CONTOH MAKALAH KEPERAWATAN TERHADAP LANSIA YANG MENGALAMI GANGGUAN MENTAL

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pada negara-negara maju terjadi perubahan dramatik demografi penduduknya, yaitu meningkatnya populasi usia lanjut. Populasi usia diatas 65 tahun di Amerika Serikat diduga meningkat dari 33,5 juta pada tahun 1995 menjadi 39,4 juta pada tahun 2010 dan diperkirakan menjadi lebih dari 69 juta pada tahun 2030. Dengan peningkatan ini muncul masalah-masalah penyakit pada usia lanjut. Laporan Departemen Kesehatan tahun 1998, populasi usia lanjut diatas 60 tahun adalah 7,2 % (populasi usia lanjut kurang lebih 15 juta). Peningkatan angka kejadian kasus demensia berbanding lurus dengan meningkatnya harapan hidup suatu populasi . Kira-kira 5 % usia lanjut 65 - 70 tahun menderita demensia dan meningkat dua kali lipat setiap 5 tahun mencapai lebih 45 % pada usia diatas 85 tahun. Peningkatan angka kejadian dan prevalensi kasus demensia mengikuti meningkatnya usia seseorang. Dan menurut Dr Nora Sondakh, MA, lebih dari 50 % kasus demensia tergolong pada demensia tipe Alzheimer (AD). Setelah lewat usia 60 tahun, prevalensi dari demensia Alzheimer berlipat dua setiap kenaikan 5 tahun usia. “Dengan meningkatnya usia harapan hidup suatu populasi diperkirakan akan meningkat pula prevalensi demensia,” ujar Dr Nora sambil menambahkan kalau di seluruh dunia, diperkirakan lebih dari 30 juta penduduk menderita demensia dengan berbagai sebab. BAB II ISI Tujuan Instruksional : Setelah memeperlajari materi ini, peserta didik keperawatan diharapkan memiliki kemampuan untuk dapat memahami perawatan terhadap lansia yang mengalami gangguan mental meliputi : A. Lansia yang mengalami ketakutan B. Lansia yang menunjukkan agresi C. Lansia yang menunjukkan kemarahan D. Lansia yang mengalami kecemasan E. Lansia yang mengalami Depresi F. Lansia yang mengalami ketergantungan G. Lansia yang mengalami kekacauan H. Lansia yang mengalami manipulasi LANSIA YANG MENGALAMI KETAKUTAN A. Ketakutan adalah suatu reaksi emossonal yang diakui sebagai sumber gejala umum : a. Penolakan terhadapa pengobatan b. Sering membunyikan bel

Pertimbangan khusus dalam perawatan. Tindakan ini dapat berupa tindakan fisik. tujuan dan tindakan a. Selalu membuat permintaan yang tidak penting d. Arahkan pada dokter pertanyaan tentang diagnosa dan pengobatan dan klien lansia memerlukan jawaban tersebut ii. Agresif atau kritis terhadap petugas g. Keluhan somatik seperti diare dan mual B. Pertolongan segera dalam menghadapi ketakutan i. Tindakan ini mungkin saja realistis dan dilakukan demi penjagaan diri . Penolakan untuk mendengarkan petugas c. seringkali mengungkapkan keyakinan yang sangat tinggi atau mungkin merupakan tindakan yang tidak realistis dan ditujukan terhadap lingkungan atau bahkan ditujukan kepada dirinya sendiri. Anjurkan klien untuk mengulangi keterangan yang di berikan v. Tindakan keperawatan segera. Selalu atau kadang – kadang melawan bila ada perubahan tindakan perawatan d. Jika tidak berhasil konsultasi pada dokter b. Berikan kesempatan teman dan keluarganya mengekpresikan ketakutan mereka untuk memberi dorongan pada klien. Bertingkah laku kasar f. Pertimbangan khusus dalam perawatan. LANSIA YANG MENUNJUKKAN AGRESI A. Adanya tuntutan yang terus – menerus yang ditujukan terhadap petugas b.c. Gejala – gejala umum: a. untuk mengenal tingkah laku agresif dengan jalan : i. Jangan mambuat keputusan untuk klien iv. Peralihan Pelaksanaan siri sendiri i. B. Ikut serta dan berikan penerangan pada orang lain yang berminat. Menolong sesama untuk membantu klien secara tepat i. Pengertian Agresi adalah suatu tindakan yang bersifat menyerang sisertai dengan kekuatan. Luangkan waktu untuk bersama klien minimal 15 menit sehari ii. Batasi tingkah laku fisik yang membahayakan serta terangkan kepada klien lansia mengapa tindakan tersebut diambil . Selalu menangis f. Selalu menyenangkan hati perawat e. Berikan keterangan dengan hati – hati tentang semua kejadian iv. Bantu klien untuk menceritakan tentang kemajuan diagnosa dan ahsil penyakitnya c. tujuan dan tindakan : a. iii. kata – kata atau simbolis. Berbicara kasar e. Gunakan pertanyaan yang terbuka iii. Merasa ada tekan yang aneh dalam perut h. Selalu atau akdang – dakang tidak memperdulikan perintah – perintah dokter C. Berusaha mengenali sumber ketakutan yang luas ii. Dorong dan dengarkan untuk menceritakan tentang kejadian berbahaya atau perubahan besar dalam hidupnya iii.

Pertimbangkan dalam perawatan. B. Menolong sesama dengan tujuan membantu klien lansia secara tepat i. Sikap berbicara yang selalu buruk tehadap orang lain. emosi yang sebelumnya memang befungsi baik. mengkatnya rasa ketergantungan dan kekhawatirannya • Jangan mencoba untuk mempertahankan diri. b. mengendalikan diri serta mengatasi situasi perawatan sirumah sakit. Berikan pujian terhadap usaha klien lansia dalam mengontrol atau mengekpresikan tingkah laku agresifnya secara konstruktif. Berikan keleluasaan sebanyak mungkin salam mengambil keputusan. membaca atau merenda. Peralihan pelaksanaan perawatan diri sendiri: membimbing atau mengarahkan kembali ungkapan – ungkapan kebutuhan guna memperlihatkan kebebasan kontrol. memeprtahankan para petugas. Menekankan kepada petugas perawatan tentang pentingnya untuk tidak menghukum berat atau menolak usaha – usaha klien lansia dalm mengatasi masalahnya dengan mempergunakan tingkah lakunya yang secara fisik merusak. ketakutan kehilangan kontrol yang mungkin muncul. untuk dengarkan apa yang dikatakan olehklien lansia. Lakukan penilaian tindakan perawatan tersebut bersama klien lansia iii. iii. Menolak ketergantungan dengan petugas e. ii. Pengertian Kemarahan adalah perasaan tidak senang yang kuat. juga yang bersifat rutin datu sehari – hari bersama dengan klien lansia. Perawatan diri atau segeran demi penyadaran sikap marah. Menerangkan sebab.ii. Gejala – gejala umum : a. Melemparkan makanan atau barang – barang lain f. tidaur terlambat. Berbicara sembarangan b. mengurangi atau bila perlu menghilangkan kemarahan fisik yang memabahayakan dengan jalan: .sebab tingkah laku klien terhadap orang yang dekat dengan klien lansia. Kuatkan fungsi fisik. c. terutama terhadap petugas atau perawatan. ii. III LANSIA YANG MENUNJUKKAN KEMARAHAN A. Perhatian semacam ini di berikan pailng tidak sehari sekali. misalnya mencabut set infus atau IV C. iv. i. Rencanakan tindakan perawatan. Menolak makan atau minum d. Mengacaukan peralatan perobatan pada dirinya. tujuan serta tindakannya : a. ataupun memeprtahankan perawatan di rumah sakit. c. (agresi sering kali berhubungan dengan rasa takut) iii. Selalu memberitahukan kepada klien lansia tetang tindakan – tindakan yang dilaksanakan iv. bisanya karena konflik pertentangan. Berikan klien lansia kesempatan untuk merencanakan serta melakukan hal – hal yang disukainya. hal yang demikian hanya kan meningkatkan agitasi klien lansia. Memberikan pujian terhadap usah – usaha orang lain itu dalam rangka membantu klien lansia untuk mengatasi hal – hal tersebut. Mendorong dan memfasilitasi klien lansia untuk mengungkapkan perasaanya berhubungan dengan penyakit serta perawatannya dengan : • Mempergunakan pertanyaan yang bersifat terbuka • Duduk mendampingi dan mendengarkan klien lansia • Menerangkan bahwa agresi klien lansia itu dapat di karenakan rasa takut.

Menolong sesama dengan tujuan membantu klien lansia secara tepat : i. C. Misalnya pada suatu saat dimana klien lansia mendapat diet 1000 kalori dan kebetulan anggota keluarga membawakan makanan yang berlemak. Luangkan waktu bersama klien lansia. Pertimbang – pertimbangan khusus dalam perawatan. IV. pergunakanlah pertanyaan – pertanyaan terbuka c. tanyakan kepadanya kenapa marah. Meluangkan waktu bersama klien lansia setiap hari. Berusaha mengemukakan kenyataan secara perlahan – lahan dimulai dari kenyataan terkecil yang merisaukan misalnya klien dengan kolostomi yang menolak untuk mulai memperhatikan . Arahkan pembicaraan kepada segi – segi dari penyakitnya yang mengarah kepada perasaan tak senang dari klien lansia. orang lain yang dekat dengan klien lansia untuk menerangkan kebutuhan akan perasaan positif maupun perasan negatif terhadap segala sesuatu yang sedang atau menimpa dirinya. Peralihan pelaksanaan perawatan diri – sendiri. ii. Bantu dan dorong klien untuk mengekspresikan kemarahan kedalam kata – kata dan puji usaha klien lansia yang mau ikut bersama menggali sebab-sebab kemarahan tersebut b. ii. Gejala – gejala umum a. dukunglah usahanya untuk tetap bertahan serta berikan waktu untuk menerangkan kemarahannya. Mintalah klien lansia mengerjakan bagian – bagian perawatan yang khusus. Mengadakan penilaian terhadap tindakan perawatan bersama klien lansia sendiri v. Luangkan waktu untuk klien lansia.i. Tidak mampu berkonsentrasi atau tidak mengerti penjelasan – penjelasan. ajaklah bercakap – cakap. Perubahan tingkah laku b. Pengertian Kecemasan adalah perasaan yang tidak menyenangkan atau ketakutan yang tidak jelas dan hebat. Meremas – remas tangan d. B. Ini terjadi sebagai rekasi terhadap sesuatu yang dialami oleh seseorang. Mempermudah kebutuhan klien lansiauntuk mengungkapkan perasaan positif maupun perasan negatif melalui orang lain. Bertanya berulang – ulang e. Melibatkan klien lansia dalam perawatannya sendiri dengan sadar iii. iv. Bicara cepat c. Bila klien menolak untuk menjawab berikanlah contoh tentang hal – hal yang menyebabkan kemarahan iii. Puji usaha orang yang dekat dengan klien lansia tersebut yang mendorong klien lansia untuk mengekpresikan kemarahannya secara kontruktif. LANSIA YANG MENGALAMI KECEMASAN A. Perawatan segera untuk mengenali penolakan i. Mempermudah klien lansia untuk mengungkapkan perasaanya terhadap penyakit. tujuan dan tindakan a. Berusahan mengindentifikasi pikiran – pikiran yang paling membahayakan dengan cara mengobservasi klien lansia bila sedang mengalami puncak reaksinya. perawatan serta pengobatannya: i. Beritahukan kepada klien lansia bahwa ada tidak akan membiarkan dirinya melanjutkan tindakan keras ii. iii. Puji usaha – usahanya mengungkapkan perasaanya terhadap sesuatu yang sedang terjadi . sedang selama itu anda mengejakan bagian yang lainnya. Mengajak klien lanisa untuk turut dalam merencanakan perawatannya ii. iv.

Berikan perhatian sebentar – sebentar dan sering v.atau merawat kolostominya. tujuan dan tindakan a. Setelah dijelaskan dengan hati – hati tentukan batas. vii. Terangkan kepadanya bahwa anda tidak akan mengizinkan untuk terlalu tergantung karena anda menghormatinya dan sadari bahwa ia sanggup melakukan hal – hal untuk dirinya sebelum dirawat dan anda tidak mau merebut kemampuannya itu b. kembalilah pada waktu tersebut atau kirim orang lain untuk mengganti bila berhalangan. Peralihan pelaksanaan diri sendiri . tempat. b. Terus menerus menyatakan dengan kata – kata dan kelakuan. Menolong sesama dengan tujuan untuk membantu klien lansia secara tepat. c. Usahakan untuk mengetahui sumber – sumber ketergantungan klien lansia. Menolak untuk mempelajari cara – cara baru dalam merawat diri sendiri yang telah berbeda. Melibatkan orang lain dalam membantu klien lansia menetukan perasaanya ii.pihak lain tersebut memuji usaha klien lanisa untuk menerima kenyataan. Perawatan segera dalam menanggapi adanya kelakuan ketergantungan i. e. Pelaksanaan perawatan diri sendiri Memeprmudah proses penerimaan dirinya sendiri agar klien lansia aktif ikut serta. vi. bahwa ia tidak berdaya dan tidak mampu mengerjakan sesuatu pun sendiri. Duduklah bersama klien sekurang – kurangnya sehari sekali. akan tetapi berikan perawatan yang cocok bagi para klien dan bicarakan sesering mungkin bersamanya. iii. ii. Jangan mencela atau menunjukkan kelakuan ketergantungan klien lansia . Minta supaya tidak dipindahkan dari bagian – bagian khusus kebagian – bangian lain. Jangan menyokong penolakan klien lanisa. i. Dalam situasi demikian mulailah membicarakan masalah diet bersama klien tetapi kemudian arahkan pembicaraan segera perlahan – lahan pada masalah diet untuk klien dengan kolostomi. Meluangkan waktu utnuk menerangkan kepada mereka yang bersangkutan tentang apa yang sedang terjadi pada diri klien lansia serta hal – hal yang dapat dilakukan dalam rangka membantu.batas untuk banyak dan jenis kelakuan yang bisa diterima oleh staf perawat. Beritahukan kepadanya bila perawat akan datang lagi. penetraman hati serta pemenuhan kebutuhan B. iv. Puji klien lansiauntuk mengungkapkan keresahan atau perasaan sedihnya dengan mempergunakan pertanyaan – pertanyaan terbuka. i. iii. iii.LANSIA YANG MENGALAMI KETERGANTUNGAN A. Melibatkan klien lansia dalam perawatannya. dan macam perawatannya. Pengetian Ketergantungan adalah meletakkann kepercayaan kepada orang lain atau benda – benda lain untuk bentuan yang terus – menerus. V. d. Menolak untuk ikut serta dalam perawatan diri sendiri b. Pertimbangan – pertimbngan khusus dalam perawatan. ii. Gejala – gejala umum : a. jangan samapai menolak. mendengarkan dan meluangkan waktu untuk bersamanya setiap hari. Menyadarkan pihak – pihak lain akan pentingnya pemerian hukuman (bukan hukuman fisik) apabila klien lansia mempergunakan penolakan (denial). C. iv. Menolak dan atau tidak mampu mengambil keputusan. Misalnya dalam perencanaan waktu. f. Hendaknya pihak. Terus menerus meminta staf perawat untuk melaksanakan apa yang sanggup ia lakukan sendiri c.

Puji orang – orang yang paling pentinghubungannya dengan klien bila mereka membantu klien lansia untuk menjadi tidak lansung. diabetes. c. i. Megeluh tidak enak badan. Berikan bantuan dan pujian atas usahanya yang mengarah kepada kemampuan berdiri sendiri iii. Beri penjelasan. kemiskinan. kesepian berkabung. c.beri pujian bila ia turut ambil bagian. ii. Penyebab a. Susah tidur malam hari dan bangun terlambat D. dan untuk memudahkan usaha pihak lain dalam membantu klien klanisa memperolaeh kemampuan berdiri sendiri. birakan ia mengambil keputusan. Dapat berupa sandaran yang ditujukan pada diri sendiri atau perasaan marah yang mendalam (wahjudi Nugroho. Perlahan – lahan ikut sertakan klien lansia dan mulai dengan stu macam kegiatan dulu. post stroke dll) memudahkan terjadinya depresi. sedih atau cepat capek j. Katakan bahwa orang – orang yang enting kaitannya dengan klien lansia bahwa mereka akan sangat membantu dengan membiarkan klien lansia melakukan beberapa hal sendiri. Faktor biologik Usia lanjut mengalami kebilangan dan kerusakan banyak sel syaraf maupun zat neurotransmitter. Menolong sesama dengan tujuan membantu pihak lain untuk menolong klien lansia secara tepat.serta . Untuk memudahkan pihak lain mengenali usaha klien lansia untuk bergantung pada orang lain. Inisiatif menurun dan apatis d. Gejala – gejala umum a. kemudian emberikan pujian atas usahnya tersebut. iii. VI. Perasaan tidak berharga dan rasa bersalah yang berlebihan f. kehilangan semangat. Pandangan kosong b. kurang rasa keakraban dan ketidakberdayaan karena menderita penyakit kronis. Berdamai dengan kekurangan dan kekecewaan hidupnya. dengan hati – hati mengenai kebutuhan klien lansia untuk menjadi lebih baik tidak tergantung pada keluarga dan teman – teman. Pengetian Depresi adalah suatu perasaan sedih dan pesimis yang berhubungan dengan suatu penderitaan. LANSIA YANG MENGALAMI DEPRESI A. Faktor psikologik Rasa rendah diri atau kurang percaya diri. jangan semuanya. Aktifitas menurun h. membimbing pasien untuk lebih mengenal aspek – aspek salam kehidupannya. Ketidakmampuan untuk berkonsentrasi atau membuat keputusan e. Faktor sosial Berkurangnya interaksi sosial. Kurangnya nafsu makan i. resiko genetik maupun adanya penyakit tertentu (kanker. mulailah dengan satu atau dua keputusan. Penarikan diri dari aktifitas sosial g. b. Terapi psikososial Tujuan terapi lebih bersifat suportif. Ikut sertakna dalam membuat rencanan perawatannya. C. Kurang atau hilangnya perhatian diri. ii. tapi jangan dibesar – besarkan. Gejala – gejala umum a. orang lain dan lingkungan c. 1995:77) B.i.

Harga diri rendah kronik berhubungan dengan perasaan tidak berharga dan kegagalan sekunder. bangku toilet yang dapat diangkat. • Dapatkan pakaian dengan memodifikasi kencing sesuai indikasi • Dorong/bantu dengan perawatan mulut/gigi setiap hari • Kolaborasi dengan ahali terapi fisik dan dokter b. Pengkajian Fokus a. Peralihan pelaksanaan perawatan diri sendiri c. penampilan yang tidak terpelihara Intervensi : • Tentukan kemampuan saat ini (skala 0-4)dan hambatan untuk partisipasi dalam perawatan • Ikut sertakan pasein dalam formulasi rencaa perawatan pada tingkat kemampuan • Dorong perawatan diri • Berikan dan tingkatkan pribadi. ditandai dengan: • Pengungkapan diri yang negative • Ekspresi rasa besalah • Buruknya penampilan tubuh Intervensi :(miller. Terapi biologik Berupa obat – obatan anti depresan. Pertolongan segera untuk mengatasi depresi b. Pertimbangan – pertimbangan khusus dalam perawatan.1999) . termasuk selama mandi • Gunakan perlengkapan khusus sesuai kebutuhan. hindari kedinginan. tujuan dana tindakan a. Dimulai dengan dosis kecil. Kurang perawatan diri berubungan dengan depresi atau keputusasaan. selanjutnya dosis pemeliharaan dipertahankan selama 2 sampai 6 bulan. Data subjektif • Penolakan untuk bersosialisasi dengan sesama lansia • Inisiatif menurun • Aktivitas menurun • Penurunan nafsu makan • Susah tidur atau insomnia • Kurang memeperhatikan perawatan diri b. Data objektif • Menarik diri dari lingkungan klien merasa bersalah dan tetekan • Suka menyendiri • Menolak ikut serta dalam perawatan • Kebersihan tidak terjada • Pandangan kosong B. b. E. gunakan 2 orangan atau pengangkat mekanis jika dipelukan.meningkatkan kemampuan untuk menyelesaikan masalah. Menolong sesama dengan tujuan membantu klien lanjut usia secara tepat memudahkan kemampuan staf memulai mengubah klien lanjut usia. Konsep asuhan keperawatan A. misal kursi untuk memindahkan. Diagnosa Keperawatan dan Intervensi a. • Berikan mandi dalam bak. dinaikan secara bertahap. • Berikan keramas rambut sesuai kebutuhan dan perawatan kuku. ditandai dengan : Ketidakmampuan untuk mengatasi AKS.

Lebih kacau pada waktu malam hari dari pada siang hari. B. • Buat jadwal kontak sosial secara teratur. Pengertian Kekacauan adalah sifat atau kadaan yang sering membingungkan merupakan ketidak sanggupan untuk atau merangkaikan kata atau peristiwa secara khusus. guling. c. barangn – barang pribadi dan pengalaman masa lalu. Isolasi sosial berhubungan dengan ketidak mampuan untuk memulai aktifitas untuk mengurangi isolasi sekunder akibat tingkat enegi rendah. c.• Kenali individu berdasarkan namanya • Gunakan nada suara yang anda gunakan untuk kelompok sebaya anda • Hindari kata – kata yang berkaitan dengan bayi ( misal popok) • Tanyakan tentang foto keluarga. misal bantal. • Instruksikan tindakan relaksasi • Kurangi kebisingan dan lampu • Dorong posisi nyaman. Gejala – gejala umum a. • Dorong beberapa aktifitas fisik ringan selama siang hari. tempat dan orang. • Hindari memberi atribut ketidakmampuan dengan ”usia tua” • Ketuk pintu kamar tidur dan kamar mandi • Berikan individu cukup waktu untuk mnyelesaikan tugas dalam batas kemampuannya. Ketidak mampuan untuk menyimpan informasi yang berikan f. • Cocokkan dengan sekamar yang mempunyai pola tidur serupa dan kebutuhan malam hari. • Tingkatkan regimen kenyamanan waktu tidur. misal kelompok pengajian. • Perasaan penolakan dan tidak berguna kurang aktifitas • Menolak untuk berinteraksi dengan orang lain Intervensi : • Kontak dengan keluarga dan teman dekat • Dorong berhubungan dengan orang lain • Masuklah dalam kelompok aktivitas. rendahkan temat tidur bila mungkin. terbangun lebih dini dari lingkungan • Peubahan pada prilaku atau penampilan yang emningkatkan peka rangsang. b. Menurunnya perhatian d. • Berikan tempat tidur yang nyaman dan beberapa milik pribadi. jamin pasien berhenti beraktifitas beberapa jam sebelum tidur. Daya ingat terhadap hal – hal yang baru terjadi terganggu e. Keadaan ini dapt bersifat sementara atau menetap. . Ganguaan pola tidur behubungan dengan faktor internal : Stress psikologis ditandai dengan : • Keluhan kesulitan terlelap atau tidak merasa segar • Tidur terganggu. bantu dalam mengubah posisi • Gunakan pagar tempat tidur sesuai indikasi. LANSIA YANG MENGALAMI KEKACAUAN Konsep dasar A. Tampak ngantuk sepanjang hari. ditandai dengan : • Ketidakmampuan untuk berkonsentrasi dan membuat keputusan. Kabur atau tak dapat mengidentifikasi waktu. misal : mandi hangat dan masase serta segelas susu hangat. VII. d. malas Intervensi : • Tentukan kebiasaan tidur biasanya dan perubahan yang terjadi.

di manifestasikan dengan : • Klien sering keliahatan marah • Sebagian teman sekamar dan sewisma kurang menyenangi karena sering marah. Gejala – gejala umum : a. • Puji klien dalam usahanya untuk kebersamaan dengan orang lain dan ikut serta dalam lingkungannya. B. Intevensi : • Meluangkan waktu utnuk bersama beserta perawat atau klien lenajut usia yang lebih tenag terutama waktu makan. Diagnosa keperawatan a. • Mempersilahkan klien duduk dengan orang lain. iii. sedapat mungkin bersama dengan klien lain. Serangan jasmani B. Menurunnya pehatian. banyak gerak tanpa tujuan.g. Gelisah. Pura – pura tidak membutuhkan bantuan . Ketidakmampuan untuk menyimpan infromasi yang diberikan. h. Kerusakan interaksi sosial berhubungan dengan rasa takut akan pendekatan dan kegagalan interaksi. • Klien langsung menghindar jika temannya berusaha untuk mendekatinya. Serangan jasmani Konsep Asuhan keperawatan A. Koping individu tidak berhubungan dengan gangguan emosional. mislaanya : latihan olahragadan berbicara. ii. b. banyak gerak tanpa tujuan. Daya ingat tehadap hal – hal yang baru terjadi terganggu. • Lakukan tindakan pengamanan untuk mencegah luka pada klien dan orang lain. b. dimanefesatsikan dengan : • Sebagian teman klien menghindari jika klien berusaha mendekatinya • Klien sering kelihatan cepat marah dan emosi atau ucapa temannya. Pengkajian fokus a. • Bawa klien keluar dari kamrnya. Intervensi • Mencari penyebab kekacauan dan jika ada. Data subjektif i. LANSIA YANG MENUNJUKKAN GEJALA MANIPULASI Konsep Dasar A. Data objektif i. Gelisah. VIII. • Klien selalu cemberut bila ditanya oleh temannya. Tampak ngantuk ii. • Tetap melibatkan klien dalam beraktivitas. • Tetap menginginkan bahwa klien mempunyai kebutuhan dan hasrat. apakah dapat dihilangkan misalnya: ketidakseimbangan elektrolit dapat menyebabkan kekacauan itu akan hilang. iii. • Bersikap jujur pada klien. Pengertian Manipulasi dalah proses bertingkah laku seseorangan dalam menghadapi orang lain dengan tujuan untuk sekedar memuaskan kehendak oranglain maupun diri sendiri dengan cara cerdik atau bahkan tidak jujur penuh tipu muslihat. juga mengajak bila masuk kamar.

Depresi adalah suatu perasaan sedih dan pesimis yang berhubungan dengan suatu penderitaan. 2004. Tony : Panduan Gerontologi Tinjauan dari Berbagai Aspek : Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. Lansia yang mengalami manipulasi b. b. EGC. Jakarta. Pertimbangan – pertimbagan khusus dalam perawatan. bertujuan mengurangi derajat tingkah laku. f. Lansia yang mengalami ketergantungan.menyadarkan klien lanjut usia akan tingkah laku akan tingkah laku manipulasinya serta pengaruh – pengaruh muncul terhadap orang lain BAB III PENUTUP A. Lansia yang menunjukkan kemarahan.b. Menolong sesuai dengan tujuan membantu klien lanjut usia secara tept. 1995:77) e.Lansia yang mengalami kecemasan. 2004. Setiabudhi. Kekacauan adalah sifat atau kadaan yang sering membingungkan merupakan ketidak sanggupan untuk atau merangkaikan kata atau peristiwa secara khusus. Jakarta. Perawatan segera dalam menghadapai tingkah laku manipulatif . bisanya karena konflik pertentangan. perawat dan dokter c. tujuan dan tindakan perawatan. d. Merilyn. Manipulasi dalah proses bertingkah laku seseorangan dalam menghadapi orang lain dengan tujuan untuk sekedar memuaskan kehendak oranglain maupun diri sendiri dengan cara cerdik atau bahkan tidak jujur penuh tipu muslihat. DAFTAR PUSTAKA Brunner & Suddarth. Lansia yang mengalami Depresi. C. Selalu menunjukkan tuntutan – tuntutan yang tidak jelas. a. Dapat berupa sandaran yang ditujukan pada diri sendiri atau perasaan marah yang mendalam (wahjudi Nugroho. Perawatan terhadap lansia yang mengalami gangguan mental meliputi :Lansia yang mengalami ketakutan. Lansia yang menunjukkan agresi. Mansjoer. Kesimpulan a. Pura – pura beriskap memuji perawat atau petugas bila sedang berhadapan langsung akan tetapi segera menjelekkannya di hadapan orang lain. Ini terjadi sebagai rekasi terhadap sesuatu yang dialami oleh seseorang. 2005 Category: Pelajaran Kirimkan Ini lewat Email . 2003. EGC. d. Kapita Selecta Jilid I. Arif. g. Doenges E. Mengadu domba antara petugas. Keadaan ini dapt bersifat sementara atau menetap. Kemarahan adalah perasaan tidak senang yang kuat. Jakarta. Lansia yang mengalami kekacauan. Ketakutan adalah suatu reaksi emossonal yang diakui sebagai sumber gejala umum : c. EGC. Hardywinoto. Kecemasan adalah perasaan yang tidak menyenangkan atau ketakutan yang tidak jelas dan hebat. Keperawatan Medikal Bedah 3. Rencana Asuhan Keperawatan. Peralihan ke pelaksanaan perawtan dari diri sendiri c. Jakarta.