P. 1
Bagian 4 Manajemen Sumber Daya Manusia

Bagian 4 Manajemen Sumber Daya Manusia

1.0

|Views: 8,402|Likes:
Published by wahyusoil unhas

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: wahyusoil unhas on Apr 03, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as TXT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/30/2013

pdf

text

original

Sangat ideal apabila sekolah memiliki sarana deteksi dini untuk mencegah
munculnya masalah disiplin sejak awal. Kewaspadaan kepala sekolah, guru,
dan staf mungkin dapat membantu. Namun, sering pula terjadi ketika
masalah disiplin berkembang perlahan-lahan sebelum benar-benar tampak
sebagai masalah. Jika disiplin menjadi masalah, diperlukan prosedur untuk
menanganinya. Prosedur tiga langkah berikut dapat dipedomani kepala
sekolah untuk menangani masalah-masalah pendisiplinan. Prosedur ini harus
diberitahukan kepada semua staf sebagai prosedur pendisiplinan yang
disepakati bersama. Jika tidak, pendisiplinan yang Anda lakukan akan
menuai protes yang dapat mengganggu stabilitas sekolah.

Langkah 1 Teguran Lisan

Langkah pertama dalam prosedur penilaian adalah memberikan teguran
lisan. Teguran ini harus Anda lakukan dengan cara yang tegas, tetapi tidak
membuat pelanggar disiplin merasa terluka dan menyimpan dendam.
Teguran keras dengan emosi yang terkendali akan lebih mudah diterima
ketimbang perkataan kasar yang mencerca. Teguran ini haruslah berkenaan
dengan tanggung jawab profesional guru dan harus dilakukan di kantor
kepala sekolah, bukan di depan orang lain. Teguran ini, sekalipun tidak

MANAJEMEN SEKOLAH

MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA

berupa tulisan, harus dicatat sebagai dokumen penting jika terjadi hal-hal
yang tidak diinginkan kemudian hari.

Langkah 2 Peringatan Tulisan

Jika teguran lisan tidak menghasilkan perubahan apapun, maka kepala
sekolah dapat menyampaikan peringatan tulisan. Teguran ini harus ditulis
dengan bahasa yang jelas dan tegas, yang memuat kesalahan yang dilakukan
dan akibat yang bakal timbul jika hal itu diulang lagi. Salinan surat peringatan
ini disimpan dengan baik dalam dokumen kepegawaian yang bersangkutan.

Langkah 3 Melapor ke Otoritas Kepegawaian

Jika masih tidak ada upaya untuk memperbaiki diri, tahap ketiga dalam
prosedur pendisiplinan adalah pelaksanaan tindakan lebih lanjut; misalnya
melaporkan ke otoritas kepegawaian. Otoritas ini bisa jadi dinas pendidikan
untuk sekolah negeri, atau yayasan untuk sekolah swasta. Salinan laporan itu
diberikan kepada guru atau staf bersangkutan.

Jika pelanggaran aturan yang dilakukan sifatnya lebih serius, maka yang
bersangkutan dapat segera diberhentikan. Contoh serius itu misalnya
menggelapkan uang sekolah, mencederai peserta didik dengan pukulan
bertubi-tubi, atau melakukan pelecehan seksual terhadap peserta didik.
Dalam pelanggaran berat seperti itu, biasanya perlu dilakukan tindakan
penskoran segera. Laporan penindakan itu perlu disampaikan kepada
otoritas pendidikan dan komite sekolah. Jika kepala sekolah memiliki
wewenang ia dapat langsung menindaklanjuti tindakan pendisiplinan itu.
Namun, penskoran atau pemberhentian staf/guru adalah tindakan yang
serius, sehingga kepala sekolah harus memiliki bukti nyata adanya
pelanggaran berat itu.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->