Budidaya Cabai Oleh : Arnelis – PP Penyelia UPT BP4K2P Kec. Canduang Kab.

Agam

Budidaya Cabai

Budidaya Cabai
SYARAT TUMBUH Tanah Tanah tempat penanaman cabai harus gembur dengan kisaran pH 6,5 – 6,8. Air Tanaman cabai memerlukan air yang cukup untuk menopang pertumbuhannya. Air berfungsi sebagai pelarut unsur hara, pengangkut unsur hara ke organ tanaman, pengisi cairan tanaman, serta membantu proses fotosintesis dan respirasi. Akan tetapi pemberian air tidak boleh berlebihan. Angin yang bertiup sepoi-sepoi cocok untuk budidaya cabai. Curah hujan yang terlalu tinggi akan berpengaruh terhadap kelebihan air. Intensitas sinar matahari sangat dibutuhkan tanaman cabai, berkisar antara 10 – 12 jam per hari. Sedangkan suhu optimal untuk pertumbuhan 240C -280C. Iklim PERSIAPAN TEKNIS Pemilihan Lokasi Lokasi penanaman cabai sebaiknya dipilih yang strategis, transportasinya mudah, dekat dengan sumber air, jauh dari area penanaman cabai lain/tanaman sefamili. Sejarah lahan sangat penting untuk diperhatikan, paling baik lahan tidak ditanami tanaman cabai selama minimal 2 tahun terakhir agar diperoleh hasil yang optimal. Pengukuran pH Tanah

Pengadaan pupuk kandang. pupuk kimia. 6. atau cairan pH tester. pH meter. dan 150 g NPK halus. 4. 10 liter pupuk kandang. Pembuatan bedengan kasar dengan lebar 110-120 cm. 6. 4. Pembuatan media semai. 5. Pembuatan lubang tanam. Persiapan Pembibitan dan Penanaman 1.00. Rumah atau sungkup pembibitan 2. 4. 7. Pemeliharaan bibit Pembukaan sungkup dimulai pada jam 07. bambu penjepit mulsa PHP. Persiapan Sarana dan Prasarana Pengadaan tanah untuk media semai. Pengadaan ajir. dan kapur pertanian. Pengukuran pH tanah diperlukan untuk menentukan jumlah pemberian kapur pertanian pada tanah masam atau pH rendah (di bawah 6. 7.5. Pengadaan benih dan mulsa PHP (Plastik Hitam Perak). tinggi 40-70 cm dan lebar parit 50-70 cm. Pemasangan ajir. 3. Komposisi media semai adalah 20 liter tanah. Jarak tanam ideal untuk musim kemarau 60 cm x 60 cm dan untuk musim penghujan bisa diperlebar 70 cm x 70 cm. 3. Pengukuran bisa dilakukan dengan kertas lakmus. Pemberian pupuk kandang yang sudah difermentasi sebanyak 40 ton/ha dan pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 150 kg/rol mulsa PHP. Pengadaan peralatan. Penyemaian benih. Pengambilan titik sampel bisa dilakukan dengan cara zigzag.00. kemudian sungkup dibuka lagi jam 15.5). Media semai dimasukkan ke dalam polibag semai.00 . PELAKSANAAN BUDIDAYA Persiapan Lahan 1. 8. Rapikan bedengan. 5. 3. Pemberian kapur pertanian sebanyak 200 kg/rol mulsa PHP untuk tanah dengan pH di bawah 6. 2.09. Penyiraman jangan terlalu basah dan . Pemasangan mulsa PHP. Pengadaan pestisida. Persiapan tenaga kerja.1. Tujuannya adalah untuk menjaga kelembaban udara di sekitar pertanaman. Pada umur 5 hari menjelang tanam sungkup harus dibuka secara penuh untuk penguatan tanaman. dan tali pertanian. Pengadukan/pencacakan bedengan agar pupuk yang sudah diberikan bercampur dengan tanah. Pembajakan dan penggaruan.00-17. 2.

batas penggenangan hanya 1/3 dari tinggi bedengan. dosis 4kg NPK 15-15-15 dilarutkan dalam 200lt air. agar tanaman tumbuh kekar.Kandungan Nitrogen tinggi diberikan pada umur 14 hst dan 21 hst. yang ditandai dengan munculnya bunga pertama. untuk 1000 tanaman. Perempelan tunas samping dilakukan pada tunas yang keluar di ketiak daun. Perempelan daun. Pemeliharaan Penyulaman Penyulaman dilakukan sampai dengan umur tanaman 3 minggu. Perempelan dan pengikatan tanaman Perempelan tunas samping. 3. Pupuk daun . tiap tanaman 200ml.5. dosis 3kg NPK 15-15-15 dilarutkan dalam 200lt air. Pindah tanam Bibit yang sudah memiliki 4 helai daun sejati siap untuk pindah tanam ke lahan. Sanitasi lahan Meliputi : pengendalian gulma/rumput.15 hst dan 30 hst. 5. . dosis 5kg NPK 15-15-15 dilarutkan dalam 200lt air. disamping itu juga menjaga kelembaban pada saat tanaman sudah dewasa. 90 hst dan 105 hst. Dilakukan sampai dengan pembentukan cabang utama. Bertujuan untuk memacu pertumbuhan vegetatif tanaman. untuk 1000 tanaman. Pengairan Diberikan secara terukur. Pemupukan susulan Pupuk akar Diberikan dengan cara pengocoran pada umur : . b. pengendalian air saat musim hujan sehingga tidak muncul genangan. 4. a. tiap tanaman 200ml. tiap tanaman 200ml. dilakukan setiap pagi. Perempelan daun dilakukan pada umur 80 hst (hari setelah tanam) pada daun-daun di bawah cabang utama dan daun yang sudah tua/terserang penyakit. 1.75 hst.45 hst dan 60 hst. dengan penggenangan atau pengeleban seminggu sekali jika tidak turun hujan. Dan akan berpengaruh terhadap pengendalian hama penyakit. Penyemprotan dengan pestisida dilakukan pada umur 15 hss (hari setelah semai) dengan dosis ½ dari dosis dewasa. untuk 1000 tanaman. . Tanaman yang sudah terlalu tua apabila masih terus disulam mengakibatkan pertumbuhan tidak seragam. Penggenangan jangan terlalu tinggi. 2. . tanaman yang terserang hama penyakit disingkirkan dari area penanaman.

Kalium dan mikro tinggi diberikan umur 35 hst dan 75 hst. . Ulat Buah Ulat buah yang menyerang tanaman cabai adalah Helicoverpa sp. atau dimehipo dengan dosis sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan. sehingga sering dinamakan juga ulat pemotong. a. 6. Seperti halnya jenis ulat lain ulat ini menyerang tanaman pada malam hari. Pemberian insektisida berbahan aktif karbofuran sebanyak 1gram pada lubang tanam.. kartophidroklorida. atau dimehipo dengan dosis sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan. klorpirifos. 2. sedang siang harinya beresembunyi di balik mulsa atau di dalam tanah. Serangannya dilakukan pada malam hari. metomil. Pemberian insektisida berbahan aktif karbofuran sebanyak 1gram pada lubang tanam. kartophidroklorida. profenofos. deltametrin. profenofos. deltametrin. Ulat buah bersifat polifag. Ulat Tanah Ulat tanah yang menyerang tanaman cabai adalah Agrotis ipsilon. 1. Hama ini menyerang buah yang masih muda dengan cara membuat lubang dan memakannya. Ulat grayak disebut juga dengan nama ulat tentara. Penyemprotan insektisida berbahan aktif sipermetrin. 4. Pengendalian ulat grayak dengan cara penyemprotan insektisida berbahan aktif sipermetrin. Hama jenis ini menyerang tanaman pada malam hari. metomil.Kandungan Phospat. klorpirifos. Gangsir ini membuat liang di dalam tanah sampai kedalaman 90 cm. Daun yang terserang berlubang dan meranggas. Hama ini menyerang tanaman muda yang baru saja pindah tanam. Gangsir merusak tanaman dengan cara memotong pangkal batang tapi tidak memakannya. Ulat tanah menyerang batang tanaman yang masih muda dengan cara memotongnya. sedangkan pada siang harinya bersembunyi di dalam tanah. Ulat Grayak Ulat grayak yang menyerang tanaman cabai adalah Spodoptera litura. 3. Hama ini menyerang bagian daun tanaman dengan cara bergerombol. sedangkan pada siang harinya bersembunyi di dalam tanah atau di balik mulsa PHP. Pengendalian Hama dan Penyakit Hama Gangsir Gangsir yang menyerang tanaman cabai adalah Brachytrypes portentosus. Hama ini bersifat polifag.

5. Pengendaliannya dengan penyemprotan insektisida berbahan aktif abamektin. bersayap dan tubuhnya diselimuti serbuk putih seperti lilin. Tungau Tungau yang menyerang tanaman cabai adalah tungau kuning (Pol Polphagotarsonemus lotus) dan tungau merah (Tetranychus cinnabarinus). atau lamdasihalotrin dengan dosis sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan. Lalat buah Lalat buah yang menyerang tanaman cabai adalah 6. Serangan parah menyebabkan daun mengalami klorosis(kuning). Kutu ini mengisap cairan tanaman terutama pada daun yang masih muda. serta pada permukaan bawah daun terdapat benang-benang halus berwarna merah atau kuning. asetamiprid. sipermetrin. 8. Serangannya ditandai dengan adanya bercakbercak keperakan pada daun tanaman yang terserang. kotorannya berasa manis sehingga menggundang semut. asetamiprid. Pengendaliannya dengan penyemprotan insektisida akarisida berbahan aktif propargit. akhirnya tanaman menjadi kerdil. . Tungau bersembunyi di balik daun dan menghisap cairan daun. Hama ini berwarna putih. Hama ini lebih suka mengisap cairan daun muda sehingga menyebabkan daun yang terserang mengeriting. tiametoksam. Kutu daun Kutu daun yang menyerang tanaman cabai adalah Myzus persiceae. menggulung dan mengeriting. atau lamdasihalotrin dengan dosis sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan. Pengendaliannya dengan penyemprotan insektisida berbahan aktif abamektin. imidakloprid. klorfenapir. klofentezin. tetradifon. sipermetrin. 9. dikofol. Pengendalian hama ini dengan cara penyemprotan insektisida berbahan aktif abamektin. abamektin. Kutu kebul menyerang dan menghisap cairan sel daun sehingga sel-sel dan jaringan daun rusak. atau lamdasihalotrin dengan dosis sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan. klorfenapir. 7. Kutu kebul Kutu kebul yang menyerang tanaman cabai adalah Bemisia tabaci. klorfenapir. piridaben. imidakloprid. Thrips Thrips yang menyerang tanaman cabai adalah Thrips parvispinus. amitraz. atau fenpropatrin dengan dosis sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan. akhirnya tanaman menjadi kerdil. sipermetrin. asetamiprid. tiametoksam. imidakloprid. Daun yang terserang berwarna kecoklatan dan terpelintir.

mankozeb. Pengendalian lalat buah dapat menggunakan perangkap lalat (sexpheromone). Cara pengendaliannya dengan penyemprotan fungisida sistemik berbahan aktif propamokarb hidroklorida. tanaman yang terserang mengalami kelayuan pada daun yang diawali dari daun-daun muda. busuk phytopthora atau cendawan lain penyerang akar. atau dimetomorf dan fungisida kontak berbahan aktif tembaga. layu fusarium. atau tiram. atau dimehipo dengan dosis sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan.Dacus dorsalis. ziram. atau dapat pula menggunakan buah-buahan yang aromanya disukai lalat (misal nangka. memusnahkan tanaman yang terserang. seperti layu bakteri. Nematoda Nematoda yang menyerang tanaman cabai adalah Meloidogyne incognita. Dosis ½ dari dosis terendah yang tertera pada kemasan 2. Rebah semai Rebah semai yang menyerang tanaman cabai adalah Pythium debarianum. klorpirifos. simoksanil. melakukan penggiliran tanaman serta penyemprotan secara kimiawi menggunakan bakterisida dari golongan . deltametrin. timun) kemudian dicampur insektisida berbahan aktif metomil. kasugamisin. caranya : metil eugenol dimasukkan pada botol aqua yang diikatkan pada bambu dengan posisi horisontal. profenofos. Cara pengendalian nematoda adalah dengan pemberian insektisida berbahan aktif karbofuran sebanyak 1gram pada lubang tanam. propineb. 10. b. Penyakit ini sering menggagalkan tanaman. hama ini merupakan cacing parasit yang menyerang bagian akar tanaman. Penyakit ini biasa menyerang tanaman pada fase pembibitan dan tanaman muda setelah pindah tanam. asam fosfit. metomil. kemudian telur berubah menjadi larva. telur-telur inilah yang akhirnya menggerogoti buah cabai sehingga buah menjadi busuk. Upaya pengendalian yang dapat dilakukan antara lain dengan meningkatkan pH tanah. Selain itu juga dapat dilakukan penyemprotan menggunakan insektisida berbahan aktif sipermetrin. Layu Bakteri Bakteri penyebab layu yang menyerang tanaman cabai adalah Pseudomonas sp. Penyakit 1. Serangan nematoda ditandai adanya bintil-bintil pada akar. Bekas gigitan cacing inilah yang akhirnya menyebabkan serangan sekunder. Nematoda merupakan cacing tanah yang berukuran sangat kecil. kartophidroklorida. Lalat betina dewasa menyerang dengan cara menyuntikkan telurnya ke dalam buah.

pucuk dan ranting tanaman. tangkai bunga. Penyakit ini menyerang semua bagian tanaman. propineb. secara biologi dapat diberikan trichoderma pada saat persiapan lahan. Busuk phytophtora Cendawan penyebabnya adalah Phytopthora infestans. Sebagai pencegahan. Ranting yang terserang akan berwarna coklat 4. secara biologi dapat diberikan trichoderma pada saat persiapan lahan. Daun yang terserang seperti tersiram air panas. contoh wonderfat dengan dosis sesuai anjuran pada kemasan. Busuk kuncup Penyakit busuk kuncup yang menyerang tanaman cabai adalah Choanephora cucurbitarum. simoksanil. Penyakit ini menyerang bunga. memusnahkan tanaman yang terserang. validamisin. mankozeb. atau dimetomorf dan fungisida kontak. Layu Fusarium Cendawan penyebab layu yang menyerang tanaman cabai adalah Fusarium oxysporum. Tanaman yang terserang mengalami kelayuan dimulai pada daun-daun tua. asam fosfit. Batang yang terserang ditandai dengan bercak coklat kehitaman dan kebasah-basahan. 40 hst dan 70 hst dilakukan pengocoran dengan pestisida organik pada tanah. . contoh bahan aktif yang bisa digunakan adalah tembaga. Sebagai pencegahan. propamokarb hidrokloroda. Serangan serius menyebabkan tanaman layu. Pengendalian secara kimiawi menggunakan fungisida sistemik. atau oksitetrasiklin dengan dosis sesuai pada kemasan. 5. metalaksil atau propamokarb hidroklorida dengan dosis sesuai pada kemasan. streptomisin sulfat. atau tiram. Buah yang terserang ditandai dengan bercak kebasah-basahan yang menjadi coklat kehitaman dan lunak. Upaya pengendalian yang dapat dilakukan antara lain dengan meningkatkan pH tanah.antibiotik dengan bahan aktif kasugamisin. kasugamisin. Dosis sesuai petunjuk pada kemasan. asam oksolinik. 3. contoh bahan aktif yang bisa digunakan adalah metalaksil. pada umur 25 hst. kemudian menyebar ke daun-daun muda dan menguning. ziram. contoh wonderfat dengan dosis sesuai anjuran pada kemasan. melakukan penggiliran tanaman serta penyemprotan secara kimiawi menggunakan fungisida berbahan aktif benomil. pada umur 25 hst. 40 hst dan 70 hst dilakukan pengocoran dengan pestisida organik pada tanah.

contoh bahan aktif yang bisa digunakan adalah benomil. Dosis sesuai petunjuk pada kemasan. mankozeb. Virus Virus yang menyerang tanaman cabai adalah TMV. propineb. dan fungisida kontak. Beberapa hama 8. karbendazim. ziram. disini cendawan akan membentuk massa spora berwarna merah jambu. Penyakit ini ditularkan dari satu tanaman ke tanaman lain melalui vektor atau penular. sedangkan bagian lainnya masih tegar. Buah yang terserang akan nampak bercak agak bulat dan berlekuk berwarna cokelat tua. contoh bahan aktif yang bisa digunakan adalah tembaga. kehitaman dan cepat menyebar sehingga mematikan ujung tanaman.5 cm. atau tebukonazol dan fungisida kontak. CMV. atau tiram. Pengendalian secara kimiawi menggunakan fungisida sistemik. metil tiofanat. 7. Pengendalian secara kimiawi menggunakan fungisida sistemik. contoh bahan aktif yang bisa digunakan adalah benomil. TRSV. atau mankozeb. Gejala serangan umumnya ditandai dengan pertumbuhan tanaman yang mengerdil. difenokonazol. TEV. karbendazim. azoksistrobin. atau tebukonazol.6. kasugamisin. Virus merupakan penyakit yang sangat berpotensi menimbulkan kegagalan terutama pada musim kemarau. Serangan parah pada daun menyebabkan daun menguning dan gugur. Penyakit ini menyerang daun. metil tiofanat. Gejala serangannya ditandai adanya bercak bulat kecil kebasah-basah. . simoksanil. Pengendalian secara kimiawi menggunakan fungisida sistemik. difenokonazol. pusat bercak berwarna pucat sampai putih dengan tepi berwarna lebih tua. Ranting yang mati membusuk. contoh bahan aktif yang bisa digunakan adalah metalaksil. azoksistrobin. contoh bahan aktif yang bisa digunakan adalah klorotalonil. bercak dapat meluas dengan diameter 0. asam fosfit. Bercak cercospora Cendawan penyebabnya adalah Cercospora capsici. CTV dan PVY. TRV. tangkai buah batang dan cabang tanaman. daun mengeriting dan terdapat bercak kuning kebasah-basahan. Buah yang terserang harus dimusnahkan dari area penanaman. atau mankozeb. dan fungisida kontak berbahan aktif klorotalonil. Antraknosa sering juga diistilahkan dengan nama patek. Dosis sesuai petunjuk pada kemasan. Penyakit virus sampai saat ini belum ditemukan penangkalnya. propamokarb hidroklorida. Antraknosa (Patek) Cendawan penyebabnya adalah Colletotrichum capsici dan Gloesporium piperatum. atau dimetomorf.

ulat tanah dan nematoda dilakukan secara bersamaan cukup satu kali pemberian insektisida. Manusia dapat juga berperan sebagai penular virus. lalat buah dan penyakit menggunakan pestisida harus dilakukan berseling atau penggantian bahan aktif yang tertera di atas setiap melakukan penyemprotan (jangan menggunakan bahan aktif yang sama secara berturut-turut). kutu daun. ulat buah.Pengendalian hama ulat grayak. thrips. memusnahkan tanaman yang sudah terserang. yaitu 1gram per lubang tanam. kutu kebul. . PANEN Cabai merah dapat dipanen pada umur 110 hst. Beberapa upaya penanganan virus antara lain : membersihkan gulma (karena gulma berpotensi menjadi inang virus). kutu daun. kebersihan alat dan memberi pemahaman kepada tenaga kerja agar tidak ceroboh saat melakukan penanganan terhadap tanaman. kutu kebul. mengendalikan hama/serangga penular virus. . baik melalui alatalat pertanian maupun tangan terutama pada saat perempelan. tungau. Strategi Pengendalian Hama dan Penyakit : Pengendalian hama gangsir. Buah yang dipanen adalah buah yang sudah 80% masak. dan tungau.yang sangat berpotensi menjadi penular virus diantaranya adalah thrips.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful