Nico Ricardo 09010020

Konflik, Manajemen Konflik dan Resolusi Konflik A. Pendahuhluan Dalam kehidupan sehari-hari, konflik selalu saja ada dan konflik merupakan bagian dari hidup kita. Konflik yang tidak terselesaikan tentunya akan berdampak yang tidak baik. Di Indonesia ada banyak konflik baik antar suku atau agama sekalipun. Bagaimana dalam mengatasi konflik? terlebih dahulu akan dijelaskan apakah konflik itu? Konflik adalah sebuah ketidaksepahaman antara dua orang/pihak yang menganggu produktifitas efesiensi dan hasil kerja. Itu jika diartikan dalam lingkup pekerjaan tapi dalam pergaulan sehari-hari, konflik adalah sebuah ketidaksepahaman antara dua orang/pihak yang menganggu kehidupan sehari-hari. Sedangkan Resolusi Konflik adalah sebuah proses untuk mencapai solusi sebuah konflik. Sebelum membahas lebih dalam lagi resolusi konflik, kita ketahui dulu penyebab, gejala-gejala dan tipe konflik. Penyebab konflik antara lain: 1. Kurangnya sumber daya : dana, alat, orang. 2. Sikap berbeda, ketidaksetujuan, komunikasi buruk, lemahnya teamwork (kepercayaan). 3. Struktur organisasi yang tidak cukup dan kurang jelasnya peran. Sedangkan gejala-gejala konflik antara lain: 1. Ada sesuatu yang tidak beres: merasa gelisah, frustasi, terhina, tersakiti hati, sedih, murah dan tidak setuju, 2. Tidak saling bicaraSengaja merusak/menjatuhkan dan tidak kooperatif, 3. Berkontradiksi, berkata-kata tidak baik, 4. Debat, polemik, kelompok-kelompok, 5. Ancaman dan tindakan merusak. Tipe konflik:

Mendengarkan certita mereka (orang lain)-Dapatkah anda membantu saya memahami keprihatinan saya terhadap anda?-Penghormatan merupakan bekal untuk didengar b. tidak ada yang dirugikan maupun diuntungkan). Menemukan solusi-Bagaimana kita dapat memecahkan masalah-Mencari pendapat dan pecahkan masalah b. Konflik komunitas : Perang SARA 6. anda dan saya?Apakah sudah win-win (kedua belah pihak sama-sama puas. Menyetujui tindak lanjut-Apakah anda yakin dapat kita lakukan?-Tulis dan tindaklanjuti b. Memahami pihak lain 2.1. Resolution(resolusi) a. kampanye pemilu 7. Ending (penyelesaian) a. . Konflik interpersonal : Dalam kelompok kerja 3. Menyetujui solusi-Mana yang sesuai dengan kita. Konflik inernasional: Perang dunia Model konflik resolusi : 1. gunakan pesan “saya”
-Ekspresi pesan anda tanpa menyerang atau menyalahkan. Menceritaka cerita diri sendiri-Ceritakan apa yang menganggu anda. Understanding (pemahaman) a. 3. Jabat tangan-Terimakasih dan mohon maaf. Konflik kelompok: antara kelompok/crew 4. Preparation (persiapan) dengan cara: a. Konflik intranasional: Perang sipil. Menceritakan diri anda dengan benar dan jujur b. Konflik Intrapersonal : Biasanya mengarah ke psikolog 2. 4. Konflik organisasi: mogok oleh buruh 5.

A. Fisher dkk (2001:7) menggunakan istilah transformasi konflik secara lebih umum dalam menggambarkan situasi secara keseluruhan. kerja sama dalam memecahkan masalah (dengan atau tanpa bantuan pihak ketiga) atau pengambilan keputusan oleh pihak ketiga. Resolusi Konflik Menangani sebab-sebab konflik dan berusaha membangun hubungan baru dan yang bisa tahan lama diantara kelompok-kelompok yang bermusuhan. Menurut Ross (1993) bahwa manajemen konflik merupakan langkah-langkah yang diambil para pelaku atau pihak ketiga dalam rangka mengarahkan perselisihan ke arah hasil tertentu yang mungkin atau tidak mungkin menghasilkan suatu akhir berupa penyelesaian konflik dan mungkin atau tidak mungkin menghasilkan ketenangan. yang diperlukannya adalah informasi yang akurat tentang situasi konflik. 3. Definisi Manajemen Konflik Manajemen konflik merupakan serangkaian aksi dan reaksi antara pelaku maupun pihak luar dalam suatu konflik. Manajemen konflik dapat melibatkan bantuan diri sendiri. Penyelesaian Konflik Bertujuan untuk mengakhiri perilaku kekerasan melalui persetujuan damai. 4. Transformasi Konflik Mengatasi sumber-sumber konflik sosial dan politik yang lebih luas dan berusaha mengubah kekuatan negatif dari peperangan menjadi kekuatan . Bagi pihak luar (di luar yang berkonflik) sebagai pihak ketiga. 1. atau agresif. 5. Hal ini karena komunikasi efektif di antara pelaku dapat terjadi jika ada kepercayaan terhadap pihak ketiga. hal positif. Pencegahan Konflik Bertujuan untuk mencegah timbulnya konflik yang keras. Suatu pendekatan yang berorientasi pada proses manajemen konflik menunjuk pada pola komunikasi (termasuk perilaku) para pelaku dan bagaimana mereka mempengaruhi kepentingan dan penafsiran terhadap konflik. Manajemen konflik termasuk pada suatu pendekatan yang berorientasi pada proses yang mengarahkan pada bentuk komunikasi (termasuk tingkah laku) dari pelaku maupun pihak luar dan bagaimana mereka mempengaruhi kepentingan (interests) dan interpretasi. bermufakat. Pengelolaan Konflik Bertujuan untuk membatasi dan menghindari kekerasan dengan mendorong perubahan perilaku positif bagi pihak-pihak yang terlibat. kreatif. 2.

identitas. Minnery (1980:220) juga berpendapat bahwa proses manajemen konflik perencanaan kota merupakan bagian yang rasional dan bersifat iteratif. serta menentukan peran perencana sebagai partisipan atau pihak ketiga dalam mengelola konflik. ketidakpercayaan dan permusuhan di antara kelompok yang berbeda dalam suatu masyarakat. Sama halnya dengan proses manajemen konflik yang telah dijelaskan diatas. menentukan aksi yang dipersyaratkan untuk mengelola konflik. partisipasi. pengakuan.sosial dan politik yang positif. Keseluruhan proses tersebut berlangsung dalam konteks perencanaan kota dan melibatkan perencana sebagai aktor yang mengelola konflik baik sebagai partisipan atau pihak ketiga. mental dan sosial) yang tidak terpenuhi atau dihalangi. bahwa manajemen konflik perencanaan kota meliputi beberapa langkah yaitu: penerimaan terhadap keberadaan konflik (dihindari atau ditekan/didiamkan). serta mengusahakan toleransi dan agar masyarakat lebih bisa saling menerima keragaman yang ada didalamnya. Teori kebutuhan manusia Menganggap bahwa konflik yang berakar disebabkan oleh kebutuhan dasar manusia (fisik. Hal yang sering menjadi inti pembicaraan adalah keamanan. dan sasarannya antara lain: 1. Sementara Minnery (1980:220) menyatakan bahwa manajemen konflik merupakan proses. sama halnya dengan perencanaan kota merupakan proses. Teori hubungan masyarakat Menganggap bahwa konflik disebabkan oleh polarisasi yang terus terjadi. evaluasi konflik (jika bermanfaat maka dilanjutkan dengan proses selanjutnya). 2. dan otonomi. artinya bahwa pendekatan model manajemen konflik perencanaan kota secara terus menerus mengalami penyempurnaan sampai mencapai model yang representatif dan ideal. Sasaran: meningkatkan komunikasi dan saling pengertian antara kelompok yang mengalami konflik. klarifikasi karakteristik dan struktur konflik. Sasaran: mengidentifikasi dan mengupayakan bersama kebutuhan mereka . Teori-teori Konflik Teori-teori utama mengenai sebab-sebab konflik. B. Tahapan-tahapan diatas merupakan satu kesatuan yang harus dilakukan dalam mengelola konflik. Sehingga masing-masing tahap akan melibatkan tahap sebelumnya misalnya pengelolaan konflik akan mencakup pencegahan dan penyelesaian konflik.

3. 5. pengakuan. serta menghasilkan pilihan-pilihan untuk memenuhi kebutuhan itu. . Sasaran: menambah pengetahuan kepada pihak yang berkonflik mengenai budaya pihak lain. mengurangi streotip negatif yang mereka miliki tentang pihak lain. Kemudian melancarkan proses kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak atau semua pihak. Sasaran: mengubah struktur dan kerangka kerja yang menyebabkan ketidaksetaraan dan ketidakadilan termasuk kesenjangan ekonomi. Teori transformasi konflik Berasumsi bahwa konflik disebabkan oleh masalah-masalah ketidaksetaraan dan ketidakadilan yang muncul sebagai masalah sosial. Teori negosiasi prinsip Menganggap bahwa konflik disebabkan oleh posisi-posisi yang tidak selaras dan perbedaan pandangan tentang konflik oleh pihak-pihak yang mengalami konflik. budaya dan ekonomi. yang sering berakar pada hilangnya sesuatu atau penderitaan di masa lalu yang tidak diselesaikan. perdamaian. pengampunan. meningkatkan jalinan hubungan dan sikap jangka panjang di antar pihak yang berkonflik.yang tidak terpenuhi. mengembangkan proses dan sistem untuk mempromosikan pemberdayaan. meningkatkan keefektifan komunikasi antarbudaya. keadilan. Teori identitas Berasumsi bahwa konflik disebabkan oleh identitas yang terancam. rekonsiliasi. Sasaran: melalui fasilitas lokakarya dan dialog antara pihak-pihak yang mengalami konflik. Sasaran: membantu pihak yang berkonflik untuk memisahkan perasaan pribadi dengan berbagai masalah dan isu dan memampukan mereka untuk melakukan negosiasi berdasarkan kepentingan mereka daripada posisi tertentu yang sudah tetap. Teori kesalahpahaman antarbudaya Berasumsi bahwa konflik disebabkan oleh ketidakcocokan dalam caracara komunikasi di antara berbagai budaya yang berbeda. 4. sehingga dapat mengidentifikasi ancaman dan ketakutan di antara pihak tersebut dan membangun empati dan rekonsiliasi di antara mereka. 6.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful