1.

Keutamaan Malam Lailatul Qadar Cukuplah utk mengetahui tinggi kedudukan Lailatul Qadar dgn mengetahui bahwasa malam itu lbh baik dari seribu bulan Allah berfirman "Sesungguh Kami menurunkan Al Qur'an pada malam Lailatul Qadar tahukah engkau apakah malam Lailatul Qadar itu? Malam Lailatul Qadar itu lbh baik dari seribu bulan Pada malam itu turunlah malaikat-malaikat dan Jibril dgn izin Rabb mereka (untuk membawa) segala urusan Selamatlah malam itu hingga terbit fajar." (Al Qadar : 1-5) Dan pada malam itu dijelaskan segala urusan yg penuh hikmah "Sesungguh Kami menurunkan pada suatu malam yg diberkahi dan sesungguh Kami-lah yg memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yg penuh hikmah (yaitu) urusan yg besar dari sisi Kami. Sesungguh Kami adl Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (Ad Dukhan : 3 - 6) 2. Waktu datang Malam Lailatul Qadar Diriwayatkan dari Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam bahwa malam tersebut terjadi pada tanggal malam 21 23 25 27 29 dan akhir malam bulan Ramadhan. (Pendapat-pendapat yg ada dalam masalah ini berbeda-beda Imam Iraqi telah mengaran suatu risalah khusus diberi judul Syarh Shadr bi Dzikri Lailatul Qadar membawakan perkataan para ulama dalam masalah ini) Imam Syafi'i berkata "Menurut pemahamanku wallahu a'lam Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam menjawab sesuai yg ditanyakan ketika ditanyakan kepada beliau 'Apakah kami mencari di malam ini?' Beliau menjawab 'Carilah di malam tersebut.'" Pendapat yg paling kuat terjadi malam Lailatul Qadar itu pada malam terakhir bulan Ramadhan berdasarkan hadits 'Aisyah Radhiyallahu 'anha beliau berkata bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam beri'tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan dan beliau bersabda: "Carilah malam Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan." (Bukhari (4/225) dan Muslim (1169)) Jika seseorang merasa lemah atau tak mampu janganlah sampai terluput dari tujuh hari terakhir krn riwayat dari Ibnu Umar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Carilah di sepuluh hari terakhir jika tak mampu maka janganlah sampai terluput tujuh hari sisanya." (HR. Bukhari (4/221) dan Muslim (1165)) "Aku melihat mimpi kalian telah terjadi barangsiapa yg mencari carilah pada tujuh nari terakhir." Telah diketahui dalam sunnah pemberitahuan ini ada krn perdebatan para shahabat. Dari Ubadah bin Shamit Radhiyallahu 'anhu ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasalam keluar pada malam Lailatul Qadar ada dua orang sahabat berdabat beliau bersabda: "Aku keluar utk mengkhabarkan kepada kalian tentang malam Lailatul Qadar tapi ada dua orang berdebat hingga tak bisa lagi diketahui kapan mungkin ini lbh baik bagi kalian carilah di malam 29 27 25 (dan dalam riwayat lain tujuh sembilan dan lima)." (HR. Bukhari (4/232)) Telah banyak hadits yg mengisyaratkan bahwa amalan Lailatul Qadar itu pada sepuluh hari terakhir yg lain menegaskan dimalam ganjil sepuluh hari terakhir. Hadits yg pertama sifat umum sedang hadits keuda adl khusus maka riwayat yg khusus lbh diutamakan daripada yg umum. Dan telah banyak hadits yg lbh menerangkan bahwa malam Lailatul Qadar itu ada pada tujuh hari terakhir bulan Ramadhan tetapi ini dibatasi kalau tak mampu dan lemah tak ada masalah dgn ini cocoklah hadits-hadits tersebut tak saling bertentangan bahkan bersatu tak terpisah. Kesimpulan jika seorang muslim mencari malam Lailatul Qadar carilah pada malam ganjil sepuluh hari terakhir 21 23 25 27 dan 29. Kalau lemah dan tak

") Dan dari Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhuma ia berkata Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "(Malam) Lailatul Qadar adl malam yg indah cerah tak panas dan tak juga dingin . Oleh krn itu dianjurkan bagi muslimin (agar) bersemangat dalam berbuat ketaatan kepada Allah utk menghidupkan malam Lailatul Qadar dgn penuh keimanan dan pengharapan pahala-Nya yg besar jika (telah) berbuat demikian (maka) akan diampuni Allah dosa-dosa yg telah lalu." (HR. Dan tidaklah diharamkan kebaikan itu melainkan (bagi) orang yg diharamkan (untuk mendapatkannya).mampu mencari pada sepuluh hari terakhir maka carilah pada malam ganjil tujuh hari terakhir yaitu 25 27 dan 29." (Muslim (1170 /Perkataan syiqi jafnah syiq arti setengah jafnah arti bejana. Wallahu a'lam. 3. Dari 'Aisyah Radhiyallahu 'anha: "Adalah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam apabila masuk pada sepuluh hari (terakhir bulan Ramadhan) beliau mengencangkan kain menghidupkan malam dan membangunkan keluarganya." (HR. Tirmidzi (3760) Ibnu Majah (3850) dari 'Aisyah sanad shahih) Saudaraku -semoga Allah memberkahimu dan memberi taufiq kepadamu utk mentaati-Nya. Bukhari (4/233) dan Muslim (1174)) Juga dari 'Aisyah dia berkata: "Adalah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersungguh-sungguh (beribadah apabila telah masuk) malam kesepuluh (terakhir) yg tak pernah beliau lakukan pada malam-malam lainnya." (Muslim (762)) Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu ia berkata kami menyebutkan malam Lailatul Qadar di sisi Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam dan beliau bersabda: "Siapa di antara kalian yg ingat ketika terbit bulan seperti syiqi jafnah." (HR. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa berdiri (shalat) pada malam Lailatul Qadar dgn penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah maka diampuni dosa-dosa yg telah lalu.sesungguh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam menggambarkan pagi malam Lailatul Qadar agar seorang muslim mengetahuinya. Al Qadhi 'Iyadh berkata "Dalam hadits ini ada isyarat bahwa malam Lailatul Qadar hanya terjadi di akhir bulan krn bulan tak akan seperti demikian ketika terbit kecuali di akhir-akhir bulan.engkau telah mengetahui bagaimana keadaan Lailatul Qadar (dan keutamaannya) maka bangunlah (untuk menegakkan shalat) pada sepuluh malam terakhir menghidupkan dgn ibadah dan menjauhi wanita perintahkan kepada istrimu dan keluargamu utu ktu perbanyaklah perbuatan ketaatan. Dari 'Ubai Radhiyallahu 'anhu ia berkata Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Pagi hari malam Lailatul Qadar matahari terbit tak menyilaukan seperti bejana hingga meninggi. Tanda-Tanda Malam Lailatul Qadar Ketahuilah hamba yg taat -mudah-mudahan Allah menguatkanmu dgn ruh dariNya dan membantu dgn pertolongan-Nya. Telah diriwayatkan dari Sayyidah 'Aisyah Radhiyallahu 'anha bahwa dia berta "Ya Rasulullah apa pendapatmu jika aku tahu kapan malam Lailatul Qadar (terjadi) apa yg harus aku ucapkan?" Beliau menjawab" "Ucapkanlah Ya Allah Engkau Maha Pengampun dan Mencintai orang yg meminta ampunan maka ampunilah aku." (Muslim (1174)) 4. Bukhari (4/217) dan Muslim (759)) Disunnahkan utk memperbanyak do'a pada malam tersebut. Bagaimana Mencari Malam Lailatul Qadar Sesungguh malam yg diberkahi ini barangsiapa yg diharamkan utk mendapatkan maka sungguh telah diharamkan seluruh kebaikan (baginya).

” (QS.” (QS. Banyak para ulama yang mengatakan bahwa pendapat inilah yang paling benar berdasarkan suatu riwayat dengan sanad yang shahih dari Ibnu Abbas yang telah dikeluarkan oleh Hakim dan Baihaqi serta yang lainnya. . 3. melainkan kami datangkan kepadamu suatu yang benar dan yang paling baik . demikianlah pendapat Fakhrur Rozi dan dia sendiri tidak berpendapat tentang apakah pendapat ini atau pendapat pertama yang lebih utama. Al Qur’an diturunkan sekaligus ke langit dunia pada malam Lailatul Qodr kemudian diturunkan dengan cara berangsur-angsur sepanjang kehidupan Nabi saw setelah beliau diutus di Mekah dan Madinah.(dan) keesokan hari cahaya sinar matahari melemah kemerah.merahan. maka Al Qur’an diletakkan di Baitul Izzah dari langit dunia lalu Jibril turun dengan membawanya kepada Nabi saw. 4. demikianlah pendapat Sya’bi.. Al Qur’an diturunkan ke langit dunia pada 20 malam Lailatul Qodr atau 23 atau 20 atau 25—sebagaimana adanya perbedaan pendapat tentang lamanya Rasulullah saw menetap di Mekah setelah diutus—di setiap malam lailatul qodr diturunkan sejumlah tertentu sesuai dengan ketetapan Allah swt setiap tahunnya lalu turun setelah itu secara berangsur-angsur di seluruh tahunnya. Al Qur’an diturunkan pertama kali pada malam Lailatul Qodr kemudian diturunkan setelah itu dengan cara berangsru-angsur pada waktu yang berbeda-beda. Al Qur’an diturunkan dari Lauh Mahfuz sekaligus dan malaikat-malaikat penjaga menurunkannya secara berangsur-angsur kepada jibril selama 20 malam lalu Jibril menurunkannya secara berangsur-angsur kepada Nabi saw selama 20 tahun. Al Isra : 106) Hakim dan Ibnu Abi Syaibah mengeluarkan dari Ibnu Abbas yang mengatakan.." (Thayalisi (394) Ibnu Khuzaimah (3/231) Bazzar (1/486) sanad hasan) Sumber file chm Syaikh Salim bin 'Id Al-Hilaaly Syaikh Ali Hasan Ali Abdul H ALASAN 17 RAMADHAN SBG NUZULUL QURAN Tentang bagaimana Al Qur’an itu diturunkan dari Lauh Mahfuzh maka ada beberapa pendapat dikalangan para ulama : 1. dia mengatakan bahwa Al Qur’an diturunkan pada suatu malam ke langit dunia yaitu Lailatul Qodr kemudian diturunkan setelah itu selama dua puluh tahun kemudian dia membaca : Artinya : “Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu (membawa) sesuatu yang ganjil.’ Terdapat beberapa riwayat lain dari Ibnu Abbas dengan sanad-sanad yang tidak bermasalah yang menguatkan makna itu. 2. Ini adalah pendapat yang aneh. (Fatawa al Azhar juz VII hal 469) Adapun yang menjadi dasar kaum muslimin didalam memperingati Nuzulul Qur’an pada tanggal 17 Ramadhan dimungkinkan karena pada tanggal itu diturunkannya ayat pertama dari surat al Alaq kepada Nabi Muhammad saw. Al Furqon : 33) Artinya : “Dan Al Quran itu telah kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan kami menurunkannya bagian demi bagian.”.

artinya Allah SWT menurunkan Al-Qur’an sekaligus dari Lauhil Mahfudz ke Baitul Izzah (langit dunia) pada malam Lailatul Qadar. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. dan Tuhanmulah yang Maha pemurah. Maksudnya: Allah mengajar manusia dengan perantaraan tulis baca. Apakah AlQur’an yang dimaksud dalam ayat itu adalah keseluruhannya. ‫م‬ ْ‫أ َن‬ َ‫ل ها‬ ّ‫ك‬ ُ ‫من‬ ّ ‫ه م‬ ِ‫ب‬ ّ‫ر‬ َ‫ن ها‬ ِ‫ذ‬ ْ‫إ َن‬ ِ‫ب‬ ِ ‫هأ ا‬ َ‫في ها‬ ِ ‫ح‬ ُ ‫رو‬ ُّ ‫وال‬ َ‫ها‬ Sesungguhnya kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. (QS.Artinya : ”Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan. Nuzulul Qu’an sering diperingati pada malam 17 Ramadhan. Para ulama berbeda pendapat tentang dlamir “hu” atau kata ganti yang merujuk kepada Al-Qur’an dalam ayat pertama. Allah SWT menurunkan Al-Qur’an pada Lailatul Qadar. Sementara itu Nuzulul Qur’an sering diperingati pada tanggal 17 Ramadhan. Bacalah. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat Al-Qadr ayat 1-5. yaitu surat Al-‘Alaq Ayat 1-5 pada malam Lailatul Qadar? Dalam sebuah riwayat disebutkan. baru kemudian secara berangsur diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Ath-Thabrani). ‫ه‬ ْ‫ش َن‬ َ‫ف ها‬ ِ ‫ل‬ ْ‫أ َن‬ َ‫ن ها‬ ْ‫م َن‬ ّ ‫ر‬ ٌ ‫ي م‬ ْ‫خ َن‬ َ‫ر ها‬ ِ‫د‬ ْ‫ق َن‬ َ‫ل ها‬ ْ‫ة ا َن‬ ُ ‫ل‬ َ‫يها‬ ْ‫ل َن‬ َ‫ ها‬.” (QS. Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Mengapa bisa berbeda? Allah SWT berfirman. dan . Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam.‫ر‬ ِ‫د‬ ْ‫ق َن‬ َ‫ل ها‬ ْ‫ة ا َن‬ ُ ‫ل‬ َ‫ي ها‬ ْ‫ل َن‬ َ‫مأ ا ها‬ َ‫ك ها‬ َ‫را ها‬ َ‫د ها‬ ْ‫أ َن‬ َ‫مأ ا ها‬ َ‫و ها‬ َ‫ ها‬. Al-Qadr 1-5). dengan mengadakan pengajian atau tabligh akbar. Perbedaan Nuzulul Qur’an dan Lailatul Qadar 02/10/2007 Nuzulul Qur’an adalah waktu turunya Al-Qur’an yang bertepatan dengan malam yang disebut Lailatul Qadar.‫ر‬ ِ‫د‬ ْ‫ق َن‬ َ‫ل ها‬ ْ‫ة ا َن‬ ِ‫ل‬ َ‫يها‬ ْ‫ل َن‬ َ‫ف ي ها‬ ِ ‫ه‬ ُ ‫نأ ا‬ َ‫ل ها‬ ْ‫ز َن‬ َ‫أن ها‬ َ‫نأ ا ها‬ َّ‫إ ا‬ ِ ِ‫ج‬ ‫ر‬ ْ‫ف َن‬ َ‫ل ها‬ ْ‫ع ا َن‬ ِ‫ل‬ َ‫ط ها‬ ْ‫م َن‬ َ‫تم ى ها‬ َّ‫ح ا‬ َ‫ ي ها‬ َ‫ه ها‬ ِ ‫م‬ ٌ ‫ل م‬ َ‫س ها‬ َ‫ ها‬.‫ر‬ ٍ. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. Ibnu Abbas RA menjelaskan bahwa Al-Qur’an yang diturunkan pada Lailatul Qadar keseluruhnya. yaitu bahwa Allah SWT menurunkan pertama kali AlQur’an kepada Nabi Muhammad SAW. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. Namun begitu. ataukah sebagiannya. Tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. ُ ‫ك‬ ‫ة‬ َ‫ئ ها‬ ِ‫ل‬ َ‫هاَ ها‬ ‫لم‬ ْ‫ل ا َن‬ ُ ‫ز‬ َّ‫ن ا‬ َ‫ت ها‬ َ‫ ها‬. (HR. Al A’laq : 1 – 5) Sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Katsir didalam kitabnya ”Al Bidayah wa an Nihayah” menukil dari al Waqidiy dari Abu Ja’far al Baqir yang mengatakan bahwa awal diturunkannya wahyu kepada Rasulullah saw adalah pada hari senin tanggal 17 Ramadhan akan tetapi ada juga yang mengatakan tanggal 24 Ramadhan.‫ر‬ ٍ. sementara umum diketahui bahwa malam Lailatul Qadar jatuh pada sepertiga malam yang terakhir bulan Ramadhan.

Jabal Nur.‫ق‬ ٍ. kurang lebih 6 km dari Mekkah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. Dikisahkan bahwa pada malam itu langit menjadi bersih. Hal ini didasarkan pada pendapat yang menyatakan bahwa pada tanggal tersebut Rasulullah SAW pada umur 41 tahun mendapatkan wahyu pertama kali. Adapun Lailatul Qadar merujuk kepada malam diturunkannya AlQur’an dari Lauhil Mahfudz ke Baitul Izzah atau langit dunia.‫م‬ ُ ‫ر‬ َ‫لكَنْ ها‬ ْ‫هاَ ا هاََن‬ ‫بك‬ ُّ ‫ر‬ َ‫و ها‬ َ‫أ ها‬ ْ‫ر َن‬ َ‫ق ها‬ ْ‫ ا َن‬.‫ق‬ َ‫ل ها‬ َ‫خ ها‬ َ‫ذ ي ها‬ ِ‫ل‬ َّ‫ك اا‬ َ‫ب ها‬ ّ‫ر‬ َ‫ م ها‬ ِ‫س‬ ْ‫بأ ا َن‬ ِ ‫أ‬ ْ‫ر َن‬ َ‫ق ها‬ ْ‫ا َن‬ ْ‫ل َن‬ ‫ م‬ َ‫ع ها‬ ْ‫ي َن‬ َ‫ م ها‬ ْ‫ل َن‬ َ‫مأ ا ها‬ َ‫ن ها‬ َ‫سأ ا ها‬ َ‫لن ها‬ ْ‫ا َِن‬ Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. suasana tenang dan sunyi.‫ م‬ ِ‫ل‬ َ‫ق ها‬ َ‫ل ها‬ ْ‫بأ ا َن‬ ِ َ‫ها‬ ‫ل م‬ َّ‫عا‬ َ‫ذ ي ها‬ ِ‫ل‬ َّ‫ اا‬. tidak nampak awan sedikitpun.bukan pada malam Lailatul Qadar. Bacalah. Yaitu surat Al-‘alaq ayat 1-5 ketika beliau berkonteplasi (berkhalwat) di gua Hira. dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Nuzulul Qur’an yang diperingati oleh umat Islam dimaksudkan itu adalah sebagai peringatan turunnya ayat Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW yakni ayat 1-5 Surat Al-Alaq. tidak dingin dan tidak panas. ‫ل‬ َ‫عها‬ َ‫ن ها‬ ْ‫م َن‬ ِ ‫ن‬ َ‫سأ ا ها‬ َ‫لن ها‬ ْ‫ق ا َِن‬ َ‫ل ها‬ َ‫خ ها‬ َ‫ ها‬. KH A Nuril Huda Ketua Pengurus Pusat Lembaga Dawah Nahdlatul Ulama (LDNU) KH Arwani Faisal Wakil Ketua Pengurus Pusat Lembaga Bahtsul Masail (LBM) NU . َ‫اَّ ها‬ ‫ م‬ ‫عل‬ َ‫ ها‬. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.

bahwa terdapat kurang lebih 40 pendapat ulama seputar kapan Nuzulul Qur’an tersebut. Maka sebagai rasa syukur yang tiada terhingga atas nikmat kemerdekaan ini pula. Seperti yang kita maklum bahwa bangsa kita mendeklarasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945. Sehingga semua perkataan dan pendapat yang sempat ditulis oleh ulama adalah murni hasil ijtihad dan pendapat para sahabat belaka. Hal ini dapat dijawab. Agus salim dan persetujuan Bung Karno (Presiden RI pertama). Sekalipun mayoritas ulama berpendapat turunnya al-Qur’an terjadi pada bulan suci Ramadhan. Namun demikian. seharusnya membuat kita tidak bermalas-malas dalam mencari anugerah malam tersebut. atau tepatnya keinginan untuk menyampaikan itu tiba-tiba sirna ketika melihat kejadian tersebut. sesungguhnya dengan tidak jadinya rasulallah mengabarkan berita di atas. ############################################# Urgensi Al-Qur’an dalam Kehidupan Muslim (Refleksi Peringatan Nuzulul Qur’an) Oleh: Ustadz Muladi Mughni.. Ada di antara sahabat Nabi dan ulama yang meriwayatkan bahwa Nuzulul Qur’an terjadi pada tanggal 17 ramadhan.. sementara pada waktu-waktu lainnya kita tinggalkan tanpa nilai ibadah sedikitpun.com Informasi: info@. Konsultasi: konsultasi@. bahwa memang tidak ada keterangan resmi yang datang dari baginda rosulullah saw mengenai kapan tepatnya tanggal diturunkannya al-Qur’an tersebut. namun juga keihlasan hati kita untuk beribadah selama satu bulan penuh. Dengan tidak adanya kabar yang pasti tentang malam Nuzulul Qur’an ini. atau dalam bahasa agamanya biasa kita kenal dengan istilah “al-iman wa al-ihtisab. Dalam sebuah riwayat. kenapa kita dan khususnya masyarakat muslim Indonesia memperingati Nuzulul Qur’an ini pada tanggal 17 ramadhan seperti saat sekarang. maka perayaan Nuzulul .Pesantren Virtual .” Lalu bagaimana sejarahnya.? Ternyata jika kita membaca sejarah bangsa kita. Tentu hal ini amat sangat bertolak belakang dengan semangat ramadhan yang merupakan bulan yang tidak hanya menuntut keimanan kita. Namun ketika beliau hendak menyampaikan berita tadi. Hal ini juga diperkuat dengan firman Allah swt dalam surat al-Qadr (1-5)."Pondok Pesantren era Digital" Website: http://www. agar kita senantiasa bersungguh-sungguh mencari kapan tepatnya malam tersebut tiba. terdapat hikmah yang laur biasa bagi ummat seluruhnya. Kenapa terjadi perbedaan di antara para sahabat tentang persisnya tanggal Nuzulul Qur’an tersebut. 24 dan seterusnya. tiba-tiba terdapat dua orang sahabat yang tengah bertengkar sengit di dalam masjid Nabi. yaitu. pernah dinyatakan bahwa baginda ralulallah saw hendak menyampaikan berita gembira tentang kapan kah tepatnya malam Nuzulul Qur’an atau Lailatul Qadr tersebut. maka melihat kejadian tersebut maka rasulullah enggan menyampaikan kabar berita tersebut.pesantrenvirtual. ada pula yang mengatakan 21. dan adapula yang berpendapat tanggal 23. Di mana “mayoritas” ulama berpendapat bahwa saat diturunkannya wahyu pertama al-Quran yaitu terjadi pada bulan suci ramadhan. Justru dikhawatirkan jika kita telah mengetahui pasti waktu malam Nuzulul Qur’an tersebut. Pada malam hari di bulan ramadhan yang mulia ini.. peringatan Nuzulul Qur’an yang jatuh pada tanggal 17 ramadhan ini tidak lepas dari gagasan H. Ibnu Hajar alAsqalani dalam Fath al-Bari menuliskan. kita tengah memperingati malam Nuzulul Quran.. namun hal ini tidak menyampingkan adanya perbedaan pendapat seputar tanggal atau waktu turunnya al-Qur’an tersebut. Lc. malah kita hanya mengandalkan hari itu untuk beribadah kepada Allah.

bahkan hilang sama sekali dari muka dunia. Zabur dan Shuhuf Ibarahim. namun juga terdapat interfensi Allah Swt atasnya. Namun juga bagi kitab-kitab ummat yang terdahulu. Maka mulai saat itu -di zaman Bung Karno. Ali-Imran. Untuk lebih detailnya silakan dilihat sebuah buku “Bung Karno dan Wacana Islam” (Kenangan 100 Tahun Bung Karno) Saudara-saudara sekalian yang dimuliakan oleh Allah swt. diantaranya: jumlah suratnya lebih banyak dari yang ada pada semua kitab-kitab yang lain. Maka sangat wajar. Kitab Maqasid. Terdapat suatu riwayat menerangkan (baca: kitab Muwafaqat. Sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad RA: “ Shuhuf Ibrahim diturunkan pada awal bulan ramadhan. ia berkata: "Sesungguhnya Assab’uthiwal (Tujuh surat panjang dalam Alquran. 3. Maka dijawab oleh Qadhi Abu Ishaq Ismail bin Ishaq. keutuhan dan keotentikan Al-Qur’an tidak semata-mata murni usaha manusia atau umat muslim saja. jika sesuatu yang dilandaskan pada kekuatan yang berasal dari Allah sendiri. akan berbeda dengan kekuatan yang hanya berasal dari manusia saja. 4. Imam Syatibi. Telah disebutkan dalam sebuah hadis bahwa Nabi kita Muhammad saw. diberi kekhususan dengan surat Al-Faatihah dan penutup surat Al-Baqarah. sedangkan alQur’an Allah turunkan secara berangsur-angsur. tidak kalah dengan mensyukuri nikmat turunnya al-Qur’an sebagai petunjuk dan pedoman ummat Islam. 42). Sedangkan pada alQur’an Allah tidak berkata demikian. bulan suci ramadhan ini tidak hanya dikhususkan bagi turunnya al-Qur’an saja. Injil. hal itu karena Allah berfirman dalam al-Qur’an: “Sebagaimana Allah memerintahkan mereka untuk menjaga Kitab Allah (Al-Maidah: 44). An-Nisaa. namun mencakup seluruh manusia sampai dengan hari kiamat. sedangkan al-Qur’an pada 25 ramadlan. Ayat ini mengandung pengertian bahwa. keutuhan dan keotentikan kitab suci mereka “murni” tergantung pada usaha mereka untuk menjaganya. Sebetulnya jika kita telusuri keterangan yang berasal dari Hadits nabi Muhammad. Di dalam Musnad Ad Darimi disebutkan. seperti. sampai-sampai sekarang kita tidak dapat melihat wujud aslinya. namun terdapat beberapa kelebihan al-Qur’an di banding kitab-kitab yang lainnya. Seakan-akan para fouding fathers kita hendak mengatakan bahwa. Al-Maa-idah dan Yunus) sama . lalu Injil pada 13 ramadlan. seluruhnya Allah turunkan di bulan suci ramadlan ini.. bahkan termasuk juga bangsa Jin. sedangkan al-Qur’an terjaga dari segala bentuk pemalsuan dan penyelewengan seperti di atas. dengan beberapa hal.Qur’an disamakan tanggalnya yaitu sama-sama mengambil angka 17 bulan ramadhan.sampai sekarang peringatan nuzulul Qur’an senantiasa diperingati di istana Negara pada tanggal 17 ramadhan dan kerap diikuti oleh sebagian besar ummat muslim di Indonesia. 2. Para ulama tafsir berkata: "Al Quran lebih unggul dari kitab-kitab samawi lainnya sekalipun semuanya turun dari Allah. Kelebihan “surat” al-Quran atas “surat-surat” kitab terdahulu. akan tetapi “ Sesungguhnya Kami telah turunkan al-Qur’an dan Kami pula yang akan menjaganya” (al-Hijr: 9). distorsi. Al-A’raaf. Taurat. H. mensyukuri nikmat kemerdekaan. dari Abdullah bin Mas’ud ra. Al-An’aam.” Sekalipun seluruh kitab-kita samawi itu sama-sama diturunkan pada bulan suci ramadhan. Bahwa seluruh kitab-kitab samawi Allah turunkan secara sekaligus. Artinya. sedangkan al-Qur’an petunjuk dan seruannya tidak terbatas pada saat al-Qur’an itu diturunkan. bahwa berkenaan dengan kitab-kitab terdahulu kenapa sempat terjadi pemalsuan dan penyelewengan. kenapa kitab-kitab samawi mengalami penyelewengan atau pemalsuan sedangkan al-Qur’an terjaga dari semua hal itu. Paling tidak kelebihan tersebut dapat dilihat dalam beberapa hal: 1. AlBaqarah. kemudian Taurat pada tujuh bulan ramadlan. Seruan atau petunjuk yang terdapat dalam kitab-kitab samawi terbatas pada ummat saat kitab tersebut diturunkan. Seluruh kitab-kitab samawi tersebut mengalami pemalsuan.

Saudara-saudara sekalian yang dirahmati oleh Allah Swt. Dan sisanya merupakan tambahan". Al-Mi’in (Surat-surat yang berisi kira-kira seratus ayat lebih.seperti taurat. dari Nabi saw. terdapat beberapa syarat agar kita dapat menemukan hidayat yang dimaksud oleh Allah swt dalam kandungan yang terdapat dalam al-Qur’an. bahwa Rasulullah saw. oleh sebab al-Quran merupakan kitab petunjuk/hidayah. Al-Anfaal. Apalagi jika kita benturkan dengan kebutuhan hidup saat ini. Mu’min dan lain sebagainya) sama seperti Zabur dan Al-Matsani (Surat-surat yang berisi kurang dari seratus ayat. Dari keempat syarat ini barulah al-Qur’an akan dapat dirasakan manfaatnya oleh kita semua. ia bersabda. hal ini sebagaimana pesan wahyu pertama dalam surat al-Alaq. Yang ketiga: Setelah kita memahami isi dan kandungan al-Qur’an barulah kita mengajarkan kepada orang lain. Pada tahap pengamalan inilah yang sangat berat. sebab pengetahuan yang didapat akan tidak berguna jika tidak dibarengi dengan pengamalan dalam prilaku dan perangai kita setiap harinya. Maka dari itu. akan tetapi al-Quran tidak dapat kita sebut sebagai kitab astronomi. Mereka telah menyempurnakan diri sendiri dan menyempurnakan orang lain. Al hafiz Ibnu Katsir dalam kitabnya Fadhail Quran halaman 126-127 berkata: Maksud dari sabda Rasulullah saw. dan aku diberi tambahan dengan Al Mufashshal (surat-surat pendek). sejarah. atau sekalipun al-Qur’an sering menggambarkan alam kosmos beserta galaksinya. kedokteran dan lain-lain. Hal ini disebabkan membaca saja tidak cukup untuk mengetahui rahasia kandungan dan maksud yang Allah maksud dalam al-Qur’an tersebut. Al-Hijr dan lain sebagainya) sama dengan kitab Injil. Saudara-saudara sekalian yang dirahmati oleh Allah swt. Atau sekalipun al-Quran sering mengupas tentang bentuk penciptaan manusia secara detail dan juga penciptaan alam raya ini. Jadi sekiranya terdapat cerita atau gambaran tentang hal-hal yang bertalian dengan geografi. akan tetapi al-Quran bukanlah kitab pengetahuan Alam atau fisika. "Sebaikbaik kalian adalah orang yang belajar Alquran dan mengajarkan kepada orang lain" adalah. akan tetapi al-Qur’an bukanlah kitab sejarah. Dikeluarkan oleh Imam Ahmad dan Thabrani. Yang keempat: Mengamalkan ajaran dan kandungan yang terdapat dalam al-Qur’an.(Bukhari). yang berbunyi (Iqra’) atau bacalah. seperti Hud. Diturunkan kepadaku Al Matsani sebagai ganti yang ada pada Injil. fisika. Di mana setiap orang dengan segala . bersabda: "Telah diturunkan kepadaku Assab’uthiwal sebagai ganti yang ada pada Taurat. "Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Alquran dan mengajarkannya kepada orang lain". Yusuf.! Yang kedua: Kita harus memahami isi dan kandungan yang terdapat dalam surat dan ayat yang kita baca tadi. hal tersebut hanyalah berfungsi sebagai bukti dan penjelasan untuk mencapai kepada satu tujuan hidayah yang Allah maksud tadi. agar orang lain pun dapat membaca dan memahami alQuran secara baik. Namun sebelumnya perlu saya sampaikan bahwa sekalipun isi al-Quran banyak menceritakan tentang kisah-kisah ummat terdahulu. Hal itu merupakan gabungan antara manfaat yang terbatas untuk diri mereka dan yang menular kepada orang lain. Melainkan yang tepat adalah al-Quran sebagai kitab hidayah atau petunjuk bagi seluruh alam. Diturunkan kepadaku Al Mi’in sebagai ganti yang ada pada Zabur. Sebagaimana tema kita yaitu. dari Wasilah bin Al-Asqa. apa urgensi al-Qur’an dalam Kehidupan Muslim. bahwa ini sifat-sifat orang-orang mukmin yang mengikuti dan meneladani para rasul. Yang pertama: Kita harus terlebih dahulu membaca al-Quran tersebut secara seksama. Sebagaimana hadits nabi yang diriwatkan oleh Usman bin Affan ra. Seperti.

. bagi seorang rasionalis keraguan adalah metode epistemologis yang valid untuk mencapai kebenaran. Di India dan Iran misalnya. sangat ironis memang. Sebaliknya. dan orang Indonesia secara umum sangatlah lemah. yang dipaksa untuk membaca. Dengan merujuk pada Al-Quran. namun hal ini tidak boleh meminggirkan keimanan dan spiritualitas dalam prosesnya. Kedua. dapat melahirkan proses dan hasil yang berbeda dengan hasil pembacaan yang. Pada tataran epistemologis frase bismi Rabbik dapat dilihat sebagai rambu-rambu dalam ‘membaca’. Ada sebuah analisis menarik dari Tariq Ramadan tentang peristiwa ini. terkait dengan minat baca umat Islam Indonesia. Nabi dikisahkan ‘dipaksa’ oleh malaikat Jibril untuk membaca (iqra’/bacalah!). tadabbur) adalah komponen utama dalam proses memahami dan menafsirkan ‘bacaan’. Saudara-saudara sekalian yang dirahmati oleh Allah Swt. Kita sebagai ummat Islam tentu tidak perlu lagi meragukan apalagi mencari-cari sistem nilai lagi kecuali pada al-Qur’an itu sendiri. Tapi saat itu Nabi merespon dengan menjawab “Saya bukanlah seorang yang bisa membaca”. Satu contoh. Di kedua negara tersebut tradisi keilmuan yang memang telah lama mengakar terus lestari hingga kini. Dalam kisah pewahyuan ayat-ayat ini. Sebagaimana yang telah kita singgung barusan bahwa Surat al-‘Alaq ayat 1-5 adalah wahyu verbal pertama yang diterima Nabi saw. keharusan untuk menyertakan spiritualitas dan keimanan dalam aktifitas pembacaan itu. Pertama adalah bahwa Nabi saw. Dibutuhkan lebih dari sekedar kerja keras untuk menggapai hal itu. Karenanya seorang yang beriman pada Al-Quran tidak perlu membatasi materi bacaan selama pembacaannya selalu menyertakan ismi Rabbik. seorang ummi—tentang hal ini ada hikmah tersendiri dalam ayat lain —‘dipaksa’ untuk membaca. sebutlah. dalam analisis semantik bahasa Arab . pembuangan objek dari kata iqra’ memiliki implikasi bahwa objek yang dibaca adalah umum—disamping tentu saja AlQuran sebagai kitab suci. Untuk sekedar menyebut contoh. justru malah mereka mencari suatu sistem nilai yang mereka anggap absolut. Semoga momentum Nuzulul Quran rasanya layak dijadikan pijakan awal transformasi budaya untuk lebih bersahabat dengan bacaan dan tulisan. akan tetapi justru dikarenakan faktor budaya dan ummat Islam malah sedikit demi sedikit telah menjauhkan dari al-Qur’an. rasionalitas (baca: ta’aqqul. kondisinya lebih baik. adalah ironis bahwa Muslim Indonesia belum mampu menerjemahkan wahyu pertama dalam kehidupan sehari-hari. Namun sebagai negara dengan penduduk beragama Islam terbesar di dunia. Dalam sejarahnya. di saat ajaran al-Quran menganjurkan kepada ummatnya untuk membaca. Tentu hal itu tidak berarti meminggirkan peran nalar dalam proses pembacaan. Setidaknya ada beberapa hal yang menarik untuk dibicarakan.kemajuan dan kecanggihan yang dicapai oleh manusia. adalah sahih untuk mengatakan bahwa menjadi seorang Muslim yang baik adalah menjadi pembaca yang baik. Dapat kita lihat pula. Perintah membaca pada ayat . namun kenyataannya Negara dan ummat yang terbesar buta hurufnya justru adalah ummat Islam. Di belahan lain dunia Islam. bangsa Indonesia tidak memiliki satu peradaban dengan tradisi baca-tulis (baca: keilmuan) yang kuat. sehingga alam pikir dan daya kreatifitas mereka terhambat oleh al-Qur’an. katakanlah seperti filsafat sekuler—jika istilah ini disetujui. Islami. Perlu dicatat bahwa kemunduran ummat Islam bukan terletak pada inti ajaran al-Qur’an atau disebabkan ummat Islam setia pada ajaran al-Qur’annya. Pembacaan tanpa menggunakan ismi Rabbik. Selanjutnya. Dia menulis bahwa karena Nabi adalah seorang ummi saat itu Nabi “mengungkapkan ketidakmampuan logis dan bila kemudian Nabi mampu membaca hal itu karena spiritualitas yang terkandung di dalam kalimat—‘dengan nama Tuhanmu’—membuka akses terhadap dimensi lain ilmu pengetahuan”. Hal ini memberikan impresi betapa Islam menekankan pentingnya membaca hingga dipilih seorang ummi. untuk menyampaikan pesan-pesannya. Nuzulul Quran bisa menjadi jawaban untuk semua itu. Tapi hal ini ditolak oleh Al-Quran (10:36).

430 judul buku. Sedangkan Indonesia.700-an judul. yaitu mencapai rata-rata 100 ribu judul buku per tahun. jika ia hanya akan menjauhkan diri kita dari keridlaan Allah swt. Wallahu’alam.000. berdasarkan data internasional atas angka rasio doktoral di setiap Negara dihitung per-satu juta kepala. Kita lihat saja.500 doktor. Disini terdapat penekanan terhadap pentingnya penulisan sebagai sarana transmisi ilmu yang dalam Islam mendapat tempat yang tinggi. Amerika Serikat menempati urutan keempat. Tentang kaitan antara ayat 3-4 dan ayat sebelumnya. Dalam hal ini. produksi perbukuan paling tinggi ditunjukkan oleh Inggris. Semoga dengan momentum Nuzulul Qur’an ini. Tahun 2000 saja sebanyak 110. Belum lagi jika kita hendak kaitkan dengan angka rasio doktoral di setiap Negara. Sementara itu. Amerika terdapat 6.pertama surat Al-‘Alaq dilanjutkan dengan isyarat terhadap pentingnya tulisan pada ayat keempat dan kelima. berdasarkan data dari Intenational Publisher Association Kanada. Dengannya kita dapat lebih mendekatkan diri kepada hidayah Allah swt. sekalipun saat itu beliau adalah seorang ummi sebagaimana Allah mengajarkan ilmu pada orang bodoh dengan pena. terutama dari bangsa-bangsa Barat. Sangat jauh apabila dibandingkan dengan produksi penerbitan buku tingkat dunia. Sebab apa gunanya ilmu pengetahuan yang kita miliki.779 judul.155 judul buku. kita dapat tergugah untuk meningkatkan kadar membaca kita. Tentu untuk bisa bersaing dengan bangsa-bangsa yang lain kita harus lebih meningkatkan SDM kita khususnya dalam dunia pendidikan. tahun 2002 tercatat hanya 2. Indonesia pada tahun 1997 pernah menghasilkan lima ribuan judul buku. Israel (Yahudi) terdapat 65. tentunya bacaan yang tidak melupakan aspek spiritualitas yang terkandaung dalam kalamt “bismirabbika” tadi. Al-Biqa’i menyatakan bahwa Allah mengajarkan pada Nabi saw. Diantaranya adalah harus tersedianya sumber buku di Negara kita. Tetapi. yaitu diantaranya: Mesir dari satu juta penduduk Mesir terdapat 400 doktor. . Almarhum Nurcholish Madjid pernah menyanyangkan rendahnya kualitas SDM bangsa kita di banding bangsa-bangsa lainnya. Jepang sebanyak 65. dari satu juta orang Indonesia hanya ada 75 doktor. India dari satu juta orang India terdapat 600 doktor. Posisi kedua ditempati Jerman dengan jumlah judul buku yang diterbitkan pada tahun 2000 mencapai 80.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful