P. 1
Modul Pancasila 3 Pancasila Sebagai Sistem Filsafat

Modul Pancasila 3 Pancasila Sebagai Sistem Filsafat

|Views: 27|Likes:
Published by tmee
1
Pancasila– Drs. Indri Djanarko Fakultas Ekonomi – Univ. Narotama Surabaya
BAB III
PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT
A. Pancasila Sebagai Suatu Sistem
1. Pengertian Sistem
Menurut Prof. Dr. Winardi, SE ada 3 definisi (pengertian) system
(a). Sistem adalah keseluruhan bagian yang saling mempengaruhi satu
dengan lainnya menurut satu rencan yang ditentukan, untuk mencapai
tujuan tertentu. (H. Thierry)
(b). Sistem adalah seperangkat bagian yang saling berhubungan, bekerja
bebas mengejar keseluruhan tujuan dengan kesatuan lingkungan.
(William A. Shorde/Dan Voich Jr)
(c). Sistem adalah himpunan unsur (elemen) yang saling mempengaruhi
untuk mana hukum tertentu menjadi berlaku. (Ludwig Von Bertalanffy)
Definisi ini menekankan pada:
1. Kelakuan berdasarkan tujuan tertentu
2. Keseluruhan melebihi bagian
3. Keterbukaan sistem saling berhubungan dengan sebuah sistem
yang lebih besar, yakni lingkungannya.
4. Tranformasi, bagian-bagian yang bekerja menciptakan sesuatu yang
mempunyai nilai.
5. Antar hubungan berbagai bagian harus cocok dengan yang lainnya.
6. Mekanisme kontrol, yakni adanya kekuatan yang mempersatukan
2
Pancasila– Drs. Indri Djanarko Fakultas Ekonomi – Univ. Narotama Surabaya
dan mampu mempertahankan sistem tersebut.
Pendapat lain Pengertian Sistem:
Yang disebut sistem (kata benda), sistematis/sistematik (kata sifat), adalah:
1. Sesuatu (negara, organisasi, tubuh) yang terdiri dari beberapa bagian,
elemen, komponen
2. Diantara bagian, elemen, komponen saling berhubungan (relasi) dan
saling berkesesuaian (relevansi)
3. Diantara bagian tidak saling bertentangan (kontradiksi),
4. Di antara bagian saling melengkapi dan mempengaruhi,
5. Diantara bagian merupakan satu kesatuan (Unity) tak terpisahkan
(komprehensif integralistik),
6. Diantara bagian mempunyai tujuan (goal/teleologis) yang sama.
2. Pancasila Sebagai Suatu Sistem
Berdasarkan penjelasan tentang pengertian sistem tersebut di atas, maka
Pancasila sudah memenuhi syarat sebagai sebuah sistem, atau dengan kata lain
Pancasila bersifat sistematis/sistematik, karena:
1. Pancasila terdiri dari beberapa Sila, yakni Lima Sila
2. Diantara Lima Sila mempunyai hubungan yang sifatnya hirarkis (Sila
pertama: Ketuhanan mendasari dan menjiwai Sila kemanusiaan, Sila
persatuan, Sila kerakyatan dan Sila keadilan
3. Diantara Sila-Sila dalam Pacasila tidak saling bertentangan, bahkan
merupakan satu kesatuan yang bersifat komprehesif integralistik,
3
Pancasila– Drs. Indri Djanarko Fakultas Ekonomi – Univ. Narotama Surabaya
saling mendukung dan saling melengkapi.
4. Diantara Sila-Sila dalam Pancasila mempunyai tujuan dan fungsi yang
sama, sebagai Dasar Negara, Dasar Filsafat Bangsa, Ideologi maupun
sebagai Pandangan Hidup (way of life) Bangsa Indonesia.
B. Pancasila Sebagai Sistem Filsafat
1. Pengertian Filsafat
a. Pengertian Filsafat Secara Etimologis
Kata filsafat berasal dari bahasa Yunani, yang terdiri dari dua kata, yakni
philos, philia, philien yang artinya senang, teman dan cinta dan sophos, sophia dan
sophien yang artinya kebenaran (truth), keadilan (justice), dan bijaksana (wise) atau
kebijaksanaan (wisdom). Pengertian filsafat secara etimologis dapat disimpulkan
adalah Cinta kebenaran atau cinta kebijaksanaan/kearifan.
Selain itu kata filsafat berasal dari bahasa Arab, dari falsafah, dari bahasa
Inggris yaitu philosophy, bahasa Indonesia filsafat (kata sifat filsafati) atau filosofi
(kata sifat filosofis), falsafah yang semuanya mempunyai arti yang sama.
b. Pengertian Filsafat Secara Definitif
- Pengertian filsafat dari Ahli (Filsuf):
1. Plato: filsafat adalah ilmu pengetahuan yang berminat mencapai
kebenaran yang asli.
2. Aristoteles: filsafat adalah ilmu pengetahuan yang meliputi
kebenaran yang terkandung di dalamnya ilmu-ilmu
metafisika, logika, retorika, etika, politik dan estetika.
3. Immanuel Kant: Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang menjadi
4
Pancasila– Drs. Indri Djanarko Fakultas Ekonomi – Univ. Na
1
Pancasila– Drs. Indri Djanarko Fakultas Ekonomi – Univ. Narotama Surabaya
BAB III
PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT
A. Pancasila Sebagai Suatu Sistem
1. Pengertian Sistem
Menurut Prof. Dr. Winardi, SE ada 3 definisi (pengertian) system
(a). Sistem adalah keseluruhan bagian yang saling mempengaruhi satu
dengan lainnya menurut satu rencan yang ditentukan, untuk mencapai
tujuan tertentu. (H. Thierry)
(b). Sistem adalah seperangkat bagian yang saling berhubungan, bekerja
bebas mengejar keseluruhan tujuan dengan kesatuan lingkungan.
(William A. Shorde/Dan Voich Jr)
(c). Sistem adalah himpunan unsur (elemen) yang saling mempengaruhi
untuk mana hukum tertentu menjadi berlaku. (Ludwig Von Bertalanffy)
Definisi ini menekankan pada:
1. Kelakuan berdasarkan tujuan tertentu
2. Keseluruhan melebihi bagian
3. Keterbukaan sistem saling berhubungan dengan sebuah sistem
yang lebih besar, yakni lingkungannya.
4. Tranformasi, bagian-bagian yang bekerja menciptakan sesuatu yang
mempunyai nilai.
5. Antar hubungan berbagai bagian harus cocok dengan yang lainnya.
6. Mekanisme kontrol, yakni adanya kekuatan yang mempersatukan
2
Pancasila– Drs. Indri Djanarko Fakultas Ekonomi – Univ. Narotama Surabaya
dan mampu mempertahankan sistem tersebut.
Pendapat lain Pengertian Sistem:
Yang disebut sistem (kata benda), sistematis/sistematik (kata sifat), adalah:
1. Sesuatu (negara, organisasi, tubuh) yang terdiri dari beberapa bagian,
elemen, komponen
2. Diantara bagian, elemen, komponen saling berhubungan (relasi) dan
saling berkesesuaian (relevansi)
3. Diantara bagian tidak saling bertentangan (kontradiksi),
4. Di antara bagian saling melengkapi dan mempengaruhi,
5. Diantara bagian merupakan satu kesatuan (Unity) tak terpisahkan
(komprehensif integralistik),
6. Diantara bagian mempunyai tujuan (goal/teleologis) yang sama.
2. Pancasila Sebagai Suatu Sistem
Berdasarkan penjelasan tentang pengertian sistem tersebut di atas, maka
Pancasila sudah memenuhi syarat sebagai sebuah sistem, atau dengan kata lain
Pancasila bersifat sistematis/sistematik, karena:
1. Pancasila terdiri dari beberapa Sila, yakni Lima Sila
2. Diantara Lima Sila mempunyai hubungan yang sifatnya hirarkis (Sila
pertama: Ketuhanan mendasari dan menjiwai Sila kemanusiaan, Sila
persatuan, Sila kerakyatan dan Sila keadilan
3. Diantara Sila-Sila dalam Pacasila tidak saling bertentangan, bahkan
merupakan satu kesatuan yang bersifat komprehesif integralistik,
3
Pancasila– Drs. Indri Djanarko Fakultas Ekonomi – Univ. Narotama Surabaya
saling mendukung dan saling melengkapi.
4. Diantara Sila-Sila dalam Pancasila mempunyai tujuan dan fungsi yang
sama, sebagai Dasar Negara, Dasar Filsafat Bangsa, Ideologi maupun
sebagai Pandangan Hidup (way of life) Bangsa Indonesia.
B. Pancasila Sebagai Sistem Filsafat
1. Pengertian Filsafat
a. Pengertian Filsafat Secara Etimologis
Kata filsafat berasal dari bahasa Yunani, yang terdiri dari dua kata, yakni
philos, philia, philien yang artinya senang, teman dan cinta dan sophos, sophia dan
sophien yang artinya kebenaran (truth), keadilan (justice), dan bijaksana (wise) atau
kebijaksanaan (wisdom). Pengertian filsafat secara etimologis dapat disimpulkan
adalah Cinta kebenaran atau cinta kebijaksanaan/kearifan.
Selain itu kata filsafat berasal dari bahasa Arab, dari falsafah, dari bahasa
Inggris yaitu philosophy, bahasa Indonesia filsafat (kata sifat filsafati) atau filosofi
(kata sifat filosofis), falsafah yang semuanya mempunyai arti yang sama.
b. Pengertian Filsafat Secara Definitif
- Pengertian filsafat dari Ahli (Filsuf):
1. Plato: filsafat adalah ilmu pengetahuan yang berminat mencapai
kebenaran yang asli.
2. Aristoteles: filsafat adalah ilmu pengetahuan yang meliputi
kebenaran yang terkandung di dalamnya ilmu-ilmu
metafisika, logika, retorika, etika, politik dan estetika.
3. Immanuel Kant: Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang menjadi
4
Pancasila– Drs. Indri Djanarko Fakultas Ekonomi – Univ. Na

More info:

Categories:Types, Reviews
Published by: tmee on May 03, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/23/2013

pdf

text

original

BAB III PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT

A. Pancasila Sebagai Suatu Sistem
1. Pengertian Sistem Menurut Prof. Dr. Winardi, SE ada 3 definisi (pengertian) system (a). Sistem adalah keseluruhan bagian yang saling mempengaruhi satu dengan lainnya menurut satu rencan yang ditentukan, untuk mencapai tujuan tertentu. (H. Thierry) (b). Sistem adalah seperangkat bagian yang saling berhubungan, bekerja bebas mengejar keseluruhan tujuan dengan kesatuan lingkungan. (William A. Shorde/Dan Voich Jr) (c). Sistem adalah himpunan unsur (elemen) yang saling mempengaruhi untuk mana hukum tertentu menjadi berlaku. (Ludwig Von Bertalanffy) Definisi ini menekankan pada: 1. Kelakuan berdasarkan tujuan tertentu 2. Keseluruhan melebihi bagian 3. Keterbukaan sistem saling berhubungan dengan sebuah sistem yang lebih besar, yakni lingkungannya. 4. Tranformasi, bagian-bagian yang bekerja menciptakan sesuatu yang mempunyai nilai. 5. Antar hubungan berbagai bagian harus cocok dengan yang lainnya. 6. Mekanisme kontrol, yakni adanya kekuatan yang mempersatukan
1

Pancasila– Drs. Indri Djanarko

Fakultas Ekonomi – Univ. Narotama Surabaya

Sila kerakyatan dan Sila keadilan 3. komponen saling berhubungan (relasi) dan saling berkesesuaian (relevansi) 3. Diantara Lima Sila mempunyai hubungan yang sifatnya hirarkis (Sila pertama: Ketuhanan mendasari dan menjiwai Sila kemanusiaan. organisasi. 6. Pendapat lain Pengertian Sistem: Yang disebut sistem (kata benda). 4. elemen. Pancasila terdiri dari beberapa Sila. Diantara bagian mempunyai tujuan (goal/teleologis) yang sama. Narotama Surabaya . Sesuatu (negara. adalah: 1. Di antara bagian saling melengkapi dan mempengaruhi. 5. Diantara Sila-Sila dalam Pacasila tidak saling bertentangan. tubuh) yang terdiri dari beberapa bagian. komponen 2. Diantara bagian merupakan satu kesatuan (Unity) tak terpisahkan (komprehensif integralistik). atau dengan kata lain Pancasila bersifat sistematis/sistematik. Indri Djanarko 2 Fakultas Ekonomi – Univ. sistematis/sistematik (kata sifat). Pancasila– Drs. maka Pancasila sudah memenuhi syarat sebagai sebuah sistem. yakni Lima Sila 2. Sila persatuan.dan mampu mempertahankan sistem tersebut. Pancasila Sebagai Suatu Sistem Berdasarkan penjelasan tentang pengertian sistem tersebut di atas. 2. Diantara bagian tidak saling bertentangan (kontradiksi). karena: 1. elemen. bahkan merupakan satu kesatuan yang bersifat komprehesif integralistik. Diantara bagian.

dari bahasa Inggris yaitu philosophy. Pancasila Sebagai Sistem Filsafat 1.saling mendukung dan saling melengkapi. sebagai Dasar Negara. logika. dan bijaksana (wise) atau kebijaksanaan (wisdom). retorika. bahasa Indonesia filsafat (kata sifat filsafati) atau filosofi (kata sifat filosofis). philien yang artinya senang. dari falsafah. Dasar Filsafat Bangsa. Diantara Sila-Sila dalam Pancasila mempunyai tujuan dan fungsi yang sama. Plato: filsafat adalah ilmu pengetahuan yang berminat mencapai kebenaran yang asli. b. 4. Aristoteles: filsafat adalah ilmu pengetahuan yang meliputi kebenaran yang terkandung di dalamnya ilmu-ilmu metafisika. Selain itu kata filsafat berasal dari bahasa Arab. sophia dan sophien yang artinya kebenaran (truth). 3. keadilan (justice).Pengertian filsafat dari Ahli (Filsuf): 1. Immanuel Kant: Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang menjadi Pancasila– Drs. B. teman dan cinta dan sophos. 2. falsafah yang semuanya mempunyai arti yang sama. Pengertian Filsafat Secara Definitif . etika. Narotama Surabaya . Indri Djanarko 3 Fakultas Ekonomi – Univ. Pengertian filsafat secara etimologis dapat disimpulkan adalah Cinta kebenaran atau cinta kebijaksanaan/kearifan. Ideologi maupun sebagai Pandangan Hidup (way of life) Bangsa Indonesia. yakni philos. politik dan estetika. yang terdiri dari dua kata. Pengertian Filsafat Secara Etimologis Kata filsafat berasal dari bahasa Yunani. Pengertian Filsafat a. philia.

yang tercakup di dalam empat persoalan. Simpulan: Filsafat adalah ilmu yang mencari dan mempelajari tentang hakekat (metafisika). Ditinjau dari perspektif permasalahannya filsafat dapat dikelompokkan menjadi dua macam. sehingga menghasilkan penge tahuan bagaimana hakekatnya sejauh yang dapat dicapai akal manusia dan bagaimana sikap manusia itu seharusnya setelah mencapainya. alam semesta (kosmologi) dan manusia (antropologi). konsep pemikiran-pemikiran para filsuf. . Notonegoro. Prof. SH: filsafat adalah pengetahuan atau ilmu pengetahuan yang mencari dan mempelajari yang ada (ontologi) dan hakekat yang ada (metafisika) dengan perenungan (kontemplasi) yang mendalam (radikal) sampai menemukan substansinya. Narotama Surabaya . Drs. Apakah yang dinamakan manusia? (jawabnya: antropologi).pokok dan pangkal dari segala pengetahuan. Hasbullah Bakry.Pengertian filsafat dari: 1. Oleh karena itu filsafat juga disebut Ilmu tentang hakekat atau ilmu hakekat (metafisika). 2. ilmu. S. Pancasila– Drs. Filsafat sebagai jenis pengetahuan. Drs. Apakah yang dapat kita ketahui (jawabnya: metafisika) 2. yaitu: Pertama: filsafat sebagai hasil perenungan/kontemplasi (produk).H: filsafat adalah ilmu yang menyelidiki segala sesuatu yang mendalam mengenai Ketuhanan (theologi). Sampai dimanakah pengharapan kita? (jawabnya: agama) 4. Indri Djanarko 4 Fakultas Ekonomi – Univ. : 1. Apakah yang seharusnya kita ketahui? (jawabnya: etika) 3.

yang berhubungan dengan penger tian hakekat satu). 2. maka Pancasila dapat dikatakan: 1. Epistimologi: yang mepelajari tentang hakekat pengetahuan. materialisme. nilai kesatuan (metafisika. diantaranya. Metafisika: memepelajari hal-hal yang ada di balik alam fisik/alam indrawi (riil). tingkah laku manusia. induksi. 5. dan theologi. Estetika: mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan yang indah (estetik) dan yang mempunyai nilai seni (artistik). Sebagai Sistem Filsafat. yang berbentuk sebagai aktivitas berfilsafat. Logika mempejari tentang kaidah-kaidah berpikir. karena di dalamnya terdapat nilai-nilai Ketuhanan (theologi). misal: idealisme rasionalisme.Pada zaman dahulu. Jadi manusia mencari suatu kebenaran yang timbul dari persoalan pada akal manusia. analisa. Adapun cabang-cabang filsafat adalah sebagai berikut: 1. Kedua: Filsafat sebagai suatu proses. 3. pragmatisme. Indri Djanarko 5 Fakultas Ekonomi – Univ. Etika: mempejari hal-hal yang berkaitan dengan moralitas. sekaligus proses pemecahan masalah (problem solving) dengan menggunakan berbagai metode ternetu sesuai dengan objeknya. yang meliputi bidang-bidang : ontologi. dalil dan rumusan berpikir (thinking) dan bernalar (reasoning) 4. yang lazimnya merupakan suatu aliran/paham. yakni tentang axioma. kerakyatan (hakekat demokrasi) dan keadilan (hakekat keadilan). Narotama Surabaya . Berdasarkan cabang-cabang filsafat inilah. Pancasila– Drs. Filsafat sebagai suatu jenis problema yang dihadapi oleh manusia sebagai hasil aktivitas berfilsafat. antropologi. nilai manusia (antropologi). kosmologi. dan sintesa . Methodologi: mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan suatu metode. metode deduksi. 6.

yakni berupa hakekat manusia monopluralis. Hakekat manusia monoprularistik. yang terdiri dari unsur sebagai makhluk yang berdiri sendiri. yang kalah akan tenggelam. kalau menyatu akan menjadi monodualistis. Pengertian Monodualistik. ketiga: hakekat kedudukan kodrat manusia. sintesa paradoksal. maupun sebagai makhluk Tuhan. Narotama Surabaya . Unsur-unsur hakekat manusia tersebut merupa kan satu kesatuan yang bersifat organis dan harmonis. Sintesa paradoksal pengertian sama dengan monodualistik. individu dan sosial serta antara makhluk yang berdiri sendiri dan makhluk Tuhan . dialektis. yaitu dua hal yang berbeda (jiwa-raga).2. Dialektis adalah kata sifat dari kata dialektika (Hegel) yang artinya yang terdiri dari tesa (pendapat) dan anti tesa (pendapat yang kontradiktif) yang kemudian menjadi sintesa (keatuan dari tesa dan anti tesa. kedua: hakekat sifat kodrat manusia yang terdiri dari unsur individu dan sosial. yang terdiri dari unsur jiwa (rohani) dan unsur raga (jasmani). sedang yang menang akan selalu nampak dalam prilaku. hakekat susunan kodrat manusia. tetapi merupakan satu kesatuan yang saling melengkapi. Kesatuan sila-sila dari Pancasila merupakan kesatuan organis yang pada hakekatnya secara filosofis bersumber pada hakekat dasar ontologis manusia. yang setiap unsur-unsurnya mempunyai fungsinya masing-masing. terdiri pertama. Antara unsur jiwa dan raga. sebagai pendukung dari isi dan inti sila-sila Pancasila. Pancasila– Drs. Sebagai Susunan kesatuan Organis Pancasila pada hakekatnya yang terdiri dari sila-sila merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan (komprehensif integralistik). tetapi kalau bertentangan akan menjadi dualistik kontradiktif. Indri Djanarko 6 Fakultas Ekonomi – Univ. Sedang pengertian Dualistik konradktif adalah dua hal yang berbeda dan saling bertentangan dan saling mengalahkan. yang menurut orang awam disebut: karakter (kepribadaian).

kerakyatan dan keadilan. Rakyat dan Adil.Maha Esa . dan Kedudukan kodrat. persatuan. antara lain adalah : . tidak terbatas. pengertian matematis pyramidal untuk menggambarkan hubungan hierarkhi sila-sila Pancasila dalam urutan luas (kuantitas) dan juga hal isi sifatnya (kualitas). yang terjelma dalam Susunan kodrat. terdiri makhluk individu dan makhluk sosial. Secara ontologis sila-sila dalam Pancasila. sifat kodrat. Pancasila– Drs. Hakekat Manusia adalah berdasarkan konsep Manusia Monopluralis Notonegoro.3. Yuwono dalam bukunya Pancasila (Pendekatan Secara Kefilsafatan) menyebutkan bahwa: a). Kesatuan sila-sila Pancasila memiliki susunan yang hierarki piramidal. Maha rahim . Menurut Drs.Tidak berubah. Kalau dilihat susunan sila-sila menunjukkan suatu rangkaian tingkat (gradual) dalam luas dan isi sifatnya. Narotama Surabaya . Lasiyo dan Drs.Pencipta dan pengatur alam semesta b).Asal mula dari segala sesuatu (jawa: sangkan paraning dumadi) . yaitu: Tuhan. yang terdiri dari makhluk yang berdiri sendiri dan makhluk Tuhan . maka Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi basis (landasan) dari sila kemanusiaan. terdiri dari makhluk berjiwa dan makhluk beraga. Manusia. Hakekat Tuhan . adanya mutlak .Sebab pertama (causa prima) .Segala sesuatu yang ada tergantung kepada-Nya . Indri Djanarko 7 Fakultas Ekonomi – Univ.Sempurna dan Maha Kuasa. Satu. Pancasila Bersifat Hierarkis Piramidal Susunan Pancasila adalah hierarkis piramidal.

. Contoh: . Hakekat Rakyat . dan mencerdasakan kehidupan bangsa.Wajib harus lebih diutamakan dari pada hak. bentuk. satu bahasa. Indri Djanarko 8 Fakultas Ekonomi – Univ.satu tanah air.Terpisah dengan hal lain yang mempunyai tempat dan ruang sendiri.Ikrar Sumpah Pemuda (Satu bangsa. ekonomi bagi setiap warga perseorangan dalam kaitannya dengan hakekat manusia dan negara . yakni keadilan yang diberikan pemerintah /negara kepada rakyat/warga negara. Hakekat Adil . .Tak dapat dibagi dan terpisahkan dari segala sesuatu yang lain .Keseluruhan jumlah dari semua warga dalam Negara. Keadilan Distributif (Membagi). Hakekat Satu .Pemenuhan wajib dan hak itu meliputi: 1. Keadilan Legal (Keadilan Taat). yakni Negara berke wajiban melidungi tumpah darah Indonesia. yakni keadilan yang diberikan warga negara kepada pemerintah. 2. Pancasila– Drs.Adanya hak-hak serta kewajiban asasi.Merupakan diri pribadi dalam arti mempunyai sifat.Segala sesuatunya meliputi semua warga dan untuk seluruh warga. politis. susunan dan keadaan diri sendiri. Misal: membayar pajak.Adanya pemenuhan hak dan kewajiban dalam hidup kehidupan manusia. e).c). memajukan kesejah teraan umum. . Misal: Bunyi alinea ke 4 Pembukaan UUD 1945. bela negara. . Narotama Surabaya . . d).

3. Indri Djanarko 9 Fakultas Ekonomi – Univ. piutang antar individu. Narotama Surabaya . hubungan /perjanjian utang. yakni keadilan yang terjadi karena adanya hubungan antar sesama warga (individu) dengan warga (individu) yang lain. Keadilan Komutatif (Keadilan Timbal Balik). Pancasila– Drs. Misal: Hubungan perkawinan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->