluruhan mengenai kelebihan manusia tapi paling tidak tulisan ini akan menjadi sebuah renungan bagi kita semua untuk lebih bertaqwa kepada Allah S.W.menanggung akibatnya. . teapi disisi lain Allah menyebutkan dalam Al-quran manusia itu lebih rendah kedudukannya dari pada hewan ternak. Lalu bagaimana Islam memandang peran manusia dalam mengelola lingkungan hidup ini? Inilah yang akan dibahas dalam tulisan makalah ini. Dan bahkan manusia itu lebih tinggi derajatnya dari pada malaikat yang selalu tunduk kepada Allah S.

manusia diberikan beberapa kelebihan diantara makhluk ciptaan-Nya. 5)  Dijadikan pendengaran. lalu dewasa. manusia ialah makhluk terbaik diantara semua ciptaan Tuhan dan berani memegang tanggungjawab mengelola bumi. segala yang manusia inginkan berupa apa saja yang ada di langit dan bumi. Al-Hajj. 5. 78. 12-14 dan 15-16. diberikan fasilitas di daratan dan lautan. dan kelebihan yang sempurna atas makhluk lainnya. Pandangan Islam tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup Dalam pandanagn Islam. 16) Dari penjelasan mengenai proses terciptanya manusia.  Diciptakan dari sari pati tabah. Al-quran mengungkapkan proses kejadian manusia sangat ringkas seperti yang tercantum dalam Al-quran suarat Al-mu’miniun. 3. Cirri utama manusia dengan mahluk lain adalah dengan ahklaqnya. Annahl. tua (pikun) (QS Al-Hajj. B. penglihatan dan hati (QS An-nahl. maka semua yang ada di bumi diserahkan untuk manusia. Manusia mempunyai dua dimensi (bidmensional): dimensi ketuhanan dan dimensi kerendahan atau kehinaan. 78)  Tumbuh anak-anak. Oleh karena itu manusia diangkat menjadi khalifah di muka bumi. yang dikutip oleh Daud Ali. seorang sejarawan dan sosiologi islam.• Manusia diberikan akal dan hawa nafsu sehingga manusia mempunyai kendak untuk melakukan sesuatu atau tidak. menurut beliau ada simbolisme dari penciptaan manusia dari tanah dan ruh (ciptaan) Allah. Bumi dan semua isi yang berada didalamnya diciptakan Allah untuk manusia. • Berakhlaq. 15)  Dibangkitkan (dari kubur) di hari kiamat (QS Al-mu’miniun. kemudian menjadi  Segumpal darah (Alaqah) di proses  Kami jadikan segumpal daging (Mudhgah)  Tulang belulang (‘Idhamah)  Dibungkus dengan daging (Lahman)  Mahkluk yang (berbentuk) lain (janin)  Di tiupkan roh oleh Allah pada hari yang ke-120 usia kandung  Lalu lahirlah sebagai bayi (QS Al-Hajj. Sebagai makhluk terbaik. Dalam Al-quran disebutkan bahwa rasul itu diutus untuk menyempurnakan Akhlaq manusia. Berbeda dengan mahkluk lain yang hanya mempunya satu dimensi (Unidimonsional). . 5)  Kemudian mati (QS Al-mu’miniun. mengemukakan pendapatnya berupa interpretasi tentang hakikat penciptaan manusia. Ali Syari’ati. Proses kejadian manusia dalam Al-quran. yaitu kemuliaan. karena dalam islam kedudukan ahklaq itu sangat penting. mendapat rizki dari yang baik-baik.

Rasulullah juga sangat peduli terhadap kelestarian satwa. matahari dan bulan. Al-intifa’. tanaman dan buah-buahan.dan merupakan perbuatan baik. Pertama. menyingkirkan gangguan dari jalan ialah sedekah. Manusia diwajibkan untuk terus menjaga dan memelihara kelestarian lingkungan itu untuk kelansungan hidup baik untuk dirinya ataupun mahkluk lain. di aliran sungai. C. manusia diperintahkan beribadah kepada-Nya dan diperintah berbuat kebajikan dan dilarang berbuat kerusakan.Daratan dan lautan serta sungai-sungai. sebagian dari iman. Al-islah. manusia mengemban tiga amanat dari Allah. maka sang induk terpaksa mengikuti terus kemana rombongan itu berjalan.T Berfikirlah tentang ciptaan Allah. dan jangan berfikir tentang zat Allah. mereka mengambil anak burung yang berada di sarangnya. karena masa depan lingkungan itu tergantung bagaimana manusia itu mengelolanya. Melihat yang demikian. binatang melata dan binatang ternak. Allah mempersilahkan kepada umat manusia untuk mengambil manfaat dan mendayagunakan hasil alam dengan sebaik-baiknya demi kemakmuran dan kemaslahatan artinya manusia diberi kebebasan baik mengelola atau hanya sebatas mengambil manfaat terhadap lingkungan yang selagi tidak merusak terhadap lingkungan tersebut. sebagaimana diceritakan dalam Hadist riwayat Abu Dawud. dan bahkan Allah akan mengampuni dosanya. atau di tempat orang berteduh. Kedua. Di samping itu Rasulullah melarang merusak lingkungan mulai dari perbuatan yang sangat kecil dan remeh seperti melarang membuang kotoran (manusia) di bawah pohon yang sedang berbuah. Karena anaknya dibawa oleh salah seorang dari rombongan Rasulullah tersebut. Rasulullah lalu menegur sahabatnya tersebut dengan mengatakan ”siapakah yang telah menyusahkan induk burung ini dan mengambil anaknya? Kembalikan anak burung tersebut kepada induknya!”. C. Rasulullah SAW memberikan teladan untuk mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari. Rasulullah pernah menegur salah seorang sahabatnya yang pada saat perjalanan. Manusia dituntut untuk senantiasa memikirkan dan menggali rahasia di balik ciptaan Allah seraya dapat mengambil pelajaran dari berbagai kejadian dan peristiwa alam agar supaya bertambahan ketaqwaannya kepada Allah S. di tengah jalan. Ketiga. malam dan siang. Kewajiban Manusia dalam Pelestarian Lingkungan Hidup Menurut Islam Dalam berinteraksi dan mengelola alam serta lingkungan hidup itu.W. Hal ini dapat diperhatikan dari Hadist-Hadist Nabi. Selain konsep berbuat kebajikan terhadap lingkungan yang disajikan Al-Qur’an seperti dipaparkan di atas. seperti Hadist tentang pujian Allah kepada orang yang menyingkirkan duri dari jalan. Agar manusia menjadi pelaku aktif dalam mengolah lingkungan serta melestarikannya . Sebagai khalifah di bumi. Ali’tibar.

Demikian pula. (HR. agar mereka kembali (ke jalan yang benar). dan pada air yang mengalir serta pada wajah yang rupawan (HR. Serta surat Al Qashash ayat 77 menjelaskan sebagai berikut Artinya : Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat.Dalam sebuah Hadits disebutkan :”Tiga hal yang menjernihkan pandangan. mengusahakan penghijauan di sekitar tempat tinggal dengan menanamkan pepohonan yang bermanfaat untuk kepentingan ekonomi dan kesehatan. Dari Hadits di atas memberikan pengertian bahwa manusia tidak boleh kikir untuk membiayai diri dan lingkungan secara wajar untuk menjaga kebersihan agar kesehatan diri dan keluarga/masyarakat kita terpelihara. Dan tidak akan masuk syurga. Pesan yang disampaikan dalam surat Ar Ruum ayat 9 di atas menggambarkan agar manusia tidak mengeksploitasi sumber daya alam secara berlebihan yang dikwatirkan terjadinya kerusakan serta kepunahan sumber daya alam. kecuali orang-orang yang bersih” . Rasulullah SAW menegaskan dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Thabrani : Artinya ”Dari Abu Hurairah : jagalah kebersihan dengan segala usaha yang mampu kamu lakukan.Mengolah serta melestarikan lingkungan tercermin secara sederhana dari tempat tinggal (rumah) seorang muslim. Dan telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata. Maka Allah sekali-kali tidak berlaku zalim kepada mereka. sehingga tidak memberikan sisa sedikitpun untuk generasi mendatang. akan tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri sendiri. yaitu menyaksikan pandangan pada yang hijau lagi asri. Sesungguhnya Allah menegakkan Islam di atas prinsip kebersihan. Thabrani). Manusia tidak berbuat kerusakan terhadap lingkungan Di dalam surat Ar Ruum ayat 41 Allah SWT memperingatkan bahwa terjadinya kerusakan di darat dan di laut akibat ulah manusia. Ahmad) D. bebas dari pencemaran . disamping juga dapat memelihara peredaran suara yang kita hisap agar selalu bersih. dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah .Perhatikan surat Ar Ruum ayat 9 dibawah ini : Artinya : Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi dan memperhatikan bagaimana akibat (yang diderita) oleh orang-orang sebelum mereka? orang-orang itu adalah lebih kuat dari mereka (sendiri) dan telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya lebih banyak dari apa yang telah mereka makmurkan. Untuk itu Islam mewajibkan agar manusia menjadi pelaku aktif dalam mengolah lingkungan serta melestarikannya. supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka. Artinya : Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia.

Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. Satu mud sama dengan 1 1/3 liter menurut orang Hijaz dan 2 liter menurut orang Irak (lihat Lisanul Arab Jilid 3 hal 400). Oleh karena itu. Firman Allah SWT di dalam surat Ar Ruum ayat 41 dan surat Al Qashash ayat 77 menekankan agar manusia berlaku ramah terhadap lingkungan (environmental friendly) dan tidak berbuat kerusakan di muka bumi ini. secara yuridis fiqhiyah berpeluang dinyatakan bahwa dalam perspektif hukum Islam status hukum pelestarian lingkungan hukumnya adalah wajib (Abdillah. kepadamu. 2005 : 11-12). serta bencana alam lainnya lebih banyak didominasi oleh aktifitas manusia. Hal ini membuktikan bahwa manusia sekarang cenderung mengekploitasi sumber daya air secara berlebihan. KONTEMPLASI BAGI UMAT ISLAM Secara ekologis pelestarian lingkungan merupakan keniscayaan ekologis yang tidak dapat ditawar oleh siapapun dan kapanpun. sehingga terhindar dari musibah yang menimpahnya. E. Dalam Hadits lain yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah. Dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Anas. Semua larangan tersebut dimaksudkan untuk mencegah agar tidak mencelakakan orang lain. sahabat yang mendengar bertanya : Apakah dua hal itu ya Rasulullah ? Nabi menjawab : yaitu orang yang membuang hajat ditengah jalan atau di tempat orang yang berteduh” Di dalam Hadits lainnya ditambah denganmembuang hajat di tempat sumber air. longsor. dijelaskan bahwa : ”Rasulullah ketika berwudhu’ dengan (takaran air sebanyak) satu mud dan mandi (dengan takaran air sebanyak) satu sha’ sampai lima mud” (HR. pelestarian lingkungan tidak boleh tidak harus dilakukan oleh manusia. Dari keterangan di atas. bahwa Nabi pernah bersabda : ”Hati-hatilah terhadap dua macam kutukan. atau dengan kata lain. Sedangkan secara spiritual fiqhiyah Islamiyah Allah SWT memiliki kepedulian ekologis yang paripurna. Paling tidak dua pendekatan ini memberikan keseimbangan pola pikir bahwa lingkungan yang baik berupa sumber daya alam yang melimpah yang diberikan Allah SWT kepada . Oleh karena itu. sebab fakta spritual menunjukkan bahwa terjadinya bencana alam seperti banjir. jelaslah aturan-aturan agama Islam yang menganjurkan untuk menjaga kebersihan dan lingkungan. Muttafaq ’alaih).Islam memberikan panduan yang cukup jelas bahwa sumber daya alam merupakan daya dukung bagi kehidupan manusia.telah berbuat baik. setiap manusia menghamburhamburkan air sebanyak 3 sampai 3 2/3 liter setiap orangnya setiap kali mereka berwudhu’. dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Allah SWT Telah memberikan fasilitas daya dukung lingkungan bagi kehidupan manusia. Padahal hasil penelitian yang dilakukan oleh Syahputra (2003) membuktikan bahwa rata-rata orang berwudhu’ sebanyak 5 liter.

D. serta sikap rakus pengusaha dengan menebang habis hutan tropis melalui aktifitas illegal logging. 1998) 5. pencemaran air dan tanah. Hal ini memerlukan pembiasaan diri yang dapat membuat kita menyadari hubungan manusia dengan lingkungan seperti yang telah dituntunkan dalam agama islam. Manusia memiliki tugas untuk menjaga lingkungan demi menjaga kelansungan hidup manusia itu sendiri dimasa akan datang. tidak berbuat kerusakan terhadap membiasakan diri bersikap ramah terhadap lingkungan lingkungan. Abdullah. Agama Cinta Agama Masa Depan.manusia tidak akan lestari dan pulih (recovery) apabila tidak ada campur tangan manusia. Kemampuan kita untuk menyadari hal tersebut akan menentukan bagaimana hubungan kita sebagai manusia dan lingkungan kita. hai orang-orang yang mempunyai pandangan” Bersikaplah menjadi pelaku aktif dalam mengolah lingkungan dan serta selalu melestarikannya. 2003) . Hal ini ditegaskan oleh dalam firmanNya di dalam surat Al-Hasyr ayat 2 : ”Maka ambillah (kejadian itu) untuk menjadi pelajaran. Jurnal Filsafat dan Teologi: Hak Asasi Manusia Tantangan Bagi Agama. DAFTAR PUSTAKA 4. Jhon. BAB III PENUTUP Kesimpulan Manusia sebagai khalifah di muka bumi ini harus bertindak sosial dengan cara memanfaatkan alam dan lingkungan untuk menyempurnakan serta meningkatkan kesejahteraan hidupnya demi kelangsungan hidup sejenisnya. Amin. sebut saja bencana alam Tsunami misalnya. Manusia mempunyai pengaruh penting dalam kelangsungan ekosistem serta habitat manusia itu sendiri. (Yogyakarta: Kanisius. haruslah menjadi pelajaran yang sangat berharga. (Bandung : Mizan. Umat Islam selalu berkeyakinan untuk tidak terperosok pada kesalahan yang kedua kalinya. pencemaran udara. Kejadian yang sangat dasyat yang kita alami akhir-akhir ini. Caputo. tindakan-tindakan yang diambil atau kebijakan-kebijakan tentang hubungan dengan lingkungan akan berpengaruh bagi lingkungan dan manusia itu sendiri. serta sederet bentuk kerusakan lingkungan hidup lainnya. Hal ini diingatkan oleh Allah dalam Surat Ar Ra’d ayat 11 : Artinya : Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.

Ife. 13.. 1995) 11. Gellner. Islam Dakwah dan Kesejahteraan Sosial. Giddens. Penerbit Yayasan Swarna Bhumy. dkk.6. (Boston: Allyn and Bacon. 2003. IISEP. Anthony. Harahap. 17. Yogyakarta .A. (Cambridge University Press.Jakarta. 1997. M. A.Vision. Almanak Lingkungan Hidup Indonesia 1995/1996. Jim. 12. Brenda dan Karla Krogsrud Miley. Islam dan Lingkungan Hidup. UPP AMP YKPN. Wawasan Al-Qu’an. Konsekwensi-Konsekwensi Modernitas. Sleman. Ernest. Mizan. Jakarta. Australia. 14. 1981) 8. 2005) 10. 1992) 7. (Yogyakarta:Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Fak. Jakarta. Yogyakarta. Muslim Society. (Longman. 1996. Dakwah UIN SUKA. 2002. Kementerian Lingkungan Hidup. (Yogyakarta:Kreasi Wacana. Universitas Gadjah Mada. 15. DuBois. Fikih Lingkungan. 16. Syahputra. Community Development: Creating Community Alternatives. Shihab. 2005. Pola Pemanfaatan air di Kecamatan Kalasan. Abdillah. Quraish. Yogyakarta. Kahar. Himpunan Peraturan Perundangundangan dibidang Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Pengendalian Dampak Lingkungan. 1996. M. Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup. Analysis and Practice. M. Social Work: An Empowering Profession. Tesis. Bandung. CIDA. 2005) 9. B.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->