PETA KONSEP

1

STANDART KOMPETENSI Memahami struktur atom untuk meramalkan sifat-sifat periodik unsur, struktur molekul, dan sifat sifat senyawa. KOMPETENSI DASAR 1.1 Menjelaskan teori Atom Bohr dan mekanika kuantum untuk menuliskan konfigurasi elektron dan diagram orbital serta menentukan letak unsur dalam tabel periodik. 1.2. Menjelaskan teori jumlah pasangan elektron di sekitar inti atom dan teori hibridisasi untuk meramalkan bentuk molekul. 1.3. Menjelaskan interaksi antar molekul (gaya antar molekul) dengan sifatnya. INDIKATOR  Menjelaskan teori atom mekanika kuantum  Menentukan bilangan kuantum (Kemungkinan elektron berada)  Menggambarkan bentuk-bentuk orbital  Menjelaskan kulit dan sub kulit serta hubungannya dengan bilangan kuantum  Mengunakan prinsip aufbau, aturan hund, dan asas larangan pauli untuk menuliskan konfigurasi electron dan diagram orbital  Menghubungakan konfigurasi electron suatu unsur dengan letaknya dalam letak unsur dalam sistem periodik.  Meramalkan bentuk molekul berdasarkan teori domaian electron.  Meramalkan bentuk molekul berdasarkan teori pasangan elektron  Menjelaskan perbedaan sifat fisis (titik didih, titik beku) berdasarkan gaya antar molekul, gaya london, gaya van der waals dan ikatan hydrogen.  Menerapkan hubungan antara besarnya gaya london, gaya van der walls dan ikatan hydrogen.

BAB I SRTUKTUR ATOM, SISTEM PERODIK UNSUR DAN IKATAN KIMIA A. Struktur Atom Model Atom Niels Bohr Spektum Unsur  Spektrum adalah kumpulan dari beberapa frekuensi atau panjanggelombang radiasi cahaya.  Bila cahaya matahari dilewatkan melalui prisma, maka cahaya tersebut diuraikan menjadi beberapa warna pelangi, yang saling meliputi satu dengan yang lainnya. Uraian warna itu disebut spektrum kontinu.  Bentuk spectrum dari suatu unsur berupa garis-garis, sehingga sering disebut dengan spectrum garis atau spectrum atom  Setiap unsur spectrum atomnya bersifat khas, sehingga untuk mengidentifikasi suatu unsur dapat didasarkan pada spectrum atomnya. Teori Atom modern (Mekanika Kuantum) a. Teori Kuantum dari Max Planck (1990) Menytakan:  Energi radiasi dipancarkan atau diserap suatu benda bersifat diskrit, dalam bentuk kelipatan dari satuan energi yang disebut kuantum.  Energi setiap kuantum berbanding lurus dengan frekuensi radiasi yang dipancarkan atau diserap.

E  h f

Karena,

f 

c

 , maka

E  h

c

E = energi kuntum (Joule) h = tetapan Planck (6,63 x 10-34 joule detik) -1 f = frekuensi radiasi (detik ) c = kecepatan cahaya (3x108 m.detik-1) λ = panjang gelombang (meter) Untuk cahaya , satu kuantum radiasi disebut foton. Contoh Soal : Satu elektron dalam atom natrium mengalami transisi dari tingkat energi yang tinggi ketingkat enrgi rendah dengan memberi cahaya kuning. Jika panjang gelombang cahaya 588,9 nm.Hitunglah

2

0.+2 (5 orbital) l = 3 m = -3. Electron berjalan dengan kecepatan tidak tetap (variasi) . Prinsip ketidak pastian Heisenberg Tidak mungkin menemukan kecepatn dengan posisi electron secara bersamaan. Harga m = -1……. energi yang dipancarkan b. tetati yang dapat ditentukan hanyalah kebolehjadian ( Probabilitas) menentukan electron pada posisi dari suatu partikel yang kecil tidak dapat ketahui secara d.-2. subsitusi kecepatn cahaya (C) dan kecepatan electron (v) menghasilkan c.+1.+1 (3 orbital) l = 2 m = -2.-1. Tidak seperti sinar dengan kecepatan tetap. Louis De Broglie (1924) Ia mengemukan bahwa elektron yang bergerak mempunyai sifat-sifat gelombang.63  10 14 joule det ik  3   Heiseberg Max Planck Schrodinger Louis de broglie Neils Bohr 2. Hasil penjabaran persamaan Schrodinger menunjukkan bahwa energi suatu electron ditentukan oleh 3 bilangan kuantum.. Erwin Schrodinger Berhasil menyusun persamaan gelombang untuk electron dengan menggunakan prinsip mekanika gelombang.  E 6. Bilangan kuantum Untuk menyatakan kebolehjadian kedudukan elektron pada suatu orbital digunakan bilangan kuantum 1) Bilangan Kuantum utama (n) Bilangan Kuantum utama menunjukkan tingkat energi electron dan sesui dengan tingkat energi atom Bohr (menunjukkan lintasan elektron/kulit atom) Harga bilangan kuantum merupakan bilangan bulat positif mulai dari satu lintasan /kulit (n) 1 2 3 4 lambang kulit K L M N 2) Bilangan Kuantum Azimut / Sekunder (l) Bilangan Kuantum Azimut menunjukkan subkulit/sublintasan dimana elektron bergerak dan menentukan bentuk orbital.+1.+1 l = 0 m = 0 (1 orbital) l = 1 m = -1. frekkuensi gelombang cahaya tersebut Jawab : E  h c b.0.a.+2. elektron.elektron yang mengelilingi inti terdapat didalam suatu orbital (daerah 3 dimensi disekitar inti dimana electron dengan energi tertentu dapat ditemukan dengan kemungkinan yang terbesar.0. Menurut Schrodinger.+3 (7 orbital) 4) Bilangan Kuantum Spin (s) » larangan pauli Bilangan kuantum spin menyatakan arah rotasi elektron dalam orbital searah jarum jam (+) » ↑ » +½ 3 .-1. Louis De Broglie berpendapat jika sesuatu merupakan gelombang sebagaimana sinar dipertimbangkan sebagai aliran suatu partikel maka ia mengusulkan bahwa suatu partikel seperti electron dapat dipikirkan sebagai gelombang. Harga l = 0 dimana (n-1) » 1-1 = 0 Harga l = 1 dimana (n-1) » 2-1 = 0 Harga l = 2 dimana (n-1) » 3-1 = 0 Bentuk orbital : l=0 menyatakan subkulit s l=1 menyatakan subkulit p l=2 menyatakan subkulit d l=3 menyatakan subkulit f 3) Bilangan Kuantum Magnetik (m) Bilangan kuantum magnetic menyatakan kedudukan atau orientasi electron karena pengaruh medan magnet yang kuat. Ia menggabungkan persamaan Einstein ( energi suatu partikel bermassa m). Bilangan kuantum ini bergantung pada bilangan kuantum utama.

0.0.+1 2 4d10 -2.berlawanan arah jarum jam (-) »↓ » -½ Jika notasi orbital ↔ [] maka: orbital s2 bilangan kuantum m = -1.-1.+2.+1 2 3d10 -2.+1. 1s 2s 2p 3s 3p 4s 3d 4p 5s 4d 5p 6s 4f 5d 6p 7s 5f 4 .+1. Py.+3 Kulit n Max.0. Letak ketiga orbital ini pada 3 sumbu yaitu sumbu x.0. Konfigurasi Elektron Susunan elektron suatu atom berkaitan dengan tingkat energi yang dimiliki dan bergantung pada nomor atom.+1 0 3s2 0 M 3 18 1 3p6 -1.0.+2 0 4s2 0 6 N 4 32 1 4p -1.+1. dan Pz.0.-1.-1. l Sub m ê kulit K 1 2 0 1s2 0 L 2 8 0 2s2 0 1 2p6 -1. Orbital s Orbital yang paling sederhana. Orbital d Subkulit d mempunyai 5 orbital membentuk seperti roset dan lima orbital ini mempunyai tingak energi yang sama. merupakan orbital yang berbentuk seperti bola 2).+1. aturan Hund dan larangan Pauli. mempunyai 3 orbital yaitu Px.-1. Konfigurasi elektron dapat ditentukan dengan bantuan diagram mnomenik moller dan menggunakan prinsip Aufbau. Prinsip/asas Aufbau pengisian orbital dimulai dari tingakt energi yang terrendah kemudian tingkat energi yang lebih tinggi.+1 orbital s6 bilangan kuantum m = -2. y dan z yang saling berpotongan tegak lurus dan ketiga orbital ini mempunyai tingakt energi yang sama 3).0.-1.+3 Jumlah Orbital 1 1 3 1 3 5 1 3 5 7 3. Orbital p Orbital sub kulit p mempunyai bentuk bola yang terpilin.+2 3 4f14 -3.-2. 1. B.0.+2 orbital s10 bilangan kuantum m = -3. Bentuk-bentuk orbital 1).+2.-2.+1.0.

m = 0. n = 1. Larangan Pauli. s = + ½ elektron 1. l = 0.44. Perkecualian : a.½ Akibat larangan pauli ini.d.41.29. Aturan Hund Pengisian elektron pada orbital p. No. Dalam atom tidak ada 2 elektron yang mempunyai keempat kebilangan kuantum sama. l = 0.42. maka jumlah elektron maksimum 2s1 2s2 2s2 2s2 2s2 2s2 2s2 2p1 2p6 2p6 2p6 2p6 2p6 3s1 3s2 3s2 3s2 3s2 3p1 3p6 3p6 3p6 4s1 4s2 4s2 3d1 3d10 4p1 5 . atom : 46 s terluar s0 Karena pada umumnya susunan penuh dan ½ penuh relatif lebih stabil Elektron Valensi  Elektron valensi adalah elektron-elektron yang berada pada kulit terluar atau mempunyai tingakat energi tertinggi atau bilangan kuantum utama terbesar  Elektron valensi berperan dalam pembentukan ikatan kimia  Unsur-unsur yang mempunyai elektron valensi sama mempunyai sifat-sifat kimia sama Contoh : Lambang Unsur Konfigurasi Elektron Elektron valensi 1s2 2s1 1 3Li 2 2s22p63s1 Na 1s 1 11 2 2s22p63s23p6 4s1 K 1s 1 19 2 2 1 1s 2s 2p 3 5B 1s2 2s22p63s23p1 3 13Al Perhatikan contoh penulisan konfigurasi elektron dari beberapa atom berikut! Ikutilah langkah-langkah berikut! 1. Berdasarkan jumlah orbital tiap subkulit dan tiap orbital maksimum terisi dua elektron. Tuliskan jenis subkulit yang dibutuhkan secara urut berdasarkan diagram curah hujan yang telah Anda baca yaitu: 1s-2s-2p-3s-3p-4s-3d-4p-5s-4d-5p-6s-4f-5d-6p-7s-5f-6p-7p-8s Isikan elektron pada masing-masing subkulit dengan memperhatikan jumlah elektron maksimumnya. Jika 2 elektron yang mempunyai orbital yang sama.f mula-mula diisi pada tiap-tiap orbital searah jarum jam sampai penuh kemudian berlawanan arah jarum jam/ berpasangan 3. s = . m = 0.79 s terluar s1 b.47. Tentukanlah jumlah elektron dari atom unsur tersebut! Jumlah elektron dari atom unsur sama dengan nomor atom unsur tersebut. maka kedua elektron ini harus berbeda bilangan kuantum spinnya Contoh : 2He : 1s2 elektron 1. n = 1. No. 2. Diagram Curah Hujan 2. 3.Berdasarkan ketentuan tersebut maka urutan pengisian (kofigurasi) elektron mengikuti tanda panah pada gambar berikut! 1s2 1s2 1s2 1s2 1s2 1s2 1s2 1s2 Gambar 1.78.45. tiap orbital hanya bisa diisi oleh 2 elektron . atom : 24.

Untuk itu. Sisanya isikan pada subkulit berikutnya. Dengan demikian jumlah elektron atom tersebut sebanyak 16. Jika subkulit paling rendah sudah terisi maksimum. 2. 10Ne: 1s2 2s2 2p6 3. 3. 6 . Nomor atom unsur tersebut = 16 (lihatlah angka yang tertulis di bawah tanda atom). 54Xe: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p6 5s2 4d10 5p6 6. 3. konfigurasi elektron atom berelektron banyak dapat disingkat penulisannya dengan penulisan lambang unsur gas mulia yang sesuai. Jenis subkulit yang dibutuhkan secara urut kita tuliskan sebagian. 2. Sehingga konfigurasi elektron untuk atom unsur dengan tanda atom S dapat dituliskan secara berurut sebagai berikut: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p4 latihan soal : Buatlah konfigurasi elektron untuk atom unsur-unsur dengan tanda atom sebagai berikut: 1. Konfigurasi elektron gas mulia : 1.unsur dengan nomor atom besar atau banyak tentunya akan terlihat lebih panjang dan tidak praktis. : : : : : Bagaimana konfigurasi elektron dengan nomor-nomor besar atau banyak? Unsur . maka sisa elektron dimasukkan pada subkulit berikutnya.pada tiap-tiap subkulit adalah: Subkulit s maksimum isi 2 elektron Subkulit p maksimum isi 6 elektron Subkulit d maksimum isi 10 elektron Subkulit f maksimum isi 14 elektron Elektron ditulis agak ke atas setelah tanda orbital. 86Rn: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p6 5s2 4d10 5p6 6s2 4f14 5d10 6p6 Contoh : Konfigurasi elektron untuk Ca: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 Dapat Anda singkat penulisannya menjadi seperti berikut ini : Ca: [Ar] 4s2 Skema ini digunakan untuk memudahkan dalam menyingkat. 18Ar: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4. mulai dari yang paling kiri 1s-2s-2p-3s-3p-4s Isikan pada subkulit 1s sebanyak 2 elektron. Perhatikan contoh dengan mengikuti langkah-langkah tersebut! Atom unsur dengan tanda atom S akan kita buat konfigurasi elektronnya maka: 1. 2He: 1s2 2. 5. 4. 36Kr: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p6 5.

7 . : : : Penjelasan yang sudah Anda pelajari merupakan konfigurasi elektron untuk atom.menjadi 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 Hal lain yang harus Anda perhatikan dalam menuliskan konfigurasi elektron adalah kestabilan.(nomor atom O=8) Penyelesaian: 1. Ion (-)bermuatam negatip adalah : atom netral yang menerima atau menyerap elektron. Elektron yang dilepaskan letaknya pada kulit terluar. Contoh: memiliki konfigurasi elektron 1s2 2s2 2p5. sehingga konfigurasi F. 2.menjadi 1s2 2s2 2p6. Contoh Soal : Buatlah konfigurasi elektron dari ion berikut! 1. Ca2+ (nomor atom Ca=20) 2. Ion (+)bermuatan positip : adalah atom netral yang melepaskan sebagaian elektronnya. Jika berbentuk ion K+ maka elektron pada kulit terluarnya akan melepas sebanyak 1.Latihan Soal Buatlah konfigurasi elektron yang singkat untuk atom unsur dengan tanda atom sebagai berikut : 1. sehingga konfigurasi elektronnya menjadi 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6. 2. Atom akan lebih stabil bila kulit atau subkulit terisi elektron penuh atau setengah penuh. Elektron yang diterima ini akan menempati orbital dari subkulit terluar yang belum penuh atau maksimum. Jika berbentuk ion F maka elektron pada kulit terluar akan bertambah sebanyak 1.memiliki muatan 8 + 2 = 10 Jumlah elektron ion = nomor atom + muatan Konfigurasi atom 8O 1s2 2s2 2p4 sehingga konfigurasi elektron ion O2. Ca2+ memiliki elektron 20 – 2 = 18 Jumlah elektron ion = nomor atom – muatan Konfigurasi elektron atom 20Ca 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 sehingga konfigurasi elektron ion Ca2+ menjadi 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 2. 3. bagaimana untuk ion? 1. Contoh: memiliki konfigurasi elektron 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s1. O2. O2.

Sistem periodik bentuk panjang dibagi ke dalam : periode dan golonga n. 8. Banyaknya kotak ditentukan berdasarkan bilangan kuantum magnetik. Dasar Penyusunan Sistem periodik bentuk panjang disusun berdasarkan kenaikan nomor atom (kenaikan jumlah proton/muatan inti) dan Konfigurasi Elektron Kulit Terluar ns1 ns2 ns2 np1 ns2 np2 ns2 np3 ns2 np4 ns2 np5 ns2 np6 UNSUR UTAMA Elektron Nomor Valensi Golongan 1 2 3 4 5 6 7 8 IA IIA IIIA IVA VA VIA VIIA VIIIA Nama Golongan Alkali Alkali tanah Aluminium Karbon Nitrogen Oksigen Halogen Gas mulia UNSUR TRANSISI Konfigurasi Nomor Ketetangan Elektron Sub Golongan kulit (n-1)d ns (n-1)d1 ns2 IIIB (n-1)d2 ns2 IVB (n-1)d3 ns2 VB (n-1)d5 ns1 VIB (n-1)d5 ns2 VIIB 6 2 (n-1)d ns karena (n-1)d7 ns2 VIIIB sifatnya (n-1)d8 ns2 (n-1)d9 ns1 IB 10 2 (n-1)d ns IIB kemiripa n sifat. Elektron dilambangkan sebagai tanda panah dalam kotak 3. 7. 5. Hubungan Konfigurasi Elektron dan Golongan Unsur Periode Golongan 8 . 6. Untuk orbital-orbital yang berenergi sama dilambangkan dengan sekelompok kotak yang bersisian. Karena orbital d maksimum berisi 10 elektron maka akan lebih stabil jika orbital d diisi 5 atau 10 elektron. Sistem Periodik Unsur-Unsur 1. yaitu: subkulit s digambarkan subkulit p digambarkan subkulit d digambarkan 4. 9. 5. Orbital-orbital dilambangkan dengan kotak 2. 4. B. 2. 3. Ungkapan yang kedua akan bermanfaat dalam menentukan bentuk molekul dan teori hibridisasi pada modul berikutnya. seringkali diungkapkan dalam diagram orbital. satu tanda panah mengarah ke atas dan satu lagi mengarah ke bawah Pembuatan konfigurasi elektron dalam diagram orbital memenuhi aturan atau kaidah Hund.Contoh Soal : Konfigurasi elektron yang benar adalah 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s1 3d5 bukan 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d4. sedangkan orbital dengan tingkat energi berbeda digambarkan dengan kotak yang terpisah Satu kotak orbital berisi 2 elektron. Bagaimana dengan konfigurasi elektron ? Mirip halnya dengan maka konfigurasi elektron adalah 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s1 3d10 bukan 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d9 Konfigurasi elektron dalam atom selain diungkapkan dengan diagram curah hujan. Kita ingat kembali bahwa : 1.

    Lajur horisontal Ditunjukkan oleh nomor kulit yang paling luar Banyaknya periode sistem periodik ada 7 buah Artinya suatu atom maksimim mempunyai kulit sebanyak 7 buah  Lajur vertikal  Mempunyai sifat-sifat yang mirip.  Unsur-unsur dibagi menjadi 2 kelompok: 1. kulit terluarnya. Kemiripan sifat tersebut karena adanya kesamaan konfigurasi elektron. Unsur golongan transisi: Unsur yang terdapat dalam blok d dan f Unsur Golonga n Lantanid a Mempun yai konfigura si 9 . Unsur golongan utama : Unsur yang terdapat dalam blok s dan p 2.

 Urutan kekuatan tolak-menolak sesama domain elektron adalah sebagai berikut : PEB Vs PEB > PEB Vs PEI > PEI Vs PEI  Bentuk molekul hanya ditentukan oleh pasangan elektron ikatan Merumuskan tipe molekul  Atom pusat diberi simbol A  Pasangan elektron ikatan diberi simbol X  Pasangan elektron bebas diberi simbol E Contoh : 1. Contoh :  Pada senyawa NH3 H Rumus Lewis HN ada 4 domain elektron H  Pada senyawa SO2 Rumus Lewis O S O ada 3 domain elektron   Pada senyawa CO2 Rumus Lewis O C O ada 2 domain elektron Prinsip Dasar Teori Domain Elektron Sesama domain elektron saling tolak menolak sedemikian rupa sehingga tolak menolak diantara domain elektron tersebut menjadi sekecil-kecilnya. Konfigurasi elektron valensi unsur Q : 3s2 Unsur Q terletak pada : periode 3 golongan II A c. dapat berupa ikatan tunggal atau ikatan rangkap satu atau satu pasangan elektron bebas (PEB). Senyawa yang molekulnya memiliki 4 domain elektron ikatan dan 0 domain elektron bebas tipe molekulnya dirumuskan AX4 2. ns Contoh Soal : Tentukan letak unsur yang mempunyai konfigurasi elektron sebagai berikut : a.50 Tetrahedral CH4 3 1 AX3E 109. P : 1s2 2s22p4 R : 1s2 2s22p63s23p3 b. Q : 1s2 2s22p63s2 S : 1s2 2s22p63s23p63d54s2 Jawab : Letak unsur dalam sistem periodik ditentukan oleh elektron valensinya : a.elektron subkulit terluar : 4f1-14. Satu domain adalah satu pasangan elektron ikatan (PEI). 6s2 6p6. 6s2 Unsur Golongan Aktanida Mempunyai konfigurasi elektron subkulit terluar : 5f1-14. 7s2 Berdasarkan hubungan tersebut kita dapat menentukan letak unsur (baik golongan maupun periode) dalam sistem periodik unsur. Penentuan Golongan Unsur utama : ditentukan oleh jumlah elektron valensi. Unsur transisi : ditentukan oleh jumlah elektron pada sub kulit (n-1) d. Senyawa yang molekulnya memiliki 4 domain elektron ikatan dan 2 domain elektron bebas tipe molekulnya dirumuskan AX 2E2 Hubungan domain elektron. yaitu elektron pada ns atau ns np. 5s2 5p6. Konfigurasi elektron valensi unsur P : 2s22p4 Unsur P terletak pada : periode 2 golongan VI A b.50 *) Piramida segitiga NH3 10 . Konfigurasi elektron valensi unsur R : 3s23p3 Unsur R terletak pada : periode 3 golongan V A d. tipe molekul. Teori Domain Elektron Teori ini dapat digunakan untuk meramalkan bentuk molekul suatu senyawa berdasarkan gaya tolak menolak elektronelektron pada kulit luar atom pusat Domain elektron berarti posisi keberadaan elektron. Konfigurasi elektron valensi unsur S : 3d54s2 Unsur S terletak pada : periode 4 golongan VII B C. Ikatan Kimia 1. sudut ikatan dan bentuk molekul dinyatakan sebagai berikut : Jumlah Jumlah Tipe Sudut Bentuk Contoh PEI PEB Molekul Ikatan Molekul 4 0 AX4 109.

Mengapa dapat demikian? Pertanyaan tersebut akan dapat kalian ketahui jawabannya setelah mempelajari subbab ini. maka bentuk molekul senyawa dapat diramalkan Contoh: Ramalkan bentuk molekul dari : a. ikatan yang membentuk jembatan hidrogen. Gaya tarik-menarik antaratom dalam molekul dinamakan ikatan kimia. SiF4 2. Gaya antarmolekul ini sangat dipengaruhi 11 . Atom-atom dalam bentuk bebas hanya ditemui pada suhu relatif tinggi. sampai ikatan yang lebih besar dengan berbagai tujuan. yaitu gaya yang menyebabkan antarmolekul menjadi terikat dalam satu kelompok atau merupakan interaksi antara molekul-molekul dalam suatu zat (unsur atau senyawa) melalui gaya elektrostatis. ikatan karena gaya berdasarkan gaya tarik-menarik dipol-dipol sesaat. Gambarkan stuktur lewis (rumus lewis) senyawa tersebut 2. Kemudian ikatan lebih lanjut mulai dari satu keluarga. Pada setiap molekul terdapat gaya tarik-menarik antaratom. Apa gaya tarik-menarik antarmolekul itu? Gaya tarik-menarik antarmolekul. dan ikatan-ikatan yang lain. Gaya antar molekul Coba renungkan kenapa air dapat berubah dalam tiga wujud? Air akan menjadi padat (es) jika suhunya diturunkan. gunakan hasil no. H2) atau membentuk molekul (CH4. maka air berubah menjadi uap. Manusia hidup dengan menjalin berbagai ikatan. tetapi jika suhu dinaikan (diberi kalor). 2 untuk merumuskan tipe molekulnya Dengan mengetahui tipe molekul.50 *) Planar bentuk V H2O 3 0 AX3 1200 Segitiga sama sisi BF3. mulai dari ikatan perkawinan berdasarkan perbedaan jenis kelamin. Dalam bab ini akan dipelajari gaya tarik-menarik antarmolekul.2 2 AX2E2 109. mulai dari ikatan karena perbedaan muatan (positif negatif). Tentukan jumlah PEI (X) dan PEB (E) disekeliling atom pusat 3. satu rukun tetangga (RT). Ikatan yang terjadi antaratom beraneka ragam.SO2 * molekul yang memiliki pasangan elektron bebas (PEB) sudut ikatannya lebih kecil dibandingkan sudut ikatan idealnya. Kenyataan di alam sangat jarang ditemukan atom dalam bentuk bebas. HOCl c. Demikian pula halnya dengan atom dan molekul yang merupakan benda mati itupun tidak luput dari ikatan. Coba bayangkan dapatkah kalian hidup sendirian tanpa teman? Rasanya sangat sulit bukan? Semua makhluk selalu ingin berikatan. rukun warga (RW). SO3 2 1 AX2E 1200 *) Planar bentuk V SO2 2 0 AX2 1800 linier BeF2. atom-atom akan saling membentuk kelompok atom (misalnya O2. Untuk meramalkan bentuk molekul suatu senyawa dapat dilakukan melalui langkah-langkah sebagai berikut : 1. Agar menjadi stabil. H2O). Kehidupan di dunia tidak akan terlepas dari ikatan. BeCl2 b. Atom yang membentuk molekul akan mempunyai sifat jauh berbeda dengan atom-atom asalnya.

Perpindahan elektron dari satu orbital ke orbital lain mengakibatkan suatu molekul yang tadinya bersifat nonpolar dapat menjadi polar. electron terdistribusi merata dalam molekul. Dipol tersebut disebut sesaat karena dapat berubah jutaan kali setiap detiknya. Gaya tarik-menarik antarmolekul sangatberkaitan dengan sifat fisika dari senyawa yang bersangkutan. Dengan demikian titik didih I2 akan lebih besar jika dibandingkan dengan titik didih F2. Gaya London Nonpolar Nonpolar Dipol sesaat Nonpolar Dipol sesaat Dipol terimbas Nonpolar Nonpolar (a) (b) (c) (d) + – + – + – 26 Mari Belajar Kimia SMA-MA Kelas XI IPA JILID 2 sangat erat hubungannya dengan massa relatif molekul. Molekul ini akan memiliki perbedaan muatan (dipol) yang menyebabkan bersifat polar. Molekul dengan distribusi elektron besar lebih kuat saling menarik daripada molekul yang elektronnya kuat terikat. gaya tarik-menarik dipol-dipol. Tarikan lemah ini pertama kali diuraikan oleh ilmuwan fisika. Beberapa sifat fisika dari senyawa antara lain titik didih.kepolaran dari masing-masing molekul. Gaya tarik-menarik dipol sesaat-dipol terimbas (gaya London) Elektron akan senantiasa bergerak dalam orbital. 2) Pada waktu-waktu tertentu (sesaat) dapat terjadi pengutuban atau pembentukan dipol yang disebut dipol sesaat. Pada umumnya molekul dengan jumlah elektron yang besar akan lebih mudah mengalami polarisabilitas. Misal. yaitu a.12 Mekanisme terjadinya gaya London. Berdasarkan gambar di atas dapat dijelaskan sebagai berikut. b. Hal ini disebabkan adanya tarikan antara elektron satu molekul dan inti molekul lain. Jika semakin besar nomor massa molekul relatif. 3) Sisi bermuatan parsial negatif dari dipol sesaat akan mempengaruhi kerapatan elektron molekul terdekat sehingga membentuk dipol. Gambar 1. dan c. 1. Misal deretan hidrokarbon dengan rantai cabang akan mempunyai titik didih lebih rendah jika dibandingkan dengan hidrokarbon dengan rantai lurus. kelarutan. CH3 CH2 CH2 CH3 CH3 CH CH3 n-butana CH3 isobutana 2. maka semakin kuat pula gaya London yang bekerja pada molekul itu. Polarisabilitas merupakan kemudahan suatu molekul untuk membentuk dipol sesaat atau mengimbas suatu dipol. Molekul yang mempunyai bentuk molekul panjang lebih mudah mengalami polarisabilitas dibandingkan dengan molekul dengan bentuk simetris. ikatan hidrogen. gaya tarik-menarik dipol sesaat-dipol terimbas. Molekul yang mempunyai momen 12 . Sehingga timbul dipol (polar) sesaat. 1) Molekul nonpolar mempunyai sebaran muatan lautan electron setimbang dan simetris dalam keadaan normal. dan tekanan osmosis. Normal butana mempunyai titik didih lebih tinggi dibandingkan isobutana yang memiliki rantai cabang. Suatu getaran dalam sebuah molekul mengimbas suatu geseran dalam elektron-elektron molekul tetangga. pada tahun 1930-an sehingga sering disebut gaya London. tekanan uap. Molekul mempunyai sifat polarisabilitas berbeda-beda. Gaya tarik-menarik dipol-dipol Molekul dengan sebaran elektron tidak simetris akan bersifat polar. kerapatan. dua molekul propana saling menarik dengan kuat dibandingkan dua molekul metana. berasal dari Jerman. Mekanismenya terlihat seperti gambar di bawah ini. Misal molekul I2 akan saling tarik-menarik lebih kuat daripada molekul F2 yang lebih kecil. hal ini memungkinkan dua molekul membentuk ikatan yang disebut gaya London. titik beku. Bab 1 Struktur Atom dan Bentuk Molekul 25 Secara garis besar terdapat tiga (3) jenis gaya tarik-menarik antarmolekul. Polarisabilitas Dipol yang terbentuk karena pengaruh kerapatan elektron molekul yang saling mendekat disebut dipol terimbas. FritzLondon (dikenal London). 4) Gaya tarik-menarik ini hanya berlangsung sesaat. dikarenakan dipol sesaat dan terimbas muncul mengikuti fluktuasi elektron.

Gaya tarikmenarik dipol-dipol merupakan gaya tarik-menarik antara dua molekul polar. Contoh Gambar 1.gaya dipol-dipolnya tidak cukup kuat untuk menerangkan titik didih yang mencolok tersebut. dan F dalam HF. Ketiga senyawa tersebut mempunyai titik didih yang tinggi dibandingkan senyawa lain dalam kelompoknya. Contoh lain CO2 dan H2O. perhatikan gambar di bawah ini.08 lebih polar jika dibandingkan dengan HI (0. secara bersama-sama sering disebut sebagai gaya Van der Waals . bersifat polar. Hal ini dapat dipahami karena ketiga atom tersebut memiliki elektronegativitas yang tertinggi.13 Bagan gaya tarik dipol-dipol suatu senyawa. Atom-atom yang dapat membentuk ikatan hidrogen adalah N dalam NH3. Principles and Modern Application. massa HI lebih besar dari HCl sehingga gaya London HI lebih kuat dari HCl. Kekuatan tarikan yang timbul akan lebih besar daripada tarikan pada molekul nonpolar. Bab 1 Struktur Atom dan Bentuk Molekul 29 13 . Dari rumus senylautanya saja. Tetapi pada kenyataannya.38). Dipol-dipol molekul tersebut akan saling tarik pada kutub-kutub dengan muatan berllautanan.. Gaya London lebih dominan daripada dipol-dipol.dipol permanen disebut polar. Ikatan ini terjadi jika molekul polar mengandung satu atom hydrogen terikat pada atom yang sangat elektronegatif seperti F. H2O mempunyai momen dipol yang cukup besar. C = O. S. Oleh karena itu. Petrucci R. seperti gaya London dan gaya tarik dipol-dipol. Gaya London terdapat pada setiap zat.16. O dalam H2O. Harwood W. dan Herring G. Molekul-molekul yang ada di dalam senyawa polar cenderung untuk menyusun diri sehingga ujung yang berbeda muatan akan saling mendekat dan saling tarik-menarik. Kenyataan HI mempunyai titik didih lebih tinggi dibandingkan HCl.9). dan NH3 bersifat polar. Fakta tersebut menunjukkan bahwa adanya gaya tarik-menarik antarmolekul HF. Ikatan hidrogen Ikatan hidrogen merupakan gaya tarik-menarik dipol-dipol dengan kekuatan besar (sekitar 5-10 kali lebih besar). Gambar 1. gaya Van der Waal HI lebih besar daripada HCl. Dalam hal ini. H2O memiliki domain elektron bebas dan membentuk sudut sehingga molekul H2O bersifat polar.14 Bentuk molekul H2O dan CO2. Untuk lebih jelasnya. zat-zat yang mempunyai molekulmolekul polar cenderung memiliki titik didih dan titik leleh lebih tinggi daripada molekul nonpolar dengan ukuran sama.. Jadi. gaya Van der waals juga memiliki peran cukup penting. gaya tarik dipol sesaat-dipol terimbas atau gaya tarik menarik dipol-dipol. CO2 bersifat karakteristik dari molekul-molekul di mana momen ikatan saling mematikan. F Gambar 1. Sumber: General Chemistry. penataan yang simetris dari ikatan menyebabkan momen-momen ikatan saling meniadakan dan molekul keseluruhan bersifat nonpolar. mengapa? Jika ditinjau dari massa molekul relatif. baik bersifat polar maupun nonpolar. maka massa molekul relatif HCl (Mr = 35. Senyawa H2O Senyawa HF Pada umumnya terdapat hubungan antara titik didih suatu senyawa dengan massa molekul relatifnya. Sedangkan gaya tarik dipole-dipol hanya terdapat dalam senyawa polar.15 Ikatan hidrogendalam senyawa H2O dan HF. Sedangkan senylautanya dinamakan senyawa polar. Artinya momen dipol (total dipol) molekul tersebut sama dengan 0. Titik didih akan naik jika massa molekul relatif juga naik. Gambar 1. Walaupun ikatan kovalen dalam molekul tersebut. Besar energi ikatannya sekitar 13-30 kJ mol–1. menunjukkanikatan hidrogen.5) lebih kecil dari HI (Mr = 127. Karbon dioksida. dapat diduga bahwa molekul H2O akan analog dengan molekul CO2. H. Ikatan kovalen polar antara hidrogen dan salah satu atom itu akan terpolarisasi dan tarikan antara molekul-molekul itu cukup kuat. Karena dalam membandingkan titik didih atau sifat fisika lainnya tidak dapat hanya dilihat dari satu sisi. Dengan demikian. Selain itu. O. (a) (b) Bab 1 Struktur Atom dan Bentuk Molekul 27 Gaya antarmolekul. kecuali HF. Perhatikan gambar di bawah ini. Jelaskan mana yang lebih besar titik didihnya HI atau HCl? Jawab HCl mempunyai momen dipol 1.16 Hubungan titik didih dengan massa molekul. Tanda . Perhatikan Gambar 1. yaitu positif dan negatif. H2O. dan N. dan NH3. H2O. 28 Mari Belajar Kimia SMA-MA Kelas XI IPA JILID 2 3.

yaitu sebesar 0. Bagaimana ikatan hidrogen dalam senyawa NH3? E. OH. ikatan kovalen.8 Titik didih beberapa senyawa. Titik didih Titik didih suatu cairan merupakan temperatur di mana tekanan uap yang meninggalkan cairan sama dengan tekanan luar. maka tegangan permukaan yang dihasilkan semakin besar. akibatnya titik didih menjadi tinggi. Air yang kita gunakan sehari-hari termasuk senyawa polar. dan NH bersifat sangat polar.029 N m–1. Ikatan FH. 3. Beberapa sifat fisik itu antara lain titik didih dan tegangan permukaan. Bentuk Geometri Molekul Bentuk molekul berkaitan dengan susunan ruang atom-atom dalam molekul. Karena tekanan uap dalam gelembung sama dengan tekanan uap udara. Baik dalam tetesan atau cairan jika bersentuhan dengan tempatnya. 1. Perhatikan titik didih beberapa senyawa pada Tabel 1.5 Gaya LondonHCl–85 Gaya tarik-menarik dipol-dipol C3H6–42. Pada pokok bahasan ini.073 N m–1 lebih tinggi daripada benzena. Akibatnya atom H dari satu molekul terikat kuat pada atom tetangganya yang memiliki elektronegativitas tinggi. dan ikatan logam. air. yaitu tentang ikatan ion. Jika gaya tarik-menarik semakin kuat. Hal ini dikarenakan pada permukaan zat cair jumlah molekulnya lebih sedikit dibandingkan molekul zat cair di bawah permukaan. Berikut ini bentuk geometri dari beberapa molekul. Sebagai contoh. Titik didih suatu zat juga menggambarkan besarnya energy yang diperlukan untuk mengatasi gaya tarik-menarik antarmolekul dalam zat tersebut. 5. Gambar 1. kita akan mempelajari bentuk molekul dalam ikatan kimia yang akan mempengaruhi gaya tarikmenarik antarmolekul dan sifat-sifat gas. Mengapa senyawa polar cenderung memiliki titik didih dan titik leleh yang lebih tinggi daripada senyawa nonpolar dengan ukuran sama? 4. 2. Apa yang kalian ketahui tentang gaya Van der Waals ? Jelaskan. maka permukaan yang melengkung itu mempunyai luas sekecil mungkin pada suasana tersebut untuk meminimalkan energi permukaan. mempunyai tegangan permukaan 0. tapi karena ukurannya yang besar maka titik didihnya lebih tinggi dari HCl SO2 –10 Gaya tarik-menarik dipol-dipol (gayaLondon juga terlibat) H2O 100 Ikatan hidrogen diperlukan energi yang besar. Kerjakan di buku latihan kalian. atom H dalam senyawa tersebut sangat positif.8. Sifat Fisik yang Dipengaruhi Gaya Antarmolekul Gaya antarmolekul mempengaruhi sifat fisik dari suatu zat atau senyawa. Gaya antarmolekul dalam air adalah ikatan hidrogen sedangkan benzena adalah gaya London. Telah digambarkan ikatan hidrogen dalam senyawa H2O dan HF.16 Bentuk geometri dari beberapa molekul sederhana 14 . 2. maka 30 SenyawaTitikDidih (oC) Gaya Antarmolekul yang Terlibat CH4 –161. (C6H6). Akibatnya. maka gelembung itu dapat mendorong diri lewat permukaan dan bergerak ke fase gas di atas cairan. Jelaskan mengapa titik didih propana lebih tinggi dari isopropana. 1. maka akan terbentuk gelembunggelembung uap dalam cairan. Keadaan seperti itu disebut mendidih. Tabel 1. Tegangan permukaan (surface tension) Tegangan permukaan (surface tension) merupakan gaya yang cenderung membuat permukaan cairan melengkung. (H2O). 1. molekul di permukaan mengalami gaya tarik-menarik yang lemah sehingga molekul permukaan cenderung tertarik ke dalam. Jika hal tersebut terjadi. Hal ini dikarenakan H2O bersifat polar dan mempunyai gaya antarmolekul jauh lebih kuat daripada gaya antarmolekul benzena yang bersifat nonpolar. C.Peristiwa tersebut menunjukkan adanya ikatan hydrogen pada senyawa itu.1 Gaya London . Ikatan Kimia Di kelas X kita telah mempelajari konsep ikatan kimia. Jika gaya antarmolekul semakin kuat. Ramalkan bentuk geometri PCl5 berdasarkan teori domain elektron dan hibridisasi.

dapat dilihat pada tabel 1. Berikut ini adalah urutan besarnya gaya tolakan antara dua pasang elektron. Teori domain elektron mempunyai prinsip-prinsip dasar sebagai berikut (Ralph H. 3. H :O: H . Petrucci. Urutan kekuatan tolak-menolak di antara domain elektron adalah: tolakan antar domain elektron bebas > tolakan antara domain elektron bebas dengan domain elektron ikatan > tolakan antardomain electron ikatan. 2. atau rangkap tiga) berarti 1 domain. Setiap elektron ikatan (baik itu ikatan tunggal.. sehingga tolak-menolak di antaranya menjadi minimum. 1. Petrucci. c. 1985). a. 1985). Gaya tolak-menolak antara dua pasang elektron akan semakin kuat dengan semakin kecilnya jarak antara kedua pasang elektron tersebut. kita akan membahas cara meramalkan bentuk molekul berdasarkan teori tolak-menolak elektron-elektron pada kulit luar atom pusatnya. Teori ini menggambarkan arah pasangan elektron terhadap inti suatu atom. Hal ini juga terjadi dengan domain yang mempunyai ikatan rangkap atau rangkap tiga. maka elektron lain bagaimanapun rotasinya tidak dapat berdekatan dengan pasangan tersebut.7.. H :O: H . 2. Bentuk molekul hanya ditentukan oleh pasangan elektron terikat. pasangan elektron cenderung untuk berjauhan satu sama lain. Antardomain elektron pada kulit luar atom pusat saling tolak-menolak sehingga domain elektron akan mengatur diri (mengambil formasi) sedemikian rupa.  Urutan kekuatan tolak-menolak sesama domain elektron adalah sebagai berikut : PEB Vs PEB > PEB Vs PEI > PEI Vs PEI b. senyawa Rumus Lewis Rumus struktur 1. dengan jumlah domain ditentukan sebagai berikut (Ralph H. No. Susunan ruang domain elektron yang berjumlah 2 hingga 6 domain yang memberi tolakan minimum. sehingga bergerak lebih leluasa dan menempati ruang lebih besar daripada pasangan elektron ikatan. Domain elektron berarti kedudukan elektron atau daerah keberadaan elektron. .Kita dapat menentukan bentuk molekul dari hasil percobaan maupun dengan cara meramalkan bentuk molekul melalui pemahaman struktur electron dalam molekul. Setiap pasangan elektron bebas berarti 1 domain. a. H2O CO2 C2H2 . jika sepasang elektron menempati suatu orbital. tolakan yang melibatkan pasangan elektron mandiri lebih kuat daripada yang melibatkan pasangan ikatan (Ralph H. Teori Domain Elektron Teori domain elektron merupakan penyempurnaan dari teori VSEPR. Gaya tolakan akan menjadi semakin kuat jika sudut di antara kedua pasang elektron tersebut besarnya 90º. 1985).. Perbedaan daya tolak ini terjadi karena pasangan elektron bebas hanya terikat pada satu atom saja.. H :O: H H–O-H 4 2 3 Jumlah Domain Elektron 15 . rangkap. b. Akibat dari perbedaan daya tolak tersebut adalah mengecilnya sudut ikatan karena desakan dari pasangan elektron bebas.. Selain itu. yang pasti mempunyai daya tolak lebih besar daripada domain yang hanya terdiri dari sepasang elektron. Teori VSEPR (Valence Shell Electron Pair Repulsion) Teori VSEPR (Valence Shell Electron Pair Repulsion) menyatakan bahwa pasangan elektron dalam ikatan kimia ataupun pasangan electron yang tidak dipakai bersama (yaitu pasangan elektron “mandiri”) saling tolakmenolak. Menurut asas Pauli. Petrucci. . Pada subbab ini.

Menetapkan pasangan terikat dengan menuliskan lambang atom yang bersangkutan. d.5°). SO3 Tipe molekul: AX3 Langkah-langkah yang dilakukan untuk meramalkan geometri molekul adalah: a. Jumlah elektron valensi atom pusat (klorin) = 7 Jumlah domain elektron ikatan (X) = 3 Jumlah domain elektron bebas = E  Tipe molekul: AX3E2. Hal ini terjadi karena desakan pasangan elektron bebas. c. H :O: H .5°. 3 Jumlah domain (pasangan elektron) dalam suatu molekul dapat dinyatakan sebagai berikut: • Atom pusat dinyatakan dengan lambang A. Langkah 2: Susunan ruang pasangan-pasangan elektron yang member tolakanminimum adalah tetrahedron. PCl3 Jawab: a. ClF3 b. a. • Domain elektron bebas dinyatakan dengan E. Menggambarkan susunan ruang domain-domain elektron di sekitar atom pusat yang memberi tolakan minimum. .. XeO4 b. Menentukan geometri molekul setelah mempertimbangkan pengaruh pasangan elektron bebas. Langkah 3: Menentukan pasangan terikat dengan menuliskan lambing atom yang terikat (atom H). c. maka jumlah elektron yang digunakan untuk membentuk pasangan terikat menjadi dua kali jumlah ikatan. sedikit lebih kecil daripada sudut tetrahedron (109. Jumlah elektron valensi atom pusat (boron) = 3 Jumlah domain elektron ikatan (X) = 3 Jumlah domain elektron bebas = E  ( EV  X ) 2 Tipe molekul: AX3E. E ( EV  X ) 2 Contoh soal : Tentukan tipe molekul dari senyawa-senyawa biner berikut ini: a. Tipe molekul dapat dinyatakan dengan menggunakan langkah-langkah sebagai berikut. 3) Menentukan jumlah domain elektron bebas (E). BF3 c. b.. Jumlah elektron valensi atom pusat (fosfor) = 5 Jumlah domain elektron ikatan (X) = 3 Jumlah domain elektron bebas = E  (5  3) 2 =1 Tipe molekul: AX3. Tentukan tipe molekul senyawa-senyawa biner rangkap berikut ini. Untuk senyawa biner yang berikatan rangkap atau ikatan kovalen koordinasi. Menentukan tipe molekul.4. 1) Menentukan jumlah elektron valensi atom pusat (EV). SO2 .. H2O Langkah 1: Tipe molekul adalah AX2E2 (4 domain). Cara penetapan tipe molekul dengan menggunakan langkah-langkah di atas hanya berlaku untuk senyawa biner berikatan tunggal. Contoh: Molekul air. b. 2) Menentukan jumlah domain elektron ikatan (X). :O: (7  3) 2 =2 16 . Langkah 4: Molekul berbentuk V (bentuk bengkok). • Domain elektron ikatan dinyatakan dengan X. Hasil percobaan menunjukkan bahwa sudut ikatan H–O–H dalam air adalah 104.

6C : 1s2 2s2 2p2 Dengan konfigurasi elektron seperti itu. sehingga tidak dapat menjelaskan penyebab C pada CH4 dapat membentuk 4 ikatan ekuivalen yang equivalen. Sekarang. hanya elektron tunggal yang dapat dipasangkan untuk membentuk ikatan kovalen). 4th ed. orbital 2s dan ketiga orbital 2p mengalami hibridisasi membentuk 4 orbital yang setingkat. dapat dianggap bahwa 1 elektron dari orbital 2s dipromosikan ke orbital 2p. Gaya Tarik-Menarik Dipol Sesaat – Dipol Terimbas (Gaya London) Antar molekul nonpolar terjadi tarik-menarik yang lemah akibat terbentuknya dipol sesaat. Pada waktu membahas struktur elektron. tetapi juga bentuk orbital gambar. maka dikatakan bahwa ketika atom karbon membentuk ikatan kovalen dengan H membentuk CH4. tetapi teori ini tidak dapat digunakan untuk mengetahui penyebab suatu molekul dapat berbentuk seperti itu. 1985. Teori Hibridisasi Teori domain elektron dapat digunakan untuk meramalkan bentuk molekul. kita mengacu pada peluang untuk menemukan elektron di daerah tertentu pada waktu tertentu. Oleh karena itu. yaitu mendekati titik embunnya. teori domain elektron meramalkan molekul metana (CH4) berbentuk tetrahedron dengan 4 ikatan C-H yang ekuivalen dan fakta eksperimen juga sesuai dengan ramalan tersebut. Untuk menjelaskan hal ini. Pada saat berikutnya. untuk mencairkan suatu zat padat atau untuk menguapkan suatu zat cair diperlukan energi untuk mengatasi gaya tarik-menarik antar molekul. Akan tetapi. sehingga C mempunyai 4 elektron tunggal sebagai berikut. maka semakin tinggi titik cair atau titik didih. Gambar 1. Principles and Modern Aplication. Jadi. sehingga terbentuk suatu dipol sesaat. C dengan 4 orbital hibrida sp3. Suatu saat yang mungkin terjadi digambarkan pada gambar 1. Orbital hibridanya ditandai dengan sp3 untuk menyatakan asalnya. Dipol yang terbentuk dengan cara itu disebut dipol sesaat karena dipol itu dapat berpindah milyaran kali dalam 1 detik. tidak ada gaya tarik antarmolekul.HH Susunan ruang pasanganpasangan elektron Bentuk molekul Sumber: General Chemistry. pada suhu yang relatif rendah dan tekanan yang relatif tinggi. Gaya Tarik Antarmolekul Dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena ternyata C membentuk 4 ikatan kovalen. yaitu satu 6C: 1s2 2s1 2p3 mengalami hibridisasi menjadi 6C : 1s2 (2sp3)4 Hibridisasi tidak hanya menyangkut tingkat energi. hibridisasi adalah peleburan orbital-orbital dari tingkat energi yang berbeda menjadi orbital-orbital yang setingkat. 6C : 1s2 2s2 2p2 menjadi: 6C : 1s2 2s1 2p3 Namun demikian. Petrucci. atom C hanya dapat membentuk 2 ikatan kovalen (ingat. Brady. akan tetapi mengapa molekul CH4 dapat berbentuk tetrahedron? Pada tingkat dasar. Perpindahan electron dari suatu daerah ke daerah lainnya menyebabkan suatu molekul yang secara normal bersifat nonpolar menjadi polar. Elektron senantiasa bergerak dalam orbit. 17 . 1990). D. makin banyak energi yang diperlukan untuk mengatasinya. Molekul-molekul dalam zat cair atau dalam zat padat diikat oleh gaya tarikmenarik antar molekul. Makin kuat gaya tarik antar molekul.18. molekul-molekul benar-benar berdiri sendiri. dipol itu hilang atau bahkan sudah berbalik arahnya. Jumlah orbital hibrida (hasil hibridisasi) sama dengan jumlah orbital yang terlihat pada hibridasi itu. Gaya tarik menarik antar molekul itulah yang memungkinkan suatu gas dapat mengembun (James E. kita menemukan berbagai jenis zat yang partikelnya berupa molekul dan berbeda fasa. keempat elektron tersebut tidaklah ekuivalen dengan satu pada satu orbital 2s dan tiga pada orbital 2p.17 Bentuk molekul CH4 B. Ralph H. C. terdapat suatu gaya tarik-menarik antarmolekul. dapat membentuk 4 ikatan kovalen yang equivalen. Berbagai tipe hibridisasi disajikan dalam tabel 1.9. atom C (nomor atom = 6) mempunyai konfigurasi elektron sebagai berikut. pada suhu tinggi dan tekanan yang relatif rendah (jauh di atas titik didihnya). Dalam fasa gas. Sebagai contoh.

dan VIIA. Kedua zat itu mempunyai massa molekul relatif yang sama besar. adanya gaya dipol-dipol dapat menghasilkan perbedaan sifat yang cukup nyata. Gaya dispersi terdapat pada setiap zat. Fakta itu menunjukkan bahwa gaya Van der Waals dalam HI lebih kuat daripada HCl. 221 K untuk Rn dibandingkan dengan 4 K untuk He. 1990). Misalnya. normal butana dengan aseton. Zat yang molekulnya bertarikan hanya berdasarkan gaya London.38).08) lebih polar dari HI (momen dipol = 0..19 Bentuk molekul dan polarisabilitas F. nitrogen (N2). Kemudahan suatu molekul untuk membentuk dipol sesaat atau untuk mengimbas suatu molekul disebut polarisabilitas. HCl (momen dipol = 1. gaya dispersi menjadi lebih penting. Akan tetapi dalam membandingkan zat dengan massa molekul relatif (Mr) yang berbeda jauh. makin mudah mengalami polarisasi. Molekul yang bentuknya panjang lebih mudah mengalami polarisasi dibandingkan molekul yang kecil. Ikatan Hidrogen Antara molekul-molekul yang sangat polar dan mengandung atom hydrogen terjadi ikatan hidrogen. Suatu gaya tarik-menarik yang terjadi disebut gaya tarik dipol-dipol. misalnya hidrogen (H2). lebih polarnya HCl tidak cukup untuk mengimbangi kecenderungan peningkatan gaya dispersi akibat pertambahan massa molekul dari HI. maka dapat dikatakan bahwa makin besar massa molekul relatif. Kenyataannya. Gaya Tarik Dipol-dipol Molekul yang sebaran muatannya tidak simetris. makin kuat gaya London. normal pentana mempunyai titik cair dan titik didih yang lebih tinggi dibandingkan eopentana. Gaya dispersi (gaya London) merupakan gaya yang relatif lemah. Oleh karena jumlah elektron berkaitan dengan massa molekul relatif. diberikan pada gambar 1. dan simetris. VIA. kompak. Gambar 1.20. yang mempunyai titik leleh dan titik didih yang rendah dibandingkan dengan zat lain yang massa molekul relatifnya kira-kira sama. 2000). radon (Ar = 222) mempunyai titik didih lebih tinggi dibandingkan helium (Ar = 4). makin banyak jumlah elektron dalam molekul. Jika molekul-molekulnya kecil. Misalnya. VA.Gambar 1…. Gaya London Dipol sesaat pada suatu molekul dapat mengimbas pada molekul di sekitarnya. secara kolektif disebut gaya Van der Waals. sehingga zat polar cenderung mempunyai titik cair dan titik didih lebih tinggi dibandingkan zat nonpolar yang massa molekulnya kira-kira sama. Gaya-gaya antarmolekul. dan gas-gas mulia. Hasilnya adalah suatu gaya tarik-menarik antarmolekul yang lemah. Polarisabilitas berkaitan dengan massa molekul relatif (Mr) dan bentuk molekul. Brady. Contohnya normal butana dan aseton (James E. Gaya tarik dipol-dipol lebih kuat dibandingkan gaya dispersi (gaya London). molekulmolekulnya cenderung menyusun diri dengan ujung (pol) positif berdekatan dengan ujung (pol) negatif dari molekul di dekatnya. Dalam zat polar. HI mempunyai titik didih lebih tinggi daripada HCl. 18 . E. Dalam membandingkan zat-zat yang mempunyai massa molekul relatif (Mr) kira-kira sama. Berarti. sehingga membentuk suatu dipol terimbas. zat-zat itu biasanya berbentuk gas pada suhu kamar. baik polar maupun nonpolar. bersifat polar dan mempunyai dua ujung yang berbeda muatan (dipol). metana (CH4). Gaya dipol-dipol yang terdapat pada zat polar menambah gaya dispersi dalam zat itu. Oleh karena itu gaya ini disebut gaya London (disebut juga gaya dispersi) (James E. Misalnya. Pada umumnya. Titik didih senyawa “hidrida” dari unsur-unsur golongan IVA. Brady. HCl dengan HI. Penjelasan teoritis mengenai gaya-gaya ini dikemukakan oleh Fritz London pada tahun 1928. yaitu gaya dispersi (gaya London) dan gaya dipole-dipol. Misalnya.

dan NH3 bersifat polar. VA. 2p6. IA dan IIB E. Urutkan interaksi antarpartikel ikatan kovalen. Suatu atom unsur X mempunyai susunan elektron: 1s2. atom H dari satu molekul terikat kuat pada atom unsur yang sangat elektronegatif (F. Fakta itu menunjukkan adanya gaya tarik-menarik antarmolekul yang sangat kuat dalam senyawa-senyawa tersebut. ikatan Van der Waals. Sumber: Chemistry. A. unsur halogen B. yaitu HF. 3d5. 2000. The Molecular Nature of Matter and Change.21 Molekul polar air (kiri) dan ikatan hidrogen pada air (kanan). The Molecular Nature of Matter and Change. H2O. dan N – H sangat polar. 2s2. Silberberg. atau N) dari molekul tetangganya melalui spasangan elektron bebas pada atom unsur berkeelektronegatifan besar itu. IIA dan IIIA C. Walaupun molekul HF. Diketahui massa molekul dari beberapa zat sebagai berikut. O. 3s2. VIA. Akan tetapi.20 Ti t i k didih senyawa hidrida dari unsur-unsur golongan IVA. Ramalkan titik didih unsur-unsur halogen. dan NH3. gaya dipol-dipolnya tidak cukup kuat untuk menerangkan titik didih yang mencolok tinggi itu. 4s1. O3=48. Perilaku yang luar biasa dari senyawa-senyawa yang disebutkan di atas disebabkan oleh ikatan lain yang disebut ikatan hidrogen (James E. atom H dalam senyawa-senyawa itu sangat positif. Brady. H2O. Sumber: Chemistry. Silberberg. yaitu titik didih meningkat sesuai dengan penambahan massa molekul. B. 3 D. Kecenderungan itu sesuai dengan yang diharapkan karena dari CH4 ke SnH4 massa molekul relatif meningkat. unsur transisi 19 . Unsur-unsur transisi-dalam mulai dijumpai pada periode … . Ikatan hidrogen dalam H2O disajikan pada gambar 1. dari atas ke bawah bertambah atau berkurang? Jelaskan jawaban Anda! 3. dan ikatan hidrogen. 7 C. logam alkali D. A. 4 E. A. IIA dan IIB D. dan N sangat elektronegatif.Gambar 1. maka ikatan F – H. Akibatnya.21. dan Cl2=71. Oleh karena unsur F. IIB dan IIIB E. Latihan Soal : 1. O – H. F2=38 Ar=40. Unsur tersebut adalah … . sehingga gaya Van der Waals juga makin kuat. unsur-unsur transisi terletak di antara golongan-golongan … . 3p6. D. 5 3. Gambar 7. Susunlah zat-zat itu berdasarkan titik didihnya dan jelaskan alasan Anda! 2. dimulai dari yang terlemah! Latihan Soal : 1. Di dalam sistem periodik. O. Ketiga senyawa itu mempunyai titik didih yang luar biasa tinggi dibandingkan anggota lain dalam kelompoknya. 6 B. Martin S. IIIB dan VIIIB 2. N2=28. Perilaku normal ditunjukkan oleh senyawa hidrida dari unsur-unsur golongan IVA. Martin S. unsur golongan IB E. 2000. 2000). dan VIIA. ada beberapa pengecualian seperti yang terlihat pada gambar.

4s2. 4p6. 3d5. 2p6. n = 6. periode 3. 2s2. 4s2. 4s2. 2p6. 3d1. unsur yang paling stabil adalah … . Unsur yang elektron terakhirnya memiliki bilangan kuantum n = 3. 2p3. Dalam sistem periodik. golongan VIIIB E. 2p6. l = 0. 2s2. l = 2. periode 4. Pernyataan yang tidak benar mengenai unsur M adalah …. A. periode 5. K2TiO4 C. 4s2. 2s2. 2p6. 2p2. terletak pada periode 4 B. Unsur uranium (Z = 92) termasuk dalam kelompok unsur … A. 2s2. golongan VIA (16) D. n = 5. m = 1. K2TiF6 B.mempunyai konfigurasi elektron: [Ar] 3d5. 4p3 20 . X : 1s2. s = + ½ C. lantanida E. 2s2. Elektron terakhir atom raksa memiliki bilangan kuantum. VA D. 3p6. 1s2. 2s2. 2s2. 2s2. 2s2. TiCl3 13. 3d2. 3s2. 1s2. n = 6. Tiga unsur yang dalam sistem periodik atau susunan berkala letaknya diagonal satu terhadap yang lain memiliki susunan elektron terluar menurut aturan adalah… A. periode 4. 4s2. periode 3. golongan IA (1) C. maka konfigurasi electron unsur tersebut adalah … . l = 2. 3p6. golongan IVB C. s = – ½ D. 4d3. 3s2. A. 6s2 E. l = 0. A. Ion M3+ mempunyai konfigurasi elektron: 1s2. A. Y E. mengandung lima elektron tidak berpasangan 9. termasuk unsur transisi E. m = +2. Jika unsur A membentuk senyawa yang stabil A(NO3)2. A. 1s2. golongan VIIA (17) B. 4s2 7. X D. 5s2. 3s2 D. merupakan anggota golongan VIIIB C. 3s2. n = 6. golongan IIA (2) 10. periode 4. s = – ½ E. 2s2. 4s1. n = 5. golongan IVA D. 2p3. m = 0. m = +2. 2s2. nomor golongan B. subkulit terakhir yang diisi oleh elektron C. periode 4. 3p6 C. 3s2. Ion X2. 2p6. A. 3p3. 2s2. 2p6 U : 1s2. periode 4. 3s2. golongan IIB 6. 3p4. TiO2 E. mempunyai nomor atom 26 D. Raksa (merkuri) dalam sistem periodik terletak pada periode 6 golongan IIB. 2s2. 3p3. A. 2p3 D. yaitu … . 2p6. 4s2. 3d2. unsur X terletak pada … . Senyawa berikut yang tidak dapat dibentuk adalah … . VIB C. 3p6. golongan VIB 14. dan s = + ½ dalam sistem periodik terletak pada… . 2p6. 4s2. 4p3 B. 4s2. nomor periode D. 2s2. 3d10 Berdasarkan konfigurasi elektronnya. 2p1. K3TiO3 D. 2s2 Y : 1s2. 5d3. VIA B. A. Diketahui konfigurasi elektron dari beberapa unsur sebagai berikut. 2p6 11. 2p2. A. 2p1. golongan IVB D. 3d3. golongan VIIIA (18) E. jumlah elektron yang tidak berpasangan 12. l = 2. 3s2. 4p5 C. m = +2. s = – ½ 15. A. 2s2. 3d5 V : 1s2. Tiga unsur yang dalam sistem periodik terletak diagonal satu sama lain memiliki susunan elektron terluar menurut aturan adalah … . periode 4. 3d3. 3s2. s = + ½ E. 3p4 E. U B. 3p6. 2p6. 3s2. bilangan oksidasi paling rendah E. 2s2. 2s2. V C.C. VIIB 8. 3p2 B. 2s2. l = 2. Unsur fosforus (Z = 15) dan unsur vanadium (Z = 23) mempunyai kesamaan dalam hal … . aktinida C. golongan VIIIB E. 1s2. salah satu unsur lantanida 4. 2p3 Z : 1s2. VB E. 3s2. periode 5. 2p3 D. 3s2. Konfigurasi elektron atom titanium adalah 1s2. golongan IVB E. Z 5. 2s2. 2p2. m = 0. Jumlah elektron tidak berpasangan yang paling banyak akan dijumpai pada golongan … . 4s2. 1s2. 2s2.

segitiga planar D. neon tidak E. PCl3. Jika arus listrik dialirkan melalui NaCl cair dan HCl cair. 4d2. Unsur A (Z = 52) bersenyawa dengan unsur B (Z = 55). dan PCl3 23. NCl3. 4 C. 6s2 E. IF3. A. 4p5 E. 4d3. A D. CCl4. AB yang berikatan kovalen D. H2O. gaya tolak–menolak elektron bebas > pasangan elektron ikatan C.. kovalen koordinasi dan gaya dipol-dipol E. A. 4s2. Tetrahedral E. dan XeO4 E.. 3s2. 3d3. A. 5d3. gaya tolak–menolak elektron bebas < pasangan elektron ikatan E. BaS E. Di antara kelompok senyawa berikut. dan BCl3 E. 5s2. dan BCl3 C. NaCl dan HCl tidak meneruskan aliran listrik E. Suatu padatan dengan struktur kristal ionik akan memiliki sifat-sifat. HCl. Na2S D. PbS C. A. Gaya tarik–menarik antarmolekul yang paling kuat terjadi pada zat … . piramida trigonal B. hanya HCl yang meneruskan aliran listrik C. maka … . Titik didih metana (CH4) lebih tinggi daripada neon (Ne) karena … . Banyaknya pasangan elektron bebas pada atom pusat dalam senyawa PCl3 adalah… A. 2s2. segi empat datar 19. XeF2. 3 B. 4s2 16. XeF6. A. hanya NaCl yang meneruskan aliran listrik B. NH3. CS2 B. volume atom oksigen lebih besar dari hidrogen 24. AB2 yang berikatan ion C. E C. Ikatan yang terdapat dalam molekul (antara atom N dengan atom H) dan antar molekul NH3 adalah … . A2B yang berikatan ion 22. NH4Cl E. XeF4. H2SO4 B. piramida trigonal C. molekul metana membentuk ikatan hidrogen. kovalen dan Van der Waals D. Sulfida di bawah ini yang mengandung ikatan kovalen adalah … . 2p3. kelompok yang semua anggotanya bersifat polar adalah. 3p4. A. 0 D. Unsur P (Z = 15) bersenyawa dengan unsur Cl (Z = 17) membentuk PCl3. Bentuk molekul itu adalah … A. Sudut ikatan dalam molekul air adalah 104. yaitu … . dalam molekul air terdapat 4 pasang elektron yang ekuivalen B. D B. massa molekul metana lebih besar daripada neon B. kovalen dan gaya London 26. gaya tolak–menolak elektron bebas = pasangan elektron ikatan D. C 27. Peristiwa perpindahan elektron berlangsung pada pembentukan senyawa … . planar bentuk T E. 3d1. molekul metana polar. CIF3. A. 4s2. . polarisabilitas metana lebih besar daripada neon D. 21 . Molekul XCl3 mempunyai momen dipol sama dengan nol. Al2S3 21. CIF. membentuk senyawa … .5°. 3d2. segi empat planar 18. AB2 yang berikatan kovalen E. Hal ini terjadi karena … . A. NaCl dan HCl meneruskan aliran listrik D. BeCl2. A2B yang berikatan kovalen B. 1 E. NaCl dan HCl meneruskan aliran listrik hanya jika dilarutkan ke dalam air 25. B E. dan PCl5 D. segitiga planar B. tetrahedral C. A. Linear D. Bentuk molekul IF3 adalah … . NH3. lebih kecil dari sudut tetrahedron (109. AlH3 20. 2 17. CH4. 3d3. neon tidak 28. molekul metana mempunyai lebih banyak elektron daripada neon C. A.5°). ion dan gaya dispersi C. kovalen dan ikatan hidrogen E. HBr D. NH3 C.C. 4s2.

. dan cairannya menghantar listrik C. kemudian tentukan golongan dan periode dari: a. A. 32Ge b. 13Al 4. 36Kr 5. ikatan kovalen nonpolar E. 15P h. dan cairannya menghantar listrik E. 30Zn h. 91 30. Ikatan antara V dan W adalah … . dan unsur W memiliki keelektronegatifan yang tinggi. 56Ba d. Apakah gaya London berlaku untuk molekul-molekul polar? 22 . 24Mg j. F = 9) b. SO3 (nomor atom S = 16. maka senyawa yang terbentuk mempunyai harga Mr sebesar . Unsur Y dalam inti atomnya mengandung 13 proton dan 14 neutron. 35Br i. SF4 (nomor atom S = 16. A. titik lebur rendah.A. Cl = 17) c. O = 8) 6. PCl5 (nomor atom P = 15. Jika unsur X dan Y berikatan. Perkirakan bentuk molekul dari: a. Unsur X (Z = 32) dalam inti atomnya mengandung 16 neutron. titik lebur tinggi. 15P i. 55Cs d. 12Mg f. 86 B. lunak. Tuliskan konfigurasi elektron pada subkulit. 82Pb e. titik lebur tinggi. ikatan logam C. . keras. Apakah yang dimaksud dengan ikatan dipol? 8. O = 8) d. SeO2 (nomor atom Se = 34. 22Ti c. Sebutkan empat macam bilangan kuantum! 3. keras. dan tidak menghantar listrik D. Tentukan keempat bilangan kuantum pada elektron terakhir dari: a. ikatan kovalen polar D. 47Ag c. Apakah yang dimaksud dengan ikatan hidrogen? Berikan contohnya! 9. titik lebur rendah. dan tidak menghantar listrik B. 24Cr g. dan cairannya menghantar listrik 29. lunak. ikatan kovalen koordinasi Zat Cair Tekanan Uap Jenuh (mmHg) pada 25°C A 20 B 35 C 56 D 112 E 224 1. Apakah prinsip utama dari teori VSEPR dalam menentukan bentuk suatu molekul? 7. keras. TiO2 (nomor atom Ti = 22. 59 C. O = 8) e. Jelaskan yang dimaksud dengan orbital! 2. 145 E. 30Zn b. 150 D. Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi kekuatan gaya London! 10. 9F j. Unsur V memiliki satu elektron di kulit yang paling luar. titik lebur rendah. 11Na f.. ikatan ion B.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful