MATEMATIKA

MODUL 1

STATISTIKA
KELAS : XI IPA SEMESTER : I (SATU)

Muhammad Zainal Abidin Personal Blog SMAN 1 Bone-Bone | Luwu Utara | Sulsel http://meetabied.wordpress.com

STATISTIKA
PENGANTAR : Modul ini kami susun sebagai salah satu sumber belajar untuk siswa agar dapat dipelajari dengan lebih mudah. Kami menyajikan materi dalam modul ini berusaha mengacu pada pendekatan kontekstual dengan diharapkan matematika akan makin terasa kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari. STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR : 1. Menggunakan aturan statistika, kaidah pencacahan, dan sifat-sifat peluang dalam pemecahan masalah. : 1. Membaca data dalam bentuk table dan diagram batang, garis, lingkaran dan ogive. 2. Menyajikan data dalam bentuk table dan diagram batang, garis, lingkaran dan ogive serta penafsirannya. TUJUAN PEMBELAJARAN : 1. Siswa dapat membaca sajian data dalam bentuk diagram garis, diagram lingkaran dan diagram batang. 2. Siswa dapat mengidentifikasi nilai suatu data yang ditampilkan pada table dan diagram. 3. Siswa dapat menyajikan data dalam bentuk diagram batang, garis, lingkaran dan ogive serta penafsirannya. 4. Siswa dapat menafsirkan data dalam bentuk diagram batang, garis, lingkaran dan ogive. 5. Siswa dapat membaca sajian data dalam bentuk table distribusi frekuensi dan histogram. 6. Siswa dapat menyajikan data dalam bentuk table distribusi frekuensi dan histogram. KEGIATAN BELAJAR : I. Judul sub kegiatan belajar : • Menyajikan data ukuran menjadi data statistic diskriptif • Penyajian data dalam bentuk diagram • Data Distribusi Frekuensi, Frekuensi Relatif dan Frekuensi Kumulatif II. Uraian materi dan contoh Menyajikan data ukuran menjadi data statistic diskriptif 1. Memahami Statistik, populasi dan sample Statistika adalah ilmu pengetahuan tentang cara-cara pengumpulan data, pengumpulan data, penyusunan data, penyajian data serta penarikan kesimpulan.

puas. Q2. Sampel adalah sebagian dari populasi yang benar-benar diteliti 2. Xn disebut statistic lima serangkai. Bagannya sbb: Q2 =… Q1 =… Q3 =… X1 =… X2 =… C.Statistik adalah kumpulan fakta yang umumnya berbentuk bilangan / agka dan disajikan dalam bentuk table atau diagram sehingga dapat menggambarkan suatu masalah.Q1) Rataan Quartil = ½ (Q3 – Q1) Rataan tiga kuartil = ¼ ( Q1 + 2Q2 + Q3) Penyajian data dalam bentuk diagram A. senang. rusak. Populasi adalah keseluruhan objek yang akan diteliti. Q3. Jangkauan antar kuartil Jangkauan/ Range adalah selisih mutlak kedua statistic ekstrim/ data terbesar dikurang data terkecil J = Xn – X1 = Xmax – Xmin Jangkauan antar kuartil / Hamparan adalah selisih Q3 dan Q1 H = Q3 –Q1 Jangkauan semi interkuartil ( Simpangan kuartil) Qd = ½ (Q3. Memahami jangkauan data. Data Ukuran (Kontinu) dan Data Cacahan(Deskrit) Data adalah keterangan atau fakta mengenai sesuatu persoalan Data kualitatif adalah data kategori missal. Memahami statistic lima serangkai Statistik peringkat adalah penyusunan data dari yang terbesar sampai yang terkecil (diurutkan) Statistik ekstrim : • • • • • Statstik minimum adalah nilai datum terkecil dilambangkan x1 Satistik maksimum adalah nilai datum terbesar dilambangkan xn Kuartil Kuartil bawah/pertama (Q1) Median / kuartil kedua (Q2) Kuartil ketiga/atas (Q3) Kelima data statistic X1. Q1. . baik.

B. Diagram Lingkaran dan Diagram Garis 1. serta dilengkapi dengan skala sehingga ukuran datanya dapat dilihat dengan jelas. banyak siswa dll. 4. Diagram Lingkaran adalah penyajian data statistic dengan menggunakan gambar yang berbentuk daerah lingkaran. Diagram Kotak Garis (DKG) adalah diagram yang berupa kotak dan garis dengan ketentuan sbb: • • Data statistic yang dipakai untuk menggambar DKG adalah statistic lima serangkai Diagram tersebut berbentuk seperti kotak seperti persegi panjang dan mempunyai ekor ke kiri dan ke kanan yang berupa garis. .Data kuantitatif adalah data berbentuk bilangan missal: dat berat badan. Diagram Batang adalah penyajian data statistic yang menggunakan persegi panjang atau batang dengan lebar batang sama dengan jarak antara batang yang satu dengan yang lainnya. Data ukuran ( kontinu) yaitu data yang diperoleh dengan cara mengukur. 3. Misal: tinggi menara 30 m. 100 80 60 40 20 0 1st Qtr 2nd Qtr 3rd Qtr 4th Qtr East West North 2. Diagram Batang. Diagram Batang Daun yaitu teknik penyajian data dalam bentuk batang dan daun yang bertujuan untuk menampilkan data yang akurat darai suatu opservasi. Data cacahan ( deskrit) yaitu data yang diperoleh dengan cara menghitung. Diagram Garis adalah penyajian data statistic dengan menggunakan gambar berbentuk garis lurus. berat badan 50 kg dll. Ada 2 jenis data kuantitatif: 1. 5. Misal: jumlah siswa kls XI IPA 1 ada 30 anak SMA 13 mempunyai 20 ruang kelas. 2.

Daftar Distribusi Frekuensi Data Kelompok Nilai ulangan matematika dari 100 siswa: Nilai 30 – 34 35 – 39 40 – 44 45 – 49 50 – 59 60 – 64 65 – 69 70 – 74 Jumlah Frekuensi 3 7 12 17 25 18 13 5 ∑f = 100 Beberapa istilah yang adarekuensi data kelompok: . Daftar Distribusi Frekuensi Tunggal Nilai ulangan matematika dari 40 siswa : 8 5 7 4 4 5 7 7 6 4 7 6 6 5 4 8 8 7 6 5 5 6 7 8 4 5 7 6 7 6 7 7 6 6 8 6 6 4 4 5 Data di atas dapat disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi data tunggal: Nilai 4 5 6 7 Turus Frekuensi 7 7 11 10 8 5 Jumlah ∑f = 40 B.• DKG meliputi jangkauan antar kuartil atau hamparan dan data yang berada di dalam kotak adalah median dan kuartil bawah (Q1) serta kuartil atas (Q3). Frekuensi Relatif dan Frekuensi Kumulatif A. • • Persegi panjang yang mempunyai ekor memeanjang kekiri dan kekanan mencakup semua data ( kecuali pencilan) Pencilan adalah data yang letaknya diluar pagar dalam dan pagar luar biasanya diberi tanda * . Q1 Q2 + X1 Xn Q3 Data Distribusi Frekuensi.

Panjang kelas / lebar kelas Panjang kelas = tepi atas – tepi bawah kelas 5. 2. 35 – 39. 35. …70 disebut batas bawah kelas. banyaknya kelas 4.74 batas atas kelas. 5. Tepi kelas Tepi bawah = batas bawah . Menentukan panjang kelas interval p= jangkauan .3 log n k = banyaknya kelas n = banyaknya data 3. 3. Kelas interval Kelompok-kelompok data seperti 30 – 34. 70 – 74 disebut kelas interval. Atau menggunakan aturan Strungers: k = 1+ 3.0. …. sedangkan 34.5 satuan terkecil. … . Menentukan jangkauan J = X max – X min = Xn – X1 2.5 satuan terkecil. Tepi atas = batas atas – 0.1. Titik tengah kelas Titik tengah kelas = ½ ( batas bawah + batas atas ) Langkah-langkah untuk membuat daftar distribusi frekuensi data kelompok: 1. Distribusi Frekuensi Relatif Frekuensi relatif adalah banyaknya data (frekuensi ) yang dihitung dengan prosen. Frekuensi Relatif = Contoh : fi ∑fi . Menentukan banyaknya kelas interval Biasanya diambil paling sedikit 5 kelas dan paling banyak 15 kelas. Menentukan nilai frekuensi tiap kelas dengan turus. Batas kelas Bilangan 30. x 100% Nilai 36 – 44 Frekuensi 2 Frekuensi Relatif (%) 5 . C. 4. 39. Menentukan batas kelas dimana semua nilai tercakup di dalamnya.

nilai ekstrim c. kuartil bawah dan kuartil atas e. • • III. 2. Hasil ulangan matematika dari 15 siswa sbb: 9 7 6 8 9 7 6 4 5 6 8 7 7 8 5 Tentukan: a. Ogive negative merupakan grafik yang disusun berdasarkan table frekuensi kumulatif lebih dari.Apabila tengah tiap sisi atas batang dihubungkan satu sama lain diperoleh polygon frekuensi. . Daftar distribusi frekuensi kumulatif lebih dari. statistic lima serangkai 2. Polygon Frekuensi dan Ogive • Histogram merupakan diagram batang dimana batang-batangnya saling dihimpitkan. jangkauan d. E. Latihan 1. Kuartil atas dan kuarti bawah c. Hamparan Ogive positive merupakan grafik yang disusun berdasarkan table frekuensi kumulatif kurang dari. Diketahui data : 12 30 16 39 46 26 15 36 20 21 27 31 38 19 24 13 15 17 43 45 Tentukan : a. Daftar distribusi frekuensi kumulatif kurang dari. Nilai ekstrim b.5 15 30 20 10 7. Histogram. median d. statistic peringkat b.45 – 53 54 – 62 63 – 71 72 – 80 81 – 89 90 – 98 Jumlah 5 6 12 8 4 3 12.5 100 Frekuensi relative untuk kelas pertama = 2 x 100% 40 D. Distribusi frekuensi kumulatif Ada 2 macam daftar distribusi frekuensi kumulatif yaitu: 1.

batas atas interval kelas ke 2 e.e. Gambarlah kurva ogive positif dan ogive negatif. Nilai 40 – 46 47 – 53 54 – 60 61 – 67 68 – 74 75 – 81 82 – 88 Tentukan : a. panjang interval kelas c. Rataan tiga kuartil 3. Buatlah daftar distribusi frekuensi data kelompok b. Buatlah distribusi frekuensi kurang dari dan lebih dari d. banyaknya interval kelas b. frekuensi yang terbesar terletak pada interval kelas ke… 4. Frekuensi 2 5 7 10 8 6 2 . Simpamgan kuartil f. Skor nilai ulangan matematika kelas XI SMA di suatu sekolah sbb: 32 47 60 48 32 42 31 39 23 24 22 23 41 49 42 54 46 26 52 31 43 49 27 29 37 29 49 32 45 30 47 26 57 47 35 63 38 38 42 34 20 57 45 25 36 30 51 45 42 34 41 45 59 24 24 44 63 69 45 38 21 18 54 41 35 48 59 31 42 33 62 42 46 24 61 17 53 34 38 28 48 19 39 25 56 47 43 42 52 61 54 20 42 36 43 51 44 24 57 24 a. batas bawah interval kelas ke 3 d. tepi bawah interval kelas ke 4 f. Tabel di bawah ini menunjukkan nilai matematika di suatu kelas. Gambarlah diagram histogram dan polygon frekuensi c. tepi atas interval kelas ke 5 g. Rataan kuartil g.

( Semarang : CV. 2007) Simangunsong Wilson. ( Klaten. 2005) MATEMATIKA .IV. Viva Pakarindo. Matematika SMA/MA kelas XI IPA semester gasal. 2008) Tim penyusun KREATIF Matematika. Matematika SMA / MA XI A IPA. Matematika dasar. Jabbaar Setia. Daftar pustaka Tim penulis MGMP Matematika SMA kota Semarang. ( Jakarta: Erlangga. Tes Formatif 1 ( Terlampir) V.

com .MODUL 2 STATISTIKA KELAS : XI IPA SEMESTER : I (SATU) Muhammad Zainal Abidin Personal Blog SMAN 1 Bone-Bone | Luwu Utara | Sulsel http://meetabied.wordpress.

Siswa dapat menentukan ragam/varian. 4. : 1. ukuran letak. • Ukuran Penyebaran : Jangkauan. x= Rataan Hitung dari data tunggal n ∑ xi i=1 Contoh: Tentukan rataan hitung dari data: 9 8 4 12 6 9 5 3 Jawab: x = 8 = 7 ∑ xi = 1 ( 9+8+4+12+6+9+5+3 ) . median dan modus. 2. Variansi dan Simpangan Baku. Judul sub kegiatan belajar : • Ukuran pemusatan : Rataan. KEGIATAN BELAJAR : I. Simpangan Kuartil. STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR : 1. Siswa dapatmenentukan simpangan rata-rata dan simpangan baku.3 Menghitung ukuran pemusatan. Siswa dapat menentukan rataan. 3. • Ukuran letak : Kuartil dan Desil. kaidah pencacahan. Memahami Rataan Hitung ( Mean) 1. dan ukuran penyebaran data serta penafsirannya. Median. Menggunakan aturan statistika. Modus. Siswa dapat memberikan tafsiran terhadap ukuran pemusatan. dan sifat-sifat peluang dalam pemecahan masalah. Uraian materi dan contoh A.STATISTIKA PENGANTAR : Modul ini kami susun sebagai salah satu sumber belajar untuk siswa agar dapat dipelajari dengan lebih mudah. TUJUAN PEMBELAJARAN : 1. Kami menyajikan materi dalam modul ini berusaha mengacu pada pendekatan kontekstual dengan diharapkan matematika akan makin terasa kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari. II.

Rataan sesungguhnya ( yang dicari ) dapat dihitung menggunakan rumus : .5 … … … … … Fi . pilih rattan sementara (xs) dapat diambil dari salah satu titik tengah b.xs c.2. Tentukan simpangan (di) dari tiap-tiap nilai (xi) terhadap rataan sementara yang dipilih. Dengan simpangan rata-rata Langkah-langkah : a. Menentukan rataan hitung dengan rataan sementara 1. Jawab: Nilai 41 -50 51 -60 61 – 70 71 – 80 81 – 90 91 – 100 Frekuensi ( fi ) 2 5 14 10 6 2 … Titik tengah ( xi ) 45. dengan rumus di = xi .xi 91 … … … … … … x= = … B. x= Rataan hitung dari data berkelompok keterangan : xi = titik tengah interval kelas ke i fi = frekuensi interval kelas ke i Contoh : Diketahui distribusi frekuensi : Nilai 41 -50 51 -60 61 – 70 71 – 80 81 – 90 Frekuensi 2 5 14 10 6 91 – 100 2 Tentukan rataan hitung dari table diatas.

x = xs + Contoh : fi . ui . ± 1.175 f 6 13 12 22 10 11 4 2 ∑f = 80 xi 153 … … 162 … … … … di = xi .di . hitunglah rataan hitung dengan cara pengkodean. Dengan pengkodean (ui) Langkah-langkah : a.xs p c. pilih rattan sementara (xs) dapat diambil dari salah satu titik tengah b. T badan (cm) f xi ui = di fi . di ∑ fi Lengkapilah daftar distribusi frekuensi di bawah ini. ± 2. Rataan sesungguhnya ( yang dicari ) dapat dihitung menggunakan rumus : x = xs + fi . … P = panjang interval kelas Contoh : Dengan menggunakan table distribusi frekuensi pada contoh di atas. ui . Kemudian hitunglah rataan hitungnya dengan mengambil rataan sementara xs = 162 T badan (cm) 152 – 154 155 – 157 158 – 160 161 – 163 164 – 166 167 – 169 170 – 172 173 . Tentukan kode (ui) dari tiap-tiap nilai (xi) terhadap rataan sementara yang dipilih.xs -9 … … 0 … … … … fi . dengan rumus ui = xi . di … … … 0 … … … … ∑=… X = xs + fi. ∑ fi = 162 + … =… 2. p ∑ fi Keterangan : ui = 0.

Contoh : Diketahui nilai ulangan matematika 10 siswa sbb: 5 6 6 6 7 8 8 8 9 10 Jawab: Modus (Mo) = 6 dan 8 Modus dat kelompok ditentukan dengan rumus Mo = L + d1 . Nilai 50 – 54 Frekuensi 6 . p ∑ fi = 162 + … =… C.152 – 154 155 – 157 158 – 160 161 – 163 164 – 166 167 – 169 170 – 172 173 .175 6 13 12 22 10 11 4 2 ∑f = 80 153 … … 162 … … … … p -3… … … 0 … … … … … … 0 … … … … ∑=… X = xs + fi. P = panjang interval kelas Contoh : Tentukan modus dari data daftar distribusi frekuensi di bawah ini.ui . p d1 + d2 Keterangan : Mo = Modus L = Tb = tepi bawah kelas modus d1 = selisih frekuensi kelas modus dengan frekuensi kelas sebelumnya d2 = selisih frekuensi kelas modus dengan frekuensi kelas sesudahnya. 1. Menentukan modus median dan kuartil. Modus Modus adalah nilai datum yang paling banyak munculatau nilai datum yang mempunyai frekuensi terbesar.

5 di = 20 -15 = 5 d2 = 20 – 10 = 10 p=5 Mo = 69. = tepi bawah yang memuat kuartil bawah Qi = frekuensi kelas yang memuat kuarti bawah Qi = 1.24 25 – 29 30 – 34 frekuens i 3 6 10 15 F kumulatif 3 9 19 34 . kuartil dan desil .55 – 59 60 – 64 65 – 69 70 – 74 75 – 79 80 – 84 Jawab : Kelas Modus 70 -74 L = Tb = 69.75 2. p Fi Ket : Li fi i Contoh : Dari table distribusi frekuensi di bawah ini tentukan Q1.5 + 5 = 69. 2 ( Median ) .5 + 1. Median. Q3 ( kuartil atas) Dapat diperoleh dengan rumus : Qi = Li + i / 4 n . 5 5+15 9 12 15 20 10 8 ∑ f = 80 Median adalah nilai tengah setelah data diurutkan.25 = 70.2. Median atau Q2 dan Q3.( ∑ f )i .3 (∑f ) = jumlah frekuensi sebelumquartil bawah Qi Nilai 15 – 19 20 . Quartil ada 3 yaitu : Q1 (kartil bawah).

Q2 = 29. dapat ditentukan dengan : Di = i(n + 1)/10 b. p Li = tepi bawah kelas Fk = frekuensi kumulatif sebelum kelas Di Fi = frekuensi kelas Di Contoh : Tentukan D2 dan D7 dari data berikut 3 4 10 5 7 6 5 6 7 4 7 7 10 6 Jawab : Data diurutkan terlebih dahulu dari yang terkecil sampai yang terbesar : 3 4 4 5 5 6 6 6 7 7 7 10 D2 teletak pada urutan nilai ke 2(12+1)/10 = 2.35 – 39 40 – 44 45 – 49 8 5 3 ∑ f = 50 42 47 50 Jawab : Q1 terletak pada data ke ¼ . 5 = 29.5 + 1. 5 = 24.6 D2 = x2 + 0.5 – 9)/10 .1 D7 = x9 + 0. Cara menentukan Desil: a. Untuk data kelompok. Untuk data tunggal.75 = 26. dapat ditentukan dengan : Di = Li + (i/10 n – fk)/fi .5 + (15 – 19)/15 .5 + (12.5 yaitu pada kelas 25 – 29.6 ( x3-x2 ) = 4 + 0.1 (x10 – x9) = 7 + 0.5 + … =… Q3 = … =… Desil adalah suatu nilai yang membagi data menjadi sepuluh bagian yang sama banyak ( setelah data diurutkan).1 (7-7) =7+0=7 + … . Q1 = 24. 50 = 12.75 Q2 terdapat pada data ke ½ .6 (4 -4) =4+0=4 D7 terletak pada urutan nilai ke 7(12+1)/10 =9. 50 = 25 yaitu pada kelas 30 -34.

Tentukan Desil ke 7 dari data dibawah ini Nilai 50 – 54 55 – 59 60 – 64 65 – 69 70 – 74 75 – 79 80 – 84 Jawab: Nilai 50 – 54 55 – 59 60 – 64 65 – 69 70 – 74 75 – 79 80 – 84 Frekuensi 6 9 12 15 20 10 8 F kumulatif 6 15 27 42 62 72 80 Frekuensi 6 9 12 15 20 10 8 ∑ f = 80 D7 terletak pada data ke 7/10 x 80 = 56. Ragam. Menentukan Simpangan Rata-rata. Untuk data tunggal SR = ∑| xi – x | n b.5 = 73 D. Simpangan Baku. 5 20 = 69.Contoh untik data kelompok. Kelas D7 pada interval 70 – 74 Fk = 42 F7 = 20 D7 = 69. 1. Untuk data kelompok SR = ∑Fi | xi – x | ∑fi . Simpangan Rata-rata ( Deviasi Rata-rata ) a.5 + 56 – 42 .5 + 3.

Hasil ulangan matematika dari 15 siswa sbb: 9 7 6 8 9 7 6 4 5 6 8 7 7 8 5 Tentukan nilai rata rata dari data diatas 3. Simpangan Baku ( Deviasi Standart) Simpangan baku adalah akar pangkat dua dari nilai ragam yang memilikisatuan yang sama dengan data. S = √ S2 1. Nilai 40 – 46 47 – 53 54 – 60 61 – 67 68 – 74 75 – 81 82 – 88 Frekuensi 2 5 7 10 8 6 2 . Untuk data tunggal S = √∑( xi – x )2 n 2. Ragam data kelompok S2 = ∑fi ( xi – x )2 ∑ fi 3. Untuk data kelompok S = √∑fi ( xi – x )2 ∑ fi III. Ragam / Varian 1.Ket : xi = ukuran data ke i x = rataan hitung |…| = nilai mutlak 2. Tabel di bawah ini menunjukkan nilai matematika di suatu kelas. Latihan 1. Ragam data tunggal S2 = ∑( xi – x )2 n 2.

2005) MATEMATIKA MODUL 3 PELUANG . Viva Pakarindo. Jabbaar Setia. ( Jakarta: Erlangga. 2008) Tim penyusun KREATIF Matematika. ( Klaten. tentukan: a. ( Semarang : CV. Daftar pustaka Tim penulis MGMP Matematika SMA kota Semarang. 2007) Simangunsong Wilson. Ragam/Varian c. Matematika SMA / MA XI A IPA. Tes Formatif 1 ( Terlampir) V. Matematika SMA/MA kelas XI IPA semester gasal. Matematika dasar.Tentukan : a) Nilai rata –rata dengan menggunakan rumus data kelompok b) Nilai rata –rata dengan menggunakan rataan sementara c) Nilai rata –rata dengan menggunakan coding d) Q1 dan Q3 e) Median atau Q2 3. Deengan menggunakan data pada table no 2 . Simpangan Rata-rata b. Simpangan Baku IV.

wordpress.com .KELAS : XI IPA SEMESTER : I (SATU) Muhammad Zainal Abidin Personal Blog SMAN 1 Bone-Bone | Luwu Utara | Sulsel http://meetabied.

Judul sub kegiatan belajar : . TUJUAN PEMBELAJARAN : 1. permutasi dan kombinasi. Menentukan ruang sample suatu percobaan 3. KEGIATAN BELAJAR • Peluang :  Aturan perkalian  Permutasi dan  Kombinasi • Ruang sampel • Peluang kejadian. Siswa dapat menggunakan aturan perkalian. Menentukan peluang suatu kejadian dan penafsiraanya. 2. 3. Siswa dapat menentukan peluang kejadian melalui percobaan. Menggunakan aturan perkalian permutasi dan kombinasi dalaam pemecahan masalah. permutasi dan kombinasi 2. Siswa dapat menentukan banyak kemungkinan kejadian dari berbagai situasi. : 1. 4. II. STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR : 1. kaidah pencacahan.PELUANG PENGANTAR : Modul ini kami susun sebagai salah satu sumber belajar untuk siswa agar dapat dipelajari dengan lebih mudah. Menggunakan aturan statistika. Uraian materi dan contoh : I. dan sifat-sifat peluang dalam pemecahan masalah. 5. Siswa dapat menyusun aturan perkalian. 6. Siswa dapat menuliskan himpunan kejadian dari suatu percobaan . Siswa dapat menentukan peluang suatu kejadian secara teoritis. Kami menyajikan materi dalam modul ini berusaha mengacu pada pendekatan kontekstual dengan diharapkan matematika akan makin terasa kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan diagram pohon b. Rumus: nPr = Contoh 1 Banyak cara menyusun pengurus yang terdiri dari Ketua. Permutasi 3. Sekretaris. Aturan pengisian tempat yang tersedia 2. Berapa pasang topi dan sepatu yang bisa Dora pasangkan untuk di pakai? Jawab: a. n! (n-r)! 3! = 3 x 2 x 1 = 6 . Kombinasi Aturan pengisian tempat yang tersedia Contoh Dora mempunyai dua topi berwarna merah(m) dan hijau(h). dan mempunyai 3 sepatu warna biru(b). Dengan aturan pengisian tempat yang tersedia FAKTORIAL  Definisi: Untuk setiap n bil asli didefinisikan: n! = 1 x 2 x 3 x 4 x … x (n-1) x n atau n! = n x (n-1) x … x 4 x 3 x 2 x 1 n! dibaca “n faktorial” 0! = 1 demikian juga 1! = 1 Contoh: 1. dan coklat(c).KAIDAH PENCACAHAN Kaidah pencacahan adalah metode untuk menghitung berapa banyak cara yang mungkin terjadi dalam suatu percobaan. Permutasi Permutasi r unsur dari n unsur yang tersedia (ditulis Prn atau nPr) yang tersedia (ditulis Prn atau nPr) adalah banyak cara menyusun adalah banyak cara menyusun r unsur yang berbeda diambil dari sekumpulan n unsur yang tersedia. Dengan pasangan berurutan d. kuning(k). dan Bendahara yang diambil dari 5 orang calon adalah…. Dengan tabel c. Ada 3 kaidah pencacahan yaitu 1.

dan 8. 5. 6. Penyelesaian •banyak angka = 6 → n = 6 •bilangan terdiri dari 3 angka → r = 3 nPr = n! (n-r)! 6 3 P = 6! = 6x5x4x3x2x1 (6-3)! = 120 cara 3x2x1 Kombinasi Kombinasi r unsur dari n unsur yang tersedia (ditulis Crn atau nCr) adalah banyak cara mengelompokan r unsur yang diambil dari sekumpulan n unsur yang tersedia.Penyelesaian •banyak calon pengurus 5 → n = 5 •banyak pengurus yang akan dipilih 3 → r = 3 nPr = n! (n-r)! 5 3 P = 5! = 5x4x3x2x1 (5-3)! = 60 cara 2x1 Contoh 2 Banyak bilangan yang terdiri dari tiga angka yang dibentuk dari angka-angka 3. tetapi nomor 1 sampai 4 wajib dikerjakan . (n-r)! r! . di mana setiap angka hanya boleh digunakan satu kali adalah…. 7. tetapi nomor 1 sampai 4 wajib dikerjakan • berarti tinggal memilih 2 soal lagi dari soal nomor 5 sampai 8 • r = 2 dan n = 4 • 4C2 = 4! . (4-2)! 2! Contoh 2 = 4x3x2x1 2x1 . 4. Penyelesaian • mengerjakan 6 dari 8 soal. Rumus: nCr = Contoh 1 Seorang siswa diharuskan mengerjakan 6 dari 8 soal. Banyak pilihan yang dapat diambil oleh siswa adalah…. 2x1 = 6 cara n! .

3. 6 Jadi P(5) = Contoh 2 Dalam sebuah kantong terdapat 4 kelereng merah dan 3 kelereng biru . Penyelesaian: n(5) = 1 dan n(S) = 6 → yaitu: 1. Banyak cara mengambil 4 bola merah dan 2 bola putih adalah….10 x 7.4 = 5880 cara Peluang atau Probabilitas Peluang atau nilai kemungkinan adalah perbandingan antara kejadian yang diharapkan muncul dengan banyaknya kejadian yang mungkin muncul. Penyelesaian • mengambil 4 bola merah dari 10 bola merah → r = 4. 6! 2! (8-2)! 2! • Jadi banyak cara mengambil 4 bola merah dan 2 bola putih adalah 10C4 x 8C2 = 7. 4.Dari sebuah kantong yang berisi10 bola merah dan 8 bola putih akan diambil 6 bola sekaligus secara acak. dan banyaknya kejadian yang mungkin muncul (ruang sampel = S) dinotasikan dengan n(S) maka Peluang kejadian A ditulis P(A) = n(A) n(S) Contoh 1 Peluang muncul muka dadu nomor 5 dari pelemparan sebuah dadu satu kali adalah…. 3. Bila sebuah kelereng diambil dari dalam kantong maka peluang terambilnya kelereng merah adalah n(5) n(S) = 1 6 . Bila banyak kejadian yang diharapkan muncul dinotasikan dengan n(A). n = 8 8 C2 = 8! = 28 . = 8x7x6! . 5. n = 10 10 C4 = = 10 ! (10-4)! 4! = 10! 6! 4! = 210 10x9x8x7x6! 6! 4! • mengambil 2 bola putih dari 8 bola putih → r = 2. 2.

Bila tiga buah kelereng diambil sekaligus maka peluang terambilnya kelereng merah adalah…. Penyelesaian: • Banyak kelereng merah = 7 dan biru = 3 → jumlahnya = 10 • Banyak cara mengambil 3 dari 7 → 7C3 = 7! (7-3)! 3! = 7x6x5x4! 4! 3! = 35 Banyak cara mengambil 3 dari 10 → 10C3 = 10! (10-3)! 3! = 10x9x8x7! 7! 3! = 120 • Peluang mengambil 3 kelereng merah sekaligus = 7C3 10 C3 35 = = 7 120 24 .Penyelesaian: • Kejadian yang diharapkan muncul yaitu terambilnya kelereng merah ada 4 → n(merah) = 4 • Kejadian yang mungkin muncul yaitu terambil 4 kelereng merah dan 3 kelereng biru → n(S) = 4 + 3 = 7 • Jadi peluang kelereng merah yang terambil adalah P(merah) = n (merah ) n(S) P(merah) = 4 7 Contoh 3 Dalam sebuah kantong terdapat 7 kelereng merah dan 3 kelereng biru .

Diambil 5 buah salak.laki dan 1 perempuan → n(S) = 3 • Peluang paling sedikit 1 laki-laki = 1 – peluang semua perempuan =1– Contoh 2 Dalam sebuah keranjang terdapat50 buah salak. Peluang paling sedikit mempunyai seorang anak laki-laki adalah … Penyelesaian: • kemungkinan pasangan anak yang akan dimiliki: keduanya laki-laki. Penyelesaian: • banyak salak 50. 10 diantaranya busuk. Peluang paling sedikit mendapat sebuah salak tidak busuk adalah…. Mereka berharap mempunyai dua anak. keduanya perempuan atau 1 laki. Peluang terambilnya kartu as atau kartu king adalah…. 10 salak busuk • diambil 5 salak → r = 5 • n(S) = 50C5 • Peluang paling sedikit 1 salak tidak busuk = 1 – peluang semua salak busuk =1– Kejadian Saling Lepas Jika A dan B adalah dua kejadian yang saling lepas maka peluang kejadian A atau B adalah P(A atau B) = P(A) + P(B) Contoh 1 Dari satu set kartu bridge (tanpa joker) akan diambil dua kartu joker) akan diambil dua kartu kemudian kartu tersebut dikembalikan. Penyelesaian: • kartu bridge = 52 → n(S) = 52 1 = 2 3 3 .Komplemen Kejadian • Nilai suatu peluang antara 0 sampai dengan 1 → 0 ≤ p(A) ≤ 1 • P(A) = 0 → kejadian yang tidak mungkin terjadi • P(A) = 1 → kejadian yang pasti terjadi • P(A1) = 1 – P(A) A1 adalah komplemen A Contoh 1 Sepasang suami istri mengikuti keluarga berencana.

Penyelesaian • banyak anggota putra 12 dan banyak anggota putri 18 → n(S) = 12 + 18 = 30 • P(putra dan putri) = P(putra) x P(putri) = = Contoh 2 Peluang Amir lulus pada Ujian Nasional adalah 0. 2/10 = 1/10 • dompet II: 1 keping lima ratusan dan 3 keping ratusan.ratusan) = ½. Sedangkan peluang Badu lulus pada Ujian Nasional 0.• kartu as = 4 → n(as) = 4 • P(as) = 4/52 • kartu king = 4 → n(king) = 4 • P(king) = 4/52 • P(as atau king) = P(as) + P(king) = 4/52 + 4/52 = 8/52 Contoh 2 Sebuah dompet berisi uang logam 5 keping lima ratusan dan 2 keping ratusan rupiah.Dompet yang lain berisi uang logam 1 keping lima ratusan dan 3 keping ratusan.90. →P(dompet II. Peluang Amir lulus tetapi Badu tidak lulus pada ujian itu adalah… 12/30 x 18/30 . Bila diambil dua anggota dari kelompok tersebut untuk mengikuti lomba perorangan maka peluang terpilihnya putra dan putri adalah…. peluang untuk mendapatkan uang logam ratusan rupiah adalah….3/4 = 3/8 • Jadi peluang mendapatkan uang logam ratusan rupiah →P(ratusan) = 1/10 + 3/8 = 38/80 = 19/40 Kejadian Saling Bebas Kejadian A dan B saling bebas Jika keduanya tidak saling mempengaruhi P(A dan B) = P(A) x P(B) Contoh 1 Anggota paduan suara suatu sekolah terdiri dari 12 putra dan 18 putri.85. Jika sebuah uang logam diambil secara acak dari salah satu dompet. ratusan) = ½. Penyelesaian • dompet I: 5 keping lima ratusan dan 2 keping ratusan →P(dompet I.

90 x 0.3 =15 banyak cara mengambil 1 biru dari 4 kelereng biru → r = 1.15 = 0.ambil 2 bola sekaligus secara acak.85 • Badu tidak lulus → P(BTL) = 1 – 0.85 = 0.Penyelesaian: • Amir lulus → P(AL) = 0.15 • P(AL tetapi BTL) = P(AL) x P(BTL) = 0. Peluang terambilnya keduanya merah adalah Penyelesaian: • banyak cara mengambil 2 dari 8 → 8C2 = 8 ! (8-2)! 2! = 28 =½ . n = 6 → 6C2 = 6! (6-2)! 2! = 6x5x4! 4! 2! = 5. Penyelesaian: • banyak kelereng merah = 6 dan biru = 4 → jumlahnya = 10 • banyak cara mengambil 2 merah dari 6 → r = 2 .135 Contoh 3 Dari sebuah kantong berisi 6 kelereng merah dan 4 kelereng biru diambil 3 kelereng sekaligus secara acak. n = 4 → 4C1 = 4 • banyak cara mengambil 3 dari 10 → n(S) = 10C3 = 120 Peluang mengambil 2 kelereng merah dan 1 biru = 15 x 4 120 Jadi peluangnya Contoh 4 Dari sebuah kotak yang berisi 5 bola merah dan 3 bola putih di.90 • Badu lulus → P(BL) = 0. Peluang terambilnya 2 kelereng merah dan 1 biru adalah….

Matematika dasar. ( Klaten: CV Sahabat) . IV. Banyak cara mengambil 4 bola merah dan 2 bola putih adalah…. Bila diambil dua anggota dari kelompok tersebut untuk mengikuti lomba perorangan maka peluang terpilihnya putra dan putri adalah…. ( Jakarta: Erlangga. Bila tiga buah kelereng diambil sekaligus maka peluang terambilnya kelereng merah adalah…. Matematika SMA/MA kelas XI IPA semester gasal. dan Bendahara yang diambil dari 5 orang calon adalah…. 4. Viva Pakarindo. ( Klaten. 3. Matematika SMA Program IPA. Dalam sebuah kantong terdapat 7 kelereng merah dan 3 kelereng biru . 5. Latihan Jawablah pertanyaan di bawah dengan benar 1. Banyak cara menyusun pengurus yang terdiri dari Ketua. 2008) Tim penyusun KREATIF Matematika. Sekretaris. Daftar pustaka Tim penulis MGMP Matematika SMA kota Semarang. ( Semarang : CV. Jabbaar Setia. Peluang terambilnya 2 kelereng merah dan 1 biru adalah…. 2005) Tim Penyusun. Anggota paduan suara suatu sekolah terdiri dari 12 putra dan 18 putri. Dari sebuah kantong berisi 6 kelereng merah dan 4 kelereng biru diambil 3 kelereng sekaligus secara acak. Dari sebuah kantong yang berisi10 bola merah dan 8 bola putih akan diambil 6 bola sekaligus secara acak. 2007) Simangunsong Wilson. 2.banyak cara mengambil 2 dari5 → 5C2 = 5 ! (5-2)! 2! = 10 • Peluang mengambil 2 bola merah sekaligus = 10/28 = 5/14 III. Tes Formatif 3 ( Terlampir) V. Matematika SMA / MA XI A IPA.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful