P. 1
Bagian 4 Manajemen Sumber Daya Manusia

Bagian 4 Manajemen Sumber Daya Manusia

1.0

|Views: 8,402|Likes:
Published by wahyusoil unhas

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: wahyusoil unhas on Apr 03, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as TXT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/30/2013

pdf

text

original

Para guru seharusnya tahu persis apa saja bidang yang menurutnya
memerlukan pelatihan. Demikian juga halnya, kepala sekolah dan tenaga
administrasi lainnya akan mengetahui bidang-bidang manajemen yang
dipandang memerlukan peningkatan. Ini adalah pengetahuan intuitif yang
dimiliki seseorang ketika telah sekian lama menggeluti pekerjaannya.

Pengetahuan intuitif ini tidaklah memadai untuk mengembangkan program
pelatihan yang tepat. Diperlukan cara lain untuk menghimpun informasi
guna mengidentifikasi kebutuhan yang sesungguhnya. Pengamatan langsung
praktik penyelenggaraan sekolah yang diikuti dengan wawancara barangkali
teknik yang paling tepat. Namun, informasi itu dapat juga diperoleh lebih
efisien melalui kuesioner yang diisi para guru. Cara ini akan menunjukkan
bidang-bidang yang membutuhkan pelatihan. Cara lain adalah menerapkan
teknik curah gagasan, dengan catatan hal itu dilakukan secara terbuka dan
jujur.

Dalam pelaksanaan teknik curah gagasan, salah seorang anggota kelompok
ditugaskan menulis di papan tulis semua gagasan yang disampaikan oleh
anggota lainnya. Guru akan menyampaikan semua masalah yang mereka
alami dalam penyelenggaraan pembelajaran, dan semua itu ditulis tanpa

MANAJEMEN SEKOLAH

MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA

dikomentari. Ketika semuanya telah menyampaikan yang ingin disampaikan,
anggota kelompok kemudian mengelompokkan yang serupa dan
membahasnya secara singkat. Setelah itulah baru dilakukan diskusi
mendalam atas setiap masalah dan kemungkinan pelatihan sebagai cara
mengatasinya. Selama diskusi ini, masalah yang dibahas telah menjadi
masalah semua orang yang dapat mengganggu kelancaran sekolah.

Semua aspek penyelenggaraan sekolah sebenarnya berpotensi masalah dan
berikut ini hanya dibahas beberapa bidang masalah itu.

Masalah Manajemen/Administrasi

Masalah yang diidentifikasi dapat mencakup yang berikut.

Kurangnya partisipasi staf dalam keputusan manajemen.

Jeleknya perencanaan, misalnya mata pelajaran yang penting tidak
ditetapkan jauh sebelumnya, atau tidak ada guru yang menggantikan guru
yang absen, dan sebagainya.

Jeleknya komunikasi. Misalnya, anggota sekolah tidak mengetahui adanya
keputusan yang berpengaruh terhadap mereka
Pengajaran

Para guru mungkin merasa bahwa mereka akan jauh lebih berhasil dalam
mengajar peserta didik jika mereka lebih kompeten dalam hal metode
pembelajaran. Masalah yang lebih spesifik dapat mencakup yang berikut.

Sangat bergantung pada buku pelajaran dan teknik ceramah.

Memiliki pengetahuan mendalam atas suatu subyek, tetapi tidak tahu cara
yang baik mengajarkannya kepada peserta didik.

Jumlah peserta didik terlalu banyak dalam satu kelas sehingga tidak dapat
memberi perhatian khusus pada peserta didik yang mengalami kesulitan
belajar.

Hasil ujian peserta didik jelek sekalipun mereka tampaknya memahami
apa yang diajarkan dan melakukan pekerjaan rumah dengan baik.
Isi Pengajaran

Isi mata pelajaran yang diajarkan telah ditetapkan dalam standar isi
pendidikan secara nasional. Kebanyakan guru sangat bergantung pada buku
pelajaran sehingga lupa bahwa mereka juga perlu memperhatikan standar itu.
Dokumen standar isi menentukan apa yang harus tercakup dan kadar
perhatian yang harus diberikan dalam setiap aspeknya. Ketika standar
berubah, para guru mungkin membutuhkan pedoman untuk menafsirkan
dokumen yang baru. Mereka mungkin menemukan ada hal-hal yang tidak

MANAJEMEN SEKOLAH

MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA

pas dalam standar atau tidak mereka pahami karena belum mendapat
pelatihan mengenai hal itu.

Ujian/Ulangan

Silabus umumnya memuat instruksi spesifik tentang cara pelaksanaan ujian
atau ulangan. Masalah yang dihadapi guru dalam hal ini kemungkinan sangat
bersifat teknis praktis, seperti:

bagaimana mengetik dan menggandakan soal ujian/ulangan dengan rapi

bagaimana mengamankan soal ujian sehingga peserta didik tidak
memperolehnya sebelum ujian/ulangan

bagaimana menyimpan dokumen hasil ujian/ulangan

bagaimana menyusun soal ujian/ulangan yang secara akurat mencakup
semua isi pelajaran.
Perkembangan Anak

Para guru kemungkinan kompeten atau tetapi tidak memahami psikologi
perkembangan anak. Guru seperti ini kemungkinan perlu mempelajari
tahapan perkembangan anak serta cara memotivasi peserta didik untuk
belajar dan mendisiplinkan mereka secara adil.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->