BAB I PENDAHULUAN

Walaupun persalinan sebaiknya berlangsung spontan, namun kadang-kadang persalinan perlu diakhiri dengan suatu pembedahan. Dalam bedah kebidanan ekstraksi dengan cunam memegang peranan penting.1 Riwayat Cunam Obstetrik teramat panjang, sekitar tahun 1500 SM sudah terdapat tulisan bahasa sansekerta yang mengulas tentang alat ini. Cunam Obstetrik modern yang digunakan untuk janin hidup diperkenalkan pertama kali oleh Peter Chemberlen (1600) dan setelah itu dikenal lebih dari 700 jenis cunam obstetrik. William Smellie (1745) memberikan penjelasan tentang rincian aplikasi cunam yang benar pada kepala janin dalam panggul. Sir James Simpson (1845) mengembangkan jenis cunam obstetrik yang sesuai dengan lengkungan kepala dan lengkungan panggul. Joseph DeLee (1920) membuat modifikasi dari cunam obstetrik yang telah ada dan menyarankan sebuah tindakan yang disebut sebagai“Prophylactic Forceps Delivery”.2 Pada praktek obstetrik modern, dimana sudah dikenal tranfusi darah dan berbagai jenis antibiotika serta semakin langkanya ahli obstetri yang memiliki ketrampilan melakukan ekstraksi cunam maka ekstraksi cunam sebagai alternatif persalinan pervaginam nampaknya semakin jarang digunakan dan digantikan dengan tindakan seksio sesar. Pada tahun 1980, beberapa penelitian menunjukkan bahwa persalinan cunam tengah (“mid forceps delivery”) seringkali menimbulkan adanya efek samping jangka panjang terhadap anak. Faktor-faktor ini menyebabkan banyak ahli obstetri yang semakin enggan menggunakan persalinan ekstraksi cunam.2 Cunam yang banyak dipakai di indonesia cunam Neagle yang mempunyai lengkungan kepala, lengkungan panggul dan sejenis kunci yang menghubungkan kedua sendok dalam posisi yang tetap.1

1

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

II.1 Definisi Forceps (cunam) obstetris dirancang untuk mengeluarkan janin. Ekstraksi forceps adalah suatu persalinan buatan dimana janin dilahirkan dengan suatu tarikan cunam yang dipasang pada kepalanya.3 Cunam atau forceps adalah suatu alat obstetrik terbuat dari logam yang digunakan untuk melahirkan anak dengan tarikan kepala. Ekstraksi cunam adalah tindakan obstetrik yang bertujuan untuk mempercepat kala pengeluaran dengan jalan menarik bagian bawah janin( kepala ) dengan alat cunam.4,5 II.2 Tujuan Persalinan dengan ekstraksi forceps bertujuan: 1. Traksi yaitu menarik anak yang tidak dapat lahir spontan 2. Koreksi yaitu merubah letak kepala dimana ubun-ubun kecil dikiri atau dikanan depan atau sekali-kali UUK melintang kiri dan kanan atau UUK ki /ka belakang menjadi UUK depan ( dibawah symphisis pubis) 3. Kompresor yaitu untuk menambah moulage kepala II.3 Klasifikasi persalinan forceps Klasifikasi persalinan dengan ekstraksi cunam – EC dan ekstraksi vakum EV berdasarkan desensus dan putar paksi dalam, Americian College Of Obstetricians and Gynecologists dan American Academy of Pediatrics 2002 :6 Prosedur Ekstraksi Cunam “OUTLET”
• • • • •

Ekstraksi Cunam ”LOW”

• •

Kiteria Kulit kepala terlihat pada introitus tanpa melakukan tindakan memisahkan labia Tengkorak kepala sudah mencapai dasar panggul Sutura sagitalis berada pada diameter anteroposterior ; oksiput berada di kanan atau kiri depan atau di posterior Kepala janin berada pada perineum Putar paksi dalam tidak lebih dari 450 Bagian terendah kepala berada pada station ≥ +2 dan tidak didasar panggul Putar paksi dalam ≤ 450(oksiput kiri/kanan depan menjadi oksiput
2

7 3 . Sectio cesarean lebih direkomendasikan 2. Saat ini tidak dilakukan lagi karena sangat berbahaya bagi janin ataupun ibu.Sendok kiri / forceps kiri adalah cunam yang dipegang di tangan kiri penolong dan dipasang di sebelah kiri ibu. oksiput kiri/kanan belakang menjadi oksiput posterior) • Putar paksi dalam > 450 Stasion diatas + 2cm . Sectio Cesarea ataupun vakum lebih direkomendasikan 3. tetapi kepala sudah engage Tidak termasuk dalam kriteria Berdasarkan Pemasangannya: 1. Saat ini tidak dilakukan lagi.Sendok kanan / forces kanan adalah cunam yang dipegang di tangan kanan penolong dan dipasang di sebelah kanan ibu . Mid Forceps Forceps yang dilakukan pada saat kepala janin sudah masuk pintu atas panggul (engaged). namun belum mencapai dasar panggul.Ekstraksi Cunam ”mid pelvic” Ekstraksi Cunam “HIGH” anterior . Cara ini yang masih sering dipakai hingga saat ini. High Forceps Forceps yang dilakukan pada saat kepala janin belum masuk pintu atas panggul (floating). sendok kanan dan sendok kiri .4 Cunam / Forceps Cunam terdiri dari dua sendok.7 II. Low Forceps/ Outlet Forceps Forceps yang dilakukan pada saat kepala janin sudah mencapai dasar panggul.

o o o Tangkai Cunam: adalah bagian yang terletak antara daun cunam dan kunci cunam Kunci cunam: kunci cunam ada beberapa macam. Indikasi Ibu : • Penyakit Jantung 4 . bagian yang dipegang penolong saat melakukan ekstraksi. ada dua: a. ada yang interlocking. II.8 2. Indikasi Absolut a. fungsi cunam selain traksi adalah untuk rotator. Indikasi menurut De Lee Forceps dilakukan secara elektif. namun pada kasus oksiput melintang atau oksiput posterior. Indikasi Relatif. Terdiri dari dua lengkungan (curve) .5 Fungsi Cunam Fungsi cunam obstetrik terutama adalah traksi . Indikasi menurut Pinard indikasi menurut Pinard hampir sama dengan menurut De Lee. II. Pada indikasi relative. system sekrup. yaitu lengkung kepala janin (cephalic curve) dan lengkung panggul (cervical curve).6 Indikasi Dalam Melakukan Ekstraksi Forceps: 1.o Daun cunam: bagian yang dipasang di kepala janin saat melakukan ekstraksi forceps. asal syarat untuk melakukan ekstraksi terpenuhi b. dan system sliding. Pemegang cunam. forceps dilakukan secara elektif (direncanakan). namun ibu harus dipimpin dulu mengejan selama 2 jam.

Operator tidak kompeten.7 Kontra Indikasi Persalinan Ekstraksi Forcep Kontra indikasi dari ekstraksi forcep meliputi: 1. Terdapat kontra-indikasi berlangsungnya persalinan pervaginam. 8. Dilatasi servik belum lengkap. 7. sudah berada di dasar panggul 3. eklampsia Indikasi Janin: pada keadaan gawat janin • • • Gawat janin Prolapsus talipusat dengan kepala sudah didasar panggul “After coming head”. Presentasi belakang kepala . Fasilitas pemberian analgesia dan peralatan yang memadai tidak ada. 5. Adanya fistel vagina Presentasi dan posisi kepala janin tidak dapat ditentukan dengan jelas. II.• • • • • • b. 9. 6. letak muka dengan dagu didepan atau “after coming head” pada persalinan sungsang pervaginam. Pasien dan keluarga sudah faham dan menyetujui tindakan ini serta bersedia menandatangani "informed consent" 2. Penyakit Pulmonar Infeksi Intrauterin Gangguan Neurologik Kelelahan Ibu Kala II memanjang Mempersingkat kala II : pre eklampsia . Kepala sudah engaged.8 Syarat Dalam Melakukan Ekstraksi Forceps: 1. Ketuban sudah pecah 5 . Kegagalan ekstraksi vakum. 3. 6. 4. Serviks harus berdilatasi penuh/ Pembukaan lengkap 4. 2.8 II. Anencephalus. Posisi kepala harus dapat dikenali 5. Pasien menolak tindakan ekstraksi cunam obstetrik.

Tidak ada kecurigaan disproposi antara ukuran kepala dengan ukuran pelvis. 2. Forceps terpasang biparietal kepala .10 II. 6. Pemasangan sefalik adalah cara yang paling aman baik untuk ibu maupun janin 2. Pemasangan sefalik (Cephalic forceps) Dimana cunam dipasang biparietal. 4. atau sumbu panjang cunam sejajar dengan diameter mento-occiput kepala janin. Sutura sagitalis berada di tengah kedua daun forceps yang terpasang.7. Pemasangan pelvic (Pelvic forceps) Dimana pemasangannya dalam keadaan sumbu panjang cunam sejajar dengan sumbu panjang panggul.10 Prosedur/ Langkah Dalam Melakukan Forceps: 1.9. 3. Operator harus kompeten. melintang terhadap panggul 2. Ubun ubun kecil berada kira-kira 1 cm di atas bidang tersebut II.3 Pemasangan forceps yang sempurna . 8. atau sumbu panjang forceps sejajar dengan sumbu diameter mento-oksiput kepala janin. 5. 7. Membayangkan forceps sebelum dipasang Memasang forceps Mengunci forceps Memeriksa kembali pemasangan Traksi percobaan Traksi definitive Melepaskan cunam 6 . dan tegak lurus dengan cunam 3.9 Cara Pemasangan Cunam 1. jika memenuhi kriteria berikut: 1.

Dan penolong segera memasang forceps kanan.1. asisten membantu memegang forceps kiri tersebut agar tidak berubah posisi. jadi forceps yang dipasang adalah forceps kiri terlebih dahulu. sambil empat jari tangan kiri penolong masuk ke dalam vagina. sambil empat jari tangan kanan penolong masuk ke dalam vagina. dengan tangkai forceps sejajar dengan paha kiri ibu. dilakukan penguncian.11.Membayangkan Setelah persiapan selesai. yaitu forceps yang dipegang oleh tangan kanan penolong. memegang kedua cunam dalam keadaan tertutup dan membayangkan bagaimana cunam terpasang pada kepala Ad. Forceps secara perlahan dipasang dengan bantuan ibu jari tangan kanan. Forceps dipasang dengan tuntunan ibu jari tangan kiri penolong. Setelah forceps kiri terpasang.2. yaitu forceps yang dipegang tangan kiri penolong dan dipasang di sisi kiri ibu.Ad. dengan tangkai forceps sejajar dengan paha kanan ibu. Forceps kiri dipegang dengan cara seperti memegang pensil . dan dipasang di sisi kanan ibu. Setelah forceps terpasang .Memasang forceps Pada pasien ini UUK janin adalah UUK kanan depan. Jadi bukan tangan kiri yang mendorong forceps masuk ke dalam vagina. Forceps kanan dipegang seperti memegang pensil.12 7 . penolong berdiri di depan vulva .

3. Apabila forceps kir yang dipasang duluan. apakah forceps telah terpasang dengan benar. dan bila forceps kanan yang dipasang duluan .12 Ad. Pemeriksaan Ulang Setelah forceps terpasang dan terkunci.Ad. 11.4. tapi periksa kembali apakah pemasangan telah benar. dilakukan pemeriksaan ulang. Penguncian Forceps Penguncian dilakukan setelah forceps terpasang. maka penguncian dilakukan secara langsung. jangan dipaksa. dan dicoba pemasangan ulang. maka forceps dikunci secara tidak langsung. Bila penguncian sulit dilakukan. dan tidak ada jalan lahir / jaringan yang terjepit 8 .

Ad. Kemudian dilakukan traksi ke atas hanya dengan menggunakan tangan kanan sambil tangan kiri menahan perineum. dan dapat segera dilakukan traksi definitive. Traksi Percobaan Setelah yakin tidak ada jaringan yang terjepit. Arah tarikan dilakukan sesuai dengan bentuk panggul. mata. 11. berarti forceps tidak terpasang dengan baik.12 Ad. Traksi defrinitif Traksi definitive dilakukan dengan cara memegang kedua pemegang forceps dan penolong melakukan traksi. Apabila jari telunjuk dan tengah tangan kiri menjauh dari kepala janin. lalu dilakukan tarikan.12 9 . Traksi dilakukan hanya menggunakan otot lengan. 11. hidung. maka dilakukan traksi percobaan.6. sambil jari telunjuk dan tengah tangan kiri menyentuh kepala janin. dan harus dilakukan pemasangan ulang. Penolong memegang pemegang forceps dengan kedua tangan . mulut bayi. berarti forceps terpasang dengan baik. Apabila jari telunjuk dan tengan tangan kiri tidak menjauh dari kepala janin. sampai terlihat occiput sebagai hipomoklion. Pertama dilakukan tarikan cunam ke bawah. Kemudian lahirlah dahir.5. lalu tangan kiri segera menahan perineum saat kepala meregang perineum.

Forceps tidak dapat dipasang 2. II. Melepaskan cunam Setelah kepala bayi lahir.11Pemasangan Forceps dikatakan gagal apabila: 1. maka cunam dilepaskan dan janin dilahirkan seperti persalinan biasa.Ad. Forceps tidak dapat dikunci 3.7. Tiga kali traksi janin tidak lahir3 10 .

Meningkatnya jumlah perdarahan .Inkontinensia alvi . Prokain 1 % 5.Prolaps organ pelvis.Inkontinensia urin .Laserasi serviks. Uji fungsi dan perlengkapan peralatan resusitasi kardiopulmoner 3.ruptur uterus o Komplikasi lanjut . Medikamentosa a. • Janin • • • • • Cephal hematoma. Perut bawah dan lipat paha sudah dibersihkan dengan air dan sabun 2. Cairan dan slang infus sudah terpasang.13 LANGKAH KLINIK A. kandung kemih . Larutan antiseptik ( povidon iodin 10%) 6.13 Langkah Klinik Forceps. 12 II. Instrumen: a. sarung kaki dan penutup perut bawah 4. Oksitosin b. Pasien 1. perineum. vagina. Oksigen dengan regulator 7. Siapkan alas bokong.12 Komplikasi ekstraksi forceps: • Maternal o Komplikasi akut . Partus set : 1 set 11 . Cedera pada daerah wajah Trauma saraf fasial Fraktura klavikula. Ergometrin c. Distosia bahu. PERSETUJUAN TINDAKAN MEDIK B.Trauma sfingter ani .II. PERSIAPAN SEBELUM TINDAKAN I.Hemtoma .Episiotomi lebih luas .

kacamata pelindung: 3 set 2. Lakukan periksa dalam untuk menentukan kembali presentasi. Spekulum sim’s atau L dan kateter karet : 2 dan 1 II. Semprit 10 cc dan jarum suntik : 2 g. Klem ovum: 2 d. masker. Lakukan kateterisasi kandung kemih (bila pasien tidak dapat berkemih spontan) 4.5% E. pelapis plastik. tensimeter: 1 III. Lampu sorot: 1 b. spina ischiadika. Alas kaki (sepatu/”boot” karet): 3 pasang 4.4% b. Kateter intravena atau jarum kupu-kupu: 2 h. PENCEGAHAN INFEKSI SEBELUM TINDAKAN D. PEMASANGAN CUNAM POSISI UBUN-UBUN KECIL KIRI DEPAN 12 . Daun cunam beri pelicin (minyak steril/antiseptik jelly) kemudian letakkan masing-masing cunam di atas meja instrumen 4. Baju kamar tindakan. kemudian dekatkan dengan aspektus genitalis pasien dan orientasikan (didepan vulva) kedudukan cunam setelah terpasang nanti 3. Tabung 5 ml dan jarum suntik (sekali pakai): 3 set f. Instrumen: a. penunjuk (denominator). Meja bersih. Kain penyeka muka dan badan: 2 c. atau kielland atau boerma c. Instrumen: a. Cunam tampon: 1 e. Sarung tangan DTT/steril: 4 pasang 3. Setelah pemeriksaan selesai. Pemotong dan pengikat tali pusat: 1 set f. Lepaskan kunci cunam. Aquabidesstilata dan dekstrose 10% 3. bersihkan dan dekontaminasi sarung tangan dengan larutan klorin 0. PERIKSA DALAM ULANGAN 1. Bayi 1. kankafitas sakrum dan arkus pubis 5. Atur kembali posisi ibu di atas meja persalinan ( perhatikan ketinggian bokong dan kedudukan tungkai pada penyangga) F. Pakai sarung tangan secara benar 2. Pakai sarung tangan steril/DTT yang baru 2. Popok dan selimut : 1 2. Stetoskop. Antibiotik c.b. Medikamentosa a. Penolong (operator dan asisten) 1. Oksigen dan regulator C. Penghisap lendir dan sudep/penekan lidah: 1 set b.2% atau 8. ORIENTASI POSISI CUNAM 1. Ekstraktor cunam : 1 set (naegele). Inkubator: 1 set e. Larutan bikarbonas Natrikus 7. penurunan. Ambil cunam dalam keadaan terkunci. kering dan hangat (untuk tindakan): 1 d. Lakukan tindakan sepsis-antisepsis pada vulva dan vagina luar 3.

Pegang gagang cunam kanan seperti memegang pensil 4. PENGUNCIAN 1. temukan alur (pada leher cunam kanan) dan batang (pada leher cunam kiri) sehingga cunam terkunci  Perhatikan Posisi daun cunam adalah biparietal terhadap kepala janin dan miring ke arah kiri terhadap sumbu transversal panggul ibu. lakukan pada sisi kanan dan kiri) 2. ibu jari tetap berada di luar 5. ternyata cunam tidak dapat dikunci. Pegang gagang cunam kanan (dengan tangan kanan) dan cunam kiri (dengan tangan kiri) 2. Tangan kanan memegang gagang cunam dan tangan kiri memegang leher cunam 3. Pegang gagang cunam kiri seperti memegang pensil dan letakkan jari tangan kanan ke dalam vagina (menelusuri dinding lateral kiri vagina) 9. TRAKSI DEFINITIF 1. Lakukan infiltrasi larutan anestesi lokal (prokain 1 %) pada perineum (berbentuk sisi dan garis tengah segitiga. Lakukan tindakan aseptik-antiseptik pada perineum 2. sementara itu atur posisi ganggang cunam hingga daun cunam menempati posisi yang sesuai dengan posisi lateral kanan janin 6. pastikan bahwa petugas dan alat untuk menolong bayi telah siap. harus diikitu dengan berhasilnya penguncian cunam. Keberhasilan pada tahap pemasangan. geser daun cunam (dengan tangan kiri) ke atas. hingga menempati posisi seperti saat melakukan orientasi (miring terhadap panggul) 7. Rapatkan kembali kedua gagang cunam. kondisi ini indikasi untuk di rujuk atau terminasi per abdominam H. Apabila sudah terpasang. Memasukkan jari tangan kiri ke dalam vagina (menelusuri dinding lateral kiri) hingga mencapai sisi lateral kanan bawah kepala janin.5 cm lateral kiri dan kanan dari anus) 3. Lakukan penarikan gagang cunam dengan arah sejajar lantai dan leher cunam ke arah 13 . Angkat gagang cunam kanan dan turunkan gagang cunam kiri. Dekatkan gagang cunam pada posis sejajar dengan paha kiri ibu.1. Masukkan daun cunam ke dalam vagina (menelusuri alur jari) secara langsung dan berhadapan dengan posisi cunam kanan. kemudian masukkan ujung daun cunam kanan ke vagina ( menelusuri alur diantara jari-jari tangan kiri dan dbantu dengan dorongan ibu jari. Pantau terus keadaan janin  Ingat. kemudian silangkan kedua gagang cunam sehingga cunam kanan berada diatas cunam kiri 3. Kegagalan proses pemasangan merupakan indikasi untuk di rujuk atau terminasi per abdominam G. Lakukan episiotomi mediolateral kanan ( bila perineum sangat kaku. Setelah daun cunam terpasang dan posisi gagang cunam sejajar dengan lantai.masukkan hingga gagang cunam berada pada posisi sejajar dengan lantai  Ingat: Setiap kesulitan atau terdapat hambatan dalam melaksanakan prosedur pemasangan cunam sehingga cunam tidak terpasang dengan baik maka kondisi ini digolongkan kegagalan pemasangan cunam. Minta asisten untuk mempertahankan cunam pada posisinya 8. ujung kaki segitiga masing-masing 2. Sebelum melakukan tarikan definitif. puncaknya berada di komissura posterior.

masukkan hingga gagang cunam berada pada posisi sejajar dengan lantai  Ingat: Setiap kesulitan atau terdapat hambatan dalam melaksanakan prosedur pemasangan cunam sehingga cunam tidak terpasang dengan baik maka kondisi ini digolongkan kegagalan pemasangan cunam. Setelah kepala sampai di dasar panggul. dagu. dan seluruh kepala 7. Memasukkan jari tangan sebagai alur daun cunam 5. lanjutkan tarikan dengan menaikkan cunam ke atas sehuingga lahirlah berturut-turu dahi. Lakukan infiltrasi larutan anestesi lokal (prokain 1 %) pada perineum 3. Lakukan tindakan aseptik-antiseptik pada perineum 2. lakukan penarikan dengan arah sejajar lantai hingga sub-oksiput berada di bawah simfisis 6. tempatkan dalam wadah dekontaminasi POSISI UBUN-UBUN KECIL KANAN DEPAN Dari langkah E (orientasi cunam) F2. Lakukan penguncian secara langsung karena cunam kanan telah berada diatas cunam kiri 14 . hal ini merupakan indikasi adanya disproporsi atau halangan untuk melanjutkan prosedur ekstraksi. Minta asisten untuk mempertahankan cunam pada posisinya 8. Setelah daun cunam terpasang dan posisi gagang cunam sejajar dengan lantai.bawah (resultansi gaya kedua tarikan ini sesuai sumbu jalan lahir)  Ingat: Bila sat penarikan terdapat tahanan yang berat atau badan ibu ikut tertarik ke arah penolong. sementara itu atur posisi ganggang cunam hingga daun cunam menempati posisi yang sesuai dengan posisi lateral kiri janin 6. Ikut putaran paksi dalam ( sesuai diameter bidang panggul) pada saat kepala makin turun ke dasar panggul (ke sinistro-medial terhadap penolong) 5. PENGUNCIAN 1. kemudian masukkan ujung daun cunam kiri ke vagina. Kegagalan pada tahap penarikan merupakan indikasi untuk di rujuk atau terminasi per abdominam 4. hingga menempati posisi seperti saat melakukan orientasi (miring terhadap panggul) 7. PEMASSANGAN CUNAM Ubun-ubun kecil kanan depan 1. muka. Dekatkan gagang cunam pada posisi sejajar dengan paha kiri ibu. Tahan perineum dengan telapak tangan kiri. Kegagalan proses pemasangan merupakan indikasi untuk di rujuk atau terminasi per abdominam G2. Pegang gagang cunam seperti memegang pensil dan letakkan jari tangan kiri ke dalam vagina (menelusuri dinding lateral kanan vagina) 9. Masukkan daun cunam ke dalam vagina (menelusuri alur jari) secara langsung dan berhadapan dengan posisi cunam kiri. Lepaskan kunci gagang cunam. geser daun cunam ke atas. Pegang gagang cunam kiri seperti memegang pensil 4. Pegang gagang cunam kanan (dengan tangan kanan) dan cunam kiri (dengan tangan kiri) 2.

Keberhasilan pada tahap pemasangan. Minta asisten untuk mempertahankan cunam pada posisinya 8.3. masukkan hingga gagang cunam berada pada posisi sejajar dengan lantai  Ingat: Setiap kesulitan atau terdapat hambatan dalam melaksanakan prosedur pemasangan cunam sehingga cunam tidak terpasang dengan baik maka kondisi ini digolongkan kegagalan pemasangan cunam. kemudian masukkan ujung daun cunam kiri ke vagina. hingga menempati posisi seperti saat melakukan orientasi (miring terhadap panggul) 7. sementara itu atur posisi ganggang cunam hingga daun cunam menempati posisi yang sesuai dengan posisi lateral kiri janin 6. Lakukan infiltrasi larutan anestesi lokal (prokain 1 %) pada perineum 3. Masukkan daun cunam kiri ke dalam vagina (menelusuri alur jari) secara langsung dan berhadapan dengan posisi cunam kanan. Apabila sudah terpasang. Rapatkan kembali kedua gagang cunam. Pegang gagang cunam kanan seperti memegang pensil 4. Dekatkan gagang cunam pada posisi sejajar dengan paha kiri ibu. geser daun cunam ke atas. temukan alur (pada leher cunam kanan) dan batang (pada leher cunam kiri) sehingga cunam terkunci 15 . ternyata cunam tidak dapat dikunci. Pantau terus keadaan janin  Ingat. Memasukkan jari tangan kiri sebagai alur daun cunam. harus diikitu dengan berhasilnya penguncian cunam. Rapatkan kembali kedua gagang cunam. Lakukan tindakan aseptik-antiseptik pada perineum 2. Pegang gagang cunam seperti memegang pensil dan letakkan jari tangan kiri ke dalam vagina (menelusuri dinding lateral kanan vagina) 9. PEMASANGAN CUNAM Ubun-ubun kecil kanan belakang 1. temukan alur (pada leher cunam kanan) dan batang (pada leher cunam kiri) sehingga cunam terkunci  Perhatikan Posisi daun cunam adalah biparietal terhadap kepala janin dan miring ke arah kiri terhadap sumbu transversal panggul ibu. Kegagalan proses pemasangan merupakan indikasi untuk di rujuk atau terminasi per abdominam G2. Setelah daun cunam terpasang dan posisi gagang cunam sejajar dengan lantai. Lakukan penguncian secara langsung karena cunam kanan telah berada diatas cunam kiri 12. kondisi ini indikasi untuk di rujuk atau terminasi per abdominam Lanjutkan ke langkah traksi definitif POSISI UBUN-UBUN KECIL KANAN BELAKANG Dari langkah E (orientasi cunam) F3. Pegang gagang cunam kanan (dengan tangan kanan) dan cunam kiri (dengan tangan kiri) 11. ibu jari tetap berada di luar 5. PENGUNCIAN 10.

Sebelum melakukan tarikan definitif. Kegagalan pada tahap penarikan merupakan indikasi untuk di rujuk atau terminasi per abdominam 4. lanjutkan dengan menggerakkan cunam ke atas. Ikut putaran paksi dalam ( sesuai diameter bidang panggul) pada saat kepala makin turun ke dasar panggul (ke sinistro-medial terhadap penolong) 5. Tahan perineum dengan telapak tangan kiri. TRAKSI DEFINITIF 1. Perhatikan Posisi daun cunam adalah biparietal terhadap kepala janin dan miring ke arah kiri terhadap sumbu transversal panggul ibu. Lepaskan cunam.lakukan penarikan dengan arah sejajar lantai hingga sub-oksiput berada di bawah simfisis 3. Lakukan penarikan gagang cunam dengan arah sejajar lantai dan leher cunam ke arah bawah (resultansi gaya kedua tarikan ini sesuai sumbu jalan lahir)  Ingat: Bila sat penarikan terdapat tahanan yang berat atau badan ibu ikut tertarik ke arah penolong. letakkan pada wadah dekontaminasi Lanjutkan ke langkah melahirkan bayi POSISI UBUN-UBUN KECIL KANAN BELAKANG (tanpa putaran paksi dalam) H4. Setelah kepala sampai di dasar panggul. TRAKSI DEFINITIF ( tahap kedua) 1. kemudian dorong ke atas 2. pastikan bahwa petugas dan alat untuk menolong bayi telah siap. Lepaskan kunci dan kedua cunam. lakukan pada sisi kanan dan kiri) 2. J3. Sebelum melakukan tarikan definitif. hal ini merupakan indikasi adanya disproporsi atau halangan untuk melanjutkan prosedur ekstraksi. Tangan kanan memegang gagang cunam dan tangan kiri memegang leher cunam 3. keluarkan dan lakukan pemassangan ulang I3. kondisi ini indikasi untuk di rujuk atau terminasi per abdominam H3. muka. PEMASANGAN ULANG 1. ternyata cunam tidak dapat dikunci. harus diikitu dengan berhasilnya penguncian cunam. pastikan bahwa petugas dan alat untuk 16 . Pantau terus keadaan janin  Ingat. Lakukan episiotomi mediolateral kanan ( bila perineum sangat kaku. (sub-oksiput sebagai hipo-moklion) sehingga lahir berturut-turut dahi. Lakukan pemasangan seperti posisi ubun-ubun kecil kanan depan yaitu dengan memasang cunam kiri terlebih dahulu. Lakukan tarikan pada gagang dan leher cunam secara simultan 2. Lakukan penguncian secara langsung  Perhatikan Bila ubun-ubun kecil kanan lintang maka posisi cunam adalah miring terhadap kepalandan miring terhadap panggul. Bila ubun-ubun kecil kanan depan maka posisi cunam adalah biparietal terhadap kepala dan miring terhadap panggul. Apabila sudah terpasang. Pasanag cunam kanan di atas cunam kiri secara langsung 3. TRAKSI DEFINITIF ( lange-scanzoni) 1. dagu dan seluruh badan 4. Keberhasilan pada tahap pemasangan.

portio atau ditempat lain. Ambil klem ovum sebanyak 2 buah. Masukkan spekulum Sim’s/L atas dan bawah pada vagina 2. MELAHIRKAN BAYI 1. jaringan. PENJAHITAN EPISIOTOMI 1. LAHIRKAN PLASENTA 1. lakukan penjepitan secara bergantian ke arah samping. searah jarum jam. EKSPLORASI JALAN LAHIR 1. 6. hal ini merupakan indikasi adanya disproporsi atau halangan untuk melanjutkan prosedur ekstraksi. Keluarkan spekulum bila prosedur eksplorasi selesai L. 3.maksillaris berada di bawah simfisis Gerakkan cunam ke atas sehingga maksilla depan menjadi hipo moklion sehingga lahirlah kepala belakang Gerakkan cunam ke bawah. Pasang penopang bokong (beri alas kain). gerakan ke bawah untuk melhirkan bahu depan. Tangan kanan memegang gagang cunam dan tangan kiri memegang leher cunam 3. Suntikkan prokain 1 % (yang telah disiapkan dalam tabung suntik) pada sisi dalam luka episiotomi (otot. Lakukan episiotomi mediolateral kanan ( bila perineum sangat kaku. Kegagalan pada tahap penarikan merupakan indikasi untuk di rujuk atau terminasi per abdominam Bila tidak terjadi putaran paksi dalam pada saat kepala makin turun ke dasar panggul maka teruskan penarikan hingga os. Pertautkan kembali luka kulit dan mukosa secara 17 . Dimulai dari ujung luka episiotomi bagian dalam. kemudian lahirkan seluruh tubuh bayi. perhatikan ada tidaknya robekan portio 4. Lakukan penarikan gagang cunam dengan arah sejajar lantai dan leher cunam ke arah  bawah (resultansi gaya kedua tarikan ini sesuai sumbu jalan lahir) Ingat: Bila sat penarikan terdapat tahanan yang berat atau badan ibu ikut tertarik ke arah penolong. lakukan pada sisi kanan dan kiri) 2. Uji hasil infiltrasi dengan menjepit kulit perineum yang dianestesi dengan pinset bergigi 2. Lakukan penjahitan bila ditemukan perdarahan dari robekan lain. Masukkan tampon vagina kemudian jepit tali pengikat tampon dan kain penutup perut bawh dengan kocher 3. jahit luka bagian dalam secara jelujur bersimpul ke arah luar. 2. kemudian gerakan ke atas untuk melahirkan bahu belakang. 7. Bersihkan muka (hidung dan mulut) bayi dengan kain bersih. 5. Kepala bayi dipegang biparietal. Periksa kelengkapan plasenta (perhatikan bila terdapat bagian-bagian yang lepas atau tidak lengkap) K. potong tali pusat dan serahkan bayi pada petugas bagian anak J. Perhatikan apakah terdapat robekan perpanjangan luka episiotomi atau robekan pada dinding vagina.menolong bayi telah siap. sehingga lahirlah mulut. submukosa dan subkutis) bagian atas dan bawah. Tunggu tanda lepasnya plasenta.  I. dagu dan seluruh kepala Lepaskan cunam dan masukkan ke dalam wadah dekontaminasi Lanjutkan ke langkah melahirkan bayi POSISI UBUN-UBUN KECIL KIRI BELAKANG Prosedur pemasangan dan ekstraksi cunam 4. lahirkan plasenta dengan menarik tali pusat dan mendorong uetrus ke arah dorsokranial 2.

scribd. H 2007. 5. lakukan tindakan dan beri instruksi lanjut bila diperlukan 2.html Mochtar. cairan tubuh dan air ketuban dengan kapas yang telah diberikan larutan antiseptik 6. PERAWATAN PASCA TINDAKAN 1.emir-fakhrudin. EGC. Pasang kasa yang dibasahi dengan povidon iodin pada tempat jahitan episiotomi M. 1991. 1998.DEKONTAMINASI N. Jakarta www.Ilmu bedah Kebidanan. Jakarta 18 .subkutikuler atau jelujur matras 4. kemudian kosongkan kandung kemih 5. Availableat: http://www. 3. H. Periksa ulang tanda vital. Bersihkan noda darah. Ilmu Kebidanan.com/doc/58009051/Ekstraksi-Forcep-Print Wiknyosastro. Jelaskan pada petugas yang merawat tentang jenis dan lama perawatan serta gejalagejala yang harus diwaspadai BAB III DAFTAR PUSTAKA 1. Tarik tali pengikat tampon vagina secara perlahan-lahan hingga tampon dapat dikeluarkan. CUCI TANGAN PASCA TINDAKAN O. Rustam. Diakses tanggal 4 September 2010. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiro Hardjo. Jakarta Ekstraksi Forceps . 2. 4. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiro Hardjo. Wiknyosastro.com/2009/12/ekstraksi-forceps. 3. Catat kondisi pasien pasca tindakan dan buat laporan tindakan pada kolom yang tersedia dalam status pasien. Sinopsis Obstetri.

2001 :458-508. Ekstraksi forcep. Jakarta Gambar 1 http://catalog. 9.com Pada tanggal 1 agustus 2011 Ekstraksi forcep.id/imgres? imgurl=http://www. Manuaba. Saifudin. 2000. 8. Di unduh dari http://borneo-ufi. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. 11. Di unduh dari Pada tanggal 1 agustus 2011 http://repository.full http://www. New York : Mc Graw Hill. In : CunninghamFG et al ed.aspx&usg=__UQDxe3_N5MEOeMTh227IqjijBR0=&h=559&w=408&sz=35&h l=id&start=19&zoom=1&um=1&itbs=1&tbnid=He4zREl5AIpmWM:&tbnh=133&tbnw=97 &prev=/search%3Fq%3Dforceps%2Bdelivery%26um%3D1%26hl%3Did%26sa%3DN %26biw%3D977%26bih%3D602%26tbm%3Disch&ei=EgFDTqzIAoqzrAfxo7TPBw G3 http://www.blog. Jakarta Ekstraksi forcep.medivisuals. Palembang: Universitas Sriwijaya.ac. Di unduh dari http://bahankuliahkesehatan.id/contents/koleksi/11/02.ui.nucleusinc. 1998.com/content/328/7451/1302. Pengurus Ikatan Bidan Indonesia. Forceps delivery and vacuum extraction.jpg&imgrefurl=h 19 .google. Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal.6.ui.ac. C u n n i n g h a m F G e t a l .com/2008/07/konsep-nifaseklamsi-forceps/ Pada tanggal 1 agustus 2011 Ekstraksi forcep.id/contents/koleksi/11/4a83a11b6f06bfdbf6490ffab1d3e167 6ced8702.php?ID=10276 2 ttp://www. Abdul Bari Dkk. 10.co.com/images/products/detail/497003_05XR. 13.com/forceps-delivery49700305xr.bmj.com/generateexhibit.pdf Pada tanggal 1 agustus 2011 12.blogspot. Di unduh dari http://repository.medivisuals. Dasar – Dasar Phantom Obgyn. 7.pdf. Williams Obstetrics 21st edition.

babybirthbasics.com/labor-and-deliverycomplications&usg=__DDfpB06ZK3zfIDCuGnPfJYbUOkE=&h=268&w=400&sz=91&hl=i d&start=5&zoom=1&um=1&itbs=1&tbnid=NRoS6tLRMR3FPM:&tbnh=83&tbnw=124&pr ev=/search%3Fq%3Dforceps%2Bdelivery%26um%3D1%26hl%3Did%26sa%3DN%26biw %3D977%26bih%3D602%26tbm%3Disch&ei=EgFDTqzIAoqzrAfxo7TPBw 20 .umm.medivisuals.jpg&imgrefurl=http://www.com/images/products/detail/490740_01X.id/imgres? imgurl=http://www.co.jpg&imgrefurl=http://www.co.umm.id/imgres?imgurl=http://www.com/wp- content/uploads/2010/07/forceps-and-vaccumdelivery.jpg&imgrefurl=htt 49074001x.babybirthbasics.htm&usg=___PlRUEiuivuSelaVP4XWOq1ZSzA=&h=320&w=400&sz =24&hl=id&start=9&zoom=1&um=1&itbs=1&tbnid=NWl0KiF0eL8ZiM:&tbnh=99&tbnw= 124&prev=/search%3Fq%3Dforceps%2Bdelivery%26um%3D1%26hl%3Did%26sa%3DN %26biw%3D977%26bih%3D602%26tbm%3Disch&ei=EgFDTqzIAoqzrAfxo7TPBw G6 http://www.id/imgres? imgurl=http://www.co.medivisuals.edu/graphics/images/en/19787.google.aspx&usg=__RnMBWmPgspZNCAe564HNXUdjcJg=&h=423&w=544&sz=72 &hl=id&start=10&zoom=1&um=1&itbs=1&tbnid=KtxwKx38L61ppM:&tbnh=103&tbnw=1 33&prev=/search%3Fq%3Dforceps%2Bdelivery%26um%3D1%26hl%3Did%26sa%3DN %26biw%3D977%26bih%3D602%26tbm%3Disch&ei=EgFDTqzIAoqzrAfxo7TPBw G5 http://www.G4 p://www.google.google.com/forceps-delivery- http://www.ed u/pregnancy/000138.