P. 1
Senjata Tradisional

Senjata Tradisional

|Views: 30|Likes:
Published by Kak Fe
indonesia
indonesia

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Kak Fe on May 03, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/21/2013

pdf

text

original

5 SENJATA TRADISIONAL DI NUSANTARA

Indonesia adalah salah satu negara kepulauan terbesar di dunia, maka lebih dikenal dengan sebutan Nusantara karena banyaknya pulau yang dimiliki. Keberagaman serta kemajemukan penduduk setiap pulau pun merupakan khazanah budaya yang tak ternilai harganya, demikian pula dengan hasrat seni yang mengalir di tiap-tiap manusia nusantara. Keberagaman itulah yang mejadikan sebuah perbedaan menjadi sebuah lukisan hidup yang indah, seperti terlukis dalam bentuk senjata tradisional yang dimiliki oleh masing-masing suku dan masyarakat di nusantara. Berikut uniknya.com merangkum 5 senjata tradisional di nusantara:

1. Kujang

panjangnya sekitar 20 sampai 25 cm dan beratnya sekitar 300 gram.com) Kujang adalah sebuah senjata unik dari daerah Jawa Barat.Kujang (Sumber: blogspot.com. kujang adalah senjata kaum petani dan memiliki akar pada budaya pertanian masyarakat Sunda. Menurut Sanghyang siksakanda ng karesian pupuh XVII. Keris . alat pertanian. ataupun cindera mata. baik sebagai senjata. hiasan. perlambang. Merupakan perkakas yang merefleksikan ketajaman dan daya kritis dalam kehidupan juga melambangkan kekuatan dan keberanian untuk melindungi hak dan kebenaran. Menjadi ciri khas. terbuat dari besi. Kujang mulai dibuat sekitar abad ke-8 atau ke-9. 2. baja dan bahan pamor.uniknya.

3. Jenis senjata tikam yang memiliki kemiripan dengan keris adalah badik. dan banyak di antaranya memiliki pamor (damascene). memiliki sejumlah simbol budaya.Keris (Sumber: parentingchildreninsingapore. atau menjadi benda koleksi yang dinilai dari segi estetikanya. Pada masa lalu keris berfungsi sebagai senjata dalam duel/peperangan. Sipet . Pada penggunaan masa kini. sekaligus sebagai benda pelengkap sesajian.com) Keris adalah senjata tikam golongan belati (berujung runcing dan tajam pada kedua sisinya) dengan banyak fungsi budaya yang dikenal di kawasan Nusantara bagian barat dan tengah. Senjata tikam lain asli Nusantara adalah kerambit.uniknya. Bentuknya khas dan mudah dibedakan dari senjata tajam lainnya karena tidak simetris di bagian pangkal yang melebar. yaitu guratan-guratan logam cerah pada helai bilah. keris lebih merupakan benda aksesori (ageman) dalam berbusana.com. seringkali bilahnya berliku-liku.

Sangkoh terbuat dari batu gunung yang lalu diikat dengan anyaman uei (rotan). Dari segi penggunaannya sumpit atau sipet ini memiliki keunggulan tersendiri karena dapat digunakan sebagai senjata jarak jauh dan tidak merusak alam karena bahan pembuatannya yang alami. Pada bagian tengah dari sumpit dilubangi sebagai tempat masuknya damek (anak sumpit).uniknya.Sipet (sumber: indonesiacountry. .com.com) Sumpit atau lebih dikenal di daerah Kalimantan Tengah dengan sebutan sipet adalah salah satu senjata yang sering digunakan oleh suku Dayak maupun oleh masyarakat Melayu. Pada ujung sumpit ini diolah sasaran bidik seperti batok kecil seperti wajik yang berukuran 3-5 sentimeter. berdiameter sekitar 2-3 sentimeter. Pada bagian bagian atas sumpit lebih tepatnya pada bagian depan sasaran bidik dipasang sebuah tombak atau sangkoh (dalam bahasa Dayak). Dan salah satu kelebihan dari sumpit atau sipet ini memiliki akurasi tembak yang dapat mencapai 218 yard atau sekitar 200 meter.5-2 meter. sumpit memiliki bentuk yang bulat dan memiliki panjang antara 1. Dilihat dari bentuknya sumpit.

Rencong selain simbol kebesaran para bangsawan.uniknya. setelah tak lagi lazim digunakan sebagai alat pertahanan diri. Namun sekarang. membekali dirinya dengan rencong sebagai alat pertahanan diri.4.com) Rencong (Reuncong) adalah senjata tradisional dari Aceh. Rencong Rencong (sumber: indonesia-tourism-info.com. merupakan lambang keberanian para pejuang dan rakyat Aceh di masa perjuangan. rencong berubah fungsi menjadi barang cinderamata yang dapat ditemukan hampir di semua toko kerajinan khas Aceh. Keberadaan rencong sebagai simbol keberanian dan kepahlawanan masyarakat Aceh terlihat bahwa hampir setiap pejuang Aceh. .

Salapu/Sonri Salapu/Sonri (sumber: multiply.com) Salapu adalah salah satu jenis senjata yang di sakralkan di daerah Bugis-Makassar.uniknya.com. selain pandai maqrifat besi juga memiliki ilmu kaligrafi yang tinggi. apalagi untuk berbuat keji. “Salapu” atau di daerah makassar dikenal dengan sebutan Sonri’ adalah salah satu . Oleh karena itu .Desain rencong berbentuk kalimat bismillah. 5. rencong tidak digunakan untuk hal-hal kecil yang tidak penting. tetapi rencong hanya digunakan untuk mempertahankan diri dari serangan musuh dan berperang dijalan Allah. seorang pandai besi yang pertama kali membuat rencong.

Sebagai perangkat kebesaran kerajaan. filosofinya bahwa Salapu simbol kedaulatan.Ada hukum yang berlaku dimana bangsawan apalagi rakyat biasa tidak boleh meniru senjata-senjata raja/kerajaan. kemakmuran. bentuknya merupakan gabungan 3 jenis senjata yaitu. dan kewibawaan suatu kerajaan. sebagian juga mengatakan bahwa Salapu berasal dari bahasa bugis “Salipuri” yang artinya melindungi. tentulah salapu bersifat sangat eklusif. (**) . tappi’. badik dan tombak. Konon di masa lampau seorang Raja tidak akan meninggalkan kerajaannya kalau tidak membawa Salapu. tidak sembarang orang boleh memilikinya bahkan para empu/panre disumpah untuk tidak membuat Salapu sekalipun duplikatnya.perangkat kerajaan yang istimewa. hal ini untuk menjaga eklusifitas senjata tersebut. Salah satu contoh dalam sejarah kerajaan Bone pernah seorang panre/empu dibunuh ketika selesai membuat sebuah senjata. beberapa sumber mengatakan bahwa sebutan Salapu berasal dari huruf arab yaitu “Alif” (alepu dalam bahasa bugis)yang mempunyai filosofi “tidak ada lawan”.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->