BAB V ASPEK POLITIK Persoalan yang pertama-tama timbul dalam Islam menurut sejarah bukanlah persoalan tentang

keyakinan malahan persoalan politik. Sewaktu Nabi mulai menyiarkan agama Islam di Mekkah beliau belum dapat membentuk suatu masyarakat yang kuat lagi berdiri sendiri. Umat Islam diwaktu itu baru dalam kedudukan lemah, tidak sanggup menentang kekuasaan yang dipegang kaum pedagang Quraisy yang ada di Mekkah. Akhirnya Nabi bersama Sahabat dan umat Islam lainnya, seperti diketahui, terpaksa meninggalkan kota ini dan pindah ke Yasrib, yang kemudian terkenal dengan nama Medinah, yaitu Kota Nabi. Di kota ini keadaan Nabi dan Umat Islam mengalami perobahan yang besar. Kalau di Mekkah mereka sebelumnya merupak umat lemah yang tertindas, di Medinah mereka mempunyai kedudukan yang baik dan segera merupakan umat yang kuat d dapat berdiri sendiri. Nabi sendiri menjadi kepala dalam masyarak yang baru dibentuk itu dan yang akhirnya merupakan suatu nega suatu negara yang daerah kekuasaannya diakhir zaman Nabi meliputi seluruh Semenanjung Arabia. Dengan kata lain di Medinah Nabi Muhammad bukan lagi hanya mempunyai sifat Rasul Allah tetapi juga mempunyai sifat Kepala Negara. Jadi sesudah beliau wafat, beliau mesti diganti oleh orang lain untuk memimpin negara yang beliau tinggalkan. Dalam kedudukan beliau sebagai Rasul, beliau tentu tak dapat diganti. Sebagaimana diketahui dari sejarah pengganti beliau yang pertama ialah Abu Bakr. Abu Bakr menjadi Kepala Negara yang ada pada waktu itu dengan memakai gelar Khalifah, yang arti lafzinya ialah Pengganti (Inggeris : Successor). Kemudian setelah Abu Bakar wafat, Umar Ibn Al-Khattab menggantikan beliau sebagai Khalifah yang kedua. Usman Ibn Affan selanjutnya menjadi Khalifah yang ketiga dan pada pemerintahannyalah mulai timbul persoalan-persoalan politik. Ahli sejarah menggambarkan Usman sebagai orang lemah dan tak kuat untuk menentang ambisi kaum keluarganya yang kaya dan berpengaruh dalam masyarakat Arab pada waktu itu. la mengangkati mereka menjadi Gubernur-gubernur di daerah-daerah yang tunduk kepada kekuasaan Islam. Gubernur-gubernur yang diangkat oleh Umar, Khalifah yang dikenal sebagai orang kuat dan tidak memikirkan kepentingan sendiri atau kepentingan keluarganya dijatuhkan oleh Usman. Politik nepotisme ini menimbulkan reaksi yang tidak menguntungkan bagi kedudukan Usman sebagai Khalifah. Sahabat-sahabat Nabi yang pada mulanya menyokong Usman, akhirnya berpaling. Orang-orang yang ingin menjadi Khalifah atau orang-orang yang ingin calonnya menjadi Khalifah mulai pula menangguk di air keruh yang timbul itu. Di daerah-daerah timbul perasaan tidak senang. Di Mesir Amr Ibn AlAas dijatuhkan sebagai Gubernur dan diganti dengan Ibn Abi Sarh, salah seorang dari anggauta keluarga Usman. Sebagai reaksi terhadap keadaan ini, lima ratus pemberontak

bergerak dari Mesir merruju Medinah. Perkembangan suasana di Medinah selanjutnya membawa pada pembunuhan Usman oleh pemuka-pemuka pemberontak dari Mesir itu. Setelah Usman wafat, Ali Ibn Abi Talib, sebagai calon terkuat, menjadi Khalifah yang ke-empat. Tetapi segera ia mendapat tantangan dari pemuka-pemuka yang ingin pula menjadi Khalifah, terutama Talhah dan Zubeir dari Mekkah yang mendapat sokongan dari Aisyah. Dalam peperangan yang terjadi Talhah dan Zubeir mati terbunuh, sedang Aisyah dikirim kembali ke Mekkah. Tantangan kedua datang dari Mu’awiah, gubernur Damaskus dan anggauta keluarga yang terdekat dengan Usman Ibn Affan: Mu’awiah juga tidak mengakui Ali sebagai Khalifah bahkan ia menuduh Ali turut campur tangan dalam soal pembunuhan Usman, karena salah satu dari pemuka pemberontak, Muhammad, adalal anak angkat Ali. Antara kedua golongan akhirnya terjadi peperangan di Siffin, Irak. Tentara Ali dapat mendesak tentara Mu’awiah sehingga yang tersebut akhir ini telah bersedia untuk lari. Tetapi tangan kanan Mu’awiah, Amr Ibn Al-Aas, yang terkenal sebagai orang licik minta berdamai dengan mengangkatkan Al-Qur-an ke atas. Imam-Imam yang ada dipihak Ali mendesak Ali supaya menerima tawarar itu dan dengan demikian dicarilah perdamaaan dengan mengadakan hakam yaitu arbitrase. Sebagai pengantara diangkat dua orang : Amr Ibn AlAas dari pihak Mu’awiah dan Abu Musa Al Asy’aru.dari pihak Ali. Dalam pertemuan mereka berdua, kelicikan Amr mengalahkan perasaan takwa Abu Musa. Sejarah mengatakan bahwa antara keduanya terdapat permufakatan untuk menjatuhkan Ali dan Mu’awiah Dan tradisi menyebut bahwa Abu Musa sebagai yang tertua, berbicara lebih dahulu dan mengumumkan kepada orang ramai putusar menjatuhkan kedua pemuka yang bertentangan itu. Tetapi Amr, yang berbicara kemudian mengumumkan hanya menyetujui untuk menjatuhkan Ali sebagai telah dijelaskan Abu Musa dan menolak untuk menjatuhkan Mu’awiah. Peristiwa ini merugikan bagi Ali dan menguntungkan bagi Mu’awiah. Mu’awiah yang pada mulanya hanya berkedudukan Gubernur kini telah naik derajatnya menjadi Khalifah yang tidak resmi. Tidak mengherankan kalau putusan ini tidak diterima Ali dan tak mau meletakkan jabatan sehingga ia mati terbunuh di tahun 661 M. Tetapi ia tidak dapat lagi melawan Mu’awiah, bukan hanya karena telah mempunyai saingan dalam kedudukannya sebagai Khalifah, tetapi juga karena kekuatan militernya telah pula menjadi lemah. Keadaan Ali menerima tipu muslihat Amr mengadakan arbitrase sungguhpun dalam keadaan terpaksa, tidak disetujui oleh sebagian dari tentaranya. Tentara ini mengasingkan diri dan ke luar dari barisan Ali. Mereka terkanal dalam sejarah dengan nama Khawarij, itu orang-orang yang keluar. Mereka mengatur barisan mereka dan selanjutnya menentang Ali. Antara Ali dan mereka terjadi peperangan. Dalam peperangan itu kaum Khawarij kalah, tetapi tentara Ali telah terlalu lemah untuk dapat meneruskan peperangan melawan Mu’awiah. Mu’awiah tetap berkuasa di Damaskus dan setelah ifatnya Ali ia dengan mudah dapat memperkuat kedudukannya bagai Khalifah di tahun 4661 M.

Dari sejarah ringkas di atas dapat dilihat bahwa pada waktu itu telah timbul-tiga golongan politik, golongan Ali yang kemudian dikenal dengan nama Syi’ah, golongan yang keIuar dari barisan Ali yaitu. Kaum Khawarij dan golongan Mu’awiyah, yang kemudian membentuk Dinasti Bani Ummayah dan membawa sistem kerajaan dalam Islam. Perlu dijelaskan bahwa khalifah (pemerintahan); yang timbul sesudah wafatnya Nabi Muhammad, tidak mempunyai bentuk kerajaan; tetapi lebih dekat merupakan republic, dalam arti, Kepala negara dipilih dan tidak mempunyai sifat turun temurun. Sebagai diketahui Khalifah pertama adalah Abu Bakar dan beliau tidak mempunyai hubungan darah dengan Nabi Muhammad. Khalifah kedua, Umar ibn Al-Khattab, juga tidak mempunyai hubungan darah dengan Abu Bakar, demikian pula Khalifah ketiga Usman Ibn Affan dan halifah keempat Ali Ibn Talib, satu sama lain tidak mempunyai ubungan darah. Mereka adalah sahabat Nabi dan dengan demikian hubungan mereka sesama mereka merupakan hubungan persahabatan. Abu Bakar diangkat menjadi Khalifah bukan atas tunjukan Nabi Muhammad, karena beliau wafat dengan tidak meninggalkan perintah ataupun pesan tentang pengganti beliau sebagai Kepala negara. Abu Bakar diangkat atas dasar permufakatan pemuka-pemuka Ansar dan Muhajirin dalam rapat Saqifah di Medinah. Pengangkatan itu kemudian mendapat persetujuan dan pengakuan mat, yang dalam istilah Arabnya disebut bay’ah. Umar menjadi Khalifah kedua atas pencalonan Abu Bakar yang segera juga mendapat persetujuan umat. Penentuan Usman sebagai pengganti Umar dirundingkan dalam rapat Enam Sahabat. Usman juga segera mendapat bay’ah dari umat. Setelah Usman mati terbunuh, Allah merupakan calon terkuat untuk menjadi Khalifah keempat. Tetapi bay’ah yang diterima Ali tidak lagi sebulat bay’ah yang diberikan umat kepada khalifahkhalifah sebelumnya. Khalifah Ali, sebagai dilihat di atas, mendapat tantangan dari Mu’awiah di Damaskus dan dari Talhah, Zubeir dan Aisyah di Mekkah. Demikianlah ungkapan sejarah tentang pengangkatan sahabat-sahabat Nabi Muhammad itu menjadi Khalifah. Jelas bahwa cara pengangkatan Kepala Negara sebagai yang diungkapkan sejarah ini, bukanlah cara yang dipakai dalam sistem kerajaan. Cara itu lebih sesuai untuk dimasukkan ke dalam sistem pengangkatan Kepala Negara dalam pemerintahan demokrasi. Dalam pada itu perlu ditegaskan bahwa menurut pendapat umum yang ada dizaman itu, seorang Khalifah haruslah berasal dari suku Quraisy. Pendapat ini didasarkan atas hadis yang membuat Quraisy mempunyai kedudukan lebih tinggi dari suku-suku Arab lainnya dan terutama hadis : Imam-imam adalah dari Quraisy ( ). Keempat Khalifah Besar memang orangorang ternama dari suku Quraisy dan demikian juga dinasti Bani Umayyah dan Dinasti Bani Abbas, semuanya berasal dari suku Nabi Muha.mmad itu. Pendapat ini kemudian menjadi teori ketatanegaraan yang dianut oleh Ahli Sunnah. Kaum Khawarij tidak setuju dengan faham di atas. Menurut pendapat mereka khilafah (jabatan Kepala Negara) bukanlah hak monopoli dari suku Quraisy. Bagi mereka tidak ada perbedaan antara Quraisy dan suku-suku Arab lainnya, bahkan juga tidak antara Arab

Oleh karena itu. Sesuai dengan faham yang dibawa oleh Mu’awiah. asal saja ia mempunyai kesanggupan untuk itu. ummat tidak berhajat pada adanya Khalifah atau Imam untuk memimpin mereka. Kaum Khawarij dalam sejarah pecah menjadi beberapa kelompok. Dan berlawanan dengan faham yang dibawa oleh Mu’awiah. pada hakekatnya. sebagai tersebut dalam teori yang kemudian dianut oleh Ahli Sunnah itu. adalah anak beliau. Umar dan Usman tidak diakui oleh kebanyakan kaum Syi’ah dandemikian juga pemerintahan Dinasti Bani Umayyah dan Dinasti Bani Abbas. dan seterusnya anak-anak serta cucu-cucunya dan bukan Abu Bakar. Dengan lain kata. Kaum Syi’ah. imamah dalam teori Syi’ah mempunyai bentuk kerajaan dan turun-temurun dari bapak ke anak. Oleh sebab itu khilafah Abu Bakar. demikian Najdah. Sementara itu. Perlu ditegaskan bahwa nama yang dipakai golongan Syi’ah untuk Kepala Negara adalah Imam. Usman. teori politik mereka bersifat lebih demokratis dari teori-teori politik yang dianut oleh golongan-golongan politik Islam lain dizaman itu. mereka tidak setuju dengan sistem kerajaan. Oleh karena itu dalam teori politik mereka. Hal ini akan dibicarakan lebih lanjut dalam pembahasan aspek teologi. . Bani Umayyah dan Bani Abbas.dan bukan Arab. jabatan itu seharusnya pergi ke anggota keluarga beliau yang terdekat. berlainan dengan kaum Khawarij. tetapi perbedaan faham mereka berkisar sekitar masalahmasalah teologi. Umar. khalifah bagi kaum Khawarij tidak mempunyai sifat turun-temurun dari bapak kepada turunannya. bahkan dibunuh. Ali-lah anggota keluarga Nabi yang terdekat. boleh menjadi Khalifah. seterusnya ke cucu dan demikian selanjutnya. Tetapi bagaimanapun. Selanjutnya mereka berpendapat bahwa Khalifah yang melanggar ajaran-ajaran agama wajib dijatuhkan. Semestinya yang menggantikan Nabi Muhammad sebagai Kepala Negara dalam faham Syi’ah. Tetapi karena beliau tak mempunyai anak laki-laki yang hidup. Ali Ibn Abi Talib. ia sebenarnya dekat dengan faham komunis yang mengatakan bahwa negara akan hilang dengan sendirinya dalam masyarakat komunis. Dengan demikian. adalah anak paman beliau dan yang terpenting lagi adalah pula menantu beliau. Dalam hal ini. berpendapat bahwa jabatan Kepala Negara bukanlah hak tiap orang Islam. tiap orang Islam sekalipun ia bukan orang Arab. bahkan pula tidak hak setiap orarag Quraisy. seorang pemuka Khawarij bernama Najdah Ibn Amr Al-Hanafi mempunyai faham bahwa Kepala Negara diperlukan hanya jika maslahat umat menghendaki yang demikian. yang menggantikan Nabi Muhammad sebagai Kepala Negara seharusnyalah Ali. Dalam faham kaum Syi’ah imamah (jabatan Kepala Negara) adalah hak monopoli Ali Ibn Abi Talib dan keturunannya.

kaum Syi’ah mengambil sikap melawan terhadap mereka. anak dari Ja’far Al-Sadiq. Menurut keyakinan kaum Syi’ah Duabelas. Syi’ah Ismaili. Selama bersembunyi ia memimpin umat melalui Raja-raja yang memegang kekuasaan dan ulama-ulama mujtahid Syi’ah. karena Muhammad tidak meninggalkan keturunan. Dalam pada itu. Hassyasyin. sungguhpun ia telah meninggal dunia. Berlainan dengan Syi’ah Duabelas dan Syi’ah Ismailiah mereka tidak menganut teori Imam Bersembunyi. ini juga disebut Syi’ah Tujuh. Selanjutnya ada lagi Syi’ah Zaidiah. yaitu pengikut Zaid Ibn Ali Zain Al-Abidin. Pakistan dan Iran. Muhammad. Syi’ah Duabelas menjadi faham resmi di Iran semenjak permulaan abad ke-enambelas. hilang di dalam gua yang terdapat di Mesjid Samarra (Iraq). lebih dahulu meninggal dunia dari pada Imam Keenam ini. Jabatan Imam harus berasal dari keturunan Ali dan Fatimah. sewaktu masih kecil. ( ). Tetapi setelah ternyata bahwa Bani Abbas memonopoli kekuasaan untuk mereka sendiri dan kemudian membentuk Dinasti Bani Abbas. Di samping Syi’ah Duabelas ada pula Syi’ah Ismailiah. Oleh karena itu ia disebut Imam Bersembunyi ( ) atau Imam Dinanti. . Imam harus langsung memimpin umat. Perbedaan mulai timbul pada Imam Ketujuh.Muntazar. Perlawanan itu menjelma dalam bentuk gerakan-gerakan seperti yang dijalankan golongan Qaramitah. Demikian faham mereka. Imam Pertama sudah barang tentu Ali Ibn Abi Talib sedang Imam Keduabelas adalah Muhammad Al. Bagi mereka Ismailla Imam Ketujuh dan bukan Musa Al-Kazim. dan sebagainya. Hasysyasyin. Ismail. yaitu setelah faham itu dibawa ke sana oleh Syi’ah Ismail. Oleh karena itu. Karena mengakui hanya tujuh Imam Nyata. golongan Qaramitah. Imam-imam mereka sampai dengan Imam Keenam masih sama dengan – Imam-imam Syi’ah Duabelas. tempat Ismail sebagai Imam Ketujuh diganti oleh adiknya Musa AI-Kazim. Yang terbesar ialah golongan Syi’ah Dua belas ( ). Tetapi sebagian lain dari kaum Syi’ah tidak setuju dengan pengangkatan itu dan tetap setia pada Ismail. Faham inilah yang dianut oleh Syi’ah Duabelas. kaum Syi’ah juga pecah ke dalam beberapa golongan. Khalifah-khalifah Fatimi di Mesir. dan kaum Duruz di Lebanon dan Syiria termasuk dalam golongan Syi’ah Ismailia. yaitu khilafah Fatimiah (969 – 1171 M) dan kerajaan Syi’ah di Iran semenjak tahun 1502 M. kaum Ismaili di India. sungguhpun pada akhirnya tidak semua berpegang teguh pada faham ini. Imam ini menghilang baut sementara dan akan kembali lagi sebagai Al-Mahdi untuk langsung memimpin umat.Dalam sejarah mereka memang menentang Dinasti Bani Umayyah dan aktif bekerja sama dengan Bani Abbas dalam menjatuhkan Kerajaan yang dibentuk Mu’awiah itu. Mereka disebut Syi’ah Duabelas karena mereka mempunyai duabelas Imam Nyata ( ). Pada Muhammad Al-Muntazar berhenti rangkaian Imam-imam Nyata. Gerakan mereka akhirnya mewujudkan khilafah Syi’ah di Mesir.

Dengan demikian bagi kaum Syi’ah. sebelum beliau wafat. setelah terjadinya revolusi di negara itu. telah menentukan Ali sebagai penggantinya. pengikut Al-Mukhtar Ibn Ubaid Al-Tsaqafi dan Syi’ah Al-Rafidah. . Beliau. bukan hanya sebagai Kepala Agama. alam diri Nabi terkumpul dua kekuasaan. masih ada golongangolongan kecil seperti Syi’ah Saba’iah. Siapa yang berhak menjadi Kepala Negara sebagai pengganti beliau dan bagaimana cara pengangkatannya. Imam mempunyai sifat kekudusan yang diwarisi dari Nabi. Perbuatan-perbuatan serta ucapan-ucapan Imam tidak bisa bertentangan dengan syariat. kemudian Husein dan seterusnya cucu-cucu Nabi. berpendapat bahwa hanya keturunan Ali yang berhak menjadi Kepala Negara dan hak itu bersifat turun-temurun. Wasi sesudah Ali adalah Hasan. Perbedaan terletak dalam keadaan Nabi menerima wahyu sedang Imam tidak. Ali Zainal Abidin dari Husein dan demikianlah seterusnya oleh cucu-cucu beliau. Di zaman Nabi Muhammad jabatan itu mempunyai bentuk yang unik. itulah yang menimbulkan perbedaan faham di bidang politik dalam Islam. Syi’ah Duabelas dan Syi’ah Fatimiah berkeyakinan bahwa Nabi Muhammad. ada baiknya disimpulkan dahulu yang telah diterangkan di atas. Ali adalah wasi ( ) Nabi Muhammad. kekuasaan spirituil dan kekuasaan sekuler. Tetapi di samping itu ada pula yang menyetujui penentuan melalui keturunan. Beliau sebagai Rasul secara otomatis menjadi Kepala Negara. membawi ajaran-ajaran yang bukan hanya bersangkutan dengan hidup kerohanian tetapi juga ajaran-ajaran mengenai hidup keduniaan manusia. Beberapa tahun yang lalu bentuk kerajaan ini dirobah menjadi republik. Syi’ah Kisaniah. Oleh karena itu Nabi mempunyai kedudukan. yaitu pengganti yang kepadaya dilimpahkan Nabi sepenuh kepercayaan.Syi’ah Zaidiah dalam sejarah membentuk kerajaan di Yaman dengan San’a sebagai ibu kota. pengikut Abdullah Ibn Saba’. sebaliknya.Imam dan Nabi samasama tak dapat berbuat salah dan sama-sama dapat membuat hukum. Syi’ah. Syi’ah Al-Ghurabiah. Dalam istilah Syi’ah. Imam hampir sama sifat dan kekuasaannya dengan sifat dan kekuasaan Nabi. Di samping itu Imam mempunyai kekuasaan untuk membuat hukum. Beliau menjadi Kepala Negara bukanlah atas penunjukan dan pula bukan atas dasar hak turun-temurun. Di samping ketiga golongan besar ini. Ahli Sunnah berpendapat bahwa hak itu dimiliki oleh suku Quraisy dan pengangkatannya ialah melalui pemilihan. dalam arti Ali menerima waris itu dari Nabi. Sementara itu timbul pula perbedaan faham tentang sifat dan kekuasaan Kepala negara. Dengan lain kata. Teori politik yang pertama timbul dari perkembangan politik ini terjadi dalam sejarah Islam ialah mengenai jabatan Kepala Negara. sebagai Rasul yang diutus Tuhan. Sebelum melanjutkan uraian. tetapi juga sebagai Kepala Negara. Hasan dan Husein dari Ali. Sebagaimana dilihat kaum Khawarij berpendapat bahwa yang berhak untuk menjadi Kepala Negara ialah semua orang Islam dan cara penentuan dan mengangkatan ialah pemilihan.

sanggup mengadakan . Syi’ah Zaidiah. Dengan lain kata perbuatan yang bagi manusia biasa merupakan perbuatan salah. tetapi hanya sifat-sifatnya. Sehubungan dengan kesucian Imam dari perbuatan salah. kemurahan hati dan keberanian dan untuk Imam sesudah Ali ditambahkan sifat keturunan Fatimah. Imam mempunyai ilmu batin. Tetapi dalam pada itu pemuka yang tidak mencapai sifat terbaik boleh juga menjadi Imam. Al-Ghurabiah mengatakan bahwa wahyu sebenarnya urunkan untuk Ali. Tetapi di antara golongan Ismailiah ada yang membawa faham-faham itu bersifat ekstrim. perbuatannya itu sebenarnya tidak salah.Faham-faham di atas sama-sama dianut oleh Syi’ah Duabelas dan Syi’ah Ismailiah. A1. Al Saba’iah menganggap Ali Tuhan dan tidak mati terbunuh. dan dengan ilmu batin itu ia mengetahui hal-hal yang tak dapat diketahui manusia biasa. tetapi Jibril salah dalam rnenganggap Mu. Tegasnya Nabi tidak mengatakan bahwa Ali-lah yang akan menjadi Imam sesudah beliau wafat. bagi Imam. itu tidak merupakan perbuatan salah. Umar. tidak mesti salah dalam pandangan Imam. berlainan dengan Syi’ah Duabelas dan Syi’ah Ismailiah berpendapat bahwa Imam tidaklah ditentukan Nabi orangnya.nmad adalah Ali. Usman dan lainlain. Khalifah Fatimi Al-Hakim lbn Amrillah berkeyakinan bahwa dalam dirinya terdapat Tuhan. Golongan Syi’ah ekstrim serupa ini tidak diakui oleh golongan Syi’ah lainnya. Pembahasan serupa itu dijumpai dalam buku-buku ilmu kalam atau buku-buku yang khusus membahas soal ketatagaraan dalam Islam. Oleh karena itu Syi’ah Zaidiah dapat mengakui kekhalifahan Abu Bakar. Al-Ahkam Al-Sultaniah. berilmu. Di samping yang tersebut di atas ada lagi faham-faham yang iajukan oleh Syi’ah ekstrim ( ) tentang sifat Ali. ilmu. Sementara itu Ahli Sunnah membahas soal khalifah dari aspekaspek lain. sama dengan ABu Bakar. Bagi mereka Ali dan keturunannya adalah manusia biasa. seperti. Ada lagi yang berpendapat bahwa Tuhan mengambil tempat dalam diri Imam. tetapi naik ke langit. tetapi Nabi hanya menyebut sifat-sifat Imam yang akan menggantikan beliau. karangan AlMawardi. Mereka diakui sebagai ImamImam mafdul dan bukan Imam-imam afdal. Kalau yang pertama disebut Imam afdal yang kedua disebut Imam mafdul ( ). selain kesukuan Quraisy antara lain adalah sifat-sifat adil. Ali diangkat menjadi Imam. Sifat-sifat tersebut adalah sifat bagi Imam terbaik ( ). Ahli Sunnah tidak menerima faham-faham tersebut di atas. atau sekurangkurangnya dekat menyerupai Tuhan. Di antara sifat-sifat yang dimaksud ialah takwa.Nusairiah juga berpendapat bahwa Ali adalah Tuhan. mereka umpamanya berpendapat bahwa sungguhpun Imam melakukan perbuatan salah. Apa yang salah dalam pandangan manusia biasa. Umar dan Usman. Menurut Al-Mawardi syarat-syarat yang diperlukan untuk menjadi Khalifah atau Imam. dan oleh karena itu memaksa rakyat supaya menyembahnya. karena sifat-sifat itu terdapat dalam dirinya. Oleh karena itu Jabatan Kepala Negara dalam teori mereka tidak dikhususkan untuk Ali dan keturunannya dan kalaupun dikhususkan hanya untuk suku Quraisy. dan oleh karena itu Imam disembah.

dan kesanggupan untuk menentukan dengan bijaksana siapa yang berhak untuk menjadi Kalifah di antara calon-calan yang ada. Dengan mendapat bay’ah (pengakuan). Sifat-sifat yang diperlukan untuk menjadi pemilih adalah adil. umpamanya sifat keadilan hilang. Al-Ghazali mementingkan ketertiban dalam masyarakat. Al-Ghazali. Di dalamnya ia menguraikan bahwa negara terbaik ialah negara yang dikepalai seorang Rasul. Tetapi kepatuhan umat kepadanya akan hilang kalau sifat-sifat yang membuatnya berhak menjadi Khalifah hilang pula. Khalifah dapat diganti. Penentuan pengganti oleh seorang Khalifah. AlFarabi umpamanya. bahwa Khalifah tidak dapat dijatuhkan.com/2009/06/18/aspek-politik/ . merupakan salah satu bentuk pemilihan. Plato. dan dari pihak umat. Khalifah harus orang yang ahli dalam soal hukum (Syari’ah) mementingkan soal spirituil dan moral rakyat. Menggulingkan Khalifah yang zalim tapi kuat. lebih mengutamakan ketertiban dalam masyarakat daripada pemerintahan yang zalim. dan mesti bersikap adil. kaum filosof Islam juga membahas soal politik dalam Islam. itu mengandung arti bahwa mereka akan patuh pada Khalifah. Selain dari kaum teolog. Pemilih-pemilih itu disebut ahl al hal waal aqad ( ) yaitu orangorang yang dapat menentukan.ijtihad. Tetapi karena zaman Rasul-rasul telah selesai. Dalam pemikiran politiknya. Ibnu Sina juga berpendapat bahwa negara terbaik adalah negara yang dipimpin Rasul dan sesudah itu negara yang dipimpin filosof. sehat mental dan fisik. Ibn Jama’a sama dengan Al-Ghazali. Patuh kepada kekuasaan adalah kewajiban yang diharuskan agama. dalam pendapat Ibn Jama’a. walaupun Khalifah yang zalim.wordpress. Khalifah sebenarnya telah mengikat janji (kontrak) dengan umat. Imam dipilih oleh orang-orang yang berhak untuk memilih ( ). Ia harus membawa umat kepada kebahagiaan di dunia dan kebahagiaan di akhirat. Khalifah dapat menyerahkan kekuasaan untuk memerintah kepada Sultan yang berkuasa. kalau ia ditangkap menjadi tawanan. berpendapat. akan membawa kekacauan dan pembunuhan dalam masyarakat. dan Khalifah dengan demikian kehilangan kemerdekaan. http://ikhwahmuda. meninggalkan buku bernama AI-Madinah AI-Fadilah ( ) Negara Terbaik. atau kekuasaannya dirampas oleh seorang Sultan atau Amir. tidak jarang bahwa Khalifah hanya merupakan boneka dalam tangan Sultan. maka negara terbaik kelas dua ialah negara yang dikepalai oleh seorang filosof. Demikian sebahagian dari teori-teori politik yang dimajukan oleh AlMawardi. Dari pihak nya perjanjian itu merupakan janji yang mengandung arti bahwa ia akan menjalankan kewajibankewajibannya dengan tulus ikhlas. Adanya dua Khalifah dalam suatu Negara tidak boleh. berlainan dengan kaum Khawarij. AlFarabi banyak dipengaruhi oleh filosof Yunani. atau kesehatan mental atau fisik rusak. Dalam sejarah Dinasti Bani Abbas memang terdapat Sultan sultan yang berkuasa di samping Khalifah-khalifah yang lemah. berani dan tegas. Sebagai dilihat di atas. demikianlah seterusnya. mengetahui syarat-syarat yang diperlukan untuk menjadi Khalifah.

Antara kedua golongan akhirnya terjadi peperangan di Siffin. Di kota ini keadaan Nabi dan Umat Islam mengalami perobahan yang besar. gubernur Damaskus dan anggauta keluarga yang terdekat dengan Usman Ibn Affan: Mu'awiah juga tidak mengakui Ali sebagai Khalifah bahkan ia menuduh Ali turut campur tangan dalam soal pembunuhan Usman. karena salah satu dari pemuka pemberontak. yaitu Kota Nabi. Dalam kedudukan beliau sebagai Rasul. Sejarah mengatakan bahwa antara keduanya terdapat permufakatan untuk menjatuhkan Ali dan Mu'awiah. Muhammad. beliau tentu tak dapat diganti. beliau mesti diganti oleh orang lain untuk memimpin negara yang beliau tinggalkan. • Umar Ibn Al-Khattab • Usman Ibn Affan Pada masa pemerintahannya mulai timbul persoalan-persoalan politik. • Ali Ibn Abi Talib Kekhalifannya ditentang oleh Talhah dan Zubeir dari Mekkah yang mendapat sokongan dari Aisyah. Tantangan kedua datang dari Mu'awiah. Ahli sejarah menggambarkan Usman sebagai orang lemah dan tak kuat untuk menentang ambisi kaum keluarganya yang kaya dan berpengaruh dalam masyarakat Arab pada waktu itu. pindah ke Yasrib. Akhirnya Nabi bersama Sahabat dan umat Islam lainnya. Jadi sesudah beliau wafat. umat Islam diwaktu itu baru dalam kedudukan lemah. yang kemudian terkenal dengan nama Medinah. Di Medinah Nabi Muhammad bukan lagi hanya mempunyai sifat Rasul Allah tetapi juga mempunyai sifat Kepala Negara. Perkembangan suasana di Medinah selanjutnya membawa pada pembunuhan Usman oleh pemuka-pemuka pemberontak dari Mesir. Dari sejarah pengganti beliau yaitu: • Abu Bakar. Sebagai pengantara diangkat dua orang : Amr Ibn Al-Aas dari pihak Mu'awiah dan Abu Musa Al-Asy'aru dari pihak Ali. yang berbicara kemudian mengumumkan hanya menyetujui untuk menjatuhkan Ali sebagai telah dijelaskan Abu . tidak sanggup menentang kekuasaan yang dipegang kaum pedagang Quraisy. Irak. yang arti lafzimnya ialah Pengganti (Inggeris : Successor). Tetapi akhirnya terjadi perdamaian dengan mengadakan hukam yaitu arbitrase. adalah anak angkat Ali. Abu Musa mengumumkan kepada orang ramai putusan menjatuhkan kedua pemuka yang bertentangan itu.ASPEK POLITIK DAN LEMBAGA-LEMBAGA KEMASYARAKATAN BAB V ASPEK POLITIK Persoalan yang pertama-tama timbul dalam Islam menurut sejarah adalah persoalan politik. Tetapi Amr. dengan memakai gelar Khalifah. Sewaktu Nabi mulai menyiarkan agama Islam di Mekkah.

Mu'awiah tetap berkuasa di Damaskus dan setelah wafatnya Ali ia dengan mudah dapat memperkuat kedudukannya sebagai Khalifah di tahun 4661 M. Mereka mengatur barisan mereka dan selanjutnya menentang Ali. Mu'awiah yang pada mulanya hanya berkedudukan Gubernur kini telah naik derajatnya menjadi Khalifah yang tidak resmi. merupakan republik. . golongan yang keluar dari barisan Ali yaitu Kaum Khawarij dan golongan Mu’awiyah. Keadaan Ali menerima tipu muslihat Amr mengadakan arbitrase tidak disetujui oleh sebagian dari tentaranya. Kepala negara dipilih dan tidak mempunyai sifat turun temurun. yang dalam istilah Arabnya disebut bay'ah ( ). tetapi tentara Ali telah terlalu lemah untuk dapat meneruskan peperangan melawan Mu'awiah. satu sama lain tidak mempunyai hubungan darah. Mereka adalah sahabat Nabi sehingga hubungan mereka merupakan hubungan persahabatan. juga tidak mempunyai hubungan darah dengan Abu Bakar. demikian pula Khalifah ketiga Usman Ibn Affan dan khalifah keempat Ali Ibn Talib. Tentara ini ke luar dari barisan Ali. Khalifah kedua. Mereka terkenal dalam sejarah dengan nama Khawarij. Umar ibn Al-Khattab. dalam arti. Dari sejarah ringkas di atas dapat dilihat bahwa pada waktu itu telah timbul-tiga golongan politik. itu orang-orang yang keluar.Musa dan menolak untuk menjatuhkan Mu'awiah. Khalifah (pemerintahan) yang timbul sesudah wafatnya Nabi Muhammad. golongan Ali yang kemudian dikenal dengan nama Syi’ah. Dalam peperangan itu kaum Khawarij kalah. Tidak mengherankan kalau putusan ini tidak diterima Ali dan tak mau meletakkan jabatan sehingga ia mati terbunuh di tahun 661 M. Abu Bakar diangkat atas dasar permufakatan pemuka-pemuka Ansar dan Muhajirin dalam rapat Saqifah di Medinah. Pengangkatan itu kemudian mendapat persetujuan dan pengakuan umat. Antara Ali dan mereka terjadi peperangan. Sebagai diketahui Khalifah pertama adalah Abu Bakar dan beliau tidak mempunyai hubungan darah dengan Nabi Muhammad. yang kemudian membentuk Dinasti Bani Ummayah dan membawa sistem kerajaan dalam Islam.

Kaum Khawarij dalam sejarah pecah menjadi beberapa kelompok.Demikianlah ungkapan sejarah tentang pengangkatan sahabat-sahabat Nabi Muhammad itu menjadi Khalifah yang dipakai dalam pemerintahan demokrasi. Mereka disebut Syi'ah Dua belas karena mereka mempunyai duabelas Imam Nyata ( ). Kaum Khawarij berpendapat mereka khilafah (jabatan Kepala Negara) bukanlah hak monopoli dari suku Quraisy. . Kaum Syi'ah juga pecah ke dalam beberapa golongan. Yang terbesar ialah golongan Syi'ah Dua belas ( ). Imam Pertama sudah barang tentu Ali Ibn Abi Talib sedang Imam Keduabelas adalah Muhammad Al-Muntazar. perbedaan faham mereka berkisar sekitar masalah-masalah teologi.

Muhammad. sewaktu masih kecil. karena Muhammad tidak meninggalkan keturunan. Menurut keyakinan kaum Syi'ah Duabelas.Pada Muhammad Al-Muntazar berhenti rangkaian Imam-imam Nyata. hilang di dalam gua yang terdapat di Mesjid Samarra (Iraq). ( ) . Imam ini menghilang buat sementara dan akan kembali lagi sebagai Al-Mahdi untuk langsung memimpin umat. Oleh karena itu ia disebut Imam Bersembunyi ( ) atau Imam Dinanti.

pengikut Abdullah Ibn Saba'. Di samping Syi'ah Duabelas ada pula Syi'ah Ismailiah. Teori politik yang pertama timbul dari perkembangan politik dalam sejarah Islam ialah mengenai jabatan Kepala Negara. yaitu setelah faham itu dibawa ke sana oleh Syi'ah Ismail. Syi'ah Duabelas menjadi faham resmi di Iran semenjak permulaan abad ke-enam belas. masih ada golongan-golongan kecil seperti Syi'ah Saba'iah. setelah terjadinya revolusi di negara itu. Syi'ah Zaidiah. Jadi. Imam imam mereka sampai dengan Imam Keenam masih sama dengan . persoalan yang pertama-tama timbul dalam Islam menurut sejarah adalah persoalan politik. pengikut Al-Mukhtar Ibn Ubaid Al-Tsaqafi dan Syi'ah Al-Rafidah.Selama bersembunyi ia memimpin umat melalui Raja-raja yang memegang kekuasaan dan ulama-ulama mujtahid Syi'ah. Beliau sebagai Rasul secara otomatis menjadi Kepala Negara.Imam-imam Syi'ah Duabelas. Ahli Sunnah berpendapat bahwa hak itu dimiliki oleh suku . Siapa yang berhak menjadi Kepala Negara sebagai pengganti beliau dan bagaimana cara pengangkatannya. itulah yang menimbulkan perbedaan faham di bidang politik dalam Islam. Syi'ah Kisaniah. Beberapa tahun yang lalu bentuk kerajaan ini dirobah menjadi republik. yaitu pengikut Zaid Ibn Ali Zain Al-Abidin. mereka tidak menganut teori Imam Bersembunyi. Jabatan Imam harus berasal dari keturunan Ali dan Fatimah. Syi'ah Zaidiah dalam sejarah membentuk kerajaan di Yaman dengan San'a sebagai ibu kota. Demikian faham mereka. kekuasaan spirituil dan kekuasaan sekuler. Perbedaan mulai timbul pada Imam Ketujuh. Kaum Khawarij berpendapat bahwa yang berhak untuk menjadi Kepala Negara ialah semua orang Islam dan cara penentuan dan mengangkatan ialah pemilihan. Di zaman Nabi Muhammad jabatan itu mempunyai bentuk yang unik karena dalam diri Nabi terdapat dua kekuasaan. Syi'ah Al-Ghurabiah. Di samping ketiga golongan besar ini. Syi'ah berpendapat bahwa hanya keturunan Ali yang berhak menjadi Kepala Negara dan hak itu bersifat turun-temurun. Imam harus langsung memimpin umat.

Sementara itu timbul pula perbedaan faham tentang sifat dan kekuasaan Kepala negara. Syi'ah Zaidiah berpendapat bahwa Imam tidaklah ditentukan Nabi orangnya. . sebelum beliau wafat.Quraisy dan pengangkatannya ialah melalui pemilihan. Tetapi dalam pada itu pemuka yang tidak mencapai sifat terbaik boleh juga menjadi Imam. Tetapi di samping itu ada pula yang menyetujui penentuan melalui keturunan. Sifat-sifat tersebut adalah sifat bagi Imam terbaik ( ). tetapi hanya sifat-sifatnya. Wasi sesudah Ali adalah Hasan. Dalam istilah Syi'ah. Syi'ah Duabelas dan Syi'ah Fatimiah berkeyakinan bahwa Nabi Muhammad. yaitu pengganti yang kepadaya dilimpahkan Nabi sepenuh kepercayaan. Ali adalah wasi ( ) Nabi Muhammad. telah menentukan Ali sebagai penggantinya. kemudian Husein dan seterusnya cucucucu Nabi. Kalau yang pertama disebut Imam afdal yang kedua disebut Imam mafdul ( ).

dan kesanggupan untuk menentukan dengan bijaksana siapa yang berhak untuk menjadi Kalifah di antara calon-calan yang ada. Imam dipilih oleh orang-orang yang berhak untuk memilih (). sanggup mengadakan ijtihad. Pemilih-pemilih itu disebut ahl al hal waal aqad ( ) . mengetahui syarat-syarat yang diperlukan untuk menjadi Khalifah. sehat mental dan fisik.Menurut Al-Mawardi syarat-syarat yang diperlukan untuk menjadi Khalifah atau Imam. berani dan tegas. Sifat-sifat yang diperlukan untuk menjadi pemilih adalah adil. berilmu. selain kesukuan Quraisy antara lain adalah sifat-sifat adil.

Ibnu Sina berpendapat bahwa negara terbaik adalah Negara yang dipimpin Rasul dan sesudah itu negara yang dipimpin filosof. maka negara terbaik kelas dua ialah negara yang dikepalai oleh seorang filosof. Al-Farabi dalam bukunya AI-Madinah AI-Fadilah ( ) Negara Terbaik menguraikan bahwa negara terbaik ialah negara yang dikepalai seorang Rasul. walaupun Khalifah yang zalim.yaitu orang-orang yang dapat menentukan. Al-Ghazali. Tetapi karena zaman Rasul-rasul telah selesai. Khalifah harus orang yang ahli dalam soal hukum (Syari'ah) mementingkan soal spirituil dan moral rakyat. Al-Ghazali mementingkan ketertiban dalam masyarakat. . lebih mengutamakan ketertiban dalam masyarakat daripada pemerintahan yang zalim. dan mesti bersikap adil. bahwa Khalifah tidak dapat dijatuhkan. berpendapat. Dengan mendapat bay'ah (pengakuan). Ibn Jama'a sama dengan Al-Ghazali.

Kedudukan Mawali yang lebih rendah itu di Persia pada akhirnya membawa kepada gerakan syu'ubiah. yaitu gabungan orang-orang bukan Arab masuk Islam dengan salah satu suku bangsa Arab. pertahanan dan pendidikan. suatu gerakan yang dekat menyerupai gerakan nasionalisme dalam arti modern. yaitu: • Orang Arab. Kaum Mawali dalam prakteknya mempunyai kedudukan lebih rendah dari orang Arab. Sebagai Negara Islam sudah barang tentu harus mempunyai lembaga-lembaga kemasyarakataan seperti pemerintahan. hukum.BAB VI LEMBAGA-LEMBAGA KEMASYARAKATAN Islam dalam sejarah. yaitu masyarakat Islam yang pertama • Mawali. • Ahl al-zimmah ( ) yaitu pemeluk agama agama lain yang memilih tetap tinggal di bawah naungan Islam dengan membayar jizyah ( ) . polisi. orang-orang Persia ingin menonjolkan kebudayaan lama mereka kembali dan membuatnya mempunyai kedudukan yang sederajat dengan kebudayaan Arab. pengadilan. Dengan gerakan syu'ubiah itu. mengambil bentuk negara. Masyarakat-masyarakat pada masa sejarah Islam.

penasehat dan tangan kanannya. Departemen Pajak Tanah.yang dapat diartikan pajak naungan. Di bawah wazir terdapat beberapa diwan (departemen) umpamanya Diwan AlKharaj ( ). yaitu dibagi kedalam beberapa propinsi. baik dalam bentuk Kepala Negara yang dipilih maupun dalam bentuk Raja yang jabatannya mempunyai sifat turun-temurun. Sebagaimana dalam Bab V. Misalnya di zaman kejayaan Bani Usman (Kerajaan Ottoman) jumlah propinsi bertambah banyak dengan meluasnya daerah kekuasaan Islam ke benua Eropa. Dalam menjalankan tugas pemerintahan. Khalifah dibantu oleh seorang wazir yang menjadi pembantu utama. Masyarakat dan daerah yang diatur negara Islam dimasa yang lampau. Bait Al-Mal / Departemen Keuangan. negara Islam dikepalai oleh seorang Khalifah. Diwan Al-Jaisy ( ) .

Dalam prinsipnya. Semua penghasilan itu dikumpulkan di Bait Al-Mal. Rapat para Kepala Diwan diketuai oleh Wazir. tetapi ada pula yang mempergunakan gelar Sultan (seperti Dinasti Salahuddin dan Mamluk) dan Amir Al-Muslimin (seperti Dinasti Al-Murabit) di Afrika Utara. tetapi Amir Al-Umara' (Kepala Panglima) atau Sultan. pembesar yang berkuasa di pemerintahan pusat bukan lagi Wazir atau Hajib. . Khalifah hanya memberikan pengakuan formil kepada mereka. Keuangan negara bersumber terutama pada kharaj. Kharaj dikumpulkan oleh Kepala Daerah dan setelah memotong perbelanjaan yang diperlukan oleh daerahnya. sisanya dikirim ke pusat. yaitu Diwan Al-Kharaj. Tiap Diwan dipimpin oleh seorang kepala. Di samping kharaj adalagi zakat yang dibayar oleh warga negara yang beragama Islam. dalam hubungan dengan pusat pemerintahan. Selanjutnya juga dipakai kata Wali dan Hakim.(Departemen Pertahanan) dan lain sebagainya. Di tangan Kepala Daerah-lah terletak pemerintahan daerah dan karena komunikasi dengan ibu kota sulit. pajak yang dipungut atas tanah. jabatan Kepala Daerah mempunyai sifat turun-temurun. para Kepala Daerah mempunyai kekuasaan otonom yang bukan Kecil. tugas mereka yang terpenting adalah mengumpulkan zakat dan pajak untuk dikirimkan kepada Khalifah. Di samping Wazir terkadang terdapat pula Hajib (Kepala Rumah Tangga Istana). Dengan demikian Wazir pada hakikatnya mempunyai kedudukan Perdana Menteri. Kepala Daerah diangkat atas putusan Khalifah. Kepala Daerah pada mulanya diberi nama ‘Amil. sedangkan Amir adalah panglima. dan kemudian lebih dikenal dengan nama Amir. tetapi dengan berkurangnya kekuasaan Khalifah dan timbulnya dinasti-dinasti. 'Amil lebih banyak mempunyai tugas mengumpulkan zakat. dan jizyah yang dipungut dari warga negara bukan Nam. Di ketika menurunnya prestise dan kekuasaan Khalifah di zaman Bani Abbas. pada mulanya di daerahdaerah yang jauh. Begitu pentingnya pajak ini sehingga di pemerintahan pusat terdapat suatu departemen khusus untuk mengurusnya. Di antaranya ada yang tetap memakai titel Amir. tetapi kemudian juga di daerah-daerah yang dekat dengan Pusat.

Hubungan antara pusat dengan daerah dan sebalikuya dilakukan dengan pos (al-barid .).Penerimaan dan pengeluaran negara dikontrol oleh suatu departemen khusus yang diberi nama Diwan Al-Nafaqat ( ) atau Diwan Al-Azimmah ( ). .

Alat yang dipakai untuk pengangkutan adalah kuda. Al-Barid juga dipergunakan untuk mengangkut pasukan ke tempat yang mereka tuju dan pejabat-pejabat yang baru diangkat ke tempat kedudukannya. Untuk pengiriman sutat-surat dipakai juga burung dara. onta dan keledai. di samping tugas mengurus pos negara. Oleh karena itu nama lengkap dari Kepala Departemen Pos ini ialah Sahib Al-Barid wa Al-Akhbar ( ) . sehingga merupakan satu departemen yang diberi nama Diwan Al-Barid.Sistem pos ini dimulai oleh Mu'awiah dan berkembang di masa Bani Abbas. Sahib Al-Barid. Al-Barid pada umumnya mengurus korespondensi negara dan hanya sedikit mengurus korospondensi rakyat. juga mempunyai tugas mengepalai urusan intelijen. Kepala Departemen ini disebut Sahib Al-Barid ( ) Berlainan dengan pos modern.

Khalifah bukan hanya merupakan Kepala Negara. ramiah (pemanah) dan fursan (kavaleri). Di samping Angkatan Darat. riwayat hidup Nabi . tetapi kemudian di sekolah-sekolah yang disebut kuttab atau madrasah. Tentara tersusun dari harbiah (infantri). dokter. mengepalai unit yang berjumlah sepuluh ribu orang qa'id mengepalai seratus.Kepala Pos dan Intelijen. Sesuai dengan kedudukannya sebagai pengganti Nabi dalam mengurus soal duniawi umat. penterjemah dan juru tulis. Kerajaan-kerajaan Islam di masa lampau juga mempunyai Angkatan Laut. khalifah mengepalai lima puluh dan 'arif memimpin sepuluh prajurit. Pendidikan dalam sejarah Islam pada mulanya diberikan di mesjid. qadi atau hakim untuk mengurus soal pembagian harta perang. tetapi juga Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata. Ini merupakan sekolah dasar di mana anak-anak diberi pelajaran membaca serta menghafal Al-Quran. penunjuk jalan (raid) untuk mengurus soal perkemahan. Dalam fungsinya ini ia disebut Amir A1-Mu'minin ( ). Jabatan-jabatan yang terdapat dalam Angkatan Darat ialah Amir (Jenderal). Dalam rombongan tentara terdapat pula insinyur.

Hukum yang dipakai dalam mengatur masyarakat di zaman Kerajaan-kerajaan Islam di masa lampau bukan hanya hukum fikih. terutama di bawah Sulayman I. Kepalanya adalah sahib alsyurtah dan terkadang disebut juga sahib almu'unah atau wali. Kalau sekolah serupa ini adalah untuk orang umum.996 M). pelanggaran hukum. umpamanya untuk memeriksa kejahatan kriminil . Pendidikan tinggi dibentuk juga di lembaga-lembaga lain seperti Bait Al-Hikmah Di Coruova Abd Al-Ra.Muhammad. perpustakaan juga merupakan tempat mencari ilmupengetahuan. Perpustakaan-perpustakaan dipergunakan juga sebagai tempat diskusi. hadis. Sebagai diketahui sampai sekarang Al-Azhar masih ada dan altan merayakan ulang tahunnya yang keseribu dalam waktu dekat. Pendidikan non-formil untuk dewasa diberikan di mesjid. sahib al-syurtah mempunyai wewenang untuk mengadakan pemeriksaan di luar tempat sidang.hman III mendirikan Universitas Cordova Untuk menampung Universitas itu Mesjid Besar Cordova diperbesar. Qanun berkembang di zaman Kerajaan Usmani. Di tahun 972 M Mesjid Al-Azhar didirikan oleh Panglima Fatimi Jawhar Al. nahwu. Dalam penyelesaian perkara-perkara. dan kalau yang menyelesaikannya ialah qadi atau nazir mazalim. memeriksa pelanggaran-pelanggaran hukum dan menghukum orang yang bersalah. maka siding diadakan tiap hari. Khalifah dan orang-orang kaya menggaji guru untuk memberi pelajaran pada anak mereka di istana atau di rumah. Mesjid pada umumnya juga merupakan tempat kuliah di mana alim ulama mengajarkan tafsir. Selain dari madrasah dan mesjid. Sultan atau Wazir sendiri. bahkan juga bahasa dan sastra Arab. kalau yang menyelesaikannya ialah Khalifah. Qanun mengurus soala-soal administrasi negara dan soal-soal yang mempunyai corak politik seperti pemberontakan. Hukum ini kemudian diberi nama iradah saniyah. berhitung dan menulis. sehingga ia terkenal dengan nama Sulayman Al. Hukum dalam bentuk putusan Khalifah mengurus pertikaian-pertikaian yang biasa timbul setiap hari. Di zaman Nabi Muhammad kekuasaan legislatif. Tugasnya ialah mencegah timbulnya kejahatan-kejahatan kriminil. exekutif dan judikatif terkumpul di tangan beliau. Hukum yang dipakainya dalam hal ini ialah hukum adat setempat. maka untuk itu diadakan hari tertentu setiap minggu di Istana.Qanuni. Sidangnya biasanya mengambil tempat di mesjid. sharaf. filosof. Berlainan dengan qadi. tetapi juga hukum sebagai diputuskan oleh Khalifah atau Sultan. Adapula hokum yang dibuat oleh rapat Menteri dengan persetujuan Khalifah atau Sultan dan ini disebut qanun. soal pemalsuan uang. Untuk menjaga keamanan dalam kota dan sebagainya diadakan lembaga kepolisian yang disebut syurtah. dan sebagainya.Saqilli di Cairo yang beberapa tahun kemudian dijadikan Universitas oleh Khalifah Al-Aziz (975 .

soal riba. Sahib al-syurtah dapat bertindak hanya atas pengaduan dari yang berkepentingan seperti pengaduan tentang pencurian perampasan. seperti pengadaan shalat Jum'at. rumah sakit. penipuan dalam penjualan. Yang termasuk dalam bidang tugasnya adalah pelanggaran-pelanggaran mengenai timbangan dan ukuran. Sistem wakaf ini tersebar luas di iunia Islam di masa yang lampau dan sampai sekarang masih terdapat di beberapa negara. orang yang tidak berpuasa di bulan Ramadan. Sadr Al-A'zam. Kalau Syaikh Al-Islam mewakili Khalifah atau Sultan dalam melaksanakan wewenang agamawinya. Di Mesir Wizarah Al-Awakaf inilah yang mengurus soal-soal mesjid. Fatwa yang diberikan mufti inilah yang menjadi pegangan negara. Khalifah . persediaan air untuk umum dan sebagainya. perzinahan dan sebagainya. dan harta yang diwakafkan untuk Al-Azhar sanggup memberi sumbangan keuangan ataupun bea-siswa kepada para mahasiswa yang belajar di sana. Di samping sahib al-syurtah terdapat seorang muhtasib yang bertugas mengurus soal-soal pelanggaran hukum. dan mengirim tenaga-tenaga pengajar ke negara-negara Islam lainnya atas tanggungan Al-Azhar sendiri. Dalam sistem pemerintahan Kerajaan Usmani mufti resmi itu diberi gelar Syaikh Al-Islam. mewakili Kepala Negara dalam melaksanakan wewenang duniawinya. Ada mufti yang diangkat Khalifah atau Sultan dan dengan demikian timbullah jabatan mufti yang resmi dalam negara. asrama.yang betul-betul terjadi atau yang dilaporkan terjadi ataupun untuk memperoleh pengakuan dari tertuduh. dan binatang piaraan seperti kuda yang kurang diberi makan tetapi diberi beban yang terlalu berat. Lembaga yang erat hubungannya dengan urusan sosial dalam Islam adalah wakaf. pembinaan serta pemeliharaannya. Perdana Menteri. Ahli-ahli hukum Islam selalu mendapat pertanyaan-pertanyaan tentang hukum dari masyarakat. Dari semenjak semula dalam sejarah Islam rumah rumah sakit telah didirikan oleh berbagai Khalifah. Untuk urusan kesehatan telah disebut di atas bahwa wakaf dipergunakan dalam mendirikan dan membiayai pemeliharaan rumah-rumah sakit. biasanya dalam bentuk tanah. termasuk dalamnya soal pengangkatan dan gaji imam. penipuan. rumah dan sebagainya. jembatan. Jawaban yang diberikan ahli hukum itu disebut fatwa dan yang memberi jawaban itu sendiri disebut mufti. yang bersifat lebih ringan dan pelanggaran ajaran-ajaran moral. Di samping jabatan jabatan tersebut di atas masih ada lagi satu jabatan yang diberi nama mufti. Harta yang diwakafkan diurus oleh orang atau yayasan yang ditunjuk oleh pemberi wakaf dan penghasilan harta itulah yang dipergunakan untuk keperluankeperluan sosial tersebut di atas. Dalam tugasnya termasuk juga soal pelaksanaan ibadat. Administrasinya kemudian diambil oleh negara untuk itu diadakan Wizarah Al-Awqaf (Kementerian Urusan Wakaf). Universitas Azhar memperoleh keuangannya dari sistem wakaf ini. permainan judi dan sebagainya. penolakan pembayaran hutang. janda yang tidak memperdulikan waktu iddahnya dan sebagainya. Juga termasuk dalam kekuasaannya soal kekejaman terhadap pembantu rumah. muazzin dan pegawai mesjid lainnya. Wakaf mengandung arti penyerahan harta. gedong. oleh pemiliknya untuk keperluan-keperluan sosial seperti pembinaan dan pemeliharaan madrasah. pelanggaran tentang minuman keras.

http://sitinurulhidayah. Rumah-rumah sakit yang banyak terdapat di dunia Islam mempunyai pengaruhnya. Rumah-rumah sakit mempunyai bahagian pria dan wanita. apotek. Di samping rumah-rumah sakit terdapat pula klinik-klinik yang berkeliling dari satu tempat ke tempat lain untuk memberi pengobatan kepada masyarakat. berarti melihat dari dekat berbagai komponen dan sistem serta metode yang digunakan dalam pelaksanaan pendidikan pada masa itu. Nama yang dipakai untuk rumah sakit waktu itu ialah kata Persia bimaristan. Bagdad di bawah Harun Al-Rasyid (786 809 M) telah mempunyai rumah sakit dan demikian pula Cairo. Ilmu kedokteran yang ada di dunia Islam pada waktu itu lebih tinggi dari ilmu pengobatan yang dilakukan di Eropa.com/2009/07/aspek-politik-dan-lembaga-lembaga. Sebagai kopetensi dasar Allah ajarkan bagi Nenek Moyang kita Nabi Adam AS. yaitu Malaikat. Di rumah-rumah sakit Bagdad. mempunyai gedung sekolah kedokteran.html SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM PERIODE PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN A. tempat mandi dan lain-lain. yang didirikan oleh Ibn Tulun pada tahun 872 M. bermacam-macam nama benda.blogspot. terhadap pembentukan rumah-rumah sakit di Eropa. misalnya Allah SWT telah melakukan dialog dan perdebatan lansung dengan makhluknya. laboratorium. melalui Perang Salib.AlWalid (705 -715 M) memberi perintah kepada gubernur-gubernurnya untuk mendirikan rumah-rumah sakit di daerahnya. Pelajaran diberikan bukan hanya dalam bentuk teori saja tetapi juga dalam bentuk praktikum. Di saat dilakukan ujian komprehensif antara Malaikat dan Nabi Adam AS oleh Allah . disenteri dan sebagainya. Pendahuluan Membicarakan lembaga-lembaga pendidikan Islam era awal. mesjid. Hal ini dapat kita lihat dalam proses penciptaan manusia pertama. Penghasilan wakaf yang disediakan untuk rumah sakit itu berjumlah satu juta dirham per tahun. Al-Maristan Al-Mansuri di Cairo yang didirikan oleh Sultan Mamluk Qalawun di tahun 1284 M. dokter-dokter kepala dan ahli-ahli bedah memberi kuliah kepada mahasiswa untuk kemudian diuji dan diberi ijazah. bagian-bagian untuk berbagai macam penyakit seperti demam panas. Di antara rumah-rumah sakit itu ada yang mempunyai perpustakaan sendiri dan ada pula yang memberikan kursus ilmu kedokteran. Ditinjau dari kaca mata sejarah sebenarnya proses penciptaan lembaga pendidikan Islam tersebut sangatlah bersifat demokratis.

. Rumah Sakit dan Badiah ( Padang Pasir. Melalui makalah singkat ini kami akan mencoba membahas bagaimana latar belakang timbulnya lembaga pendidikan Islam serta lembaga-lembaganya seperti Shuffah. Islam adalah agama fitrah. Walaupun pada saat itu. Majlis.seperti timbulnya masalah-masalah hukum yang baru sifatnya sehingga mendorong para sahabat untuk menetapkan ketentuan hukum.SWT. Latar Belakang Berkembangnya Lembaga Pendidikan Islam Pendidikan Islam pada hakikatnya adalah mewariskan nilai budaya Islam kepada generasi muda dan mengembangkannya sehingga mencapai dan memberikan manfaat maksimal bagi hidup dan kehidupan manusia sesuai dengan tingkat perkembangannya. terjadi dialog yang seru antaraa prinsip-prinsip budaya Islami sebagimana yang terangkum dalam al. Masyarakat di luar Arab yang menerima Islam. pada umumnya telah hidup dalam suatu sistem budaya yang telah berkembang. dilaksanakan oleh Allah dalam penyampaian wahyu kepada para Nabi dan Rasul-Nya di permukaan bumi ini. melebihi perkembangan sistem budaya bangsa Arab pada masa turunnya Islam. Kuttab. Tetapi proses yang dilaksanakan melalui lembaga pendidikan tersebut telah berhasil melakukan change of knowledge dan change of value kepada peserta didiknya. yaitu para Nabi dan Rasul. Rumah-rumah Ulama. Dengan berkembangnya sistim politik tersebut berkembang pula corak dan pola kehidupan masyarakat. agama yang merupakan potensi dasar manusiawi dengan landasan petunjuk Allah. seperti masalah siapa dan bagaimana menggantikannya. sehingga menimbulkan permasalahan-permasalahan baru yang dihadapi oleh para sahabat. informasi data sejarah belum terungkap lembaga seperti apa yang digunakan oleh Allah di waktu itu. Para sahabat mengalami masalah setelah nabi Muhammad saw wafat. Pendidikan Islam berarti menumbuhkan dan mengembangkan porensi fitrah tersebut dan mewujudkan dalam sistem budaya manusia yang Islami pada masa pertumbuhan kebudayaan Islam. Nabi Adam pada waktu itu dinyatakan berhasil menguasai kopetensi dasar dibandingkan Malaikat. dusun tempat tinggal Badui ) B. Halaqah. Masjid. Pola kehidupan lama oleh sebagian masyarakat ingin dipertahankan.Quran dengan budaya yang telah berkembang pada masa itu. Bentuk konkritnya adalah timbulnya berbagai aliran dan mazhab dalam berbagai aspek budaya Islam. Perpustakaan. Proses itu berlanjut. Sistim poitik dan kepemimpinan ini mengalami perubahan-perubahan pada masa-masa berikutnya dan berakhirnya dengan berhasilnya Muawiyah merebut kekuasaan dan memutuskan bahwa kekhalifahan adalah jabatan yang turun temurun. pendidikan Islam masa ini berarti penanaman secara luas nilai dan kebudayanaan Islam agar tumbuh dangan suburnya dalam lingkungan yang lebih luas.

maka muncullah lembaga di samping masjid dengan sebutan al Kuttab. Setelah beliau wafat dan umat dan umat islam mengalami berbagai permasalahan baru. C. Pada masa nabi Muhammad SAW pemikiran belum banyak berkembang. bentuk dan fungsi Kuttab tidak mengalami perubahan. maka berkembang pula sistem pemikiran Islam. Dalam perkembangan berikutnya. kurikulumnya meliputi pengetahuan agama dan pengetahuan umum. Shuffah. Atas dasar ini. yaitu lembaga formal dan nonformal. Pada masa Rasulullah saw. shuffah adalah suatu tempat yang dipakai untuk aktifitas pendidikan. lembaga pendidikan Islam klasik digolongkan kepada dua bentuk. Di masa Nabi saw. kedokteran. al Kuttab didirikan oleh seorang Arab untuk mengajarkan al Quran pada anank-anak. Timbul dalam Islam pemikiran yang bersifat theologies. Adapaun lembaga-lembaga pendidikan Islam yang ada sebelum kebangkitan madrasah pada masa klasik adalah sebagai berikut: 1. Al Kuttab/ Maktab Alkuttab merupakan lembaga pendidikan Islam yang terlama. karena perkembangan umat Islam yang semakin banyak belajar agama. Di antara penduduk Mekkah yang mula-mula belajar menulis huruf Arab di Kuttab adalah Sofyan bin Umayyah bin Abdul Syams dan Abu Qais bin Abdul Manaf bin . alkuttab didirikan oleh orang Arab pada masa Abu Bakar. astronomi. secara umum dilakukan tanpa ada bayaran. maka pemikiran-pemikiran tersebut mulai muncul dan berkembang. yang kemudian dikenal dengan sebutan ilmu Kalam. 2. Lembaga-lembaga Pendidikan Islam sebelum Kebangkaitan Madarsah. karena segala permasalahan bisa ditanyakan lansung kepada beliau. Pada awal Islam sampai pada era Khulafaur Rasyidin. dan geologi. Setelah Islam datang. termasuk anak-anak yang dikhawatirkan akan mengotori masjid. yaitu sesudah mereka melakukan penaklukanpenaklukan dan sesudah mereka mempunyai hubungan dengan bangsa-bangsa yang telah maju. Biasanya tempat ini menyediakan pemondokan bagi mereka pendatang baru dan mereka yang tergolong miskin. Pada dasarnya lembaga pendidikan Islam sebelum madrasah di masa klasik diklasifikasikan atas dasar muatan kurikulum yang diajarkan. Disini para siswa diajarkan membaca dan menghafal al Quran secara benar dan hukum Islam dibawah bimbingan lansung dari Nabi. termasuk filsafat. sekolah shuffah juga menawarkan pelajaran dasar dasar berhitung. dimana yang pertama mengajarkan ilmu pengetahauan agama dan yang kedua mengajarkan pengetahuan umum.Berhadapan dengan pemikiran theologies dari agama Kristen yang sudah berkembang sebelum datangnya Islam. Menurut Asma Hasan Fahmi. Dalam hal ini. dalam bukunya Sejarah dan filsafat Pendidikan Islam.

Pada perkembangan berikutnya di saat dunia pendidikan Islam mengalami zaman keemasan. Pada mulanya. Disamping itu Nabi sendiri menyatakan bahwa belajar itu sangat perlu. Malik yang mempelajarinya dari Hirah. Kuttab dilaksanakan di rumah guru-guru yang bersangkutan dan yang diajarkan adalah semata-mata menulis dan membaca. membacakan karangannya atau memberikan komentar atas karya pemikiran orang lain. 3. termasuk filsafat. Kegiatan halaqah ini bisa terjadi di Masjid atau di rumah-rumah. majlis digunakan sebagai transfer ilmu pengetahuan sehingga majlis banyak ragamnya. sehingga kebanyakan para ulama berpendapat mengajarkan al Quran bagi anak-anak semacam fardu kifayah. Masjid Sejarah pendidikan Islam sangat erat kaitannya dengan Masjid. kemudian pada abad pertama hijriah mulai timbul jenis Kuttab. kuttab mulai mengajarkan pengetahuan umum di samping ilmu agama Islam. Seiring berkembangnya pengetahuan dalam Islam. Keduanya belajar dari Basyr bin A. sejak masa Nabi Muhammad saw digunakan sebagai media komunikasi dakwah kepada bangsa-bangsa di luar bangsa Arab. Oleh karena itu. Majlis Istilah majlis telah dipdakai dalam pendidikan sejak abad pertama Islam. yang di samping memberikan pelajaran menulis dan membaca juga pokok-pokok ajaran agama. Mulanya ia merujuk pada arti tempat-tempat pelaksanaan belajar-mengajar. Kepandaian tulis baca dalam kehidupan sosial dan politik umat Islam ternyata memegang peranan penting. Seorang guru biasanya duduk lantai menerangkan.Zuhroh bin Kilab. majlis berarti sesi dimana aktivis pengajaran atau diskusi berlansung. di awal perkembangan Islam. Hal ini terjadi akibat perseteruan Islam dengan warisan budaya Helenisme sehingga banyak mengalami perubaahan dalam bidang kurikulum pendidikan Islam Alkuttab memegang peranan pentung dalam kehidupan Islam karena mengajarkan al Quran bagi anak-anak dianggap satu hal yang amat perlu. 4. halaqah ini dikelompokkan kedalam lembaga pendidikan Islam yang terbuka ilmu pengetahuan umum. Kegiatan halaqah ini tidak khusus untuk mengajarkan atau mendiskusikan ilmu agama tetapi juga ilmu pengetahuan umum. yaitu proses belajar-mengajar dilaksanakan dimana muridmurid melingkari gurunya. sehingga beliau mewajibkan tiap-tiap tawanan perang badar untuk mengajarkan dua belas orang anakanak orang muslim sebagai ganti tebusan perang. Sejak abad ke-8 M. 5. karena itu bila kita membicaarakan Masjid berarti kita membicarakan suatu tempat yang dipandang sebagai . Halaqah Halaqah artinya lingkaran.

perpustakaan juga memiliki peranan penting dalam kegiatan transmisi keilmuan Islam. Proses yang mengantar masjid sebagai pusat dan pengetahuan adalah karena masjid tempat awal pertama mempelajari ilmu agama yang baru lahir dan mengenal dasar-dasar. Khatib dan Imam Masjid. masjid telah menjadai pusat kegiatan dan informasi bebagai masalah kaum muslimin.tempat yang asasi untuk mengajarkan ilmu pengetahuan dan kebudayaan Islam. Perpustakaan-perpustakaan dalam dunia Islam pada masa . Kemudian toko-toko tersebut berkembang fungsinya bukan hanya sebagai tempat berjual beli kitab-kitab saja. banyak juga rumah-rumah para ulama dan ahli ilmu pengetahuan menjadi tempat belajar dan mengembangkan ilmu pengetahuan. tetapi juga merupakan tempat berkumpulnya para ulama. bertukar fikiran dalam berbagai kajian Ilmiyah dan juga berfungsi sebagai lembaga pendidikan dalam rangka pengembangan berbagai macam ilmu pengetahuan dan kebudayaan Islam. berdebat. Toko-toko Buku dan Perpusakaan Pada permulaaan Bani Abbasiyah. Nabi Muhammad saw menjadikan rumah Arqam bin abi Arqam sebagai tempat berkumpul para sahabat dalam menyampaikan wahyu yang diterima dari Allah swt melalui malaikat Jibril. Melihat antara Masjid dan kekuasaan hal ini dapat dikatakan bahwa Masjid merupakan lembaga pendidikan formal. maka berdirilah toko-toko kitab. Lingkaran-lingkaran pelajaran telah diadakan di Masjid semenjak Masjid didirikan dan keadaan itu berjalan terus sepangjang masa. dengan tidak putus-putusnya diseluruh negri Islam. ini membuktikan bahwa rumah merupakan lembaga pendidikan pertama dalam islam. Hal ini pada umumnya disebabkan para ulama dan ahli ilmu yang bersangkutan tidak mungkin memberikan pelajaran di Masjid. Semenjak didirikan masjid di zaman Nabi saw. hukum-hukum dan tujuan-tujuannya. untuk berdiskusi. pujangga dan ahli ilmu pegetahuan lainnya. Pada mulanya toko-toko buku tersebut berfungsi sebagai tempat berjual beli kitab-kitab yang tela ditulis dalam berbagai ilmu pengetahuan yang telah berkembang dimasa itu. dimana ilmu pengetahuan dan kebudayaan Islam sudah tumbuh dan berkembang dan diikuti oleh penulisan kitab-kitab dalam berbagai cabang ilmu pengetahuan. sedangkan para pelajar banyak yang berminat untuk mempelajari ilmu darinya. 7. Rumah-rumah Para Ulama Walaupun sebenarnya. Di samping toko buku. 6. rumah bukanlah tempat yang baik untuk memberikan pelajaran umum pada zaman kejayaan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan Islam. baik yang menyangkut pendidikan maupun social ekonomi Kurikulum pendidikan di Masjid biasanya merupakan tumpuan memperoleh pejabatpejabat pemerintahan. seperti Qadhi.

menjadi aspek budaya yang penting. Rumah Sakit Rumah Sakit pada zaman klasik bukan saja tempat merawat dan mengobati orang-orang yang sakit. penelitian dan percobaan dalam bidang kedokteran dan obat-obatan juga dilaksanakan sehingga ilmu kedokteran dan obat-obatan berkembang cukup pesat. Irak dan Jazirah Arab. dusun tempat tinggal Badui ) Sejak berkembang luasnya Islam. dari peradaban Barat ke peradaban Islam. badiah-badiah menjadi tempat pelajaran bahasa Arab yang asli dan murni. Masyarakat yang berada di bawah naungan Kristen yang cenderung menolak ilmu pengetahuan dan budaya berfikir atau filsafat dan bapak-bapak gereja Kristen menggunakan perbahasa untuk kebencian mereka pada pengetahuan “ ketidaktahuan adalah sumber kesalahan” atas anjuran bapak-bapak gereja perpustakaan di bumi hanguskan. Ulama-ulama. Sebagian ilmuan itu lari diri ke Asia dan menetap di Syiria. sekaligus sebagai tempat belajar dan sumber pengemban ilmu pengetahuan. 8. Saat dunia Barat . jadi bangsa barat mengalami masa kegelapan akibat doktrin gereja. dan dihukum dengan berbagai macam hukuman. kelonggaran. tetapi tidak jarang juga sekolah-sekolah kedokteran tersebut didirikan tidak terpisah dari rumah sakit. 9. Badiah ( Padang Pasir. D. Rumah Sakit juga merupakan tempat pratikum dari sekolah-sekolah kedokteran yang didirikan di luar rumah sakit. maka bahasa Arab berkembang luas. tetapi bahasa Arab cenderung kehilangan keaslian dan kemurniannya. badiah-badiah telah berfungsi sebagai lembaga pendidikan.tetapi juga mendidik tenaga-tenaga yang berhubungan dengan pengobatan dan perawatan. Dengan begitu. bahasa Arab digunakan sebagai bahasa pengantar oleh bangsa-bangsa di luar bangsa Arab yang beragama Islam terutama di kota-kota yang banyak pencampuran dengan bahasa-bahasa lain. dan para Ahli Ilmu pengetahuan pergi ke badiah-badiah dalam rangka mempelajari ilmu bahasa dan kesastraan Arab. Pada masa itu. Pengaruh Helenisasi Terhadap Perkembangan Pemikiran Islam Helenisasi merupakan suatu proses perubahan peradaban. para wali gereja dilanda pelanggaran moral yang menolak jabatan-jabatan gereja diperoleh dengan tipu daya. mereka dihina disiksa. Sehingga banyak anak-anak Khalifah.jayanya. pengajar diusir dan melarang orang-orang membaca karya para pengarang Yunani dan Romawi Kuno. Dengan demikian ruah sakit dalam dunia islam juga berfungsi sebagai lembaga pendidikan. Para ilmuwan dianggap kafir dan keluar dari agama Masehi. sekolah filsafat ditutup. Oleh karen itu. kemarahan hati. Di sana para ilmuan itu bebas mengajarkan ilmu dan filsafat Yunani.

Atas dasar ini. kemudian dikembangkan dalam bentuk Kuttab Shuffah. Dan didorong dari segi eksternal diperoleh melalui kekeuatan system pendidikan yang integral dan dinamis. tetapi juga ilmu pengetahuan umum. Instruksi Allah tersebut dilaksanakan oleh Muhammad Rasulullah dengan mengumpulkan para sahabatnya di rumah Arqam bin Arqam sekaligus lansung bertindak sebagai Mudarris. . Kurikulum yang diajarkan pada lembaga pendidikan Islam pada periode awal hanyalah ilmu agama. adanya transfer ilmu pengetahuan memajukan umat Islam dari bangsa barat. ditandai dengan turunnya surat al Alaq ayat 1-5. mengakar dari dalam masyarakat. Muncul setelah Allah memberikan amanah kepada Nabi Muhammad saw di Gua Hira. Halaqah. Hal ini didorong dari segi internal berupa ajaran Islam yang sangat mendorong umatnya untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. Padahal. Pandangan dikotomi tersebut masih berlansung hingga sekarang. Maka berlansunglah institusi lembaga pendidikan Islam pertama dalam Islam. Salah satunya adalah lembaga pendidikan Islam. Dimana wahyu pertama Nabi Muhammad adalah perintah Iqra’ yang menunjukkan bahwa ajaran Islam memberi perhatian yang besar terhadap ilmu pengetahuan. puncak sejarah dan peradaban Islam justru terjadi ketika menyatunya pengetahuan agama dengan pengetahuan umum E. Tuntutan wahyu pertama ini menghendaki manusia pada waktu itu harus melakukan proses pendidikan dan pembelajaran. tumbuh. seperti filsafat. Bahkan sebaliknya. Dengan adanya helenisasi ini sangat menguntungkan bagi pendidikan Islam. dunia Islam sibuk melakukan pengkajian dan pengembangan ilmu pengetahuan yang begitu pesat sehingga melahirkan peradaban yang bernilai tinggi. Masjid. Hal ini terjadi sebagai akibat perseteruan antara Islam dan peradaban helenisme. Lembaga pendidikan yang informal biasanya menawarkan pelajaran umum sementara yang formal. maka pelajaran yang ditawarkan tidak hanya ilmu agama. muncul. serta dorongan dari para penguasa dengan menyediakan sarana-sarana yang dibutuhkan oleh para ilmuan dalam mengembangkan teori-teorinya bahkan menghargai temuan-temuan para ilmuan dengan harga yang sangat tinggi. KESIMPULAN Keberadaan lembaga pendidikan Islam merupakan jawaban terhadap zaman. yaitu lembaga pendidikan formal dan lembaga pendidikan informal. Namun setelah adanya persentuan dengan peradaban helenisme. matematika dan kedokteran. tidak. lembaga pendidikan Islam diklasifikasikan menjadi dua. Di sini tampak bahwa ketika itu telah muncul pandangan dikotomi antara pengetahuan umum dan agama di lingkungan lemb aga pendidikan Islam.berada pada masa kegelapan terutama dalam bidang ilmu pengetahuan akibat dari doktrin gereja. Islam tidak mengenal adanya perbedaan antara ilmu agama dengan ilmu umum.

SARAN Hanya Allah Yang Maha Sempurna. Rumah Sakit dan Badiah (Padang Pasir. DAFTAR PUSTAKA Asrohah.Perpustakaan. Sejarah Dan Filsafat Pendidikan Islam. Sejarah Pendidikan Islam. 2004 Nizar. 1973 Zuharaini. Jakarta:Logos. Jakarta: Bulan Bintang. kritikan ataupun saran dari para pembaca. Majlis. Jakarta: Bulan Bintag.2007 Salabi.1997 . Ahmad. karena walau bagaimanapun penulis adalah makhluk yang lemah dan juga untuk kesempurnaan makalah ini di masa yang akan datang.1979 Nata.1999 Fahmi. Kami dari penulis mengharapkan masukan. Sejarah Pendidikan Islam. dusun tempat tinggal Badui) F. Jakarta: Rajawali press.dkk. Hanum. Jakarta: Bumi Aksara. Abuddin. Rumah-rumah Ulama. Asma Hasan. Jakarta: Kencana. Sejarah Pendidikan Islam. Sejarah Pendidikan Islam. Samsul. Sejarah Pendidikan Islam.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful