BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Sebagaimana diketahui jumlah penduduk di Indonesia adalah yang kelima terbesar di dunia.

Ini merupakan suatu potensi nasional yang besar bila dapat di bina insaninya.Pada dasarnya kualitas manusia di tentukan oleh derjad kesehatanya. Yang ingin dicapai pada tahun 2000 seperti yang di canamkan oleh WHO adalah „Health For All By The Year”. Untuk itu harus dimengerti masalah kesehatan di Negara berkembang pada umumnya dan Indonesia pada khususnya. Hal ini sangat terkait dengan pola kependudukan serat lingkungan yang mempengaruhinya. Sebagai mana dilihat, piramida kependudukan di Indonesia pada saat ini menunjukkan besrnya jumlah anak-anak 0 – 15 tahun yaitu 38,6% dari jumlah seluruh penduduk.Dengan kemajuan ekonomi dan derajat kesehatan, hal ini akan bergeser, karena semakin banyak penduduk usia dewasa muda dan orang –orang yang menjadi tua.Dalam tahun 2010 diperkirakan bahwa umur harapan hidup akan meningkat menjadi 66 tahun dari sebelumnya yaitu 60-62 tahun pada 2000.Dangan pergeseran pola pendudukan ini bergeser pula pola penyakit dimasyarakat, yaitu dari penyakit infeksi,baik infeksi saluran napas maupun gastrointestinal yang pada saat ini masih menduduki sebab kematian yang utama,kepada penyakit-penyakit yang generative seperti penyakit jantung dan pembuluh darah, penyakit kanker dan lain sebagainya.Penyakit jantung dan pembuluh darah,dengan perkataan lain penyakit kardiovaskuler,dalam kurung waktu 10 terakhir menunjukkan kenaikan yang jelas. Selain factor kependudukan, yang mempengaruhi meningkatnya penyakit Jantung dan pembuluh darah juga adalah factor berubahnya masyarakat agraris menjadi masyarakat industry .Hal ini terutama terlihat dikota –kota besar di mana terdapat ketegangan jiwa berubahnya kebiasaan hidup seperti kurang gerak,berubahnya pola makan kearah konsumsi tinggi lemak, kebiasaan merokok, dll. Dalam bidang keperawatan khususnya keperawatan kritis (critical care)saat ini telah terjadi pula pengembangan tugas perawat dari tingkat basic nursing yang paling dasar menuju keperawatan modern yang kompleks.Dan peran perawat meliputi 3bidang yakni : caring role,coordinating role,dan therpeutic role. Dengan demikian luasnya peran perawat tersebut maka perawat dituntut untuk selalu siap mental,siap pengetahuan dan keterampilan serta siap alat dan obat,untuk mengatasi menit-menit kritis klien,dalam hal ini di perlukan kerjasama team untuk memberikan terapi supportif demi menyelamatkan jiwa klien khususnya bagi perawat yang bertugas di ruang perawatan. Selama melakukan praktik di ruang Intensif Care Unit (ICU), perwatan ICU adalah klien infark miokard.Atas dasar tersebut maka penulis merasa tertarik untuk mengambil kasus ini sebagai bahan belajar demi meningkatkan pengetahuan penulis tantang penanganan krisis hipertensi di Ruang perwatan ICU. B. Tujuan 1.Tujuan Umum Mahasiswa mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada klien dengan krisis hipertensi diruang ICU. 2.Tujuan Khusus

a. b. c. d. e.

Diperolehnya pengalaman nyata dalam pengkajian,analisa dan penetapan diagnose keperawatan pada klien krisis hipertensi di ruang ICU. Diperolehnya pengalaman nyata dalam penyusunan rencana keperawatan pada klien dengan krisis hipertensi di ruang ICU. Diperolehnya pengalaman nyata dalam pelaksanaan asuhan keperawatan pada klien krisis hipertensi di ruang ICU. Diperolehnya pengalaman nyata dalam mengevaluasi asuhan keperawatan pada klien dengan krisis hipertensi. Diperolehnya pengalaman nyata dalam pendokumentasian asuhan asuhan keperawatan pada klien dengan krisis hipertensi di ruang ICU.

C. Metode Penulisan Dalam penyusunan makalah ini memerlukan data objekti yang relevan dengan teori – teori yang akan dijadikan dasar analisa dalam pemecahan masalah. Untuk memperoleh data yang diperlukan, penulis menggunakan berbagai data antara lain : 1. Studi kepustakaan Mempelajari literatur –literature yang berkaitan atau relevan dengan isi makalah ini.

2. Studi Kasus Studi kasus asuhan keperawatan yang komperhensif, meliputi pengkajian data, analisa data, penetapan diagnose keperawatan. Untuk menghimpun data atau informasi dalam pengkajian, maka penulis menggunakan tekhnik : a. Observasi yaitu pengamatan langsung terhadap klien. b. Wawancara yaitu dengan mengadakan Tanya jawab secara langsung pada keluarga, serta perawat dan dokter yang menangani klien tersebut. 3. Diskusi dengan pembimbing, perawat dan sesame mahasiswa. D. Manfaat Penulisan 1. Hasil penulisan ini dapat digunakan sebagai bahan masukan bagi institusi pendidikan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan keperawatan khususnya bagi program peminatan di ruang ICU. 2. Menambah pengetahuan dan pengalaman mahasiswa S1 keperawatan, yang mengikuti praktik peminatan di ruang ICU dalam merawat klien, khususnya yang mengalami krisis hipertensi E. Sistimatika Penulisan Sistimatika penulisan makalah ini dibagi atas 5 Bab, dimana setiap Bab akan diuraikan kedalam sub- sub Bab dengan susunan sebagai berikut : BAB I : PENDAHULUAN Meliputi :Latar Belakang, Tujuan Penulisan, Metode Penulisan, Manfaat Penulisan dan Sistematika Penulisan. BAB II : TINJAUAN PUSTAKA

Hipertensi Emergency ( darurat ) ditandai dengan tekanan darah diastolic > 120 mmHg. DEFENISI Secara praktis krisis hipetensi dapat diklasifikasikan berdasarkan prioriras pengobatan sebagai berikut: a. pemeriksaan penunjang serta diagnosa keperawatan yang muncul. disertai kerusakan berat dari organ sasaran yang disebabkan oleh satu atau lebih penyakit kondisi akut b. Dikenal beberapa istilah berkaitan dengan krisis hipertensi antara lain : .BAB III Merupakan laporan hasil studi yang meliputi : Definisi. BAB IV BAB V : PEMBAHASAN Merupakan ulasan kesenjangan antara teori. Hipertensi urgency ( mendesak ) ditandai tekanan darah diastolic > 120 mmHg dan dengan tanpa kerusakan komplikasi minimum dari organ.saran penulis. etiologi. BAB II TINJAUAN PUSTAKA “KRISIS HIPERTENSI” 1. Diagnosa Keperawatan dan Rencana Keperawatan. : PENUTUP Berisi kesimpulan hasil studi kasus dan juga berisi saran. Tekanan darah harus diturunkan dalam 24 jam sampai batas yang aman memerlukan terapi aurenteral. : TINJAUAN KASUS Merupakan Laporan hasil studi kasus yang meliputi : pengkajian Keperawatan.teori yang telah dikemukakan dengan kasus nyata yang diperoleh selama perawatan pasien. manifestasi klinik.

PATOFISIOLOGI Ada dua teori yang dianggap dapat menerangkan timbulnya hipertensi yaitu. c. tekanan darah meningkat (diastolic ) > 120 mmHg disertai dengan kelainan funduskopi Kw 111. over autorregulation “ over autorregulation spasme otak arteriole oedema TD naik mendadak CBF petekhie Hipertensi hemorhage . teori “breakthrough of cerebral autoregulation” Bila tekanan darah mencapai stressor tertentu dapat mengakibatkan transudasi . Dengan kenaikan tekanan darah menyebabkan spasme yang berat pada arteriole mengurangi aliran darah keotak (CBF) dan iskemi.hertensi ensepalopati dapat timbul walaupun tekanan darah 160/10. 2. tetapi juga dari tingginya tekaekan nan darah sebelumnya. cepat kenaikan tekanan darah.seks dan usia penderita. Penderita hipertensi kronis dapat mentolelir kenaikan tekanan darah yang lebih tinggi disbanding dengan normotensi ataupun pada penderita hipertensi baru dengan penhentian obat yang tiba-tiba. ataupun kematian bila penderita dengan riwayat hipertensi essensial ataupun sekunder dan jarang terjadi pada penderita yang sebelumnya mempunyai tekanan darah normal d. udema di otak patikhie pendarahan dan micro infark. Peniggian tekanan intracranial kerusakan yang cepat dari peskuler.tingghinya tekanan darah yang dapat menyebabkan kerusakan organ secara tidak hanya dari tingkatan tekanan darah actual. perubahan kesadaran dan keadaan ini dapat menjadi reversible bila tekanan darah diturunkan. ginjal akut. Hepertansi akselerasi . dapat timbul hipertensi ensepalopati dmikian juga pada eklelonsi.meningginya permeabilitas kapiler akan menyebabkan pecahnya dinding kapiler . Hipertensi maligna : Penderita hipertensi akselerasi dengan tekanan darah diastolic > 120 – 130 mmhg dan kelainan fonduskopi kw 1V disertai papioledema. b. Hipertensi ensepalopati: kenaikan tekanan darah dengan tiba – tiba disertai dengan keluhan sakit kepala yang sangat. Hipertensi refrakter : respon pengobatan tidak memuaskan dan tekanan darah > 200/110 mmHg. hemorrhages. Bila tidak diobati dapat berlanjut fase malikna. 3. bangsa. Walaupun telah diberikan pengobatan yang efektif ( triple drug ) pada penderita dan keputusan pasien. fibrinoid dari arteriole.a. mikro infark dan edema otak patikhie.

b. metamefrin. Sindroma withdrawal anti hipertensi. c. payah jantung kongestif. b. melihat tanda iskemik Foto dada: apakah ada oedema paru (dapat ditunggu setelah pengobatan terlaksana) Pemeriksaan lanjut (tergantung dari keadaan klinis dan hasil pemeriksaan yang pertama) Sangkaan kelainan renal: IVP Renald Angiograph . PENGOBATAN KRISIS HIPERTENSI A. c. Pemeriksaan penunjang dilakukan dengan dua cara yaitu: 1. pemeriksaan penunjang dapat dibedakan hipertensi emergensi. elektrolik KGD Urine. Sedangkan pada penderita hipertensi baru dengan MAP diantara 60-120 mmHg. Darah.Ensefalopati CBF breakthrough autoregulation mikro infark nekrosis vaskuler Aliran darah ke otak pada penderita hipertensi kronis tidak mengalami perubahan bila mean arterial pressure (MAP) 120-160 mmHg. Glomerulonefritis akut. c. autoregulasi menjadi lebih sempit dengan batas tertinggi 120 mmHg. CT Scan Bila disangkikan feokhromositoma. Urenelisa dan kultur urine EKG. 12 lead. Dasar-dasar penanggulangan krisis hipertensi . 2. biopsy renal (kasus tertentu) Menyingkirkan kemungkinan tindakan bedah neurologi: spinal tab. f. Kenaikan TD tiba-tiba pda penderita hipertensi kronis esensial (tersering) Hipertensi renovaskuler. Pada keadaan hipertensi kapnia. urine 24 jam untuk ketekholamine. altadiselasi). creatinine. Perlu dibedakan komplikasi krisis hipertensi dengan kegawatan neurologi ataupun payah jantung kongestif dan oedema paru. rutin. b. venumandelic Acid (VMA). d. FAKTOR PRESIPITASI PADA KRISIS HIPERTENSI Dari anamneses dan pemerisaan fisik. e. a. urgensi dan factor-faktor yang mempresipitasikan timbulnya krisis hipertensi antara lain. Pemeriksaan yang segera seperti. Pada keadaan sehingga perubahan yang sedikit saja dari TD menyebabkan asidosis otak akan mempercepat timbulnya edema otak . Perlu dicari penyakit penyerta lain seperti penyakit jantung koroner. a. PEMERIKSAAN FISIK Pada pemeriksaan fisik dilakukan pengukuran TD (baring dan berdiri) mencari kerusakan organ sasaran (retinophaty. BUN. Cedera kepala dan ruda paksa susunan saraf pusat Rennin-Secrotin tumor. gangguan neurologi. d. a.

tekanan darah sistolok tidak kurang dari 160 MmHg ataupun MAP tidak kurang dari 120 MmHg selama 48 jam pertama kecuali krisis hipertensi ( missal . Perlu diketahui bahwa pembatasan cairan dan garam (Na) serta diretika hipertensi manigna akan menyebabkan bertambahnya volume deplation. Pemberian diuretika dapat dilakukan bila setelah diberikan obat anti hipertensi nondiuretikal beberapa hari dan telah terjadi reflex volume retention. Bila diagnose hipertensi emergensi telah dikatakan maka TD perlu segera diturunkan. kecuali bila secara klinis dibuktikan adanya volume overload seperti payah jantung kongestif atau oedema paru.Tentukan tekanan darah yang di inginkan didasari lamahnya. masalah kliniks yang menyertai usia pasien .Rawat di ICU. Untuk menurunkan TD sampai ke tingkat yang diharapkan perlu diperhatikan berbagai factor antara lain keadaan hipertensi sendiri TD segera diturunkan atau bertahap.Tentukan adanya kerusakan organg sasaran .Tentukan penyebab krisis hipertensi .Anamneses singkat dan pemeriksaasn fisik . Stasus volume cairan Oleh karena itu juga diberi terapi diuretika. Tetapi pihak lain penurunan yang terlalu agresif juga dapat menimbulkan perpusi dan aliran darah di turunkan.Penurunan tekanan darah diastilik tidak kurang dari 100 mmhg .TD yang sedemikian tinggi haruslah segera diturunkan karena penundaan akan memperburuk penyakit yang akan timbul baik cepat maupun lambat. Langkah-langkah yang perlu diambil . pengamatan problema yang menyertai krisis hipertensi perubahan aliran darah dan autoregulasi TD pada organ vital dan pemilihan obat anti hipertensi yang efektif untuk krisis hipertensi dan monitoring efek samping obat. B. PENANGGULANGAN HIPERTENSI EMERGENSI a. tingginya tekanan darah sebelumnya cepatnya kenaikan dan keeparahan hipertensi. pasang pulmoral intraarterial line dan pulmonary kordiopulmonaris dan status volume intra vaskuler . di setting AORTIK aneurysm) penurunan tekanan darah tidak lebih dari 25 % dari MAP ataupun tekanan darah yang di dapat PEMAKAIAN OBAT-OBATAN UNTUK KRISIS HIPERTENSI Obat anti hiertensi oral atau parenteral yang digunakan pada krisis hipertensi tegantung dari apakah pasien emergensi atau urgensi jika emergensi dan disertai dengan kerusakan organ sasaran maka penderita di rungan intensive care unit ( ICU ) dan diberi salah satu obat anti hipertensi intavena ( IV ) MANIFESTASI KLINIK  Tanda umum adalah :  sakit kepalah hebat  nyeri dada  pingsang  tackikardi > 100 / menit .Sinkirkan penyakit lain yang menyurpai krisis hipertensi .

stress terhadap tindakan pembedahan c. pasien mengkomsumsi kontrasepsi oral f. neprotik syndrome  Perawatan KP Sejak diagnose KP maka pasien harus mendapat obat vasodilator secara rutin. Untuk mempertahankan > 92 %  Berikan oksigen dengan aliran melalui non re-breath mask  Pertimbangkan untuk mendapatkan pernapasan dengan menggunakan bag-valve-mask ventilation  Lakukan pemeriksaan gas darah arterial untuk mengkaji Pa O2 dan Pa CO2  Kaji jumlah pernapasan / auskultasi pernapasan  Circulation  Kaji heart rate dan ritme kemungkinan terdengar suara gollap  Kaji peningkatan jup  Monitoring tekanan darah  Pemeriksaan ekg mungkin menunjukkan sinus tacikardi  Disability  kaji tingkat kesadaran dengan menggunakan AUPU . tackikardi >20 / menit  muka pucat  tanda ancaman kehidupan  Gejala khas :  sakit kepala hebat  nyeri dada  peningkatan tekanan vena  shock / pingsang  Dengan ABCD  Airway  yakni kepatenan jalan napas  berikan alat bantu napas jika perlu ( guedel atau nasopharyngeal )  jika terjadi penurunan fungsi pernapasan segera kontak ahli anastesis dan bawah segera ICU  Eksposure  selalu mengkaji dengan menggunakan test kemungkinan KP  jika pasien stabil lakukan pemeriksaan riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik lainnya  jangan lupa memeriksa untuk tanda-tanda gagal jantung kronik  Factor resiko terjadinya KP a.  Breathing  Kaji saturasi oksigen dengan menggunakan pulse oximeter. terjadinya trauma d. pasien mendapatkan terapi hormone g. keganasan e. obesitas h. meminum obat tidak teratur b.

Cemas b / d ancaman perubahan status kesehatan Kemungkinan dibuktikan oleh : menolak ketakutan marah peningkatan nyeri. Ekspresi menyangkal. Berikan dorongan untuk melakukan aktivitas perawatan diri terhadap jika dapat ditoleransi.Evaluasi tingkat pemahaman pasien/orang terdekat tentang diagnose. Nyeri kepala b / d peningatan tekanan intrakanial Intevensi . R / Meriwatkan stimulasi / meningkatkan relaksasi 3.bersalah. Mempertahankan tira baring selama pase akut. Rasional : pasien dan orang terdekat mendengar dan mengasimilasi informasi baru yang meliputi perubahan ada gambaran diri dan pola hidup. rangsangan simpatis. KAN INTERVENSI . Akui rasa takut/masalah pasien dan dorong mengekspresikan perasaan. berikan bantuan sesuai dengan kebtuhan. insomnia Hasil yang diharapkan : mengakui dan mendiskusikan takut/ masalah menunjukkan rentang perasaan yang tepat dan penampilan wajah tampak rileks/istirahat. R / kemajuan aktivitas terhadap mencegah peningkatan kerja jantung tiba – tiba memberikan bantuan hanya sebatas kebutuhan akan mendorong kemandirian dalam melakukan aktivitas. Menyatakan pengetahuan yang akurat tentang situasi. Kurangnya pengetahuan b / d kurangnya imformasi Intervensi . Pemahaman persepsi ini melibatkan susunan tekanan perawatan individu dan memberikan informasi yang perlu untuk memili intervensi yang tepat. 2. penurunan kesadaran menunjukkan tanda awal pasien masuk kondisi yang membutuhkan pertolongan medis segera dan membutuhkan perawatan di ICU DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. 5. Udem b / d peningkatan permebelitas vaskuler. . Hindari mengatakan TD normal dan gunakan istilah terkontrol dengan baik saat menggambarkan TD klien dalam batas yang diingkan R / karena peningkatan ntuk hipertensi sepanjang kehidupan . maka menyampaikan ide terkontrol akan membantu pasien untuk memahami kebutuhan untuk melanjutkan pengobatan/ medikasi 4. Intolerans akktivitas b / d curah jantung meningkat Intervensi. syok.

Indicator kesiapan pasien untuk menerina tanggung jawab untuk berpartisipasi dalam penyembuhan dan untuk mulai hidup lagi. Berikan waktu untuk menyiapkan peristiwa/pengobatan. pasien mulai menerima/secara positif dengan kenyataan. Libatkan pasien/orang terdekat dalam perencanaan perawatan. Rasional : ini sulit untuk menerima dengan isu emosi bila pengalaman eksrim/ketidak nyamana fisik menetap. Rasional : dapat membantu memperbaiki beberapa perasaan terkontrol/kemandirian pada pasien yang merasa tak berdaya dalam menerima diagnose dan pengobatan. Catat komentar/perilaku yang menunjukkan menerima dan/atau menggunakan strategi efektif menerima situasi. Terima penyangkalan pasien tetapi jangan dikuatkan. menghaddapi isu pasien perlu dijelaskan dan membuka cara penyelesaiannya. Rasional : takut ansietas menurun. Berikan kesempatan untuk bertanya dan jawab dengan jujur.Rasional : dukungan memampukan pasien mulai membuka/menerima kenyataan kanker dan pengobatannya. Rasional : bila penyangkalan ekstrim atau ansietas mempengaruhi kemajuan penyembuhan. Rasional : membuat kepercayaan dan menurunkan kesalahan persepsi/salah interpretasi terhadap informasi. Berikan kenyamanan fisik pasien. Yakinkan bahwa pasien damn pemberi perawatan mempunyai pemahaman yang sama. Pasien mungkin perlu waktu untuk mengidentifikasi perasaan dan meskipun lebih bamnyak waktu untuk mengekspresikannya. - - - - .

PENYIMPANGAN KDM Penurunan suplai darah keginjal Respon rennin Pelepasan hormon aldesteron Pelepasan angiotensi Angiontensinogen I dan II Respon saraf simpatik Peningkatan kontraktilitas jantung Peningkatan volume curah jantung .

TIK meningkat Nyeri kepala kurang pengetahuan kecemasan .Penekanan TD intra cranial peningkatan permebelitas Perpindahan vaskuler ekstra cairan vaskuler Edema Gangguan keseimbangan neurologi Tekanan saraf perifer Intoleran aktivitas Sirkulasi cerebral terganggu kurang informasi koping in efktif perubahan stts kes.

vasodilator dan ACEi. Hipertensi cepat (accelerated hypertension) Accelerated hypertension atau hipertensi yang sangat berat. dalamMajalah MEDICINUS. Edisi Juli. DBP harus diturunkan menjadi 100‐110 mmHg selama 24 jam pertama. Tujuan pengobatan pada keadaan ini adalah memperkecil kerusakan kerusakan organ target akibat tingginya tekanan darah dan menghindari pengaruh buruk akibat pengobatan dengan menurunkan tekanan arteri rata-rata (MAP) tidak lebih dari 25% (dalam menit sampai 1 jam). hipertensi ensefalopati. penurunan bertahap ke arah normal dapat dilakukan dalam 24-48 jam berikutnya. Bila tekanan darah pada level ini dapat ditoleransi dan keadaan klinis pasien stabil. tetapi membutuhkan pemberian kombinasi terapi antihipertensi segera. jika diperlukan. Pengobatan hypertensive emergency dilakukan di unit perawatan intensif yang dilengkapi dengan monitor tekanan darah dan antihipetensi yang diberikan umumnya intravena baik dengan bolus maupun infus kontinu karena dapat bekerja secara cepat. didefinisikan sebagai DBP lebih dari 140 mmHg. Tekanan darah harus diturunkan lagi selama 2‐3 hari berikutnya menggunakan kombinasi diuretik. Penatalaksanaan Krisis Hipertensi Endang Susalit . atau klonidin diikuti dengan beberapa jam observasi. halaman 79. sehingga penurunan tekanan darah dapat dilakukan lebih lambat dalam waktu beberapa jam.Krisis hipertensi adalah keadaan yang potensial dapat mengancam jiwa sehingga memerlukan tindakan medik segera untuk mencegah atau memperkecil kerusakan organ target.Keadaan ini membutuhkan penurunan tekanan darah segera dalam waktu beberapa menit.September 2008. perdarahan arterial yang mengancam jiwa atau diseksi aorta). labetalol. Hypertensive emergency digambarkan sebagai peningkatan tekanan darah yang berat (>180/120 mmHg) dengan kerusakan organ target akut (mis.Ditinjau dari kecepatan pengobatan yang diperlukan. Sedangkan hypertensive urgency adalah peningkatan tekanan darah yang berat tanpa kerusakan organ target progresif. PPDS Ilmu Penyakit Dalam FKUI/ RSCM. kemudian bila stabil. seperti captopril. infark miokard akut. memerlukan tindakan medis segera. eklampsia. Beta‐blocker seperti atenolol atau labetolol atau CCB dihidropiridin diindikasikan untuk kondisi ini. Jika terapi intravena diperlukan maka yang dianjurkan adalah sodium nitroprusid atau gliseril trinitrat. krisis hipertensi dibedakan menjadi kegawatan hipertensi (hypertensive emergency) dan hipertensi mendesak (hypertensive urgency). angina pektoris tidak stabil. Demikian kutipan artikel ‘Hipertensi Sekunder’ yang ditulis oleh Ismail Yusuf. Keadaan ini biasanya tidak membutuhkan perawatan di RS. gagal ventrikel kiri akut dengan edema pulmonal. perdarahan intraserebral. diturunkan 160/100 mmHg sampai 110 mmHg dalam 2 sampai 6 jam berikutnya.

dengan angka prevalensi sekitar 1% pada pasien hipertensi. seperti terlihat pada Tabel 2. seperti iskemia koroner. Hipertensi mendesak (hypertensive urgencies) adalah hipertensi berat yang tidak disertai tanda disfungsi organ target.Naskah ini merupakan makalah Simposium Penataksanaan Kedaruratan di Bidang Ilmu Penyakit Dalam II di Hotel Sahid 30-31 Maret 2002 Pendahuluan Pembagian hipertensi berdasarkan tingginya tekanan darah sudah disepakati oleh WHO-ISH Guidelines Committee untuk mengadopsi batasan dan klasifikasi The Joint National Committee on Detection. perdarahan intraserebral. Dengan pemakaian obat antihipertensi baru yang bekerja jangka panjang dengan efek samping yang minimal. Sebagian besar pasien hipertensi dengan pengobatan yang efektif selama bertahun-tahun umumnya asimtomatik. dengan obat antihipertensi secara per oral. Ketersediaan obat antihipertensi parenteral di suatu negara juga merupakan faktor penting dalam cara penanggulangan yang dilakukan. Kegawatan Hipertensi dan Hipertensi Mendesak Ditinjau dari segi prognosis dan penatalaksanaan krisis hipertensi dapat dibagi menjadi kegawatan hipertensi (hypertensive emergencies) dan hipertensi mendesak (hypertensive urgencies). atau kadang-kadang parenteral. Sebagian pasien krisis hipertensi datang dalam keadaan gawat sehingga perlu dikenali dan ditangani secara khusus. Kegawatan hipertensi (hypertensive emergencies) adalah hipertensi berat yang disertai disfungsi akut organ target. dalam penatalaksanaan. dengan obat antihipertensi secara intravena. yang lebih penting daripada tingginya tekanan darah adalah adanya tanda kerusakan akut organ target. Kegawatan hipertensi memerlukan penurunan tekanan darah yang segera. umumnya tekanan darah sistolik lebih dari 220 mmHg dan atau tekanan darah diastolik lebih dari 120-130 mmHg. Penanganan yang dianjurkan oleh para ahli tidak selalu sama dan dipengaruhi oleh pengalamannya dengan obat antihipertensi tertentu yang lebih banyak daripada obat lain. Pada hipertensi mendesak penurunan tekanan darah dapat dilakukan secara lebih perlahan dalam beberapa jam atau hari. edema paru. Selain itu. . jumlah pasien krisis hipertensi menjadi lebih sedikit. Sebagian besar pasien hipertensi tergolong pasien hipertensi derajat 1 (ringan) dan derajat 2 (sedang) dan hanya sebagian kecil yang tergolong derajat 3 (berat). Pada pasien krisis hipertensi terjadi peningkatan tekanan darah yang mencolok tinggi. Evaluation. Hal ini berbeda sekali jika dibandingkan dengan era sebelum dipakai obat antihipertensi baru dengan insidens hipertensi maligna sekitar 7% pada pasien hipertensi yang tidak diobati. dan peningkatannya terjadi dalam waktu yang relatif pendek. seperti terlihat pada Tabel 1. strok. dalam beberapa jam. atau gagal ginjal akut. and Treatment of High Blood Pressure (JNC VI). Pada sebagian kecil pasien hipertensi dapat terjadi krisis hipertensi.

Sebaiknya tekanan darah tidak diturunkan sampai normal atau hipotensi. yang dapat terjadi pada pasien yang tidak patuh minum obat antihipertensi. Nitrogliserin merupakan obat pilihan untuk menurunkan tekanan darah secara cepat jika disertai iskemia atau infark miokard karena obat ini mempunyai efek vasodilator koroner. seperti yang dilaporkan oleh The Joint National Committee on Detection. Obat Antihipertensi Parenteral Obat antihipertensi parenteral yang dapat digunakan untuk menurunkan tekanan darah secara cepat pada kegawatan hipertensi dapat dilihat pada tabel 3. yang akhirnya menimbulkan iskemia organ target. Obat ini bekerja sangat kuat dan cepat dalam menurunkan tekanan darah. dilakukan titrasi penurunan dosis obat antihipertensi parenteral sampai dihentikan. karena akan mengakibatkan terjadinya hipoperfusi organ target. dalam beberapa menit atau jam. Seperti sudah disebutkan di atas. dimulai pemberian obat antihipertensi oral. Respons penurunan tekanan .Patofisiologi Penyebab krisis hipertensi masih belum jelas. Sebaiknya penurunan tekanan darah secara cepat tersebut dicapai dalan 1. Penatalaksanaan Tujuan pengobatan adalah menurunkan resistensi vaskular sistemik Pada kegawatan hipertensi tekanan darah arteri rata-rata diturunkan secara cepat. kecuali pada diseksi aorta. Penurunan tekanan darah selanjutnya dilakukan secara lebih perlahan. Penurunan tekanan darah sampai normal dapat dilaksanakan pada saat pasien berobat jalan. pengendapan platelet dan fibrin. meningkatkan kadar zat vasokonstriktor seperti norefinefrin. sekitar 25% dibandingkan dengan tekanan darah sebelumnya. dilanjutkan dengan penurunan tekanan darah dalam 24 jam berikutnya secara lebih perlahan sehingga tercapai tekanan darah diastolik sekitar 100 mmHg. Evaluation. pada kegawatan hipertensi diberikan obat antihipertensi parenteral yang memerlukan titrasi secara hati-hati sesuai dengan respons klinik. Diduga peninggian mendadak resistensi vaskuler sistemik. Setelah penurunan tekanan darah secara cepat tercapai dengan pemberian obat antihipertensi parenteral. Obat pilihan yang banyak digunakan pada kegawatan hipertensi adalah natrium nitroprusid. Jika tekanan darah makin menurun dengan penambahan obat antihipertensi oral tersebut. Iskemia akan merangsang pengeluaran zat vasoaktif lebih lanjut sehingga terjadi proses sirkulus visiosa vasokonstriksi dan proliferasi miointima. serta kehilangan fungsi autoregulasi. and Treatment of High Blood Pressure (JNC VI). Nitrogliserin juga melebarkan pembuluh darah otak sehingga dapat menimbulkan sakit kepala yang kadang-kadang hebat. dan hormon antinatriuretik. Sebagai akibat peninggian tekanan darah yang mencolok terjadi nekrosis fibrinoid arteriol yang akan menyebabkan kerusakan endotel. angiotensin II.4 jam. Jika tidak dikendalikan akan terjadi ekstravasasi pada organ target dan atau terjadi infark. Pengukuran tekanan darah yang berkesinambungan dapat dilakukan dengan menggunakan alat monitor tekanan darah osilometrik otomatik.

Tanda klinik yang ditemukan adalah disorientasi. Selanjutnya penurunan tekanan darah dilakukan secara lebih perlahan. disebabkan oleh edema otak akibat kegagalan autoregulasi aliran darah otak. Sebagian besar pasien krisis hipertensi mengalami deplesi volume yang disebabkan oleh diuresis akibat peninggian tekanan darah. muntah. Tujuan pengobatan adalah menurunkan tekanan darah arteri rata-rata sekitar 25% dalam 1 jam atau sampai tekanan darah diastolik 100 mmHg. kecuali jika terjadi peningkatan tekanan darah yang sangat . obat ini dapat menimbulkan natriuresis langsung lewat tubulus ginjal sehingga dapat bermanfaat pada hipertensi berat yang disertai insufisiensi ginjal. Diagnosis ensefalopati hipertensi ditegakkan dengan menyingkirkan strok. Salah satu ciri yang khas pada ensefalopati hipertensi adalah kepulihannya yang terjadi cepat. perdarahan subaraknoid. defisit neurologik fokal. Fenoldopam adalah suatu agonis dopamin-1 yang bekerja di perifer. mual. dan ensefalitis. Ensefalopati Hipertensi Ensefalopati hipertensi yang tidak jarang dijumpai pada masa sebelum dipakainya obat antihipertensi baru. Jika selama pengobatan terjadi penurunan fungsi neurologik. rasa lemah setempat. gangguan penglihatan.darah pada pemberian nitrogliserin seperti halnya natrium nitroprusid tidak dapat diramalkan. atau perdarahan subaraknoid masih diperdebatkan. kelainan lain yang menimbulkan kejang. autoregulasi aliran darah otak di daerah infark dapat terganggu dan bisa terjadi perdarahan. Selain itu. Gejala yang bisa timbul pada pasien ensefalopati hipertensi adalah sakit kepala. Pemakaian jangka panjang nitrogliserin dapat menimbulkan toleransi. 1 sampai 12 jam. pusing. Stimulasi reseptor dopamin-1 akan menurunkan tekanan darah yang disebabkan oleh vasodilatasi arterial. dan retinopati termasuk papiledema. terutama pada pasien usia lanjut. tidak dianjurkan penurunan tekanan darah yang terlalu cepat. Selain itu. Komplikasi Neurologik Penurunan tekanan darah yang cepat pada strok. massa di otak. Pengendalian tekanan darah yang lambat dapat menyebabkan terjadinya defek sisa. Obat ini unik karena dapat memelihara bahkan meningkatkan aliran darah ginjal meski terjadi penurunan tekanan darah. Oleh karena itu. dan umum. vaskulitis. kejang fokal dan umum. pemberian diuretik dan pembatasan cairan hanya dilakukan pada pasien yang secara klinis mengalami kelebihan cairan yang jelas. perdarahan intraserebral. jika tekanan darah dikendalikan baik. tekanan darah sebaiknya dibiarkan meningkat. Oleh karena itu. Pada keadaan deplesi volume ini peningkatan diuresis akan makin mempertinggi tekanan darah dan makin memperberat insufisiensi ginjal. Tekanan darah tidak diturunkan sampai 50% karena akan menimbulkan hipoperfusi otak. Keadaan ini biasanya terjadi pada pasien hipertensi kronik yang mengalami peninggian tekanan darah yang mencolok. Peninggian tekanan darah dapat sebagai penyebab atau akibat kelainan neurologik dan kadangkadang intervensi yang minimal saja dapat menyebabkan penurunan tekanan darah.

Obat pilihan adalah nitrat yang diberikan secara intravena yang dapat menurunkan resistensi sistemik perifer dan memperbaiki perfusi koroner. Natrium nitroprusid yang diberikan bersama-sama dengan oksigen. Gagal Jantung Kongestif Peningkatan resistensi vaskular sistemik yang mencolok dapat menimbulkan gagal jantung kiri. atau lebih rendah asal tidak menimbulkan hipoperfusi organ target.mencolok. Labetalol juga dapat dipakai pada keadaan ini. edema. siklosporin. Tekanan darah diastolik harus segera diturunkan sampai 100 mmHg. Eklampsia Pada eklampsia dijumpai hipertensi. Pada pasien cangkok ginjal peninggian tekanan darah dapat disebabkan stenosis arteri pada ginjal cangkok. Krisis Katekolamin . Penatalaksanaan definitif adalah dengan melahirkan bayi atau mengeluarkan janin. dan sekresi renin yang tinggi oleh ginjal asli. dan kejang pada kehamilan setelah 20 minggu. Penatalaksanaan adalah dengan cara menurunkan resistensi vaskular sistemik tanpa mengganggu aliran darah ginjal. morfin. Obat pilihan adalah vasodilator seperti nitroprusid yang diberikan bersama penghambat reseptor b. Insufisiensi Ginjal Insufisiensi ginjal akut dapat sebagai penyebab atau akibat peninggian tekanan darah yang mencolok. Tekanan darah harus diturunkan sampai rasa nyeri dada berkurang atau sampai tekanan diastolik mencapai 100 mmHg. Obat lain yang dapat dipakai adalah labetalol. punggung. Iskemia atau Infark Miokard Iskemia atau infark miokard merupakan komplikasi yang sering terjadi pada hipertensi berat. Diseksi Aorta Akut Diseksi aorta harus dipikirkan pada pasien dengan peninggian tekanan darah yang mencolok yang disertai dengan nyeri di dada. Antagonis kalsium seperti nikardipin dapat dipakai pada keadaan ini. dan perut. Untuk menghentikan perluasan diseksi tekanan darah harus segera diturunkan. Labetalol adalah obat pilihan yang lain. kortikosteroid. Tekanan darah diturunkan sekitar 25% secara bertahap atau sampai tekanan diastolik kurang dari 120 mmHg dalam waktu 24 jam. Hidralazin digunakan untuk menurunkan tekanan darah karena tidak mengganggu aliran darah uterus. proteinuria. Nitrogliserin yang juga dapat menurunkan preload dan afterload merupakan obat pilihan yang lain. dan diuretik merupakan obat pilihan karena dapat menurunkan preload dan afterload.

meski labetalol juga terbukti efektif. Jika pasien belum pernah minum obat diberi obat antihipertensi jangka panjang. 2000. J Hypertens 1999. Digunakan tetesan mikro dengan kecepatan sesuai respons tekanan darah dan dosis total tidak melebihi 900 mg/24 jam. Current therapy in nephrology and hypertension. 4th ed.1997. karena dianggap mempunyai risiko yang tinggi untuk mengalami komplikasi akut. Klonidin diberikan dalam 250 ml larutan infus dekstrosa 5% yang berisi 900 mg.715-8. editor. Guidelines for the management of hypertension.323-7. dan infark miokard. p. World Health Organization-International Society of Hypertension. Sebaliknya. Hypertension: A companion to brenner and rector’s the kidney. Di Indonesia klonidin merupakan obat pilihan yang cukup banyak dipakai. Calhoun DA. Guidelines subcommittee. Spitalewitz S. Jika pasien sudah patuh minum obat dosis obat harus dinaikkan atau ditambahkan obat lain. obat tersebut harus dimulai lagi. evaluation. St Louis: Mosby-Year Book Inc. Dalam: Oparil S. p. Hypertensive crisis. Weber MA. and treatment of high blood pressure. National Institutes of Health. St. Dalam: Glassock RJ editor. detection.17:151-83. NIH Publication. Daftar Pustaka 1. Obat antihipertensi parenteral lain yang juga bisa dipakai di sini adalah nitrogliserin. 4. 2. Louis: WB Saunders Co. sehingga pilihan bagi kita sebenarnya tidak banyak. . Fentolamin adalah obat pilihan klasik pada krisis katekolamin. penurunan tekanan darah yang cepat tidak dianjurkan pada hipertensi mendesak. strok. The sixth report of the joint national committee on prevention. 1998. Alternatif Obat Antihipertensi di Indonesia Hanya sebagian kecil obat antihipertensi pada tabel 3 secara resmi beredar di Indonesia. Rekomendasi yang umumnya dianjurkan adalah menurunkan tekanan darah secara cepat dengan obat antihipertensi oral seperti nifedipin yang bekerja jangka pendek atau klonidin. pemeriksaan fisis dan laboratorium tidak menunjukkan tanda adanya disfungsi akut organ target.Krisis katekolamin terjadi pada feokromositoma dan kelebihan dosis kokain. ada yang melaporkan pemberian nifedipin sublingual menurunkan tekanan darah terlalu cepat sehingga terjadi strok atau infark miokard. Jika target tekanan darah sudah tercapai diberi klonidin oral dan tetesan infus klonidin diperlambat sampai berhenti. Hypertensive emergencies and urgencies. Penelitian membuktikan bahwa penurunan tekanan darah dengan cara tersebut tidak memperbaiki prognosis jangka pendek maupun panjang. Oleh karena itu. 3. Hipertensi Mendesak Hipertensi mendesak dijumpai pada pasien dengan hipertensi berat yang pada anamnesis. Pada intoksikasi obat tersebut biasanya disertai kejang. Jika pasien sebelumnya sudah minum obat antihipertensi tapi tidak patuh. Porush JG.

Baltimore: Williams & Wilkins.281-97.  Dosis biasa: 3 mcg/kg/menit  Dosis maksimum: 10 mcg/kg/menit  Penginfusan yang lebih cepat daripada 2 mcg/kg/menit menyebabkan cyanide yang lebih cepat dari yang bisa ditangani pasien.  Pengaruh ini bisa dikurangi dengan mengurangi takaran infus: Efek GI (N/V. kejang otot). sakit di bagian perut). Kegawatan hipertensi. Dalam: Kaplan NM editor.  Obat ini juga digunakan untuk menjaga tekanan darah tetap rendah selama pembedahan/operasi. atau yang juga disebut Nitroprusside. 1994. arrhythmias& acidosis metabolik .5 mcg/kg/menit  Sesuaikan dosis tergantung pada pengaruh hemodinamik atau kemunculan sakit kepala atau mabuk. Makalah Simposium Kedaruratan Ginjal dan Hipertensi. palpitasi). kebingungan. adalah sebuah vasodilator yang bekerja dengan cara mengendurkan otot dalam pembuluh darah untuk membantunya melebar. Efek amlodipin terhadap faktor yang berperan pada penurunan fungsi ginjal yang disebabkan oleh siklosporin pada resipien transplantasi ginjal [disertasi]. sakit kepala. . Efek CV (ketidaknyamanan retrosternal. Efek lainnya (perspirasi. 1996. Hypertensive crisis. SODIUM NITROPUSIDE Sodium nitroprusside. kepeningan. Jakarta: Universitas Indonesia. 1995 Juni 17. Sidabutar RP.3-0. Indikasi:  Untuk mengobati gagal jantung kongestif dan tekanan darah tinggi yang mengancam hidup (hipertensi). 7. miosis.5 mcg/kg/menit  Boleh ditingkatkan dengan kenaikan 0. Dosis:  Dosis awal: 0. kelelahan). hiperrefleksia.  Hindari pada kompensator hipertensi. Jakarta. Hal ini mengurangi tekanan darah dan membiarkan darah mengalir lebih mudah melalui pembuluh vena dan arterti. 6.  Thiocyanate bisa menyebabkan: Tinnitus. berkeringat. 6th ed. Susalit E. hiperventilasi. halusinasi & ditemukan adanya kemungkinan kompulsif. Efek CNS ketakutan. Indonesia.5. Clinical hypertension.  Cyanide yang berlebihan mungkin menimbulkan: tachycardia. methemoglobinemia bisa juga terjadi.  Hindari ekstravasi. p. Efek Samping:  Efek merugikan secara khas berkaitan dengan pengaruh hipotensif atau dari akumulasi cyanide yang berlebihan. Kaplan NM. Instruksi Khusus:  Keseimbangan tekanan darah (BP) dan acid-base harus diawasi dengan ketat.

atau Leber's optic atrophy.0. Gunakan dengan hati-hati atau jangan diberikan sama sekali pada pasien kerusakan hati. dilaporkan bahwa tekanan darah mungkin meningkat lagi pada penghentian produk ini. ∑Hipertensi darurat Nicardipine hydrochloride injeksi diencerkan dengan larutan natrium klorida isotonik atau injeksi glukosa 5% sehingga menjadi larutan nicardipine hydrochloride 0.2 mg per mL).  Gunakan dengan hati-hati pada pasien yang memiliki sirkulasi cerebrovaskular lemah. Oleh karena itu. pasien harus diperingatkan terhadap peningkatan kembali tekanan darah. pasien hipotiroidisme.Pasien dengan peningkatan tekanan intrakranial pada tahap akut stroke otak (Tekanan intrakranial mungkin dapat lebih tinggi).01% . Selanjutnya.Pasien dengan riwayat medis hipersensitif terhadap produk ini. konsentrasi plasma atau cyanide harus diawasi. 2. dan jika pemberian oral memungkinkan.30 µg/ kg melalui suntikan intravena. dosis produk ini harus dikurangi secara bertahap dan tekanan darah dikontrol dengan hati-hati setelah produk dihentikan.  Jika dilanjutkan selama lebih dari 72 hari. NICARDIPINE KOMPOSISI Tiap mL cairan injeksi mengandung Nicardipine hydrochloride 1 mg MEKANISME KERJA Nicardipine hydrochloride menunjukkan efek vasodilatasi dengan menghambat masuknya Ca ++ ke dalam sel otot polos pembuluh darah. pasien dengan plasma cobalamin rendah. 2)Pada pasien dengan keadaan darurat hipertensi.000 kali lipat lebih kuat dibanding otot jantung. 3)Mempersiapkan larutan untuk drip-injeksi. Larutan diberikan melalui tetesan infus intravena dengan kecepatan 0.1 .  Jika penggunaan dihentikan.1 .0. Nicardipine hydrochloride menunjukkan efek antagonis Ca ++ pada otot polos pembuluh darah 30. untuk mengontrol tekanan darah setelah mendapat tekanan darah yang diinginkan. . setelah diganti dengan obat oral. kurangi dosis secara perlahan-lahan. dan selektivitas vaskuler yang lebih tinggi dibanding antagonis Ca ++ lainnya.Pasien dengan dugaan hemostasis yang tidak sempurna setelah perdarahan intrakranial (Perdarahan dapat terjadi).0. Untuk menurunkan tekanan darah secara cepat.2 mg per mL). KONTRAINDIKASI 1.10 µg/ kg / menit sampai nilai tekanan darah yang diinginkan tercapai. INDIKASI ∑Pengobatan ∑Hipertensi darurat krisis hipertensi akut pada saat pembedahan.01% .5-6 µg / kg / menit sampai nilai tekanan darah yang diinginkan tercapai.02% (0. 3. DOSIS & CARA PEMBERIAN ∑Pengobatan darurat krisis hipertensi akut pada saat pembedahan Nicardipine hydrochloride injeksi diencerkan dengan garam fisiologis atau injeksi glukosa 5% sehingga menjadi larutan nicardipine hydrochloride 0. maka penggantian dengan obat oral harus dilakukan.02% (0. Larutan diberikan melalui tetesan infus intravena dengan kecepatan mulai dari 2 . Nicardipine HCl injeksi dapat diberikan dengan dosis 10 . PERINGATAN & PERHATIAN 1)Pada pasien dengan hipertensi darurat. darurat.0.

gangguan fungsi hati dan ikterus. mual. Efek GI (mulut kering. trombositopenia.02% dibuat dengan menambahkan volume Nicardipine HCl injeksi yang diperlukan kedalam cairan infus yang cocok untuk digunakan secara bersamaan dengan Nicardipine HCl injeksi.01% . kecemasan. sakit kepala. penyakit vaskular perifer oklusif atau pada mereka yang memiliki riwayat depresi. penyakit jantung isemik. Instruksi Khusus:  Gunakan dengan hati-hati pada pasien dengan penyakit cerebrovaskuler. mabuk. nyeri angina. Hal ini membuat pembuluh darah mengendur dan jantung berdetak dengan lebih lambat dan mudah. sakit kepala. KEMASAN Dus. gangguan tidur. ileus paralitik. dalam dosis yang dibagi. kerusakan ginjal. Reg.015% Sekitar 0. kaku. kelelahan. 2 kali sehari.  Dosis maksimum: 2. dan lain-lain. Efek GU (sulit buang air kecil. GKL1219616743A1 Hanya untuk pemakaian intravena HARUS DENGAN RESEP DOKTER CLONIDINE Clonidine merupakan obat jenis alpha agonist.Untuk infus drip intravena. Dosis:  Dosis awal: 50-100 mcg melalui mulut (per oral).0. penyimpanan cairan).01 % Sekitar 0. No. larutan nicardipine hydrochloride 0. di tempat kering dan terlindung dari cahaya. gagal jantung.02% 24 60 120 Volume Nicardipine HCl injeksi yang akan ditambahkan (mL) 12 30 60 18 45 90 EFEK SAMPING Takikardia. anoreksia). peningkatan kadar kalium serum CARA PENYIMPANAN Simpan pada suhu di bawah 30°C. tersedak. MI (myocardial infarction). gangguan ECG. rasa panas dan kemerahan pada wajah. peningkatan suhu tubuh. atau 75-150 mcg melalui mulut (per oral). halusinasi. . Clonidine menurunkan tekanan darah dengan cara mengurangi kadar kimia tertentu dalam darah. hipoksemia. penurunan kadar kolesterol total. incontinece). sakit punggung. Indikasi: Untuk mengobati tekanan darah tinggi (hipertensi).4 mg/hari Efek Samping:  Efek CNS (keadaan mengantuk. penurunan volume urin. kepeningan. impotensi).  Efek lainnya yang tidak umum: Bradycardia. Konsentrasi larutan Nicardipine HCl yang dipersiapkan Volume cairan infus (mL) 100 250 500 Sekitar 0. konstipasi. 3 kali sehari. muntah. Obat ini dapat digunakan bersamaan dengan obat tekanan darah lainnya. Efek CV (hipotensi ortostatik.  Dosis rumatan: 300-1200 mcg/hari melalui mulut.  Pasien yang menjalani pengobatan jangka panjang tidak boleh berhenti secara tiba-tiba. 10 ampul @ 10 ml. depresi.

sebuah calcium-channel blocker. Instruksi Khusus:  Berkontra-indikasi pada pasien yang jelas-jelas mengalami kerugian gagal jantung. digunakan sendiri atau bersamaan dengan benazepril untuk mengobati hipertensi (tekanan darah tinggi). 200-600 mg/hari melalui mulut (per oral). sehari 1 kali bila diperlukan. . Indikasi: Untuk meningkatkan zat kimia oatak yang disebutphosphatidylcholine. gangguan batang sinus & AV nodal block. penguraian AV. hipotensi Instruksi Khusus: Berkontraindikasi pada pasien dengan parasimpatetik hipertonia. hingga 1 gr/hari Efek Samping: Stimulasi parasimpatetik. dibagi menjadi 2-3 kali sehari. Dosis: 1. c hronic stable angina pectoris. sehari 1 kali  Dosis boleh ditambah menjadi 10 mg melalui mulut (per oral). Efek CNS (sakit kepala. Dosis:  Dosis diberikan melalui mulut (per oral) sebesar 2.  HR mengatur kalsium antagonist (seperti Diltiazem. hipotensi. dan vasospastic angina. pening). Indikasi: Untuk pengobatan tekanan darah tinggi.  Dosis maksimum: 10 mg/hari Efek Samping:  Efek CV (depresi dari fungsi kardiak. Citicoline ini merupakan zat kimia di otak yang terjadi secara alamiah dalam tubuh. suplemen citicoline ini digunakan sebagai obat. bradycardia & gangguan batang sinus. (ir/ir) AMLODIPINE Amlodipine.  HR yang mengatur kalsium antagonist berkontra-indikasi dengan pasien penderita bradycardia.  Interaksi singkat agen dihydropyridine harus dihindari karena memiliki potensi mempertinggi risiko memburuknya keadaan jantung. atau 2. edema. 250-500 mg/hari melalui otot (intra muscular) atau melalui pembuluh darah (intra venous). AV block. Efek GI (konstipasi). Citicoline juga bisa mengurangi kerusakan jaringan otak ketika otak terluka. gagal jantung yang memburuk. meskipun vasoselective dihydropyridine (sepertiAmlodipine.bradycardia).5-5 mg. dan Prinzmetal's variant angina. Untuk sebagian orang. Gallopamil & Verapamil). Zat kimia ini penting untuk fungsi otak. chronic stable angina.CITICOLINE Citicoline adalahpsychostimulant. Felodipine) dapat bertahan pada pasien penderita penurunan LVEF.

5 mg. Keadaan ini akan menyebabkan penurunan tekanan darah dan mengurangi beban jantung. Dalam kerjanya. Peningkatan sekresi aldosteron akan mengakibatkan ginjal meretensi natrium dan cairan.5 mg. penurunan sekresi aldosteron sehingga ginjal mensekresi natrium dan cairan serta mensekresi kalium. Renin adalah enzim yang dihasilkan ginjal dan bekerja pada globulin plasma untuk memproduksi angiotensin I yang bersifat inaktif.5 mg : Tiap tablet mengandung Captopril 12. Vasodilatasi yang timbul tidak menimbulkan efek takikardia.CAPTOPRIL Obat Generik : Captopril / Kaptopril Obat Bermerek :                   Acepress Capoten Captensin Casipril Dexacap Farmoten Forten Lotensin Metopril Otoryl Praten Scantensin Tensicap Tensobon Vapril Captopril 12.5 mg. Captopril 50 mg : Tiap tablet mengandung Captopril 12. baik afterloadmaupun preload. akibatnya pembentukan angiotensin II terhambat. timbul vasodilatasi. kaptopril akan menghambat ACE. serta meretensi kalium. Captopril 25 mg : Tiap tablet mengandung Captopril 12. sehingga terjadi peningkatan kerja jantung. akan merubah angiotensin I menjadi angiotensin II yang bersifat aktif dan merupakan vasokonstriktor endogen serta dapat menstimulasi sintesa dan sekresi aldosteron dalam korteks adrenal. KOMPOSISI / KANDUNGAN FARMAKOLOGI Captopril (kaptopril) adalah obat antihipertensi dan efektif dalam penanganan gagal jantung dengan cara supresi sistem renin angiotensin aldosteron. Angiotensin Converting Enzyme (ACE). .

Neutropenia/agranulositosis terjadi kira-kira 0. Hipotensi dapat terjadi 1 – 1. 3 kali sehari.5 mg. KONTRAINDIKASI      DOSIS DAN ATURAN PAKAI Captopril harus diberikan 1 jam sebelum makan.2% penderita dengan penyakit ginjal. Gagal Jantung : 12. Efek samping ini terutama terjadi pada penderita dengan gangguan fungsi ginjal.5% penderita dan 1. Untuk penderita dengan gangguan fungsi ginjal dosis perlu dikurangi disesuaikan dengan klirens kreatinin penderita. dosisnya sangat tergantung dari kebutuhan penderita (individual). misalnya akibat pemberian diuretik. Dosis diuretik mungkin dapat ditingkatkan pada interval satu sampai dua minggu. dialisis. Pada penderita dengan risiko tinggi harus dilakukan hitung leukosit sebelum pengobatan. dari awal terapi harus dilakukan pengawasan medik secara ketat. Maka pengobatan dengan captopril perlu dilakukan pengawasan medik yang ketat. Wanita hamil atau yang berpotensi hamil. Wanita menyusui. sedangkan kombinasi dengan beta bloker memberikan efek yang kurang aditif. diare. Stenosis aorta. Penderita gagal ginjal. Tetapi bila mengalami kehilangan cairan. Maksimum dosis captopril untuk hipertensi tidak boleh melebihi 450 mg dalam sehari. dehidrasi maka potensi hipotensi tersebut menjadi lebih berat. Bila setelah 2 minggu penurunan tekanan darah masih belum memuaskan maka dosis dapat ditingkatkan menjadi 25 mg. Karena proteinuria umumnya terjadi dalam waktu 8 bulan pengobatan maka penderita sebaiknya melakukan pemeriksaan protein urin sebelum dan setiap bulan selama 8 bulan pertama pengobatan. muntah.  EFEK SAMPING    .5 jam setelah dosis pertama dan beberapa dosis berikutnya. tekanan darah masih belum terkontrol sebaiknya ditambahkan obat diuretik golongan tiazid misal hidroklorotiazid 25 mg setiap hari.4% penderita. Penderita yang hipersensitif atau alergi terhadap captopril atau penghambat ACE lainnya (misalnya pasien mengalami angioedema selama pengobatan dengan penghambat ACE lainnya). Bila setelah 2 minggu lagi. Captopril diberikan bersama diuretik dan digitalis. diet rendah garam. Dapat terjadi sindroma nefrotik serta membran glomerulopati pada penderita hipertensi. Captopril menimbulkan proteinuria lebih dari 1 gram sehari pada 0. Pada penderita yang mengalami tanda-tanda infeksi akut. pemberian captopril harus segera dihentikan karena merupakan petunjuk adanya neutropenia. Untuk gagal jantung yang tidak cukup responsif atau tidak dapat dikontrol dengan diuretik dan digitalis. setiap 2 minggu selama 3 bulan pertama pengobatan dan secara periodik. 3 kali sehari. Neutropenia ini muncul dalam 1 – 3 bulan pengobatan. tapi biasanya tidak menimbulkan gejala atau hanya menimbulkan rasa pusing yang ringan.5 – 25 mg. dalam hal ini pemberian captopril diberikan bersama diuretik dan digitalis. pengobatan agar dihentikan sebelum penderita terkena infeksi. kombinasi dengan tiazid memberikan efek aditif.INDIKASI   Untuk hipertensi berat hingga sedang. 3 kali sehari. Dosis Captopril untuk Dewasa  Hipertensi : Dosis awal 12.

maka pemberian obat captopril harus dihentikan dengan segera. 10 strip @ 10 tablet PERINGATAN DAN PERHATIAN          INTERAKSI OBAT        KEMASAN NICARDIPINE NAMA GENERIK Nicardipine . kotak. terutama pada penderita gangguan ginjal.   terutama pada penderita gagal jantung yang umumnya mempunyai tensi yang normal atau rendah. Pada kehamilan trimester II dan III dapat menimbulkan gangguan antara lain : hipotensi. sukar bernafas dan serak. lidah. Captopril 12. Alkohol. Captopril 25 mg. deformasi kraniofasial. gagal ginjal reversibel atau irreversible. Efek tersebut biasanya ringan dan menghilang beberapa hari setelah dosis diturunkan. harus diobservasi intensif tentang kemungkinan terjadinya hipotensi. Retensi kalium ringan sering terjadi. Pemakaian obat penghambat ACE pada kehamilan dapat menyebabkan gangguan/kelainan organ pada fetus atau neonatus. pemberian ASI perlu dihentikan karena ditemukan kadar dalam ASI lebih tinggi dari pada kadar dalam darah ibu. mata. Pemberian pada anak-anak masih belum diketahui keamanannya. kotak. kelahiran prematur. 10 strip @ 10 tablet. Sering terjadi ruam dan pruritus. Pengobatan agar dihentikan bila terjadi gejala-gejala angioedema seperti bengkak mulut. Obat antiinflamasi terutama indometasin. Terjadi perubahan rasa. sehingga captopril hanya diberikan bila tidak ada obat lain yang efektif.5 mg. Bayi dengan riwayat dimana selama di dalam kandungan ibunya mendapatkan obat penghambat ACE. kadang-kadang terjadi demam dan eosinofilia. hipoplasia tengkorak neonatus. Hati-hati pemberian captopril pada penderita ginjal. Konsultasikan ke dokter bila menggunakan suplemen potassium. Obat-obat berefek hipotensi. perkembangan paru hipoplasia. anuria. Captopril harus diberikan dengan hati-hati pada wanita menyusui. bibir. tablet. bila terjadi kehamilan selama pemakaian obat ini. laring juga sukar menelan. sehingga perlu diuretik yang meretensi kalium seperti amilorida dan pemberiannya harus dilakukan dengan hati-hati. Keamanan penggunaan pada wanita hamil belum terbukti. Hipotensi berat dapat diatasi dengan infus garam faal atau dengan menurunkan dosis captopril atau diuretiknya. kotak. Captopril 50 mg. yang biasanya terjadi dalam 3 bulan pertama dan menghilang meskipun obat diteruskan. tablet. Suplemen potassium atau obat yang mengandung potassium. potassium sparing diuretic dan garam-garam potassium. paten duktus arteriosus. dan kematian. Pemakaian pada lanjut usia harus hati-hati karena sensitivitasnya terhadap efek hipotensif. tablet. bahkan dapat menyebabkan kematian fetus atau neonatus. 10 strip @ 10 tablet. oligouria dan hiperkalemia. perkembangan retardasi-intrauteri. Juga dapat terjadi oligohidramnion.

setara dengan 0. extensive first pass effect ( saturable) • Bioavailabilitas : 35% • Waktu paruh eliminasi : 2-4 jam • Waktu untuk mencapai puncak.30 mg setiap 8 jam.dimethyl-4-(3-nitrophenyl)pyridine-3. • Inkompatibilitas : Larutan Natrium bikarbonat. Farmakodinamik / farmakokinetik : • Mula kerja obat (onset of action) : oral : 0. Monitor dan sesuaikan ke dosis terendah yang dibutuhkan untuk menjaga kestabilan tekanan darah . Lindungi dari cahaya. Dewasa IV : Hipotensi akut : Initial 5mg/jam setiap 15 menit dengan maksimum 15 mg/jam.40 mg setiap 8 jam.2 mg/jam infus IV.2 mg/jam infus IV. . Larutan tercampurkan stabil 24 jam pada suhu kamar.Struktur kimia : Nicardipine GB STRUKTUR KIMIA 296 SIFAT FISIKOKIMIA • Kompatibilitas : Larutan infus glukosa atau normal salin (NS). CYP3A4 substrate (mayor).5-dicarboxylate hydrochloride . hipotensi : ~ 20 menit. nicardipine menghambat ion calcium memasuki slow channel atau select voltage–sensitive areas dari otot polos vascular dam myocardium selama dipolarisasi. faeces (35 %).20 mg setiap 8 jam. Larutkan 25 mg ampul dengan 250 ml larutan yang sesuai untuk . iv : 10 menit.6.5 – 2 jam. • Lama kerja obat (duration) : < 8 jam • Ikatan dengan protein : > 95 % • Metabolisme : hepatic . biasanya : 20-40 mg 3 x sehari ( selama 3 hari sebelum dosis ditingkatkan ) Lepas lambat : initial : 30 mg 2x sehari ditingkatkan hingga 60 mg 2 x sehari.Nama Kimia : 2-[Bezyl(methyl)amino] ethyl methyl 1. SUB KELAS TERAPI Antihipertensi KELAS TERAPI Kardiovaskuler. heparin dan thiopental. . Catatan : Dosis total harian dari lepas segera mungkin tidak langsung setara dengan dosis harian lepas lambat. meningkatkan myocardial oxygen delivery pada pasien angina vasospastik. pertimbangan pengurangan hingga 3 mg/jam setelah respon didapatkan. • Eksresi : urin ( 60 % sebagai metabolit). serum : 30-120 menit.NAMA KIMIA Nicardipine Hydrochloride.5 mg/jam infus IV. DOSIS PEMBERIAN OBAT Dosis : Dewasa. . STABILITAS PENYIMPANAN Intra Vena : Simpan pada suhu 20�C-25�C. infus RL Larutan nicardipine (1 mg/ml dalam glukosa 5%) secara visual dilaporkan inkompatibel dengan furosemide.4-dihydro2. setara dengan 1. Subtitusi untuk terapi oral : . Lansia : Dimulai dengan dosis rendah FARMAKOLOGI Nicardipine memiliki efek yang sama dengan nifedipin dan dapat menghasilkan reduksi yang lebih kecil dari kotraktilitas miokardial. setara dengan 2. yang menghasilkan suatu relaksasi otot polos vaskular koroner dan vasodilatasi koroner. Oral: Lepas segera : initial : 20 mg 3x sehari.

4 <1% : EKG abnormal. protease inhibitor. ritonavir. pusing/dizziness (4%-7%). reaksi alergi. mulut kering (1%). warfarin dan substrate lain dari . propofol. fluoxetin. pioglitazone. dekstrometorfan. diklofenak.Kardiovaskular : flushing (6%-10%). yohimbe. . 2E1 (minor). phenytoin. INTERAKSI OBAT Interaksi dengan nicardipine HCl dengan obat lain : Efek Cytochrome P450 : substatre of CYP1A2 (minor). periferal edema (dose related 7%-8%). increased angina (dose related 5.Dermatologi : Rash (1%). doksisiklin. asidosis metabolik dan hiperglikemia.1 mg/ml. muntah. somnolen (4%-6%). ematinib. tricyclic antidepressant. . trombositopenia. 4 EFEK SAMPING 1%-10% : . golongan benzodiazepin tertentu. tinitus. HMG-CoA reductase inhibitors. . risperidone. 2D6 (minor). propranolol. parotitis. Nicardipine meningkatkan kadar obat / efek amiodaron. thioridazine. INTERAKSI MAKANAN Makanan : absorpsi nicardipine berkurang 20-30% dan kadar puncak nicardipine dapat berkurang sebesar 25-45% jika sediaan kapsul biasa diminum 1-3 jam sesudah makan dengan makanan yang mengandung lemak tinggi. nokturia. telitromisin. 3A4(mayor). . Hindari ephedra. verapamil dan inhibitor CYP3A4 lainnya. hiperplasik gingival. methsuximide. glimepiride.mendapatkan 250 ml. Hindari garlic / bawang putih (dapat meningkatkan efek hipertensi). 2C19 (sedang). efek EKG (blok AV. malas.Neuromuskular dan skeletal : weakness (4%-6%). diazepam.Efek meningkat / toksisitas : H2 blocker (cimetidine) dapat meningkatkan bioavailabilitas nicardipine. myalgia (1%). depresi segmen ST. Penyimpanan di freezer tidak mempengaruhi stabilitas KONTRA INDIKASI Hipersensitif terhadap nicardipin atau komponen lain dalam formulasi : stenosis aorta lanjut. paroxetine. eritromisin. tremor. siklosporin. gelisah. klaritromisin. stupor. Inhibits CYP2C9 (kuat). Kadar obat / efek nicardipine dapat ditingkatkan oleh antifungi golongan azol. 3A4 (kuat). insomnia. 2D6 (sedang). glipizide.6%). derivat ergot. takikardi (1%-3%). Hindari penggunaan nicardipin secara bersamaan dengan jus anggur (grapefruit juice) Alkohol : ethanol dihindari ( dapat meningkatkan depresi CNS ) . isoniazid. betablocker tertentu. < 1 % Overdosis / toksikologi : Overdosis calcium channel blocker gejala utama pada jantung termasuk hipotensi dan bradikardia. quinidin. konstipasi. hipofosfatemia. rosiglitazone.CNS : sakit kepala (6%8%). . . nateglinide. trombofebitis vena. sildenafil ( dan PDE-5 inhibitor yang lain). nefazodon. Total volume larutan dan konsentrasi 0. mual. mirtazapine. dan dapat meningkatkan efek hemodinamik yang potensial penting secara klinik. ginseng (dapat memperburuk hipertensi). Oral: Simpan pada suhu 15�C-30�C. Lindungi dari cahaya. calsium channel blocker. 2C9 (minor).Minuman juice anggur dapat meningkatkan konsentrasi nicardipine dalam serum / toksisitas karena mempengaruhi metabolisme nicardipine.Herb/nutraceutical : St. Jhon’s wort dapat menurunkan kadar obat nicardipine. Sedangkan simptom non kardiak adalah confusion. setraline. Nicardipine dapat meningkatkan efek vecuronium (dosis diturunkan 25% ).Gastroentistinal : mual (2%-5%). venlafaxine. lidokain. golongan amfetamin. nefazodone. hindari dong qual jika digunakan untuk hipertensi (mempunyai aktivitas estrogenik). tacrolimus. cisaprid. palpitasi (3%-4%). citalopram.

Ampul 2mg/2 mL. PARAMETER MONITORING Tekanan darah harus dimonitor secara ketat selama dan setelah pemberian nicardipine iv dihentikan. 60 mg (Roche) .Sebaiknya kontrol secara teratur ke dokter yang merawat. phenytoin. tramadol). BENTUK SEDIAAN Kapsul 20 mg & 30 mg . periksa laboratorium dan tekanan darah untuk menentukan respon obat nicardipine. . Calsium dapat menurunkan efek calcium channel blockers. phenobarbital. 2D6 atau 3A4. . karena ada di dalam ASI.Pasien anak–anak : data keamanan dan efikasi belum diketahui KASUS TEMUAN Tidak ada data INFORMASI PASIEN Kapsul nicardipine bisa diminum bersama dengan makanan yang tidak mengandung lemak ataupun dalam keadaan perut kosong. pusing. 10 mg/10 mL (Astellas) PERINGATAN Hati-hati pada pasien denga infark serebral akut atau hemorrage . .Hindari minum jus anggur ataupun makan buah anggur 1 jam sebelum atau 2 jam sesudah minum obat nicardipine. PENGARUH HASIL LAB Tidak ada data PENGARUH KEHAMILAN Faktor risiko C PENGARUH MENYUSUI Tidak direkomendasikan. . 45 mg. khususnya hipotensi. nevirapine.Kapsul Retard 40 mg (Novartis) .Efek menurun : kadar obat / efek nicardipine dapat diturunkan oleh aminoglutethimide. 2C19. hydrocodone.Kapsul extended-release 30mg. . PENGARUH ANAK Keamanan dan efikasi nicardipine HCl secara oral ataupun iv pada anak usia < 18 th belum diketahui. tidak boleh dikunyah dan harus ditelan secara utuh. nafcilline. 'Sebaiknya diskusikan dengan dokter yang merawat jika ingin menggunakan garam pengganti yang mengandung kalium. .Segera hubungi dokter yang merawat jika keluhan angina (sakit pada dada/jantung) tidak berkurang ketika menggunakan nicardipine. . bengkak. oxycodone. rifampicin dan penginduksi CYP3A4 lain.Kapsul extended-release sebaiknya diminum bersama dengan makanan yang tidak mengandung lemak.CYP2C9. nafas pendek. Nicardipine dapat menurunkan kadar obat / level substrate prodrug CYP2D6 (contoh : codeine. .Geriatri : tidak ada perubahan waktu paruh ataupun ikatan protein.Hindari minuman yang mengandung alkohol dan kopi. nadi / detak jantung tidak teratur. carbamazepine.

56. Thomson Micromedex. 698. . nadi dan kemungkinan efek samping yang dialami. 2007 (e-book). 5. mual / hipotensi. 9. hal 259-260. 20042005. AHFS Drug Information 2005. 4. hal. 1039-1041. 1222-1223. reviewed Jan 2007. September 2008. DAFTAR PUSTAKA 1. 3. Martindale 35 th ed. 2008 . meningkatkan penghantaran oksigen ke miokardiak pada pasien dengan angina vasospastik. ASHP Patient Information. .Jangan berhenti menggunakan obat nicardipine sebelum konsultasi dengan dokter yang merawat.4 MONITORING Tekanan darah. hal. Drug Information Handbook edisi 15. hal. MEKANISME AKSI Menghambat masuknya ion kalsium ke saluran lambat atau seleksi area yang sensitif terhadap tegangan dari otot halus vaskular dan vasodilasi koroner.konstipasi / sembelit. ISO Indonesia vol. USP Drug Information 2005. 43. hal. Drug Information Handbook edisi 12. 115. 1819–1823. hal 84. 6. MIMS Indonesia 109th edisi 2008. British National Formulary ed. 7. 2. hal. 8.. 2007-2008.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful