P. 1
Laporan Kuliah Lapangan (KL) Taks. Wan

Laporan Kuliah Lapangan (KL) Taks. Wan

|Views: 396|Likes:
Published by Yulia
Laporan Praktikum Taksonomi Hewan
Laporan Praktikum Taksonomi Hewan

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Yulia on May 03, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial
List Price: $0.99 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

11/24/2014

$0.99

USD

pdf

text

original

LAPORAN KULIAH LAPANGAN PRAKTIKUM TAKSONOMI HEWAN (Taks.

Wan) DI PULAU KABUNG, KABUPATEN BENGKAYANG

OLEH :

Kelompok : 5

Ade Ihsan (F051090) Adi Walsyah (F051090) Esti Ariesta Oka Kinanti (F05109002) Icha Monika (F05109036) Liya Angga Lestari (F05109022) Yulia (F05109031)

PRODI PENDIDIKAN BIOLOGI JURUSAN PENDIDIKAN MIPA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK 2011
0

BAB I PENDAHULUAN A. Kuliah lapangan kali ini dipilih suatu tempat yang di dalamnya memiliki tingkat keanekaragaman yang tinggi baik di wilayah darat maupun perairannya. Masalah 1. Latar Belakang Wilayah tropis sering dikenal dengan keanekaragaman hayatinya yang tinggi. untuk menunjang pengetahuan pada mata kuliah Taksonomi Hewan. Wilayah Kalimantan Barat juga memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi. Tujuan Untuk mengetahui keanekaragaman hayati terutama hewan tingkat rendah dan tingkat tinggi di Pulau Kabung. Bagaimanakah keanekaragaman hayati hewan tingkat rendah dan tingkat tinggi di pulau kabung? C. B. karena pulau tersebut memiliki hewan tingkat rendah maupun hewan tingkat tinggi yang cukup banyak. Kabupaten Bengkayang. maka dilakukanlah kuliah lapangan. pulau Kabung pada Kabupaten Bengkayang merupakan salah satu daerah yang cocok untuk melaksanakan kuliah lapangan ini. Apakah hewan tingkat rendah dan tingkat tinggi di Pulau Kabung memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi? 2. baik di wilayah darat maupun perairannya. 1 .

dan jumlah keanekaragaman hayati terus menurun jika semakin jauh dari ekuator. Umumnya hewan dapat bergerak untuk memperoleh makanan dan mempertahankan hidupnya. dan klorofil. Perbedaan cirri pada hewan tampak dari struktur tubuhnya. spesies tumbuhan. dan tingkat organisasi kehidupan individu sampai tingkat interaksi kompleks. Dapat juga diartikan sebagai kondisi keanekaragaman bentuk kehidupan dalam ekosistem atau bioma tertentu. mempengaruhi kehidupan manusia. multiseluler. Organism yang dikelompokkan dalam dunia hewan (kingdom Animalia) adalah organisme yang memiliki cirri eukariotik. Keanekaragaman hewan. hewan dibedakan menjadi invertebrate (hewan tidak bertulang belakang) dan vertebrata (hewan bertulang belakang) (Aryulina. hewan. tidak memiliki dinding sel . 2 . dan hidup heterotrof ( memperoleh makanan dari organism lain). Berdasarkan ada tidaknya tulang belakang. Keanekaragaman hewan merupakan salah satu kekayaan Indonesia yang tidak ternilai harganya. 2004). hewan memiliki banyak perbedaan yang menunjukkan keanekaragamannya. misalnya dari spesies sampai ekosistem (Anonim. Selain memiliki persamaan cirri umum. baik yang menguntungkan maupun yang merugikan. Keanekaragaman hayati dapat terjadi pada berbagai tingkat kehidupan. wilayah tropis memiliki keanekaragaman hayati yang lebih kaya. Keanekaragaman hayati seringkali digunakan sebagai ukuran kesehatan sistem biologis. dan mikroorganisme serta ekosistem dan proses-proses ekologi dimana bentuk kehidupan ini merupakan bagiannya.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Keanekaragaman hayati atau biodiversitas (Bahasa Inggris: biodiversity) adalah suatu istilah pembahasan yang mencakup semua bentuk kehidupan. Keanekaragaman hayati tidak terdistribusi secara merata di bumi. Misalnya dari mahluk bersel satu hingga mahluk bersel banyak. yang secara ilmiah dapat dikelompokkan menurut skala organisasi biologisnya. mulai dari organisme tingkat rendah sampai organisme tingkat tinggi. 2010). yaitu mencakup gen.

sedangkan hewan tingkat tinggi memiliki lubang mulut saluran pencernaan . pada hewan primitifterdiri dari dua jaringan embrional (diploblastik). contoh: Chordata. Saluran pencernaan makanan: hewan tingkat rendah belum memiliki saluran pencernaan makanan. khusus pada hewan bersel banyak (metazoa). g. d. jumlah sel penyusun tubuh hewan. contoh: porifera. Segmentasi . yaitu rongga tubuh yang dibatasi oleh dinding mesodermis dan dinding sebelah dalam dilapisi oleh peritonium.8 Porifera Coelenterata Platyhelminthes Nemathelminthes Annelida Echinodermata Arthropoda Chordata Sama seperti tumbuhan.4. 1. misalnya Arthropoda. misalnya tantakel pada anemon. b. serta pada cacing tanah. Meliputi organisme bersel banyak. lebih rendah tingkatannya dari pada yang berkerangka dalam (endoskeleton). 3 .2. hewan yang berkerangka luar (eksoskeleton). 1. Kerangka (skeleton).1. a. f. Coelenterata. Yang termasuk regnum ini adalah filum: 1. dan anus.3. yang selselnya tidak berdinding sel dan tidak berklorofil sehingga bersifat heterotrof.6 1. Selom. Pada hewan yang lebih tinggi tingkatannya. tubuhnya terdiri dari tiga jaringan embrional (triploblastik). Anggota badan yaitu bagian yang terproyeksi keluar untuk bergerak dan menangkap makanan. e. 1. hewan yang memiliki rongga tubuh disebut euselomata . 1.7 1. Jaringan penyusun tubuh. ada yang bersel tunggal (protozoa) dan ada yang bersel banyak (metazoa). misalnya Chordata.5. di dalam klasifikasi hewan harus diperhatikan beberapa kriteria berikut ini. 1. c.Regnum Animalia (Kerajaan Hewan).

Identifikasi mahluk hidup berarti suatu usaha menemukan identitas suatu mahluk hidup. . Jika kita ingin mengambil sampel hewan-hewan yang menempati laut saat pasang. amphibian dan berbagai kelas ikan diklasifikasikan sebagai vertebrata. atau bebatuan di dasar aliran sungai.ekor) dan modifikasi hubungannya. Dengan tes DNA .susunan mata. suatu terumbu karang.bagian tubuh (kepala .susunan gigi.h. dengan bertambah majunya teknologi di bidang biokimia. kita akan menemukan banyak sekali hewan invertebrata. . pada umumnya hewan memiliki bentuk tubuh yang simetris.badan . Dalam system klasifikasi.beberapa protozoa menunjukkan simetri bulat (radial). hewan tanpa tulang belakang (Campbell. pengklasifikasian mengalami kemajuan dengan dimanfaatkannya tes DNA untuk menelusuri kekerabatan . vertebrata merupakan sub filum dari filum chordata. Bentuk tubuh . 2010). . 4 . pengklasifikasian menjadi lebih teliti dan tidak hanya mengandalkan ciri . Identifikasi pada hewan dapat dilihat melalui bagian tubuh yang menunjukkan sifat sifat khusus penunjuk adanya keanekaragam morfologis.susunan bagian . antara lain: . cara yang paling pouler yakni dengan membandingkan tumbuhan / hewan yang ingin diketahui dengan gambar didalam buku atau antara tumbuhan dengan material herbarium yang sudah diketahui identitasnya. reptilian.ciri morfologi. 2003). dan lain – lain (Anonim. burung.susunan alat pendengaran bagian luar. Hewan mamalia.susunan endoskeleton . .lubang hidung. yaitu makhluk hidup yang memiliki tengkorak dan tulang punggung. .susunan alat gerak. . sedangkan beberapa filum yang lain simetri bilateral. . Identifikasi dapat dilakukan dengan berbagai cara. misalnya pada Chordata.susunan kulit dan modifikasinya. Bentuk tubuh lainnya adalah asimetris. Dewasa ini .

Mengamati habitat dari hewan tersebut 2. Alkohol 70% 3. Botol selai 10. Alat dan Bahan Alat : Bahan : 1. Papan alas 9. B. kemudian disuntik menggunakan formalin 4%. Perangkap tikus 6. Teropong 5. Jala 4. Stoples C. lalu dimasukkan ke dalam botol selai yang berisi alkohol 70% hingga terendam. Plastik kiloan 3. Kapas 2. Ember 2. Untuk sampel hewan tingkat tinggi dibius menggunakan Kloroform dengan cara dimasukkan ke dalam stoples yang berisi kapas yang dibasahi kloroform.BAB III METODOLOGI A. 11 Juni 2011 Tempat : Pulau Kabung. 5 . Kabupaten Bengkayang. Alat tulis 8. Alat Suntik 11. Waktu dan Tempat Hari / Tanggal : Sabtu. Formalin 4% 4. Kamera digital 7. Kloroform 1. Mengamati dan mengidentifikasi sampel yang didapat 4. Langkah Kerja 1. Mengambil sampel hewan tingkat tinggi dan tingkat rendah yang ada di pulau Kabung 3.

Untuk sampel hewan tingkat rendah (moluska) dimasukkan ke dalam botol selai yang berisi alkohol 70% hingga terendam. Untuk sampel hewan tingkat rendah (insekta dan artrhopoda) dibius menggunakan Kloroform dengan cara dimasukkan ke dalam stoples yang berisi kapas yang dibasahi kloroform. 1 . 7. Setiap botol yang berisi awetan hewan dan insektarium diberi label identifikasi. 6. kemudian disuntik formalin dan dibuat insektarium.5.

Hasil Pengamatan Hewan Tingkat Rendah 1.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Filum Porifera Klasifikasi Kingdom : Animalia Filum : Porifera Kelas : Calcarea Ordo : Leucosolenida Famili : Sycettidae Genus : Sycon Spesies : Sycon sp. 2. Filum Mollusca Klasifikasi Kingdom : Animalia Filum : Mollusca Kelas : Gastropoda Ordo : Sorbeoconcha Famili : Muricidae Genus : Thais Spesies : Thais mutabilis Kingdom : Animalia Filum Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Mollusca : Gastropoda : Neogastropoda : Muricidae : Nucella : Nucella lapillus 2 .

Kelas Crusaceae Klasifikasi Kingdom Filum Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Animalia : Arthropoda : Cruataceae : Decapoda : Portunidae : Portunus : Portunus sp. Kingdom : Animalia Filum Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Mollusca : Gastropoda : Littorinimorpha : Littorinidae : Littorina : Littorina fabalis Kingdom : Animalia Filum Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Mollusca : Gastropoda : Patellogastropoda : Patellidae : Patella : Patella ulyssiponensis 3. Filum Arthropoda a.Kingdom : Animalia Filum Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Mollusca : Gastropoda : Neritopsina : Neritidae : Nerita : Nerita sp. 3 .

Kelas Insecta Belalang Klasifikasi Kingdom : Animalia Filum : Arthropoda Kelas : Insecta Ordo : Orthoptera Famili : Gryllidae Genus : Gryllus Spesies : Gryllus sp. Filum Chordata Klasifikasi Kingdom Filum Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Animalia : Chordata : Reptilia : Sauria : Agamidae : Bronchocela : Bronchocela jubata 4 . Wereng Klasifikasi Kingdom : Animalia Filum : Arthropoda Kelas : Insecta Ordo : Lemidoptera Famili : Sphingidae Genus : Acherontia Spesies : Acherontia lachesis - Hewan Tingkat Tinggi 1. Kelas Myriapoda Klasifikasi Kingdom Filum Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Animalia : Arthropoda : Myriapoda : Diplopoda : Polydesmidae : Polydesmus : Polydesmus angustus c.b.

warnanya bervariasi. tidak berpindah tempat (sesil). 2011).800 meter (5.B. Semua sessile air hewan dan. Habitat porifera umumnya di laut. dan bentuk tubuh mereka yang diadaptasi untuk memaksimalkan efisiensi dari aliran air. Hewan tingkat tinggi yang didapat termasuk porifera. yang sebagian besar adalah laut (air garam) spesies. mangkuk. Hal tersebut dikarenakan cuaca saat melaksanakan kuliah lapangan tidak mendukung. Kabupaten Bengkayang. vas bunga. dapat ditemukan hewan tingkat tinggi dan hewan tingkat rendah. Pembahasan Pada kuliah lapangan Taksonomi Hewan ini dilakukan di daerah Pulau Kabung. spons yang unik dalam memiliki beberapa sel-sel khusus yang dapat berubah menjadi jenis lain. tubuh porifera asimetri (tidak beraturan). atau tumbuhan. Tubuh mereka terdiri dari jellyseperti mesohyl terjepit di antara dua lapisan tipis sel. moluska dan arthropoda. sebagian besar mengandalkan mempertahankan aliran air konstan melalui mereka badan untuk mendapatkan makanan dan oksigen dan untuk menghilangkan limbah. yaitu askonoid. yaitu memiliki tiga tipe saluran air. Spons adalah hewan dari filum Porifera. sering bermigrasi antara lapisan sel utama dan mesohyl dalam proses.fer = membawa) atau spons atau hewan berpori adalah sebuah filum untuk hewan multiseluler yang paling sederhana. Makanannya adalah bakteri dan plankton. Dipilih daerah tersebut karena daerah tersebut memiliki keanekaragaman hayati yang cukup tinggi. berbentuk seperti tabung. sikonoid. Ciri-ciri morfologinya antara lain. Makanan yang masuk ke tubuhnya dalam bentuk cairan sehingga porifera disebut juga sebagai pemakan cairan. Porifera (Latin: porus = pori. meskipun ada yang simetri radial. Cuaca saat itu berangin dan gelombang tinggi. 5 . Sebaliknya. meskipun ada spesies air tawar. Di sana. dan leukonoid. sehingga hewan enggan keluar dan susah untuk dicari. multiseluler. pencernaan secara intraseluler di dalam koanosit dan amoebosit Porifera hidup secara heterotrof. mulai dari zona pasang surut sampai kedalaman lebih dari 8. Ciri-ciri anatominya antara lain. Sementara semua hewan memiliki sel terspesialisasi yang dapat berubah menjadi sel-sel khusus. pencernaan atau sistem peredaran darah. Hewan tingkat tinggi yang ditemukan hanya pada kelas reptil.5 mi) (Anonim. yaitu tubuhnya berpori (ostium). Spons tidak memiliki saraf.

Moluska (filum Mollusca. serta cumi-cumi dan kerabatnya. air tawar. Hal ini diperkuat pula dengan kenyataan bahwa moluska. Arthropoda adalah nama lain hewan berbuku-buku. Sistem saraf moluska terdiri dari cincin saraf yang memiliki esofagus dengan serabut saraf yang menyebar. Dari palung benua di laut sampai pegunungan yang tinggi. kanal alimentari seperti pipa dengan mulut dan anus. Namun. dan mantel. payau. Misalnya. ditambah 35 ribu jenis dalam bentuk fosil. eksoskeleton berkitin. Hal ini menyebabkan banyak ahli memperkirakan bahwa vertebrata dan moluska masih memiliki kedekatan hubungan evolusi. air tawar. Ke dalamnya termasuk semua hewan lunak dengan maupun tanpa cangkang. Moluska merupakan filum terbesar kedua dalam kerajaan binatang setelah filum Arthropoda. dan lingkungan udara. siput yang panjangnya hanya beberapa milimeter dengan bentuk bulat telur. dan anus. Anatomi moluska relatif mirip dengan vertebrata. kerang-kerangan. bahkan mudah saja ditemukan di sekitar rumah kita. 2011). kiton. seperti berbagai jenis siput. dan darat. darat. Tubuh hewan ini terdiri dari tiga bagian utama. anggota tubuh bersegmen berpasangan (Asal penamaan Arthropoda). badan. terdiri dari mulut. simetri bilateral. yaitu kaki. rongga tubuh. termasuk berbagai bentuk simbiosis dan parasit. hanya pembuluh darah yang biasanya berwujud sebuah struktur dorsal seperti pipa menuju kanal alimentar dengan bukaan lateral di daerah abdomen. memiliki otak yang berkembang baik dan beberapa di antaranya terbukti memiliki kemampuan mengingat yang kuat (Anonim. Arthropoda memiliki beberapa karakteristik yang membedakan dengan filum yang lain yaitu : Tubuh bersegmen. dari bahasa Latin: molluscus = lunak) merupakan hewan triploblastik selomata yang bertubuh lunak. sebuah rongga darah atau hemosol dan selom 6 . ada juga cumi-cumi raksasa dengan bentuk torpedo bersayap yang panjangnya lebih dari 18m. esofagus. Sistem pencernaannya lengkap. terutama Cephalopoda. secara berkala mengalir dan diperbaharui sebagai pertumbuhan hewan. Hampir dari 90% dari seluruh jenis hewan yang diketahui orang adalah Arthropoda. segmen biasanya bersatu menjadi dua atau tiga daerah yang jelas. laba-laba. usus. Arthropoda adalah filum yang paling besar dalam dunia hewan dan mencakup serangga. udang. Moluska hidup di laut. Saat ini diperkirakan ada 75 ribu jenis. Arthropoda biasa ditemukan di laut. sistem sirkulasi terbuka. lambung. lipan dan hewan sejenis lainnya. Ukuran dan bentuk tubuh moluska sangat bervariasi.

Calotes. Hemocoel terdiri dari sejumlah ruangan kecil yang dipompa oleh jantung. berekor panjang menjuntai. Gerigi di tengkuk dan punggungnya lebih menyerupai surai ("jubata" artinya bersurai) daripada bentuk mahkota. Arthropoda dianggap berkerabat dekat dengan Annelida. cristatella (crista: jambul. laut. Jantung terletak pada sisi dorsal dari tubuhnya. mahkota).tereduksi. kecoklatan atau kehitaman. dan kelas Insecta (Anonim. Panjang total hingga 550 mm. sepasang penghubung yang menyalurkan dari otak ke sekitar kanal alimentari dan tali syaraf ganglion yang berlokasi di bawah kanal alimentary. kelas Crustacea. Gonocephalus. Pseudocalotes dan lain-lain. Jumlah spesiesnya yaitu sekitar 900. Semua anggota filum ini mempunyai tubuh beruasruas dan kerangka luar yang tersusun dari kitin. Arthropoda mungkin satu-satunya yang dapat hidup di Antartika dan liang-liang batu terjal di pegunungan yang tinggi. Arthropoda biasa ditemukan di laut. Arthropoda dalam dunia hewan merupakan filum yang terbesar di dunia. kuning. diantaranya yaitu : kelas Chilopoda. tidak ada silia atau nefridia.000 spesies dengan beragam variasi. dan lingkungan udara. terdapat bagian ventral tubuh berbentuk seperti tangga tali. Biasanya berubah dari warna-warna cerah (hijau. dan empat-perlimanya adalah ekor. tidak seperti kerabat dekatnya B. ekskresi biasanya oleh tubulus malphigi. air tawar. 2011). dan praktis semua permukaan bumi dipenuhi oleh spesies ini. dengan jumlah di atas satu juta spesies modern yang ditemukan dan rekor fosil yang mencapai awal Cambrian. Rongga tubuh utama disebut hemocoel. darat. 7 . atau abuabu terang) menjadi warna yang lebih gelap. seperti Bronchocela. Hampir dari 90% dari seluruh jenis hewan yang diketahui orang adalah Arthropoda. kelas Diplopoda. Arthropoda memiliki lima kelas. meskipun tidak sehebat perubahan warna chamaeleon (suku Chamaeleonidae). serta termasuk berbagai bentuk simbiotis dan parasit. Bunglon meliputi beberapa marga. Bunglon bisa mengubah-ubah warna kulitnya. tabung kosong yang masuk kanal alimentari dan material hasil ekskresi melintas keluar lewat anus. respirasi dengan insang atau trakhea dan spirakel. Empat dari lima bagian (yang hidup hari ini) dari spesies hewan adalah arthropoda. kelas Arachnida. contohnya adalah Peripetus di Afrika Selatan. tanah. Bunglon kebun yang berukuran sedang. Arthropoda dapat hidup di air tawar. Jumlah ini kira-kira 80% dari spesies hewan yang diketahui sekarang. Sistim saraf anthropoda seperti pada annellida. sistem syaraf terdiri atas sebuah ganglion anterior atau otak yang berlokasi di atas kanal alimentari.

bertulang lunak. lonjong panjang lk. Telur sebanyak dua buah. berlunas kuat. perdu dan pohon-pohon peneduh di kebun dan pekarangan. Kulit telurnya berwarna putih. ke belakang makin kecoklatan kusam dengan belang-belang keputihan di ujungnya. capung. lentur. Dorsal (sisi atas tubuh) berwarna hijau muda sampai hijau tua. Untuk menipu mangsanya. Ekor di pangkal berwarna hijau belang-belang kebiruan. Sering pula didapati terjatuh dari pohon atau perdu ketika mengejar mangsanya. namun dengan segera berlari menuju pohon terdekat. kasar. Seperti umumnya anggota suku Agamidae. perut dan sisi bawah kaki. Mata dikelilingi pelupuk yang cukup lebar. Deretan bercak serupa itu. ekornya terasa bersegisegi. Sebuah bercak coklat kemerahan serupa karat terdapat di belakang mulut di bawah timpanum. Reptil ini memangsa berbagai macam serangga yang dijumpainya: kupu-kupu. yang seringkali menyatu menjadi coretan-coretan. Dagu dengan kantung lebar. leher. 7×40 mm. bunglon ini kerap berdiam diri di pucuk pepohonan atau bergoyang-goyang pelan seolah tertiup angin. persisnya di bawah semak-semak di bagian hutan yang agak terbuka. Sisik-sisik bunglon surai keras. ngengat. induk bunglon menggali tanah dengan mempergunakan moncongnya. yang bisa berubah menjadi coklat sampai kehitaman bila merasa terganggu. Bogor mencatat bahwa telur bunglon surai dipendam di tanah berpasir di bawah lapisan serasah. Kepalanya bersegi-segi dan bersudut. Bunglon yang kerap ditemukan di semak. yang tidak berlunas dan agak lunak serupa kulit. lalat dan lain-lain. diletakkan berjajar dan ditimbun tanah tipis.Gerigi ini terdiri dari banyak sisik yang pipih panjang meruncing namun lunak serupa kulit. berpasir atau berserasah. Sebuah pengamatan yang dilakukan di hutan Situgede. lentur agak liat serupa perkamen. Perkecualiannya adalah sisik-sisik jambul. terdapat di bahu dan di sisi lateral bagian depan. Sering juga bunglon surai terlihat meniti kabel listrik dekat rumah. tersusun dari sisik-sisik berupa bintik-bintik halus yang indah. semakin ke belakang semakin kabur warnanya. Di 8 . Sisi ventral (sisi bawah tubuh) kekuningan sampai keputihan di dagu. Telapak tangan dan kaki coklat kekuningan. untuk menyeberang dari satu tempat ke tempat lain. Bunglon surai bertelur di tanah yang gembur.

yakni penyamaran bentuk atau warna hewan yang menyerupai makhluk hidup lain (Anonim. Hal ini berbeda dengan "mimikri".Gunung Walat. 2011). sehingga keberadaannya tersamarkan. didapati telur yang diletakkan di lapisan humus yang halus di tengah-tengah jalan setapak. Di saat Bunglon merasa terancam . Fungsi penyamaran demikian disebut kamuflase. Sukabumi. Ia akan mengubah warna kulitnya menjadi serupa dengan warna lingkungan sekitarnya. 9 .

mengawetkan hewan dan membuat laporan. Saran Saran : 1. 10 . Umumnya hewan dapat bergerak untuk memperoleh makanan dan mempertahankan hidupnya. dan hidup heterotrof (memperoleh makanan dari organism lain). dan klorofil.BAB V PENUTUP A. Selain memiliki persamaan cirri umum. tidak memiliki dinding sel. Perlu kerjasama dengan semua. Berdasarkan ada tidaknya tulang belakang. B. baik mengolah data. mengidentifikasi hewan. Perbedaan cirri pada hewan tampak dari struktur tubuhnya. Simpulan Kesimpulan yang didapat dari kuliah lapangan ini adalah : Organisme yang dikelompokkan dalam dunia hewan (kingdom Animalia) adalah organisme yang memiliki ciri eukariotik. hewan dibedakan menjadi invertebrate (hewan tidak bertulang belakang) dan vertebrata (hewan bertulang belakang). multiseluler. 2. hewan memiliki banyak perbedaan yang menunjukkan keanekaragamannya. Asisten memberi pengarahan yang jelas dalam melaksanakan kuliah lapangan.

Selasa 28 Juni 2011). 2011. 2011.wikipedia. Anonim.org/wiki/porifera. BIOLOGI.org/wiki/moluska. dkk. Anonim. (Diakses. Kamis 30 Juni 2011). Moluska.wikipedia. Anonim.wikipedia.org/wiki/arthropoda. Jakarta: Erlangga. Diah. Porifera. http://id. 2004. Jakarta: Erlangga. Keanekaragaman Hayati. (Diakses. Selasa 28 Juni 2011). http://id. BIOLOGI. http://id.wikipedia. Bunglon.org/wiki/keanekaragaman_hayati.DAFTAR PUSTAKA Anonim. 2010.org/wiki/bunglon. (Diakses. dkk. Campbell. Anonim. Selasa 28 Juni 2011). http://id. 2011. 2011. 11 . (Diakses. Selasa 28 Juni 2011). Arthropoda. 2003. Aryulina. http://id. (Diakses.wikipedia.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->