P. 1
MAKALAH KIMIA

MAKALAH KIMIA

|Views: 1,572|Likes:
tentang makalah kimia kelas XI
tentang makalah kimia kelas XI

More info:

Published by: Yoelinar Ynar KetawangakakSmbilpengangperut on May 02, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/14/2014

pdf

text

original

MAKALAH KIMIA

D I S U S U N
OLEH

Nama: Yulinar Anwar Kelas : XI IPA 2

No. Urut : 26
TAHUN PELAJARAN 2012/2013
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah swt karena berkat rahmat-Nya penyusunan makalah ini dapat diselesaikan. Makalah ini merupakan makalah KIMIA yang membahas mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi dan mengenai teori tumbukan dalam menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi. Secara khusus pembahasan dalam makalah ini diatur sedemikian rupa sehingga materi yang disampaikan sesuai dengan Mata pelajaran kimia yang dipelajari di kelas XI ini Sebelumnya, penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak/Ibu selaku guru mata pelajaran kimia, yang tellah memberikan gambaran materi yang ada dalam makalah ini. Tak lupa penulis juga meminta maaf apabila terdapat kesalahan baik itu dalam pembahasan materi ataupun isi dari makalah ini. Oleh karena itu kritik dan saran dari para pembaca sangat diperlukan guna meningkatkan kualitas makalah penulis selanjutnya. Kebenaran dan kesempurnaan hanya Allah-lah yang Punya dan Mahakuasa. Palattae, 2012 Penulis

SMA NEGERI 1 KAHU

A. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LAJU REAKSI
Laju reaksi merupakan perubahan konsentrasi zat terhadap perubahan waktu. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi adalah sebagai berikut.

1. SIFAT ZAT YANG BEREAKSI
Sifat mudah sukarnya suatu zat bereaksi akan menentukan kecepatan berlangsungnya reaksi. Secara umum dinyatakan bahwa: • Reaksi antara senyawa ion umumnya berlangsung cepat. Hal ini disebabkan oleh adanya gaya tarik menarik antara ion-ion yang muatannya berlawanan. Contoh: Ca2+(aq) + CO32+(aq) → CaCO3(s) Reaksi ini berlangsung dengan cepat. • Reaksi antara senyawa kovalen umumnya berlangsung lambat. Hal ini disebabkan karena untuk berlangsungnya reaksi tersebut dibutuhkan energi untuk memutuskan ikatan-ikatan kovalen yang terdapat dalam molekul zat yang bereaksi. Contoh: CH4(g) + Cl2(g) → CH3Cl(g) + HCl(g) Reaksi ini berjalan lambat reaksinya dapat dipercepat apabila diberi energi misalnya cahaya matahari.

2.KONSENTRASI

Makin besar konsentrasi makin banyak zat-zat yang bereaksi sehingga makin besar kemungkinan terjadinya tumbukan. Dengan demikian besar pula terjadinya reaksi atua makin besar konsentrasi maka reaksi berlangsung akan makin cepat sebab partikel-partikel zat yang bereaksi semakin besar

3. LUAS BIDANG PERMUKAAN SENTUH

Luas permukaan bidang sentuh mempengaruhi kecepatan reaksi. Makin luas permukaan bidang senuth, makin banyak kemungkinan terjadinya tabrakan antara partikel-partikel pereaksi sehingga makin cepat reaksinya. Bagaimana pengaruh ukuran kepingan zat padat terhadap laju reaksi? Misalkan, kita mengamati reaksi antara batu gamping dengan larutan asam klorida (HCl). Percobaan dilakukan sebanyak dua kali, masing-masing dengan ukuran keping batu gamping yang berbeda, sedangkan faktor-faktor lainnya seperti massa batu gamping, volume larutan HCl, konsentrasi larutan HCl dan suhu dibuat sama. Dengan demikian, perubahan laju reaksi sematamata sebagai akibat perbedaan ukuran kepingan batu gamping (kepingan halus dan kepingan kasar). Dalam hal ini, ukuran keping batu gamping kita sebut variabel manipulasi, perubahan laju reaksi (waktu reaksi) disebut variable respon, dan semua faktor lain yang dibuat tetap (sama) disebut variable kontrol. Mengapa kepingan yang lebih halus bereaksi lebih cepat? Pada campuran pereaksi yang heterogen, reaksi hanya terjadi pada bidang batas campuran yang selanjutnya kita sebut bidang sentuh. Oleh karena itu, makin luas bidang sentuh makin cepat bereaksi. Jadi makin halus ukuran kepingan zat padat makin luas permukaannya. Pengaruh luas permukaan banyak diterapkan dalam industri, yaitu dengan menghaluskan terlebih dahulu bahan yang berupa padatan sebelum direaksikan. Ketika kita makan, sangat dianjurkan untuk mengunyah makanan hingga lembut, agar proses reaksi di dalam lambung berlangsung lebih cepat dan penyerapan sari makanan lebih sempurna.

4. SUHU ATAU TEMPERATUR

Pada umumnya reaksi akan berlangsung lebih cepat bila suhu dinaikkan. Dengan menaikkan suhu maka energi kinetik molekul-molekul zat yang bereaksi akan bertambah sehingga akan lebih banyak molekul yang memiliki energi sama atau lebih besar dari Ea. Dengan demikian lebih banyak molekul yang dapat mencapai keadaan transisi atau dengan kata lain kecepatan reaksi menjadi lebih besar. Secara matematis hubungan antara nilai tetapan laju reaksi (k) terhadap suhu dinyatakan oleh formulasi ARRHENIUS:

dimana: k : tetapan laju reaksi A : tetapan Arrhenius yang harganya khas untuk setiap reaksi Ea : energi pengaktifan R : tetapan gas universal = 0,0821.atm/moloK atau 8,314 Joule/moloK T : suhu reaksi (oK) Setiap suhu naik 100 C, laju reaksi menjadi dua kali lipatnya. ∆t = kenaikan suhu Contoh : Suatu reaksi berlangsung selama 2 jam pada suhu 250C. Berapa kalikah laju reaksi akan meningkat jika suhu diubah menjadi 450C ? Penyelesaian : Kenaikan suhu (∆t) = 45 – 25

= 200C → Laju reaksi menjadi 4X atau lama reaksi menjadi 2/4 jam. Laju reaksi meningkat, reaksi akan semakin cepat berlangsung)

5. KATALIS
KATALISATOR

Katalisator adalah zat yang ditambahkan ke dalam suatu reaksi yang mempunyai tujuan memperbesar kecepatan reaksi. Katalis terkadang ikut terlibat dalam reaksi tetapi tidak mengalami perubahan kimiawi yang permanen, dengan kata lain pada akhir reaksi katalis akan dijumpai kembali dalam bentuk dan jumlah yang sama seperti sebelum reaksi. Fungsi katalis adalah memperbesar kecepatan reaksinya (mempercepat reaksi) dengan jalan memperkecil energi pengaktifan suatu reaksi dan dibentuknya tahap-tahap reaksi yang baru. Dengan menurunnya energi pengaktifan maka pada suhu yang sama reaksi dapat berlangsung lebih cepat.

Ada dua macam katalis, yaitu katalis positif (katalisator) yang berfungsi mempercepat reaksi, dan katalis negatif (inhibitor) yang berfungsi memperlambat laju reaksi. Katalis positif berperan menurunkan energi pengaktifan, dan membuat orientasi molekul sesuai untuk terjadinya tumbukan. Sedangkan katalisator dibedakan atas katalisator homogen dan katalisator heterogen. Katalisator homogen Katalisator homogen adalah katalisator yang mempunyai fasa sama dengan zat yang dikatalisis. Contohnya adalah besi (III) klorida pada reaksi penguraian hidrogen peroksida menjadi air dan gas oksigen menurut persamaan : 2 H2O2 (l)– FeCl—2 H2O (l) + O2 (g) Katalisator heterogen Katalisator heterogen adalah katalisator yang mempunyai fasa tidak sama dengan zat yang dikatalisis. Umumnya katalisator heterogen berupa zat padat. Banyak proses industri yang menggunakan katalisator heterogen, sehingga proses dapat berlangsung lebih cepat dan biaya produksi dapat dikurangi.

B. TEORI TUMBUKAN DALAM MENJELASKAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LAJU REAKSI
Telah dijelaskan bahwa laju reaksi dipengaruhi beberapa faktor diantaranya, konsentrasi, suhu, luas permukaan dan katalis. Apakah yang menyebabkan faktor-faktor tersebut dapat mempengaruh laju reaksi. Salah satu teori yang terkenal untuk menjelaskannya dikenal dengan "Teori Tumbukan". Dalam teori ini, reaksi kimia adalah hasil dari tumbukan antar partikel yang bereaksi. Akan tetapi, tidak setiap tumbukan antar partikel menyebabkan terjadinya reaksi. Agar terjadi reaksi, setiap partikel harus memiliki energi kinetik yang sangat besar. Energi kinetik tersebut digunakan untuk memutuskan ikatan yang lama sehingga terbentuk ikatan yang baru. Energi aktivasi dalam teori tumbukan dapat menerangkan mengapa konsentrasi, suhu, luas permukan dan katalis dapat mempengaruhi laju reaksi Menurut teori tumbukan, laju reaksi sebanding dengan jumlah tumbukan setiap detik antara molekul-molekul A dan B. Bila [A] diperbesar dua kali, jumlah tumbukan A-B juga menjadi dua kali, karena molekul-molekul A yang bertumbukan dengan molekul-molekul B sebanyak dua kali semula. Keadaan

ini akan meningkatkan laju reaksi menjadi dua kali lebih besar. Dengan cara yang sama, bila [B] diperbesar dua kali, akan terjadi peningkatan jumlah tumbukan A-B dan laju reaksi juga meningkat dua kali. Dari pembahasan hukum laju reaksi telah disimpulkan bahwa orde reaksi terhadap setiap pereaksi adalah 1. Oleh karena itu, persamaan laju reaksi untuk proses tumbukan bimolekuler sebagai berikut: Laju reaksi = k [A][B] 1. PENGARUH KONSENTRASI BERDASARKAN TEORI TUMBUKAN Perhatikan gambar berikut:

Gambar 1. pengaruh konsentrasi terhadap laju reaksi Berdasarkan gambar diatas dapat dilihat bahwa konsentrasi pereaksi berkaitan dengan jumlah partikel zat yang terlibat dalam tumbukan. Bila pereaksi bertambah, maka jumlah partikelpartikel yang bertumbukan akan semakin banyak/meningkat. Dengan demikian jarak antara partikel.zat tersebut menjadi lebih dekat dan jumlah tumbukkan efektif juga akan meningkat. Hal ini berarti terjadi peningkatan laju suatu reaksi. Dan sebaliknya, jika konsentrasi berkurang, maka tumbukan akan sedikit dan laju reaksi juga akan berkurang. 2. PENGARUH LUAS PERMUKAAN BERDASARKAN TEORI TUMBUKAN Untuk massa yang sama, semakin halus bentuk suatu zat maka semakin luas permukaan zat. Berdasarkan teori tumbukan: “semakin luas permukaan partikel, semakin besar kemungkinan terjadinya tumbukan antar partikel”.Perhatikan gambar berikut ini!

Dari gambar di atas dapat dilihat bahwa serbuk Fe bereaksi lebih cepat dari pada batang Fe. Hal ini disebabkan karena luas permukaan serbuk Fe lebih luas daripada kepingan Fe, sehingga

bidang sentuhnya lebih banyak untuk bertumbukan dengan zat lain. Akibatnya laju reaksi zat berbentuk serbuk lebih cepat daripada zat yang berbentuk kepingan.

3. PENGARUH TEMPERATUR/SUHU BERDASARKAN TEORI TUMBUKAN Pengaruh temperatur terhadap laju reaksi terkait dengan energi kinetik partikel. Mengapa demikian ? Perhatikan gambar berikut ini:

Gambar 3. tumbukan partikel pada suhu tinggi dan rendah. Berdasarkan gambar diatas dapat dilihat bahwa pada suhu tinggi, jumlah partikel yang bertumbukan lebih banyak dibandingkan pada suhu rendah. Hal ini disebabkan karena pada suhu tinggi energi kinetik partikel akan lebih besar. Hal ini menyebabkan jumlah tumbukan semakin banyak sehingga laju reaksi akan meningkat.

4. PENGARUH KATALIS BERDASARKAN TEORI TUMBUKAN Katalis dapat mempengaruhi terjadinya reaksi, tetapi pada akhir reaksi dapat diperoleh kembali. Fungsi katalis adalah menurunkan energi aktivasi, sehingga jika ke dalam suatu reaksi ditambahkan katalis, maka reaksi akan lebih mudah terjadi. Hal ini disebabkan karena zat- zat yang bereaksi akan lebih mudah melampaui energi aktivasi. Katalis adalah zat yang mempercepat laju reaksi, tetapi tidak mengalami perubahan kimia secara permanen, sehingga pada akhir reaksi zat tersebut dapat diperoleh kembali. Katalis mempercepat reaksi dengan cara menurunkan harga energi aktivasi (Ea). Sedangkan zat yang dapat memperlambat laju reaksi disebut inhibitor. Meskipun katalis menurunkan energi aktivasi reaksi, tetapi ia tidak mempengaruhi perbedaan energi antara produk dan pereaksi. Dengan kata lain, penggunaan katalis tidak akan mengubah entalpi reaksi. Pengaruh katalis dalam mempengaruhi laju reaksi terkait dengan energi pengaktifan reaksi (Ea). Katalis yang digunakan untuk mempercepat reaksi memberikan suatu mekanisme reaksi alternatif dengan nilai Ea yang lebih rendah dibandingkan dengan nilai Ea reaksi tanpa katalis. Semakin rendah nilai Ea maka lebih banyak partikel yang memiliki energi kinetik yang cukup untuk mengatasi halangan Ea yang rendah ini.

Gambar 4. grafik pengaruh katalis terhadap energi pengaktifan (Ea) Dengan memperhatikan gambar.4 diatas dapat dilihat bahwa tanpa katalis, energi pengaktifan (Ea) suatu reaksi lebih banyak, sedangkan dengan menggunakan katalis, Ea menjadi lebih sedikit, sehingga laju reaksi menjadi lebih cepat. Ini berarti bahwa katalis dapat meningkatkan energi pengaktifan suatu reaksi, sehingga laju reaksi menjadi semakin besar.

PENUTUP Kesimpulan
Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa: • Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi antara lain: sifat zat yang bereaksi, konsentrasi. luas bidang permukaan sentuh, pengaruh suhu, dan katalis • Teori yang menjelaskan bagaimana faktor-faktor tersebut dapat mempengaruhi laju reaksi disebut teori tumbukan.

Saran
Segala syukur kita haturkan kepada Dzat yang maha Agung yang telah memberikan kepada penulis sebuah inspirasi yang insya Allah bermanfaat. Serta shalawat salam kepada Rasul-Nya yang dimuliakan sebagai pintu gerbang terbukanya segala ilmu dari Dzat pembuat ilmu. Selanjutnya sebagai manusia yang pasti mempunyai salah dan lupa, penulis mengharapkan saran dan kritik dari pembaca guna kesempurnaan makalah

yang mendatang dan untuk penyemangat bagi penulis khususnya dan teman-teman pembaca umumnya.

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR …………………………………………………………………………………………………… 1 DAFTAR ISI …………………………………………………………………………………………………… ………….. 2 A. Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi ………………………………………………………….3-6 B. Teori tumbukan dalama menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi …7-9 PENUTUP …………………………………………………………………………………………………… ……………… 10

REFERENSI …………………………………………………………………………………………………… …………… 11

REFERENSI
www.wikipedia.com www.google.com

Rahardjo, Santot Budi. 2006. KIMIA berbasis EKSPERIMEN 2 untuk kelas XI SMA dan MA. Solo:Platinum.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->