1.

Keutamaan Malam Lailatul Qadar Cukuplah utk mengetahui tinggi kedudukan Lailatul Qadar dgn mengetahui bahwasa malam itu lbh baik dari seribu bulan Allah berfirman "Sesungguh Kami menurunkan Al Qur'an pada malam Lailatul Qadar tahukah engkau apakah malam Lailatul Qadar itu? Malam Lailatul Qadar itu lbh baik dari seribu bulan Pada malam itu turunlah malaikat-malaikat dan Jibril dgn izin Rabb mereka (untuk membawa) segala urusan Selamatlah malam itu hingga terbit fajar." (Al Qadar : 1-5) Dan pada malam itu dijelaskan segala urusan yg penuh hikmah "Sesungguh Kami menurunkan pada suatu malam yg diberkahi dan sesungguh Kami-lah yg memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yg penuh hikmah (yaitu) urusan yg besar dari sisi Kami. Sesungguh Kami adl Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (Ad Dukhan : 3 - 6) 2. Waktu datang Malam Lailatul Qadar Diriwayatkan dari Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam bahwa malam tersebut terjadi pada tanggal malam 21 23 25 27 29 dan akhir malam bulan Ramadhan. (Pendapat-pendapat yg ada dalam masalah ini berbeda-beda Imam Iraqi telah mengaran suatu risalah khusus diberi judul Syarh Shadr bi Dzikri Lailatul Qadar membawakan perkataan para ulama dalam masalah ini) Imam Syafi'i berkata "Menurut pemahamanku wallahu a'lam Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam menjawab sesuai yg ditanyakan ketika ditanyakan kepada beliau 'Apakah kami mencari di malam ini?' Beliau menjawab 'Carilah di malam tersebut.'" Pendapat yg paling kuat terjadi malam Lailatul Qadar itu pada malam terakhir bulan Ramadhan berdasarkan hadits 'Aisyah Radhiyallahu 'anha beliau berkata bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam beri'tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan dan beliau bersabda: "Carilah malam Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan." (Bukhari (4/225) dan Muslim (1169)) Jika seseorang merasa lemah atau tak mampu janganlah sampai terluput dari tujuh hari terakhir krn riwayat dari Ibnu Umar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Carilah di sepuluh hari terakhir jika tak mampu maka janganlah sampai terluput tujuh hari sisanya." (HR. Bukhari (4/221) dan Muslim (1165)) "Aku melihat mimpi kalian telah terjadi barangsiapa yg mencari carilah pada tujuh nari terakhir." Telah diketahui dalam sunnah pemberitahuan ini ada krn perdebatan para shahabat. Dari Ubadah bin Shamit Radhiyallahu 'anhu ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasalam keluar pada malam Lailatul Qadar ada dua orang sahabat berdabat beliau bersabda: "Aku keluar utk mengkhabarkan kepada kalian tentang malam Lailatul Qadar tapi ada dua orang berdebat hingga tak bisa lagi diketahui kapan mungkin ini lbh baik bagi kalian carilah di malam 29 27 25 (dan dalam riwayat lain tujuh sembilan dan lima)." (HR. Bukhari (4/232)) Telah banyak hadits yg mengisyaratkan bahwa amalan Lailatul Qadar itu pada sepuluh hari terakhir yg lain menegaskan dimalam ganjil sepuluh hari terakhir. Hadits yg pertama sifat umum sedang hadits keuda adl khusus maka riwayat yg khusus lbh diutamakan daripada yg umum. Dan telah banyak hadits yg lbh menerangkan bahwa malam Lailatul Qadar itu ada pada tujuh hari terakhir bulan Ramadhan tetapi ini dibatasi kalau tak mampu dan lemah tak ada masalah dgn ini cocoklah hadits-hadits tersebut tak saling bertentangan bahkan bersatu tak terpisah. Kesimpulan jika seorang muslim mencari malam Lailatul Qadar carilah pada malam ganjil sepuluh hari terakhir 21 23 25 27 dan 29. Kalau lemah dan tak

Bukhari (4/217) dan Muslim (759)) Disunnahkan utk memperbanyak do'a pada malam tersebut.mampu mencari pada sepuluh hari terakhir maka carilah pada malam ganjil tujuh hari terakhir yaitu 25 27 dan 29." (HR. Tirmidzi (3760) Ibnu Majah (3850) dari 'Aisyah sanad shahih) Saudaraku -semoga Allah memberkahimu dan memberi taufiq kepadamu utk mentaati-Nya.") Dan dari Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhuma ia berkata Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "(Malam) Lailatul Qadar adl malam yg indah cerah tak panas dan tak juga dingin .sesungguh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam menggambarkan pagi malam Lailatul Qadar agar seorang muslim mengetahuinya. Dari 'Aisyah Radhiyallahu 'anha: "Adalah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam apabila masuk pada sepuluh hari (terakhir bulan Ramadhan) beliau mengencangkan kain menghidupkan malam dan membangunkan keluarganya." (Muslim (762)) Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu ia berkata kami menyebutkan malam Lailatul Qadar di sisi Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam dan beliau bersabda: "Siapa di antara kalian yg ingat ketika terbit bulan seperti syiqi jafnah." (HR. Dan tidaklah diharamkan kebaikan itu melainkan (bagi) orang yg diharamkan (untuk mendapatkannya). 3.engkau telah mengetahui bagaimana keadaan Lailatul Qadar (dan keutamaannya) maka bangunlah (untuk menegakkan shalat) pada sepuluh malam terakhir menghidupkan dgn ibadah dan menjauhi wanita perintahkan kepada istrimu dan keluargamu utu ktu perbanyaklah perbuatan ketaatan." (Muslim (1170 /Perkataan syiqi jafnah syiq arti setengah jafnah arti bejana. Dari 'Ubai Radhiyallahu 'anhu ia berkata Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Pagi hari malam Lailatul Qadar matahari terbit tak menyilaukan seperti bejana hingga meninggi. Bukhari (4/233) dan Muslim (1174)) Juga dari 'Aisyah dia berkata: "Adalah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersungguh-sungguh (beribadah apabila telah masuk) malam kesepuluh (terakhir) yg tak pernah beliau lakukan pada malam-malam lainnya. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa berdiri (shalat) pada malam Lailatul Qadar dgn penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah maka diampuni dosa-dosa yg telah lalu. Wallahu a'lam. Oleh krn itu dianjurkan bagi muslimin (agar) bersemangat dalam berbuat ketaatan kepada Allah utk menghidupkan malam Lailatul Qadar dgn penuh keimanan dan pengharapan pahala-Nya yg besar jika (telah) berbuat demikian (maka) akan diampuni Allah dosa-dosa yg telah lalu. Telah diriwayatkan dari Sayyidah 'Aisyah Radhiyallahu 'anha bahwa dia berta "Ya Rasulullah apa pendapatmu jika aku tahu kapan malam Lailatul Qadar (terjadi) apa yg harus aku ucapkan?" Beliau menjawab" "Ucapkanlah Ya Allah Engkau Maha Pengampun dan Mencintai orang yg meminta ampunan maka ampunilah aku." (HR. Al Qadhi 'Iyadh berkata "Dalam hadits ini ada isyarat bahwa malam Lailatul Qadar hanya terjadi di akhir bulan krn bulan tak akan seperti demikian ketika terbit kecuali di akhir-akhir bulan." (Muslim (1174)) 4. Tanda-Tanda Malam Lailatul Qadar Ketahuilah hamba yg taat -mudah-mudahan Allah menguatkanmu dgn ruh dariNya dan membantu dgn pertolongan-Nya. Bagaimana Mencari Malam Lailatul Qadar Sesungguh malam yg diberkahi ini barangsiapa yg diharamkan utk mendapatkan maka sungguh telah diharamkan seluruh kebaikan (baginya).

. 4.merahan.” (QS. 2. Al Qur’an diturunkan ke langit dunia pada 20 malam Lailatul Qodr atau 23 atau 20 atau 25—sebagaimana adanya perbedaan pendapat tentang lamanya Rasulullah saw menetap di Mekah setelah diutus—di setiap malam lailatul qodr diturunkan sejumlah tertentu sesuai dengan ketetapan Allah swt setiap tahunnya lalu turun setelah itu secara berangsur-angsur di seluruh tahunnya.” (QS. melainkan kami datangkan kepadamu suatu yang benar dan yang paling baik . Al Isra : 106) Hakim dan Ibnu Abi Syaibah mengeluarkan dari Ibnu Abbas yang mengatakan.. Ini adalah pendapat yang aneh. Al Qur’an diturunkan pertama kali pada malam Lailatul Qodr kemudian diturunkan setelah itu dengan cara berangsru-angsur pada waktu yang berbeda-beda. (Fatawa al Azhar juz VII hal 469) Adapun yang menjadi dasar kaum muslimin didalam memperingati Nuzulul Qur’an pada tanggal 17 Ramadhan dimungkinkan karena pada tanggal itu diturunkannya ayat pertama dari surat al Alaq kepada Nabi Muhammad saw. dia mengatakan bahwa Al Qur’an diturunkan pada suatu malam ke langit dunia yaitu Lailatul Qodr kemudian diturunkan setelah itu selama dua puluh tahun kemudian dia membaca : Artinya : “Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu (membawa) sesuatu yang ganjil." (Thayalisi (394) Ibnu Khuzaimah (3/231) Bazzar (1/486) sanad hasan) Sumber file chm Syaikh Salim bin 'Id Al-Hilaaly Syaikh Ali Hasan Ali Abdul H ALASAN 17 RAMADHAN SBG NUZULUL QURAN Tentang bagaimana Al Qur’an itu diturunkan dari Lauh Mahfuzh maka ada beberapa pendapat dikalangan para ulama : 1. maka Al Qur’an diletakkan di Baitul Izzah dari langit dunia lalu Jibril turun dengan membawanya kepada Nabi saw. Al Furqon : 33) Artinya : “Dan Al Quran itu telah kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan kami menurunkannya bagian demi bagian. demikianlah pendapat Fakhrur Rozi dan dia sendiri tidak berpendapat tentang apakah pendapat ini atau pendapat pertama yang lebih utama.’ Terdapat beberapa riwayat lain dari Ibnu Abbas dengan sanad-sanad yang tidak bermasalah yang menguatkan makna itu. Al Qur’an diturunkan sekaligus ke langit dunia pada malam Lailatul Qodr kemudian diturunkan dengan cara berangsur-angsur sepanjang kehidupan Nabi saw setelah beliau diutus di Mekah dan Madinah. Al Qur’an diturunkan dari Lauh Mahfuz sekaligus dan malaikat-malaikat penjaga menurunkannya secara berangsur-angsur kepada jibril selama 20 malam lalu Jibril menurunkannya secara berangsur-angsur kepada Nabi saw selama 20 tahun.. Banyak para ulama yang mengatakan bahwa pendapat inilah yang paling benar berdasarkan suatu riwayat dengan sanad yang shahih dari Ibnu Abbas yang telah dikeluarkan oleh Hakim dan Baihaqi serta yang lainnya. demikianlah pendapat Sya’bi.”. 3.(dan) keesokan hari cahaya sinar matahari melemah kemerah.

Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. sementara umum diketahui bahwa malam Lailatul Qadar jatuh pada sepertiga malam yang terakhir bulan Ramadhan. artinya Allah SWT menurunkan Al-Qur’an sekaligus dari Lauhil Mahfudz ke Baitul Izzah (langit dunia) pada malam Lailatul Qadar. Bacalah. Tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. ataukah sebagiannya. Al A’laq : 1 – 5) Sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Katsir didalam kitabnya ”Al Bidayah wa an Nihayah” menukil dari al Waqidiy dari Abu Ja’far al Baqir yang mengatakan bahwa awal diturunkannya wahyu kepada Rasulullah saw adalah pada hari senin tanggal 17 Ramadhan akan tetapi ada juga yang mengatakan tanggal 24 Ramadhan. Ibnu Abbas RA menjelaskan bahwa Al-Qur’an yang diturunkan pada Lailatul Qadar keseluruhnya. dan . Perbedaan Nuzulul Qur’an dan Lailatul Qadar 02/10/2007 Nuzulul Qur’an adalah waktu turunya Al-Qur’an yang bertepatan dengan malam yang disebut Lailatul Qadar. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. (HR.‫ر‬ ٍ. Sementara itu Nuzulul Qur’an sering diperingati pada tanggal 17 Ramadhan. Ath-Thabrani). Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Maksudnya: Allah mengajar manusia dengan perantaraan tulis baca.‫ر‬ ِ‫د‬ ْ‫ق َن‬ َ‫ل ها‬ ْ‫ة ا َن‬ ُ ‫ل‬ َ‫ي ها‬ ْ‫ل َن‬ َ‫مأ ا ها‬ َ‫ك ها‬ َ‫را ها‬ َ‫د ها‬ ْ‫أ َن‬ َ‫مأ ا ها‬ َ‫و ها‬ َ‫ ها‬. baru kemudian secara berangsur diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. (QS. yaitu bahwa Allah SWT menurunkan pertama kali AlQur’an kepada Nabi Muhammad SAW. Namun begitu.” (QS. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat Al-Qadr ayat 1-5. Al-Qadr 1-5). Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. Apakah AlQur’an yang dimaksud dalam ayat itu adalah keseluruhannya.Artinya : ”Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. ‫م‬ ْ‫أ َن‬ َ‫ل ها‬ ّ‫ك‬ ُ ‫من‬ ّ ‫ه م‬ ِ‫ب‬ ّ‫ر‬ َ‫ن ها‬ ِ‫ذ‬ ْ‫إ َن‬ ِ‫ب‬ ِ ‫هأ ا‬ َ‫في ها‬ ِ ‫ح‬ ُ ‫رو‬ ُّ ‫وال‬ َ‫ها‬ Sesungguhnya kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan.‫ر‬ ٍ. Allah SWT menurunkan Al-Qur’an pada Lailatul Qadar. Mengapa bisa berbeda? Allah SWT berfirman. yaitu surat Al-‘Alaq Ayat 1-5 pada malam Lailatul Qadar? Dalam sebuah riwayat disebutkan.‫ر‬ ِ‫د‬ ْ‫ق َن‬ َ‫ل ها‬ ْ‫ة ا َن‬ ِ‫ل‬ َ‫يها‬ ْ‫ل َن‬ َ‫ف ي ها‬ ِ ‫ه‬ ُ ‫نأ ا‬ َ‫ل ها‬ ْ‫ز َن‬ َ‫أن ها‬ َ‫نأ ا ها‬ َّ‫إ ا‬ ِ ِ‫ج‬ ‫ر‬ ْ‫ف َن‬ َ‫ل ها‬ ْ‫ع ا َن‬ ِ‫ل‬ َ‫ط ها‬ ْ‫م َن‬ َ‫تم ى ها‬ َّ‫ح ا‬ َ‫ ي ها‬ َ‫ه ها‬ ِ ‫م‬ ٌ ‫ل م‬ َ‫س ها‬ َ‫ ها‬. ‫ه‬ ْ‫ش َن‬ َ‫ف ها‬ ِ ‫ل‬ ْ‫أ َن‬ َ‫ن ها‬ ْ‫م َن‬ ّ ‫ر‬ ٌ ‫ي م‬ ْ‫خ َن‬ َ‫ر ها‬ ِ‫د‬ ْ‫ق َن‬ َ‫ل ها‬ ْ‫ة ا َن‬ ُ ‫ل‬ َ‫يها‬ ْ‫ل َن‬ َ‫ ها‬. dengan mengadakan pengajian atau tabligh akbar. ُ ‫ك‬ ‫ة‬ َ‫ئ ها‬ ِ‫ل‬ َ‫هاَ ها‬ ‫لم‬ ْ‫ل ا َن‬ ُ ‫ز‬ َّ‫ن ا‬ َ‫ت ها‬ َ‫ ها‬. Para ulama berbeda pendapat tentang dlamir “hu” atau kata ganti yang merujuk kepada Al-Qur’an dalam ayat pertama. Nuzulul Qu’an sering diperingati pada malam 17 Ramadhan. dan Tuhanmulah yang Maha pemurah.

َ‫اَّ ها‬ ‫ م‬ ‫عل‬ َ‫ ها‬. suasana tenang dan sunyi. Yaitu surat Al-‘alaq ayat 1-5 ketika beliau berkonteplasi (berkhalwat) di gua Hira. Dikisahkan bahwa pada malam itu langit menjadi bersih. Nuzulul Qur’an yang diperingati oleh umat Islam dimaksudkan itu adalah sebagai peringatan turunnya ayat Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW yakni ayat 1-5 Surat Al-Alaq. Hal ini didasarkan pada pendapat yang menyatakan bahwa pada tanggal tersebut Rasulullah SAW pada umur 41 tahun mendapatkan wahyu pertama kali. ‫ل‬ َ‫عها‬ َ‫ن ها‬ ْ‫م َن‬ ِ ‫ن‬ َ‫سأ ا ها‬ َ‫لن ها‬ ْ‫ق ا َِن‬ َ‫ل ها‬ َ‫خ ها‬ َ‫ ها‬. KH A Nuril Huda Ketua Pengurus Pusat Lembaga Dawah Nahdlatul Ulama (LDNU) KH Arwani Faisal Wakil Ketua Pengurus Pusat Lembaga Bahtsul Masail (LBM) NU . kurang lebih 6 km dari Mekkah. Bacalah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. tidak nampak awan sedikitpun. Jabal Nur. dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah.‫ م‬ ِ‫ل‬ َ‫ق ها‬ َ‫ل ها‬ ْ‫بأ ا َن‬ ِ َ‫ها‬ ‫ل م‬ َّ‫عا‬ َ‫ذ ي ها‬ ِ‫ل‬ َّ‫ اا‬.‫م‬ ُ ‫ر‬ َ‫لكَنْ ها‬ ْ‫هاَ ا هاََن‬ ‫بك‬ ُّ ‫ر‬ َ‫و ها‬ َ‫أ ها‬ ْ‫ر َن‬ َ‫ق ها‬ ْ‫ ا َن‬.‫ق‬ َ‫ل ها‬ َ‫خ ها‬ َ‫ذ ي ها‬ ِ‫ل‬ َّ‫ك اا‬ َ‫ب ها‬ ّ‫ر‬ َ‫ م ها‬ ِ‫س‬ ْ‫بأ ا َن‬ ِ ‫أ‬ ْ‫ر َن‬ َ‫ق ها‬ ْ‫ا َن‬ ْ‫ل َن‬ ‫ م‬ َ‫ع ها‬ ْ‫ي َن‬ َ‫ م ها‬ ْ‫ل َن‬ َ‫مأ ا ها‬ َ‫ن ها‬ َ‫سأ ا ها‬ َ‫لن ها‬ ْ‫ا َِن‬ Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Adapun Lailatul Qadar merujuk kepada malam diturunkannya AlQur’an dari Lauhil Mahfudz ke Baitul Izzah atau langit dunia.‫ق‬ ٍ. tidak dingin dan tidak panas. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.bukan pada malam Lailatul Qadar.

yaitu. namun juga keihlasan hati kita untuk beribadah selama satu bulan penuh. Namun ketika beliau hendak menyampaikan berita tadi.. Hal ini juga diperkuat dengan firman Allah swt dalam surat al-Qadr (1-5). Namun demikian. ############################################# Urgensi Al-Qur’an dalam Kehidupan Muslim (Refleksi Peringatan Nuzulul Qur’an) Oleh: Ustadz Muladi Mughni.. agar kita senantiasa bersungguh-sungguh mencari kapan tepatnya malam tersebut tiba."Pondok Pesantren era Digital" Website: http://www. bahwa terdapat kurang lebih 40 pendapat ulama seputar kapan Nuzulul Qur’an tersebut.pesantrenvirtual. Konsultasi: konsultasi@. Ibnu Hajar alAsqalani dalam Fath al-Bari menuliskan. ada pula yang mengatakan 21. pernah dinyatakan bahwa baginda ralulallah saw hendak menyampaikan berita gembira tentang kapan kah tepatnya malam Nuzulul Qur’an atau Lailatul Qadr tersebut. Seperti yang kita maklum bahwa bangsa kita mendeklarasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945.? Ternyata jika kita membaca sejarah bangsa kita. Pada malam hari di bulan ramadhan yang mulia ini. Sekalipun mayoritas ulama berpendapat turunnya al-Qur’an terjadi pada bulan suci Ramadhan.. Ada di antara sahabat Nabi dan ulama yang meriwayatkan bahwa Nuzulul Qur’an terjadi pada tanggal 17 ramadhan.” Lalu bagaimana sejarahnya.Pesantren Virtual . Maka sebagai rasa syukur yang tiada terhingga atas nikmat kemerdekaan ini pula.com Informasi: info@. Sehingga semua perkataan dan pendapat yang sempat ditulis oleh ulama adalah murni hasil ijtihad dan pendapat para sahabat belaka. peringatan Nuzulul Qur’an yang jatuh pada tanggal 17 ramadhan ini tidak lepas dari gagasan H. Kenapa terjadi perbedaan di antara para sahabat tentang persisnya tanggal Nuzulul Qur’an tersebut. sementara pada waktu-waktu lainnya kita tinggalkan tanpa nilai ibadah sedikitpun. malah kita hanya mengandalkan hari itu untuk beribadah kepada Allah. atau tepatnya keinginan untuk menyampaikan itu tiba-tiba sirna ketika melihat kejadian tersebut. atau dalam bahasa agamanya biasa kita kenal dengan istilah “al-iman wa al-ihtisab. Hal ini dapat dijawab. maka perayaan Nuzulul . seharusnya membuat kita tidak bermalas-malas dalam mencari anugerah malam tersebut. Agus salim dan persetujuan Bung Karno (Presiden RI pertama). maka melihat kejadian tersebut maka rasulullah enggan menyampaikan kabar berita tersebut. Dengan tidak adanya kabar yang pasti tentang malam Nuzulul Qur’an ini. terdapat hikmah yang laur biasa bagi ummat seluruhnya. Di mana “mayoritas” ulama berpendapat bahwa saat diturunkannya wahyu pertama al-Quran yaitu terjadi pada bulan suci ramadhan.. namun hal ini tidak menyampingkan adanya perbedaan pendapat seputar tanggal atau waktu turunnya al-Qur’an tersebut. 24 dan seterusnya. Tentu hal ini amat sangat bertolak belakang dengan semangat ramadhan yang merupakan bulan yang tidak hanya menuntut keimanan kita. kita tengah memperingati malam Nuzulul Quran. Justru dikhawatirkan jika kita telah mengetahui pasti waktu malam Nuzulul Qur’an tersebut. tiba-tiba terdapat dua orang sahabat yang tengah bertengkar sengit di dalam masjid Nabi. Lc. dan adapula yang berpendapat tanggal 23. kenapa kita dan khususnya masyarakat muslim Indonesia memperingati Nuzulul Qur’an ini pada tanggal 17 ramadhan seperti saat sekarang. Dalam sebuah riwayat. sesungguhnya dengan tidak jadinya rasulallah mengabarkan berita di atas. bahwa memang tidak ada keterangan resmi yang datang dari baginda rosulullah saw mengenai kapan tepatnya tanggal diturunkannya al-Qur’an tersebut.

3. akan berbeda dengan kekuatan yang hanya berasal dari manusia saja. Ayat ini mengandung pengertian bahwa. lalu Injil pada 13 ramadlan. kenapa kitab-kitab samawi mengalami penyelewengan atau pemalsuan sedangkan al-Qur’an terjaga dari semua hal itu. Injil. tidak kalah dengan mensyukuri nikmat turunnya al-Qur’an sebagai petunjuk dan pedoman ummat Islam. Seruan atau petunjuk yang terdapat dalam kitab-kitab samawi terbatas pada ummat saat kitab tersebut diturunkan. kemudian Taurat pada tujuh bulan ramadlan. Maka dijawab oleh Qadhi Abu Ishaq Ismail bin Ishaq. jika sesuatu yang dilandaskan pada kekuatan yang berasal dari Allah sendiri.sampai sekarang peringatan nuzulul Qur’an senantiasa diperingati di istana Negara pada tanggal 17 ramadhan dan kerap diikuti oleh sebagian besar ummat muslim di Indonesia. Terdapat suatu riwayat menerangkan (baca: kitab Muwafaqat. hal itu karena Allah berfirman dalam al-Qur’an: “Sebagaimana Allah memerintahkan mereka untuk menjaga Kitab Allah (Al-Maidah: 44). Seakan-akan para fouding fathers kita hendak mengatakan bahwa. 4. Kelebihan “surat” al-Quran atas “surat-surat” kitab terdahulu. 42). Sebetulnya jika kita telusuri keterangan yang berasal dari Hadits nabi Muhammad. Sedangkan pada alQur’an Allah tidak berkata demikian. Artinya. sedangkan al-Qur’an terjaga dari segala bentuk pemalsuan dan penyelewengan seperti di atas. akan tetapi “ Sesungguhnya Kami telah turunkan al-Qur’an dan Kami pula yang akan menjaganya” (al-Hijr: 9). mensyukuri nikmat kemerdekaan.” Sekalipun seluruh kitab-kita samawi itu sama-sama diturunkan pada bulan suci ramadhan. diantaranya: jumlah suratnya lebih banyak dari yang ada pada semua kitab-kitab yang lain. namun mencakup seluruh manusia sampai dengan hari kiamat. sedangkan al-Qur’an petunjuk dan seruannya tidak terbatas pada saat al-Qur’an itu diturunkan. Untuk lebih detailnya silakan dilihat sebuah buku “Bung Karno dan Wacana Islam” (Kenangan 100 Tahun Bung Karno) Saudara-saudara sekalian yang dimuliakan oleh Allah swt. distorsi. Sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad RA: “ Shuhuf Ibrahim diturunkan pada awal bulan ramadhan. Zabur dan Shuhuf Ibarahim. Paling tidak kelebihan tersebut dapat dilihat dalam beberapa hal: 1. Ali-Imran. H. bahkan termasuk juga bangsa Jin.Qur’an disamakan tanggalnya yaitu sama-sama mengambil angka 17 bulan ramadhan. namun terdapat beberapa kelebihan al-Qur’an di banding kitab-kitab yang lainnya. dari Abdullah bin Mas’ud ra. Para ulama tafsir berkata: "Al Quran lebih unggul dari kitab-kitab samawi lainnya sekalipun semuanya turun dari Allah. Seluruh kitab-kitab samawi tersebut mengalami pemalsuan. bulan suci ramadhan ini tidak hanya dikhususkan bagi turunnya al-Qur’an saja. Taurat. dengan beberapa hal. Al-A’raaf. Maka sangat wajar. An-Nisaa. sedangkan alQur’an Allah turunkan secara berangsur-angsur. Di dalam Musnad Ad Darimi disebutkan. bahwa berkenaan dengan kitab-kitab terdahulu kenapa sempat terjadi pemalsuan dan penyelewengan. keutuhan dan keotentikan kitab suci mereka “murni” tergantung pada usaha mereka untuk menjaganya. Al-An’aam. Kitab Maqasid. Imam Syatibi. seluruhnya Allah turunkan di bulan suci ramadlan ini. Namun juga bagi kitab-kitab ummat yang terdahulu. namun juga terdapat interfensi Allah Swt atasnya. diberi kekhususan dengan surat Al-Faatihah dan penutup surat Al-Baqarah. Al-Maa-idah dan Yunus) sama . ia berkata: "Sesungguhnya Assab’uthiwal (Tujuh surat panjang dalam Alquran. Bahwa seluruh kitab-kitab samawi Allah turunkan secara sekaligus. seperti. bahkan hilang sama sekali dari muka dunia. sedangkan al-Qur’an pada 25 ramadlan. sampai-sampai sekarang kita tidak dapat melihat wujud aslinya. AlBaqarah. Telah disebutkan dalam sebuah hadis bahwa Nabi kita Muhammad saw. 2.. keutuhan dan keotentikan Al-Qur’an tidak semata-mata murni usaha manusia atau umat muslim saja. Maka mulai saat itu -di zaman Bung Karno.

akan tetapi al-Quran bukanlah kitab pengetahuan Alam atau fisika. Al hafiz Ibnu Katsir dalam kitabnya Fadhail Quran halaman 126-127 berkata: Maksud dari sabda Rasulullah saw. Namun sebelumnya perlu saya sampaikan bahwa sekalipun isi al-Quran banyak menceritakan tentang kisah-kisah ummat terdahulu. hal tersebut hanyalah berfungsi sebagai bukti dan penjelasan untuk mencapai kepada satu tujuan hidayah yang Allah maksud tadi. dari Nabi saw. dan aku diberi tambahan dengan Al Mufashshal (surat-surat pendek). ia bersabda. sejarah. Yang keempat: Mengamalkan ajaran dan kandungan yang terdapat dalam al-Qur’an. apa urgensi al-Qur’an dalam Kehidupan Muslim. Pada tahap pengamalan inilah yang sangat berat.(Bukhari). Yang pertama: Kita harus terlebih dahulu membaca al-Quran tersebut secara seksama. Al-Mi’in (Surat-surat yang berisi kira-kira seratus ayat lebih. terdapat beberapa syarat agar kita dapat menemukan hidayat yang dimaksud oleh Allah swt dalam kandungan yang terdapat dalam al-Qur’an. Diturunkan kepadaku Al Mi’in sebagai ganti yang ada pada Zabur. Di mana setiap orang dengan segala . bersabda: "Telah diturunkan kepadaku Assab’uthiwal sebagai ganti yang ada pada Taurat. Yusuf. Apalagi jika kita benturkan dengan kebutuhan hidup saat ini. Al-Hijr dan lain sebagainya) sama dengan kitab Injil. Saudara-saudara sekalian yang dirahmati oleh Allah swt. fisika. agar orang lain pun dapat membaca dan memahami alQuran secara baik. Seperti. akan tetapi al-Qur’an bukanlah kitab sejarah. Mereka telah menyempurnakan diri sendiri dan menyempurnakan orang lain. Dari keempat syarat ini barulah al-Qur’an akan dapat dirasakan manfaatnya oleh kita semua. oleh sebab al-Quran merupakan kitab petunjuk/hidayah. Hal itu merupakan gabungan antara manfaat yang terbatas untuk diri mereka dan yang menular kepada orang lain. Saudara-saudara sekalian yang dirahmati oleh Allah Swt. Mu’min dan lain sebagainya) sama seperti Zabur dan Al-Matsani (Surat-surat yang berisi kurang dari seratus ayat. "Sebaikbaik kalian adalah orang yang belajar Alquran dan mengajarkan kepada orang lain" adalah. Melainkan yang tepat adalah al-Quran sebagai kitab hidayah atau petunjuk bagi seluruh alam.! Yang kedua: Kita harus memahami isi dan kandungan yang terdapat dalam surat dan ayat yang kita baca tadi.seperti taurat. dari Wasilah bin Al-Asqa. Diturunkan kepadaku Al Matsani sebagai ganti yang ada pada Injil. atau sekalipun al-Qur’an sering menggambarkan alam kosmos beserta galaksinya. Maka dari itu. yang berbunyi (Iqra’) atau bacalah. Hal ini disebabkan membaca saja tidak cukup untuk mengetahui rahasia kandungan dan maksud yang Allah maksud dalam al-Qur’an tersebut. hal ini sebagaimana pesan wahyu pertama dalam surat al-Alaq. Sebagaimana hadits nabi yang diriwatkan oleh Usman bin Affan ra. Al-Anfaal. seperti Hud. bahwa Rasulullah saw. bahwa ini sifat-sifat orang-orang mukmin yang mengikuti dan meneladani para rasul. akan tetapi al-Quran tidak dapat kita sebut sebagai kitab astronomi. sebab pengetahuan yang didapat akan tidak berguna jika tidak dibarengi dengan pengamalan dalam prilaku dan perangai kita setiap harinya. Atau sekalipun al-Quran sering mengupas tentang bentuk penciptaan manusia secara detail dan juga penciptaan alam raya ini. Dan sisanya merupakan tambahan". Yang ketiga: Setelah kita memahami isi dan kandungan al-Qur’an barulah kita mengajarkan kepada orang lain. kedokteran dan lain-lain. Dikeluarkan oleh Imam Ahmad dan Thabrani. Jadi sekiranya terdapat cerita atau gambaran tentang hal-hal yang bertalian dengan geografi. "Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Alquran dan mengajarkannya kepada orang lain". Sebagaimana tema kita yaitu.

untuk menyampaikan pesan-pesannya. rasionalitas (baca: ta’aqqul. Dia menulis bahwa karena Nabi adalah seorang ummi saat itu Nabi “mengungkapkan ketidakmampuan logis dan bila kemudian Nabi mampu membaca hal itu karena spiritualitas yang terkandung di dalam kalimat—‘dengan nama Tuhanmu’—membuka akses terhadap dimensi lain ilmu pengetahuan”. Dengan merujuk pada Al-Quran. namun kenyataannya Negara dan ummat yang terbesar buta hurufnya justru adalah ummat Islam. Tapi saat itu Nabi merespon dengan menjawab “Saya bukanlah seorang yang bisa membaca”. Saudara-saudara sekalian yang dirahmati oleh Allah Swt. katakanlah seperti filsafat sekuler—jika istilah ini disetujui. Karenanya seorang yang beriman pada Al-Quran tidak perlu membatasi materi bacaan selama pembacaannya selalu menyertakan ismi Rabbik. sehingga alam pikir dan daya kreatifitas mereka terhambat oleh al-Qur’an. Satu contoh. Pertama adalah bahwa Nabi saw. Perlu dicatat bahwa kemunduran ummat Islam bukan terletak pada inti ajaran al-Qur’an atau disebabkan ummat Islam setia pada ajaran al-Qur’annya.. Dalam sejarahnya. Untuk sekedar menyebut contoh. Tentu hal itu tidak berarti meminggirkan peran nalar dalam proses pembacaan. di saat ajaran al-Quran menganjurkan kepada ummatnya untuk membaca. Dalam kisah pewahyuan ayat-ayat ini. Kita sebagai ummat Islam tentu tidak perlu lagi meragukan apalagi mencari-cari sistem nilai lagi kecuali pada al-Qur’an itu sendiri. Perintah membaca pada ayat . Namun sebagai negara dengan penduduk beragama Islam terbesar di dunia. Dapat kita lihat pula. Di India dan Iran misalnya. terkait dengan minat baca umat Islam Indonesia. Selanjutnya. Sebaliknya. Di kedua negara tersebut tradisi keilmuan yang memang telah lama mengakar terus lestari hingga kini. Nuzulul Quran bisa menjadi jawaban untuk semua itu. yang dipaksa untuk membaca. bangsa Indonesia tidak memiliki satu peradaban dengan tradisi baca-tulis (baca: keilmuan) yang kuat. dapat melahirkan proses dan hasil yang berbeda dengan hasil pembacaan yang. Kedua. Dibutuhkan lebih dari sekedar kerja keras untuk menggapai hal itu. Islami. kondisinya lebih baik. Sebagaimana yang telah kita singgung barusan bahwa Surat al-‘Alaq ayat 1-5 adalah wahyu verbal pertama yang diterima Nabi saw. Pada tataran epistemologis frase bismi Rabbik dapat dilihat sebagai rambu-rambu dalam ‘membaca’. bagi seorang rasionalis keraguan adalah metode epistemologis yang valid untuk mencapai kebenaran. justru malah mereka mencari suatu sistem nilai yang mereka anggap absolut. Setidaknya ada beberapa hal yang menarik untuk dibicarakan. Nabi dikisahkan ‘dipaksa’ oleh malaikat Jibril untuk membaca (iqra’/bacalah!). dan orang Indonesia secara umum sangatlah lemah. adalah sahih untuk mengatakan bahwa menjadi seorang Muslim yang baik adalah menjadi pembaca yang baik. namun hal ini tidak boleh meminggirkan keimanan dan spiritualitas dalam prosesnya. adalah ironis bahwa Muslim Indonesia belum mampu menerjemahkan wahyu pertama dalam kehidupan sehari-hari. dalam analisis semantik bahasa Arab .kemajuan dan kecanggihan yang dicapai oleh manusia. seorang ummi—tentang hal ini ada hikmah tersendiri dalam ayat lain —‘dipaksa’ untuk membaca. Ada sebuah analisis menarik dari Tariq Ramadan tentang peristiwa ini. Semoga momentum Nuzulul Quran rasanya layak dijadikan pijakan awal transformasi budaya untuk lebih bersahabat dengan bacaan dan tulisan. keharusan untuk menyertakan spiritualitas dan keimanan dalam aktifitas pembacaan itu. Hal ini memberikan impresi betapa Islam menekankan pentingnya membaca hingga dipilih seorang ummi. Di belahan lain dunia Islam. pembuangan objek dari kata iqra’ memiliki implikasi bahwa objek yang dibaca adalah umum—disamping tentu saja AlQuran sebagai kitab suci. Tapi hal ini ditolak oleh Al-Quran (10:36). sebutlah. tadabbur) adalah komponen utama dalam proses memahami dan menafsirkan ‘bacaan’. akan tetapi justru dikarenakan faktor budaya dan ummat Islam malah sedikit demi sedikit telah menjauhkan dari al-Qur’an. Pembacaan tanpa menggunakan ismi Rabbik. sangat ironis memang.

Diantaranya adalah harus tersedianya sumber buku di Negara kita. tentunya bacaan yang tidak melupakan aspek spiritualitas yang terkandaung dalam kalamt “bismirabbika” tadi. Tahun 2000 saja sebanyak 110.500 doktor.430 judul buku. produksi perbukuan paling tinggi ditunjukkan oleh Inggris. Belum lagi jika kita hendak kaitkan dengan angka rasio doktoral di setiap Negara. yaitu mencapai rata-rata 100 ribu judul buku per tahun. Amerika terdapat 6. sekalipun saat itu beliau adalah seorang ummi sebagaimana Allah mengajarkan ilmu pada orang bodoh dengan pena. Indonesia pada tahun 1997 pernah menghasilkan lima ribuan judul buku. Posisi kedua ditempati Jerman dengan jumlah judul buku yang diterbitkan pada tahun 2000 mencapai 80. Tetapi. Sementara itu.779 judul. jika ia hanya akan menjauhkan diri kita dari keridlaan Allah swt. Tentu untuk bisa bersaing dengan bangsa-bangsa yang lain kita harus lebih meningkatkan SDM kita khususnya dalam dunia pendidikan. dari satu juta orang Indonesia hanya ada 75 doktor. Al-Biqa’i menyatakan bahwa Allah mengajarkan pada Nabi saw. Tentang kaitan antara ayat 3-4 dan ayat sebelumnya. Amerika Serikat menempati urutan keempat.000. Israel (Yahudi) terdapat 65. India dari satu juta orang India terdapat 600 doktor. Sedangkan Indonesia. Sangat jauh apabila dibandingkan dengan produksi penerbitan buku tingkat dunia. berdasarkan data internasional atas angka rasio doktoral di setiap Negara dihitung per-satu juta kepala.pertama surat Al-‘Alaq dilanjutkan dengan isyarat terhadap pentingnya tulisan pada ayat keempat dan kelima. Jepang sebanyak 65. . Semoga dengan momentum Nuzulul Qur’an ini. Dalam hal ini. Almarhum Nurcholish Madjid pernah menyanyangkan rendahnya kualitas SDM bangsa kita di banding bangsa-bangsa lainnya. terutama dari bangsa-bangsa Barat. kita dapat tergugah untuk meningkatkan kadar membaca kita. Dengannya kita dapat lebih mendekatkan diri kepada hidayah Allah swt. Wallahu’alam. yaitu diantaranya: Mesir dari satu juta penduduk Mesir terdapat 400 doktor. berdasarkan data dari Intenational Publisher Association Kanada.700-an judul. Sebab apa gunanya ilmu pengetahuan yang kita miliki. tahun 2002 tercatat hanya 2.155 judul buku. Disini terdapat penekanan terhadap pentingnya penulisan sebagai sarana transmisi ilmu yang dalam Islam mendapat tempat yang tinggi. Kita lihat saja.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful