http://teguhhindarto.blogspot.com/2011/02/apakah-penemuan-injil-injil-non-kanonik.

html

APAKAH PENEMUAN INJIL-INJIL NON KANONIK MENGUBAH PERSEPSI KRISTEN TENTANG YESUS?
Posted by Teguh Hindarto

Akhir-ahir ini dipublikasikan berbagai buku yang menginformasikan adanya injil-injil di luar Injil Kanonik seperti Injil Thomas dan Injil Yudas. Di Indonesia sendiri telah diterbitkan oleh Gramedia pada Tahun 2006, buku dengan judul “The Gospel of Judas” dengan penyunting Rodolphe Kasser, Marvin Meyer dan Gregor Wurst. Kemudian muncul pula penerjemahan novel “Da Vinci Code” karya Dan Brown. Penemuan injilinjil bercorak Gnostik di Nag Hammadi menginspirasi beberapa penulis novel dan pembuat film di Barat untuk merilis sebuah buku atau film dengan mengusung tematema tersebut seperti film “Stigmata” pada tahun 1999 dan novel “Change of Heart” oleh Jodi Picoult pada tahun 2008 serta film “The Da Vinci Code” pada tahun 2009. Apa dan bagaimana injil-injil yang disebut dengan Injil Thomas, Injil Yudas dan naskah-naskah Gnotik tersebut? Berikut kita akan menelusuri secara singkat sebagai peta jalan. INJIL THOMAS[1] Injil menurut Thomas yang dikenal dengan sebutan singkat Injil Thomas merupakan naskah Kekristenan awal yang dipelihara dengan baik, merupakan injil ucapan yang bersifat non kanonik yang ditemukan di Nag Hammadi, Mesir pada bulan Desember 1945 yang merupakan salah satu kitab-kitb yang sekrang dikenal dengan sebutan Perpustakaan Nag Hammadi. Teks berbahasa Koptik ini merupakan yang kedua dari tujuh naskah yang oleh sarjana modern disebut dengan Kodek II yang terdii dari 114 ucapan yang dihubungkan dengan Yesus. Hampir separuh dari ucapan-ucapan itu kurang atau lebihnya mirip dengan yang ditemuan pada Injil Kanonik sementara sebagian lainnya tidak dikenal. Asal usul Injil ini mungkin berasal dari Syria dimana tradisi mengenai Thomas begitu kuat beredar

Quincy. Mesir diperkirakan berasal dari tahun 340 Ms. Para sarjana mencurigai bahwa referensi yang dihubungkan dengan Rasul Thomas adalah pemalsuan dan penulis seungguhnya tetap tidak diketahui. Robinson menerbitkan koleksi lengkap terjemahan berbahasa Inggris dari teks-teks Nag Hammadi. Eusebeius memasukkan kitab ini ke dalam kelompok kitab-kitab yang dia percayai bukan hanya palsu namun heretik dan fiktif sehingga seharusnya dibuang sebagai sebagai sesuatu yang mustahil dan tidak mencerminkan iman. Carol W. Hasil reproduksi tersebut diberi judul "An Illustrated and Illuminated Manuscript of the Gospel of Thomas. Manuskrip Koptik yang asli sekarang menjadi milik Museum Koptik di Kairo. Bahkan pendeskripsian Thomas sebagai Injil Gnostik didasarkan pada sedikit bukti selain fakta bahwa injil ini itemukan bersama teks-teks gnostik di Nag Hammadi. Tidak seperti Kitab Injil kanonik. kitab ini bukan berisikan kisah naratif mengenai kehidupan Yesus. IL. Injil Thomas sangat berbdea dalam gema dan strukturnya dari teks Apokripa Perjanjian Baru lainnya dan dari Injil Kanonik. yang terkadang berdiri sendiri dan terkadang dirangkai dalam dialog singkat atau perumpamaan-perumpamaan. Didymus (Yunani) and Thomas (Aramaic) keduanya bermakna “kembar”. Terjemahn dalam bahasa Inggris diusahakan oleh Dr." Dituliskan dalam bentuk tulisan Uncial dan Italic baik dalam bahasa Inggris dan Koptik. Marvin Meyer dari Chapman University. Perama kali dipublikasikan dalam edisi fotograpis pada tahun 1956. Buku ini berasal dari proyek tesis dari California State University at Dominguez Hills. Nichols. Manuskrip hasil reproduksi ini merupakan jenis yang pertama dilakukan karena usia teks ini berasal dari sekitar tahun 350 Ms. Contohnya. kebangkitan atau pengadilan terakhir bahkan tidak menyebutkan pemahaman mesianis terhadap Yesus. Injil Thomas telah diterjemahkan ke seluruh dunia dengan diberi catatan dalam berbagai bahasa-bahasa secara meluas. sebaliknya kitab ini terdiri dari Logia (ucapan-ucapan) yang dihubungkan dengan Yesus. buku ini semakin menarik. Teks ini berisikan bayangan mengenai kematian Yesus dalam Logion 65 (Perumpamaan Penyewa Yang Jahat pararel dalam Injil Sinoptik) namun tidak menyebutkan mengenai kematian. Mesir bagian dari Departemen Manuskrip. Teks berbahasa Koptik (Mesir kuno) dalam bentuk manuskrip yang ditemukan pada tahun 1945 di Nag Hammadi. . Tiga tahun kemudian (Th 1959) diikuti dengan terjemahan berbahasa Inggris dengan transkripsi Koptik. James M.Kata pengantar Injil tersebut menyatakan: “Inilah adalah ucapan-ucapan rahasia yang diucapkan Yesus kepada Didymus Yudas Thomas untu dituliskan pada mereka”. Pada tahun 1977. Dengan gaya penulisan manuskrip Abad Pertengahan yang dibuat oleh . Dokumen ini kemungkinan berasal dari lingkungan Kekristenan awal barangkali merupakan proto-Gnostik . Gereja perdana mempercayai injil ini sebagai kepalsuan. Pada bulan Februari 2010. reproduksi dari manuskrip tulisan tangan pertama dalam bentuk kaligrafis selama 1600 tahun telah dilengkapi. Nama Thomas dilekatkan juga pada Kitab Thomas Sang Penantang yang juga berada dalam Kodek II Nag Hammadi dan Kisah Thomas.

Injil ini tidak diklaim sebagai tulisan yang dibuat olrh Yudas sendiri melainkan oleh para penganut Gnostik Yesus. ucapan-ucapan Yesus di Oxyrhynchus lebih dikenal dengan sebutan “Logia Iesu”. 654: Fragment dari permulaan sampai Logion 7. Naskah yang ada adalah naskah Koptik berasal dari Abad Keempat yang diduga sekalipun belum terbukti sebagai terjemahan dari versi Yunani yang lebih tua. Mesir merupakan bagian dari Injil Thomas.Setelah versi Koptik yang lengkap ditemukan padatahun 1945 di Nag Hammadi. Contoh kasus yang menyolok adalah ditemukan pada bagian akhir Logion 30 pada naskah Yunani justru ditemukan pada akhir Logion 77 pada naskah Koptik. Naskah ini telah diterjemahkan dan hadir . Fakta ini – yang berkaitan dengan susunan kata yang berbeda dari dari yang digunakan Hippolyus. 655: Fragment Logia 36 sampai 39. ketika mengutip ayat tersebut – menimbulkan dugaan bahwa Injil Thomas telah beredar lebih dari satu bentuk dan diedarkan melalui beberapa proses redaksi. Nicholas Perrin menyatakan bahwa perbedaan-perbedaan tersebut dapat menunjukan sumber bersama yang dipakai oleh keduanya yaitu bahasa Syria. P. Sekalipun tetap diterima asumsi yang menyatakan bahwa Injil Thomas pertama kali disusun dalam bahasa Yunani. P. 1: Fragment dari Logia 26 sampai 33 dengan dua kalimat terakhir dari Logion 77 dari versi Koptik termasuk pada akhir Logion 30.Oxy. Injil Yudas kemungkinan tidak lebih awal dari Abad Kedua karena isi teologinya tidak mewakili sebelum paruh Abad Kedua dan dikarenakan pula baik pendahuluan dan penutupnya mengasumsikan bahwa pembacanya sudah sangat akrab dengan Injil Kanonik.Oxy. para sarjana segera menyatakan bahwa tiga fragment berbeda yang sebelumnya ditemukan di Qxyrhynchus. Tiga fragment papyrus dari Injil Thomas ini diperkirakan antara tahun 130-250 Ms. Sebelum ditemukannya naskah-naskah di Nag Hammadi. namun ada bukti-bukti yang bertambah yang menyatakan bahwa teks Koptik Nag Hammadi merupakan hasil terjemahan dari bahasa Syria. INJIL YUDAS[2] Injil Yudas adalah Injil Gnostik yang mengaku mendokumentasikan percakapan diantara Rasul Yudas Iskariot dan Yesus Kristus. Dokumen Koptik diperkirakan berdasarkan perhitungan Karbon sekitar tahun 280 Ms lebih atau kurang 50 tahun Kodek Tchacos merupakan papyrus Koptik dengan bungkus kulit agaknya ditemukan sekitar tahun 70-an dekat Beni Masah. 8 fragment menunjuk a sampai h. dimana f dan h telah hilang Susunan kata dari kitab berbahasa Koptik terkadang berbeda dengan jelas sekali dengan teks-teks Yunani yang ditemukan di Oxyrhynchus.Oxy. Dengan membandingkan fragment Yunani dari Oxyrhynchus dengan versi penuh teks Koptik.Logion 24 dan Logion 36 pada sisi lain papyrus yang terdiri dari data yang diselidiki. Mesir. Kesesuaian dengan fragment Yunani koine dari Injil Thomas yang ditemukan di Oxyrhynchus adalah: P.

Teks ini masih ada hanya dalam satu manuskrip yaitu manuskrip Koptik Abad Empat Masehi yang dikenal sebagai Kodek Tchacos yang muncul pada tahun 1970-an setelah enam belas abad berada dalam pada gurun Mesir. Buku 1 Bab 31).sebagai sebuah teks dari Abad Kedua Masehi yang menggambarkan kisah kematian Yesus dari sudut pandang Yudas. namun ketika sampai di pasar (antik) tahun 1999. . berasal dari antara Abad Ketiga dan Keempat. Keberadaan manuskrip tersebut berdasarkan perhitungan radio karbon. maka diduga bahwa kitab Koptik dari Abad Keempat ini mungkin saja terjemahan dari manuskrip Yunani yang lebih awal. manuskrip tersebut dalam keadaan melebihi ribuan kepingan disebabkan kurangnya penanganan dan pemeliharaan dengan banyaknya bagian yang hilang. seorang ahli radiokarbon pada University of Arizona's Physics Centre. kodeks tersebut aslinya terdiri dari 31 halaman dengan tulisan bolak-balik. Dalam beberapa kasus ada kata-kata yang terserak. A. Namun tidak jelas apakah teks yang disebutkan oleh Ireneus adalah teks yang sama yang saat ini disebut dengan teks Koptik Injil Barnabas yang tersedia pada Abad Keempat dan tidak ada bukti yang tersisa bagi sebuah naskah versi Yunani yang paling awal. Menurut Rodolphe Kasser. Didasarkan pada analisis tekstual pada ciri-ciri dan dialek serta kata Yunani asing. Kesimpulan : Berdasarkan terjemahan tahun 2006 teks manuskrip tersebut. di tempat lainnya ada banyak halaman yang hilang. Hari ini. J. Hanya beberapa bagian dari papyrus yang tidak berisikan teks yang terdeteksi karbon dikarenakan data karbon pada bagian tersebut telah rusak sepenuhnya. Selama Abad Kedua dan Ketiga Masehi berbagai sekte Kekristenan menyusun teks-teks keagamaan yang secara longgar disebut dengan Apokripa Perjanjian Baru. tersisa hanya 13 halaman dengan tulisan bolak-balik. rupanya merupakan susunan kisah Gnostik diantara Yesus dan Yudas. secara mengesankan menyatakan bahwa Injil Yudas berisikan informasi sejarah yang tidak bersifat baru baik mengenai Yesus maupun Yudas. Diduga bahwa ada orang yang telah menghilangkan dan menjualnya. Namun demikian teks ini menolong merkonstruksi sejarah mengenai Gnostisisme khususnya di wilayah berbahasa Koptik. teks-teks tersebut tidak biasanya namun selalu bersifat “pseudonimous” yang secara licik menghubungkan dirinya dengan tokoh agung seperti para rasul atau tokoh di zaman permulaan. yang dalam perkataannya yang bersifat pencerahan Gnostik dimana Yesus meminta Yudas untuk membawa dirinya kepada orang-orang Romawi untuk membantu menyelesaikan tugasnya dari Tuhan. yang merupakan bagian dari tim sarjana yang bertanggungjawab menyingkapkan pekerjaan ini. Melalui penulis Kristen awal Irenaeus dari Lyon yang menentang Gnostisisme menyebut teks tersebut dengan “sejarah yang penuh kebohongan” (Menolak Gonstisisme. Levine. sebagaimana dinyatakan Timothy Jull.

Beberapa sarjana seperti Edward dan Elaine Pagels menyatakan bahwa Gnostisisme merupakan ajaran campuran sebagaimana mereka yang menghubungkan dengan Yesus Sang Mesias dengan ajaran yang di temukan dalam tradisi Timur. Julukan “Kristen Gnostik” hadir untuk mewakili lapisan komunitas Kekristenan awal yang meyakini bahwa keselamatan tidak diletakkan atas dasar peribadatan pada Sang Mesias belaka melainkan mempelajari secara psikis dan rohani untuk mengalami pembebasan dari dunia materil melalui sebuah pewahyuan. namun ada beberapa perdebatan berkaitan dengan asal usul susunan teks tersebut. Akhir-akhir ini novel-novel dan filmfilm menunjuk pada injil-injil ini memiliki tujuan untuk menarik perhatian publik. Sejumlah besar dan mayoritas para sarjana memberi penanggalan dan kepengarangan Injil Gnostik di Nag Hammadi pada Abad Kdua dan Abad Ketiga. Beberapa dokumen telah digandakan dalam penemuan yang berbeda seperti Injil Maria Magdalena yang hanya memiliki satu salinan yang tersedia. Sejarah 8 Kata “Gnostik” berasal dari bahasa Yunani “Gnosis” yang bermakna “Pengetahuan” yang terkadang dipergunakan dalam filsafat Yunani yang lebih tepat jika diterjemahkan dengan bahasa Inggris “enlightenment" (pencerahan). Berbagai dokumen lainnya termasuk di dalam apa yang sekarang disebut sebagai Injil Gnostik. Selanjutnya cara hidup Gnostik tidak memerlukan pengantara untuk mendapatkan keselamatan. ditemukan pada tempat dan waktu yang berbeda seperti Injil Maria yang telah ditemukan pada tahun 1896 sebagai bagian dari Kodek Akhamim dan kemudian dipublikasikan pada tahun 1955. Perhitungan Dokumen-dokumen yang terdiri dari koleksi Injil Gnostik tidak ditemukan sekaligus namun dalam penemuan yang bertahap.NASKAH-NASKAH GNOSTIK[3] Injil-injil Gnostik merupakan kumpulan tulisan mengenai ajaran-ajaran Yesus yang dituliskan dari Abad Kedua dan Keempat Masehi. Beberapa sarjana tetap mempertahankan penanggalan tradisional bagi munculnya filsafat Gnostik dan gerakan keagamaan. Sekarang secara umum diterima bahwa bukti menunjukkan bahwa Gnostisisme merupakan gerakan Yahudi yang kemudian bereaksi terhadap Kekristenan atau Gnostisisme muncul secara langsung sebagai reaksi terhadap Kekristenan. Injil-injil ini bukan bagian dari Injil Kanonik dari kebanyakan denominasi Kristen namun bagian dari apa yang disebut dengan Apokripa Perjanjian Baru. Sekalipun manuskrip-manuskrip yang ditemukan di Nag Hammadi secara umum diberi penanggalan Abad Keempat Masehi. Para sarjana yang memfokuskan pada Kekristenan cendrung memberi penanggalan berdasarkan catatan Irenaeus yaitu pada Abad Kedua Masehi dan catatan . Menurut tradisi. Perpustakaan Nag Hammadi ditemukan secara tidak sengaja oleh dua orang petani pada Desember 1945 dan telah menamai wilayah di Mesir dimana termpat itu tersembunyi selama berabad-abad. jawaban atas pertanyaan spiritual tersebut adalah di dalam diri manusia bukan di luar.

cenderung memberikan penanggalan berdasarkan jenis tulisan: 1. 142 3.S. Penanggalan traisional injil-inji tersebut bersumber dari perbedaan penanggalan kedua tokoh tersebut. Beberapa sarjana termasuk Nicholas Perin menyatakan bahwa Thomas didasarkan pada Diatessaron yang disusun segera setelah tahun 172 Masehi oleh tatian di Syria. Mead dan beberapa lainnya menyatakan bahwa injil Marcion mendahului Injil Lukas kanonik dan telah dipergunakan dalam gereja yang bercorak ajaran Paulus. Minoritas pandangan berusaha meyakinkan bahwa penanggalan awal meletakkan pada tahun 50 Masehi dengan menghubungkan dengan dokumen “Q” diantara alasan alasan yang dipergunakan. Pandangan tradisional mempertahankan bahwa Marcion tidak menyusun injilnya secara langsung namun “menghilangkan semua pemikiran (dari Injil Lukas) yang tidak sejalan dengan pandangannya…dan mempertahankan sesuatu yang mendukung pandangannya. 2. Para sarjana lain yang lebih memfokuskan pada literatur pagan dan Yahudi pada masa tersebut. Injil Keberanan dan ajaran Pistis Sophia tidak dipertanyakan lagi berasal dari awal Abad Kedua dan merupakan bagian dari sekolah Valentinian walaupun injil tersebut berasal dari Abad Ketiga. Injil Junjungan Agung (The Gospel of the Lord) sebuah tulisan non gnostik jika bukan teks eretik non kanonik yang diperkirakan tidak lebih dari zaman Marcion pda awal Abad Kedua Masehi.R. dipertahankan oleh kebanyakan sarjana sebagai Injil Gnostik yang paling awal disusun. Injil Thomas terkadang diklaim sebagai memiliki beberapa unsur Gnostik namun kehilangan aspek kosmologinya secara utuh. Injil Thomas. Pandangan tradisional masih mempertahankan penanggalan tersebut dan diterima oleh para sarjana pada umumnya namun G. penggambaran bahwa unsurunsusr ini sebagai gnostik didasarkan utamanya pada presuposisi bahwa teks tersebut secara keseluruhan adalah Injil Gnostik dan gagasan ini didasarkan pada gagasan yang minim dibandingkan fakta bahwa injil tersebut ditemukan bersama teks-teks gnostik lainnya di nag Hammadi. Namun demikian. 4. 10 10 .Yerome yaitu Abad Keempat Masehi. 5. Para sarjana pada umumnya memberikan penanggalan pada injil ini sekitar pertengahan Abad Kedua Masehi.

yang masih diperdebatkan kelayakannya. daftar kitab yang diterima oleh hampir sebagian besar orang-orang (b) Antilegomena. kebanyakan para sarjana menempatkan mereka berasal dari Abad Kedua Masehi. Dia menyusun kategori tulisan-tulisan Kristen dengan istilah-istilah sbb: (a) anantireta (“tidak ditolak”) atau homologoumena (“diakui”). karena banyak orang-orang Kristen mengakuinya dan notha (“tidak sah”). Ada beberapa sarjana konservatif yang mempergunakan penanggalan tradisional menyatakan bahwa kitab-kitab ini muncul pada Abad Ketiga Masehi. Kategori-kategori tersebut akhirnya ditetapkan menjadi empat istilah baku yaitu : (a) Homologoumena. yang dianggap sebagai kepalsuan. Daftar Injil-injil Sekalipun ada banyak yang dimasukkan sebagai Injil Gnostik namun yang sangat dikenal adalah sbb:      Injil Maria (ditemukan Tahun 1896) Injil Thomas (beberapa versi ditemukkan di Oxyrhynchus. 8. Mesir Tahun 1898. dan (c) psethde (“keliru”). daftar kitab yang oleh gereja dianggap tidak asli dan ditolak serta (d) Apocrypha. termasuk buku-buku yang dikategorikan pemalsuan dan menyimpang. yang dipergunakan secara umum oleh komunitas Kristen pada waktu itu. yang terbagi dua kategori lagi yaitu gnorima (“dikenal”).7. Berbagai dokumen yang dipengaruhi oleh Sethian (seperti Injil Yudas) atau yang jelas-jelas dari Sethian seperti Injil Koptik Orang-Orang Mesir paling lambat sekitar tahun 40 dan paling awal sekitar tahun 250 Ms. Origenes sebagaimana Klement dari Alexandria berhadapan dengan masalah tidak adanya batasan tetap diantara apa yang disebut daftar kitab yang disebut Kanon dan daftar kitab yang disebut Non Kanon. buku yang dianggap oleh beberapa orang sebagai kanonik dan semi kanonik . and ditemukan kembali di Perpustakaan Nag Hammadi) Injil Kebenaran (Perustakaan Nag Hammadi) Injil Filipus (Perpustakaan Nag Hammadi) Injil Yudas (ditemukan melaui pasar gelap barang antik pada tahun 1983 dan direkonstruksi kembali pada tahun 2006) MENGENAI APOKRIPA Selama Abad ke-III Ms. (b) amphiballomena (“diperdebatkan”).. Beberapa Injil Gnostik (seperti Trimorphic Protennoia)yang mengembangkan secara penuh Neo Platonisme dan diberi penanggalan setelah Plotinus pada Abad Ketiga Masehi. oleh gereja. buku yang diperdebatkan oleh beberapa orang (c) Pseudoepigrapha. Klasifikasi ini diperbarui oleh Eusebius dari Kaisarea selama Abad ke-IV Ms dengan sebutan (a) homologoumena (“diakui”). (b) antilegomena (“diperdebatkan”). karena dianggap sebagai tidak asli serta (c) apocrypha (“tersembunyi”).

Injil Ebionit (Abad II Ms). Yudas. Homili kuno (120-140 Ms). Proto Injil Yakobus (Akhir Abad II Ms).. Apcryphon Yohanes. usia pelayanan Yesus diawali pada usia 12 dan muncul kembali dalam usia 30 tahun. Kitab Ibrani. dll. Wahyu.. Surat Pseudo Barnabas (70-79 Ms). Kitab Yakobus. Didache. Injil orang-orang Mesir (Abad II Ms). “Protoevanggelium Yakobus”. Injil orangorang Nazaren (Awal Abad II Ms).. muncullah berbagai pertanyaan yang tidak terjawab langsung dalam Injil. Yang dikategorikan Antilegomena ada tujuh kitab yang diperdebatkan baik dari segi keaslian penulisnya maupun isinya. Tujuh surat-surat Ignatius (110 Ms)[4]. Kitab Injil kanonik tidak menceritakan kisah Yesus di usia sebelum 12 tahun dan dari usia 12 sampai 30 tahun. Jika kita melihat Injil Kanonik. 2 & 3 Yohanes.. Epistula Apostolorum (surat-surat rasuli). Dalam perkembangannya. Kisah Paulus & Thecla (170 Ms). 2 Petrus. Siapa yang paling bersalah terkait kematian Yesus. karena isinya bertentangan dengan keimanan Gereja karena isinya berisikan fiksi. Surat ke-2 Klement. Injil menurut Mathias. fitnah dan dongengan.mengelompokkan 2 jenis tulisan apokripa berdasarkan motif dan konteksnya yaitu tulisan Apokripa yang bertujuan untuk MELENGKAPI tulisan-tulisan dalam Injil dan yang kedua bertujuan untuk MENGGANTIKAN tulisan-tulisan dalam Injil kanonik[5] Kisah kehidupan Yesus tidak secara menyeluruh diceritakan. Yang dikategorikan sebagai Pseudoepigrapha al. Kitab Thomas Sang Atlit. Wahyu Petrus (150 Ms). Injil Yudas. Injil Filipus (Abad II Ms). Yudaskah? Pilatuskah? Imam-imam Yahudikah? Muncul pula pertanyaan mengapa Yesus harus . Desy Ramadhani SJ. MOTIF PENULISAN KITAB-KITAB APOKRIPA Kata “Apokripa” sendiri bermakna “tersembunyi” atau “rahasia” karena hanya dibaca oleh kalangan tertentu saja. Injil Kebenaran. Yang dikategorikan Antilegomena berada dalam daftar susunan Homologoumena al. 12 Yang dikategorikan Apocrypha al. Injil Petrus (Abad II Ms). Surat kepada orang-orang Laodikea. Injil orang-orang Ibrani (Abad II Ms). menyesatkan. Gembala Hermas (115-140 Ms). Surat Polikrpus kepada orang-orang Efesus (108 Ms).Berkaitan dengan daftar kitab-kitab yang diistilah kelak dengan Perjanjian Baru yang meliputi Homologumena adalah daftar kitab yang telah diterima oleh Kekristenan yang terdaftar dalam kanon termasuk 27 Kitab Perjanjian Baru (dari Matius sampai Wahyu). Mengapa dirahasiakan dan disembunyikan. Demikianlah muncul kitab-kitab Apokrip untuk MELENGKAPI seperti: “Injil Masa Kecil Yesus dalam bahasa Arab”. “Kisah Yusuf Si Tukang Kayu”. Ajaran Rasul-rasul 12 (100-120 Ms). surat kepada orang-orang Korintus (96 Ms).Injil Thomas (Awal Abad II Ms). Injil menurut orang-orang Ibrani (65-100 Ms).

supaya engkau dapat mengetahui. bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar”. Dengan ditemukannya Kitab Injil Yudas dan Injil Thomas dan naskah-naskah Gnotik lainnya. Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu. Rasul Paul mengingatkan dua kelompok yang dapat mempengaruhi pertumbuhan iman jemaat yaitu kelompok Filsuf Yunani dan kaum Gnostik yaitu dalam Filipi 2:8. . setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil (Mesias). yang oleh kasih karunia (Mesias) telah memanggil kamu. “Hai Timotius. Seperti yang telah kami katakan dahulu. terkutuklah dia. Karena itu. Hindarilah omongan yang kosong dan yang tidak suci dan pertentangan-pertentangan yang berasal dari apa yang disebut pengetahuan”.menderita di kayu salib? Mengapa nabi Tuhan harus mengalami penderitaan seperti itu? Oleh karenanya muncullah tulisan-tulisan yang hendak memberikan perspektif MENGGANTIKAN informasi yang tertulis dalam Injil Kanonik seperti “Injil Petrus”. “Wahyu Petrus”. “Pertanyaan-pertanyaan Bartholomeus” dll. bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia. Kelompok-kelompok inilah yang kemudian menuliskan gagasan-gagasannya yang aneh yang setidaknya terwakili dalam penemuan kitab-kitab Apokripa dan Gnostik akhir-akhir ini. yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman. tetapi tidak menurut (Mesias)” dan 1 Timotius 6:20. yang sebenarnya bukan Injil. Dengan penemuan kitab-kitab tersebu kita dapat menghayati sebagaimana digambarkan oleh Lukas 1:1-4 sbb: “Teofilus yang mulia. “Hati-hatilah. supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan rohroh dunia. terkutuklah dia” Dalam dua suratnya. aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu. etidaknya kita dapat memperkirakan berbagai keragaman pemahaman mengenai eksistensi Yesus yang diwakili dengan berbagai literatur yang berusaha menggambarkan diri-Nya sesuai persepsi mereka masing-masing. NILAI KITAB-KITAB APOKRIPA Sekalipun kitab-kitab Apokripa tidak disarankan untuk dibaca dan menjadi bagian dari bacaan wajib Kekristenan namun keberadaan kitab-kitab Apokripa dan ditemukannya kitab-kitab Apokripa dengan corak Gnostik (kebatinan) setidaknya menolong kita untuk memetakan keragaman pemikiran keagamaan dan mazhab-mazhab agama dalam bingkai Yudaisme dan Kekristenan awal. peliharalah apa yang telah dipercayakan kepadamu. seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka. Demikian pula ketika Rasul Paul dengan nada keras mengingatkan jemaat mengenai “injil yang lain” dalam Galatia 1:6 -9 sbb: “Aku heran. dan mengikuti suatu injil lain. yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima. sekarang kukatakan sekali lagi: jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil. Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita.

Berbagai penemuan naskah Gnostik di Nag Hammadi dan diterbitkannya Injil Yudas dan Injil Thomas yang memberikan gambaran yang berbeda mengenai Yesus justru membantu para sarjana Kristen dan umat Kristen untuk memahamai lebih dekat konflik teologis pada abad-abad tersebut. Mengapa? Ada dua alasan dasar untuk kita mempertahankan keotentikan iman Gereja yaitu didasarkan pada Alasan Historis dan Alasan Teologis. telah dilawan oleh para Bapa Gereja diantaranya Irenaeus dalam bukunya Adeversus Haeresis. Korah dan orang-orang Sodom dan semua pribadi seperti itu adalah orang-orang yang sama seperti mereka: karena itu mereka dibenci oleh pencipta mereka. di bumi maupun di surga . maka dia melaksanakan misteri pengkhianatan itu. sementara yang lain tidak dipahaminya.APAKAH MENGUBAH DOKTRIN UTAMA KEKRISTENAN? Setelah kita melihat secara singkat apa dan bagaimana yang disebut dengan penemuan injil-injil bercorak Gnostik dan bagaimana kategorisasi kitab-kita yang disebut dengan Apokripa. tibalah saatnya kita menentukan sikap dan memberikan jawaban apakah berbagai penemuan tersebut menguah seluruh doktrin Kristen mengenai Yesus? Apakah penemuan tersebut menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan Kekristenan? Apakah penemuan tersebut mencerminkan injil-injil yang asli sementara injil yang diyakini Kekristenan saat ini adalah sebuah kepalsuan? Jawabannya bahwa penemuan injil-injil ekstrakanonik tersebut tidak sama sekali memberi pengaruh apapun terhadap Kekristenan. Sekarang. kendati tak seorangpun dari mereka menderita. yaitu alamnya penguasa mutlak dan mengakui bahwa Esau. kita dapat membaca dan membandingkan isi teks injil-injil ekstrkanonik tersebut dengan Injil Kanonik. beliau mengelompokkan beberapa paham Gnostik sbb: “Dan yang lain berkata bahwa Kain erasal dari alam yang lebih unggul. segala sesuatu. Siapapun yang mengetahui sejarah terbentuknya kanonisasi Kitab Suci khususnya Kitab Perjanjian Baru akan mengerti bahwa munculnya kitab-kitab yang dikategorikan ekstrakanonik/non kanonik dimotifasi oleh adanya keinginan untuk mengisi kekosongan kisah-kisah yang tidak diceritakan dalam Injil mengenai kehidupan Yesus dan dalam perkembangannya ingin menggantikan kisah-kisah tersebut dengan kisah-kisah yang mendukung pandangan mereka khususnya kaum Gnostik. Dalam bukunya. Dan Yudas si pengkhianat amat memahami kebenaran itu. 16 148 Dengan membaca sejarah. Alasan Historis. Olehnya. kitapun mengetahui bahwa injil-injil yang dikategorikan sebagai bermuatan Gnostik. Publikasi injil-injil gnostik ini mendekatkan kita pada teks yang sebelumnya hanya dikutip dalam buku sejarah gereja. Karena Kebijaksanaan (Sofia) merenggut ke atas segala sesuatu yang menjadi miliknya. Penemuan-penemuan tersebut tidak akan menggantikan penilaian Gereja mengenai Keilahian dan Kemesiasan Yesus. sejarah kanonisasi.

Sebaliknya. Ulangan 18:17-22. Contoh. sekarang dapat kita akses dan baca serta kaji secara mandiri. Sekalipun kitab-kitab Gnostik tersebut memberikan gambaran yang sepenuhnya terbalik tentang Yesus dan ajaran-Nya sebagaimana yang disampaikan kitab-kitab kanonik. Yesus Sang Mesias dan para muridnya berbeda 180 derajat dengan Injil Kanonik. ‘tampaknya’). namun kita tidak merasa terancam karena dasar penulisan Kitab Perjanjian Baru adalah TaNaKh (Torah. Mikha 5:1. Ehrman dalam artikelnya mengatakan sbb: “Karakter uniknya (Yesus) ditunjukkan dalam komentar mengenai dia (Yudas): ‘Seringkali di hadapan para muridnya dia tidak menampakkan rupa sebagaimana dirinya. Bart D. Yesus dapat menampakkan diri sebagai orang yang sudah tua atau sebagai anak-anak-secara bersamaan. Jika sebelum penerbitan injil-injil Gnostik ini kita hanya meraba-raba apa yang dimaksudkan oleh Irenaeus maka sekarang kita menjadi tahu secara langsung beberapa kitab yang ditentang oleh Irenaeus. Yesaya 7:14. Bahkan tulisan-tulisan kanonik tersebut secara langsung mengutip kitab-kitab TaNaKh saat menghubungkan ucapan dan tindakan Yesus sebagai penggenap nubuatan dalam TaNaKh (Kis Ras 3:22-26. sejalan dengan paham gnostik mengenai sejarah keselamatan”[7] Dengan penerbitan injil-injil Gnostik tersebut. Sejumlah naskah Kristen di luar Perjanjian Baru melukiskan Yesus sebagai pribadi ‘doketik’. baik di durga maupun di bumi’. kitabkitab Gnostik tersebut memberikan gambaran mengenai Tuhan Pencipta. George Wurst memberikan komentar terkait kutipannya atas tulisan Irenaeus sbb: “Yang dengan pasti dapat disimpulkan daripeaparan Irenaeus adalah bahwa kaum Kain membaca sebuah versi dari Injil Yudas dan bahwa mereka mengacu kepadanya untuk mendukung pemahaman mereka mengenai tindakan Yudas sebagai sebuah misteri. Sebagai pribadi ilahi. Markus. 9:5. Dan untuk itu mereka melahirkan sebuah karya (tulis) palsuyang mereka sebut Injil Yudas”[6]. Yesus dapat mengenakan bentuk apapun yang dia kehendaki. kepada orang yang berbeda (hal ini misalnya dapat ditemukan dalam buku yang tidak termasuk dalam kitab suci kanonik yang disebut Kisah Rasul Yohanes). Maksudnya adalah sebagai pribadi yang kelihatan manusia. Yohanes. Kethuvim) yang lazim oleh kekristenan disebut dengan Kitab Perjanjian Lama yang menubuatkan kehadiran seorang Mesias Ilahi yang seluruh gambaran tersebut terwakili dalam diri Yesus Sang Mesias yang dikisahkan injil-injil kanonik baik Matius. Neviim. Ini berarti bahwa Yudas digmbarkan di dalam injil tersebut sebagai murid Yesus ‘yang mengetahui kebenaran yang tidak diketahui oleh para murid yang lain’ dan bahwa tindakan pengkhianatan itu harus diartikan sebagai bagian dari ‘penghancuran segala ciptaan.dihancurkan. Alasan Teologis. Demikian juga di sini: Yesus sesungguhnya tidak memiliki . melainkan hadir di antara mereka sebagai seorang anak’. dll dan kesemua gambaran tersebut terwakili hanya pada satu tokoh bernama Yesus yang dikisahkan dalam Injil Kanonik. Dalam beberapa naskah Kristen awal. TaNaKh memberikan gambaran profetik mengenai hakikat dan karya Mesias dalam beberapa ayat seperti Kejadian 3:15. Lukas. hanya karena penampakannya (docetic berasal dari bahasa Yunani dake yang berarti ‘rupanya’. Para sarjana yang akrab dengan berbegai literatur Kristen awal sama sekali tak akan mengalami kesulitan untuk memahami alusi ini. Contoh gambaran Yesus yang berbeda sebagaimana digambarkan dalam Injil Yudas adalah gambaran Yesus yang doketik. kita menjadi tahu lebih dekat bahwa apa yang pernah ditentang oleh Irenaeus dan dikecam sebagai tulisan bidat.

wikipedia. hal 139 [8] Kristianitas dijungkirbalikkan: Visi Alternatif Injil Yudas. Hal xviii-xix . Revised and Expanded.. tidak akan menimbulkan pengaruh apapun terhadap kaum terpelajar Kristen. entah itu tambahan pengetahuan sejarah dan kemanusiaan. [5] Menguak Injil-Injil Rahasia.wikipedia. Jakarta: Gramedia 2006. “Irenaeus dari Lyon dan Injil Yudas” dalam “The Gospel of Judas”. melainkan dengan kematangan kita mengkaji dan menilai dari sudut pandang keimanan kita sebagaimana dikatakan oleh Agustinus Gianto. William E. hal 23-25 [6] George Wurst. Serentak dengan itu. Guru Besar Filologi Semit dan Linguistik dari Pontifical Institute. Roma dalam kata pengantar terjemahan “The Gosple of Judas”. tetapi dapat menampakkan diri secara berbeda sesuka hatinya”[8] Berdasarkan du alasan tersebut (historis dan teologis) maka kehadiran injil-injil Gnostik yang dipublikasikan oleh media sekuler dan diangkat menjadi sebuah tayangan film. Hal 134 [7] Ibid.org/wiki/Gnostic_Gospels pada Tgl 25 April 2010 [4] Geisler. Jakarta: Gramedia 2006. kitapun tidak erlu berlebihan dengan memberikan perlawanan dan penolakkan terhadap eksitensi kitab-kitab tersebut. entah itu temua teknologi dan ilmu pengetahuan... Jadi pada dasarnya ada dialog dengan perkembangan yang ada dalam masyarakat. Normal L. and Nix. layak dikaji dan diperiksa relevansinya bagi kehidupan. dalam “The Gospel of Judas”. Sebaliknya. Hal 115 [9] Ibid. Kaum beriman masa kini masih tetap perlu mengetahui pokok-pokok ajaran yang dihidupi para murid ertama dan yang diperkaya dalam generasi-generasi brikutnya sambil menyadari perbedaannya dengan penlbagai pandangan hidup lain”[9 ] [1] Diunduh dan diterjemahkan dari http://en. (Chicago. IL: Moody Press) 1986.org/wiki/Gospel_of_Thomas pada Tgl 25 April 2010 [2] Diunduh dan diterjemahkan dari http://en. sebagaimana tampaknya.wikipedia.org/wiki/Gospel_of_Judas pada Tgl 25 April 2010 [3] Diunduh dan diterjemahkan dari http://en.tubuh ragawi. Komunitas orang beriman juga akan mengambil sikap berdasarkan iman kepercayaan yang dihayati. Yogyakarta: Kanisius 2007.. kehadiran kitab-kitab tersebut mendekatkan kita pada obyek yang ditentang oleh para Bapa Gereja dan yang telah diperingatkan sejak dini oleh para rasul khususnya rasul Paul. A General Introduction to the Bible. sbb: “Temuan apa saja.

Entri Populer  RESENSI DAN TINJAUAN KRITIS TERHADAP NOVEL THE JACATRA SECRET (3) APAKAH VOC MERUPAKAN ORGANISASI LAYAR FREEMASONRY? Dalam novel ini dikisahkan saat DR... Grant White Maker memberikan ceramah di pertem.  MENJAWAB PEMAHAMAN BIAS MENGENAI INJIL DALAM BUKU PELAJARAN AGAMA ISLAM Saya cukup terkejut ketika menerima laporan jemaat yang masih sekolah di sekolah menengah atas... dimana suatu ketika dia mendengar saat mata.  MENGHADAPI SAKSI-SAKSI YEHUWA Mungkin Anda sering mendapat kunjungan dari beberapa orang yang menamakan dirinya Perkumpulan Siswa-Siswa Alkitab atau Saksi-Saksi Yehuwa.... .  INTERNALISASI NILAI-NILAI PANCASILA DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA Sebuah Refleksi Menjelang Peringatan Hari Kelahiran Pancasila (Tulisan Terakhir) Saat pidato pada Hari Jadi Pancasila 1 ..

. Lihat profil lengkapku Total Tayangan Laman 92.. MEMBACA TANDA-TANDA KEDATANGAN YESUS SANG MESIAS DAN AKHIR DUNIA Midrash Matius 24:1-36 Nats: Matius 24:36 Akhir-akhir ini di Jakarta beredar selebaran dengan judul AKHIR DUNIA 21 OKTOBER 2011 di kala. Pengikut Mengenai Saya Teguh Hindarto Pejuang dan Pemikir yang berdiri diantara Gereja Ortodox dan Messianic Judaism.149 Arsip Blog    ► 2013 (3) ► 2012 (69) ▼ 2011 (138) o ► Desember (6) o ► November (9) o ► Oktober (19) o ► September (5) o ► Agustus (6) o ► Juli (4) o ► Juni (6) o ► Mei (18) o ► April (17) o ► Maret (16) o ▼ Februari (32) .

BERPUASA YANG DIKEHENDAKI TUHAN ANTARA BINATANG TAHOR-TAMEH DAN POLA MAKAN YESUS. KONSEP TSEDAQAH DALAM KEKRISTENAN MENGENAI NAMA & ATRIBUSI TUHAN APAKAH NAMA YAHWEH BELUM DIKENAL DI ZAMAN ABR... MELURUSKAN KESALAHPAHAMAN SEPUTAR KEILAHIAN YESUS.... YESUS SANG FIRMAN HIDUP: PEMAHAMAN TENTANG HAKIKAT.... SOTERIOLOGI ISLAM DALAM TEMBANG GUBAHAN SUNAN KALI.. GEMA NESTORIANISME DALAM PENOLAKAN AL QUR’AN T. TORAH & PEMBERDAYAAN EKONOMI MAKNA TEFILAH AVINU PEMAHAMAN TENTANG “SHEMA” SEBAGAI LANDASAN PENDI.... PEMAHAMAN MENGENAI SEBUTAN KURIOS BAGI YESUS SANG ...                                TEFILAH: IBADAH HARIAN KEKRISTENAN MENIMBANG KARYA PEKABARAN INJIL KIAI SADRACH SUROP. KEMATIAN & PERLAKUAN YANG BENAR TERHADAP ORANG MAT. KANONISASI KITAB SUCI TAURAT DAN INJIL KESAKSIAN SALINAN NASKAH KITAB SUCI TAURAT & INJ.. DEMITOLOGISASI PEMAHAMAN DISEPUTAR NAMA YAHWEH DAN... KESAKSIAN QUR’AN & TUDUHAN TAHRIF DALAM KITAB SUC.. KOMENTAR TERJEMAHAN KS-ILT MENGKAJI ULANG VALIDITAS TERJEMAHAN LAI MENYONGSONG RATU ADIL DENGAN MENJALANI KEHIDUPAN Y... APAKAH KITAB SUCI TAURAT & INJIL ADALAH FIRMAN TUH... NILAI PERBUATAN BAIK DALAM DUNIA SEKARANG DAN ...... TORAH & KEADILAN SOSIAL REFORMASI YOSIA & MAKNA PENEMUAN TORAH KEKRISTENAN & KESEMITIKAN Link Sahabat .. RELEVANSI TEOLOGI ASYARI DALAM MEMAHAMI KRISTOLOGI.. ANTISEMITISME KEBANGUNAN ROHANI YANG SEJATI APAKAH PENEMUAN INJIL-INJIL NON KANONIK MENGUBAH ........

blogspot.com bet-midrash.com bet-hasefer.com Liturgi Judeochristianity Messianic Indonesia copyright (c) Teguh Hindarto 2011. Diberdayakan oleh Blogger.blogspot.     historyandlegacy-kebumen.blogspot. 22 Feb .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful