Islam Dan Lingkungan Hidup Rabu, 19 Desember 2012 05:20:45 WIB ISLAM DAN LINGKUNGAN HIDUP Oleh Ustadz Abu

Ihsan al-Atsari

Dien Islam yang kaffah ini telah melarang segala bentuk pengerusakan terhadap alam sekitar, baik pengerusakan secara langsung maupun tidak langsung. Kaum Muslimin, harus menjadi yang terdepan dalam menjaga dan melestarikan alam sekitar. Oleh karena itu, seyogyanya setiap Muslim memahami landasan-landasan pelestarian lingkungan hidup. Karena pelestarian lingkungan hidup merupakan tanggung jawab semua umat manusia sebagai pemikul amanah untuk menghuni bumi Allâh Azza wa Jalla ini. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah melarang perbuatan merusak lingkungan hidup karena bisa membahayakan kehidupan manusia di muka bumi. Karena bumi yang kita tempati ini adalah milik Allâh dan kita hanya diamanahkan untuk menempatinya sampai pada batas waktu yang telah Allâh tetapkan. Oleh karena itu, manusia tidak boleh semena-mena mengeksplorasi alam tanpa memikirkan akibat yang muncul. Allâh berfirman :

Artinya : “Kami bacakan ayat-ayat itu kepadamu dengan benar dan tiadalah Allâh berkehendak untuk menganiaya hamba-hambaNya.” [Ali Imrân/3:108] Allah menciptakan alam ini bukan tanpa tujuan. Alam ini merupakan sarana bagi manusia untuk melaksanakan tugas pokok mereka yang merupakan tujuan diciptakan jin dan manusia. Alam adalah tempat beribadah hanya kepada Allâh semata. Allâh Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

artinya : “(Yaitu) Orang-orang yang mengingat Allâh sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), "Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” [Ali Imrân/3:191] ISLAM DAN KELESTARIAN ALAM

Kerusakan alam dan lingkungan hidup yang kita saksikan sekarang ini merupakan akibat dari perbuatan umat manusia. Allâh menyebutkan dalam firmanNya :

artinya : “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supaya Allâh merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” [ar-Rûm/30:41] Ibnu Katsîr rahimahullah mengatakan dalam tafsirnya, “Zaid bin Râfi’ berkata, 'Telah nampak kerusakan,' maksudnya hujan tidak turun di daratan yang mengakibatkan paceklik dan di lautan yang menimpa binatang-binatangnya.” Mujâhid rahimahullah mengatakan, “Apabila orang zhâlim berkuasa lalu ia berbuat zhâlim dan kerusakan, maka Allâh Azza wa Jalla akan menahan hujan karenanya, hingga hancurlah persawahan dan anak keturunan. Sesungguhnya Allâh Subhanahu wa Ta’ala tidak menyukai kerusakan.” Kemudian Mujâhid rahimahullah membacakan ayat di atas. Tapi, apakah kerusakan yang terjadi itu hanya disebabkan perbuatan manusia yang merusak lingkungan atau mengekplorasi alam semena-mena ataukah juga disebabkan kekufuran, syirik dan kemaksiatan yang mereka lakukan ? Jawabnya adalah kedua-duanya. Ibnu Katsîr rahimahullah telah menjelaskan dalam tafsirnya: “Makna firman Allâh (yang artinya) “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia,” yaitu kekurangan buah-buahan dan tanam-tanaman disebabkan kemaksiatan. Abul ‘Aliyah berkata, “Barangsiapa berbuat maksiat kepada Allâh di muka bumi, berarti ia telah berbuat kerusakan padanya. Karena kebaikan bumi dan langit adalah dengan ketaatan. Oleh karena itu apabila nabi ‘Isa turun di akhir zaman, beliau akan berhukum dengan syariat yang suci ini pada masa tersebut. Beliau akan membunuh babi, mematahkan salib dan menghapus jizyah (upeti) sehingga tidak ada pilihan lain kecuali masuk Islam atau diperangi. Dan di zaman itu, tatkala Allâh telah membinasakan Dajjal dan para pengikutnya serta Ya’jûj dan Ma’jûj, maka dikatakanlah kepada bumi, “Keluarkanlah berkahmu.” Maka satu buah delima bisa dimakan oleh sekelompok besar manusia dan mereka bisa berteduh di bawah naungan kulitnya. Dan susu unta mampu mencukupi sekumpulan manusia. Semua itu tidak lain disebabkan berkah penerapan syariat Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam. Maka setiap kali keadilan ditegakkan, akan semakin banyaklah berkah dan kebaikan. Karena itulah disebutkan dalam hadits shahih, yang artinya, "Sesungguhnya apabila seorang yang jahat mati, niscaya para hamba, kota-kota, pepohonan dan binatang-binatang melata merasakan ketenangan.”*1+ Salah satu bukti bahwa Islam sangat memperhatikan lingkungan alam sekitar adalah perintah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menyingkirkan gangguan dari jalan yang beliau jadikan sebagai salah satu cabang keimanan, perintah beliau untuk menanam pohon walaupun esok hari kiamat. Disamping

kita telah menjaga kehidupan manusia di sekitar kita. Bukankah satu pohon adalah jatah untuk dua orang ? Dalam hal ini pemerintah berhak memerintahkan rakyat untuk menanam pohon. al-Qurthubi berkata dalam tafsirnya, "Bercocok tanam termasuk fardhu kifâyah. Imam (penguasa) berkewajiban mendesak rakyatnya untuk bercocok tanam dan yang semakna dengan itu, seperti menanam pohon.”*2+ Bahkan untuk memotivasi umat beliau agar gemar menanam pohon beliau bersabda :

Muslim mana saja yang menanam sebuah pohon lalu ada orang atau hewan yang memakan dari pohon tersebut, niscaya akan dituliskan baginya sebagai pahala sedekah.[3] Bahkan pohon itu akan menjadi asset pahala baginya sesudah mati yang akan terus mengalirkan pahala baginya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : : . Tujuh perkara yang pahalanya akan terus mengalir bagi seorang hamba sesudah ia mati dan berada dalam kuburnya. (Tujuh itu adalah) orang yang mengajarkan ilmu, mengalirkan air, menggali sumur, menanam pohon kurma, membangun masjid, mewariskan mushaf atau meninggalkan anak yang memohonkan ampunan untuknya sesudah ia mati.[4] Menebang pohon, menggunduli hutan, membuang limbah ke sungai, membakar areal persawahan dan lain-lainnya sudah jelas termasuk perbuatan merusak alam yang bisa mendatangkan bencana bagi umat manusia. Banjir bandang, kabut asap, pemanasan global adalah beberapa diantara akibatnya. Namun sadarkah kita, bahwa kerusakan alam bukan hanya karena faktor-faktor riil seperti itu saja. Kekufuran, syirik dan kemaksiatan juga punya andil dalam memperparah kerusakan alam. Bukankah banjir besar yang melanda kaum Nuh Alaihissallam disebabkan kekufuran dan penolakan mereka terhadap dakwah Nuh Alaihissallam ? Bukankah bumi dibalikkan atas kaum Luth sehingga yang atas menjadi bawah dan yang bawah menjadi atas disebabkan kemaksiatan yang mereka lakukan ? Sebaliknya, keimanan, ketaatan dan keadilan juga berperan bagi kebaikan dan keberkahan bumi. Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Diantara pengaruh buruk perbuatan maksiat terhadap bumi adalah banyak terjadi gempa dan longsor di muka bumi serta terhapusnya berkah. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melewati kampung kaum Tsamûd, beliau melarang mereka (para sahabat) melewati kampung tersebut kecuali dengan menangis. Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam juga melarang

” Kebanyakan musibah-musibah yang Allâh Azza wa Jalla timpakan atas manusia sekarang ini disebabkan perbuatan dosa yang mereka lakukan. ya bisa. “Biji gandum ini tumbuh pada masa keadilan ditegakkan. kita sebagai umat muslim seharusnya memahami arti pentingnya menjaga kelestarian . menimba sumur-sumurnya.[6] Begitulah pengaruh dosa dan maksiat! Hajar Aswad yang turun dari surga dalam keadaan berwarna putih bersih lebih putih dari salju bisa menghitam karena dosa. kepada sunnah Nabi-Nya. namun karena ulah manusia itu sendiri. “Telah ditemukan dalam gudang milik Bani Umayyah sebutir gandum yang besarnya seperti sebutir kurma. Bahkan di tempat-tempat yang biasanya tidak banjir sekarang menjadi langganan banjir ! Tidakkah manusia mau menyadarinya? Atau manusia terlalu egois memikirkan diri sendiri tanpa mau menyadari pentingnya menjaga alam sekitar yang bakal kita wariskan kepada generasi mendatang !? Allâh Azza wa Jalla memberi manusia tanggung jawab untuk memakmurkan bumi ini.”*5+ Barangkali ada yang bertanya apakah maksiat yang tidak ada sangkut pautnya dengan alam bisa juga merusak alam ? Jawabnya. ia berkata. mengatur kehidupan lingkungan hidup yang baik dan tertata. Banjir. Ini membuktikan bahwa dosa dan maksiat juga memberikan pengaruh pada perubahan yang terjadi pada alam sekitar. Oleh karena itu. Hujan yang sejatinya. Sejumlah orang tua di padang pasir telah mengabarkan kepadaku bahwa mereka pernah mendapati buah-buah yang ukurannya jauh lebih besar daripada buah-buahan yang ada sekarang. Bukankah Hajar Aswad menghitam karena maksiat yang dilakukan oleh manusia ? Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : ، Hajar Aswad turun dari surga lebih putih warnanya daripada salju.mereka meminum airnya. maka berkah itu akan berganti menjadi musibah. Imam Ahmad telah menyebutkan dalam Musnadnya. Sebagaimana halnya pengaruh dosa yang mengakibatkan berkurangnya hasil panen buahbuahan. Dan Allâh Subhanahu wa Ta’ala akan menuntut tanggung jawab itu di akhirat kelak. tanah longsor dan beragam bencana muncul saat musim hujan tiba. hujan justru membawa berbagai bencana bagi manusia. Allâh turunkan untuk membawa keberkahan dimuka bumi. lalu menjadi hitam karena dosa-dosa anak Adam. Gandum itu ditemukan dalam sebuah kantung yang bertuliskan. hingga beliau memerintahkan agar menggunakan air yang mereka bawa untuk mengadon gandum. Apabila manusia tidak segera kembali kepada agama Allâh Azza wa Jalla . Karena maksiat kaum Tsamûd ini telah mempengaruhi air di sana.

maka hal itu lebih membahayakan umat manusia.” Sesungguhnya dengan akal yang Allâh Azza wa Jalla anugerahkan. Ibnu Katsîr rahimahullah berkata. semua ada aturannya. "Firman Allâh Azza wa Jalla (yang maknanya-red). “Maksudnya yaitu dari setiap sesuatu yang ditimbang dan ditentukan ukurannya.' Allâh melarang tindakan perusakan dan hal-hal yang membahayakan alam. “maksudnya ukuran yang telah ditentukan. manusia lebihkan dari makhlukmakhluk lainnya. membentangnya. pasir. Oleh karena itu. tanah (dataran). Allâh Azza wa Jalla telah menciptakan semua itu dengan sangat detail dan teratur. sesudah (Allah) memperbaikinya. Ikrimah. 'Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi.” Sedang Ibnu Zaid mengatakan. Kita lebih mulia dari hewan. Mereka punya kewajiban untuk melestarikan alam semesta. Bukankah Allâh Azza wa Jalla telah berfirman : Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran. sesudah (Allah) memperbaikinya. setelah dilakukan perbaikan atasnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman : Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi. [alA’râf/7:56+ Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan ayat ini sebagai berikut. berdoa.lingkungan hidup. Qatâdah dan ulama yang lainnya. lembah-lembah. Pendapat serupa juga dikemukakan oleh Sa’id bin Jubair. Di antara para ulama ada yang mengatakan. dan tunduk serta merendahkan diri kepada-Nya. “Selanjutnya Allâh Azza wa Jalla menyebutkan bahwa Dia yang telah menciptakan bumi. Ibnu ‘Abbâs Radhiyallahu anhu berkata tentang firman Allâh Azza wa Jalla “Segala sesuatu dengan ukuran” Mauzun artinya adalah diketahui ukurannya (proporsional dan seimbang). menjadikannya luas dan terhampar.” . menjadikan gunung-gunung diatasnya yang berdiri tegak. Coba anda lihat. Sebab apabila berbagai macam urusan sudah berjalan dengan baik lalu setelah itu terjadi perusakan. Allâh Azza wa Jalla melarang hal itu dan memerintahkan para hamba-Nya agar beribadah. semua sudah ada ukurannya. [al-Hijr/15:19] Ya. hewan saja memiliki kesadaran menjaga keseimbangan alam dan lingkungan hidup. lalu apakah kita selaku manusia justru menghancurkannya ? Janganlah kamu berbuat kerusakan sesudah Allâh memperbaikinya! Maka kita punya tanggung jawab besar untuk menjaga keseimbangan alam dan lingkungan hidup demi kesejahteraan hidup manusia di bumi ini. dan berbagai tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan yang sesuai.

Referensi: 1. danau dan laut. hujan dan aliran air ke sungai. Begitulah proses perubahan diciptakan untuk memelihara keberlanjutan (sustainability) bumi. 6. Jl. Dialah yang mengirim angin. syirik dan maksiat.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. Tafsir ath-Thabari. Shahîh al-Bukhâri. Mereka inilah inilah yang sebenarnya tidak memahami tujuan penciptaan alam semesta ini. HR Bukhâri (6512). 3. 2. Dan juga dengan menjauhi kekafiran. lalu angin itu menggerakkan awan dan Allâh membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya. al-Qur'ân al-Karîm. Karena dosa dan maksiat akan mendorong manusia untuk merusak dan mengotori alam ini dengan noda-noda maksiat mereka. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta. Shahîh Muslim. 7. [Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 01/Tahun XIV/1431H/2010M. memakmurkannya dengan tauhid dan sunnah. Sembari terus menumbuhkan kesadaran bahwa kita tidak sendiri hidup di muka bumi. maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendakiNya. Tafsîr al-Qurthubi (III/306). Kewajiban ini kita laksanakan dengan menjalankan syariat Allâh Azza wa Jalla di muka bumi. 4. Ibnul Qayyim. Umdatut Tafsîr Ibnu Katsîr. Proses ini dikenal sebagai siklus hidrologi. . 0271-858197 Fax 0271858196] _______ Footnote [1]. al-Fawâid. mencakup proses evaporasi. lalu kamu Lihat hujan keluar dari celah-celahnya. Riyadhus Shâlihîn. 5. Allâh Azza wa Jalla berfirman: Allah. an-Nawawi. dan menjadikannya bergumpal-gumpal. Ada makhluk-makhluk Allâh Subhanahu wa Ta’alaainnya selain kita di sekitar kita.Dalam ayat lain Allâh Subhanahu wa Ta'ala menjelaskan tentang siklus hidrologi yang menjadi salah satu elemen terpenting bagi kelangsungan kehidupan makhluk di muka bumi. [ar-Rûm/30:48]. tiba-tiba mereka menjadi gembira. [2]. Solo-Purwodadi Km. kondensasi.

kehendak. pembelajar dipandang sebagai subjek sekaligus objek dalam aktivitas tarbiyah. Setiap makhluk hidup akan sangat terpengaruh oleh lingkungan hidupnya. Makhluk hidup dan lingkungannya itu mempunyai hubungan sangat erat satu sama lain. maupun immateri seperti akal. kecerdasan. tegap jasmaniyahnya. halus perasaannya. [6]. Muhammad Athiyah memberikan pengertian bahwa pendidikan Islam (al-Tarbiyah al-Islamiyah) mempersiapkan manusia supaya hidup dengan sempurna dan berbahagia. [4]. Oleh sebab itu. bangsa dan negara. Ibnu Khuzaimah (I/271) dan dishahihkan oleh al-Albâni dalam Silsilatul Ahâdîtsis Shahîhah (2618). nilai dan pembentukan kepribadian (Transpormatif). Demikian juga dalam proses pendidikan mencakup alih (transper) ilmu. 2. Namun dalam arti sempit pendidikan Islam adalah usaha sadar dan terencana yang sesuai dengan nilai-nilai Islam untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. manis tutur katanya baik dengan lisan atau tulisan. Ilmu yang khusus mempelajari tentang tempat tinggal ini disebut ekologi. dan kemauan yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan serta fleksibel. saling mempengaruhi. mengembangkan dan mempertanggung jawabkan secara sempurna semua dimensi manusia baik materi seperti fisiknya. [5]. yaitu: a. Dishahihkan oleh al-Albâni dalam Shahîh al-Jâmi’ (3602) dari Anas. Berbagai jenis makhluk hidup dan b) benda-benda yang bukan makhluk hidup. Kalau diperhatikan suatu lingkungan hidup selalu berdiri dari dua jenis. sebaliknya makhluk hidup itu sendiri juga dapat mempengaruhi lingkungannya. Ekologi berasal dari bahasa Yunani ”Oikos” yang berarti rumah atau tempat tinggal. setiap individu di tuntut untuk bertan ggung . Pengertian Lingkungan Yang dimaksud dengan lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar tempat hidup atau tempat tinggal kita. memimpin. budaya. 65. Pendidikan Islam Berwawasan Lingkungan 1. hati. hlm. Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi (I/166). kepribadian. tradisi. akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya. Dalam proses pendidikan Islam. HR Bukhâri (6012). mencintai tanah air. sempurna budi pekertinya (akhlaknya). masyarakat. teratur pikirannya. al-Fawâid. memelihara.[3]. pengendalian diri. Pengertian Pendidikan Islam Pendidikan Islam dalam arti luas adalah kehidupan dan kehidupan adalah pendidikan Islam. Karena setiap apa yang kita alami sengaja atau tidak sengaja. Dalam proses pendidikan mencakup menumbuhkan. sehingga merupakan satu kesatuan fungsional yang disebut ”Ekosistem”. Islam menganjurkan untuk mengambil hikmah (pembelajaran) dari peristiwa atau pengalaman tersebut.

Jika kalian berada di sekolah. Hakikat Alam (kosmosentris) sebagai asas pendidikan Islam. menunjukan bahwa di antara undang-undang natural yang menguasai perjalan alam ini ialah undang-undang kausal (sebab akibat). lingkungan biotiknya berupa teman-teman sekolah.al-Qamar [54]: 49 dan al-Mulk [67]:2-4). Alam atau mikrokosmos adalah selain Tuhan dan manusia merupakan bagian (mikrokosmos) dari alam mikrokosmos. saling kait mengait. serta membentuk pandangannya terhadap alam. Adapun berdasarkan UU No. juga berbagai jenis tumbuhan yang ada di kebun sekolah serta hewan-hewan yang ada di sekitarnya. antara konsep kenyataan. meja kursi. harmonis dan terus menerus. gedung sekolah. kebersihan. lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda dan kesatuan makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang melangsungkan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya. Al-Sajadah [32]:4 dan al-Zumar [39]: 62). bahwa karena keteraturan alam. Setiap alam di dunia ini mempunyai tujuan tertentu (QS. Lingkungan bisa dibedakan menjadi lingkungan biotik dan abiotik. Semuanya kait mengait. papan tulis. mengharuskan manusia bekerjasama dalam mewujudkan kehidupan yang bersifat umum dan mewujudkan manusia yang baik dengan sikapnya yang khusus. bapak ibu guru serta karyawan. baik di rumah maupun di luar rumah. Menurut Abud.jawab atas keharmonisan. setiap muslim diarahkan supaya punya pandangan terhadap jagat raya. maka proses pendidikan bisa terputus keterhubungan antara realitas dilapangan dan idealisme. . Al-Furqan [25]: 2). dan semua orang yang ada di sekolah. dan antara keagamaan (teosentris). Manusia merupakan dari alam dan tidak pernah melepaskan diri darinya serta suatu kewajiban baginya untuk mempelajari. dan berbagai macam benda mati yang ada di sekitar. keindahan dan keteraturan lingkungan ia tinggal. Undang-undang kausal mempertalikan kejadian alam semacam urutan mata rantai yang berentetan. dirinya. kehidupan. Dengan adanya keteraturan alam dan saling kait mengait menurut Syaibani. setiap unsur bergantung kepada unsur lain sehingga menjadi sempurna. masyarakat dan hubungannya dengan kehidupan sesuai dengan nilai-nilai Islam. Seorang pendidik muslim tanpa kekokohan nilai-nilai dasar (struktur ide) Islam yang dipeganginya. Alam ini tunduk pada sunnah yang telah diciptakan-Nya. Pendidikan Islam Dan Hakikat Alam Pendidikan merupakan suatu proses yang berkaitan dengan kegiatan mempersiapkan dan mengembangkan seluruh peserta didik baik yang bersifat materi maupun immateri. Pengertian lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia yang memengaruhi perkembangan kehidupan manusia baik langsung maupun tidak langsung. Alam diciptakan menurut ukuran dan perencanaan yang matang (QS. 3. memahami dan mengenal rahasia alam ini. Adapun lingkungan abiotik berupa udara. 23 Tahun 1997. yang mempunyai keteraturan dan diciptakan dengan tujuan yang mulia (QS. yang menurut konsep lain disebut sunnatullah. berlangsung dengan penuh keteraturan. Pada hal hubungan itu harus selalu integral. Islam memandang alam ini diciptakan Allah SWT. dan saling melengkapi antara yang satu dengan yang lainnya. kemanusiaan (antroposentris) dan kealaman (kosmosentris).

baik biotik (sumber alam yang dapat diperbaharui) maupun abiotik (sumbersumber yang tidak dapat diperbaharui). (QS. Allah SWT. Al-Baqarah: 30. supaya sesuai dengan maksud Allah menyediakan itu semua. bagaimana Allah menghidupkan bumi yang sudah mati. dan dia Maha Kuasa atas segala sesuatu”. Begitupun ia menjadikan seluruh makhluk hidup di bumi ini untuk tumbuh dan berkembang. muncul jenis-jenis baru tumbuh-tumbuhan dan hewanhewan yang disediakan untuk lingkungan hidup manusia agar sejahtera hidupnya. (QS. Allah SWT berfirman : "Allah Pencipta langit dan bumi. sehingga terwujud kesejahteraan dan kebahagian hidup manusia lahir dan batin. agar lingkungan hidup itu dapat berfungsi sebagaimana mestinya sesuai dengan kodratnya masing-masing. Ar-Ruum: [30] 50) Ayat ini menerangkan bahwa hidup ini adalah rahmat Allah dan bahwa bumi yang kini menjadi tempat tinggal manusia sebelumnya adalah mati atau tandus. Ar-Ruum [30] 24: ”Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya. Dalam QS. artinya memperlakukan bermacam ragam benda." mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah. yaitu jauh sebelum manusia diciptakan. Perhatikan firman Allah SWT dalam QS. Dan ia melengkapi segala sesuatu yang perlu bagi pertumbuhan dan perkembangan itu. lalu di hidupkan Allah dengan kekuasaannya. berfirman: “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi. terutama karena ada air dan karbon (zat arang) yang menjadi pokok pembinaan jasad-jasad mereka. mengumumkan rencana penciptaan manusia. Lingkungan itu perlu diolah dan dimanfaatkan manusia sebaik-baiknya. menjelaskan: ”Maka perhatikanlah bekas-bekas rahmat Allah. (Al-Baqarah: [2] 17) Baru setelah itu. dan bila dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu. Kita harus mencintai lingkungan. lalu menghidupkan bumi dengan air itu sesudah matinya.Telah berjuta-juta tahun yang lalu Allah SWT telah menciptakan alam semesta. Allah SWT. termasuk bumi dan isinya. Sesungguhnya (Tuhan yang berkuasa seperti) demikian benar-benar (berkuasa) menghidupkan orang-orang yang Telah mati. dia memperlihatkan kepadamu kilat untuk (menimbulkan) ketakutan dan harapan." (Al-Baqarah: [2] 30) Setelah kelahiran manusia. padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui. dan dia menurunkan hujan dari langit. Maka (cukuplah) dia Hanya mengatakan kepadanya: "Jadilah!" lalu jadilah ia". Ar-Ruum: [30] 24) . Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mempergunakan akalny”. Demikian pula Allah SWT. Al-Baqarah: [2] 17. Dalam QS.

4. manusia pasti di ciptakan setelah adanya binatang-binatang yang dagingnya layak dikonsumsi. Maka tidak ada dikotomi dan pertentangan antara ilmu dan wahyu. secara rasional manusia merupakan makhluk hidup yang diciptakan belakangan. Tumbuhtumbuhan itu diciptakan setelah adanya air dan air itu diturunkan untuk menghidupkan bumi yang mati dan tandus itu. tempat rekreasi. pembangunan waduk untuk pembangkit tenaga listrik. bahwa Tuhan menciptakan alam ini dengan maksud-maksud tertentu yang harus kita cari dan teliti. karena pada hakikatnya keduanya akan mengantarkan kita kepada keyakinan akan keagungan Tuhan (Tauhid). segala benda mati. Beberapa ayat Al-Qur’an tentang air dalam kehidupan manusia. tempat mencari ikan dan didalamnya terkandung kekayaan alam baik yang sudah ditemukan manusia maupun yang masih terpendam sebagai harta karun. Al Furqaan [25]: 54. antara IPTEK dan Agama. Selain itu air laut dapat pula dibuat garam. mandi dan sebagainya sampai pemanfaatan untuk pertanian. Diantara fasilitas lingkungan hidup adalah air. Firman Allah SWT. Binatang-binatang itu diciptakan setelah adanya tumbuh-tumbuhan. ditimpa angin yang sangat. Lingkungan alam sekitar punya peranan penting dalam pendidikan Islam. Air laut yang asin dimanfaatkan oleh manusia untuk jalur taransportasi antar pulau dan benua. Manusia dan Lingkungannya Lingkungan hidup yang Allah sediakan untuk kehidupan manusia meliputi seluruh langit raya dengan bagian-bagiannya (langit.Al Waqiah [56]: 68-80. yaitu setelah berbagai fasilitas bagi kehidupannya tersedia dimuka bumi ini. Pencarian makna alam inilah yang melandasi setiap kegiatan penelitian ilmiah dan pengembangan ilmu pengetahuan khusunya di dunia pendidikan Islam. Al-Quran menjelaskan bahwa Allah SWT. Air merupakan kebutuhan pokok manusia dan makhluk hidup lainnya sejak penggunaan paling kecil. . menjadikan gunung sebagai pasak bumi dan sebagai stabilisator lapisan kulit bumi.Al-Baqarah [2]:22. Dari pemahaman inilah akan terbentuk suatu gambaran menyeluruh terhadap alam. bumi kita ini (sudah membeku diterpa angin dan badai. Selain itu. serta berbagai fenomena jagat raya lainnya yang multidimensional). seperti minum. QS. Oleh karena itu. Goncangan-goncangan hebat yang berasal dari lapisan dalam paru bumi. An Nuur [24]: 45. Terlepas dari semua itu. berupa gempa raya.Menurut Damanhuri Jamil (1985:89) melanjutkan hal diatas setelah lebih dari seribu juta tahun. masak. proyek perikanan. QS. dan sebagai penangkal banjir. dan makhluk hidup yang ada. mencuci. Itu semua membuktikan kekuasaan Allah yang tidak terbatas. ditimpa banjir besar. diantaranya adalah berikut ini: QS. QS. juga menunjukan ilmu dan hikmah (kemaha bijaksanaan)Nya yang sangat sempurna dalam menciptakan jagat raya ini. Karena lingkungan merupakan elemen yang signifikan dalam pembentukan personalitas serta pencapaian keinginan-keinginan individu dalam kerangka umum peradaban. Di dalam QS. Al Anbiyaa [21]: 30.Yasin [36]: 33. dan gerakan-gerakan lain yang disebabkan oleh geothermal akhirnya menyebabkan tingkat kematangan bagi bumi untuk melahirkan makhluk hidup.Az-Zumar [39]:21. QS. bumi. QS.

Akan tetapi. kemudian muncul air yang tetap bening melalui kali dan terhimpun menjadi sungai. Dalam surat An-Nahal [16]: 14. kayu-kayu besar dan daun-daunya yang rimbun serta akar-akar yang menjalar bersama semak-semak disekitarnya menampung air hujan yang selaru turun dipegunungan. Tanah longsor. kekayaan alam ini berada diatas perut bumi. platina. agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan). Dengan pengetahuan geologi dan minerologi. (An-Nahl [16]: 14) Dengan demikian. barangbarang tambang itu semakin tinggi kualitasnya. sebagian dari isi bumi berhasil disingkap dan dapat dinikmati oleh manusia.Qaf: 7-9. dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya. besi mangan. An-Namal: 60. Bahkan Ibnu sina yang terkenal sebagai bapak kedokteran. berfirman: ”Dan Dia-lah. perak. QS. nyatalah bahwa seluruh kekayaan dijagat raya ini adalah milik Allah yang diperuntukan untuk manusia. (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Hutan juga berperan sebagai pelindung banjir. minyak bumi. dan supaya kamu bersyukur”. melindungi permukaan tanah sehingga mencegah terjadinya banjir dan longsor. seperti: batu bara. (Al-Hadid [57]: 25)” Laut dengan seluruh kekayaannya juga disediakan bagi manusia. QS. Sungai bermuara di laut-menguap dan menjadi hujan kembali dan begitu sterusnya terjadi sirkulasi yang tak terputus-putusnya. dan kamu melihat bahtera berlayar padanya.Hutan berperan sebagai paru-paru dunia yang senantiasa memperbaharui oksigen serta membersihkan udara. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa. sempat pula menulis tentang gunung-gunung. emas. dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai. seperti Jabir dan Al-Kindi. merupakan cadangan energi yang luar biasa. menyimpan air sebagai persediaan dimusim kemarau. Barang-barang tambang. betapa buruknya dampak dari penebangan hutan semena-mena tanpa upaya untuk melestarikannya atau meremajakan kembali. Semakin lama tersimpan. Allah yang menundukkan lautan (untukmu). alumunium. buku tersebut dipandang sebagai jalan dalam sejarah geologi. gas alam dan lain sebagainya. batu-batu dan barang tambang. longsor dan penyimpanan persediaan air di pegunungan. Allah SWT. air terus-menerus keruh dan banjir besar sering tak terkendali. Beberapa sarjana muslim abad pertengahan telah menyusun karangan dalam lapangan minerelogi. Dalam menggunakan kekayaan alam itu hendaklah sehemat . sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya berbagai jenis tumbuhan dan ikan serta sumber kekayaan laut yang sangat tinggi nilainnya. Air tersebut meresap kedalam tanah dan di sela-sela rimba. seperti difirmankan Allah SWT : ”Dan kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia. timah. Hal ini sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. dan perlindungan bagi satwa.

baik waktu maupun ruangnya. makin berkembanglah pendirian pabrik-pabrik untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. 5. Pencemaran Lingkungan Polusi atau pencemaran adalah suatu keadaan dimana kondisi suatu habitat (tempat dimana makhluk hidup itu berada) tidak murni lagi. b. rongsokan kendaraan yang sudah tua. Polusi air dapat terjadi karena penggunaan zat-zat kimia yang berlebihan. asma. tidak menurut aturan yang telah ditentukan. yang melebihi dosis yang telah ditentukan. lebih-lebih jika dapat mengganggu kesehatan. Pencemaran lingkungan disebabkan berbagai hal. Pencemaran Tanah Pencemaran tanah disebabkan berbagai hal. Karena itu perlu kesadaran manusia untuk memelihara air jangan sampai kotor. dan sebagainya. Pencemaran air juga dapat terjadi disebabkan ia mengandung sampah kimia dari pabrik-pabrik sebagai bahan pencuci yang dibuang ke sungai-sungai. bronchitis. kaleng-kaleng. Hal ini disebabkan banyak gas yang membahayakan yang memenuhi udara. Pemupukan yang terlalu banyak. Air bukan saja dibutuhkan manusia. Makin besar jumlah penduduk. Pencemaran-pencemaran itu dapat berupa: a. melaikan juga oleh semua makhluk hidup. Plastik tidak hancur oleh proses pelapukan dan besi-besi tua menimbulkan karat. karena jumlah garam yang sangat besar akan menyerap air tanah. Pencemaran Air Sebagaiman diketahui bahwa manusia amat membutuhkan air. Meskipun permukaan bumi ini penuh dengan air. c. karena pengaruh habitat tersebut. seperti karbon monoksida dan partikel-partikel halus dari timah hitam. sehingga tanah tidak bisa ditumbuhi tumbuh-tumbuhan. seperti pengunaan DDT.dan secermat mungkin jangan menyia-nyiakan serta merusaknya karena kehidupan manusia sangat terbatas. Hal ini lebih dirasakan setelah meledaknya jumlah penduduk yang mendiami bumi. seperti sampah-sampah plastik. namun sering menjadi masalah dalam memperoleh air bersih. . terutama disebabkan perbuatan dan tingkah laku manusia yang tidak memperhatikan keserasian alam dan kelestariannya. tetapi bersamaan dengan itu muncullah suatu keadaan polusi udara yang mengganggu pernapasan dan menimbulkan penyakit pada alat-alat pernapasan. Tanah pertanian menjadi kering dan keras. menyebabkan juga polusi tanah. Pencemaran Udara Pencemaran udara disebabkan oleh asap yang keluar dari pabrik-pabrik dan kendaraan bermotor. endrin. Pencemaran ini ditambah dan diperburuk oleh jumlah besar asap motor yang dibuang oleh knalpot-knalpot kendaraan bermotor.

Upaya Pendidikan Islam Dalam Melestarikan Lingkungan Upaya pendidikan Islam dalam melestarikan lingkungan yakni dengan menerapkan kurikulum pendidikan Islam berwawasan lingkungan kepada setiap peserta didik. Manusia secara kodrati sudah mempunyai rasa cinta lingkungan sejak awal. yang merupakan syarat syahnya sebagi khalifah diberi wewenang dan hak untuk memanfaatkan alam bagi kebutuhan hidupnya. Dengan itu. gangguan saraf. kendaraan bermotor. alam atau teknologi juga merupakan ayat Tuhan yang harus dipahami sebagaimana kita memahami Al-Qur’an. yaitu adanya suara dari pabrik-pabrik. yaitu untuk mengolah sumber daya alam untuk memakmurkan makhluk hidup tetapi pengolahahan itu harus didasarkan pada rasa tanggung jawab yakni rasa tanggung jawab kepada kemanusiaan. Pendidikan Islam yang berfalsafatkan Al-Qur’an sebagai sumber utamanya. pernapasan. Dari pemahaman inilah . Namun penempatan ini tidak boleh berlebih-lebihan apalagi merusak ekosistem. Selain sebagai sarana pemenuhan kebutuhan hidup. perasaan gelisah dan lain sebagainya. Ada potensi yang terpendam dalam tiap-tiap diri kita untuk memelihara dan menjaga keseimbangan lingkungan secara etis. karena rusaknya alam akan berakibat bencana dan malapetaka bagi kehidupan kita semua. senang untuk memelihara lingkungan sekitar. kapal terbang dan sebagainya. Dari pemahaman itulah akan terwujud keimanan yang mantap kepada Tuhan dan kemantapan diri sebagai manusia yang harus menyebarkan kedamaian di muka bumi. rasa dan karsa.d. Hud: 61. Pendidikan berintikan interaksi antara pendidik dengan peserta didik dalam upaya membantu peserta didik menguasai tujuan-tujuan pendidikan. Nilai utama yang di usung dari pendidikan Islam berwawasan lingkungan ini adalah tumbuh rasa cinta. Sebagaimana dijelaskan dalam QS. 7. diharapkan peserta didik terlatih untuk berinteraksi dengan lingkungan secara etis. kelenjar-kelenjar. karena kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan. 6. dapat menimbulkan gangguan jasmaniah dan rohaniah. Pendidikan Islam adalah suatu proses edukatif yang mengarah kepada pembentukan akhlak atau kepribadian. Hak ini dinamakan sebagai hak isti’mar. Kesimpulan/Analisis Manusia yang diberi anugrah cipta. Pencemaran suara terutama dirasakan di kota-kota. misalnya gangguan jantung. menjadikan Al-Quran sebagai sumber utama penyusunan Kurikulum. dengan penanaman pengetahuan dan sikap agar bisa mencintai dan memelihara lingkungan secara baik serta mampu berinteraksi dengan lingkungan sekitar secara manusiawi. Suara yang terlalu bising mengganggu ketenangan. begitu juga tanggung jawab kepada Tuhan yang telah memberikan hak dan tanggung jawab itu. sehingga menjadi karakter peserta didik yang sadar akan pentingnya melestarikan lingkungan. Pencemaran Suara Suara juga bisa tercemar.

Pencarian makna alam inilah yang melandasi setiap kegiatan penelitian ilmiah dan pengembangan ilmu pengetahuan khusunya di dunia pendidikan Islam. B. dan menanam pepohonan. antara IPTEK dan Agama. Maka tidak ada dikotomi dan pertentangan antara ilmu dan wahyu. sehingga banyak kita jumpai ayat-ayat ilmiah Al-Qur’an yang membahas tentang lingkungan. Perbuatan tersebut akan mendatangkan pahala yang besar disisi Alloh SWT dan bekerja untuk memakmurkan bumi merupakan amal ibadah kepada Alloh SWT. pencemaran. Pendidikan lingkungan yang diajarkan oleh Rasullloh SAW berdasarkan wahyu. Rumusan Masalah 1. karena pada hakikatnya keduanya akan mengantarkan kita kepada keyakinan akan keagungan Tuhan (Tauhid). serta pentingnya usaha mengubah tanah yang tandus menjadi kebun yang subur. bahwa Tuhan menciptakan alam ini dengan maksud-maksud tertentu yang harus kita cari dan teliti. Pesan-pesan Al-Qur’an mengenai lingkungan sangat jelas dan prospektif. karena al-qur’an telah menjelaskan tentang pentingnya menjaga lingkungan dengan meletakkan dasar dan prinsipnya secara global. dalam makalah ini penyusun akan mencoba membahas secara luas mengenai al-qur’an dan lingkungan. Latar Belakang Masalah Pendidikan yang baru dan termasuk yang penting untuk masa sekarang adalah pendidikan lingkungan.akan terbentuk suatu gambaran menyeluruh terhadap alam. Makalah Islam dan Lingkungan BAB I PENDAHULUAN A. atau perusakan. Bagaimana pandangan Al-Qur’an yang berkaitan dengan lingkungan? . Oleh karena itu. Abu Darda ra pernah mengatakan bahwa di tempat belajar yang diasuh oleh Rasululloh SAW telah diajarkan pentingnya bercocok tanam. Apa sebenarnya lingkungan dan bagaimana kondisinya pada saat ini? 2. Pendidikan tersebut berkenaan dengan kepentingan lingkungan di sekitar manusia dan menjaga berbagai unsurnya yang dapat mendatangkan ancaman kehancuran. Pendidikan lingkungan telah diajarkan oleh Rasululloh SAW kepada para sahabatnya.

Mungkin sebagian besar orang baru menyadari dan merasakan akan dampak tingkah lakunya di masa lampau yang terlalu berlebihan mengeksploitasi alam secara berlebihan. Kapitalisme telah memperhadapkan umat manusia kepada problem kerusakan sumber daya alam dan lingkungan. akan banyak pengusaha yang bergerak disektor pengolahan lingkungan yang tidak mengindahkan prinsip pembangunan berkelanjutan. Tentunya keruskan itu kelak akan menjadi sumber bencana alam akibat ulah manusia. Inilah yang kita takutkan. Dalam perdagangan bebas. dll. Mungkin saat ini kita tidak sadar bahwa sebenarnya kita telah terbawa oleh sistem kapitalisme. Kondisi Lingkungan Pada Masa Ini Masalah lingkungan hidup dewasa ini telah menjadi isu global karena menyangkut berbagai sektor dan berbagai kepentingan umat manusia. . Peningkatan pengolahan sumber daya alam tentunya dapat memunculkan kerusakan lingkungan. pakar ekonomi akan selalu bangga dan optimis terhadap pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Di dorong motif kepentingan diri (self-interest). Bahkan potensi alam tersebutdapat menarik masuk investor-investor asing untuk berbisnis di negeri ini. lapisan ozon yang menipis. Khususnya Indonesia yang memiliki potensi alam yang sangat melimpah. tapi di sisi lain keadaan ini dapat membuat orang untuk mengeksploitasinya secara maksimal untuk kepentingan pribadi. Dengan potensi alam yang sedemikian melimpahnya telah membuat orang-orang berusaha untuk mengolah secara maksimal. Dengan ini mengindikasikan adanya peningkatan kapasitas penggunaan sumber daya alam. Dengan adanya potensi yang begitu melimpahnya memang kita akui dapat membantu memajukan perekonomian negara. mencairnya es di kutub.BAB II PEMBAHASAN A. Kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini bisa dikatakan telah menyebar di berbagai belahan dunia. dan kompetisi tak bermoral. Diantaranya isu efek rumah kaca. kebebasan (fredom).[1] Perubahan sistem ekonomi dengan adanya liberalisasi perdagangan telah disinyalir turut mempercepat kerusakan dan pencemaran di bumi. rezim kapitalisme telah berhasil mendudukan alam sebagai objek eksploitasi tanpa batas. Hal ini terbukti dengan munculnya isu-isu kerusakan lingkungan yang semakin santer terdengar. kenaiakan suhu udara.

Dominasi manusia terhadap alam memang menjdai suatu fitrah. Padahal seharusnya manusia sebagai makhluk yang dimulyakan dengan akal. dll.Timbulnya kerusakan alam atau lingkungan hidup sebagian besar adalah hasil perbuatan manusia. manusia mampu menaklukan segala apa yang ada di alam untuk keperluan dirinya. keadaan seperti inilah yang sekarang sedang terjadi. seperti bencana banjir bandang. air sungai dan laut beracun yang menyebabkan mati atau tercemarnya ikan dengan zat beracun. Kami beri merka rezeki yang baik-baik dan kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan mahluk yang telah Kami ciptakan “ (Q. Kerusakan lingkungan diperparah lagi dengan banyaknya kendaraan bermotor. Limbah-limbah pabrik sering kali dibuang seenaknya ke sungai yang akhirnya bermuara ke laut.SS Al-Isra’ (17). Pemerintah yang diharapkan dapat memberikan jalan keluar dari persoalan ini malah mengeluarkan kebijakan yang aneh. Dengan akal fikirannya. Kelebihan karunia yang diberikan Allah SWT . Manusia mempunyai daya inisiatif dan kreatif. Sejalan dengan kemajuan tersebut. Karena manusialah yang diberi tanggung jawab sebagai khalifah di bumi. Oleh karena itu. Kebudayaan manusia makin lama makin maju sesuai dengan perkembangan dan kemajuan ilmu pengtahuan dan teknologi. Inilah yang menjadi masalah kita bersama sebagai umat Islam. sejak awal Allah telah memperingatkan adanya akibat ulah manusia . kekringan. Apakah umat Islam mayoritas saat ini telah meninggalkan agamanya dan melupakan sumber ajarannya. perkembangann persenjataan dan alat perusak lingkungan makin maju pula. Sungguh ironis ketika Indonesia yang memiliki penduduk mayoritas umat Islam telah mencatat sejarah kehancuran alamnya[2]. Pencemaran tersebut membahayakan keselamatan hidup manusia dan kehidupan sekelilingnya.[3] Padahal dalam Al-Qur’an banyak terdapat ayat-ayat yang membahas lingkungan dan cara memanfaatkannya. dan pabrik-pabrik yang menimbulkan pencemaran udara atau polusi. sehinggga minyaknya tumpah ke laut.(70) Keutamaan yang sempurna dari kebanyakan mahluk lain ialah karunia akal yang dimiliki manusia. tanah longsor. Akibatnya. tersirat dalam kalamnya : “Dan sesungguhnya telah kami muliakan anak-anak Adam . Kami angkut mereka di daratn dan di alautan. Apakah mayoritas muslim saat ini telah menjadi orang-orang yang hedonis dan materialistik. sedangkan makhluk-makhluk lainnya tidak memiikinya. Demikian pula kapal-kapal tanker yang membawa minyak sering mengalami kebocoran. Parahnya. Mungkin selama ini manusia terlau jumawa dengan kemampuan yang mereka miliki untuk mengolah lingkungan yang ada. seharusnya mampu berbuat apapun asalkan dalam memegang amanah dan tanggung jawab dalam mengolah bumi. Indonesia adalah salah satu negara yang paling sering dilanda bencana karena ulah masyarakatnya. Dengan adanya kenikmatan akal yang luar biasa terebut menjadi sangat berbahaya jika pada akhirnya mereka tidak menjadi khalifah yang amanah. Dapat disimpulkan bahwa kerusakan yang terjadi saat ini merupakan akibat dari keserakahan manusia yang memilih cara pintas mengeksploitasi lingkungannya secara habis-habisan atau besarbesaran.

Firman-Nya itu adalah benar dan bagi-Nyalah kuasa pemerintahan pada hari ditiupkan sangkakala. dll. Pandangan Al-Qur’an yang Berkaitan Dengan Lingkungan Al-Qur’an sebagai kitab suci agama Islam di dalamnya banyak terangkum ayat-ayat yang membahas mengenai lingkungan. lalu terjadilah ia.tersebut yaitu sebagai motivasi. b. Langit dan bumi serta segala isinya diciptakan Allah secara serasi dan teratur. Allah juga telah menciptakan hukum-hukumnya yang berlaku umum yang menunjukkan ke Maha Kuasaan-Nya dan Keesaan-Nya. Seperti yang akan di bahas berikut ini. larangan untuk merusaknya. lagi Maha mendalam pengetahuan-Nya. Dia yang mengetahui segala yang ghaib dan yang nyata dan Dialah Yang Maha Bijaksana.1 Alam Adalah Kenyataan yang Sebenarnya Allah telah menciptakan alam raya ini dengan sebenarnya. Pandangan ini berbeda dengan penganut aliran Idelisme yang menyatakan bahwa alam tidak mempunyai eksistensi . Alam semesta yang indah ini adalah benar-benar hadir dan sekaligus merupakan salah satu bukti keagungan penciptanya. Seharunya umat islam menjaga lingkungannya sesuai dengan firman Allah SWT : “Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepadanya rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). seperti perintah untuk menjaga lingkungan. Allah manjanjikan kebahagiaan akhirat bagi orang yang tidak berbuat kerusakan.Supaya kita dapat lebih bijak dan bertanggung jawab.”( QS Al-Araf: 56 ) Seharusnya kita sebagai umat Islam kembali kepada ajaran Al-qur’an dalam hal mengolah lingkungan. Sehingga nantinya dengan sendirinya akan lahirlah prinsip pembangunan berkelanjutan atau pembangunan berwawasan lingkungan A.[1] Allah berfirman dalam Al-Qur’an : “Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar dan (Dialah juga) pada masa (hendak menjadikan sesuatu) berfirman : "Jadilah". Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-An’am : 73) Jadi alam raya ini dalam pandangan Islam merupakan kenyataan yang sebenarnya.

menghiasi langit dengan bintang-bintang yang tak terhingga banyaknya. tidak sesuatupun yang luput dari pengetahuan-Nya itulah Tuhan yang berhak disembah. palsu.” (QS. dan maya. As-Shadd : 27) Pandangan Islam juga berbeda dengan penganut aliran materialism. Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir.yang rill dan obyektif. Namun eksistensi alam ini dalam dugaan aliran materialism adalah ada dengan sendirinya.” (QS. riil. “Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. memelihara kelangsungan adanya dan yang menentukan akhir keadaan semseta ini. mengatur. “Katakanlah : “Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya? (Yang bersifat) demikian itulah Tuhan semesta alam. Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. ilusi. Tuhan yang menciptakan. melainkan semu. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya. Aliran materialism memang menyatakan bahwa alam ini benar-benar ada. Dia mengetahui segala sesuatu. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni) nya dalam empat masa. lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”. menguasai . . Keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati”. Fusshilat : 10-12) Pada ayat-ayat diatas Allah mengemukakan bukti-bukti kekuasaan dan ke-EsaanNya dalam menciptakan langit dan bumi. atau sekedar emanasi[1] atau pancaran dari dunia lain yang kongkrit yang disebut dunia ideal. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaikbaiknya. dan obyektif.[1] Sedangkan menurut pandangan Islam. Dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka. alam raya ini diciptakan oleh Allah atau Tuhan YME. Allah yang menciptakan sekaligus memelihara alam ini serta mengatur segala urusannya. Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap.

. Q. Oleh karena itu manusia dilarang keras berbuat kerusakan. dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi. Al-Baqarah :29 Dalam ayat tersebut ditegaskan bahwa Allah telah menganugrahkan karunia yang besar kepada manusia.akan mengakibatkan timbulnya bencana terhadap manusia. untuk tinggal di bumi. menciptakan langit dan bumi untuk manusia. Firman Allah SWT dalam QS. Apa yang telah ditegaskan Allah dalam dalam firman-firman-Nya di atas adalah untuk mengingatkan manusia agar bersyukur. manusia tidak mampu memenuhi keperluannya sendiri tanpa bahan-bahan yang disediakan. menjaga kelestarian alam bagi umat Islam merupakan upaya untuk menjaga limpahan nikmat Allah secara berksinambungan. yaitu diserahi bumi ini dengan segala isinya. “Dialah Allah yang menjadikan segala yang ada di bumi unutk kamu. beraktifitas dan berinteraksi dengan lingkungannya dengan masa dan relung waktu terbatas. Dengan kedudukan manusia sebagai khalifah di muka bumi ini. Hal ini perlu disadari oleh manusia. lalu dijadikan-Nya tujuh langit dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu”. Manusia telah diberitahu oleh Allah bahwa mereka akan hidup dalam batas waktu tertentu. untuk diambil manfaatnya.kepada keluarga. Dalam konteks mensyukuri nikmat Allah atas segala sesuatu yang ada di alam ini untuk manusia. Allah sendiri membenci orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi. Maka manusia wajib memeliharanya sebagai suatu amanah.2 Tanggung Jawab Manusia terhadap Lingkungan Manusia adalah makhluk hidup yang diciptakan oleh Allah SWT. sebenarnya manusia telah diberi tanggung jawab besar.S. dan masyarakat. Karena walaupun manusia diciptakan melebihi makhluk lainnya.” Kediaman di muka bumi diberikan Allah kepada manusia sebagai suatu amanah. kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan. dan Dia berkehendak menuju langit. maka manusia cenderung akan merusak. dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan..dan bagimu ada tempat kediaman di bumi. Firman Allah : . Sebaliknya. sebab tanpa memiliki rasa dan sikap syukur kepada Allah. Al-Baqarah : 36 “Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: "Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain.b." “. sehingga manusia dapat menjaga kelangsungan hidupnya dengan menjaga alam dan agar manusia berbakti kepada Allah penciptanya. membuat keruskan di muka bumi.

Luqman : 10 “Dia meciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnyadan Dia meletakan gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu. lalu Kami tumbuhkn padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik”. Karena manusia yang diberi tanggungjawab sebagai khalifah di bumi telah menyallahgunakan amanah. Islam meberikan pandangan yang lugas bahwa semua yang ada di bumi merupakan karunia yang harus dipelihara agar semua yang ada menjadi stabil dan terpelihara. Rasulullah SAW pernah mengumumkan kapada pengikutnya tentang suatu daerah sebagai suatu kawasan yang tidak boleh digarap. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan”. hendaknya kita sebagi umat Islam mau menyadari dan merenungkan apa yang terdapat dalam AlQur’an. Hal ini dikarenakan dapat berakibat pada terjadinya bencana. . Allah telah menggariskan suatu akhlaq dimana perbuatan pemaksaan dan kecurangan terhadap alam sangat dicela.S Al-Qashas :77) Begitu juga dalam mencari nafkah dan rezeki di atas muka bumi. Tanggung jawab manusia menjaga kelangsungan makhluk itulah kiranya yang mendasari Nabi Muhammad SAW untuk mencadangkan lahan-lahan yang masih asli. dan janganlah kamu melupakan bahagiamu dari ( kenikmatan ) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain ) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi. yang kebanyakan disebabkan perbuatan manusia yang merusak alam. Semoga dengan tumbuhnya kesadaran umat Islam dalam beragama khusunya tentang perintah menjaga keseimbangan alam dapat mengontrol pengolahan sumber daya alam yang ada dengan bijak. b.3 Tidak Membuat Kerusakan Lingkungan Timbulnya kerusakan alam atau lingkungan hidup merupakan akibat perbuatan manusia. mengembangbiakan segala jenis binatang dan menurunkan partikel hujan dari langit agar segala tumbuhan dapat berkembang dengan baik. dan Dia memperkembangbiakan padanya segala macam jenis binatang. Dan kami turunkan air hujan dari langit. Kawasan lindung itu. Rasululloh mencadangkan hima semata-mata untuk menjaga ekosistem suatu tempat agar dapat terpenuhi kelestarian makhluk yang hidup di dalamnya. Melihat banyaknya kandungan Al-Qur’an yang membahas perintah menjaga lingkungan. dalam syariat dikenal dengan istilah hima[1]. Manusia mempunyai daya inisiatif dan kreatif. Kenikamatan dunia dan akherat dapat dikejar secara seimbang tanpa meninggalkan perbuatan baik dan menghindarkan kerusakan dimuka bumi. Oleh karena itu kita hendaknya mencontoh Rasulullah SAW dalam menjaga kelestarian lingkungan. (Q. sedangkan makhluk-makhluk lainnya tidak memilikinya. Allah telah memberian karunia yang besar kepada semua mahluk dengan menciptakn gunung. Sebagaimana dengan Firman Allah SWT QS.“Dan carilah pada apa yang telah dianugrahkan Allah kepadamu(kebahagiaan)negeri akhirat.

sebagian mereka menjadi pelindung sebagian yang lain. Padahal semua itu.merka menjawab:”sesungguhnya kami orang yang mengdakan perbaikan”. Q.(QS. agar mereka kembali (ke jalan yang benar). Maka terjadilah bencana dan kerusakan di atas muka bumi. tidak mempedulikan tuntunan Allah.Kelebihan manusia yang disalahgunakan mengakibatkan kerusakan lingkungan yang semakin bertambah parah. ini disebabkan manusia mempertaruhkan hawa nafsunya.[1] Persoalan-persoalan tersebut juga terdapat dalam Firman Allah Surat Al-Baqarah ayat 6-7 : . Apabila diajak untuk kembali ke jalan kebenaran merka tidak mendengarnya dan mengabaikannya. menurut Yang Maha Kuasa. Dalam firman Allah Q. Sebagaimana dengan yang terkandung dalam Firman Allah SWT : “Adapun orang-orang yang kafir. adalah akibat dari tangan-tangan manusia itu sendiri: “Telah tampak kerusakan di darat dan dilaut disebabkan perbuatan manusia. Kelalaian dan dominasi manusia terhadap alam dan pengolahan lingkungan yang tidak beraturan membuat segala unsur harmoni dan sesuatu yang tumbuh alami berubah menjadi kacau dan sering berakhir dengan bencana. Hal ini terbukti dengan kokohnya perusahaan-perusahaan asing yang berada disektor pengolahan alam dari tekanan pemerintah karena terjerat persoalan perusakan lingkungan. niscaya akn terjadi ke kekacuan di muka bumi dan kerusakan yang besar”.S Al-Anfal 73 Orang-orang yang berbuat kerusakan dapat digolongkan sebagai orang-orang munafik atau fasik. Q. Sesungguhnya Allah telah menetapkan dan menggambarkan akibat dari kedurhakaan manusia terhadap syariat. supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka.S Ar-Ruum ayat 41.S Al-Baqarah 11-12 Apabila mereka diperingatkan mereka akan membantah bahkan menganggap dirinya yang membawa kebaikan. sesuai dengan Firman Allah : “Dan bila dikatakan kepada mereka “ Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi”. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakn apa yang telah diperintahkan Allah itu . tetapi mereka tidak sadar”. Ingatlah sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan.Ar-Rum : 41 ) Kerusakan yang terjadi sebagai akibat keserakahan manusia. Manusia hanya bisa menguras dan menggali isi bumi saja tanpa memperhatikan dampaknya.

Dalam ayat lain. Hal ini karena manusia terlalu berorientasi pada keuntungan semata. dan kesudahan yang baik itu adalah bagi orang yang bertakwa”. Seperti yang terdapat dalam Firman Allah di bawah ini: “. “Dan janganlah kamu mentaati perintah orang-orang yang melewati batas. sesudah Tuhan memperbaikinya” Q.. sama saja bagi mereka...“Sesungguhnya orang-orang kafir. Al-Baqarah : 83 Demikianlah tuntunlah Allah bagaimana seharusnya kita bersikap terhadap lingkungan hidup kita. kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan mereka tidak akan beriman”. Q. yang membuat kerusakan di muka bumi bumi dan tidak mengadakan perbaikan”.S.. “Negeri akhirat itu Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan di muka bumi. Asy-Syu’ara 151-152).S. sehingga berusaha sebisa mungkin mengeksploitsi alam secara maksimal dengan tidak mengindahkan prinsip pembangunan berkelanjutan. Sebagai motivasi.. (Ayat 7) Sesungguhnya Allah telah melarang manusia membuat kerusakan di muka bumi ini. Dan bagi merka siksa yang amat berat”.. . Allah memberi tuntunan agar manusia tidak menuruti orang yang membuat kerusakan. Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi. Allah telah menjajikan kebahagiaan akhirat bagi orang yang tidak berbuat kerusakan atau bahkan melarang orang berbuat kerusakan...S Al-A’raf:85 Kerusakan yang terjadi selama ini tidak lain karena manusia telah diperbudak oleh sistem yang kapitaldan juga tumbuhnya sifat materalistik hedonistik. Dan Allah telah menjanjikan pahala yang tiada taranya bagi kita yang senantiasa memelihara dan melestarikan lingkungan hidup serta tidak selalu membuat kerusakan. (Ayat 6) “Allah telah mengunci mata hati dan pendengaran mereka dan penglihatan merekaditutup.( Q.

Saran Islam mengajarkan agar umat manusia senantiasa menjaga lingkungan. dalam Al-Qur’an disebutkan sebagai manusia yang dzalim.BAB III PENUTUP A. umat . Kesimpulan Seperti yang telah dijelaskan diatas. (Q. Syariat adalah fitrah di mana bumi hanya dapat diatur dengan ilmu syariatnya tersebut. mengikuti hawa nafsunya tanpa ilmu pengetahuan. manusia cenderung melihat kebenaran menurut hawa nafsu. Adanya bencana lebih karena manusia melakukan ekspliotasi berdasarkan kemauan hawa nafsunya untuk memperoleh keuntungan yang sebanyak-banyaknya tanpa memikirkan bencana yang ditimbulkannya. maka akibatnya dapat terjadi kefatalan. Sebagaimana Allah mengingatkan : “Tetapi orang-orang yang zalim.pemborosan.Manusia yang melakukan cara seperti itu tentu mengelola bumi tanpa landasan dan petunjuk Al-Khalik sesuai dengan apa yang diisyaratkan kepadanya selaku hamba Tuhan. Manusia tersebut tidak mempunyai pengetahuan mengenai ekosistem dan memandang baik perbuatannya yang salah tersebut tanpa pengetahuan. Dalam haji. maka siapakah yang akan menunjuki orang yang telah disesatkan Allah? Dan tiadalah bagi mereka seorang penolong pun”. Hal ini seringkali tercermin dalam beberapa pelaksanaan ibadah. Hal ini dapat berupa ekspliotasi yang berlebihan dan tidak memepertimbangkan daya dukung lingkungan. seperti ketika menunaikan ibadah haji. bermewahmewahan dalam konsumsi dan gaya hidup dan seterusnya. A. bahwasanya itu semua menjadi alasan mengapa Alloh menyebutkan secara eksplisit dalam Al-Qur’an tentang pentingnya lingkungan hidup dan cara-cara Islami dalam mengelola dunia ini. menguras sesuatu yang tidak penting dan tidak efisien. Bila sesuatu menyalahi fitrah. Kualitas sebagai indikator pembangunan dan ajaran Islam sebagai teknologi untuk mengelola dunia jelas merupakan pesan strategis dari Alloh SWT untuk diwujudkan dengan sungguh-sungguh oleh setiap muslim.S Ar-Rum 30:29) Bahaya yang diakibatkan menurutkan kehendak nafsu sangat jelas dampaknya pada kehancuran bumi.Tanpa standar nilai-nilai syariat tersebut.

Sangat jelas dalam Al-Qur’an terdapat begitu banyaknya ayat-ayat yang membahasprosedur pengolahan alam yang bijak. Dengan adanya hal tersebut. Hal diatas bukan tidak mungkin akan terealisasikan. Sehingga nantinya akan tumbuh kesadaran umat manusia dalam mengelola lingkungannnya.Islam dilarang menebang pohon-pohon dan membunuh binatang. seharusnya manusia menjadi lebih bijak dalam mengolah lingkungannya. Asalkan manusia mau kembali kepada ajaran agama yang utuh dan dapat memahaminya. Hendaknya kita sebagai umat Islam kembali kepada ajaran agama kita dalam mengolah lingkungan.dll. Kitab suci ini begitu luas cangkupan pembahsannya terlebih persoalan tentang pengolahan alam. Kami percaya jika umat Islam mau kembali kepada agamanya dengan membuka. memahami apa yang ada di Al-Qur’an pasti kehidupa di muka bumi ini akan lebih teratur dan tertata dengan baik. Apabila larangan itu dilanggar maka ia berdosa dan diharuskan membayar denda (dam). Sungguh beruntung umat Islam memiliki kitab suci seperti Al-Qur’an. . Lebih dari itu Allah SWT melarang manusia berbuat kerusakan di muka bumi. Sehingga nantinya diharapkan apabila dalam kegiatan pengolahan lingkungan akan tumbuh pemahaman pembangunan berwawasan lingkungan maupun spirit pembangunan berkelanjutan.perintah untuk tidak berbuat kerusakan di muka bumi.

Ketika mengikuti program magister Teknik Geologi. Jakarta : Buku Obor Harahap. Etika Lingkungan atau Etika Ekologi muncul sebagai solusi untuk menyelesaikan permasalahan antara manusia dengan alam dan memberikan solusi bagaimana seharusnya manusia bersikap terhadap alam. Islam Melawan Kapitalisme. Islam dan Lingkungan . 2012 Allah SWT telah menciptakan bumi ini dalam keadaan seimbang.Daftar Pustaka Bidhawy. . Zakiyuddin. alam yang indah. 2007. Eko. M. 2005. 2008. Konservasi Alam dalam Islam. Ketika pertama kali Allah SWT menciptakan kakek manusia Nabi Adam AS. Magelang : Resist Book Fachrudin. manusia terus berusaha untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi di alam ini. binatang dan tanaman yang bermacam-macam dan semua itu Allah SWT ciptakan untuk kesinambungan kehidupan manusia di bumi ini. Etika Lingkungan Seiring berkembangnya zaman. Namun keidealan ini makin lama makin berkurang seiring bertambahnya jumlah manusia di muka bumi ini dan sikap beberapa orang yang suka berbuat onar di muka bumi inilah yang membuat bumi ini tidak lagi ideal untuk ditinggali. Minggir! Waktunya Gerakan Muda Memimpin!. penulis diwajibkan untuk mengambil mata kuliah EMS (Environmental Management System ISO 14000) pada semester pertama dan Environmental Ethic pada semester kedua.Yogyakarta : Resist Situs : KBBI dalam Jaringan Book Etika Lingkungan dalam Islam (Fiqh Lingkungan) Posted on March 8.1997. Adnan. bumi dalam keadaan sangat ideal untuk mendukung kehidupan manusia di bumi ini. Jakarta : Fatma Press Prasetyo.

Padahal islam secara implisit menyatakan bahwa menjaga lingkungan itu wajib hukumnya. Mereka itulah orang-orang yang rugi”.Dalam mata kuliah Environmental Ethic diajarkan tentang etika-etika lingkungan dan filosofi lingkungan. Berbuat kerusakan di muka bumi bisa didefinisikan sebagai perusakan lingkungan dengan penebangan pohon yang ilegal (illegal logging). dimana kebijakan yang diambil terhadap lingkungan berdasarkan kepentingan ekologi atau segala yang berada di dalam lingkungan tersebut. Di dunia “Barat” muncul beberapa pemahaman etika lingkungan seperti etika lingkungan yang bersifat antroposentrik dimana manusia menjadi pusat dari ekologi dan segalanya bertindak atas demi keuntungan dan kepentingan manusia serta lingkungan harus dipelihara kelestariannya karena akan mendukung keberlangsungan kehidupan manusia. apabila suatu kebijakan merugikan segala sesuatu yang hidup di alam maka kebijakan tersebut harus dibatalkan. Fiqh Lingkungan (Fiqh Al-Bi’ah) Dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 26-27 Allah SWT berfirman yang artinya “(yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh. Firman Allah SWT tersebut sangat jelas mengatakan bahwa orang-orang yang merugi merupakan orang-orang melanggar perjanjian Allah SWT dan berbuat kerusakan di muka bumi. Pemahaman ketiga juga sering dibahas dalam filsafat etika lingkungan adalah faham ekoposentrik. Etika lingkungan dalam pandangan islam bisa menjadi salah satu solusi yang sangat bagus apabila diterapkan di negara-negara yang mayoritas penduduknya beragama islam. dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya dan berbuat kerusakan di muka bumi. masih banyak pemahaman atau mazhab etika lingkungan lain. buang sampah sembarangan. Selain tiga pemahaman tersebut. apalagi kalau hukum-hukum Fiqih Lingkungan bisa diimplimentasikan dalam sebuah peraturan pemerintah daerah atau bagi masyarakat Aceh mengenalnya dengan nama Qanun. Pemberian pemahaman yang benar tentang pelestarian lingkungan berdasarkan islam harus terus dilakukan. . Kefahaman etika lingkungan dalam perspektif “Barat” seperti yang dijelaskan di atas kadang kala gagal apabila diterapkan di negara yang mayoritas penduduknya beragama islam. Faham etika lingkungan lain yang juga muncul adalah faham biosentrik dimana kebijakan-kebijakan yang diambil terhadap lingkungan/alam berdasarkan kepentingan kehidupan yang ada di alam tersebut. perburuan liar dan beberapa kegiatan yang merusak lingkungan. Hampir semua etika lingkungan yang diajarkan sesuai dengan pemahaman “Barat”.

Oleh karena itu. Selain keharusan manusia untuk suci dalam melaksanakan ibadah. memasukkan khalifah sebagai kategori pertama antara hubungan manusia dengan lingkungan. Untuk melindungi kehidupan manusia dan lingkungan. Apabila kita kaitkan dengan etika “Barat” yang penulis jelaskan sebelumnya maka etika lingkungan dalam pandangan islam berbentuk etika ekoposentrik. Pemerintah Aceh perlu segera membuat Qanun tersebut dan mensosialisasikan kepada masyarakat. dimana manusia bertindak berdasarkan kepentingan lingkugan dan ekologi. karena penyampaian secara agama akan membuat orang langsung berpikir surga atau neraka. Secara tersirat dalam Bab Taharrah sebenarnya sudah ada anjuran bagi kita umat muslim untuk menjadikan lingkungan sekitar kita bersih dengan cara tidak merusak lingkungan sehingga keharusan kita umat islam untuk bersuci sebelum melaksanakan ibadah bisa terpenuhi. pada tahun 1998 pernah menulis tentang Towards an Islamic Jurisprudence of the Environment (Fiqh al-Bi’ah fil-Islam). Bab Pertama yang dipelajari dalam ilmu fiqih adalah Bab Taharrah (bersuci). manusia wajib hukumnya menjaga alam dan segala yang ada di dalamnya. Allah juga telah mengangkat manusia sebagai khalifah (pemimpin) atau pemimpin di bumi ini. Etika dan hukum islam yang membahas tentang lingkungan dikenal dengan istilah Fiqih Lingkungan (Fiqh Al-Bi’ah).Dalam Al-Qur’an kata “ardzy” yang berarti bumi sangat sering sekali disebutkan dalam berbagai pengertian dan pemahaman. hukum syari’ah islam akan menjadi sumber pedoman kehidupan termasuk di dalamnya nilai etika dan hukum terhadap lingkungan. Bisa dibayangkan apabila para dai dan penceramah secara terus menerus menyampaikan kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan menurut hukum islam maka InsyaAllah masyarakat akan langsung tersadarkan. Prof. maka masyarakat Aceh sangat menta’atinya karena dasar pembuatan Qanun tersebut adalah Al-Qur’an dan Hadist. Apabila kita kembali ke pelajaran fiqih waktu SD/MIN dulu. Dari sini kita sebenarnya sudah bisa mengambil kesimpulan bahwa bersuci adalah inti dari ajaran Islam dan kesucian akan sangat sulit diwujudkan apabila keadaan sekitar kita tidak bersih. Penulis sangat yakin apabila Qanun Pelindungan Lingkungan rampung. . Hal lain yang perlu dilakukan adalah sosialisasi Fiqh Lingkungan kepada para Daidai. Mustafa Abu Sway. Fiqh Lingkungan dalam bentuk Qanun Pelindungan Lingkungan perlu segera diterapkan di bumi Aceh. Ketika manusia diangkat menjadi pemimpin di bumi maka sudah pasti segala sesuatu yang berlangsung di bumi menjadi tanggung jawab manusia. Hilangnya keseimbangan alam dan kehidupan biologinya menjadi tanggungjawab manusia.

yang bentuk-bentuknya berupa pencemaran air. dan lain-lain. Ada dua jenis kerusakan kerusakan hutan yang mungkin terjadi. Gangguan alam contohnya longsor. yaitu gangguan alam dan akibat dari perbuatan tangan manusia. karena kejadian alam sebagai peristiwa yang harus terjadi sebagai proses dinamika alam itu sendiri. amfibi. industri. ikan. Kerusakan hutan sebagai salah satu bentuk kerusakan lingkungan hidup adalah ketidakseimbangan yang terjadi dalam ekosistem hutan. reptil. Adapun gangguan akibat dari perbuatan tangan manusia ialah jenis gangguan yang disebabkan oleh aktivitas manusia. flora maupun fauna.9 juta orang. hama dan penyakit. krisis keanekaragaman hayati (biological diversity). maka usaha sektor kehutanan telah menjadi gantungan hidup 24 juta orang. kerusakan hutan.4 juta diantaranya bekerja di sektor swasta kehutanan. Ketidakseimbangan dan ketidaknyamanan tersebut dapat dikatakan sebagai bencana. Makhluk hidup di muka bumi akan kekurangan oksigen karena kerusakan hutan yang merupakan paru-paru dunia.pencemaran tanah. Bila diasumsikan bahwa setiap tenaga kerja sektor kehutanan menanggung minimal 3 orang. dempa bumi. Dari sekian banyak persoalan kerusakan lingkungan hidup . Akibat dari kerusakan hutan dirasakan paling berat oleh penduduk yang bermata pencaharian langsung dari hutan yaitu sekitar 6 juta orang dan sebanyak 3. bentuk kejadian di atas mengakibatkan ketidakseimbangan pada ekosistem dan ketidaknyamanan kehidupan makhluk hidup baik manusia. pencemaran dan lainlain. perladangan. Pertama. banjir lumpur dan sebagainya. yaitu kebakaran yang disengaja atau karena kelalaian. yang terserap pada program Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (GERHAN) yang setiap tahunnya mencapai sekitar 23. penebanagan. Di samping itu Indonesia juga akan kehilangan keanekaragaman hayati (biological diversity) seperti spesies mamalia. tanah longsor dan kekeringan. dan gelombang pasang air laut. ternyata peran manusia sangat besar dalam menciptakan kerusakan tersebut dan manusialah yang banyak . Kedua. pencemaran udara. pemukiman. kebakaran. pertambangan dan kerusakan lingkungan. Kehidupan dunia akan terganggu karena hutan Indonesia hanya sedikit dapat menyerap karbon yang berbahaya bagi makhluk hidup. burung.BAB I PENDAHULUAN Permasalahan lingkungan yang kini dihadapi umat manusia umumnya disebabkan oleh dua hal. Belum termasuk penyerapan tenaga musiman. Akibat dari kerusakan hutan ini adalah semakin rentannya wilayah Indonesia dari bencana banjir. kekeringan dan krisis air bersih. Ali Yafie menyebutnya sebagai kerusakan lingkungan hidup.

Disini tidak akan menjelaskan secara keseluruhan mengenai kelebihan manusia tapi paling tidak tulisan ini akan menjadi sebuah renungan bagi kita semua untuk lebih bertaqwa kepada Allah S.W. mereka mempunyai hati. Dikatakan misterius karena semakin dikaji semakin terungkap betapa banyak hal-hal yang mengenai manusia yang belum terungkap.T dari pada mahuluk ciptaan Allah lainnya.W. • Manusia diciptkan oleh Allah di muka bumi sebagai khalifahnya untuk mengurusi dunia dan isinya agar diurus dengan sebaik-baiknya dengan akal dan pemikiranya yang melahirkan ilmu pengetahuan dan tehnologi. dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah).” (QS Al-A’raf 179). Mereka itulah orang-orang yang lalai. dikatakan menarik karena manusia sebagai subjek dan objek kajian yang tiada hentinya khususnya oleh para ilmuan dari dahulu. Hakekat dan Martabat Manusia Manusia adlah ciptaan Allah yang sangat menarik dan misterius.T dikarenakan ilmu yang dimiliki oleh manusia itu sendiri bahkan malaikatpun besujud kepada Adam kecuali iblis. Mereka itu se bagai binatang ternak. Dan bahkan manusia itu lebih tinggi derajatnya dari pada malaikat yang selalu tunduk kepada Allah S. bahkan mereka lebih sesat lagi. 2. Kelebihan manusia dari pada mahluk ciptaan Allah yang lain.W. sekarang dan seterusnya. Diantara kelebihan manusia adalah: • Manusia adalah ciptaan Allah yang sepurna seperti yang disebutkan di atas. Manusia adalah paling baiknya mahluk yang diciptakan oleh Allah S. Lalu bagaimana Islam memandang peran manusia dalam mengelola lingkungan hidup ini? Inilah yang akan dibahas dalam tulisan makalah ini.T. . BAB II PEMBAHASAN A. teapi disisi lain Allah menyebutkan dalam Al-quran manusia itu lebih rendah kedudukannya dari pada hewan ternak. Pandangan Islam Terhadap Manusia 1. tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah). Allah berfirman: Artinya “Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia.menanggung akibatnya. Seperti yang disebutkan dalam Al-quran Surat At-tin ayat 4: Artinya: “ Sesungguhnya kami telah menjadikan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”.

manusia ialah makhluk terbaik diantara semua ciptaan Tuhan dan berani memegang tanggungjawab mengelola bumi. Dalam Al-quran disebutkan bahwa rasul itu diutus untuk menyempurnakan Akhlaq manusia. segala yang manusia inginkan berupa apa saja yang ada di langit dan bumi. 3. Sebagai makhluk terbaik. 78)  Tumbuh anak-anak. Al-quran mengungkapkan proses kejadian manusia sangat ringkas seperti yang tercantum dalam Al-quran suarat Al-mu’miniun. karena dalam islam kedudukan ahklaq itu sangat penting. seorang sejarawan dan sosiologi islam. 16) Dari penjelasan mengenai proses terciptanya manusia. kemudian menjadi  Segumpal darah (Alaqah) di proses  Kami jadikan segumpal daging (Mudhgah)  Tulang belulang (‘Idhamah)  Dibungkus dengan daging (Lahman)  Mahkluk yang (berbentuk) lain (janin)  Di tiupkan roh oleh Allah pada hari yang ke-120 usia kandung  Lalu lahirlah sebagai bayi (QS Al-Hajj. 12-14 dan 15-16. maka semua yang ada di bumi diserahkan untuk manusia. • Berakhlaq. 15)  Dibangkitkan (dari kubur) di hari kiamat (QS Al-mu’miniun. yang dikutip oleh Daud Ali. manusia diberikan beberapa kelebihan diantara makhluk ciptaan-Nya. 5)  Dijadikan pendengaran. . Annahl. Proses kejadian manusia dalam Al-quran. mengemukakan pendapatnya berupa interpretasi tentang hakikat penciptaan manusia. dan kelebihan yang sempurna atas makhluk lainnya. 78. penglihatan dan hati (QS An-nahl.  Diciptakan dari sari pati tabah. Al-Hajj. Manusia mempunyai dua dimensi (bidmensional): dimensi ketuhanan dan dimensi kerendahan atau kehinaan. Pandangan Islam tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup Dalam pandanagn Islam. tua (pikun) (QS Al-Hajj. Bumi dan semua isi yang berada didalamnya diciptakan Allah untuk manusia. 5)  Kemudian mati (QS Al-mu’miniun. Cirri utama manusia dengan mahluk lain adalah dengan ahklaqnya. diberikan fasilitas di daratan dan lautan. B. lalu dewasa. Ali Syari’ati. Berbeda dengan mahkluk lain yang hanya mempunya satu dimensi (Unidimonsional). Oleh karena itu manusia diangkat menjadi khalifah di muka bumi. yaitu kemuliaan. mendapat rizki dari yang baik-baik.• Manusia diberikan akal dan hawa nafsu sehingga manusia mempunyai kendak untuk melakukan sesuatu atau tidak. 5. menurut beliau ada simbolisme dari penciptaan manusia dari tanah dan ruh (ciptaan) Allah.

Allah mempersilahkan kepada umat manusia untuk mengambil manfaat dan mendayagunakan hasil alam dengan sebaik-baiknya demi kemakmuran dan kemaslahatan artinya manusia diberi kebebasan baik mengelola atau hanya sebatas mengambil manfaat terhadap lingkungan yang selagi tidak merusak terhadap lingkungan tersebut. Rasulullah pernah menegur salah seorang sahabatnya yang pada saat perjalanan. Manusia dituntut untuk senantiasa memikirkan dan menggali rahasia di balik ciptaan Allah seraya dapat mengambil pelajaran dari berbagai kejadian dan peristiwa alam agar supaya bertambahan ketaqwaannya kepada Allah S. Kedua. Karena anaknya dibawa oleh salah seorang dari rombongan Rasulullah tersebut. manusia mengemban tiga amanat dari Allah. di aliran sungai. Al-intifa’. Manusia diwajibkan untuk terus menjaga dan memelihara kelestarian lingkungan itu untuk kelansungan hidup baik untuk dirinya ataupun mahkluk lain.T Berfikirlah tentang ciptaan Allah.Daratan dan lautan serta sungai-sungai. Selain konsep berbuat kebajikan terhadap lingkungan yang disajikan Al-Qur’an seperti dipaparkan di atas.W.dan merupakan perbuatan baik. Pertama. C. Rasulullah juga sangat peduli terhadap kelestarian satwa. sebagian dari iman. Sebagai khalifah di bumi. Ketiga. di tengah jalan. malam dan siang. sebagaimana diceritakan dalam Hadist riwayat Abu Dawud. Di samping itu Rasulullah melarang merusak lingkungan mulai dari perbuatan yang sangat kecil dan remeh seperti melarang membuang kotoran (manusia) di bawah pohon yang sedang berbuah. tanaman dan buah-buahan. Kewajiban Manusia dalam Pelestarian Lingkungan Hidup Menurut Islam Dalam berinteraksi dan mengelola alam serta lingkungan hidup itu. Ali’tibar. mereka mengambil anak burung yang berada di sarangnya. binatang melata dan binatang ternak. Agar manusia menjadi pelaku aktif dalam mengolah lingkungan serta melestarikannya . dan bahkan Allah akan mengampuni dosanya. menyingkirkan gangguan dari jalan ialah sedekah. manusia diperintahkan beribadah kepada-Nya dan diperintah berbuat kebajikan dan dilarang berbuat kerusakan. dan jangan berfikir tentang zat Allah. Rasulullah SAW memberikan teladan untuk mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari. karena masa depan lingkungan itu tergantung bagaimana manusia itu mengelolanya. C. Al-islah. matahari dan bulan. atau di tempat orang berteduh. seperti Hadist tentang pujian Allah kepada orang yang menyingkirkan duri dari jalan. Melihat yang demikian. maka sang induk terpaksa mengikuti terus kemana rombongan itu berjalan. Rasulullah lalu menegur sahabatnya tersebut dengan mengatakan ”siapakah yang telah menyusahkan induk burung ini dan mengambil anaknya? Kembalikan anak burung tersebut kepada induknya!”. Hal ini dapat diperhatikan dari Hadist-Hadist Nabi.

sehingga tidak memberikan sisa sedikitpun untuk generasi mendatang. yaitu menyaksikan pandangan pada yang hijau lagi asri.Perhatikan surat Ar Ruum ayat 9 dibawah ini : Artinya : Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi dan memperhatikan bagaimana akibat (yang diderita) oleh orang-orang sebelum mereka? orang-orang itu adalah lebih kuat dari mereka (sendiri) dan telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya lebih banyak dari apa yang telah mereka makmurkan. Untuk itu Islam mewajibkan agar manusia menjadi pelaku aktif dalam mengolah lingkungan serta melestarikannya. Dan telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata. Thabrani). Sesungguhnya Allah menegakkan Islam di atas prinsip kebersihan. akan tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri sendiri. dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah . bebas dari pencemaran . Ahmad) D. agar mereka kembali (ke jalan yang benar). Manusia tidak berbuat kerusakan terhadap lingkungan Di dalam surat Ar Ruum ayat 41 Allah SWT memperingatkan bahwa terjadinya kerusakan di darat dan di laut akibat ulah manusia. Artinya : Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia. disamping juga dapat memelihara peredaran suara yang kita hisap agar selalu bersih. Maka Allah sekali-kali tidak berlaku zalim kepada mereka. Pesan yang disampaikan dalam surat Ar Ruum ayat 9 di atas menggambarkan agar manusia tidak mengeksploitasi sumber daya alam secara berlebihan yang dikwatirkan terjadinya kerusakan serta kepunahan sumber daya alam. (HR.Dalam sebuah Hadits disebutkan :”Tiga hal yang menjernihkan pandangan. supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka. mengusahakan penghijauan di sekitar tempat tinggal dengan menanamkan pepohonan yang bermanfaat untuk kepentingan ekonomi dan kesehatan. Dan tidak akan masuk syurga. Rasulullah SAW menegaskan dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Thabrani : Artinya ”Dari Abu Hurairah : jagalah kebersihan dengan segala usaha yang mampu kamu lakukan.Demikian pula. Serta surat Al Qashash ayat 77 menjelaskan sebagai berikut Artinya : Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat. Dari Hadits di atas memberikan pengertian bahwa manusia tidak boleh kikir untuk membiayai diri dan lingkungan secara wajar untuk menjaga kebersihan agar kesehatan diri dan keluarga/masyarakat kita terpelihara.Mengolah serta melestarikan lingkungan tercermin secara sederhana dari tempat tinggal (rumah) seorang muslim. dan pada air yang mengalir serta pada wajah yang rupawan (HR. kecuali orang-orang yang bersih” .

Allah SWT Telah memberikan fasilitas daya dukung lingkungan bagi kehidupan manusia. pelestarian lingkungan tidak boleh tidak harus dilakukan oleh manusia. Padahal hasil penelitian yang dilakukan oleh Syahputra (2003) membuktikan bahwa rata-rata orang berwudhu’ sebanyak 5 liter. secara yuridis fiqhiyah berpeluang dinyatakan bahwa dalam perspektif hukum Islam status hukum pelestarian lingkungan hukumnya adalah wajib (Abdillah. Oleh karena itu.telah berbuat baik. Paling tidak dua pendekatan ini memberikan keseimbangan pola pikir bahwa lingkungan yang baik berupa sumber daya alam yang melimpah yang diberikan Allah SWT kepada . 2005 : 11-12). longsor. Dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Anas. Semua larangan tersebut dimaksudkan untuk mencegah agar tidak mencelakakan orang lain. serta bencana alam lainnya lebih banyak didominasi oleh aktifitas manusia. E.Islam memberikan panduan yang cukup jelas bahwa sumber daya alam merupakan daya dukung bagi kehidupan manusia. dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Firman Allah SWT di dalam surat Ar Ruum ayat 41 dan surat Al Qashash ayat 77 menekankan agar manusia berlaku ramah terhadap lingkungan (environmental friendly) dan tidak berbuat kerusakan di muka bumi ini. sehingga terhindar dari musibah yang menimpahnya. Dalam Hadits lain yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah. setiap manusia menghamburhamburkan air sebanyak 3 sampai 3 2/3 liter setiap orangnya setiap kali mereka berwudhu’. Sedangkan secara spiritual fiqhiyah Islamiyah Allah SWT memiliki kepedulian ekologis yang paripurna. Dari keterangan di atas. Satu mud sama dengan 1 1/3 liter menurut orang Hijaz dan 2 liter menurut orang Irak (lihat Lisanul Arab Jilid 3 hal 400). sebab fakta spritual menunjukkan bahwa terjadinya bencana alam seperti banjir. sahabat yang mendengar bertanya : Apakah dua hal itu ya Rasulullah ? Nabi menjawab : yaitu orang yang membuang hajat ditengah jalan atau di tempat orang yang berteduh” Di dalam Hadits lainnya ditambah denganmembuang hajat di tempat sumber air. Muttafaq ’alaih). kepadamu. bahwa Nabi pernah bersabda : ”Hati-hatilah terhadap dua macam kutukan. Hal ini membuktikan bahwa manusia sekarang cenderung mengekploitasi sumber daya air secara berlebihan. KONTEMPLASI BAGI UMAT ISLAM Secara ekologis pelestarian lingkungan merupakan keniscayaan ekologis yang tidak dapat ditawar oleh siapapun dan kapanpun. atau dengan kata lain. Oleh karena itu. dijelaskan bahwa : ”Rasulullah ketika berwudhu’ dengan (takaran air sebanyak) satu mud dan mandi (dengan takaran air sebanyak) satu sha’ sampai lima mud” (HR. jelaslah aturan-aturan agama Islam yang menganjurkan untuk menjaga kebersihan dan lingkungan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.

Amin. serta sederet bentuk kerusakan lingkungan hidup lainnya. Kemampuan kita untuk menyadari hal tersebut akan menentukan bagaimana hubungan kita sebagai manusia dan lingkungan kita. sebut saja bencana alam Tsunami misalnya. D. Jurnal Filsafat dan Teologi: Hak Asasi Manusia Tantangan Bagi Agama. tidak berbuat kerusakan terhadap membiasakan diri bersikap ramah terhadap lingkungan lingkungan. 1998) 5. DAFTAR PUSTAKA 4. haruslah menjadi pelajaran yang sangat berharga. Abdullah. Kejadian yang sangat dasyat yang kita alami akhir-akhir ini. Manusia mempunyai pengaruh penting dalam kelangsungan ekosistem serta habitat manusia itu sendiri. 2003) . Hal ini memerlukan pembiasaan diri yang dapat membuat kita menyadari hubungan manusia dengan lingkungan seperti yang telah dituntunkan dalam agama islam. Manusia memiliki tugas untuk menjaga lingkungan demi menjaga kelansungan hidup manusia itu sendiri dimasa akan datang. BAB III PENUTUP Kesimpulan Manusia sebagai khalifah di muka bumi ini harus bertindak sosial dengan cara memanfaatkan alam dan lingkungan untuk menyempurnakan serta meningkatkan kesejahteraan hidupnya demi kelangsungan hidup sejenisnya. tindakan-tindakan yang diambil atau kebijakan-kebijakan tentang hubungan dengan lingkungan akan berpengaruh bagi lingkungan dan manusia itu sendiri. (Bandung : Mizan. pencemaran udara. Agama Cinta Agama Masa Depan.manusia tidak akan lestari dan pulih (recovery) apabila tidak ada campur tangan manusia. Hal ini ditegaskan oleh dalam firmanNya di dalam surat Al-Hasyr ayat 2 : ”Maka ambillah (kejadian itu) untuk menjadi pelajaran. Jhon. Hal ini diingatkan oleh Allah dalam Surat Ar Ra’d ayat 11 : Artinya : Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. (Yogyakarta: Kanisius. serta sikap rakus pengusaha dengan menebang habis hutan tropis melalui aktifitas illegal logging. pencemaran air dan tanah. Umat Islam selalu berkeyakinan untuk tidak terperosok pada kesalahan yang kedua kalinya. Caputo. hai orang-orang yang mempunyai pandangan” Bersikaplah menjadi pelaku aktif dalam mengolah lingkungan dan serta selalu melestarikannya.

Fikih Lingkungan. (Longman. 15. Abdillah. 2005) 10. Jim. Konsekwensi-Konsekwensi Modernitas. 2005) 9. 17. Penerbit Yayasan Swarna Bhumy. 2002. B. Muslim Society. Universitas Gadjah Mada. Harahap. Quraish. 12. 1996. Almanak Lingkungan Hidup Indonesia 1995/1996. UPP AMP YKPN. M. 1992) 7. Ife. M. 16. 1997. 1981) 8. Pola Pemanfaatan air di Kecamatan Kalasan. Australia. Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup. Sleman. Analysis and Practice. Anthony. Islam dan Lingkungan Hidup. Gellner. Giddens. IISEP. Jakarta. (Yogyakarta:Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Fak. Ernest. A.6. 2003. Yogyakarta. Wawasan Al-Qu’an. (Cambridge University Press. (Yogyakarta:Kreasi Wacana. Shihab. 14. Brenda dan Karla Krogsrud Miley. Jakarta. Himpunan Peraturan Perundangundangan dibidang Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Pengendalian Dampak Lingkungan. CIDA. Yogyakarta. 13. M. Social Work: An Empowering Profession. Islam Dakwah dan Kesejahteraan Sosial. Kahar.Jakarta. DuBois. Mizan. Tesis.A. Bandung. Syahputra. dkk. 1996. 2005..Vision. Community Development: Creating Community Alternatives. Yogyakarta . Kementerian Lingkungan Hidup. (Boston: Allyn and Bacon. 1995) 11. Dakwah UIN SUKA.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful