http://teguhhindarto.blogspot.com/2011/02/apakah-penemuan-injil-injil-non-kanonik.

html

APAKAH PENEMUAN INJIL-INJIL NON KANONIK MENGUBAH PERSEPSI KRISTEN TENTANG YESUS?
Posted by Teguh Hindarto

Akhir-ahir ini dipublikasikan berbagai buku yang menginformasikan adanya injil-injil di luar Injil Kanonik seperti Injil Thomas dan Injil Yudas. Di Indonesia sendiri telah diterbitkan oleh Gramedia pada Tahun 2006, buku dengan judul “The Gospel of Judas” dengan penyunting Rodolphe Kasser, Marvin Meyer dan Gregor Wurst. Kemudian muncul pula penerjemahan novel “Da Vinci Code” karya Dan Brown. Penemuan injilinjil bercorak Gnostik di Nag Hammadi menginspirasi beberapa penulis novel dan pembuat film di Barat untuk merilis sebuah buku atau film dengan mengusung tematema tersebut seperti film “Stigmata” pada tahun 1999 dan novel “Change of Heart” oleh Jodi Picoult pada tahun 2008 serta film “The Da Vinci Code” pada tahun 2009. Apa dan bagaimana injil-injil yang disebut dengan Injil Thomas, Injil Yudas dan naskah-naskah Gnotik tersebut? Berikut kita akan menelusuri secara singkat sebagai peta jalan. INJIL THOMAS[1] Injil menurut Thomas yang dikenal dengan sebutan singkat Injil Thomas merupakan naskah Kekristenan awal yang dipelihara dengan baik, merupakan injil ucapan yang bersifat non kanonik yang ditemukan di Nag Hammadi, Mesir pada bulan Desember 1945 yang merupakan salah satu kitab-kitb yang sekrang dikenal dengan sebutan Perpustakaan Nag Hammadi. Teks berbahasa Koptik ini merupakan yang kedua dari tujuh naskah yang oleh sarjana modern disebut dengan Kodek II yang terdii dari 114 ucapan yang dihubungkan dengan Yesus. Hampir separuh dari ucapan-ucapan itu kurang atau lebihnya mirip dengan yang ditemuan pada Injil Kanonik sementara sebagian lainnya tidak dikenal. Asal usul Injil ini mungkin berasal dari Syria dimana tradisi mengenai Thomas begitu kuat beredar

Perama kali dipublikasikan dalam edisi fotograpis pada tahun 1956. . Bahkan pendeskripsian Thomas sebagai Injil Gnostik didasarkan pada sedikit bukti selain fakta bahwa injil ini itemukan bersama teks-teks gnostik di Nag Hammadi. Contohnya. yang terkadang berdiri sendiri dan terkadang dirangkai dalam dialog singkat atau perumpamaan-perumpamaan. Nama Thomas dilekatkan juga pada Kitab Thomas Sang Penantang yang juga berada dalam Kodek II Nag Hammadi dan Kisah Thomas. Teks ini berisikan bayangan mengenai kematian Yesus dalam Logion 65 (Perumpamaan Penyewa Yang Jahat pararel dalam Injil Sinoptik) namun tidak menyebutkan mengenai kematian. Didymus (Yunani) and Thomas (Aramaic) keduanya bermakna “kembar”. buku ini semakin menarik. Robinson menerbitkan koleksi lengkap terjemahan berbahasa Inggris dari teks-teks Nag Hammadi. Quincy. Manuskrip hasil reproduksi ini merupakan jenis yang pertama dilakukan karena usia teks ini berasal dari sekitar tahun 350 Ms. Eusebeius memasukkan kitab ini ke dalam kelompok kitab-kitab yang dia percayai bukan hanya palsu namun heretik dan fiktif sehingga seharusnya dibuang sebagai sebagai sesuatu yang mustahil dan tidak mencerminkan iman. Dokumen ini kemungkinan berasal dari lingkungan Kekristenan awal barangkali merupakan proto-Gnostik . Dengan gaya penulisan manuskrip Abad Pertengahan yang dibuat oleh . James M. Teks berbahasa Koptik (Mesir kuno) dalam bentuk manuskrip yang ditemukan pada tahun 1945 di Nag Hammadi. Pada tahun 1977. Para sarjana mencurigai bahwa referensi yang dihubungkan dengan Rasul Thomas adalah pemalsuan dan penulis seungguhnya tetap tidak diketahui. Manuskrip Koptik yang asli sekarang menjadi milik Museum Koptik di Kairo. Tiga tahun kemudian (Th 1959) diikuti dengan terjemahan berbahasa Inggris dengan transkripsi Koptik. Hasil reproduksi tersebut diberi judul "An Illustrated and Illuminated Manuscript of the Gospel of Thomas.Kata pengantar Injil tersebut menyatakan: “Inilah adalah ucapan-ucapan rahasia yang diucapkan Yesus kepada Didymus Yudas Thomas untu dituliskan pada mereka”." Dituliskan dalam bentuk tulisan Uncial dan Italic baik dalam bahasa Inggris dan Koptik. Injil Thomas telah diterjemahkan ke seluruh dunia dengan diberi catatan dalam berbagai bahasa-bahasa secara meluas. kitab ini bukan berisikan kisah naratif mengenai kehidupan Yesus. Nichols. IL. Pada bulan Februari 2010. Gereja perdana mempercayai injil ini sebagai kepalsuan. Mesir bagian dari Departemen Manuskrip. Marvin Meyer dari Chapman University. Buku ini berasal dari proyek tesis dari California State University at Dominguez Hills. Carol W. reproduksi dari manuskrip tulisan tangan pertama dalam bentuk kaligrafis selama 1600 tahun telah dilengkapi. sebaliknya kitab ini terdiri dari Logia (ucapan-ucapan) yang dihubungkan dengan Yesus. Injil Thomas sangat berbdea dalam gema dan strukturnya dari teks Apokripa Perjanjian Baru lainnya dan dari Injil Kanonik. Mesir diperkirakan berasal dari tahun 340 Ms. Tidak seperti Kitab Injil kanonik. Terjemahn dalam bahasa Inggris diusahakan oleh Dr. kebangkitan atau pengadilan terakhir bahkan tidak menyebutkan pemahaman mesianis terhadap Yesus.

Sebelum ditemukannya naskah-naskah di Nag Hammadi. Kesesuaian dengan fragment Yunani koine dari Injil Thomas yang ditemukan di Oxyrhynchus adalah: P. Injil ini tidak diklaim sebagai tulisan yang dibuat olrh Yudas sendiri melainkan oleh para penganut Gnostik Yesus. Sekalipun tetap diterima asumsi yang menyatakan bahwa Injil Thomas pertama kali disusun dalam bahasa Yunani. para sarjana segera menyatakan bahwa tiga fragment berbeda yang sebelumnya ditemukan di Qxyrhynchus.Oxy. Injil Yudas kemungkinan tidak lebih awal dari Abad Kedua karena isi teologinya tidak mewakili sebelum paruh Abad Kedua dan dikarenakan pula baik pendahuluan dan penutupnya mengasumsikan bahwa pembacanya sudah sangat akrab dengan Injil Kanonik. 1: Fragment dari Logia 26 sampai 33 dengan dua kalimat terakhir dari Logion 77 dari versi Koptik termasuk pada akhir Logion 30.Logion 24 dan Logion 36 pada sisi lain papyrus yang terdiri dari data yang diselidiki. Naskah ini telah diterjemahkan dan hadir . INJIL YUDAS[2] Injil Yudas adalah Injil Gnostik yang mengaku mendokumentasikan percakapan diantara Rasul Yudas Iskariot dan Yesus Kristus.Setelah versi Koptik yang lengkap ditemukan padatahun 1945 di Nag Hammadi.Oxy. 8 fragment menunjuk a sampai h. Nicholas Perrin menyatakan bahwa perbedaan-perbedaan tersebut dapat menunjukan sumber bersama yang dipakai oleh keduanya yaitu bahasa Syria. dimana f dan h telah hilang Susunan kata dari kitab berbahasa Koptik terkadang berbeda dengan jelas sekali dengan teks-teks Yunani yang ditemukan di Oxyrhynchus. P. ketika mengutip ayat tersebut – menimbulkan dugaan bahwa Injil Thomas telah beredar lebih dari satu bentuk dan diedarkan melalui beberapa proses redaksi.Oxy. Dokumen Koptik diperkirakan berdasarkan perhitungan Karbon sekitar tahun 280 Ms lebih atau kurang 50 tahun Kodek Tchacos merupakan papyrus Koptik dengan bungkus kulit agaknya ditemukan sekitar tahun 70-an dekat Beni Masah. 655: Fragment Logia 36 sampai 39. ucapan-ucapan Yesus di Oxyrhynchus lebih dikenal dengan sebutan “Logia Iesu”. P. Mesir. Dengan membandingkan fragment Yunani dari Oxyrhynchus dengan versi penuh teks Koptik. Naskah yang ada adalah naskah Koptik berasal dari Abad Keempat yang diduga sekalipun belum terbukti sebagai terjemahan dari versi Yunani yang lebih tua. Tiga fragment papyrus dari Injil Thomas ini diperkirakan antara tahun 130-250 Ms. Contoh kasus yang menyolok adalah ditemukan pada bagian akhir Logion 30 pada naskah Yunani justru ditemukan pada akhir Logion 77 pada naskah Koptik. 654: Fragment dari permulaan sampai Logion 7. namun ada bukti-bukti yang bertambah yang menyatakan bahwa teks Koptik Nag Hammadi merupakan hasil terjemahan dari bahasa Syria. Mesir merupakan bagian dari Injil Thomas. Fakta ini – yang berkaitan dengan susunan kata yang berbeda dari dari yang digunakan Hippolyus.

secara mengesankan menyatakan bahwa Injil Yudas berisikan informasi sejarah yang tidak bersifat baru baik mengenai Yesus maupun Yudas. . rupanya merupakan susunan kisah Gnostik diantara Yesus dan Yudas. maka diduga bahwa kitab Koptik dari Abad Keempat ini mungkin saja terjemahan dari manuskrip Yunani yang lebih awal. tersisa hanya 13 halaman dengan tulisan bolak-balik. A. seorang ahli radiokarbon pada University of Arizona's Physics Centre. Hanya beberapa bagian dari papyrus yang tidak berisikan teks yang terdeteksi karbon dikarenakan data karbon pada bagian tersebut telah rusak sepenuhnya. Teks ini masih ada hanya dalam satu manuskrip yaitu manuskrip Koptik Abad Empat Masehi yang dikenal sebagai Kodek Tchacos yang muncul pada tahun 1970-an setelah enam belas abad berada dalam pada gurun Mesir. yang dalam perkataannya yang bersifat pencerahan Gnostik dimana Yesus meminta Yudas untuk membawa dirinya kepada orang-orang Romawi untuk membantu menyelesaikan tugasnya dari Tuhan. Didasarkan pada analisis tekstual pada ciri-ciri dan dialek serta kata Yunani asing. kodeks tersebut aslinya terdiri dari 31 halaman dengan tulisan bolak-balik. sebagaimana dinyatakan Timothy Jull. Kesimpulan : Berdasarkan terjemahan tahun 2006 teks manuskrip tersebut. Dalam beberapa kasus ada kata-kata yang terserak. manuskrip tersebut dalam keadaan melebihi ribuan kepingan disebabkan kurangnya penanganan dan pemeliharaan dengan banyaknya bagian yang hilang. teks-teks tersebut tidak biasanya namun selalu bersifat “pseudonimous” yang secara licik menghubungkan dirinya dengan tokoh agung seperti para rasul atau tokoh di zaman permulaan. Menurut Rodolphe Kasser. Keberadaan manuskrip tersebut berdasarkan perhitungan radio karbon. Selama Abad Kedua dan Ketiga Masehi berbagai sekte Kekristenan menyusun teks-teks keagamaan yang secara longgar disebut dengan Apokripa Perjanjian Baru. Hari ini. Namun tidak jelas apakah teks yang disebutkan oleh Ireneus adalah teks yang sama yang saat ini disebut dengan teks Koptik Injil Barnabas yang tersedia pada Abad Keempat dan tidak ada bukti yang tersisa bagi sebuah naskah versi Yunani yang paling awal. Levine. berasal dari antara Abad Ketiga dan Keempat. Melalui penulis Kristen awal Irenaeus dari Lyon yang menentang Gnostisisme menyebut teks tersebut dengan “sejarah yang penuh kebohongan” (Menolak Gonstisisme. Namun demikian teks ini menolong merkonstruksi sejarah mengenai Gnostisisme khususnya di wilayah berbahasa Koptik. Diduga bahwa ada orang yang telah menghilangkan dan menjualnya. J. Buku 1 Bab 31). namun ketika sampai di pasar (antik) tahun 1999. di tempat lainnya ada banyak halaman yang hilang. yang merupakan bagian dari tim sarjana yang bertanggungjawab menyingkapkan pekerjaan ini.sebagai sebuah teks dari Abad Kedua Masehi yang menggambarkan kisah kematian Yesus dari sudut pandang Yudas.

jawaban atas pertanyaan spiritual tersebut adalah di dalam diri manusia bukan di luar. Sejumlah besar dan mayoritas para sarjana memberi penanggalan dan kepengarangan Injil Gnostik di Nag Hammadi pada Abad Kdua dan Abad Ketiga. Beberapa sarjana seperti Edward dan Elaine Pagels menyatakan bahwa Gnostisisme merupakan ajaran campuran sebagaimana mereka yang menghubungkan dengan Yesus Sang Mesias dengan ajaran yang di temukan dalam tradisi Timur. Berbagai dokumen lainnya termasuk di dalam apa yang sekarang disebut sebagai Injil Gnostik. Julukan “Kristen Gnostik” hadir untuk mewakili lapisan komunitas Kekristenan awal yang meyakini bahwa keselamatan tidak diletakkan atas dasar peribadatan pada Sang Mesias belaka melainkan mempelajari secara psikis dan rohani untuk mengalami pembebasan dari dunia materil melalui sebuah pewahyuan. Para sarjana yang memfokuskan pada Kekristenan cendrung memberi penanggalan berdasarkan catatan Irenaeus yaitu pada Abad Kedua Masehi dan catatan . Beberapa dokumen telah digandakan dalam penemuan yang berbeda seperti Injil Maria Magdalena yang hanya memiliki satu salinan yang tersedia.NASKAH-NASKAH GNOSTIK[3] Injil-injil Gnostik merupakan kumpulan tulisan mengenai ajaran-ajaran Yesus yang dituliskan dari Abad Kedua dan Keempat Masehi. Akhir-akhir ini novel-novel dan filmfilm menunjuk pada injil-injil ini memiliki tujuan untuk menarik perhatian publik. Perpustakaan Nag Hammadi ditemukan secara tidak sengaja oleh dua orang petani pada Desember 1945 dan telah menamai wilayah di Mesir dimana termpat itu tersembunyi selama berabad-abad. Injil-injil ini bukan bagian dari Injil Kanonik dari kebanyakan denominasi Kristen namun bagian dari apa yang disebut dengan Apokripa Perjanjian Baru. Perhitungan Dokumen-dokumen yang terdiri dari koleksi Injil Gnostik tidak ditemukan sekaligus namun dalam penemuan yang bertahap. Selanjutnya cara hidup Gnostik tidak memerlukan pengantara untuk mendapatkan keselamatan. Sekalipun manuskrip-manuskrip yang ditemukan di Nag Hammadi secara umum diberi penanggalan Abad Keempat Masehi. ditemukan pada tempat dan waktu yang berbeda seperti Injil Maria yang telah ditemukan pada tahun 1896 sebagai bagian dari Kodek Akhamim dan kemudian dipublikasikan pada tahun 1955. namun ada beberapa perdebatan berkaitan dengan asal usul susunan teks tersebut. Beberapa sarjana tetap mempertahankan penanggalan tradisional bagi munculnya filsafat Gnostik dan gerakan keagamaan. Sejarah 8 Kata “Gnostik” berasal dari bahasa Yunani “Gnosis” yang bermakna “Pengetahuan” yang terkadang dipergunakan dalam filsafat Yunani yang lebih tepat jika diterjemahkan dengan bahasa Inggris “enlightenment" (pencerahan). Menurut tradisi. Sekarang secara umum diterima bahwa bukti menunjukkan bahwa Gnostisisme merupakan gerakan Yahudi yang kemudian bereaksi terhadap Kekristenan atau Gnostisisme muncul secara langsung sebagai reaksi terhadap Kekristenan.

Pandangan tradisional mempertahankan bahwa Marcion tidak menyusun injilnya secara langsung namun “menghilangkan semua pemikiran (dari Injil Lukas) yang tidak sejalan dengan pandangannya…dan mempertahankan sesuatu yang mendukung pandangannya. Injil Thomas terkadang diklaim sebagai memiliki beberapa unsur Gnostik namun kehilangan aspek kosmologinya secara utuh. Mead dan beberapa lainnya menyatakan bahwa injil Marcion mendahului Injil Lukas kanonik dan telah dipergunakan dalam gereja yang bercorak ajaran Paulus. Para sarjana pada umumnya memberikan penanggalan pada injil ini sekitar pertengahan Abad Kedua Masehi.R.S. 142 3. Injil Keberanan dan ajaran Pistis Sophia tidak dipertanyakan lagi berasal dari awal Abad Kedua dan merupakan bagian dari sekolah Valentinian walaupun injil tersebut berasal dari Abad Ketiga. penggambaran bahwa unsurunsusr ini sebagai gnostik didasarkan utamanya pada presuposisi bahwa teks tersebut secara keseluruhan adalah Injil Gnostik dan gagasan ini didasarkan pada gagasan yang minim dibandingkan fakta bahwa injil tersebut ditemukan bersama teks-teks gnostik lainnya di nag Hammadi. 2. 5. Minoritas pandangan berusaha meyakinkan bahwa penanggalan awal meletakkan pada tahun 50 Masehi dengan menghubungkan dengan dokumen “Q” diantara alasan alasan yang dipergunakan. Para sarjana lain yang lebih memfokuskan pada literatur pagan dan Yahudi pada masa tersebut. Beberapa sarjana termasuk Nicholas Perin menyatakan bahwa Thomas didasarkan pada Diatessaron yang disusun segera setelah tahun 172 Masehi oleh tatian di Syria. Injil Thomas. dipertahankan oleh kebanyakan sarjana sebagai Injil Gnostik yang paling awal disusun. Namun demikian. 4. Penanggalan traisional injil-inji tersebut bersumber dari perbedaan penanggalan kedua tokoh tersebut. cenderung memberikan penanggalan berdasarkan jenis tulisan: 1. Injil Junjungan Agung (The Gospel of the Lord) sebuah tulisan non gnostik jika bukan teks eretik non kanonik yang diperkirakan tidak lebih dari zaman Marcion pda awal Abad Kedua Masehi. 10 10 . Pandangan tradisional masih mempertahankan penanggalan tersebut dan diterima oleh para sarjana pada umumnya namun G.Yerome yaitu Abad Keempat Masehi.

(b) antilegomena (“diperdebatkan”). dan (c) psethde (“keliru”). yang masih diperdebatkan kelayakannya. daftar kitab yang diterima oleh hampir sebagian besar orang-orang (b) Antilegomena. Mesir Tahun 1898. kebanyakan para sarjana menempatkan mereka berasal dari Abad Kedua Masehi. yang terbagi dua kategori lagi yaitu gnorima (“dikenal”). 8. Berbagai dokumen yang dipengaruhi oleh Sethian (seperti Injil Yudas) atau yang jelas-jelas dari Sethian seperti Injil Koptik Orang-Orang Mesir paling lambat sekitar tahun 40 dan paling awal sekitar tahun 250 Ms.7. yang dipergunakan secara umum oleh komunitas Kristen pada waktu itu. Dia menyusun kategori tulisan-tulisan Kristen dengan istilah-istilah sbb: (a) anantireta (“tidak ditolak”) atau homologoumena (“diakui”). karena banyak orang-orang Kristen mengakuinya dan notha (“tidak sah”). and ditemukan kembali di Perpustakaan Nag Hammadi) Injil Kebenaran (Perustakaan Nag Hammadi) Injil Filipus (Perpustakaan Nag Hammadi) Injil Yudas (ditemukan melaui pasar gelap barang antik pada tahun 1983 dan direkonstruksi kembali pada tahun 2006) MENGENAI APOKRIPA Selama Abad ke-III Ms. Origenes sebagaimana Klement dari Alexandria berhadapan dengan masalah tidak adanya batasan tetap diantara apa yang disebut daftar kitab yang disebut Kanon dan daftar kitab yang disebut Non Kanon. (b) amphiballomena (“diperdebatkan”). oleh gereja. Ada beberapa sarjana konservatif yang mempergunakan penanggalan tradisional menyatakan bahwa kitab-kitab ini muncul pada Abad Ketiga Masehi. daftar kitab yang oleh gereja dianggap tidak asli dan ditolak serta (d) Apocrypha. buku yang diperdebatkan oleh beberapa orang (c) Pseudoepigrapha.. Klasifikasi ini diperbarui oleh Eusebius dari Kaisarea selama Abad ke-IV Ms dengan sebutan (a) homologoumena (“diakui”). Kategori-kategori tersebut akhirnya ditetapkan menjadi empat istilah baku yaitu : (a) Homologoumena. buku yang dianggap oleh beberapa orang sebagai kanonik dan semi kanonik . yang dianggap sebagai kepalsuan. karena dianggap sebagai tidak asli serta (c) apocrypha (“tersembunyi”). Beberapa Injil Gnostik (seperti Trimorphic Protennoia)yang mengembangkan secara penuh Neo Platonisme dan diberi penanggalan setelah Plotinus pada Abad Ketiga Masehi. termasuk buku-buku yang dikategorikan pemalsuan dan menyimpang. Daftar Injil-injil Sekalipun ada banyak yang dimasukkan sebagai Injil Gnostik namun yang sangat dikenal adalah sbb:      Injil Maria (ditemukan Tahun 1896) Injil Thomas (beberapa versi ditemukkan di Oxyrhynchus.

Homili kuno (120-140 Ms). 2 & 3 Yohanes. Gembala Hermas (115-140 Ms)..mengelompokkan 2 jenis tulisan apokripa berdasarkan motif dan konteksnya yaitu tulisan Apokripa yang bertujuan untuk MELENGKAPI tulisan-tulisan dalam Injil dan yang kedua bertujuan untuk MENGGANTIKAN tulisan-tulisan dalam Injil kanonik[5] Kisah kehidupan Yesus tidak secara menyeluruh diceritakan. Injil orang-orang Ibrani (Abad II Ms). surat kepada orang-orang Korintus (96 Ms). “Protoevanggelium Yakobus”. Injil menurut orang-orang Ibrani (65-100 Ms). usia pelayanan Yesus diawali pada usia 12 dan muncul kembali dalam usia 30 tahun. Kitab Injil kanonik tidak menceritakan kisah Yesus di usia sebelum 12 tahun dan dari usia 12 sampai 30 tahun. “Kisah Yusuf Si Tukang Kayu”. dll. Didache..Berkaitan dengan daftar kitab-kitab yang diistilah kelak dengan Perjanjian Baru yang meliputi Homologumena adalah daftar kitab yang telah diterima oleh Kekristenan yang terdaftar dalam kanon termasuk 27 Kitab Perjanjian Baru (dari Matius sampai Wahyu).Injil Thomas (Awal Abad II Ms). 12 Yang dikategorikan Apocrypha al.. Injil Kebenaran.. Tujuh surat-surat Ignatius (110 Ms)[4]. Injil orangorang Nazaren (Awal Abad II Ms). Epistula Apostolorum (surat-surat rasuli). Yang dikategorikan Antilegomena berada dalam daftar susunan Homologoumena al. Yang dikategorikan Antilegomena ada tujuh kitab yang diperdebatkan baik dari segi keaslian penulisnya maupun isinya. Kitab Yakobus. Jika kita melihat Injil Kanonik. muncullah berbagai pertanyaan yang tidak terjawab langsung dalam Injil. Proto Injil Yakobus (Akhir Abad II Ms). Apcryphon Yohanes. Demikianlah muncul kitab-kitab Apokrip untuk MELENGKAPI seperti: “Injil Masa Kecil Yesus dalam bahasa Arab”. Injil Yudas. menyesatkan. Surat ke-2 Klement. karena isinya bertentangan dengan keimanan Gereja karena isinya berisikan fiksi. Injil Filipus (Abad II Ms). Surat Polikrpus kepada orang-orang Efesus (108 Ms). Wahyu Petrus (150 Ms). Kisah Paulus & Thecla (170 Ms). MOTIF PENULISAN KITAB-KITAB APOKRIPA Kata “Apokripa” sendiri bermakna “tersembunyi” atau “rahasia” karena hanya dibaca oleh kalangan tertentu saja. Injil Ebionit (Abad II Ms). Injil Petrus (Abad II Ms). Desy Ramadhani SJ. Dalam perkembangannya. Yang dikategorikan sebagai Pseudoepigrapha al. Yudaskah? Pilatuskah? Imam-imam Yahudikah? Muncul pula pertanyaan mengapa Yesus harus . Surat kepada orang-orang Laodikea. Injil orang-orang Mesir (Abad II Ms). Mengapa dirahasiakan dan disembunyikan. Wahyu. Siapa yang paling bersalah terkait kematian Yesus. Ajaran Rasul-rasul 12 (100-120 Ms). fitnah dan dongengan. Yudas. Kitab Ibrani. Kitab Thomas Sang Atlit. 2 Petrus. Injil menurut Mathias. Surat Pseudo Barnabas (70-79 Ms).

Demikian pula ketika Rasul Paul dengan nada keras mengingatkan jemaat mengenai “injil yang lain” dalam Galatia 1:6 -9 sbb: “Aku heran. Dengan penemuan kitab-kitab tersebu kita dapat menghayati sebagaimana digambarkan oleh Lukas 1:1-4 sbb: “Teofilus yang mulia. Rasul Paul mengingatkan dua kelompok yang dapat mempengaruhi pertumbuhan iman jemaat yaitu kelompok Filsuf Yunani dan kaum Gnostik yaitu dalam Filipi 2:8. terkutuklah dia. “Hati-hatilah. terkutuklah dia” Dalam dua suratnya. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil (Mesias). supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan rohroh dunia. yang oleh kasih karunia (Mesias) telah memanggil kamu. sekarang kukatakan sekali lagi: jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil. Karena itu. yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima. aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu. Hindarilah omongan yang kosong dan yang tidak suci dan pertentangan-pertentangan yang berasal dari apa yang disebut pengetahuan”. Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita. tetapi tidak menurut (Mesias)” dan 1 Timotius 6:20. Seperti yang telah kami katakan dahulu. Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu. yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman. Dengan ditemukannya Kitab Injil Yudas dan Injil Thomas dan naskah-naskah Gnotik lainnya. “Wahyu Petrus”. supaya engkau dapat mengetahui. seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka.menderita di kayu salib? Mengapa nabi Tuhan harus mengalami penderitaan seperti itu? Oleh karenanya muncullah tulisan-tulisan yang hendak memberikan perspektif MENGGANTIKAN informasi yang tertulis dalam Injil Kanonik seperti “Injil Petrus”. setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya. bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia. peliharalah apa yang telah dipercayakan kepadamu. “Pertanyaan-pertanyaan Bartholomeus” dll. “Hai Timotius. etidaknya kita dapat memperkirakan berbagai keragaman pemahaman mengenai eksistensi Yesus yang diwakili dengan berbagai literatur yang berusaha menggambarkan diri-Nya sesuai persepsi mereka masing-masing. dan mengikuti suatu injil lain. yang sebenarnya bukan Injil. . NILAI KITAB-KITAB APOKRIPA Sekalipun kitab-kitab Apokripa tidak disarankan untuk dibaca dan menjadi bagian dari bacaan wajib Kekristenan namun keberadaan kitab-kitab Apokripa dan ditemukannya kitab-kitab Apokripa dengan corak Gnostik (kebatinan) setidaknya menolong kita untuk memetakan keragaman pemikiran keagamaan dan mazhab-mazhab agama dalam bingkai Yudaisme dan Kekristenan awal. bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar”. Kelompok-kelompok inilah yang kemudian menuliskan gagasan-gagasannya yang aneh yang setidaknya terwakili dalam penemuan kitab-kitab Apokripa dan Gnostik akhir-akhir ini.

yaitu alamnya penguasa mutlak dan mengakui bahwa Esau. kita dapat membaca dan membandingkan isi teks injil-injil ekstrkanonik tersebut dengan Injil Kanonik. Karena Kebijaksanaan (Sofia) merenggut ke atas segala sesuatu yang menjadi miliknya. Siapapun yang mengetahui sejarah terbentuknya kanonisasi Kitab Suci khususnya Kitab Perjanjian Baru akan mengerti bahwa munculnya kitab-kitab yang dikategorikan ekstrakanonik/non kanonik dimotifasi oleh adanya keinginan untuk mengisi kekosongan kisah-kisah yang tidak diceritakan dalam Injil mengenai kehidupan Yesus dan dalam perkembangannya ingin menggantikan kisah-kisah tersebut dengan kisah-kisah yang mendukung pandangan mereka khususnya kaum Gnostik.APAKAH MENGUBAH DOKTRIN UTAMA KEKRISTENAN? Setelah kita melihat secara singkat apa dan bagaimana yang disebut dengan penemuan injil-injil bercorak Gnostik dan bagaimana kategorisasi kitab-kita yang disebut dengan Apokripa. Dalam bukunya. Olehnya. segala sesuatu. sejarah kanonisasi. telah dilawan oleh para Bapa Gereja diantaranya Irenaeus dalam bukunya Adeversus Haeresis. maka dia melaksanakan misteri pengkhianatan itu. Sekarang. sementara yang lain tidak dipahaminya. Penemuan-penemuan tersebut tidak akan menggantikan penilaian Gereja mengenai Keilahian dan Kemesiasan Yesus. di bumi maupun di surga . tibalah saatnya kita menentukan sikap dan memberikan jawaban apakah berbagai penemuan tersebut menguah seluruh doktrin Kristen mengenai Yesus? Apakah penemuan tersebut menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan Kekristenan? Apakah penemuan tersebut mencerminkan injil-injil yang asli sementara injil yang diyakini Kekristenan saat ini adalah sebuah kepalsuan? Jawabannya bahwa penemuan injil-injil ekstrakanonik tersebut tidak sama sekali memberi pengaruh apapun terhadap Kekristenan. 16 148 Dengan membaca sejarah. Mengapa? Ada dua alasan dasar untuk kita mempertahankan keotentikan iman Gereja yaitu didasarkan pada Alasan Historis dan Alasan Teologis. Dan Yudas si pengkhianat amat memahami kebenaran itu. Berbagai penemuan naskah Gnostik di Nag Hammadi dan diterbitkannya Injil Yudas dan Injil Thomas yang memberikan gambaran yang berbeda mengenai Yesus justru membantu para sarjana Kristen dan umat Kristen untuk memahamai lebih dekat konflik teologis pada abad-abad tersebut. Publikasi injil-injil gnostik ini mendekatkan kita pada teks yang sebelumnya hanya dikutip dalam buku sejarah gereja. beliau mengelompokkan beberapa paham Gnostik sbb: “Dan yang lain berkata bahwa Kain erasal dari alam yang lebih unggul. kitapun mengetahui bahwa injil-injil yang dikategorikan sebagai bermuatan Gnostik. Alasan Historis. Korah dan orang-orang Sodom dan semua pribadi seperti itu adalah orang-orang yang sama seperti mereka: karena itu mereka dibenci oleh pencipta mereka. kendati tak seorangpun dari mereka menderita.

Dan untuk itu mereka melahirkan sebuah karya (tulis) palsuyang mereka sebut Injil Yudas”[6].dihancurkan. kita menjadi tahu lebih dekat bahwa apa yang pernah ditentang oleh Irenaeus dan dikecam sebagai tulisan bidat. Sekalipun kitab-kitab Gnostik tersebut memberikan gambaran yang sepenuhnya terbalik tentang Yesus dan ajaran-Nya sebagaimana yang disampaikan kitab-kitab kanonik. Ulangan 18:17-22. Sebagai pribadi ilahi. George Wurst memberikan komentar terkait kutipannya atas tulisan Irenaeus sbb: “Yang dengan pasti dapat disimpulkan daripeaparan Irenaeus adalah bahwa kaum Kain membaca sebuah versi dari Injil Yudas dan bahwa mereka mengacu kepadanya untuk mendukung pemahaman mereka mengenai tindakan Yudas sebagai sebuah misteri. Ini berarti bahwa Yudas digmbarkan di dalam injil tersebut sebagai murid Yesus ‘yang mengetahui kebenaran yang tidak diketahui oleh para murid yang lain’ dan bahwa tindakan pengkhianatan itu harus diartikan sebagai bagian dari ‘penghancuran segala ciptaan. Sebaliknya. Neviim. Contoh gambaran Yesus yang berbeda sebagaimana digambarkan dalam Injil Yudas adalah gambaran Yesus yang doketik. Mikha 5:1. Dalam beberapa naskah Kristen awal. Yesus Sang Mesias dan para muridnya berbeda 180 derajat dengan Injil Kanonik. Demikian juga di sini: Yesus sesungguhnya tidak memiliki . kepada orang yang berbeda (hal ini misalnya dapat ditemukan dalam buku yang tidak termasuk dalam kitab suci kanonik yang disebut Kisah Rasul Yohanes). melainkan hadir di antara mereka sebagai seorang anak’. 9:5. namun kita tidak merasa terancam karena dasar penulisan Kitab Perjanjian Baru adalah TaNaKh (Torah. Yesus dapat mengenakan bentuk apapun yang dia kehendaki. dll dan kesemua gambaran tersebut terwakili hanya pada satu tokoh bernama Yesus yang dikisahkan dalam Injil Kanonik. hanya karena penampakannya (docetic berasal dari bahasa Yunani dake yang berarti ‘rupanya’. Bahkan tulisan-tulisan kanonik tersebut secara langsung mengutip kitab-kitab TaNaKh saat menghubungkan ucapan dan tindakan Yesus sebagai penggenap nubuatan dalam TaNaKh (Kis Ras 3:22-26. sekarang dapat kita akses dan baca serta kaji secara mandiri. TaNaKh memberikan gambaran profetik mengenai hakikat dan karya Mesias dalam beberapa ayat seperti Kejadian 3:15. Yesus dapat menampakkan diri sebagai orang yang sudah tua atau sebagai anak-anak-secara bersamaan. Alasan Teologis. Sejumlah naskah Kristen di luar Perjanjian Baru melukiskan Yesus sebagai pribadi ‘doketik’. Jika sebelum penerbitan injil-injil Gnostik ini kita hanya meraba-raba apa yang dimaksudkan oleh Irenaeus maka sekarang kita menjadi tahu secara langsung beberapa kitab yang ditentang oleh Irenaeus. Markus. baik di durga maupun di bumi’. Ehrman dalam artikelnya mengatakan sbb: “Karakter uniknya (Yesus) ditunjukkan dalam komentar mengenai dia (Yudas): ‘Seringkali di hadapan para muridnya dia tidak menampakkan rupa sebagaimana dirinya. Kethuvim) yang lazim oleh kekristenan disebut dengan Kitab Perjanjian Lama yang menubuatkan kehadiran seorang Mesias Ilahi yang seluruh gambaran tersebut terwakili dalam diri Yesus Sang Mesias yang dikisahkan injil-injil kanonik baik Matius. Para sarjana yang akrab dengan berbegai literatur Kristen awal sama sekali tak akan mengalami kesulitan untuk memahami alusi ini. Yesaya 7:14. kitabkitab Gnostik tersebut memberikan gambaran mengenai Tuhan Pencipta. Maksudnya adalah sebagai pribadi yang kelihatan manusia. sejalan dengan paham gnostik mengenai sejarah keselamatan”[7] Dengan penerbitan injil-injil Gnostik tersebut. Bart D. ‘tampaknya’). Lukas. Contoh. Yohanes.

wikipedia. hal 23-25 [6] George Wurst. Jakarta: Gramedia 2006.org/wiki/Gospel_of_Thomas pada Tgl 25 April 2010 [2] Diunduh dan diterjemahkan dari http://en. A General Introduction to the Bible.tubuh ragawi.. tetapi dapat menampakkan diri secara berbeda sesuka hatinya”[8] Berdasarkan du alasan tersebut (historis dan teologis) maka kehadiran injil-injil Gnostik yang dipublikasikan oleh media sekuler dan diangkat menjadi sebuah tayangan film.org/wiki/Gospel_of_Judas pada Tgl 25 April 2010 [3] Diunduh dan diterjemahkan dari http://en. Jakarta: Gramedia 2006.. Hal xviii-xix . “Irenaeus dari Lyon dan Injil Yudas” dalam “The Gospel of Judas”. hal 139 [8] Kristianitas dijungkirbalikkan: Visi Alternatif Injil Yudas.wikipedia. sbb: “Temuan apa saja. (Chicago. dalam “The Gospel of Judas”. William E. Revised and Expanded. entah itu tambahan pengetahuan sejarah dan kemanusiaan. kehadiran kitab-kitab tersebut mendekatkan kita pada obyek yang ditentang oleh para Bapa Gereja dan yang telah diperingatkan sejak dini oleh para rasul khususnya rasul Paul. Kaum beriman masa kini masih tetap perlu mengetahui pokok-pokok ajaran yang dihidupi para murid ertama dan yang diperkaya dalam generasi-generasi brikutnya sambil menyadari perbedaannya dengan penlbagai pandangan hidup lain”[9 ] [1] Diunduh dan diterjemahkan dari http://en. Serentak dengan itu. entah itu temua teknologi dan ilmu pengetahuan. Jadi pada dasarnya ada dialog dengan perkembangan yang ada dalam masyarakat. kitapun tidak erlu berlebihan dengan memberikan perlawanan dan penolakkan terhadap eksitensi kitab-kitab tersebut.. Hal 134 [7] Ibid.. IL: Moody Press) 1986. melainkan dengan kematangan kita mengkaji dan menilai dari sudut pandang keimanan kita sebagaimana dikatakan oleh Agustinus Gianto. and Nix. Guru Besar Filologi Semit dan Linguistik dari Pontifical Institute. [5] Menguak Injil-Injil Rahasia. layak dikaji dan diperiksa relevansinya bagi kehidupan. tidak akan menimbulkan pengaruh apapun terhadap kaum terpelajar Kristen. Sebaliknya.wikipedia. Yogyakarta: Kanisius 2007.org/wiki/Gnostic_Gospels pada Tgl 25 April 2010 [4] Geisler. sebagaimana tampaknya. Komunitas orang beriman juga akan mengambil sikap berdasarkan iman kepercayaan yang dihayati. Roma dalam kata pengantar terjemahan “The Gosple of Judas”. Hal 115 [9] Ibid. Normal L.

....  MENGHADAPI SAKSI-SAKSI YEHUWA Mungkin Anda sering mendapat kunjungan dari beberapa orang yang menamakan dirinya Perkumpulan Siswa-Siswa Alkitab atau Saksi-Saksi Yehuwa...  INTERNALISASI NILAI-NILAI PANCASILA DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA Sebuah Refleksi Menjelang Peringatan Hari Kelahiran Pancasila (Tulisan Terakhir) Saat pidato pada Hari Jadi Pancasila 1 . Grant White Maker memberikan ceramah di pertem.  MENJAWAB PEMAHAMAN BIAS MENGENAI INJIL DALAM BUKU PELAJARAN AGAMA ISLAM Saya cukup terkejut ketika menerima laporan jemaat yang masih sekolah di sekolah menengah atas. ..Entri Populer  RESENSI DAN TINJAUAN KRITIS TERHADAP NOVEL THE JACATRA SECRET (3) APAKAH VOC MERUPAKAN ORGANISASI LAYAR FREEMASONRY? Dalam novel ini dikisahkan saat DR.. dimana suatu ketika dia mendengar saat mata.

.149 Arsip Blog    ► 2013 (3) ► 2012 (69) ▼ 2011 (138) o ► Desember (6) o ► November (9) o ► Oktober (19) o ► September (5) o ► Agustus (6) o ► Juli (4) o ► Juni (6) o ► Mei (18) o ► April (17) o ► Maret (16) o ▼ Februari (32) . MEMBACA TANDA-TANDA KEDATANGAN YESUS SANG MESIAS DAN AKHIR DUNIA Midrash Matius 24:1-36 Nats: Matius 24:36 Akhir-akhir ini di Jakarta beredar selebaran dengan judul AKHIR DUNIA 21 OKTOBER 2011 di kala. Pengikut Mengenai Saya Teguh Hindarto Pejuang dan Pemikir yang berdiri diantara Gereja Ortodox dan Messianic Judaism.. Lihat profil lengkapku Total Tayangan Laman 92.

RELEVANSI TEOLOGI ASYARI DALAM MEMAHAMI KRISTOLOGI. TORAH & PEMBERDAYAAN EKONOMI MAKNA TEFILAH AVINU PEMAHAMAN TENTANG “SHEMA” SEBAGAI LANDASAN PENDI..... ANTISEMITISME KEBANGUNAN ROHANI YANG SEJATI APAKAH PENEMUAN INJIL-INJIL NON KANONIK MENGUBAH . KEMATIAN & PERLAKUAN YANG BENAR TERHADAP ORANG MAT.... KANONISASI KITAB SUCI TAURAT DAN INJIL KESAKSIAN SALINAN NASKAH KITAB SUCI TAURAT & INJ... TORAH & KEADILAN SOSIAL REFORMASI YOSIA & MAKNA PENEMUAN TORAH KEKRISTENAN & KESEMITIKAN Link Sahabat .. APAKAH KITAB SUCI TAURAT & INJIL ADALAH FIRMAN TUH. KOMENTAR TERJEMAHAN KS-ILT MENGKAJI ULANG VALIDITAS TERJEMAHAN LAI MENYONGSONG RATU ADIL DENGAN MENJALANI KEHIDUPAN Y.... BERPUASA YANG DIKEHENDAKI TUHAN ANTARA BINATANG TAHOR-TAMEH DAN POLA MAKAN YESUS... YESUS SANG FIRMAN HIDUP: PEMAHAMAN TENTANG HAKIKAT.. SOTERIOLOGI ISLAM DALAM TEMBANG GUBAHAN SUNAN KALI.... KONSEP TSEDAQAH DALAM KEKRISTENAN MENGENAI NAMA & ATRIBUSI TUHAN APAKAH NAMA YAHWEH BELUM DIKENAL DI ZAMAN ABR.... PEMAHAMAN MENGENAI SEBUTAN KURIOS BAGI YESUS SANG . NILAI PERBUATAN BAIK DALAM DUNIA SEKARANG DAN . MELURUSKAN KESALAHPAHAMAN SEPUTAR KEILAHIAN YESUS... DEMITOLOGISASI PEMAHAMAN DISEPUTAR NAMA YAHWEH DAN.                                TEFILAH: IBADAH HARIAN KEKRISTENAN MENIMBANG KARYA PEKABARAN INJIL KIAI SADRACH SUROP.. KESAKSIAN QUR’AN & TUDUHAN TAHRIF DALAM KITAB SUC..... GEMA NESTORIANISME DALAM PENOLAKAN AL QUR’AN T........

blogspot.com bet-hasefer.blogspot. 22 Feb .com Liturgi Judeochristianity Messianic Indonesia copyright (c) Teguh Hindarto 2011.com bet-midrash.     historyandlegacy-kebumen.blogspot. Diberdayakan oleh Blogger.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful