PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS

UPAYA MENINGKATKAN EFEKTIFITAS PRAKTIKUM MATA PELAJARAN FISIKA DENGAN CARA SALING MENGAMATI PADA SISWA KELAS 8 SMP NEGERI 2 CILAWU

Peneliti: Budiwati, S.Pd. Pembimbing: IIM SALIM, S.Pd.,M.Pd.

Hakekat IPA pada dasarnya menyangkut hasil dan proses (Rustaman. Metode tersebut dipilih karena dapat meningkatkat kualitas proses dan hasil pembelajaran. sedangkan kualitas hasil belajar dapat diketahui dari adanya peningkatan rerata hasil belajar. kurang pelaksanaan praktikum di sekolah membuat ketrampilan siswa kurang berkembang. Selain itu sebagian besar guru pada prakteknya masih mengajar menggunakan metode ceramah. Keterbatasan waktu juga menyebabkan pembelajaran beberapa konsep ilmu fisika mengacu pada transfer pengetahuan untuk mengejar target kurikulum. Transfer pengetahuan seperti ini tidak dapat mendorong siswa untuk berpikir kritis dan menerapkan kecakapan hidup. Kegiatan praktikum menurut Trowbridge &Bybee (1990 : 230-240) merupakan kegiatan yang berperan dalam mengembangkan ketrampilan proses siswa. dapat menimbulkan rasa membosankan dan menakutkan bagi siswa karena banyak rumus fisika dan konsep-konsep abstrak yang harus dihafalkan. Peningkatan kualitas proses dapat diamati dari meningkatnya partisipasi dan motivasi siswa dalam proses pembelajaran. Dengan demikian. tidak termotivasi. . tentu akan menurunkan kualitas proses dan hasil belajar fisika. Hal itu disebabkan oleh sebagian besar materi ilmu Fisika terdiri dari konsep-konsep yang abstrak yang harus diajarkan dalam waktu yang relatif singkat.Proposal PTK Judul: UPAYA MENINGKATKAN EFEKTIFITAS PRAKTIKUM MATA PELAJARAN FISIKA DENGAN CARA SALING MENGAMATI PADA SISWA KELAS 8 SMP NEGERI 1 PEDAMARAN TIMUR DENGAN MATERI CAHAYA Latar Belakang Pembelajaran ilmu Fisika pada siswa SMP memberikan suatu tantangan yang besar bagi para pengajarnya. Dengan melihat kenyataan yang demikian maka guru berusaha untuk menerapkan efektifitas praktikum pada siswa untuk saling mengamati pada proses pembelajaran fisika. 1995). siswa menjadi pasif. Jika hal ini berlangsung terus menerus.

. peneliti melakukan penelitian tentang : “ Meningkatkan Efektifitas Praktikum Mata Pelajaran Fisika Dengan Cara Saling Mengamati Pada Siswa Kelas 8 SMP NEGERI 1 PEDAMARAN TIMUR dengan materi Cahaya”. Apakah penggunaan metode eksperimen dapat meningkatkan hasil belajar Fisika materi cahaya pada siswa kelas 8 semester 2 SMP Negeri 1 Pedamaran Timur? Tujuan penelitian 1.. tahun ajaran 2011/2012 Ulangan harian 1 Ulangan harian 2 Jumlah % Jumlah % (Sumber: Buku Nilai Siswa Kelas .... 2. Apakah penggunaan metode eksperimen dapat meningkatkan kualitas proses belajar Fisika (diamati dari keaktifan siswa....) Rumusan Masalah Masalah yang akan dicari penyelesaiannya pada penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: a.. Tabel 1... maka metode eksperimen diharapkan dapat mengatasi masalah tersebut..Berdasarkan beberapa kesulitan siswa memahami materi dan menerapkan konsep Fisika pada materi cahaya.. SMP. Oleh sebab itu. Secara umum penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar Fisika pada siswa kelas 8 semester 2 SMP Negeri 1 Pedamaran Timur. motivasi siswa) materi cahaya pada siswa kelas 8 semester 2 SMP Negeri 1 Pedamaran Timur? b.. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk : .. Rekapitulasi Nilai Ulangan Harian . Tahun Ajaran 2011/2012 di kelas .. Rentang Nilai Semester .

Meningkatkan kualitas proses belajar Fisika materi cahaya pada siswa kelas 8 semester 2 SMP Negeri 1 Pedamaran Timur melalui penerapan metode eksperimen. Bagi peneliti penelitian ini sebagai wahana peningkatan profesionalisme guru yang akan berdampak pada kualitas pendidikan di sekolah Tinjauan Pustaka 1. Bagi guru a) Dapat digunakan untuk menambah wawasan dalam usaha peningkatan proses kegiatan belajar sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan tuntas dan baik b) Dapat meningkatkan kreatifitasnya dengan menerapkan metode eksperimen c) Menumbuhkan budaya meneliti pada guru c. . b. Bagi sekolah penelitian ini dapat membantu meningkatkan kualitas hasil belajar. Meningkatkan kualitas hasil belajar Fisika materi cahaya pada siswa kelas 8 semester 2 SMP Negeri 1 Pedamaran Timur melalui penerapan metode eksperimen. sehingga secara langsung dapat meningkatkan kualitas pendidikan.a. Bagi siswa a) dapat meningkatkan kualitas proses belajar Fisika pada materi cahaya b) dapat meningkatkan hasil belajar Fisika pada materi cahaya c) dapat meningkatkan ketrampilan / psikomotor b. d. Manfaat Penelitian a. khususnya pelajaran fisika. Proses Pembelajaran Fisika Proses adalah tahapan-tahapan yang dilalui dan dilakukan denga menggunakan metode ilmiah dalam rangka menemukan suatu kebenaran.

siswa dapat menghafal sifat-sifat bayangan yang dibentuk oleh sebuah cermin datar. dan konseptual masih mengutmakan produk sains. Pendekatan pembelajaran sains Ada beberapa pendekatan dalam pembelajaran sains. bila siswa turut aktif bereksperimen.Proses pembelajaran Fisika yang dilakukan oleh para guru pada umumnya dan guru Fisika di SMP Negeri 2 Pedamaran Timur khususnya masih didominasi oleh kegiatan ceramah yang dilanjutkan dengan latihan soal-soal. Metode pembelajaran seperti itu memberi kecenderungan siswa untuk menghafal tentang konsep Fisika tetapi belum tentu memahami dengan baik. . berpikir kritis. Pada pembelajaran pemantulan cahaya pada cermin datar misalnya. Dari pandangan tersebut dapat diketahui bahwa proses pembelajaran dalam kelas hendaknya berorientasi pada siswa karena merekalah yang menyusun konsep-konsep yang ditemukan. Pada penelitian ini. maka ia akan memperoleh pengalaman-pengalaman praktik untuk mengembangkan kecakapan ketrampilannya dalam kehidupan sehari-hari. pemecahan masalah rendahnya kualitas proses dan hasil belajar Fisika di SMP Negeri 1 Pedamaran Timur menggunakan metode eksperimen. Guru sebagai fasilitator dapat membantu siswa mempermudah pemahaman dan memberikan arahan agar tidak terjadi kesalahan konsep. Pendekatan faktual. a. berdasarkan pandangan konstruktivistik dinyatakan bahwa pengetahuan atau pengertian yang diperoleh siswa adalah sebagai akibat dari konsep konstruktif (aktif) yang berlangsung terus menerus dengan cara mengatur. Menurut Tobin etal (dalam Dasna dan Fatchan. sedangkan pendekatan proses menekankan bagaimana siswa terlatih melakukan sains untuk memperoleh produk sains. sistematis dan bersikap terbuka dalam diri siswa. Dengan demikian pendekatan proses memacu adanya sikap kreatif. 2. konseptual dan pendekatan proses. 2008).l : pendekatan faktual. menjadikan siswa pasif dan hasil belajar fisikanya pun rendah. logis. tetapi belum tentu dapat menjelaskan bagaimana proses pembentukan bayangan juga sifat-sifat bayangan yang dibentuk oleh dua cermin datar pada sudut tertentu.Metode ini sangat efektif untuk menumbuhkan motivasi siswa. Salah satu metode yang menerapkan pendekatan proses adalah metode eksperimen. menyusun dan menata ulang pengalaman yang dikaitkan dengan struktur koqnitif yang dimiliki.

Hasil belajar merupakan indikator kualitas dan kuantitas pengetahuan yang telah dikuasai siswa. Kondisi kelas ukuran ruangan 7m x 9m. masingmasing siklus terdiri dari 4 tatap muka (pertemuan). Setting Penelitian Lokasi penelitian tindakan ini adalah SMP Negeri 1 Pedamaran Timur. dan kondisi lingkungan lokasi penelitian. Metode Penelitian Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk jenis penelitian tindakan kelas yang ingin mengungkap seberapa efektifitas praktikum mata pelajaran fisika dengan cara saling mengamati pada siswa kelas VIII B. Lama penelitian kurang lebih tiga bulan dimulai dari bulan Februari sampai April 2011. . Hipotesis Tindakan Hipotesis tindakan dalam penelitian ini adalah: “diduga dengan cara saling mengamati dapat meningkatkan efektifitas praktikum mata pelajaran fisika pada siswa kelas 8 smp negeri 1 Pedamaran Timur”. kelas VIII B semester 2 terdiri dari 20 siswa Perempuan dan 16 siswa laki-laki. Subjek Penelitian Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Pedamaran Timur pada tahun pelajaran 2010/2011. diharapkan melalui metode eksperimen dapat meningkatkan kualitas peroses dan hasil belajar Fisika materi cahaya pada siswa kelas 8 semester 2 SMP 1 Pedamaran Timur. juga sebagai indikator terhadap daya serap siswa. Hasil belajar Fisika Hasil belajar adalah nilai (perubahan) yang dicapai oleh siswa setelah berlangsungnya proses belajar Fisika.3. Penelitian ini dilakukan dua siklus. dengan fentilasi pencahayaan ruangan cukup standard . sedangkan subjek dalam penelitian ini ditentukan berdasarkan faktor perbedaan kemampuan belajar antar siswa. Berdasarkan kajian teori dan kerangka berpikir diatas.

Refleksi Awal Perencanaan Siklus 1 Teridiri Dari 3 Pertemuan Observasi Tindakan Refleksi Perencanaa n Siklus II Terdiri 3 Kali .

tindakan. kemudian dilanjutkan dengan perencanaan. latihan dengan mengerjakan beberapa soal. Keaktifan siswa dalam diskusi 2). Siklus II (sama dengan siklus I) 3. keaktifan siswa dalam menjawab pertanyaan dan motivasi siswa. b. pembahasan latihan soal. Banyaknya siswa yang bertanya 3). Perencanaan (planning) . bagaimana guru dapat meningkatkan motivasi belajar agar siswa aktip? 1. Tindakan (action) kegiatan mencakup a. Rencana Penelitian Siklus I 1. Observasi (pengamatan) Pada tahap ini peneliti akan mengadakan pengamatan hasil belajar siswa dari keaktifan siswa yaitu : 1). Siklus I dimulai dari refleksi awal. Perencanaan Meliputi penyampaian materi IPA khususnya Cahaya . 2. Memberikan pendapat 4.Proses Penelitian Tindakan Refleksi awal. Refleksi Pada kegiatan akhir tiap siklus perlu adanya pembahasan antara siklus-siklus tersebut untuk dapat menentukan kesimpulan atau hasil penelitian. siswa hanya mendengar dan menyimak. Banyaknya siswa yang menjawab pertanyaan guru/siswa lain 4). observasi dan refleksi akhir. kelas VIII B semester II mata pelajaran IPA sangat pasip.

2. mempersiapkan silabus dan rencana pembelajaran dengan materi cahaya (sub konsep pemantulan cahaya pada cermin datar). Pelaksanaan tindakan a. guru memberikan appersepsi dengan memberi beberapa pertanyaan c. siswa diminta mengumpulkan laporan hasil kegiatannya i. laporan kegiatan dan ketrampilan proses siswa selama pembelajaran dengan menggunakan lembar observasi yang telah disiapkan. lembar pengamatan eksperimen dan soal-soal yang digunakan sebagai bahan diskusi kelompok. memberikan tes untuk mengetahui penguasaan konsep yang dipelajari secara individual 3. Refleksi a. siswa diminta melakukan eksperimen sesuai petunjuk kerja h. Pengamatan (observasi) Selama tahap pelaksanaan peneliti melakukan observasi terhadap kegiatan siswa pada masing-masing fase yaitu eksperimen. guru memberikan penjelasan tentang tujuan pembelajaran dan garis besar materi yang akan dipelajari d. Analisis hasil observasi mengenai : . guru membagikan cermin datar dan benda (dapat berupa lilin) pada masing-masing kelompok g. Melaksanakan kegiatan belajar mengajar selama 2 kali pertemuan. e. diskusi kelompok. meminta siswa untuk mempresentasikan hasil kerja kelompoknya j. melakukan pembahasan dengan cara diskusi kelas k. siswa dibagi dalam kelompok-kelompok secara acak. 4. mempersiapkan soal-soal sebagai evaluasi menyeluruh. siswa diberi penjelasan tentang pembelajaran menggunakan metode eksperimen b.Melaksanakan observasi tentang permasalahan yang ada. siswa ditugaskan untuk bergabung dengan kelompoknya masing-masing f. memberi penguatan berupa konsep-konsep penting l. menyusun jadwal penelitian dan instrumen monitoring. Guru membuat lembar kerja (petunjuk eksperimen).

b. Siswa yang memperoleh nilai lebih besar atau sama dengan 70 dinyatakan lulus Interaksi antar siswa dalam kelompok 15 % Ketepatan waktu dan cara mengerjakan leporan 25 % Ketuntasan hasil belajar 40 % . partisipasi dalam kelompok Hasil kegiatan kelompok Jawaban pertanyaan dan kaitannya dengan hasil kegiatan kelompok. lembar pengamatan oleh peneliti. Diamati dari siswa yang aktif dalam melakukan eksperimen Diamati ketika siswa melakukan diskusi. dicatat keterlibatan masing-masing siswa dalam kelompok Diamati dari ketepatan mengumpulkan laporan dan penilaian isi dari laporan yang dibuat Dihitung dari nilai tes.- keaktifan siswa melakukan eksperimen. Bebarapa indikator keberhasilan pada siklus I Aspek Keaktifan siswa melakukan eksperimen 20 % Pencapaian Siklus I Cara mengukur Diamati saat eksperimen berlangsung.

dicatat keterlibatan masing-masing siswa dalam kelompok Diamati dari ketepatan mengumpulkan laporan dan penilaian isi dari laporan yang dibuat Dihitung dari nilai tes. Kegiatan 1 1 Penyusunan Proposal 2 Minggu ke 3 4 5 6 . pada siklus II siswa boleh menentukan kelompoknya sendiri. Jadwal Penelitian Tindakan Kelas No.Siklus II Pada siklus II dilakukan tahapan-tahapan seperti pada siklus I tetapi didahului dengan perencanaan ulang berdasarkan hasil-hasil yang diperoleh pada siklus I. yang mula-mula ditunjuk oleh guru. Diamati dari siswa yang aktif dalam melakukan eksperimen Diamati ketika siswa melakukan diskusi. Bebarapa indikator keberhasilan pada siklus II Aspek Keaktifan siswa melakukan eksperimen 20 % Pencapaian Siklus II Cara mengukur Diamati saat eksperimen berlangsung. Siswa yang memperoleh nilai lebih besar atau sama dengan 70 dinyatakan lulus Interaksi antar siswa dalam kelompok 15 % Ketepatan waktu dan cara mengerjakan leporan 20 % Ketuntasan hasil belajar 45 % Tabel 2. sehingga kelemahan-kelemahan yang terjadi pada siklus I tidak terjadi pada siklus II. lembar pengamatan oleh peneliti. Beberapa alternatif meningkatkan hasil yang dicapai adalah dengan mengubah cara pembentukan kelompok.

diantaranya : (I) Observasi langsung. Wawancara Wawancara merupakan salah satu prosedur terpenting untuk mengumpulkan data dalam penelitian kualitatif. Observasi Obsevasi diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian (Zuriah. Ada dua observasi yang dilakukan oleh peneliti dalam penelitian tindakan ini. adalah observasi yang dilakukan dimana observer tidak berada bersama dengan objek yang selidiki. 2.2 3 4 5 6 7 8 9 10 Seminar Proposal Persiapan Penelitian Pelaksanaan Siklus 1 Pelaksanaan Siklus 2 Pelaksanaan Siklus 3 Analisis Data Penulisan Laporan Seminar Hasil Perbaikan Laporan Instrumen Penumpulan Data Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi 1. Pengamatan dan pencatatan yang dilakukan terhadap objek ditempat terjadi atau berlangsungnya peristiwa. (2) O bservasi tidak langsung. adalah pengamatan yang dilakukan dimana observer berada bersama dengan objek yang selidiki. Wawancara dilakukan peneliti untuk memperoleh data sesuai dengan kenyataan pada saat peneliti melakukan wawancara. Tetapi. . 2003). peneliti menggunakan daftar cek (Check List) dalam menggali atau mengumpulkan data ketika menggunakan terknik ini. Artinya peneliti ikut berpartisipasi secara langsung saat peristiwa terjadi. sebab banyak informasi yang diperoleh peneliti melalui wawancara.

catatan guru. Dokumentasi Zuriah (2003). dan tes. Secara singkat ketiga komponen dapat digambarkan Pengumpulan dalam siklus sebagai berikut: Reduksi Data Penarikan Kesimpulan data Deskripsi Data . dan penarikan kesimpulan. Teknik observasi digunakan untuk merekam kualitas proses belajar mengajar berdasarkan instrumen observasi dan digunakan camera video. menjelaskan bahwa dokumentasi merupakan salah satu cara untuk mengumpulkan data melalui peninggalan tertulis. dokumentasi. terutama berupa arsip-arsip dan termasuk juga buku-buku tentang pendapat. sedangkan tes digunakan untuk mengetahui kualitas hasil belajar. Analisis mempunyai 3 komponen yaitu reduksi data. Teknik Analisis Data Penelitian tindakan kelas (PTK) analisis yang digunakan adalah teknik deskriptif dengan membandingkan tingkat keberhasilan atau tercapainya masingmasing siklus. observasi. paparan data/penyajian data. Untuk mengetahui peningkatan kualitas hasil belajar dilakukan dengan cara membandingkan skor individu dan kelompok dengan tes sebelumnya. Proses menganalisis data menurut Miles (dalam Sugiyono.Wawancara dalam penelitian ini ditujukan kepada siswa kelas VIII dan guru guru kelas VIII SMP Negeri 2 Cilawu . Data hasil observasi. teori. atau hukum -hukum lain yang berhubungan dengan masalah penelitian. dalil. kuesioner terbuka dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui kualitas proses belajar mengajar. Teknik dokumentasi dilakukan untuk mengetahui kemampuan masing-masing siswa sebagai dasar pembagian kelompok. 2010:247) yaitu dengan teknik analisis kualitatif dengan model analisis interaktif.

Ketuntasan secara klasikal dihitung dengan menggunakan rumus : Σ skor peserta didik yang tuntas belajar x100% Σ seluruh peserta didik Ketuntasan klasikal = Indikator : ketercapaian data prestasi siswa sesuai dengan KKM di SDN 01 Manguharjo adalah ≥ 80 % peserta didik dari jumlah peserta didik mendapat nilai ≥ 70. dengan indikator yang ingin dicapai adalah ≥70 sesuai dengan SKBM. Nilai = ∑skor yang diperoleh ∑skor maksimal x100 Setelah diperoleh nilai prestasi belajar kemudian dihitung ketuntasan belajar secara klasikal. Data prestasi belajar peserta didik Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui prestasi belajar peserta didik setelah proses belajar mengajar berlangsung. Indikator ketuntasan belajar secara klasikal apabila 80% peserta didik dari jumlah peserta didik secara keseluruhan dinyatakan tuntas belajar.Gambar 3. . Setelah dilaksanakan tes pada akhir pembelajaran maka nilai individu yang diperoleh peserta didik dapat dianalisis menggunakan rumus sebagai berikut.2 Komponen dalam analisis data (interactive model) Sumber : Sugiyono (2010:247) Reduksi data dilakukan dengan : 1.

Guru Data aktivitas guru berupa keterampilan guru saat mengajar diambil melalui lembar observasi pada saat kegiatan belajar mengajar yang dapat dianalisis dengan rumus sebagai berikut : Nilai = ∑skor yang diperoleh ∑skor maksimal x 100 . Peserta didik Penilaian dilakukan secara klasikal untuk mengetahui aktivitas peserta didik selam proses belajar mengajar berlangsung. b.2. Data Aktivitas dalam Pembelajaran a. 2009 : 44) Indikator yang diharapakan dari aktivitas peserta didik adalah apabila mendapat nilai ≥ 81 dengan kategori sangat Aktif. Data aktvitas peserta didik diambil melalui lembar observasi pada saat kegiatan belajar mengajar yang dapat dianalisis dengn rumus sebagai berikut: Nilai = ∑skor yang diperoleh ∑skor maksimal x 100 Kriteria penyajian pelaksanaan pembelajaran : 81 – 100 = Sangat baik 61 – 80 = Baik 41 – 60 = Cukup 21 – 40 = Kurang 0 – 20 = Kurang sekali (Suharsimi Arikunto.

Kriteria penyajian pelaksanaan pembelajaran : 81 – 100 = Sangat baik 61 – 80 = Baik 41 – 60 = Cukup 21 – 40 = Kurang 0 – 20 = Kurang sekali (Suharsimi Arikunto. 2009 : 44) Indikator yang diharapakan dari aktivitas guru adalah apabila mendapat nilai ≥ 81 dengan kategori sangat baik. Analisis Hasil Tes -----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Target Pencapaian .

Daftar Pustaka ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- . Ketuntasan belajar tercapai jika 85% siswa mendapat nilai > 65 c. dilihat dari hasil penilaian instrument. Sebanyak > 75% siswa dapat memahami materi sifat-sifat cahaya b.a. Untuk kriteria keaktifan siswa mendapat nilai baik.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.