P. 1
KONSEP KELUARGA

KONSEP KELUARGA

|Views: 7|Likes:
Published by HerlinaNababan
bahan ajar
bahan ajar

More info:

Published by: HerlinaNababan on May 03, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/06/2014

pdf

text

original

KONSEP KELUARGA

Ns. Herlina Nababan, S.Kep

OUTLINE
A.

B.

C.

D.
E.

F.

Pengantar latar belakang Definisi Keluarga (Konsep Keluarga) 1. Struktur keluarga 2. Tipe keluarga 3. Fungsi keluarga 4. Tahapan Perkembangan Keluarga Definisi Keluarga Sejahtera Indikator Keluarga Sejahtera Pelaksanaan Pembanguan Keluarga Sejahtera Pokok-pokok Kegiatan Pembangunan

LATAR BELAKANG
 Keberhasilan

program keluarga berencana (KB)  Angka kelahiran (total fertility rate), jumlah rata-rata anak dalam keluarga menurun dari 5,6 orang (th 1970), menjadi 2,78 orang perkeluarga pada tahun 1997 (SDKI 1997)  Telah terwujudnya norma keluarga kecil

Gerakan KB berkembang menjadi gerakan keluarga sejahtera (ditetapkan berdasarkan UU No. 10 th 1992) • Tanggal 29 Juni ditetapkan sebagai Hari Keluarga Nasional • Berdasarkan pasal 4 UU No 12 tahun 1992, ditetapkan tujuan pembangunan keluarga sejahtera:  Mengembangkan kualitas keluarga  Dapat timbul rasa aman, tenteram  Harapan masa depan lebih baik  Mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin

1969 Keluarga adalah anggota rumah tangga yang saling berhubungan melalui pertalian darah. meningkatkan perkembangan fisik.A. DEFINISI KELUARGA a. emosional. dan sosial tiap anggota b. adopsi atau perkawinan . kelahiran yang bertujuan menciptakan dan mempertahankan budaya yang umum. mental. adopsi. WHO. DUVALL Sekumpulan orang yang dihubungkan oleh ikatan perkawinan.

1962 Yang termasuk keluarga adalah : 1. Anggota berinteraksi dan berkomunikasi dalam peran sosial 4. Mempunyai kebiasaan/kebudayaan yang berasal dari masyarakat tetapi mempunyai keunikan tersendiri d. 1998 Keluarga adalah unit terkecil dari suatu masyarakat yang terdiri dari kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal disuatu tempat dibawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan .DEFINISI KELUARGA c. DEPKES RI. keturunan/hubungan sedarah atau adopsi 2. BERGES. Anggota tinggal bersama dalam satu rumah 3. Terdiri dari kelompok orang yang mempunyai ikatan perkawinan.

istri.Simpulan definisi keluarga Terdiri dari dua atau lebih individu yang diikat oleh hubungan perkawinan atau adopsi 2. Anggota keluarga biasanya hidup bersama atau jika terpisah mereka tetap memperhatikan satu sama lain 3. anak. Anggota keluarga berinteraksi satu sama laindan masing-masing mempunyai peran sosial suami. Mempunyai tujuan : a) menciptakan dan mempertahankan budaya. 1. . kakak dan adik 4. b) meningkatkan perkembangan fisik.

dan bbrp sanak saudara yang menjadi bagian keluarga karena . Matrilokal Sepasang suami isteri yang tinggal bersama keluarga sedarah seistri 4. Patrilineal keluarga sedarah yang tdr dr sanak saudara dalam beberapa generasi. Keluarga kawinan Hubungan suami isteri sebagai dasar bagi pembinaan keluarga. Macam 1. dimana hubungan itu disusun melalui jalur garis ayah 2. Matrilineal keluarga sedarah yang tdr dr sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi dimana hubungan itu disusun melalui jalur garis ibu 3. Patrilokal Sepasang suami isteri yang tinggal bersama keluarga sedarah suami 5.STRUKTUR KELUARGA A.

Terorganisasi saling berhubungan. Ada perbedaan dan kekhususan setiap anggota keluarga mempunyai peranan dan fungsinya masing-masing . Ciri-ciri struktur keluarga 1. Ada keterbatasan setiap anggota memiliki kebebasan tetapi mereka juga mempunyai keterbatasan dalam menjalankan fungsi dan tugasnya masing-masing 3. saling ketergantungan antara anggota keluarga 2.STRUKTUR KELUARGA B.

affektif power 4.STRUKTUR KELUARGA Menurut Friedman 1. coercive power (paksa) e. Pola dan proses komunikasi 2. Struktur nilai dan norma . Struktur peran formal dan informal 3.Struktur kekuatan a. legitimate power (hak) b. referent power (ditiru) c. expert power (hadiah) d.

yaitu keluarga inti ditambah dengan keluarga lain yang mempunyai hubungan darah. c. paman. Tipe keluarga tradisional Keluarga inti. yaitu suatu rumah tangga yang terdiri dari suami dan isteri tanpa anak „Single parent‟. yaitu suatu rumah tangga yang terdiri dari suami isteri dan anak (kandung atau anak) Keluarga besar. b. d. keponakan. bibi Keluarga “Dyad”. nenek. misalnya: kakek. a. yaitu suatu rumah tangga yang terdiri dari satu orang tua (ayah/ibu) dengan anak (kandung/anak).TIPE KELUARGA A. Kondisi ini .

Tipe keluarga e. The unmarriedteenege mather keluarga yang terdiri dari orang tua (terutama ibu) dengan anak dari hub tanpa nikah b. Tipe keluarga non tradisional a. „Single Adult‟. The stepparent family keluarga dengan orang tua tiri . yaitu suatu rumah tangga yang hanya terdiri seorang dewasa (misalnya seorang yang telah dewasa kemudian tinggal kost untuk bekerja atau kuliah) 2.

Commune family bbrp pasangan keluarga (dengan anaknya)tidak ada hubungan saudara hidup bersama dalam satu rumah. Gay and lesbian family . The non marital heterosexual cohibitang family keluarga yang hidup bersama dan bergantiganti pasangan tanpa melalui pernikahan e. sumber dan fasilitas yang sama.Tipe keluarga c. pengalaman yang sama : sosialisasi anak dengan melalui aktivitas kelompok atau membesarkan anak bersama d.

berbagi sesuatu termasuk sexual dan memperbesar anaknya . Cohibiting couple orang dewasa yang hidup bersama diluar ikatan perkawinan karena beberapa alasan tertentu g. Group marriage family bbrp org dewasa menggunakan alat-alat rumah tangga bersama yang saling merasa sudah menikah.Tipe keluarga f.

pada saat orang tua anak tersebut perlu mendapatkan bantuan untuk menyatukan kembali keluarga yang aslinya Homeless family keluarga yang terbentuk dan tidak mempunyai perlindungan yang permanen karena krisis personal yang dihubungkan dengan keadaan ekonomi dan atau problem kesehatan mental Gang sebuah bentuk keluarga yang destruktif dari orang-orang muda yang mencari ikatan emosional dan keluarga yang mempunyai perhatian tetapi berkembang dalam kekerasan dan kriminal dalam kehidupannya.Lanjutt. j. i. k. . Foster family keluarga menerima anak yang tidak ada hubungan keluarga atau saudara didalam waktu sementara..

yang menghasilkan interaksi sosial dan belajar berperan dalam lingkungan sosial dikeluarga tempat individu untuk belajar bersosialisasi : belajar untuk disiplin. Fungsi Afektif saling mengasuh. ikatan positif fungsi afektif adalah „sumber energi‟ 2. Fungsi Sosialisasi sosialisasi adalah proses perkembangan dan perubahan yang dilalui individu. dukungan.FUNGSI KELUARGA Friedmann (1986)  5 fungsi dasar keluarga. cinta kasih. normanorma. budaya. dan perilaku manusia melalui hubungan dan interaksi keluarga . saling menerima. sbb : 1. kehangataN. saling menghargai.

Fungsi Ekonomi memenuhi kebutuhan makanan. Kemampuan kelg  status kesh  sanggup menyelesaikan masalah . Fungsi Perawatan Kesehatan keluarga berperan melakukan praktek asuhan kesehatan: mencegah gangguan kesehatan/ merawat anggota keluarga yang sakit. Banyak pasangan dengan penghasilan tidak seimbang menjdai masalah berujung perceraian 5.FUNGSI KELUARGA 3. pakaian. 4. Fungsi Reproduksi keluarga berfungsi meneruskan keturunan dan menambah sumber daya manusia. dan tempat tinggal.

. namun secara umum polanya sama. * Tiap tahap perkembangan keluarga membutuhkan tugas dan fungsi secara.TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA * Tahap perkembangan keluarga dibagi sesuai kurun waktu tertentu yang dianggap stabil * Walaupun tahap perkembangan keluarga terjadi secara unik.

1998 ) Tahap I : Pasangan Baru (Keluarga Baru )  Tahap II : Keluarga Kelahiran Anak Pertama  Tahap III : Keluarga dengan Anak Pra-Sekolah  Tahap IV : Keluarga dengan Anak Sekolah  Tahap V : Keluarga dengan Anak Remaja  Tahap VI : Keluarga dengan Anak Dewasa (Pelepasan )  Tahap VII : Keluarga Usia Pertengahan  Tahap VIII : Keluarga Usia Lanjut  .Tahap Perkembangan Keluarga Berdasar Konsep Duvall dan Miller ( Friedman.

Penyakit kelamin baik sebelum/sesudah menikah. Aspek luas tentang KB. teman kelompok sosial ◦ Mendiskusikan rencana memiliki anak ( KB) Tugas Perawat : ◦ Penyesuaian seksual dan peran perkawinan. ◦ Konsep perkawinan tradisional : dijodohkan.hukum adat .Tahap I : Pasangan Baru ( Keluarga Baru ) newly established couple (no childarien) Dimulai saat individu lk /pr membentuk keluarga melalui perkawinan  Meninggalkan keluarga mereka masalahing-2 baik fisik/psikologis  Tugas Perkembangannya :   ◦ Membina hubungan intim yang memuaskan ◦ Membina hubunganungan dengan keluarga lain.

keluarga menanti kelahiran & mengasuh anak.5 years) Dimulai dari kelahiran anak pertama hingga bayi berusia 30 bln ( 2. pengenalan & penanganan masalah kesehatan fisik secara dini.5 tahun ). KB. interaksi. hubunganungan seksual ◦ mempertahankan hubungan yang memuaskan dengan pasangan. MASALAH KESEHATAN KELUARGA : ◦ Pendidikan maternitas fokus keluarga.  TUGAS PERKEMBANGAN KELUARGA :   ◦ Persiapan menjadi orang tua ◦ Adaptasi dengan perubahan anggota keluarga. .Tahap II : Keluarga Kelahiran Anak Pertama Chlid-bearing family ( oldest child birth to 2. ◦ ketidakadekuatan fasilitas perawatan ibu & anak. peran. konseling perkembangan anak. imunisasi. perawatan bayi.

privasi dan rasa aman.5 .luka .jatuh. keluarga lebih majemuk & berbeda. membantu anak untuk sosialisasi.5 years) Dimulai dengan anak pertama berusia 2.Ayah = Istri .  TUGAS PERKEMBANGAN :   ◦ memenuhi kebutuhan anggota keluarga seperti : tempat tinggal.Ibu = anak lk 2 -saudara = anak pr .saudari ). ( Suami .Tahap III : Keluarga Anak Usia Prasekolah Family With Preschool Childarien ( oldest child 2. pasangan dan anak ( paling repot ) MASALAH KESEHATAN : ◦ masalah kesehatan fisik : penyakit menular. pembagian tanggung jawab anggota keluarga ◦ Stimulasi tumbang anak ◦ Pembagian waktu untuk individu. ◦ Adaptasi dengan anak yang baru lahir & kebutuhan anak yang lain ◦ Mempertahankan hubungan yang sehat in/ekternal keluarga.5 .5 th.

Tahap IV : Keluarga Dengan Anak Sekolah Family With School Childarien ( oldest child 6 . keluarga sangat sibuk Aktivitas sekolah.13 years )       keluarga mencapai jumlah anggota yang maksimal. ◦ Mptahankan hubungan perkawinan yang bahagia. ◦ Memenuhi kebutuhan & biaya kehidupan yang semakin meningkat termasuk biaya kesehatan. anak punya aktivitas masing-2 Orang tua berjuang dengan tuntutan ganda : perkemb anak & dirinya Orang tua belajar menghadapi/membiarkan anak pergi ( dengan teman sebayanya ) Orang tua mulai merasakan tekanan yang besar dari komunitas di luar rumah ( sistem sekolah ) TUGAS PERKEMBANGAN KELUARGA : ◦ Mbantu sosialisasi anak : meningktk prestasi belajar anak. .

Tahap V : Keluarga Dengan Anak Remaja Family With Teenagers ( oldest child 13 -19/20 years ) Dimulai ketika anak pertama melewati umur 13 th.  Konflik p‟kemb‟n : menjadi tantangan perawat ◦ Otonomi yang meningkat ( kebebasan anak remaja ) ◦ Budaya anak remaja ( p’kemb dengan teman sebaya ) ◦ Kesenjangan antar generasi ( beda nilai-2 dengan ortu )  TUGAS PERKEMBANGAN : ◦ Menyeimbangkan kebebasan dengan tgjwb ketika remaja menjadi dewasa dan semakin mandiri ◦ Memfokuskan kembali hubungan perkawinan ◦ b’komunikasi secara t’buka antara ortu dengan anak-anak ◦ ortu menjadi suri tauladan  . berlangs 67 th  Tujuan keluarga tahap ini : melonggarkan ikatan yang memungkinkan tgjwb & kebebasan yang lebih optimal bagi remaja untuk menjadi dewasa muda.

tp promosi kesehatan tetap perlu diberikan. ◦ Perhatian pada gaya hidup keluarga yang sehat . penggunaan obat-2an. ◦ Terdapat beda persepsi antara ortu dengan anak remaja tenting sex education --> konseling hrs terpisah antara ortu dengan anak ◦ Persepsi remaja tentang sex education : uji kehamilan. mulai menggunakan rokok sbg alat pergaulan.alkohol.Tahap V : Keluarga Dengan Anak Remaja  Masalah-masalah kesehatan : ◦ masalah kesehatan fisik keluarga biasanya baik.kehamilan tdk dikehandaki  Konseling dan pendidikan tentang sex education menjadi sangat penting. alat kontrasepsi dan aborsi. AIDS. penyakit jantung koronen pada ortu ( usia 35 th ) ◦ pada remaja : kecelakaan. .

TUGAS PERKEMBANGAN : ◦ Memperluas siklus keluarga dengan memasukan anggt keluarga baru dari perkawianan anak-anaknya. Obesitas. DM. perawatan usia lanjut.Tahap VI : Keluarga Melepas Anak Usia Dewasa Muda Family As Launching Center ( oldest child gone to departure of youngest )    Dimulai Anak pertama meninggalkan rumah berakhir sama rumah menjadi kosong. Tahap ini bisa singkat bisa lama tgant juml anak ( biasa berlangs 6 . . ◦ Melanjutkan untuk m’p’baharui & menyesuaikan kembali hubungan perkawinan ◦ mbantu ortu lansia yang sakit-2an dari suami maupun istri. Menopause.7 th ) --> fak ekonomi mjd kendala.  MASALAH KESEHATAN : ◦ masalah komunikasi anak dengan ortu ( jarak ). Dll. masalah penyakit kronis : Hipertensi .Kolesterol.

◦ Memperkokoh hubungan perkawinan  MASALAH KESEHATAN : ◦ kebutuhan Promosi kesehatan : istirahat yang cukup. . ◦ masalah hubungan perkawinan. no smoking.Tahap VII : Keluarga Orang Tua Usia Pertengahan Middle-anged Family ( emptynest to retirement )    Dimulai anak terakhir keluar dan berakhir sampai pensiun at kematian pasangan. Biasanya dimulai saat ortu b’usia 45-55th & b’akhir saat masuk pensiun 16-18 th kemudian TUGAS PERKEMBANGAN : ◦ Menyediakan lingk yang meningkatkan kesehatan ◦ m’p’thn’k hubungan-2 yang memuaskan & penuh arti dengan para ortu lansia(teman sebaya) & anak-2. komunikasi dengan anak2 & teman sebaya. BB hrs ideal. kegiatan wkt luang & tidur. pemeriksaan berkala.masalah ketergantungan perawatan diri. olah raga t’atur. nutrisi.

perumahan ( pindah ikut anak/panti ) . Kehilangan yang lazim pada usia ini : ekonomi & pekerjaan (pensiun).Tahap VIII : Keluarga masalaha Pensiun & Lansia Aging Family ( retirement to death of both spouses )   Dimulai salah satu/keduanya pensiun sampai salah satu /keduanya meninggal. kesehatan (penurunan kemamp fisik ) TUGAS PERKEMBANGAN :  ◦ ◦ ◦ ◦ ◦ ◦ M’p’thn’k pengaturan hidup yang memuaskan Menyesuaikan dengan pendapatan yang menurun M’p’thn’k hubungan perkawinan Menyesuaikan diri thd kehilangan pasangan M’p’thn’k ikatan keluarga antar generasi Meneruskan untuk memahami eksistensi mereka ( penelaahan dan integrasi hidup ) . sosial (kematian pasangan & teman-2nya).

gigi dan pencegahan kecelakaan di rumah . istirahat. pemeriksaan mata. aktifitas.Lanjut tahap VIII MASALAH KESEHATAN • Perawatan pada ortu trutama penyakit kronis dari fase akut smpai rehabilitasi • Memperhatikan peningkatan masalah kesehatan spt : nutrisi.

5. 4.TUGAS KESEHATAN KELUARGA 1. MENGENAL MASALAH MENGAMBIL KEPUTUSAN MELAKUKAN PERAWATAN SEDERHANA MODIFIKASI LINGKUNGAN PEMANFAATAN FASILITAS KESEHATAN . 3. 2.

Pengertian b. Identifikasi tingkat keseriusan masalah pada keluarga . Tanda dan gejala d. Penyebab c. MENGENAL MASALAH a.1.

2.cara pencegahan . MENGAMBIL KEPUTUSAN a. MELAKUKAN PERAWATAN SEDERHANA a. Keputusan keluarga 3. Akibat b. Cara-cara perawatan yang sudah dilakukan keluarga b. Cara.

Frekuensi kunjungan . Pelayanan kesehatan yang biasa dikunjungi keluarga b.4. Lingkungan fisik b. MODIFIKASI LINGKUNGAN a. PEMANFAATAN FASILITAS KESEHATAN a. Lingkungan psikologis 5.

DEFINISI YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUARGA SEJAHTERA 1. seimbang antar anggota keluarga dengan masyarakat dan lingkungan 1. isteri atau suami-isteri dan anaknya. KELUARGA Unit terkecil dalam masyarakat terdiri atas: suami. memiliki hubungan yang sama. selaras. atau ayah dan anaknya atau ibu dan anaknya .B. KELUARGA SEJAHTERA Dibentuk berdasarkan perkawinan yang sah mampu memenuhi kebutuhan hidup spirituil dan materiil yang layak Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

untuk mewujudkan keluarga kecil. spiritual dan nilai-nilai agama.3. peningkatan kesejahteraan. mental. KELUARGA BERENCANA Upaya peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat melalui pendewasaan pembinaan ketahanan keluarga. kemandirian keluarga. dasar mencapai keluarga sejahtera . kesehatan. sosial budaya. KUALITAS KELUARGA Kondisi keluarga yang mencakup aspek pendidikan. ekonomi. bahagia dan sejahtera 4.

TAHAPAN KELUARGA 1. 4. 5. 2.C. 3. Keluarga prasejahtera Keluarga sejahtera tahap 1 Keluarga sejahtera tahap 2 Keluarga sejahtera tahap 3 Keluarga sejahtera tahap 3 plus .

interaksi dalam keluarga. KB. kesehatan 2. interaksi dengan lingkungan .1. Keluarga pra sejahtera: keluarga-keluarga yang belum dapat memenuhi kebutuhan dasar secara minimal seperti pengajaran agama. Keluarga sejahtera tahap 1 keluarga dapat memenuhi kebutuhan dasar secara minimal (sesuai kebutuhan dasar pada keluarga prasejahtera) tapi belum dapat memenuhi: Keseluruhan kebutuhan sosial psikologis keluarga seperti pendidikan. pangan. papa. sandang.

Keluarga sejahtera tahap 3 plus keluarga-keluarga yang dapat memenuhi semua kebutuhan keluarga pada tahapan 1 sampai 3 . namun belum dapat memberikan sumbangan (kontribusi) maksiaml terhadap masyarakat dan berperan secara aktif dalam mayarakat 5.3. Keluarga sejahtera tahap 3 keluarga-keluarga yang dapat memenuhi kebutuhan pada tahapan keluarga 1 dan 2. kebutuhan psikologis tetapi belum dapat memenuhi kebutuhan perkembangan (menabung dan memperoleh informasi) 4. Keluarga sejahtera tahap 2 keluarga2 yang dapat memenuhi kebutuhan dasar.

psikologis dan kebutuhan pengembangan keluarga 1. termasuk bila keluarga adalah PUS yang ingin menjadi akseptor KB . INDIKATOR KELUARGA SEJAHTERA  Terdapat 23 indikator yang menggambarkan tingkat pemenuhan kebutuhan dasar keluarga. Keluarga pra sejahtera 1) 2) 3) 4) 5) Melaksanakan ibadah menurut agama yang dianutnya masing-masing Makan dua kali sehari atau lebih Memiliki pakaian yang tersedia untuk berbagai keperluan Memiliki rumah yang sebagian besar lantainya bukan dari tanah Membawa anggota keluarga yang sakit ke pelayanan kesehatan. kebutuhan sosial.D.

2. Keluarga sejahtera 1 Bila keluarga sudah mampu melaksanakan indikator 1-5 (pada keluarga pra sejahtera) tetapi belum mampu melaksanakan indikator sbb: 6) Anggota keluarga melaksanakan ibadah secara teratur menurut agama yang dianut masingmasing 7) Makan daging/ ikan/ telur sebagai lauk-pauk paling kurang sekali dalam seminggu 8) Memperoleh pakaian baru dalam satu tahun terakhir 9) Luas lantai tiap penghuni rumah 8 m2 10) Anggota keluarga sehat dalam tiga bulan terakhir sehingga dapat melaksanakan fungsi .

keluarga yang masih pasangan usia subur (PUS). saat ini memakai kontrasepsi .11) Paling kurang satu anggota keluarga yang berumur 15 tahun keatas mempunyai penghasilan tetap 12) Bisa baca tulis latin bagi seluruh anggota keluarga yang berumur 10 sampai 60 tahun 13) Anak usia sekolah (7-15 tahun bersekolah) 14) Anak hidup dua atau lebih.

3. radio. majalah 21) Anggota keluarga mampu menggunakan . Keluarga sejahtera 2 Bila keluarga sudah mampu melaksanakan indikator 1-14 (pada keluarga sejahtera 1) tetapi belum mampu melaksanakan indikator sbb 15) Upaya keluarga meningkatkan/ menambah pengetahuan agama 16)Keluarga mempunyai tabungan 17)Makan bersama paling kurang sekali sekali 18) Ikut serta dalam kegiatan masyarakat 19)Rekreasi bersama/penyegaran palinbg kurang sebulan sekali 20)Memperoleh berita dari surat kabar. TV.

4. keluarga sejahtera 3 Bila keluarga sudah mampu melaksanakan indikator 1-21 (pada tahapan keluarga sebelumnya) tetapi belum mampu melaksanakan indikator sbb: 22) Memberikan sumbangan secara teratur (dalam kurun waktu tertentu) secara sukarela dalam bentuk materi kepada masyarakat 23) Aktif sebagai pengurus yayasan/institusi dalam kegiatan kemasyarakatan .

keluara sejahtera 3 plus Bila keluarga sudah mampu melaksanakan seluruh indikator keluarga sejahtera (yang berjumlah 23) .5.

pasal 2: Pembagunan keluarga sejah didtera diwujudkan melalui pengembangan kualitas keluarga diselenggarakan secara menyeluruh. PELAKSANAAN PEMBANGUNAN KELUARGA SEJAHTERA Diatur melalui PP No 21 tahun 1994.E. terpadu oleh masyarakat dan keluarga  Tujuan: Mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera bertaqwa kepada Tuhan YME. .

termasuk gizi ibu hamil. usaha tanaman obat keluarga dll 2.F. stimulasi perkembangan balita. Pembinaan ketahanan non fisik keluarga kegiatan-kegiatan yang bersifat meningkatkan ketahanan non fisik keluarga Contoh : pembinaan kesehatan mental keluarga. POKOK-POKOK KEGIATAN PEMBANGUAN KELG SEJAHTERA 1. konseling keluarga dll . Pembinaan ketahanan fisik keluarga Kegiatan-kegiatan yang bersifat meningkatkan ketahanan fisik keluarga Contoh : pembinaan gizi keluarga. stimulasi pertumbuhan balita. pembinaan kesehatan lingkungan keluarga.

HAPPY LEARNING AND GOOD LUCK THANK YOU .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->